• Tidak ada hasil yang ditemukan

PT PLN (Persero) REAKTOR DAFTAR ISI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PT PLN (Persero) REAKTOR DAFTAR ISI"

Copied!
47
0
0

Teks penuh

(1)

Listrik untuk kehidupan yang lebih baik

i

DAFTAR ISI

REAKTOR

... 1

1.

PENDAHULUAN

... 1

1.1.

Pengertian Reaktor

... 1

1.2.

Fungsi

... 1

1.3.

Jenis/Tipe Reaktor

... 1

1.4.

Bagian–Bagian Reaktor dan Fungsinya

... 3

1.4.1.

Electromagnetic Circuit (Inti besi)

... 3

1.4.2.

Kumparan/Belitan (Winding)

... 4

1.4.3.

Terminal / Bushing

... 5

1.4.4.

Pendingin

... 7

1.4.5.

Oil Preservation dan Expansion (Konservator)

... 8

1.4.6.

Dielectric (Minyak Isolasi dan Isolasi kertas )

... 9

1.4.7.

Proteksi Internal Pada Reaktor Tipe Minyak

... 10

1.5.

Failure Mode and Effect Analysis (FMEA)

... 12

1.5.1.

Mendefinisikan sistem (peralatan) dan fungsinya

... 12

1.5.2.

Menentukan sub sistem dan fungsi tiap subsistem

... 13

1.5.3.

Menentukan functional failure tiap subsistem

... 13

1.5.4.

Menentukan failure mode tiap subsistem

... 13

1.5.5.

FMEA Reaktor

... 13

2.

PEDOMAN PEMELIHARAAN

... 13

2.1.

In Service Inspection

... 13

2.1.1.

Reaktor kering :

... 13

2.1.2.

Reaktor minyak :

... 13

2.2.

In Service Measurement

... 14

2.2.1.

Pengukuran Temperature Reaktor

... 14

2.2.2.

Dissolved Gas Analysis (DGA)

... 14

2.2.3.

Pengujian Karakteristik Fisika Dan Kimia Minyak

... 14

2.3.

Shutdown Measurement

... 18

2.3.1.

Pengukuran Tahanan Isolasi Belitan

... 18

2.3.2.

Pengukuran Tangen Delta

... 18

2.3.3.

Pengukuran tahanan DC (Rdc)

... 18

2.3.4.

Pengukuran Induktansi Belitan

... 19

2.4.

Shutdown Function Check

... 19

2.4.1.

Rele Bucholz

... 19

2.4.2.

Rele Sudden Pressure

... 20

2.4.3.

Meter Temperature

... 21

2.4.4.

Oil Level

... 21

2.5.

Treatment

... 21

2.5.1.

Purification/ Filter

... 21

2.5.2.

Reklamasi

... 21

2.5.3.

Penggantian Minyak

... 21

2.5.4.

Cleaning

... 21

2.5.5.

Tightening

... 22

2.5.6.

Replacing parts

... 22

2.5.7.

Greasing

... 22

(2)

Listrik untuk kehidupan yang lebih baik

ii

3.

EVALUASI HASIL PEMELIHARAAN DAN REKOMENDASI

... 24

3.1.

In Service Inspection

... 24

3.2.

In Service Measurement

... 25

3.2.1.

Evaluasi Hasil Pengukuran Temperature Clamp Sambungan

... 25

3.2.2.

Evaluasi Hasil Pengukuran Temperature Peralatan

... 25

3.2.3.

Interpretasi Hasil DGA

... 26

3.2.4.

Evaluasi Hasil Pengujian Oil Quality (karakteristik)

... 29

3.2.5.

Evaluasi hasil Pengujian Furan

... 32

3.2.6.

Evaluasi Hasil Pengujian Corrosive Sulfur

... 32

3.3.

Shutdown measurement

... 32

3.3.1.

Evaluasi Hasil Pengukuran Tahanan isolasi

... 32

3.3.2.

Evaluasi Hasil Pengukuran Tangen delta

... 33

3.3.3.

Evaluasi Hasil Pengukuran Rdc

... 33

3.3.4.

Evaluasi Hasil Pengukuran Induktansi

... 33

(3)

Listrik untuk kehidupan yang lebih baik

1

REAKTOR

1.

PENDAHULUAN

1.1.

Pengertian Reaktor

Reaktor merupakan peralatan utama atau peralatan yang terintegrasi, baik dalam

jaringan sistem distribusi maupun transmisi. Dikatakan bahwa reaktor merupakan

peralatan utama jika pemasangannya tidak menjadi bagian dari paralatan dasar

lainnya, misalnya reaktor pembatas arus (current liminting reactors), reaktor paralel

(shunt reactor/steady-state reactive compensation) dll. Dikatakan bahwa reaktor

merupakan peralatan terintegrasi jika reaktor tersebut merupakan bagian dari suatu

peralatan dengan unjuk kerja tertentu, misalnya reaktor surja hubung kapasitor paralel

(shunt-capacitor-switching reactor), reaktor peluah kapasitor (capacitor discharge

reactor), reaktor penyaring (filter reactor) dan lain-lain.

1.2.

Fungsi

Aplikasi pemasangan reaktor dalam sistem tenaga listrik pada prinsipnya untuk

membentuk suatu reaktansi induktif dengan tujuan tertentu. Beberapa tujuan tersebut

diantaranya adalah membatasi arus gangguan, membatasi arus inrush pada motor dan

kapasitor, menyaring harmonisa, mengkompensasi VAR, mengurangi arus ripple,

mencegah masuknya daya pembawa signal (blocking of power-line carrier),

pentanahan titik netral, peredam surja transient (damping of switching transient),

mereduksi flicker pada aplikasi tanur listrik, circuit detuning, penyeimbang beban dan

power conditioning. Untuk mempermudah identifikasi, pada umumnya penamaan

reaktor disesuaikan dengan tujuan pemasangannya atau lokasi dimana peralatan

tersebut terpasang.

1.3.

Jenis/Tipe Reaktor

Reaktor terdiri dari tipe kering (dry type) dan tipe terendam minyak (oil immersed).

Berdasarkan jenis konstruksinya, reaktor tipe kering terdiri dari inti udara (air-core) atau

inti besi (iron-core). Di masa lampau, konstruksi reaktor tipe kering, inti udara hanya

berbentuk open-style (Gambar. 1), belitan terpasang oleh sistem clamping mekanis

dan level isolasi diberikan oleh jarak udara antar lilitan. Reaktor tipe kering inti udara

desain saat ini memiliki belitan yang terbungkus secara penuh dengan isolasi belitan

diberikan oleh film, fiber, atau dielektrik enamel (Gambar. 2).

Di masa lalu, reaktor-reaktor tipe kering inti udara (teknologi kumparan open-style)

dibatasi pada penerapan-penerapan kelas tegangan distribusi. Reaktor-reaktor tipe

kering inti udara modern (terbungkus secara penuh dengan belitan yang terisolasi

dielektrik padat) digunakan untuk keseluruhan tegangan distribusi dan transmisi,

(4)

Listrik untuk kehidupan yang lebih baik

2

termasuk tegangan tinggi dan tegangan ekstra tinggi transmisi arus bolak-balik (reaktor

seri) dan sistem HVDC (reaktor filter arus bolak-balik dan arus searah, smoothing

reactor).

Gambar 1.1 Reaktor konstruksi open-style

(5)

Listrik untuk kehidupan yang lebih baik

3

Konstruksi reaktor tipe terendam minyak dapat berupa inti besi bercelah (gapped

iron-core) atau perisai magnetic (magnetically shielded). Reaktor-reaktor tipe terendam

minyak antara lain digunakan untuk HV/EHV shunt-reactor (gambar-3).

Gambar 1.3. EHV Shunt Reactor di GITET Depok

1.4.

Bagian–Bagian Reaktor dan Fungsinya

1.4.1.

Electromagnetic Circuit (Inti besi)

Perbedaan konstruksi inti besi reaktor terendam minyak jika dibandingkan dengan inti

besi transformator pada umumnya adalah adanya sela/gap non magnetic pada alur

flux magnetic (Ganbar. 4.A). Pada reaktor 3 phasa, untuk mengurangi coupling

medang magnet antar phasa dapat didisain reaktor dengan intibesi berkaki lima

(Gambar. 4). Sela/gap non magnetic ini dapat digunakan untuk mengatur nilai

induktansi reaktor dengan mendisainnya menjadi variable gap (Gambar 5)

(6)

Listrik untuk kehidupan yang lebih baik

4

Gambar 1.4. A Inti Besi Reaktor 1 Phasa

Gambar 1.4.B Inti Besi Reaktor 3 Phasa

1.4.2.

Kumparan/Belitan (Winding)

Belitan/kumparan reaktor sama dengan belitan trafo pada umumnya. Pada reaktor

yang difungsikan sebagai Arc-suppression reaktor, manipulasi nilai induktansi reaktor

dapat dilaksanakan dengan pengaturan tap belitan dan/atau pengaturan gap pada

intibesinya

(7)

Listrik untuk kehidupan yang lebih baik

5

Gambar 1.5 Konstruksi Belitan Reaktor

1.4.3.

Terminal / Bushing

Terminal merupakan sarana penghubung antara belitan reaktor dengan jaringan luar.

Pada reaktor tipe kering terminal berupa clamp konektor, sedangkan pada reaktor tipe

minyak terminal berupa bushing. Buhing terdiri dari sebuah konduktor yang diselubungi

oleh isolator. Isolator tersebut berfungsi sebagai penyekat antara konduktor bushing

dengan body main tank reaktor.

(8)

Listrik untuk kehidupan yang lebih baik

6

Gambar 1.6 A. Bagian – Bagian dari Bushing Gambar 1.6 B. Contoh Bushing

(9)

Listrik untuk kehidupan yang lebih baik

7

1.4.4.

Pendingin

Temperature belitan reaktor dipengaruhi oleh besarnya arus daya reaktif yang

disumbangkan reaktor tersebut ke jaringan (akibat resistansi belitan dan eddy current

inti besi) dan temperature lingkungan. Temperature operasi diatas nilai ambang batas

(temperature rise) akan merusak system isolasi belitannya maupun part-part lainnya

akibat proses oksidasi. Oleh karena itu pendinginan yang efektif sangat diperlukan.

Minyak isolasi transformator selain merupakan media isolasi juga berfungsi sebagai

pendingin. Pada saat minyak bersirkulasi, panas yang berasal dari belitan maupun inti

besi akan dibawa oleh minyak sesuai jalur sirkulasinya dan akan didinginkan pada

sirip–sirip radiator. Adapun proses pendinginan ini dapat dibantu oleh adanya kipas

dan pompa sirkulasi guna meningkatkan efisiensi pendinginan.

Tabel 1.1. Macam Sistem Pendingin Pada Reaktor

(10)

Listrik untuk kehidupan yang lebih baik

8

Gambar 1. 8. Reaktor dengan Sistem Pendingin ONAN

1.4.5.

Oil Preservation dan Expansion (Konservator)

Saat terjadi kenaikan temperature operasi pada reaktor minyak isolasi akan memuai

dan volumenya bertambah. Dan sebaliknya saat terjadi penurunan temperature

operasi, maka minyak akan menyusut dan volume minyak akan turun. Konservator

digunakan untuk menampung minyak pada saat reaktor mengalami kenaikan

temperature.

(11)

Listrik untuk kehidupan yang lebih baik

9

Seiring dengan naik turunnya volume minyak di konservator akibat pemuaian dan

penyusutan minyak, volume udara didalam konservator pun akan bertambah dan

berkurang. Penambahan atau pembuangan udara didalam konservator akan

berhubungan dengan udara luar. Agar minyak isolasi tidak terkontaminasi oleh

kelembaban dan oksigen dari luar, maka udara yang akan masuk kedalam konservator

akan dikeringkan melalui tabung yang berisi silicagel. Pada disain konservator modern,

system isolasi terhadap udara disempurnakan dengan breather bag/rubber bag, yaitu

sejenis balon karet yang dipasang didalam tangki konservator.

1.4.6.

Dielectric (Minyak Isolasi dan Isolasi kertas )

Minyak isolasi pada pada reaktor berfungsi sebagai media isolasi, pendingin dan

pelindung belitan dari oksidasi.

Gambar 1.10. Minyak Isolasi

Isolasi kertas berfungsi sebagai isolasi, pemberi jarak, dan memiliki kemampuan

mekanis.

(12)

Listrik untuk kehidupan yang lebih baik

10

1.4.7.

Proteksi Internal Pada Reaktor Tipe Minyak

Rele Bucholz

Pada saat transformator mengalami gangguan internal yang berdampak kepada suhu

yang sangat tinggi dan pergerakan mekanis didalam transformator, maka akan timbul

tekanan aliran minyak yang besar dan pembentukan gelembung gas yang mudah

terbakar. Tekanan atau gelembung gas tersebut akan naik ke konservator melalui pipa

penghubung dan rele bucholz.

Tekanan minyak maupun gelembung gas ini akan dideteksi oleh rele bucholz sebagai

indikasi telah terjadinya gangguan internal.

Rele Bucholz

Rele bucholz mengindikasikan Alarm

saat gas yang terbentuk terjebak di

rongga

rele

bucholz

dengan

mengaktifkan satu pelampung

Rele bucholz mengindikasikan Trip saat

gas yang terbentuk terjebak di rongga

rele bucholz dengan mengaktifkan

kedua pelampung

Rele bucholz mengindikasikan Trip saat

muncul tekanan minyak yang tinggi ke

arah konservator

(13)

Listrik untuk kehidupan yang lebih baik

11

Suden Pressure

Rele sudden pressure ini didesain sebagai titik terlemah saat tekanan didalam trafo

muncul akibat gangguan. Dengan menyediakan titik terlemah maka tekanan akan

tersalurkan melalui sudden pressure dan tidak akan merusak bagian lainnya pada

maintank.

Gambar 1.13. Rele sudden pressure

Meter Temperature

Suhu pada transformator yang sedang beroperasi akan dipengaruhi oleh kualitas

tegangan jaringan, losses pada trafo itu sendiri dan suhu lingkungan. Suhu operasi

yang tinggi akan mengakibatkan rusaknya isolasi kertas pada transformator.

Untuk mengetahui suhu operasi dan indikasi ketidaknormalan suhu operasi pada

transformator digunakan rele thermal / meter temperature. Rele thermal ini terdiri dari

sensor suhu berupa thermocouple, pipa kapiler dan meter penunjukan.

(14)

Listrik untuk kehidupan yang lebih baik

12

Gambar 1.14. Bagian-bagian dari meter temperature

1.5.

Failure Mode and Effect Analysis (FMEA)

FMEA adalah merupakan suatu metode untuk menganalisa penyebab kegagalan pada

suatu peralatan. Pada buku pedoman pemeliharaan ini FMEA menjadi dasar utama

untuk menentukan komponen yang akan diperiksa dan dipelihara. FMEA atau Failure

Modes and Effects Analysis dibuat dengan cara :

a)

Mendefinisikan sistem (peralatan) dan fungsinya

b)

Menentukan sub sistem dan fungsi tiap subsistem

c)

Menentukan functional failure tiap subsistem

d)

Menentukan failure mode tiap subsistem

1.5.1.

Mendefinisikan sistem (peralatan) dan fungsinya

Sistem adalh kumpulan komponen yang secara bersama-sama bekerja membentuk

satu fungsi atau lebih.

(15)

Listrik untuk kehidupan yang lebih baik

13

1.5.2.

Menentukan sub sistem dan fungsi tiap subsistem

Sub Sistem adalah peralatan dan/atau komponen yang bersama-sama membentuk

satu fungsi. Dari fungsinya subsistem berupa unit yang berdiri sendiri dalam suatu

sistem

1.5.3.

Menentukan functional failure tiap subsistem

Functional Failure adalah Ketidakmampuan suatu asset untuk dapat bekerja sesuai

fungsinya sesuai standar unjuk kerja yang dapat diterima pemakai

1.5.4.

Menentukan failure mode tiap subsistem

Failure Mode adalah Setiap kejadian yang mengakibatkan functional failure

1.5.5.

FMEA Reaktor

Didalam FMEA Reaktor terdiri dari Subsistem Reaktor, Functional Failure dan Failure

Mode pada Reaktor (lampiran - 1).

2.

PEDOMAN PEMELIHARAAN

2.1.

In Service Inspection

In service inspection adalah kegiatan pengamatan visual pada bagian-bagian peralatan

terhadap adanya anomali yang berpotensi menurunkan unjuk kerja peralatan atau

merusak sebagian/keseluruhan peralatan.

2.1.1.

Reaktor kering :

Pemeriksaan belitan reaktor,

Pemeriksaan clamp sambungan,

Pemeriksaan support insulator,

Pemeriksaan serandang/steel structure

Pemeriksaan pondasi

Pemeriksaan perangkat system pembumian

2.1.2.

Reaktor minyak :

Pemeriksaan bushing

Pemeriksaan perangkat system pendingin

Pemeriksaan perangkat system ekspansi minyak

Perangkat system proteksi internal

Pemeriksaan pondasi

(16)

Listrik untuk kehidupan yang lebih baik

14

Periode inservice inspection terbagi atas harian, mingguan dan bulanan (Form

inservice inspection selengkapnya tersaji dalam lampiran 1)

2.2.

In Service Measurement

In Service Measurement adalah kegiatan pengukuran yang dilakukan pada saat

reaktor sedang dalam keadaan bertegangan/operasi.

2.2.1.

Pengukuran Temperature Reaktor

Pengukuran temperature obyek dapat dilakukan dengan perangkat IR thermometer

atau IR thermography. Bagian-bagian reaktor yang perlu diukur temperaturenya adalah

Body Main Tank (khusus reaktor minyak) dan body belitan (khusus reaktor kering)

Radiator (khusus reaktor minyak)

Bushing (khusus reaktor minyak)

Klem-klem sambungan konduktor

2.2.2.

Dissolved Gas Analysis (DGA)

Pada reaktor type minyak, sama halnya dengan transformator, ketidaknormalan pada

bagian internal (overheating/corona/partial discharge/arcing) dapat terdeteksi dengan

metoda DGA (Dissolved Gas Analysis) pada minyak isolasi. Minyak isolasi sebagai

rantai hidrokarbon akan terurai akibat besarnya energi yang ditimbulkan oleh

overheating/corona/arching/partial

discharge

dan

akan

membentuk

gas-gas

hidrokarbon yang terlarut dalam minyak.

Pada dasarnya DGA adalah proses untuk menghitung kadar/nilai dari gas-gas

hidrokarbon yang terbentuk akibat ketidaknormalan. Dari komposisi kadar/nilai gas-gas

itulah dapat diprediksi ketidaknormalan di dalam reaktor.

Gas gas yang dideteksi dari hasil pengujian DGA adalah H2 (hidrogen), CH4

(Methane), N2 (Nitrogen), O2 (Oksigen), CO (Carbon monoksida), CO2

(Carbondioksida), C2H4 (Ethylene), C2H6 (Ethane), C2H2 (Acetylene).

2.2.3.

Pengujian Karakteristik Fisika Dan Kimia Minyak

Proses oksidasi dan adanya kontaminasi adalah dua hal yang dapat menurunkan

kualitas minyak sebagai media isolasi maupun media pendingin. Dengan melakukan uji

karakteristik minyak akan dapat terbaca tingkat oksidasi yang terjadi dan konsentrasi

zat asing yang menyebabkan minyak terkontaminasi

Item pengujian karakteristik minyak mengacu pada standar IEC 60422 yang terdiri atas

:

(17)

Listrik untuk kehidupan yang lebih baik

15

Pengujian Kadar Air (Water Content)

Unjuk kerja minyak pada reaktor sebagai media isolasi akan menurun seiring dengan

meningkatnya kadar air pada minyak. Metoda yang dipakai untuk mengetahui kadar air

dalam minyak adalah Karl Fischer. Metoda ini menggunakan dua buah elektroda.

Elektroda pertama berfungsi menghasilkan senyawa Iodin yang berfungsi sebagai titer

/ penetral kadar air. Elektroda kedua berfungsi sebagai media untuk mengetahui ada

tidaknya kadar air di dalam minyak. Perhitungan berapa besar kadar air di dalam

minyak dilihat dari berapa banyak Iodin yang di bentuk pada reaksi tersebut. Satuan

kadar air adalah ppm (part per million) atau %

Gambar 2.1. Alat Uji Kadar

Pengujian Tegangan Tembus Minyak (Breakdown Voltage)

Pengujian tegangan tembus minyak adalah pengujian sifat fisika minyak isolasi

berdasarkan level tegangan tembus diantara 2 elektroda dengan jarak tertentu, dengan

kecepatan kenaikan tegangan dan interval waktu tertentu. Satuan tegangan tembus

minyak adalah kV/2,5 mm

Gambar 2.2. Alat Uji Tegangan Tembus Minyak

Pengujian Kadar Asam (Acidity)

Pengujian kadar asam adalah untuk mengetahui seberapa besar asam yang

terkandung di minyak. Teknik dasar pengukurannya dengan cara minyak isolasi

dicampur dengan larutan alkohol dengan komposisi tertentu. Selanjutnya campuran

(18)

Listrik untuk kehidupan yang lebih baik

16

tersebut di titrasi dengan larutan KOH. Perhitungan berapa besar asam yang

terkandung didalam minyak berdasarkan seberapa banyak KOH yang terlarutkan.

Satuan kadar asam adalah mgKOH/g

Gambar 2.3. Contoh Alat Uji Kadar Asam

Pengujian Tegangan Antar Muka (InterFacial Test)

Pengujian IFT dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana minyak isolasi dapat

menahan pelaruran air yang akan mengkontaminasi minyak. Air dalam minyak dapat

berasal dari eksternal (kerusakan seal, silicagel jenuh, breather bag robek atau

kebocoran pada sistem pernafasan) dan internal (air yang terjebak dalam isolasi kertas

secara natural atau hasil minyak yang terurai). Oleh karena itu pengujian IFT pada

dasarnya adalah melakukan pengukuran tegangan permukaan dari air ke minyak.

Untuk mengukur tegangan permukaan tersebut menggunakan Cincin Dunoy.

(19)

Listrik untuk kehidupan yang lebih baik

17

Pengujian Warna Minyak (Color)

Warna minyak isolasi akan berubah seiring proses penuaan dan juga dipengaruhi oleh

material kontaminan seperti karbon. Pengujian minyak pada dasarnya membandingkan

warna minyak terpakai dengan minyak yang baru.

Gambar 2.5. Contoh Alat Uji Warna (Color)

Pengujian Sedimen

Pengujian sedimen ini bertujuan mengukur seberapa banyak (%) kontaminan pada

minyak isolasi. Pengujian ini pada dasarnya membandingkan berat material

kontaminan yang tersaring terhadap berat minyak yang diuji.

Gambar 2.6. Contoh Alat Uji Sedimen

Pengujian Titik Nyala (Flash Point)

Pengujian titik nyala dilakukan dengan menggunakan sebuah perangkat pemanas

minyak manual (heater atau kompor). Pemanas tersebut berfungsi untuk memanaskan

minyak dalam sebuah cawan sampai dengan temperature titik nyalanya tercapai. Pada

saat nilai temperature tersebut tercapai, minyak akan terbakar oleh sumber api yang

diletakkan didekat minyak tersebut.

(20)

Listrik untuk kehidupan yang lebih baik

18

Gambar 2.7. Contoh Alat Uji Titik Nyala Api

2.3.

Shutdown Measurement

Shutdown measurement adalah pekerjaan pengujian yang dilakukan pada saat reaktor

dalam keadaan padam. Pekerjaan ini dilakukan pada saat pemeliharaan rutin maupun

pada saat investigasi ketidaknormalan.

2.3.1.

Pengukuran Tahanan Isolasi Belitan

Pengukuran tahanan isolasi pada reaktor dilakukan antara terminal belitan ke ground.

Pada reaktor trype kering pengujian dilaksanakan dengan tegangan uji 5 kV selama 1

menit tanpa putus. Sedangkan pada reaktor minyak dilaksanakan dengan tegangan uji

5 kV selama 10 menit tanpa putus, dengan pencatatan di menit pertama dan menit ke

terakhir/ke 10. Selanjutnya nilai indek Polarisasi belitan ke tanah pada reaktor minyak

dapat dihitung dengan membagi hasil ukur tahanan isolasi pada menit ke 10 dengan

menit pertama.

2.3.2.

Pengukuran Tangen Delta

Pengukuran kapasitansi dan tangen delta reaktor type minyak dilaksanakan pada

bushing (UST/C1 dan GST-guard/C2) dan pada belitan ke ground (GST-G).

2.3.3.

Pengukuran tahanan DC (Rdc)

Salah satu kemungkinan kegagalan pada belitan adalah hubung singkat antar belitan

yang akan menyebabkan panjang belitan efektifnya menjadi semakin pendek

sehingga reaktor mengalami perubahan nilai induktansinya. Salah satu teknik untuk

mengidentifikasi kondisi ini adalah dengan mengukur nilai tahanan DC belitannya.

Teknik pengukuran ini dapat dilaksanakan pada reaktor type kering maupun type

minyak

(21)

Listrik untuk kehidupan yang lebih baik

19

Gambar 2.8. Alat Ukur Tahanan DC

2.3.4.

Pengukuran Induktansi Belitan

Hubung singkat antar lilitan, perubahan geometris belitan, perubahan konstruksi inti

besi (khusus reaktor minyak) akan menyebabkan perubahan nilai induktansi reaktor.

Salah satu teknik untuk mengidentifikasi kondisi ini adalah dengan mengukur nilai

induktansi belitan secara langsung dengan LRC meter atau memakai prinsip hukum

ohm

2.4.

Shutdown Function Check

Shutdown function check adalah pekerjaan yang bertujuan menguji fungsi sistem

proteksi internal dan indicator/meter yang terpasang pada reaktor. Kegiatan ini khusus

dilakukan pada reaktor type minyak, adapun peralatan yang harus diuji adalah sbb :

2.4.1.

Rele Bucholz

Pemeliharaan pada rele bucholz dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui ada

tidaknya kebocoran dan kenormalan dari fungsi pada rele tersebut. Parameter

pengukuran dan pengujian fungsi rele bucholz adalah sebagai berikut :

1. Uji mekanik, dengan menekan tombol test setelah covernya dilepas

2. Uji pneumatik, dengan memompakan udara pada valve test sampai udara mengisi

ruang bucholz dan merubah posisi bola pelampung. Buanglah udara setelah

pengujian melalui sarana venting.

(22)

Listrik untuk kehidupan yang lebih baik

20

Keterangan :

1. Tombol uji mekanik

2. Valve untuk uji pneumatik

Gambar 2.9. Bagian dalam rele bucholz

2.4.2.

Rele Sudden Pressure

Uji fungsi rele suddent pressure dapat dilaksanakan secara actual dengan

melaksanakan :

Hubungkan kabel kontrol ke terminal kontak relai sudden pressure

Kerjakan relai sudden pressure (dengan menekan tuas relai sudden

pressure ke posisi trip)

Amati indikasi trip pada Marshaling Kios atau Kontrol Panel

Catat hasil penunjukan indikator pada blanko yang telah disiapkan

Untuk me-reset, harus dilakukan pada relai terlebih dahulu baru reset di

kontrol panel

Gambar 2.10. Tuas rele sudden pressure

1

(23)

Listrik untuk kehidupan yang lebih baik

21

2.4.3.

Meter Temperature

Uji fungsi kontak relay indikasi alarm maupun order trip pada meter temperature secara

actual dapat dilaksanakan dengan memutar jarum meter temperature secara bertahap.

Hal yang perlu diperhatikan adalah sebelum memutar jarum meter, baut pengikatnya

harus diyakinkan dalam kondisi terikat dengan kencang sehingga kalibrasinya tidak

berubah. Uji akurasi meter temperature dilaksanakan dengan mencelupkan

thermokople ke dalam air mendidih dan pembacaan meter temperature dilaksanakan

setelah 15 menit sejak pencelupan awal. Jika meter temperature menunjukkan nilai

kurang/lebih dari 100ºC, jarum meter dapat dikalibrasi ke nilai seharusnya (100ºC).

2.4.4.

Oil Level

Uji fungsi kontak relay indikasi alarm dapat dilakukan secara actual dengan memutar

jarum oil level secara bertahap. Hal yang perlu diperhatikan adalah sebelum memutar

jarum meter, baut pengikatnya harus diyakinkan dalam kondisi terikat dengan kencang

sehingga dalam pelaksanaannya tidak mengubah kalibrasinya. Teknik pengujian ini

tidak disarankan untuk type magnet dan untuk meter type ini cukup dilaksanakan

dengan uji simulasi.

2.5.

Treatment

Treatment merupakan tindakan korektif pada saat shutdown 2 tahunan, berdasarkan

hasil in service inspection, pra/paska in service measurement, pra/paska shutdown

measurement atau pra/paska shutdown function check.

2.5.1.

Purification/ Filter

Proses purification/filter minyak isolasi reaktor dilakukan apabila hasil uji karakteristik

minyak untuk item kadar air dan tegangan tembus berada di atas standar

2.5.2.

Reklamasi

Proses reklamasi minyak reaktor dilakukan apabila berdasarkan hasil uji karakteristik

minyak untuk item kadar asam dan IFT berada di atas standar

2.5.3.

Penggantian Minyak

Penggantian minyak dilakukan berdasarkan hasil pengujian karakteristik minyak dan

perhitungan efisiensi biaya.

2.5.4.

Cleaning

Merupakan pekerjaan untuk membersihkan bagian peralatan/ komponen yang

kotor/terkena polutan, baik disisi pada peralatan TT yang dapat menyebabkan hubung

singkat maupun pada instalasi wiring control dan proteksi yang berpotensi

menyebabkan unwanted trip.

(24)

Listrik untuk kehidupan yang lebih baik

22

2.5.5.

Tightening

Vibrasi, fluktuasi arus kompensasi dan gaya mekanik eksternal (angin/gempa bumi dll)

dapat mengakibatkan kendornya baut-baut pengikat. Pemeriksaan secara periodik

perlu dilakukan terhadap baut-baut pengikat.

2.5.6.

Replacing parts

Paparan polutan yang bersifat elektrolis, over-heating, gaya mekanik eksternal

(angin/gempa bumi dll), merupakan penyebab clamp-clamp konduktor mengalami fatiq

sebagian atau keseluruhan. Dalam kondisi ini material tersebut berpotensi rusak

permanen sehingga butuh penggantian. Replacing part juga dapat didasarkan pada

hasil in service measurement maupun shutdown measurement

2.5.7.

Greasing

Akibat proses gesekan, temperature tinggi dan polutan, grease yang telah

diaplikasikan pada peralatan dapat kehilangan fungsinya. Untuk menjaga unjuk kerja

peralatan dapat tetap optimal harus dilakukan penggantian greas. Penggantian grease

harus sesuai dengan spesifikasi grease yang direkomendasikan pabrikan.

Tabel 2.1. Item item shutdown treatment

No Bagian peralatan

yang diperiksa Cara pemeliharaan Standar hasil

Rekomendasi bila kondisi Normal

1 Bushing

Membersihkan permukaan body dan bushing Bersih Memeriksa fisik Body yang berkarat/gompal

Mulus

Lakukan penggantian Memeriksa kekencangan mur Baud Klem

terminal utama kencang

Lakukan pengencangan Memeriksa gasket tidak bocor Lakukan penggantian Memeriksa Spark gap Bushing Primer

sesuai

lakukan perbaikan Memeriksa Spark gap Bushing Sekunder

sesuai

lakukan perbaikan

2 Sistem pendingin

Memeriksa dan membersihkan Sirip-sirip

Radiator bersih

Lakukan pembersihan Memeriksa Kebocoran minyak

tidak bocor

lakukan perbaikan

3 Pernafasan

level Konservator main tank

normal

lakukan perbaikan level Konservator tap changer

normal lakukan perbaikan 4 Sistem kontrol Panel Kontrol

Memeriksa kekencangan mur baut terminal

kontrol kencang

Lakukan pengencangan

(25)

Listrik untuk kehidupan yang lebih baik

23

dan

proteksi Memeriksa Elemen Pemanas (Heater) normal

lakukan perbaikan Membersihkan Kontaktor bersih Lakukan pembersihan Membersihkan limit switch

bersih

Lakukan pembersihan Memeriksa Sumber tegangan AC / DC

normal lakukan perbaikan bucholz Membersihkan terminal Bersih Lakukan pembersihan

Mengganti seal normal -

sudden pressure Membersihkan terminal Bersih Lakukan pembersihan

Mengganti seal normal -

Membersihkan thermo couple

Bersih

lakukan pembersihan Memeriksa Kabel-kabel kontrol dan pipa-pipa

kapiler normal lakukan perbaikan 5 Struktur mekanik Grounding

Memeriksa Kawat Pentanahan

normal

lakukan perbaikan Memeriksa kekencangan mur baut Terminal

Pentanahan kencang

Lakukan pengencangan

Maintank

Membersihkan permukaan body dan bushing

Bersih

Lakukan pembersihan Memeriksa fisik Body yang berkarat/gompal

Mulus lakukan pengecatan Memeriksa gasket normal Lakukan penggantian

(26)

Listrik untuk kehidupan yang lebih baik

24

3.

EVALUASI HASIL PEMELIHARAAN DAN REKOMENDASI

3.1.

In Service Inspection

Reaktor Tipe Kering

Tabel 3.1. Evaluasi dan rekomendasi in service inspection reaktor tipe kering

No Item Inspeksi Hasil Inspeksi Rekomendasi

1. Konstruksi Belitan

Terjadi Deformasi - Laksanakan Pengukuran Rdc dan Nilai Induktansi

- Rencanakan perbaikan/ penggantian jika terjadi hot-spot pada titik kerusakan dan/atau nilai penyimpangannya tidak dapat ditoleransi secara system 3, Isolator

Penyangga

Flex/Retak - Lapisi dengan insulator varnish

- Rencanakan penggantian jika terdeteksi retak melingkar

4. Serandang besi Korosi - Cat Ulang

5. Pondasi Miring - Perbaiki dan Leveling ulang 6. Konduktor

System Grounding

Hilang/Putus - Ganti/Perbaiki

Reaktor Tipe Minyak

Tabel 3.2. Evaluasi dan rekomendasi in service inspection reaktor tipe minyak

No Item Inspeksi Hasil Inspeksi Rekomendasi

1. Oil Level Bushing Minimum atau dibawah level minimum Maksimum

- Tambahkan minyak isolasi dengan procedure pelaksanaan sesuai manual book

- Periksa apakah terindikasi rembes minyak, rencanakan perbaikannya

- Periksa saat shutdown berikutnya

3, Penunjukan Temperature minyak dan winding Menyimpang dari kondisi biasanya

- Periksa kondisi system pendingin dan rencanakan perbaikan jika terindikasi terjadi kelainan

- Kalibrasi meter temperature pada saat shutdown berikutnya

(27)

Listrik untuk kehidupan yang lebih baik

25

Minyak Isolasi shutdown testing berikutnya

5. Kebersihan Panel Kontrol Outdoor Kotor/Rembes Air hujan/Jalur Kabel Berlubang

- Bersihkan, Tutup dengan waterproofing dan tutup dengan sealent

3.2.

In Service Measurement

3.2.1.

Evaluasi Hasil Pengukuran Temperature Clamp Sambungan

Evaluasi hasil pengukuran thermovisi berdasarkan perhitungan selisih/

antara suhu

konduktor dan klem dengan mengunakan rumus berikut :

│∆

T

max = (I max/I beban)

2

x

│∆

T

│∆

T

max

Selisih suhu saat beban tertinggi

I max

Beban tertinggi yang pernah dicapai

I beban

Beban saat pengukuran

│∆

T

Selisih suhu konduktor dan klem reaktor

Tabel 3.3. Evaluasi dan rekomendasi pengukuran suhu klem sambungan

No ∆T Rekomendasi

1. <10o Kondisi normal , pengukuran berikutnya dilakukan sesuai jadwal

2. 10o-25o Perlu dilakukan pengukuran satu bulan lagi 3. 25o-40o Perlu direncanakan perbaikan

4. 40o-70o Perlu dilakukan perbaikan segera 5. >70o Kondisi darurat

3.2.2.

Evaluasi Hasil Pengukuran Temperature Peralatan

Evaluasi hasil pengukuran temperature belitan reaktor kering dan bushing reaktor

minyak berdasarkan InternationaI Electrical Testing Association (NETA) Maintenance

Testing Specifications (NETA MTS-1997) sebagai berikut:

Tabel 3.4. Evaluasi dan rekomendasi pengukuran suhu belitan reaktor dan bushing

No ∆T1 (perbedaan suhu antar fasa) Rekomendasi 1. 1 oC – 3oC Normal

2. 4 oC – 15oC Mengindikasikan adanya defesiensi, perlu dijadwalkan investigasi lebih lanjut

(28)

Listrik untuk kehidupan yang lebih baik

26

3. >16oC Ketidaknormalan Mayor, perlu dilakukan

investigasi internal, perbaikan, over-haul atau penggantian segera.

3.2.3.

Interpretasi Hasil DGA

Analisa hasil pengujian DGA mengacu pada standar IEEE C57 104 1991 dan IEC

60599. Diagram alir analisa hasil pengujian DGA dengan menggunakan standar IEEE

C57 104 1991 adalah seperti pada

.

Gambar 3.1. Diagram alir analisa hasil pengujian DGA (IEEE C57 104 1991)

Hasil pengujian DGA dibandingkan dengan nilai batasan standar untuk mengetahui

apakah trafo berada pada kondisi normal atau ada indikasi kondisi 2, 3 atau 4. Nilai

batasan standar adalah sebagai berikut

(29)

Listrik untuk kehidupan yang lebih baik

27

Tabel 3.5. Konsentrasi gas terlarut

Apabila nilai salah satu gas ada yang memasuki kondisi 2, maka lakukan pengujian

ulang untuk mengetahui peningkatan pembentukan gas. Berdasarkan hasil pengujian

dapat dilakukan investigasi kemungkinan terjadi kelainan dengan metoda key gas, ratio

(Roger dan Doernenburg) dan duval.

Key Gases

Overheated Oil 2 16 19 63 0 20 40 60 80 100 CO H2 CH4 C2H6 C2H4 C2H2 Gas R e la ti v e P ro p o rt io n ( % )

Corona in Oil 85 13 1 1 0 20 40 60 80 100 CO H2 CH4 C2H6 C2H4 C2H2 Gas R e la ti v e P ro p o rt io n ( % ) Overheated Seulosa 92 0 20 40 60 80 100 CO H2 CH4 C2H6 C2H4 C2H2 Gas R e la ti v e P ro p o rt io n ( % )

Arcing in Oil 60 5 2 2 0 30 0 20 40 60 80 100 CO H2 CH4 C2H6 C2H4 C2H2 Gas R e la ti v e P ro p o rt io n ( % )

(30)

Listrik untuk kehidupan yang lebih baik

28

Rasio Doernenburg

Tabel 3.6 Ratio Doernenburg

Rasio Roger

Tabel 3.7 Ratio Roger

Untuk mengetahui rekomendasi pengujian ulang dan rekomendasi

pemeliharaan dapat dilakukan analisa berdasarkan

(31)

Listrik untuk kehidupan yang lebih baik

29

3.2.4.

Evaluasi Hasil Pengujian Oil Quality (karakteristik)

Minyak yang sudah terkontaminasi atau teroksidasi perlu dilakukan treatment untuk

mengendalikan fungsinya sebagai minyak isolasi. Treatment terhadap minyak isolasi

dapat berupa filter atau reklamasi. Untuk menentukan kapan minyak tersebut harus di

treatment didasarkan atas perbandingan hasil uji terhadap batasan batasan yang

termuat pada standar IEC 60422

(32)

Listrik untuk kehidupan yang lebih baik

30

Kategori O Trafo tenaga/ reaktor dengan tegangan nominal sistem 400 kV dan diatasnya.

Kategori A

Trafo tenaga/ reaktor dengan tegangan nominal sistem diatas 170 kV dan dibawah 400 kV. Juga trafo tenaga dengan tegangan manapun dimana keberlangsungan pasokan sangat vital dan peralatan yang mirip untuk aplikasi khusus yang beroperasi di kondisi yang be

Kategori B Trafo tenaga/ reaktor dengan tegangan nominal sistem diatas 72,5 kV sampai 170 kV.

Kategori C Trafo tenaga/ reaktor untuk aplikasi MV/LV e.g tegangan sistem nominal sampai 72,5 kV dan trafo traction Kategori D Trafo instrument atau proteksi dengan tegangan nominal diatas 170 kV

Kategori E Trafo instrument atau proteksi dengan tegangan nominal diatas sampai termasuk 170 kV Kategori F Tangki diverter dari OLTC, termasuk type combined tank selector/diverter

Kategori G

PMT dengan type oil filled dengan tegangan sistem nominal diatas sampai termasuk 72,5 kV Switches type oil filled, a.c metal enclosed switchgear dan control gear dengan tegangan sistem nominal dibawah 16 kV

Categori Peralatan

Kategori Tipe Peralatan

(33)

Listrik untuk kehidupan yang lebih baik

31

Bagus Wajar/cukup Buruk

Warna dan penampakan Semua Jernih dan tanpa

contaminasi visual Gelap dan / atau keruh

Sesuai yang dituliskan oleh pengujian lain

Warna yang gelap adalah gejala dari

kontaminasi atau penuaan. Kekeruhan adalah gejala dari tingginya kadar

air. O, A, D > 60 50 - 60 < 50 B, E > 50 40 - 50 < 40 C > 40 30 - 40 < 30 F G < 30 O, A, D < 5 5 - 10 > 10 B, E < 5 5 - 15 > 15 C < 10 10 - 25 > 25 F G O, A, D < 0,10 0,10 - 0,15 > 0,15 B, E < 0,10 0,10 - 0,20 > 0,20 C < 0,15 0,15 - 0,30 > 0,30 F, G O, A, B, C, D > 28 22 - 28 < 22

Bagus : Lanjutkan pengambilan sample

secara normal.

Cukup : Pengambilan lebih sering. Buruk : Periksa kehadiran sedimen dan

sludge

E

F, G Mengacu ke Pengalaman parikan

Titik nyala Semua Peralatan memerlukan Inspeksi. Investigasi

Bukan tes rutin. Dapat dilakukan saat muncul bau yang tidak biasa, saat telah terjadi iternal

fault atau setelah trafo di isi ulang. Dibeberapa negara, kesehatan dan keselamatan

dapat preclude batasan yang tinggi.

Sediment dan Sludge Semua

Saat sedimen terdeteksi, rekondisi minyak Saat lapisan

sludge dideteksi reklamasi minyak atau alternatif lain jika lebih ekonomis atau sesuai yang dituliskan pengujian lain, ganti minyaknya.

Bukan test rutin, Lakukan bila nilai kadar asam dan nilai disipasi faktor mendekati batas. APPENDIX A - IEC 60422 - Third Version

Item Pengujian Kategori Tegangan

Kondisi Minyak

Tindakan yang disarankan Catatan

Tegangan Tembus (kV)

Bagus : Lanjutkan pengambilan sample

secara normal.

Cukup : Pengambilan lebih sering. Cek

parameter uji lain seperti kadar air, kadar partikel dan mungkin DDF/ resistivity dan kadar asam.

Buruk : Rekondisi atau alternatif lain

jika lebih ekonomis karena penguian lainnya menunjukan penuaan yang sangat, ganti minyaknya. Tap Changer of neutral end tap changers pada trafo O, A,B, C < 25 Single phase or connected tap changers pada trafo O, A, B < 40

Kadar air (mg H2O/kgoil at 20 oC ) (Koreksi

terhadap nilai equivalen pada 20oC)

Bagus : Lanjutkan pengambilan sample

secara normal.

Cukup : Pengambilan lebih sering. Cek

parameter uji lain seperti tegangan tembus, kadar partikel dan mungkin

DDF/ resistivity dan kadar asam.

Buruk : Periksa kemungkinan sumber

air, rekondisi atau alternatif lain jika lebih ekonomis karena penguian lainnya menunjukan penuaan yang sangat, ganti minyaknya.

Peringatan : Bila suhu minyak saat pengambilan sample berada pada atau diatas 20oC, nilai

dalam mg/kg dari hasil pengukuran harus selalu dikoreksi ke 20oC sebelum dibandingkan

ke nilai batasan yang telah dikoreksi. Bila suhu minyak saat pengambilan sample

lebih rendah dari 20oC atau dimana jumlah

isolasi kertas tidak signifikant, mengacu ke Annex A.

As per appropriate transformer

Bukan tes rutin

Kadar asam (mg KOH/goil)

Bagus : Lanjutkan pengambilan sample

secara normal.

Cukup : Pengambilan lebih sering. Cek

parameter uji lain

Buruk : Reklamasi minyak atau

alternatif lain jika lebih ekonomis karena penguian lainnya menunjukan penuaan yang sangat, ganti minyaknya. Bukan tes rutin

Maksimum penurunan 10 %

Tidak ada sedimen atau lapisan sludge. Hasil dibawah 0,02 % by mass dapat diabaikan

Tegangan antar muka Bukan tes rutin. Dapat dilakukan sesuai keinginan

Bukan tes rutin Tidak dilakukan

(34)

Listrik untuk kehidupan yang lebih baik

32

3.2.5.

Evaluasi hasil Pengujian Furan

Berdasarkan kadar 2Furfural yang didapat dari hasil pengujian dapat diperkirakan

seberapa besar tingkat penurunan kualitas yang dialami isolasi kertas didalam

transformator dan berapa lama sisa umur isolasi kertas tersebut.

Tabel 3.11. Hubungan antara nilai 2Furfural dengan perkiraan DP dan Estimasi perkiraan sisa umur isolasi kertas

No Hasil Uji (ppm) Keterangan Rekomendasi

1 < 473 Ageing normal -

2 473 – 2196 Percepatan Ageing Periksa kondisi minyak, suhu operasi dan desain 3 2197 – 3563 Ageing berlebih – Zona

bahaya

Periksa kondisi minyak, suhu operasi dan desain 4 3564 – 4918 Beresiko tinggi mengalami

kegagalan Investigasi sumber pemburukan 5 > 4919 Usia isolasi telah habis juga

trafo Keluarkan dari sistem

3.2.6.

Evaluasi Hasil Pengujian Corrosive Sulfur

Tabel 3.12. Evaluasi dan rekomendasi pengujian corrosive sulfur

No Hasil Uji Keterangan Rekomendasi

1 1a – 1b Non Corrosive -

2 2a – 2e Non Corrosive -

3 3a – 3b Suspected Corrosive Tambahkan passivator

4 4a – 4c Corrosive Tambahkan passivator

3.3.

Shutdown measurement

3.3.1.

Evaluasi Hasil Pengukuran Tahanan isolasi

Pada pengukuran tahanan isolasi dengan lama pengujian 1 menit, standart mengacu

kepada IEEE C57.125-1991, yaitu

R = CE /

kVA

R = Tahanan Isolasi (M-Ohm)

C = Koefisien (1,5 untuk reaktor minyak)

E = Tegangan P-G

(35)

Listrik untuk kehidupan yang lebih baik

33

kVA = Kapasitas alat

Sedangkan untuk standrat perhitungan Indek Polarisasi (IP) yang merupakan

perbandingan hasil pengujian tahanan isolasi pada menit ke – 10 dengan menit ke – 1

adalah sebagai berikut :

Tabel 3.13. Evaluasi dan rekomendasi pengujian tahanan isolasi dengan metoda index polarisasi

3.3.2.

Evaluasi Hasil Pengukuran Tangen delta

Evaluasi hasil pengukuran tangen delta belitan reaktor minyak dan bushing dapat di

interpretasikan sesuai standar ANSI C57.12.90.

3.3.3.

Evaluasi Hasil Pengukuran Rdc

Evaluasi hasil pengukuran Rdc didasarkan kepada nilai deviasi antar hasil pengukuran

phasa RST atau terhadap terhadap data hasil pengujian pabrik. Khusus untuk deviasi

terhadap data hasil pengujian pabrik harus didasarkan kepada nilai temperature 75C.

Standart deviasi maksimum adalah < 0,5%

3.3.4.

Evaluasi Hasil Pengukuran Induktansi

Evaluasi hasil pengukuran induktansi didasarkan kepada nilai deviasi terhadap name

plate nya. Standart deviasi maksimum adalah < 0,5%

(36)

Listrik untuk kehidupan yang lebih baik

34

4.

URAIAN KEGIATAN PEMELIHARAAN

Reaktor Tipe Kering

Jenis

Pemeliharaan Jenis Inspeksi/Pengujian Periode Alat Uji

In service inspection

1. Pemeriksaan body reaktor Minggn Visual

2. Pemeriksaan clamp-clamp sambungan Minggn Visual

3. Pemeriksaan isolator penyangga Minggn Visual

4. Pemeriksaan serandang/steel structure dan pondasi

Minggn Visual

5. Pemeriksaan Pondasi Minggn Visual

6. Pemeriksaan konduktor grounding Minggn Visual

In service measurement

1. Pengukuran temperature Clamp sambungan konduktor dan body belitan reaktor

2 Minggn IR Thermo

meter

Shutdown measurement

1. Pengukuran Tahanan Isolasi 2 Thn Meger

2. Pengukuran Rdc Belitan Paska Ggn Rdc

meter

3. Pengukuran Induktansi Belitan Paska Ggn RLC

meter

4. Pengukuran tahanan pentanahan 2 Thn Earth

Tester

Treatment 1. Bongkar pasang clamp utama & grounding dan

pelapisan dengan kontak grease

2 Thn Tool Set

2. Pembersihan isolator penyangga 2 Thn Lap & Grease 3. Pembersihan body reaktor terhadap benda asing 2 Thn --- 4. Pembersihan body serandang terhadap karat dan

kotoran

2 Thn Kuas & Penetrati

(37)

Listrik untuk kehidupan yang lebih baik

35

Reaktor Tipe Minyak

Jenis

Pemeliharaan

Jenis Inspeksi/Pengujian

Periode Alat Uji

In service

inspection

1. Pemeriksaan Bushing (Adanya

Rembesan dan Level Minyak)

Hrn

Visual

2. Pemeriksaan Level Minyak Konservator

Hrn

Visual

3. Pemeriksaan Clamp & Konduktor Bay

Minggn

Visual

4. Pemeriksaan Kondisi System Pendingin

(Radiator, fan, pompa minyak dan

konservator)

Hrn

Visual

5. Pemeriksaan Panel control outdoor

Minggn

Visual

6. Pemeriksaan Kesiapan sumber DC/AC

Hrn

Visual

7. Pemeriksaan Clamp & konduktor

grounding

Minggn

Visual

8. Pemeriksaan dan pencatatan Meter

Temperature Minyak Dan Belitan

Hrn

Visual

9. Pemeriksaan Tabung pengumpul gas

dari rele bucholz

Hrn

Visual

In service

measurement

1. Pengukuran temperature Clamp

sambungan ke konduktor Bay, Body

bushing, tap test bushing

2 Mingn

IR

Thermo

meter

2. Pengujian Karakteristik Minyak

1 Thn

Btl

Smpl

3

Pengujian DGA

Base on

ppm/day

Vial /

syringe

(38)

Listrik untuk kehidupan yang lebih baik

36

Jenis

Pemeliharaan

Jenis Inspeksi/Pengujian

Periode Alat Uji

Shutdown

measurement

1. Pengukuran Tahanan Isolasi

2 Thn

dan

Paska

Ggn

Internal

Meger

2. Pengukuran Rdc Belitan

Paska

Ggn

Internal

Rdc

meter

3. Pengukuran Induktansi Belitan

Paska

Ggn

Internal

RLC

meter

4. Pengukuran tahanan pentanahan

2 Thn

Earth

Tester

5

Pengukuran tangen delta bushing dan

belitan

2 Thn

dan

Paska

Ggn

Internal

Tg

Delta

Test

6. Uji Fungsi system proteksi internal

reaktor (Buchols, Suddent Pressure, Oil

Level dan Temperature)

2 Thn

Tool

Set

7. Uji fungsi fan dan motor pendingin

2 Thn

Tool

Set

8. Verifikasi/kalibrasi meter temperature

2 Thn

Tool

Set

9. Pengukuran tahanan pentanahan

kabel/terminal wiring pos/neg ke ground

2 Thn

Meger

Treatment

1. Bongkar pasang clamp utama /grndg

dan pelapisan dengan kontak grease

2 Thn

Tool

Set

2. Pembersihan isolator bushing

2 Thn

Lap &

Grease

3. Pembersihan body main tank reaktor,

radiator dan konservator

2 Thn

Cleaner

4. Pemeriksaan kekencangan sambungan

terminal kabel kotrol dan proteksi

2 Thn

Tool

set

5

Pembersihan terminal kabel proteksi

outdoor untuk kontak rele buchols,

suddent pressure, oil level dan

temperature

2 Thn

Tool

(39)

Listrik untuk kehidupan yang lebih baik

37

LAMPIRAN - LAMPIRAN

FMEA Reaktor Tipe Kering

(40)

Listrik untuk kehidupan yang lebih baik

38

(41)
(42)
(43)
(44)

Listrik untuk kehidupan yang lebih baik

42

Form Inspeksi Reaktor Harian

I Bushing

1 Bushing In

a Kondisi fisik isolator bushing normal kotor flek retak pecah

b Kebocoran minyak bushing normal rembes bocor (kalau ada) lokasi kebocoran terminal

keramik Flange c Suhu Kawat penghantar/Klem bushing / (oC)

Selisih suhu < 3 oC 3 - 7 oC > 7 oC

d Level minyak bushing normal maksimum minimum tidak terbaca

2 BushingOut

a Kondisi fisik isolator bushing normal kotor flek retak pecah

b Kebocoran minyak bushing normal rembes bocor (kalau ada) lokasi kebocoran terminal

keramik Flange c Suhu Kawat penghantar/Klem bushing / (oC)

Selisih suhu < 3 oC 3 - 7 oC > 7 oC

d Level minyak bushing normal maksimum minimum tidak terbaca II Cooling system

1 Pompa Sirkulasi

a

minyak (oC)

belitan (oC)

Catatan ketidaknormalan dan perbaikan : (jika ada, lampirkan foto)

Pembacaan meter temperatur (jika ada, lampirkan foto)

(………..…..) (………..)

Tanda tangan

(45)

Listrik untuk kehidupan yang lebih baik

43

Form Inspeksi Reaktor Mingguan

I Bushing

1 Bushing In

a Kaca indikator level minyak normal buram retak

b Kondisi arcinghorn normal tdk terpsg lepas salah pasang

2 Bushing Out

a Kaca indikator level minyak normal buram retak

b Kondisi arcinghorn normal tdk terpsg lepas salah pasang II Cooling system

1 Pompa Sirkulasi ON OFF Jika Posisi OFF, di coba manual :

a bersih kotor korosi

b normal tidak normal

III Sistem Kontrol dan Proteksi

a Bau normal bangkai gosong/terbakar

b normal Penuh / Berkurang

c normal Penuh / Berkurang

IV Oil preservation & expansion

a ya tidak

terendam

b3 normal maksimum minimum tidak terbaca

Catatan ketidaknormalan dan perbaikan :

(………..…..) (………..)

Tanda tangan

Pelaksana Penanggung jawab

Level Minyak konservator Kondisi radiator

Ujung pipa di dalam tabung silica gel Indikasi flow sirkulasi minyak minyak

Level minyak pada gelas rele bucholz Level minyak pada gelas rele Jansen

(46)

Listrik untuk kehidupan yang lebih baik

44

Form Inspeksi Reaktor Bulanan

I Bushing Keterangan

1 Bushing In

a Noise Pada Arcing horn normal tidak normal 2 Bushing Out

a Noise Pada Arcing horn normal tidak normal

II Cooling system

1 Kipas Pendingin ON OFF Jika Posisi OFF, di coba manual :

a Tegangan supply motor (Volt)

b Arus supply motor (Ampere)

c Getaran motor / unbalance normal tidak normal d Kondisi kontaktor fan bersih kotor panas

e Kondisi terminal input/output normal hangus kontaktor fan

f Tegangan supply motor (Volt)

g Arus supply motor (Ampere)

h Getaran motor / unbalance normal tidak normal i Kondisi kontaktor fan bersih kotor panas j Kondisi terminal input/output normal hangus

kontaktor fan

k Tegangan supply motor (Volt)

l Arus supply motor (Ampere)

m Getaran motor / unbalance normal tidak normal n Kondisi kontaktor fan bersih kotor panas o Kondisi terminal input/output normal hangus

kontaktor fan

p Tegangan supply motor (Volt)

q Arus supply motor (Ampere)

r Getaran motor / unbalance normal tidak normal s Kondisi kontaktor fan bersih kotor panas t Kondisi terminal input/output normal hangus

kontaktor fan

2 Pompa Sirkulasi ON OFF Jika Posisi OFF, di coba manual :

a Tegangan supply motor (Volt) b Arus supply motor (Ampere) c Getaran motor / unbalance normal tidak normal d Noise Pada pompa sirkulasi normal tidak normal

e Rembesan minyak pada radiator/ normal rembes bocor (kalau ada, pipa-pipa

f Kondisi seal pipa kapiler sensor normal rusak temperatur

g Kondisi seal kabel sensor normal rusak temperatur

III Sistem Kontrol dan Proteksi

a Lubang Kabel Kontrol normal tidak rapat glen kabel tidak ada

b ON OFF

c ON OFF

d Kondisi dalam Panel normal kotor lembab

e Grounding panel normal kendor korosi lepas rantas f terminasi wiring normal korosi panas (hasil termogun)

g Kabel kontrol normal terkelupas IV Oil preservation & expansion

a normal buram retak

3

b Kondisi gelas tabung silica gel normal buram retak c normal berubah < 50 % berubah > 50%

d normal rembes bocor (kalau ada, dilengkapi foto) pipa-pipa

V Mechanical structure

a normal berlumut korosi

b normal kendor korosi lepas rantas

c normal rembes bocor (kalau ada, dilengkapi foto)

d normal tidak normal

VI Lain - lain

a Kondisi kebersihan lokasi reaktor dan bersih kotor contoh : ada ceceran minyak ground tank

Catatan ketidaknormalan dan perbaikan : Kondisi meter level minyak konservator Status MCB DC

Status MCB AC

Grup 1

Grup 2

(………..…..) (………..) Kondisi bodi reaktor

Tanda tangan Pelaksana Penanggung jawab Kondisi grounding

Kebocoran minyak di konservator/

Kebocoran minyak di main tank Noise Pada main tank

Grup 3

Grup 4

(47)

Listrik untuk kehidupan yang lebih baik

45

Form Inspeksi Reaktor Khusus

I Bushing

1 Bushing In

a Kondisi fisik isolator bushing normal kotor flek retak pecah

b Kebocoran minyak bushing normal rembes bocor (kalau ada) lokasi kebocoran terminal

keramik Flange c Suhu Kawat penghantar/Klem bushing / (oC)

Selisih suhu < 3 oC 3 - 7 oC > 7 oC

2 Bushing Out

a Kondisi fisik isolator bushing normal kotor flek retak pecah

b Kebocoran minyak bushing normal rembes bocor (kalau ada) lokasi kebocoran

(jika ada, lampirkan foto) terminal

keramik Flange c Suhu Kawat penghantar/Klem bushing / (oC)

Selisih suhu < 3 oC 3 - 7 oC > 7 oC II Sistem Pendingin

1 Pompa Sirkulasi ON OFF Jika Posisi OFF, di coba manual :

a normal rembes bocor (kalau ada,

pipa-pipa

b normal rusak

c normal rusak

III Sistem Kontrol dan Proteksi

a normal Penuh / Berkurang

b normal Penuh / Berkurang

IV Oil preservation & expansion

a normal maksimum minimum tidak terbaca

b normal rembes bocor (kalau ada, dilengkapi foto) pipa-pipa

V Mechanical structure

a normal rembes bocor (kalau ada, dilengkapi foto)

b normal tidak normal

Catatan ketidaknormalan dan perbaikan : Kebocoran minyak di main tank Level Minyak konservator Kondisi seal pipa kapiler sensor temperatur

Rembesan minyak pada radiator/

Kondisi seal kabel sensor temperatur Tanda tangan Penanggung jawab Pelaksana (………..) (………..…..)

Noise Pada main tank (jika ada, lampirkan foto)

Kebocoran minyak di konservator/ Level minyak pada gelas rele bucholz Level minyak pada gelas rele Jansen

Gambar

Gambar 1.1  Reaktor konstruksi open-style
Gambar 1.3. EHV Shunt Reactor di GITET Depok
Gambar  1.4.B  Inti Besi Reaktor 3 Phasa
Gambar 1.6 A.  Bagian – Bagian dari Bushing  Gambar  1.6 B.  Contoh Bushing
+7

Referensi

Dokumen terkait

transformator agar tidak terjadi tegangan jatuh yang cukup besar pada sistem distribusi. primer

dan pemeliharaan peralatan listrik pada jaringan tegangan menengah 20 kV.. sangat penting guna memberikan kemudahan dalam

jenis pengujian mesin – mesin listrik karena trafo tenaga adalah peralatan yang. berhadapan langsung dengan tegangan lebih petir .Berikut jenis – jenis

Berdasarkan penelitian yang dilaksanakan dengan metode kerja yang ditetapkan dalam pemeliharaan trafo tenaga tegangan tinggi potensi bahaya terjadi apabila pekerja bekerja

Listrik untuk kehidupan yang lebih baik 144 dengan mengurangi frekuensi kerja Terminal utama mengalirkan arus ke / dari konduktor Tidak dapat mengalirkan arus ke /

Dari saluran transmisi, tegangan diturunkan lagi menjadi 20 KV dengan transformator penurun tegangan pada gardu induk distribusi, kemudian dengan sistem

Transformator distribusi dan trafo tenaga rating kapasitas dari 25 KVA sampai 35 MVA dan Tegangan kerja 20KV sampai 36 KV. Transfomator instrument pengukuran CT/PT dengan

Penyulang 5 di amankan menggunakan circuit breaker dengan ratting tegangan 24 kv dan ratting arus nominal 800 A maka untuk mencari kapasitas dari circuit breaker digunakan rumus sebagai