• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROFIL KOTA TANPA KUMUH

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PROFIL KOTA TANPA KUMUH"

Copied!
28
0
0

Teks penuh

(1)

Provinsi

DKI Jakarta

PROFIL KOTA TANPA KUMUH

(2)
(3)

Gambaran Umum

Program Kota Tanpa Kumuh(KOTAKU) adalah program pencegahan dan peningkatan kualitas permuki-man kumuh, merupakan upaya strategis Direktorat Pengembangan Kawasan Permukipermuki-man, Ditjen Cipta Karya, dalam rangka meningkatkan peran masyarakat dan memperkuat peran Pemerintah Daerah seb-agai nahkoda dalam percepatan penanganan kawasan kumuh guna mendukung gerakan 100-0-100 di perkotaan pada tahun 2016 – 2020.

Program ini bertujuan meningkatkan akses terhadap infrastruktur dan pelayanan dasar di kawasan ku-muh perkotaan untuk mendukung terwujudnya permukiman perkotaan yang layak huni, produktif dan berkelanjutan. Untuk mewujudkan permukiman yang layak huni, produktif dan berkelanjutan maka kolaborasi sebagai platform multi sektor niscaya diperlukan pada setiap tingkat. Dimotori Pemerintah Daerah (Pemda) sebagai “Nakhoda” yang (memimpin kerjasama dengan berbagai pemangku kepentin-gan menempatkan masyarakat sebagai subjek penankepentin-ganan kumuh, serta melibatkan kelompok peduli lainnya.

(4)

Sebaran Lokasi Program KOTAKU Nasional

Total luas kawasan permukiman kumuh secara nasional adalah seluas 38.431 Ha (di wilayah Perkotaan & Perdesaan). Terdapat 2.594 kelurahan kumuh dampingan Program Kotaku dengan luas permukiman kumuh adalah 23,656 Ha kawasan kumuh di perkotaan. Sehingga Program Kotaku akan berkontri-busi dalam pengurangan luasan kawasan kumuh di 23.656 Ha dan

(5)

Pencega-Sumber Pembiayaan Program KOTAKU

Sumber pembiayaan Program KOTAKU adalah Anggaran Belanja dan Pendapatan Negara (APBN) dan didukung oleh pinjaman luar negeri lembaga donor, yaitu Bank Dunia (The World Bank), Islamic Devel-opment Bank (IDB), Asian DevelDevel-opment Bank (ADB) dan Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB). Selain itu juga kontribusi pemerintah daerah, melalui APBD maupun swadaya masyarakat, akan men-jadi satu kesatuan pembiayaan guna mencapai target peningkatan kualitas kumuh yang diharapkan.

NO SUMBER DANA SUMBER

DANA NILAI DANA KETERANGAN USD RP available as of Dec 2016 WB 34.020.095 452.467.264.298 I USD=13.300 IDR IDR 4 Loan ICDD III (IND -169:

IND-270:IND – available as of Dec 2016)

IDB 44.954.302 602.387.646.800 I USD=13.400 IDR

5 Loan NSUP(IND-174:IND-175:IND-176)

IDB 329.760.000 4.418.784.000.000 I USD=13.400 IDR

JUMLAH (A) 841.734.397 11.266.377.861.098

B PROGRAM NUSP-2

1 Loan NUSP-2 (3122-INO) ADB 74.400.000 722.796.000.000 I USD=9.715 IDR

TOTAL 74.400.000 722.796.000.000

2 Loan NSUP (8636-ID) WB 216.500.000 2.896.369.475.000 I USD=13.378.15 IDR Loan NSUP (LN004-IDN) AIIB 216.500.000 2.896.369.475.000 I USD=13.378.15 3

A PROGRAM KOTAKU

(6)

Provinsi DKI Jakarta mempunyai luas wilayah 662.33 km2 dengan jumlah penduduk pada tahun 2015 berdasarkan data BPS Provinsi DKI Jakarta sebanyak 10.177.924 jiwa. Dilihat dari sebaran permukiman penduduk memperlihatkan bahwa di beberapa wilayah keberadaan penduduknya relatif kurang baik, baik dari segi kondisi wilayah maupun sisi kesehatan lingkungan.

(7)

NO

Kota/kabupaten

LOKASI PROGRAM

Jumlah

Peningkatan Kualitas Pencegahan

1 Jakarta Pusat 18 26 44 2 Jakarta Utara 22 9 31 3 Jakarta Timur 22 43 65 4 Jakarta Selatan 20 39 59 5 Jakarta Barat 30 26 56 6 Kepulauan Seribu 3 3 6 TOTAL 115 146 261

Provinsi DKI Jakarta terdiri atas 115 kelurahan kumuh dan 146 kelurahan non kumuh dengan rincian sebagai berikut:

(8)

Status SK Kumuh dan Sebaran Kelurahan Kumuh

Berdasarkan Evaluasi RW Kumuh DKI Jakarta Tahun 2013 yang dipublikasikan oleh BPS DKI Jakarta ter- kait dengan sebaran permukiman kumuh yang ada di Provinsi DKI Jakarta terdapat pada 181 kelurahan dari 261 kelurahan dengan luasan sebesar 1.024,52 Ha di 223 RW Kumuh di Provinsi DKI Jakarta, adapun berdasarkan data baseline di 115 kel. dengan luasan 1003.01 Ha dengan sebaran lokasi sebagaimana dapat dilihat pada peta dibawah ini.

(9)

4% Bangunan hunian pada lokasi permukiman tidak memiliki kloset

(Leher Angsa) yang terhubung dengan tangkiseptik 22% Saluran Pembuangan Air Limbah Rumah Tangga tercampur

dengan Drainase Lingkungan

81% Sampah domestik rumah tangga pada kawasan permukiman terangkut ke TPS/TPA kurang dari 2 kali seminggu

Propinsi Kota

: DIY

88% Kawasan permukiman tidak memiliki Ketersediaan prasarana/sarana Proteksi Kebakaran

25%% Kawasan permukiman tidak terlayani jaringan jalan lingkungan yang memadai

41% Kondisi jaringan drainse pada lokasi permukiman memiliki kualitas buruk

1% Masyarakat tidak terpenuhi kebutuhan minimal 60liter/org/hari (Mandi, Minum, Cuci)

31% Bangunan hunian tidak memiliki keteraturan 8% Bangunan hunian memiliki kondisi Atap, Lantai, Dinding tidak sesuai persyaratan teknis

: KAB. Bantul

40% Bangunan hunian tidak memiliki keteraturan

9% Bangunan hunian memiliki atap, lantai, dinding tidak sesuai persyaratan teknis

22% Kawasan permukiman tidak terlayani jaringan jalan lingkungan yang memadai

26% Kondisi jaringan drainase pada lokasi permukiman memiliki kualitas buruk

14% Masyarakat tidak terpenuhi kebutuhan minimal 60%/org/hari

5% Bangunan hunian permukiman tidak memiliki kloset (leher angsa) yang terhubung dengan tanki septic.

87% Saluran pembuangan air limbah rumah tangga tercampur dengan drainase lingkungan

22% Sampah domestik rumah tangga pada kawasan permukiman terangkut ke TPS/TPA kurang dari 2 kali seminggu

89% Kawasan permukiman tidak memiliki ketersediaan prasarana/sarana proteksi kebakaran

(10)

Progres Penyusunan Perencanaan Skala Kota dan

Skala Lingkungan

Kegiatan Peningkatan Penghidupan Masyarakat Berbasis

Komunitas (PPMK)

Perencanaan Level Luasan Kumuh

Jumlah Dokumen

Status Dokumen Perencanaan

RP2KPKP Kota

1003,01 Ha

6 Dokumen RP2KPKP atau sejenis di 6 kota yang ada di Provinsi DKI Jakarta saat ini belum tersusun. 261 RPLP di 261 kelurahan sudah tersusun namun saat ini sedang proses review untuk penyempurnaan data dan koreksi terhadap data yang belum sesuai atau ada perubahan.

Sumber data : SIM PPMK Bulan Desember 2016 (update 10 Februari 2017)

Keterangan:

* Jumlah BLM PPMK per kelurahan adalah Rp. 100.000.000,- untuk pinjaman dana bergulir bagi KSM

** Jumlah BLM PPMK per kelurahan adalah Rp. 110.000.000,-, terdiri dari Rp. 100.000.000,- untuk pinjaman dana bergulir dan Rp. 10.000.000,- untuk Pelatihan Masyarakat

Kegiatan PPMK adalah kegiatan ekonomi dalam upaya menguatkan kelembagaan dan usaha Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM). Untuk mendukung kegiatan tersebut dari aspek keuangan dilakukan me-lalui skim Pinjaman Dana Bergulir (PDB) yang diperuntukkan bagi warga miskin yang tergabung dalam KSM sebagai dukungan permodalan usaha.

Village CG (Rp) Village BLM (Rp) Kelurahan BLM (Rp)

1 Jakarta Barat 7 700,000,000 12 1,320,000,000 19 2,020,000,000 2 Jakarta Timur 7 700,000,000 12 1,320,000,000 19 2,020,000,000 3 Jakarta Selatan 7 700,000,000 15 1,650,000,000 22 2,350,000,000 4 Jakarta Pusat 5 500,000,000 10 1,100,000,000 15 1,600,000,000 5 Jakarta Utara 5 500,000,000 7 770,000,000 12 1,270,000,000 6 Kepulauan Seribu 2 200,000,000 1 110,000,000 3 310,000,000 Total 33 3,300,000,000 57 6,270,000,000 90 9,570,000,000 Jumlah Kelurahan dan BLM

PPMK TA.2014-2015*

Total Jumlah Kelurahan BLM PPMK

No Kab/Kota

Jumlah Kelurahan dan BLM PPMK TA.2012 dan 2013*

(11)

Kinerja Pembukuan dan Keuangan UPK

Pengukuran Kinerja pembukuan Sekretariat dan Unit Pengelola Keuangan (UPK) dilakukan sebagai upa-ya peningkatan pelaupa-yanan, perencanaan dan pengelolaan keuangan LKM upa-yang diharapkan berdampak pada peningkatan kepercayaan masyarakat. Pengukuran kinerja dilakukan oleh tim fasilitator dan tim Korkot melakukan verifikasi serta pelaporan melalui aplikasi SIM.

Aspek pengukuran kinerja pembukuan meliputi : Kebijakan Keuangan, Sistem Akuntansi, Pelaporan dan monitoring dengan kategori kinerja Sangat Baik, Memadai dan Tidak Memadai. Kinerja pembukuan di 261 Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM) Provinsi DKI 3 bulan terakhir adalah sebagai berikut :

Jumlah dan Jenis Kegiatan Usaha KSM PPMK

Primary Olahan Industri jasa Dagang/ lainnya 1 Jakarta Pusat 15 117 762 3 584 66 109 2 Jakarta Timur 22 173 1,134 - 668 80 386 3 Kepulauan Seribu 3 38 223 - 223 - - 4 Jakarta Barat 19 114 784 19 652 66 47 5 Jakarta Selatan 19 133 763 - 327 54 382 6 Jakarta Utara 12 96 579 50 390 53 86 90 671 4,245 72 2,844 319 1,010 Total

Jenis Kegiatan Usaha Anggota KSM Kabupaten/Kota No Jumlah Kelurahan Anggota KSM Total Member

Sumber data : SIM PPMK Bulan Desember 2016 (update 10 Februari 2017)

REKAP KINERJA PEMBUKUAN

KATEGORI PEMBUKUAN SEKRETARIAT PEMBUKUAN UPK

OCt'16 Nov'16 DeC'16 OCt'16 Nov'16 DeC'16

Sangat baik 256 255 258 67 67 71

Memadai 5 6 3 3 2 1

Tidak memadai 0 0 0 20 21 18

(12)

Aspek pengukuran kinerja PDB meliputi:

a.Loan At Risk (LAR) atau indikator yang menunjukan seberapa besar jumlah KSM yang menunggak b.Portopolio At Risk (PAR) atau indikator yang menunjukkan seberapa besar pinjaman (jumlah uang) yang tertunggak.

Dari indikator LAR dan PAR tersebut terdapat 3 kategori kinerja, yaitu : a.Memuaskan jika jumlah pinjaman tertunggak kurang dari 10% b.Minimim jika pinjaman tertunggak antara 10% - 20%, dan c.Penundaan jika pinjaman tertunggak lebih dari 20%

Progres 90 UPK LKM yang melaksanakan pinjaman dana bergulir adalah sebagai berikut :

Sumber data : SIM MK Bulan Desember 2016 (update 10 Februari 2017)

Informasi Pelaksanaan Audit Keuangan LKM oleh KAP

Pelaksanaan Audit oleh Auditor Independent harus dilakukan oleh LKM dengan tujuan agar LKM dan UPK mampu menunjukkan kepada program, masyarakat dan penerima manfaat bahwa aset organisasi terlindungi, karena adanya prosespengecekan dan pengendalian dalam pengelolaannya. Progres dan hasil Audit oleh KAP terhadap 261 LKM di DKI Jakarta untuk Tahun Buku 2015 (pelaksanaan 2016) adalah sebagai berikut :

REKAP KINERJA PINJAMAN DANA BERGULIR

KRITERIA LAR PAR

OCt'16 Nov'16 DeC'16 OCt'16 Nov'16 DeC'16

Memuaskan 44 41 41 33 34 34

Minimum 4 6 5 8 7 7

Penundaan 42 43 45 49 49 49

(13)

• Dari 261 LKM melaksanakan

Audit Keuangan oleh KAP

sejumlah 230 LKM, 31

LKM sedang proses

melak-sanakan.

• Dari 230 Kelurahan

melak-sanakan Audit, seluruhnya

mendapatkan opini

Unqual-ified Opinion (UO)/Wajar

Tanpa Pengecualian

Investasi Program KOTAKU

Investasi sumber daya manusia program Kotaku untuk Provinsi DKI

UNSUR ANGGOTA RELAWAN PEREMPUAN LAKI-LAKI MISKIN

BKM 2.409 595 1.814 923 RELAWAN 34.084 21.324 12.760 8.724 KSM LINGKUNGAN 8.501 13.742 33.530 15.599 KSM SOSIAL 249 536 747 426 KSM EKONOMI/ PPMK 671 2102 2143 2972

Selesai,

88%

Belum

selesai 0%

Pelaksanaan Audit Tahun 2015

Proses,

12%

(14)

Investasi BLM PNPM - Mandiri Perkotaan tahun 2009 s/d 2014

(Kegiatan Istisna’a) DKI Jakarta

Investasi Dana PNPM Mandiri Perkotaan Tahun 2009 s/d 2014

Penerima Manfaat Dana PNPM - Mandiri Perkotaan Tahun 2009 s/d 2014 APBN 106,301,152,128 APBD 45,839,810,000 SWADAYA 41,431,915,158 SWASTA 17,651,000 KK 1,092,871 KK MISKIN 615,131

(15)

Investasi Kegiatan BLM PLPBK DKI Jakarta

Jalan 20% Darinase 10% Perumahan 1% MCK 2% Persampahan 7% Air Bersih 7% Sarana Pendidikan 24% Irigasi 6% Sarana Kesehatan 1% Perdagangan 7% RTH 2% Lain-Lain 11% Investasi Dana PLPBK Tahun 2012 Penerima Manfaat Kegiatan PLPBK Tahun 2012 APBN 5,100,000,000 SWADAYA 523,726,600 KK 13,247 KK MISKIN 8,961

(16)

Kelurahan Pisangan Timur merupakan salah satu dari sejumlah kelurahan di Kecamatan Pulo Gadung Kota Jakarta Timur yang menjadi skala prioritas kota dalam penanganan permasalahan permukiman kumuh. Luas wilayah kelurahan ini mencakup 1.80 Ha dengan jumlah penduduk sebesar 38.947 jiwa, 8,358 Kepala Keluarga, yang tersebar di RT 170 RT dan 14 RW. Persoalan kumuh di kelurahan ini adalah penyediaan air minum, jalan lingkungan dan pengelolaan air limbah

Gambaran Kelurahan Pisangan Timur

(17)

Permasalahan Permukiman Kumuh Kelurahan Pisangan Timur

4% Bangunan hunian pada lokasi permukiman tidak memiliki kloset

(Leher Angsa) yang terhubung dengan tangkiseptik 22% Saluran Pembuangan Air Limbah Rumah Tangga tercampur

dengan Drainase Lingkungan

81% Sampah domestik rumah tangga pada kawasan permukiman terangkut ke TPS/TPA kurang dari 2 kali seminggu

Propinsi Kota

: DIY

88% Kawasan permukiman tidak memiliki Ketersediaan prasarana/sarana Proteksi Kebakaran

25%% Kawasan permukiman tidak terlayani jaringan jalan lingkungan yang memadai

41% Kondisi jaringan drainse pada lokasi permukiman memiliki kualitas buruk

1% Masyarakat tidak terpenuhi kebutuhan minimal 60liter/org/hari (Mandi, Minum, Cuci)

31% Bangunan hunian tidak memiliki keteraturan 8% Bangunan hunian memiliki kondisi Atap, Lantai, Dinding tidak sesuai persyaratan teknis

: KAB. Bantul

34.5% Bangunan hunian tidak memiliki keteraturan 17.6% Bangunan hunian memiliki atap, lantai, dinding tidak sesuai persyaratan teknis

38.8% Kawasan permukiman tidak terlayani jaringan jalan lingkungan yang memadai

22.2% Kondisi jaringan drainase pada lokasi permuki-man memiliki kualitas buruk

25.0% Masyarakat tidak terpenuhi kebutuhan minimal 60%/org/hari

3.3% Bangunan hunian permukiman tidak memiliki kloset (leher angsa) yang terhubung dengan tanki septic. 100 % Saluran pembuangan air limbah rumah tangga tercampur dengan drainase lingkungan

29.8% Sampah domestik rumah tangga pada kawasan permukiman terangkut ke TPS/TPA kurang dari 2 kali seminggu

100 % Kawasan permukiman tidak memiliki ketersediaan prasarana/sarana proteksi kebakaran

(18)

Penataan Bangunan 2 unit Rp. 80,000,000 Aksebilitas Jalan 1.850 m Rp. 277,500,000 Drainase Lingkungan 1.400 m Rp.280,000,000 Pengelollan Air Limbah 8 unit Rp. 150,000,000 Pencegahan Kebakaran 5 unit Rp. 175,000,000 Ekonomi 48 Paket Rp.795,000,000 Mitigasi Bencana Kebakaran 16 paket Rp.180,000,000 Pendidikan 14 unit/paket Rp.160,000,000 Kesehatan 1.400 m Rp. 200,000,000

Kelurahan Pisangan Timur - Jakarta Timur

Indikasi Program Penanganan Kawasan Permukiman Kumuh

Tahun 2017 - 2019

(19)
(20)

Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM)

Kelurahan Pisangan Timur

Penilaian Kemandirian Kelembagaan BKM Kelurahan Pisangan Timur. Jakarta Timur

Statuta Organisasi Kepemimpinan Sistem Manajemen Sumber Daya keuangan Sumber Daya Manusia Hubungan Eksternal Kemandirian 72 78 74 77 75 75 Menuju Madani

Alamat sekretariat Kepemimpinan

Tahun Intervensi program Tahun 2009

Tanggal Pencatatan Notaris 03 Desember 2009

No.Pencatatan Notaris 762/ Nas-W/ 2014

Koordinator LKM M.Junaedi

Anggota 1. Untung Mulyadi

2. Ade Syafrulsyah 3. Abdul Rosyid 4. Cecep Darmadji 5. Deden 6. Solihatun 7. Sutarjo 8. Untung Darsono Struktur BKM Kelurahan Pisangan Timur

LKM Bina Sejahtera Jalan Mugeni 3 Kelurahan Pisangan

Timur

Sejak kurun waktu terbentuknya 9 tahun terakhir lembaga perwakilan masyarakat Kelurahan Tegal Alur atau Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM) Bina Sejahtera, melalui tahap penilaian kemandirian LKM kini lembaga ini naik kelas dari level Awal, Berdaya, Mandiri dan kini Menuju Madani sejak dibentuk pada tanggal 30 September 2008, dengan susunan sebagai berikut:

(21)

NO KSM

Jumlah Anggota

Jenis KSM Bidang Usaha

L P Total

1 Melati 01 2 4 6 Aneka Usaha Kue, Pengrajin Barang daur ulang, Jasa Katering, Warung Nasi, Jus

2 Jamrud 10 4 1 5 Aneka Usaha Jasa Rias Pengantin, Jasa Catering, Entertaiment, Nasi Uduk.

3 Anggrek 2 3 5 Aneka Usaha Jasa Menjahit, Kue. Parfum, Jasa Catering, Jasa Laundry

4 Camar 3 2 5 Aneka Usaha Jasa Instalatur Listrik, Jasa Menjahit, Jasa Catering, Warung Nasi, Pakaian.

5 Harapan 5 - 5 Aneka Usaha Ayam Potong, Ikan, Warung Nasi, Daging 6 Anggrek 1 2 3 5 Aneka Usaha Jasa menjahit, Pedagang, Jasa Catering, Jasa Laundry, 7 Jamrud 4 4 2 6 Aneka Usaha Jasa Catering, Jasa Rias Pengantin, Jasa Menjahit,

Pedagang Kue, Jasa Pengobatan. 8 Camar 01 3 2 5 Aneka Usaha Jasa Cateering, Jasa Menjahit, Pedagang 9 Melati 01 2 4 6 Aneka Usaha Kue, Pengrajin Barang daur ulang, Jasa Katering,

Warung Nasi, Jus

Kegiatan PPMK di KelurahanPisangan Timur sudah berjalan sejak Tahun 2014 ada 9 KSM Sampai saat ini ada berjumlah 9 KSM yang didampingi program PPMK, secara rinci data KSM di Kelurahan Pisangan Timur sebagai berikut:

Kegiatan Peningkatan Penghidupan Masyarakat

berbasis Komunitas - PPMK

(22)

DOKUMENTASI KEGIATAN KOTAKU KELURAHAN PISANGAN TIMUR

Saluran Drainase kondisi 50%

di Kelurahan Pisangan Timur, Jakarta Timur di Kelurahan Pisangan Timur Jakarta TimurSaluran Drainase kondisi 100%

jalan Rabat Beton di Kelurahan Pisangan Timur, Jakarta Timur

(23)

Kelurahan Tegal Alur merupakan salah satu dari sejumlah kelurahan di Kota Jakarta Barat. Luas wilayah kelurahan ini mencakup 4,97 Ha, terletak di Kecamatan Kalideres. Kelurahan Tegal Alur Memiliki 16 RW dan 163 RT, dan hanya di 5 RW Fokus antara lain RW.001, RW.002, RW.008, RW.011, dan RW.015 yang masuk dalam pendataan baseline 100-0-100 Program KOTAKU (Kota Tanpa Kumuh). Permasalahan di Kelurahan Tegal Alur tidak berbeda jauh dengan wilayah lainnya sekitar persoalan kumuh yang disebabkan pada masalah penyediaan air minum, jalan lingkungan rusak , pengelolaan air limbah rumah tangga, dan penanganan masalah persampahan yang tidak terkelola dengan baik.

Gambaran Kelurahan Tegal Alur

(24)

Permasalahan Permukiman Kumuh Kelurahan Tegal Alur

4% Bangunan hunian pada lokasi permukiman tidak memiliki kloset

(Leher Angsa) yang terhubung dengan tangkiseptik 22% Saluran Pembuangan Air Limbah Rumah Tangga tercampur

dengan Drainase Lingkungan

81% Sampah domestik rumah tangga pada kawasan permukiman terangkut ke TPS/TPA kurang dari 2 kali seminggu

Propinsi Kota

: DIY

88% Kawasan permukiman tidak memiliki Ketersediaan prasarana/sarana Proteksi Kebakaran

25%% Kawasan permukiman tidak terlayani jaringan jalan lingkungan yang memadai

41% Kondisi jaringan drainse pada lokasi permukiman memiliki kualitas buruk

1% Masyarakat tidak terpenuhi kebutuhan minimal 60liter/org/hari (Mandi, Minum, Cuci)

31% Bangunan hunian tidak memiliki keteraturan 8% Bangunan hunian memiliki kondisi Atap, Lantai, Dinding tidak sesuai persyaratan teknis

: KAB. Bantul

34% Bangunan hunian tidak memiliki keteraturan 17% Bangunan hunian memiliki atap, lantai, dinding tidak sesuai persyaratan teknis

0% Kawasan permukiman tidak terlayani jaringan jalan lingkungan yang memadai

27% Kondisi jaringan drainase pada lokasi permukiman memiliki kualitas buruk

100% Masyarakat tidak terpenuhi kebutuhan minimal 60%/org/hari

9% Bangunan hunian permukiman tidak memiliki kloset (leher angsa) yang terhubung dengan tanki septic. 100% Saluran pembuangan air limbah rumah tangga tercampur dengan drainase lingkungan

100% Sampah domestik rumah tangga pada kawasan permukiman terangkut ke TPS/TPA kurang dari 2 kali seminggu

100% Kawasan permukiman tidak memiliki ketersediaan prasarana/sarana proteksi kebakaran

(25)

Kelurahan Tegal Alur- Jakarta Barat

Indikasi Program Penanganan Kawasan Permukiman Kumuh

Tahun 2017 - 2019

Alat Pemadam Api Ringan (APAR) 3 unit, Rp15,000,000 Drainase Lingkungan 1566 Meter, Rp736,020,000 Gerobak/Motor Sampah 14 unit, Rp700,000,000 Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Terpusat 3 unit, Rp1,350,000,000 Instalasi Pengolahan Air Sederhana (IPAS) 3 unit, Rp45,000,000 Jalan Beton 600 Meter, Rp180,000,000 Rehab/perbaikan Rumah Tidak Layak

Huni (Aladin) 77 unit, Rp3,850,000,000 Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) 6 unit, Rp300,000,000

Peta Kawasan Permukiman Kumuh

Kelurahan Tegal Alur

(26)

Penilaian Kemandirian Kelembagaan BKM Kelurahan Tegal Alur, Jakarta Barat Statuta Organisasi Kepemimpinan Sistem Manajemen Sumber Daya keuangan Sumber Daya Manusia Hubungan Eksternal Kemandirian 63 58 59 59 59 67 Mandiri

Alamat sekretariat Kepemimpinan

Tahun Intervensi program 1 Maret 2009 Tanggal Pencatatan Notaris 18 Maret 2019

No.Pencatatan Notaris Jl. Kamal Raya No.12 RT.06 RW.02 Kel. Tegal Alur Kec. Kalideres Jakarta Barat

Koordinator LKM Ipul Sodikin

Anggota 1. Agus 2. Elfis Damayanti 3. Amirudin 4. Sandi 5. Maria 6. Masudi

Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM)

Kelurahan Tegal Alur

Sejak kurun waktu terbentuknya 8 tahun terakhir lembaga perwakilan masyarakat Kelurahan Tegal Alur atau Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM) Panca Karya, melalui tahap penilaian kemandirian LKM kini lembaga ini naik kelas dari level Awal, Berdaya, dan kini Mandiri sejak dibentuk pada tanggal 24 November 2009, dengan susunan sebagai berikut:

Struktur BKM Kelurahan Tegal Alur

LKM Panca Karya Jalan Raya Tegal Alur no.36A , RW.04 Tegal Alur

(27)

Investasi BLM PNPM - Mandiri Perkotaan tahun 2009 s/d 2014

(Kegiatan Istisna’a) Kelurahan Tegal Alur

Kegiatan Vol

Sumber Dana Penerima

Man-faat Tenaga HOK APBN APBD Swadaya KK KK

Miskin

Jalan 3248.5 M 91,255,500 137,809,000 130,537,000 2,560 1,144 47 468

Tembok Penahan/Siring 16 M - 19,500,000 17,560,000 50 5 18 54

Drainase 232 M 36,913,000 2,550,000 16,988,500 352 241 - 90

Jembatan Beton/Batu 6 Unit 9,176,500 - 3,221,000 180 180 - -

Perbaikan RTLH 1 Unit - 26,637,000 4,033,000 1 1 - 97

TPS 1 Unit - 6,408,000 4,703,000 106 21 15 15

Sumur Gali 4 Unit 5,915,000 - 1,082,000 36 36 - -

Hidran Umum ( HU ) 3 Unit 30,000,000 11,116,000 3,763,000 122 21 1 40

Sumur Bor 3 Unit 45,350,000 - 13,262,500 269 48 - 100

Perbaikan Gedung Sekolah

2 Unit 34,880,000 - 6,378,000 198 150 - 107

Lain-Lain 40 Unit/M 6,010,000 11,810,000 13,180,000 269 69 - 38

(28)

KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM dan PERUMAHAN RAKYAT

Referensi

Dokumen terkait

Dari hasil analisis didapatkan bahwa untuk Kelurahan Tamansari sebagai permukiman dengan kategori kumuh berat bentuk infrastruktur yang terpilih untuk air minum adalah

Dari hasil penelitian lapangan bahwa kemiskinan yang terjadi di pemukiman kumuh bantaran rel kereta api Kelurahan Tegal Sari Mandala II Medan adalah kemiskinan

Tujuan: Penelitian ini ditunjukan untuk mengetahui apakah ada perbedaan perkembangan motorik anak 6-24 bulan di lingkungan kumuh dan tidak kumuh di Kelurahan

Berdasarkan hasil identifikasi karakteristik kawasan permukiman kumuh di Kelurahan Belitung Selatan Kota Banjarmasin. Hampir keseluruhan bangunan berdiri berada pada

Kegiatan Kolaborasi di Kota Tanjungbalai dimulai pada tahun 2015 di 9 Kelurahan, yaitu Kelurahan Gading, Kelurahan Pasar Baru, Kelurahan Matahalasan, Kelurahan

PROGRAM KOTA TANPA KUMUH (KOTAKU) TINGKAT DESA/KELURAHAN.. PROGRAM KOTA TANPA

Dari persebaran permukiman kumuh di setiap kecamatan dan kelurahan, lokasi-lokasi di permukiman kumuh di kota Medan terdapat di bantaran sungai sepanjang rel kereta api,

Tujuan Penelitian Karakteristik Kekumuhan dan Rencana Penanganan Perumahan dan Permukiman Kumuh Di Kota Gorontalo (Studi Kasus Kawasan Kumuh Kelurahan Limba B) ini