• Tidak ada hasil yang ditemukan

Deskripsi masalah-masalah yang dialami oleh siswa kelas VIII SMP Negeri I Sendawar tahun ajaran 2012/2013 dan implikasinya terhadap usulan topik bimbingan klasikal - USD Repository

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "Deskripsi masalah-masalah yang dialami oleh siswa kelas VIII SMP Negeri I Sendawar tahun ajaran 2012/2013 dan implikasinya terhadap usulan topik bimbingan klasikal - USD Repository"

Copied!
106
0
0

Teks penuh

(1)

DESKRIPSI MASALAH-MASALAH YANG DIALAMI OLEH SISWA KELAS VIII SMP NEGERI I SENDAWAR TAHUN AJARAN 2012/2013

DAN IMPLIKASINYA TERHADAP USULAN TOPIK BIMBINGAN KLASIKAL

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Bimbingan dan Konseling

Oleh: Sri Norvita Dewi NIM: 081114045

PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING JURUSAN ILMU PENDIDIKAN

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA 2014

(2)
(3)
(4)

MOTTO

Akan ku kerjakan bagianku dangan setia,

dan lihatlah Tuhan akan mengerjakan

bagianNYA dengan sempurna

Tidak ada keberhasilan tanpa perjuangan

dan tidak ada perjuangan tanpa

pengorbanan

(penulis)

(5)

PERSEMBAHAN

Skripsi ini ku persembahkan untuk:

Almamaterku: Universitas Sanata Dharma

Keluargaku tercinta:

Orangtuaku tercinta, Bapak Thomas Dulison

(alm) dan Ibu Margaretha

Nenek dan kakekku tercinta

Kakak-kakakku tersayang

Teman-temanku BK USD angkatan 2008

(6)
(7)
(8)

ABSTRAK

DESKRIPSI MASALAH-MASALAH YANG DIALAMI OLEH SISWA KELAS VIII SMP NEGERI I SENDAWAR TAHUN AJARAN 2012/2013

DAN IMPLIKASINYA TERHADAP USULAN TOPIK BIMBINGAN KLASIKAL

Sri Norvita Dewi Universitas Sanata Dharma

Yogyakarta 2014

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan masalah-masalah yang dialami oleh siswa kelas VIII SMP Negeri I Sendawar tahun ajaran 2012/2013. Pertanyaan yang dijawab adalah: “Masalah-masalah apa saja yang dialami oleh siswa kelas VIII SMP Negeri I Sendawar tahun ajaran 2012/2013?” dan “Usulan topik bimbingan klasikal mana yang sesuai untuk membantu siswa kelas VIII SMP Negeri I Sendawar mengatasi masalahnya?”

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode survei. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri I Sendawar tahun ajaran 2012/2013 yang berjumlah 134 orang. Instrumen penelitian disusun sendiri oleh peneliti. Kuesioner terdiri dari 47 item. Data dianalisis dengan: (1) memberikan skor pada masing-masing item, (2) menghitung total skor masing-masing item, (3) menentukan masalah-masalah yang dialami oleh siswa masing-masing kelas VIII SMP Negeri I Sendawar berdasarkan kriteria Penilaian Acuan Patokan (PAP) Tipe II.

Hasil penelitian adalah: (a) tidak ada masalah yang sangat dialami oleh siswa kelas VIII SMP Negeri I Sendawar tahun ajaran 2012/2013, (b) ada masalah-masalah yang dialami oleh siwa kelas VIII SMP Negeri I Sendawar tahun ajaran 2012/2013 antara lain sulit memusatkan pikiran saat belajar dan tidak yakin akan kemampuan akademik. (c) ada masalah-masalah yang cukup dialami oleh siwa kelas VIII SMP Negeri I Sendawar tahun ajaran 2012/2013 misalnya sulit mempelajari pelajaran tertentu dan cita-cita tidak sesuai dengan kemampuan.

Selanjutnya berdasarkan hasil penelitian disusunlah usulan topik-topik bimbingan klasikal untuk membantu siswa kelas VIII SMP Negeri I Sendawar mengatasi masalahnya.

(9)

ABSTRACT

THE DESCRIPTION OF PROBLEMS ENCOUNTERED BY THE EIGHTH GRADE STUDENTS AT SMP NEGERI I SENDAWAR IN 2012/2013 ACADEMIC YEAR AND ITS IMPLICATION TO

THE SUGGESTED TOPICS OF CLASICAL GUIDANCE

Sri Norvita Dewi Sanata Dharma University

Yogyakarta 2014

This research intends to describe problems encountered by the eighth grade student at SMP Negeri I Sendawar in 2012/2013 academic year. The problems formulated are: “What are the problems encountered by the eighth grade student at SMP Negeri I Sendawar in 2012/2013 academic year?” and “Which are the suggested topics of classical guidance suitable to help the eighth grade students at SMP Negeri I Sendawar to solve their problems?”

This research is a describe research with survey method. The research subject is the eighth grade student at SMP Negeri I Sendawar in 2012/2013 academic year which consists of 134 people. The instrument of the research was compiled by the researcher herself, in a form of a questionnaire which consists of 47 items. The data were analyzed by: (1) giving score to each item, (2) calculating score of each item, (3) diagnosing the problems encountered by the eighth grade students at SMP Negeri I Sendawar from standard reference scoring type II.

The result shows that: (a) No significant problems encountered by the eighth grade student at SMP Negeri I Sendawar in 2012/2013 academic year. (b) There are common problems encountered by the eighth grade students at SMP Negeri I Sendawar in 2012/2013 academic year, such as difficult to concentrate in learning and not sure of their academic ability. (c) There are problems encountered by the eighth grade students at SMP Negeri I Sendawar in 2012/2013 academic year, such as difficult to learn certain lessons and future expectations not compatible with their ability.

After that, based on the result of the research, the researcher compiled the topics of classical guidance in order to help the eighth grade students at SMP Negeri I Sendawar in 2012/2013 academic year to solve their problems.

(10)

KATA PENGANTAR

Puji syukur atas berkah dan rahmat Tuhan Yesus Kristus, sehingga penulis bisa menyelesaikan skripsi ini. Penyusunan skripsi ini bertujuan memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan dari Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma.

Penulis banyak menerima bantuan, semangat, dan doa dari berbagai pihak yang sangat mendukung dalam penyelesaian skripsi ini. Oleh karena itu, dengan segala kerendahan hati, penulis ingin menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:

1. Rohandi, Ph.D., selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Universitas Sanata Dharma.

2. Dr. Gendon Barus, M.Si selaku Kepala Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma yang telah membantu sehingga penyelesaian skripsi ini lancar.

3. A. Setyandari, S.Pd., S.Psi., P.Si., M.A, selaku sekretaris Program Studi Bimbingan dan Konseling yang telah membantu sehingga penyelesaian skripsi ini lancar.

4. Bapak Drs. R. H. DJ. Sinurat, M.A, selaku dosen pembimbing yang dengan penuh kesabaran meluangkan waktu untuk membimbing dan memberikan pengarahan kepada peneliti dalam proses menyelesaikan penelitian ini.

(11)

5. Bapak dan Ibu Dosen Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma yang telah mencurahkan ilmunya dengan sepenuh hati sehingga berguna untuk bekal hidup.

6. Professor Laurentius Dyson, yang dengan sabar memberikan masukan-masukan kepada peneliti dalam menulis skripsi ini.

7. Pemerintah kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur.

8. Kepala sekolah SMP Negeri I Sendawar, Bapak Rikeh, S.Pd. yang banyak membantu peneliti selama mengumpulkan data dan bersedia meluangkan waktu dan memberi peneliti kesempatan untuk mengumpulkan data di SMP Negeri I Sendawar.

9. Bapak dan Ibu guru SMP Negeri I Sendawar, khususnya guru kelas VIII A, VIII B, VIII C, VIII D, dan VIII E.

10.Seluruh siswa SMP Negeri I Sendawar, khususnya siswa kelas VIII tahun ajaran 2012/2013 yang bersedia meluangkan waktunya untuk menjadi subjek penelitian ini.

11.Kedua orangtua tersayang, Bapak Thomas Dulison (Alm) dan Ibu Margaretha yang tiada henti-hentinya memberikan motivasi, doa, kasih sayang dan segalanya sehingga skripsi ini dapat terselesaikan.

12.Sahabat-sahabatku (Vita, Ria, Alfi, Maria, Purie, Icha, David, Yudha, Yoren) yang selalu memberikan dukungan, bantuan dan motivasi kepada penulis. 13.Teman-temanku (Chandra, Matius, Lambert, Agnes, Marselina) yang telah

bersedia membantu dan memberi masukan kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.

(12)
(13)

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... i

HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ... ii

HALAMAN PENGESAHAN ... iii

HALAMAN MOTTO ... iv

HALAMAN PERSEMBAHAN ... v

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ... vi

PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ... vii

ABSTRAK ... viii

ABSTRACT ... ix

KATA PENGANTAR ... x

DAFTAR ISI ... xiii

DAFTAR TABEL ... xvi

DAFTAR LAMPIRAN ... xvii

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Rumusan Masalah ... 3

C. Tujuan Penelitian ... 3

D. Manfaat Penelitian ... 4

E. Batasan Istilah ... 5

BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Pengertian Masa Remaja ... 6

1. Masa Pra-Remaja (Masa Remaja Awal) ... 7

2. Masa Remaja Madya (Masa Remaja Tengah) ... 7

3. Masa Remaja Akhir... 8

B. Ciri-Ciri Masa Remaja awal... 8

1. Pertumbuhan dan Perkembangan Fisik Remaja Awal .... 8

2. Pertumbuhan Otak dan Perkembangan Kemampuan Berpikir Remaja Awal... 9

(14)

3. Perkembangan Sikap, Perasaan, dan Emosi

Remaja Awal... ... 10

4. Perkembangan Minat Remaja Awal... 12

5. Perkembangan Pribadi, Sosial, dan Moral Remaja Awal... ... 14

C. Kebutuhan Remaja ... 15

1. Kebutuhan Fisiologis ... 16

2. Kebutuhan Akan Rasa Aman ... 16

3. Kebutuhan Akan Memiliki dan Cinta ... 16

4. Kebutuhan Akan Penghargaan ... 16

5. Kebutuhan Aktualisasi Diri ... 17

D. Masalah-Masalah Siswa SMP ... 18

1. Masalah Belajar ... 18

2. Masalah Keluarga... 19

3. Masalah Pengisian Waktu Luang ... 19

4. Pergaulan Dengan Teman Sebaya ... 19

5. Pergulatan dalam Diri Sendiri. ... 19

E. Bimbingan Klasikal di SMP ... 24

1. Pengertian Bimbingan dan Konseling ... 24

2. Tujuan Bimbingan dan Konseling... . 25

3. Bidang Bimbingan dan Konseling ... 25

4. Layanan Bimbingan Kelompok (Klasikal) ... 27

BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian ... 29

B. Subjek Penelitian ... 29

C. Alat Pengumpulan Data ... 30

1. Kisi-Kisi Kuesioner Masalah Siswa ... 30

2. Skoring ... 31

3. Uji Coba ... 32

4. Validitas dan Reliabilitas ... 33

D. Prosedur Pengumpulan Data ... 37

(15)

E. Teknik Analisis Data ... 37

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Masalah-Masalah yang Secara Intens Dialami Oleh Siswa Kelas VIII SMP Negeri I Sendawar Tahun Ajaran 2012/2013... 39

B. Pembahasan... ... 44

C. Usulan Topik-Topik Bimbingan Klasikal Untuk Siswa Kelas VIII SMP Negeri I Sendawar Sebagai Implikasi Hasil Penelitian ... 55

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan ... 56

B. Saran ... 57

DAFTAR PUSTAKA ... 59

LAMPIRAN ... 62

(16)

DAFTAR TABEL

Tabel 1. Rincian Jumlah Siswa Kelas VIII SMP Negeri I Sendawar

Tahun Ajaran 2012/2013. ... 30

Tabel 2. Kisi-Kisi Kuesioner Masalah-Masalah Siswa (Final) ... 31

Tabel 3. Rekapitulasi Hasil Analisis Uji Validitas... 35

Tabel 4. Patokan Koefisien Reliabilitas Kriteria Guilford ... 36

Tabel 5. Masalah-Masalah yang Dialami Oleh Siswa Kelas VIII SMP Negeri I Sendawar Tahun Ajaran 2012/2013 ... 40

(17)

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Kisi-Kisi Kuesioner Masalah-Masalah Siswa

(Uji Coba) ... 62 Lampiran 2. Kuesioner Masalah-Masalah Siswa ... 63 Lampiran 3. Reliabilitas Metode Belah Dua ... 67 Lampiran 4. Data Masalah-Masalah Siswa Kelas VIII SMP Negeri I

Sendawar TA. 2012/2013 ... 68 Lampiran 5. Kategorisasi Masalah-Masalah Siswa

Berdasarkan Rumus PAP Tipe II ... 77 Lampiran 6. Usulan Topik Bimbingan Klasikal Bagi Siswa Kelas VIII

SMP Negeri I Sendawar ... 78

(18)

BAB I

PENDAHULUAN

Pada bab ini diuraikan latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan batasan istilah.

A. Latar Belakang Masalah

Masa remaja merupakan masa transisi, yakni masa peralihan dari masa anak-anak menuju masa dewasa. Pada masa ini remaja mengalami berbagai perasaan karena terjadi berbagai perubahan pada dirinya yang kadang-kadang sulit ia atasi sendiri.

Peran orang tua, guru, teman bermain, serta teman-teman di sekolah sangat menentukan sikap remaja dalam mengahadapi masa ini. Oleh sebab itu orang-orang yang berada di sekitarnya seharusnya bertindak bijaksana untuk mendampinginya. Pada masa ini remaja sangat memerlukan bimbingan, perhatian yang cukup, dan kasih sayang dari orang-orang di sekitarnya agar mereka tidak merasa terabaikan.

Usia remaja berkisar antara tiga belas sampai enam belas tahun; pada umumnya di usia ini remaja menempuh pendidikan di sekolah (Hurlock, 1980). Di sekolah, remaja memperoleh pendidikan agar ia dapat tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang utuh dan mampu mengatasi berbagai masalah yang dihadapinya. Dalam Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional bab II pasal 3 (www.slideshare.net/srijadi/uu-no-20-2003-sistem-pendidikan-nasional)

dinyatakan bahwa:

(19)

Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermanfaat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk perkembangan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggungjawab.

Untuk pencapaian tujuan tersebut di sekolah diadakan kegiatan pendidikan. Dalam prosesnya, siswa dapat mengalami berbagai masalah, masalah tersebut berkaitan dengan pertumbuhan dan perkembangan fisik, emosi, dan berbagai kecemasan yang dialami.

Remaja tentunya membutuhkan informasi dan bantuan untuk menyelesaikan permasalahan yang mereka alami tersebut. Tidak terkecuali siswa kelas VIII SMP Negeri I Sendawar yang menjadi subjek penelitian ini, mereka juga mengalami hambatan-hambatan dalam mencapai tujuan pendidikan tersebut dan memerlukan bantuan dalam menyelesaikan masalahnya.

(20)

dibimbing untuk mengatasi hambatan dan kesulitan yang dihadapi dalam studi, dalam penyesuaian diri dengan lingkungan pendidikan, dan dalam lingkungan masyarakatnya. Dalam buku yang disusun oleh Tim Dosen PPB FIB UNY (2000: 7) Bimo mengatakan bahwa bimbingan merupakan pertolongan yang diberikan agar individu-individu yang dibantu dapat mengatasi kesulitan yang dialami dalam hidupnya, agar dapat hidup dengan sejahtera dan dapat memenuhi kebutuhannya.

Untuk dapat memberikan bimbingan secara efektif tenaga pembimbing hendaknya mengetahui permasalahan-permasalahan yang dialami oleh siswa agar dapat menyusun topik-topik bimbingan yang sesuai, oleh karena itu peneliti ingin mengetahui permasalahan yang dialami oleh siswa kelas VIII SMP Negeri I Sendawar tahun ajaran 2012/2013. Berdasarkan masalah-masalah yang dialami oleh subjek penelitian maka peneliti akan memberikan usulan topik bimbingan yang sesuai dengan keadaan siswa.

B. Rumusan Masalah

Pertanyaan yang dijawab dalam penelitian ini adalah:

1. Masalah-masalah apa saja yang dialami oleh siswa kelas VIII SMP Negeri I Sendawar tahun ajaran 2012/2013?

2. Usulan topik bimbingan klasikal mana yang sesuai untuk membantu siswa kelas VIII SMP Negeri I Sendawar mengatasi masalahnya?

C. Tujuan Penelitian

(21)

1. Mendeskripsikan masalah-masalah yang dialami oleh siswa kelas VIII SMP Negeri I Sendawar, tahun ajaran 2012/2013.

2. Mengusulkan topik bimbingan klasikal yang sesuai untuk membantu siswa kelas VIII di SMP Negeri I Sendawar.

D. Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi: 1. Guru BK SMP Negeri I Sendawar

Hasil penelitian ini memberikan gambaran untuk guru pembimbing mengenai masalah-masalah yang dialami oleh siswa kelas VIII dan topik-topik bimbingan yang relevan untuk membantu siswa dalam mengatasi masalah-masalah yang dialaminya.

2. Wali kelas dan guru-guru mata pelajaran

Hasil penelitian ini bermanfaat bagi guru kelas dan guru bidang studi untuk mengetahui masalah-masalah yang dialami siswa yang dalam mengatasinya dibutuhkan bantuan atau dampingan guru termasuk wali kelas.

3. Siswa SMP Negeri I Sendawar

Siswa akan memperoleh pelayanan yang relevan karena pelayanan bimbingan didasarkan pada masalah-masalah yang dialami oleh siswa. 4. Peneliti

(22)

E. Batasan Istilah

Berikut ini dijelaskan beberapa istilah penting yang digunakan dalam penelitian ini:

1. Masalah-masalah yang dialami oleh siswa: kesulitan yang dialami oleh peserta didik karena ada kebutuhan yang belum terpenuhi, atau tugas perkembangan yang belum selesai, atau tujuan yang belum tercapai seperti yang dimaksudkan dalam butir-butir kuesioner yang digunakan.

(23)

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

Pada bab ini diuraikan pengertian remaja, ciri-ciri masa remaja awal, kebutuhan remaja, masalah-masalah siswa SMP, dan bimbingan klasikal di SMP.

A. Pengertian Masa Remaja

Masa remaja merupakan masa transisi dari masa anak-anak ke masa dewasa. Periode ini dimulai sejak usia sepuluh atau dua belas tahun sampai usia delapan belas hingga dua puluh tahun. Pada masa ini remaja mulai mengalami perubahan fisik yang cepat, seperti bertambahnya tinggi badan, berat badan, serta perkembangan fungsi seksual. Pada masa ini remaja semakin ingin bebas dan mencari jati diri. Mereka pun menjadi semakin idealis, semakin mampu berpikir abstrak dan logis.

Menurut Masidjo (2003) hakekat masa remaja adalah masa menemukan diri, meneliti sikap hidup yang lama, dan mencoba-coba hal baru untuk menjadi pribadi yang lebih dewasa. Dapat dikatakan bahwa remaja berada pada masa peralihan dari ketidakmatangan pada masa anak-anak menuju kematangan pada masa dewasa.

Masa remaja itu sendiri terdiri dari tiga tahap yakni masa pra-remaja atau masa pra-remaja awal, masa pra-remaja madya atau masa pra-remaja tengah, dan masa remaja akhir. Yusuf (2008: 26) menjelaskan masing-masing tahap ini sebagai berikut:

(24)

1. Masa Pra-Remaja (Masa Remaja Awal)

Biasanya masa ini berlangsung dalam waktu yang singkat. Masa ini juga sering disebut “masa negatif” karena ditandai oleh sifat-sifat

negatif dari remaja. Sifat negatif itu sendiri terbagi menjadi dua, yakni sifat negatif dalam berprestasi, berarti prestasi remaja menurun, dan negatif dalam sikap sosial, seperti menarik diri dari masyarakat dan bersifat agresif. Pada masa ini, remaja sangat membutuhkan bimbingan dari lingkungan sosialnya agar tidak larut dalam sikap negatif, dan agar terbantu dalam membentuk sifat positif. Pada masa ini siswa banyak menghabiskan waktunya di sekolah, sehingga peran guru kelas dan guru pembimbing sangat penting dalam membantu siswa untuk berkembang secara positif.

2. Masa Remaja Madya (Masa Remaja Tengah)

(25)

3. Masa Remaja Akhir

Pada masa ini seorang anak muda seharusnya telah beranjak dari ketergantungan menuju kemandirian, otonomi, dan kematangan. Adapun ukuran kemandirian, otonomi, dan kematangan dapat berbeda pada setiap lingkungan budaya. Masa ini merupakan masa dimana remaja sangat membutuhkan pertolongan orang-orang di sekitarnya untuk membantu menjalankan tugas perkembangannya dan mendampinginya dalam menuju masa dewasa.

B. Ciri-Ciri Masa Remaja Awal

Monoks, dkk. (2001: 262) mengungkapkan bahwa masa remaja secara umum antara 12-21 tahun, dengan pembagian sebagai berikut: remaja awal 12-15 tahun, remaja tengah 15-18 tahun, dan remaja akhir 18-21 tahun. Remaja awal akan mengalami masa pubertas, yang terjadi pada perempuan saat berusia 11-15 tahun, sedangkan laki-laki pada usia 12-16 tahun.

Pada masa remaja awal remaja banyak mengalami perubahan. Berikut adalah perubahan-perubahan yang biasanya dialami oleh orang yang berada pada masa tersebut.

1. Pertumbuhan dan Perkembangan Fisik Remaja Awal

(26)

perbedaan antara laki-laki dan perempuan yang disebabkan oleh bekerjanya hormon-hormon dalam tubuh mereka.

Ciri-ciri perubahan yang penting pada lelaki adalah: (1) mulai tumbuh rambut pada kemaluan, (2) kulit menjadi lebih kasar, (3) otot semakin kuat dan besar, (4) perubahan pada suara, (5) lebih mudah berkeringat dan berlemak karena semakin aktifnya kelenjar-kelenjar lemak dan keringat. Perubahan itu juga terjadi pada ada anak perempuan, yakni perubahan-perubahan pada: (1) pinggul yang melebar dan bulat, (2) membesarnya payudara, (3) suara semakin merdu, (4) kulit menjadi lebih kasar, (5) mudah berkeringat dan berlemak karena kelenjar lemak menjadi lebih aktif (Hurlock, 1996: 189).

2. Pertumbuhan Otak dan Perkembangan Kemampuan Berpikir

Remaja Awal

Jean Piaget mengatakan bahwa ada empat periode perkembangan kemampuan berpikir anak, yaitu: (1) periode sense motorik pada usia 0-2 tahun, (0-2) periode pra-operasional pada usia 0-2-7 tahun, (3) periode operasional konkrit antara 7-11 tahun, dan (3) periode operasional formal di usia 11-14 tahun, dalam periode ini ciri-cirinya adalah mampu berpikir secara sistematis dan logis (Mappiare 1984: 55).

(27)

awal mampu menilai benar atau salah pendapat atau tindakan orang dewasa.

Remaja terkadang sering membantah pendapat orang lain yang bertentangan dengan pendapatnya secara langsung tanpa mempertimbangkan perasaan orang tersebut, ini merupakan pengaruh dari kuatnya perasaan remaja yang “ego-centris”. Beberapa remaja juga

menunjukan sikap tidak setujunya secara tidak langsung, seperti “mengumpat” dalam hati.

Untuk membantu siswa menyampaikan atau mengungkapkan pendapatnya secara tepat, guru pembimbing dapat mengadakan kegiatan bimbingan klasikal.

Informasi-informasi dalam kegiatan layanan bimbingan akan sangat efektif jika selaras penyajiannya dengan periode-periode terjadinya pertumbuhan dan perkembangan otak.

3. Perkembangan Sikap, Perasaan, dan Emosi Remaja Awal

Sikap adalah reaksi positif atau negatif dari seseorang, reaksi yang cenderung stabil baik terhadap dirinya sendiri, terhadap orang lain, dan terhadap keadaan di sekitarnya. Perasaan (emosi) mencakup rasa tidak senang, rasa senang, rasa benci, sayang, suka, tidak suka, dan berbagai perasaan (emosi) lainnya, perasaan (emosi) biasanya cenderung cepat berubah (Mappiare, 1984: 58).

(28)

sebaya berkembang setelah remaja mengenal adanya kepentingan dan kebutuhan yang sama. Remaja akan berusaha untuk menyesuaikan diri dengan kelompoknya dengan mengikuti norma-norma yang berlaku dalam kelompok. Remaja terus menyesuaikan diri dengan teman-teman sebayanya sehingga dapat timbul pertentangan antara remaja dengan orang tua karena adanya nilai yang berbeda.

Remaja merasa takut jika terisolir dari teman-teman sebayanya. Hal tersebut menyebabkan remaja menjadi sangat terikat dengan teman kelompoknya.

Remaja menjadi sangat peka terhadap setiap hal yang dilontarkan kepada mereka, seperti ejekan-ejekan. Hal ini akan mengakibatkan rasa sedih yang mendalam, rasa sedih merupakan emosi yang paling menonjol dialami oleh remaja.

Remaja awal akan sering mengalami berbagai bentuk emosi, emosi yang paling sering muncul pada masa ini adalah: marah, malu, takut, cemas, cemburu, iri, sedih, dan senang. Pada umumnya remaja kurang dapat mengontrol emosi yang mereka alami dengan baik. Tingkah laku remaja dipengaruhi oleh emosi yang sedang dirasakannya. Cara membongkar emosi yang terpendam adalah dengan cara bermain, bekerja, dan lebih baik jika diungkapkan kepada seseorang yang dapat dipercaya.

(29)

tekanan sosial dan menghadapi kondisi yang baru, sedangkan di masa anak-anak kurang mendapat persiapan untuk menghadapi kondisi itu.

Emosi remaja tampak irasional dan sulit terkendali, namun hal ini berangsur-angsur berubah seiring berjalannya waktu, terjadi perbaikan dari tahun ke tahun. Remaja akan mencapai puncak kematangan emosi, remaja bisa dikatakan mencapai puncak kematangan emosi jika sudah lebih tenang atau tidak “meledak-ledak” dalam mengungkapkan emosinya, dan mampu mengungkapkan emosi dengan cara dan waktu yang lebih tepat.

Bila remaja ingin mencapai kematangan emosi, mereka perlu membicarakan masalah pribadi yang dialaminya kepada orang lain dan perlu belajar menggunakan katarsis emosi dalam menyalurkan emosinya. Peran guru pembimbing sangat penting dalam hal ini terutama untuk membantu siswa mengenali emosi yang sedang dialaminya dan mengungkapkannya dengan tepat.

4. Perkembangan Minat Remaja Awal

(30)

Berikut adalah penjelasan tentang minat remaja awal: a. Minat pribadi dan sosisal

Minat ini merupakan yang paling kuat dimiliki remaja awal. Minat pribadi biasanya timbul karena: (1) remaja menyadari bahwa penerimaan sosial sangat dipengaruhi oleh kesan keseluruhan yang ditampakkan oleh remaja tersebut kepada sekitarnya, (2) remaja sadar bahwa lingkungan sosial menilai dirinya dengan melihat miliknya, sekolahnya, keuangannya, teman sepergaulannya, dan hal-hal lain yang dimilikinya. Hal-hal yang bersifat pribadi seperti bentuk tubuh, wajah, dan pakaiannya sangat diminati remaja karena erat berkaitan dengan keberhasilannya dalam pergaulan.

Minat ini nampak dengan keinginan atau kebisaan remaja untuk merawat tubuhnya, bersolek, dan mengenakan pakaian sesuai dengan nilai kelompoknya.

b. Minat terhadap rekreasi

(31)

c. Minat terhadap agama

Minat terhadap agama remaja awal dapat melemah, mereka mulai kritis, mulai mendiskusikan soal-soal agama, dan remaja awal sering mempertanyakan tentang kebenaran, dosa, neraka, pahala, surga; mereka mulai meragukan doa. Akibatnya mereka meninggalkan praktek agama.

d. Cita-cita terhadap sekolah dan jabatan

Cita-cita atau minat remaja awal banyak dipengaruhi oleh orang tua dan teman-teman kelompoknya. Persoalan yang sering muncul adalah ketika ada perbedaan yang tajam antara orientasi sekolah/jabatan dari orang tua dengan orientasi sekolah/jabatan kelompok dengan teman sebayanya. Pada masa remaja awal minat atau cita-cita sekolah dan jabatan sering berubah-ubah. Ketika mendekati masa remaja akhir, minat atau cita-cita tersebut mulai kuat dan terarah pada cita-cita atau minat pendidikan dan jabatannya kelak.

5. Perkembangan Pribadi, Sosial, dan Moral Remaja Awal

(32)

selaras dengan keadaan sesungguhnya. Remaja awal sering memiliki citra diri yang lebih tinggi ataupun lebih rendah dari yang semestinya.

moral sebagai norma yang muncul dari agama dan lingkungan sosial remaja memberikan konsep-konsep yang baik, buruk, layak, tidak layak, hitam, putih, pantas, tidak pantas. Remaja akan menganggap bahwa yang benar ialah kesesuaian antara ideal dengan prakteknya. Antara apa yang seharussnya dilakukan dengan apa yang sesungguhnya nampak, selalu dibandingkannya. Kecenderungan-kecenderungan dan ketidakadilan dalam hidup sehari-hari menimbulkan konflik dalam diri remaja.

Remaja dituntut untuk bisa beradaptasi dengan situasi-situasi itu. Remaja dituntut oleh lingkungan untuk mengadakan penyesuaian sosial, penyesuaian dengan teman sebaya, dan penyesuaian terhadap moral yang berlaku. Dalam proses penyesuaian-penyesuaian pribadi, sosial, dan moral remaja akan semakin berkembang.

C. Kebutuhan Remaja

(33)

Pada masa remaja, remaja mengalami berbagai perubahan baik secara fisik maupun emosi, serta memiliki kebutuhan yang semakin bertambah dan berbeda dari periode sebelumnya.

Menurut Maslow (Boeree, 2009: 252-261) kebutuhan seseorang tersusun dalam suatu hirarki tertentu. Kebutuhan itu adalah:

1. Kebutuhan fisiologis

Kebutuhan fisiologis merupakan kebutuhan paling dasar yang mencakup kebutuhan-kebutuhan akan makanan, air, tidur, udara, vitamin, dan berbagai kebutuhan dasar lainnya yang harus dipenuhi. Kebutuhan dasar ini harus terpenuhi agar seseorang dapat terus melangsungkan hidup.

2. Kebutuhan akan rasa aman

Kebutuhan-kebutuhan akan rasa aman meliputi kebutuhan akan jaminan, stabilitas, perlindungan, ketertiban, bebas dari ketakutan dan rasa cemas.

3. Kebutuhan akan memiliki dan cinta

Seseorang memuaskan kebutuhan ini dengan suatu hubungan yang akrab dan penuh perhatian dengan orang lain. Dalam hubungan ini timbal balik untuk memberi dan menerima cinta adalah sama penting. 4. Kebutuhan akan penghargaan

(34)

reputasi, kekaguman, status, popularitas, prestise, atau keberhasilan dalam masyarakat. Sedangkan penghargaan yang berasal dari dalam diri adalah bagaimana seserorang menilai dan memperlakukan dirinya sendiri, merasa bahwa dirinya merupakan pribadi yang berharga, merasa aman, serasi, dan seimbang.

5. Kebutuhan aktualisasi diri

Aktualisasi diri dapat diartikan sebagai perkembangan yang paling tinggi dan penggunaan potensi diri, pemenuhan semua kualitas dan kapasitas hidup seseorang.

Kebutuhan-kebutuhan remaja menurut Rifai (1984) adalah:

1. Kebutuhan untuk menerima kasih sayang dari keluarga, teman, guru dan pendidik lainnya.

2. Kebutuhan untuk memberikan sumbangan bagi kelompoknya. 3. Rasa ingin diterima oleh kelompoknya.

4. Kebutuhan untuk mandiri.

5. Kebutuhan untuk mengetahui dan mempelajari sesuatu. 6. Kebutuhan untuk berprestasi.

7. Kebutuhan untuk diakui oleh orang lain. 8. Rasa ingin di hargai.

(35)

yang layak, kebutuhan untuk dapat mengembangkan potensi yang dimiliki.

D. Masalah-Masalah Siswa SMP

Masalah merupakan sesuatu yang harus diselesaikan atau dipecahkan oleh orang yang mengalaminya. Remaja mengalami masalah karena adanya kebutuhan yang belum terpenuhi atau adanya tugas perkembangan yang belum dituntaskan.

Panut & Ida (1999: 142) mengelompokkan masalah remaja menjadi enam bidang: (1) masalah yang menyangkut jasmani; (2) masalah yang berkaitan dengan orang tua; (3) masalah keyakinan atau agama; (4) masalah masa depan; (5) masalah hubungan sosial; (6) masalah akhlak.

Winkel (1997: 81-82) menggolongkan masalah menjadi beberapa bidang, yaitu (1) masalah belajar, (2) masalah yang berhubungan dengan keluarga, (3) masalah dalam pengisian waktu luang, (4) masalah yang berhubungan dengan pergaulannya dengan teman sebaya, serta (5) pergulatan dalam dirinya sendiri. Penjelasan dari masalah-masalah tersebut adalah sebagai berikut:

1. Masalah belajar

(36)

2. Masalah keluarga

Situasi dalam keluarga merupakan salah satu sumber masalah remaja, seperti suasana keluarga yang kurang harmonis, keadaan ekonomi yang lemah, tuntutan orang tua yang terlalu banyak sehingga anak merasa tertekan, dan berbagai masalah keluarga lainnya.

3. Masalah pengisian waktu luang

Remaja juga akan mengalami masalah jika ia tidak mampu mengisi waktu luang secara tepat, atau kurang mampu memanajemen waktu dengan baik, sehingga hal-hal yang seharusnya diprioritaskan menjadi terabaikan.

4. Pergaulan dengan teman sebaya

Pergaulan dengan teman sebaya dapat juga menjadi masalah bagi remaja, seperti perbedaan pendapat atau selisih paham dengan teman, perbedaan status ekonomi dengan teman, dan berbagai masalah yang berhubungan dengan teman sebaya.

5. Pergulatan dalam diri sendiri

Remaja dapat mengalami pergulatan dalam dirinya, seperti rasa iri, perasaan rendah diri, gelisah dalam memikirkan masa depan, dan berbagai masalah pribadi lainnya.

(37)

sosial, dan (5) masalah pendidikan. Masing-masing masalah tersebut akan diuraikan sebagai berikut:

1. Masalah penyesuaian diri

Penyesuaian diri merupakan kemampuan seseorang untuk hidup dan bergaul secara wajar di lingkungannya. Seseorang bisa saja gagal dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Kegagalan bisa terjadi karena pengalaman yang menyebabkan seseorang mengalami kesulitan untuk menyesuaikan diri dan menjadi masalah baginya.

2. Masalah kesehatan

Masalah kesehatan remaja bukan hanya masalah yang menyangkut kesehatan jasmani, melainkan masalah yang menyangkut kesehatan rohani. Jika kesehatan jasmaninya terganggu, seperti sakit-sakitan, ia akan kurang percaya diri dalam bergaul, sedangkan jika orang tersebut kurang sehat secara rohani maka hidupnya akan menjadi tidak seimbang. Hal ini biasanya terjadi karena tidak dibiasakan mengenal Tuhan.

3. Masalah ekonomi dan pekerjaan

Pada umumnya remaja ingin memperoleh pekerjaan agar mereka tidak bergantung pada orang tuanya dalam hal keuangan. Remaja akan beranggapan bahwa sekolah bukanlah satu-satunya hal yang akan membuat ia memperoleh pekerjaan.

4. Masalah sosial

(38)

ini akan membuat remaja menarik diri dari lingkungan masyarakat dan membentuk kelompok tersendiri.

5. Masalah pendidikan

Masalah pendidikan adalah masalah-masalah yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan remaja. Remaja seharusnya memiliki keinginan untuk menambah pengetahuan mereka, mengungkapkan masalah-masalah yang belum terungkap secara ilmiah, dan memiliki keinginan yang kuat untuk memperoleh pendidikan. Namun banyak hambatan dalam memperoleh pendidikan, seperti sarana yang kurang memadai, dan berbagai hambatan lainnya.

Lelanawati dalam skripsinya yang berjudul Bidang Masalah yang Intens Dialami Para Siswa Kelas I dan II SLTP Kanisius Temanggung Tahun Pelajaran 2003-2004 dan Implikasinya Bagi Bimbingan Klasikal menunjuk bahwa masalah yang banyak dialami oleh siswa adalah:

1. Masalah pribadi

a. Belum mengetahui kemampuan, minat, bakat, serta sifat.

b. Kurang mengetahui hal-hal yang harus diutamakan dan diperjuangkan dalam hidup.

c. Belum mampu mengatur penggunaan uang secara bijaksana dan bertanggungjawab.

d. Belum tahu cara mengisi waktu luang.

(39)

2. Masalah sosial

a. Tidak mempunyai teman yang dapat dipercaya. b. Pola asuh orang tua kurang mendukung/otoriter.

c. Kurang berani mengungkapkan pendapat/pendirian sendiri. 3. Masalah belajar

a. Kurang berani mengungkapkan kesulitan/keluhan terhadap guru. b. Kurang mampu mengatur waktu sehari-hari dengan baik.

c. Tidak menguasai cara-cara efektif dalam menghadapi ujian. 4. Masalah karier

a. Kurang mengetahui berbagai jenis pendidikan dan kursus yang sesuai dengan bidang pekerjaan yang diminati.

b. Kurang mengenal pekerjaan sesuai dengan minat dan kemampuan. Hastuti (2007) mengungkap masalah-masalah yang secara intens dialami oleh siswa-siswa kelas VII SMP Santa Maria Banjarmasin tahun ajaran 2007/2008 adalah sebagai berikut:

1. Bidang pribadi

a. Rendah diri/kurang PD. b. Mudah marah.

c. Merasa gugup sewaktu berbicara di muka umum.

d. Terlanjur berbicara atau melakukan sesuatu yang tidak baik kepada orang tua atau orang lain.

(40)

g. Cenderung berbuat tidak jujur.

h. Tidak melaksanakan apa yang menjadi tanggungjawab sendiri. 2. Bidang sosial

a. Mudah tersinggung atau sakit hati.

b. Khawatir tidak mampu memenuhi tuntutan atau harapan orang tua. c. Kurang memperhatikan kepentingan orang lain.

d. Kurang mampu berkerjasama dengan teman sekelas. 3. Bidang belajar/akademik

a. Khawatir memperoleh nilai yang rendah dalam ujian/ulangan atau PR. b. Cemas sewaktu menghadapi ujian.

c. Merasa cemas kalau-kalau tinggal kelas. d. Kurang berminat terhadap pelajaran tertentu. e. Kesulitan dalam mengingat materi pelajaran. f. Tidak tahu bagaimana cara belajar yang tepat. g. Kurang tekun/teliti dalam mengerjakan PR. 4. Bidang karier

a. Mengalami masalah karena kurang mampu mengelola (menggunakan) uang dengan baik.

b. Kurang memiliki pengetahuan yang luas tentang lapangan pekerjaan. c. Kurang mampu menggunakan waktu senggang (waktu luang) dengan

baik.

(41)

agama, watak/sifat), sosial (hubungan sosial dengan teman sebaya, keluarga, guru, dan orang dewasa), belajar (masalah studi, kesulitan-kesulitan belajar), dan masalah karir (cita-cita dan minat). Kemudian pengelompokan masalah-masalah ini dijadikan sebagai aspek dan indikator yang selanjutnya dirumuskan menjadi item-item instrumen penelitian.

Remaja sangat memerlukan bantuan orang dewasa untuk mengatasi masalah yang mereka alami, mereka membutuhkan pendampingan orang lain yang mau mendengarkan dan dapat dijadikan sebagai tempat untuk mencurahkan kesulitan dan masalah yang dihadapi. Dengan demikian remaja diharapkan dapat berkembang optimal dan utuh sebagai pribadi. E. Bimbingan Klasikal di SMP

Berikut ini diuraikan pengertian bimbingan dan konseling, tujuan bimbingan dan konseling, bidang bimbingan dan konseling, dan layanan kelompok (klasikal).

1. Pengertian Bimbingan dan Konseling

(42)

2. Tujuan Bimbingan dan Konseling

Winkel (1997: 61) mengungkapkan bahwa bimbingan bertujuan agar manusia mampu mengatur hidupnya sendiri, memiliki pandangan sendiri, mengambil sikap sendiri, dan berani menanggung sendiri konsekuensi-konsekuensi dari setiap tindakannya.

Tujuan umum dari bimbingan dan konseling adalah memandirikan peserta didik serta mengembangkan potensi-potensinya secara optimal. Tujuan tersebut dijabarkan ke dalam tujuan yang mengarah ke hidup sehari-hari yang lebih efektif dengan memperhatikan potensi peserta didik (Depdiknas, 2003: 5).

Bimbingan dan konseling di SMP bertujuan untuk membantu siswa agar mereka dapat memahami dirinya dan dapat bertindak wajar sesuai dengan tuntutan dan keadaan lingkungan. Bimbingan membantu individu untuk mencapai kebahagiaan hidup sebagai ciptaan Tuhan, bertumbuh secara optimal sebagai makhluk sosial, berkembang secara optimal sebagai pribadi, menjalani kehidupan yang produktif dan efektif, dan mampu hidup bersama individu-individu lainnya.

3. Bidang Bimbingan dan Konseling

(43)

a. Bimbingan pribadi

Bimbingan pribadi bertujuan untuk membantu siswa menghadapi dan memecahkan masalah-masalah pribadi misalnya pemahaman diri, penyesuaian diri, dan sebagainya. Bimbingan pribadi membantu orang menjadi pribadi yang matang dengan memperhatikan keunikan dan bidang-bidang permasalahan yang dialaminya.

b. Bimbingan sosial

Bimbingan sosial bertujuan membantu siswa untuk menghadapi dan memecahkan masalah-masalah sosial. Bimbingan sosial me-rupakan upaya untuk mengembangkan keterampilan-keterampilan sosial peserta didik.

c. Bimbingan belajar

Tujuan bimbingan belajar adalah membantu peserta didik menghadapi dan memecahkan masalah-masalah belajar seperti pilihan jurusan, cara belajar efektif, dan perencanaan pendidikan lanjutan. Guru pembimbing diharapkan dapat membantu siswa mengatasi kesulitan belajar dan mengetahui siswa mengetahui dan menggunakan cara belajar yang efektif sehingga mencapai hasil yang optimal, atau agar sukses dalam belajarnya dan mampu menyesuaikan diri dengan situasi yang dihadapi.

d. Bimbingan karier

(44)

minat dan kemampuannya serta kemungkinan-kemungkinan pengem-bangan karier yang sesuai baginya.

4. Layanan Bimbingan Kelompok (klasikal)

Depdiknas (2003: 18) menerangkan bahwa bimbingan kelompok adalah layanan yang memungkinkan sejumlah siswa secara bersama-sama memperoleh bahan dan membahas topik yang relevan dengan kebutuhan, masalah, atau tugas perkembangannya.

Menurut Nurihsan dan Sudianto (2005: 21) materi bimbingan kelompok mencakup:

a. Isi layanan pribadi sosial berbasis kompetensi: 1) Fakta perubahan fisik dan psikis remaja 2) Konsep pola hidup sehat

3) Pengembangan pengaruh positif dan menghindari pengaruh negatif berubahan fisik dan psikis terhadap hubungan sosial 4) Konsep empati

b. Isi layanan bimbingan belajar berbasis kompetensi:

(45)

2) Motivasi, sikap, kebiasaan, dan keterampilan belajar di dalam dan di luar kelas, membaca cepat dan tepat, menyiapkan tugas, karya tulis, dan lain sebagainya.

c. Isi layanan bimbingan karier berbasis kompetensi:

1) Keterkaitan pengetahuan dan keterampilan program kurikuler SMP dengan karier tertentu.

2) Contoh penerapan sistem nilai dalam pekerjaan dan pengembangan karier, dll.

(46)

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

Pada bab ini diuraikan jenis penelitian, subjek penelitian, alat pengumpulan data, prosedur pengumpulan data, dan teknik analisis data. A. Jenis Penelitian

Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan metode survei. Penelitian deskriptif adalah penelitian yang memberikan gambaran atau uraian atas suatu keadaan sejernih mungkin tanpa ada perlakuan khusus terhadap objek yang diteliti (Kountur, 2003: 53).

Penelitian ini dimaksudkan untuk memperoleh informasi mengenai masalah-masalah yang dialami oleh siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Sendawar, tahun ajaran 2012/2013.

Berdasarkan hasil penelitian itu akan disusun usulan topik bimbingan klasikal sebagai referensi bagi guru pembimbing di SMP Negeri I Sendawar.

B. Subjek Penelitian

Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri I Sendawar tahun ajaran 2012/2013. Penelitian ini merupakan penelitian populasi karena hampir semua anggota populasi menjadi responden, yakni siswa kelas VIII B, VIII C, VIII D, dan VIII E, sedangkan siswa kelas VIII A digunakan untuk uji coba. Rincian jumlah siswa kelas VIII SMP Negeri I Sendawar tahun ajaran 2012/2013 dapat dilihat pada tabel 1.

(47)

Tabel 1

Rincian Jumlah Siswa Kelas VIII SMP Negeri I Sendawar

Tahun Ajaran 2012/2013

Kelas Jumlah Siswa

VIII A 36 siswa

VIII B 33 siswa

VIII C 34 siswa

VIII D 33 siswa

VIII E 34 siswa

Total 170 siswa

C. Alat Pengumpulan Data

1. Kisi-Kisi Kuesioner Masalah Siswa

(48)

Tabel 2

Kisi-Kisi Kuesioner Masalah-Masalah Siswa

(Final)

No Aspek Indikator Item Kuesioner

Penelitian

1 Pribadi 1) Kesehatan jasmani siswa 1, 2, 3, 4, 5 2) Pemahaman siswa akan agama

dan filsafat hidup

6 3) Watak/sifat yang dimiliki 7, 8 2 Sosial 4) Hubungan siswa dengan

teman-teman sebayanya

9, 10, 11, 12, 13, 14

5) Hubungan dengan keluarga 15, 16, 17, 18, 19, 20, 21, 22, 23, 24 6) Hubungan dengan guru 25, 26

7) Hubungan siswa dengan orang-orang yang lebih dewasa

27, 28, 29, 32 8) Sikap terhadap adat/tradisi yang

ada di lingkungannya

30, 31 3 Belajar 9) Masalah-masalah yang dialami

dalam studi

33, 39 10) Kesulitan-kesulitan belajar yang

siswa alami

34, 35, 36, 37, 38, 40, 41, 42, 43 4 Karier 11) Cita-cita yang dimiliki oleh

siswa

44, 45 12)Minat serta bakat siswa 46, 47

Jumlah 47 item

2. Skoring

Penentuan skor untuk masing-masing alternatif jawaban adalah sebagai berikut:

(49)

skor 4, setuju (S) diberi skor 3, tidak setuju (TS) diberi skor 2, dan sangat tidak setuju (STS) diberi skor 1.

Subjek diminta untuk memilih salah satu alternatif jawaban dari 4 alternatif jawaban yang disediakan pada setiap pernyataan dan memberi tanda centang (√) pada kolom alternatif jawaban yang

tersedia. Semakin tinggi skor yang diperoleh, semakin kuat masalah tersebut dialami siswa.

3. Uji Coba

Sebelum digunakan untuk pengumpulan data, kuesioner terlebih dahulu diuji cobakan untuk mengetahui kualitasnya. Kualitas yang dimaksudkan adalah tingkat validitas dan reliabilitas dari alat yang digunakan. Langkah yang ditempuh untuk melaksanakan uji coba instrumen adalah:

a. Membuat kisi-kisi kuesioner masalah-masalah yang mungkin dialami oleh siswa dan dikonsultasikan kepada dosen pembimbing. Kisi-kisi kuesioner yang digunakan untuk uji coba dapat dilihat pada lampiran 1.

(50)

c. Menemui pihak sekolah dan meminta bantuan untuk bekerjasama dalam melakukan uji coba dan melakukan pengumpulan data. Kemudian menentukan waktu untuk melakukan uji coba.

d. Kuesioner dibagikan kepada siswa dan peneliti menjelaskan maksud penelitian.

e. Siswa diberi penjelasan tentang tata cara pengisian kuesioner dan diberi kesempatan untuk menanyakan hal-hal yang belum dipahami. f. Para siswa dipersilahkan untuk mengisi kuesioner.

Uji coba kuesioner ini dimaksudkan untuk mengetahui berapa lama waktu yang diperlukan responden untuk mengerjakan kuesioner, mengetahui apakah responden memahami maksud pertanyaan, serta untuk menemukan kekurangan kuesioner tersebut. Uji coba kuesioner dilaksanakan di kelas VIII A SMP Negeri I Sendawar pada tanggal 23 Januari 2013 dengan jumlah responden 36 siswa. Waktu yang diperlukan untuk menjawab kuesioner termasuk waktu untuk memberikan petunjuk tentang pengisian kuesioner kurang lebih 40 menit. Jumlah item kuesioner yang diuji coba sebanyak 64 item.

4. Validitas dan Reliabilitas

a. Validitas

(51)

hasil ukur yang sesuai dengan maksud dilakukannya pengukuran yang bersangkutan.

Prosedur pengujian kesahihan item dilakukan dengan cara menganalisa setiap item dengan mengkorelasikan skor setiap item X dengan skor total seluruh item Y yang di peroleh setiap responden. Untuk perhitungan validitas ini digunakan teknik korelasi Product Moment Pearson (Masidjo, 1995: 246) sebagai berikut :

𝑟𝑥𝑦 = 𝑁∑𝑋𝑌− ∑𝑋 ∑𝑌

𝑁∑𝑋2− ∑𝑋 2 𝑁∑𝑌2 − ∑𝑌 2

Keterangan rumus :

rxy : koefisien kerelasi antara X dan Y

x : skor variabel X y : skor variabel Y N : jumlah siswa

Batasan yang digunakan adalah taraf signifikasi 0,05 (5%). Penentuan validitas item–item menggunakan patokan koefisien korelasi minimum 0,30. Dengan demikian item yang koefisien korelasinya lebih kecil dari 0,30 dinyatakan gugur sehingga tidak dapat digunakan sebagai item pengumpul data. Koefisen korelasi yang lebih besar atau sama dengan 0,30 dinyatakan valid, sehingga dapat digunakan untuk mengumpulkan data (Azwar, 2008).

(52)

Social Science) versi 16,0 for windows agar lebih efektif dan efisien. Hasil perhitungan taraf validitas dapat dilihat padatabel 3.

Tabel 3

Rekapitulasi Hasil Analisis Uji Validitas

No Aspek Indikator Item yang Diuji

2) Pemahaman siswa akan agama dan filsafat hidup 2) Hubungan dengan keluarga 25, 26, 27, 28, 29,

30, 31, 32, 33, 34, 35, 36

27, 36

3) Hubungan dengan guru 37, 38, 39 39

4) Hubungan siswa dengan orang-orang yang lebih dewasa

40, 41, 42 5) Sikap terhadap adat/tradisi yang

ada di lingkungannya

43, 44, 45 43, 44, 45 3 Belajar 1) Masalah-masalah yang dialami

dalam studi

46, 47, 48 46, 47, 48 2) Kesulitan-kesulitan belajar yang

(53)

penelitian ini berjumlah 47. Kisi-kisi kuesioner yang final dapat dilihat pada tabel 2, sedangkan kuesioner yang final dapat dilihat pada lampiran 2.

b. Reliabilitas

Reliabilitas merupakan terjemahan dari kata reliability yang berasal dari kata rely dan ability yang berarti keandalan. Suatu tes yang reliabel akan menunjukkan ketepatan dan ketelitian hasil dalam berbagai pengukuran. Menurut Masidjo (1995 : 209), reliabilitas suatu alat ukur adalah taraf sampai dimana suatu tes mampu menunjukkan konsistensi hasil pengukurannya. Taraf reliabilitas dinyatakan dalam suatu koefisien yang disebut koefisien reliabilitas atau rtt. Koefisien reliabilitas dinyatakan

dalam suatu bilangan koefisien -1,00 sampai 1,00. Patokan koefisien reliabilitas dapat dilihat pada tabel 4.

Tabel 4

Patokan Koefisien Reliabilitas Kriteria Guilford

Koefisien Kolerasi Kualifikasi

0,91-1,00 Sangat Tinggi

0,71-0,90 Tinggi

0,41-0,70 Cukup

0,21-0,40 Rendah

Negatif-0,20 Sangat Rendah

(54)

pertama berupa item-item yang bernomor gasal dan bagian kedua berupa item-item yang bernomor genap. Reliabilitas metode belah dua gasal genap dapat dilihat pada lampiran 3. Koefisen reliabilitas ditentukan dengan rumus Spearman and Brown :

Keterangan:

rtt : koefisien reliabilitas

r99 : koefisien korelasi item-item belahan ganjil dan genap

Berdasarkan kriteria tersebut tingkat reliabilitas instrumen termasuk tinggi yaitu 0,802.

D. Prosedur Pengumpulan Data

1. Tahap persiapan

Dalam tahap persiapan ini, peneliti menghubungi pihak sekolah untuk meminta izin dan menyerahkan surat izin penelitian dari program studi Bimbingan dan Konseling kepada pihak sekolah. 2. Tahap pelaksanaan

Pelaksanaan penelitian dilakukan di ruang kelas masing-masing sesuai dengan jadwal kegiatan Bimbingan dan Konseling. Dalam mengisi kuesioner membutuhkan waktu kurang lebih 40 menit. E. Teknik Analisis Data

Data yang telah terkumpul kemudian dianalisis dengan langkah-langkah sebagai berikut:

𝑟

𝑡𝑡

=

(55)

1. Peneliti memberikan skor pada setiap alternatif jawaban. Alternatif jawaban, sangat setuju= 4, setuju= 3, tidak setuju= 2, dan sangat tidak setuju= 1.

2. Peneliti membuat tabulasi data dengan menggunakan microsoft exel 2007

dan menjumlahkan skor-skor total masing-masing item. Data masalah-masalah yang dialami oleh siswa kelas VIII SMP Negeri I Sendawar tahun ajaran 2012/2013 dapat dilihat pada lampiran 4.

3. Peneliti membuat rentang skor masalah-masalah yang dialami oleh siswa dengan berpedoman pada Penilaian Acuan Patokan (PAP) Tipe II (Masidjo, 1995: 157) dan dikelompokkan kedalam lima kategori yaitu sangat mengalami, mengalami, cukup mengalami, kurang mengalami, dan sangat tidak mengalami. Kategorisasi masalah-masalah yang dialami oleh siswa kelas VIII SMP Negeri I Sendawar tahun ajaran 2012/2013 adalah berdasarkan perhitungan dengan menggunakan PAP. Hasilnya dapat dilihat pada lampiran 5.

4. Peneliti menyimpulkan masalah-masalah yang dialami oleh siswa kelas VIII SMP Negeri I Sendawar.

(56)

BAB IV

HASIL PENELITIAN, PEMBAHASAN, DAN USULAN TOPIK

BIMBINGAN KLASIKAL

Dalam bab ini disajikan hasil penelitian, pembahasan, dan usulan topik bimbingan klasikal yang tepat bagi siswa kelas VIII SMP Negeri I Sendawar. Hasil penelitian ini merupakan jawaban atas masalah penelitian yang pertama, yaitu “Masalah-masalah apa saja yang dialami oleh siswa kelas VIII SMP Negeri I Sendawar tahun ajaran 2012/2013?”.

Usulan topik bimbingan klasikal merupakan jawaban dari pertanyaan kedua, yaitu: “Usulan topik bimbingan klasikal mana yang sesuai untuk

membantu siswa kelas VIII SMP Negeri I Sendawar mengatasi masalahnya?”. A. Masalah-Masalah yang Dialami Oleh Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1

Sendawar Tahun Ajaran 2012/2013

Berdasarkan data penelitian yang telah terkumpul dan dianalisis dengan menggunakan Penilaian Acuan Patokan (PAP) Tipe II, tampaklah masalah-masalah yang dialami oleh siswa kelas VIII SMP Negeri I Sendawar tahun ajaran 2012/2013, seperti yang disajikan pada tabel 5.

(57)

Tabel 5

Masalah-Masalah yang Dialami Oleh Siswa Kelas VIII SMP Negeri I Sendawar Tahun Ajaran 2012/2013.

No.

Berdasarkan tabel 5, tampak bahwa:

1. Tidak ada (0%) masalah yang sangat dialami oleh siswa kelas VIII SMP Negeri I Sendawar tahun ajaran 2012/2013.

2. Terdapat 7 (14,9%) masalah yang dialami oleh siswa kelas VIII SMP Negeri I Sendawar tahun ajaran 2012/2013, yaitu:

a. Masalah Sosial

1) Orang tua membatasi setiap tindakan (item nomor 16). 2) Sering terlibat pertengkaran dengan saudara (item nomor 23). b. Masalah Belajar

1) Tidak yakin akan kemampuan akademik (item nomor 33). 2) Sering tidak mengerjakan tugas (item nomor 36).

(58)

4) Sulit mengingat pelajaran (item nomor 41). 5) Sering malas belajar (item nomor 43).

3. Terdapat 20 (42,6%) masalah-masalah yang cukup dialami oleh siswa kelas VIII SMP Negeri I Sendawar tahun ajaran 2012/2013, yaitu:

a. Masalah Pribadi

1) Merasa kurang percaya diri dengan beberapa anggota tubuh (item nomor 2).

2) Mudah sakit perut (item nomor 4). 3) Jarang beribadah (item nomor 6).

4) Tidak tahu apa yang menjadi kelebihan (item nomor 7). 5) Mudah tersinggung terhadap teman (item nomor 8). b. Masalah Sosial

1) Tidak popular diantara teman-teman (item nomor 9). 2) Malu terhadap teman lain jenis (item nomor 13).

3) Sulit menyesuaikan diri dengan teman lain jenis (item nomor 14).

4) Sering salah paham dengan orang tua (item nomor 15). 5) Sering dimarah orang tua (item nomor 18).

6) Kurang dipercaya oleh orang tua (item nomor 19).

7) Apa yang dilakukan selalu dianggap salah oleh orang dewasa (item nomor 28).

(59)

9) Merasa terikat oleh aturan di lingkungan tempat tinggal (item nomor 30).

c. Masalah Belajar

1) Sulit mempelajari pelajaran tertentu (item nomor 34).

2) Sulit mengerti penjelasan dari guru tertentu (item nomor 35). 3) Terlalu banyak PR yang diberikan oleh guru (item nomor 37). 4) Tidak suka dengan peraturan sekolah (item nomor 39).

5) Sering gelisah waktu belajar di kelas (item nomor 40). d. Masalah Karier

1) Cita-cita tidak sesuai dengan kemampuan (item nomor 45). 4. Terdapat 13 (27,6%) masalah yang kurang dialami oleh siswa kelas VIII

SMP Negeri I Sendawar tahun ajaran 2012/2013. a. Masalah Pribadi

1) Sulit tidur (item nomor 1). b. Masalah Sosial

1) Merasa tersisih (item nomor 10).

2) Merasa dijauhi oleh teman-teman (item nomor 11). 3) Sering disalahkan oleh teman-teman (item nomor 12). 4) Orang tua lebih menyayangi saudara (item nomor 17). 5) Orang tua terlalu cerewet (item nomor 20).

6) Hubungan dengan orang tua kurang baik (item nomor 21). 7) Orang tua kurang perhatian (item nomor 22).

(60)

9) Tidak dekat dengan guru-guru (item nomor 25).

10) Merasa diperlakukan tidak adil oleh guru-guru (item nomor 26).

11) Mudah terlibat pertengkaran dengan orang dewasa (item nomor 27).

c. Masalah Karier

1) Merasa tidak memiliki bakat (item nomor 47).

5. Terdapat 7 (14,9%) masalah yang sangat tidak dialami oleh siswa kelas VIII SMP Negeri I Sendawar tahun ajaran 2012/2013.

a. Masalah Pribadi

1) Pendengaran kurang baik (item nomor 3). 2) Menderita penyakit kronis (item nomor 5). b. Masalah Sosial

1) Merasa masyarakat di lingkungan masih kolot (item nomor 31).

2) Keinginan selalu ditentang oleh orang tua (item nomor 32). c. Masalah Belajar

1) Tidak memiliki kelengkapan sekolah yang memadai (item nomor 42).

d. Masalah Karier

(61)

Dari hasil penelitian, peneliti menyimpulkan bahwa ada berbagai masalah yang dialami oleh siswa kelas VIII SMP Negeri I Sendawar tahun ajaran 2012/2013, yaitu seperti yang disajikan pada butir 2 dan 3 dalam tabel 5.

B. Pembahasan

Untuk membatasi pembahasan dan menghindari pengulangan yang tidak perlu dalam pembahasan ini, masalah yang dialami siswa disatukan dengan masalah yang cukup dialami dan disebut saja cukup dialami.

Masalah-masalah yang cukup dialami ini digolongkan menjadi empat golongan atau bidangyaitu bidang pribadi, sosial, belajar,karier, penggolongan inilah yang diikuti dalam pembahasan yang berikut ini: 1. Pribadi, yaitu:

a. Saya merasa kurang percaya diri dengan beberapa anggota tubuh saya (item nomor 2, skor 303).

Masalah ini terjadi disebabkan oleh beberapa hal, antara lain siswa cenderung melihat kekurangan-kekurangan yang ada pada dirinya, dan kurang menyadari hal-hal yang positif dalam dirinya sehingga siswa dapat menarik diri, memiliki konsep diri yang negatif, dan lain sebagainya.

(62)

dimilikinya. Hal yang perlu dilakukan oleh orang tua adalah mengajarkan kepada siswa bagaimana cara merawat diri, dan siswa sendiri perlu terus bersyukur dan merawat seluruh anggota tubuhnya dengan baik.

b. Saya mudah sakit perut (item nomor 4, skor 347).

Masalah ini muncul karena beberapa hal, antara lain siswa belum tahu cara menjaga kebersihan dirinya dan sering mengkonsumsi makanan yang kurang sehat, sehingga siswa tidak dapat mengikuti pelajaran dan kegiatan sekolah dengan baik. Selain itu siswa juga tidak bisa melakukan kegiatan yang menyenangkan bersama teman-temannya karena kesehatannya yang kurang baik.

(63)

mengkonsumsi makanan bergizi dan mencuci tangan sebelum dan sesudah makan untuk menjaga kesehatan tubuhnya.

c. Saya jarang beribadah sesuai dengan agama dan kepercayaan yang saya anut (item nomor 6, skor 302).

Masalah ini timbul boleh jadi karena siswa tidak dibiasakan menjalankan ibadah sesuai dengan agama yang dianutnya, siswa mulai mempertanyakan kebenaran-kebenaran agama yang diajarkan, siswa tidak memperoleh pengetahuan yang cukup mengenai tujuan beribadah. Akibat yang dapat timbul karena masalah ini yaitu siswa malas beribadah dan tidak taat terhadap ajaran agama.

Hal yang dapat dilakukan oleh guru pembimbing dalam membantu siswa mengatasi masalah ini antara lain dengan memberikan bimbingan mengenai manfaat taat beribadah. Orang tua dapat membantu anak antara lain dengan membiasakan beribadah bersama keluarga baik di tempat ibadah umum maupun di rumah. Anak sendiri dapat mengatasi hal ini antara lain dengan cara ikut kegiatan-kegiatan pemuda di gereja atau masjid sesuai dengan agama yang dianutnya.

d. Saya tidak tahu apa yang menjadi kelebihan saya (item nomor 7, skor 307).

(64)

dari sisi positif, sehingga siswa memiliki konsep diri yang negatif, dan potensi siswa tidak berkembang secara optimal.

Usaha-usaha yang perlu dilakukan oleh guru pembimbing dalam membantu siswa mengatasi masalah ini antara lain mengajak siswa melihat potensi-potensi yang dimilikinya. Upaya yang dapat dilakuan oleh orang tua dalam membantu siswa mengatasi masalah ini antara lain mendukung kegiatan-kegiatan siswa di sekolah dan di luar sekolah yang kiranya dapat membantu siswa untuk mengenali dan mengembangkan potensi yang dimilikinya. Upaya yang dapat dilakukan oleh siswa antara lain berusaha menyadari hal-hal yang positif dalam dirinya.

e. Saya mudah merasa tersinggung terhadap teman-teman saya (item nomor 8, skor 350).

Hal yang menjadi penyebab munculnya masalah ini antara lain siswa kurang diterima oleh sekitarnya, siswa kurang mengetahui cara-cara berkomunikasi dengan baik, siswa berpikir negatif tentang orang lain, dan mendapat perlakuan yang tidak adil dari teman-temannya.

(65)

Upaya yang dapat dilakukan dalam mengatasi hal ini adalah: (1) Guru pembimbing antara lain mengadakan kegiatan bimbingan yang kiranya dapat meningkatkan kemampuan siswa untuk mengelola emosinya. (2) Orang tua: menjalin komunikasi yang baik dalam lingkungan keluarga dan membiasakan anak untuk mengungkap perasaannya secara terbuka. (3) Siswa: belajar untuk memahami dan menerima segala peristiwa yang dialami apa adanya, dan berpikir positif terhadap dirinya dan orang lain.

2. Sosial, yaitu:

a. Saya tidak popular di antara teman-teman (item no 9, skor 309). b. Saya merasa malu terhadap teman lain jenis (item nomor 13, skor

338).

c. Saya sulit menyesuaikan diri dengan teman lain jenis (item nomor 14, skor 311).

Penyebab terjadinya ketiga masalah ini (item nomor 9, 13, 14) antara lain: (1) siswa tidak tahu cara bergaul, (2) kurang percaya diri, (3) siswa tidak tahu cara menyesuaikan diri, (4) kurang memiliki kematangan sosial, (5) siswa kurang memahami martabat manusia sebagai makhluk sosial, (6) siswa kurang membuka diri.

(66)

siswa kurang memiliki teman, (3) cenderung menarik diri, (4) siswa kurang pergaulan, (5) sulit memiliki teman.

Upaya-upaya yang dapat dilakuan oleh guru pembimbing untuk membantu siswa dalam mengatasi hal ini antara lain: memberikan bimbingan mengenai persahabatan dan cara bergaul yang baik. Hal yang dapat dilakukan oleh orang tua dalam membantu siswa mengatasi hal ini antara lain: melibatkan siswa dalam kegiatannya sehari-hari terutama di masyarakat sehinggha siswa dapat bergaul dengan teman sebayanya. Usaha yang dapat dilakukan oleh anak sendiri antara lain: belajar membuka diri dan berpikir positif terhadap diri sendiri maupun orang lain.

d. Sering terjadi salah paham antara saya dan orang tua saya (item nomor 15, skor 342).

e. Orang tua membatasi setiap tindakan saya (item nomor 16, skor 365).

f. Orang tua saya sering membatasi saya (item nomor 18, skor 349). g. Saya kurang dipercaya oleh orang tua (item nomor 19, skor 313).

Penyebab terjadinya masalah-masalah ini (item nomor 15, 16, 18, 19) antara lain: (1) komunikasi antara anak dan orang tua tidak begitu baik, (2) antara orang tua dan anak kurang dekat.

(67)

Untuk mengatasi masalah ini ada berbagai pihak yang perlu terlibat, yaitu guru pembimbing, orang tua, dan siswa sendiri: Guru pembimbing dapat memberikan tips-tips kepada siswa untuk membangun komunikasi yang baik dengan orang tua. Orang tua perlu lebih terbuka dan memberikan kesempatan bagi siswa untuk berkreativitas. Upaya yang dapat dilakukan anak sendiri antara lain membangun komuniasi yang baik dengan orang tua.

h. Saya sering terlibat pertengkaran dengan saudara saya. (item nomor 23, skor 361).

Masalah ini timbul boleh jadi karena siswa merasa cemburu dan merasa terancam oleh saudaranya, siswa takut jika kasih sayang orang tua terbagi, sehingga siswa bersifat agresif terhadap saudaranya anggota-anggota keluarga bisa saling menyakiti satu sama lain. Hal yang dapat dilakukan oleh guru pembimbing antara lain melakukan bimbingan yang dapat membantu siswa untuk bisa menerima dan saling menghargai. Orang tua bisa berupaya memberikan perhatian terhadap setiap siswa secara adil, tidak membanding-bandingkan satu sama lain. Siswa bisa berupaya lebih saling menerima dan menghargai satu sama lain.

i. Orang dewasa selalu menganggap apa yang saya lakukan salah (item nomor 28, skor 316).

(68)

akan merasa selalu berada di pihak yang salah dan tidak percaya diri. Hal yang dapat dilakukan oleh guru pembimbing untuk mengatasi masalah ini antara lain memberikan dukungan dan persahabatan kepada siswa. Orang tua sendiri harus memberikan rasa nyaman, aman, dan menghargai siswa. Upaya yang dapat dilakukan siswa antara lain menghargai diri sendiri dan orang lain. j. Saya kurang memahami manfaat aturan-aturan yang berlaku di

masyarakat (item nomor 29, skor 311).

k. Saya merasa terikat oleh aturan di lingkungan tempat tinggal saya (item nomor 30, skor 333).

Masalah-masalah ini (item nomor 29 dan 30) boleh jadi karena remaja mulai kritis terhadap bebera hal, termasuk aturan-aturan yang berlaku di masyarakat, dan kurang mendapat informasi mengenai fungsi aturan-aturan yang berlaku. Akibat yang timbul antara lain kurang kesadaran siswa untuk mentaati peraturan.

Hal-hal yang dapat dilakukan oleh guru pembimbing dalam upaya mengatasi masalah ini antara lain memberikan bimbingan mengenai manfaat-manfaat mentaati aturan. Dalam pembicaraan sehari-hari orang tua dapat membicarakan isi dan fungsi aturan yang berlaku dalam masyarakat.

(69)

a. Saya tidak yakin kemampuan saya dalam bidang akademik (item nomor 33, skor 429).

b. Saya sulit mempelajari pelajaran tertentu (item nomor 34, skor 312).

c. Saya sulit mengerti penjelasan dari guru tertentu (item nomor 35, skor 326).

d. Saya sulit memusatkan perhatian saat belajar. (item nomor 38, skor 361).

e. Saya sering merasa gelisah waktu belajar di kelas (item nomor 40, skor 319).

f. Saya sulit mengingat pelajaran (item nomor 41, skor 367).

Masalah-masalah ini (item nomor 33, 34, 35, 38, 40, 41) timbul boleh jadi karena siswa tidak mengetahui cara belajar efektif, siswa tidak menyukai cara mengajar guru tertentu, siswa tidak mengenali cara belajar yang dimilikinya, dan situasi yang kurang kondusif untuk belajar. Akibat yang timbul antara lain prestasi belajar siswa akan menurun, dan rasa khawatir akan tidak naik kelas.

Hal-hal yang dapat dilakukan oleh guru pembimbing dalam membantu siswa mengatasi hal ini antara lain memberikan bimbingan mengenai cara belajar efektif, cara membuat mind map,

(70)

dalam belajar, menciptakan suasana rumah yang kondusif untuk belajar, dan menyediakan kebutuhan-kebutuhan belajar siswa. Upaya yang dapat dilakukan oleh siswa sendiri antara lain mengatasi masalah ini adalah belajar dengan giat sesuai dengan gaya belajar yang dimilikinya dan menerapkan pola belajar yang efektif.

g. Saya tidak suka dengan peraturan sekolah (item nomor 39, skor 306).

Masalah ini timbul antara lain karena siswa tidak mengerti dan memahami isi dan manfaat peraturan yang berlaku di sekolah, akibatnya siswa akan melanggar peraturan yang berlaku. Untuk mengatasinya guru pembimbing dapat menjelaskan isi dan manfaat peraturan yang berlaku di sekolah. Orang tua dapat membantu siswa dengan menjelaskan manfaat mentaati aturan-aturan yang berlaku. Siswa sendiri harus belajar lebih menerima aturan yang berlaku dengan positif.

h. Terlalu banyak PR yang diberikan oleh guru (item nomor 37, skor 323).

i. Saya sering tidak mengerjakan tugas (item nomor 36, skor 380). j. Saya sering malas belajar (item nomor 43, skor 358).

(71)

memiliki teman belajar, dan tidak memiliki waktu yang cukup untuk belajar dan mengerjakan tugas atau PR. Akibat yang timbul antara lain prestasi belajar siswa menurun, dan siswa kurang memiliki waktu bermain karena terlalu sibuk.

Hal yang dapat dilakuan oleh guru pembimbing dalam mengatasi masalah ini antara lain memberikan bimbingan mengenai manajemen waktu dan tips mengenai cara belajar menyenangkan, serta membicarakan hal ini pada guru yang bersangkutan agar ditemukan jalan keluarnya. Usaha yang perlu dilakuan oleh orang tua untuk membantu siswa antara lain terus memotivasi dan mendampingi siswa dalam belajar. Siswa dapat membentuk kelompok belajar agar memiliki teman dalam belajar. 4. Karier, yaitu:

a. Cita-citaku tidak sesuai dengan kemampuanku (item nomor 45, skor 306).

Gambar

Tabel 2.  Kisi-Kisi Kuesioner Masalah-Masalah Siswa (Final) ..............
Tabel 1
Tabel 2 Kisi-Kisi Kuesioner Masalah-Masalah Siswa
Tabel 3 Rekapitulasi Hasil Analisis Uji Validitas
+3

Referensi

Dokumen terkait

PERANCANGAN DAN PEMBUATAN RUMAH DC : DC-DC CONVERTER PADA BEBAN TELEVISI UNTUK DC HOUSE ” beserta seluruh isinya adalah karya saya sendiri dan bukan merupakan karya

Pelayanan dukungan psikosial dan kesehatan jiwa diarahkan untuk tidak menyatakan upaya yang diberikan dapat "menyembuhkan trauma" hanya dengan aktivitas

membuat aplikasi dalam Android adalah Adobe Flash dengan. bahasa pemrograman Actionscript

[r]

Manfaat yang dapat diperoleh dari pembuatan interaktif company profile perusahaan jasa konstruksi CV.. Menjadi referensi bagi kalangan desainer 3D maupun animator

Sebelum melaukan migrasi perlu disiapkan terlebih dahulu master data awal perusahaan sebagai saldo awal pembukuan yang akan diinput pada program Accurate.. Berikut master data

Untuk mengatasinya digunakan alat yang memakai prinsip pantulan dari cermin, dimana perubahan posisi cermin yang sangat kecil ( akibat perpanjangan batang) menyebabkan

Bandara Jawa Barat À À À À Pelabuhan Pamanukan Pelabuhan Cirebon Pelabuhan Pangandaran Pelabuhan Ratu Jalan Tol Soreang - Pasirkoja Purwakarta Kuningan Tasikmalaya Bogor Cianjur