18
Konsep Desain
4.1 Landasan Teori
Teori Komunikasi Visual
Definisi Komunikasi menurut KBBI adalah pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yg dimaksud dapat dipahami; hubungan; kontak.
Menurut www.wikipedia.org, komunikasi visual adalah sebuah rangkaian proses penyampaian kehendak atau maksud tertentu kepada pihak lain dengan penggunaan media penggambaran yang hanya terbaca oleh indera penglihatan. Komunikasi visual mengkombinasikan seni, lambang, tipografi, gambar, desain grafis, ilustrasi dan warna dalam penyampaiannya lalu sekarang ini menjadi ilmu yang disebut Desain Komunikasi Visual.
Teori Psikologi Persepsi Terhadap Komunikasi Visual
Dalam psikologi, persepsi visual adalah kemampuan manusia untuk menginterpretasikan informasi yang ditangkap oleh mata. Hasil dari persepsi ini disebut sebagai penglihatan (eyesight, sight atau vision). Unsur-unsur ragam psikologi dalam penglihatan secara umum terangkum dalam sistem visual (visual system). Sistem visual pada manusia memungkinkan untuk beradaptasi dengan informasi dari lingkungannya. Masalah utama dari persepsi visual ini tidak semata-mata apa yang dilihat manusia melalui retina matanya. Namun lebih daripada itu adalah bagaimana menjelaskan persepsi dari apa yang benar-benar manusia lihat. Studi awal dari psikologi persepsi dimulai dari dua kelompok besar dari pemikiran Yunani Kuno yang menjelaskan mengenai bagaimana penglihatan itu mengemban tugasnya. Yang pertama adalah teori emission, sedangkan yang kedua adalah teori intromission.
Untuk harus menyampaikan suatu pesan yang sifatnya persuasif, maka peranan psikologi persepsi sangat dibutuhkan di sini. Sebagai penyampai pesan kita harus memahami keadaan dan sifat-sifat dari sasaran kita (target audience). Dengan kita memahami apa, siapa dan bagaimana dari sasaran kita. Sehingga semua apa yang kita sampaikan akan mengena dan efisien. Sebuah pesan akan percuma jika tidak dipahami oleh penerimanya. Bila kita bicara dengan perbandingan biaya yang kita keluarkan, maka hal tersebut sama saja dengan pemborosan. Dengan demikian sebelum kita melakukan penyampaian pesan, kita
harus pahami dulu sasaran kita.Setelah itu baru menentukan bagaimana pesan tersebut disampaikan.
Menurut Wikipedia, Gestalt adalah sebuah teori yang menjelaskan proses persepsi melalui pengorganisasian komponen-komponen sensasi yang memiliki hubungan, pola, ataupun kemiripan menjadi kesatuan. Teori gestalt beroposisi terhadap teori strukturalisme.Teori gestalt cenderung berupaya mengurangi pembagian sensasi menjadi bagian-bagian kecil.
Teori ini dibangun oleh tiga orang, Kurt Koffka, Max Wertheimer, and Wolfgang Köhler. Mereka menyimpulkan bahwa seseorang cenderung mempersepsikan apa yang terlihat dari lingkungannya sebagai kesatuan yang utuh.Teori gestalt banyak dipakai dalam proses desain dan cabang seni rupa lainnya, karena banyak menjelaskan bagaimana persepsi visual bisa terbentuk. Persepsi jenis ini bisa terbentuk karena:
1. Kedekatan posisi (proximity) 2. Kesamaan bentuk (similiarity) 3. Penutupan bentuk
4. Kesinambungan pola (continuity) 5. Kesamaan arah gerak (common fate)
Faktor inilah yang menyebabkan kita sering bisa merasakan keteraturan dari pola-pola yang sebenarnya acak.Misalnya saat seseorang melihat awan, dia dengan mudah bisa menemukan bentuk muka seseorang. Hal ini disebut pragnan.
Teori Keindahan
Menurut Herbert Read, Setiap teori seni harus dimulai dengan anggapan bahwa manusia memberikan reaksi terhadap bentuk, massa dan permukaan dari benda-benda yang dilihatnya, dan bahwa komposisi dan penataan unsur-unsur tersebut menimbulkan rasa senang pada diri manusia. Kemampuan untuk menangkap komposisi dan penataan yang menyenangkan ini dimungkinkan karena manusia memiliki rasa keindahan (a sense of beauty). Keindahan adalah suatu hubungan formal dari pengamatan yang menimbulkan rasa senang. Menurut Leo Tolstoy, keindahan ialah sesuatu yang dapat mendatangkan rasa menyenangkan bila dilihat (visual). Menurut Alexander Baumgarten, Keindahan itu dipandangan sebagai kesatuan yang merupakan susunan yang teratur dari bagian-bagian yang mempunyai hubungan erat satu sama lain dan keseluruhan.
Teori Buku
Menurut wikipedia, buku adalah kumpulan kertas atau bahan lainnya yang dijilid menjadi satu pada salah satu ujungnya dan berisi tulisan atau gambar. Setiap sisi dari sebuah lembaran kertas pada buku disebut sebuah halaman. Seiring dengan perkembangan dalam bidang dunia informatika, kini dikenal pula istilah e-book atau buku-e (buku elektronik), yang mengandalkan komputer dan internet (jika aksesnya online).
Teori Publikasi
Arti mempublikasikan dalam wikipedia adalah membuat konten yang diperuntukkan bagi publik atau umum.Sementara penggunaan yang lebih spesifik dapat bervariasi dimasing-masing negara, biasanya diterapkan untuk teks, gambar, atau konten audio visual lainnya di media apapun, termasuk kertas (seperti surat kabar, majalah, katalog, dll) atau bentuk penerbitan elektronik seperti situs, buku elektronik, CD, dan MP3. Kata publikasi berarti tindakan penerbitan, dan juga mengacu pada setiap salinan.
Dalam buku Publication Design Workbook : A Real-World Design Guide by Timothy Samara, dituliskan bahwa publikasi memperluas penerapan teks dan gambar, dengan demikian memberikan banyak pertimbangan untuk desainer dalam mendesainnya. Tidak seperti single-format items, contohnya seperti poster atau iklan, dokumen-dokumen tersebut bahkan berisi lebih dari 11-12 halaman, menjadikan desainer perlu fokus pada permasalahan yang berhubungan dengan keterbacaan ; mengatur konten-konten yang banyak ke dalam bidang yang berhubungan dengan informasi yang banyak untuk dibaca keseluruhan oleh pembaca, menjadikan tipografi berfungsi untuk membuat pembaca nyaman untuk membaca halaman-halaman buku yang banyak dan tebal namun membuat pembaca tetap betah untuk melihat dan membacanya. Penataan halaman dan bagian untuk mengakomodasikan berbagai macam konten; apakah halaman tersebut berbasis gambar ataupun teks, serta mengintegrasikan gambar dengan tipografi untuk mencapai suatu bentuk kesatuan yang membangun komunikasi lebih terarah dan lebih banyak.
Teori Layout
Menurut Gavin Amborse & Paul Harris dalam Layout ( London 2005), Layout adalah penyusunan dari elemen-elemen desain yang berhubungan kedalam sebuah bidang sehingga membentuk susunan artistik. hal ini bisa juga disebut manajemen bentuk dan bidang. Tujuan utama layout adalah menampilkan elemen gambar dan teks agar menjadi komunikatif dalam sebuah cara yang dapat memudahkan pembaca menerima informasi yang disajikan.
Grid System
Sebuah grid diciptakan sebagai solusi terhadap permasalahan penataan elemen-elemen visual dalam sebuah ruang. Grid systems digunakan sebagai perangkat untuk mempermudah menciptakan sebuah komposisi visual. Melalui grid system, seorang perancang grafis dapat membuat sebuah sistematika guna menjaga konsistensi dalam melakukan repetisi dari sebuah komposisi yang sudah diciptakan. Tujuan utama dari penggunaan grid systems dalam desain grafis adalah untuk menciptakan suatu rancangan yang komunikatif dan memuaskan secara estetik.
The Golden Section
Sebelum kita bisa membuat grid, kita memerlukan sebuah halaman untuk meletakkannya. Di bidang seni grafis, proporsi agung menjadi dasar pembuatan ukuran kertas dan prinsip tersebut dapat digunakan untuk menyusun keseimbangan sebuah desain. Proporsi agung sudah ditemukan sejak jaman kuno untuk menghadirkan proporsi yang sangat sempurna dan indah.
Membagi sebuah garis dengan perbandingan mendekati rasio 8 : 13 berarti bahwa jika garis yang lebih panjang dibagi dengan garis yang lebih pendek hasilnya akan sama dengan pembagian panjang garis utuh sebelum dipotong dengan garis yang lebih panjang tadi.
Proporsi agung juga dikenal dalam istilah deret bilangan fibonacci yaitu deret bilangannya adalah hasil jumlah dari dua bilangan sebelumnya dan di mulai dari nol.Deret bilangan ini memiliki rasio 8 : 13 yaitu rasio proporsi agung. Bilangan ini sering dipakai dalam pengukuran bangunan, arsitektur, karya seni, huruf hingga layout sebuah halaman karena proporsinya yang harmonis. 0 1 1 2 3 5 8 13 21 34 55 89 144 233 377....
Sebuah obyek yang mempunyai proporsi agung mampu sekaligus memuaskan mata dan tercemin pada benda-benda alam. Ujung daun pakis dna spiral dalam rumah keong adalah contoh yang paling populer.
The Symmetrical Grid
Dalam grid simetris, halaman kanan akan berkebalikan persis seperti bayangan cermin dari halamn kiri. Ini memberikan 2 margin yang sama baik margin luar maupun margin dalam untuk menjaga proporsi. margin luar memiliki bidang yang lebih lebar. Layout klasik yang dipelopori oleh Jan Tschichold (1902 - 1974) seorang typografer dari Jerman ini didasari ukuran halaman dengan proporsi 2 : 3.
Teori Warna
Lingkaran Warna
Menurut buku “Color Basic Panduan Dasar Warna", dalam pembagian warna, kita menggunakan Lingkaran warna (color wheel). Warna-warna dalam lingkaran warna terdiri atas tiga bagian yaitu :
1. Warna Primer terdiri atas warna merah, kuning dan biru. Warna primer merupakan warna dasar dalam lingkaran warna.
2. Warna Sekunder terdiri orange, hijau dan ungu. Warna sekunder merupakan percampuran dua warna primer dengan perbandingan yang sama. Warna orange merupakan pencampuran warna merah dan kuning. Warna hijau merupakan pencampuran warna biru dan kuning, sedangkan warna ungu adalah pencampuran warna merah dan biru.
3. Warna Tersier merupakan pencampuran antara warna primer dan sekunder disebelahnya dengan perbandingan yang sama. Tersier terlihat unik dan cantik, seperti warna hijau limau (lime green) dihasilkan dari campuran warna hijau dan kuning. Ada warna Hijau toska dihasilkan dari campuran hijau dan biru. Warna indigo adalah campuran dari biru dan ungu.
Warna Additive
Pencampuran warna additive adalah pencamuran warna primer cahaya yang terdiri atas warna red, green dan blue dimana pencampuran ketiga warna primer dengan jumlah yang sama akan menghasilkan warna putih. Kombinasi antara dua warna primer akan menghasilkan warna sekunder. Warna sekunder tersebut yaitu: Cyan (gabungan warna green dan blue), magenta (gabungan warna blue dan red) dan yellow (gabungan warna red dan green).
Warna Subtractive
Warna subtractive adalah warna sekunder dari warna additive, namun secara material warna subtractive berbeda dengan warna additive. Warna additive dibentuk dari cahaya, sedangkan warna subtractive dibentuk dari pigmen warna yang bersifat transparan.
Tipografi
Menurut buku "Huruf Font Tipografi" karangan Surianto Rustan, S.Sn menerangkan bahwa secara tradisional istilah tipografi berkaitan erat dengan pengaturan huruf dan pencetakannya.Pengaruh perkembangan teknologi digital yang sangat pesat pada masa kini membuat maknanya semakin meluas. Kini tipografi dimaknai sebagai: segala disiplin yang berkenaan dengan huruf. Pada prakteknya, saat ini tipografi telah jauh berkolaborasi dengan bidang - bidang lain, seperti multimedia dan animasi, web
dan online media lainnya, sinematografi, interior, arsitektur, desain produk dan lain - lain.
Ilustrasi
Menurut Wikipedia Ilustrasi adalah hasil visualisasi dari suatu tulisan dengan teknik drawing, lukisan, fotografi, atau teknik seni rupa lainnya yang lebih menekankan hubungan subjek dengan tulisan yang dimaksud daripada bentuk.Tujuan ilustrasi adalah untuk menerangkan atau menghiasi suatu cerita, tulisan, puisi, atau informasi tertulis lainnya.Diharapkan dengan bantuan visual, tulisan tersebut lebih mudah dicerna.
Fungsi khusus ilustrasi antara lain:
Memberikan bayangan setiap karakter di dalam cerita
Memberikan bayangan bentuk alat-alat yang digunakan di dalam tulisan ilmiah Memberikan bayangan langkah kerja
Mengkomunikasikan cerita.
Menghubungkan tulisan dengan kreativitas dan individualitas manusia. Memberikan humor-humor tertentu untuk mengurangi rasa bosan. Dapat menerangkan konsep.
4.2 Strategi Kreatif
Strategi Komunikasi :
- Materi yang disampaikan jelas dan to the point
- Desain buku yang menarik dan colorful, ditambah dengan penataan layout, tipografi, juga memakai unsur ilustrasi
- Desain ilustrasi disesuaikan dengan target primer yaitu remaja muda
- Adanya item-item yang disertakan untuk diberikan secara gratis untuk pembeli utama di toko-toko buku tertentu sebagai strategi promosi buku ini
Target :
Target utamanya adalah remaja muda yang gemar membaca, dimana peran buku ini supaya anak-anak muda telah mengetahui tentang PP sejak dini. Target sekundernya adalah masyarakat umum yang juga bisa belajar tentang PP dari buku ini.
Positioning :
Satu-satunya buku pedoman Pertolongan Pertama yang mempunyai desain dan ilustrasi yang menarik.
USP (Unique Selling Preposition) :
Menggunakan ilustrasi yang lebih menarik tapi juga mudah dimengerti semua orang. Anak-anak muda pun lebih mudah mempelajarinya karena desainnya yang menarik.
Tone and Manner : - Menarik - Colorful - Jelas - Informatif - Efisien Big Idea :
Buku Pedoman Pertolongan Pertama untuk yang mempunyai desain yang menarik, namun juga informatif dan mudah dimengerti untuk menarik minat baca dan pengetahuan tentang Pertolongan Pertama dengan target remaja.
Fakta Kunci :
- Walau telah dijelaskan dengan kata-kata yang cukup jelas dan detail, tetap saja Pertolongan Pertama masih sulit dilakukan oleh orang awam terutama dengan luka berat, karena takut akan terjadi kesalahan juga dalam melakukannya
- Salah satu faktor kurangnya minat baca orang-orang pada buku pedoman PP adalah dikarenakan desain bukunya yang rata-rata standard dan kurang menarik serta kekurangannya minat orang-orang untuk membaca isi pedoman tata cara PP.
- Buku mengenai Pedoman Pertolongan Pertama juga sangat jarang diproduksi PMI untuk kalangan umum, serta tidak pernah menjual buku panduan tersebut di toko buku umum yang sesuai kategori umur tertentu.
Keywords :
- Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan - Pertolongan Pertama
- Remaja - Ilustrasi
Key Message :
Buku ini menjadikan anak muda tertarik untuk mengetahui tentang PP dan mempermudah mereka untuk mengerti petunjuk-petunjuk dalam panduannya.
Pendekatan Rasional :
Buku panduan Pertolongan Pertama ini menampilkan tehnik-tehnik atau tata cara pengobatan cedera yang lengkap dengan visual yang menarik serta colorful.
Pendekatan Emosional :
Visual yang menggunakan ilustrasi dengan warna-warna ceria yang bisa menimbulkan semangat bagi pembacanya sehingga anak-anak muda senang membacanya serta lebih cepat mengerti dan mengingat isinya.
4.3 Perencanaan Media :
Untuk display : buku, pembatas buku, poster, banner, goodie bag, perlengkapan PP.
Judul buku : “Pedoman Pertolongan Pertama” Ukuran buku : A5 (148mm x 210mm)
Daftar isi :
Cover depan Colofon
Kata Pengantar (Prakata) Daftar Isi
Pentingnya Pertolongan Pertama...2
Peralatan Yang Harus Tersedia...8
Pengenalan Anatomi dan Faal Dasar...12
Jenis-Jenis Luka dan Perawatannya... 22
Luka Bakar...32
Penyakit Mendadak...38
Tindakan Awal Terhadap Korban...46
Patah Tulang...54
Transportasi Korban...64
Referensi...71 Cover belakang