DINAS PERINDUSTRIAN, PERDAGANGAN, KOPERASI, USAHA KECIL DAN MENENGAH

55  Download (0)

Teks penuh

(1)

DINAS PERINDUSTRIAN, PERDAGANGAN, KOPERASI,

USAHA KECIL DAN MENENGAH

(2)

PERUBAHAN RENSTRA DINAS PERINDAGKOP DAN UKM 2013 - 2018 i

KATA PENGANTAR

Puji Syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa kami panjatkan atas limpahan Rahmat-Nya sehingga kami dapat menyusun Perubahan Rencana Strategis Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kota Parepare Tahun 2013 – 2018.

Penyusunan Perubahan Rencana Strategis Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Parepare mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Parepare yang menjadi dasar Penyusunan Rencana Kerja Tahunan (Renja) dan Rencana Kegiatan dan Anggaran (RKA). Didalam Renstra ini merumuskan Visi, Misi, Strategi, Arah Kebijakan, dan langkah-langkah capaian kegiatan dalam upaya mendukung visi Kota Parepare “Terwujudnya Kota Parepare yang Maju, Peduli, Mandiri dan Bermartabat”.

Semoga dokumen Renstra ini dapat berguna sebagai pedoman dalam pengembangan serta pembangunan di bidang Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM di Kota Parepare sampai dengan lima tahun ke depan.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kota Parepare,

Drs. H.M. AMIR SABBI, M.Si. Pangkat : Pembina Utama Muda NIP. 19580505 198102 1 009

(3)

PERUBAHAN RENSTRA DINAS PERINDAGKOP DAN UKM 2013 - 2018 ii

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... i DAFTAR ISI ... ii BAB I PENDAHULUAN ... 1 1.1. Latar Belakang ... 1 1.2. Landasan Hukum ... 2

1.3. Maksud dan Tujuan ... 3

1.4. Sistematika Penulisan ... 4

BAB II GAMBARAN PELAYANAN SKPD ... 5

2.1. Tugas, Fungsi dan Struktur Organisasi ... 5

2.2. Sumber Daya SKPD ... 10

2.3. Kinerja Pelayanan SKPD ... 12

2.4. Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan SKPD ... 16

BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI ... 17

3.1. Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan SKPD ... 17

3.2. Telaahan Visi, Misi dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Terpilih ... 20

3.3. Telaahan Rentra Kementerian dan Renstra SKPD Propinsi Sulawesi Selatan ... 22

3.4. Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Strategis ... 31

3.5. Penentuan Isu-Isu Strategis ... 33

BAB IV VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN ... 36

4.1. Visi dan Misi SKPD ... 36

4.2. Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah ... 39

(4)

PERUBAHAN RENSTRA DINAS PERINDAGKOP DAN UKM 2013 - 2018 iii

BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INIDKATOR KINERJA,

KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN INDIKATIF ... 46 5.1. Rencana Program dan Kegiatan ... 46 5.2. Indikator Kinerja Program, Kelompok Sasaran dan

Pendaaan Indikatif ... 49 BAB VI INDIKATOR KINERJA SKPD YANG MENGACU PADA TUJUAN DAN

SASARAN RPJMD ... 57 BAB VII P E N U T U P ... 58

(5)

PERUBAHAN RENSTRA DINAS PERINDAGKOP DAN UKM 2013 - 2018 1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kota Parepare sebagai salah satu unsur pelaksana Pemerintah Kota Parepare yang bertugas menyelenggarakan kewenangan Pemerintah Kota Parepare dalam bidang Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM sesuai ketentuan yang berlaku berkewajiban untuk menyusun Rencana Strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah (RENSTRA-SKPD) sebagai penjabaran dari RPJMD Pemerintah Kota Parepare.

Untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsi yang dibebankan oleh Pemerintah Kota Parepare kepada Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kota Parepare, maka disusun Rencana Strategis yang memuat konsepsi pembangunan bidang Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM di Kota Parepare lima tahun ke depan. Rencana Strategis ini merupakan pedoman bagi program dan kegiatan yang akan dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kota Parepare selama periode tahun 2013 – 2018.

Renstra Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kota Parepare telah memasuki tahun ketiga. Dalam perkembangannya terdapat indikator kinerja program yang sifatnya bukan merupakan outcome dan indikator kinerja kegiatan yang sifatnya bukan output dan target kedua indikator kinerja tersebut ada yang belum terukur (kuantitatif), sehingga pada tahapan evaluasi mengalami kesulitan pengukuran pencapaian target. Sesuai dengan amanat Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 Tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 Tentang Tahapan, Tatacara Penyusunan, Pengendalian, dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah mengamanatkan bahwa dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah dapat dilakukan perubahan apabila hasil pengendalian dan evaluasi menunjukkan terjadi perubahan yang mendasar (pasal 288 ayat 1c).

Hubungan Dokumen Rencana Strategis Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kota Parepare Tahun 2013 - 2018 dengan Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Parepare adalah bahwa Rencana Strategis Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM Kota Parepare merupakan salah satu dokumen teknis operasional dan merupakan jabaran teknis dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2013 - 2018 yang

(6)

PERUBAHAN RENSTRA DINAS PERINDAGKOP DAN UKM 2013 - 2018 2

memuat visi, misi, tujuan, sasaran, srategi, kebijakan rencana program 5 (lima) tahun kedepan.

1.2. Landasan Hukum

Landasan hukum penyusunan Rencana Strategis, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM adalah :

1. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian;

2. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional;

3. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005 – 2025;

4. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro Kecil dan Menengah; 5. Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian;

6. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan;

7. Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah;

8. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah;

9. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Propinsi dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota;

10. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggara Pemerintah Daerah;

11. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah;

12. Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2015 – 2019;

13. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah;

14. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah;

(7)

PERUBAHAN RENSTRA DINAS PERINDAGKOP DAN UKM 2013 - 2018 3

15. Peraturan Daerah Kota Parepare Nomor 4 Tahun 2009 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Tahun 2005-2025;

16. Peraturan Daerah Kota Parepare Nomor 3 Tahun 2010 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kota Parepare Nomor 8 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah;

17. Peraturan Daerah Kota Parepare Nomor 10 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Parepare Tahun 2011-2031;

18. Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2014 tentang Pengembangan Ekonomi Lokal berbasis Klaster.

19. Peraturan Daerah Kota Parepare Nomor 12 Tahun 2014 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Parepare Tahun 2013 – 2018;

20. Peraturan Walikota Nomor 7 tahun 2011 tentang Tugas Pokok, Fungsi dan Rincian Tugas Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah;

1.3. Maksud dan Tujuan

Maksud penyusunan Rencana Strategi (RENSTRA) Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kota Parepare tahun 2013 – 2018 adalah sebagai pedoman Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kota Parepare beserta seluruh jajarannya dalam melaksanakan tugas pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat sekaligus sebagai tolok ukur penilaian kinerja pada setiap akhir tahun anggaran.

Tujuan disusunnya Renstra Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kota Parepare tahun 2013 – 2018 adalah tersusunnya dokumen perencanaan teknis strategis secara berturut-turut dari tahun 2014 sampai dengan tahun 2018 yang menjabarkan kebijakan program dan kegiatan dalam rangka mengatasi permasalahan yang dihadapi dalam bidang perindustrian, perdagangan, koperasi dan UMKM secara sinergis dan bertahap melalui sumber pembiayaan APBD Kota Parepare, APBD Propinsi Sulawesi Selatan, APBN, maupun dana bantuan dari pihak ketiga.

(8)

PERUBAHAN RENSTRA DINAS PERINDAGKOP DAN UKM 2013 - 2018 4

1.4. Sistematika Penulisan

Rencana Strategi Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kota Parepare Tahun 2013 - 2018 disusun menurut sistematika sbb :

BAB I PENDAHULUAN

Memuat latar belakang, landasan hukum, maksud dan tujuan serta sistematika penulisan RENSTRA Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Tahun 2013 – 2018.

BAB II GAMBARAN PELAYANAN SKPD.

Memuat tugas, fungsi dan struktur organisasi, sumberdaya, kinerja pelayanan dan tantangan serta peluang pengembangan pelayanan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM.

BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI

Memuat identifikasi permasalahan berdasarkan tugas dan fungsi pelayanan SKPD, telaahan visi, misi dan program kepala daerah dan wakil kepala daerah, telaahan Renstra Kementerian dan Renstra SKPD Propinsi, telaahan rencana tata ruang wilayah dan kajian lingkungan hidup strategis serta isu-isu strategis. BAB IV VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, STRATEGI & KEBIJAKAN

Memuat visi dan misi, tujuan dan sasaran jangka menengah serta strategi dan kebijakan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM.

BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN INDIKATIF.

Menjelaskan Rencana Program, Kegiatan, Indikator Kinerja, Kelompok Sasaran, dan Pendanaan Indikatif Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM. BAB VI INDIKATOR KINERJA SKPD YANG MENGACU PADA TUJUAN DAN

SASARAN RPJMD

Menjelaskan indikator kinerja SKPD yang secara langsung menunjukkan kinerja yang akan dicapai SKPD dalam lima tahun mendatang sebagai komitmen untuk mendukung pencapaian tujuan dan sasaran RPJMD

(9)

PERUBAHAN RENSTRA DINAS PERINDAGKOP DAN UKM 2013 - 2018 5

BAB II

GAMBARAN PELAYANAN SKPD

2.1. Tugas, Fungsi dan Struktur Organisasi Tugas SKPD

Berdasarkan Perda Nomor 3 Tahun 2010 Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM sebagai unsur pelaksana Pemerintah Kota Parepare mempunyai tugas pokok :

“ Melaksanakan sebagian kewenangan urusan pemerintahan berdasarkan atas otonami daerah dan tugas pembantuan di bidang perindustrian, perdagangan, koperasi, usaha kecil dan menengah yang menjadi tanggung jawab dan kewenangannya berdasarkan peraturan perundang-undangan “.

Fungsi SKPD

Dalam penyelenggaraan tugas pokoknya, Dinas Perindagkop dan UKM Kota Parepare menyelenggarakan fungsi sebagai berikut :

1. Perumusan kebijaksanaan teknis di bidang Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM berdasarkan ketentuan perundang-undangan;

2. Penyelenggaraan Urusan pemerintahan dan pelayanan umum di bidang Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM;

3. Pembinaan dan pelaksanaan tugas di bidang Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM;

4. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Walikota sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Struktur Organisasi

Berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2010 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kota Parepare Nomor 8 tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah, susunan organisasi Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM terdiri atas :

1. Kepala Dinas, mempunyai tugas pokok merumuskan kebijakan pemerintah di bidang perindustrian, perdagangan, koperasi, usaha kecil dan menengah.

Kepala Dinas mempunyai fungsi i) perumusan kebijakan teknis dalam bidang perindustrian, perdagangan, koperasi, usaha mikro kecil dan menengah; ii) penyelenggaraan pemerintah daerah dalam bidang perindustrian, perdagangan, koperasi, usaha kecil dan menengah; iii) pembinaan, pengawasan dan pengendalian

(10)

PERUBAHAN RENSTRA DINAS PERINDAGKOP DAN UKM 2013 - 2018 6

dalam bidang perindustrian, perdagangan, koperasi, usaha mikro kecil dan menengah; iv) pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Walikota sesuai tugas pokok dan fungsi.

2. Sekretaris, mempunyai tugas pokok menyelenggarakan pelaksanaan kegiatan ketatausahaan melalui administrasi umum, kepegawaian, surat menyurat, penyusunan program kegiatan dan pelaporan.

Sekretaris mempunyai fungsi : i) perumusan kebijakan teknis administrasi umum, kepegawaian, keuangan, perencanaan, evaluasi dan pelaporan; ii) pemberian dukungan atas penyelenggaraan urusan administrasi umum, kepegawaian, perencanaan dan pengelolaan keuangan dan aset; iii) pembinaan, pengkoordinasian, pengendalian, pengawasan program dan kegiatan lingkup Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah; iv) pelaksanaan tugas lain yang diberikan pimpinan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi.

Untuk kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi kesekretariatan, sekretaris dibantu oleh 3 (tiga) Kepala Sub Bagian terdiri dari :

a. Sub Bagian Administrasi Umum dan Kepegawaian; b. Sub Bagian Perencanaan dan Keuangan;

c. Sub Bagian Evaluasi dan Pelaporan.

3. Kepala Bidang Perindustrian, mempunyai tugas pokok melaksanakan urusan pemerintahan bidang perindustrian dalam rangka pembinaan dan pengembangan industri agar tercipta iklim usaha yang kondusif.

Kepala Bidang Perindustrian mempunyai fungsi : i) penyusunan dan pelaksanaan program dan kegiatan bidang; ii) pembinaan, pengkoordinasian, pengendalian dan pengawasan program dan kegiatan dalam ingkup bidang; iii) pelaksanaan evaluasi program dan kegiatan dalam lingkup bidang; iv) pelaksanaan tugas lain yang diberikan pimpinan sesuai tugas pokok dan fungsi.

Untuk kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi Bidang Perindustrian, Kepala Bidang Perindustrian membawahi 2 (dua) Seksi terdiri dari :

a. Seksi Industri Agro Kimia dan Hasil Hutan; b. Seksi Industri Mesin Elektronika dan Aneka.

4. Kepala Bidang Perdagangan, mempunyai tugas pokok melaksanakan kegiatan pembinaan, pengembangan dan pengewasan perdagangan barang dan jasa baik perdagangan dalam negeri maupun luar negeri.

Kepala Bidang Perdagangan mempunyai fungsi : i) penyusunan dan pelaksanaan program dan kegiatan bidang; ii) pembinaan, pengkoordinasian, pengendalian dan pengawasan program dan kegiatan dalam lingkup bidang; iii) pelaksanaan evaluasi

(11)

PERUBAHAN RENSTRA DINAS PERINDAGKOP DAN UKM 2013 - 2018 7

program dan kegiatan dalam lingkup bidang; iv) pelaksanaan tugas lain yang diberikan pimpinan sesuai tugas pokok dan fungsi. Untuk kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi Bidang Perdagangan, Kepala Bidang Perdagangan membawahi 2 (dua) Seksi terdiri dari :

a. Seksi Pendaftaran Usaha dan Perlindungan Konsumen; b. Seksi Bina Perdagangan dan Kemetrologian.

5. Bidang Koperasi, mempunyai tugas pokok melaksanakan perumusan kebijaksanaan teknis dan pembinaan di bidang koperasi.

Kepala Bidang Koperasi mempunyai fungsi : i) penyusunan dan pelaksanaan program dan kegiatan bidang; ii) pembinaan, pengkoordinasian, pengendalian dan pengawasan program dan kegiatan dalam lingkup bidang; iii) pelaksanaan evaluasi program dan kegiatan dalam lingkup bidang; iv) pelaksanaan tugas lain yang diberikan pimpinan sesuai tugas pokok dan fungsi.

Untuk kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi Bidang Koperasi, Kepala Bidang Koperasi membawahi 2 (dua) Seksi terdiri dari :

a. Seksi Kelembagaan dan Fasilitasi Pembiayaan; b. Seksi Bina Usaha Koperasi.

6. Kepala Bidang Usaha Mikro Kecil dan Menengah, mempunyai tugas pokok merumuskan kebijakan teknis penyelenggaraan urusan pemerintah di bidang usaha mikro kecil dan menengah.

Kepala Bidang Usaha Mikro Kecil dan Menengah mempunyai fungsi : i) penyusunan dan pelaksanaan program dan kegiatan bidang; ii) pembinaan, pengkoordinasian, pengendalian dan pengawasan program dan kegiatan dalam lingkup bidang; iii) pelaksanaan evaluasi program dan kegiatan dalam lingkup bidang; iv) pelaksanaan tugas lain yang diberikan pimpinan sesuai tugas pokok dan fungsi.

Untuk kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi Bidang Usaha Mikro Kecil dan Menengah, Kepala Bidang Usaha Mikro Kecil dan Menengah membawahi 2 (dua) Seksi terdiri dari:

a. Seksi Pembiayaan UMKM;

b. Seksi Promosi dan Pemberdayaan UMKM.

7. Kepala UPTD Pengelola Pasar, mempunyai tugas pokok membantu Kepala Dinas dalam hal memimpin, mengkoordinasikan, mengawasi dan mengendalikan pengelolaan kawasan pasar.

Kepala UPTD Pengelola Pasar mempunyai fungsi : i) perumusan kebijakan teknis bidang pengelolaan pasar dan pengelolaan parkir; ii) pemberian dukungan atas penyelenggaraan bidang perdagangan; iii) pembinaan dan pelaksanaan tugas

(12)

PERUBAHAN RENSTRA DINAS PERINDAGKOP DAN UKM 2013 - 2018 8

pengelolaan pasar; iv) pelaksanaan tugas lain yang diberikan pimpinan sesuai tugas pokok dan fungsi.

8. Kepala Sub Bagian Tata Usaha, mempunyai tugas pokok melaksanakan, mengelola urusan ketatusahaan yang meliputi urusan surat menyurat, administrasi kepegawaian, perlengkapan, keuangan dan urusan rumah tangga serta memberikan pelayanan administrasi.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha mempunyai fungsi : i) perumusan kebijakan teknis administrasi umum, kepegawaian, keuangan, perencanaan dan evaluasi serta pelaporan; ii) pemberian dukungan atas penyelenggaraan urusan administrasi umum, kepegawaian, perencanaan dan pengelolaan keuangan; iii) pembinaan, pengkoordinasian, pengendalian, pengawasan program dan kegiatan; iv) pelaksanaan tugas lain yang diberikan pimpinan sesuai tugas pokok dan fungsi.

(13)

PERUBAHAN RENSTRA DINAS PERINDAGKOP DAN UKM 2013 - 2018 9

Secara lengkap Struktur Organisasi Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Parepare dapat dilihat pada gambar berikut :

Struktur Organisasi Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM

KEPALA DINAS S E K R E T A R I S SUB BAGIAN Administrasi Umum dan Kepegawaian SUB BAGIAN Evaluasi dan Pelaporan SUB BAGIAN Perencanaan Dan Keuangan B I D A N G Perindustrian B I D A N G Perdagangan B I D A N G Koperasi B I D A N G UMKM S E K S I

Industri Agro Kimia dan Hasil Hutan

S E K S I Industri Mesin Elektronika & Aneka S E K S I Pendaftaran Usaha dan Perlindungan Konsumen S E K S I Bina Perdagangan dan Kemetrologian S E K S I Kelembagaan dan Fasilitas Pembiayaan S E K S I Bina Usaha Koperasi S E K S I Pembiayaan UMKM S E K S I Promosi dan Pemberdayaan UMKM UPTD PENGELOLA PASAR

(14)

PERUBAHAN RENSTRA DINAS PERINDAGKOP DAN UKM 2013 - 2018 10

2.2. Sumberdaya SKPD

Sumberdaya Manusia Aparatur

Sumberdaya manusia sebagai pelaksana kinerja Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kota Parepare terdiri dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang tersebar pada bidang teknis, tata usaha dan UPTD pengelola pasar, dengan komposisi sebagai berikut :

Tabel 2.1

Jumlah Aparatur berdasarkan Pendidikan, Pangkat, Eselon dan Gender Tahun 2016

Pendidikan Pangkat Eselon Gender

Jenjang Jumlah Golongan/Ruang Jumlah Jenjang Jumlah Gender Jumlah

S 2 9 Pembina Utama Muda 1 II 1 Laki – laki 32

S 1 32 Pembina Tk. I 1 III A 1 Perempuan 25

D III - Pembina 4 III B 4

SMU/SMK 15 Penata Tk. I 6 IV A 12 SMP 1 Penata 10 IV B 1 SD - Penata Muda Tk. I 14 Penata Muda 10 Pengatur Tk. I - Pengatur 4 Pengatur Muda Tk. I 2 Pengatur Muda 4 Juru 1

Sumberdaya aparatur pada Dinas Perindagkop dan UKM berjumlah 57 orang PNS. PNS yang berkualifikasi pendidikan S2 sebanyak 9 orang, S1 sebanyak 32 orang, SMU/SMK sebanyak 15 orang dan SMP sebanyak 1 orang. Dari segi jenjang pendidikan PNS pada Dinas Perindagkop dan UKM rata-rata berpendidikan S1 dan SMU/SMK, tetapi jumlah PNS yang berpendidikan SMU/SMK diharapkan mampu meningkatkan kualitas dan kemampuannya untuk meraih jenjang S1 agar lebih profesional dan cakap dalam pemerintahan.

Dari segi kepangkatan PNS lingkup Dinas Perindagkop dan UKM terdiri dari golongan IV sebanyak 6 orang, golongan III sebanyak 40 orang, golongan II sebanyak 10 orang dan golongan I sebanyak 1 orang. Sedangkan dari segi jabatan eselon, terdiri dari 1 orang eselon II, 1 orang eselon III A, 4 orang eselon III B, 12 orang eselon IV A dan 1 orang eselon IV B. Rata-rata pemegang jabatan eselon telah mengikuti Diklatpim sesuai dengan jenjang jabatannya.

(15)

PERUBAHAN RENSTRA DINAS PERINDAGKOP DAN UKM 2013 - 2018 11

Sarana dan Prasarana Kerja

Perlengkapan kantor berupa sarana dan prasarana yang memadai secara kualitas maupun kuantitas, diperlukan sebagai unsur pendukung bagi kelancaran pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM, sarana dan prasarana itu meliputi bangunan gedung kantor, mebeleur, alat komunikasi, alat transportasi, komputer dan lain-lain.

Saat ini Dinas Perindustrian Perdagangan, koperasi dan UKM telah dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang memadai dalam menunjang kelancaran pelaksanaan tugas. Data peralatan dan perlengkapan kantor yang dimiliki Dinas Perindustrian, Perdagangan, koperasi dan UKM dapat dilihat pada tabel dibawah.

Tabel 2.2

Sarana dan Prasarana Kantor Tahun 2016

No Nama Barang Jumlah

1 Gedung kantor 1 Unit

2 Mobil 1 Unit 3 Motor 26 Unit 4 Komputer 15 Unit 5 Laptop 7 Unit 6 Printer 20 Unit 7 AC 11 Unit 8 LCD 1 Buah 9 Telepon 2 Buah 10 Faximile 1 Buah 11 Internet 1 Unit

12 Lain-lain : kursi, meja, lemari dll.

Gedung kantor yang digunakan saat ini masih dalam kondisi layak pakai tetapi bila dibanding dengan jumlah aparatur maka diperlukan penambahan gedung untuk meningkatkan pelayanan dan kinerja aparatur. Ruang untuk sekretaris belum tersedia sehingga masih berbagi ruangan dengan staf bagian sekretariat. Ruang rapat juga belum tersedia sehingga rapat masih dilaksanakan diruang kerja kepala dinas. Semua ruangan telah dilengkapi dengan pendingin ruangan (AC) yang berfungsi normal.

Kendaraan dinas/operasional yang dimiliki berupa mobil 1 unit dan motor 26 unit. Kondisi mobil dinas masih layak pakai tetapi memerlukan perawatan pada cat yang sudah usang, perawatan yang dilakukan juga lebih intensif karena usia penggunaan kendaraan sudah 7 tahun. Untuk kendaraan dinas/operasional berupa motor dari 26 unit, 16 unit masih layak pakai sedangkan 10 unit dalam kondisi rusak berat.

(16)

PERUBAHAN RENSTRA DINAS PERINDAGKOP DAN UKM 2013 - 2018 12

Peralatan dan perlengkapan kantor berupa AC sebanyak 11 unit tetapi yang berfungsi saat ini sebanyak 9 unit, tetapi perlu peremajaan AC sebanyak 5 unit karena usia pemakaian sudah melebihi 5 tahun. LCD, telepon, internet dan fax masih berfungsi normal.

Komputer yang dimiliki sebanyak 15 unit, 10 unit masih berfungsi sedangkan 5 unit dalam kondisi rusak. Laptop yang dimiliki sebanyak 7 unit tetapi yang berfungsi 5 unit sedangkan 2 unit dalam kondisi rusak. Printer sebanyak 20 unit, yang layak digunakan sebanyak 7 unit sedangkan dalam kondisi rusak berat sebanyak 13 unit.

Melihat kondisi sarana dan prasarana yang dimiliki saat ini maka perlu penambahan beberapa item seperti pembangunan/penambahan gedung kantor dan ruang rapat yang lebih representatif, laptop untuk menggantikan peran PC yang lebih fleksibel dan mengikuti arus IT yang berkembang pesat, printer untuk setiap ruangan karena yang ada saat ini setiap ruangan memiliki 1 unit printer dalam mendukung operasionalnya, kendaraan dinas untuk peremajaan beberapa kendaraan dinas yang masa penggunaannya diatas 5 tahun dan mobil dinas untuk pengecatannya.

2.3. Kinerja Pelayanan

Kinerja pelayanan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM selama lima tahun sebelumnya ditunjukkan oleh capaian kinerja berdasarkan indikator yang telah ditetapkan dan kinerja keuangannya. Capaian kinerja pada tahun 2009 sampai dengan 2010 ketika masih berbentuk Dinas Perindagkop dan Pertambangan, sedangkan tahun 2011 dan 2013 sudah berbentuk Dinas Perindagkop dan UKM. Adapun kinerja pelayanan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kota Parepare tersaji pada tabel berikut :

(17)

PERUBAHAN RENSTRA DINAS PERINDAGKOP DAN UKM 2013 - 2018 13

Tabel 2.3

Pencapaian Kinerja Pelayanan Dinas Perindagkop dan UKM Kota Parepare Tahun 2009 - 2013

N o Indikator Kinerja Target SPM Target IKK Target Indikator Lainnya Satuan

Target Renstra SKPD Tahun ke- Realisasi Capaian Tahun ke- Rasio Capaian pada Tahun ke-

2009 2010 2011 2012 2013 2009 2010 2011 2012 2013 2009 2010 2011 2012 2013

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) (18) (19) (20)

A. URUSAN KOPERASI DAN UMKM

Jumlah koperasi aktif Unit 122 137 152 167 182 127 117 98 103 108 1,04 0,85 0,64 0,61 0,59

Jumlah seluruh koperasi Unit 185 185 185 185 185 187 196 202 204 204 1,01 1,05 1,09 1,10 1,10

1 Persentase koperasi aktif % 65,94 74,05 82,16 90,27 98,37 67,91 59,69 48,51 50,49 52,94 1,02 0,80 0,59 0,55 0,53

Jumlah usaha mikro Unit 7.000 7.400 7.800 8.200 8.600 5.218 5.230 14.485 14.485 14.485 0,74 0,70 1,85 1,76 1,68

Jumlah usaha kecil Unit 5.000 5.100 5.200 5.300 5.400 4.878 2.213 515 567 567 0,97 0,43 0,09 0,10 0,10

Jumlah usaha menengah Unit - - - -

Jumlah seluruh UMKM Unit 12.00

0 12.50 0 13.00 0 13.50 0 14.00 0 10.096 7.443 15.000 15.052 15.052 0,84 0,59 1,15 1,11 1,07

2 Persentase Usaha Mikro % 58,33 59,20 60,00 60,74 61,42 51,68 70,27 96,57 96,23 96,23 0,88 1,18 1,60 1,58 1,56

Jumlah UKM aktif non

BPR/LKM UKM Unit 3.500 3.600 3.700 3.800 3.900 3.385 3.751 3.949 4.349 4.352 0,96 1,04 1,06 1,14 1,11

3 Jumlah UKM non

BPR/LKM UKM Unit 3.500 3.600 3.700 3.800 3.900 3.385 3.751 3.949 4.349 4.352 0,96 1,04 1,06 1,14 1,11 B. URUSAN PERDAGANGAN Kontribusi PDRB sektor perdagangan Juta Rp 160.554 ,46 169.198 ,29 183.901 ,62 198.025 ,26 214.448 ,19 Kontribusi PDRB sektor hitel Juta Rp 2.287, 46 2.505, 61 2.683, 09 3.103, 94 3.416, 27 Kontribusi PDRB sektor restaurant Juta Rp 41.702, 14 46.039, 22 49.770, 08 56.139, 81 61.437, 64 Jumlah kontribusi PDRB

sektor perdagangan, hotel dan restaurant Juta Rp 204.544 ,36 217.743 ,12 236.354 ,80 257.269 ,01 279.302 ,10 Jumlah PDRB ADH Konstan Juta Rp 707.234 ,86 766.745 ,34 826.468 ,23 891.923 ,09 963.812 ,09

(18)

PERUBAHAN RENSTRA DINAS PERINDAGKOP DAN UKM 2013 - 2018 14 N o Indikator Kinerja Target SPM Target IKK Target Indikator Lainnya Satuan

Target Renstra SKPD Tahun ke- Realisasi Capaian Tahun ke- Rasio Capaian pada Tahun ke-

2009 2010 2011 2012 2013 2009 2010 2011 2012 2013 2009 2010 2011 2012 2013 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) (18) (19) (20) Persentase kontribusi sektor perdagangan terhadap PDRB % 22,70 22,07 22,25 22,20 22,25 Persentase kontribusi sektor hotel terhadap PDRB

% 0,32 0,33 0,32 0,35 0,35

Persentase kontribusi sektor restaurant terhadap PDRB

% 5,90 6,00 6,02 6,29 6,37

1

Kontribusi sektor perdagangan, hotel dan restaurant terhadap PDRB % 28,92 28,40 28,60 28,84 28,98 C. URUSAN PERINDUSTRIAN Kontribusi PDRB sektor industri Juta Rp 20.078, 18 20.607, 29 21.747, 12 22.972, 24 24.266, 00 Jumlah PDRB ADH Konstan Juta Rp 707.234 ,86 766.745 ,34 826.468 ,23 891.923 ,09 963.812 ,09

1 Kontribusi sektor industri

terhadap PDRB % 2,84 2,69 2,63 2,58 2,52

(19)

PERUBAHAN RENSTRA DINAS PERINDAGKOP DAN UKM 2013 - 2018 15

Tabel 2.4

Anggaran dan Realisasi Pendanaan Pelayanan Dinas Perindadkop dan UKM Kota Parepare Tahun 2009 - 2013

Uraian

Anggaran pada Tahun ke – Realisasi Anggaran pada Tahun ke – Rasio antara Realisasi

dan Anggaran Tahun ke -

Rata-rata Pertumbuhan 2008 2009 2010 2011 2012 2008 2009 2010 2011 2012 2008 2009 2010 2011 2012 Anggaran Realisasi (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) (18) Pendapatan Daerah 749.400.000 769.675.000 1.581.900.000 6.040.275.000 11.521.000.000 753.010.897 870.131.161 911.191.575 982.238.625 966.238.275 1,00 1,13 0,58 0,16 0,08 2.154.320.000 42.645.476 Pendapatan asli daerah 749.400.000 769.675.000 1.581.900.000 6.040.275.000 11.521.000.000 753.010.897 870.131.161 911.191.575 982.238.625 966.238.275 1,00 1,13 0,58 0,16 0,08 2.154.320.000 42.645.476 - Retribusi daerah 679.400.000 290.175.000 1.506.900.000 1.136.000.000 1.352.175.000 693.508.875 812.608.925 848.035.675 836.844.025 910.287.675 1,02 2,80 0,75 0,74 0,67 134.555.000 43.355.760 - Lain-lain PAD yang sah 70.000.000 70.000.000 75.000.000 4.904.275.000 10.168.825.000 59.502.022 57.522.236 63.155.900 145.394.600 55.950.600 0,85 0,82 0,84 0,03 0,01 2.019.765.000 (710.284) Belanja Daerah 4.082.782.369 4.693.129.536 5.343.492.600 10.346.612.500 8.883.136.084 3.210.563.468 4.504.978.842 4.609.629.041 8.711.072.699 5.372.395.908 0,79 0,96 0,86 0,84 0,60 960.070.743 432.366.488 Belanja tidak langsung 2.402.609.794 1.978.483.586 1.985.899.000 2.746.250.000 2.638.222.084 1.611.704.137 1.908.116.201 2.083.656.794 2.360.901.209 2.590.012.930 0,67 0,96 1,05 0,86 0,98 47.122.458 195.661.758 - Belanja pegawai 2.402.609.794 1.978.483.586 1.985.899.000 2.746.250.000 2.638.222.084 1.611.704.137 1.908.116.201 2.083.656.794 2.360.901.209 2.590.012.930 0,67 0,96 1,05 0,86 0,98 47.122.458 195.661.758 Belanja langsung 1.680.172.575 2.714.645.950 3.357.593.600 7.600.362.500 6.244.914.000 1.598.859.331 2.596.862.641 2.525.972.247 6.350.171.490 2.782.382.978 0,95 0,96 0,75 0,84 0,45 912.948.285 236.704.729 - Belanja pegawai 500.995.000 553.870.000 858.915.000 851.160.000 987.840.000 483.800.500 - 834.843.000 667.435.000 630.785.000 0,97 - 0,97 0,78 0,64 97.369.000 29.396.900 - Belanja barang dan jasa 1.059.016.300 1.196.035.500 1.126.735.000 1.921.234.000 5.197.871.000 997.793.356 - 1.079.149.647 1.107.504.490 2.133.872.978 0,94 - 0,96 0,58 0,41 827.770.940 227.215.924 - Belanja modal 120.161.275 964.740.450 1.371.943.600 4.827.968.500 59.203.000 117.265.475 - 611.979.600 4.575.232.000 17.725.000 0,98 - 0,45 0,95 0,29 (12.191.655) (19.908.095)

(20)

PERUBAHAN RENSTRA DINAS PERINDAGKOP DAN UKM 2013 - 2018 16

2.4. Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan SKPD

Berdasarkan kinerja pelayanan yang disampaikan sebelumnya, dapat diidentifikasi tantangan dan peluang pengembangan pelayanan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kota Parepare berdasarkan Tugas Pokok dan Fungsi utamanya berkaitan dengan perumusan kebijakan teknis, pelayanan umum dan pembinaan serta pengembangan dibidang Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM di Kota Parepare.

Tantangan

Tantangan merupakan faktor eksternal yang mempengaruhi kinerja SKPD dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, sehingga diperlukan langkah-langkah strategis untuk mengantisipasi tantangan tersebut, beberapa tantangan tersebut antara lain :

1. Perkembangan Informasi Teknologi (IT) yang sangat pesat.

2. Rendahnya kualitas SDM pelaku usaha industri, perdagangan, koperasi dan UMKM. 3. Lemahnya kemampuan permodalan pelaku usaha industri, perdagangan, koperasi

dan UMKM.

4. Terbukanya akses pasar produk berbagai negara dengan adanya perdagangan bebas.

5. Meningkatnya produk yang masuk ke Kota Parepare dengan kualitas teknologi yang lebih baik.

6. Tidak adanya kekuatan hukum dalam melakukan intervensi terjadinya gejolak harga dan kelangkaan bahan pokok dipasaran.

Peluang

Peluang merupakan faktor eksternal yang mendukung kinerja SKPD dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, sehingga mendorong tercapainya sasaran strategis yang direncanakan, adapun peluang yang mendukung antara lain :

1. Semangat kerja pegawai cukup tinggi.

2. Sumber Daya Alam tersedia memadai dan dapat dioptimalkan dalam rangka mengembangkan potensi industri, perdagangan, koperasi dan UMKM.

3. Meningkatnya kebutuhan barang dan jasa.

4. Jumlah pelaku usaha industri, perdagangan, koperasi dan UMKM cukup banyak. 5. Adanya regulasi yang mengatur penataan pasar tradisional, pusat perbelanjaan dan

toko modern, serta regulasi yang mengatur peredaran minuman beralkohol. 6. Peraturan-peraturan dibidang perlindungan konsumen.

7. Sarana perdagangan khususnya pasar tradisional tersebar di Kota Parepare dalam menunjang kelancaran distribusi bahan pokok.

8. Tersedianya sumber permodalan perbankan atau lembaga keuangan. 9. Terbukanya akses jaringan internet untuk promosi UMKM.

(21)

PERUBAHAN RENSTRA DINAS PERINDAGKOP DAN UKM 2013 - 2018 17

BAB III

ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI

3.1. Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan SKPD

Dalam menyusun rencana strategis SKPD perlu mengidentifikasi permasalahan yang dihadapai SKPD dalam tugas dan fungsinya dan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhinya. Beberapa permasalahan yang dihadapi Dinas Perindagkop dan UKM antara lain :

1. Masih adanya koperasi yang tidak aktif.

Jumlah koperasi yang ada di Kota Parepare sebanyak 204 unit yang memiliki badan hukum sedangkan yang aktif dalam melaksanakan RAT (Rapat Anggota Tahunan) sebanyak 108 koperasi. Hal ini menggambarkan rendahnya kualitas dan kemampuan dari koperasi untuk melaksanakan kewajibannya. Dinas perindagkop dan UKM diharapkan melakukan pembinaan dan monitoring terhadap koperasi yang tidak aktif menelaah permasalahan dan memberikan saran pertimbangan.

2. Regulasi bidang ekonomi belum berpihak pada pengembangan koperasi.

Regulasi yang digunakan dalam pemgembangan koperasi saat ini mengacu pada Undang – Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang perkoperasian tetapi belum ada Peraturan Daerah yang mengatur tentang perkoperasian di Kota Parepare sehingga dalam pengembangan koperasi baik manajemen dan jenis usaha belum maksimal.

3. Belum optimalnya peran pemerintah dalam gerakan koperasi.

Pemerintah diharapakan dapat menciptakan iklim usaha yang mendorong perkembangan koperasi secara sehat. Sebagai organisasi ekonomi, perkembangan koperasi tidak mungkin dapat dilepaskan dari kondisi persaingan yang dihadapinya dengan pelaku-pelaku ekonomi yang lain. Persaingan koperasi dengan pelaku-pelaku ekonomi yang lain ini selain memiliki arti positif, dapat pula memiliki arti negatif bagi perkembangan koperasi. Hal ini sangat penting sangat tergantung pada iklim usaha tempat berlangsungnya proses persaingan tersebut. Sehunbungan dengan itu maka pemerintah diharapkan dapat menjamin berlangsungnya proses persaingan itu secara sehat.

4. Rendahnya keterampilan manajemen pengurus koperasi.

Kendala terbesar dalam pengelolaan koperasi di Kota Parepare adalah kemampuan manajemen dari koperasi itu sendiri, sehingga banyak koperasi yang memiliki kinerja buruk (kurang sehat) dan likuiditas yang rendah. Hampir semua

(22)

PERUBAHAN RENSTRA DINAS PERINDAGKOP DAN UKM 2013 - 2018 18

koperasi hanya mengandalkan unit usaha simpan pinjam tanpa membuka peluang untuk meningkatkan unit usahanya. Dinas Perindagkop dan UKM diharapkan memberikan pelatihan, studi perbadingan keluar daerah terutama permasalahan manajemen koperasi.

5. Masih rendahnya manajemen dan daya saing produk UKM.

Banyaknya produk UKM yang berasal dari luar wilayah Kota Parepare menggambarkan lemahnya kualitas dan daya saing produk lokal. Hal ini disebabkan karena rendahnya manajemen UKM dan inovasi dan peningkatan kualitas produk yang masih rendah. Dinas Perindagkop dan UKM diharapkan mampu meningkatkan kualitas dan kompetensi UKM dalam manajemen dan daya saing produk dengan lebih mengintensifkan pelatihan, bantuan peralatan yang modern dan pembinaan langsung dilapangan terhadap pelaku UKM.

6. Belum memiliki legitimasi tempat usaha, belum memiliki legitimasi hukum atas asset, sehingga terjadi kesulitan dalam mengakses kredit perbankan

Usaha mikro kecil menengah yang ada di Kota Parepare tempat usahanya rata-rata masih menempati bangunan sewa atau rumah pribadi tetapi status kepemilikannya belum ada berupa sertifikat tanah. Sehingga untuk memperoleh bantuan permodalan dari perbankan dengan agunan sertifikat belum bisa lakukan. Permodalan sangat penting bagi peningkatan dan kualitas produksi UMKM. Dinas Perindagkop dan UKM mengupayakan memberikan fasilitasi kemudahan kepada UMKM untuk memperoleh sertifikat atas tanah yang dimiliki oleh pelaku usaha sehingga akses permodalan kepihak perbankan menjadi mudah.

7. Potensi peningkatan sektor perdagangan

Pembangunan perdagangan sangat penting dalam upaya mempercepat pertumbuhan ekonomi dan pemerataan, dan memberikan sumbangan yang sangat cukup berarti dalam menciptakan lapangan usaha serta perluasan kesempatan kerja dan peningkatan pendapatan.

Sektor perdagangan merupakan salah satu bagian dari sistem mata rantai perekonomian suatu wilayah yang pengaruhnya sangat kuat terhadap perkembangan dan pertumbuhan wilayah baik secara internal dan eksternal. Wilayah Kota Parepare dengan letak geografis dan ketersediaan infrastruktur dan komunikasi yang memadai, menjadikan aksesibilitas dan distribusi (pengadaan dan penyaluran) barang dan pergerakan manusia terhadap kegiatan perekonomian sangat potensial. Peluang pengembangan sektor perdagangan harus dimanfaatkan dengan posisi strategis sebagai wilayah pendukung Ajatappareng.

(23)

PERUBAHAN RENSTRA DINAS PERINDAGKOP DAN UKM 2013 - 2018 19

8. Belum optimalnya pelaksanaan perlindungan konsumen dan pengawasan barang beredar.

Banyaknya barang dan jasa yang ada di Kota Parepare sangat memungkinkan adanya barang kadaluarsa yang tidak layak konsumsi diperjualbelikan.

Kriteria dari barang beredar yang diawasai adalah menyangkut aspek keselamatan, keamanan, kesehatan dan lingkungan (K3L) serta moral Hazard; Barang beredar tersebut dikonsumsi dan/atau digunakan oleh masyarakat luas; Produk barang beredar sudah memiliki SNI (wajib dan sukarela) atau persyaratan teknis lainnya; Barang beredar yang sudah ada laboratorium penguji yang telah di akreditasi dan atau ditunjuk serta sering terjadinya insiden pemalsuan/penipuan (kadar, purna jual, label, dan sebagainya).

Sedangkan untuk kriteria jasa yang diawasi menyangkut aspek K3L serta moral hazard; Jasa tersebut dimanfaatkan dan atau dapat mempengaruhi masyarakat banyak; Jasa yang sudah ditetapkan standar atau aturan teknis pelayanannya, klausula baku serta yang terakhir adalah sering terjadinya penipuan dalam layanan jasa

Dinas Perindagkop dan UKM melaksanakan monitoring dan pengawasan untuk menekan jumlah barang beredar dan jasa yang tidak mematuhi aturan yang berlaku. Selain itu melalui BPSK diupayakan untuk memberikan perlindungan kepada konsumen yang merasa dirugikan akibat barang dan jasa yang ada di Kota Parepare. 9. Rendahnya daya saing produk IKM dalam menghadapi dampak globalisasi

Era perdagangan bebas memberikan efek yang cukup besar terhadap daya saing produk IKM di Kota Parepare baik dari segi kualitas dan kuantitas produk. Keterbatasan teknologi dalam proses produksi membuat hasil dari produk IKM masih berada dibawah rata-rata. Banyaknya produk dari luar daerah bahkan dari luar negeri membuat pengembangan IKM menjadi stagnan bahkan sudah ada yang berhenti beroperasi. Dinas Perindagkop dan UKM diharapakan mampu mejawab tantangan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produk IKM, peremajaan peralatan produksi dan peningkatan sumber daya manusia IKM sangat diperlukan untuk mengimbangi masuknya produk dari luar daerah.

10. Produktifitas industri rumah tangga masih rendah.

Indutri rumah tangga masih memegang peranan penting dalam perekonomian di Kota Parepare. Rata-rata industri rumah tangga di Kota Parepare masih menggunakan teknologi sederhana sehingga produktifitas dan kualitas produknya

(24)

PERUBAHAN RENSTRA DINAS PERINDAGKOP DAN UKM 2013 - 2018 20

masih rendah. Sumber daya manusia dan keterampilan juga sangat berpangaruh pada rendahnya produktifitas industri rumah tangga.

11. Kurangnya inovasi dan diversifikasi produk.

Produk yang dihasilkan IKM di Kota Parepare sudah banyak dan beragam tetapi inovasi terhadap produk yang dihasilkan masih sangat kurang, diversifikasi produk juga belum maksimal. Kreatifitas dan kemampuan dari pelaku usaha merupakan faktor yang sangat besar dalam menciptakan dan melahirkan inovasi produk dan diversifikasi produk. Dinas Perindagkop dan UKM diharapkan memfasilitasi pelaku UKM untuk meningkatkan inovasi produknya serta diversivikasi produk yang dihasilkan, baik melalui pembinaan hasil produksi, pelatihan dan alih teknologi usaha.

12. Terbatasnya produk berorientasi ekspor.

Produk IKM dan UMKM di Kota Parepare belum ada yang berorientasi ekspor, umumnya dipasarkan di Kota Parepare dan luar Kota Parepare. Sarana dan prasaran berupa pelabuhan sudah tersedia untuk memberikan dukungan terhadap pemasaran produk ekspor. Dinas Perindagkop dan UKM diharapkan mampu memberikan pembinaan dan motivasi kepada pelaku usaha untuk menciptakan produk yang berorientasi ekspor.

13. Kurangnya peran pemerintah dalam pembinaan pengrajin.

Upaya Pemerintah Kota Parepare untuk mendukung pertumbuhan industri kecil terutama pengrajin dengan melakukan pembinaan dan pemberdayaan. Akan tetapi dampak tersebut belum merata dirasakan oleh seluruh pengrajin karena pembinaan dan pemberdayaan belum menyeluruh dilakukan. Hal ini disebabkan berbagai faktor baik itu faktor internal maupun eksternal.

3.2. Telaahan Visi, Misi, dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Terpilih Visi

Visi Walikota dan Wakil Walikota Parepare selama kurun waktu 2013 - 2018 adalah: “Terwujudnya Kota Parepare yang Maju, Peduli, Mandiri dan Bermartabat”

Visi di atas mengandung makna yang menunjukkan keseimbangan aspek yang hendak diwujudkan dalam 5 (lima) tahun mendatang, yaitu:

Maju : mempunyai kualitas dan kemampuan untuk berprestasi dan berdaya saing sehingga masyarakat Kota Parepare dapat sejajar atau bahkan lebih tinggi dari daerah lain, ditandai dengan meningkatnya kualitas hidup dan tercukupinya kebutuhan kehidupan masyarakat.

(25)

PERUBAHAN RENSTRA DINAS PERINDAGKOP DAN UKM 2013 - 2018 21

Peduli : mempunyai keikhlasan dan empati untuk maju serta berkembang demi masa depan bersama.

Mandiri : mempunyai inisiatif untuk menyelesaikan permasalahan berdasarkan rujukan dan nilai-nilai yang berlaku dimasyarakat.

Bermartabat : harkat atau harga diri yang menunjukkan eksistensi atau identitas (jati diri) masyarakat Kota Parepare yang dapat dijadikan teladan dalam berbagai sendi kehidupan.

Misi

Misi Walikota dan Wakil Walikota Parepare selama kurun waktu 2013 - 2018 adalah sebagai berikut:

1. Meningkatkan optimalisasi pelayanan pendidikan dan kesehatan secara berkeadilan, berkualitas dan berkesinambungan;

2. Mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi wilayah yang berbasis pada

sumber daya lokal, pengembangan investasi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat sesuai dengan prinsip pembangunan berkelanjutan;

3. Mempercepat pemerataan pembangunan infrastruktur wilayah melalui keseimbangan penataan ruang dan adaptabilitas perubahan lingkungan hidup;

4. Memantapkan penegakan supremasi hukum, penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dan peningkatan partisipatif aktif masyarakat.

5. Mengaktualisasikan nilai-nilai agama dan budaya lokal dalam mengembangkan kehidupan bersama yang lebih baik.

Faktor penghambat

1. Jumlah koperasi aktif tidak berbanding lurus dengan jumlah seluruh koperasi yang ada di Kota Parepare

2. Belum terbitnya perda perkoperasian sebagai implementasi dari UU nomor 25 tahun 1992 tentang perkoperasian

3. Rendahnya manajemen pengurus dalam pengelolaan koperasi

4. Iklim persaingan usaha koperasi belum menunjukkan dampak yang baik. 5. Rendahnya daya saing produk UMKM dibandingkan dengan produk sejenisnya. 6. Minimnya akses permodalan karena tidak adanya jaminan terhadap perbankan. 7. Ketersediaan infrastruktur, sarana dan prasarana yang mendukung sektor

perdagangan masih kurang.

8. Belum optimalnya pelaksanaan perlindungan konsumen dan pengawasan barang beredar.

(26)

PERUBAHAN RENSTRA DINAS PERINDAGKOP DAN UKM 2013 - 2018 22

10. Produktifitas industri rumah tangga belum maksimal 11. Inovasi dan diversifikasi terhadap produk masih kurang 12. Produk IKM yang berorientasi ekspor belum ada.

13. Masih minimnya pembinaan terhadap pengrajin karena berbagai faktor Faktor pendorong

1. Tersedianya sumber daya aparatur.

2. Tersedianya sarana dan prasarana kerja yang memadai 3. Meningkatnya anggaran belanja dan penerimaan

4. Tersedianya regulasi yang mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi di Kota Parepare

5. Dukungan pemerintah Kota Parepare dalam pembinaan UMKM

6. Tersedianya data dan informasi sarana dan prasarana industri dan perdagangan

3.3. Telaahan Renstra Kementerian dan Renstra SKPD Propinsi Sulawesi Selatan KEMENTERIAN KOPERASI dan UKM

Visi dan Misi

Visi dan Misi Kementerian Koperasi dan UKM pada tahun 2015-2019 diarahkan untuk mendukung pencapaian Visi Presiden terpilih periode 2014-2019, sebagaimana tertuang di dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 sebagai berikut:

TERWUJUDNYA INDONESIA YANG BERDAULAT, MANDIRI, DAN BERKEPRIBADIAN BERLANDASKAN GOTONG-ROYONG Visi tersebut diwujudkan melalui tujuh Misi Pembangunan yaitu:

1. Mewujudkan keamanan nasional yang mampu menjaga kedaulatan wilayah, menopang kemandirian ekonomi dengan mengamankan sumber daya maritim, dan mencerminkan kepribadian Indonesia sebagai negara kepulauan.

2. Mewujudkan masyarakat maju, berkeseimbangan, dan demokratis berlandaskan negara hukum.

3. Mewujudkan politik luar negeri bebas-aktif dan memperkuat jati diri sebagai negara maritim.

4. Mewujudkan kualitas hidup manusia Indonesia yang tinggi, maju, dan sejahtera. 5. Mewujudkan bangsa yang berdaya saing.

6. Mewujudkan Indonesia menjadi negara maritim yang mandiri, maju, kuat, dan berbasiskan kepentingan nasional.

(27)

PERUBAHAN RENSTRA DINAS PERINDAGKOP DAN UKM 2013 - 2018 23

Dari sembilan agenda prioritas Presiden, tiga Nawa Cita menjadi prioritas Kementerian Koperasi dan UKM dalam melaksanakan tugas dan fungsinya dalam periode 2015-2019, yaitu:

Agenda ke-2: Membuat Pemerintah selalu hadir dengan membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis, dan terpercaya yang mencakup upaya-upaya yang diarahkan antara lain untuk:

- Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, meningkatkan pengelolaan dan pelayanan informasi di lingkungan instansi Pemerintah Pusat, membuat laporan kinerja, dan membuka akses informasi publik.

- Menjalankan agenda reformasi publik dengan restrukturisasi kelembagaan, perbaikan kualitas pelayanan publik, meningkatkan kompetensi aparatur, memperkuat monitoring dan supervise atas kinerja pelayanan publik.

- Membuka ruang partisipasi publik dalam pengambilan kebijakan publik.

Agenda ke-6: Meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar Internasional sehingga bangsa Indonesia bisa maju dan bangkit bersama bangsa-bangsa Asia lainnya yang mencakup upaya-upaya yang diarahkan antara lain untuk: - Membangun pasar tradisional sebanyak 5.000 pasar tradisional di seluruh Indonesia

dan memodernisasikan pasar tradisional yang telah ada.

- Membangun sejumlah Science dan Techno Park di daerah-daerah.

- Meningkatkan daya saing dengan memanfaatkan potensi yang belum tergarap dengan baik tetapi memberi peluang besar untuk meningkatkan akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional, yakni, industri manufaktur, industri pangan, sektor maritim, dan pariwisata.

Agenda ke-7: Mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik yang mencakup upaya-upaya yang diarahkan antara lain untuk:

- Mewujudkan kedaulatan pangan melalui pendirian Bank Petani dan UMKM Tujuan

Berdasarkan Visi dan Misi Presiden, Norma dan Dimensi Pembangunan, serta Nawa Cita, maka disusun Tujuan Kementerian Koperasi dan UKM yaitu:

Mewujudkan Koperasi dan UMKM yang berdaya saing dan berkontribusi pada peningkatan perekonomian nasional dan kesejahteraan rakyat berlandaskan

(28)

PERUBAHAN RENSTRA DINAS PERINDAGKOP DAN UKM 2013 - 2018 24

Sasaran Strategis

1. Meningkatnya kontribusi KUMKM dalam perekonomian melalui pengembangan komoditas berbasis koperasi/ sentra disektor-sektor unggulan

2. Meningkatnya daya saing koperasi dan UMKM

3. Meningkatnya wirausaha baru dengan usaha yang layak dan berkelanjutan

4. Meningkatnya kualitas kelembagaan dan usaha koperasi, serta penerapan praktek berkoperasi dan yang baik oleh masyarakat

Arah kebijakan dan strategi

Dengan memperhatikan tantangan dan sasaran pengembangan koperasi dan UMKM ke depan, dan merujuk pada arah kebijakan nasional dan di bidang UMKM dan koperasi tahun 2015-2019, maka kebijakan yang dilaksanakan oleh Kementerian Koperasi dan UKM pada tahun 2015-2019 diarahkan untuk :

meningkatkan produktivitas, kelayakan dan nilai tambah Koperasi dan UMKM sehingga mampu tumbuh ke skala yang lebih besar (“naik kelas”) dan berdaya

saing.

Arah kebijakan tersebut akan dilaksanakan melalui lima strategi sebagaimana dituangkan dalam RPJMN tahun 2015-2019 yaitu :

1. Peningkatan kualitas sumber daya manusia;

2. Peningkatan akses pembiayaan dan perluasan skema pembiayaan; 3. Peningkatan nilai tambah produk dan jangkauan pemasaran;

4. Penguatan kelembagaan usaha; dan

5. Kemudahan, kepastian dan perlindungan usaha.

KEMENTERIAN PERDAGANGAN Visi dan Misi

Visi dan Misi Kementerian Perdagangan pada tahun 2015-2019 diarahkan untuk mendukung pencapaian Visi Presiden terpilih periode 2014-2019, sebagaimana tertuang di dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 sebagai berikut:

TERWUJUDNYA INDONESIA YANG BERDAULAT, MANDIRI, DAN BERKEPRIBADIAN BERLANDASKAN GOTONG-ROYONG

Untuk menjembatani Visi dan Misi Presiden dan Wakil Presiden periode 2015-2019 dalam melaksanakan agenda pembangunan nasional, Kementerian Perdagangan periode 2015-2019 memiliki 3 (tiga) misi dalam membangun sektor perdagangan, yaitu:

(29)

PERUBAHAN RENSTRA DINAS PERINDAGKOP DAN UKM 2013 - 2018 25

1. Meningkatkan pertumbuhan kinerja perdagangan luar negeri yang berkelanjutan 2. Meningkatkan perdagangan dalam negeri yang bertumbuh dan berkualitas 3. Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik di sektor perdagangan Tujuan

Untuk mewujudkan Visi dan Misi pemerintahan periode 2015-2019 yang dijembatani melalui misi Kementerian Perdagangan, maka tujuan yang hendak dicapai dalam membangun sektor perdagangan periode 2015-2019 yaitu:

1. Peningkatan ekspor barang non migas yang bernilai tambah dan jasa 2. Peningkatan pengamanan perdagangan

3. Peningkatan akses dan pangsa pasar internasional 4. Pemantapan promosi ekspor dan nation branding

5. Peningkatan efektivitas pengelolaan impor barang dan jasa 6. Pengintegrasian dan perluasan pasar dalam negeri

7. Peningkatan penggunaan dan perdagangan produk dalam negeri (PDN) 8. Optimalisasi/penguatan pasar berjangka komoditi, SRG dan pasar lelang

9. Peningkatan kelancaran distribusi dan jaminan pasokan barang kebutuhan pokok dan barang penting

10. Peningkatan perlindungan konsumen

11. Peningkatan ilkim usaha dan kepastian berusaha 12. Peningkatan kualitas kinerja organisasi

13. Peningkatan dukungan kinerja perdagangan

14. Peningkatan kebijakan perdagangan yang harmonis dan berbasis kajian Sasaran Strategis

1. Meningkatnya pertumbuhan ekspor barang non migas yang bernilai tambah dan jasa. 2. Meningkatnya pengamanan perdagangan dan kebijakan nasional untuk mendukung

daya saing produk indonesia baik pasar domestik maupun internasional. 3. Meningkatnya diversifikasi pasar dan produk ekspor

4. Menurunnya hambatan akses pasar (tarif dan non tarif) 5. Meningkatnya promosi citra produk ekspor (nation branding) 6. Optimalnya kinerja kelembagaan ekspor

7. Meningkatnya efektivitas pengelolaan impor

8. Meningkatnya pertumbuhan PDB sektor perdagangan

9. Meningkatnya kualitas dan kuantitas sarana distribusi dan logistik nasional

10. Meningkatnya konsumsi produk dalam negeri dalam konsumsi rumah tangga nasional

(30)

PERUBAHAN RENSTRA DINAS PERINDAGKOP DAN UKM 2013 - 2018 26

11. Meningkatnya pemanfaatan pasar berjangka komoditi, SRG dan pasar lelang

12. Memperkecil kesenjangan harga barang kebutuhan pokok dan barang penting antar daerah.

13. Stabilisasi harga barang kebutuhan pokok dan barang penting 14. Meningkatnya pengawasan barang beredar diwilayah perbatasan

15. Meningkatnya pemberdayaan konsumen, standardisasi, pengendalian mutu, tertib ukur dan pengawasan barang/jasa

16. Meningkatnya pelayanan dan kemudahan berusaha di bidang perdagangan dalam negeri dan bidang perdagangan luar negeri.

17. Meningkatnya dukungan kinerja layanan publik

18. Meningkatnya kinerja dan profesionalisme SDM sektor perdagangan 19. Meningkatnya birokrasi yang transparan, akuntabel dan bersih 20. Meningkatnya efektivitas pengawasan internal

21. Meningkatnya kualitas kebijakan dan regulasi Arah Kebijakan dan Strategi

Arah kebijakan perdagangan dapat dijabarkan menjadi 8 (delapan) pokok pikiran, yaitu:

1. Mengamankan pangsa ekspor dipasar utama

2. Memperluas pangsa pasar ekspor dipasar prospektif dan hubungan perdagangan intenasional

3. Meningkatkan diversifikasi produk ekspor

4. Mengamankan pasar domestik untuk meningkatkan daya saing produk nasional 5. Meningkatkan aksebilitas usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM)

6. Meningkatkan perlindungan konsumen

7. Meningkatkan efisiensi sistem distribusi dan logistik 8. Meningkatkan fasilitasi dan iklim usaha perdagangan

Arah kebijakan tersebut dilaksanakan melalui langkah-langkah strategis selama periode 2015-2019, yaitu:

Dukungan terhadap perdagangan luar negeri :

1. Pengamanan pangsa ekspor di pasar utama dilakukan melalui beberapa langkah strategis, yaitu :

a. Pengamanan kebijakan nasional fora internasional, pengamanan dan optimalisasi akses pasar ekspor, peningkatan pemahaman pemangku kepentingan dan penurunan hambatan perdagangan

(31)

PERUBAHAN RENSTRA DINAS PERINDAGKOP DAN UKM 2013 - 2018 27

b. Pengoptimalan instrumen perdagangan internasional, trade remedy, untuk melindungi pasar dalam negeri dan mengamankan akses pasar luar negeri.

c. Peningkatan koordinasi dengan berbagai stakeholder di dalam negeri dalam menghadapi tantangan global dan mnyuarakan kepentingan nasional di berbagai fora internasional

2. Perluasan pangsa pasar ekspor di pasar prospektif dan hubungan perdagangan internasional dilakukan melalui beberapa langkah strategis, yaitu:

a. Diplomasi perdagangan berdasarkan region

b. Pelaksanaan diversifikasi pasar prospektif yang telah dan akan dilakukan melalui program misi dagang ke negara-negara Afrika Selatan, Amerika Latin, Eropa Timur, Asia Selatan dan Timur Tengah, termasuk melalkukan penguatan citra Indonesia melalui promosi dan nation branding

c. Pemanfaatan peran perwakilan perdagangan diluar negeri dalam meningkatkan akses pasar produk indonesia

d. Dukungan terhadap implementasi hasil perundingan, sosialisasi dan persiapan AEC 2015

e. Kerjasama ekonomi internasional untuk membantu peningkatan akses pasar bagi produk bernilai tambah

f. Diplomasi perdagangan untuk membuka akses pasar dan mengurangi hambatan di negara tujuan ekspor serta mengamankan pasar dalam negeri

3. Peningkatan diversifikasi produk ekspor dilakukan melalui beberapa langkah strategis, yaitu :

a. Perlaksanaan diversifikasim produk yang telah dan akan dilakukan melalui program misi dagang ke negara-negara Afrika Selatan, Amerika Latin, Eropa Timur, Asia Selatan dan Timur Tengah termasuk melakukan penguatan citra Indonesia melalui promosi dan nation branding

b. Peningkatan pengarusutamaamn di bidang perdagangan jasa dan peningkatan rasio ekspor jasa terhadap PDB

c. Pembangunan bidang jasa sebagai pemdorogn ekspor non migas serta peningkatan efisiensi ekomoni dan produktivitas

d. Mendukung program hilirisasi dalam rangka peningkatan daya saing produk dan dukungan terhadap KEK

Dukungan terhadap perdagangan dalam negeri :

1. Pengamanan pasar domestik untuk meningkatkan daya saing produk nasional dilakukan melalui langkah strategis, yaitu :

(32)

PERUBAHAN RENSTRA DINAS PERINDAGKOP DAN UKM 2013 - 2018 28

b. Peningkatan sarana pembentukan harga yang transparan

2. Peningkatan konrtribusi usaha dagang kecil menengah (UDKM) dilakukan melalui langkah strategis peningkatan peran UKM

3. Peningkatan perlindungan konsumen dilakukan melalui beberapa langkah strategis sebagai berikut, yaitu:

a. Efektivitas pengawasan barang/jasa dan tertib ukur

b. Pengembangan standardisasi mutu produk dan regulasi pro konsumen c. Gerakan konsumen cerdas, mandiri dan cinta produk dalam negeri d. Penguatan kapasitas kelembagaan perlindungan konsumen

4. Peningkatan efisiensi sistem dan distribusi logistik dilakukan melalui beberapa langkah strategis sebagai berikut, yaitu :

a. Pengoptimalan mekanisme dan manfaat pelaksanaan pasar lelang, sistem resi gudang dan perdagangan berjangka komoditi untuk pembentukan harga yang transparan dan sarana lindung nilai

b. Integrasi perdagangan antar wilayah

c. Kebijakan pengendalian barang kebutuhan pokok dan barang penting melalui intervensi langsung dan tidak langsung

KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN Visi dan Misi

Visi Pembangunan Industri tahun 2015 – 2019 adalah:

“Indonesia Menjadi Negara Industri yang Berdaya Saing dengan Struktur Industri yang Kuat Berbasiskan Sumber Daya Alam dan Berkeadilan”

Untuk mewujudkan visi tersebut di atas, diperlukan tindakan nyata dalam bentuk 4 (empat) misi sesuai dengan tugas dan fungsi Kementerian Perindustrian sebagai berikut: 1. Memperkuat dan memperdalam struktur Industri nasional untuk mewujudkan industri

nasional yang mandiri, berdaya saing, maju, dan berwawasan lingkungan;

2. Meningkatkan nilai tambah di dalam negeri melalui pengelolaan sumber daya industri yang berkelanjutan dengan meningkatkan penguasaan teknologi dan inovasi;

3. Membuka kesempatan berusaha dan perluasan kesempatan kerja;

4. Pemerataan pembangunan Industri ke seluruh wilayah Indonesia guna memperkuat dan memperkukuh ketahanan nasional.

(33)

PERUBAHAN RENSTRA DINAS PERINDAGKOP DAN UKM 2013 - 2018 29

Tujuan

Untuk mewujudkan Visi dan melaksanakan Misi Pembangunan Industri, Kementerian Perindustrian menetapkan tujuan pembangunan industri untuk 5 (lima) tahun ke depan yaitu Terbangunnya Industri yang Tangguh dan Berdaya Saing

Sasaran Strategis

Perspektif pemangku kepentingan

1. Meningkatnya peran industri dalam perekonomian nasional 2. Meningkatnya penguasaan pasar dalam dan luar negeri 3. Meningkatnya penyebaran dan pemerataan industri 4. Meningkatnya peran IKM dalam perekonomian nasional

5. Meningkatnya pengembangan inovasi dan penguasaan teknologi 6. Meningkatnya penyerapan tenaga kerja disektor industri

7. Menguatnya struktur industri Perspektif proses internal

1. Tersusunnya kebijakan pembangunan industri searah dengan ideologi trisakti dan agenda prioritas presiden (Nawa Cita)

2. Meningkatnya daya saing industri melalui pengembangan standardisasi industri 3. Meningkatnya investasi sektor industri melalui fasilitasi pemberian insentif fiskal dan

non fiskal

4. Meningkatnya penggunaan produk dalam negeri 5. Meningkatnya kualitas pelayanan dan informasi publik 6. Meningkatnya ketahanan industri melalui pemberian fasilitasi

7. Meningkatnya ketersediaan infrastruktur industri untuk mendukung pertumbuhan industri nasional

8. Tumbuhnya industri strategis berbasis sumber daya alam

9. Meningkatnya kompetensi tenaga kerja industri melalui pendidikan dan pelatihan 10. Meningkatnya ketersediaan lembaga pendidikan dan pelatihan bagi SDM industri 11. Meningkatnya ketersediaan data sektor industri melalui penyelenggaraan sistem

informasi industri nasional Perspektif proses organisasi

1. Meningkatnya penerapan sistem informasi dan teknologi dalam pelaksanaan tugas 2. Meningkatnya ketersediaan sarana dan prasarana pendukung perlaksanaan tugas

dan fungsi

3. Meningkatnya kualitas perencanaan dan penganggaran

(34)

PERUBAHAN RENSTRA DINAS PERINDAGKOP DAN UKM 2013 - 2018 30

5. Meningkatnya transparansi, skuntabilitas dan kualitas tata kelola keuangan 6. Meningkatnya efektivitas penerapan sisrtem pengendalian internal

7. Meningkatnya implementasi kebijakan industri melalui monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan

Arah Kebijakan dan Strategi

Arah kebijakan perindustrian yang mengacu pada RPJMN 2015-2019 sebagai berikut : 1. Industri prioritas, dengan memperhatikan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia

(KBLI) tahun 2009 ditentukan 10 industri prioritas yang akan dikembangkan tahun 2015-2019. Industri prioritas dikelompokkan kedalam 6 industri andalan, 1 industri pendukung dan 3 industri hulu

2. Perwilayahan industri, Cakupan pelaksanaan pengembangan perwilayahan industri adalah Wilayah Pusat Pertumbuhan Industri (WPPI), Kawasan Peruntukan Industri (KPI), Kawasan Industri (KI), dan Sentra Industri Kecil dan Industri Menengah (Sentra IKM).

3. Pembangunan sumber daya manusia (SDM) industri, SDM Industri meliputi : (a) wirausaha Industri (pelaku usaha Industri); (b) tenaga kerja Industri (tenaga kerja profesional di bidang Industri); (c) pembina Industri (aparatur yang memiliki kompetensi di bidang Industri di pusat dan di daerah); dan (d) konsultan Industri (orang atau perusahaan yang memberikan layanan konsultasi, advokasi, pemecahan masalah bagi Industri).

4. Pembangunan sarana dan prasarana industri, Dalam rangka mewujudkan pembangunan industri nasional yang berdaya saing perlu didukung melalui penyediaan sarana dan prasarana industri yang memadai meliputi standardisasi industri, infrastruktur industri (kawasan industri) dan sistem informasi industri.

5. Pembangunan indsutri hijau, Pembangunan Industri Hijau bertujuan untuk mewujudkan Industri yang berkelanjutan dalam rangka efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya alam secara berkelanjutan sehingga mampu menyelaraskan pembangunan industri dengan kelangsungan dan kelestarian fungsi lingkungan hidup dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

6. Pengembangan IKM, IKM memiliki peran yang strategis dalam perekonomian nasional. Hal tersebut dapat dilihat dari jumlah unit usaha yang berjumlah 3,4 juta unit dan merupakan lebih dari 90 persen dari unit usaha industri nasional. Peran tersebut juga tercermin dari penyerapan tenaga kerja IKM yang menyerap lebih dari 9,7 juta orang pada tahun 2013 dan merupakan 65,4 persen dari total penyerapan tenaga kerja sektor industri non migas.

(35)

PERUBAHAN RENSTRA DINAS PERINDAGKOP DAN UKM 2013 - 2018 31

3.4. Telahan Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Strategis Review Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Parepare

Pengembangan wilayah Kota Parepare diarahkan dengan mengacu pada Peraturan Daerah Kota Parepare Nomor 10 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Parepare guna strategi pengembangan kegiatan dalam RTRW Kota Parepare Tahun 2011-2031 dibatasi pada sektor-sektor yang terkait dengan pengembangan fungsi-fungsi yang telah ditetapkan dalam rencana pemanfaatan dan struktur ruang dalam pembahasan sebelumnya. Pendekatan yang digunakan adalah berdasarkan hasil rumusan potensi dan kendala serta peluang yang dimiliki Kota Parepare.

Upaya meminimalisasi kesenjangan pertumbuhan antara wilayah di Kota Parepare dilakukan dengan mengembangkan kawasan yang masih tertinggal, melalui pengembangan sistem perkotaan, serta peningkatan dan pengembangan sarana dan prasarana wilayah untuk menciptakan aksesibilitas yang seimbang terhadap fungsi-fungsi pelayanan sosial-ekonomi bagi segenap lapisan masyarakat dalam wilayah secara keseluruhan.

Strategi pembangunan yang berkesinambungan (sustainable development) dilakukan melalui upaya pelestarian lingkungan yang diwujudkan dalam bentuk konsistensi keberadaan kawasan lindung untuk tetap dipertahankan, rehabilitasi kawasan kritis, pengendalian pemanfaatan sumberdaya alam, serta pengelolaan kawasan budi daya agar tidak melampaui daya dukungnya (carring capacity). Strategi pengembangan di atas, dilakukan dengan mempertimbangkan segenap unsur-unsur potensi dan permasalahan serta arah kebijaksanaan pembangunan daerah dengan tetap berprinsip pada pembangunan yang berwawasan lingkungan demi terciptanya kesinambungan pembangunan yang optimal.

Secara umum berdasarkan fungsi utamanya, pola ruang wilayah Kota Parepare terdiri dari kawasan lindung dan kawasan budi daya. Kawasan lindung didefinisikan sebagai kawasan yang berfungsi utama melindungi kelestarian lingkungan hidup yang mencakup sumberdaya alam dan sumberdaya buatan. Sedangkan kawasan budi daya merupakan kawasan yang ditetapkan dengan fungsi utama untuk dibudidayakan atas dasar kondisi dan potensi sumberdaya alam, sumberdaya manusia dan sumberdaya buatan. Pengembangan kawasan budi daya di wilayah Kota Parepare pada dasarnya bertujuan untuk meningkatkan daya guna dan hasil guna pemanfaatan ruang, sumberdaya alam dan sumberdaya buatan dengan memperhatikan sumberdaya manusia untuk menyerasikan pemanfaatan ruang dan kelestarian fungsi lingkungan hidup.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Pindai kode QR dengan aplikasi 1PDF
untuk diunduh sekarang

Instal aplikasi 1PDF di