8
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Public Relations
Pada kesempatan ini, sebagai penopang pembuatan laporan, penulis akan memaparkan kajian – kajian teori sebagai pendukung, guna mempertajam pembahasan tulisan ini.
Berbicara mengenai Public Relations atau Hubungan Masyarakat (Humas) yang saat ini sangat populer di seluruh dunia, bahkan hampir dapat dikatakan bahwa seluruh perusahaan maupun instansi baik pemerintah maupun swasta membutuhkan divisi atau bagianPublic Relations untuk menjaga citra dari sebuah perusahaan. Public Relations merupakan profesi seseorang yang dapat memberikan keuntungan kepada kedua belah pihak baik bagi perusahaan maupun bagi publik agar dapat memacu tercapainya tujuan organisasi atau perusahaan dengan cepat. Cara – cara yang biasa digunakan adalah memberikan pengertian tentang produk kepada publik, menciptakan kepercayaan publik terhadap produk perusahaan, membuat publik mendukung dengan beberbagai program yang diterapkan oleh perusahaan, serta bekerjasama dengan pihak – pihak terkaitdengan melibatkan publik dalam pelaksanaan atau realisasi program - program dari perusahaan, agar dapat diketahui oleh publik dengan baik.
Definisi Public Relations menurut Colin Coulson Thomas, (2002) dalam buku Pedoman Praktis untuk PR, “Public Relation adalah usaha yang
commit to user
direncanakan secara terus-menerus dengan sengaja, guna membangun dan mempertahankan pengertian timbal balik antara organisasi atau perusahaan dan masyarakatnya.”
Jadi, pendapat ini menunjukkan bahwa public relation dianggap sebuah proses atau aktivitas yang bertujuan untuk menjalin komunikasiantara organisasi dan pihak luar organisasi. Jika kita sudah bisa mempengaruhi masyrakat atau publik, maka akan tercapai tujuan antara kedua belah pihak.
Definisi Humas menurut Maria Assumpta (2002, p.7) dalam buku Dasar – Dasar Public Relations : Teori dan Praktek, Public relations adalah interaksi dan menciptakan opini publik sebagai input yang menguntungkan untuk kedua belah pihak, dan merupakan profesi yang profesional dalam bidangnya karena merupakan faktor yang sangat penting dalam pencapaian tujuan organisasi dengan secara tepat dan dengan secara terus menerus karena public relations merupakan kelangsungan hidup organisasi yang bersangkutan.
Hal ini didukung oleh pendapat Alma yang mengatakan bahwa
“public relations adalah kegiatan komunikasi yang dimaksudkan untuk membangun citra yang baik terhadap perusahaan” (2002, p.145). Sedangkan Marston mengatakan “public relations adalah suatu perencanaan dengan menggunakan komunikasi persuasif untuk mempengaruhi persepsi masyarakat” (1999, p.1).
commit to user
Menurut Wilcox dan Cameron (2006,p.5) Dalam buku dasar-dasar public relation mengatakan bahwa “public relations is a management function, of a continuing and planned character, through which public and private organizations and institutions seek to win and retain the understanding, sympathy, and support of those with whom there are or maybe concerned by evaluating public opinion about themselves, in order to correlate, as far as possible their own policies and procedures, to achieve by planned and widespread information more productive corporation and more efficient fulfillment of their common interests”.
Yang kurang lebih memiliki arti public relations merupakan fungsi manajemen dari sikap budi yang direncanakan dan dijalankan secara berkesinambungan oleh organisasi atau lembaga umum dan swasta untuk memperoleh dan membina saling pengertian, simpati dan dukungan dari mereka yang mempunyai hubungan atau kaitan, dengan cara mengevaluasi opini publik mengenai organisasi atau lembaga tersebut, dalam rangka mencapai kerjasama yang lebih produktif, dan untuk memenuhi kepentingan bersama yang lebih efisien, dengan kegiatan penerangan yang terencana dan tersebar luas.
Public Relations mempunyai beberapa tujuan penting seperti yang dikemukakan oleh Rosady Ruslan yakni membentuk nama baik (goodwill), toleransi (tolerance), saling kerjasama (mutual understanding) dan saling menghargai (mutual appreciation) serta memperoleh opini publik yang disukai (favorable),image yang tepat berdasarkan prinsip – prinsip hubungan
commit to user
yang harmonis baik hubungan ke dalam (internal relations) maupun hubungan keluar (external relations). (Soleh Soemirat dan Elvinaro Ardianto).
Rosady Ruslan mendefinisikan tujuan public relations (2001, p.246) adalah sebagai berikut:
1. Menumbuhkembangkan citra perusahaan yang positif untuk publik eksternal atau masyarakat dan konsumen.
2. Mendorong tercapainya saling pengertian antara publik sasaran dengan perusahaan.
3. Mengembangkan sinergi fungsi pemasaran dengan public relation.
4. Efektif dalam membangun pengenalan merek dan pengetahuan merek.
5. Mendukung bauran pemasaran.
Secara keseluruhan tujuan dari public relation adalah untuk menciptakan citra baik perusahaan sehingga dapat menghasilkan kesetiaan publik terhadap produk yang ditawarkan oleh perusahaan (Mulyana, 2007:45). Selain itu public relation bertujuan untuk menciptakan, membina dan memelihara sikap budi yang menyenangkan bagi lembaga atau organisasi di satu pihak dan dengan publik di lain pihak dengan komunikasi yang harmonis dan timbal balik (Maria, 2002).
Menurut Maria (2002, p.31), “public relation merupakan satu bagian dari satu nafas yang sama dalam organisasi tersebut, dan harus memberi identitas organisasinya dengan tepat dan benar serta mampu Mengkomunikasikannya sehingga publik menaruh kepercayaan dan commit to user
mempunyai pengertian yang jelas dan benar terhadap organisasi tersebut”.
Hal ini sekedar memberikan gambaran tentang fungsi public relation yaitu : 1. Kegiatan yang bertujuan memperoleh itikad baik, kepercayaan, saling
adanya pengertian dan citra yang baik dari publik atau masyarakat pada umumnya.
2. Memiliki sasaran untuk menciptakan opini publik yang bisa diterima dan menguntungkan semua pihak.
3. Unsur penting dalam manajemen guna mencapai tujuan yang spesifik, sesuai harapan publik, tetapi merupakan kekhasan organisasi atau perusahaan. Sangat penting bagaimana organisasi memiliki warna, budaya, citra, suasana, yang kondusif dan menyenangkan, kinerja meningkat, dan produktivitas bisa dicapai secara optimal.
4. Usaha menciptakan hubungan yang harmonis antara organisasi atau perusahaan dengan publiknya, sekaligus menciptakan opini publik sebagai efeknya, yang sangat berguna sebagai input bagi organisasi atau perusahaan yang bersangkutan.
Dapat disimpulkan bahwa public relation lebih berorientasi kepada pihak perusahaan untuk membangun citra positif perusahaan, dan hasil yang lebih baik dari sebelumnya karena mendapatkan opini dan kritik dari konsumen. Tetapi jika fungsi public relation yang dilaksanakan dengan baik benar-benar merupakan alat yang ampuh untuk memperbaiki, mengembangkan peraturan, budaya organisasi, atau perusahaan, dan Suasana kerja yang kondusif, serta peka terhadap karyawan, maka diperlukan
commit to user
pendekatan khusus dan motivasidalam meningkatkan kinerjanya.
Perkembangan profesionalisme Public Relations yang berhubungan dengan pengembangan peran Public Relations (PR), baik sebagai profesional maupun praktisi dalam suatu organisasi atau perusahaan maupun instansi merupakan salah satu kunci untuk pengembangan peranan praktisi hubungan masyarakat (Public Relations Officer). Menurut Rosady Ruslan peranan tersebut adalah :
1. Penasihat Ahli (Expert Prexcribe)
2. Fasilitator Komunikasi (Communication Fasilitator)
3. Fasilitator Proses Pemecah Masalah (Problem Solving Process Fasilitator)
4. Teknisi Komunikasi (Communication Technician)
Oleh karena itu peran Public Relations Officer bagi suatu organisasi dan perusahaan haruslah berkembang dengan memiliki kemampuan
“manajerial” (managerial skill) dan kemampuan teknis (technician Manager) dalam berkomunikasi. Peran dari Humas diharapkan menjadi ujung tombak dan tangan kanan bagi top manajemen untuk sebuah organisasi atau perusahan maupun instansi. Dengan begitu peran PR bersifat dua arah yaitu berorientasi ke dalam (inward looking) yaitu internal perusahaan dan keluar (outward looking) seperti publik dan masyarakat lingkungan perusahaan.
Sedangkan langkah – langkah yang harus dilakukan oleh seorang Humas dalam mencapai tujuan umum dari suatu manajemen perusahaan adalah membangun dan menciptakan identitas dan citra perusahaan dengan commit to user
membuat berbagai aktifitas atau kepedulian sosial terhadap masyarakat dan masyarakat sekitar perusahaan, serta memberikan pemahaman bagi publik tentang program kerja perusahaan.
Selanjutnya mengatasi berbagai krisis yang menimpa organisasi atau perusahaan, mulai dari tanda – tanda hingga berakhirnya krisis. Langkah tersebut dilakukan Humas dengan menunjuk tim manajemen krisis yang bertugas untuk memperbaiki dan mengembalikan citra positif dari perusahaan. Kemudian mempromosikan aspek kemasyarakatan menyangkut tentang kepentingan publik.
Dihubungkan dengan definisi Humas serta dilihat dari peran dan fungsinya, sesungguhnya fungsi kehumasan itu dapat bertindak sebagai pemberitahuan adanya tanda bahaya (early warning system) untuk mendukung atau membantu pihak manajemen organisasi dalam menyiapkan kemungkinan terburuk yang bisa terjadi pada perusahaan atau organisasi, misalnya timbulnya isu yang dapat menimbulkan berbagai persepsi dan resiko yang menyangkut krisis kepercayaan dan kontroversial. Karena pada prinsipnya fungsi Humas secara struktural dalam organisasi merupakan bagian penting yang tidak dapat dipisahkan dari suatu kelembagaan atau organisasi.
Dengan begitu peranan dan posisi seorang Praktisi Humas dengan ketelitian dan kehandalan, sikap kreatif, inovatif, sikap cepat dan tanggap serta antisipatif untuk dapat menunjukkan keseluruhan budaya baik yang ada di perusahaan agar tercipta dan terbentuk good image bagi perusahaan.
commit to user
B. Media
Membahas tentang media, berikut adalah pemaparan beberapa definisi dari para ahli :
Menurut Arsyad, 2002; Sadiman, dkk., 1990, mengatakan bahwa media (bentuk jamak dari kata medium), merupakan kata yang berasal dari bahasa latin medius, yang secara harfiah berarti „tengah‟, „perantara‟ atau
„pengantar‟.Oleh karena itu, media dapat diartikan sebagai perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan. Media dapat berupa sesuatu bahan (software) dan/atau alat (hardware).
Menurut Gerlach & Ely (dalam Arsyad, 2002), mengatakan bahwa media jika dipahami secara garis besar adalah manusia, materi, atau kejadian yang membangun kondisi, yang menyebabkan seseorang mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan, atau sikap. Jadi menurut pengertian ini, guru, teman sebaya, buku teks, dan lingkungan sekitar, bagi seseorang merupakan media.
Dalam Buku Pengantar Ilmu Komunikasi (Cangara, 2006 : 119), media adalah alat atau sarana yang digunakan untuk menyampaikan pesan dari komunikator kepada khalayak. Ada beberapa pakar psikologi memandang bahwa dalam komunikasi antarmanusia, maka media yang paling dominasi dalam berkomunikasi adalah pancaindera manusia seperti Mata dan telinga. Pesan – pesan yang diterima selanjutnya oleh pancaindera selanjutnya diproses oleh pikiran manusia untuk mengontrol dan menentukan sikapnya terhadap sesuatu, sebelum dinyatakan dalam tindakan.
commit to user
Association of Education and Communication Technology (AECT), mengatakan bahwa media sebagai segala bentuk dan saluran yang digunakan untuk menyampaikan pesan dan informasi.
Dari beberapa pendapat ahli diatas, maka dapat disimpulkan bahwa media adalah alat, sarana, perantara, dan penghubung untuk menyebar, membawa atau menyampaikan sesuatu pesan (message) dan gagasan kepada penerima.
C. Hubungan Media (Media Relations)
Dalam dunia kehumasan, terutama dalam menjalin hubungan dan menciptakan image positif dengan publik eksternal, PR tidak bisa lepas dari media. Yang dimaksud media disini adalah pers / wartawan (termasuk institusinya). Dalam banyak kesempatan dua profesi ini sering kali bersinergi positif, saling membutuhkan. Public Relations sering kali menjadi nara sumber untuk pers, sebaliknya pers menjadi kepanjangan tangan yang menyuarakan kegiatan-kegiatan Public Relations agar apa-apa yang dilakukannya diketahui oleh stakeholdernya. Oleh karena hubungan dengan pers memerlukan treatment tersendiri.
Untuk menjalin hubungan dengan media, diperlukan suatu pemahaman media (media understanding).Media understanding adalah bagaimana seorang PR memahami suatu media yang akan digunakan untuk
“menjual” / membuat image positif dari suatu perusahaan / organisasi kepada publik. Oleh karena itu salah satu relationship yang dilakukan oleh PR commit to user
adalah media relations.
Beberapa definisi Media Relations adalah sebagai berikut:
PRSSA, Stanley J Baran (2004, 361) mendefinisikan Media Relations sebagai “…the public relations professional maintain good relations with professionals in the media, undestrand their deadlines and other restraints, and earn their trust (PR profesional menjaga hubungan baik dengan para profesional di media, mereka memahami deadline dan hambatan lain, dan mendapatkan kepercayaan mereka”.
Philip Lesly (1991:7) memberikan definisi Media Relations sebagai hubungan dengan media komunikasi untuk melakukan publisitas atau merespon epentingan media terhadap kepentingan organisasi.
Yosal Iriantara (2005:32) mengartikan Media Relations merupakan bagian dari Public Relations eksternal yang membina dan mengembangkan hubungan baik dengan media massa sebagai sarana komunikasi antara organisasi dengan publik untuk mencapai tujuan organisasi.
Dari definisi-definisi di atas dapat disimpulkan bahwa hubungan pers adalah usaha untuk mencapai publikasi atau penyiaran yang maksimum atas suatu pesan / informasi Public Relations dalam rangka menciptakan pengetahuan dan pemahaman bagi khalayak dari organisasi atau perusahaan Yang bersangkutan. Tujuan pokok dari hubungan pers / hubungan media adalah “menciptakan pengetahuan dan pemahaman”, jadi bukan hanya semata – mata untuk menyebarkan suatu pesan yang sesuai dengan keinginan perusahaan demi mendapatkan suatu sosok / citra yang lebih indah dari commit to user
aslinya.
Sedangkan ditelaah berdasarkan relasi relasi antara individu atau organisasi/ perusahaan dengan media, media relations adalah relasi yang dibangun dan dikembangkan dengan media untuk menjangkau publik guna meningkatkan pencitraan, kepercayaan, dan tercapainya tujuan-tujuan individu maupun organisasi/perusahaan.
Dengan demikian, bisa dikatakan bahwa perusahaan mengunakan media massa sebagai alat penyampai pesan dan pencitraan kepada publik.
Semakin banyak akses yang didapat publik dari media massa berkaitan dengan kinerja dan pencapaian perusahaan maka diharapkan semakin besar dipercapa oleh pemerintah dan publik. Dengan demikian Pertamina Hulu Energi ONWJ dikenal sebagai kontraktor minyak dan gas beroperasi dengan aman dan handal, meningkatkan produksi dan cadangan minyak dan gas untuk mendukung ketahanan energi nasional, dan mendukung upaya pengembangan sumber daya manusia, sesuai dengan sasaran aktivitas operasi perusahaan.
Proses Public Relations dapat saja dijalankan sebagai salah satu strategi komunikasi yg dijalankan organisasi, artinya setelah kita merumuskan permasalahan, menganalisis kemungkinan penyelesaiannya dan Merumuskan kebijakan yg diambil, didlmnya sudah diperhitungkan dimensi Media Relations evaluasi tersebut pada umumnya untuk melihat pengaruh jangka pendek (keluaran program dan pengaruh jangka panjang (dampak program).
commit to user
Sebagai salah satu unit kerja atau fungsi pada departemen Public Relationsmaka dg sendirinya apa yg dilakukan dlm Media Relation mengacu pada tugas pokok dan fungsi PR dlm organisasi.
Dalam media relations, relasi yang dibangun dan dikembangkan menggunakan media untuk menjangkau publik guna meningkatkan pencitraan, kepercayaan, dan tercapainya tujuan-tujuan individu maupun organisasi/perusahaan. Fungsi media relations adalah meningkatkan citra perusahaan, meningkatkan kepercayaan publik, meningkatkan point of selling, membantu perusahaan keluar dari komunikasi krisis, dan meningkatkan relasi dari beragam publik.
Pada dasarnya, banyak pilihan saluran komunikasi atau media yang bisa dipakai perusahaan dalam menyampaikan pesan. Dalam kajian komunikasi massa ada empat saluran komunikasi, yaitu media antarpribadi, media kelompok, media massa, dan media publik.
Sebagai saluran komunikasi, media massa memiliki karakteristik tersendiri dibandingkan media lainnya. Hafied Cangara (2003: 134-135) memaparkan lima karakteristik media massa. Pertama, bersifat melembaga, pihak yang mengelola media melibatkan banyak individu mulai dari pengumpulan, pengelolaan sampai pada penyajian informasi. Kedua, Bersifat satu arah. Ketiga, jangkauan yang luas, artinya media massa memiliki kemampuan untuk menghadapi jangkauan yang lebih luas dan kecepatan daris egi waktu. Juga, bergerak secara luas dan simultan di mana dalam waktu bersamaan informasi yang disebarkan dapat diterima oleh banyak
commit to user
individu. Keempat, pesan yang disampaikan dapat diserap oleh siapa saja tanpa membedakan faktor demografi seperti jenis kelamin, usia, suku bangsa, dan bahkan tingkat pendidikan. Kelima, dalam penyampaian pesan media massa memakai peralatan teknis dan mekanis.
Melihat skema tersebut jelas terlihat bahwa masing-masing saluran komunikasi akan memberikan hasil dan dampak tersendiri. Namun, kecepatan menjangkau publik hanya bisa dilakukan oleh media massa.
Adapun media memiliki peran serta fungsi yang sangat penting bagi perusahaan, seperti :
1. Fungsi media relations dapat meningkatkan citra perusahaan.
2. Meningkatkan kepercayaan publik terhadap produk dan jasa yang ditawarkan oleh perusahaan.
3. Meningkatkan point of selling dari produk dan jasa.
4. Membantu perusahaan keluar dari komunikasi krisis.
5. Meningkatkan relasi dari beragam publik, seperti terhadap lembaga pemerintahan, perusahaan-perusahaan, organisasi kemasyarakatan, maupun individu.
Fungsi-fungsi inilah yang menempatkan media relations sebagai bagian dari aktifitas public relations. Bahkan John Vivian (2008, 344) memberikan perhatian khusus pada posisi media relations. Bahwa public relations memiliki tiga tanggung jawab fungsional;
commit to user
1. Relasi Eksternal. Komunikasi yang dijalin dengan kelompok orang- orang di luar perusahaan, konsumen, dealer, supplier, tokoh masyarakat, orang-orang pemerintahan.
2. Relasi Internal. Komunikasi yang dikembangkan untuk menjaga hubungan optimal antara karyawan, manajer, serikat pekerja, pemegang saham, dan kelompok internal lainnya.
3. Relasi Media. Komunikasi yang dilakukan perusahaan dengan media massa
Untuk membina hubungan baik, diperlukan sebuah pengenalan media yang baik. Adapun klasifikasi media adalah sebagai berikut
1. Berdasarkan jenis :
a. Media Cetak ( Koran, majalah, tabloid, dll ) b. Media Elektronik ( radio, televisi, internet, dll ) 2. Berdasarkan ruang lingkupnya :
a. Media Lokal ( Surya, Surabaya pagi, dll ) b. Media Nasional ( Republika, Kompas, dll ) c. Media Internasional.
Acara Public Relations yang bersinergi dengan media.
1. Konferensi Pers
Adalah acara pertemuan para jurnalis yang disengaja berkumpul / dikumpulkan untuk mendapatkan / diberikan suatu informasi perihal commit to user
topik yang tengah hangat dibicarakan. beberapa keunggulan konferensi pers dibandingkan dengan media yang lain adalah :
a. Paling efektif untuk mengklarifikasi masalah, Satu kali menyampaikan informasi sudah mencakup banyak media (merata), dan informasi yang akan ditampilkan di media akan sama.
b. Masalah dapat segera terselesaikan.
c. Insan pers dalam hal ini para wartawan, bisa langsung bertanya dan memberi pendapat kepada pihak organisasi sekiranya diperlukan.
d. Efektif untuk membina persahabatan antara organisasi dan insan pers. Tapi dalam mengundang wartawan, perlu bersikap selektif.
Saran : Undanglah wartawan dari media yang bercitra baik. Sehingga tidak akan muncul 'wartawan tanpa media' yang sekedar datang tapi tidak pernah menulis berita.
2. Media Gathering
Merupakan suatu acara yang diadakan suatu perusahaan dengan cara mengumpulkan para wartawan dengan tujuan untuk menjalin Hubungan baik. Biasanya acara ini lebih menyenangkan, dan lebih terencana.
Dalam acara ini para Pers dapat diundang untuk meliput suatu acara, atau hanya sekedar undangan makan dan bercakap – cakap guna mendekatkan para wartawan dengan pihak perusahaan. Ada juga commit to user
sebagian perusahaan / organisasi yang mengemas acara ini dengan acara outbond.
3. Kunjungan Pers :
Yang dimaksud kunjungan pers adalah suatu perusahaan mengundang para wartawan untuk datang ke perusahaan tersebut, bisa dalam rangka promosi, peresmian kantor cabang baru yang dilanjutkan dengan peninjauan bersama, atau demonstrasi peralatan / produk baru. Alat yang bisa digunakan untuk berhubungan dengan media.
4. Media Release (Press Release)
Media release adalah suatu berita / informasi dari PR yang ditujukan kepada khalayak melalui media.
5. Product release :
Informasi yang disebarkan berkaitan dengan peluncuran produk / jasa baru dari suatu perusahaan / organisasi.
Penerapan Media Relations di Pertamina Hulu Energi ONWJ bukanlah hal yang baru, karena sejak pertama anak perusahaan Pertamina (Persero) ini hadir sudah terbentuk dan tersusun secara rapi. Media relationsyang telah dilakukan Pertamina Hulu Energi ONWJ seperti memberikan informasi kepada nasional maupun lokal, terkhusus untuk daerah operasi yang dilalui pipa migas milik Pertamina Hulu Energi ONWJ di Jawa Barat. Lewat 16 Advertorial yang sudah diterbitkan oleh Pertamina Hulu Energi ONWJ, masyarakat Indonesia dan khususnya masyarakat Jawa Barat
commit to user
dapat mengetahui program dan pencapaian yang sudah dan akan dilaksanakan.
Dengan beberapa program milik Pertamina Hulu Energi ONWJ seperti, Program Master Kasir di Eretan, Program Kesehatan dan Kebersihan Gigi di Subang, Program Pelatihan Sosialisasi Keselamatan Pelayaran dan Tower untuk Nelayan di Karawang. Serta Pencapaian yang sudah dilaksanakan Pertamina Hulu Energi ONWJ yaitu, Peresmian Lapangan Baru GG Balongan. Kehadiran Pertamina Hulu Energi ONWJ lewat media relations memberi kesempatan bagi media nasional maupun lokal mendapatkan info yang terpercaya dan masyarakat dapat menerima berita yang sebenar – benarnya.
D. Citra
Tujuan dari sebuah perusahaan selain untuk mendapatkan laba atau profit adalah mendapatkan dan membangun citra (image) yang baik di mata publik. Citra terbentuk melalui banyak hal, seperti produk (kualitas dan pelayanan), komunikasi iklan, Public Relations, dan program – program perusahaan. Citra merupakan persepsi publik tentang suatu hal. Jika di dalam sebuah perusahaan, citra berarti persepsi publik tentang produk, Pelayanan, budaya perusahaan, tentang perusahaan, serta perilaku individu – individu itu dalam perusahaannya.
commit to user
Citra yang terbentuk dari individu tentu bisa negatif atau positif, tergantung pada nilai-nilai yang ada dalam dirinya maupun terbentuk oleh pengalaman baik dialami langsung oleh individu maupun sebagai hasil interaksi dengan individu lain. Hal ini ditegaskan oleh Mar‟at dalam bukunya
“Sikap Manusia, perubahan serta pengukurannya” sebagai berikut.
Citra didefinisikan sebagai a picture of mind, yaitu suatu gambaran yang ada di dalam benak seseorang. Citra dapat berubah menjadi buruk atau negatif, apabila kemudian ternyata tidak didukung oleh kemampuan atau keadaan yang sebenarnya.
Menurut Bill Canton dalam Sukatendel mengatakan bahwa citra adalah “image : the impression, the feeling, the conception which the public has of a company; a cocioussly crated createrd impression of an object, person or organization” citra adalah kesan, perasaan, gambaran dari publik terhadap perusahaan; kesan yang dengan sengaja diciptakan dari suatu objek, orang atau organisasi. (Soleh Soemirat & Elvinaro Ardiyanto, 2005:111-112)
Menurut Philip Henslowe, citra adalah kesan yang diperoleh dari tingkat pengetahuan dan pengertian terhadap fakta (tentang orang-orang, produk atau situasi).
Kemudian Rhenald Kasali juga mendefinisikan citra sebagai kesan yang timbul karena pemahaman akan suatu kenyataan. Pemahaman itu sendiri timbul karena adanya informasi.
commit to user
Sedangkan Frank Jefkins mengartikan citra sebagai kesan, gambaran atau impresi yang tepat (sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya) mengenai Berbagai kebijakan, personel, produk, atau jasa-jasa suatu organisasi atau perusahaan.
Ada beberapa jenis citra menurut Frank Jefkins yaitu:
1. Mirror Image (Citra Bayangan) adalah bagaimana dugaan (citra) manajemen terhadap publik eksternal dalam melihat perusahaanya.
2. Current Image (Citra yang Berlaku). Suatu citra atau pandangan yang dianut oleh pihak-pihak luar mengenai suatu organisasi. Citra ini sepenuhnya ditentukan oleh banyak-sedikitnya informasi yang dimiliki oleh mereka yang mempercayainya.
3. Multiple Image (Citra Majemuk). Yaitu adanya image yang bermacam- macam dari publiknya terhadap organisasi tertentu yang ditimbulkan oleh mereka yang mewakili organisasi kita dengan tingkah laku yang berbeda-beda atau tidak seirama dengan tujuan atau asas organisasi kita.
4. Corporate Image (Citra Perusahaan). Citra dari suatu organisasi secara keseluruhan, jadi bukan sekedar citra atas produk dan pelayanannya.
5. Wish Image (Citra Yang Diharapkan). Suatu citra yang diinginkan oleh pihak manajemen atau suatu organisasi.
Terciptanya citra positif dalam suatu organisasi atau perusahaan merupakan suatu prestasi yang baik dan membanggakan. Munculnya citra perusahaan yang baik pastilah akan memberikan efek atau keuntungan bagi commit to user
organisasi atau perusahaan. Keuntungan tersebut seperti, terciptanya Hubungan yang harmonis antar karyawan, membantu mengatasi krisis yang ada, meningkatkan produktivitas karyawan, dsb.
E. Media Relations dan Citra
Melalui program Media Relations yang dilakukan oleh Pertamina Hulu Energi ONWJ Program Pelathihan Media Jabar, Media Gathering, Media Coverage, Pertamina Hulu Energi ONWJ berupaya untuk memberikan edukasi mengenai industri hulu minyak dan gas kepada jurnalis media lokal di sekitar area operasi. Dengan bekal ilmu tentang industri migas, Pertamina Hulu Energi ONWJ berharap dapat memberikan nilai tambah kepada masyarakat, melalui hubungan antar media yang baik. Disamping itu media gathering bertujuan untuk memberikan update informasi terbaru mengenai perusahaan dan dapat mempererat hubungan baik dengan media massa nasional. Hal tersebut pastinya dapat memunculkan opini publik serta citra yang positif bagi Pertamina Hulu Energi ONWJ.
commit to user