16
Pengaruh Model Pembelajaran Discovery Learning terhadap Hasil Belajar Siwsa pada Mata Pelajaran Ekonomi Kelas X SMA Negeri 1 Amanuban Tengah
Irna Yorince Talan*1, Jacob Abolladaka1, Fernando Saragih1
1Universitas Nusa Cendana
*e-mail: [email protected]
Abstrak: Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen.
Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Amanuban Tengah. Populasi penelitian ini semua kelax X IPS dengan sampel pada penelitian ini sejumlah 64 siswa (terdiri dari 2 kelas) Teknik pengumpulan data yang digunakan untuk mengukur hasil belajar siswa yaitu observasi, dokumentasi dan tes pada bentuk pilihan ganda sebesar 20 soal. Uji instrument penelitian (uji validitas, uji reliabilitas, uji tingkat kesukaran soal, uji daya beda soal). Uji asumsi klasik (uji normalitas, uji linearitas, uji homogenitas). Teknik analisis data yang dipergunakan dalam penelitian ini artinya analisis regresi linear sederhana dan uji hipotesis (uji-t). Alat yang digunakan pada analisis penelitian ini memakai software SPSS versi 16.0.
hasil penelitian ini menandakan bahwa model discovery learning berpengaruh terhadap hasil belajar siswa kelas X SMA Negeri 1 Amanuban Tengah
Kata Kunci: Model Discovery Learning, Hasil Belajar Siswa
Abtract: The type of research used in this study is an experiment. This research was conducted at SMA Negeri 1 Amanuban Tengah. The populations of this study were all class X IPS with a sample of 64 students in this study (consisting of 2 classes). The data collection technique used to measure student learning outcomes were observation, documentation and multiple choice tests of 20 questions. Test the research instrument (validity test, reliability test, test the level of difficulty of the questions; test the different power of the questions). Classic assumption test (normality test, linearity test, homogeneity test). The data analysis technique used in this study means simple linear regression analysis and hypothesis testing (t-test). The tool used in the analysis of this study used SPSS software version 16.0. The results of this study indicate that the discovery learning model influences the learning outcomes of class X students of SMA Negeri 1 Amanuban Tengah Keywords: Discovery Learning Model, Student Learning Outcomes
1. PENDAHULUAN
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang demikian pesat di era globalisasi tentunya akan membawa dampak terhadap seluruh aspek kehidupan manusia (Nasution, 2018). Pendidikan memegang peranan penting sebagai sarana peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam menja- min keberlangsungan pembangunan suatu bangsa (Saputra, 2015; Talakua & Therik, 2016). pendidikan merupakan sarana terpenting bagi pengembangan sumber daya manusia, pengembangan ini tidak hanya berdasarkan kualitas manusia dalam menguasai suatu ketrampilan, tetapi dapat
menjadikan manusia yang dapat diandalkan dan manusia yang kratif, inovatif, serta kompetitif. Oemar Hamalik, (2001) Pendidikan adalah suatu proses mempengaruhi peserta didik agar dapat menyesuaikan diri dengan baik di lingkungannya sehingga dapat mengalami perubahan dalam dirinya.
Tujuan penyelenggaraan pendidikan yang dilakukan melalui proses kegiatan belajar mengajar dikelas adalah untuk memfasilitaskan peserta didik untuk memiliki pengetahuan dan ketrampilan pada bidang ilmu tertentu dengan prestasi yang baik. Akan tetapi sebagai sebuah
proses penentu tingkat ketercapaian setiap tujuan pembelaja-ran, proses kegiatan belajar mengajar di kelas adalah proses kegiatan yang kompleks karena ada beragam entitas yang terintegrasi secara sistematis dalamproses(Wardoyo,2013). Proses belajar kecil yang memungkin-kan siswa untuk bekerja bersama-sama di dalamnya dengan tujuan untuk memaksimal-kan pembelajaran mereka sendiri dan pembelajaran satu sama yang lain (Wardoyo, 2013)
Menurut Arsyad, (2005) Hasil belajar adalah adanya perubahan tingkah laku pada diri seseorang yang mungkin disebabkan oleh terjadinya perubahan pada tingkat pengetahuan, keterampilan atau sikapnya.
Perubahan diarahkan pada diri peserta didik secara terencana, baik dalam aspek pengeta- huan, keterampilan maupun sikap.
Salah satu masalah yang dihadapi di dunia pendidikan adalah lemahnya kualitas proses pembelajaran, dimana peserta didik kurang mampu mengembangkan kemampua berpikir. Proses pembelajaran biasanya dilakukan disekolah dengan asumsi bahwa guru sebagai sentral pendidikan, berarti guru dituntut mampu menyalurkan ilmunya terhadap peserta didik dengan model pembelajaran yang sesuai dengan bahan ajar yang diajarkan seorang guru dalam kelas.
Apabila guru kurang tepat memilih model pembelajaran, maka siswa menjadi kurang mengerti akan pembelajaran yang diberikan sehingga tujuan pembelajaran tidak tercapai secara maksimal.
Berdasarkan hasil observasi peneliti bahwa masih rendahnya hasil belajar siswa dan nilai yang peroleh siswa masih rendah atau masih bawah standar Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) maka dapat kita lihat pada tabel 1.1 dan tabel 1.2 tentang nilai hasil belajar siswa kelas X SMA Negeri 1 Amanuban Tengah yang masih dibawah KKM.
Tabel 1.1
Hasil belajar siswa kelas X IPS 1 SMA Negeri 1 Amanuban Tengah
Kelas Jumlah Siswa
KKM Siswa yang mencapai KKM
Siswa yang Tidak mencapai KKM
IPS 1 32 75 14 (43.75%) 18 (56.25%) IPS 2 32 75 12 (37,5%) 20 (62%) Sumber: Wali kelas X IPS 1 dan IPS 2 SMA Negeri 1 Amanuban Tengah
Berdasarkan data di atas, dapat dilihat dengan jelas bahwa siswa kelas X IPS 1 dan kelas IPS 2 berjumlah 64 siswa, dengan prestasi hasil belajar siswa Kelas X IPS 1 56% siswa tidak tuntas, sedangkan Kelas X IPS 2 62,5% siswa tidak tuntas atau nilainya masih di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), oleh karena itu peneliti memilih kelas IPS 1 dan kelas IPS 2 sebagai bagian dari penelitian ini. Karena metode pembelajaran yang di gunakan guru selama ini menggunakan metode konvensional.
Yang mana masih terpaku pada metode ceramah, Tanya jawab, diskusi, dan latihan/tugas. Kegiatan belajar mengajar hanya terfokus pada guru dan sebagian besar waktu pelajaran digunakan siswa untuk mendengar dan mencatat penjelasan guru dan pada saat guru membuat kelompok diskusi hasilnya juga tidak memuaskan karena siswa didalam kelompok tidak semuanya berperan aktif, siswa juga enggan bertanya pada guru apabila ada materi yang kurang dimengerti atau tidak di mengerti, siswa cenderung bertanya pada teman sebangkuh atau teman duduk berdekatan dengannya tanpa ada arahan dari guru. Untuk mengatasi masalah diatas, maka harus dapat memilih dan menentukan langkah-langkah yang baik dalam memperbaiki proses pembelajaran khususnya memilih model pembelajaran yang digunakaagar siswa lebih mudah memahaminya serta lebih aktif dan kreatif dalam meningkatkan motivasi belajar dan menarik perhatian siswa sehingga berkontribusi pada peningkatan hasil belajar siswa dalam proses pembelajara.
Oleh karena itu, peneliti mencoba menerapkan pembelajaran dengan menggu- nakan model discovery learning akan memberikan kesempatan kepada siswa untuk berpartisipasi aktif dan kreatif dalam memecahkan masalah, mampu meningkat kan motivasi siswa dalam pembelajaran dan
18
dapat menunjang hasil belajar siswa yang lebih baik.
Model pembelajaran discovery learning merupakan proses pembelajaran yang menitikberatkan pada kemampuan siswa dalam memecahkan suatu persoalan atau permasalahan dalam proses pembelajaran melalui rasa ingin tahunya dalam menemukan hal penting pada materi pembelajaran (Ilahi, 2012)
Model discovery learning adalah kegiatan pembelajaran yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan siswa untuk mencari dan menyelidiki secara sistematis, kritis, dan logis sehingga mereka dapat menemukan dan mengemukakan gagasan- nya terkait topik yang dipelajari (Suprijono, 2013).
Model pembelajaran ini bertujuan untuk mempermudah proses pembelajaran dan mendukung tercapainya suatu tujuan pembelajaran. Pembelajaran akan lebih bermakna apabila siswa berpartisipasi aktif dalam kegiatan pembelajaran di sekolah (student centered learning). Dalam proses pembelajaran,guru tidak menyajikan bahan ajar dalam bentuk final, akan tetapi siswa diberi peluang untuk mencari dan menemukan sendiri informasi-informasi yang berkaitan dengan materi untuk memecahkan suatu permasalahan dalam materi pembelajara (Djamarah, 2010)
Model pembelajaran ini menuntut keaktifan siswa dalam menemukan sendiri konsep materi pembelajaran dan menstimu lasi siswa dalam mengeksplorasi sumber belajar yang ada untuk menjawab permasalahan. Model discovery learning juga memilki kelebihan yaitu membuat siswa mengembangkan ketrampilan berpikir secara kreatif dalam pemecahan masalah dan meningkatkan motivasi belajar pada diri siswa untuk belajar. (Sulistyo, 2014) yang menyimpulkan bahwa hasil belajar siswa dengan model pembelajaran discovery Learning lebih tinggi daripada model pembelajaran langsung (ceramah) sehingga mampu meningkatkan kegiatan siswa dalam pembelajaran, dapat menunjang hasil belajar
siswa yang lebih baik dan menarik perhatian siswa sehingga berkontribusi pada peningkatan hasil belajar siswa dalam proses pembelajaran.
Berdasarkan latar belakang diatas, maka yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah“Apakah ada Pengaruh Model Pembelajaran Discovery Learning Terhadap Hasil Belajar Siwsa Pada Mata Pelajaran Ekonomi Kelas X SMA Negeri 1 Amanuban Tengah.”
Adapun yang menjadi tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Model Pembelajaran Discovery Learning Terhadap Hasil Belajar Siwsa Pada Mata Pelajaran Ekonomi Kelas X SMA Negeri 1 Amanuban Tengah.
Manfaat yang diperoleh dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Manfaat Teoritis
a. Dapat dijadikan sebagai bahan kajian lebih lanjut mengenai hal yang sama dengan lebih mendalam dikemudian hari
b. Dengan dilaksanakan penelitian ini, penulis akan memperoleh pengalaman dalam memecahkan persoalan pendidikan dalam mengajar
2. Manfaat Praktis
Bagi sekolah Penelitian ini diharapkan memberikan manfaat bagi pengemban gan kualitas pembelajaran yang di tunjukkan oleh keberhasilan prestasi siswa pada mata pelajaran ekonomi
TINJAUAN TEORITIS
Berdasarkan penelurusan penelitian atau studi terdahulu yang sudah diketahui, penulis menemukan beberapa kepustakaan yang terkait dengan penelitian penulis, penelitian tersebu adalah sebagai berikut:
(Muhamad Risky, 2015) Pengaruh Pengguna nModel Pembelajaran Discovery Learning Terhadap Hasil Belajar Sosiologi Kelas X SMA Negeri 29 Jakarta penelitian ini menggunakan Metode penelitian Survai, (Siti Mutoharoh, 2011) Pengaruh Model
Guided Discovery Learning Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Laju Reaksi Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen,(Mona Yessica Saragih, 2016) Pengaruh Model Pembelajaran Discovery Learning Dengan Pendekatan Contextual Teaching And Learning Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Ekonomi SMA Negeri 1 Padang Tualang Penelitian ini menggunakan metode penelitian eskperimen, dan (Rahel Br Ginting, 2015) Pengaruh Model Pembelajaran Discovery Learning Terhadap Hasil Belajar Pada Mata Pelajaran Ekonomi Kelas X SMA Negeri 1 Tiganderket penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen
Menurut Sugiyono, (2017) menyatakan bahwa kerangka berpikir merupakan sintesa tentang hubungan antara variabel yang disusun dari berbagai teori yang telah dideskripsikan. Adapun gambar kerangka pemikiran adalah sebagai berikut:
Gambar 2.1 Kerangka Berpikir
Hipotesis Penelitian
Ho = Model pembelajaran discovery learning tidak ada pengaruh terhadap hasil belajar siswa
Ha = Model pembelajaran discovery learning ada pengaruh terhadap hasil belajar siswa
2. METODE PENELITIAN
Jenis eksperimen pada penelitian ini yaitu eksperimen semu (quasi eksperiment), Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Amanuban Tegah, Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas X IPS yang berada di SMA Negeri 1 Amanuban Tengah yang terdiri dari tiga kelas yaitu kelas IPS 1, kelas IPS 2 dan kelas IPS 3 dengan jumlah 92 siswa. Dimana yang menjadi sampel pada penelitian ini adalah siswa kelas X IPS 1 adalah kelas kontrol dan kelas X IPS 2
adalah kelas eksperimen dengan jumlah siswa 64 orang. Penentuan sampel ini didasarkan pada nilai kelas X IPS 1 = 56%
siswa sedangkan kelas X IPS 2 = 62,5%
siswa yang nilainya rendah atau tidak mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) dan jumlah siswa 64 orang dengan pertimbangan bahwa sampel tersebut mewakili seluruh populasi yang ada di kelas X SMA Negeri 1 Amanuban Tengah.Tekni pengumpulan data adalah observasi, doku- mentasi dan tes (pretest dan posttest) dalam bentuk soal pilihan ganda. Uji Instrumen Penelitian berupa uji validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran dan daya beda soal. Uji Asumsi Kalsik yaitu uji normalitas, linearitas, dan homogenitas. Teknik analisis data yang digunaka Analisis regresi linear sederhana, uji hipotesis/uji perbedaan rata- rata (Uji t)
3. HASIL Dan PEMBAHASAN
Hasil Penelitian
Hasil penelitian terdiri atas deskripsi data penelitian dan deskripsi hasil perhitungan uji validitas, uji reliabilitas, uji tingkat kesukaran soal, uji daya pembeda, uji asumsi klasik serta uji hipotesis menggu- nakan software SPSS versi 16.0.
Hasil Uji Validitas Hasil
belajar (Y) Model Pembelajaran
discovery learning (X)
20
Berdasarkan uji validasi maka dapat disimpulkan bahwa butir soal penelitian yang sejumlah 20 butir soal dinyatakan valid. Uji validasi dimana rhitung > rtabel maka perny ataan pada indikator pada butir soal dikatakan valid sehingga dapat dilakukan uji reliabilitas.
Hasil Uji Reliabilitas
Sesuai hasil uji reabilitas mengambarkan nilai Cronbach Alpha yaitu 0,810 sehingga dapat disimpulkan bahwa alat ukur dalam penelitian ini ialah reliabel serta stabil sehingga memenuhi syarat sebagaiinstrumen penelitian.
Hasil Uji Tingkat Kesukaran Soal
Sesuai hasil uji tingkat kesuksran soal dapat disimpulkan bahwa hasil uji tingkat kesukaran soal kesukaran dari 20 soal di soal tes, tingkat kesukaran soal menggunakan kategori mudah sebanyak 12 soal (60%), kategori sedang sebanyak 8 soal (40%) dan kategori sukar 0 soal (0%).
Hasil Uji Daya Beda Soal
Berdasarkan hasil uji daya pembeda asal 20 butir soal diperoleh hasil klasifikasi daya pembeda tiap soal baik. hasil analisis daya pembeda 20 butir soal tersebut dikategorikan jelek 4 soal (20%), cukup baik 9 soal (45%), baik 6 soal (30%) serta baik sekali 1 soal (5%) maka 20 butir soal tersebut layak buat dijadikan instrumen penelitian.
Hasil Belajar Siswa
Hasil nilai pretest dan postest kelas kontrol dan kelas eksperimen dengan banyak soal yang dikasih sebesar 20 butir soal, maka nilainya sebagai berikut:
Hasil Pretest Kelas Kontrol Serta Kelas Eksperimen
Dari hasil pretest kelas kontrol diperoleh nilai tertinggi merupakan 85 serta nilai terendah adalah 35 dengan nilai rata- rata 53,906 median 65,00 modus 60,00 serta standar deviasi 12.809. Sedangkan dari kelompok pretest eksperimen diperoleh nilai tertinggi adalah 80 dan nilai terendah adalah 40, menggunakan nilai rata-rata 59,843, median 60,00 modus 60,00 serta standar deviasi12.013
Hasil Postest Kelas Kontrol Serta Kelas Eksperimen
Dari hasil postest kelas kontrol diperoleh nilai tertinggi artinya 95 dan nilai terendah artinya 55 menggunakan nilai rata- rata 78,125, median 80 modus 80 serta standar deviasi 9.428. Sedangkan dari kelompok postest eksperimen diperoleh nilai tertinggi ialah 95 serta nilai terendah ialah 65, dengan nilai rata-rata 81.718, median 80 modus 80 serta standar deviasi 8.763
Hasil Uji Asumsi Klasik Hasil Uji Normalitas
Berdasarkan hasil pengujian normalitas dijelaskan bahwa hasil pengujian normalitas memakai Kolmogorov-Smirnov nilai pretest kontrol 0,186, posttest kelas kontrol 0,107 dan pretest kelas eksperimen 0,061, posttest kelase ksperimen 0,112 maka dapat disimpulkan bahwa data penelitian yang digunakan pada penelitian ini berupa data kelas kontrol serta eksperimen maka data penelitian dinyatakan normal dikarenakan nilai singnifikansinya lebih besar berasal 0,05 sehingga data pada penelitian ini berditribusi normal.
Hasil Uji Linearitas
Berdasarkan Data yang diuji maka
dapat disimpulkan nilai pengujian linearitas memakai Analye-Compare Means menunjukan nilai Deviation from Linearity artinya 0,848 lebih besar dari nilai signifikansi (α) 0,05 maka penelitian ini bersifat linear.
Hasil Uji Homogenitas
Berdasarkan data yang telah diuji maka dapat disimpulkan bahwa nilai pengujian homogenitas memakai test of homogeneity of variance di Based on Mean 0,982, Based on Median 0,913, Based on Median and with adjusted df 0,913 Based on trimmed mean 0,960 bisa dikatakan bahwa nilainya singnifikansi (sig) karena nilai singnifikansi lebih besar dari nilai signifikansi (α) 0,05 maka penelitian ini bersifat homogen.
Hasil Uji Perbedaan Rata-Rata (Uji-T) Berdasarkan data yang disajikan pada tabel diatas dapat disimpulkan bahwa hasil pengujian perbedaan nilai rata-rata kelas kontrol adalah 78,125 dengan standar deviation 9,482 dan nilai rata-rata kelas eksperimen adalah 81,718 dengan standar deviation 8,762 dan diketahui nilai signifikansi (sig) pada sig (2-tailed) sebesar 0.00 < 0,05.
Berdasarkan paparan tersebut, dapat dikatakan bahwa ada perbedaan antara nilai rata-rata kelas kontrol dan kelas eksperimen yang berarti ada perbedaan model
22
pembelajaran discovery learning terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi kelas X SMA Negeri 1 Amanuban Tengah menggunakan nilai t 5.695 > 0,2461. Hal ini membuktikan bahwa Ha diterima dan H0 ditolak.
Pembahasan
Pada pembahasan hasil penelitian akan dijelaskan tentang pengaruh model pembelajaran discovery learning terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi kelas X SMA Negeri 1 Amanuban Tengah.
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen menggunakan memakai teknik pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi serta tes berbentuk soal pilihan berganda sebesar 20 butir soal oleh 64 responden.
Sesuai hasil penelitian yang telah dilaksanakan ternyata model pembelajaran discovery learning hasilnya berpengaruh di hasil belajar siswa, ini dibuktikan menggunakan pada tahap analisis, sesuai hasil koreksi nilai yg didapat dari nilai rata- rata pretest kelas kontrol sebesar 53,906 dan kelas eksperimen sebanyak 59,483. Ini menandakan bahwa masih lemahnya taraf pemahaman siswa terhadap materi yang pada ajarkan. bisa pada lihat asal nilai rata- ratanya hasil pemahamannya pun tak begitu jauh. buat hasil nilai akhir posttest yang dimana nilai tadi perbedaan nilai kelas kontrol menggunakan metode konvensional sebanyak 78.125 serta nilai kelas eksperimen menggunakan model pembelajar an discovery learning sebesar 81,718 dari hasil nilai rata-rata yang didapat, maka dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan dari nilai pretest ke nilai postest namun bisa dilihat bedanya nilai postest eksperimen serta kontrol tidak begitu jauh. Adapun yang akan terjadi penelitian ini dijelaskan bahwa di uji-t diperoleh hasil thitung sebesar 5.695 ternyata lebih besar dari ttabel sebanyak 0,2461 terbukti bahwa hipotesis alternative (Ha) yang diajukan secara signifiksn dapat deterima. Maka bisa dikatakan bahwa ada perbedaan atau terdapat pengaruh model
pembelajaran discovery learning terhadap hasil belajar siswa.
Dengan kata lain, dalam proses pembelajaran menggunakan model discovery learning dapat mengarahkan siswa untuk membangun sendiri konsep atau prinsip belajar, siswa juga bisa terlibat secara maksimal semua kemampuan untuk mencari serta menyelidiki secara sistematis, kritis dan logis tentang materi yang diberikan guru, siswa berperan aktif pada pembelajaran dan siswa pula mendapat suatu pengalaman yang baru, mengalami proses belajar menggunakanmandiri atau aktif menggunakan menemukan sendiri karena pembelajarannya berpusat pada penemuan mereka sehingga dapat memak simalkan potensi diri siswa buat mencari dan mengembangkan rasakeingintahuan sehingga bisa menaikkan hasil belajar yang lebih baik.
Penelitian ini sejalan dengan pendapat (Hanafiah, 2012) yang menyatakan bahwa model discovery learning adalah rangkaian kegiatan pembelajaran yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan peserta didik untuk mencari dan menyelidiki secara sistematis, kritis, dan logis sehingga mereka dapat menemukan sendiri pengetahuan, sikap, dan ketrampilan sebagai wujud adanya perubahan perilaku.
SIMPULAN
Berdasarkan hasil analisis data yang sudah dilakukan sang peneliti, dapat ditarik beberapa konklusi menjadi berikut: hasil penelitian menerangkan bahwa penggunaan model discovery learning berpengaruh positif serta signifikan terhadap hasil belajar siswa.
meningkat penggunaan model discovery learning maka akan semakin baik hasil belajar yang diperoleh siswa. hasil penelitian pertanda bahwa penggunaan model discovery learning berpengaruh positif serta signifikan terhadap hasil belajar siswa.
semakin tinggi penggunaan model discovery
learning maka akan semakin baik hasil belajar yg diperoleh siswa. hasil uji hipotesis yg telah dilaksanakan diperoleh nilai thitung sebanyak 5.695 > nilai ttabel yaitu 0,2461, hal ini menunjukkan bahwa Ha diterima serta H0 ditolak serta nilai rata-rata hasil belajar siswa memakai contoh pembelajaran discovery learning diperoleh nilai rata kelas eksperimen 81.718 serta nilai kelas kontrol 78.125, menggunakan kata lain nilai rata-rata kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol.
DAFTAR RUJUKAN
Arsyad. (2005). media dan hasil pembelajaran.
PT Radja Grafindo Persada.
Djamarah. (2010). Strategi Belajar Mengajar.
Rineka Cipta.
Hanafiah. (2012). konsep strategi pembelajran.
PT Refika Aditima.
Ilahi. (2012). model pembelajaran discovery learning. Diva Press.
mona yessica saragih. (2016). Pengaruh Model Pembelajaran Dengan Pendekatan Contextual Teaching And Learning (CTL) Terhadap Hasil Belajar Siswa SMA Negeri 1 Padang Tualang Tahun Pelajaran 2015/2016.
Muhamad Risky. (2015). Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning Terhadap Hasil Belajar Ekonomi Siswa Kelas X SMA 29 Jakarta. skripsi, 9–14.
Mutoharoh, S. (2011). Pengaruh Model Guided Discovery Learning Terhadap Hasil Belajar Kimia pada Konsep Laju Reaksi.
106016200633, 1–150.
Nasution. (2018). Ilmu pengetahuan dan tektonolgi dalam pendidikan. Bumi Aksara.
Oemar Hamalik. (2001). Proses Belajar Mengajar. PT Bumi Aksara.
Rahel Br Ginting. (2015). Pengaruh Model Pembelajaran Discovery Learning Terhadap Hasil Belajar Pada Mata Pelajaran Ekonomi Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Tiganderket. In Universitas Negeri Medan (Vol. 1, Nomor 1). Universitas negeri Medan.
Saputra, M. I. (2015). Hakekat Pendidik Dan
Peserta Didik Dalam Pendidikan Islam. Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan
Islam, 6, 102–121.
http://ejournal.radenintan.ac.id/index .php/tadzkiyyah/article/view/1517 Sugiyono. (2017). Metode Penelitian
Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D.
Cv.Alfabeta.
Sulistyo. (2014). Penerapan model pembelajaran discovery learning terhadap hasil belajar siswa.
Suprijono. (2013). Cooperative learning teori dan aplikasi PAIKEM. Pustaka Belajar.
Talakua, J. F. D., & Therik, W. M. A.
(2016). Analisis Kerjasama Aktor- Aktor Non Pemerintah Dalam Peningkatan Sumber Daya Manusia Sebagai Indikator Keberhasilan Pembangunan Pendidikan. Jurnal Studi Pembangunan Interdisiplin, 15(2), 120–
144.
Wardoyo. (2013). Teori dan aplikasi pembelajaran dalam pembentukan karakter. Alfa Beta.