Hal.1 dari 192 hal. Putusan Nomor 06 - K / PM.III-12 / AU / I / 2021
DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Militer III-12 Surabaya yang bersidang di Sidoarjo dalam memeriksa dan mengadili perkara pidana pada tingkat pertama telah menjatuhkan putusan sebagaimana tercantum di bawah ini dalam perkara Terdakwa:
Nama lengkap : Fery Diantoro.
Pangkat / NRP : Praka/541745.
Jabatan : Ta Teknisi Rangpers Sathar 32.
Kesatuan : Depohar 30.
Tempat, tanggal lahir : Trenggalek, 22 Maret 1993.
Jenis kelamin : Laki-laki.
Kewarganegaraan : Indonesia
A g a m a : Islam.
Tempat tinggal : Perumdam TA 135 Rt. 004 Rw. 013 Kel.
Candirenggo Kec. Singosari Kab. Malang.
Terdakwa dalam perkara ini tidak ditahan.
PENGADILAN MILITER III-12 Surabaya tersebut diatas;
Membaca : Berkas Perkara dari Satpom Lanud Abd. Saleh Nomor POM-401/A/IDIK-03/VIII/2020/ABD tanggal 11 Agustus 2020 atas nama Fery Diantoro, Praka NRP 541745.
Memperhatikan : 1. Surat Keputusan Penyerahan Perkara dari Dandepohar 30 Nomor Kep/18/XI/2020 tanggal 23 November 2020.
2. Surat Dakwaan Oditur Militer Nomor Sdak/139/K/AU/XII/2020 tanggal 28 Desember 2020.
3. Penetapan Kepala Pengadilan Militer III-12 Surabaya Nomor Tapkim/06-K/PM.III-12/AU/I/2021 tanggal 20 Januari 2021 tentang Penunjukan Hakim.
Hal.2 dari 192 hal. Putusan Nomor 06-K/PM.III-12/AU/I/2021
4. Penunjukan Panitera Nomor Juktera/06-K/PM.III- 12/AU/I/2021 tanggal 21 Januari 2021 tentang Panitera Pengganti.
5. Penetapan Hakim Ketua Nomor Tapsid/06-K/PM.III- 12/AU/I/2021 tanggal 21 Januari 2021 tentang Penetapan Hari sidang.
6. Surat tanda terima panggilan untuk menghadap sidang kepada Terdakwa dan para saksi serta surat- surat lainya yang berhubungan dengan perkara ini.
Mendengar : 1. Pembacaan Surat Dakwaan Oditur Militer Nomor Sdak/139/K/AU/XII/2020 tanggal 28 Desember 2020 di depan sidang yang dijadikan dasar pemeriksaan perkara ini.
2. Hal-hal yang diterangkan oleh Terdakwa di sidang serta keterangan-keterangan para Saksi dibawah sumpah.
Memperhatikan : 1. Tuntutan pidana Oditur Militer yang diajukan kepada Majelis Hakim, yang pada pokoknya Oditur Militer berpendapat bahwa:
a. Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah telah melakukan tindak pidana:
“Barangsiapa membeli, menawarkan, menjual, mengadaikan sesuatu benda, yang sepatutnya harus diduga, bahwa diperoleh dari kejahatan”, Sebagaimana diatur dan diancam dengan pidana dalam Pasal 480 Ke-1 KUHP.
b. Oleh karenanya Oditur Militer mohon agar Terdakwa dijatuhi:
Pidana Penjara selama 1 (satu) tahun.
c. Membebankan biaya perkara kepada Terdakwa sejumlah Rp10.000,00 (sepuluh ribu rupiah).
Hal.3 dari 192 hal. Putusan Nomor 06-K/PM.III-12/AU/I/2021
d. Menetapkan barang-barang bukti berupa:
1) Surat-surat:
- 12 (dua belas) lembar foto mobil yang tidak dilengkapi dengan surat resmi yang dijual oleh Terdakwa.
Tetap dilekatkan dalam berkas perkara.
2) Barang-barang:
a) 1 (satu) unit mobil Kijang Inova dengan tulisan PIA GARINI CABANG DEPOHAR 30 Nopol Sipil N 1857 W, Noreg TNI AU 3123-04;
b) 1 (satu) unit mobil Mitsubishi Colt T- 120ss dari warna putih dirubah menjadi warna kuning bergaris hitam Noreg TNI AU 3132-04;
c) 1 (satu) unit mobil Suzuki APV warna silver Nopol P 1927 S;
d) 1 (satu) unit mobil Pajero tahun 2013 warna putih mutiara Nopol AG 1748 KM beserta STNK
e) 1 (satu) unit mobil Mobilio RS tahun 2017 warna abu-abu Metalik Nopol AB 1615 IJ;
f) 1 (satu) unit mobil Suzuki Ertiga type GX Tahun 2017 warna abu-abu metalik Nopol W 1813 YR beserta STNK;
g) 1 (satu) unit mobil Suzuki Ertiga tahun pembuatan 2017 tahun pemakaian 2018 warna Hitam Nopol AG 1573 AW beserta STNK;
h) 1 (satu) unit mobil Honda Mobilio tahun pembuatan 2018 warna abu-abu metalik
Hal.4 dari 192 hal. Putusan Nomor 06-K/PM.III-12/AU/I/2021
Nopol N 1941 GK beserta STNK;
i) 1 (satu) unit mobil Suzuki Ertiga warna putih mutiara tahun 2014 Nopol F 1797 KX beserta STNK;
j) 1 (satu) unit mobil Honda Mobilio warna abu-abu metalik tahun 2016 Nopol P 1735 VW;
k) 1 (satu) unit mobil Suzuki Ertiga warna putih tahun 2016 Nopol B 2088 SKU beserta STNK;
l) 1 (satu) unit mobil Daihatsu Xenia warna putih tahun 2016 Nopol P 1024 V beserta STNK;
m) 1 (satu) unit mobil Suzuki Ertiga warna abu abu tahun 2014 Nopol N 1738 S;
n) 1 (satu) unit mobil Honda Mobilio warna merah maron tahun 2015 Nopol L 1185 BY;
o) 1 (satu) unit mobil Suzuki Ertiga warna abu abu metalik tahun 2016 B 2069 BZW beserta STNK;
p) 1 (satu) unit mobil Daihatsu Sigra warna abu-abu metalik Nopol W 1671 PN;
q) 1 (satu) unit mobil Honda BRV warna abu-abu tahun 2017 Nopol N 1945 AU;
r) 1 (satu) unit Daihatsu Ayla warna putih Nopol B 707 RMR beserta STNK;
s) 1 (satu) unit mobil Honda Brio Satya berwarna abu-abu metalik tahun 2017 Nopol E 1258 LA beserta STNK;
t) 1 (satu) unit mobil Honda Jazz warna abu-abu metalik Nopol N 1747 F beserta STNK;
Hal.5 dari 192 hal. Putusan Nomor 06-K/PM.III-12/AU/I/2021
u) 1 (satu) unit mobil Toyota Calya warna silver metalik tahun 2017 Nopol B 1606 COO beserta STNK; dan
v) 1 (satu) unit mobil Honda Jazz RS warna abu-abu metalik tahun 2018 Nopol W 1532 VE beserta STNK.
Dikembalikan kepada yang berhak.
2. Bahwa terhadap tuntutan Oditur Militer tersebut Terdakwa mengajukan Permohonan (Clemenci) yang disampaikan secara lisan oleh Terdakwa yang menyatakan bahwa ia menyesali dan menyadari akan kesalahannya, berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya, oleh karena itu mohon dijatuhi pidana yang seringan-ringannya.
3. Jawaban Oditur Militer atas Permohonan Terdakwa yang pada pokoknya tetap pada Tuntutan semula.
4. Jawaban Terdakwa terhadap tanggapan Oditur yang pada pokoknya tetap pada Permohonannya.
Menimbang : Bahwa menurut Surat Dakwaan tersebut di atas, Terdakwa pada pokoknya didakwa sebagai berikut : Bahwa Terdakwa pada waktu-waktu dan di tempat- tempat tersebut di bawah ini, yaitu pada bulan April, Juli, November, Desember tahun 2000 tujuh belas, bulan Januari, Maret, Juni, Oktober, Desember tahun 2000 delapan belas, bulan Januari, April, Mei, Juni, Agustus tahun 2000 sembilan belas dan bulan Februari, Maret tahun 2000 dua puluh atau setidak-tidaknya pada suatu waktu dalam tahun 2000 tujuh belas, tahun 2000 delapan belas, tahun 2000 sembilan belas dan tahun 2000 dua puluh bertempat di rumah Terdakwa Perumdam TA 135 Rt. 004 Rw. 013 Kel. Candirenggo Kec. Singosari Kab.
Hal.6 dari 192 hal. Putusan Nomor 06-K/PM.III-12/AU/I/2021
Malang, di Sathar 32 Depohar 30 Malang, di rumah Sertu Andhika Pradana Putra di Perum Taman Anggrek Regency Blok F No. 2 Rt. 03 Rw. 016 Ds. Saptorenggo Kec. Pakis Kab. Malang, di ATM BRI Madivif 2 Kostrad Malang, Parkiran KFC Ahmad Yani Surabaya, ATM Pertigaan Mustang Lanus Abd Saleh Malang, di rumah Lettu Tek Agung Niki Perum Griya Asri Banjararum Blok D. 11 Ds. Banjararum Kec. Singosari Kab. Malang, di depan gedung Alfamaret Singosari Malang, di rumah Letda Tek Tulus Tiyawan Perum Singosari Residence Rt.
07 Rw. 09 Ds. Purwosari Kec. Singosari Kab. Malang, di rumah Praka Mukhamad Saikhu Desa Petahunan RT.03 RW.02 Pasuruan, di Taman Dayu Pandaan, di rumah Lettu Tek M. Rizki Satria H Komplek Amarta Blok I No. 64 Kec. Pakis Kab. Malang dan dirumah Sertu Giyono di Dsn. Putok Ds. Pakisjajar Kec. Pakis Kab. Malang atau setidak-tidaknya di suatu tempat yang termasuk daerah hukum Pengadilan Militer III-12 Surabaya telah melakukan tindak pidana :
“Barangsiapa membeli, menawarkan, menukar, menerima gadai, menerima hadiah, atau untuk menarik keuntungan, menjual, menyewakan, menukarkan, menggadaikan, mengangkut, menyimpan atau menyembunyikan sesuatu benda, yang diketahui atau sepatutnya harus diduga, bahwa diperoleh dari kejahatan”.
Perbuatan tersebut dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut:
1. Bahwa Terdakwa masuk menjadi prajurit TNI AU pada tahun 2012 melalui pendidikan Secata PK A-63 di Lanud Adi Sumarmo Solo, setelah lulus dilantik dengan pangkat Prada, kemudian mengikuti
Hal.7 dari 192 hal. Putusan Nomor 06-K/PM.III-12/AU/I/2021
Susjursarta ACS di Skadik 304 Wingdiktekkal Bandung, selanjutnya ditempatkan di Sathar 32 Depohar 30 Lanud Abd. Saleh Malang sampai dengan pada saat melakukan perbuatan yang menjadi perkara ini dengan pangkat Praka NRP 541745;
2. Bahwa pada tahun 2015 Terdakwa memakai mobil yang hanya dilengkapi dengan STNK, kemudian pada awal tahun 2016 Terdakwa mulai main jual beli mobil yang hanya dilengkapi dengan STNK saja;
3. Bahwa pada bulan Maret 2017 Terdakwa menawarkan mobil Suzuki Ertiga kepada Saksi-7 (Kapten Tek Thatak Tjahjadi Budihartanto), namun pada saat itu Saksi-7 belum membutuhkan, kemudian pada bulan April 2017 saat di kantor Sathar 32 Depohar 30 pada saat korve Saksi-7 menanyakan kepada Terdakwa apakah ada mobil yang dijual, kemudian Terdakwa menjawab ada yaitu mobil Suzuki Ertiga;
4. Bahwa kemudian pada malam hari Saksi-7 datang ke rumah Terdakwa di Perumdam TA. 135 Rt. 004 Rw.
013 Kel. Candirenggo kec. Singosari Kab. Malang, setelah Saksi-7 melihat mobil Suzuki Ertiga warna abu-abu metalik tahun 2017 Nopol W 1813 YR dan mengecek surat-suratnya Nopol yang terpasang di mobil dan STNK telah sesuai lalu Saksi-7 berminat untuk membelinya kemudian Terdakwa menawarkan dengan harga sejumlah Rp55.000.000.00 (lima puluh lima juta rupiah), lalu Saksi-7 menawar dengan harga Rp53.000.000.00 (lima puluh tiga juta rupiah) dan Terdakwa menyetujuinya, selanjutnya Terdakwa menyerahkan mobil Suzuki Ertiga berikut STNK
Hal.8 dari 192 hal. Putusan Nomor 06-K/PM.III-12/AU/I/2021
namun tidak ada BPKBnya, lalu Saksi-7 mentransfer uang ke Terdakwa sejumlah Rp53.000.000,00 (lima puluh tiga juta rupiah) dan membawa mobil Suzuki Etiga warna abu-abu tersebut pulang ke rumah Saksi-7;
5. Bahwa pada bulan Juli 2017 Terdakwa menawarkan mobil Mitsubishi Colt T-120ss kepada Saksi-4 (Letkol Tek Slamet Riyanto, S.T.) yang diketahui oleh Saksi- 6 (Mayor Tek R.M. Suaidy Avief, S.T., M.T.), Serma Jaka, Kopda Sugeng, Kopda Arif dan Prada Angga (anggota GSE Sathar 32) dengan harga Rp75.000.000,00 (tujuh puluh lima juta rupiah), karena mobil Crasteam yang lama rusak maka kantor membutuhkan kendaraan dinas untuk Crasteam sehingga Saksi-4 menyetujuinya;
6. Bahwa setelah itu Terdakwa meminta uang muka sejumlah Rp35.000.000,00 (tiga puluh lima juta rupiah) dan sisanya akan dilunasi setelah BPKB diberikan kepada Saksi-4 namun saat itu Saksi-4 membayar Terdakwa sejumlah Rp25.000.000,00 (dua puluh lima juta rupiah) secara tunai, kemudian Terdakwa menyerahkan mobil Mitsubishi Colt T- 120ss beserta STNK dan surat bukti penarikan dari leasing tanpa dilengkapi dengan BPKB selanjutnya warna mobil Mitsubishi Colt T-120ss dari warna putih dirubah menjadi warna kuning bergaris hitam dan Nopol nya juga dirubah menjadi Noreg yang menggunakan Noreg mobil Crasteam yang sudah lama rusak;
7. Bahwa pada tahun 2017 Saksi-6 (Mayor Tek R.M.
Suaidy Avief, S.T., M.T.) pernah dua kali ditawari mobil oleh Terdakwa, namun Saksi-6 menolak
Hal.9 dari 192 hal. Putusan Nomor 06-K/PM.III-12/AU/I/2021
kemudian pada saat penawaran ketiga Terdakwa mengatakan jika mobil aman dan surat-suratnya lengkap sehingga Saksi-6 percaya, kemudian Saksi-6 menjual mobil milik Saksi-6 untuk membeli mobil Mobilio RS dari Terdakwa sejumlah Rp75.000.000,00 (tujuh puluh lima juta rupiah);
8. Bahwa satu bulan kemudian sekira pukul 19.00 WIB Terdakwa mengantar mobil Mobilio RS tahun 2017 ke rumah Saksi-6 dan saat itu Terdakwa juga menyerahkan STCK (surat tanda coba kendaraan), kunci mobil dua pasang dan buku servis, berselang satu bulan Terdakwa baru menyerahkan STNK dengan Nopol AB 1615 IJ setelah itu Saksi-6 request kepada Terdakwa dengan Nopol cantik yaitu AB 2003 AU, satu minggu kemudian Terdakwa mengambil STNK Nopol AB1615 IJ selanjutnya satu bulan kemudian Terdakwa mengantar STNK dengan Nopol AB 2003 AU sesuai dengan pesanan Saksi-6;
9. Bahwa sekira bulan September 2017 saat Saksi-19 (Sertu Andhika Pradana Putra) sedang istirahat di ruang Listmen Sathar 21, lalu datang Terdakwa menawarkan mobil kepada Saksi-19 dengan memperlihatkan foto mobil Honda BRV tahun 2017 warna abu-abu yang saat itu belum ada nopolnya melalui HP Terdakwa lalu Saksi-19 melihatnya dan tertarik, kemudian keesokan harinya saat Saksi-19 sedang kerja pemeliharaan pesawat kembali ditawari mobil Honda BRV tahun 2017 warna abu-abu oleh Terdakwa dengan harga murah dan akhirnya Saksi- 19 setuju untuk membeli mobil tersebut;
10. Bahwa pada bulan Nopember 2017 sekira pukul 17.30 WIB Terdakwa datang ke rumah Saksi-19 di
Hal.10 dari 192 hal. Putusan Nomor 06-K/PM.III-12/AU/I/2021
Perum Taman Anggrek Regency Blok F No. 2 Rt. 03 Rw. 016 Desa Saptorenggo Kec. Pakis Kab. Malang, kemudian Terdakwa menyerahkan mobil Honda BRV tahun 2017 warna abu-abu Nopol N 1845 AU beserta STNK kepada Saksi-19 namun tidak disertai BPKB, selanjutnya Saksi-19 menyerahkan uang cash kepada Terdakwa sejumlah Rp85.000.000,00 (delapan puluh lima juta rupiah);
11. Bahwa pada akhir bulan Desember 2017 sekira pukul 16.00 WIB di rumah Saksi-13 (Serka Kurniawan) di Komplek Amarta blok I No 71 Nomor baru Rt. 006 Rw. 012 Desa Saptorenggo Kec. Pakis Kab. Malang, Saksi-13 dengan didampingi istri Saksi-13 (Sdri.
Nugrahini Suci Wulan) melakukan pembelian mobil Daihatsu Xenia tahun 2016 warna putih Nopol P 1024 V nomor rangka MHKV5EA1JGK016251 dan nomor mesin 1NRF208904 dengan Terdakwa dan saat itu Saksi-13 membayar secara tunai kepada Terdakwa sejumlah Rp45.000.000,00 (empat puluh lima juta rupiah);
12. Bahwa pada saat Saksi-13 membeli mobil Daihatsu Xenia tersebut, saat itu hanya diberi STNK saja atas nama Sri Hartutik Jl. Gajahmada 121/123 Rt. 01 Rw.
31 Kel. Jember Kidul, Kec. Kaliwates Kab. Jember dan surat dari leasing;
13. Bahwa sebelumnya Terdakwa pernah menawarkan mobil kepada Saksi-22 (Pratu Muhamad Nuryantyo) mobil namun Saksi-22 tidak menanggapinya, kemudian sekira bulan Januari 2018, Terdakwa menawarkan mobil Honda Jazz kepada Saksi-22 sambil menunjukkan foto mobil tersebut melalui HP Terdakwa dengan harga Rp50.000.000,00 (lima
Hal.11 dari 192 hal. Putusan Nomor 06-K/PM.III-12/AU/I/2021
puluh juta rupiah), lalu Saksi-22 tertarik dan pada hari Jumat tanggal 19 Januari 2018 pukul 16.00 WIB setelah pulang kerja Saksi-22 dijemput oleh Terdakwa di Mess Harchus Wing Lanud Abd. Saleh menggunakan mobil Toyota Agya warna putih, selanjutnya pergi ke ATM BRI dekat Divif 2 Kostrad untuk transfer uang ke Terdakwa sejumlah Rp50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah);
14. Bahwa setelah transfer, Terdakwa bersama Saksi-22 menuju ke rumah Terdakwa di Perumdam belakang divisi 2 Kostrad dan sesampainya di rumah Terdakwa kemudian Terdakwa menyerahkan mobil Honda Jazz warna abu-abu metalik Nopol N 1747 F beserta kunci kontak dan STNK, selanjutnya Saksi-22 membawa mobil Honda Jazz tersebut ke rumah mertua Saksi- 22 di Gunung Kidul Yogyakarta;
15. Bahwa sekira bulan September 2017 Terdakwa menawarkan kepada Saksi-16 (Serka Deni Agus Alvianto) mobil Honda BRV seharga Rp80.000.000,00 (delapan puluh juta rupiah), namun Saksi-16 tidak menanggapinya, kemudian Terdakwa menawarkan lagi mobil Honda Jazz baru dengan harga Rp100.000.000,00 (seratus juta rupiah) dan Saksi-16 tertarik;
16. Bahwa sekira bulan Januari 2018 Saksi-16 menjual mobil Honda Jazz milik Saksi-16, kemudian Saksi-16 mentransfer uang kepada Terdakwa sejumlah Rp90.000.000,00 (sembilan puluh juta rupiah) lalu Terdakwa menjanjikan mobil akan keluar dalam waktu satu minggu, namun ternyata setelah satu minggu mobil belum keluar dan Terdakwa memberitahu jika warna mobil yang Saksi-16 pilih
Hal.12 dari 192 hal. Putusan Nomor 06-K/PM.III-12/AU/I/2021
masih harus inden selanjutnya Saksi-16 dijanjikan oleh Terdakwa jika mobil baru dapat keluar sekira bulan Maret 2018;
17. Bahwa awal bulan Maret 2018 Terdakwa memberitahu Saksi-16 jika mobil akan keluar dalam minggu ini dan pertengahan bulan Maret 2018 Saksi- 16 diminta supaya melunasi kekurangan pembayarannya, kemudian pada saat Saksi-16 berada di ruangan Aviolist Sathar 32 Depohar 30 Saksi-16 menyerahkan kekurangan pembayaran kepada Terdakwa sejumlah Rp10.000.000,00 (sepuluh juta rupiah) selanjutnya pada hari Jumat tanggal lupa bulan Maret 2018 Terdakwa meminta Saksi-16 untuk membawa mobil Galant warna silver milik Terdakwa, lalu pada hari Sabtu tanggal lupa bulan Maret 2018 sekira pukul 20.30 WIB Terdakwa menghubungi Saksi-16 memberitahu jika Terdakwa menunggu Saksi-16 di KFC Ahmad Yani Surabaya;
18. Bahwa setelah itu Saksi-16 dan istri Saksi-16 menuju ke KFC Ahmad Yani Surabaya, sesampainya di parkiran KFC Ahmad Yani Surabaya sekira pukul 21.00 WIB Saksi-16 bertemu dengan Terdakwa lalu Terdakwa menyerahkan mobil Honda Jazz warna abu-abu metalik tahun 2018 Nopol AB 1927 XY
Nosin L15Z51240297 Norangka
MHRGK5860JJ802147 dengan kunci doble, buku manual, buku servis dan surat tanda coba kendaraan selanjutnya Terdakwa mengatakan jika STNK akan diserahkan sekitar satu hingga dua bulan lagi lalu Saksi-16 pulang;
19. Bahwa sekira bulan Mei 2018 Terdakwa menyerahkan STNK mobil Honda Jazz tersebut di
Hal.13 dari 192 hal. Putusan Nomor 06-K/PM.III-12/AU/I/2021
parkiran Sathar 32 Depohar 30 dengan Nopol W 1532 VE atas nama Elly Novita Kusumawati ke Saksi-16, kemudian Saksi-16 mengganti Nopol AB 1927 XY menjadi Nopol W 1532 VE selanjutnya mobil Honda Jazz tersebut Saksi-16 pergunakan untuk keperluan pribadi dan keluarga;
20. Bahwa pada tahun 2018 saat Saksi-2 (Kolonel Tek lr Isdwiyanto, S.I.P., M.Si. Han) menjabat sebagai Dandepohar 30, Terdakwa dengan didampingi oleh Saksi-3 Kadisrendal Letkol Tek Yani Prasetyo, S.T., M.M. menghadap Saksi-2 dengan maksud menjual mobil Toyota Inova warna silver Nopol N 1857 W karena Terdakwa sudah terlanjur mengeluarkan uang untuk memperbaiki dan membayar biaya keluar dari leasing;
21. Bahwa setelah itu Saksi-2 merasa kasihan terhadap anak buah sehingga Saksi-2 bersedia membeli mobil Toyota Inova tersebut dengan syarat mobil Toyota Inova tersebut harus benar bukan mobil curian dan tidak bermasalah dan pada saat menyerahkan sudah dalam kondisi bagus dan diganti warnanya menjadi warna biru karena mobil Toyota Inova tersebut akan Saksi-2 gunakan untuk operasional PIA Ardhya Garini Depohar 30;
22. Bahwa setelah itu Terdakwa bersama Saksi-3 menyakinkan Saksi-2 dan bersedia dengan persyaratan yang Saksi-2 ajukan, kemudian Terdakwa membawa mobil Toyota Inova tersebut ke kantor Markas Depohar 30 untuk diperlihatkan kepada Saksi-2;
23. Bahwa dikarenakan mobil Toyota Inova tersebut dipergunakan untuk operasional PIA Ardhya Garini
Hal.14 dari 192 hal. Putusan Nomor 06-K/PM.III-12/AU/I/2021
Depohar 30 maka pembayarannya menggunakan uang taktis Komandan yang dibayar oleh Pekas Depohar 30 sejumlah Rp55.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) selanjutnya mobil Toyota Inova tersebut diambil oleh orang angkutan;
24. Bahwa pada awal bulan Juni 2018 Terdakwa melalui Whatsapp menawarkan mobil kepada Saksi-9 (Lettu Tek Agung Niki), kemudian Saksi-9 tertarik dan sedang membutuhkan mobil, sehingga Saksi-9 menyetujui kemudian masih pada bulan Juni 2018 pukul 20.00 WIB Saksi-9 pergi ke ATM Pom Bensin di pertigaan Mustang Lanud Abd. Saleh untuk mentransfer ke rekening Bank BRI atas nama Terdakwa sejumlah Rp55.000.000,00 (lima puluh lima juta rupiah);
25. Bahwa kemudian pada hari Minggu tanggai 10 Juni 2018 sekira pukul 10.00 WIB Terdakwa mengantarkan mobil honda mobilio tahun pembuatan 2018 warna abu-abu methalik Nopol AB (angka dan huruf belakang Saksi-9 lupa) bukan honda BRV sesuai pesanan Saksi-9 ke rumah Saksi-9 di Komplek TNI AU Amarta Blok I No. 42 Lanud Abd.
Saleh Desa Saptorenggo Kec. Pakis Kab. Malang dengan alasan yang di acc oleh leasing adalah mobil Honda Mobilio tersebut kemudian Terdakwa menyerahkan mobil Honda Mobilio tersebut beserta Buku Panduan Manual dan Kunci Mobil lalu Saksi-9 bertanya apakah mobil dengan Nopol tersebut bisa dirubah ke Nopol Malang dan Terdakwa menyanggupi dan memberikan Nopol N 1941 GK;
26. Bahwa dua minggu kemudian Terdakwa menyerahkan STNK dengan Nopol N 1941 GK atas
Hal.15 dari 192 hal. Putusan Nomor 06-K/PM.III-12/AU/I/2021
nama Mohammad Hariono alamat Jl. Supriadi Ngaglik No. 53 Desa Sukun Kec. Sukun Malang kepada Saksi-9, selanjutnya Saksi-9 mengecek Nomor rangka dan Nomer mesin yang ada di STNK sesuai dengan yang ada di mobil tersebut;
27. Bahwa setelah 3 (tiga) bulan kemudian sekira bulan September 2018 karena mobil yang Saksi-9 pakai terbilang masih baru dan Saksi-9 merasa cocok menggunakan mobil tersebut lalu Terdakwa meminta uang tambahan lagi kepada Saksi-9 sejumlah Rp20.000.000,00 (dua puluh juta rupiah) selanjutnya Saksi-9 menyanggupinya dan mentransfer kepada Terdakwa sejumlah Rp20.000.000,00 (dua puluh juta rupiah);
28. Bahwa sekira bulan September 2018 Saksi-23 (Pratu Rudi Agus Prasetyo) ditawari oleh Terdakwa mobil Toyota Calya dengan harga Rp38.000.000,00 (tiga puluh delapan juta rupiah) kemudian Terdakwa mengatakan jika mobil tersebut hanya dilengkapi dengan STNK dan saat itu Terdakwa menunjukkan mobil yang ditawarkan melalui HP namun Saksi-23 tidak berminat karena belum memberitahukan kepada istri Saksi-23 dan meminta waktu berpikir;
29. Bahwa sekira bulan Oktober 2018 pada saat apel gabungan di Depohar 30 Saksi-23 menemui Terdakwa untuk membeli mobil tersebut, kemudian Saksi-23 mentransfer uang sejumlah Rp38.000.000,00 (tiga puluh delapan juta rupiah) ke Terdakwa;
30. Bahwa keesokan harinya sekira pukul 08.00 WIB Terdakwa menelpon Saksi-23 agar Saksi-23 datang ke rumah Terdakwa di Perumdam Kel. Candirenggo,
Hal.16 dari 192 hal. Putusan Nomor 06-K/PM.III-12/AU/I/2021
Kec. Singosari, Kab. Malang untuk mengambil mobilnya, kemudian Saksi-23 bersama istri Saksi-23 berangkat ke rumah Terdakwa, sesampainya di rumah Terdakwa lalu Terdakwa menyerahkan mobil Toyota Calya tahun 2017 warna silver metalik Nopol B 1606 COO dan STNK a.n. Lia Afianita tanpa dilengkapi BPKB, selanjutnya tanpa memeriksa nomer mesin maupun nomer rangka Saksi-23 langsung membawa mobil Toyota Calya tersebut pulang kerumah;
31. Bahwa pada bulan Desember 2018 ketika acara apel gabungan di Depohar 30 di lapangan apel Markas Depohar 30 Terdakwa bertemu dengan Saksi-12 (Serka Arief Setyahadi) latu saling ngobrol serta membahas masalah jual beli mobil, kemudian masih pada bulan Desember 2018 Terdakwa mengirimkan gambar mobil Suzuki Ertiga tahun 2016 warna putih Nopol B 2088 SKU kepada Saksi-12 kemudian Saksi- 12 menyetujui untuk membelinya;
32. Bahwa pada pertengahan bulan Desember 2018 Saksi-12 memberikan uang kepada Terdakwa sejumlah Rp45.000.000,00 (empat puluh lima juta rupiah) kemudian berselang dua minggu sekira pukul 23.30 WIB Terdakwa menyerahkan mobil Suzuki Ertiga tersebut kepada Saksi-12 di depan gudang Alfamart Singosari, dua hari kemudian Terdakwa baru menyerahkan STNKnya;
33. Bahwa pada bulan Januari 2019 Terdakwa bertemu dengan Saksi-10 (Letda Tek Tulus Tiyawan) di Sathar 32 Depohar 30 kemudian Terdakwa menawarkan kepada Saksi-10 mobil Suzuki Ertiga warna putih metalik tahun 2013 dengan harga
Hal.17 dari 192 hal. Putusan Nomor 06-K/PM.III-12/AU/I/2021
Rp40.000.000,00 (empat puluh juta rupiah), tetapi Saksi-10 masih pikir-pikir, beberapa hari kemudian karena Saksi-10 membutuhkan mobil untuk keperluan pribadi selanjutnya Saksi-10 menghubungi Terdakwa melalui HP dan setuju untuk membeli mobil tersebut;
34. Bahwa pada hari Sabtu tanggal lupa masih bulan Januari 2019 sekira pukul 10.00 WIB Terdakwa datang ke rumah Saksi-10 di Perum Singhasari Residence Blok A8 No.4 Desa Purwoasri Kec.
Singosari, Kab. Malang untuk mengambil uang pembayaran mobil Suzuki Ertiga tersebut sejumlah Rp20.000.000,00 (dua puluh juta rupiah);
35. Bahwa keesokan harinya pada hari Minggu tanggal lupa masih bulan Januari 2020 sekira pukul 10.30 WIB Saksi-10 bersama istri Saksi-10 (Sdri. Diah Setyowati) datang ke rumah Terdakwa untuk menyerahkan kekurangan pembayaran mobil Suzuki Ertiga tersebut sejumlah Rp20.000.000,00 (dua puluh juta rupiah) kemudian Terdakwa menyerahkan mobil Suzuki Ertiga tersebut kepada Saksi-10 selanjutnya Saksi-10 langsung mengecek kondisi fisik kendaraan sesuai dengan STNK yang ada termasuk mengecek Nomor rangka dan Nomor mesin, setelah cocok lalu Saksi-10 membawa mobil Suzuki Ertiga tersebut pulang ke rumah;
36. Bahwa pada bulan April 2019 Terdakwa mengirimkan gambar Mobil Honda Mobilio warna merah maron Nopol L1185 BY melalui HP kepada Saksi-15 (Serka Sumaryono), karena Saksi-15 suka dengan mobil tersebut kemudian Saksi-15 datang ke rumah Terdakwa di Perumdam Desa Candirenggo Kec.
Hal.18 dari 192 hal. Putusan Nomor 06-K/PM.III-12/AU/I/2021
Singosari Kab. Malang untuk mengambil mobil Honda Mobilo tersebut dan saat itu Saksi-15 membayar secara cash kepada Terdakwa sejumlah Rp51.000.000,00 (lima puluh satu juta rupiah), selanjutnya Terdakwa menyerahkan mobil Honda Mobilio tersebut kepada Saksi-15 lalu Saksi-15 membawa mobil Honda mobilio tersebut pulang;
37. Bahwa pada bulan Januari 2019, Terdakwa menawarkan mobil kepada Saksi-20 (Praka Mukhamad Saikhu) secara berulang-ulang dan jenis mobil yang ditawarkan juga bervarariatif, awalnya Saksi-20 tidak berminat namun karena Terdakwa terus menawarkan mobil kepada Saksi-20 dengan memperlihatkan foto mobil melalui HP secara langsung, selanjutnya Saksi-20 memberitahukan kepada istri Saksi-20 jika Terdakwa telah menawarkan mobil kepada Saksi-20;
38. Bahwa pada bulan April 2019 Terdakwa menawarkan mobil Daihatsu Ayla warna putih Nopol B 707 RMR
Nosin 1KRA294537 Norangka
MHKS4DA3JGJ050653 kepada Saksi-20 dan disetujui oleh istri Saksi-20, kemudian sekira pukul 19.00 WIB Terdakwa mengantar dan menyerahkan mobil Daihatsu Ayla tersebut beserta STNKnya ke rumah Saksi-20 selanjutnya Saksi-20 membayar Terdakwa secara tunai sejumlah Rp33.000.000,00 (tiga puluh tiga juta rupiah);
39. Bahwa sekira bulan April 2019 saat Saksi-5 (Letkol Tek Machfud Djunaidi, S.T., M.Han) menjabat sebagai Dansathar 32 Depohar 30 diskusi dengan anggota Sathar 32 tentang keadaan mobil dinas yang rusak, kemudian saat Saksi-5 diskusi lagi dengan
Hal.19 dari 192 hal. Putusan Nomor 06-K/PM.III-12/AU/I/2021
Kasihar Kapten Tek Wahyudha dan Ka Unit Hawk Lettu Tek Joko masih tentang keadaan mobil dinas yang rusak, lalu Terdakwa datang menghadap kepada Saksi-5 menawarkan mobil untuk operasional selanjutnya Kapten Wahyudha dan Lettu Tek Joko menyarankan kalau bisa mobil yang isi muatannya banyak dan disarankan mobil APV;
40. Bahwa satu minggu kemudian masih di bulan April 2019 Terdakwa menghadap Saksi-5 meminta uang DP, Ialu Saksi-5 meminta uang dari kantor kepada Lettu Joko sejumlah Rp33.000.000,00 (tiga puluh tiga juta rupiah) kemudian uang tersebut Saksi-5 serahkan kepada Terdakwa di ruangan Saksi-5 dengan disaksikan oleh Lettu Tek Joko dan Kopda Sugeng S;
41. Bahwa sekira bulan Mei 2019 sekira pukul 11.00 WIB Terdakwa membawa dan menyerahkan mobil Suzki APV warna silver Nopol P 1927 S di depan toko Sathar 32, kemudian Saksi-5 menyuruh Pelda Jaka Sugianto, Kopda Sugeng dan Kopda Arief untuk mengecek fisik mobil Suzuki Apv tersebut, setelah dicek sudah sesuai dengan STNK dan surat keterangan dari finance selanjutnya mobil Suzuki APV tersebut dipergunakan untuk keperluan dinas Sathar 32 Depohar 30;
42. Bahwa selain mobil Suzuki APV tersebut, Saksi-5 juga membeli mobil Pajero warna putih mutiara tahun 2013 dari Terdakwa sekira bulan Agustus 2019 saat itu Saksi-5 mentransfer uang kepada Terdakwa sejumlah Rp115.000.000,00 (seratus lima belas juta rupiah) kemudian sekira bulan September 2019 sekira pukul 14.00 WIB Terdakwa menghubungi
Hal.20 dari 192 hal. Putusan Nomor 06-K/PM.III-12/AU/I/2021
Saksi-5 memberitahukan jika akan mengantar mobil Pajero tersebut dijawab oleh Saksi-5 jika Saksi-5 masih berada di kantor dan lembur, Ialu sekira pukul 17.00 WIB saat Saksi-5 pulang dari kantor ternyata Terdakwa sudah mengantar mobil Pajero tersebut ke rumah Saksi-5;
43. Bahwa setelah itu Saksi-5 bersama Kopda Sugeng, Prada Rahmadan dan Terdakwa mengecek mobil Pajero tersebut disesuaikan dengan STNK dan surat keterangan dari leasing kemudian mobil Pajero tersebut diterima oleh Saksi-5 selanjutnya Saksi-5 mengantar Terdakwa pulang;
44. Bahwa pada bulan Mei 2019 Terdakwa menawarkan mobil Suzuki Ertiga tahun 2016 warna Abu abu Metalik Nopol N 2069 BZW kepada Saksi-17 (Sertu Teguh Arif Yanto) dengan harga Rp45.000.000,00 (empat puluh lima juta rupiah), kemudian Saksi-17 datang ke rumah Terdakwa di Perumdam TA. 135 Rt.
004 Rw. 013 Kel. Candirenggo Kec. Singosari Kab.
Malang untuk melihat kondisi mobil Suzuki Ertiga tersebut dan Saksi-17 menyetujuinya;
45. Bahwa setelah itu Terdakwa menyerahkan mobil Suzuki Ertiga tersebut beserta STNK kepada Saksi- 17, kemudian Saksi-17 membawa pulang mobil Suzuki Ertiga tersebut namun dalam perjalanan pulang Saksi-17 mentransfer Terdakwa sejumlah Rp45.000.000,00 (empat puluh lima juta rupiah);
46. Bahwa sekira bulan Mei 2019 Terdakwa menawarkan mobil Honda Mobilio warna abu-abu metalik tahun 2016 Nopol P 1735 VW melalui Whatsapp kepada Saksi-11 (Serka Zainul Arifin) dengan harga Rp50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) kemudian
Hal.21 dari 192 hal. Putusan Nomor 06-K/PM.III-12/AU/I/2021
Saksi-11 menawar sehingga terjadi kesepakatan harga sejumlah Rp45.000.000,00 (empat puluh lima juta rupiah);
47. Bahwa pada tanggal 03 Juni 2019 sekira pukul 07.00 WIB Saksi-11 menyerahkan uang untuk kepada Terdakwa sejumlah Rp45.000.000,00 (empat puluh lima juta rupiah) secara cash di rumah Saksi-11 di Dusun Kebonagung Rt. 06 Rw. 01 Ds. Tamanharjo Kec. Singosari Kab. Malang kemudian Terdakwa memberikan jaminan mobil Toyota Calya warna putih;
48. Bahwa pada tanggal 04 Juni 2019 Terdakwa menyerahkan mobil Honda Mobilio tersebut kepada Saksi-11 tanpa ada STNK atau surat-surat resmi kendaraan lainnya dan Saksi-11 juga menyerahkan mobil Toyota Calya tersebut kepada Terdakwa di Tamandayu Pandaan kemudian mobil Honda Mobilio tersebut dibawa oleh Saksi-11 pulang ke Bangil Pasuruan;
49. Bahwa sekira tanggal 20 Juni 2019 Saksi-8 (Lettu Tek M. Rizki Satria H) tertarik dengan status penjualan mobil dari WA Terdakwa, kemudian Saksi- 8 menghubungi Terdakwa via WA serta menanyakan apakah mobil-mobil tersebut dijual, Ialu Terdakwa menjawab silahkan datang saja ke rumah pak jika mau melihat-lihat mobilnya, latu Saksi-8 datang ke rumah Terdakwa di Perumdam Candirenggo Kec Singosari Kab Malang, setelah Saksi-8 sampai di rumah Terdakwa kemudian Terdakwa menawari Saksi-8 mobil Suzuki Ertiga tahun 2017 warna Hitam Nopol AG 1573 AW, Nosin K14BT1269740, No rangka MHYKZE81SHJ329077 dengan harga
Hal.22 dari 192 hal. Putusan Nomor 06-K/PM.III-12/AU/I/2021
Rp55.000.000,00 (lima puluh lima juta rupiah), selanjutnya Saksi-8 mengecek kondisi fisik mobil dan menanyakan kelengkapan surat-surat kendaraan dan saat itu mobil hanya dilengkapi STNK saja untuk nomor mesin dan nomor rangka sesuai dengan STNK, karena Saksi-8 membutuhkan mobil dan cocok dengan mobil Suzuki Ertiga tersebut maka sekira pukul 19.00 WIB Saksi-8 mentranfer ke rekening Bank BRI atas nama Terdakwa melalui M- Banking setelah itu sekira pukul 21.00 WIB Terdakwa mengantar mobil Suzuki Ertiga tersebut ke rumah Saksi-8 di Komplek Amarta Blok I No 64 Lanud Abd.
Saleh Kec. Pakis Kab. Malang;
50. Bahwa sekira awal bulan Agustus 2019 pukul 07.30 WIB setelah melaksanakan apel gabungan di Depohar 30 tepatnya diparkiran Depohar 30 Saksi-21 (Pratu Ponco Bintan Saputra) menghampiri Terdakwa untuk menanyakan apakah ada mobil yan dijual dengan harga sekitar Rp50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) dijawab oleh Terdakwa akan dicarikan;
51. Bahwa pada tanggal 3 Agustus 2019 sekira pukul 10.00 WIB Terdakwa menemui Saksi-21 di Mess Harchus Wing Lanud Abd Saleh Malang dengan membawa mobil Honda Brio Satya warna abu-abu metalik Nopol E 1258 LA dan STNK atas nama Rakini kemudian Saksi-3 dan Terdakwa membawa mobil Honda Brio Satya tersebut menuju ATM BRI yang berada di Koperasi Yonko 464 Paskhas Lanud Abd Saleh untuk mentransfer uang sejumlah Rp.
48.000.000.- (Empat puluh delapan juta rupiah) ke Terdakwa, selanjutnya Terdakwa minta diantar ke Indomart Dengkol Singosari dan sesampainya di
Hal.23 dari 192 hal. Putusan Nomor 06-K/PM.III-12/AU/I/2021
Indomart Dengkol Singosari Terdakwa turun kemudian Saksi-21 kembali ke Mess Harchus;
52. Bahwa sekira bulan Februari 2019 saat korve pembuatan Musium di Sathar 31, Terdakwa bercerita jika sering jual beli kendaran, kemudian pada bulan Nopember 2019 Saksi-18 (Sertu Giyono) bermaksud membeli mobil untuk keperluan keluarga, lalu Saksi- 18 menghubungi Terdakwa untuk mencarikan mobil Toyota Calya dan Terdakwa mengatakan akan dicarikan selanjutnya Terdakwa meminta uang kepada Saksi-18 sejumlah Rp38.500.000,00 (tiga puluh delapan juta lima ratus ribu rupiah);
53. Bahwa sekira bulan Februari 2020 Terdakwa memberitahu Saksi-18 jika mobil sudah ada namun bukan mobil Toyota Calya melainkan mobil Daihatsu Sigra warna abu-abu Nopol W 1671 PN kemudian Terdakwa mengantar mobil Daihatsu Sigra tersebut ke rumah Saksi-18 selanjutnya Terdakwa menyerahkan mobil Daihatsu Sigra tersebut kepada Saksi-18 tanpa dilengkapi dengan STNK maupun BPKB dan sampai saat ini Terdakwa tidak pernah menyerahkan STNKnya kepada Saksi-18;
54. Bahwa Terdakwa sering menawarkan mobil kepada Saksi-14 (Serka M. Atiq Nurdiyansyah), kemudian pada bulan Maret 2020 Saksi-14 menghubungi Terdakwa menanyakan apakah ada mobil yang dijual lalu Terdakwa mengirim melalui WA foto mobil Suzuki Ertiga tahun 2014 warna Abu abu Nopol N 1738 S, setelah itu Saksi-14 menyetujuinya selanjutnya Saksi-14 mentransfer Terdakwa melalui SMS Banking sejumlah Rp35.000.000,00 (tiga puluh lima juta rupiah);
Hal.24 dari 192 hal. Putusan Nomor 06-K/PM.III-12/AU/I/2021
55. Bahwa pada pertengahan bulan Maret 2020 Saksi-14 datang ke rumah Terdakwa di Perumdam TA 135 Ds.
Candirenggo Kec. Singosari Kab. Malang kemudian Terdakwa menyerahkan mobil Suzuki Ertiga tersebut kepada Saksi-14 tanpa dilengkapi dengan surat-surat baik STNK maupun BPKB selanjutnya mobil Suzuki Ertiga tersebut dibawa pulang oleh Saksi-14;
56. Bahwa Terdakwa mendapatkan mobil-mobil tersebut antara lain :
a. Suzuki Ertiga GX tahun 2018 Nopol W1813YR Terdakwa membeli dari anggota Reserse Polri yang Terdakwa lupa namanya tahun 2018 di Malang dengan harga sejumlah Rp48.000.000,00 (empat puluh delapan juta rupiah);
b. Suzuki Carry Pick Up dari Sdr. Herman tahun 2018 Terdakwa membelï di Malang seharga Rp25.000.000,00 (dua puluh lima juta rupiah);
c. Honda Mobilio RS tahun 2017 Nopol AB 1615 IJ Terdakwa membeli dari Sdr. Imam di Yogyakarta tahun 2017;
d. Honda BRV tahun 2017 warna abu-abu Nopol N 1845 AU Terdakwa membeli dari Sdr. Imam di Yogyakarta bulan November 2017;
e. Daihatzu Xenia tahun 2016 warna putih Nopol P 1024 V Terdakwa membeli dari Sdr. Totok bulan Desember 2017 di Probolinggo seharga RP40.000.000,00 (empat puluh juta rupiah);
f. Honda Jazz warna abu-abu metalik Nopol N 1747 F Terdakwa membeli dari Sdr. Ainun di Blitar tahun 2018 seharga Rp45.000.000,00 (empat puluh lima juta rupiah);
Hal.25 dari 192 hal. Putusan Nomor 06-K/PM.III-12/AU/I/2021
g. Honda Jazz Nopol W 1532 VE Terdakwa membeli dari Sdr. Imam di Yogyakarta;
h. Honda Mobilio warna abu-abu tahun 2018 Nopol N 1941 GK Terdakwa membeli dari Sdr. Imam di Yogyakarta;
i. Suzuki Ertiga tahun 2016 warna putih Nopol B 2088 SKU Terdakwa membeli dari Sdr. Tigor di Solo seharga Rp41.000.000,00 (empat puluh satu juta rupiah);
j. Suzuki Ertiga tahun 2013 warna putih metalik Nopol lupa Terdakwa membeli melalui facebook tahun 2018 Sdr. Sutar di Pandaan Jawa Timur seharga Rp.36.000.000,- (tiga puluh enam juta rupiah);
k. Honda Mobilio tahun 2015 warna merah Maron Nopol L 1185 BY Terdakwa membeli dari dari Kopda Bara anggoya Yonif 512 seharga Rp47.500.000,00 (empat puluh tujuh juta lima ratus ribu rupiah);
l. Daihatzu Alya warna putih Nopol B 707 RMR Terdakwa membeli dari Pratu Akbar di Surabaya seharga Rp27.000.000,00 (dua puluh tujuh juta rupiah);
m. Suzuki APV tahun 2015 warna silver Nopol P 1927 S Terdakwa membeli di Jember seharga Rp33.000.000,00 (tiga puluh tiga juta rupiah);
n. Suzuki Ertiga tahun 2016 warna abu-abu metalik Nopol N 2069 BZW Terdakwa membeli dari Sdr.
Sutar di Sidoarjo seharga Rp45.000.000,00 (empat puluh lima juta rupiah);
o. Honda Mobilio tahun 2016 warna abu-abu
Hal.26 dari 192 hal. Putusan Nomor 06-K/PM.III-12/AU/I/2021
metalik Nopol P 1735 VW Terdakwa membeli dari Sdr. Haji Patoni di Probolinggo seharga Rp40.000.000,00 (empat puluh juta rupiah);
p. Suzuki Ertiga tahun 2017 warna hitam Nopol AG 1573 AW Terdakwa membeli dari Sdr. Edi di Kediri seharga Rp50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah);
q. Honda Brio Satya tahun 2017 warna abu-abu metalik Nopol E 1258 LA Terdakwa membeli dari Sdr. Han di Cirebon seharga Rp44.000.000,00 (empat puluh empat juta rupiah);
r. Daihatsu Sigra tahun 2019 warna abu-abu Nopol W 1671 PN Terdakwa mendapat gadai mobil bulan Februari 2020 sejumlah Rp32.000.000,00 (tiga puluh dua juta rupiah);
s. Suzuki Ertiga tahun 2014 warna abu-abu Nopol N 1738 S Terdakwa mendapatkan mobil tersebut tahun 2020 melalui grup WA jual beli mobil STNK dari Sdr. Andi di Nganjuk seharga Rp30.000.000,00 (tiga puluh juta rupiah);
t. Toyota Calya tahun 2017 Nopol B 1606 COO warna Silver Terdakwa membeli dari Sdr. Andika di Surabaya tahun 2018; dan
u. Toyota Inova warna Silver Nopol N 1857 W Terdakwa membeli dari melalui grup WA jual beli mobil STNK.
57. Bahwa Saksi-1 (Serka Agus Dwi Prasetyo) mendapat surat perintah dari Dansatpomau Lanud Abd. Saleh Nomor Sprint/02M2020 tanggal 06 Mei 2020 tentang melakukan penggeledahan, penyitaan, penangkapan terhadap orang yang diduga melakukan tindak
Hal.27 dari 192 hal. Putusan Nomor 06-K/PM.III-12/AU/I/2021
pidana yang ada hubungannya dengan Terdakwa tentang jual beli mobil dan Saksi-1 juga diberi surat oteh Dansatpomau yang mana surat tersebut dari Puspomau Nomor R/85A//2020 tanggal 08 Mei 2020 tentang perkara Terdakwa yang terlibat perkara senjata api dan jual beli mobil tanpa dilengkapi dengan surat-surat resmi kendaraan;
58. Bahwa setelah rtu Saksi-1 koordinasi dengan Kasubsi Lidkrim dan team Lidkrim Satpomau untuk melakukan penyekatan siapa saja anggota Lanud Abd. Saleh maupun insub anggota TNI AU yang terlibat dalam jual beli mobil dari Terdakwa guna mengamankan barang bukti; dan
59. Bahwa setelah mendapatkan data tersebut, Saksi-1 bersama tim Lidkrim mencari mengambil dan mengamankan mobil-mobil yang berkaitan dengan perkara Terdakwa, seianjutnya Saksi-1 membawa mobil-mobil tersebut ke kantor Satpomau untuk digunakan sebagai barang bukti dan proses penyidikan lebih lanjut.
Bahwa perbuatan Terdakwa tersebut telah memenuhi unsur-unsur tindak pidana sebagaimana dirumuskan dan diancam dengan pidana yang tercantum dalam pasal 480 ke-1 KUHP
Menimbang : Bahwa atas dakwaan tersebut Terdakwa menerangkan bahwa ia benar-benar mengerti atas Surat Dakwaan yang didakwakan kepadanya.
Menimbang : Bahwa atas dakwaan tersebut Terdakwa membenarkan semua dakwaan yang didakwakan kepadanya sehingga Terdakwa dalam perkara ini tidak mengajukan Eksepsi/keberatan.
Hal.28 dari 192 hal. Putusan Nomor 06-K/PM.III-12/AU/I/2021
Menimbang : Bahwa dalam perkara ini Terdakwa tidak ingin didampingi oleh Penasihat Hukum melainkan akan dihadapi sendiri perkaranya ini.
Menimbang : Bahwa para saksi yang dihadapkan di persidangan menerangkan di bawah sumpah sebagai berikut:
Saksi-1 :
Nama Lengkap : Agus Dwi Prasetyo.
Pangkat / NRP : Serka/535263.
Jabatan : Ba Pamfik Paspom Satpom.
Kesatuan : Lanud Abd. Saleh.
Tempat, tgl lahir : Pacitan, 16 Agustus 1986.
Kewarganegaraan : Indonesia.
Jenis Kelamin : Laki-laki.
A g a m a : Islam.
Tempat tinggal : Jl. Masjid Barat Rt. 003 Rw. 005 Kel. Candirenggo Kec. Singosari Kab. Malang.
Pada pokoknya menerangkan sebagai berikut:
1. Bahwa Saksi kenal dengan Terdakwa sekira tahun 2018 di kantor Pomau dalam hubungan sebagai atasan dengan bawahan, namun tidak ada hubungan keluarga;
2. Bahwa Saksi mendapat surat perintah dari Dansatpomau Lanud Abd. Saleh Nomor Sprint/02A//2020 tanggal 06 Mei 2020 tentang melakukan penggeledahan, penyitaan, penangkapan terhadap orang yang diduga melakukan tindak pidana yang ada hubungannya dengan Terdakwa tentang jual beli mobil dan Saksi juga diberi surat oleh Dansatpomau yang mana surat tersebut dari Puspomau Nomor R/85/V/2020 tanggal 08 Mei 2020 tentang perkara Terdakwa yang terlibat perkara
Hal.29 dari 192 hal. Putusan Nomor 06-K/PM.III-12/AU/I/2021
senjata api dan jual beli mobil tanpa dilengkapi dengan surat-surat resmi kendaraan;
3. Bahwa setelah itu Saksi koordinasi dengan Kasubsi Lidkrim dan team Lidkrim Satpomau untuk melakukan penyekatan siapa saja anggota Lanud Abd. Saleh maupun insub anggota TNI AU yang terlibat dalam jual beli mobil dari Terdakwa guna mengamankan barang bukti;
4. Bahwa anggota TNI AU yang terlibat jual beli mobil dengan Terdakwa yaitu:
a. Letda Tek Tulus Tiyawan membeli mobil Suzuki Ertiga warna putih mutiara Nopol F 1797 KX dilengkapi dengan STNK;
b. Serka Mohammad Atiq Nurdiyansyah membeli mobil Suzuki Ertiga warna abu-abu metalik Nopol N 1738 S tanpa dilengkapi dengan surat-surat kendaraan;
c. Sertu Giyono membeli mobil Daihatsu Sigra;
d. Serka Kurniawan membeli mobil Daihatsu Xenia warna putih Nopot P 1024 V;
e. Sertu Teguh Arif Yanto membeli mobil Suzuki Ertiga warna abu-abu metalik Nopol B 2069 ZW dilengkapi dengan STNK;
f. Serka Arif Setyahadi membeli mobil Suzuki Ertiga warna putih Nopol B 2088 SKU;
g. Letkol Tek Yani Prasetyo, S.T., M.M. membeli mobil Toyota Inova Nopol N 1857 W warna Silver metalik dilengkapi dengan STNK namun dicat ulang menjadi warna biru tua digunakan untuk operasional PIA Ardhya Garini Depohar 30 Nopol dirubah menjadi Noreg 3113-04;
h. Letkol Mahfud membeli mobil Suzuki AVP warna silver Nopol P 1927 S dan membeli mobil
Hal.30 dari 192 hal. Putusan Nomor 06-K/PM.III-12/AU/I/2021
Mitsubishi Pajero warna putih Nopol AG 1748 KM;
i. Kapten Tek Tatak membeli mobil Suzuki Ertiga warna abu-abu Nopol W 1813 YR;
j. Pratu Ponco membeli mobil Honda Brio warna abu-abu Nopol E 1258 LA;
k. Mayor Tek Slamet membeli mobil Suzuki Carry T 120 ss pick up Noreg palsu 3132-04;
l. Serka Sumaryono membeli mobil Honda Mobilio warna merah maron Nopol L 1185 BY;
m. Pratu Rudi membeli mobil Toyota Calya warna silver Nopol B 1606 COO;
n. Lettu Rizky membeli mobil Suzuki Ertiga warna hitam Nopol AG 1573 AW;
o. Lettu Tek Agung Niki membeli mobil Honda Mobilio warna abu-abu Nopol N 1941 GK;
p. Pratu Nuryanto membeli mobil Honda Jazz warna abu-abu metalik Nopol N 1747 F;
q. Sertu Andika Pradana membeli mobil dan mobil tersebut telah dihilangkan;
r. Pratu Mukhamad Saikhu membeli mobil Daihatsu Ayla warna putih Nopol B 707 RMR;
s. Serka Déni membeli mobil Honda Jazz warna abu-abu metalik Nopol W 1532 VE;
t. Mayor Tek Suaidy membeli mobil Honda Mobilio warna abu-abu metalik Nopol AB 1615 IJ;
u. Kapten Tek Dodik membeli mobil Mitsubishi Lancer warna abu-abu metalik Nopol W 460 PJ;
dan
v. Serka Zainul Arifin membeli mobil Honda Mobilio warna abu-abu metalik Nopol P 1735 VW.
5. Bahwa setelah mendapatkan data tersebut, Saksi bersama tim Lidkrim mencari informasi tentang keberadaan mobil-mobil tersebut, kemudian Saksi
Hal.31 dari 192 hal. Putusan Nomor 06-K/PM.III-12/AU/I/2021
mengamankan mobil-mobil tersebut di kantor Satpomau untuk digunakan sebagai barang bukti dan proses penyidikan lebih lanjut.
6. Bahwa secara keseluruhan ada 22 orang anggota Lanud Abd. Saleh yang membeli mobil dari Terdakwa dengan jumlah kendaraan sebanyak 23 unit;
7. Bahwa Saksi pernah mengecek beberapa STNK kendaraan tersebut dan hanya mobil Innova yang digunakan PIA dan mobil Pick Up yang sesuai dan yang lainnya sudah tidak sesuai;
8. Bahwa Saksi mengetahui mobil yang dijual Terdakwa kepada anggota Lanud tidak sesuai standar jauh dari harga pasaran;
9. Bahwa Saksi mengetahui mobil-mobil yang dijual oleh Terdakwa yang tidak dilengkapi dengan surat- surat tersebut patut diduga diperoleh dari kejahatan atau mobil yang bermasalah;
Atas keterangan Saksi-1 tersebut, Terdakwa membenarkan seluruhnya.
Saksi-2:
Nama Lengkap : Thatak Tjahjadi Budihartanto.
Pangkat / NRP : Kapten Tek/ 513692.
Jabatan : Kasubsi Lamja Sathar 31.
Kesatuan : Depohar 30.
Tempat, tgl lahir : Kupang, 10 September 1969 Kewarganegaraan : Indonesia.
Jenis Kelamin : Laki-laki.
A g a m a : Islam.
Tempat tinggal : Jl. Wendit Timur No. 9 Rt. 08 Rw.
06 Ds. Mangliawan Kec. Pakis Kab. Malang.
Pada pokoknya menerangkan sebagai berikut:
Hal.32 dari 192 hal. Putusan Nomor 06-K/PM.III-12/AU/I/2021
1. Bahwa Saksi kenal dengan Terdakwa Tahun 2016 di Sathar 32 Depohar 30 Malang dalam hubungan sebagai atasan dan bawahan dan tidak ada hubungan keluarga
2. Bahwa pada bulan Maret 2017 Saksi ditawari mobil Suzuki Ertiga oleh Terdakwa namun pada saat itu Saksi belum membutuhkan dan masih pikir-pikir dahulu;
3. Bahwa kemudian pada bulan April 2017 saat di kantor Sathar 32 Depohar 30 pada saat korve Saksi menanyakan kepada Terdakwa apakah ada mobil yang dijual kemudian Terdakwa menjawab ada yaitu mobil Suzuki Ertiga;
4. Bahwa kemudian pada malam harinya Saksi datang ke rumah Terdakwa di Perumdam TA. 135 Rt. 004 Rw. 013 Kel. Candirenggo kec. Singosari Kab.
Malang untuk melihat mobil yang ditawarkan oleh Terdakwa, setelah Saksi melihat mobil Suzuki Ertiga warna abu-abu metalik tahun 2017 Nopol W 1813 YR dan mengecek surat-surat dan Nopol yang terpasang di mobil dan STNK telah sesuai dengan Nosin
K14BT1234535 dan nomor rangka
MHYKZE1SHJ305409 yang sesuai STNK;
5. Bahwa kemudian Saksi berminat untuk membelinya kemudian Terdakwa menawarkan dengan harga sejumlah Rp55.000.000.00 (lima puluh lima juta rupiah), selanjutnya Saksi menawar dengan harga Rp53.000.000.00 (lima puluh tiga juta rupiah) dan Terdakwa menyetujui dengan harga yang ditawar oleh Saksi;
6. Bahwa kemudian Terdakwa menyerahkan mobil Suzuki Ertiga berikut STNK namun tidak ada
Hal.33 dari 192 hal. Putusan Nomor 06-K/PM.III-12/AU/I/2021
BPKBnya, selanjutnya Saksi membawa pulang mobil Suzuki Etiga warna abu-abu metalik tersebut ke rumah Saksi;
7. Bahwa Saksi mengetahui membeli mobil Suzuki Ertiga warna abu-abu metalik tersebut hanya ada STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan) tidak ada BPKB (Buku pemilik kendaraan bermotor) namun karena Saksi membutuhkan untuk keperluan harian/keluarga dan Saksi tidak mempunyai dana yang besar sehingga pada saat Saksi ditawari oleh Terdakwa dengan harga yang murah Saksi membelinya;
8. Bahwa pada waktu itu Terdakwa menjanjikan akan mengurus BPKB sampai keluar dengan cara ditebus oleh Saksi, namun sampai dengan sekarang ini BPKB belum ada;
9. Bahwa yang mengetahui Saksi membeli mobil Ertiga ini adalah istri Saksi a.n. Sdri. Luluk Indrawati pada saat Saksi membawa mobil ke rumah Saksi, selain istri yang mengetahui adalah Kapten Tek Dodik Ka Tut Sathar 31 Depohar 30 Malang;
10. Bahwa Saksi membeli mobil Suzuki Ertiga warna abu-abu metalik tahun 2017 Nopol W 1813 YR Rp53.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) tidak sesuai dengan standart jual beli mobil atau tidak sesuai harga pasaran;
11. Bahwa alasan Saksi membeli mobil tersebut karena harganya murah; dan
12. Bahwa Saksi membeli mobil yang tidak dilengkapi dengan surat-surat yang sah dapat diduga mobil tersebut bermasalah.
Hal.34 dari 192 hal. Putusan Nomor 06-K/PM.III-12/AU/I/2021
Atas keterangan Saksi-2 sebagaimana di atas, Terdakwa menyangkal sebagian yaitu:
Bahwa Terdakwa tidak pernah menjanjikan atau menyanggupi akan mengurus atau mengeluarkan BPKB karena Terdakwa menjual mobil hanya STNK an saja.
Atas sangkalan Terdakwa tersebut Saksi-2 tetap pada keterangannya semula.
Saksi-3:
Nama Lengkap : M. Rizki Satria H.
Pangkat / NRP : Lettu Tek, 542338.
Jabatan : Kaunithar T-56 Sathar 31.
Kesatuan : Depohar 30.
Tempat, tgl lahir : Madiun, 14 Juni 1991 Kewarganegaraan : Indonesia.
Jenis Kelamin : Laki-laki.
A g a m a : Islam.
Tempat tinggal : Komplek Amarta Blok I No. 64 Kec. Pakis Kab. Malang.
Pada pokoknya menerangkan sebagai berikut:
1. Bahwa Saksi kenal dengan Terdakwa sekira tahun 2014 di Sathar 32 Depohar 30 Malang dalam hubungan sebagai atasan dan bawahan dan tidak ada hubungan keluarga;
2. Bahwa Saksi awalnya sering melihat status WA dari HP Terdakwa yang berisikan tentang jual beli kendaraan (mobil) kemudian sekira tanggal 20 Juni 2019 Saksi tertarik dengan status penjualan mobil dari WA Terdakwa, kemudian Saksi menghubungi Terdakwa via WA serta menanyakan apakah mobil- mobil tersebut dijual, Ialu Terdakwa menjawab
Hal.35 dari 192 hal. Putusan Nomor 06-K/PM.III-12/AU/I/2021
silahkan datang saja ke rumah pak jika mau melihat- lihat mobilnya;
3. Bahwa setelah itu Saksi datang ke rumah Terdakwa di Perumdam Candirenggo Kec Singosari Kab Malang, setelah Saksi sampai di rumah Terdakwa kemudian Terdakwa menawari Saksi mobil Suzuki Ertiga tahun pembuatan 2017 tahun pemakaian 2018 warna Hitam Nopol AG 1573 AW, Nosin K14BT1269740, No rangka MHYKZE81SHJ329077 dengan harga Rp55.000.000,00 (lima puluh lima juta rupiah);
4. Bahwa selanjutnya Saksi mengecek secara langsung kondisi fisik mobilnya dan menanyakan kelengkapan surat-surat kendaraan dan saat itu mobil hanya dilengkapi STNK saja untuk nomor mesin dan nomor rangka sesuai dengan STNK, dan Saksi tidak pernah menanyakan langsung kepada pemiliknya;
5. Bahwa kemudian Saksi menanyakan tentang BPKB dan Terdakwa menjawab masih di leasing karena mobil masih bermasalah dengan pembayaran kredit, karena Saksi membutuhkan mobil serta cocok dengan mobil yang Saksi lihat selanjutnya Saksi menyetujui penawaran mobil tersebut kemudian sekira pukul 19.00 WIB Saksi mentranfer ke rekening Bank BRI atas nama Terdakwa melalui M-Banking sejumlah Rp55.000.000,00 (lima puluh lima juta rupiah);
6. Bahwa sekira pukul 21.00 WIB Terdakwa mengantar mobil Suzuki Ertiga tersebut ke rumah Saksi di Komplek Amarta Blok I No 64 Lanud Abd. Saleh Kec.
Pakis Kab. Malang, pada saat Terdakwa
Hal.36 dari 192 hal. Putusan Nomor 06-K/PM.III-12/AU/I/2021
menyerahkan mobil kepada Saksi hanya menerima STNK saja atas nama Araviq Setyo Nugroho dengan alamat Dsn. Wonodadi Rw. 01 Rw. 04 Ds. Wonodadi Blitar dan tidak dilengkapi dengan BPKB (Buku Pemilik Kendaraan Bermotor);
7. Bahwa alasan Saksi membeli mobil tersebut karena Saksi percaya kepada Terdakwa yang merupakan anak buah Saksi dimana Terdakwa menjelaskan jika mobil tersebut adalah karena kredit macet dan bukan mobil curian dan nantinya kalau ada uang bisa ditebus/diambil BPKB nya melalui Terdakwa dan untuk pembayaran pajaknya bisa melalui Terdakwa;
8. Bahwa yang mengetahui Saksi membeli mobil Suzuki Ertiga warna Hitam adalah Istri Saksi yang bernama Sdri. dr. Pratiwi Hamanda ketika Saksi pulang ke Kediri membawa mobil tersebut kemudian Saksi menceritakan jika Saksi membeli kendaraan tersebut dari Terdakwa;
9. Bahwa Saksi tidak mengetahui dari mana Terdakwa mendapatkan mobil tersebut dan Saksi tidak mengetahui jika mobil tersebut merupakan hasil dari kejahatan;
10. Bahwa sampai dengan saat ini BPKB mobil tersebut tidak pernah ada; dan
11. Bahwa pada hari Selasa tanggal 19 April 2020 sekira pukul 08.30 WIB ketika di panggil oleh Penyidik Satpom Lanud Abd Saleh, Saksi baru mengetahui jika masih ada anggota TNI AU yang pernah membeli mobil dari Terdakwa diantaranya Lettu Tek Agung Niki Perwira Skatek 022, Pratu Nuryanto Sathar 32 dan Pratu Rudi Sathar 31;
Hal.37 dari 192 hal. Putusan Nomor 06-K/PM.III-12/AU/I/2021
Atas keterangan Saksi-3 sebagaimana di atas, Terdakwa menyangkal sebagian yaitu:
Bahwa Terdakwa tidak pernah menjanjikan atau menyanggupi akan mengurus atau mengeluarkan BPKB karena Terdakwa menjual mobil hanya STNK an saja.
Atas sangkalan Terdakwa tersebut Saksi-3 tetap pada keterangannya semula.
Saksi-4:
Nama Lengkap : Agung Niki Sumanto.
Pangkat / NRP : Lettu Tek/ 542369.
Jabatan : Kaunit Engine Bengharpes Skatek 022.
Kesatuan : Lanud Abd. Saleh.
Tempat, tgl lahir : Malang, 13 Agustus 1990 Kewarganegaraan : Indonesia.
Jenis Kelamin : Laki-laki.
A g a m a : Islam.
Tempat tinggal : Perum Griya Asri Banjararum Blok D. 11 Ds. Banjararum Kec.
Singosari Kab. Malang.
Pada pokoknya menerangkan sebagai berikut:
1. Bahwa Saksi kenai dengan Terdakwa pada tanggal 9 bulan April 2018 ketika ada acara Upacara di Lapangan Dirgantara Lanud Abd. Saleh Malang dimana saat itu Terdakwa sebagai Tim Pataka sedangkan Saksi sebagai Danton Pataka, namun tidak ada hubungan kelarga;
2. Bahwa pada awal bulan Juni 2018 Saksi ditawari mobil oleh Terdakwa via Whatsapp kemudian Saksi tertarik dan Saksi sedang membutuhkan mobil BRV,
Hal.38 dari 192 hal. Putusan Nomor 06-K/PM.III-12/AU/I/2021
setelah itu Saksi menyetujui kemudian masih dalam bulan Juni 2018 sekira pukul 20.00 WIB Saksi pergi ke ATM Pom Bensin di pertigaan Mustang Lanud Abd. Saleh untuk mentransfer ke rekening Bank BRI atas nama Terdakwa sejumlah Rp55.000.000,00 (lima puluh lima juta rupiah);
3. Bahwa kemudian pada hari Minggu tanggal 10 Juni 2018 sekira pukul 10.00 WIB Terdakwa mengantarkan mobil Honda Mobilio bukan Honda BRV sesuai pesanan Saksi ke rumah Saksi di Komplek TNI AU Amarta Blok I No. 42 Lanud Abd.
Saleh Desa Saptorenggo Kec. Pakis Kab. Malang dengan alasan yang di acc oleh leasing adalah mobil Honda Mobilio tahun pembuatan 2018 warna abu- abu metalik Nopol AB (angka dan huruf belakang Saksi lupa);
4. Bahwa kemudian Terdakwa menyerahkan 1 (satu) unit mobil Honda Mobilio tahun pembuatan 2018 warna abu-abu metalik Nopol AB (angka dan huruf belakang Terdakwa lupa), Buku Panduan Manual dan Kunci Mobil lalu Saksi bertanya apakah mobil dengan plat nomor tersebut bisa dirubah ke plat Malang dan Terdakwa menyanggupi dan memberikan Plat nomor N 1941 GK;
5. Bahwa setelah 2 (dua) minggu Terdakwa menyerahkan STNK dengan Nopol N 1941 GK atas nama Mohammad Hariono alamat Jl. Supriadi Ngaglik No. 53 Desa Sukun Kec. Sukun Malang kepada Saksi, kemudian Saksi mengecek Nomor rangka dan Nomer mesin yang ada di STNK sesuai dengan yang ada di mobil tersebut;
Hal.39 dari 192 hal. Putusan Nomor 06-K/PM.III-12/AU/I/2021
6. Bahwa setelah 3 (tiga) bulan kemudian sekira bulan September 2018 karena mobil yang Saksi pakai terbilang masih baru dan Saksi merasa cocok menggunakan mobil tersebut lalu Terdakwa meminta uang tambahan lagi kepada Saksi sejumlah Rp20.000.000,00 (dua puluh juta rupiah) lalu Saksi menyanggupinya dan mentransfer kepada Terdakwa sejumlah Rp20.000.000,00 (dua puluh juta rupiah);
7. Bahwa Saksi membeli mobil Honda Mobilio tahun pembuatan 2018 warna abu-abu metalik nopol N 1941 GK dari Terdakwa digunakan untuk keperluan pribadi dan keluarga saja dimana Saksi membeli mobil tersebut dengan alasan karena Saksi sedang membutuhkan mobil dan mobil yang ditawarkan oleh Terdakwa juga dengan harga murah;
8. Bahwa Saksi pernah menanyakan kepada Terdakwa mengenai surat BPKB nya, dan Terdakwa menjanjikan akan mengurusnya dan memberikan BPKB kepada Saksi, namun sampai dengan saat ini BPKBnya belum keluar;
9. Bahwa pada tanggal 05 Mei 2020 sekira pukul 23.30 WIB mobil Honda Mobilio tahun pembuatan 2018 warna abu-abu metalik Nopol N 1941 GK beserta STNK yang dibeli Saksi dari Terdakwa disita oleh pihak Satpomau Lanud Abd. Saleh dimana saat itu mobil tersebut berada di bengkel Candirenggo Singosari Malang sedang diperbaiki karena kecelakaan menabrak pohon sekira tanggal 10 Oktober 2019 di daerah ujung Runway 17 Lanud Abd. Saleh, saat ini mobil tersebut dijadikan barang bukti setelah Saksi diberitahu Penyidik dan diperiksa dalam kasus jual beli mobil tanpa dilengkapi dengan
Hal.40 dari 192 hal. Putusan Nomor 06-K/PM.III-12/AU/I/2021
surat-surat resmi kendaraan yang dilakukan oleh Terdakwa; dan
10. Bahwa menurut Saksi harga mobil Honda Mobilio tahun pembuatan 2018 warna abu-abu metalik Nopol N 1941 GK yang dibeli Saksi dari Terdakwa seharga Rp75.000.000,00 (tujuh puluh lima juta rupiah) tidak memenuhi standar dan tidak sesuai prosedur karena dari jual beli kendaraan tersebut tidak dilengkapi dengan BPKB serta harganya murah;
Atas keterangan Saksi-4 sebagaimana di atas, Terdakwa menyangkal sebagian yaitu:
Bahwa Terdakwa tidak pernah menjanjikan atau menyanggupi akan mengurus atau mengeluarkan BPKB karena Terdakwa menjual mobil hanya STNK an saja.
Atas sangkalan Terdakwa tersebut Saksi-4 tetap pada keterangannya semula.
Saksi-5:
Nama Lengkap : Tulus Tiyawan.
Pangkat / NRP : Letda Tek/ 526394.
Jabatan : Ps. Kaunit Harkapmot
Bengaksekapmot Sathar 31.
Kesatuan : Depohar 30.
Tempat, tgl lahir : Magetan, 01 September 1980 Kewarganegaraan : Indonesia.
Jenis Kelamin : Laki-laki.
A g a m a : Islam.
Tempat tinggal : Perum Singhasari Résidence Rt.
07 Rw. 09 Ds. Purwoasri Kec.
Singosari Kab. Malang.
Pada pokoknya menerangkan sebagai berikut:
1. Bahwa Saksi kenal dengan Terdakwa sekira tahun
Hal.41 dari 192 hal. Putusan Nomor 06-K/PM.III-12/AU/I/2021
2013 di Sathar 32 Depohar 30 Malang dalam hubungan sebagai atasan dan bawahan dan tidak ada hubungan keluarga;
2. Bahwa pada bulan Januari 2019 Saksi bertemu Terdakwa di Sathar 32 Depohar 30 kemudian Terdakwa menawarkan kepada Saksi mobil Suzuki Ertiga warna putih metalik tahun 2013 dengan harga Rp40.000.000,00 (empat puluh juta rupiah), saat itu Saksi masih pikir-pikir, setelah beberapa hari kemudian karena Saksi membutuhkan mobil untuk keperluan pribadi selanjutnya Saksi menghubungi Terdakwa melalui HP dan menyetujui membeii mobil tersebut;
3. Bahwa kemudian pada hari Sabtu tanggal tidak diingat pada bulan Januari 2019 sekira pukul 10.00 WIB Terdakwa datang ke rumah Saksi di Perum Singhasari Residence Blok A8 No. 4 Desa Purwoasri Kec. Singosari, Kab. Malang untuk mengambil uang pembayaran mobil Suzuki Ertiga warna putih metalik tersebut sejumlah Rp20.000.000,00 (dua puluh juta rupiah);
4. Bahwa selanjutnya keesokan harinya pada hari Minggu tanggal sudah tidak diingat lagi dalam bulan Januari 2020 sekira pukul 10.30 WIB Saksi bersama istri Sdri. Diah Setyowati datang ke rumah Terdakwa untuk menyerahkan kekurangan pembayaran mobil Suzuki Ertiga sejumlah Rp20.000.000,00 (dua puluh juta rupiah) kemudian Terdakwa menjanjikan BPKB dapat ditebus setelah satu tahun;
5. Bahwa kemudian setelah menerima mobil Saksi langsung mengecek kondisi fisik kendaraan sesuai
Hal.42 dari 192 hal. Putusan Nomor 06-K/PM.III-12/AU/I/2021
dengan STNK a.n. Elya Febriani alamat Carang Pulang Rt. 1 Rw. 3 Cikarang Kec. Gramoga Kab.
Bogor dengan Nomor rangka MHYKZE81SDJ237906 dan Nomor mesin K14BT1100363 kendaraan tersebut, setelah cocok kemudian Saksi membawa mobil tersebut pulang ke rumah;
6. Bahwa Saksi membeli tersebut tidak sesuai dengan harga standart harga pasaran untuk mobil bekas, sehingga patut diduga mobil tersebut bermasalah atau hasil dari kejahatan;
7. Bahwa Saksi tidak mengetahui apakah STNK mobil tersebut asli atau tidak karena Saksi tidak pernah mengecek STNK tersebut ke Samsat;
8. Bahwa Terdakwa pernah berjanji akan mengurus mengeluarkan BPKB dengan biaya tambahan;
9. Bahwa pada tanggal 28 April 2020 mobil Suzuki Ertiga tersebut diambil oleh anggota Intel Lanud Abd.
Saleh Malang guna proses penyelidikan yang diduga ada kaitannya dengan masalah Terdakwa dalam jual beli mobil;
10. Bahwa alasan Saksi membeli mobil dari Terdakwa karena Saksi membutuhkan mobil untuk keperluan pribadi/keluarga, dan harganya murah karena Saksi membeli mobil Suzuki Ertiga warna putih metalik tahun 2013 Nopol F 1797 KX tidak sesuai standart jual beli mobil karena mobil Suzuki Ertiga tersebut Saksi beli dengan harga Rp40.000.000,00 (empat puluh juta rupiah) dibawah pasaran;
Atas keterangan Saksi-5 sebagaimana di atas, Terdakwa menyangkal sebagian yaitu:
Hal.43 dari 192 hal. Putusan Nomor 06-K/PM.III-12/AU/I/2021
Bahwa Terdakwa tidak pernah menjanjikan atau menyanggupi akan mengurus atau mengeluarkan BPKB karena Terdakwa menjual mobil hanya STNK an saja.
Atas sangkalan Terdakwa tersebut Saksi-5 tetap pada keterangannya semula.
Saksi-6:
Nama Lengkap : Zainul Arifin.
Pangkat / NRP : Serka/545124.
Jabatan : Ba Tek Rangpes Dok A Sathar 32.
Kesatuan : Depohar 30.
Tempat, tgl lahir : Pasuruan, 02 Agustus 1987 Kewarganegaraan : Indonesia.
Jenis Kelamin : Laki-laki.
A g a m a : Islam.
Tempat tinggal : Dsn. Kebonagung Rt. 06 Rw. 01 Ds. Tamanharjo Kec. Singosari Kab. Malang.
Pada pokoknya menerangkan sebagai berikut:
1. Bahwa Saksi kenai dengan Terdakwa sekira tahun 2014 saat Terdakwa masuk menjadi anggota baru di Depohar 30 Malang dalam hubungan sebatas atasan dan bawahan, namun tidak ada hubungan keluarga;
2. Bahwa sekira bulan Mei 2019 Terdakwa menawarkan mobil Honda Mobilio warna abu-abu metalik tahun 2016 Nopol P 1735 VW melalui Whatsapp kepada Saksi dengan harga Rp50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) saat itu Saksi sedang mengikuti Training Engine Super Tucano di Amerika, lalu Saksi tawar sehingga terjadi kesepakatan harga Rp45.000.000,00 (empat puluh lima juta rupiah);
Hal.44 dari 192 hal. Putusan Nomor 06-K/PM.III-12/AU/I/2021
3. Bahwa pada tanggal 03 Juni 2019 sekira pukul 07.00 WIB Terdakwa datang ke rumah Saksi untuk mengambil uang yang disepakati sejumlah Rp40.000.000,00;
4. Bahwa kemudian Saksi menyerahkan uang untuk membeli mobil Honda Mobilio warna abu-abu metalik tahun 2016 Nopol P 1735 VWkepada Terdakwa sejumlah Rp45.000.000,00 (empat puluh lima juta rupiah) langsung cash dibungkus amplop warna coklat di rumah Saksi di Dusun Kebonagung RT 06 RW 01 Ds. Tamanharjo Kec. Singosari Kab. Malang kemudian Terdakwa memberikan jaminan mobil Toyota Calya warna putih dan nanti setelah mobil Honda Mobilio warna abu-abu metalik tahun 2016 Nopol P 1735 VW sudah diserahkan kepada Saksi maka mobil Toyota Calya warna putih tersebut akan Saksi serahkan lagi kepada Terdakwa;
5. Bahwa pada tanggal 04 Juni 2019 Saksi serah terima mobil Toyota Calya warna putih ditukar dengan mobil Honda Mobilio warna abu-abu metalik tahun 2016 Nopol P 1735 VW di Tamandayu Pandaan yang mana saat itu Saksi hanya menerima mobil tersebut tanpa ada STNK atau surat-surat resmi kendaraan lainnya, setelah itu mobil tersebut Saksi bawa pulang ke Bangil Pasuruan;
6. Bahwa Terdakwa pernah berjanji akan mengurus mengeluarkan BPKB dengan biaya tambahan;
7. Bahwa Saksi membeli mobil Honda Mobilio tersebut, Saksi gunakan untuk keperluan pribadi dan keluarga, karena Saksi sedang membutuhkan mobil dan mobil yang ditawarkan oleh Terdakwa harganya juga murah sehingga Saksi tertarik untuk membelinya;
Hal.45 dari 192 hal. Putusan Nomor 06-K/PM.III-12/AU/I/2021
8. Bahwa pada tanggal 13 Mei 2020 sekira pukul 22.00 WIB anggota Lidkrim Satpomau Lanud Abd. Saleh mengambil mobil Honda Mobilio warna abu-abu metalik tahun 2016 Nopol P 1735 VW dari rumah Saksi di Dusun Kebonagung RT 06 RW 01 Ds.
Tamanharjo Kec. Singosari Kab. Malang untuk diamankan guna proses penyelidikan dan penyidikan;
9. Bahwa Saksi mengetahui harga mobil Honda Mobilio warna abu-abu metalik tahun 2016 Nopol P 1735 VW yang dibeli oleh Saksi dari Terdakwa seharga Rp45.000.000,00 (empat puluh lima juta rupiah) tidak memenuhi standar yang seharusnya seharga Rp130.000.000,00 (seratus tiga puluh juta rupiah), selain itu tidak sesuai prosedur karena dari jual beli kendaraan tersebut tidak dilengkapi dengan STNK dan BPKB serta harganya murah.
Atas keterangan Saksi-6 sebagaimana di atas, Terdakwa menyangkal sebagian yaitu:
Bahwa Terdakwa tidak pernah menjanjikan atau menyanggupi akan mengurus atau mengeluarkan BPKB karena Terdakwa menjual mobil hanya STNK an saja.
Atas sangkalan Terdakwa tersebut Saksi-6 tetap pada keterangannya semula.
Saksi-7:
Nama Lengkap : Arief Setyahadi.
Pangkat / NRP : Serka/536633.
Jabatan : Ba Bengkom Fabrikasi Sathar 33.
Kesatuan : Depohar 30.
Tempat, tgl lahir : Madiun, 20 Juli 1989 Kewarganegaraan : Indonesia.