• Tidak ada hasil yang ditemukan

sistem keuangan dan perbankan indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "sistem keuangan dan perbankan indonesia"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

Sistem Keuangan dan Perbankan Indonesia

Disusun oleh:

Melissa Esther Meditya (1506798283)

Arsh Starfy Firdausy (1506797772)

(2)

Sistem Keuangan dan Perbankan Indonesia

Sistem keuangan, yang terdiri dari otoritas keuangan (financial authorities), sistem perbankan dan sistem lembaga keuangan bukan bank, pada dasarnya merupakan tatanan dalam perekonomian suatu Negara yang memiliki peran utama dalam menyediakan fasilitas jasa-jasa keuangan (financial services). Fasilitas jasa keuangan tersebut diberikan oleh lembaga-lembaga keuangan, termasuk pasar uang dan pasar modal.

Sistem perbankan Indonesia dibedakan berdasarkan fungsinya yang terdiri dari Bank Sentral, Bank Umum dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Dalam struktur sistem keuangan Bank Umum serta BPR disebut lembaga depositori (depository financial institutions). Disamping itu didalam sistem keuangan Indonesia dikenal pula Lembaga Keuangan Bukan Bank (non depository financial institution) yaitu lembaga keuangan yang kegiatan usahanya tidak menghimpun dana dari masyarakat secara langsung dalam bentuk simpanan. Lembaga keuangan bukan bank terdiri dari:

a. perusahaan asuransi b. perusahaan pembiayaan c. perusahaan modal ventura d. dana pension

e. perusahaan efek f. reksa dana perseroan g. perusahaan investasi h. pegadaian

Otoritas Keuangan

(3)

pengawasan Bank bukan lagi kewenangan Bank Indonesia, Bank Indonesia tetap memiliki peran utama dalam menjaga stabilitas keuangan untuk menghindari terjadinya krisis di sector keuangan dalam upayanya mencapai sasaran stabilitas moneter. Disamping itu, untuk menjaga stabilitas moneter diperlukan adanya kerangka kerja yang disepakati oleh semua otoritas keuangan (Departemen Keuangan/Pemerintah, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan dan Lembaga Penjamin Simpanan) koordinasi tersebut diperlukan untuk menghindari timbulnya duplikasi atau konflik dalam pelaksanaan fungsi masing-masing lembaga.

Otoritas keuangan yang nantinya akan memiliki peran dalam pengaturan dan pengawasan bidang keuangan dan perbankan terdiri dari :

a. Bank Indonesia

b. Pemerintah (Departemen Keuangan) c. Otoritas Jasa Keuangan

d. Lembaga Penjamin Simpanan

Bank Indonesia

Bank Indonesia, sebagiamana diatur dalam Undang-Undang, adalah Bank Sentral Republik Indonesia yang merupakan lembaga Negara yang independen, bebas dari campur tangan Pemerintah dan/atau pihak-pihak lainnya. Bank Indonesia adalah badan hokum berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 tahun 1999 dengan modal sekurang-kurangnya Rp 2 trilliun. Bank Indonesia memiliki satu tujuan yang disebut tujuan tunggal yaitu mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Kegagalan dalam memelihara kestabilan nilai rupiah yang tercermin dari kenaikan harga-harga dapat merugikan karena berakibat menurunkan pendapatan riil masyarakat dan melemahkan daya saing perekonomian nasional dalam kancah perekonomian dunia.

Untuk mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah, Bank Indonesia didukung oleh tiga pilar yang merupakan tiga bidang utama tugas Bank Indonesia yaitu :

(4)

c. Mengatur dan mengawasi bank

Selanjutnya dalam menetapkan dan melaksankan kebijakan moneter, BI berwenang menetapkan sasaran-sasaran moneter dan melakukan pengendalian moneter sebagia berikut:

a. Melaksanakan kebijakan nilai tukar berdasarkan sistem nilai tukar yang ditetapkan b. Mengelola cadangan devisa untuk memenuhi kewajiban luar negeri

c. Memelihara keseimbangan neraca pembayaran d. Menerima pinjaman luar negeri

Agar tujuan mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah tersebut dapat dicapai secara efektif dan efisien, maka ketiga tugas tersebut harus diintegrasikan.

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)

Tugas pokok dari LPS menurut UU no 24 tahun 2004 tentang Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), yaitu memelihara dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap industry perbankan dan sekaligus dapat meminimalkan risiko yang membebani anggaran Negara atau risiko yang menimbulkan moral hazard. LPS memiliki dua fungsi, yaitu : menjamin simpanan nasabah bank dan melakukan penyelesaian atau penanganan bank gagal dalam upayanya memelihara stabilitas sistem perbankan.

Dalam menjalankan fungsi-fungsinya diatas , LPS mempunyai tugas berikut: a. Merumuskan dan menetapkan kebijakan pelaksanaan penjaminan simpanan b. Melakukan penjaminan simpanan

c. Merumuskan dan menetapkan kebijakan dalam rangka turut aktif memelihara stabilitas sistem perbankan

d. Merumuskan, menetapkan, dan melaksanakan kebijakan penyelesaian bank gagal (bank resolution) yang tidak berdampak sistemik

e. Melaksanakan penanganan bank gagal yang berdampak sistemik

Sementara dalam rangka melaksanakan tugas-tugas tersebut, LPS berwenang sebagai berikut: a. Menetapkan dan memungut premi penjaminan

(5)

d. Mendapatkan data simpanan nasabah, data kesehatan bank, laporan keuangan bank dan laporan hasil pemeriksaan bank, sepanjang tidak melanggar kerahasiaan bank e. Melakukan rekonsiliasi, verifikasi, dan konfirmasi atas yang dikatakan di poin d f. Menetapkan syarat, tata cara, dan ketentuan pembayaran klaim

g. Menunjuk, menguasakan dan menugaskan pihak lain untuk bertindak bagi kepentingan atas nama LPS

h. Melakukan penyuluhan kepada bank dan masyarakat tentang penjaminan simpanan i. Menjatuhkan sanksi administrative

Selanjutnya, dalam melaksanakan penyelesaian dan penanganan bank gagal, LPS memiliki kewenangan :

a. Mengambil alih dan menjalankan segala hak dan wewenang pemegang saham, termasuk hak dan wewenang RUPS

b. Menguasai dan mengelola asset dan kewajiban bank gagal yang diselamatkan

c. Meminjau ulang, membatalkan mengakhiri dan mengubah setiap kontrak yang mengikat bank gagal dengan pihak ketiga yang merugikan bank

d. Menjual dan mengalihkan asset bank tanpa persetujuan debitur dan kewajiban bank tanpa persetujuan kreditur

Jenis simpanan yang dijamin oleh LPS adalah sebagai berikut: a. Giro

b. Deposito

c. Sertifikat deposito

d. Tabungan (atau yang dipersamakan dengan itu)

Sedangkan nilai simpanan yang dijamin adalah sebagai berikut:

a. Nilai simpanan yang dijamin setiap nasabah pada satu bank maksimal Rp 2 M

b. Nilai simpanan yang dijamin dapat diubah apabila dipenuhi salah satu atau lebih kriteria sebagai berikut:

 Terjadi penarikan dana perbankan dalam jumlah besar-besaran

 Terjadi inflasi yang cukup besar dalam beberapa tahun

 Jumlah nasabah yang dijamin seluruh simpanannya menjadi kurang dari 90% dari jumlah nasabah penyimpan seluruh kantor bank.

(6)

Departemen Keuangan melakukan pengaturan dan pengawasan di bidang Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKKB). Unit organisasi Departemen Keuangan yang terlibat langsung dalam menangani sector keuangan dan perbankan ini adalah Direktorat Jenderal Lembaga Keuangan dan Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam).

Bapepam melaksanakan fungsi pembinaan, pengaturan, dan pengawasan sehari-hari pasar modal guna mewujudkan pasar modal yang teratur, wajar dan efisien untuk melindungi kepentingan pemodal dan masyarakat.

Sistem Perbankan Indonesia

Bank-bank yang beroperasi di Indonesia saat ini pada dasarnya dikelompokkan kedalam Bank Umum dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR), sedangkan Bank Indonesia berfungsi sebagai Bank Sentral.

Berdasarkan UU No. 7 tahun 1992 tentang perbankan sebagaimana telah diubah dengan UU No. 10 tahun 1998, bentuk hokum bank umum dapat berupa:

a. Perseroan Terbatas b. Koperasi

c. Perusahaan Daerah

Modal disetor untuk mendirikan bank umum ditetapkan sekurang-kurangnya sebesar Rp 3 Trilliun.

Kegiatan Usaha bank umum yang diatur dalam UU No.10 tahun 1998 tentang perubahan UU No. 7 tahun 1992 tentang perbankan dapat dikelompokkan ke dalam tiga jenis kegiatan sebagai berikut:

a. Penghimpunan dana

b. Penyaluran atau penggunaan dana

c. Pemberian jasa-jasa dalam lalu lintas pembayaran

Kegiatan penghimpunan dana beberapa contohnya adalah : giro, deposito berjangka, tabungan, sertifikat deposito, dll

(7)

Pemberian jasa-jasa dalam lalu lintas pembayaran salah satu contohnya adalah : transfer dana, memberikan bank garansi, memberikan jaminan letter of credit (L/C) dll.

Bank Persero

Bank persero atau yang biasa disebut Bank BUMN adalah bank umum yang secara mayoritas sahamnya dimiliki pemerintah. Komposisi kepemilikan bank persero tidak sepenuhnya milik pemerintah, beberapa bank persero telah menjadi bank public melalui penjualan sebagian sahamnya melalui pasar modal antara lain : Bank BNI, Bank Mandiri dan Bank BRI, sementara BTN masih sepenuhnya milik Negara.

Bank Pemerintah Daerah (BPD)

Bank-bank umum milik pemerintah daerah adalah Bank-Bank pembangunan daerah yang pendiriannya didasarkan UU No 3 tahun 1962 serta mengalami beberapa perubahan, akhirnya UU No. 10 tahun 1998 mengharuskan BPD memilih dan menetapkan badan hukumnya apakah menjadi PT, Koperasi, atau perusahaan daerah. Jumlah Bank Pembangunan Daerah sampai dengan pertengahan 2004 menjadi 26 bank.

Bank Umum Swasta Nasional

Bank Umum Swasta Nasional adalah bank yang berbadan hukum Indonesia yang sebagian atau seluruh modalnya dimiliki oleh warga Negara Indonesia dan atau badan hukum Indonesia. Dilihat dari lingkup usahanya, Bank Umum Swasta Nasional dibedakan menjadi dua jenis yaitu Bank Devisa dan Non Devisa. Bank Devisa adalah bank yang dalam kegiatan usahanya dapat melakukan transaksi dalam valuta asing, setelah memperoleh persetujuan dari Bank Indonesia. Sedangkan bank Non devisa adalah bank yang tidak diperkenankan melakukan transaksi yang berkaitan dengan valuta asing.

Bank Asing

(8)

atau corporate banking. Ciri lain dari kegiatan bank asing ini adalah penyediaan jasa dibidang investement bank yang menawarkan jasa-jasa dibidang pasar modal.

Berikut beberapa contoh bank Asing di Indonesia: Citibank, Standard Chartered Bank, Bank of Tokyo, dll.

Bank Campuran

Kegiatan usaha bank campuran adalah penghimpunan dana yang terutama berasal dari simpanan berjangka dan giro, selanjutnya penyaluran dana terutama dilakukan dengan memberikan pembiayaan usaha perdagangan internasional dan kredit bagi sekotr-sekrot industry dan produksi.

Berikut beberapa contoh bank campuran di Indonesia: Bank Commonwealth, ANZ, DBS Indonesia, Rabobank International Indonesia, UOB Indonesia dll.

Bank Perkreditan Rakyat (BPR)

BPR adalah bank yang menerima simpanan hanya dalam bentuk deposito berjangka, tabungan, dan atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu. BPR tidak diperkenankan menerima simpanan dalam bentuk giro dan memberikan jasa-jasa dalam lalu lintas pembayaran.

Bentuk Hukum BPR, berdasarkan ketentuan perundangan, bentuk hokum BPR dapat berupa: a. Perusahaan Daerah

b. Koperasi

c. Perseroan Terbatas

d. Bentuk lain yang ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah Klasifikasi BPR, berdasarkan ketentuan berikut:

a. BPR Baru b. Bank Pasar c. Bank Desa d. BKPD

e. Lumbung Desa

(9)

Lembaga Keuangan Bukan Bank

Sehubungan dengan fungsinya, LKKB dapat digolongkan berdasarkan jenis usahanya sebagai berikut:

a. Lembaga Pembiayaan Pembangunan (development type), yaitu lembaga keuangan kegiatan utamanya memberikan kredit jangka menengah dan jangka panjang.

b. Lembaga perantara penerbitan dan perdagangan surat-surat berharga (investment type) , yaitu lembaga keuangan yang usaha utamanya bertindak sebagai perantara dan penjamin dalam penjualan surat-surat berharga yang diterbitkan oleh emiten.

Jenis-jenis Lembaga Keuangan Bukan Bank saat ini beroperasi di Indonesia adalah sebagai berikut:

Lembaga Pembiayaan atau finance company adalah badan usaha yang melakukan kegiatan pembiayaan dalam bentuk penyediaan dana atau barang modal dengan tidak menarik dana secara langsung dari masyarakat. Bidang usaha lembaga pembiayaan, pada awalnya, sebagaimana diatur dalam Keppres No. 61 tahun 1988 adalah sebagai berikut:

a. Sewa guna usaha

Perusahaan Perasuransian jenis usaha perasuransian yang diatur dalam UU No. 2 tahun 1992 dapat digolongkan sebagai berikut:

(10)

b. Usaha penunjang asuransi yang terdiri atas: pialang asuransi, pialang reasuransi, penilai kerugian, konsultan aktuaria, dan agen asuransi.

Dana Pensiun (pension funds) adalah badan hukum yang mengelola dan menjalankan program yang mejanjikan manfaat pensiun. Pembentukan dana pensiun akan menimbulkan kewajiban, baik bagi karyawan sebagai peserta maupun pemberi kerja. Sementara ini, pembentukan Dana Pensiun Lembaga Keuangan hanya dapat dilakukan oleh bank umum dan perusahaan asuransi jiwa setelah memenuhi persyaratan.

Perusahaan Efek atau securities company adalah perusahaan yang dapat melakukan kegiatan penjaminan emisi (underwriting), perantara pedagang efek, dan manajer investasi. Ada tiga metode penjaminan yang dilakukan oleh perusahaan efek:

Reksa Dana disebut juga investment fund atau mutual funds adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portfolio efek oleh manajer investasi. Reksa Dana menurut ketentuan dapat didirakan dalam bentuk hukum perseroan atau Kontrak Investasi Kolektif.

Bentuk reksa dana memiliki ciri-ciri sebagai berikut: a. Bentuk hukumnya adalah Perseroan Terbatas

b. Pengelolaan kekayaan reksa dana didasarkan pada kontrak antara direksi perusahaan dengan manajer investasi yang ditunjuk

c. Penyimpanan kekayaan reksa dana didasarkan pada kontrak antara manajer investasi dengan bank custodian.

Berdasarkan konsentrasi portofolio reksa dana yang dikelola oleh manajer investasi dapat dibedakan beberapa jenis reksa dana:

a. Reksa Dana Pasar Uang b. Reksa Dana Pendapatan tetap c. Reksa Dana Saham

d. Reksa Dana Campuran

(11)

Jangka waktu pembiayaan menurut ketentuan dibatasi, maksimal 10 tahun harus sudah dilakukan tindakan divestasi.

Perusahaan Penjaminan merupakan kegiatan usaha yang relative baru dalam lingkup lembaga keuangan bukan bank. Bidang usaha penjaminan adalah melakukan kegiatan dalam bentuk pemberian jasa penjaminan untuk menanggung pembayaran kewajiban keuangan terjamin, apabila terjamin tidak dapat memenuhi kewajiban perikatannya kepada penerima jaminan yang timbul dari transaksi kredit, sewa guna usaha, anjak piutang, pembiayaan konsumen, pembiayaan dengan pola bagi hasil, dan pembelian barang secara angsuran.

Referensi

Dokumen terkait

Bab ini membahas tentang bagi hasil, sejarah bank syariah, bank, Pengertian bank, fungsi bank, peran bank dan lembaga keuangan bukan bank, bank syariah, definisi syariah,

Bank syariah salah satu tujuannya ialah profit oriented sebagai intermediary finansial institution disamping sebagai lembaga baitul maal Bank syariah bisa menerima dana

Dengan dibentuknya Otoritas Jasa Keuangan, Status Bank Indonesia tetap sebagai Bank Sentral Republik Indonesia, dan Kedudukan Bank Indonesia tetap sebagai lembaga

Menguasai konsep dan teknik akuntansi dasar, akuntansi lanjutan, akuntansi lembaga keuangan , dan audit bank.. Mampu menyelesaikan pekerjaan berlingkup luas dan menganalisis data

Mengingat ototritas moneter akan terpisah dari otoritas pengawas bank, maka dalam rangka mengupayakan stabilitas sistem keuangan (financial system stability) nasional, khususnya

Secara umum, struktur sistem keuangan Indonesia hingga saat ini masih didominasi oleh sektor perbankan kendati dalam periode pasca krisis 1997/98 peran lembaga keuangan bukan bank

Jenis usaha dan produk lembaga keuangan pada dasarnya sama dengan lembaga keuangan konvensional yaitu, Lembaga Keuangan Bank LKB dan Lembaga Keuangan Bukan Bank LKBB.7 Seseorang

Lembaga Keuangan Bukan Bank LKBB  Lembaga Keuangan Bukan Bank di Indonesia saat ini pada dasarnya meliputi semua lembaga keuangan yang kegiatan pokok memberikan jasa-jasa keuangan