• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB II LANDASAN TEORI"

Copied!
30
0
0

Teks penuh

(1)

5 2.1. Konsep Dasar Sistem

Proses pembuatan suatu sistem, perlu dipelajari dan dipahami terlebih dahulu teori-teori pendukung yang berhubungan erat dengan sistem itu sendiri, dengan demikian sistem itu sendiri banyak dipelajari dan dianalisa. Sistem secara umum dapat di definisikan sebagai suatu totalitas suatu himpunan bagian-bagian yang satu sama lain saling berhubungan sedemikian rupa sehingga menjadi satu kesatuan yang terpadu untuk mencapai suatu tujuan tertentu, disini penulis menggunakan beberapa landasan teori pendukung yang dapat digunakan sebagai dasar dalam pembuatan mengenai sistem.

2.1.1. Pengertian Sistem

Terdapat dua kelompok pendekatan dalam mendefinisikan sistem, yaitu yang menekankan pada prosedurnya dan yang menekankan pada komponen atau elemennya. Pendekatan sistem yang lebih menekankan pada prosedur mendefinisikan sistem sebagai berikut:

Menurut Fitzgrald,et,al Jerry (2014:1), “suatu sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu.”

(2)

Pendekatan sistem yang merupakan jaringan kerja dari prosedur lebih menekankan urutan-urutan operasi di dalam sistem. Prosedur didefinisikan oleh Neuschel sebagai berikut:

Menurut Neuschel (2014:1), “suatu prosedur suatu urutan-urutan operasi (full menulis), biasanya melibatkan beberapa orang didalam satu orang atau lebih departemen, yang diterapkan untuk menjamin penanganan yang seragam dari transaksi-transaksi bisnis yang terjadi.”

Menurut Gerald (2014:2) “prosedur adalah urutan-urutan yang tepat dari tahapan-tahapan yang menerangkan apa (what) yang harus dikerjakan, siapa

(who) yang mengerjakannya, kapan (when) dikerjakan dan bagaimana (how)

mengerjakannya.”

Berdasarkan definisi diatas, maka dapat disimpulkan sistem adalah sekelompok unsur yang saling terhubung satu sama lain yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu.

2.1.2. Karakteristik Sistem

Menurut Sutabri (2012:20) “sebuah sistem mempunyai karakteristik atau sifat-sifat tertentu yang mencirikan bahwa hal tersebut bisa dikatakan sebagai suatu sistem”. Adapun karakteristik yang dimaksud sebagai berikut :

Unsur-unsur itu adalah karekteristik sistem. Sistem mempunyai karakteristik atau sifat-sifat tertentu, sebagai berikut:

1. Komponen (Components)

Komponen-komponen sistem atau elemen-elemen sistem yang berupa suatu sub sistem atau bagian-bagian dari sistem. Setiap subsistem mempunyai

(3)

sifat-sifat dari sistem untuk menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan.

Sesuatu yang bertugas membatasi bagian satu dengan bagian lain, dan memungkinkan terjadinya interaksi atau komunikasi antar bagian.

2. Batasan (Boundary)

Merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya.

3. Lingkungan Luar Sistem (Environment)

Suatu sistem apapun diluar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem.

4. Penghubung Sistem (Interface)

Merupakan media penghubung antara satu sub sistem dengan sub sistem lainnya. Melalui penghubung ini memungkinkan sumber-sumber daya mengalir dari satu sub sistem ke sub sistem lainnya.

5. Masukan Sistem (Input)

Sesuatu energi yang dimasukan kedalam sistem. Masukan dapat berupa masukan perawatan (maintenance input) yaitu energi yang dimasukan supaya sistem tersebut dapat beroperasi dan masukan sinyal (signal input) energi yang diproses oleh sistem untuk didapatkan keluaran.

6. Keluaran Sistem (Output)

Hasil dari energi yang diolah dan di klasifikasikan menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan. Keluaran dapat merupakan masukan untuk sub sistem yang lain atau kepada supra sistem.

(4)

7. Pengolahan Sistem

Bagian yang bertugas mengolah atau mengubah masukan menjadi keluaran. 8. Sasaran Sistem

Suatu sistem pasti mempunyai tujuan (goal) atau sasaran (objective). Sasaran dari sistem sangat menentukan sekali masukan yang dibutuhkan sistem dan keluaran yang akan dihasilkan sistem dan dikatakan berhasil jika mengenai sasaran dan tujuannya.

2.1.3. Klasifikasi Sistem

Menurut Sutabri (2012:22) “Sistem merupakan suatu bentuk integrasi antara satu komponen dengan komponen lain karena sistem memiliki sasaran yang berbeda untuk setiap kasus yang terjadi dalam sistem tersebut”. Sistem dapat diklasifikasikan dari beberapa sudut pandang diantaranya:

1. Sistem Abstrak dan Sistem Fisik

Sistem abstrak merupakan sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik. Misalnya sistem teologi, yaitu sistem yang berupa pemikiran-pemikiran hubungan antara manusia dengan Tuhan. Sistem fisik merupakan sistem yang ada secara fisik. Misalnya sistem komputer, sistem akuntansi, dan sistem persediaan barang.

2. Sistem Alamiah dan Sistem Buatan manusia

Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi melalui proses alam, tidak dibuat manusia. Misalnya sistem perputaran bumi, sistem buatan manusia adalah sistem yang melibatkan interaksi manusia dengan mesin yang disebut human

(5)

3. Sistem Tertentu dan Sistem tidak tertentu.

Sistem tertentu adalah sistem yang beroperasi dengan tingkah laku yang dapat diprediksi. Sebagai contoh adalah hasil pertadingan sepak bola. Sistem tak tentu adalah sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur probabilitas, misalnya kematian seseorang.

4. Sistem Tertutup dan Sistem Terbuka.

Sistem tertutup adalah sistem yang tidak berhubungan dan tidak terpengaruh dengan lingkungan luarnya. Sistem ini bekerja secara otomatis tanpa adanya campur tangan dari pihak di luarnya, contohnya adalah sistem adat masyarakat Baduy. Sedangkan sistem terbuka adalah sistem yang berhubungan dan terpengaruh dengan lingkungan luarnya. Sistem ini menerima masukan dan menghasilkan keluaran untuk lingkungan luar atau subsistem yang lainnya, misalnya sistem musyawarah.

5. Sistem terbuka

Adalah sistem yang berhubungan dan terpengaruh dengan lingkungan luarnya. Sistem ini menerima masukan dan menghasilkan keluaran untuk lingkungan luar. Data merupakan bentuk yang masih mentah yang belum dapat bercerita banyak sehingga perlu diolah lebih lanjut. Data diolah melalui model untuk menghasilkan informasi.

2.1.4. Konsep Dasar Sistem Informasi

Informasi adalah data yang telah diolah kedalam satu bentuk tertentu sehingga mempunyai arti bagi penerimanya, hal ini meliputi dengan semua data

(6)

yang membantu dan memperluas pengetahuan yang diperlukan untuk mengambil keputusan dalam bertindak, serta memungkinkan dilaksanakannya komunkasi.

Menurut Sutabri (2012:22), “informasi adalah data yang telah didefinisikan atau diolah atau diinterpretasikan untuk digunakan dalam proses pengambilan keputusan”.

Pada dasarnya informasi berbeda dengan data, dengan kata lain informasi adalah data yang telah diolah dan dapat digunakan sebagai dasar keputusan. Dalam proses pengambilan keputusan, kebutuhan yang cukup mendasar adalah informasi-informasi yang menunjang keputusan tersebut.

Menurut Krismiaji (2015:15), “kualitas atau karakteristik informasi harus memiliki 6 (enam) hal” yaitu:

1. Relevan

Menambah pengetahuan atau nilai bagi para pembuat keputusan, dengan cara mengurangi ketidakpastian menaikan kemampuan untuk memprediksi, atau menegaskan atau membenarkan ekspetasi semula.

2. Dapat dipercaya

Bebas dari kesalahan atau kebiasaan dan secara akurat menggambarkan kejadian atau aktifitas organisasi.

3. Lengkap

Tidak menghilangkan data penting yang dibutuhkan oleh para pemakai. 4. Tepat Waktu

Disajikan pada saat yang tepat untuk mempengaruhi proses pembuatan keputusan.

(7)

5. Mudah dipahami

Disajikan dalam format yang mudah dimengerti. 6. Dapat diuji kebenarannya

Memungkinkan dua oarng yang kompeten untuk menghasilkan informasi yang sama secara independe.

2.1.5. Pengertian Sistem Informasi

Menurut Sutabri (2012:46), Sistem Informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolah transaksi harian yang mendukung fungsi operasi organisasi yang bersifat manajerial dengan kegiatan strategi dari suatu organisasi untuk dapat menyediakan kepada pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.

1. Komponen Sistem Informasi

Menurut Sutabri (2012:47) mengemukakan bahwa Sistem informasi terdiri dari komponen-komponen yang disebut blok bangunan (Building

Block), yang terdiri dari blok masukan, blok model, blok keluaran, blok

teknologi, blok basis data, dan blok kendali. Sebagai suatu sistem, keenam blok bangunan tersebut masing-masing saling berinteraksi satu dengan yang lain membentuk suatu kesatuan untuk mencapai sasaran. Blok bangunan itu terdiri dari:

a. Blok Masukan (input block)

Input memiliki data yang masuk ke dalam sistem informasi dan metode-metode untuk menangkap data yang dimasukkan, yang dapat berupa dokumen dasar.

b. Blok Model (Model Block)

Blok ini terdiri dari kombinasi prosedur logika dan model matematik yang akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan dibasis data dengan cara yang sudah tertentu untuk menghasilkan keluaran yang sudah di inginkan.

(8)

c. Blok Keluaran (Output Block)

Produk dari sistem informasi adalah keluaran yang merupakan informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen serta semua pemakai sistem.

d. Blok Teknologi (Technology Block)

Blok teknologi digunakan untuk menerima input, menyimpan dan ,mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan keluaran dari sistem secara keseluruhan. Terdiri dari tiga bagian utama yaitu teknisi

(brainware), perangkat lunak (software) dan perangkat keras (hardware).

e. Blok Basis Data (Database Block)

Basis data merupakan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya, tersimpan di perangkat keras komputer dan digunakan perangkat lunak (software) untuk memanipulasinya, basis data bisa di akses dan dimanipulasinya.

2.1.6. Pengertian Sistem Informasi Akuntansi

Sistem informasi akuntansi secara garis besar dapat digambarkan sebagai rangkaian aktivitas yang menggambarkan proses data-data dari aktivitas bisnis pengolahan data keuangan perusahaan dengan menggunakan sistem informasi komputer yang terintegrasi secara harmonis.

Menurut Setiawati dkk (2011:4), “Sistem informasi akuntansi adalah sistem yang bertujuan untuk mengumpulkan dan memproses data serta melaporkan informasi yang berkaitan dengan transaksi keuangan”.

(9)

1. Manfaat dan Tujuan sistem Informasi Akuntansi

Menurut Lilis dkk (2011:5) tujuan dari sistem informasi akuntansi sebagai berikut:

a. Mengamankan harta atau kekayaan perusahaan. Harta atau kekayaan meliputi kas perusahaan, aset tetap perusahaan.

b. Menghasilkan beragam informasi untuk pengembilan keputusan untuk pihak internal maupun eksternal.

c. Menghasilkan informasi untuk penilaian kinerja karyawan atau divisi. d. Menyediakan data masa lalu untuk kepentingan audit atau pemeriksaan. e.Menghasilkan informasi untuk penyusunan dan evaluasi anggaran

perusahaan.

f. Menghasilkan informasi yang diperlukan dalam kegiatan perencanaan dan pengendalian.

2.1.7. Pengertian Akuntansi

Menurut Harapan (2011:3) “akuntansi adalah menyangkut angka-angka yang akan dijadikan dasar dalam proses pengambilan keputusan, angka itu menyangkut uang atau nilai moneter yang menggambarkan catatan dari transaksi perusahaan”. Definisi lain tentang akuntansi menurut sudibyo dalam harapan (2011:6) adalah “tecghnology, yaitu mengubah data atau bukti-bukti transaksi menjadi model informasi yang lebih bermanfaat bagi para pemakai”.

(10)

2.1.8. Siklus Akuntansi

Pengertian siklus akuntansi dalam buku berjudul Sistem Informasi

Akuntansi adalah “proses pengidentifikasi bukti transaksi dan pencatatannya

dalam akuntansi”. Menurut Awiat dkk (2011:39)

Menurut Puspitawati dkk, siklus akuntansi dalam bukunya Sistem

Informasi Akuntansi digambarkan sebagai berikut:

Sumber: Puspitawati dkk, (2011:39)

Gambar II.1. Siklus Akuntansi

Berikut penjelasan masing-masing langkah dalam siklus akuntansi formal diatas menurut Puspitawati dkk, (2011:39):

a. Data Transaksi

Transaksi dapat didefinisikan sebagai aktifitas perusahaan yang berkaitan dengan masalah ekonomi atau keuangan. Aktifitas perusahan yang berkaitan dengan masalah keuangan harus dicatat dalam pembukuan perusahaan yang nantinya digunakan untuk membuat laporan keuangan perusahaan.

b. Jurnal (Posting)

Jurnal umum adalah buku pencatatan untuk menginput data transaksi keuangan atau bisnis yang telah terjadi dalam suatu perusahaan.

c. Buku Besar (Ledger)

Buku besar merupakan tempat yang digunakan untuk mengelompokan transaksi-transaksi keuangan contoh dalam aktiva lancar dapat terdapat

(11)

perkiraan kas, piutang, persediaan barang dagang, surat-surat berharga (investasi jangka pendek).

d. Neraca Saldo (Trial Balance)

Neraca saldo (Trial Balance) adalah kumpulan dari saldo-saldo dari perkiraan yang ada dibuku besar.

e. Penyesuaian (Adjusment)

Jurnal penyesuaian merupakan jurnal yang dipergunakan untuk menyesuaikan saldo perkiraan-perkiraan di buku besar pada akhir periode pembukuan.

f. Kertas Kerja (Worksheet)

Kertas kerja atau neraca lajur (worksheet) merupakan form,kertas atau berupa catatan yang digunakan untuk membuat ringkasan mengenai pembukuan perusahaan yang terdiri dari kolom neraca saldo, kolom penyesuaian, kolom neraca setelah penyesuaian, kolom laporan laba rugi dan kolom neraca.

g. Laporan Keuangan (Financial Statement)

Setelah transaksi diringkas dan digolongkan, laporan keuangan harus disusun berdasarkan data-data transaksi tersebut. Laporan dari perhitungan akuntansi menyediakan beberapa informasi yang dinamakan laporan keuangan (financial statement).

2.1.9. Sistem Arus Kas

Menurut Sutabri (2012:39) sistem informasi terdiri dari komponen-komponen yang disebut blok bangunan (building block), yang terdiri dari:

(12)

1. Blok Masukan (Input Block)

Input mewakili data yang masuk kedalam sistem informasi, input disini

termasuk metode-metode dan media yang menangkap data yang akan dimasukkan dapat berupa dokumen-dokumen dasar.

2. Blok Model (Model Block)

Blok ini terdiri dari kombinasi prosedur, logika, dan model matematik yang akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan di basis data dengan cara yang sudah ditentukan untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan. 3. Blok Keluaran (Output Block)

Produk dari sistem informasi adalah keluaran yang merupakan informasi yang berkualitas dan berguna untuk semua tingkatan manajemen serta pemakai sistem.

4. Blok Teknologi (Tecnology Block)

Teknologi digunakan untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan keluaran, dan membantu pengendalian dari sistem secara keseluruhan.

5. Blok Basis Data (Database Block)

Basis data (database) merupakan kumpulan data yang saling berhubungan satu sama lainnya, tersimpan diperangkat keras komputer dan digunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya.

6. Blok Kendali (Control Block)

Banyak hal yang dapat merusak sistem informasi, seperti bencana alam, api temperatur, air, debu, kecurang-curangan, kegagalan sistem itu sendiri.

(13)

2.1.10. Pengertian Penerimaan Kas

Menurut Soemarso S.R (2010:172) dalam buku yang berjudul Akuntansi Suatu Pengantar mengatakan bahwa “Penerimaan kas yaitu suatu transaksi yang menimbulkan bertambahnya saldo kas dan bank milik perusahaan yang diakibatkan adanya penjualan kecil produksi, penerimaan piutang maupun hasil transaksi lainnya yang menyebabkan bertambahnya kas”.

Menurut IAI (Ikatan Akuntansi Indonesia) (2010:5) melalui PSAP No.3 dalam buku yang berjudul Standar Akuntansi Keuangan yaitu “Penerimaan kas adalah semua aliran kas yang masuk kebendahara umum Negara atau daerah”.

2.1.11. Pengertian Pengeluaran Kas

Sistem akuntansi pokok yang digunakan untuk melaksanakan pengeluaran kas menurut Mulyadi (2010:509) adalah “sistem pengeluaran kas adalah dengan cek sistem dan sistem pengeluaran kas dengan uang tunai dana kas kecil”.

2.1.12. Jurnal

Menurut Puspitawati Dkk (2011:52) menjelaskan bahwa, “Jurnal adalah suatu catatan yang digunakan untuk mencatat transaksi berdasarkan dokumen perusahaan secara kronologis (menurut tanggal terjadinya transaksi)”.

Menurut Rudianto (2012:71) menjelaskan bahwa, “Buku Jurnal adalah media yang digunakan untuk mencatat transaksi perusahaan secara ringkas, permanen, dan lengkap, serta disusun secara kronologis untuk referensi di masa depan”.

(14)

Buku jurnal berbentuk empat kolom dengan manfaat yang saling menunjang satu dengan yang lainnya. Kolom pertama (tanggal) berfungsi untuk mencatat tanggal transaksi. Kolom kedua (keterangan) adalah untuk mencacat aktivitas transaksi sesuai nama perkiraan/akun yang terkait dan penjelasan yang diperlukan. Kolom ketiga (ref) berguna untuk mencatat referensi yang terkait dengan buku besar. Kolom keempat (jumlah) dibagi menjadi dua kolom, yaitu kolom debet dan kolom kredit, yang berguna untuk mencatat nilai transaksi.

2.2. Peralatan Pendukung (Tool System)

Merancang model sistem informasi yang diusulkan dalam logical model, media ini merupakan alat yang tepat digunakan untuk menggambarkan model dari sistem dimana simbol-simbol, lambang-lambang dan diagram-diagram menunjukkan secara tepat arti fisiknya. Peralatan yang dimaksud seperti diagram

unified modelling language, entity relationship diagram, logical record structure

dan lain sebagainya.

2.2.1. UML (Unified Modelling Language)

Menurut Rosa dan Shalahuddin (2013:137), “UML merupakan bahasa visual untuk permodelan dan komunikasi mengenai sebuah sistem dengan menggunakan diagram dan teks-teks pendukung”.

Berdasarkan definisi di atas, maka dapat disimpulkan Unified Modeling

Language (UML) adalah suatu alat bantu yang dapat digunakan dalam bahasa

(15)

Ada beberapa tujuan atau fungsi dari penggunaan UML, yang diantaranya:

1. Dapat memberikan bahasa permodelan visual kepada pengguna dari berbagai macam pemerograman maupun proses rekayasa.

2. Dapat menyatukan praktek-praktek terbaik yang ada dalam permodelan.

3. Dapat memberikan model yang siap untuk digunakan, merupakan bahasa permodelan visual yang ekspresif untuk mengembangkan sistem dan untuk saling menukar model secara mudah.

4. Dapat berguna sebagai blue print, sebab sangat lengkap dan detail dalam perancangannya yang nantinya akan diketahui informasi yang detail mengenai koding suatu program.

5. Dapat memodelkan sistem yang berkonsep berorientasi objek, jadi tidak hanya digunakan untuk memodelkan perangkat lunak (software) saja.

6. Dapat menciptakan suatu bahasa permodelan yang nantinya dapat dipergunakan oleh manusia maupun oleh mesin.

2.2.2. Jenis - jenis dari Diagram UML

Menurut Rosa dan M. Shalahudin (2013:140), pada UML terdiri dari 13 macam diagram yang dikelompokan dalam tiga kategori. Berikut ini penjelasan singkat dari pembagian kategori tersebut:

1. Structure diagram, yaitu kumpulan diagram yang digunakan untuk menggambarkan suatu struktur statis dari sistem yang dimodelkan. Structure diagram terdiri dari class diagram, object diagram, component diagram, somposite structure diagram, package diagram dan deployment diagram.

(16)

2. Behavior diagram, yaitu kumpulan diagram yang digunakan untuk menggambarkan kelakuan sistem atau rangkaian perubahan yang terjadi pada sebuah sistem. Behavior diagram terdiri dari Use Case diagram, activity diagram, state machine system.

3. Interaction diagram, yaitu kumpulan udiagram yang digunakan untuk menggambarkan interaksi sistem dengan sistem lain maupun interaksi antar subsistem pada suatu sistem. Interaction diagram terdiri dari Squence diagram, communication diagram, timing diagram, interaction overview diagram.

Ada beberapa diagram yang dikelompokkan dalam tiga kategori. Pembagian kategori dan macam-macam diagram tersebut akan dijelaskan sebagai berikut:

a. Use Case Diagram

Menurut Rosa dan M. Shalahuddin (2014:155), “use case atau diagram use

case merupakan pemodelan untuk kelakuan (behavior) sistem informasi

yang akan dibuat”. Use case mendeskripsikan sebuah interaksi antara satu atau lebih aktor dengan sistem informasi yang akan dibuat. Secara kasar,

use case digunakan untuk mengetahui fungsi apa saja yang ada di dalam

sebuah sistem informasi dan siapa saja yang berhak menggunakan fungsi-fungsi itu. Berikut adalah simbol-simbol yang ada pada use case diagram:

(17)

Sumber: Rosa A.S dan M.Shalahuddin (2013 : 204)

Gambar II.2. Use Case Diagram b. Activity Diagram

Menurut Rossa dan M.Shalahuddin (2013:161) mengatakan bahwa, “Diagram aktivitas atau activity diagram menggunakan workflow (aliran kerja) atau aktivitas dari sebuah sistem atau proses bisnis atau menu yang ada pada perangkat lunak”. Diagram aktivitas atau activity diagram menggambarkan aliran kerja atau aktivitas dari sebuah sistem atau proses

(18)

bisnis atau menu yang ada pada perangkat lunak. Diagram aktivitas menggambarkan aktivitas sistem bukan apa yang dilakukan aktor, jadi aktivitas yang dapat dilakukan oleh sistem.

Sumber : Rosa A.S dan M.Shalahuddin (2013:235) Gambar II.3. Activity Diagram c. Sequence Diagram

Menurut Rossa dan M.Shalahuddin (2013:165) mengatakan bahwa “Diagram sequence menggambarkan kelakuan objek pada use case dengan mendeskripsikan waktu hidup objek dan message yang dikirimkan dan diterima antar objek”. Untuk menggambarkan diagram sequence maka harus diketahui objek-objek yang terlibat dalam sebuah use case beserta metode-metode yang dimiliki kelas yang menjadi objek itu. Membuat diagram sequence juga dibutuhkan untuk melihat skenario yang ada pada

(19)

use case. Banyaknya diagram sequence yang harus digambar adalah

minimal sebanyak pendefinisian use case yang memiliki proses sendiri atau yang penting semua use case yang telah di definisikan interaksi jalannya pesan sudah dicakup pada diagram sequence sehingga semakin bnayak use case yang didefinisikan maka diagram sequence yang harus dibuat juga semakin banyak.

Sumber: Rosa A.S dan M.Shalahuddin (2013 : 210) Gambar II.4. Sequence Diagram

d. Deployment Diagram

Diagram deployment menunjukkan konfigurasi komponen dalam proses eksekusi aplikasi. Diagram deployment juga dapat digunakan untuk memodelkan hal hal sebagai berikut:

1.) Sistem tambahan yang menggambarkan rancangan device, node, dan

hardware.

2.) Sistem client/server. 3.) Sistem terdistribusi murni.

(20)

4.) Rekayasa aplikasi ulang.

Sumber: Rosa A.S dan M.Shalahuddin (2013:237) Gambar II.5. Deployment Diagram

2.2.3. Spesifikasi File

Spesifikasi file memberikan rincian yang lebih lengkap. Hasil normalisasi data hanya menunjukan atribut (field) apa saja yang terdapat dalam sebuah file. Spesifikasi file berisi kode file, nama file, organisasi, record key boleh lebih dari satu jenis dan boleh beberapa filed. Tipe filed antara lain numeric,

character date dan Boolean.

Contoh:

Nama File : Surat transper

Kode file : Tabel_surat_Transper Primary key : No-ST

(21)

2.2.4. Entity Relationship Diagram (ERD)

Menurut Rosa dan M. Shalahuddin (2015:50) menyatakan bahwa “ERD (Entity Relationship Diagram) adalah bentuk paling awal dalam melakukan perancangan basis data relasional.” ERD (Entity Relationship Diagram) dikembangkan berdasarkan teori himpunan dalam bidang matematika. ERD (Entity Relationship Diagram) digunakan untuk pemodelan basis data rasional. ERD (Entity Relationship Diagram) memiliki beberapa aliran notasi seperti notasi Chen (dikembangkan oleh Petter chen), Barker (dikembangkan oleh Richard Barker, Ian Palmer, Harry Ellis), notasi Crows Foot, dan beberapa notasi lain. Namun yang banyak digunakan adalah notasi dari Chen. Berikut adalah notasi dari Chen yang digunakan pada ERD (Entity Relationship Diagram) yaitu:

Tabel II.1.

Simbol Diagram Hubungan Entitas

(22)

Pembentukan ERD terdapat 6 komponen yang akan dibentuk yaitu : 1. Entitas / Entity

Entitas merupakan data inti yang akan disimpan. Sebuah benda yang memiliki data dan harus disimpan datanya agar dapat diakses oleh aplikasi komputer. 2. Atribut

Atribut merupakan karakteristik dari entitas atau relasi yang menjelaskan detail tentang entitas tersebut. Atribut digambarkan dengan simbol oval.

3. Relasi

Relasi adalah hubungan yang terjadi antara satu entitas dengan entitas lainnya.

Relationship tidak mempunyai keberadaan fisik atau konseptual kecuali yang

diwarisi dari hubungan antara entitas tersebut. Kumpulan relationship yang sejenis dinamakan dengan relationship diagram.

4. Asosiasi

Penghubung antara relasi dan entitas dimana kedua ujungnya memiliki keserbaragaman kemungkinan jumlah pemakaian. Kemungkinan jumlah maksimum hubungan entitas satu dengan yang lain disebut kardinalitas.

5. Kardinalitas Relasi

Kardinalitas relasi atau derajat relationship menunjukkan jumlah maksimum entitas yang dapat berelasi dengan entitas pada entitas yang lain.

(23)

Peminjaman dipinjam Pustaka id pengarang judul penerbit tahun pengarang Jenis N melakukan Anggota id nama alamat email telepon Id pinjam Tgl_kembali Petugas Hak_akses username password nama No_petugas N

Sumber: Rosa A.S dan M.Shalahuddin (2013:58) Gambar II.6.

Entity Relationship Diagram (ERD)

2.2.5. Logical Record Structure (LRS)

Menurut Shidiq (2012:608) memberikan batasan bahwa LRS adalah “sebuah model sistem yang digambarkan dengan sebuah diagram-ER akan mengikuti pola atau aturan permodelan tertentu dalam kaitannya dengan konvensi ke LRS”.

Logical Record Structure dibentuk dengan nomor dari tipe record. Beberapa tipe record digambarkan dengan oleh kotak empat persegi panjang dan dengan nama yang unik. Perbedaan LRD dengan E-R diagram adalah nama tipe

(24)

Logical record structure terdiri dari link-link diantara tipe record. Link ini menunjukkan arah dari satu tipe record lainnya. Banyak link dari LRS yang diberi tanda field-field yang kelihatan pada kedua link tipe record. Penggambaran LRS mulai dengan menggunakan model yang mudah dimengerti.

Dua metode dapat digunakan, dimulai dengan hubungan kedua model yang dapat dikonversikan ke LRS. Metode yang lain dimulai dengan ER-diagram dan langsung dikonversikan ke LRS. Aturan-aturannya pembuatan LRS yaitu sebagai berikut :

1. Setiap entity akan diubah kebentuk sebuah kotak dengan nama entity diluar kotak dan atribut berada didalam kotak.

2. Sebuah relasi kadang disatukan dalam sebuah kotak bersama entity, kadang dipisah dalam sebuah kotak tersendiri.

Aturan pokok tersebut akan sangat dipengaruhi oleh elemen yang menjadi titik perhatian utama pada langkah transformasi yaitu kardinalitas.

1 : 1 (One to One), pada kardinalitas one to one, sebaiknya panah diarahkan ke

entity dengan jumlah atribut sedikit

1 : M (One to Many), pada kardinalitas ini maka relasi harus digabungkan dengan

entity pada pihak yang many, dan tidak perlu melihat banyak sedikitnya atribut.

M : M (Many to Many), maka relationship berubah status menjadi file sehingga baik entity maupun relasi akan menjadi struktur record tersendiri.

2.2.6. Pengkodean

Menurut Jogiyanto (2014:384) mendefinisikan bahwa “pengkodean digunakan untuk tujuan mengklasifikasikan data, memasukan data kedalam

(25)

komputer dan untuk mengambil bermacam-macam informasi yang berhubungan dengannya”. Kode dapat dibentuk dari kumpulan angka, huruf dan karakter khusus.

Untuk merancangan kode harus memperhatikan beberapa hal yaitu sebagai berikut:

1. Harus mudah diingat

Supaya kode mudah diingat maka dapat dilakukan dngan cara menghubungkan kode dengan objek yang diwakili dengan kodenya.

2. Harus unik

Kode harus unik atau masing-masing item yang diwakilinya, unik berarti tidak ada yang kembar.

3. Harus fleksibel

Kode harus fleksibel sehingga memungkinkan perubahan-perubahan atau pengambilan item baru dapat diwakili oleh kode.

4. Harus efisien

Kode harus sependek mungkin, selain mudah diingat juga akan efisien bisa direkam disimpan lauar komputer.

5. Harus distandarisasi

Kode harus distandarisasikan untuk seluruh tingkatan dan departemen pada suatu organisasi. Kode yang tidak standar akan mengakibatkan kebingungan, salah pengertian dan cenderung dapat terjadi kesalahan pemakaian bagi yang memakai kode tersebut.

6. Harus konsisten

(26)

7. Spasi dihindari

Penggunaan spasi pada kode sebaiknya harus dihindari karena dapat menyebabkan kesalahan pada penggunanya.

8. Hindari karakter yang mirip

Karakter-karakter yang mirip hampir serupa bentuk dan bunyi pengucapannya sebaiknya tidak digunakan didalam kode.

9. Panjang kode harus sama

Masing-masing kode yang sejenis harus mempunyai panjang yang sama. Ada beberapa macam tipe kode yang sering digunakan dalam sistem informasi, diantaranya:

a. Kode Mnemonik (Mnemonic code)

Kode mnemonik digunakan untuk tujuan agar mudah diingat. Kode mnemonik dibuat dengan dasar singkatan atau mengambil sebagian karakter dari item yang akan diwakili dengan kode ini.

Contoh:

Kode “P” untuk mewakili Pria Kode “W” untuk mewakili Wanita b. Kode urut (Squential code)

Kode urut disebut juga dengan kode serial (serial code) merupakan kode yang nilainya urut antara satu dengan kode berikutnya. Kebaikannya adalah sangat sederhana, mudah diterapkan, kode dapat pendek tetapi unik. Kelemahannya adalah penambahan kode hanya dapat ditambahkan pada akhir urutan dan tidak dapat disisipkan.

(27)

Contoh: 001 kas 02 utang

c. Kode blok (Block code)

Kode blok mengklasifikasikan item kedalam kelompok blok tertentu yang mencerminkan satu klasifikasi tertentu atas pemakaian maksimum yang diharapkan.

Contoh:

Blok Kelompok 1000-1999 Aktiva lancar 2000-2999 Aktiva tetap d. Kode Grup (Group Code)

Kode grup merupakan kode yang berdasarkan field-field dan tiap-tiap field kode memiliki arti.

Contoh: X X X X X

e. Kode Desimal (Decimal Code)

Kode desimal mengklasifikasi kode atas dasar 10 unit angka desimal dimulai dari angka 0 sampai dengan 9 atau dari angka 00 sampai dengan 99 tergantung banyak kelompok.

Contoh:

00 Aktiva Lancar 0010 Kas

(28)

0110 Bangunan

2.2.7. Pengertian Database

Menurut Anhar (2010: 45), “Database adalah sekumpulan tabel-tabel yang berisi data dan merupakan kumpulan dari field atau kolom. Struktur file yang menyusun sebuah database adalah Data Record dan Field”.

Menurut Prasetio (2012:181), “Database adalah sebuah struktur yang umumnya dikategorikan dalam 2 (dua) hal, sebuah database flat dan sebuah

database relasional. Database relasional lebihdisukai karena lebih masuk akal

dibandungkan database flat.”

Menurut Rahardja, dkk (2011:238), “Database adalah kumpulan fakta- fakta sebagai respresentasi dari datanya yang saling berhubungan dan mempunyai arti tertentu”.

Dari ketiga kesimpulan diatas dapat disimpulkan bahwa database adalah kumpulan kolom yang sudah tersusun data Record dan Field.

1. Jenis-jenis Database a. XAMPP

Menurut Madcoms (2010:341), sekarang ini banyak paket software instalasi web server yang disediakan secara gratis diantaranya menggunakan XAMPP. Dengan menggunakan paket software instalasi ini, maka sudah dapat melakukan beberapa instalasi software pendukung web server, yaitu Apache, PHP, PHPMyAdmin, dan database MySQL.

Menurut Wardana (2010:8), “XAMPP adalah paket software yang didalamnya sudah terkandung WebServer Apache, database MySQL dan PHP Interpreter”.

(29)

b. PHP

Menurut Arief (2011:43), PHP (Hypertext Preprocessor) adalah bahasa

server-sidescripting yang menyatu dengan HTML untuk membuat

halaman web yang dinamis. Karena merupakan server-side scripting maka sintaks dan perintah-perintah PHP akan dieksekusi di server kemudian hasilnya dikirimkan ke browser dalam format HTML

.

Menurut Anhar (2010:3), “PHP singkatan dari PHP: Hypertext

Preprocessor yaitu bahasa pemrograman web server-side yang bersifat opensource. PHP merupakan script yang terintegrasi dengan HTML dan

berada pada server (server side HTML embedded scripting)”. c. PHPMyAdmin

Menurut Nugroho (2010:88),“ PhpMyAdmin adalah suatu aplikasi

OpenSource yang berbasis web, aplikasi ini dibuat menggunakan program

PHP, fungsi aplikasi ini adalah untuk mengakses database MySQL”. Menurut Arief (2011:429), “PhpMyAdmin adalah salah satu aplikasi berbasis GUI (Graphical UserInterface) yang digunakan untuk mengelola database MySQL”.

Menurut Prasetio (2012:53), “PhpMyadmin merupakan tools berbasis web yang berguna untuk mengelola database MySQL”. Dengan adanya aplikasi ini akan sangat mempermudah dan mempersingkat kerja kita dalam mengelola database MySQL.

d. MySQL

Menurut Anhar (2010:45), “MySQL adalah salah satu databases management system (DBMS) dari sekian banyak DBMS seperti Oracle, MS SQL, Postagre SQL, dan lainya”. MySQL berfungsi untuk mengolah database menggunakan bahasa SQL. MySQL bersifat open source

(30)

sehingga kita bisa menggunakannya secara gratis. Pemograman PHP juga sangat mendukung/support dengan database MySQL.

2.2.8. NetBeans IDE (Versi 8.1)

Menurut Saputra (2012:3) menegaskan bahwa “NetBeans adalah aplikasi Integrated-Development Environment (IDE) yang berbasiskan Java dari

Sun Microsystem yang berjalan diatas swing. Swing sendiri merupakan sebuah

teknologi Java untuk mengembangkan aplikasi dekstop yang dapat berjalan pada berbagai macam platform”.

NetBeans adalah salah satu aplikasi IDE yang digunakan oleh

developer software komputer untuk menulis, meng-compile, mencari kesalahan,

dan untuk menyebarkan program. NetBeans mempunyai sekumpulan software modul yang dipakai untuk membuat suatu aplikasi. Modul merupakan arsip Java (Java Archive) yang memuat kelas-kelas Java yang berinteraksi dengan Netbeans

Open Aplikasi.

2.2.9. Java

Menurut Deitel (2012:2):

java adalah sebuah bahasa pemograman yang dapat memenuhi kenutuhan organisasi dengan mengimplementasi aplikasi berbasis internet dan perangkat lunak pada alat yang terhubung melalui jaringan. Salah satu tujuan dibentuknya bahasa pemograman java adalah untuk menulis program yang akan dijalankan pada berbagai macam sistem komputer. Hal ini disebut dengan “write once,run anywhere” yang artinya bahasa pemograman java dapat ditulis sekali namun dapat digunakan dan dijalankan dimana saja pada komputer apa saja.

Gambar

Gambar II.1.
Gambar II.2.
Diagram  deployment  menunjukkan  konfigurasi  komponen  dalam  proses  eksekusi  aplikasi
Tabel II.1.

Referensi

Dokumen terkait

Penulisan coverline yang bagus (nama untuk kata-kata dalam cover, yang kadang-kadang disebut barkers atau screamers) adalah.. suatu ketrampilan individual. Diperlukan

Penerimaan atau pengumpulan zakat yang dilakukan Rumah Zakat dilakukan dengan 3 cara yang berbeda yang dapat dipilih oleh pembayar zakat.. shadaqah oleh

(Outlet Pemesan) Bagian Pembelian (Outlet Pemesan) (Outlet Pemasok) Supervisor (Outlet Pemasok) Bagian Gudang Bagian Pembelian (Outlet Pemasok) Supplier Mulai Dokumen Pesanan

Pelajar dapat mengemukakan, menghurai dan menganalisis aktiviti utama yang dilaksanakan bersesuaian dengan konteks dalam 4 aspek dan mencapai tahap maksimum

Masalah jaringan yang sering dialami pada Badan Sar Nasional adalah seringnya Downtime (Lambatnya Waktu Akses) pada jaringan komputer, pada Badan Sar Nasional

dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh pendiri atas nama Perseroan yang belum memperoleh status badan hukum, perbuatan hukum tersebut menjadi tanggung jawab pendiri yang

2 Ubah data Data Transaksi Penerimaan Kas yang akan dirubah di dalam database, klik simpan maka Data pada server Database akan berubah. Data Transaksi Penerimaan Kas yang

Secara umum suatu sistem dapat diartikan sebagai suatu kumpulan atau himpunan dari unsur, komponen yang terorganisir, saling beinteraksi, saling ketergantungan satu