1. Omeprazole
Sediaan : Kapsul Kekuatan : 20 mg Farmakologi :
Omeprazole bekerja menghambat sekresi asam lambung dengan cara berikatan pada
pompa H+K+ATPase (pompa proton) dan mengaktifkannya sehingga terjadi pertukaran ion kalium dan ion hydrogen dalam lumen sel. Omeprazole berikatan pada enzim ini secara irreversibel, tetapi reseptor-H2 tidak dipengaruhi.
Indikasi :
Pengobatan jangka pendek tukak duodenal dan yang tidak responsif terhadap
obat-obat antagonis reseptor H2.
Pengobatan jangka pendek tukak lambung.
Pengobatan refluks esofagitis erosif / ulseratif yang telah didiagnosa melalui
endoskopi.
Pengobatan jangka lama pada sindroma Zollinger Ellison.
Efek Samping :
Diare, mual, sakit kepala, sembelit dan perut kembung pernah dilaporkan tetapi jarang.
Pada sejumlah pasien, ruam kulit mungkin terjadi. Efek samping yang terjadi biasanya ringan. Omeprazole umumnya dapat ditoleransi dengan baik.
2. Lansoprazol
Sediaan : Kapsul Kekuatan : 30 mg Farmakologi :
Merupakan penghambat pompa proton yang bekerja menekan sekresi asam lambung
secara spesifik dengan menghambat H+K+ATP- ase dari sel-sel parietal mukosa lambung.
Indikasi :
Ulkus duodenum, ulkus gaster jinak, refluks esofagitis.
Efek Samping :
Diare, sakit perut, mual, kembung, konstipasi, sakit kepala atau pusing, penurunan
3. Ranitidin
Pengobatan jangka pendek tukak usus 12 jari aktif, tukak lambung aktif, mengurangi
gejala refluks esofagitis.
Terapi pemeliharaan setelah penyembuhan tukak usus 12 jari, tukak lambung.
Pengobatan keadaan hipersekresi patologis, misal sindroma Zollinger Ellison dan
mastositosis sistemik Efek Samping :
Sakit kepala, sulit buang air besar, diare, mual, nyeri perut , gatal-gatal pada kulit
4. Cefadroxyl
Sediaan : Kapsul Kekuatan : 500 mg Farmakologi :
Cefadroxil adalah antibiotik semisintetik golongan sefalosforin untuk pemakaian oral.
Cefadroxil (sefadroksil) bersifat bakterisid dengan jalan menghambat sintesis dinding sel bakteri.
Indikasi :
Cefadroxil diindikasikan untuk pengobatan infeksi yang disebabkan oleh
mikroorganisme yang sensitif seperti: infeksi saluran pernapasan (tonsillitis, faringitis, pneumonia), otitis media, infeksi kulit dan jaringan lunak, infeksi saluran kemih dan kelamin, infeksi lain (osteomielitis dan septisemia).
Efek samping :
Mual, muntah, diare, dan gejala kolitis pseudomembran.
Reaksi hipersensitif, seperti ruam kulit, gatal-gatal dan reaksi anafilaksis.
Sediaan : Tablet
Kekuatan : 4 mg; 8 mg; 16 mg Farmakologi :
Methylprednisolone bekerja dengan menduduki reseptor spesifik dalam sitoplasma
sel yang responsif. Ikatan steroid-reseptor ini lalu berikatan dengan DNA yang kemudian mempengaruhi sintesis berbagai protein. Beberapa efek penting yang timbul akibat ini yaitu berkurangnya produksi prostaglandin dan leukotrien, berkurangnya degranulasi mast cell, berkurangnya sintesis kolagen dan lain-lain. Indikasi :
Abnormalitas fungsi adrenokortikal, penyakit kolagen, keadaan alergi dan peradangan
pada kulit dan saluran pernafaan tertentu, penyakit hematologik, hiperkalsemia sehubungan denga kanker
Efek Samping :
gangguan elektrolit dan cairan tubuh, kelemahan otot, retensi terhadap infeksi