• Tidak ada hasil yang ditemukan

CLINICAL PROCESS dan POMR

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "CLINICAL PROCESS dan POMR"

Copied!
37
0
0

Teks penuh

(1)

CLINICAL PROCESS

dan

POMR

(2)

Pendahuluan

Pasien datang berobat karena mempunyai MASALAH KLINIS

Dokter bekerja untuk menyelesaikan MASALAH KLINIS PASIEN

Penyelesaian masalah klinis pasien memerlukan langkah-langkah (proses) yang disebut sebagai PROSES KLINIS.

(3)

Pengertian Proses Klinik

Proses klinis merupakan proses pengambilan keputusan terhadap masalah klinis pasien

PROSES KLINIS :

dimulai dari PENGUMPULAN DATA sampai KESIMPULAN

dimulai dari (KELUHAN UTAMA, PEMERIKSAAN FISIK DAN LABORATORIUM) sampai (DIAGNOSIS – TERAPI)

(4)

Proses klinik memerlukan 4 aktifitas

1. Anamnesis

2. Pemeriksaan fisik

3. Mengusulkan pemeriksaan laboratorium (sesuai indikasi)

4. Clinical Reasening

(5)

DUA JENIS CLINICAL REASONING

Forward Clinical Reasoning

proses penetapkan hipotesis berdasarkan data

Backward Clinical Reasoning

proses pengungkapan data berdasarkan hipotesis

(Patel dkk. dalam Beullens dkk. 2005)

Data: manifestasi klinis

Hipotesis : diagnosis banding, diagnosis

(6)

Mengapa perlu proses klinis ?

Masalah klinis pasien sebagian besar belum berupa diagnosis, namun hanya berupa

manifestasi klinis (sign dan symptoms)

Manifestasi klinis penyakit pada pasien sebagian besar tidak full-blown

(7)

DIAGNOSIS  PROBLEM PASIEN

Pengupulan

data Kesimpulan

Anamnesis, pemeriksaan

fisik dan Lab Diagnosis Terapi

Kumpulan Data abnormal

Problem pasien

Initial diagnosis

Planning kerja

Fakta Dugaan

(8)

Pengertian POMR

(Problem Oriented Medical Record)

POMR : merupakan pencatatan sistematik data klinis pasien yang berorientasi pada problem

Ketika Diagnosis belum dapat ditegakkan, dokter

hanya dapat menulis masalah2 yang ada pada pasien (nyata dan faktual)

“Diagnosis” diterjemahkan sebagai

“Problem/masalah pasien”

(9)

PROSES PENENTUAN PROBLEM

Kumpulan data abnormal

Problem

(diferensial diagnosisl)

Kemampuan analisis-sintesis - Pengetahuan Klinik dasar - Kriteria Diagnosis PENGUMPULAN DATA

- Anamnesis

- Pemeriksaan Fisik

- Lab. (sesuai indikasi)

Akurasi problem tergantung dari data, karena itu Anamnesis dan pemeriksaan fisik harus

1. Dilakukan dgn teliti

2. Dilakukan dgn cara yang benar

3. Ditulis hasilnya secara jujur dan apa adanya

(10)

PENGETAHUAN KLINIK DASAR

Konsep “disease” & “illness”

Pengetahuan patofisiologi diseases

Pengetahuan patofisiologi illness

Pengertian tentang manifestasi klinik

penyakit (tanda /signs & gejala /symptoms)

(11)

Kriteria Diagnosis

Tanda-tanda klinis dari anamnesis, pemeriksaan fisik maupun pemeriksaan tambahan yang memenuhi

kriteria terbaru untuk menegakkan diagnosis pasti.

Berdasarkan kesepakatan organisasi profesi (nasional, regional atau international)

PAPDI, ADA, AHA, dll.

(12)

Proses klinis diawali dari Interaksi dokter-pasien

Manifestasi klinis

Masalah / Diagnosis /(DD)

Manajemen / terapi

Menyampaikan keluhan-2

Kumpulan data abnormal

Menanyakan keluhan-2 pasien

Melakukan Pemeriksaan fisik

Analisis

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Ax PF Lab CC PL I-Dx P-Dx P-Tx P-Mon P-Ed

(13)

DOKTER dan CONAN EDOGAWA

Dokter seharusnya seperti Conan Edogawa

Cerdas dan teliti

Mempunyai kemampuan analisis yang baik

(14)

Dokter harus KEPO

Kompeten

Empati

Profesional

Objektif

(15)

Proses Klinik POMR

Hubungan Proses Klinik dan POMR bagaikan software dan hardware

(16)

TAHAPAN PROSES KLINIK

Data Dasar Ax

Px Lab

Px Tambahan

Interpre-tasi Data Abnormal

Daftar masalah sementara Abnormal Abnormal Abnormal Abnormal

Sintesis (Kriteria Diagnosis)

Daftar Masalah Permanen Dx Anatomi Dx Fisiologi Dx Etiologi Dx Sindroma Interpretasi data abnormal

Initial Assessment (Hipotesa)

Rencana Awal : Dx

Tx Mx Ex

Catatan Kemajuan Masalah 1

S O A P : Dx Tx Mx Ex Masalah 2 Masalah n Tindakan

Cost-Benefit Analsis

(17)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Ax PF Lab CC PL I-Dx P-Dx P-Tx P-Mon P-Ed

Fakta/faktual/nyata

yakin 100%/tidak ada keraguan

Format POMR

(18)

PENGUMPULAN DATA DASAR

Data dasar adalah data minimum yang diperlukan untuk melakukan proses klinik, yg diperoleh

melalui:

Anamnesis

Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan Laboratorium (atas Indikasi)

Data dasar berupa DATA ABNORMAL

Selalu berfikir tentang “Diferensial Diagnosis”

(19)

HISTORY TAKING and PHYSICAL EXAMINATION

Structures History Taking

Structures of Physical Examination

1. Chief of Complaint 2. History of presenting

illness

3. Past medical history 4. Social History

5. Family History 6. Review of System

1. Inspection

2. Palpation

3. Percussion

4. Auscultation

(20)

Anamnesis dan

Pemeriksaan fisik yang baik

Mengurangi keinginan untuk

pemeriksaan laboratorium

(21)

Pemeriksaan Laboratorium

(atas indikasi)

Diperlukan sebagai data tambahan

Pemeriksaan laboratorium berdasarkan atas :

Indikasi yang tepat

Menegakkan diagnosa

Menyingkirkan diferensial diagnosis

Monitoring kemajuan terapi

Tersedianya alat/ fasilitas

(22)

SINTESIS DATA

Data abnormal dianalisa untuk menentukam problem / masalah pasien

Sintesis data dapat menghasilkan kesimpulan yang baik, memerlukan:

1. Data abnormal yang akurat,

2. Pengetahuan tentang kriteria diagnosis

(23)

Menentukan Problem / masalah Pasien

Menentukan problem merupakan bagian paling penting dari suatu proses klinik

Penentuan masalah penderita tergantung :

1. Tersedianya DATA ABNORMAL yang akurat

2. Penguasaan KRITERIA DIAGNOSIS

3. KEMAMPUAN ANALISIS-SINTESIS DATA

(24)

Macam-macam problem/Masalah

Masalah pasien dapat berupa :

DIAGNOSIS ( apabila data yang ada telah memenuhi kriteria

diagnosis penyakit tertentu )

SINDROMA ( apabila data yang ada belum memenuhi kriteria

diagnosis tertentu akan tetapi merupakan sekelompok gejala yang mengarah kepada sekelompok penyakit tertentu)

TANDA FISIK ATAU GEJALA ( sign and symptoms), apabila data

yang ada hanya tanda tanda atau gejala tertentu yang belum memenuhi kriteria diagnosis penyakit tertentu dan sindroma tertentu.

(25)

SIFAT-SIFAT PROBLEM/MASALAH PASIEN

1. Harus fakta

2. Tidak boleh suspect/dugaan

3. Harus ditulis nomor

4. Disusun menurut prioritas

(26)

Contoh-contoh problem/masalah pasien

1. Infark miokard Akut 2. Kanker mama

3. G2P0Ab1 23 minggu 4. Sindroma nefrotik 5. Anemia

6. Kepribadian imatur 7. Malnutrisi

8. Penghasilan rendah, dll

Yang masih memerlukan

Apendicitis

TBC peritoneum

Adnexitis

(27)

Initial Diagnosis

Initial diagnosis merupakan perkiraan penyebab dari masalah penderita.

Karena bersifat perkiraan, maka ketepatan initial diagnosa tergantung dari pengetahuan dan pengalaman

Initial diagnosa dapat berupa differential diagnosis atau etiologi penyakit.

Bila problem berupa sindroma, maka initial diagnosis berupa beberapa penyakit yang di hipotesis

Bila masalah sudah berupa Penyakit, maka initial diagnosa berupa dugaan etiologi dari penyakit tersebut

(28)

PERENCANAAN AWAL

Perencanaan awal merupakan tindakan atau perlakuan yang diberikan kepada pasien,

terdiri dari :

1. Perencanaan Diagnosis

2. Perencanaan Terapi

3. Perencanaan Monitor

4. Perencanaan Edukasi

(29)

Tujuan Planning diagnosis

Untuk konfirmasi diagnosis pasti

Untuk menyingkirkan diagnosis banding

Pada umumnya planning diagnosis dalam bentuk pemeriksaan laboratorium

(30)

Planning terapi

Bila problem sudah berupa diagnosis penyakit tertentu, maka terapi berupa TERAPI DEFINITIF

Bila problem masih berupa hipotesis penyakit maka terapi berupa TERAPI INISIAL sambil menunggu

kepastian diagnosis

Initial treatment hanya diberikan dengan indikasi

tertentu, karena dapat menghilangkan simptom dan mempersulit penegakan diagnosis pasti

(31)

Macam-macam terapi

1. Terapi aktifitas: bed rest, ½ duduk, dll

2. Terapi diet / nutrisi

3. Oksigen : berapa liter?

4. IFVD : infus apa yang akan diberikan

5. Terapi medikamentosa :

kausatif, suportif, simtomatis, paliatif (suportif dan simptomatis)

(32)

Planning monitoring

Untuk mengetahui respon penderita terhadap pengobatan yang diberikan

Monitoring dapat dilihat dari keluhan, tanda tanda fisik, produksi urine, hasil laboratorium dan

penunjang dll

Menggunakan SOAP (Subjektif, Objektif, Asesmen, Planning)

Melakukan anamnesis dan pemeriksaan fisik ulang

Usulan pemeriksaan laboratorium (sesuai indikasi)

(33)

Planning Education

Pengetahuan pasien/keluarga tentang kesehatan pada umumnya masih kurang

Problem-problem sosial, ekonomi

Kontrol tidak rutin karena tidak ada biaya,

Minum obat tidak rutin karena pengetahuan kurang

Mencegah pasien beralih ke pengobatan alternatif

(34)

Kerangka Asesmen Awal

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Ax PF LAB CC PL I-Dx P-Dx P-Tx P-Mon P-Ed

Pengumpulan DATA BASE

Hasil sintesis yg memenuhi kriteria diagnosis

Differential Dx /Hipotesis/dugaan Fakta / faktual/ Nyata

Tindakan dan perlakuan ke pasien

Pengelompokan data untuk analisi-sintesis

(35)

Kesimpulan

Proses klinis dimulai dari anamnesis – pemeriksaan fisik dan hasil laborat yang mendukung

Proses klinis, POMR dan SOAP merupakan proses berfikir klinis yang terarah dan pencatatan rekam medis yang

sistematis

Manfaat proses klinis dan POMR

Sarana belajar untuk mempertajam proses penegakan diagnosis

Menentukan masalah pasien secara menyeluruh

Meningkatkan pelayanan yang cost effective

(36)

Selamat bertugas melayani pasien RSSA.

Tingkatkan proses klinis untuk kepentingan pasien, diri sendiri dan rumah sakit

Pandai-pandailah mengatur waktu !!

(37)

Terima Kasih

Perbaiki selalu

proses klinis dan penulisan

POMR

Referensi

Dokumen terkait

Menurut DSM IV-TR kriteria diagnosis untuk menegakkan diagnosis gangguan Skizoafektif adalah sebagai berikut:a) Suatu periode penyakit yang berkesinambungan selama sutu

Penyakit paru akibat debu industri mempunyai gejala dan tanda yang mirip dengan penyakit paru lain yang tidak disebabkan oleh debu ditempat kerja. Untuk menegakkan diagnosis

Banyak Penduduk yang tidak sadar kalau menderita PTM Penyakit Prevalensi Penyakit Berdasarkan Diagnosis atau Gejala Berdasarkan Diagnosis Memiliki Gejala tetapi Tidak

6,7 Berdasarkan penegakkan diagnosa menurut kriteria WHO tahun 2002-2003 utuk diagnosis Demam Rematik & Penyakit Jantung Rematik (berdasarkan kriteria Jones),

Menu diagnosis penyakit berfungsi untuk melakukan diagnosa penyakit pada kucing, didalam menu diagnosis penyakit ini akan muncul gejala-gejala yang umum diderita oleh kucing

Adapun komponen ISOBAR yaitu I (Identification: identitias pasien), S (Situtation: tanda gejala penyakit dan presentasi diagnosis), O (Observation: observasi keadaan pasien terkini,

Diagnosis gagal jantung kongestif pada pasien ini ditegakkan karena telah memenuhi kriteria Framingham untuk diagnosis gagal jantung yaitu dengan gejala mayor

Diagnosis penyakit DBD menggunakan kriteria diagnosis dari WHO dimana memenuhi kriteria sebagai berikut, demam atau riwayat demam akut antara 2-7 hari biasanya