Provinsi
DKI Jakarta
PROFIL KOTA TANPA KUMUH
Gambaran Umum
Program Kota Tanpa Kumuh(KOTAKU) adalah program pencegahan dan peningkatan kualitas permuki-man kumuh, merupakan upaya strategis Direktorat Pengembangan Kawasan Permukipermuki-man, Ditjen Cipta Karya, dalam rangka meningkatkan peran masyarakat dan memperkuat peran Pemerintah Daerah seb-agai nahkoda dalam percepatan penanganan kawasan kumuh guna mendukung gerakan 100-0-100 di perkotaan pada tahun 2016 – 2020.
Program ini bertujuan meningkatkan akses terhadap infrastruktur dan pelayanan dasar di kawasan ku-muh perkotaan untuk mendukung terwujudnya permukiman perkotaan yang layak huni, produktif dan berkelanjutan. Untuk mewujudkan permukiman yang layak huni, produktif dan berkelanjutan maka kolaborasi sebagai platform multi sektor niscaya diperlukan pada setiap tingkat. Dimotori Pemerintah Daerah (Pemda) sebagai “Nakhoda” yang (memimpin kerjasama dengan berbagai pemangku kepentin-gan menempatkan masyarakat sebagai subjek penankepentin-ganan kumuh, serta melibatkan kelompok peduli lainnya.
Sebaran Lokasi Program KOTAKU Nasional
Total luas kawasan permukiman kumuh secara nasional adalah seluas 38.431 Ha (di wilayah Perkotaan & Perdesaan). Terdapat 2.594 kelurahan kumuh dampingan Program Kotaku dengan luas permukiman kumuh adalah 23,656 Ha kawasan kumuh di perkotaan. Sehingga Program Kotaku akan berkontri-busi dalam pengurangan luasan kawasan kumuh di 23.656 Ha dan
Pencega-Sumber Pembiayaan Program KOTAKU
Sumber pembiayaan Program KOTAKU adalah Anggaran Belanja dan Pendapatan Negara (APBN) dan didukung oleh pinjaman luar negeri lembaga donor, yaitu Bank Dunia (The World Bank), Islamic Devel-opment Bank (IDB), Asian DevelDevel-opment Bank (ADB) dan Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB). Selain itu juga kontribusi pemerintah daerah, melalui APBD maupun swadaya masyarakat, akan men-jadi satu kesatuan pembiayaan guna mencapai target peningkatan kualitas kumuh yang diharapkan.
NO SUMBER DANA SUMBER
DANA NILAI DANA KETERANGAN USD RP available as of Dec 2016 WB 34.020.095 452.467.264.298 I USD=13.300 IDR IDR 4 Loan ICDD III (IND -169:
IND-270:IND – available as of Dec 2016)
IDB 44.954.302 602.387.646.800 I USD=13.400 IDR
5 Loan NSUP(IND-174:IND-175:IND-176)
IDB 329.760.000 4.418.784.000.000 I USD=13.400 IDR
JUMLAH (A) 841.734.397 11.266.377.861.098
B PROGRAM NUSP-2
1 Loan NUSP-2 (3122-INO) ADB 74.400.000 722.796.000.000 I USD=9.715 IDR
TOTAL 74.400.000 722.796.000.000
2 Loan NSUP (8636-ID) WB 216.500.000 2.896.369.475.000 I USD=13.378.15 IDR Loan NSUP (LN004-IDN) AIIB 216.500.000 2.896.369.475.000 I USD=13.378.15 3
A PROGRAM KOTAKU
Provinsi DKI Jakarta mempunyai luas wilayah 662.33 km2 dengan jumlah penduduk pada tahun 2015 berdasarkan data BPS Provinsi DKI Jakarta sebanyak 10.177.924 jiwa. Dilihat dari sebaran permukiman penduduk memperlihatkan bahwa di beberapa wilayah keberadaan penduduknya relatif kurang baik, baik dari segi kondisi wilayah maupun sisi kesehatan lingkungan.
NO
Kota/kabupaten
LOKASI PROGRAM
Jumlah
Peningkatan Kualitas Pencegahan
1 Jakarta Pusat 18 26 44 2 Jakarta Utara 22 9 31 3 Jakarta Timur 22 43 65 4 Jakarta Selatan 20 39 59 5 Jakarta Barat 30 26 56 6 Kepulauan Seribu 3 3 6 TOTAL 115 146 261
Provinsi DKI Jakarta terdiri atas 115 kelurahan kumuh dan 146 kelurahan non kumuh dengan rincian sebagai berikut:
Status SK Kumuh dan Sebaran Kelurahan Kumuh
Berdasarkan Evaluasi RW Kumuh DKI Jakarta Tahun 2013 yang dipublikasikan oleh BPS DKI Jakarta ter- kait dengan sebaran permukiman kumuh yang ada di Provinsi DKI Jakarta terdapat pada 181 kelurahan dari 261 kelurahan dengan luasan sebesar 1.024,52 Ha di 223 RW Kumuh di Provinsi DKI Jakarta, adapun berdasarkan data baseline di 115 kel. dengan luasan 1003.01 Ha dengan sebaran lokasi sebagaimana dapat dilihat pada peta dibawah ini.
4% Bangunan hunian pada lokasi permukiman tidak memiliki kloset
(Leher Angsa) yang terhubung dengan tangkiseptik 22% Saluran Pembuangan Air Limbah Rumah Tangga tercampur
dengan Drainase Lingkungan
81% Sampah domestik rumah tangga pada kawasan permukiman terangkut ke TPS/TPA kurang dari 2 kali seminggu
Propinsi Kota
: DIY
88% Kawasan permukiman tidak memiliki Ketersediaan prasarana/sarana Proteksi Kebakaran
25%% Kawasan permukiman tidak terlayani jaringan jalan lingkungan yang memadai
41% Kondisi jaringan drainse pada lokasi permukiman memiliki kualitas buruk
1% Masyarakat tidak terpenuhi kebutuhan minimal 60liter/org/hari (Mandi, Minum, Cuci)
31% Bangunan hunian tidak memiliki keteraturan 8% Bangunan hunian memiliki kondisi Atap, Lantai, Dinding tidak sesuai persyaratan teknis
: KAB. Bantul
40% Bangunan hunian tidak memiliki keteraturan
9% Bangunan hunian memiliki atap, lantai, dinding tidak sesuai persyaratan teknis
22% Kawasan permukiman tidak terlayani jaringan jalan lingkungan yang memadai
26% Kondisi jaringan drainase pada lokasi permukiman memiliki kualitas buruk
14% Masyarakat tidak terpenuhi kebutuhan minimal 60%/org/hari
5% Bangunan hunian permukiman tidak memiliki kloset (leher angsa) yang terhubung dengan tanki septic.
87% Saluran pembuangan air limbah rumah tangga tercampur dengan drainase lingkungan
22% Sampah domestik rumah tangga pada kawasan permukiman terangkut ke TPS/TPA kurang dari 2 kali seminggu
89% Kawasan permukiman tidak memiliki ketersediaan prasarana/sarana proteksi kebakaran
Progres Penyusunan Perencanaan Skala Kota dan
Skala Lingkungan
Kegiatan Peningkatan Penghidupan Masyarakat Berbasis
Komunitas (PPMK)
Perencanaan Level Luasan Kumuh
Jumlah Dokumen
Status Dokumen Perencanaan
RP2KPKP Kota
1003,01 Ha
6 Dokumen RP2KPKP atau sejenis di 6 kota yang ada di Provinsi DKI Jakarta saat ini belum tersusun. 261 RPLP di 261 kelurahan sudah tersusun namun saat ini sedang proses review untuk penyempurnaan data dan koreksi terhadap data yang belum sesuai atau ada perubahan.
Sumber data : SIM PPMK Bulan Desember 2016 (update 10 Februari 2017)
Keterangan:
* Jumlah BLM PPMK per kelurahan adalah Rp. 100.000.000,- untuk pinjaman dana bergulir bagi KSM
** Jumlah BLM PPMK per kelurahan adalah Rp. 110.000.000,-, terdiri dari Rp. 100.000.000,- untuk pinjaman dana bergulir dan Rp. 10.000.000,- untuk Pelatihan Masyarakat
Kegiatan PPMK adalah kegiatan ekonomi dalam upaya menguatkan kelembagaan dan usaha Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM). Untuk mendukung kegiatan tersebut dari aspek keuangan dilakukan me-lalui skim Pinjaman Dana Bergulir (PDB) yang diperuntukkan bagi warga miskin yang tergabung dalam KSM sebagai dukungan permodalan usaha.
Village CG (Rp) Village BLM (Rp) Kelurahan BLM (Rp)
1 Jakarta Barat 7 700,000,000 12 1,320,000,000 19 2,020,000,000 2 Jakarta Timur 7 700,000,000 12 1,320,000,000 19 2,020,000,000 3 Jakarta Selatan 7 700,000,000 15 1,650,000,000 22 2,350,000,000 4 Jakarta Pusat 5 500,000,000 10 1,100,000,000 15 1,600,000,000 5 Jakarta Utara 5 500,000,000 7 770,000,000 12 1,270,000,000 6 Kepulauan Seribu 2 200,000,000 1 110,000,000 3 310,000,000 Total 33 3,300,000,000 57 6,270,000,000 90 9,570,000,000 Jumlah Kelurahan dan BLM
PPMK TA.2014-2015*
Total Jumlah Kelurahan BLM PPMK
No Kab/Kota
Jumlah Kelurahan dan BLM PPMK TA.2012 dan 2013*
Kinerja Pembukuan dan Keuangan UPK
Pengukuran Kinerja pembukuan Sekretariat dan Unit Pengelola Keuangan (UPK) dilakukan sebagai upa-ya peningkatan pelaupa-yanan, perencanaan dan pengelolaan keuangan LKM upa-yang diharapkan berdampak pada peningkatan kepercayaan masyarakat. Pengukuran kinerja dilakukan oleh tim fasilitator dan tim Korkot melakukan verifikasi serta pelaporan melalui aplikasi SIM.
Aspek pengukuran kinerja pembukuan meliputi : Kebijakan Keuangan, Sistem Akuntansi, Pelaporan dan monitoring dengan kategori kinerja Sangat Baik, Memadai dan Tidak Memadai. Kinerja pembukuan di 261 Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM) Provinsi DKI 3 bulan terakhir adalah sebagai berikut :
Jumlah dan Jenis Kegiatan Usaha KSM PPMK
Primary Olahan Industri jasa Dagang/ lainnya 1 Jakarta Pusat 15 117 762 3 584 66 109 2 Jakarta Timur 22 173 1,134 - 668 80 386 3 Kepulauan Seribu 3 38 223 - 223 - - 4 Jakarta Barat 19 114 784 19 652 66 47 5 Jakarta Selatan 19 133 763 - 327 54 382 6 Jakarta Utara 12 96 579 50 390 53 86 90 671 4,245 72 2,844 319 1,010 Total
Jenis Kegiatan Usaha Anggota KSM Kabupaten/Kota No Jumlah Kelurahan Anggota KSM Total Member
Sumber data : SIM PPMK Bulan Desember 2016 (update 10 Februari 2017)
REKAP KINERJA PEMBUKUAN
KATEGORI PEMBUKUAN SEKRETARIAT PEMBUKUAN UPK
OCt'16 Nov'16 DeC'16 OCt'16 Nov'16 DeC'16
Sangat baik 256 255 258 67 67 71
Memadai 5 6 3 3 2 1
Tidak memadai 0 0 0 20 21 18
Aspek pengukuran kinerja PDB meliputi:
a.Loan At Risk (LAR) atau indikator yang menunjukan seberapa besar jumlah KSM yang menunggak b.Portopolio At Risk (PAR) atau indikator yang menunjukkan seberapa besar pinjaman (jumlah uang) yang tertunggak.
Dari indikator LAR dan PAR tersebut terdapat 3 kategori kinerja, yaitu : a.Memuaskan jika jumlah pinjaman tertunggak kurang dari 10% b.Minimim jika pinjaman tertunggak antara 10% - 20%, dan c.Penundaan jika pinjaman tertunggak lebih dari 20%
Progres 90 UPK LKM yang melaksanakan pinjaman dana bergulir adalah sebagai berikut :
Sumber data : SIM MK Bulan Desember 2016 (update 10 Februari 2017)
Informasi Pelaksanaan Audit Keuangan LKM oleh KAP
Pelaksanaan Audit oleh Auditor Independent harus dilakukan oleh LKM dengan tujuan agar LKM dan UPK mampu menunjukkan kepada program, masyarakat dan penerima manfaat bahwa aset organisasi terlindungi, karena adanya prosespengecekan dan pengendalian dalam pengelolaannya. Progres dan hasil Audit oleh KAP terhadap 261 LKM di DKI Jakarta untuk Tahun Buku 2015 (pelaksanaan 2016) adalah sebagai berikut :
REKAP KINERJA PINJAMAN DANA BERGULIR
KRITERIA LAR PAR
OCt'16 Nov'16 DeC'16 OCt'16 Nov'16 DeC'16
Memuaskan 44 41 41 33 34 34
Minimum 4 6 5 8 7 7
Penundaan 42 43 45 49 49 49
• Dari 261 LKM melaksanakan
Audit Keuangan oleh KAP
sejumlah 230 LKM, 31
LKM sedang proses
melak-sanakan.
• Dari 230 Kelurahan
melak-sanakan Audit, seluruhnya
mendapatkan opini
Unqual-ified Opinion (UO)/Wajar
Tanpa Pengecualian
Investasi Program KOTAKU
Investasi sumber daya manusia program Kotaku untuk Provinsi DKI
UNSUR ANGGOTA RELAWAN PEREMPUAN LAKI-LAKI MISKIN
BKM 2.409 595 1.814 923 RELAWAN 34.084 21.324 12.760 8.724 KSM LINGKUNGAN 8.501 13.742 33.530 15.599 KSM SOSIAL 249 536 747 426 KSM EKONOMI/ PPMK 671 2102 2143 2972
Selesai,
88%
Belum
selesai 0%
Pelaksanaan Audit Tahun 2015
Proses,
12%
Investasi BLM PNPM - Mandiri Perkotaan tahun 2009 s/d 2014
(Kegiatan Istisna’a) DKI Jakarta
Investasi Dana PNPM Mandiri Perkotaan Tahun 2009 s/d 2014
Penerima Manfaat Dana PNPM - Mandiri Perkotaan Tahun 2009 s/d 2014 APBN 106,301,152,128 APBD 45,839,810,000 SWADAYA 41,431,915,158 SWASTA 17,651,000 KK 1,092,871 KK MISKIN 615,131
Investasi Kegiatan BLM PLPBK DKI Jakarta
Jalan 20% Darinase 10% Perumahan 1% MCK 2% Persampahan 7% Air Bersih 7% Sarana Pendidikan 24% Irigasi 6% Sarana Kesehatan 1% Perdagangan 7% RTH 2% Lain-Lain 11% Investasi Dana PLPBK Tahun 2012 Penerima Manfaat Kegiatan PLPBK Tahun 2012 APBN 5,100,000,000 SWADAYA 523,726,600 KK 13,247 KK MISKIN 8,961Kelurahan Pisangan Timur merupakan salah satu dari sejumlah kelurahan di Kecamatan Pulo Gadung Kota Jakarta Timur yang menjadi skala prioritas kota dalam penanganan permasalahan permukiman kumuh. Luas wilayah kelurahan ini mencakup 1.80 Ha dengan jumlah penduduk sebesar 38.947 jiwa, 8,358 Kepala Keluarga, yang tersebar di RT 170 RT dan 14 RW. Persoalan kumuh di kelurahan ini adalah penyediaan air minum, jalan lingkungan dan pengelolaan air limbah
Gambaran Kelurahan Pisangan Timur
Permasalahan Permukiman Kumuh Kelurahan Pisangan Timur
4% Bangunan hunian pada lokasi permukiman tidak memiliki kloset
(Leher Angsa) yang terhubung dengan tangkiseptik 22% Saluran Pembuangan Air Limbah Rumah Tangga tercampur
dengan Drainase Lingkungan
81% Sampah domestik rumah tangga pada kawasan permukiman terangkut ke TPS/TPA kurang dari 2 kali seminggu
Propinsi Kota
: DIY
88% Kawasan permukiman tidak memiliki Ketersediaan prasarana/sarana Proteksi Kebakaran
25%% Kawasan permukiman tidak terlayani jaringan jalan lingkungan yang memadai
41% Kondisi jaringan drainse pada lokasi permukiman memiliki kualitas buruk
1% Masyarakat tidak terpenuhi kebutuhan minimal 60liter/org/hari (Mandi, Minum, Cuci)
31% Bangunan hunian tidak memiliki keteraturan 8% Bangunan hunian memiliki kondisi Atap, Lantai, Dinding tidak sesuai persyaratan teknis
: KAB. Bantul
34.5% Bangunan hunian tidak memiliki keteraturan 17.6% Bangunan hunian memiliki atap, lantai, dinding tidak sesuai persyaratan teknis
38.8% Kawasan permukiman tidak terlayani jaringan jalan lingkungan yang memadai
22.2% Kondisi jaringan drainase pada lokasi permuki-man memiliki kualitas buruk
25.0% Masyarakat tidak terpenuhi kebutuhan minimal 60%/org/hari
3.3% Bangunan hunian permukiman tidak memiliki kloset (leher angsa) yang terhubung dengan tanki septic. 100 % Saluran pembuangan air limbah rumah tangga tercampur dengan drainase lingkungan
29.8% Sampah domestik rumah tangga pada kawasan permukiman terangkut ke TPS/TPA kurang dari 2 kali seminggu
100 % Kawasan permukiman tidak memiliki ketersediaan prasarana/sarana proteksi kebakaran
Penataan Bangunan 2 unit Rp. 80,000,000 Aksebilitas Jalan 1.850 m Rp. 277,500,000 Drainase Lingkungan 1.400 m Rp.280,000,000 Pengelollan Air Limbah 8 unit Rp. 150,000,000 Pencegahan Kebakaran 5 unit Rp. 175,000,000 Ekonomi 48 Paket Rp.795,000,000 Mitigasi Bencana Kebakaran 16 paket Rp.180,000,000 Pendidikan 14 unit/paket Rp.160,000,000 Kesehatan 1.400 m Rp. 200,000,000
Kelurahan Pisangan Timur - Jakarta Timur
Indikasi Program Penanganan Kawasan Permukiman Kumuh
Tahun 2017 - 2019
Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM)
Kelurahan Pisangan Timur
Penilaian Kemandirian Kelembagaan BKM Kelurahan Pisangan Timur. Jakarta Timur
Statuta Organisasi Kepemimpinan Sistem Manajemen Sumber Daya keuangan Sumber Daya Manusia Hubungan Eksternal Kemandirian 72 78 74 77 75 75 Menuju Madani
Alamat sekretariat Kepemimpinan
Tahun Intervensi program Tahun 2009
Tanggal Pencatatan Notaris 03 Desember 2009
No.Pencatatan Notaris 762/ Nas-W/ 2014
Koordinator LKM M.Junaedi
Anggota 1. Untung Mulyadi
2. Ade Syafrulsyah 3. Abdul Rosyid 4. Cecep Darmadji 5. Deden 6. Solihatun 7. Sutarjo 8. Untung Darsono Struktur BKM Kelurahan Pisangan Timur
LKM Bina Sejahtera Jalan Mugeni 3 Kelurahan Pisangan
Timur
Sejak kurun waktu terbentuknya 9 tahun terakhir lembaga perwakilan masyarakat Kelurahan Tegal Alur atau Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM) Bina Sejahtera, melalui tahap penilaian kemandirian LKM kini lembaga ini naik kelas dari level Awal, Berdaya, Mandiri dan kini Menuju Madani sejak dibentuk pada tanggal 30 September 2008, dengan susunan sebagai berikut:
NO KSM
Jumlah Anggota
Jenis KSM Bidang Usaha
L P Total
1 Melati 01 2 4 6 Aneka Usaha Kue, Pengrajin Barang daur ulang, Jasa Katering, Warung Nasi, Jus
2 Jamrud 10 4 1 5 Aneka Usaha Jasa Rias Pengantin, Jasa Catering, Entertaiment, Nasi Uduk.
3 Anggrek 2 3 5 Aneka Usaha Jasa Menjahit, Kue. Parfum, Jasa Catering, Jasa Laundry
4 Camar 3 2 5 Aneka Usaha Jasa Instalatur Listrik, Jasa Menjahit, Jasa Catering, Warung Nasi, Pakaian.
5 Harapan 5 - 5 Aneka Usaha Ayam Potong, Ikan, Warung Nasi, Daging 6 Anggrek 1 2 3 5 Aneka Usaha Jasa menjahit, Pedagang, Jasa Catering, Jasa Laundry, 7 Jamrud 4 4 2 6 Aneka Usaha Jasa Catering, Jasa Rias Pengantin, Jasa Menjahit,
Pedagang Kue, Jasa Pengobatan. 8 Camar 01 3 2 5 Aneka Usaha Jasa Cateering, Jasa Menjahit, Pedagang 9 Melati 01 2 4 6 Aneka Usaha Kue, Pengrajin Barang daur ulang, Jasa Katering,
Warung Nasi, Jus
Kegiatan PPMK di KelurahanPisangan Timur sudah berjalan sejak Tahun 2014 ada 9 KSM Sampai saat ini ada berjumlah 9 KSM yang didampingi program PPMK, secara rinci data KSM di Kelurahan Pisangan Timur sebagai berikut:
Kegiatan Peningkatan Penghidupan Masyarakat
berbasis Komunitas - PPMK
DOKUMENTASI KEGIATAN KOTAKU KELURAHAN PISANGAN TIMUR
Saluran Drainase kondisi 50%
di Kelurahan Pisangan Timur, Jakarta Timur di Kelurahan Pisangan Timur Jakarta TimurSaluran Drainase kondisi 100%
jalan Rabat Beton di Kelurahan Pisangan Timur, Jakarta Timur
Kelurahan Tegal Alur merupakan salah satu dari sejumlah kelurahan di Kota Jakarta Barat. Luas wilayah kelurahan ini mencakup 4,97 Ha, terletak di Kecamatan Kalideres. Kelurahan Tegal Alur Memiliki 16 RW dan 163 RT, dan hanya di 5 RW Fokus antara lain RW.001, RW.002, RW.008, RW.011, dan RW.015 yang masuk dalam pendataan baseline 100-0-100 Program KOTAKU (Kota Tanpa Kumuh). Permasalahan di Kelurahan Tegal Alur tidak berbeda jauh dengan wilayah lainnya sekitar persoalan kumuh yang disebabkan pada masalah penyediaan air minum, jalan lingkungan rusak , pengelolaan air limbah rumah tangga, dan penanganan masalah persampahan yang tidak terkelola dengan baik.
Gambaran Kelurahan Tegal Alur
Permasalahan Permukiman Kumuh Kelurahan Tegal Alur
4% Bangunan hunian pada lokasi permukiman tidak memiliki kloset
(Leher Angsa) yang terhubung dengan tangkiseptik 22% Saluran Pembuangan Air Limbah Rumah Tangga tercampur
dengan Drainase Lingkungan
81% Sampah domestik rumah tangga pada kawasan permukiman terangkut ke TPS/TPA kurang dari 2 kali seminggu
Propinsi Kota
: DIY
88% Kawasan permukiman tidak memiliki Ketersediaan prasarana/sarana Proteksi Kebakaran
25%% Kawasan permukiman tidak terlayani jaringan jalan lingkungan yang memadai
41% Kondisi jaringan drainse pada lokasi permukiman memiliki kualitas buruk
1% Masyarakat tidak terpenuhi kebutuhan minimal 60liter/org/hari (Mandi, Minum, Cuci)
31% Bangunan hunian tidak memiliki keteraturan 8% Bangunan hunian memiliki kondisi Atap, Lantai, Dinding tidak sesuai persyaratan teknis
: KAB. Bantul
34% Bangunan hunian tidak memiliki keteraturan 17% Bangunan hunian memiliki atap, lantai, dinding tidak sesuai persyaratan teknis
0% Kawasan permukiman tidak terlayani jaringan jalan lingkungan yang memadai
27% Kondisi jaringan drainase pada lokasi permukiman memiliki kualitas buruk
100% Masyarakat tidak terpenuhi kebutuhan minimal 60%/org/hari
9% Bangunan hunian permukiman tidak memiliki kloset (leher angsa) yang terhubung dengan tanki septic. 100% Saluran pembuangan air limbah rumah tangga tercampur dengan drainase lingkungan
100% Sampah domestik rumah tangga pada kawasan permukiman terangkut ke TPS/TPA kurang dari 2 kali seminggu
100% Kawasan permukiman tidak memiliki ketersediaan prasarana/sarana proteksi kebakaran
Kelurahan Tegal Alur- Jakarta Barat
Indikasi Program Penanganan Kawasan Permukiman Kumuh
Tahun 2017 - 2019
Alat Pemadam Api Ringan (APAR) 3 unit, Rp15,000,000 Drainase Lingkungan 1566 Meter, Rp736,020,000 Gerobak/Motor Sampah 14 unit, Rp700,000,000 Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Terpusat 3 unit, Rp1,350,000,000 Instalasi Pengolahan Air Sederhana (IPAS) 3 unit, Rp45,000,000 Jalan Beton 600 Meter, Rp180,000,000 Rehab/perbaikan Rumah Tidak Layak
Huni (Aladin) 77 unit, Rp3,850,000,000 Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) 6 unit, Rp300,000,000
Peta Kawasan Permukiman Kumuh
Kelurahan Tegal Alur
Penilaian Kemandirian Kelembagaan BKM Kelurahan Tegal Alur, Jakarta Barat Statuta Organisasi Kepemimpinan Sistem Manajemen Sumber Daya keuangan Sumber Daya Manusia Hubungan Eksternal Kemandirian 63 58 59 59 59 67 Mandiri
Alamat sekretariat Kepemimpinan
Tahun Intervensi program 1 Maret 2009 Tanggal Pencatatan Notaris 18 Maret 2019
No.Pencatatan Notaris Jl. Kamal Raya No.12 RT.06 RW.02 Kel. Tegal Alur Kec. Kalideres Jakarta Barat
Koordinator LKM Ipul Sodikin
Anggota 1. Agus 2. Elfis Damayanti 3. Amirudin 4. Sandi 5. Maria 6. Masudi
Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM)
Kelurahan Tegal Alur
Sejak kurun waktu terbentuknya 8 tahun terakhir lembaga perwakilan masyarakat Kelurahan Tegal Alur atau Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM) Panca Karya, melalui tahap penilaian kemandirian LKM kini lembaga ini naik kelas dari level Awal, Berdaya, dan kini Mandiri sejak dibentuk pada tanggal 24 November 2009, dengan susunan sebagai berikut:
Struktur BKM Kelurahan Tegal Alur
LKM Panca Karya Jalan Raya Tegal Alur no.36A , RW.04 Tegal Alur
Investasi BLM PNPM - Mandiri Perkotaan tahun 2009 s/d 2014
(Kegiatan Istisna’a) Kelurahan Tegal Alur
Kegiatan Vol
Sumber Dana Penerima
Man-faat Tenaga HOK APBN APBD Swadaya KK KK
Miskin
Jalan 3248.5 M 91,255,500 137,809,000 130,537,000 2,560 1,144 47 468
Tembok Penahan/Siring 16 M - 19,500,000 17,560,000 50 5 18 54
Drainase 232 M 36,913,000 2,550,000 16,988,500 352 241 - 90
Jembatan Beton/Batu 6 Unit 9,176,500 - 3,221,000 180 180 - -
Perbaikan RTLH 1 Unit - 26,637,000 4,033,000 1 1 - 97
TPS 1 Unit - 6,408,000 4,703,000 106 21 15 15
Sumur Gali 4 Unit 5,915,000 - 1,082,000 36 36 - -
Hidran Umum ( HU ) 3 Unit 30,000,000 11,116,000 3,763,000 122 21 1 40
Sumur Bor 3 Unit 45,350,000 - 13,262,500 269 48 - 100
Perbaikan Gedung Sekolah
2 Unit 34,880,000 - 6,378,000 198 150 - 107
Lain-Lain 40 Unit/M 6,010,000 11,810,000 13,180,000 269 69 - 38
KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM dan PERUMAHAN RAKYAT