• Tidak ada hasil yang ditemukan

Keterangan : : kelas IV SD Kebonagung 03 yang dijadikan kelompok eksperimen

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Keterangan : : kelas IV SD Kebonagung 03 yang dijadikan kelompok eksperimen"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

27 3.1. Jenis dan Lokasi Penelitian

3.1.1. Jenis Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen, yaitu Experimental Design karena dalam desain ini, peneliti dapat mengontrol semua variabel luar yang mempengaruhi jalannya eksperimen.

Penelitian ini membandingkan antara kelompok eksperimen, yaitu kelompok yang menggunakan pendekatan cooperative learning dengan metode

snowball throwing dengan kelompok kontrol yang menggunakan metode

pertanyaan berantai. Selanjutnya kedua kelas dievaluasi untuk melihat keefektifan penggunaan pendekatan cooperative learning dengan metode snowball throwing dalam pembelajaran IPS dengan pembelajaran menggunakan metode pertanyaan berantai.

3.1.2. Desain Penelitian

Desain eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini adalah pretest-posttest control group design yaitu terdapat dua kelompok yang dipilih secara random kemudian diberi pretest untuk mengetahui keadaan awal apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil pretest yang baik bila nilai kelompok eksperimen tidak berbeda secara signifikan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dalam tabel berikut.

Tabel 3.1 Desain Eksperimen

Pretest-Posttest Control Group Design

Kelas Eksperimen O1 X O2

Kelas Kontrol O3 O4

Sugiyono (2010) Keterangan :

Kelas Eksperimen : kelas IV SD Kebonagung 03 yang dijadikan kelompok eksperimen

(2)

Kelas Kontrol : kelas IV SD Kebonagung 01 yang dijadikan kelompok kontrol

O1 : pretest untuk kelompok eksperimen

O2 : posttest untuk kelompok eksperimen

O3 : pretest untuk kelompok kontrol

O4 : posttest untuk kelompok ekontrol

X : Perlakuan (treatment) untuk kelompok eksperimen yaitu kelas IV Kebonagung 03 yang pembelajaran

menggunakan pendekatan cooperative learning metode snowball throwing.

3.1.3 Tahap - Tahap Eksperimen

a. Memilih sebuah sampel penelitian yaitu SD Negeri Kebonagung 03 dan SD Negeri Kebonagung 01 kelas IV di Gugus Kenanga Kecamatan Sumowono Kabupaten Semarang.

b. Menggolongkan sampel menjadi dua kelompok antara kelompok eksperimen yaitu kelas IV SD Kebonagung 03 yang dikenai variabel perlakuan pembelajaran menggunakan pendekatan cooperative learning metode snowball throwing dan kelompok kontrol yaitu kelas IV SD Kebonagung 01 yang diberikan pembelajaran metode pertanyaan berantai.

c. Menyusun kisi-kisi yang dikembangkan dalam instrumen pretest dan posttes. d. Mengujicobakan instrumen pretest pada kelas uji coba yaitu kelas IV SD

Negeri Salatiga 12.

e. Menganalisis data hasil pretest untuk menguji apakah instrumen valid dan reliabel.

f. Memberikan pretest pada kelas IV SD Kebonagung 03 dan IV SD Kebonagung 01.

g. Menganalisis hasil pretest yang dilakukan pada kelas IV SD Kebonagung 03 dan IV SD Kebonagung 01 untuk mengetahui bahwa kedua kelas tersebut tidak ada perbedaan yang signifikan.

(3)

h. Melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan cooperative learning metode snowball throwing di kelas IV SD Kebonagung 03, untuk kelas IV SD Kebonagung 01 dengan pembelajaran metode pertanyaan berantai. i. Melaksanakan posttest pada kelas IV SD Kebonagung 03 dan IV SD

Kebonagung 01 Kecamatan Sumowono Kabupaten Semarang.

j. Hitung perbedaan antara hasil pretest dan posttest untuk masing-masing kelompok (posttest – pretest kelompok eksperimen kelas IV SD Kebonagung 03), (posttest – pretest kelompok kontrol kelas IV SD Kebonagung 01)

k. Bandingkan perbedaan tersebut untuk menentukan apakah penggunaan pendekatan cooperative learning metode snowball throwing berkaitan dengan perubahan yang lebih besar pada kelompok eksperimen yaitu kelas IV SD Kebonagung 03. Jadi (posttest–pretest kelompok eksperimen kelas IV SD Kebonagung 03), (posttest –pretest kelompok kontrol kelas IV SD Kebonagung 01) dalam menghitung dan menganalisis data dilakukan dengan bantuan software SPSS (Statistical Product and Service Solutions).

l. Interpretasi hasil penghitungan data. 3.1.4. Lokasi dan Waktu Penelitian 3.1.4.1. Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di SD Kebonagung 03 dan SD Kebonagung 01 Kecamatan Sumowono Kabupaten Semarang semester dua tahun pelajaran 2011/2012. Responden yang akan diteliti adalah peserta didik kelas IV SD N Kebonagung 03 sebagai kelompok eksperimen dan SD N Kebonagung 01 sebagai kelompok kontrol.

3.1.4.2. Waktu Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Maret 2012. Treatment atau pemberian perlakuan pada kelompok eksperimen dilakukan oleh peneliti yang sudah direkrut dengan mengikuti jadwal pelajaran di masing-masing kelas yang bersangkutan dengan menggunakan pembelajaran pendekatan cooperative learning metode snowball throwing. Sedangkan kelompok kontrol menggunakan metode pertanyaan berantai.

(4)

Tabel 3.2 Jadwal Pelaksanaan Kelompok Pertemuan Pretest 1 2 Posttest Eksperimen 21/03/12 28/03/12 29/03/12 29/03/12 Kontrol 21/03/12 28/03/12 30/03/12 30/03/12 3.2. Variabel Penelitian

3.2.1. Variabel Bebas (independen)

Variabel bebas (independent) dalam penelitian ini adalah penggunaan pendekatan cooperative learning dengan metode snowball throwing.

3.2.2. Variabel Terikat (dependen)

Variabel terikat (dependen) dalam penelitian ini adalah hasil belajar peserta didik pada pelajaran IPS tentang koperasi. Hasil belajar IPS tentang koperasi yang dinyatakan dengan skor hasil tes yang diperoleh dari rata-rata nilai posttes dikurangi rata-rata nilai pretest.

3.2.3. Definisi Operasional Variabel

Penggunaan pendekatan cooperative learning dengan metode snowball throwing merupakan salah satu pembelajaran cooperative yang mendorong peserta didik aktif dan saling membantu dalam menguasai materi pelajaran untuk mencapai materi yang maksimal. Pada metode snowball throwing ini, tiap anggota kelompok mempelajari materi yang disampaikan oleh ketua kelompok dan membuat pertanyaan dari materi yang sudah disampaikan dan pertanyaan itu dilempar kepada kelompok lain untuk menjawab secara bergantian. Pendekatan cooperative learning metode snowball throwing ini disandingkan dengan pembelajaran metode pertanyaan berantai. Pertanyaan berantai merupakan sekumpulan pertanyaan yang sudah dibuat oleh guru untuk dibagikan kepada peserta didik dengan cara diundi. Peserta didik menjawab pertanyaan yang sudah didapat sesuai dengan nomor pertanyaan. Kedua metode ini sama-sama untuk mengaktifkan peserta didik dalam pembelajaran.

(5)

Hasil Belajar merupakan rata-rata nilai posttest dan pretest kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen, dalam penelitian ini penulis membandingkan rata-rata nilai posttest kelompok eksperimen dengan rata-rata nilai posttest kelompok kontrol. Hasil kedua kelompok ini untuk melihat keefektifan penggunaan pendekatan cooperative learning metode snowball throwing dan pembelajaran metode pertanyaan berantai.

3.3. Analisis Data Pendahuluan 3.3.1. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi data penelitian tindakan dan hasil. Penelitian tindakan terdiri dari observasi dan dokumentasi. Penelitian hasil tes diperoleh dari hasil belajar nilai pretes dan posttest. Data yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah hasil belajar IPS peserta didik. Berdasarkan data yang dikumpulkan, maka teknik pengumpulan data yang digunakan adalah memberikan pretest pada masing-masing kelompok, memberikan treatment pada kelompok eksperimen dengan menggunakan pembelajaran pendekatan cooperative learning metode snowball throwing dan kelompok kontrol menggunakan metode pertanyaan berantai dalam pembelajaran IPS dan yang terakhir memberikan posttest pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.

3.3.2. Instrument Pengumpulan Data 3.3.2.1. Test

Guna mengungkap hasil belajar IPS, instrumen yang digunakan adalah dengan tes. Tes dilakukan untuk mengungkapkan hasil belajar peserta didik sebelum dan sesudah pemberian perlakuan. Sebelum melaksanakan tes maka instrument terlebih dahulu diuijicobakan di SD N Salatiga 12. Kisi-kisi penulisan soal dapat dilihat pada lampiran III.

Data yang diperoleh dalam penelitian ini berupa data hasil belajar yang meliputi dua (2) tahap, yaitu tahap awal (nilai pretest) dan tahap akhir (nilai posttest). Pretest dilakukan pada awal sebelum penelitian dilakukan yaitu untuk mengetahui hasil awal. Posttest dilaksanakan setelah dilakukan penelitian dan tes

(6)

ini digunakan untuk mengetahui hasil belajar peserta didik setelah diadakan perlakuan.

Hasil belajar diperoleh dengan cara perhitungan hasil penyelesaian soal posttest dikurangi hasil penyelesaian soal pretest, baik kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol. Masing-masing hasil itulah yang menjadi tolak ukur dari hasil belajar selama proses penelitian.

3.3.2.2. Observasi

Observasi adalah pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap gejala yang tampak pada objek penelitian. Dari segi keterlibatan observer (orang yang melakukan observasi), observasi dilakukan dengan observasi partisipan yaitu suatu proses pengamatan yang dilakukan oleh observer. Dalam penelitian ini sebagai observasi adalah guru kelas sedangkan peneliti sebagai guru yang diobservasi dalam penggunaan pendekatan cooperativelearning metode snowball throwing dan metode pertanyaan berantai. Sebelum pelaksanaan observasi peneliti terlebih dulu membentuk tim kerja dengan guru kelas agar penilaian lembar observasi sesuai dengan langkah-langkah pendekatan dan metode yang digunakan. Pembelajaran pendekatan cooperative metode snowball throwing dan pembelajaran metode pertanyaan berantai dapat dilaksanakan melalui proses observasi. Langkah-langkah dalam melaksanakan observasi meliputi skenario pembelajaran yang terdiri dari aktivitas kegiatan guru dan peserta didik yang meliputi kegiatan awal yaitu apersepsi dan motivasi, kegiatan inti dan kegiatan akhir yaitu kesimpulan dan tindak lanjut. Sedangkan pelaksanaan kegiatan inti merupakan langkah-langkah penggunaan pendekatan cooperative metode snowball throwing dan pembelajaran metode pertanyaan berantai yang didalam terdapat eksplorasi, elaborasi dan konfirmasi. Objek yang diobservasi dalam proses pembelajaran ini meliputi aktivitas guru dan aktivitas peserta didik. Kisi-kisi observasi tersebut peneliti lampirkan pada lampiran IX dan X yang terdiri dari aspek yang diamati yaitu aktivitas guru, peserta didik dan skor penelitian.

(7)

3.3.2.3. Dokumentasi

Metode dokumentasi adalah segala macam bentuk sumber informasi yang berhubungan dengan dokumen baik yang resmi maupun yang tidak resmi. Studi dokumentasi ini dilakukan untuk memperoleh data yang tersedia di sekolah yang bersangkutan yang berhubungan dengan variabel yang akan diteliti. Dalam penelitian ini menggunakan dokumentasi gambar untuk melihat aktivitas dalam proses pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah penggunaan pendekatan cooperative learning dengan metode snowball throwing dan metode pertanyaan berantai. Dokumentasi foto dalam penelitian ini tertera pada lampiran XXVII. 3.3.3. Validitas dan Reliabilitas Instrumen

3.3.3.1. Pengujian Validitas Instrumen Penelitian

Validitas suatu tes atau intrumen adalah instrumen yang dapat digunakan untuk mengukur apa yang hendak diukur taraf validitas empiris suatu tes dinyatakan dalam suatu koefisien validitas (rxy). Item soal dikatakan valid apabila

nilai koefisien > 0,3. Validitas suatu tes dapat dihitung menggunakan bantuan SPSS 17 yaitu dengan cara memasukan data kemudian pilih Analyze – Scale – Reliability kemudian untuk melihat hasilnya apakah item soal valid atau tidak, dapat dilihat pada output hasil perhitungan, apabila nilai koefisien < 0,3 maka item soal tersebut tidak valid dan tidak boleh digunakan.

Penghitungan uji validitas intrumen hasil selengkapnya lihat pada lampiran XV. Dari 35 item soal, pilihan ganda 25, isian singkat 5 item, uraian 5 item. Hasil uji validitas instrumen dapat dilihat pada tabel 3.3.

Tabel 3.3

Hasil Validitas Instrumen Bentuk

Instrumen Item Soal Valid Tidak valid

Pilihan Ganda 1,2,3,4,5,6,7,8,9,10,11,12,13 ,14,15,16,17,18,19,20,21,2 2,23,24,25 1,2,4,5,6,7,9,10,11,12, 13,14,15,16,17,19,20, 21,22,24 3,8,18,23,25 Isian Singkat 1,2,3,4,5 1,2,3,4,5 - Uraian 1,2,3,4,5 1,2,3,4,5 -

(8)

3.3.3.2. Pengujian Reliabilitas Instrumen Penelitian

Reliabilitas suatu tes adalah taraf sampai dimana suatu tes mampu menunjukkan konsistensi hasil pengukurannya yang diperlihatkan dalam taraf ketepatan dan ketelitian hasil. Taraf reliabilitas suatu tes dinyatakan dalam koefisien yang disebut koefisien reliabilitas (rtt). Instrumen dikatakan reliable jika

memberikan nilai cronbach alpha > 0,7. reliabilitas suatu instrumen dapat dihitung menggunakan bantuan SPSS 17 yaitu dengan cara memasukan data kemudian pilih Analyze – Scale – Reliability Analysis kemudian untuk melihat hasilnya apakah instrumen reliabel atau tidak, dapat dilihat pada output hasil perhitungan, apabila nilai cronbach alpha < 0,7 maka intrumen dikatakan tidak reliabel.

Menguji reliabilitas intrumen seperti halnya menguji validitas, hasil perhitungan reliabilitas intrumen tes pilihan ganda, isian dan uraian dapat dilihat pada lampiran XVI. Hasil uji reliabilitas dapat dilihat pada tabel 3.4.

Tabel 3.4

Hasil Uji Reliabilitas Instrumen Tes

Bentuk Instrumen Keofisien reliabilitas (α) Kategori

Pilihan ganda 0,879 Baik

Isian singkat 0,741 Dapat diterima

Uraian 0,783 Dapat diterima

3.3.3.3 Analisis Taraf Kesukaran Item Instrumen

Tujuan dari uji tingkat kesukaran adalah untuk mengetahui bahwa tingkatan kesukaran pada soal tes. Taraf kesukaran suatu item dapat diketahui dari banyak peserta didik yang menjawab benar dibagi jumlah peserta didik yang mengikuti tes. Taraf kesukaran item dinyatakan dalam suatu bilangan indeks yang disebut indeks kesukaran yang sering disingkat I. Untuk menghitung bilangan indeks kesukaran suatu item dipergunakan rumus sebagai berikut:

I =

Keterangan rumus:

(9)

B = Banyaknya siswa yang menjawab benar pada setiap butir soal

N = Banyak siswa yang memberikan jawaban pada soal yang dimaksudkan (Nana Sudjana, 2011).

Kriteria yang digunakan adalah semakin kecil indeks yang diperoleh, maka semakin sulit soal tersebut. Sebaliknya semakin besar indeks kesulitan yang diperoleh maka semakin mudah soal tersebut. Kriteria indeks kesulitan soal ialah sebagai berikut:

0 – 0,30 = Soal Kategori Sukar 0, 31 – 0,70 = Soal Kategori Sedang 0,71 – 1,00 = Soal Kategori Mudah

Uji tingkat kesukaran dilakukan setelah instrumen dilakukan uji validitas dan uji reliabilitas instrumen dan hasil uji tingkat kesukaran instrumen tes dapat dilihat perhitungan selengkapnya pada lampiran XVII.

3.3.4. Teknik Analisis Data 3.3.4.1. Uji Normalitas Data

Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah data hasil belajar yang berasal dari kedua kelas sampel berdistribusi normal atau tidak. Uji normalitas bertujuan untuk menentukan teknik analisis data yang tepat. Jika data berdistribusi normal dan berskala data interval atau rasio maka dapat digunakan teknik analisis data parametrik, jika data berdistribusi tidak normal maka dapat digunakan teknik analisis data Non Parametrik. Uji normalitas dilakukan dengan metode Klomogorov Smirnov Z. Uji normalitas dapat dihitung menggunakan SPSS (Statistical product and service solutions) 17 yaitu Analyse - Discriptive Statistics –Explore- Masukkan Variabel Pada Dependent List – Plots - Normality Plots With Tests – Continue – Ok Atau dapat menggunakan Analyze – non parametrik test – one sampel KS- masukkan variabel pada jendela variabel – klik normal pada test distribition. Metode pengambilan keputusan pada uji normalitas yaitu jika signifikansi (Asymp.sig) > 0,05 maka data yang diuji adalah berdistribusi normal. Jika signifikansi (Asymp.sig) < 0,05 maka data yang diuji tidak berdistribusi normal.

(10)

3.3.4.2. Uji Homogenitas Varian

Uji homogenitas varian bertujuan untuk menentukan apakah varian kedua kelompok homogen atau tidak. Homogenitas dilakukan untuk mengetahui apakah data dari masing-masing kelompok sampel mempunyai varian yang sama atau berbeda. Jika kedua kelompok siswa mempunyai varian yang sama maka dapat dilakukan pemberian tindakan pada siswa kelompok eksperimen yaitu dengan menggunakan pendekatan cooperative learning metode snowball throwing. Pengujian homogenitas varian dapat menggunakan bantuan SPSS (statistical product and service solution) 17 yaitu dengan langkah-langkah sebagai berikut :

Analyze– Comperemean– Oneway Anova. Metode pengambilan keputusan pada

Uji homogenitas yaitu jika signifikansi > 0,05 maka data yang diuji adalah homogen. Jika signifikansi < 0,05 maka data yang di uji adalah tidak homogen, kemudian nilai levene statistic menunjukkan semakin kecil nilainya maka semakin besar homogenitasnya.

3.3.4.3. Uji Beda (T-Test)

Uji beda atau t-test untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan hasil belajar peserta didik kelas IV SD Negeri Kebonagung 03 (kelompok eksperimen) dan kelas IV SD Negeri Kebonagung 01 (kelompok kontrol). Tujuan uji beda adalah membandingkan rata-raat dua grup yang tidak berhubungan dengan yang lain. Gunanya untuk menentukan apakah dua sample yang tidak berhubungan memiliki nilai rata-rata yang berbeda. Melalui uji t dalam penelitian ini diharapkan dapat menemukan perbedaan hasil belajar peserta didik yang menggunakan pendekatan cooperative learning dengan metode snowball throwing dengan pembelajaran yang menggunakan metode pertanyaan berantai. 3.4 Analisis Data Lanjutan

3.4.1. Teknik Analisis Data Variabel

Teknik analisis data variabel adalah menggunakan statistik diskriptif dimana statistik diskriptif ini berfungsi untuk menggambarkan, mendiskripsikan objek yang diteliti. Dalam teknik analisis ini dapat didiskripsikan pendekatan cooperative learning metode snowball throwing dan pembelajaran metode

(11)

pertanyaan berantai yang dilakukan oleh peneliti apakah sudah sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran dalam pendekatan cooperative learning metode snowball throwing dan pembelajaran metode pertanyaan berantai. Sumber data ini bersumber dari lembar observasi yang diisikan oleh observer yaitu guru kelas baik kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Indikator keberhasilan tindakan adalah apabila rata-rata dari hasil observasi aktivitas peserta didik dan guru ≥ 3 dan ≥ 4 dari seluruh item yang telah diisikan oleh observer. Keberhasilan individu peserta didik 3 sedangkan untuk rata-rata aktivitas guru dan peserta didik 4. 3.4.2. Tahap Pengujian Hipotesis

Uji hipotesis ini menggunakan uji t dengan membandingkan nilai t hitung dengan tabel pada tingkat Alpha 5 %. Jika thitung ≥ ttabel dan sig ≤ 0,05 maka h1

diterima dan h0 ditolak.

Hipotesis statistik yang diuji dalam penelitian ini adalah: H0 : μ1 = μ2

Yaitu: “rata-rata hasil belajar peserta didik kelompok eksperimen dalam penggunaan pendekatan cooperative learning dengan metode snowball throwing sama dengan rata-rata hasil belajar kelompok kontrol yang pembelajaran penggunaan metode pertanyaan berantai”. Artinya, tidak ada perbedaan hasil belajar IPS peserta didik yang pembelajarannya menggunakan pendekatan cooperative learning dengan metode snowball throwing dalam pembelajaran IPS. H1 : μ1 ≠ μ2

Yaitu: “rata-rata hasil belajar peserta didik kelompok eksperimen dalam penggunaan pendekatan cooperative learning dengan metode snowball throwing tidak sama dengan rata-rata hasil belajar peserta didik kelompok kontrol yang pembelajaran penggunaan metode pertanyaan berantai”. Artinya, ada perbedaan hasil belajar IPS peserta didik yang pembelajarannya menggunakan pendekatan cooperative learning dengan metode snowball throwing dalam pembelajaran IPS. Penggunaan pendekatan cooperative learning dengan metode snowball throwing efektif dalam pembelajaran IPS ditunjukan dengan adanya perbedaan hasil belajar kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.

(12)

Keterangan:

μ1 = rata-rata hasil belajar yang pembelajarannya menggunakan pendekatan

cooperative learning dengan metode snowball throwing.

μ2 = rata-rata hasil belajar yang pembelajarannya menggunakan metode

Gambar

Tabel 3.1  Desain Eksperimen
Tabel 3.2  Jadwal Pelaksanaan  Kelompok Pertemuan  Pretest 1  2  Posttest  Eksperimen  21/03/12 28/03/12 29/03/12  29/03/12  Kontrol  21/03/12 28/03/12 30/03/12  30/03/12  3.2

Referensi

Dokumen terkait

Eksperimen Pembelajaran Matematika dengan Strategi Snowball Throwing dan Problem Based Learning terhadap Hasil Belajar Matematika Ditinjau dari Minat Belajar Siswa Kelas X

EKSPERIMEN PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN SNOWBALL THROWING DAN DRILL TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DITINJAU DARI KEMAMPUAN..

Penerapan Model Cooperative Learning Tipe Snowball Throwing Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPA Tentang Materi Energi Panas Dan

pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing adalah model yang dapat membantu mengaktifkan peserta didik dan dapat melatih peserta didik untuk. bekerja sama dalam kelompok

Berdasarkan penelitian ini, bahwa dengan penggunaan metode Cooperative Learning tipe Snowball Throwing dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan telah

eksperimen yang diajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing pada materi Sikap Toleransi berbeda secara nyata dari rata-rata hasil belajar

Perolehan hasil belajar IPA peserta didik kelas IV SD Negeri 02 Bugel Salatiga dengan menggunakan metode pembelajaran Snowball Throwing jumlah peserta didik yang

iii PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING TIPE SNOWBALL THROWING DALAM MENINGKATKAN MINAT DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS X3 PADA MATA PELAJARAN FIKIH DI MAN 2