• Tidak ada hasil yang ditemukan

KOLEKSI E-DEPOSIT PERPUSTAKAAN NASIONAL

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "KOLEKSI E-DEPOSIT PERPUSTAKAAN NASIONAL"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

KUMPULAN ABSTRAK JURNAL

KOLEKSI E-DEPOSIT PERPUSTAKAAN

NASIONAL

TEMA KOMPUTER 2020

Penyusun : Rizki Bustomi

Penyunting: Ita Rosita

(2)

PENGGUNAAN INTERNET DAN BUDAYA POPULER DALAM KAMPANYE POLITIK DI INDONESIA

Henri Subiakto, Rachmah Ida

ABSTRAK

Kemunculan internet di era digital dimanfaatkan oleh politisi untuk melakukan kampanye model baru. Di masa paska era rejim Orde Baru, kehadiran media internet menjadi alternatif baru cara berkampanye. Ditambah lagi dengan popularitas media dan budaya popular yang lebih memudahkan politisi untuk meraih suara para konstituennya menjadi medium baru bagi politisi melakukan kampanye politik. Penelitian ini bertujuan untuk melihat penggunaan internet dan budaya popular yang digunakan oleh politisi Indonesia untuk mempengaruhi sikap dan opini publik di tanah air. Bagaimana cara-cara politisi ini memperngaruhi konstituennya dan model-model kampanye apa saja yang digunakan dan bagaimana budaya popular dipakai untuk menarik massa adalah masalah-masalah yang dikaji dalam penelitian ini. Dengan menggunakan metode analisis tekstual, penelitian ini mengkaji 10 politisi nasional dan daerah yang menggunakan internet dan konvergensi media untuk kampanye politiknya selama tahun 2014 dan 2015. Lima politisi nasional dan lima politisi daerah dipakai sebagai sampel untuk analisis penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa politisi menempatkan dirinya sebagai selebritas politik dengan menampilkan dirinya sebagai pemain utama atau pemeran tunggal dalam berbagai model budaya atau tayangan visual dan audio visual yang diproduksinya. Kesemua politisi yang diteliti menggunakan berbagai macam model kampanye, dan memanfaatkan internet mulai dari media sosial dan blog-blog pribadi yang kesemuanya diisi penuh dengan berbagai pesan politik mereka dan kampanye untuk meraih massa terbanyak.

Kata kunci : internet, budaya populer, selebritas politik, kampanye politik,

konvergensi media

(3)

Nama Jurnal : Masyarakat Telematika Dan Informasi : Jurnal Penelitian Teknologi Informasi dan Komunikasi

Volume : Vol. 7, No. 2 (2016)

Doi/Id.PDF : https://mti.kominfo.go.id/index.php/mti/article/view/92

(4)

REVOLUSI BISNIS BERBASIS PLATFORM SEBAGAI PENGGERAK EKONOMI DIGITAL DI INDONESIA

Ahmad Budi Setiawan

ABSTRAK

Pertumbuhan dunia komersial berbasis online (internet), dikenal juga sebagai e- commerce, berkembang sangat pesat dalam dua puluh tahun terakhir. Fenomena ini kemudian menggerakkan munculnya ekonomi digital. Tren seperti inilah yang akan mengubah perkembangan dunia bisnis, perdagangan, ekonomi, dan pada akhirnya akan merevolusi kehidupan masyarakat. Perkembangan berbagai perusahaan startup yang mulai menjamur di Indonesia juga bisa dilihat sangat mengikuti tren ini, walaupun belum semuanya dapat berkembang menjadi sebesar perusahaan- perusahaan yang telah menjadi contoh sukses di dunia internasional. Dibutuhkan strategi yang matang untuk dapat mengembangkan sebuah bisnis dengan basis platform. Pada sisi pemerintah, perlu kebijakan yang tepat untuk mendukung tumbuh kembangnya ekonomi digital di Indonesia dan memberikan manfaat yang besar kepada bangsa. Kajian ini bertujuan untuk memberikan rekomendasi yang tepat bagi pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya dalam membuat kebijakan terkait dengan revolusi bisnis platform sebagai penggerak ekonomi digital di Indonesia. Kajian ini dilakukan secara kualitatif melalui studi literatur.

Keluaran dari kajian ini menghasilkan rekomendasi untuk kebijakan terkait dengan revolusi bisnis di era ekonomi digital.

Kata kunci : e-commerce, ekonomi digital, platform digital, revolusi bisnis

Nama Jurnal : Masyarakat Telematika Dan Informasi : Jurnal Penelitian Teknologi Informasi dan Komunikasi

Volume : Vol. 9, No. 1 (2018)

Doi/Id.PDF : https://mti.kominfo.go.id/index.php/mti/article/view/118

(5)

ARTIFICIAL INTELLIGENCE SEBAGAI PENGGERAK INDUSTRI 4.0 DAN TANTANGANNYA BAGI SEKTOR PEMERINTAH DAN SWASTA

Reza Yogaswara

ABSTRAK

Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan menjadi penggerak revolusi industri 4.0 yang menjanjikan banyak kemudahan bagi sektor pemerintah maupun industri. Internet of Things (IoT) dan big data contohnya dimana AI dapat diimplementasikan, teknologi yang telah banyak diadopsi di era industri 4.0 ini mampu menghubungkan setiap perangkat, seseorang dapat mengotomatisasi semua perangkat tanpa harus berada di lokasi, lebih dari itu, saat ini telah banyak mesin yang dapat menginterprestasi suatu kondisi atau kejadian tertentu dengan bantuan AI, sebagaimana telah kamera cerdas pendeteksi kepadatan volume kendaraan di jalan raya menggunakan teknologi Deep Learning Neural Network, yang telah diimplementasikan pada beberapa Pemerintah Daerah Kabupaten dan Kota dalam mendukung program Smart City yang telah dicanangkan. Pada sektor industri, banyak juga dari mereka yang telah mengotomatisasi mesin produksi dan manufaktur menggunakan robot dan Artificial Intelligence, sehingga Industri 4.0 akan meningkatkan daya saing melalui perangkat cerdas, setiap entitas yang mampu menguasai teknologi ini disitulah keunggulan kompetitifnya (competitive advantage). Namun ditengah perkembangan industri 4.0 yang cukup masif pemerintah harus bergerak cepat dalam mengadopsi platform ini, jika tidak, mereka akan menurunkan efisiensi proses bisnis untuk menjaga stabilitas layanan publik.

Oleh sebab itu diperlukan keilmuan dan pemahaman yang benar bagi pemerintah dalam menghadapai era Industri 4.0, dimana Chief Information Officer (CIO) dapat mengambil peranan penting dalam memberikan dukungan yang didasari atas keilmuan mereka terkait tren teknologi industri 4.0, khususnya AI yang telah banyak diadopsi di berbagai sektor.

Kata kunci : artificial intelligence, industry 4.0, chief information officer

(6)

Nama Jurnal : Masyarakat Telematika Dan Informasi : Jurnal Penelitian Teknologi Informasi dan Komunikasi

Volume : Vol. 10, No. 1 (2019)

Doi/Id.PDF : https://mti.kominfo.go.id/index.php/mti/article/view/144

(7)

DERITA KONFLIK DALAM HARIAN AMBON EKSPRES : Study Tanggung Jawab Media dalam Menciptakan Stabilitas Sosial Politik

di Maluku

Arifuddin Arifuddin, Telly Muriany

ABSTRAK

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktualitas, ketidakberpihakan dan dampak sosial dari Harian Ambon Ekspres dalam melaporkan konflik di Maluku. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif yang menggunakan metode analisis isi dalam menganalisis seluruh isi laporan konflik dalam Harian Ambon Ekspres untuk menguraikan aturan jurnalistik yang diterapkan oleh lembaga Harian Ambon Ekspres terkait dengan stabilitas sosial dan politik di Ambon. Unit analisis dalam penelitian ini adalah laporan konflik yang bertugas di Harian Ambon Ekspres pada periode awal 2008 hingga Februari 2009 dengan jenis SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), Laporan Konflik sosial-budaya dan politik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, sesuai dengan faktualitas sebagian besar laporan yang disajikan sesuai dengan fakta yang terjadi, ini karena adanya sumber konfirmasi resmi dari pemerintah dalam pelayanan dan aparat keamanan di daerah konflik. Kalau tidak, menurut ketidakberpihakan, layanan laporan ketidakseimbangan dominan dalam praktik jurnalistik Harian Ambon Ekspres, ini karena tidak adanya konfirmasi pihak tertentu sebagai kontestan konflik dan penutup kedua belah pihak berlatih. Penyajian informasi faktual tanpa batasan etika jurnalistik dan penyajian laporan parsial berdampak negatif dan tidak mendukung terciptanya stabilitas sosial dan politik di masyarakat sekitar wilayah konflik.

Kata kunci : konflik, sosial polotik, stabilitas

Nama Jurnal : Masyarakat Telematika Dan Informasi : Jurnal Penelitian Teknologi Informasi dan Komunikasi

Volume : Vol. 1, No. 1 (2010)

Doi/Id.PDF : https://mti.kominfo.go.id/index.php/mti/article/view/3

(8)

REPOSISI TREN ICT BIDANG KAJIAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN

Subkhan

ABSTRAK

Teknologi pendidikan menghadapi banyak masalah kesalahpahaman, ekspektasi dan reduksionisme di Indonesia saat ini. Hal ini disebabkan oleh kurang paham paradigmatiknya para sarjana teknologi pendidikan, demikian pula mereka.

bersikeras untuk membangun teknologi pendidikan sebagai suatu disiplin ilmu, tidak hanya sebagai bidang studi. Kedua, masalah berasal dari reduksionisme dari teknologi pendidikan menjadi teknologi informasi dan komunikasi (JCT), itu telah dipengaruhi oleh tren JCT di bidang pendidikan saat ini. Dengan demikian sebagian besar orang memahami bahwa teknologi pendidikan adalah JCT itu sendiri.

Berdasarkan fakta-fakta tersebut, teknologi pendidikan perlu mengarahkan kembali dirinya dengan memposisikan JCT sebagai bagian dari teknologi pendidikan, bukan sebaliknya. Kemudian, penting untuk menegaskan kembali bahwa teknologi pendidikan tidak boleh mengikuti pragmatisme pasar JCT, tetapi untuk memfasilitasi tindakan transformatif sosial melalui peningkatan proses pembelajaran dalam praktik pendidikan.

Kata kunci : educational technology, ICT, discipline, pragmatism, reposition

Nama Jurnal : Masyarakat Telematika Dan Informasi : Jurnal Penelitian Teknologi Informasi dan Komunikasi

Volume : Vol. 2, No. 2 (2011)

Doi/Id.PDF : https://mti.kominfo.go.id/index.php/mti/article/view/20

(9)

PROGRAM DESA BERDERING DI "DESA KARAMPUANG"

KABUPATEN MAMUJU

Bambang Riawan Eko

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk menjawab masalah yang muncul tentang faktor apa yang menyebabkan kegagalan Program Desa Berdering di Desa Karampuang, Kabupaten Mamuju. Studi evaluatif ini mencoba menggambarkan faktor-faktor yang berkontribusi terhadap kegagalan program di desa. Menurutnya, ada 3 sumber dalam penelitian ini, yaitu Kepala Desa Karampuang, penduduk desa yang tanahnya ditempati oleh infrastruktur telepohone publik serta Kepala Kantor Komunikasi dan Teknologi Departemen Perhubungan, Komunikasi dan Teknologi Informasi Kantor Kabupaten Mamuju. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada kurangnya koordinasi antara Telekomunikasi Pedesaan dan Pusat Teknologi Informasi, pemerintah daerah dan mitra pengelola menyebabkan munculnya masalah. Rendahnya partisipasi Desa Kalampuang terhadap proyek ini disebabkan oleh kenyataan bahwa harapan publik tidak sesuai dengan ketentuan pemerintah, oleh karena itu masyarakat menjadi apatis dalam menangani masalah ini. Selain itu, teknologi yang disediakan oleh pemerintah tidak sebagus yang saat ini digunakan oleh penduduk desa Karampuang.

Kata kunci : program desa berdering, media telekomunikasi

Nama Jurnal : Masyarakat Telematika Dan Informasi : Jurnal Penelitian Teknologi Informasi dan Komunikasi

Volume : Vol. 3, No. 2 (2012)

Doi/Id.PDF : https://mti.kominfo.go.id/index.php/mti/article/view/42

(10)

MONOPOLI KEPEMILIKAN MEDIA & LENYAPNYA HAK PUBLIK

Karman

ABSTRAK

Artikel ini akan membahas tentang bagaimana praktik monopoli yang dilakukan oleh korporasi media dan pengaruhnya terhadap audiens. Saya menjelaskan masalah ini dengan menguraikan kasus-kasus monopoli di media Amerika dan di Indonesia. Kasus dapat berubah dan berbeda antara waktu lalu dan sekarang.

Namun, konsep monopoli dan karakteristik media sebagai lembaga ekonomi atau bisnis adalah sama. Media cenderung memusatkan kepemilikan atau monopoli agar menjadi dominan. Tujuan sebenarnya dari media adalah uang atau profitabilitas dan pengaruh. Idealnya, media harus memastikan keragaman kepemilikan media baik secara struktural organisasi. Secara budaya, media harus memprioritaskan pluralitas konten. Media massa juga harus menjadi ruang publik. Kurangnya keragaman pemilik media dapat menjadi penghalang untuk menciptakan pluralitas konten media. Dengan demikian, media hanyalah alat / alat untuk elit media dan elit partai politik, bukan untuk kepentingan publik. Pengawas media (mis. Komisi Penyiaran Indonesia dan Dewan Pers Indonesia) harus lebih kritis dalam mengevaluasi konten media agar lebih berorientasi pada kepentingan publik, bukan untuk kepentingan pribadi.

Kata kunci : media massa, monopoli, keanekaragaman kepemilikan, pluralitas konten

Nama Jurnal : Masyarakat Telematika Dan Informasi : Jurnal Penelitian Teknologi Informasi dan Komunikasi

Volume : Vol. 5, No. 1 (2014)

Doi/Id.PDF : https://mti.kominfo.go.id/index.php/mti/article/view/61

(11)

KOMPARASI SINKRONISASI FILE ANTARA METODE MOBILE AGENT DANMETODE PEER-TO-PEER

Faiq Wildana

ABSTRAK

Server yang baik memiliki ketersediaan tinggi, respons yang cepat dalam menangani sejumlah pengguna sesuai dengan kemampuannya. Server sering mengalami masalah sehingga data mungkin tidak konsisten, dan bahkan kehilangan data terjadi. Penggunaan lebih dari satu server dapat menjadi alternatif, baik secara virtual atau fisik untuk distribusi sumber daya dan cadangan data. Sinkronisasi file dilakukan untuk mengatasinya. Penelitian komparatif dengan pendekatan kuantitatif bertujuan untuk membandingkan antara agen seluler dalam metode sinkronisasi file dan aplikasi peer-to-peer dalam melakukan transfer file. Peer-to- peer bertindak sebagai media untuk menyinkronkan file. Studi literatur menunjukkan bahwa metode agen mobile ini serta peer-to-peer memiliki kelebihan yang sama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode sinkronisasi file teoritis (literatur) dapat diimplementasikan menggunakan kombinasi agen mobile dan peer- to-peer. Di mana agen seluler digunakan sebagai file mengubah pembawa informasi dan digunakan sebagai sinkronisasi otomatisasi. Kemudian fungsi transfer file ditangani oleh metode transfer file yang disesuaikan dengan cara Bit Torrent.

Sehingga kecepatan sinkronisasi dapat ditingkatkan, tetapi ada perbedaan yang signifikan dalam kecepatan perbandingan data dari kedua metode. Secara teori seharusnya mentransfer file menggunakan peer-to-peer lebih cepat. Dari hasil penelitian ini dapat dilakukan rekayasa lebih lanjut mensinkronkan file menggunakan kombinasi agen mobile dan peer-to-peer, sehingga hasil penelitian dapat dibuktikan pasti lebih tepat.

Kata kunci : agen seluler, peer-to-peer, sinkronisasi file

(12)

Nama Jurnal : Masyarakat Telematika Dan Informasi : Jurnal Penelitian Teknologi Informasi dan Komunikasi

Volume : Vol. 6, No. 2 (2015)

Doi/Id.PDF : https://mti.kominfo.go.id/index.php/mti/article/view/78

(13)

TANTANGAN DALAM IMPLEMENTASI STRATEGI KEAMANAN SIBER NASIONAL INDONESIA DITINJAU DARI PENILAIAN GLOBAL

CYBERSECURITY INDEX

Maulia Jayantina Islami

ABSTRAK

Serangan Siber menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi Negara pada abad 21 ini, terutama bagi pemangku kebijakan di Indonesia. Strategi keamanan siber sudah mulai diinisiasi dan dijalankan namun penilaian Global Cybersecurity Index (CGI) tahun 2017 Indonesia masih menunjukkan kurangnya komitmen bangsa dalam hal keamanan siber. Dengan pendekatan kualitatif literature review, tujuan dari studi ini adalah untuk memberikan gambaran terhadap strategi keamanan siber nasional yang telah diinisiasi pemerintah pada saat ini dari sudut pandang GCI framework, kemudian mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dalam mengimplementasikan strategi tersebut, dan rekomendasi untuk strategi nasional keamanan siber mendatang.

Kata kunci : manajemen keamanan informasi, keamanan siber nasional

Nama Jurnal : Masyarakat Telematika Dan Informasi : Jurnal Penelitian Teknologi Informasi dan Komunikasi

Volume : Vol. 8, No. 2 (2017)

Doi/Id.PDF : https://mti.kominfo.go.id/index.php/mti/article/view/108

(14)

DEMOKRATISASI PERS (PENERBITAN) PEMERINTAH : Studi Kasus Tabloid Komunika Kementerian Komunikasi dan Informatika

Nursodik Gunarjo

ABSTRAK

Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk : 1) secara kualitatif menganalisis proses dan pelaksanaan demokratisasi pers di pemerintah, yaitu Tabloid Komunika (TK); 2) mengidentifikasi, menentukan dan mengejar faktor demokratisasi pers di Tabloid Komunika; 3) menganalisis secara kuantitatif perbedaan persepsi tentang proses dan implementasi demokratisasi pers antara Tabloid Komunika, komunikator dan khalayak massa; dan 4) mengembangkan model demokratisasi di pers pemerintah. Penelitian ini menggunakan studi kasus dan pendekatan survei.

Data yang digunakan untuk studi kasus dikumpulkan melalui dokumen dan analisis isi, wawancara mendalam, observasi, dan observasi peserta "Divisi Kominfo Media Cetak, Kementerian Komunikasi dan Informatika," Jakarta. Data yang digunakan untuk survei yang dikumpulkan di "Divisi Media Cetak Kominfo dan provinsi"

yang mewakili wilayah perkotaan dan pedesaan. Dari analisis kualitatif, ditemukan

bahwa proses demokratisasi di Tabloid Komunika dalam lima tahun tidak

konsisten. Ketidak konsistenan yang disebabkan oleh kelompok yang anti-

demokratisasi hegemonic di Tabloid Komunika. Faktor-faktor yang menentukan

demokratisasi pers di Tabloid Komunika adalah demokratisasi di media

profesional, partisipasi masyarakat, beberapa massa komunikator yang pro-

demokratisasi, pers organisasi yang kondusif, kebijakan yang pro-demokratisasi,

dan dana untuk kegiatan pro-demokrasi. Faktor yang menjadikan terwujudnya

demokratisasi adalah adanya keterlibatan dari non-editor petugas dalam kegiatan

editorial, beberapa antidemokratisasi komunikator massa, kurangnya keinginan

pengurus politik, tidak adanya bimbingan operasional demokratisasi, dan pengaruh

kekuatan pemerintah era sistem pers baru. Dari analisis kuantitatif dengan

Kolmogorov-Smimov, dua uji sampel independen, ditemukan bahwa persepsi

(15)

massa komunikator tentang proses dan pelaksanaan demokratisasi pers di Tabloid Komunika berbeda dari persepsi pembaca.

Kata kunci : demokratisasi, pers pemerintahan, faktor penentu demokratisasi, faktor yang mengikuti demokratisasi, persepsi

Nama Jurnal : Masyarakat Telematika Dan Informasi : Jurnal Penelitian Teknologi Informasi dan Komunikasi

Volume : Vol. 2, No. 1 (2011)

Doi/Id.PDF : https://mti.kominfo.go.id/index.php/mti/article/view/14

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini dilakukan untuk melihat pengaruh komposisi campuran minyak tersebut terhadap karakteristik lemak bubuk yang dihasilkan, terutama sifat daya alir.. Hasil

Hasil penelitian menunjukkan bahwa peluang terjadinya gempa bumi di wilayah Pulau Sumatera dengan lompatan magnitudo pada interval tertentu cenderung menjadi semakin

Hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa : (1) Unsur intrinsik novel Astirin Mbalela karya Peni terdiri dari : (i) tema yang terkandung adalah kerja keras wanita

tanah sangat tinggi cenderung terjadi pada wilayah dengan kondisi kemiringan terjal dan tersusun oleh satuan batuan vulkanik berumur Miosen Akhir yang mempunyai

Yoghurt kering yang diperkaya dengan DFA III dari umbi dahlia yang bersifat prebiotik dapat meningkatkan viabilitas bakteri asam laktat sebagai probiotik yang

Hasil uji MANOVA untuk melihat pengaruh IPO terhadap kinerja perusahaan yang dilihat melalui rasio profitabilitas, leverage, likuiditas, aktivitas dan pertumbuhan secara

Metode takhrij yang digunakan dalam penelitian ini adalah Takhrij al hadis bil lafz dan akhrij al hadis bil maudhu’.. Hal yang amat penting dalam pendidikan anak yaitu

Penelitian dilakukan di desa Aryojeding Kecamatan Rejotangan Kabupaten Tulungagung.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif.Pengambilan data mengunggunakan