• Tidak ada hasil yang ditemukan

RANCANGAN DESAIN DATABASE PEMBAYARAN LISTRIK DAN AIR PADA PT. ANGKASA PURA II, HALIM PERDANA KUSUMA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "RANCANGAN DESAIN DATABASE PEMBAYARAN LISTRIK DAN AIR PADA PT. ANGKASA PURA II, HALIM PERDANA KUSUMA"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

RANCANGAN DESAIN DATABASE

PEMBAYARAN LISTRIK DAN AIR PADA

PT. ANGKASA PURA II, HALIM

PERDANA KUSUMA

LUPI PATTINAYA

1

, KORVI PATTINAYA

2

, HILALUDDIN

3

, EKA

MIRANDA. S.KOM., MMSI

4

1,2,3,4

School of Information Systems

1,2,3,4

Jln K.H Syahdan 9, Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat

[email protected] , [email protected] , [email protected] ,[email protected]

ABSTRAK

Tujuan Penulisan dari penulisan ini adalah untuk menganalisa dan merancang model database yang ada pada Angkasa pura II Halim Perdanakusuma terutama pada bagian divisi komersil serta pembayaran listrik dan air, yang dapat memenuhi kebutuhan informasi yang diperlukan pada serangkaian aktivitas bisnis. Metode penulisan yang di gunakan dalam penyusunan Skripsi ini meliputi metode Analisis kebutuhan dan metode Perancangan desain Database. The stages of the database system development lifecycle menurut Thomas Connoly.(2010). Hasil yang dicapai adalah rancangan model database yang dapat membantu user dalam melakukan kegiatan bisnis yang terakomodir dengan baik. Perusahaan mampu menyimpan data-data dan berkas-berkas yang teroganisir dengan baik, serta dapat menggunakan database yang dimiliki sendiri tanpa harus mengambil data-data yang ada di pusat Angkasa Pura II Cengkareng. semakin memudahkan dalam pengerjaan alur proses bisnis dalam perusahaan. Manfaat dari penelitian ini adalah pelanggan akan lebih mudah dalam melakukan proses transaksi, dan pada akhirnya diharapkan dapat mempermudah semua perkerjaan bagi para divisi-divisi, karyawan, manajer dan pelanggan untuk mendapatkan data atau informasi.

Kata kunci :

Pembayaran listrik, Pembayaran air, database, PT.Angkasa Pura II

ABSTRACT

Purpose of this paper is to analyze and design a database model that existed at the Angkasa Pura II Halim Perdanakusuma especially in the commercial division and payment of electricity and water, which can meet the needs of the required information on its business activities. Writing method that we use in the preparation of this thesis include needs analysis method and the method of design Database Design. The stages of the database system development lifecycle according to Thomas Connolly. (2010). The results achieved were the design database model that can assist the user in conducting business properly accommodated. The company is able to store data and files are well organized, and able to use its own database without having to take the data that is in the center of Angkasa Pura II Cengkareng. further facilitate the work flow of business processes within the company. The benefit of this study is customers will find it easier to process the transaction, and in turn is expected to facilitate jobs for all divisions, employees, managers and customers to get the data or information. Keywords: Payment electricity, Payment water, database, PT. Angkasa Pura II

(2)

Latar Belakang

Pada dasarnya sebuah bisnis berjalan dengan melakukan sebuah kolaborasi dari data ke proses lalu ke informasi. Dalam hal ini, data mempunyai peranan yang sangat penting dalam proses bisnis, dengan adanya data yang berkualitas maka dapat menghasilkan informasi yang sangat berguna dan bermanfaat bagi perusahaan. Dengan teknologi yang terus berkembang saat ini maka di butuhkan sebuah teknologi yang dapat mengintegrasikan data, menghasilkan data yang konsisten dan banyak informasi dari data tersebut serta memiliki kualitas tinggi, mengurangi redudansi data, mudah diakses, relevan dan ringkas, serta lainnya di mana data yang di dapat dari setiap divisi dan tersebar di seluruh organisasi. Data ini kemudian akan terus disaring menjadi sesuatu yang berguna bagi organisasi sehingga dapat memberikan informasi bagi operasional dari proses bisnis sehingga menjadikan hal yang sangat penting dan memberikan sokongan dalam mengambil keputusan dan juga tindakan. Selain itu manajemen dapat melakukan analisis yang lebih matang lagi dalam menjalankan setiap operasi perkejaan yang dilakukan.

Data merupakan komponen yang paling penting dalam Database Management System (DBMS), berasal

dari sudut pandang dari end-user. Data berperan sebagai penghubung antara mesin dengan pengguna (Conolly dan Begg 2010, p70).

Angkasa Pura II juga merupakan sebuah perusahaan yang menaungi semua penerbangan yang ada di Indonesia, di mana bandara Indonesia bagian Barat di pegang kendali penuh oleh Angkasa Pura II. Tidak hanya penerbangan saja tetapi Angkasa Pura II juga mengelola segala aktivitas yang ada di dalam bandara seperti lahan parkir pesawat, kantor maskapai, dan outlet penyewaan lahan tanah yang ada di dalam bandara. Pada observasi yang kami lakukan pada PT. Angkasa Pura II (Persero) terkhususnya Angkasa Pura II Halim yang terletak di bandara Halim Perdana Kusuma, kami melihat bahwa perusahaan ini mempunyai hak penuh atas segala pengelolaan yang ada di dalam kawasan bandara Halim. Alur bisnis yang sangat besar inilah, bandara Halim harus membutuhkan sebuah sistem yang terorganisir dengan satu dan lainnya di mana sistem itu dapat berkolaborasi dengan proses bisnis untuk mendapatkan sebuah tujuan yang tepat dan efektif. Tapi kenyataan yang terjadi pada bandara Halim masih banyak perkerjaan yang belum dapat terintegrasi dengan baik, dimana perusahaan yang sebesar ini dan merupakan perusahaan milik negara tidak mempunyai teknologi yang mumpuni.

Kemampuan akan teknologi informasi yang menjadi problema bandara adalah perusahaan harus mampu menjalankan bisnis dengan cepat, efisien, serta efektif dan mampu memberikan suatu profit yang terus berkembang untuk menjadikan perusahaan yang terus memberikan keuntungan langsung bagi bandara (direct-profit), meningkatan produktivitas kerja, mengefisiensi-kan biaya dan waktu yang harus dikeluarkan perusahaan, dan masih banyak lagi lainnya. Perkerjaan yang di lakukan pada perusahaan sebesar ini masih belum memanfaatkan teknologi informasi secara optimal atau masih menggunakan perkerjaan secara manual..

Penelitian yang kami lakukan sebelumnya sudah pernah dilakukan sebelumnya dengan judul PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PEMBAYARAN ONLINE MENGGUNAKAN PAYMENT

GATEWAY (Fakultas Teknologi Informasi Universitas STMIK Mikroskil, 2012). Pada penelitian tersebut

membangun payment gateway untuk pembayaran online, sedangkan penelitian kami membahas tentang pembangunan model database untuk pembayaran online listrik dan air dengn menggunakan metode

Database Aplication Lifecycle menurut Connoly and Begg.

Tujuan dari penulisan adalah, Menganalisa dan merancang desain database yang ada pada Angkasa pura II Halim Perdanakusuma. Desain database ini bertujuan untuk memberikan dan memenuhi kebutuhan informasi yang diperlukan pada serangkaian aktivitas bisnis, dan memudahkan kebutuhan user yang memakai aplikasi database. Database juga harus mampu memberikan sebuah distribusi dalam penyimpanan yang efisien dan efektif akan feedback serta bagaimana sebuah aliran data dapat terhimpun dan terkontrol secara baik untuk memiliki intregitas sehingga data yang diberikan dapat menjadi sebuah informasi yang berguna dan dapat terpenuhi dengan baik.

Manfaat dari penulisan adalah Menyediakan sebuah ketersediaan data baik dalam penyimpanan, perbaikan dan pembaharuan data dalam database.Mempercepat dan mempermudah staff dalam mengelola data sehingga proses bisnisnya dapat lebih cepat dan mudah diakses untuk memenuhi laporan-laporan serta kebutuhan-kebutuhan user. Database yang sudah ada dapat ditingkatkan atau di kembangkan untuk menemukan kebutuhan-kebutuhan yang ada di dalam organisasi. Perusahaan dapat menerapkan desain

(3)

biaya, Report dapat di print karena dibuat secara online dengan terus menerus, Pembayaran akan dilakukan secara online, Karyawan dapat mengetahui pemakaian listrik dan air customer, Adanya waktu yang dapat diberitahukan kepada pelanggan jika waktu harus dibayarkan, Bagian Akunting dapat mengetahui keuntungan yang di dapat perusahaan, pelanggan akan mendapat sejumlah limit waktu jumlah pembayaran. Perusahaan maupun penulis dapat sama-sama menggambarkan akan sebuah model konsep, model logikal, model fisik dari model desain database.

Ruang Lingkup pada pembangunan desain database adalah:

1. Desain database yang akan dibuat dan di bangun hanya berada pada di divisi non-aero, terkhususnya di bagian komersil yang akan menjadi titik pusat bagi ruang lingkup pembangunan aplikasi desain database..

2. Bagian komersil bertugas mengelola data pada setiap lahan penyewaan di dalam bandara, dimana di setiap lahan penyewaan bandara disewakan untuk tempat maskapai penerbangan, perkantoran, penjualan tiket, dll.

3. Sistem database yang akan kami buat akan berkaitan dengan pembayaran listrik dan pembayaran air yang terdapat pada penyewaan lahan-lahan atau tempat penyewaan lahan bangunan yang ada di area bandara Halim Perdana Kusuma.

4. Desain database ini akan di kelola pada bagian Komersil dengan membuat sebuah laporan yang diperlukan bagi manajer serta staff yang memerlukan laporan.

5. Desain laporan yang akan membantu bagi bagian Komersil untuk membantu mengambil keputusan.

METODE PENELITIAN

Adapun metode-metode yang akan kami buat untuk menyelesaikan skripsi, sebagai berikut:

1. Analisis kebutuhan

Identifikasi rencana dan sasaran dalam perusahaan dengan kelanjutan kebutuhan dalam kebutuhan informasi, evaluasi alur sistem informasi untuk menentukan kekuatan dan kelemahan yang ada, penilaian akan keuntungan IT itu mungkin menghasilkan keuntungan kompetitif yang dibutuhkan untuk pembuatan aplikasi basisdata. Teknik yang digunakan untuk mendapatkan informasi terdiri atas :

• Pencarian dokumentasi

Pencarian dokumen dapat diperlukan dan dibutuhkan untuk menggali informasi dari berbagai sumber baik itu berbagai pencatian dokumen, form, laporan, dan hubungan file. Sumber ini akan digunakan sebagai pembantu atau jembatan dari pembahasan maupun penyusunan dari skripsi yang di buat.

• Wawancara

Merupakan sebuah pengumpulan data yang diperlukan dengan melakukan sebuah percakapan antara dua orang atau lebih yang biasanya dilakukan oleh pewancara dengan narasumber. Narasumber merupakan objek atau orang yang paham dan mengetahui akan sebuah informasi yang diberikan sedangkan pewawancara memberikan atau mengajukan beberapa pertanyaan guna mendapatkan sebuah data.

• Observasi

Cara-cara yang dilakukan untuk menganalisis dan mengadakan pencatatan secara sistematis mengenai kebiasaan dan mengamati langsung objek yang akan di analisa.

• Penelitian

Merupakan sebuah pencarian data berdasarkan masalah yang terjadi untuk diteliti serta bagaimana meperoleh sebuah pemecahan masalah.

• Kuisioner

Merupakan sebuah tujuan dokumen yang mengizinkan fakta untuk dikumpulkan dari sejumlah besar orang yang didapatkan dari kontol atas respon.

(4)

2. Perancangan Database

Perancangan desain database menggunakan The stages of the database system development lifecycle menurut Thomas Connoly.

Perencanaan Database

Definisi Sistem

• Pengumpulan kebutuhan dan analisis

Mendesain Database dengan tiga tahap, yaitu;

o Conceptual design database o Logical desain database o Physical desain database

DBMS selection (optional), pemilihan akan aplikasi yang dibuat

Desain aplikasi, merancang aplikasi dengan mendesain user interface

Prototyping (optional), merancang suatu model kerja aplikasi database untuk sementara. Implementasi, sebuah realisasi fisik dari database dan desain aplikasi secara nyata pada user.

Data conversion and loading. Testing, pengujian aplikasi basis data Operational maintance.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Pengertian Database

Database Menurut Conolly dan Begg (2010, p65), Database merupakan sekumpulan data yang berhubungan secara logikal dan dideskripsikan serta dirancang untuk memenuhi kebutuhan informasi yang dibutuhkan oleh suatu organisasi.

Pengertian DBMS

DBMS

Menurut Conolly dan Begg (2010, p66), Database Management System adalah sistem perangkat lunak yang memungkinkan pengguna untuk mendefinisikan, membuat membuat, dan memelihara, dan kontrol akses ke database.

Database Lifecycle

Database Lifecycle Conolly dan Begg (2010, p311)

(5)

Identifikasi Masalah

Kegiatan pembayaran listrik dan air Angkasa Pura Halim yang saat ini berjalan dilakukan oleh karyawan pada perusahaan dan kurang terintegrasinya sistem yang sudah ada menimbulkan beberapa hambatan dan munculnya masalah yang terjadi pada perusahaan, berikut ini beberapa masalah dan hambatan yang terjadi dalam perusahaan;

Database yang sudah ada sekarang belum dapat berkerja secara maksimal untuk melakukan

proses pembayaran listrik dan air.

Masih banyak perkerjaan yang dilakukan dengan tidak memanfaatkan penggunaan database secara maksimal yang mengakibatkan banyak berkas-berkas yang terkumpul masih dalam bentuk dokumen yang tersimpan di dalam rak-rak binder dalam penyimpanan semua data.

Database yang saat ini semua masih terintegrasi secara terpusat oleh Angkasa Pura pusat yang

ada di Cengkareng di mana data-data pada pembayaran air dan listrik harus diambil dulu ke Bandara Cengkareng.

• Kurangnya efektifitas dari segi pengelolaan data terhadap proses bisnis yang berjalan, seperti harusnya ada keterlibatan konsumen terlalu jauh yang menjadi tugas dari divisi komersil.

Banyaknya kesalahpahaman antara para pelanggan dengan bagian divisi Komersil begitu juga dengan kasir seperti contoh; terjadi pada pembayaran listrik dimana pelanggan hanya membayar sejumlah uang kepada kasir tapi tidak mengonfirmasi pada bagian Komersil untuk mengisi pulsa listrik tanpa ada konfirmasi pada bagian komersil sehingga uang yang di berikan pada pelanggan akan hangus.

• Kurangnya keamanan dalam mengakses data serta belum adanya pembatasan hak akses bagi setiap user dalam mengakses data-data pada aktor yang bersangkutan.

• Masih adanya redudansi data dalam setiap proses pembayaran listrik dan air.

• Kurangnya informasi detil pembayaran yang didapatkan oleh setiap pelanggan baik dalam segi tagihan serta dalam melakukan pembayaran listrik dan air.

Usulan Pemecahan Masalah

Hambatan yang terjadi pada perusahaan ini lah yang menjadikan kami untuk membuat sebuah sistem dapat membantu perusahaan dalam menjalankan bisnis untuk memberikan sebuah kinerja yang lebih baik lagi dalm mengerjakan perkerjaan untuk para staff secara efektif dan efisien, berikut ini adalah pemecahan masalah berdasarkan Formulasi Masalah yang ada di bab 1 dan hasil Analisis Sistem yang berjalan serta yang akan kami ajukan adalah;

• Membuat sebuah desain database yang di harapkan mampu mengakomodir setiap perkerjaan dan transaksi yang ada pada bagian komersil.

• Merancang database dalam distribusi penyimpanan dokumen-dokumen, berkas-berkas, dan transaksi dalam mengakses data serta hasilnya.

• Membuat desain database yang dimiliki sendiri di Bandara Halim.

• Adanya aplikasi yang mampu mengefisiensikan proses bisnis dimana keterlibatan konsumen tidak terlalu jauh untuk bertransaksi di dalam setiap transaksi.

Membuat user interface yang mampu membatasi keamanan data sehingga setiap user akan mengakses perkerjaannya sesuai dengan jabatan dan posisinya.

Desain database membantu proses bisnis yang berjalan terkhususnya pada transakasi pembayaran air dan listrik dalam memberikan informasi yang dibutuhkan pelanggan maupun karyawan.

Informasi yang Dihasilkan dari Solusi yang Diusulkan

• Dibutuhkan informasi tagihan listrik dan air untuk pelanggan; diantaranya total yang harus dibayar untuk mendapatkan wath listrik dan kubik air.

(6)

• Dibutuhkan informasi berupa bukti-bukti pembayaran yang dibutuhkan oleh bagian divisi dan akunting.

• Dibutuhkan informasi untuk menghitung nominal keuntungan yang didapatkan dari perusahaan.

Perancangan Database

Tabel 1. Analisis Kebutuhan pada PT. Angkasa Pura II Halim Perdana Kusuma

No Nama Entitas Deskripsi

1. Lahan Penyewaan Menjelaskan secara umum lahan-lahan atau ruko yang di sewa pada Angkasa Pura II 2. Pelanggan Menjelaskan secara umum pelanggan yang ada

pada Angkasa Pura II

3. Tagihan Air Menjelaskan secara umum jumlah rincian pembayaran yang harus dibayarkan oleh pelanggan dengan memasukkan denda berserta pajak.

4. Meteran Air Menjelaskan secara umum pemakaian air oleh setiap pelanggan yang dihitung berdasarkan meter kubik pelanggan.

5. Tagihan Listrik Menjelaskan secara umum jumlah rincian pembayaran yang harus dibayarkan oleh pelanggan dengan memasukkan denda berserta pajak.

6. Meteran Listrik Menjelaskan secara umum pemakaian air oleh setiap pelanggan yang dihitung berdasarkan wath yang digunakan oleh pelanggan.

7. Pembayaran Menjelaskan secara umum pembayaran yang dilakukan oleh pelanggan atau tranksaksi yang terjadi pada Angkasa Pura II

8. Bank Menjelaskan tentang pembayaran dan pentransferan sejumlah uang yang di berikan pelanggan kepada Angkasa Pura II.

9. Karyawan Menjelaskan secara umum orang yang berkerja pada Angkasa Pura II.

Definisi Sistem

Pada tahap ini, langkah kedua yang dilakukan adalah mendeskripsikan jangkauan dan jarak dalam aplikasi database dan mayor user view. Pertama kali identifikasi jarak dari sistem itu dapat di di pertanyakan dan bagaimana anatarmuka itu dengan bagian lain dalam PT. Angkasa Pura II. Yang terpenting jarak antara sistem tidak hanya alur user dan area aplikasi, tapi juga masa depan user dan aplikasi.

(7)

Gambar 2. Definisi Sistem

Keterangan:

• Lahan Penyewaan berhubungan dengan pelanggan.

• Pelanggan berhubungan dengan tagihan air dengan memberikan pencatatan dari meteran air.

• Pelanggan berhubungan dengan tagihan listrik dengan memberikan pencatatan meteran listrik.

• Pembayaran berhubungan dengan tagihan listrik.

• Pembayaran berhubungan dengan tagihan air

• Pembayaran berhubungan dengan bank.

Pembayaran berhubungan dengan karyawan serta memberikan bukti pembayaran

.

Analisa Pengumpulan dan Kebutuhan

Pada langkah ini bertujuan mempertemukan informasi ini untuk dibuat sebuah spesifikasi sistem, antara deskripsi banyak fitur didalam database sistem yang baru,

Tabel 2. Mengelola Tampilan Pengguna pada PT. Angkasa Pura II Halim Perdana Kusuma/penjelasan

Entitas General Manager Manager Staff

(8)

Pelanggan X X X Tagihan Air X X Meteran Air X Tagihan Listrik X X Meteran Listrik X Pembayaran X X X Bank X Karyawan X X X Desain Database Konsepsual

Langkah awal dalam perancangan basis data konseptual adalah dengan membuat model data secara konseptual dari kebutuhan perusahaan. Data tersebut merupakan informasi-informasi mengenai kebutuhan perusahaan.

(9)

Logikal

Tahap ini bertujuan untuk membangun sebuah model logikal dari sebuah model konsepsual dan memvalidasikan model konsepsual tersebut untuk memastikan kebenaran strukturnya.

Gambar 4. Hasil Perancangan Logikal

Desain Aplikasi

Langkah pembuatan aplikasi dibuat untuk merancang antarmuka dan program aplikasi yang akan menggunakan dan memproses database.

(10)

Rancangan Layar

Tampilan layar ini merupakan tampilan yang digunakan untuk users yaitu customer dan karyawan dengan username dan password yang masing-masing dimiliki sendiri oleh users. Confirmation tersebut atau yang biasa disebut dengan sebutan capcha ini adalah fungsinya agar untuk tidak ada robot yang login atau bisa disebut dengan hacker, dengan adanya capcha ini bisa membuat hacker malas mengisinya karena setiap kita melakukan login selalu ada capcha yang berbeda isinya.

Cara menggunakan login ini, Customer atau Karyawan mengisi username dan password didalam textbox masing-masing dengan benar, setelah terisi users akan mengisi juga confirmation yang sudah ada dibawah textbox confirmation dan diisikan ke dalam textbox confirmation tersebut.

Setelah semua sudah terisi dan sudah benar maka users hanya perlu klik button yang bertuliskan Log Payment, selesai.

Gambar 6. Rancangan Layar

Prototipe

Fungsinya untuk membuat model kerja suatu aplikasi basis data. Tahapan ini bersifat opsional. Tujuan utama tahapan ini adalah untuk mengidentifikasi fitur sistem yang sedang berjalan, untuk memberikan perbaikan-perbaikan atau penambahan fitur baru, untuk klarifikasi kebutuhan user, untuk evaluasi kelayakan dan kemungkinan apa yang terjadi dari desain sistem. Digunakan untuk tujuan yang sama. Perbedaannya adalah prototipe ini tidak dibuang tetapi dikembangkan untuk pengembangan selanjutnya menjadi aplikasi basis data yang digunakan.

Tabel 3. Identifikasi Prototipe

Entitas Fitur yang tersedia Uraian fitur yang di harapkan Evaluasi Lahan Penyewaan Mengelola Data Lahan Penyewaan

Mencari Data Lahan Penyewaan

Model Basis Data diharapkan dapat memasukkan, mengubah, menghapus dan mencari Data Lahan Penyewaan

3

Pelanggan Mengelola Data Pelanggan Mencari Data Pelanggan

Model Basis Data diharapkan dapat memasukkan, mengubah, menghapus dan mencari Data Pelanggan

4

Tagihan Air Mengelola Data Tagihan Air Mencari Data Tagihan Air

Model Basis Data diharapkan dapat memasukkan, mengubah, menghapus dan mencari Data Tagihan Air

(11)

Meteran Air Mengelola Data Meteran Air Mencari Data Meteran Air

Model Basis Data diharapkan dapat memasukkan, mengubah, menghapus dan mencari Data Meteran Air

3

Tagihan Listrik Mengelola Data Tagihan Listrik Mencari Data Tagihan Listrik

Model Basis Data diharapkan dapat memasukkan, mengubah, menghapus dan mencari Data Tagihan Listrik

3

Meteran Listrik Mengelola Data Meteran Listrik Mencari Data Meteran Listrik

Model Basis Data diharapkan dapat memasukkan, mengubah, menghapus dan mencari Data Meteran Listrik

3

Pembayaran Mengelola Data Pembayaran Mencari Data Pembayaran

Model Basis Data diharapkan dapat memasukkan, mengubah, menghapus dan mencari Data Pembayaran

3

Bank Mengelola Data Bank Mencari Data Bank

Model Basis Data diharapkan dapat memasukkan, mengubah, menghapus dan mencari Data Bank

3

Karyawan Mengelola Data Karyawan Mencari Data Karyawan

Model Basis Data diharapkan dapat memasukkan, mengubah, menghapus dan mencari Data Karyawan

4 1 = SangatKurang 2 = Kurang 3 = Cukup 4 = Baik 5 = SangatBaik

SIMPULAN DAN SARAN

Simpulan

Berdasarkan rancangan dan analisis basis data pembayaran listrik dan air pada PT. Angkasa Pura II halim perdana Kusuma maka dapat diambil keputusan sebagai berikut:

• Rancangan model basis data membantu dalam melakukan proses bisnis yang terakomodir dengan baik dimana rancangan database yang sudah dibuat membantu pelanggan dalam mengetahui setiap transaksi yang telah dibayar serta transaksi-transaksi yang telah dilakukan sebelumnya.

Database yang dirancang mampu menyimpan data-data dan berkas-berkas pada perusahaan yang

teroganisir dengan baik serta mampu membagi data ke setiap user yang membutuhkan data dimana setiap tabel yang ada didalam database saling terhubung dengan Primary Key dan Foreign Key.

• Model database yang dirancang dapat meningkatkan integritas data milik PT. Angkasa Pura II Halim Perdana Kusuma dalam validasi dan konsistensi dalam data yang tersimpan.

Dengan adanya Database, user mampu melakukan perkerjaan secara efektif dalam pembayaran Listrik dan Air dengan adanya rancangan user interface yang telah dibangun.

Database sudah dapat membatasi hak akses untuk user dimana setiap user diberi hak akses sesuai dengan tugas dan tanggung jawab user.

• Model database yang dirancang sudah meminimalkan redudansi data dengan cara melakukan normalisasi terhadap data.

Aplikasi database yang dibangun dapat memberikan informasi berupa laporan yang terkait dengan kegiatan pembayaran listrik dan air.

(12)

Saran

Agar proses dalam basis data di “PT. Angkasa Pura II Halim Perdana Kususma” dapat dimaksimalkan dan terlaksana dengan baik maka saran-saran yang bisa dijadikan masukan dan acuan dari penulis adalah sebagai berikut:

• Setiap kelemahan yang di dapatkan pada basis data yang dibangun harus segera dilakukan evaluasi untuk dilakukan pembangunan basis data kembali untuk mendapatkan performa yang maksimal secara maksimal

Penerapan aplikasi Database sebaiknya didukung oleh perangkat yang memadai baik mulai dari

brainware maupun software dan hardware.

Penerapan aplikasi database juga harus didukung oleh penambahan spesifikasi hardware untuk menambah performa database.

• Implementasi yang dilakukan untuk mengevaluasi basis data yang dibangun harus melibatkan karyawan serta campur tangan pihak manajemen yang ada dalam perusahaan.

• Perusahaan harus mampu meminimilasi setiap kegagalan yang terjadi agar tidak berdampak besar sehingga pembangunan database tidak terhenti.

1. Dilakukannya pembangunan database lifecycle pada semua proses bisnis yang lain selain pembayaran listrik dan air yang telah dibangun akan memberikan nilai tambah didalam proses bisnis dan mengetahui kelemahan yang didapatkan pada basis data yang dibangun

REFRENSI

Anonymous, 2010, Research and Markets: Global Data Base Management Systems (DBMS) Market 2009-2013 – Now Available, diakses 5 Desember 2012, http://search.proquest.com/

Connoly, T. and Begg 2010. Database System. London: Pearson Education Limited Indrajani. 2011. Perancangan Basis Data dalam All in 1. Jakarta: Elex Media Komputindo

RIWAYAT PENULIS

Nama : Lupi Pattinaya

Tempat Tanggal Lahir : Jakarta; 05 January 1992

Pendidikan : S1 Universitas Bina Nusantara/ Ilmu Komputer Tahun 2013 Pekerjaan : -

Organisasi/Jabatan : Pengurus Pemuda Gereja (Ketua) Nama : Korvi Pattinaya

Tempat Tanggal Lahir : Jakarta; 05 January 1992

Pendidikan : S1 Universitas Bina Nusantara/ Ilmu Komputer Tahun 2013 Pekerjaan : -

Organisasi/Jabatan : Pengurus Pemuda Gereja (Humas) Nama : Hilaluddin

Tempat Tanggal Lahir : Jakarta; 09 November 1990

Pendidikan : S1 Universitas Bina Nusantara/ Ilmu Komputer Tahun 2013 Pekerjaan : -

Gambar

Gambar 1. Database Lifecycle
Tabel 1. Analisis Kebutuhan pada PT. Angkasa Pura II Halim Perdana Kusuma
Gambar 2. Definisi Sistem
Gambar 3. Hasil Desain Konsepsual
+3

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas perasan jeruk purut ( Citrus hystrix Dc ) dengan zinc pyrithione 1% secara in vitro terhadap pertumbuhan P.ovale

Dalam artikel yang sama, Hedges mengambil pendapat sarjana lain berhubung isu etika global yang diasaskan oleh Kung itu dengan merujuk kepada kritikan Attfield iaitu beliau

Menurut Ornstein dan Levine (1984) menyatakan bahwa profesi itu adalah jabatan sepanjang hayat, memerlukan ilmu dan keterampilan,menggunakan hasil penelitian dan aplikasi teori

Penyusunan LKj ini merupakan upaya kami untuk menginformasikan pertanggungjawaban kinerja yang telah dilakukan organisasi perangkat daerah selama tahun 2017, sebagai

Kustodian yang menjadi tempat penitipan harta Reksa Dana PNM Syariah serta imbal hasil SWBI, Nilai Tukar USD terhadap Rupiah yang merupakan Kurs Tengah Bank Indonesia serta

Diharapkan tenaga kesehatan (bidan) di puskesmas dapat meningkatkan kualitas pelayanan KIA, khususnya dalam memberikan asuhan pada ibu hamil, bersalin, nifas , bayi baru

bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan b, perlu menetapkan Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan tentang Perubahan atas Peraturan

peluang pembentuan iatan hidrogen antar dan intramoleul lebih bai daripada dalam rantai yang mengandung banya residu prolina% Pertimbangan ini