• Tidak ada hasil yang ditemukan

HUBUNGAN ANTARA JOB INSECURITY DAN KONFLIK PERAN DENGAN KOMITMEN ORGANISASI.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "HUBUNGAN ANTARA JOB INSECURITY DAN KONFLIK PERAN DENGAN KOMITMEN ORGANISASI."

Copied!
131
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Deki Ermawan
  • Pengajar:
    • Drs. Haryanto FR, MA
    • MB. Sudinadji, S.Psi
  • Sekolah: Universitas Muhammadiyah Surakarta
  • Mata Pelajaran: Psikologi
  • Topik: Hubungan Antara Job Insecurity Dan Konflik Peran Dengan Komitmen Organisasi
  • Tipe: skripsi
  • Tahun: 2007
  • Kota: Surakarta

I. PENDAHULUAN

Bagian ini menjelaskan latar belakang masalah yang mengaitkan job insecurity dan konflik peran dengan komitmen organisasi. Penulis menekankan pentingnya pemahaman terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi komitmen karyawan, serta dampak dari job insecurity dan konflik peran terhadap komitmen tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan wawasan mengenai pengaruh kondisi kerja yang tidak aman dan konflik peran terhadap komitmen organisasi, yang merupakan kunci bagi keberhasilan perusahaan.

1.1. Latar Belakang Masalah

Latar belakang membahas bagaimana perubahan dalam organisasi dapat mempengaruhi karyawan, khususnya dalam hal job insecurity dan konflik peran. Penulis menggarisbawahi bahwa karyawan yang merasa tidak aman dalam pekerjaan mereka cenderung memiliki komitmen yang rendah terhadap organisasi. Hal ini dapat berakibat negatif pada produktivitas dan kepuasan kerja, yang pada gilirannya mempengaruhi keberlangsungan organisasi.

1.2. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki hubungan antara job insecurity dan konflik peran dengan komitmen organisasi. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengukur sumbangan efektif dari kedua variabel tersebut terhadap komitmen organisasi. Dengan memahami hubungan ini, diharapkan dapat memberikan rekomendasi bagi perusahaan dalam meningkatkan komitmen karyawan.

1.3. Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan memberikan manfaat teoritis dan praktis. Secara teoritis, hasil penelitian dapat menambah wawasan dalam bidang psikologi industri dan organisasi. Secara praktis, hasil penelitian dapat digunakan oleh pimpinan perusahaan untuk meningkatkan komitmen karyawan, serta memberikan pemahaman bagi karyawan tentang pentingnya komitmen dalam mencapai tujuan organisasi.

II. LANDASAN TEORI

Bagian ini membahas teori-teori yang mendasari penelitian ini, termasuk definisi komitmen organisasi, job insecurity, dan konflik peran. Penulis menjelaskan berbagai faktor yang mempengaruhi masing-masing variabel serta bagaimana variabel-variabel tersebut saling berinteraksi.

2.1. Komitmen Organisasi

Komitmen organisasi didefinisikan sebagai keterikatan karyawan terhadap tujuan dan nilai organisasi. Penulis menguraikan berbagai faktor yang mempengaruhi komitmen, termasuk karakteristik individu, lingkungan kerja, dan pengalaman kerja. Terdapat tiga jenis komitmen organisasi: afektif, berkesinambungan, dan normatif, yang masing-masing memiliki dampak berbeda terhadap perilaku karyawan.

2.2. Job Insecurity

Job insecurity adalah kondisi di mana karyawan merasa tidak aman mengenai kelanjutan pekerjaan mereka. Penulis menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi job insecurity, termasuk karakteristik individu dan lingkungan kerja. Dampak dari job insecurity dapat mencakup penurunan kepuasan kerja dan komitmen organisasi, serta meningkatnya keinginan untuk berpindah kerja.

2.3. Konflik Peran

Konflik peran terjadi ketika ada ketidakcocokan antara harapan-harapan yang berkaitan dengan peran yang harus dijalankan karyawan. Penulis menguraikan penyebab konflik peran, termasuk tanggung jawab yang berlebihan dan ketidakjelasan dalam tugas. Konflik ini dapat menyebabkan stres dan menurunkan motivasi kerja, yang pada akhirnya mempengaruhi komitmen terhadap organisasi.

III. METODE PENELITIAN

Bagian ini menjelaskan metodologi yang digunakan dalam penelitian, termasuk identifikasi variabel, populasi, dan teknik pengambilan sampel. Penulis juga menjelaskan metode pengumpulan data dan analisis data yang digunakan untuk mendapatkan hasil penelitian.

3.1. Identifikasi Variabel Penelitian

Penelitian ini melibatkan tiga variabel utama: job insecurity, konflik peran, dan komitmen organisasi. Penulis menjelaskan definisi operasional dari setiap variabel dan bagaimana masing-masing variabel diukur dalam konteks penelitian ini.

3.2. Populasi, Sampel, dan Teknik Pengambilan Sampel

Populasi penelitian terdiri dari karyawan di PT TIMATEX, Salatiga. Teknik purposive sampling digunakan untuk memilih sampel yang memenuhi kriteria tertentu, seperti pendidikan dan lama bekerja. Penulis menjelaskan pentingnya pemilihan sampel yang tepat untuk memastikan validitas hasil penelitian.

3.3. Metode dan Alat Pengumpulan Data

Data dikumpulkan menggunakan metode angket yang dirancang untuk mengukur job insecurity, konflik peran, dan komitmen organisasi. Penulis menjelaskan proses pengembangan angket dan langkah-langkah yang diambil untuk memastikan reliabilitas dan validitas alat ukur yang digunakan.

IV. LAPORAN PENELITIAN

Bagian ini menyajikan hasil penelitian yang mencakup analisis data dan temuan utama. Penulis menjelaskan bagaimana data dianalisis dan hasil yang diperoleh dari analisis tersebut, serta implikasi dari hasil penelitian.

4.1. Hasil Uji Hipotesis

Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan signifikan antara konflik peran dengan komitmen organisasi, namun tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara job insecurity dan komitmen organisasi. Penulis menjelaskan pentingnya temuan ini dalam konteks pengelolaan sumber daya manusia.

4.2. Pembahasan

Pembahasan mengaitkan hasil penelitian dengan teori yang ada dan memberikan penjelasan mengenai mengapa konflik peran memiliki dampak yang lebih besar dibandingkan job insecurity terhadap komitmen organisasi. Penulis juga memberikan rekomendasi untuk perusahaan dalam mengelola konflik peran di antara karyawan.

V. PENUTUP

Bagian ini menyajikan kesimpulan dari penelitian dan saran untuk penelitian lebih lanjut serta praktik di perusahaan. Penulis menekankan pentingnya menciptakan lingkungan kerja yang aman dan nyaman untuk meningkatkan komitmen karyawan.

5.1. Kesimpulan

Kesimpulan merangkum temuan utama dari penelitian, yaitu bahwa konflik peran memiliki pengaruh signifikan terhadap komitmen organisasi, sedangkan job insecurity tidak menunjukkan hubungan yang sama. Penulis menyarankan perusahaan untuk lebih memperhatikan aspek konflik peran dalam pengelolaan sumber daya manusia.

5.2. Saran

Saran ditujukan kepada perusahaan untuk melakukan intervensi yang dapat mengurangi konflik peran dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih mendukung. Penulis juga menyarankan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi variabel-variabel lain yang mungkin mempengaruhi komitmen organisasi.

Referensi Dokumen

  • Komitmen Organisasi ( Rifani, dalam Wening, 2005 )
  • Job Insecurity ( Farida, dalam Sugiarti, 2006 )
  • Konflik Peran ( Munandar, 2001 )
  • Komitmen Organisasi ( Steers dan Porter, Kurniawan, 2006 )
  • Job Insecurity ( Greenhalgh dan Rosenblatt, Kurniasari, 2005 )

Gambar

Tabel 3
Tabel 4
Tabel 5
Komposisi Aitem skala Tabel 6 Job Insecurity
+2

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh job insecurity terhadap komitmen organisasi, pengaruh job insecurity terhadap kepuasan kerja, dan pengaruh

Apakah job insecurity berpengaruh signifikan terhadap komitmen organisasi karyawan outsourcing PT.PLN (PERSERO) Pembangkit Sumatera Bagian Utara Sektor

Analisis Pengaruh Kepuasan Gaji dan Job Insecurity Terhadap Komitmen Organisasi (Studi Pada PT. Muliapack

(2-tailed) sebesar 0,001 < 0,05, artinya terdapat hubungan yang signifikan antara job insecurity dengan komitmen organisasi dengan nilai korelasi negative, dimana peningkatan

LEMBAR PENGESAHAN PENGARUH JOB INSECURITY TERHADAP KOMITMEN ORGANISASI PADA KARYAWAN KONTRAK DI MASA PANDEMI COVID-19 Oleh: Robertus Adimas Trijati 802018185 TUGAS AKHIR Diajukan

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji apakah konflik peran, job insecurity, burnout, role ambiguity berpengaruh positif dan kepuasan kerja, komitmen

Dari hasil pertanyaan terbuka juga didapatkan bahwa karyawan memiliki tingkat job insecurity rendah karena mereka berpendapat bahwa perusahaan masih memenuhi hak-hak mereka dan juga

Yang bertanda tangan di bawah ini saya, Ima Alifian, menyatakan bahwa skripsi dengan judul : Analisis Pengaruh Job Insecurity, Kepuasan Kerja dan Komitmen Organisasi Terhadap