BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki wilayah yang sangat luas dan juga terdiri lebih dari 17.504 pulau dengan garis pantai sepanjang 95.181 km dan terletak pada posisi sangat strategis antara benua Asia dan benua Australia serta Samudera Hindia dan Pasifik (Hidayat & Ridwan, 2017). Sebagai negara yang memiliki wilayah yang luas dan juga garis pantai yang panjang menjadikan Indonesia sebagai negara yang memiliki kekayaan alam yang melimpah, baik itu kekayaan alam yang ada di darat maupun kekayaan alam yang ada di lautan.Melimpahnya kekayaan sumber daya kelautan yang dimiliki Indonesia menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi Indonesia, dimana negara Indonesia harus memanfaatkan dan melestarikan sebaik mungkin sumber daya yang dimilikinya.Salah satu bidang yang berhubungan dengan laut yang dapat dimanfaatkan dan dikelola dengan mudah yaitu bidang perikanan khususnya perikanan budidaya, dan dapat dikatakan bahwa bidang perikanan merupakan salah satu bidang yang sangat berpengaruh terhadap perekonomian Indonesia. Sebelum membahas lebih lanjut mengenai potensi perikanan yang dimiliki Indonesia, perlu diketahui bahwa potensi produksi perikanan yang dimiliki Indonesia terdiri atas dua jenis yakni perikanan tangkap dan perikanan budidaya. Namun yang menjadi fokus penulis yakni perikanan budidaya atau akuakultur.
Dalam mendorong produksi perikanan Indonesia, diperlukan adanya pembangunan perikanan budidaya.Pembangunan perikanan budidaya pada dasarnya merupakan upaya yang sistematis dan terencana yang dilakukan para pemangku kepentingan dalam mengubah sebuah kondisi perikanan budidaya menjadi lebih baik lagi melalui pemanfaatan sumber daya secara efektif, efisien, optimal, dan bertanggungjawab guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.Potensi dan keunggulan perikanan budidaya yang dimiliki Indonesia diyakini mampu memberikan kontribusi terhadap sembilan agenda pembangunan nasional pemerintah (NAWACITA) yakni mewujudkan kemandirian ekonomi termasuk pembudidaya ikan, dan memperkuat kedaulatan dan ketahanan pangan melalui peningkatan produksi budidaya yang berkelanjutan (Kementerian Kelautan dan Perikanan, 2018).
Untuk meningkatkan perikanan yang dimiliki Indonesia khususnya di bidang perikanan budidaya, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan telah melakukan kerjasama bilateral dengan negara lain. Adapun beberapa negara yang telah menjalin kerjasama bilateral dengan Indonesia diantaranya yaitu:
i. Australia melalui Australian Center for International Agricultural Research (ACIAR) ii. Belanda (FAFI) yang merupakan program kerjasama Kementerian Kelautan dan
Perikanan dengan pemerintahan Belanda – Wageningen University and Research dalam Sub Working Group on Fisheries (SWGFi) Republik Indonesia – Belanda
iii. Jepang melalui Japan International Cooperation Agency (JICA) iv. Norwegia (Kementerian Kelautan dan Perikanan).
Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan peneliti dengan Kepala Staff Kerjsama Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan bahwa secara prinsip ilmu akuakultur negara Indonesia lebih unggul dibanding dengan negara Norwegia, namun Norwegia lebih canggih dalam hal teknologi. Oleh karena itu alasan mengapa pemerintah Indonesia untuk menjalin kerjasama atau menggandeng negara Norwegia sebagai mitra dalam membangun perikanan budidaya berkelanjutan karena Indonesia membutuhkan Norwegia dalam mengembangkan perikanan budidaya Indonesia, dimana Norwegia lebih canggih dan unggul dalam hal teknologi dan vaksinansi akuakultur sehingga penting bagi Indonesia untuk belajar dari negara Norwegia. Selain itu terkait dengan pengembangan marine akuakultur (budidaya laut dilepas pantai) merupakan hal yang baru bagi Indonesia sehingga Indonesia perlu untuk belajar dari Norwegia.
Salah satu negara di dunia yang juga memiliki potensi perikanan budidaya atau akuakultur yaitu negara Norwegia. Di Norwegia terkait dengan kegiatan akuakultur atau perikanan budidaya merupakan salah satu kegiatan yang paling penting karena melihat dari total produksi perikanan budidaya yang dihasilkan Norwegia lebih dari 80 persen. Untuk Luas lahan yang dimiliki Norwegia sebanyak 323.802 km, dengan luas daratan sebanyak 304.282 km dan laut sebanyak 19.520 km (Agustina, 2018). Panjangnya garis pantai lebih dari 83.000 km serta aliran teluk dengan suhu andal dan stabil yang dimiliki Norwegia mampu memberikan peluang yang yang baik untuk perikanan budidaya di negara tersebut dan menjadikan Norwegia menjadi salah satu negara terkemuka di dunia terkait dengan akuakultur terutama produksi perikanan laut seperti ikan salmon (fao.org). Berdasarkan data pada tahun 2010-2014 produksi perikanan
budidaya Indonesia mengalami peningkatan rata-rata tiap tahun mencapai 23,8% dan Food Agriculture Organization (FAO) menempatkan negara Indonesia sebagai negara penghasil produksi perikanan budidaya terbesar ke-2 setelah negara Tiongkok (Kementerian Kelautan dan Perikanan). Total hasil produksi perikanan Indonesia dari tahun ke terus mengalami peningkatan. Berdasarkan data, capaian hasil produksi perikanan budidaya pada tahun 2015 sebesar 15,63 juta ton, pada tahun 2016 sebesar 16,00 juta ton, tahun 2017 sebesar 16,11 juta ton, dan pada tahun 2018 sebesar 17,25 juta ton. Untuk produksi perikanan budidaya tahun 2018 meningkat sebesar 7,03 persen dibandingkan pada tahun 2017. Dilihat dari periode 2015 – 2018, volume produksi dalam kurun waktu tersebut, hasil produksi perikanan budidaya mengalami peningkatan dengan kenaikan rata-rata pertahunnya sebesar 3,36 persen per tahun (kkp.go.id). Hal inilah yang membuktikan bahwa potensi perikanan yang dimiliki negara Indonesia sangat besar dan untuk mempertahankan potensi yang dimiliki Indonesia, dibutuhkan pengelolaan yang baik dan juga bertanggungjawab agar dalam pengelolaannya dapat berkelanjutan dan dapat menjadi modal bagi negara Indonesia dalam pembangunan di masa sekarang ini hingga berlanjut di masa yang akan datang, karena pengelolaan yang baik dalam memanfaatkan sumber potensi yang dimiliki Indonesia dapat memberikan memberikan manfaat yang sangat besar bagi negara dan juga masyarakat Indonesia.
Dalam meningkatkan perikanan budidaya yang berkelanjutan, kedua negara yaitu Indonesia dan Norwegia berkolaborasi atau menjalin hubungan kerjasama dalam bidang perikanan yaitu mengembangkan perikanan budidaya melalui perikanan budidaya berkelanjutan (sustainable aquaculture) baik itu kerjasama proyek maupun non proyek yang dalam pengelolaan sumberdaya akuakultur secara bertanggung jawab dengan mengedepankan dan tetap menjaga kualitas lingkungan dan sumber daya yang ada. Dalam kerjasama yang dijalan oleh kedua negara, pihak Norwegia telah siap untuk membangun kerjasama perikanan Indonesia, karena pihak Norwegia sendiri memandang bahwa negara Indonesia merupakan mitra penting di bidang perikanan, baik itu secara bilateral maupun dalam forum multilateral (news.kkp.go.id). Berdasarkan wawancara yang dilakukan penulis dengan staff Hubungan Kerja Sama Direktorat Perikanan Budidaya, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Indonesia telah menjalin hubungan kerja sama yang cukup lama baik itu dalam bidang ekonomi, keamanan, lingkungan, perikanan terkhusus di bidang akuakultur dimana kerjasama kedua negara tersebut telah terjalin sejak tahun 2011 – 2012 dan dilanjutkan pada tahun 2015 hingga sekarang dalam melakukan pembangunan
perikanan budidaya melalui sustainable aquaculture. Adapun bentuk kerjasama yang dijalin pihak Indonesia dengan pihak perusahaan Norwegia yaitu bidang vaksinasi ikan yang diselenggarakan pada tahun 2015, penerapan teknologi perikanan budidaya lepas pantai (marine aquaculture) yang merupakan penerapan teknologi Keramba Jaring Apung (KJA)Offshoreyang ditempatkan di 3 lokasi yaitu Pangandaran, Karimun, dan Sabangdengan tujuan untuk meningkatkan produksi ikan laut dengan metode budidaya, seminar sustainable aquaculture yang diadakan setiap tahunnya yang dimulai sejak tahun 2015, dan juga sharing knowledge(Kementerian Kelautan dan Perikanan, 2018). Dari uraian diatas sangat penting untuk melihat bagaimana peningkatan perikanan budidaya melalui kerjasama Indonesia – Norwegia dalam perikanan budidaya berkelanjutan (sustainable aquaculture), dan melihat bagaimana kepentingan nasional tiap negara dalam kerjasama tersebut.Oleh karena itu penulis mengajukan proposal skripsi dengan judul “Peningkatan Perikanan Budidaya di Indonesia Melalui Kerjasama Indonesia – Norwegia dalam Perikanan Berkelanjutan (Sustainable Aquaculture) Tahun 2015 – 2018”.
1.2 Rumusan Masalah
1. Bagaimana peningkatan perikanan budidaya di Indonesia melalui kerjasama Indonesia – Norwegia dalam perikanan budidaya berkelanjutan (sustainable aquaculture) pada tahun 2015-2018?
1.3 Tujuan Penelitian
Dalam penelitian ini, terdapat dua bentuk tujuan yang diharapkan agar dapat tercapai dalam penulisan ini, yaitu:
1. Menjelaskan dan menganalisa peningkatan perikanan budidaya di Indonesia melalui kerjasama Indonesia – Norwegia dalam perikanan budidaya berkelanjutan (sustainable aquaculture) pada tahun 2015 – 2018.
1.4 Manfaat Penulisan
Dalam penulisan ini, penulis berharap dengan adanya penulisan ini dapat bermanfaat. Oleh karena itu penulis membagi manfaat penulisan menjadi 2, yakni:
1.4.1 Manfaat Praktis
Penulis berharap dengan adanya penelitian ini kiranya dapat berguna bagi para pemangku kepentingan pemerintah dan dipakai sebagai acuan dan dapat memperluas wawasan bagi masyarakat Indonesia mengenai peningkatan perikanan budidaya di Indonesia
melalui kerjasama Indonesia – Norwegia dalam perikanan budidaya berkelanjutan (sustainable aquaculture) tahun 2015-2018.
1.4.2 Manfaat Teoritis
Melalui penelitian ini penulis berharap kiranya penelitian dapat dijadikan sebagai sumber acuan informasi yang dapat berguna sebagai upaya pengembangan ilmu bagi mahasiswa dan masyarakat Indonesia dan pihak-pihak terkait yang melakukan penelitian terkait dengan peningkatan perikanan budidaya di Indonesia melalui perikanan budidaya berkelanjutan (sustainable aquaculture).
1.5 Batasan Penelitian
Dalam penelitian ini, peneliti akan membatasi penelitian yang akan dibatasi pada peningkatan perikanan budidaya di Indonesia melalui kerjasama Indonesia – Norwegia dalam perikanan budidaya berkelanjutan (sustainable aquaculture) pada tahun 2015 – 2018. Penulis akan membahas mengenai kerjsama antara Indonesia dan Norwegia di bidang perikanan budidaya pada tahun 2015 – 2018 baik itu kerjasama proyek maupun non proyek. Penulis memilih tahun 2015-2018 karena pada tahun tersebut ada kerjasama antara Indonesia dan Norwegia di bidang perikanan melalui kerjasama Indonesia – Norwegia dalam perikanan budidaya berkelanjutan.
1.6 Konsep yang Digunakan
1. Perikanan Budidaya merupakan suatu kegiatan pemeliharaanatau pembudidayaan biota air, baik itu flora maupun fauna. Perikanan budidaya memiliki istilah lain diantaranya yaitu budidaya perikanan, budidaya ikan, budidaya perairan, dan akuakultur
2. Sustainable aquaculture atau akuakultur berkelanjutan merupakan salah satu cara dalam pengelolaan akuakultur atau perikanan budidaya yang bertanggung jawab dengan mempertimbangkan aspek ekonomi, ekologi, dan sosial agar dapat memenuhi kebutuhan sekarang ini dan generasi dimasa yang akan datang