• Tidak ada hasil yang ditemukan

PUTUSAN Nomor 100-K/PM III-12/AL/VII/2020 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PUTUSAN Nomor 100-K/PM III-12/AL/VII/2020 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA"

Copied!
81
0
0

Teks penuh

(1)

Hal 1 dari 81 hal Putusan Nomor 100-K/PM III-12/AL/VII/2020 PENGADILAN MILITER III-12

SURABAYA

PUTUSAN

Nomor 100-K/PM III-12/AL/VII/2020

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

Pengadilan Militer III-12 Surabaya yang bersidang di Sidoarjo dalam memeriksa dan mengadili perkara pidana pada tingkat pertama telah menjatuhkan putusan sebagaimana tercantum di bawah ini dalam perkara Terdakwa :

Nama lengkap : XXXXXXX.

Pangkat / NRP : XXXXXX

Jabatan : XXXXX

Kesatuan : XXX

Tempat / tanggal lahir : XXXX Jenis kelamin : Laki-laki.

Kewarganegaraan : Indonesia.

A g a m a : Islam

Tempat tinggal : XXXXX.

Terdakwa tidak ditahan.

PENGADILAN MILITER III-12 Surabaya, tersebut diatas : Membaca : Berkas Perkara dari Denpom Lanal Batuparon Nomor BP-

2/II-1, II-5,II-39/X/2019 tanggal 4 Oktober 2019 atas nama XXXX NRP XXX

Memperhatikan : 1. Keputusan Penyerahan Perkara dari Danpuspenerbal selaku Papera Nomor Kep / 18 / VI / 2020 tanggal 8 Juni 2020.

2. Surat Dakwaan Oditur Militer Nomor Sdak/ 78/ K/

AL/ VII/ 2020 tanggal 7 Juli 2020.

3. Penetapan Kepala Pengadilan Militer III-12 Surabaya Nomor Tapkim/ 100-K / PM.III-12 / AL / VII / 2020 tanggal 22 Juli 2020 tentang Penunjukan Hakim.

(2)

Hal 2 dari 81 hal Putusan Nomor 100-K/PM III-12/AL/VII/2020

4. Penunjukan Panitera Nomor Juktera/ 100-K / PM.III-12 / AL / VII / 2020 tanggal 23 Juli 2020 tentang Penunjukan Panitera Pengganti.

5. Penetapan Hakim Ketua Nomor Tapsid/100-K / PM.III-12 / AL / VII / 2020 tanggal 23 Juli 2020 tentang Penetapan Hari sidang.

6. Surat tanda terima panggilan untuk menghadap sidang kepada Terdakwa dan para saksi serta surat-surat lainya yang berhubungan dengan perkara ini.

Mendengar : 1. Pembacaan Surat Dakwaan Oditur Militer Nomor Sdak / 78/ K/ AL/ VII/ 2020 tanggal 7 Juli 2020 didepan sidang yang dijadikan dasar pemeriksaan perkara ini.

2. Hal-hal yang diterangkan oleh Terdakwa di sidang serta keterangan-keterangan para Saksi dibawah sumpah.

Memperhatikan : 1. Tuntutan pidana Oditur Militer yang diajukan kepada Majelis Hakim, yang pada pokoknya Oditur Militer berpendapat bahwa :

a. Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah telah melakukan tindak pidana :

Kesatu: “Barangsiapa dengan sengaja dan terbuka melanggar kesusilaan” sebagaimana diatur dan diancam dengan pidana menurut Pasal 281 ke-1 KUHP.

Dan

Kedua: ”Penipuan”, Sebagaimana diatur dan diancam dengan pidana dalam Pasal 378 KUHP.

b. Oleh karenanya Oditur Militer mohon agar Terdakwa dijatuhi :

Pidana Penjara selama 7 (tujuh ) bulan.

(3)

Hal 3 dari 81 hal Putusan Nomor 100-K/PM III-12/AL/VII/2020

c. Membebankan biaya perkara kepada Terdakwa sejumlah Rp10.000,00 (sepuluh ribu rupiah).

d. Menetapkan barang-barang bukti berupa Surat- surat:

1) 1 (satu) lembar Surat Permohonan Ijin Kawin a.n. Brigpol Xxxxxxxx kepada Kapolres Sumenep;

2) 1 (satu) lembar Surat Keterangan hasil Penelitian dari Polda Jatim tanggal 26 Maret 2019;

3) 1 (satu) lembar Surat Keterangan Catatan Kepolisian dari Polres Sumenep atas nama Sdri. XXX tanggal 12 Maret 2019;

4) 1 (satu) lembar Surat Keterangan Catatan Kepolisian dari Polres Sumenep atas nama Sdr. XXXXX tanggal 12 Maret 2019;

5) 1 (satu) lembar Surat Keterangan dari KUA Kec. Manding tanggal 19 Maret 2019;

6) 1 (satu) lembar Surat Keterangan Catatan Kepolisian dari Polres Jombang atas nama Sdr XXXX tanggal 12 Maret 2019;

7) 1 (satu) lembar Surat Keterangan Catatan Kepolisian dari Polres Jombang atas nama Sdri. XX tanggal 12 Maret 2019;

8) 1 (satu) lembar Surat Pengantar Perkawinan Nomor 19/435.304.101/2019 tanggal 19 maret 2019;

9) 1 (satu) lembar Surat Permohonan Kehendak Perkawinan dari KUA Kec.

Manding (Model N2);

10) 1 (satu) lembar Surat Ijin Orang Tua (Model N4) tanggal 19 Maret 2019;

11) 1 (satu) lembar Surat Kematian suami/istri (Model N6) tanggal 19 Maret 2019;

12) 1 (satu) lembar Foto copy Kartu Keluarga

(4)

Hal 4 dari 81 hal Putusan Nomor 100-K/PM III-12/AL/VII/2020

Nomor 21720099730 atas nama Terdakwa tanggal 25 April 2017;

13) 1 (satu) lembar Foto copy Kartu Keluarga Nomor 3529030409080009 atas nama H.

XXX tanggal 04 September 2018;

14) 1 (satu) lembar Buku Permohonan Nikah Terdakwa tanggal 13 Maret 2019;

15) 1 (satu) lembar Buku Permohonan Pembatalan Nikah Terdakwa tanggal 07 Mei 2019.

16) 8 (delapan) lembar foto copy print out rekening Bank BRI Sumenep atas nama Brigpol XXXX;

17) 24 (dua puluh empat) lembar foto copy print out rekening Bank BNI Syariah Dharmawangsa Surabaya atas nama Brigpol XXXX;

18) 9 (sembilan) lembar foto copy print out rekening Bank BRI Sumenep atas nama Brigpol XXXX;

19) 23 (dua puluh tiga) lembar foto copy print out rekening bank BRI Surabaya Tanjung Perak atas nama xxxxxxx;

20) 31 (tiga puluh satu) lembar foto copy bukti transfer dari Bank BRI dan BNI;

21) 25 (dua puluh lima) lembar foto copy pint out percakapan WhatsApp antara Brigpol xxxx dengan Terdakwa;

22) 5 (lima) lembar foto copy pint out percakapan WhatsApp antara Brigpol xxx dengan ibu Terdakwa;

23) 6 (enam) lembar foto copy pint out percakapan WhatsApp antara Brigpol Nxx dengan kakak kandung Terdakwa;

24) 1 (satu) halaman foto copy pint out percakapan WhatsApp antara Brigpol xxx dengan pemilik gedung pernikahan;

(5)

Hal 5 dari 81 hal Putusan Nomor 100-K/PM III-12/AL/VII/2020

25) 1 (Satu) lembar Undangan pernikahan antara Brigadir xxxxxx dengan Terdakwa tertanggal Sabtu 15 Juni 2019;

26) 1 (satu) lembar Nota pembayaran/

pelunasan biaya make up dan dekorasi untuk tanggal 14 dan 15 Juni 2019 dari rumah Jemari Salon dan Spa Sumenep sebesar Rp 16.000.000,- (Enam belas juta rupiah);

27) 1 (Satu) lembar Kwitansi pelunasan Catering akad nikah dan resepsi pernikahan tertanggal 14 dan 15 Juni 2019 dari catering Srikandi Sumenep sebesar Rp 45.000.000,- (mpat puluh lima juta rupiah) tertanggal 05 Maret 2019;

28) 8 (delapan) lembar foto-foto acara lamaran/pertunangan antara Brigpol xxxx dengan Terdakwa tertanggal 02 Mei 2018;

29) 2 (dua) lembar foto tempat kejadian perkara asusila di Dusun Manding Desa manding laok Kec. Manding kab.

Sumenep;

30) 5 (lima) lembar foto tempat kejadian perkara asusila di Villa Tirtosari Perumahan Bukit Songgoriti Jl. Arumdalu Dusun Songgoriti RT. 04 RW.II Kel.

Songgokerto Kec. Batu Kota Madya Batu;

31) 1 (satu) lembar foto copy buku tamu Villa Tirtosari Perumahan Bukit Songgoriti Jl.

Arumdalu Dusun Songgoriti RT. 04 RW.II Kel. Songgokerto Kec. Batu Kota Madya Batu.

32) 1 (satu) lembar foto copy surat pernyataan atas nama Brigpol xxxx dan Terdakwa tertanggal 02 Mei 2019.

Tetap dilekatkan dalam berkas perkara.

(6)

Hal 6 dari 81 hal Putusan Nomor 100-K/PM III-12/AL/VII/2020

2. Bahwa terhadap tuntutan Oditur Militer tersebut Penasihat Hukum Terdakwa mengajukan Pembelaan (Pledooi) yang pada pokoknya sebagai berikut :

Keberatan pertama :

1) Bahwa Saksi yang dihadirkan dalam persidangan tidak seorangpun mengetahui perkara ini, dan atau mengetahui/ melihat perbuatan yang dilakukan oleh Saksi-1 dan Terdakwa sehingga Penasihat hukum berpendapat bahwa Saksi yang demikian haruslah dikesampingkan.

2) Bahwa adanya barang bukti berupa surat-surat yang terdiri atas, percakapan, foto-foto yang diajukan oleh Oditur Militer untuk menuntut dan mengajukan Terdakwa dalam persidangan, sangat jelas bahwa barang bukti tersebut belum dapat membuktikan adanya perbuatan yang dilakukan antara Saksi-1 dengan Terdakwa dalam perkara ini.

3) Bahwa barang bukti dan alat bukti lainnya yang terungkap dalam persidangan sangat tidak jelas berkesimpulan Oditur Militer Ill-11 Surabaya terkesan memaksakan materiil dakwaan dan Tuntutan asal jadi sehingga perbuatan ini sungguh menyudutkan dan merugikan Terdakwa dirugikan atas surat dakwaan dan tuntutan dari Oditur Militer Ill-11Surabaya tersebut, sangat jelas dan nyata bahwa surat dakwaan tidak terpenuhi.

4) Bahwa Tuntutan yang dirumuskan tidak secara jelas, cermat dan lengkap atau samar-samar / kabur karena semuanya hanya kutipan rumusan delik tanpa diuraikan perbuatan materiil yang dilakukan oleh para Terdakwa sebagai perwujudan unsur-unsur delik yang

(7)

Hal 7 dari 81 hal Putusan Nomor 100-K/PM III-12/AL/VII/2020

bersangkutan adalah batal demi hukum. Apalagi Tuntutan yang diajukan oleh Oditur Militer dengan memohon kepada Majelis Hakim dan menuntut agar Terdakwa dituntut pidana penjara selama 7 (Tujuh) bulan, sangatlah memberatkan dan tidak memenuhi rasa keadilan.

Keberatan kedua :

Bahwa Penasihat Hukum menyatakan tidak sependapat terhadap uraian unsur ke-2, unsur ke-3 dan ke-4 sehingga Penasihat hukum berpendapat unsur itu tidak terbukti dengan alasan sebagai berikut:

1) Bahwa fakta hukum dalam persidangan sebagaimana para Saksi sampaikan dalam persidangan keterangan Saksi dibawah sumpah justru terungkap fakta bahwa yang Terdakwa tidak pernah meminta transfer uang atau barang melainkan Saksi-1 (Brigpol Xxxxxxxx) sendiri yang memberi dan menawarkan kepada Terdakwa dalam perkara ini.

2) Bahwa Fakta Hukum dalam persidangan Terdakwa beritikat baik bertanggung jawab untuk mengembalikan semua dana yang telah di berikan kepada Terdakwa atas permintaan Saksi-1 serta sudah sama-sama sepakat sesuai dengan Surat Pernyataan tertanggal 02 Mei 2019 yang pada intinya Terdakwa sanggup membayar uang sebesar Rp 53.534.000,(lima puluh juta lima ratus tiga puluh ribu rupiah) dengan cara mengangsur dan sampai saat ini telah dilunasi,

Permohonan Penasihat Hukum Terdakwa:

Bahwa Terdakwa selama proses persidangan telah menunjukkan sikap ksatria, dan kooperatif dan sudah berusaha jujur dan memberikan keterangan sesuai

(8)

Hal 8 dari 81 hal Putusan Nomor 100-K/PM III-12/AL/VII/2020

dengan kejadian yang dialami, namun Ironisnya hal tersebut telah tidak dijadikan sebagai fakta hukum dan keterangan mengenai hal-hal yang meringankan, justru Oditur telah menyampaikan hal hal yang memberatkan bahwa perbuatan terdakwa bertentangan dengan 8 Wajib TNI Ca. Tidak sekali- kali merugikan dan menyakiti hati rakyat dan perbuatan terdakwa mencemarkan nama baik TNI AL di mata masyarakat sehingga pertimbangan hal-hal yang ada dalam fakta persidangan dan fakta hukum sebagaimana telah Penasihat hukum uraikan hal ini jelas sangat merugikan bagi pencari keadilan tak terkecuali terdakwa dalam perkara ini.

Bahwa pertimbangan hukum Oditur Militer Ill-11 Surabaya dengan menuntut Terdakwa agar dijatuhi hukuman pidana penjara selama 7 (Tujuh ) bulan adalah sangat berlebihan dan memberatkan bahkan tidak memenuhi rasa keadilan termasuk Terdakwa yang tidak pernah dilakukan/ diperbuat dalam perkara ini.

Dari adanya fakta fakta di dalam persidangan, sebelum memberikan keputusan kepada Terdakwa ada hal-hal yang harus di perhatikan adalah sebagai berikut:

1) Bahwa dalam persidangan Terdakwa berusaha untuk terus terang dan tidak berbelit-belit sehingga dapat memperlancar jalannya persidangan.

2) Bahwa Terdakwa belum pernah dijatuhi hukuman disiplin maupun pidana.

3) Bahwa benar Terdakwa mengakui kesalahan dan sangat menyesali perbuatan serta berjanji tidak mengulangi segala perbuatan yang bertentangan dengan ketentuan hukum yang

(9)

Hal 9 dari 81 hal Putusan Nomor 100-K/PM III-12/AL/VII/2020

berlaku dan bertanggung jawab atas perbuatannya.

4) Bahwa Terdakwa dalam kedinasan memiliki tanda jasa kesetiaan 8 (delapan ) tahun, United Nation(UN) Medal, CISM Medal, Lebanon Medal, Belgia Medal, Tanda Jasa Santi pharma dan pernah Penugasan Operasi Arung Pari Wilbar tahun 2012, Latihan Gabungan Bersama US NAVY di Jakarta tahun 2013, MTF di Lebanon tahun 2014, Konjerat RI 1 di sabang tahun 2015, Multirel Comodo tahun 2016, Thunder Iron (latihan Bersama US NAWY) di Jakarta tahun 2017, Sea Eagle (latihan bersama Singapore Nawy) tahun 2018, Sail Nias tahun 2019, Konjerat Pulau Natuna tahun 2020, Dukjun Denjaka di Jakarta tahun 2020, Latihan L3 di Dabo Singkep tahun 2020.

5) Bahwa Terdawa mempunyai perilaku yang cukup baik dan masih dapat dibina kembali ke depan untuk menjadi prajurit yang disiplin, loyalitas dan dedikasi baik dalam kedinasan, sehingga penilaian atasan dalam hal ini Komandan Puspenerbal Surabaya selaku Papera mengharapkan Terdakwa dapat dibina ketika kembali ke kesatuan sesuai surat permohonan keringanan hukuman Nomor R/

1341/ IX/ 2020 tanggal 17 September 2020.

Berdasarkan atas segala keberatan dan pertimbangan yang telah Penasihat Hukum sampaikan sebagaimana tersebut diatas, mohon kiranya Majelis Hakim Pengadilan Militer IlI-12 Surabaya yang memeriksa dan mengadili perkara Terdakwa menyatakan sependapat dengan Penasihat hukum dan berkenan memutuskan :

1) Menerima segala keberatan dari Penasihat Hukum untuk seluruhnya.

(10)

Hal 10 dari 81 hal Putusan Nomor 100-K/PM III-12/AL/VII/2020

2) Membebaskan Terdakwa dari segala tuntutan hukum.

3) Membebankan biaya yang timbul kepada Negara.

4) Merehabilitasi harkat dan martabat serta kedudukan Terdakwa dalam hukum.

3. Jawaban (Replik) Oditur Militer atas pembelaan (Pledooi) disampaikan secara lisan yang pada pokoknya Oditur Militer menyatakan tetap pada tuntutannya semula.

4. Jawaban atas Repliek Oditur Militer yang disampaikan secara lisan oleh Penasihat Hukum Terdakwa menyatakan tetap dengan Pembelaannya (Pledooinya).

Menimbang : Bahwa menurut Surat Dakwaan tersebut di atas, Terdakwa pada pokoknya didakwa sebagai berikut :

Kesatu :

Bahwa Terdakwa pada waktu-waktu dan di tempat-tempat tersebut di bawah ini, yaitu pada tanggal Delapan belas bulan Juni tahun 2000 delapan belas dan pada tanggal Lima belas bulan Nopember tahun 2000 delapan belas, atau setidak-tidaknya pada suatu waktu dalam bulan Juni dan bulan Nopember tahun 2000 delapan belas, setidak- tidaknya pada suatu waktu dalam tahun 2000 delapan belas bertempat di Jalan xxxxxx Kab. Sumenep atau setidak-tidaknya di suatu tempat yang termasuk daerah hukum Pengadilan Militer III-12 Surabaya telah melakukan tindak pidana :

“Barangsiapa dengan sengaja dan terbuka melanggar kesusilaan”

Perbuatan tersebut dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut :

a. Bahwa Terdakwa masuk menjadi prajurit TNI AL pada tahun 2010 melalui pendidikan Dikcaba PK Angkatan

(11)

Hal 11 dari 81 hal Putusan Nomor 100-K/PM III-12/AL/VII/2020

XXX, setelah lulus dilantik dengan pangkat Serda kemudian ditempatkan di Wing Udara 1 Tanjung Pinang, sampai dengan saat melakukan perbuatan yang menjadi perkara ini dengan pangkat xxxx NRP xxxxx;

b. Bahwa Terdakwa kenal dengan Brigpol Xxxxxxxx (Saksi-1) sekira bulan Januari 2017, melalui teman Saksi-1 atas nama Sdri. xxxx(Saksi-2) anggota Polres Sumenep dan Saksi-2 menyampaikan ke Terdakwa jika status Saksi-1 sudah janda cerai mati, setelah perkenalan tersebut Terdakwa tidak ada kabar dan pada tanggal 28 Agustus 2018 Terdakwa menghubungi Saksi-1 lagi melalui media sosial Instagram dan selanjutnya Saksi-1 dan Terdakwa menjalin hubungan sampai dengan pacaran;

c. Bahwa pada hari Minggu tanggal 17 Juni 2018, setelah lebaran Idul Fitri Terdakwa dan keluarga besar Terdakwa yaitu Sdr. xxxxx (Saksi-4) dan Sdri.

xxx bersama keluarga lainnya datang untuk melamar Saksi-1 di rumah orang tua Saksi-1 di Desa Manding Laok Sumenep yang dihadiri oleh pihak keluarga Saksi-1, setelah selesai lamaran Terdakwa beserta keluarganya kembali ke Jombang dan Saksi-1 ikut dengan Terdakwa;

d. Bahwa pada tanggal 18 Juni 2018 sekira pukul 06.30 Wib, saat Saksi-1 berada dirumah orang tua Terdakwa di xxxxxKab. Jombang setelah selesai mandi dan kembali ke kamar belakang Saksi-1 melihat Terdakwa sedang tidur diluar kamar didepan TV, kemudian tiba-tiba Terdakwa masuk kedalam kamar Saksi-1 dan menarik tangan Saksi-1 serta menyuruh Saks-1 untuk memegang penis Terdakwa dan saat itu Saksi-1 merasakan penis Terdakwa sudah tegang dan keras, selanjutnya Terdakwa memelorotkan celana pendeknya sampai kebawah lutut dan menyuruh Saksi-1 untuk onani dengan

(12)

Hal 12 dari 81 hal Putusan Nomor 100-K/PM III-12/AL/VII/2020

mengulum penis Terdakwa, saat itu Saksi-1 menolak karena takut ketahuan oleh orang tua Terdakwa, namun Terdakwa malah melototi Saksi-1 dengan wajah marah karena Saksi-1 takut akhirnya Saksi-1 menuruti kemauan Terdakwa untuk mengulum penis Terdakwa sampai akhirnya Terdakwa mengeluarkan spermanya didalam mulut Saksi-1, dan Terdakwa menyuruh Saksi-1 untuk menelan sperma Terdakwa yang menurutnya supaya awet muda;

e. Bahwa kemudian sekira bulan Agustus 2018 pihak keluarga Saksi-1 membalas lamaran dari keluarga Terdakwa ke Jombang dan dalam pertemuan tersebut kedua belah pihak belum menentukan kapan akan dilaksanakan pernikahan antara Saksi-1 dengan Terdakwa, selanjutnya pada tanggal 6 Nopember 2018 Saksi-4 dan Sdri. Xxxxxxxx selaku kedua orang tua Terdakwa menyampaikan kepada Saksi-1 melalui WhatsApp yang isinya “Lita pernikahannya sampean tanggal 14 Juni 2019, Ijab jam 01.00 Wib dan Resepsinya jam 14.00 Wib”, lalu Saksi-1 menjawab

“kalau ijabnya hari Jumat tanggal 14 Juni 2019 jam 08.00 Wib, resepsinya hari Sabtu tanggal 15 Juni 2019 soalnya yang Pesta Pora bisanya hari Sabtu tanggal 15 Juni 2019”, kemudian Sdri. Xxxxxxxx menyetujuinya;

f. Bahwa pada hari Kamis tanggal 13 September 2018, Terdakwa mengajak Saksi-1 jalan-jalan ke Batu Malang bersama saudara sepupu Terdakwa yaitu Sdri. xxxxx (Saksi-5) bersama isterinya Sdri. xxxx (Saksi-6) dengan mengendarai 2 (dua) sepeda motor yang masing-masing Terdakwa berboncengan dengan Saksi-1 sedangkan Saksi-5 berboncengan dengan Saksi-6, kemudian sekira pukul 23.30 Wib Terdakwa beserta Saksi-1, Saksi-5 dan Saksi-6 menginap di Villa Tirtosari Perumahan Bukit Songgoriti Jln. Arumdalu Dusun Songgoriti Rt.04 Rw.ll

(13)

Hal 13 dari 81 hal Putusan Nomor 100-K/PM III-12/AL/VII/2020

Kelurahan Songgokerto Kec. Batu Kota Madya Batu, karena saat itu Saksi-1 sudah mengantuk lalu masuk kedalam kamar yang berada didepan dan kamar Saksi-6 berada di belakang, sedangkan Terdakwa dan Saksi-5 berada ruang tamu sedang main game di Hand Phone, kemudian sekira pukul 01.30 Wib, saat Saksi-1 sedang tertidur lelap tiba-tiba merasa ada Terdakwa disamping Saksi-1 dengan tidak memakai baju dan celana (telanjang/bugil), selanjutnya menarik tangan Saksi-1 dan menyuruh Saksi-1 untuk melepas semua bajunya, setelah sama-sama telanjang bulat dan hanya ditutup dengan selimut, kemudian Terdakwa dan Saksi-1 berciuman bibir lalu Terdakwa mengambil tangan kanan Saksi-1 untuk memegang penis Terdakwa dan menyuruh Saksi-1 untuk mengulum penis Terdakwa, kemudian setelah sama- sama merasa terangsang selanjutnya melakukan hubungan badan layaknya suami isteri dengan cara penis Terdakwa dimasukkan kedalam vagina Saksi-1 sampai sama-sama klimak Terdakwa mengeluarkan spermanya di luar kemaluan/vagina Saksi-1;

g. Bahwa kemudian pada keesokan harinya sekira pukul 07.30 Wib, Terdakwa beserta Saksi-1, Saksi-5 dan Saksi-6 keluar dari Villa untuk melanjutkan perjalanan menuju ke Kepanjen bersilaturahmi ke sepupu Saksi- 1 yang bernama Sdri. xx, setelah sampai dirumah Sdri. xxxxx± 4 (empat) jam ngobrol dan makan pagi/

sarapan selanjutnya sekira pukul 13.30 Wib Terdakwa bersama Saksi-1, Saksi-5 dan Saksi-6 pamitan untuk pulang ke Jombang;

h. Bahwa pada hari Kamis tanggal 15 Nopember 2018 sekira pukul 10.00 Wib, saat Terdakwa dirumah rumah orang tua Saksi-1 di Dusun Manding Desa Manding Laok Kec. Manding Kab. Sumenep, Terdakwa meminta Saksi-1 untuk melakukan onani

(14)

Hal 14 dari 81 hal Putusan Nomor 100-K/PM III-12/AL/VII/2020

dikamar depan dengan cara mengulum penis Terdakwa dengan mulut Saksi-1 sampai Terdakwa mengeluarkan spermanya di dalam mulut Saksi-1 dan Saksi-1 disuruh untuk menelan sperma tersebut namun saat itu Saksi-1 menolak akan tetapi Terdakwa memaksa untuk menelan sperma sehingga Saksi-1 menuruti kemauan Terdakwa; dan

i. Bahwa pada saat Terdakwa menyuruh Saksi-1 untuk melakukan onani dengan cara mengulum penis Terdakwa kondisi kamar depan saat itu dalam keadaan hanya ditutupi dengan selambu sedangkan pintu kamar tidak tertutup dan keadaan rumah pada saat itu ada orang tua Saksi-1, adik Saksi-1 yang berada rumah yang mana apabila ada orang lain yang melintas dapat terlihat perbuatan Terdakwa dan Saksi-1, sehingga orang yang melihat akan merasa malu dan jijik.

Dan : Kedua:

Bahwa Terdakwa pada waktu-waktu dan di tempat-tempat tersebut di bawah ini, yaitu pada bulan Agustus, bulan September, bulan Desember tahun 2000 tujuh belas, bulan Januari, bulan Maret tahun 2000 delapan belas dan bulan Maret tahun 2000 sembilan belas, atau setidak-tidaknya pada suatu waktu dalam tahun 2000 tujuh belas, tahun 2000 delapan belas dan tahun 2000 sembilan belas bertempat di Unit Bank BRI Jl. Sumenep No.134 A Sumenep, di Unit Bank BRI Jl. Perak Barat 357-375 Surabaya, di ATM Bank BRI Jl. Kemala 08 Rt.4 Rw.2 Sumenep atau setidak-tidaknya di suatu tempat yang termasuk daerah hukum Pengadilan Militer III12 Surabaya telah melakukan tindak pidana:

“Barangsiapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum dengan memakai nama palsu atau martabat palsu; dengan tipu muslihat, ataupun rangkaian kebohongan, menggerakkan

(15)

Hal 15 dari 81 hal Putusan Nomor 100-K/PM III-12/AL/VII/2020

orang lain untuk menyerahkan barang sesuatu kepadanya, atau supaya memberi utang maupun menghapuskan piutang”

Perbuatan tersebut dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut :

a. Bahwa Terdakwa masuk menjadi prajurit TNI AL pada tahun 2010 melalui pendidikan Dikcaba PK Angkatan XXX, setelah lulus dilantik dengan pangkat Serda kemudian ditempatkan di Wing Udara 1 Tanjung Pinang, sampai dengan saat melakukan perbuatan yang menjadi perkara ini dengan pangkat xxxx NRP 1xxxxx;

b. Bahwa Terdakwa kenal dengan Brigpol Xxxxxxxx (Saksi-1) sekira bulan Januari 2017, melalui teman Saksi-1 atas nama Sdri. xxxxx (Saksi-2) anggota Polres Sumenep dan Saksi-2 menyampaikan ke Terdakwa jika status Saksi-1 sudah janda cerai mati, setelah perkenalan tersebut Terdakwa tidak ada kabar dan pada tanggal 28 Agustus 2018 Terdakwa menghubungi Saksi-1 lagi melalui media sosial Instagram dan selanjutnya Saksi-1 dan Terdakwa menjalin hubungan sampai dengan pacaran;

c. Bahwa pada hari Minggu tanggal 17 Juni 2018, setelah lebaran Idul Fitri Terdakwa dan keluarga besar Terdakwa yaitu Sdr. xxxxx (Saksi-4) dan Sdri.

Xxxxxxxx bersama keluarga lainnya datang untuk melamar Saksi-1 di rumah orang tua Saksi-1 di Desa Manding Laok Sumenep yang dihadiri oleh pihak keluarga Saksi-1, setelah selesai lamaran Terdakwa beserta keluarganya kembali ke Jombang dan Saksi- 1 ikut dengan Terdakwa;

d. Bahwa kemudian sekira bulan Agustus 2018 pihak keluarga Saksi-1 membalas lamaran dari keluarga Terdakwa ke Jombang dan dalam pertemuan tersebut kedua belah pihak belum menentukan

(16)

Hal 16 dari 81 hal Putusan Nomor 100-K/PM III-12/AL/VII/2020

kapan akan dilaksanakan pernikahan antara Saksi-1 dengan Terdakwa, selanjutnya pada tanggal 6 Nopember 2018 Saksi-4 dan Sdri. Xxxxxxxx selaku kedua orang tua Terdakwa menyampaikan kepada Saksi-1 melalui WhatsApp yang isinya “Lita pernikahannya sampean tanggal 14 Juni 2019, Ijab jam

e. Wib dan Resepsinya jam 14.00 Wib”, lalu Saksi-1 menjawab “kalau ijabnya hari Jumat tanggal 14 Juni 2019 jam 08.00 Wib, resepsinya hari Sabtu tanggal 15 Juni 2019 soalnya yang hasta Pora bisanya hari Sabtu tanggal 15 Juni 2019”, kemudian Sdri.

Xxxxxxxx menyetujuinya;

f. Bahwa pada hari Kamis tanggal 13 September 2018, Terdakwa mengajak Saksi-1 jalan-jaian ke Batu Malang bersama saudara sepupu Terdakwa yaitu Sdri. xxxxx (Saksi-5) bersama isterinya Sdri. xxxxxx (Saksi-6) dengan mengendarai 2 (dua) sepeda motor yang masing-masing Terdakwa berboncengan dengan Saksi-1 sedangkan Saksi-5 berboncengan dengan Saksi-6, kemudian sekira pukul 23.30 Wib Terdakwa beserta Saksi-1, Saksi-5 dan Saksi-6 menginap di Villa Tirtosari Perumahan Bukit Songgoriti Jln. Arumdalu Dusun Songgoriti Rt.04 Rw.ll Kelurahan Songgokerto Kec. Batu Kota Madya Batu, karena saat itu Saksi-1 sudah mengantuk lalu masuk kedalam kamar yang berada didepan dan kamar Saksi-6 berada di belakang, sedangkan Terdakwa dan Saksi-5 berada ruang tamu sedang main game di Hand Phone, kemudian sekira pukul 01.30 Wib, saat Saksi-1 sedang tertidur lelap tiba-tiba merasa ada Terdakwa disamping Saksi-1 dengan tidak memakai baju dan celana (telanjang/ bugil), selanjutnya menarik tangan Saksi-1 dan menyuruh Saksi-1 untuk melepas semua bajunya, setelah sama-sama telanjang bulat dan hanya ditutup

(17)

Hal 17 dari 81 hal Putusan Nomor 100-K/PM III-12/AL/VII/2020

dengan selimut, kemudian Terdakwa dan Saksi-1 berciuman bibir lalu Terdakwa mengambil tangan kanan Saksi-1 untuk memegang penis Terdakwa dan menyuruh Saksi-1 untuk mengulum penis Terdakwa, kemudian setelah sama-sama merasa terangsang selanjutnya melakukan hubungan badan layaknya suami isteri dengan cara penis Terdakwa dimasukkan ke dalam vagina Saksi-1 sampai sama- sama klimak Terdakwa mengeluarkan spermanya di luar kemaluan/ vagina Saksi-1;

g. Bahwa kemudian pada keesokan harinya sekira pukul 07.30 Wib, Terdakwa beserta Saksi-1, Saksi-5 dan Saksi-6 keluar dari Villa untuk melanjutkan perjalanan menuju ke Kepanjen bersilaturahmi ke sepupu Saksi-1 yang bernama Sdri. xxx, setelah sampai dirumah Sdri. xxxx ± 4 (empat) jam ngobol dan makan pagi/ sarapan selanjutnya sekira pukul 13.30 Wib Terdakwa bersama Saksi-1, Saksi-5 dan Saksi-6 pamitan untuk pulang ke Jombang;

h. Bahwa pada awal bulan Maret 2019 Saksi-1 telah melakukan pengurusan surat-surat sebagai persyaratan menikah dengan Terdakwa yaitu berupa SKCK orang tua Saksi-1 dari Polres Sumenep, SKCK kedua orang tua Terdakwa dari Polres Jombang, Surat Keterangan Hasil Penelitian dari Polda Jatim atas nama Saksi-1, Surat Model N1, Surat Model N2, Surat Model N4 dan Surat Model N6 yang dikeluarkan oleh KUA Kec. Manding Kab. Sumenep, selain itu orang tua Saksi-1 juga telah menyiapkan pesta pernikahan Saksi-1 dengan menyewa gedung, rias pengantin, pesan catering dan mencetak undangan pernikahan antara Terdakwa dengan Saksi-1 dengan total uang yang sudah dikeluarkan sebesar Rp 80.000.000,- (delapan puluh juta rupiah);

i. Bahwa pada tanggal 09 April 2019, Terdakwa membatalkan rencana pernikahan dengan Saksi-1

(18)

Hal 18 dari 81 hal Putusan Nomor 100-K/PM III-12/AL/VII/2020

secara sepihak melalui via WhatsApp yang isinya

“Sampean bohongi aku ya, berarti selama ini sampean ga terbuka sama aku, aku kecewa banget makasih” kemudian dijawab oleh Saksi-1 “Aku bohongi sampean apa? Kan dari awal kenal aku pernah ngomong sama sampean kalo aku ini pernah nikah dan Xxxxxxxx pun awal ngenalin aku ke sampean juga udah ngasih tau, apanya yang ga terbuka? Ngapain juga aku harus menutup-nutupi statusku” lalu Terdakwa menjawab “Kapan ngomongnya? Kapan juga Xxxxxxxx ngasih tau ke aku, ga ada namanya Xxxxxxxx ngasih tau ke aku”

selanjutnya Saksi-1 menjawab “Kamu ini laki- laki apa perempuan sih! Kalo mau batalin semuanya langsung omongin ga usah pake buat status segala, jadi laki-laki kok ga gentle sama sekali, terus sekarang maumu apa!” dan Terdakwa menjawab “ Mauku dibatalin!”;

j. Bahwa alasan Terdakwa membatalkan rencana pernikahan dengan Saksi-1 karena Terdakwa tidak mengetahui status Saksi-1 yang merupakan seorang janda cerai mati alasan tersebut tidak dapat diterima oleh Saksi-1 dan hanya dibuat-buat oleh Terdakwa sebab yang sebenarnya adalah karena Terdakwa juga telah mempunyai wanita lain bernama Sdri.

Xxxxxxxx yang bekerja di Rumah Sakit Delta Sidoarjo, Saksi-1 mengetahui adanya hubungan Terdakwa dengan wanita lain tersebut saat Saksi-1 melihat foto antara Terdakwa dan wanita lain ada di profile WhatsApp milik Terdakwa;

k. Bahwa selama Terdakwa berpacaran dengan Saksi-1 dari bulan Agustus 2017 sampai dengan Terdakwa membatalkan pernikahan dengan Saksi-1 pada bulan April 2019 Terdakwa seringkali meminta uang kepada Saksi-I yaitu pada bulan Agustus 2017 saat Saksi-1 mengikuti pelatihan di Surabaya Terdakwa

(19)

Hal 19 dari 81 hal Putusan Nomor 100-K/PM III-12/AL/VII/2020

menghubungi Saksi-1 dan menanyakan toko yang menjual sepatu taktikal, kemudian Saksi-1 membelikan dengan harga sebesar Rp 350.000,- (tiga ratus ribu rupiah) setelah pelatihan selesai sepatu tersebut Saksi-1 kirim ke Terdakwa di Tanjung Pinang dan berjanji setelah gajian bulan September 2017 akan dibayar namun setelah gajian oleh Terdakwa tidak dibayar, pada bulan Desember 2017 setelah Terdakwa pulang dari penugasan meminta untuk dibelikan TV baru dengan harga sebesar Rp 3.000.000,- (tiga juta rupiah), pada bulan Januari 2018 meminta uang kepada Saksi-1 untuk memasang skot lait sepeda motor Ninja sebesar Rp 1.000.000,- (satu juta rupiah), membeli ban sepeda motor sebesar Rp 1.600.000,- (satu juta enam ratus ribu rupiah), membeli hand rem sebesar Rp 1.400.000,- (satu juta empat ratus ribu rupiah);

l. Bahwa selanjutnya pada tanggal 17 Maret 2018, Terdakwa meminta uang lagi untuk membeli HP Samsung Note 5 sebesar Rp 3.500.000,- (tiga juta lima ratus ribu rupiah), pada bulan Maret 2018 meminta uang lagi untuk membeli sepeda motor sebesar Rp 16.000.000,- (enam belas juta rupiah) sehingga jumlah keseluruhan yang telah diberikan Saksi-1 kepada Terdakwa untuk keperluan-keperluan Terdakwa sebesar Rp 81.004.000,- (delapan puluh satu juta empat ribu rupiah), namun Terdakwa hanya mengakui uang yang diminta dikembalikan Saksi-1 sebesar Rp 51.534.000,- (lima puluh satu juta lima ratus tiga puluh empat ribu rupiah), dan Terdakwa berjanji akan mengembalikan uang tersebut dengan cara diangsur dalam jangka waktu 16 (enam belas) bulan terhitung mulai bulan Mei 2019 sampai dengan bulan Agustus 2020 sesuai Surat pernyataan yang sudah di buat oleh Terdakwa pada tanggal 02 Mei 2019, akan tetapi sampai dengan sekarang Terdakwa baru membayar melalui transfer sebesar

(20)

Hal 20 dari 81 hal Putusan Nomor 100-K/PM III-12/AL/VII/2020

Rp 15.000.000,- (lima belas juta rupiah); dan

m. Bahwa akibat perbuatan yang dilakukan oleh Terdakwa, orang tua Saksi-1 mengalami kerugian sebesar Rp 80.000.000,- (delapan puluh juta rupiah) dan Saksi-1 mengalami kerugian sebesar Rp 81.004.000,- (delapan puluh satu juta empat ribu rupiah), sehingga jumlah keseluruhannya sebesar Rp 161.004.000,- (seratus enam puluh satu juta empat ribu rupiah) dan supaya uang tersebut dikembalikan Terdakwa kepada Saksi-1.

Bahwa perbuatan Terdakwa tersebut telah memenuhi unsur-unsur tindak pidana sebagaimana dirumuskan dan diancam dengan pidana yang tercantum dalam :

Kesatu : Pasal 281 ke-1 KUHP.

dan :

Kedua : Pasal 378 KUHP.

Menimbang : Bahwa atas Dakwaan tersebut Terdakwa menerangkan bahwa ia benar-benar mengerti atas Surat Dakwaan yang didakwakan kepadanya.

Menimbang : Bahwa di dalam persidangan Terdakwa didampingi oleh Tim Penasihat Hukum dari Lantamal V yaitu :

1. Steppanus Meky C., S.H. Mayor Laut (KH) 16763/P 2. Edy Kuspangat, S.H. Kapten Laut (KH) 19461/P 3. Rury Elva, S.H. Letda Laut (KH/W) 23032/P 4. Chaula Nabila B, S.H. Letda Laut (KH/W) 23228P 5. Agus Budi Utomo, S H. Serka Mes 12124.

6. Syamsul Bahri, S H Sertu Bek 83142

Berdasarkan Surat Perintah dari Danlantamal V nomor Sprin/ 1204/ VIII/ 2020 tanggal 27 Agustus 2020 dan Surat Kuasa Khusus dari Terdakwa tanggal 1 September 2020.

Menimbang : Bahwa atas dakwaan Oditur Militer tersebut, Terdakwa dan Penasihat Hukum Terdakwa mengajukan Eksepsi.

(21)

Hal 21 dari 81 hal Putusan Nomor 100-K/PM III-12/AL/VII/2020

Menimbang : Bahwa atas Eksepsi Penasihat Hukum Terdakwa tersebut, Oditur Militer mengajukan tanggapan Eksepsi.

Menimbang : Bahwa atas Eksepsi Penasihat Hukum Terdakwa dan tanggapan Eksepsi tersebut Majelis Hakim mengeluarkan Putusan Sela yang amarnya sebagai berikut:

M E M U T U S K A N

Menetapkan : 1. Menolak Eksepsi/ keberatan yang diajukan oleh Steppanus Meky C., S.H., Mayor Laut (KH), NRP 16763/P, dkk. selaku Penasihat Hukum ;

2. Menyatakan Pengadilan Militer III-12 Surabaya berwenang mengadili perkara Terdakwa atau Surat Dakwaan sah dan dapat diterima;

3. Memerintahkan sidang perkara tersebut dilanjutkan;

Menimbang : Bahwa para Saksi yang dihadapkan dipersidangan menerangkan di bawah sumpah sebagai berikut :

Saksi-1 :

Nama lengkap : Xxxxxxxx

Pangkat/NRP : xxxx

Jabatan : xxxx

Kesatuan : xxxx

Tempat/Tgl. Lahir : xxxxxx Jenis kelamin : Perempuan.

Kewarganegaraan : Indonesia.

Agama : Islam.

Tempat tinggal : xxxxxxx.

Pada pokoknya menerangkan sebagai berikut :

1. Bahwa Saksi sekira bulan Januari 2017 kenal dengan Terdakwa melalui teman Saksi atas nama Sdri.

Xxxxxxxx (Saksi-6) anggota Polres Sumenep, antara Saksi dengan Terdakwa tidak ada hubungan keluarga.

2. Bahwa Saksi sebelum kenalan dengan Terdakwa Saksi-6 menyampaikan ke Terdakwa jika status Saksi

(22)

Hal 22 dari 81 hal Putusan Nomor 100-K/PM III-12/AL/VII/2020

janda cerai mati dan pada bulan Agustus 2017 Saksi juga menceritakan Status Saksi yang Janda melalui Whatsapp, kemudian pada tanggal 28 Agustus 2017 Terdakwa menghubungi Saksi lagi melalui Instagram selanjutnya Saksi dan Terdakwa menjalin hubungan pacaran;

3. Bahwa pada hari Minggu tanggal 17 Juni 2018, Terdakwa bersama keluarga besarnya datang kerumah orang tua Saksi di xxxxxx Kab. Sumenep dengan tujuan untuk melamar Saksi, selanjutnya ditetapkan tanggal pernikahan yaitu pada tanggal 14 Juni 2019 untuk akad nikah dan resepsi dilaksanakan pada tanggal 15 Juni 2019 melalui via WhatsApp pada tanggal 06 Nopember 2018 oleh ibu Terdakwa kepada Saksi kemudian Terdakwa menyetujui tanggal pernikahan tersebut;

4. Bahwa pada tanggal 18 Juni 2018 sekira pukul 06.30 Wib, bertempat dirumah Terdakwa, saat itu Saksi baru selesai mandi dan kembali ke kamar belakang sambil tidur-tiduran dan Saksi melihat Terdakwa yang sedang tidur di luar kamar di depan TV tiba-tiba Terdakwa masuk ke kamar mendekati dan menarik tangan Saksi untuk menyuruh Saksi memegang penis Terdakwa, dan saat itu Saksi merasakan penis Terdakwa mulai tegang dan keras, selanjutnya Terdakwa memelorotkan celana pendeknya sampai kebawah lutut dan menyuruh Saksi untuk onani dan mengulum penis Terdakwa, saat itu Saksi menolak dan tidak mau karena takut ketahuan orang tua Terdakwa;

5. Bahwa selanjutnya Terdakwa malah melototi Saksi dengan wajah marah, karena Saksi takut akhirnya Saksi mau menuruti kemauan Terdakwa untuk mengulum penisnya sampai akhirnya Terdakwa mengeluarkan sperma didalam mulut Saksi dan

(23)

Hal 23 dari 81 hal Putusan Nomor 100-K/PM III-12/AL/VII/2020

Terdakwa menyuruh untuk menelan spermanya yang menurut Terdakwa tidak apa-apa menelan sperma supaya bikin awet muda;

6. Bahwa Saksi pada bulan September 2018 pernah diajak jalan-jalan ke Batu-Malang bersama saudara sepupunya yaitu Sdri. xxxxxxx (Saksi-4) dan Sdri.

xxxx(Saksi-5) dengan mengendarai 2 (dua) sepeda motor yang saat itu Saksi berboncengan dengan Terdakwa, sekira pukul 23.30 Terdakwa mengajak Saksi mencari penginapan (Villa) disekitaran Alun- Alun Batu Malang setelah mendapatkan Villa rumah yang berisi 2 (dua) kamar dengan harga sebesar Rp 300.000,- (tiga ratus ribu rupiah) karena waktu itu Saksi sudah capek dan mengantuk lalu Saksi masuk kekamar yang berada di depan, sedangkan Terdakwa berada diruang tamu bersama saudara sepupu Saksi;

7. Bahwa kemudian pada pukul 01.30 Wib saat Saksi sedang tertidur lelap tiba-tiba Saksi merasakan Terdakwa ada disamping Saksi dengan tidak memakai baju dan celana (telanjang/bugil), kemudian menarik tangan Saksi dan menyuruh Saksi untuk melepas semuanya, setelah sama-sama telanjang bulat dan hanya ditutup menggunakan selimut, kemudian berciuman bibir lalu Terdakwa mengambil tangan kanan Saksi untuk memegang penis Terdakwa dan menyuruh Saksi untuk mengulum penis Terdakwa, kemudian setelah sama-sama merasa terangsang selanjutnya melakukan hubungan badan layaknya suami isteri dengan cara penis Terdakwa dimasukkan kedalam vagina Saksi sampai sama- sama klimak Terdakwa mengeluarkan spermanya di luar kemaluan/ vagina Saksi;

8. Bahwa Saksi pada hari Kamis tanggal 15 Nopember 2018 sekira pukul 10.00 Wib, saat Terdakwa dirumah orang tua Saksi di Dusun Manding Desa Manding

(24)

Hal 24 dari 81 hal Putusan Nomor 100-K/PM III-12/AL/VII/2020

Loak Kec. Manding Kab. Sumenep tepatnya di kamar depan Terdakwa menyuruh Saksi melakukan onani dengan cara mengulum penis Terdakwa dengan mulut Saksi setelah sperma Terdakwa keluar di dalam mulut Saksi lalu Saksi disuruh untuk menelan sperma tersebut namun saat itu Saksi menolak akan tetapi Terdakwa memaksa untuk menelan sperma tersebut;

9. Bahwa pada saat Terdakwa menyuruh Saksi untuk melakukan onani dengan cara mengulum penis Terdakwa kondisi kamar saat itu dalam keadaan tertutup hanya dengan selambu sedangkan pintu kamar tidak tertutup dan keadaan rumah pada saat itu ada orang tua Saksi, adik Saksi yang berada dibelakang rumah;

10. Bahwa setelah ditentukan tanggal pernikahan antara Terdakwa dengan Saksi, kemudian pada bulan Maret 2019 Saksi mengurus surat-surat sebagai persyaratan pernikahan mulai dari Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) kedua orang tua Saksi di Polres Sumenep, SKCK orang tua Terdakwa di Polres Jomban, Surat Keterangan Hasil penelitian dari Polda Jatim atas nama Saksi, Surat model N1, Surat Model N2, Surat Model N4 dan Surat Model N6 yang dikeluarkan oleh KUA Kec. Manding Kab. Sumenep, selain itu juga orang tua Saksi telah melakukan persiapan pesta pernikahan Saksi mulai dengan menyewa Gedung, rias pengantin, catering dan sudah mencetak undangan pernikahan Saksi dengan Terdakwa;

11. Bahwa kemudian pada tanggal 09 April 2019 acara pernikahan Saksi dengan Terdakwa dibatalkan secara sepihak oleh Terdakwa melalui via WhatsApp yang isinya “Sampean bohongi aku ya, berarti selama ini sampean gak terbuka sama aku, aku kecewa banget makasih”, kemudian Saksi menjawab “Aku bohongi sampean apa, kan dari awal kenal aku pernah

(25)

Hal 25 dari 81 hal Putusan Nomor 100-K/PM III-12/AL/VII/2020

ngomong sama sampean aku ini pernah nikah, dan Xxxxxxxx-pun awal ngenalin aku ke sampean juga udah ngasih tahu, apanya yang gak terbuka, ngapain juga aku harus nutup-nutupi statusku”, Terdakwa menjawab lagi “kapan ngomongnya kapan juga Xxxxxxxx ngasih tahu ke aku gak ada namanya Xxxxxxxx ngasih tahu ke aku”, setelah itu Saksi mengirim WA lagi ke Terdakwa “Kamu itu laki-laki apa perempuan sih, kalo mau batalin semuanya langsung ngomongin gak usah pake buat status segala, jadi laki-laki kok gak gentle sama sekali, terus sekarang maumu apa” Terdakwa menjawab “Mauku dibatalin !”;

12. Bahwa alasan Terdakwa membatalkan pernikahan karena tidak tahu status Saksi janda cerai mati dan Terdakwa juga sudah mempunyai wanita lain yang bernama Sdri. Xxxxxxxx yang bekerja di Rumah Sakit Delta Sidoarjo yang Saksi lihat ada foto profil di WhatApp milik HP Terdakwa;

13. Bahwa akibat pembatalan rencana pernikahan secara sepihak oleh Terdakwa, orang tua Saksi merasa dirugikan karena sudah menyewa gedung, rias pengantin, catering dan cetak undangan yang jumlahnya sebesar Rp 80.000.000,00 (delapan puluh juta rupiah), selain itu juga Saksi mengalami kerugian sebesar ± Rp 80.000.000,00 (delapan puluh juta rupiah) dan uang tersebut Saksi berikan kepada Terdakwa karena Terdakwa sering kali meminjam uang dengan alasan untuk kebutuhan pribadi Terdakwa dan akan diganti namun hanya dikembalikan hanya sebagian, tidak ada niat baik dari Terdakwa untuk mengganti uang yang telah Saksi berikan kepada Terdakwa, dan pada bulan Agustus 2018 Saksi pernah beri uang oleh Terdakwa sebesar Rp 5.000.000,00 (lima juta rupiah);

14. Bahwa selama Saksi berpacaran sampai dengan tunangan ATM Saksi dibawa oleh Terdakwa ke

(26)

Hal 26 dari 81 hal Putusan Nomor 100-K/PM III-12/AL/VII/2020

Tanjung Pinang dan telah dipergunakan oleh Terdakwa setelah saksi print out rekening di Bank BRI dan Saksi baru mengetahui uang yang Saksi pinjamkan tidak hanya digunakan untuk keperluan Terdakwa sendiri melainkan juga mengirimkan kepada orang tua Terdakwa serta membelikan pulsa telepon kepada seorang perempuan yang Saksi tidak kenal;

15. Bahwa selain Terdakwa membatalkan pernikahan dengan Saksi, Terdakwa juga telah melakukan penipuan terhadap Saksi mulai dari awal pacarana sampai dengan batal pernikahan yaitu pada bulan Agustus 2017 saat Saksi mengikuti pelatihan di Surabaya Terdakwa menghubungi Saksi dan menanyakan toko yang menjual sepatu taktikal, kemudian Saksi membelikannya dengan harga sebesar Rp 350.000,00 (tiga ratus ribu rupiah) setelah Saksi selesai pelatihan sepatu tersebut Saksi kirim ke Terdakwa di tanjung Pinang dan berjanji setelah gajian bulan September 2017 akan dibayar namun setelah gajian tidak dibayar, pada bulan Desember 2017 setelah pulang dari penugasan Terdakwa meminta untuk dibelikan TV baru dengan harga sebesar Rp 3.000.000,00 (tiga juta rupiah), pada bulan Januari 2018 meminta uang kepada Saksi untuk memasang skot lait sepeda motor Ninja sebesar Rp 1.000.000,00 (satu juta rupiah), membeli ban sepeda motor sebesar Rp 1.600.000,00 (satu juta enam ratus ribu rupiah), membeli hand rem sebesar Rp 1.400.000,00 (satu juta empat ratus ribu rupiah);

16. Bahwa selanjutnya pada tanggal 17 Maret 2018 meminta uang lagi untuk membeli HP Samsung Note 5 sebesar Rp 3.500.000,00 (tiga juta lima ratus ribu rupiah), pada bulan Maret 2018 meminta uang lagi untuk membeli sepeda motor sebesar Rp 16.000.000,00 (enam belas juta rupiah) sehingga

(27)

Hal 27 dari 81 hal Putusan Nomor 100-K/PM III-12/AL/VII/2020

dengan jumlah keseluruhan yang telah dipinjam oleh Terdakwa untuk keperluan lainnya sebesar Rp 81.004.000,00 (delapan puluh satu juta empat ribu rupiah), namun Terdakwa hanya mengakui uang yang diminta Saksi sebesar Rp51.534.000,00 (lima puluh satu juta lima ratus tiga puluh empat ribu rupiah) dan Terdakwa berjanji akan mengembalikan uang tersebut dengan cara diangsur dalam jangka waktu 16 (enam belas) bulan terhitung mulai bulan Mei 2019 sampai dengan bulan Agustus 2020 tetapi sampai dengan sekarang Terdakwa baru membayar melalui transfer sebesar Rp 15.000.000,00 (lima belas juta rupiah);

dan

17. Bahwa dengan kejadian ini orang tua Saksi maupun Saksi mengalami kerugian dengan total keseluruhannya sebesar Rp 161.000.400,00 (seratus enam puluh satu juta empat ratus ribu rupiah) dan sudah dibayarkan oleh Terdakwa sebesar Rp 15.000.000,00 (lima belas juta rupiah) jadi sisanya sebesar Rp 146.000.400,00 (seratus empat puluh enam juta empat ratus ribu rupiah).

Atas keterangan Saksi-1 tersebut, Terdakwa membenarkan sebagian dan menyangkal sebagiannya, yang disangkal yaitu:

- Bahwa pada saat dikenalkan melalui BBM Saksi-1 statusnya single (bukan Janda), Terdakwa mengetahui status Saksi-1 janda pada tanggal 8 April 2019.

- Terdakwa tidak pernah melakukan oral sex dengan Saksi-1 berupa mengulum penis Terdakwa oleh Saksi-1 di rumah Terdakwa di Jombang.

- Terdakwa tidak pernah melakukan hubungan suami istri dengan Saksi-1 tetapi hanya melakukan oral sex berupa mengocok penis Terdakwa dan mengulum penis Terdakwa oleh Saksi-1.

(28)

Hal 28 dari 81 hal Putusan Nomor 100-K/PM III-12/AL/VII/2020

- Terdakwa membatalkan nikah dengan Saksi-1 karena Kartu Keluarga yang diberikan oleh Saksi-1 kepada Terdakwa tidak sesuai dengan Kartu Keluarga yang pernah diberikan kepada orangtua Terdakwa.

- Bahwa Terdakwa tidak pernah melihat KTP milik Saksi-1 sampai tanggal 8 April 2019 dan baru melihat di mess sebelum memberikan berkas-berkas nikah ke kantor Terdakwa.

- Bahwa uang yang pernah diberikan oleh Saksi-1 bukan berjumlah Rp80.000.000,00 (delapan puluh juta rupiah) tetapi Rp50.534.000,00 (Lima puluh juta lima ratus tiga puluh empat ribu rupiah) dan sudah dikembalikan dengan bertahap.

Atas sangkalan Terdakwa tersebut, Saksi-1 menyatakan tetap dengan keterangannya.

Saksi-2 :

Nama lengkap : Xxxxxxxx

Pekerjaan : xxxxxxx

Tempat/Tgl. Lahir : xxxxx Janis kelamin : Perempuan Kewarganegaraan : Indonesia.

Agama : Islam.

Tempat tinggal : xxxxxxxx.

Pada pokoknya menerangkan sebagai berikut:

1. Bahwa Saksi kenal dengan Terdakwa pada tahun 2018 saat main ke rumah Saksi di Sumenep dan tidak ada hubungan keluarga, sedangkan Saksi kenal dengan Brigpol Xxxxxxxx (Saksi-1) dalam hubungan sebagai anak kandung;

2. Bahwa Saksi pada tanggal 17 Juni 2018 menerima kedatangan kedua orang tua dan keluarga besar Terdakwa di rumah Saksi yang datang untuk bertunangan/ melamar Saksi-1 yang dihadiri keluarga besar Saksi, namun ketika acara pertemuan tersebut

(29)

Hal 29 dari 81 hal Putusan Nomor 100-K/PM III-12/AL/VII/2020

belum ditentukan hari dan tanggal pernikahan Terdakwa dengan Saksi-1.

3. Bahwa Saksi pada bulan Nopember 2018 dihubungi/

lewat HP oleh orang tua Terdakwa (Sdr.

Xxxxxxxx/Saksi-3) yang menyampaikan acara pernikahan Terdakwa dengan Saksi-1 dilaksanakan pada hari Jumat tanggal 14 Juni 2019 dan acara resepsi pernikahan pada hari Sabtu tanggal 15 Juni 2019, sehingga Saksi-1 mengurus surat-surat untuk persyaratan nikah ke Kesatuan Terdakwa;

4. Bahwa sebelum rencana acara pernikahan tersebut dilaksanakan secara sepihak oleh pihak Terdakwa membatalkan pernikahan Saksi-1 dan Terdakwa melalui status WhasApp HP Terdakwa dengan alasan Terdakwa mempunyai perempuan lain/ pacar baru, sehingga akibat dari pembatalan pernikahan secara sepihak yang dilakukan oleh Terdakwa tersebut, Saksi dan keluarga besar merasa ditipu dan dirugikan oleh Terdakwa karena sebelumnya Saksi sudah memesan tempat/ gedung acara resepsi, rias pengantin/ make up, dekor dan catering dan mencetak undangan serta Terdakwa sudah membuat malu keluarga besar Saksi;

5. Bahwa selain Terdakwa membatalkan pernikahan dengan Saksi-1 tersebut, Terdakwa juga sering meminta uang dan barang kepada Saksi-1 dengan alasan pinjam yang nantinya akan diganti dengan jumlah keseluruhanya sebesar Rp 80.000.000,- (delapan puluh juta rupiah).

Atas keterangan Saksi-2 tersebut, Terdakwa membenarkan sebagian dan menyangkal sebagiannya, yang disangkal yaitu:

- Bahwa masalah undangan belum ada wacana untuk dicetak karena pada waktu itu rencana mau foto Prewedding di tanjung pinang.

(30)

Hal 30 dari 81 hal Putusan Nomor 100-K/PM III-12/AL/VII/2020

- Bahwa uang yang pernah diberikan oleh Saksi-1 bukan berjumlah Rp80.000.000,00 (delapan puluh juta rupiah) tetapi Rp50.534.000,00 (Lima puluh juta lima ratus tiga puluh empat ribu rupiah) dan sudah dikembalikan dengan bertahap.

Atas sangkalan Terdakwa tersebut, Saksi-2 menyatakan tetap dengan keterangannya.

Saksi-3 :

Nama lengkap : Xxxxxxxx.

Pekerjaan : xxxxxx

Tempat/Tgl. Lahir : xxxxxxx Janis kelamin : Laki-laki Kewarganegaraan : Indonesia.

Agama : Islam.

Tempat tinggal : xxxxxxxxg Jawa Timur Pada pokoknya menerangkan sebagai berikut:

1. Bahwa Saksi kenal dengan Terdakwa karena Terdakwa adalah anak kandung Saksi yang ketiga sedangkan Saksi kenal dengan Brigpol Xxxxxxxx (Saksi-1) sekira tahun 2018 yang berdinas di Polres Sumenep dikenalkan oleh Terdakwa di Terminal Bus Mojokerto dalam hubungan sebagai teman Terdakwa;

2. Bahwa Saksi mengetahui Terdakwa kenal dengan Saksi-1 dikenalkan oleh Sdri. Xxxxxxxx (Saksi-6) yang bertugas di Polres Sumenep melalui video call dan belum pernah bertemu muka dan Saksi hanya mengetahui Saksi-1 melalui HP tersebut, setelah beberapa bulan Saksi menjemput Saksi-1 di terminal Mojokerto dan dalam perjalanan menuju ke Jombang Saksi dan Saksi-1 singgah di warung Makan Sagu Padangan Mojokerto.

3. Bahwa Saksi setelah masuk dalam warung dan sambil menunggu pesanan makanan datang, Saksi meminta untuk pinjam KTP Saksi-1 dengan maksud untuk melihat status Saksi-1 karena Saksi curiga

(31)

Hal 31 dari 81 hal Putusan Nomor 100-K/PM III-12/AL/VII/2020

melihat dari bentuk fisiknya Saksi-1 mirip ibu-ibu, namun oleh Saksi-1 tidak memberikan KTP-nya dengan alasan rusak, setelah selesai makan Saksi dan Saksi-1 menuju rumah Jombang;

4. Bahwa setelah beberapa bulan kemudian Saksi beserta keluarga besar merencanakan melamar Saksi-1 ke Sumenep namun sebelum lamaran dilaksanakan ± 3 (tiga) minggu Saksi meminta foto copy Kartu Keluarga Saksi-1 dan itu diberikan oleh Saksi-1 melalui Terdakwa, Saksi melihat status Saksi- 1 di Kartu Keluarga yang dikeluarkan pada tanggal 04 September 2008 belum kawin, setelah mengetahui data foto copy status Saksi-1 tersebut masih perawan, kemudian Saksi beserta keluarga besar menentukan untuk waktu lamaran pada bulan Juni 2018, kemudian Saksi beserta keluarga datang ke rumah orang tua Saksi-1 dengan maksud untuk melamar Saksi-1;

5. Bahwa Saksi setelah keluarga besarnya berkunjung ke rumah orang tua Saksi-1, bulannya Saksi lupa keluarga besar Saksi-1 membalas datang dengan berkunjung kerumah Saksi di Jombang kemudian menentukan hari, tanggal pernikahan, setelah ketemu untuk hari akad nikahnya ditentukan pada hari Jumat Kliwon (tanggal 14 Juni 2019) sedangkan untuk resepsi pernikahan pada hari Sabtu tanggal 15 Juni 2019, kemudian Saksi-1 dan Terdakwa mengurus syarat-syarat pernikahan dan Saksi diminta oleh Saksi-1 berupa SKCK untuk Saksi dan isteri kemudian setelah jadi Saksi kirim ke Saksi-1 di Sumenep, beberapa bulan kemudian syarat-syarat tersebut lengkap dikirim ke Terdakwa di Tanjung Pinang;

6. Bahwa sebelum syarat-syarat diajukan ke Komandan oleh Terdakwa dibaca satu persatu ternyata ada dari keterangan KTP tersebut menunjukkan status Saksi-1 adalah janda cerai mati, sehingga Terdakwa kaget dan menghubungi isteri Saksi melalui HP dan isteri

(32)

Hal 32 dari 81 hal Putusan Nomor 100-K/PM III-12/AL/VII/2020

Saksi menyampaikan kepada Saksi “Yah...tiba’e Lita itu wes rondo...”, Saksi menjawab “jare sopo sampean

“isteri Saksi menjawab “Jare Usqi berkasse wes diterimo Usqi terus diwoco ternyata statusnya Sdri.

Xxxxxxxx janda”, kemudian Saksi menyuruh isteri untuk menelpon Terdakwa setelah terhubung dengan Terdakwa, Saksi langsung menanyakan “piye se Qi...

kok ngantek awakmu gak ru..yo terserah awakmu Qi, awakmu seng ngelakoni”, sehingga Terdakwa mengambil keputusan dengan mengatakan “dibatalin mawon”, kemudian Terdakwa menghubungi Saksi-1;

7. Bahwa beberapa hari kemudian ibu Saksi-1 Sdri.

Xxxxxxxx (Saksi-2) menelpon Saksi dengan mengatakan "gimana Pak... hubungan Usqi dengan Xxxxxxxx.... Yaa gak jadi gak apa-apa asal uangnya dikembalikan...” lalu Saksi menjawab “iya Bu pasti dikembalikan oleh anak saya tetapi tidak sekarang, saya mau menghubungi anak saya dulu” setelah itu Saksi tidak tahu komunikasi antara Terdakwa dengan Saksi-1 dan tahu-tahu Saksi mendengar dari Terdakwa jika Saksi-1 datang ke Kantor Terdakwa di Tanjung Pinang; dan

8. Bahwa selama Terdakwa menjalin hubungan dengan Saksi-1, Saksi-1 sudah 4 (empat) kali datang kerumah Saksi, namun Terdakwa maupun Saksi-1 tidak melakukan apa-apa dan tidurnya tidak sama-sama atau satu kamar karena Saksi-1 tidur dengan isteri Saksi sedangkan Terdakwa tidur di ruang televisi bersama dengan Saksi.

Atas keterangan Saksi-3 tersebut, Terdakwa membenarkan seluruhnya

Saksi-4 :

Nama lengkap : xxxx

Pekerjaan : xxxxxx

Tempat/Tgl. Lahir : xxxxxx

(33)

Hal 33 dari 81 hal Putusan Nomor 100-K/PM III-12/AL/VII/2020

Janis kelamin : Laki-Laki Kewarganegaraan : Indonesia.

Agama : Islam.

Tempat tinggal : xxxxxx.

Pada pokoknya menerangkan sebagai berikut:

1. Bahwa Saksi kenal dengan Terdakwa karena Terdakwa adalah kakak sepupu satu kali Saksi, sedangkan Saksi kenal dengan Brigpol Xxxxxxxx (Saksi-1) sejak tahun 2018 dikenalkan oleh Terdakwa pada saat Saksi-1 pacaran dengan Terdakwa, namun tidak ada hubungan family/ keluarga;

2. Bahwa pada hari Kamis tanggal 13 September 2018, Saksi bersama isteri Sdri. xxxxx (Saksi-6), Terdakwa dan Saksi-1 pergi di daerah Songgoriti Malang dalam rangka berwisata dengan menggunakan 2 (dua) sepeda motor.

3. Bahwa Saksi setelah sampai di Malang bersama rombongan nongkrong di Alun-alun Kota Batu sambal makan ketan, setelah pukul 00.30 Wib, Saksi bersama rombongan menginap di Villa Tirtosari Perumahan Bukit Songgoriti Jln. Arumdalu Dusun Songgoriti Rt.04 Rw.ll Kelurahan Songgokerto Kec. Batu Kota Madya Batu.

4. Bahwa Saksi setelah berada dalam villa selanjutnya Saksi-5 bersama Saksi-1 masuk ke kamarnya sendiri untuk ganti baju, setelah itu Saksi-5 masuk ke kamarnya Saksi-1 yang berada di depan dari Villa tersebut sambil ngobrol, sedangkan Saksi dan Terdakwa diruang tamu sambil main game di HP;

5. Bahwa setelah 1 (satu) jam kemudian Saksi-5 kembali/ masuk ke kamarnya yang berada di bagian belakang dari Villa sambal mengajak Saksi untuk tidur, namun Saksi tidak jadi ikut masuk karena masih mau main game sambil menemani Terdakwa, sekira pukul 04.00 Wib Saksi berhenti main game karena

(34)

Hal 34 dari 81 hal Putusan Nomor 100-K/PM III-12/AL/VII/2020

sudah mengantuk dan pamit ke Terdakwa dengan mengatakan “Mas Us aku ta bubuk sek, aku wes ngantuk” terus dijawab Terdakwa “Yo Zan... ndang bubuk ojok tangi awan-awan” selanjutnya Saksi masuk ke kamar untuk istirahat dan tidur sedangkan Terdakwa masih main game;

6. Bahwa sekira pukul 06.30 Wib, Saksi bangun tidur dan keluar dari kamar melihat Terdakwa dan Saksi-1 sudah berada di ruang tamu sambal beres-beres, selanjutnya Saksi disuruh mandi oleh Terdakwa dan selama di dalam Villa tersebut Saksi tidak mengetahui apa yang dilakukan oleh Terdakwa dengan Saksi-1.

7. Bahwa Saksi sekira pukul 07.00 Wib beserta rombongan keluar dari Villa melanjutkan perjalanan menuju ke Kepanjen untuk silaturahmi ke sepupu Saksi atas nama Sdri. Novy, setelah sampai dirumah Sdri. Novy sambil ngobrol dan makan pagi/ sarapan kemudian pada pukul 13.30 Wib Saksi beserta Saksi- 6, Terdakwa dan Saksi-1 kembali pulang menuju ke Jombang.

Atas keterangan Saksi-4 tersebut, Terdakwa membenarkan seluruhnya

Saksi-5 :

Nama lengkap : xxxx

Pekerjaan : xxxx

Tempat/Tgl. Lahir : xxxxxxx Janis kelamin : Perempuan.

Kewarganegaraan : Indonesia.

Agama : Islam.

Tempat tinggal : xxxxxx.

Pada pokoknya menerangkan sebagai berikut:

1. Bahwa Saksi kenal dengan Terdakwa pada tahun 2018 di Jombang dirumah Sdri. Xxxxxxxx (ibu kandung Terdakwa) dalam hubungan sebagai kakak ipar, sedangkan dengan Brigpol Xxxxxxxx (Saksi-1)

(35)

Hal 35 dari 81 hal Putusan Nomor 100-K/PM III-12/AL/VII/2020

kenal dikenalkan oleh Sdri. Xxxxxxxx melalui Video Call WhatsApp, namun tidak ada hubungan keluarga/family;

2. Bahwa Saksi pada hari Kamis tanggal 13 September 2018, diajak Saksi-1 untuk liburan ke Malang dengan mengatakan “Dek... ayo ikut aku liburan ke Malang”, Saksi menjawab “gak mau mbak... soalnya dirumah masih ada ibu mertua”, kemudian Saksi-1 menjawab

“udah gak apa-apa Dek nanti saya ijinkan ke Lek Tin”, akhirnya Saksi mau dan mengatakan “iya mbak aku mau ikut liburan”;

3. Bahwa selanjutnya Saksi bersama suami Sdr. xxxxxx (Saksi-4), Terdakwa dan Saksi-1 berangkat liburan ke daerah Songgoriti Malang dengan menggunakan 2 (dua) sepeda motor setelah sampai di Alun-alun kota Batu Saksi nongkrong sambil foto-foto dan makan ketan, setelah pukul 00.30 Wib, Saksi beserta Saksi- 4, Saksi-1 dan Terdakwa mencari penginapan atau Villa di daerah Songgoriti dan akhirnya menemukan Villa yang berada di Perumahan Bukit Songgoriti Jin.

Arumdalu Dusun Songgoriti Rt.04 Rw.ll Kelurahan Songgokerto Kec.Batu Kota Madya Batu.

4. Bahwa setelah Saksi-1 dan Terdakwa membayar biaya penginapan, Saksi masuk kamar yang berada di bagian belakang untuk ganti baju dan Saksi-1 masuk di kamar bagian depan, sedangkan Saksi-4 dan Terdakwa duduk di sofa untuk main game;

5. Bahwa setelah Saksi selesai ganti baju, Saksi keluar dari kamar dan duduk bersama dengan Saksi-4 dan Terdakwa tidak lama kemudian Saksi masuk ke kamar Saksi-1 sambil ngobrol sekitar setengah jam Saksi keluar kamar dan duduk lagi di sofa sambil makan jajan/ snack, sekira pukul 04.00 Wib Saksi masuk ke kamar untuk mengeces Handphone (HP), setelah itu Saksi keluar kamar lagi, setelah itu Saksi-4 menyuruh Saksi untuk tidur dan akhirnya Saksi masuk

(36)

Hal 36 dari 81 hal Putusan Nomor 100-K/PM III-12/AL/VII/2020

ke dalam kamar dan tidur tidak lama kemudian Saksi- 4 menyusul masuk kedalam kamar;

6. Bahwa kemudian sekira pukul 06.30 Wib, Saksi bangun tidur dan keluar dari dalam kamar melihat Terdakwa dan Saksi-1 sedang berada di dalam kamar depan dari Villa dan Saksi mendengar ada suara televisi dan suara air, kemudian Saksi masuk lagi untuk mandi dan beres-beres.

7. Bahwa Saksi bersama Saksi-4, Saksi-1 dan Terdakwa menginap dalam Villa hanya semalam saja dan sekira pukul 07.30 Wib Saksi bersama rombongan keluar dari Villa melanjutkan perjalanan menuju ke Kepanjen untuk silaturahmi ke sepupu atas nama Sdri. xxxxxxx, setelah sampai dirumah Sdri. Novy ± 4 (empat) jam kemudian ngobrol dan makan pagi/ sarapan, selanjutnya sekira pukul 13.30 Wib Saksi bersama Saksi-4, Saksi-1 dan Terdakwa pulang menuju ke Jombang.

Atas keterangan Saksi-5 tersebut, Terdakwa membenarkan seluruhnya.

Menimbang : Bahwa Saksi atas nama Sdri. Xxxxxxxx xxxxx telah dipanggil secara sah menurut undang-undang oleh Oditur Militer, namun yang bersangkutan tidak dapat hadir karena telah pindah tugas dan tidak bertempat tinggal pada alamat semula (sekarang di Jakarta) maka keterangannya yang telah diberikan dibawah sumpah pada saat pemeriksaan permulaan di POM dibacakan sebagai berikut:

Saksi-6 :

Nama lengkap : Xxxxxxxx xxxxxx Pangkat/NRP : xxxxxx

Jabatan : xxxxx

Satuan : xxxxx

Tempat/Tgl. Lahir : xxxxxx Janis kelamin : Perempuan.

Kewarganegaraan : Indonesia.

(37)

Hal 37 dari 81 hal Putusan Nomor 100-K/PM III-12/AL/VII/2020

Agama : Islam.

Tempat tinggal : xxxxxxx

Pada pokoknya menerangkan sebagai berikut

1. Bahwa Saksi kenal dengan Terdakwa pada tahun 2011 karena Terdakwa adalah teman dari kakak kandung Saksi yaitu Sdri. xxxxx dan Saksi mengenal Saksi-1 (Brigpol Xxxxxxxx) sejak tahun 2015 dalam hubungan senior yunior, namun tidak ada hubungan keluarga/ family;

2. Bahwa sekira awal tahun 2017 setelah Saksi mengenalkan Saksi-1 kepada Terdakwa, kemudian berlanjut pacaran dan sudah melaksanakan lamaran serta menentukan hari, dan tanggal pernikahan beserta resepsi pernikahannya, serta sudah mengurus surat-surat untuk persyaratan nikah ke Kesatuan Terdakwa;

3. Bahwa pada bulan Juni 2018 Saksi mengetahui Saksi-1 dan Terdakwa melangsungkan lamaran dirumah orang tua Saksi-1 di Ds. Manding Loak Kec.

Manding Kab. Sumenep yang dihadiri orang tua, kedua kakak Terdakwa dan neneknya (keluarga besar Terdakwa), acara tersebut juga ditentukan akad nikah pada tanggal 14 Juni 2019 dan acara resepsi pernikahan pada tanggal 15 Juni 2019, namun akhirnya rencana acara pernikahan tersebut dibatalkan sepihak oleh pihak Terdakwa karena Terdakwa mempermasalahkan status Saksi-1 yang janda; dan

4. Bahwa Saksi mengetahui pembatalan rencana pernikahan secara sepihak yang dilakukan Terdakwa hanya lewat HP WhatsApp saja, sehingga orang tua Saksi dan Saksi-1 merasa dirugikan karena sebelumnya sudah menyewa gedung pernikahan, rias pengantin, catering dan sudah mencetak undangan pernikahan, sehingga keluarga besar Saksi-1 menjadi malu dan merasa ditipu oleh Terdakwa

(38)

Hal 38 dari 81 hal Putusan Nomor 100-K/PM III-12/AL/VII/2020

Atas keterangan Saksi-6 yang dibacakan tersebut, Terdakwa membenarkan seluruhnya.

Menimbang : Bahwa di dalam sidang Terdakwa menerangkan sebagai berikut :

1. Bahwa Terdakwa masuk menjadi anggota TNI AL pada tahun 2010 melalui pendidikan Secaba PK XXX di Surabaya, setelah lulus dan dilantik dengan pangkat Serda selanjutnya ditempatkan di Wing Udara 1 Tanjungpinang sampai saat kejadian yang menjadikan perkara ini dengan pangkat xxxx NRP xxxxx8;

2. Bahwa Terdakwa kenal dengan Brigadir Polisi Xxxxxxxx (Saksi-1) sekira pertengahan tahun 2017 dalam hubungan sebagai pacaran;

3. Bahwa pada tanggal 17 Juni 2018, setelah lebaran Idul Fitri Terdakwa dan keluarga besar Terdakwa datang untuk melamar Saksi-1 di rumah orang Saksi- 1 di Desa Manding Laok Sumenep dan dihadiri oleh keluarga keluarga kedua belah pihak, kemudian sekira bulan Agustus 2018 pihak keluarga Saksi-1 membalas lamaran di rumah Jombang (rumah orang tua Terdakwa) dan menentukan tanggal pernikahan yaitu pada tanggal 14 dan 15 Juni 2019;

4. Bahwa selama menjalin hubungan dengan Saksi-1, Terdakwa pemah rekreasi/ liburan bersama Saksi-1, adik sepupu a..n. Sdrxxxxx (Saksi-4) dan isterinya Sdri. xxxxxx (Saksi-5) di daerah Batu Malang, setelah pulang dari Alun-Alun Batu sekira pukul 00.30 Wib, Terdakwa bersama Saksi-1, Saksi-4 dan Saksi-5 menginap di Villa yang berada di Batu Malang dengan menyewa 2 (dua) kamar tidur, kamar yang satu digunakan Saksi-4 dan Saksi-5, sedangkan kamar yang satu Terdakwa gunakan bersama Saksi-1;

(39)

Hal 39 dari 81 hal Putusan Nomor 100-K/PM III-12/AL/VII/2020

5. Bahwa setelah sampai di Villa penginapan Terdakwa dan Saksi-4 duduk di ruang tamu sambil main game, sedangkan Saksi-5 dan Saksi-1 ngobrol berdua didalam kamar Saksi-1 sampai pukul 02.00 Wib, kemudian sekira pukul 03.15 Wib Terdakwa masuk kedalam kamar Saksi-1 dan melihat Saksi-1 sedang tidur dengan menggunakan daster, lalu Terdakwa tidur disamping sebelah Saksi-1 dan Saksi-1 memeluk Terdakwa lalu Terdakwa mencium bibir Saksi-1, setelah sampai sama-sama merasakan nafsu kemudian melepas pakaian masing-masing, lalu Saksi-1 menghisap penis Terdakwa sampai mengeluarkan air sperma dimulut Saksi-1;

6. Bahwa selama Terdakwa menjalin hubungan dengan Saksi-1 yang pernah melakukan onani dengan menghisap penis Terdakwa, Saksi-1 pernah menawarkan hadiah ulang tahun dan Terdakwa meminta hadiah jam tangan merk Seiko dengan harga sebesar Rp 3.700.000,00 (tiga juta tujuh ratus ribu rupiah) selain itu Terdakwa pernah meminjam uang kepada Saksi-1 selama menjalin hubungan pacaran dengan total keseluruhan sebesar Rp 50.534.000,00 (lima puluh juta lima ratus tiga puluh empat ribu rupiah) dengan rincian pada bulan Desember 2017 untuk membeli TV sebesar Rp 3.000.000,00 (tiga juta rupiah), sekira bulan Maret 2018 untuk membeli sepeda motor Honda CB sebesar Rp 16.000.000,00 (enam belas juta rupiah), sekira bulan Juni 2018 untuk biaya lamaran sebesar Rp 8.000.000,00 (delapan juta rupiah);

7. Bahwa sekira bulan Maret 2018 untuk membeli HP merk Samsung sebesar Rp 3.200.000,00 (tiga juta dua ratus ribu rupiah), untuk pasang stiker motor sebesar Rp 1.000.000,00 (satu juta rupiah), beli ban sepeda motor sebesar Rp 1.600.000,00 (satu juta enam ratus ribu rupiah), beli hand rem motor sebesar

(40)

Hal 40 dari 81 hal Putusan Nomor 100-K/PM III-12/AL/VII/2020

Rp 1.400.000,00 (satu juta empat ratus ribu rupiah), pinjam uang sebesar Rp 800.000,00 (delapan ratus ribu rupiah), ganti spedo meter motor sebesar Rp 2.000.000,00 (dua juta rupiah), pinjam lagi untuk ke Jakarta sebesar Rp 1.000.000,00 (satu juta rupiah), untuk acara balikan lamaran sebesar Rp 500.000,00 (lima ratus ribu rupiah), pinjarrl uang untuk kakak Terdakwa sebesar Rp 500.000,00 (lima ratus ribu rupiah);

8. Bahwa kemudian untuk membayar papan nama sebesar Rp 500.000,00 (lima ratus ribu rupiah), perbaiki AC sebesar Rp 300.000,00 (tiga ratus ribu rupiah), bayar atribut baju PDL sebesar Rp 370.000,00 (tiga ratus tujuh puluh ribu rupiah), DP motor Vixion sebesar Rp 2.500.000,00 (dua juta lima ratus ribu rupiah), isi pulsa sebesar Rp 150.000,00 (seratus lima puluh ribu rupiah), untuk orang tua Terdakwa sebesar Rp 500.000,00 (lima ratus ribu rupiah), beli hugger arm motor sebesar Rp 344.000,00 (tiga ratus empat puluh empat ribu rupiah), beli tas Eiger sebesar Rp 650.000,00 (enam ratus lima puluh ribu rupiah), beli jaket motor ninja sebesar Rp 190.000,00 (seratus Sembilan puluh ribu rupiah);

9. Bahwa selanjutnya untuk beli kaos club sebesar Rp 280.000,00 (dua ratus delapan puluh ribu rupiah), modifikasi motor sebesar Rp 3.000.000,00 (tiga juta rupiah), beli pulsa sebesar Rp 100.000,00 (seratus ribu rupiah), beli stiker motor sebesar Rp 1.200.000,00 (satu juta dua ratus ribu rupiah) dan membayar uang kas club sebesar Rp 450.000,00 (empat ratus lima puluh ribu rupiah) dengan jumlah uang yang sudah Terdakwa terima dari Saksi-1 ± Rp 50.534.000,00 (lima puluh juta lima ratus tiga puluh empat ribu rupiah);

10. Bahwa pada bulan Maret 2019 Terdakwa telah membatalkan pernikahan dengan Saksi-1 karena

Referensi

Dokumen terkait

Bahwa sekitar bulan Mei 2010 saksi korban sudah berpacaran dengan Terdakwa dan pada hari Selasa tanggal 14 September 2010 Terdakwa datang kerumah saksi korban

Bahwa benar Terdakwa tidak behak dan tidak berwenang untuk menggadaikan mobil Mitsubisi warna kuning Nopol G-1209-AP kepada Saksi-2 dan Saksi-3 karena mobil

Bahwa Terdakwa kemudian mengejar dan memotong laju kendaraan Saksi-1 serta menyuruh menghentikan sepeda motor yang dikendarai oleh Saksi-1, selanjutnya Terdakwa

Bahwa benar Terdakwa mendapat informasi dari rekan- rekan satu letting Saksi-1 yang mengatakan Saksi-1 ada kegiatan di gereja Yonif 752 / VYS kemudian Terdakwa

Bahwa selanjutnya pada tanggal 5 Oktober 2019 sekira pukul 00.30 Wib sampai di Hotel xxxxx kemudian Terdakwa menyuruh Saksi menunggu di mobil sedangkan Terdakwa

1. Bahwa benar Terdakwa adalah Prajurit TNI AL yang berdinas di Satfib Koarmatim dengan jabatan Kaur Rumga sejak tanggal 30 Juni 2010 dan pada saat melakukan

Bahwa benar pada hari Kamis tanggal 23 April 2020 sekira pukul 15.00 WIB, Terdakwa menghubungi Saksi-2 melalui telepon mengatakan telah terjadi penangkapan terhadap

MPK lalu Saksi-1 menawarkan kepada Terdakwa untuk dipertemukan dengan bagian yang membidangi yaitu bagian humas namun Terdakwa tidak menerima penjelasan Saksi malah Terdakwa