KUMPULAN ABSTRAK JURNAL
KOLEKSI E-DEPOSIT PERPUSTAKAAN
NASIONAL
TEMA BAHASA 2020
Penyusun : Nori Safitri
Penyunting : Desi Mardianingsih
KESANTUNAN BERBAHASA AHOK PADA DEBAT PILKADA RESMI DKI JAKARTA 2017 (KAJIAN PRAGMATIK)
Shinta Situngkir, Hendra Kurnia Pulungan
ABSTRAK
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan wujud tindak tutur, dan strategi kesantunan berbahasa Ahok yang dikaji melalui tuturannya pada debat pilkada resmi DKI Jakarta 2017. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan menguraikan dan menyajikan data-data yang diperoleh secara faktual dan akurat. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik simak bebas libat cakap, dan dengan mentranskrip video debat yang diunduh dari youtube. Hasil penelitian, menunjukkan bahwa wujud tindak tutur ilokusi asertif dengan makna menyatakan dan melaporkan lebih banyak digunakan oleh Ahok, hal ini terjadi karena Ahok cenderung memaparkan serta melaporkan hasil kinerjanya semasa menjabat sebagai Gubernur. Kemudian kesantunan berbahasa Ahok pada debat Pikada terdapat strategi kesantunan positif, yang berarti meminimalkan jarak dan strategi kesantunan negatif yang berarti menciptakan jarak, teori kesantunan tersebut dikembangkan oleh Brown dan Levinson. Berdasarkan hasil analisis, penggunaan strategi kesantunan positif lebih banyak ditemukan dalam tuturan Ahok, hal tersebut diakibatkan oleh tujuan Ahok mengikuti debat resmi tersebut, yakni meminimalkan jarak terhadap masyarakat DKI Jakarta, sehingga Ahok sebagai penutur semakin mendapatkan perhatian serta dukungan dari masyarakat DKI Jakarta.
Kata kunci : ilokusi, strategi kesantunan, pragmatik.
Nama Jurnal : Kode: Jurnal Bahasa Volume : Vol 7, No 2 (2018)
ANALISIS KESESUAIAN KOMPONEN RPP DENGAN TUJUAN PEMBELAJARAN MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMA NEGERI 20 MEDAN TAHUN PEMBELAJARAN 2017/2018
Sri Yuni Astuti, Syamsul Arif
ABSTRAK
Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana kesesuaian komponen RPP (indikator, kegiatan pembelajaran, materi pembelajaran, media pembelajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar) dengan tujuan pembelajaran oleh guru bahasa Indonesia kelas XI MIS/IPS di SMA Negeri 20 Medan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, yang akan dipaparkan dalam bentuk narasi dengan menggunakan alat bantu kesesuaian komponen RPP dengan tujuan pembelajaranyang dibuat berdasarkan alat ukur dari berbagai referensi, seperti jurnal penelitian, pedoman RPP berdasarkan Permendikbud, serta skripsi terdahulu yang sudah penulis rangkum menjadi satu instrumen. Hasil penelitian menunjukan bahwa indikator sudah sesuai dengan tujuan pembelajaran, kegiatan pembelajaran kurang sesuai dengan tujuan pembelajaran, materi pembelajaran kurang sesuai dengan tujuan pembelajaran, media pembelajaran sesuai dengan tujuan pembelajaran, sumber belajar sudah sesuai dengan tujuan pembelajaran, serta penilaian hasil belajar sesuai dengan tujuan pembelajaran. Berdasarkan penjelasan di atas, maka komponen yang dibuat guru dalam RPP nya memiliki kesesuaian dengan nilai 88,88 % menduduki kategori sesuai (baik) karena nilai sudah lebih dari >76.
Kata kunci : tujuan pembelajaran, RPP, kesesuaian
Nama Jurnal : Kode: Jurnal Bahasa Volume : Vol 8, No 2 (2019)
ANALISIS PENILAIAN AUTENTIK GURU BAHASA INDONESIA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA SISWA KELAS X
SMK NEGERI 13 MEDAN TAHUN PEMBELAJARAN 2018/2019
Suci Isnaini Putri, Basyaruddin
ABSTRAK
Penelitian ini membahas mengenai pelaksanaan penilaian autentik pada pembelajaran Bahasa Indonesia “teks laporan hasil observasi”siswa kelas X SMK Negeri 13 Medan tahun pembelajaran 2018/2019. Tujuan dari penelitian ini yaitu memaparkan langkah-langkah pelaksanaan penilaian autentik serta faktor pendukung dan faktor penghambat penilaian autentik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Instrumen yang digunakan adalah peneliti sendiri. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu RPP dan instrumen penilaian autentik yang dibuat oleh guru. Hasil menunjukkan bahwa pelaksanaan penilaian autentik oleh guru bahasa Indonesia dalam pembelajaran bahasa Indonesia di kelas X dapat dikatakan baik; hal tersebut dikarenakan teknik penilaian yang digunakan sudah sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran, kriteria instrumen penilaian yang dibuat oleh guru sudah memenuhi ketentuan yang ada, karakteristik penilaian autentik terlihat dengan baik pada saat proses pembelajaran, dan langkah-langkah pelaksanaan teknik penilaian berjalan dengan baik dan cukup sesuai dengan ketentuan yang ada. Faktor pendukung pelaksanaan penilaian autentik yaitu; siswa dan sarana prasarana. Sedangkan faktor penghambat pelaksanaan penilaian autentik yaitu; pelatihan penilaian autentik tidak dilakukan secara khusus dan alokasi waktu kurang mencukupi.
Kata kunci : penilaian autentik, langkah-langkah, faktor pendukung dan penghambat
Nama Jurnal : Kode: Jurnal Bahasa Volume : Vol 8, No 2 (2019)
Doi/link pdf : https://jurnal.unimed.ac.id/2012/index.php/kjb/article/view/13953
STRATEGI KETIDAKSANTUNAN BERBAHASA PARA KOMENTATOR DALAM SISTEM PENGHITUNGAN SUARA (SITUNG) PILPRES 2019
DI AKUN TWITTER @KPU_ID
Nurlaili
ABSTRAK
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan strategi ketidaksantunan berbahasa yang telah digunakan oleh para komentator dalam sistem penghitungan suara (SITUNG) Pilpres 2019 di akun Twitter @KPU_ID. Data penelitian ini adalah berupa ujaran-ujaran yang tidak santun dalam berbahasa yang diambil dalam pengumuman hasil Pilpres 2019 di akun Twitter @KPU_ID selama bulan Mei 2019. Dan data dianalisis berdasarkan taksonomi ketidaksantunan oleh teori Culpeper. Dari hasil penelitian ini ditemukan tiga strategi ketidaksantunan berbahasa yang mana peringkat pertama adalah Strategi Ketidaksantunan Positive (Positive Impoliteness), yang kedua adalah Strategi Ketidaksantunan Secara Langsung (Bald on Record Impoliteness) dan yang ketiga adalah Strategi Ketidaksantunan Negative (Negative Impoliteness). Dan mereka merealisasikan strategi ketidaksantunan berbahasa itu adalah karena tidak sesuainya harapan, keinginan dan keyakinan yang mereka peroleh, sehingga timbul unsur kesengajaan dalam berkomunikasi yang tidak santun.
Kata kunci : strategi ketidaksantunan berbahasa, twitter, pilpres
Nama Jurnal : Kode: Jurnal Bahasa Volume : Vol 8, No 4 (2019)
Doi/link pdf : https://jurnal.unimed.ac.id/2012/index.php/kjb/article/view/15983
ANALISIS KESESUAIAN MATERI PADA BUKU TEKS BAHASA INDONESIA DENGAN KOMPETENSI DASAR PADA SILABUS BAHASA
INDONESIA KELAS VII SMP KURIKULUM 2013 (EDISI REVISI)
Atika Sadariah Nasution, Azhar Umar
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian materi pada buku teks bahasa Indonesia dengan Kompetensi Dasar pada silabus bahasa Indonesia kelas VII SMP kurikulum 2013 (edisi revisi) dengan indikator penilaian pada aspek relevansi, konsistensi, dan kecukupuan materi.Objek penelitian ini adalah silabus kelas VII SMP dan buku teks bahasa Indonesia kelas VII SMP Kurikulum 2013 (edisi revisi). Instrumen penelitian ini adalah lembar penilaian kesesuaian materi dengan Kompetensi Dasar pada silabus berdasarkan aspek relevansi, konsistensi,dan kecukupan. Hasil analisis kesesuaian materi pada buku teks bahasa Indonesia dengan Kompetensi Dasar secara keseluruhan skor indikator penilaian pada aspek relevansi 91,66% termasuk kriteria sangat baik, aspek konsistensi 86,9% dan 96,42% termasuk kriteria sangat baik, dan pada aspek kecukupan termasuk kriteria sangat baik 96,42% termasuk kriteria sangat baik dan 96,42% termasuk kriteria sangat baik. Artinya, kesesuaian materi pada buku teks bahasa Indonesia dengan Kompetensi Dasar pada silabus kelas VII SMP kurikulum 2013 (edisi revisi) berdasarkan aspek relevansi, konsistensi, dan kecukupan termasuk dalam kriteria sangat baik. Maka dapat disimpulkan bahwa buku teks bahasa Indonesia kelas VII SMP Kurikulum 2013 yang diterbitkan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan sangat baik dan dapat dijadikan sebagai bahan ajar dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah.
Kata kunci : analisis buku teks bahasa Indonesia, kompetensi dasar, relevansi, konsistensi, kecukupan
Nama Jurnal : Kode: Jurnal Bahasa Volume : Vol 7, No 2 (2018)
Doi/link pdf : https://jurnal.unimed.ac.id/2012/index.php/kjb/article/view/10839
KESANTUNAN BERBAHASA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 LABUHAN DELI
TAHUN PEMBELAJARAN 2016/2017
Lidia Marintan Simaremare, Abdurrahman Adisaputera
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk kesalahan sintaksis yang meliputi: (1) realisasi kesantunan berbahasa, (2) penyimpangan prinsip kesantunan berbahasa, dan (3) peringkat penyimpangan prinsip kesantunan berbahasa siswa kelas VII SMP Negeri 1 Labuhan Deli Tahun Pembelajaran 2016/2017. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII-2 SMP Negeri 1 Labuhan Deli Tahun Pembelajaran 2016/ 2017. Objek penelitian ini adalah tuturan lisan yang berhubungan dengan prinsip kesantunan berbahasa. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa (1) kesantunan berbahasa sangat dipengaruhi oleh peringkat langsung dan tidak langsungnyamaksud sebuah tuturan itu. (2) Dalam pembelajaran bahasa Indonesia siswa kelas VII SMP negeri 1 Labuhan Deli ditandai dengan penyimpangan prinsip kesantunan Leech yaitu maksim kebijaksanaan. (3) Peringkat penyimpangan ditandai dengan maksim kebijaksanaan dengan penanda penutur menggunakan diksi kasar, memerintah dan menegur mitra tutur secara langsung.
Kata kunci : prinsip kesantunan berbahasa, pragmatik.
Nama Jurnal : Kode: Jurnal Bahasa Volume : Vol 6, No 3 (2017)
Doi/link pdf : https://jurnal.unimed.ac.id/2012/index.php/kjb/article/view/10829
MEDIA SOSIAL SEBAGAI SARANA PEMBINAAN BAHASA INDONESIA DI ERA DIGITAL
Sudaryanto, Hermanto, Ellinia Ika Gustiani
ABSTRAK
Pembinaan bahasa Indonesia dilakukan seiring dengan perkembangan zaman.
Sekitar tahun 1980-an, upaya pembinaan bahasa Indonesia dilakukan oleh Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (Depdikbud) Republik Indonesia melalui penerbitan majalah Bahasa dan Sastra dan Pengajaran Bahasa dan Sastra. Kini, setelah dua-tiga dasawarsa berlalu, upaya pembinaan bahasa Indonesia dilakukan dengan cara yang berbeda, yaitu melalui brosur bernama Lembar Komunikasi (tahun 2013) dan Lembar Informasi Kebahasaan (tahun 2016), serta melalui media sosial seperti Instagram. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi dengan teknik baca dan catat. Metode analisis data yang digunakan adalah metode padan dengan teknik padan ortografis dan teknik padan referensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa saat ini, Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan (dulu Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia memakai media sosial sebagai sarana pembinaan bahasa Indonesia di era digital, seperti adanya rubrik “Tahukah Anda?”, “Ejaan Hari Ini”, “Padanan Istilah”, “Istilah Hari Ini”, dan “Kata Kita Pekan Ini”. Melalui rubrik-rubrik itu, masyarakat Indonesia, terutama pengakses media sosial dapat meningkatkan kemampuan diri dalam penggunaan bahasa Indonesia, serta meningkatkan sikap positif agar masyarakat memiliki kesadaran, kebanggaan, dan kesetiaan terhadap norma berbahasa Indonesia di era digital.
Kata kunci : pembinaan bahasa, bahasa Indonesia, era digital
Nama Jurnal : Kode: Jurnal Bahasa Volume : Vol 8, No 4 (2019)
Doi/link pdf : https://jurnal.unimed.ac.id/2012/index.php/kjb/article/view/16005
ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA DALAM TATARAN MORFOLOGI PADA TEKS DESKRIPSI SISWA KELAS VII SMP
NEGERI 40 MEDAN TAHUN PEMBELAJARAN 2016/2017
Depariani Pinem, Fitriani Lubis
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan kesalahan berbahasa dalam tataran morfologi yaitu bidang afiksasi pada teks deskripsi siswa kelas VII SMP Negeri 40 Medan. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 40 Medan yang terdiri dari 8 kelas dengan jumlah siswa 288. Sampel penelitian ini diambil dengan cara random sampling yang diambil sebanyak 14% dari seluruh siswa kelas VII atau berjumlah 40 orang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Instrumen yang digunakan untuk memperolah data adalah tes essay berupa menulis teks deskripsi bertema “Rumahku”. Teknik pengumpulan data adalah dengan menggunakan dokumen teks deskripsi siswa. Dan kemudian dilanjut dengan mengidentifikasi kesalahan berbahasa yang ditemukan. Hasil penelitian kesalahan berbahasa yang ditemukan dalam teks deskripsi, aspek kesalahan dilihat dari afiksasi yaitu kesalahan prefiks, kesalahan infiks, kesalahan sufiks dan kesalahan konfiks. Pada teks deskripsi tersebut ditemukan kesalahan berbahasa prefiks sebanyak 78,08%, kesalahan infiks 0% karena tidak ditemukan kesalahan, kesalahan sufiks sebanyak 12,75%, dan kesalahan konfiks sebanyak 8,94%.
Kata kunci : analisis kesalahan berbahasa, morfologi, teks deskripsi
Nama Jurnal : Kode: Jurnal Bahasa Volume : Vol 6, No 1 (2017)
Doi/link pdf : https://jurnal.unimed.ac.id/2012/index.php/kjb/article/view/10811
ANALISIS PENILAIAN AUTENTIK GURU BAHASA INDONESIA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA SISWA KELAS X
SMK NEGERI 13 MEDAN TAHUN PEMBELAJARAN 2018/2019
Suci Isnaini Putri, Basyaruddin
ABSTRAK
Penelitian ini membahas mengenai pelaksanaan penilaian autentik pada pembelajaran Bahasa Indonesia “teks laporan hasil observasi”siswa kelas X SMK Negeri 13 Medan tahun pembelajaran 2018/2019. Tujuan dari penelitian ini yaitu memaparkan langkah-langkah pelaksanaan penilaian autentik serta faktor pendukung dan faktor penghambat penilaian autentik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Instrumen yang digunakan adalah peneliti sendiri. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu RPP dan instrumen penilaian autentik yang dibuat oleh guru. Hasil menunjukkan bahwa pelaksanaan penilaian autentik oleh guru bahasa Indonesia dalam pembelajaran bahasa Indonesia di kelas X dapat dikatakan baik; hal tersebut dikarenakan teknik penilaian yang digunakan sudah sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran, kriteria instrumen penilaian yang dibuat oleh guru sudah memenuhi ketentuan yang ada, karakteristik penilaian autentik terlihat dengan baik pada saat proses pembelajaran, dan langkah-langkah pelaksanaan teknik penilaian berjalan dengan baik dan cukup sesuai dengan ketentuan yang ada. Faktor pendukung pelaksanaan penilaian autentik yaitu; siswa dan sarana prasarana. Sedangkan faktor penghambat pelaksanaan penilaian autentik yaitu; pelatihan penilaian autentik tidak dilakukan secara khusus dan alokasi waktu kurang mencukupi.
Kata kunci : penilaian autentik, langkah-langkah, faktor pendukung dan penghambat
Nama Jurnal : Kode: Jurnal Bahasa Volume : Vol 8, No 2 (2019)
Doi/link pdf : https://jurnal.unimed.ac.id/2012/index.php/kjb/article/view/13953
PEMEROLEHAN BAHASA INDONESIA ANAK USIA 3-5 TAHUN DI PAUD LESTARI DESA BLIMBING KECAMATAN PACIRAN
KABUPATEN LAMONGAN
Desy Indah Wulandari
ABSTRAK
Perkembangan bahasa anak dimulai sejak lahir sampai usia 5 tahun secara khusus telah memperoleh beribu-ribu kosakata, sistem fonologi dan gramatika serta aturan kompleks yang sama untuk menggunakan bahasa mereka dengan sewajarnya dalam banyak latar sosial. Berdasarkan pernyataan tersebut penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemerolehan bahasa Indonesia anak-anak usia dini yang berumur 3 hingga 5 tahun di PAUD Lestari desa Blimbing, kecamatan Paciran, Lamongan di lingkungan Sekolah pada tataran fonologi, morfologi, sintaksis dan semantik. Pusat dari penelitian ini adalah pemerolehan bahasa Indonesia pada anak-anak usia dini di Desa Blimbing Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan pada tataran fonologi, morfologi dan sintaksis serta semantik di lingkungan sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan model analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Anak usia 3 tahun mengalami perubahan bunyi /r/
diucapkan /l/, /s/ diucapkan /c/ dan bunyi sedangkan pada anak yang berusia 4 - 5 tahun sudah memperoleh semua bunyi vocal dan bunyi konsonan, tidak ada perubahan bunyi /r/ yang berubah /l/. (2) Anak usia tiga tahun dalam pemerolehan morfologi belum memperoleh kata yang mendapatkan proses afiksasi serta muncul morfem yang tidak utuh sedangkan pada anak yang berusia 4 tahun sudah muncul morfem yang utuh dan prefiks {meN-} dan usia 5 tahun lebih banyak muncul pemerolehan afiksasi. (3) Pada tataran sintaksis, anak yang berusia 3 tahun hanya memperoleh ujaran dua kata, sedangkan anak yang berumur 4-5 tahun sudah memperoleh ujaran beberapa kata (4) Pada tataran semantik hampir
semua ujaran anak mengandung makna denotatif, ada pula kalimat yang muncul dengan makna konotatif.
Kata kunci : analisis pemerolehan, bahasa Indonesia, anak-anak usia 3 -5 tahun, PAUD Lestari, desa Blimbing
Nama Jurnal : LINGUA FRANCA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Volume : Vol 2, No 1 (2018)
Doi/link pdf : http://journal.um-surabaya.ac.id/index.php/lingua/article/view/1346