• Tidak ada hasil yang ditemukan

Induksi Tunas Mikro Tanaman Karet (Hevea brasiliensis Muell. Arg) Pada Komposisi Media Dan Genotipe Berbeda

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "Induksi Tunas Mikro Tanaman Karet (Hevea brasiliensis Muell. Arg) Pada Komposisi Media Dan Genotipe Berbeda"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

Lampiran 1. Data Pengamatan Jumlah Muncul Tunas (Tunas)

PERLAKUAN ULANGAN TOTAL RATAAN

1 2 3 4 5

G1A1 1,0 1,0 1,0 1,0 1,0 5,0 1,0

G1A2 0 1,0 0 1,0 0 2,0 0,4

G1A3 1,0 0 1,0 0 0 2,0 0,4

G1A4 1,0 0 1,0 1,0 1,0 4,0 0,8 G1A5 1,0 1,0 0 1,0 1,0 4,0 0,8 G1A6 1,0 1,0 0 1,0 1,0 4,0 0,8

G2A1 1,0 1,0 1,0 1,0 1,0 5,0 1,0

G2A2 1,0 0 1,0 1,0 0 3,0 0,6

G2A3 1,0 0 1,0 1,0 1,0 4,0 0,8

G2A4 0 1,0 1,0 0 0 2,0 0,4

G2A5 1,0 1,0 1,0 1,0 0 4,0 0,8 G2A6 1,0 1,0 1,0 0 1,0 4,0 0,8

G3A1 1,0 1,0 1,0 1,0 1,0 5,0 1,0 G3A2 1,0 1,0 1,0 1,0 0 4,0 0,8

G3A3 1,0 0 1,0 0 1,0 3,0 0,6

G3A4 1,0 1,0 1,0 1,0 1,0 5,0 1,0 G3A5 1,0 1,0 1,0 1,0 1,0 5,0 1,0

G3A6 1,0 1,0 0 0 0 2,0 0,4

G4A1 1,0 1,0 1,0 1,0 1,0 5,0 1,0 G4A2 1,0 1,0 1,0 1,0 0 4,0 0,8

G4A3 1,0 1,0 1,0 0 0 3,0 0,6

G4A4 1,0 1,0 1,0 1,0 1,0 5,0 1,0

G4A5 1,0 1,0 1,0 0 0 3,0 0,6

G4A6 1,0 1,0 0 0 0 2,0 0,4

(2)

Lampiran 2. Data Transformasi Jumlah Muncul Tunas Arcsin P

PERLAKUAN ULANGAN TOTAL RATAAN

1 2 3 4 5

Lampiran 3. Daftar Sidik Ragam Jumla Muncul Tunas

(3)

FK : 536346 KK :53 % * : nyata tn : tidak nyata

Lampiran 4. Data Pengamatan Jumlah Tunas (Tunas)

PERLAKUAN ULANGAN TOTAL RATAAN

1 2 3 4 5

G1A1 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 5,00 1,00 G1A2 0,00 1,00 0,00 1,00 0,00 2,00 0,40 G1A3 1,00 0,00 1,00 0,00 0,00 2,00 0,40 G1A4 1,00 0,00 1,00 1,00 1,00 4,00 0,80 G1A5 1,00 1,00 0,00 1,00 1,00 4,00 0,80 G1A6 1,00 1,00 0,00 1,00 1,00 4,00 0,80

G2A1 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 5,00 1,00 G2A2 1,00 0,00 1,00 1,00 0,00 3,00 0,60 G2A3 1,00 0,00 1,00 1,00 1,00 4,00 0,80 G2A4 0,00 1,00 1,00 0,00 0,00 2,00 0,40 G2A5 1,00 1,00 1,00 1,00 0,00 4,00 0,80 G2A6 1,00 1,00 1,00 0,00 1,00 4,00 0,80

G3A1 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 5,00 1,00 G3A2 1,00 1,00 1,00 1,00 0,00 4,00 0,80 G3A3 1,00 0,00 1,00 0,00 1,00 3,00 0,60 G3A4 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 5,00 1,00 G3A5 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 5,00 1,00 G3A6 1,00 1,00 0,00 0,00 0,00 2,00 0,40

(4)

Lampiran 5. Data Transformasi Jumlah Tunas (tunas) X+0.5

PERLAKUAN ULANGAN TOTAL RATAAN

1 2 3 4 5

Lampiran 6. Daftar Sidik Ragam Jumlah Tunas

SK db JK KT F.Hit 0,05 Ket

Perlakuan 23 1,55 0,07 1,61 1,68 tn

G 3 0,04 0,01 0,34 2,68 tn

A 5 0,65 0,13 3,12 2,34 **

(5)

Galat 73 3,06 0,04

Lampiran 7. Data Pengamatan Panjang Tunas (cm)

PERLAKUAN ULANGAN TOTAL RATAAN

(6)

Lampiran 8. Data Transformasi Panjang Tunas (cm) X+0.5

PERLAKUAN ULANGAN TOTAL RATAAN

1 2 3 4 5

Lampiran 9. Daftar Sidik Ragam Panjang Tunas (cm)

SK dB JK KT F.Hit 0,05 Ket

Perlakuan 23 0,82 0,04 1,57 1,68 tn

G 3 0,16 0,05 2,35 2,68 tn

A 5 0,28 0,06 2,43 2,34 **

(7)

Galat 73 1,67 0,02

Lampiran 10. Data Pengamatan Jumlah Terbentuk Bakal Daun (%)

PERLAKUAN ULANGAN TOTAL RATAAN

(8)

Lampiran 11. Data Transformasi Jumlah Terbentuk Bakal Daun Arcsin P

PERLAKUAN ULANGAN TOTAL RATAAN

1 2 3 4 5

G1A1 5,74 0,41 0,41 0,41 0,41 7,36 1,47 G1A2 0,41 0,41 0,41 5,74 0,41 7,36 1,47 G1A3 0,41 0,41 5,74 0,41 0,41 7,36 1,47 G1A4 0,41 0,41 0,41 0,41 0,41 2,03 0,41 G1A5 0,41 0,41 0,41 0,41 0,41 2,03 0,41 G1A6 0,41 0,41 0,41 0,41 0,41 2,03 0,41

G2A1 0,41 0,41 0,41 0,41 0,41 2,03 0,41 G2A2 0,41 0,41 0,41 0,41 0,41 2,03 0,41 G2A3 0,41 0,41 0,41 0,41 0,41 2,03 0,41 G2A4 0,41 0,41 0,41 0,41 0,41 2,03 0,41 G2A5 5,74 0,41 0,41 0,41 0,41 7,36 1,47 G2A6 0,41 0,41 0,41 0,41 0,41 2,03 0,41

G3A1 0,41 0,41 5,74 0,41 0,41 7,36 1,47 G3A2 0,41 0,41 0,41 0,41 0,41 2,03 0,41 G3A3 0,41 0,41 0,41 0,41 0,41 2,03 0,41 G3A4 0,41 0,41 0,41 0,41 0,41 2,03 0,41 G3A5 0,41 0,41 0,41 0,41 0,41 2,03 0,41 G3A6 0,41 0,41 0,41 0,41 0,41 2,03 0,41

G4A1 0,41 5,74 0,41 0,41 0,41 7,36 1,47 G4A2 0,41 0,41 0,41 5,74 0,41 7,36 1,47 G4A3 0,41 0,41 0,41 0,41 0,41 2,03 0,41 G4A4 5,74 0,41 0,41 5,74 0,41 12,69 2,54 G4A5 0,41 0,41 0,41 0,41 0,41 2,03 0,41 G4A6 0,41 0,41 0,41 0,41 0,41 2,03 0,41 TOTAL 25,73 15,06 20,39 25,73 9,72 96,62 RATAAN 1,07 0,63 0,85 1,07 0,41 0,81

Lampiran 12. Daftar Sidik Ragam Jumlah Terbentuk Bakal Daun (%)

SK dB JK KT F.Hit 0,05 Ket

Perlakuan 23 43,39 1,89 0,92 1,68 tn

G 3 6,40 2,13 1,04 2,68 tn

(9)

G x A 15 29,16 1,94 0,95 1,81 tn

Lampiran 13. Data Pengamatan Jumlah Daun (Helai)

PERLAKUAN ULANGAN TOTAL RATAAN

(10)

Lampiran 14. Data Transformasi Jumlah Daun X+0.5

PERLAKUAN ULANGAN TOTAL RATAAN

1 2 3 4 5

Lampiran 15. Daftar Sidik Ragam Jumlah Daun

SK dB JK KT F.Hit 0,05 Ket

Perlakuan 23 0,30 0,01 0,96 1,68 tn

G 3 0,03 0,01 0,74 2,68 tn

A 5 0,06 0,01 0,84 2,34 tn

(11)

Galat 73 1,00 0,01

Lampiran 16. Data Pengamatan Umur Munculnya Tunas (Hari)

PERLAKUAN ULANGAN TOTAL RATAAN

(12)

Lampiran 17. Komposisi Medium Woody Plant Medium (WPM)

Bahan Kimia Konsentrasi Media (mg/l)

Makro Nutrien (Stok I)

NH4 NO3 400,000 mg

MgSO4.7H2O 370,000 mg

KH2PO4 CaCl2.2H2O Ca(NO3)2.4H2O

170,000 mg 96,000 mg 576,000 mg K2SO4

Mikro Nutrien (Stok II) H3BO3

99,000 mg

(13)

Sumber : Gunawan (1992)

Lampiran18. Komposisi Media Murashige dan Skoog (MS)

MnSO4.H2O 16,900 mg

ZnSO4.7H2O 8,600 mg

Na2MoO4.2H20 0,250 mg

CuSO4.5H2O

Iron (Stok III)

0,250 mg

FeSO4.7H2O 27,800 mg

Na2.EDTA 37,300 mg

Vitamin (Stok IV)

Nikotinic acid 0,500 mg

Pyridoxin HCL 0,500 mg

Thiamine HCL 1,000 mg

Myo-inositol 100,000 mg

Sukrosa Agar

50.000,000 mg 5.000,000 mg

Bahan Kimia Konsentrasi Media (mg/l)

Makro Nutrien (Stok I)

NH4 NO3 1650,000 mg

KNO3 CaCl2.2H2O MgSO4.7H2O

1900,000 mg 440,000 mg 370,000 mg

KH2PO4 170,000 mg

Mikro Nutrien (Stok II) MnSO4.H2O

ZnSO4.7H2O

(14)

(Sumber: Gunawan, 1995)

Lampiran 19.Bagan Penelitian

H3BO3 6,200 mg

KI 0,830 mg

Na2MoO4.2H20 0,250mg

CuSO4.5H2O 0,025 mg

CoCl2.6H2O

Iron (Stok III)

0,025 mg

FeSO4.7H2O 27,800 mg

Na2.EDTA 37,200 mg

Vitamin (Stok IV)

Nikotinic acid 0,500 mg

Pyridoxin HCL 0,500 mg

Thiamine HCL 0,100 mg

Myo-inositol 100,000 mg

Sukrosa Agar

50.000,000 mg 5.000,000 mg

I II III IV V

1 1 1 1 1

2 2 2 2 2

3 3 3 3 3

4 4 4 4 4

5 5 5 5 5

6 6 6 6 6

7 7 7 7 7

8 8 8 8 8

(15)

Keterangan:

1. G1A1 7. G2A1 13. G3A1 19. G4A1

2. G1A2 8. G2A2 14. G3A2 20. G4A2

3. G1A3 9. G2A3 15.G3A3 21. G4A3

4. G1A4 10.G2A4 16.G3A4 22. G4A4

5. G1A5 11.G2A5 17.G3A5 23.G4A5

6. G1A6 2.G2A6 18.G3A6 24. G4A6

Lampiran 20. Kegiatan Penelitian

10 10 10 10 10

11 11 11 11 11

12 12 12 12 12

13 13 13 13 13

14 14 14 14 14

15 15 15 15 15

16 16 16 16 16

17 17 17 17 17

18 18 18 18 18

19 19 19 19 19

20 20 20 20 20

21 21 21 21 21

22 22 22 22 22

23 23 23 23 23

24 24 24 24 24

Jenis Kegiatan Minggu ke –

1 2 3 4 5 6 7 8

Sterilisasi Alat X

Pembuatan Media X

Pengambilan Bahan Tanaman

X

Sterilisasi Bahan Tanaman X Persiapan Ruang Tanam X

Penanaman X

(16)

Lampiran 21. Lampiran Foto Penelitian

a

Peubah Amatan

­ Persentase Munculnya

Tunas (%) X

­ Jumlah Tunas (tunas) X

­ Panjang Tunas (cm) X

­ Persentase Terbentuknya

Daun (%) X

­ Jumlah Daun (helai) X

­ Umur Munculnya Tunas

(hari) X

­ Kehadiran Kalus X

­ Warna Kalus X

­ Morfogenesis X

G1A1 Keterangan:

- Eksplan membentuk tunas - Tidak ada patahan karena

pembentukan tunas

G1A2 Keterangan:

- Eksplan membentuk tunas - Ada patahan karena

pembentukan tunas - Terdapat bintil kuning di

samping tunas

G1A3 Keterangan:

- Eksplan membentuk tunas - Ada patahan karena

pembentukan tunas - Terdapat bintil kuning di

(17)

Lampiran 21. Lampiran Foto Penelitian G1A5 Keterangan:

- Eksplan membentuk tunas

G1A6 Keterangan:

- Eksplan membentuk tunas - Terdapat bintil kuning di

samping eksplan G1A4

Keterangan:

- Eksplan membentuk tunas - Terdapat bintil kuning di

(18)

Lampiran 21. Lampiran Foto Penelitian

G2A6 Keterangan:

- Eksplan membentuk tunas - Terdapat bintil kuning di

samping eksplan G2A5

Keterangan:

- Eksplan membentuk tunas dan membentuk daun - Terdapat bintil kuning di

samping eksplan G2A4

Keterangan:

- Eksplan membentuk tunas - Terdapat bintil kuning di

samping eksplan G2A1 Keterangan:

- Eksplan membentuk tunas - Bonggol eksplan berwarna

kecoklatan

G2A2 Keterangan:

- Eksplan membentuk tunas - Terdapat bintil kuning di

samping eksplan - Ada patahan karena

pembentukan tunas

G2A3 Keterangan:

(19)

Lampiran 21. Lampiran Foto Penelitian G3A4

Keterangan:

- Eksplan membentuk tunas - Bonggol eksplan berwarna

kecoklatan - Bonggol eksplan berwarna

kecoklatan

- Eksplan membentuk tunas - Terdapat bintil kuning di

samping eksplan - Ada patahan karena

pembentukan tunas - Bonggol eksplan berwarna

kecoklatan

G4A2 Keterangan:

- Eksplan membentuk tunas - Bonggol eksplan berwarna

kecoklatan G4A1

Keterangan:

- Eksplan membentuk tunas - Bonggol eksplan berwarna

kecoklatan

(20)

G4A4 Keterangan:

- Eksplan membentuk tunas dan daun

- Terdapat bintil kuning di samping eksplan

G4A5 Keterangan:

- Esplan membentuk tunas - Terdapat bintil kuning di samping eksplan

- Bonggol eksplan berwarna kecoklatan

G4A6 Keterangan:

- Ekspaln membentuk tunas - Terdapat bintil kuning di

samping eksplan - Ada patahan karena

Referensi

Dokumen terkait

After the early calibration validation phase, which confirmed the temperature accuracy of observed data, CIRC data has been available to the public January 2015 onward..

[r]

• PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS) is a leading Indonesian provider of integrated one-stop sea logistics and transportation solutions for bulk materials, particularly

We performed a new approach based on the automatic extraction of dunes to study and analyze the dynamics of dune in Laâyoune from free Google Earth satellite

Produksi adalah menghasilkan sesuatu dengan megolah bahan mentah menjadi bahan baku atau bahan jadi. Konsumsi adalah

The loss of information based on the num- ber of bits used for the lossy compression was evaluated and the compression rates for the modeling approach itself as well as both

ungkapan yang mengandung isim maushul Pemahaman konsep dengan sistem diskusi, presentasi power point Tadribat lughawiyy ah Kualitas hasil penugasan , keaktifan,

Berdasarkan hasil penclitian yang dilakukan Wahyuni (2004) tentang kemampuan adesi Streptococcus agalactiae dari susu sapi perah mastitis subklinis pada sel epitel ambing,