BAB IV
PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA
4.1 Pengumpulan Data 4.1.1 Data Hasil Survey Pasar
Survey dilakukan oleh marketing PT. GTR yang hasilnya sebagai berikut : 1. Mutu Produk :
Model Blok dengan extra deep tread tahan terhadap overload, mempunyai daya traksi yang kuat dan umur pakai yang panjang seperti produk BST. Dengan demikian strategi kualitas untuk produk yang dibuat nantinya harus sama dengan kualitas BST agar memiliki daya saing di pasar.
2. Harga Jual Ban
Harga tersebut adalah harga di tengah yang terpantau didaerah Kalimantan dari 4,4 juta hingga 6.4 juta rupiah. Dengan target harga 5.4 juta berarti produk baru diharapkan akan memiliki daya saing dalam hal harga.
3. Permintaan (Demand)
Untuk mengetahui demand dari produk 1200 R24 dilakukan dengan cara: a. Melakukan teleconference dan kunjungan langsung ke pengguna di PT.
Adaro, Indominco, Kideco, Bukit Asam, Berau coal, Arutmin, BBE dan Separi terhadap populasi Dump Truck, Prime Mover, Vessel, Dolly untuk
mengetahui jumlah ban yang terpasang pada kendaraan. Hasil dari kegiatan tersebut diatas, diketahui populasi kendaraan dan ban terpasang pada tabel 4.1.
Tabel 4.1 Jumlah populasi kendaraan pengguna 12.00R24
Tambang
Dump Truck
8x4, 12 Ban Prime Mover 6x4, 10 Ban 12 - 16 Ban Vessel 8 - 12 Ban Dolly Total Ban terpasang Unit Ban Unit Ban Unit Ban Unit Ban
Adaro 10 120 360 3600 800 11.000 360 3.284 18.004 Bukit Asam 300 3.600 3.600 Kideco 146 1752 41 410 110 1320 110 880 4.362 4,362 Indominco 97 970 194 2328 97 776 4.074 Separi 300 3.600 3.600 Interex 21 252 252 Arutmin 20 240 20 200 40 480 20 160 1.080 BBE 12 144 144 Binuang 10 120 120 Tanito 100 1200 1.200 Berau 200 2400 2.400 Total 1.119 13.428 518 5.180 1.144 15.128 587 5.100 38.836
Ban terpasang tersebut diatas diperkirakan oleh marketing PT. GTR adalah 50% dari populasi ban terpasang di seluruh tambang Batubara di Kalimantan. Sehingga total seluruh ban terpasang di perkirakan sebesar 77.672 buah ban.
Jumlah Ban dengan Tipe Kembang Blok untuk Dump Truk 8x4 dan Prime Mover (Posisi Drive) adalah 75% dari populasi ban terpasang yaitu 58.254 buah ban. Dengan rata-rata lama umur pakainya 6 bulan. Maka dalam 1 tahun diperlukan ban 116.508 buah ban atau 9.708 per bulan.
b. Dari Market Intelegent diketahui jumlah penjualan ban import sebagai berikut:
Tabel 4.2 Data Penjualan Ban Import 12.00R24 Tipe Blok
Tire Brand Sales Sales Sales Sales
2010 2011 2012 2013 Brand Japan 32.000 35.000 42.000 38.000 Brand Korea 10.000 11.000 14.000 12.000 Brand Eropa 15.000 16.500 17.000 18.000 Brand China 20.000 22.000 30.000 24.000 Others 5.000 5.500 7.000 6.000 TOTAL 82.000 90.500 110.200 98.400
c. Informasi produksi batubara Indonesia yang didapat dari Dirjen Mineral dan Batubara, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
(http://www.minerba.esdm.go.id/public/38477/produksi-batubara/.produksi/2012) : Lampiran 1.
d. Wawancara langsung oleh pihak Marketing dengan 2 distributor besar GTR di Kalimantan menyangkut permintaan ban tersebut. Distributor mampu untuk menjual lebih dari 3.000 ban per bulan.
Dari hasil kelima sumber di atas telah ditentukan strategi pemasaran untuk penjualan adalah sebesar 2.000 sebagai permulaan tahun pertama.
4. Target Waktu Peluncuran Produk
Target waktu tersebut adalah waktu yang tercepat untuk pengembangan produk baru.
Gambar 4.1 Dump Truck 6x4 dengan 10 ban
Gambar 4.2 Dump Truk 8 x 4 dengan 12 ban
Gambar 4.3 Prime Mover (10 ban) + Vessel 1 (16 ban) + Dolly (12 ban) + Vessel 2 (16 ban)
Gambar 4.4 Prime Mover (10 ban) + Vessel 1 (12 ban) + Dolly (8 ban) + Vessel 2 (12 ban)
4.1.2 Data Teknis
Data Teknis didapat dari hasil studi key competitor (BST) yang dilakukan oleh Departemen Research and Development yang meliputi pengukuran dimensi, uji In-door (Endurance dan Plunger), physical property dan cut sample. Uji dimensi dan In-Door dimaksudkan untuk mengetahui keunggulan dan kelemahan disain competitor. Physical properties dan Cut Sample untuk mengetahui jenis material dan teknologi proses yang digunakan.
Berikut ini adalah hasil serta kesimpulan dari studi competitor tersebut : 1. Data Kompetitor vs Target Disain Produk
Kelebihan disain telapak kompetitor dijelaskan dibawah ini :
Gambar 4.5 Telapak Ban
Agar disain produk baru dapat bersaing dengan competitor, maka target disain harus mampu mendekati hasil uji dimensi, In-Door dan Out-door dari ban Kompetitor (BST) karena ban tersebut adalah yang paling diminati seperti yang dapat dilihat pada tabel di bawah ini :
Kedalaman alur ban31 mm menambah daya cengkeram dan umur pakai
Blok telapak besar Lebar telapak 250 mm menambah umur pakai
Tabel 4.3 Ban Kompetitor vs Target Disain GTR
No ITEM Kompetitor (BST) Target Disain GTR
1. Model Telapak Blok Blok
2. Diameter Ban 1254 mm Min. 1254 mm
3. Lebar Ban 315 mm Max. 315mm
4. Lebar Telapak 250 mm Min. 250 mm
5. Kedalaman Alur 31 mm Min. 31 mm
6. Berat Ban 92 kg Max. 92 kg
7. Ply rating 18 PR Min.18 PR
8 Performa Out Door Rata-rata 49.000 km pada permukaan jalan
gravel
Rata-Rata harus diatas 49.000 Km
2. Data Komponen Ban dan Teknologi
Gambar 4.6 Potongan Ban dan Komponen Penyusunnya
Tread Steel Belt
Steel Casing BeltBeltTrea d Bead Inner Liner Belt Edge Cushion (BEC) Sidewall Steel Chafer Apex
Berdasarkan hasil potong ban dapat diketahui komponen serta mesin yang digunakan untuk pembuatan komponen-komponen tersebut, seperti dijelaskan pada tabel di bawah ini
Tabel 4.4 Komponen Ban dan Teknologi Komponen
Ban Process Fungsi Mesin Status
Compound Mixing
Mencampur polimer dengan filler dan chemical menjadi compound Banbury Mixer Tersedia Tread, Sidewall,
BEC. Apex Extruding
Meng-extrude comp’d menjadi tread, Sidewall, Belt Edge Cushion dan Apex Extruder Tersedia Steel Belt, Casing, Reinforce, Chafer Topping Men-topping lembaran Steel Cord dengan compound menjadi treatment Topping Calender Tersedia Cutting Memotong treatment sesuai lebar Steel Belt, Casing, Reinforce dan Chafer
Bias Cutter Tersedia
Squeegee Lapisan Compound tipis dibawah Steel Casing Squeegee Mesin Tersedia
Bead Gromet Membungkus comp’d dan kawat baja menjadi insulated bead
Bead
Gromet Tersedia
Green Tire Assembly
Menyusun Sidewall, Inner Liner, Steel Chafer, Steel Reinforce Steel Casing, Bead, Steel Belt, BEC dan Tread menjadi green tire Building Mesin Beli baru (Invest)
Ban Curing Memasak green tire menjadi ban
BOM Matic Tersedia Mold &
3. Data Material dan Jenis Material
Tabel 4.5 Material vs Jenis Material
4.1.3 Data Keuangan
Dari Departemen Keuangan didapatkan informasi mengenai Target Harga Bahan Baku dan hasil perhitungan Biaya Bahan Baku, Margin Perusahaan dan besarnya Investasi yang diperlukan:
1. Target Harga Bahan Baku
Berdasarkan target harga jual 5,4 juta dari Marketing, margin pemasaran untuk daerah Kalimantan sebesar 73%, jumlah biaya Tenaga Kerja dan OHP sebesar Rp 900.000,- pada tahun 2013 serta standard minimum keuntungan perusahaan sebesar 15%,maka strategi harga untuk Bahan Baku ditargetkan maksimum sebesar Rp 2.500.000,-
No. No
Material Jenis Material Status
1 Compound Tread T 124 Regular
2 Compound Sidewall S 124 Regular
3 Compound Steel Belt B 216 Regular 4 Compound Steel Casing B224 Regular 5 Compound Steel Reinforce B 237 Regular 6
6
Compound Steel Chafer B244 Regular
7 Compound Bead B345 Regular
8 Compound Inner Liner B 234 Regular 9 Steel Cord - Casing STC 124 Regular 10 Steel Cord - Belt STC 355 Regular 11 Steel Cord - Reinforce STC 224 Regular 12 Steel Cord - Chafer STC432 Regular 13 Steel Wire - Bead STW 532 Regular
2. Biaya Bahan Baku dan Margin Perusahaan
Perkiraan kebutuhan bahan baku untuk setiap komponen ban yang dikeluarkan oleh Research and Development adalah seperti tabel di bawah ini ;
Tabel 4.6 Estimasi Kebutuhan Bahan Baku
Komponen Ban Berat ( Kg )
Tread (mm)
215 x 310 x 3.670 ( crown x lebar x panjang ) 30,707
Steel Casing (mm)
( lebar x panjang x sudut ) 745 x 1860 x 90º, tebal 0,84 mm
10,501
Steel Belt
( Lebar x Panjang x Sudut )
Belt 1 : 180 x 3665 x 25º, tebal 2,5 mm Belt 2 : 200 x 3680 x 16º, tebal 2,5 mm Belt 3 : 120 x 3690 x 16º, tebal 1,7 mm 0 Belt : (30x2) x 7600 x 0º, tebal 1,9 mm 11,059 Sidewall ( Lebar x Panjang ) ( 360 x 1870 ) x 2 9,170 Steel Chafer (mm) (120 x 1880) x 2 1,977 Apex ( mm)
135 x 20 x 2070 ( tinggi x lebar x panjang ) x2 6,974
Bead
Lingkaran Dalam Bead : 1978 mm 8,416
BEC
160 x 1950 x ( Lebar x Panjang ) x2 3,830
Inner Linner
170 x 1855 9,197
Dengan mengalikan berat masing-masing kompenen pada tabel di atas dengan standar biaya rupiah per-kilogram bahan baku pada tahun 2013, makatotal
biaya bahan baku untuk satu buah ban adalah sebesar Rp 2.500.000.
Sedangkan untuk margin perusahaan didapat sebesar Rp 510.000,-, yaitu 15% dari total biaya bahan baku, tenaga kerja dan OHP sebesar Rp 3.400.000,- 3. Investasi Yang Diperlukan
Dengan menjumlahkan harga 2 buah Mold ( cetakan ) sebesar 750 juta, 2 buah Container 850jt,Mesin Assembling 14.250 Juta, Pajak Import mesin dan Biaya Kirim Mold sebesar 1.425.160.00, dan Biaya Pengembangan Produk Baru sebesar 128 juta, maka Total investasi yang diperlukan adalah sebesar Rp
15.804.760.000.
4. Nilai Ekonomis Mold dan Bunga Bank
Informasi umur Mold dari Departemen Produksi adalah 10 tahun. Sedangkan asumsi bunga Bank ditentukan oleh Departemen Keuangan sebesar 12% sesuai yang berlaku saat ini
4.1.4 Data Cycle Time dan Kapasitas Produksi
Dari pihak Departemen Research and Development perkiraan Waktu Masak adalah kurang lebih sama dengan ukuran 12.00 R20 Blok yang diproduksi saat ini yaitu 50 menit per mesin, dimana 1 mesin memiliki 2 cetakan yang berarti 2 buah ban diproduksi dalam sekali masak. Dengan memperhitungkan waktu untuk menaikan dan menurun ban dalam sekali masak, maka Cycle Time untuk Curing adalah 52 menit.
Dari Departemen PPC diperoleh keterangan bahwa jumlah ukuran ban yang diproduksi perbulan rata-rata 12 ukuran dengan schedule produksi rata-rata 7ukuran perhari secara bergantian perukuran ban. Sedangkan untuk kapasitas produksi terpasang dan aktual rata-rata produksi per hari untuk ban Radial Truk Bus seperti tabel di bawah :
Tabel 4.7 Kapasitas Produksi Ban Truk Bus (per hari)
Item Mixing Topping Bead Cutting Squeegee Building Curing Kapasitas terpasang 800 800 700 600 600 540 550 Rata-rata Produksi 432 432 432 432 432 432 432 4.2 Pengolahan Data 4.2.1 Perilaku Pasar
Konsumen ban untuk jenis Radial Truk Bus dengan Rim 24 inci adalah berasal dari para pelaku bisnis yang bergerak dalam bidang transportasi batubara. Dimana Brand Image, promosi, prestise dan gengsi bukan hal yang utama dalam pemilihan dan pembelian ban. Yang terpenting adalah apakah suatu ban kuat, awet serta memiliki harga yang bersaing, sehingga dapat mengurangi biaya operasional – ban yang cepat habis atau mudah rusak menimbulkan biaya yang besar dan merugikan bisnis.
Memang banyak dari konsumen yang loyal terhadap suatu merek dikarenakan kekuatan dan keawetannya, namun konsumen pun bisa beralih ke merek lain apabila persediaan ban, baik tipe/model maupun jumlah yang diinginkan tidak ada di pasaran. Karena bagi konsumen yang terpenting adalah bisnis tetap bisa berjalan tanpa memperdulikan ban tersebut import atau lokal.
Disamping itu, pelanggan-pelanggan besar yang melakukan pembelian rata-rata diatas 300 buah ban perbulan cenderung untuk melakukan pembelian dari distributor yang kuat dan besar, yaitu hanya membeli dari distributor yang mampu menyediakan ban dengan sistim kontrak.
Dengan adanya peraturan kementerian perindustrian No: 595/MPP/Kep/9/2004, 11/M-IND/PER/1/2012 tentang pemberlakuan wajib SNI bagi ban yang di pasarkan di wilayah Indonesia dan kementerian perdagangan nomor maka hal tersebut menjadi kendala bagi importir saat pengurusan dokumen di kementerian Perindustrian, Perdagangaan dan Bea Cukai. Sehingga hal ini bisa mengakibatkan tidak lancarnya penyediaan bandan distribusi ke pelanggan, dikarenakan tidak lengkapnya dokumen.
Jadi dari uraian di atas bisa disimpulkan bahwa Market Space (peluang pasar) untuk jenis Radial Truk Bus ini sebenarnya sangat terbuka bagi siapa saja kususnya bagi produsen lokal. Sepanjang harga kompetitif, kualitas baik, kecepatan pengiriman dan ketersediaan ban, maka akan disambut oleh konsumen secara positif.
4.2.2 Produk Baru Yang Diinginkan Konsumen
Dengan banyaknya dump truck dan Prime Mover seperti Volvo FM12,FH16, Scania P380,P420,R580, Mercedes-Benz Actros, Renault Kerax, Iveco Trekker, Hino F700, yang digunakan di pertambangan menjadikan ban Radial ukuran 12.00 R24 dengan model blok extra deep tread sangat diperlukan sebagai kebutuhan. Ban tersebut diperuntukan pada medan-medan berat berbatu dan lumpur serta perjalanan yang panjang seperti di area pertambangan batu bara yang berada di daerah Kalimantan. Informasi di atas disampaikan oleh Distributor
PT. GTR dari Kalimantan didalam pertemuan tahunan 2013 yang diadakan oleh PT GTR dengan seluruh Distributor Indonesia.
4.2.3 Tim Analisa Kelayakan Produk Baru
Dengan menyediakan ban merek GTR dengan tipe Blok seperti ban import akan sangat membantu meningkatkan penjualan Sales PT. GTR dan Distributor Kalimantan dalam jumlah yang besar.Tim Analisa Kelayakan Produk Baru adalah Tim yang dibentuk oleh Direktur Operasional PT GTR yang diberi tugas untuk melakukan studi kelayakan terhadap pengembangan produk baru, yang beranggotakan berbagai Departemen dan disiplin ilmu dengan rincian tugas dan tanggung jawab yang berbeda satu sama lainnya
1. Departemen Marketing dan Penjualan
a. Melakukan analisa kelayakan pasar dan strategi pemasaran terhadap permintaan produk baru
b. Mengkoordinasi dan meng-follow up kerja Tim ( sebagai Leader )
2. Plant Head( Kepala Pabrik )
Mendukung dan menjaga kelancaran jalannya aktivitas proyekdi internal Plant yang dilakukan oleh Dept. Teknikal, QC, PPC dan Produksi di bawahnya
3. Departemen Penelitian dan Pengembangan( R& D )
a. Membuat Draft disain dan finalisasi disain ban
b. Membuat spesifikasi material penyusun ban dan order material baru ke Departemen Pembelian
c. Membuat disain cetakan dan order cetakan ban ke Departemen Pembelian d. Memberikan persetujuan atas laporan hasil verifikasi dan validasi
4. Departemen Teknikal
a. Menerjemahkan spesifikasi dari Dept. Research and Development ke spesifikasi produksi
b. Mengawasi pembuatan prototipe ban oleh Dept. Produksi c. Mengidentifikasi kebutuhan Teknologi Produksi
d. Verifikasi dan validasi prototipe ban serta melaporkan hasilnya ke Dept.
Research and Development 5. Departemen Produksi
a. Mempersiapkan fasilitas Produksi dan membuat prototype b. Membuat prototipe ban
6. Departemen PPC
a. Menghitung kecukupan kapasitas produksi terhadap penambahan produk baru yang akan dibuat.
b. Mengatur schedule pembuatan prototipe ban
7. Departemen Keuangan (Finance)
a. Menghitung semua biaya yang timbul dari pengembangan ban baru b. Menghitung kelayakan keuangan terhadap pengembangan produk baru
8. Departemen Pembelian (Purchasing)
Membeli cetakan ban serta material yang dibutuhkan dalam pengembangan produk baru sesuai jadwal yang ditetapkan oleh Tim
9. Departemen QA
a. Melaksanakan pengujian In-Door dan Out-Door sesuai order Teknikal b. Memastikan level kualitas Produk baru berada diatas level SNI ban dan
c. Memberikan Quality Approval pada produk baru untuk dijual
4.2.4 Perencanaan Kerja Tim
Untuk membantu kerja dari Tim, maka perencanaan kerja harus dibuat agar pembagian tugas serta target waktu penyelesaian dari masing-masing Departemen menjadi jelas. Perencanaan Kerja dibuat bersama oleh seluruh Departemen dengan dikoordinasi oleh Departemen Marketing. Perencanaan kerja tersebut dapat dilihat pada table 4.8.
Tabel 4.8 Perencanaan Pengembangan Produk Baru 12.00 R24 Blok Extra Deep Tread – Tahun 2013
No Aktivitas PIC 2013 2014
September Oktober November Des Jan Feb Maret Apr Mei Juni Juli Ags September Oktober Nov Desember
1 Studi Kompetitor Research and
Development
2 Draft Disain dan kirim ke Keuangan Research and
Development
3 Hitung Biaya Material dan Kelayakan Proyek Keuangan
4 Produceability Tim Analisa
5 Manajemen Approval Direktur
6 Finalisasi Disain Research and
Development
7 Review disain telapak Marketing 8 Order Mold Research and
Development
9 Pembelian Mold Pembelian
10 Mold datang dan cek Research and
Development
11 Pembelian Mesin Assembling Pembelian 12 Instalasi Mesin Enginerring 13 Pembuatan WIP spec Teknikal
Tabel 4.8 Perencanaan Pengembangan Produk Baru 12.00 R24 Blok Extra Deep Tread – Tahun 2013
No Aktivitas PIC 2013 2014
September Oktober November Desember uari Feb Jan Maret Apr Mei Juni Juli Ags September Oktober Nov Desember
15 Pembuatan Prototipe dan validasi mesin Tek,QC Prod
16 Pengujian In-Door QA,Tek
17 Pengujian Out-Door QA, Tek Research and Development 18 Quality Approval QA
4.2.5 Pengawasan Kerja Tim
Berdasarkan jadwal waktu dari Tabel 4.8, pengawasan kerja Tim dilakukan oleh Marketing dengan cara mengadakan pertemuan dengan seluruh Departemen secara periodik pada:
1. Bulan Oktober 2013, minggu ke 4 : Manajemen mendengarkan paparan dari hasil studi terhadap produk baru dari departemen terkait, sehingga manajemen dapat menyetujui pembuatan produk baru.
2. Bulan November, minggu ke 3: dilakukan review terhadap model telapak oleh Departemen Marketing
3. Bulan Desember, minggu ke 3: Pembelian mesin dan fasilitas penunjang untuk produk baru.
Pengawasan kerja tim ini bertujuan untuk melihat kemajuan kerja yang sudah dicapai atau untuk melihat apakah terjadi masalah dan hambatan yang membutuhkan campur tangan manajemen.
4.3 Peramalan Kebutuhan Ban
Untuk mengetahui jumlah permintaan ukuran 12.00 R24 yang dibutuhkan pada periode yang akan datang, maka dilakukan peramalan dengan menggunakan data penjualan ban import sampai tahun 2013 seperti pada tabel 4.2.
Metode peramalan konstan, linier dan siklusbisa dilakukan terhadap produk tersebut. Berdasarkan data dari tabel tersebut menunjukan bahwa kebutuhan akan ukuran ban 12.00 R24 sangat menjanjikan.
4.3.1 Peramalan Konstan
Perhitungan dengan metoda peramalan konstan ditunjukan pada tabel di bawah ini :
Tabel 4.9 Peramalan Konstan Kebutuhan Ban 12.00 R24
Tahun T d d' d-d' (d-d')² 2010 1 82.000 95.275 -13.275 176.225.625 2011 2 90.500 95.275 -4.775 22.800.625 2012 3 110.200 95.275 14.925 222.755.625 2013 4 98.400 95.275 3.125 9.765.625 Jumlah 10 381.100 381.100 - 431.547.500 d′ = Σd n = 381.100 4 = 95.275
Dari hasil perhitungan peramalan kebutuhan di atas didapatkan Standard
Error of Estimate( SEE) sebagai berikut
𝑆𝐸𝐸 = √Σ (𝑑 − 𝑑′)2 𝑛 − 1
𝑆𝐸𝐸 = √431.547.500 3 𝑆𝐸𝐸 = 11.994
4.3.2 Peramalan Linier
Perhitungan dengan metoda peramalan linier ditunjukan pada tabel di bawah ini :
Tabel 4.10 Peramalan Linier Kebutuhan Ban 12.00 R24
Tahun T d dt t² d' d-d' (d-d')² 2010 1 82.000 82.000 1 34.025 47.975 2.301.619.815 2011 2 90.500 181.000 4 35.458 55.042 3.029.665.798 2012 3 110.200 330.600 9 36.890 73.310 5.374.297.452 2013 4 98.400 393.600 16 38.323 60.077 3.609.221.898 Jumlah 10 381.100 987.200 30 144.696 236.404 14.314.804.963
Dari perhitungan di atas, maka nilai a dan b dapat dicari, sebagai berikut :
a = ΣdΣt2−ΣtΣdt nΣt2− (Σt)2 = (381.100)(30) − (10)(987.200) 4(30) − (10)2 = 78.050 b = nΣdt − ΣdΣt nΣt2− (Σt)2 = (4)(987.200) − (381.100)(10) (4)(30) − (10)2 = 6.890 d' = a + bt d' = 78.050 + 6.890 (t)
dimana ( t ) adalah periode ke-berapa yang diinginkan dapat dilihat pada tabel di atas
Dari hasil perhitungan peramalan kebutuhan di atas didapatkan Standard
Error of Estimate( SEE) sebagai berikut
𝑆𝐸𝐸 = √Σ (𝑑 − 𝑑′)2 𝑛 − 2 𝑆𝐸𝐸 = √14.314.804.963 2 𝑆𝐸𝐸 = 84.601 4.3.3 Peramalan Siklus
Perhitungan dengan metoda peramalan linier ditunjukan pada tabel di bawah ini :
Tabel 4.11 Peramalan Siklus Kebutuhan Ban 12.00 R24
Tahun T D cos90t dcos90t sin90t dsin90t d' d-d' (d-d')² 2010 1 82.000 0 0 1 82.000 98.991 -16.991 288.701.953 2011 2 90.500 -1 -90.500 0 0 102.707 -12.207 149.022.160 2012 3 110.200 0 0 -1 -110.200 106.424 3.776 14.260.480 2013 4 98.400 1 98.400 0 0 110.140 -11.7340 137.825.875 Jumlah 10 381.100 0 7.900 0 -28.200 418.262 -37.162 589.810.468 a = Σ dn =381.100 4 = 95.275 u = 2 (Σd cos (2π𝑛 n xt))= 2 (Σd cos(90 xt)) 4 = 2 (7.900) 4 =3.950
v = 2 (Σd sin (2π𝑛 n xt))= 2 (Σd sin(90 xt)) 4 = 2 (−28.200) 4 = −14.100 d′ = a + u. cos2πN.t + v. sin2πN.t d′ =95.275 + 3.950. cos 90 . t − 14.100. sin90. t
dimana ( t ) adalah periode ke-berapa yang diinginkan dapat dilihat pada tabel di atas
Dari hasil perhitungan peramalan kebutuhan di atas didapatkan Standard
Error of Estimate( SEE) sebagai berikut
𝑆𝐸𝐸 = √Σ (𝑑 − 𝑑′)2 𝑛 − 2 𝑆𝐸𝐸 = √589.810.468 1 𝑆𝐸𝐸 =24.286 4.4 Penilaian Investasi
Dengan margin perusahaan sebesar Rp 510.000 perbuah ban dan jumlah penjualan 2.000 ban perbulan, berarti keuntungan yang didapat perusahaan perbulannya adalah sebesar Rp 1.020.000.000. Sedangkan investasi yang diperlukan untuk dua buah mold& container, Mesin assembking adalah sebesar Rp 15.804.760.000, maka langkah selanjutnya
adalah melakukan perhitungan analisis keuangan untuk menilai dan menentukan apakah investasi tersebut bisa dianggap layak.
Metoda analisa yang akandigunakan adalah Pay Back Period Analysis (PP), Internal Rate Return (IRR) dan Net Present Value (NPV)
4.4.1 Pay Back Period Analysis (PP)
Perhitungan dengan metoda Pay Back Period Analysis ditunjukan pada tabel di bawah ini :
Tabel 4.12 Pay Back Period Analysis (PP)
Bulan Ke Arus Kas Bersih (Rp)
Komulatif Arus Kas (Rp) 0 -15.804.760.000 -15.804.760.000 1 1.020.000.000 -14.784.760.000 2 1.020.000.000 -13.764.760.000 3 1.020.000.000 -12.744.760.000 4 1.020.000.000 -11.724.760.000 5 1.020.000.000 -10.704.760.000 6 1.020.000.000 -9.684.760.000 7 1.020.000.000 -8.664.760.000 8 1.020.000.000 -7.644.760.000 9 1.020.000.000 -6.624.760.000 10 1.020.000.000 -5.604.760.000 11 1.020.000.000 -4.584.760.000 12 1.020.000.000 -3.564.760.000 13 1.020.000.000 -2.544.760.000 14 1.020.000.000 -1.524.760.000 15 1.020.000.000 -504.760.000 16 1.020.000.000 515.240.000 PP = 15 + (16 − 15)𝑥515.240.00 − (−504.760.000 )515.240.000 =15,505 bulan
4.4.2 Internal Rate Return (IRR)
Perhitungan metoda analisa Internal Rate Return (IRR) ditunjukan pada tabel berikut ini :
Tabel 4.13 Internal Rate Return (IRR) (ribuan rupiah) Bulan ke Arus Kas Bersih (r) 2.50% Nilai Sekarang Bersih (r) 2.75% Nilai Sekarang Bersih 0 -15.804.760 1,0000 -15.804.760 1,0000 -15.804.760 1 1.020.000 0,9756 995.112 0,9732 992.664 2 1.020.000 0,9518 970.836 0,9472 966.144 3 1.020.000 0,9286 947.172 0,9218 940.236 4 1.020.000 0,9060 924.120 0,8972 915.144 5 1.020.000 0,8839 901.578 0,8732 890.664 6 1.020.000 0,8623 879.546 0,8498 866.796 7 1.020.000 0,8413 858.126 0,8270 843.540 8 1.020.000 0,8207 837.114 0,8049 820.998 9 1.020.000 0,8007 816.714 0,7834 799.068 10 1.020.000 0,7812 796.824 0,7624 777.648 11 1.020.000 0,7621 777.342 0,7420 756.840 12 1.020.000 0,7436 758.472 0,7221 736.542 13 1.020.000 0,7254 739.908 0,7028 716.856 14 1.020.000 0,7077 721.854 0,6840 697.680 15 1.020.000 0,6905 704.310 0,6657 679.014 16 1.020.000 0,6736 687.072 0,6479 660.858 17 1.020.000 0,6572 670.344 0,6305 643.110 18 1.020.000 0,6412 654.024 0,6137 625.974 19 1.020.000 0,6255 638.010 0,5972 609.144 20 1.020.000 0,6103 622.506 0,5813 592926 TOTAL 96.224 -272.914
IRR = 0,025 + (0,0275 − 0,025)x96.224 − (−272.914 )96.224
=0,025 + 0.000651680401
=0,0256516804
IRR dalam setahun = 2,56516804% x 12 =30.78%
4.4.3 Net Present Value (NPV)
Perhitungan metoda analisa Net Present Value (NPV) ditunjukan pada tabel berikut ini :
Tabel 4.14 Net Present Value (NPV) Bulan
ke Arus Kas Bersih (Rp) Discount Factor 1% Nilai Sekarang Bersih (Rp) 0 -15.804.760.000 1,0000 -15.804.760.000 1 1.020.000.000 0,9901 1.009.902.000 2 1.020.000.000 0,9803 999.906.000 3 1.020.000.000 0,9706 990.012.000 4 1.020.000.000 0,9610 980.220.000 5 1.020.000.000 0,9515 970.530.000 6 1.020.000.000 0,9420 960.840.000 7 1.020.000.000 0,9327 951.354.000 8 1.020.000.000 0,9235 941.970.000 9 1.020.000.000 0,9143 932.586.000 10 1.020.000.000 0,9053 923.406.000 11 1.020.000.000 0,8963 914.226.000 12 1.020.000.000 0,8874 905.148.000 13 1.020.000.000 0,8787 896.274.000 14 1.020.000.000 0,8700 887.400.000 15 1.020.000.000 0,8613 878.526.000 16 1.020.000.000 0,8528 869.856.000 17 1.020.000.000 0,8444 861.288000