• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROGRAM KERJA 2009 & RENCANA KERJA 2010 DIREKTORAT JENDERAL INDUSTRI AGRO DAN KIMIA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PROGRAM KERJA 2009 & RENCANA KERJA 2010 DIREKTORAT JENDERAL INDUSTRI AGRO DAN KIMIA"

Copied!
26
0
0

Teks penuh

(1)

PROGRAM KERJA 2009 &

RENCANA KERJA 2010

DITJEN INDUSTRI AGRO DAN KIMIA

Disampaikan oleh : Disampaikan oleh :

DIREKTUR JENDERAL INDUSTRI AGRO DAN KIMIA DIREKTUR JENDERAL INDUSTRI AGRO DAN KIMIA

pada pada

Rapat Kerja Departemen Perindustrian Rapat Kerja Departemen Perindustrian Rapat Kerja Departemen Perindustrian Rapat Kerja Departemen Perindustrian dengan Dinas Propinsi/Kabupaten/Kota dengan Dinas Propinsi/Kabupaten/Kota

Medan, 3

Medan, 3 -- 6 Maret 20096 Maret 2009

DIREKTORAT JENDERAL INDUSTRI AGRO DAN KIMIA DIREKTORAT JENDERAL INDUSTRI AGRO DAN KIMIA DIREKTORAT JENDERAL INDUSTRI AGRO DAN KIMIA DIREKTORAT JENDERAL INDUSTRI AGRO DAN KIMIA

DEPARTEMEN PERINDUSTRIAN DEPARTEMEN PERINDUSTRIAN

(2)

Daftar Isi

Halaman

I. Latar Belakang ……….………….……… 1 II. Kebijakan Pengembangan Industri Agro dan Kimia

Jangka Menengah Tahun 2005-2009 ………..………. 8 III. Program dan Kegiatan Pokok Tahun 2005-2009 ……….. 9 IV. Arah Pengembangan Tahun 2010-015 ……….... 16 V. Rencana Program Pokok Tahun 2010 ……..……… 17g VI. Rencana Kegiatan Tahun 2010 ……….. 18

(3)

I. LATAR BELAKANG I. LATAR BELAKANG

Industri agro dan kimia memiliki peranan yang Industri agro dan kimia memiliki peranan yang Industri agro dan kimia memiliki peranan yang Industri agro dan kimia memiliki peranan yang sangat startegis dalam struktur industri

sangat startegis dalam struktur industri Indonesia.

Indonesia.

Indonesia.

Indonesia.

Industri agro dan kimia sangat potensial untuk Industri agro dan kimia sangat potensial untuk Industri agro dan kimia sangat potensial untuk Industri agro dan kimia sangat potensial untuk dikembangkan di Indonesia, karena

dikembangkan di Indonesia, karena

ketersediaan sumber bahan baku yang cukup.

ketersediaan sumber bahan baku yang cukup.

ketersediaan sumber bahan baku yang cukup.

ketersediaan sumber bahan baku yang cukup.

1 1

(4)

KINERJA INDUSTRI AGRO DAN KIMIA

REALISASI PERTUMBUHAN SEKTOR INDUSTRI TAHUN 2008 DAN TARGET PERTUMBUHAN TAHUN 2009

(5)

Sumbangan Cabang-cabang Industri Terhadap PDB sektor Industri Non Migas Tahun 2008g

Industri barang kayu Industri alat angkut,

mesin dan peralatan

Industri barang lainnya, 1%

Industri makanan, minuman dan tembakau, 27%

Industri barang kayu dan hasil hutan, 4%

mesin dan peralatan, 35%

Industri kertas dan barang cetakan, 5%

Industri tekstil, barang kulit & alas

kaki, 10%

Industri pupuk, kimia

& barang dari karet, 13%

Industri semen &

bahan galian non Industri logam dasar,

besi dan baja, 2%

logam, 3%

3 3

(6)

Kontribusi Industri Agro dan Kimia pada PDB sektor Industri Non Migas Tahun 2008

sektor Industri Non Migas Tahun 2008

Industri alat angkut, mesin dan peralatan,

35%

Industri barang lainnya, 1%

35%

Industri Agro dan Industri tekstil,

barang kulit & alas

Industri Agro dan Kimia, 52%

kaki, 10%

Industri logam dasar, besi dan baja, 2%

(7)

PERKEMBANGAN NILAI EXPORT – IMPORT PRODUK INDUSTRI AGRO DAN KIMIA TAHUN 2004 - 2008

NO URAIAN

TAHUN

2004 2005 2006 2007 2008 *)

Makanan

3.925.661.661 4.351.386.214 5.303.467.580 7.479.795.129

4.498.969.076 4.518.978.828 4.754.646.932 4.437.668.815 2.817..614.614 3.257.482.566 3.983.267.481 4.440.493.818 Makanan, Minuman, dan Tembakau

Furniture dan Barang Kayu Olahan Lainnya

Pulp, Kertas dan Barang dari Cetakan

7.352.638.612

4.141.822.683 3.894.313.078 1.

2.

3.

6.219.639.268 6.866.525.242 9.259.070.504 11.312.332.231

1.443.046.414 1.584.559.585 1.848.896.265 1.954.987.637 Pupuk, Kimia dan Barang dari Karet

Semen dan Barang Galian Bukan Logam

11.971.841.200

1.931.332.287 4.

5.

Total Expor 18 904 931 033 20 578 932 435 25 149 348 762 29 625 277 630 29 291 947 860

Total Expor 18.904.931.033 20.578.932.435 25.149.348.762 29.625.277.630 29.291.947.860

NO URAIAN

TAHUN

2004 2005 2006 2007 2008 *)

Makanan

Makanan, Minuman, dan Tembakau

Furniture dan Barang Kayu Olahan Lainnya

P l K t d B d i C t k

4.792.801.440 6.043.362.593 5.943.743.406 9.468.738.748 9.326.707.667

240.010.591 317.121.926 455.644.676 541.178.776 552.002.352

3 511 495 754 3 238 287 512 3 421 504 507 3 560 888 085 3 418 452 562 1.

2.

3 Pulp, Kertas dan Barang dari Cetakan

Pupuk, Kimia dan Barang dari Karet Semen dan Barang Galian Bukan Logam

3.511.495.754 3.238.287.512 3.421.504.507 3.560.888.085 3.418.452.562

7.298.151.174 6.840.655.822 7.347.770.842 7.996.373.248 8.436.173.777 3.486.798.941 3.559.115.340 4.180.196.274 2.314.157.567 2.114.111.322 3.

4.

5.

Total Impor 19.329.257.900 19.998.543.193 21.348.859.705 23.881.336.424 23.847.447.678

Neraca ( 424.326.867 ) 580.389.242 3.800.489.057 5.743.941.206 5.444.500.186

* ) Prognosa 55

(8)

ESKPOR-IMPOR PRODUK INDUSTRI AGRO DAN KIMIA TAHUN 2004-2008

29.292 29.625

30.000 35.000

23.847 25.149

20.579

18.905 23.881

21.349 19.999

19 329 20.000

25.000

$ Juta

5.744 5 445

19.329

5 000 10.000 15.000

US$

(424) 580

3.800

5.744 5.445

(5.000) - 5.000

2004 2005 2006 2007 2008 *)

T a h u n

EKSPOR IMPOR NERACA

(9)

PERMASALAHAN DAN UPAYA PENYELESAIAN MASALAH

1 K t b t i f t kt K di i d I t i

PERMASALAHAN UPAYA

1. Keterbatasan infrastruktur (jalan, pelabuhan, listrik, gas bumi);

2. Insentif yang masih belum

1. Koordinasi dengan Intansi terkait (pusat dan Daerah) meningkatkan ketersediaan infrastruktur untuk industri;

se ya g as be u

bersaing;

3. Suku bunga perbankan yang masih tinggi;

4 B fl kt i h b h

infrastruktur untuk industri;

2. Pemberian insentif administrasi, Fiskal dan Moneter ;

3 M b ik b idi b

4. Berfluktuasinya harga bahan baku industri makanan dan

minuman di pasar

internasional;

3. Memberikan subsidi bunga untuk revitalisasi industri Gula;

4. Pemberian fasilitas BMDTP atau PPNDTP;

;

5. Sebagian bahan baku diekspor dalam bentuk primer maupun bahan setengah jadi;;

6 M l h k

atau PPNDTP;

5. Dikenakan tata niaga ekspor muapun pengenaan bea keluar untuk komoditi tertentu;

6. Melemahnya pasar ekspor untuk beberapa produk IAK;

7. Masuknya produk makanan

d i d i l i

6. Mencari pasar baru di Timur Tengah atau Eropa Timur melalui promosi

7 Verifikasi di negara asal dan minuman dari negara lain

yang mengalihkan pasar.

7. Verifikasi di negara asal maupun negara tujuan.

7 7

(10)

II. KEBIJAKAN PENGEMBANGAN INDUSTRI AGRO DAN KIMIA JANGKA MENENGAH

DAN KIMIA JANGKA MENENGAH TAHUN 2005 – 2009

1. Penciptaan iklim usaha yang kondusif terhadap industri inti, pendukung dan terkait baik melalui tariff, safeguard, standard wajib dan lain-lain.

2 P b k t k it i d t i b ik d l

Kebijakan

2. Pengembangan keterkaitan industri baik dalam

penyediaan bahan baku, setengah jadi maupun barang jadi.

3 Pengembangan teknologi dan kemampuan SDM dalam

Kebijakan Pokok

3. Pengembangan teknologi dan kemampuan SDM dalam mendukung pengembangan klaster.

1. Antisipasi dan penanganan permasalahan aktual Kebijakan

P j sektor Industri Agro dan Kimia (IAK)

2. Mengkoordinasikan pelaksanaan administrasi dan urusan pemerintahan tertentu di bidang IAK

Penunjang (Mengatasi Permasalahan Akt l)

Aktual)

(11)

III. PROGRAM DAN KEGIATAN POKOK TAHUN 2005 – 2009

TAHUN 2005 2009

1. Pengembangan Klaster Industri Agro dan Kimia

A. Forum komunikasi pengembangan 14 klaster industri di Pusat B. Pengembangan 14 klaster prioritas pada lokus pengembangan

klaster industri agro dan kimia di daerah (dana dekonsentrasi).

C. Fasilitasi dan pembangunan pusat/kawasan pengembangan klaster industri agro dan kimia

D Peningkatan keterkaitan/kerjasama kemitraan antara industri agrokim dengan industri penunjang/pemasok bahan baku atau antara stake holder yang terlibat dalam klaster industri agro dan antara stake holder yang terlibat dalam klaster industri agro dan kimia

E. Pemetaan bahan baku, sumber daya manusia, industri pendukung , y , p g dan terkait dalam pengembangan klaster industri.

9 9

(12)

TERCAPAINYA SASARAN PERTUMBUHAN INDUSTRI AGRO DAN KIMIA

K ASTER

INDUSTRI KAKAO INDUSTRI KELAPA

SAWIT

MENINGKATNYA DAYA SAING INDUSTRI

AGRO DAN KIMIA

KLASTER

INDUSTRI BUAH

INDUSTRI KELAPA

INDUSTRI KAYU INDUSTRI KARET

PERKEMBANGAN

RENCANA AKSI AGRO DAN KIMIA

INDUSTRI KELAPA

INDUSTRI TEMBAKAU

INDUSTRI PULP KERTAS

14 KLASTER INDUSTRI AGRO DAN KIMIA

RENCANA AKSI PENGUATAN DAN

PENGEMBANGAN KLASTER

INDUSTRI KOPI INDUSTRI

PETROKIMIA

KLASTER

INDUSTRI GULA

INDUSTRI HASIL

INDUSTRI SEMEN

INDUSTRI KERAMIK INDUSTRI HASIL

LAUT

INDUSTRI KERAMIK

(13)

PENGEMBANGAN KLASTER INDUSTRI AGRO DAN KIMIA PENGEMBANGAN KLASTER INDUSTRI AGRO DAN KIMIA

DI KAWASAN BARAT INDONESIA

NO. NAMA KLASTER LOKASI

1. Furniture Jawa Barat, Jawa Tengah & Jawa , g Timur

2. Buah Jawa Barat

3. Pulp dan Kertas Jawa Barat

4. Petrokimia Banten dan Jawa Timur

5. Gula Jawa Timur

6. Kopi Lampung

7. Karet Sumatera Utara dan Jambi

8. CPO Sumatera Utara dan Riau

9. Semen Sumatera Barat

1 111

(14)

PROGRAM DAN KEGIATAN POKOK

TAHUN 2005 – 2009 ( Lanjutan ………) TAHUN 2005 2009 ( Lanjutan ………)

2. Kegiatan Non Klaster Industri Agro dan Kimia

a. Antisipasi dan penanganan permasalahan aktual sektor industri

1). Pengkajian dalam rangka pemecahan masalah dan perumusan usulan kebijakan iklim dan perlindungan (tarif dan non tarif) 2). Monitoring produk industri strategis : pupuk, semen, garam,

gula, terigu dan produk kimia berbahaya : bahan senjata kimia, bahan peledak dll.

b. Koordinasi Eksternal

1). Kerjasama internasional (WTO, APEC, ASEAN-China, ASEAN- India ASEAN Jepang dll)

India, ASEAN-Jepang dll)

2). Meningkatkan kerjasama sinergi dengan asosiasi, instansi, lembaga pusat dan daerah

lembaga pusat dan daerah

(15)

KEGIATAN DITJEN INDUSTRI AGRO DAN KIMIA TAHUN 2009 YANG TERKAIT DENGAN DAERAH (KBI)

YANG TERKAIT DENGAN DAERAH (KBI)

URAIAN KEGIATAN TAHUN 2009 Lokasi

Kakao Pameran dan Lomba Nasional Produk Kakao dan Coklat Olahan Sumatera Barat Peningkatan mutu dan pengolahan biji kakao Bengkulu Peningkatan mutu dan pengolahan biji kakao Bengkulu

Kopi Peningkatan teknologi pengolahan kopi Lampung

Teh Peningkatan mutu produk teh hijau Jawa Barat

Susu Peningkatan daya saing industri pengolahan susug y g p g Jawa Barat Jagung Pengembangan industri pengolahan tepung jagung Bengkulu Pakan Ternak Pengembangan industri pengolahan pakan ternak unggas Jawa Timur

1 133

(16)

KEGIATAN DITJEN INDUSTRI AGRO DAN KIMIA TAHUN 2009 YANG TERKAIT DENGAN DAERAH (KBI) lanjutan

YANG TERKAIT DENGAN DAERAH (KBI) …. lanjutan

URAIAN KEGIATAN TAHUN 2009 Lokasi

Pangan Pengembangan industri pengolahan tepung ubi jalar Jawa Barat Pengembangan industri pengolahan tepung garut Jawa Timur Bahan Baku Kayu Fasilitasi/Dukungan Pembangunan Terminal Bahan Jawa Tengah,

dan Rotan Baku Kayu/Rotan NAD

Fasilitasi Pusat Desain Furniture Kayu Jateng Jabar Fasilitasi Pusat Desain Furniture Kayu Jateng, Jabar Karet Peningkatan kualitas produksi barang karet Jawa Barat Jamu Peningkatan kualitas pengolahan bahan baku jamu Jawa Tengah

(17)

PENGEMBANGAN INDUSTRI PENGEMBANGAN INDUSTRI PENGEMBANGAN INDUSTRI PENGEMBANGAN INDUSTRI

AGRO DAN KIMIA AGRO DAN KIMIA

TAHUN 2010 TAHUN 2010 TAHUN 2010 TAHUN 2010

1 155

(18)

IV. ARAH PENGEMBANGAN TAHUN 2010-2015

Meningkatnya Nilai Tambah

Bahan baku

P b

Produk IAK

Meningkatnya

FASILITASI

RPJP RPJM KPIN

RENSTRA

RKP Bahan baku

dan energi

Pengembangan Klaster Industri

Penguasaan Pasar Produk IAK

RKP

Promosi Investasi

Penerapan Standar Produk Industri dan HKI

Menguatnya Penguasaan Teknologi IAK

Menyusun Peta Panduan Pengembangan IAK

Revitalisasi/

Restrukturisasi IAK

Pengembangan SDM Industri

Menguatnya Struktur

IAK

Peningkatan Kemampuan Teknologi IAK

Pengembangan Kerjasama IAK

IAK

Meningkatnya

KEBIJAKAN

1. Iklim Usaha

2. Standar IAK IAK g y

Persebaran

(19)

V. RENCANA PROGRAM POKOK TAHUN 2010 V. RENCANA PROGRAM POKOK TAHUN 2010

Rencana Kegiatan Rencana Kegiatan

1.

1. Penetapan Peta Panduan Penetapan Peta Panduan Pengembangan IAK

Pengembangan IAK

2. Penyusunan Usulan Kebijakan Insentif;

2. Penyusunan Usulan Kebijakan Insentif;

Pokok Ditjen IAK Pokok Ditjen IAK pada tahun 2010, pada tahun 2010, Utamanya dalam Utamanya dalam

3. Fasilitasi Penyediaan Bahan Baku dan 3. Fasilitasi Penyediaan Bahan Baku dan

Energi;

Energi;

4. Fasilitasi Promosi Investasi;

4. Fasilitasi Promosi Investasi;

F ili i R k i i I d i F ili i R k i i I d i

y

y Mendukung Mendukung

sasaran strategis sasaran strategis yaitu :

yaitu :

5. Fasilitasi Restrukturisasi Industri;

5. Fasilitasi Restrukturisasi Industri;

6. Peningkatan Kemampuan Teknologi;

6. Peningkatan Kemampuan Teknologi;

7. Pengembangan Klaster;

7. Pengembangan Klaster;

8 P St d d HKI

8 P St d d HKI

yaitu :

yaitu :

8. Penerapan Standar dan HKI; 8. Penerapan Standar dan HKI;

9. Pengembangan SDM IAK;

9. Pengembangan SDM IAK;

10.Pengembangan Kerjasama;

10.Pengembangan Kerjasama;

11 Pengendalian dan Pengawasan 11 Pengendalian dan Pengawasan 11.Pengendalian dan Pengawasan.

11.Pengendalian dan Pengawasan.

1 177

(20)

VI.

VI. RENCANA KEGIATAN TAHUN 2010 RENCANA KEGIATAN TAHUN 2010 YANG TERKAIT DENGAN DAERAH YANG TERKAIT DENGAN DAERAH

NO. SASARAN STRATEGIS KEGIATAN 2010

YANG TERKAIT DENGAN DAERAH YANG TERKAIT DENGAN DAERAH

1. Penatapan peta panduan pengembangan IAK

1. Menetapkan peta panduan industri prioritas sesuai dengan Renstra 2010- 2015;

2. Menyusun peta panduan dalam rangka y p p g peningkatan nilai tambah;

3. Menyusun peta panduan dalam rangka peningkatan pasar dalam negeri;

4 Menyusun peta panduan dalam rangka 4. Menyusun peta panduan dalam rangka

peningkatan pasar dalam negeri;

5. Menyusun peta panduan dalam rangka peningkatan kompetensi SDM;

6 M t d d l k

6. Menyusun peta panduan dalam rangka peningkatan Penguasaan teknologi;

7. Menetapkan peta panduan dalam rangka penguatan struktur IAK;

8. Menyusun peta panduan dalam rangka peningkatan persebaran industri IAK:

(21)

RENCANA KEGIATAN TAHUN 2010 (lanjutan ….) RENCANA KEGIATAN TAHUN 2010 (lanjutan ….) ( ( j j ) )

NO. SASARAN STRATEGIS KEGIATAN 2010 PROVINSI

2. Fasilitasi Penyediaan Bahan Baku dan Energi

Bantuan Peralatan :

Dukungan Pembangunan fasilitas bahan baku kayu

Jawa Tengah, Jawa Timur

3 Fasilitasi Promosi 1 Penyusunan FS dan Profil Investasi 3. Fasilitasi Promosi

Investasi

1. Penyusunan FS dan Profil Investasi Pembangunan Pabrik Semen di Kaltim 2. Penyusunan FS dan Profil Investasi

Pebangunan Pabrik Petrokimia di Papua Barat

19 19

(22)

RENCANA KEGIATAN TAHUN 2010 (lanjutan ….) RENCANA KEGIATAN TAHUN 2010 (lanjutan ….)

NO. SASARAN STRATEGIS KEGIATAN 2010 PROVINSI

4. Peningkatan Bantuan Alat :

Kemampuan Teknologi IAK

1. Unit Pembuatan Es Balok Sumatera Barat 2. Pengolahan kelapa Lampung

3. Pengolahan tepung tapiokag p g p Jawa Barat 4. Pengolahan biji kakao fermentasi Jawa Timur

5. Pengolahan buah Jawa Barat

6 Pengolahan susu Jateng dan Jabar 6. Pengolahan susu Jateng dan Jabar

7. Pengolahan kayu Jawa Barat

8. Peningkatan kualitas industri barang karet

Sumsel, Jabar karet

8. Pengolahan baku keramik Jawa Barat

9. Pengolahan garam beryodium Jawa Tengah, Jawa Ti

Timur

10. Pengolahan obat tradisional Jawa Tengah

(23)

KOMPETENSI INTI WILAYAH BARAT YANG TERKAIT DENGAN DITJEN IAK

BEBERAPA INDUSTRI AGRO DAN KIMIA YANG POTENSIAL UNTUK DIKEMBANGKAN

No Kabupaten/Kota Kelompok Industri/Komoditi

1 Padang Pariaman Kakao

2 Bireun Kelapa Terpadu

3 Kota Dumai CPO

4 Lampung Barat Kelapa Terpadu 5 Bener Meriah Pengolahan Kopi 6 Humbang Hasundutun Pengolahan Kopi 6 Humbang Hasundutun Pengolahan Kopi 7 Muara Enim Pengolahan Kopi

8 Kepahiang Pengolahan Kopi

9 Way Kanan Pengolahan Kopi

10 Temanggung Pengolahan Kopi

11 Karimun Pengolahan Perikanan

12 Natuna Pengolahan Perikanan

13 Banyu Asin Pengolahan Perikanan/Udang 13 Banyu Asin Pengolahan Perikanan/Udang

14 Natuna Pengolahan Perikanan

15 Belitung Barat Pengolahan Perikanan 16 Kota Bengkulu Pengolahan Perikanan 17 Kota Surabaya Pengolahan Hasil Laut 18 Belitung Timur Pengolahan Perikanan 19 Kota Palembang Crumb Rubber

20 Kab Madiun Bio Ethanol

2 211

(24)

HAL- HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM PENGAJUAN BANTUAN MESIN DAN PERALATAN OLEH KABUPATEN/KOTA

Syarat-Syarat :

1. Merupakan upaya untuk mendukung pengembangan industri sesuai dengan kompetensi inti industri daerah

2. Diusulkan oleh pejabat yang berwenang setelah dikonsultasikan dengan Dinas yang membidangi industri di Propinsi

Propinsi

3. Disertai/dilengkapi dengan dokumen pengukung antara lain business plan pengembangan komoditi terpilih p p g g p

4. Pengembangan komoditi terpilih tersebut harus tercantum dalam renstra pengembangan daerah

5. Tersedia Dana Pendampingan

(25)

MEKANISME PENGAJUAN BANTUAN MESIN DAN PERALATAN OLEH KABUPATEN/KOTA

Dep. Perindustrianp Bantuan Mesin/

Ditjen IAK Peralatan

- Berdasarkan skala prioritas - Diusulkan dalam RKAKL

Usulan Bantuan Mesin Peralatan Peta Panduan

Kompetensi Inti

- Renstra Pengembangan Daerah - Bisnis Plan

- Rekomendasi Dinas Propinsi

Rencana Aksi

- Menyiapkan dana pendamping

Daerah

2 233

(26)

Referensi

Dokumen terkait

No Program KPI Ditjen IATT Kegiatan Tahun KET Sasaran Indikator 2009 2010 Sasaran Indikator 2009 2010 2 Peningkatan Perluasan Pasar ƒ Meningkatkan kemampuan penguasaan pasar

Surat Pendaftaran Jenis Semen adalah surat tanda pendaftaran yang diterbitkan oleh Direktur Jenderal Industri Agro dan Kimia sebagai bukti bahwa jenis semen yang akan diproduksi

RENCANA AKSI PENGUATAN DAN PENGEMBANGAN KLASTER MENINGKATNYA DAYA SAING INDUSTRI AGRO INDUSTRI KAKAO INDUSTRI BUAH INDUSTRI KELAPA INDUSTRI TEMBAKAU INDUSTRI KOPI

Koordinasi dengan kementerian terkait dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif melalui harmonisasi tarif Bea Masuk untuk bahan baku industri pakan ternak... 1)

Bantuan peralatan pengolahan kopi dalam rangka peningkatan kemampuan teknologi industri hilir kopi di Aceh, Jawa Barat dan Jawa Tengah.. 17 17 QUICK WINS DITJEN INDUSTRI AGRO

Sehubungan dengan pelaksanaan kegiatan pembekalan bagi para penerima tugas belajar beasiswa internal Ditjen Perbendaharaan tahun 2007-2009 yang dilaksanakan dua tahap yaitu :..

1. Realisasi keuangan Sekretariat Direktorat Jenderal Industri Agro secara keseluruhan adalah sebesar 13,02%. Capaian realisasi keuangan ini belum optimal dikarenakan

(6) Melakukan kampanye atas negative campaign terhadap komoditi industri agro melalui penyusunan Buku Putih dan sosialisasi di media cetak dan media elektronika. Indikator