• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB II LANDASAN TEORI"

Copied!
26
0
0

Teks penuh

(1)

5

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1. Konsep Dasar Sistem 2.1.1. Pengertian Sistem

Menurut Susanto (2013:22) “Sistem adalah kumpulan/group dari sub sistem/bagian/komponen apapun baik phisik ataupun non phisik yang saling berhubungan satu sama lain dan bekerja sama secara harmonis untuk mencapai satu tujuan tertentu”.

Menurut Sutabri (2012:6) “Suatu sistem pada dasarnya adalah sekelompok unsur yang erat hubungannya satu dengan yang lain, yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu”.

Berdasarkan pendapat para ahli maka dapat disimpulkan sistem adalah kumpulan elemen-elemen yang saling berhubungan bekerjasama untuk mencapai satu tujuan.

2.1.2 Karakteristik Sistem

Menurut Sutabri (2012:13) Model umum sebuah sistem terdiri dari input, proses, dan output. Hal ini merupakan konsep sebuah sistem yang sangat sederhana mengikuti sebuah sistem dapat mempunyai beberapa masukan dan keluaran sekaligus. Selain itu sebuah sistem juga memiliki karakteristik atau sifat sifat tertentu, yang mencirikan bahwa hal tersebut bisa dikatakan sebagai suatu sistem.

Adapun karakteristik yang dimaksud adalah sebagai berikut:

(2)

1. Komponen Sistem (Components)

Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, yang bekerja sama membentuk satu kesatuan. Komponen-komponen sistem tersebut dapat berupa suatu bentuk subsistem. Setiap subsistem memiliki sifat-sifat sistem yang menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan. Suatu sistem dapat mempunyai sistem yang lebih besar yang disebut dengan supra sistem.

2. Batasan Sistem (Boundary)

Ruang lingkup sistem merupakan daerah yang membatasi antara sistem

dengan sistem lainnya atau sistem dengan lingkup luarnya. Batasan sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai satu kesatuan yang tidak dapat dipisah-pisahkan.

3. Lingkup Luar Sistem (Environtment)

Bentuk apapun yang ada di luar ruang lingkup atau batasan sistem yang

mempengaruhi operasi sistem tersebut disebut dengan lingkungan luar sistem.

Lingkungan luar sistem ini dapat menguntungkan dan dapat juga merugikan sistem tersebut. Lingkungan luar yang menguntungkan merupakan energi bagi sistem tersebut, yang dengan demikian lingkungan luar tersebut harus selalu dijaga dan dipelihara. Sedangakan lingkungan luar yang merugikan harus dikendalikan. Kalau tidak maka akan mengganggu kelangsungan hidup sistem tersebut.

4. Penghubung Sistem (Interface)

Media yang menghubungkan sistem dengan subsistem yang lain disebut dengan penghubung sistem atau interface. Penghubung ini memungkinkan sumber-

(3)

sumber daya mengalir dari satu subsistem ke subsistem yang lain. Keluaran suatu subsistem akan menjadi masukan untuk subsistem yang lain dengan melewati penghubung. Dengan demikian terjadi suatu integrasi sistem yang membentuk satu kesatuan.

5. Masukan Sistem (Input)

Energi yang dimasukan kedalam sistem disebut masukan sistem, yang dapat berupa pemeliharaan (maintenance input) dan sinyal (signal input). Sebagai contoh, didalam suatu unit sistem komputer, "program" adalah maintenance input yang digunakan untuk mengoperasikan komputer. Sementara "data"

adalah signal input yang akan diolah menjadi informasi.

6. Keluaran Sistem (Output)

Hasil energi yang diolah dan diklasifikasikan menajadi keluaran yang berguna.

Keluaran ini merupakan masukan bagi subsistem yang lain. Seperti contoh sistem informasi, keluaran yang dihasilkan adalah informasi, di mana informasi ini dapat digunakan sebagai masukan untuk pengambilan keputusan atau hal-hal lain yang merupakan input bagi subsistem lainnya.

7. Pengolahan Sistem (Procces)

Suatu sistem dapat mempunyai suatu proses yang akan mengubah masukan menjadi keluaran. Sebagai contoh, sistem akuntansi. Sistem ini akan mengolah data transaksi menjadi laporan-laporan yang dibutuhkan oleh pihak manajemen.

8. Sasaran Sistem (Objective)

Suatu sistem memiliki tujuan dan sasaran yang pasti dan bersifat deterministik.

Kalau suatu sistem tidak memiliki sasaran, maka operasi sistem tidak ada

(4)

gunanya. Suatu sistem dikatakan berhasil bila mengenai sasaran atau tujuan yang telah direncanakan.

2.1.3 Klasifikasi Sistem

Menurut Sutabri (2012:15)Sistem merupakan suatu bentuk integrasi antara satu komponen dengan komponen lain karena sistem memiliki sasaran yang berbeda untuk setiap kasus yang terjadi dalam sistem tersebut”.

Sistem dapat diklasifikasikan dari beberapa sudut pandangan, seperti contoh sistem yang bersifat abstrak, sistem alamiah, sistem yang bersifat deterministik, dan sistem yang bersifat terbuka dan tertutup.

1. Sistem Abstrak (Abstract System) dan Sistem Fisik (Physical System) Sistem abstrak merupakan sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik. Misalnya sistem teologi, yaitu sistem yang berupa pemikiran- pemikiran hubungan antara manusia dengan tuhan. Sedangkan sistem fisik merupakan sistem yang ada secara fisik. Seperti sistem komputer, sistem produksi, sistem penjualan, sistem administrasi, personalia, dan lain sebagainya.

2. Sistem Alamiah (Natural System) dan Sistem Buatan Manusia (Human Made System)

Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi melalui proses alam, tidak dibuat oleh manusia, misalnya sistem perputaran bumi. Sistem buatan manusia adalah sistem yang melibatkan interaksi manusia dengan mesin yang disebut human machine system. Misalnya sistem informasi berbasis komputer.

(5)

3. Sistem Tertentu (Deterministic System) dan Sistem Tak Tentu (Probabilistic System)

Sistem yang beroprasi dengan tingkah laku yang dapat diprediksi disebut sistem deterministik. Sistem komputer adalah contoh dari sistem yang tingkah lakunya dapat dipastikan berdasarkan program-program komputer yang dijalankan.

Sedangkan sistem yang bersifat probabilistik adalah sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi, karena mengandung unsur probabilitas.

4. Sistem Tertutup (Closed System) dan Sistem Terbuka (Open System)

Sistem tertutup merupakan sistem yang tidak berhubungan dan tidak terpengaruh oleh lingkungan luarnya. Sistem ini bekerja secara otomatis tanpa ada campur tangan dari pihak luar. Sedangkan sistem terbuka adalah sistem yang berhubungan dan dipengaruhi oleh lingkungan luarnya, yang menerima masukan dan menghasilkan keluaran untuk subsistem lainnya.

2.1.4 Pengertian Informasi

Menurut Sutabri (2012:22) “Informasi adalah data yang telah diklasifikasikan atau diolah atau diinterprestasikan untuk digunakan dalam proses pengambilan keputusan”.

Menurut Sutarman (2012:14) “Informasi adalah sekumpulan fakta (data) yang diorganisasikan dengan cara tertentu sehingga mereka mempunyai arti bagi si penerima”.

Menurut Mulyanto (2009 : 12) “Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya, sedangkan data merupakan sumber informasi yang menggambarkan suatu kejadian yang nyata”.

(6)

Berdasarkan beberapa pendapat para ahli diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa informasi merupakan data yang telah diolah, dibentuk, ataupun dimanipulasi sesuai dengan keperluan tertentu bagi penggunanya.

2.1.5 Nilai Informasi

Menurut Sutabri (2012:30) Nilai dari informasi ditentukan dari dua hal, yaitu manfaat dan biaya untuk mendapatkannya. Suatu informasi dikatakan bernilai apabila manfaat yang diperoleh lebih berharga dibandingkan dengan biaya untuk mendapatkannya. Akan tetapi perlu diperhatikan bahwa informasi yang digunakan di dalam suatu sistem informasi umumnya digunakan untuk beberapa kegunaan, sehingga tidak mungkin atau sulit untuk menghubungkan antara informasi tentang suatu masalah dengan biaya untuk memperolehnya, karena sebagian besar informasi digunakan tidak hanya oleh satu pihak saja di dalam perusahaan.

Keuntungan dari sebagian besar informasi tidak dapat dihitung dengan suatu nilai uang, tetapi dapat ditaksir nilai efektifitasnya. Nilai informasi biasanya dihubungkan dengan analisis cost effectivess atau cost benefit. Nilai ini didasarkan atas 10 sifat, yaitu:

1. Mudah diperoleh

Sifat ini menunjukan kemudahan dan kecepatan untuk memperoleh informasi.

Kecepatannya dapat diukur, misalnya 1 menit versus 24 jam. Akan tetapi berapa nilainya bagi pemakai informasi sulit untuk mengukurnya.

2. Luas dan lengkap

Sifat ini menunjukan kelengkapan isi informasi. Hal ini tidak hanya mengenai volumenya, akan tetapi juga mengenai keluaran informasinya. Sifat ini sangat kabur dan karena itu sulit untuk mengukurnya.

(7)

3. Ketelitian

Sifat ini berhubungan dengan tingkap kebebasan dari kesalahan keluaran informasi. pada volume data yang besar biasanya terdapat dua jenis kesalahan, yakni kesalahan pencatatan dan kesalahan perhitungan.

4. Kecocokan

Sifat ini menunjukan seberapa baik keluaran informasi dalam berhubungannya dengan permintaan para pemakai. Isi informasi harus ada hubungannya dengan masalah yang sedang dihadapi sedangkan semua keluaran yang lainnya tidak berguna. Sifat ini sulit untuk diukur.

5. Ketepatan Waktu

Sifat ini berhubungan dengan waktu yang dilalui, yang lebih pendek dari siklus untuk mendapatkan informasi. Masukan, pengolahan, dan pelaporan keluaran kepada para pemakai, biasanya tepat waktu. Dalam beberapa hal, ketepatan waktu dapat diukur. Misalnya berapa banyak penjualan dapat ditingkatkan dengan menanggapi permintaan pelanggan mengenai ketersediaan barang- barang inventaris

.

6. Kejelasan

Sifat ini menunjukan tingkat kejelasan informasi. Informasi hendaknya terbatas dari istilah-istilah yang tidak jelas.

7. Keluwesan

Sifat ini berhubungan dengan apakah informasi tersebut dapat digunakan untuk membuat lebih dari satu keputusan, tetapi juga apakah dapat digunakan untuk lebih dari seorang pengambil keputusan. Sifat ini sulit diukur, akan tetapi dalam beberapa hal dapat diukur dengan suatu nilai tertentu.

(8)

8. Dapat dibuktikan

Sifat ini menunjukan sejauh mana informasi itu dapat diuji oleh beberapa pemakai hingga sampai didapatkan kesimpulan yang sama.

9. Tidak ada prasangka

Sifat ini berhubungan dengan ada tidaknya keinginan untuk mengubah informasi tersebut guna untuk mendapatkan kesimpulan yang telah diarahkan sebelumnya.

10. Dapat diukur

Sifat ini menunjukan hakikat informasi yang dihasilkan oleh sistem informasi formal. Meskipun kabar angin, desas-desus, dugaan-dugaan, klenik, dan lainnya juga sering dianggap sebagai informasi, namun hal-hal tersebut berada di luar lingkup pembahasan kita.

2.1.6 Pengertian Sistem Informasi

Menurut Sutabri (2012:38) Sistem informasi adalah suatu sistem didalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung fungsi operasi organisasi yang bersifat manajerial dengan kegiatan strategi dari suatu organisasi untuk dapat menyediakan laporan-laporan yang diperlukan oleh pihak luar tertentu.

2.1.7 Komponen dan Tipe Sistem Infomasi

Menurut Sutabri (2012:39) mengemukakan bahwa Sistem informasi terdiri dari komponen-komponen yang disebut blok bangunan (Building Block), yang terdiri dari blok masukan, blok model, blok keluaran, blok teknologi, blok basis data, dan blok kendali. Sebagai suatu sistem, keenam blok bangunan tersebut masing-masing saling berinteraksi satu dengan yang lain membentuk suatu kesatuan untuk mencapai sasaran.

Blok bangunan itu terdiri dari:

1. Blok Masukan (Input Block)

Input mewakili data yang masuk ke dalam sistem informasi. Input disini termasuk metode-metode dan media untuk menangkap data yang akan dimasukkan, yang dapat berupa dokumen-dokumen dasar.

(9)

2. Blok Model (Model Block)

Blok ini terdiri dari kombinasi prosedur, logika dan model matematik yang akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan di basis data dengan cara yang sudah tertentu untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.

3. Blok Keluaran (Output Block)

Produk dari sistem informasi adalah keluaran yang merupakan informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen serta semua pemakai sistem.

4. Blok Teknologi (Technology Block)

Teknologi digunakan untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan keluaran dan membantu pengendalian dari sistem secara keseluruhan. Blok teknologi terdiri dari teknisi (Humanware atau Brainware), perangkat lunak (Software) dan perangkat keras (Hardware).

5. Blok Basis Data (Database Block)

Basis data (Database) merupakan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya, tersimpan di perangkat keras komputer dan digunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya. Basis data diakses atau dimanipulasi dengan menggunakan perangkat lunak paket yang disebut dengan DBMS (Database Management Systems).

6. Blok Kendali (Controls Block)

Beberapa pengendalian perlu dirancang dan diterapkan untuk meyakinkan bahwa hal-hal yang dapat merusak sistem dapat dicegah ataupun bila terlanjur terjadi kesalahan-kesalahan dapat langsung cepat diatasi.

(10)

2.1.8 Pengertian Sistem Informasi Akuntansi

Menurut Susanto (2013:72) Sistem Informasi Akuntansi kumpulan atau group dari sub sistem/bagian/komponen apapun baik phisik atau non phisik yang saling berhubungan satu sama lain dan bekerja sama secara harmonis untuk mengolah data transaksi yang berkaitan dengan masalah keuangan menjadi informasi keuangan.

Menurut Hall (2011:7) “Sistem informasi akuntansi adalah suatu subsistem yang memproses transaksi keuangan dan non-keuangan yang berpengaruh secara langsung terhadap pemrosesan tranaksi keuangan”.

Berdasarkan pendapat ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa, sistem informasi akuntansi merupakan sistem atau subsistem khusus dari sistem informasi manajemen yang berfungsi mengumpulkan, mencatat, menyimpan, memproses dan melaporkan informasi keuangan maupun non keuangan yang berpengaruh secara langsung dalam suatu kejadian bisnis.

2.1.9 Pengertian Kas

Menurut Riyanto (2011:94) bahwa: “Kas adalah salah satu unsur modal kerja yang paling tinggi tingkat likuiditasnya”.

Menurut Munawir (2010:14) menyatakan bahwa:

Kas adalah uang tunai yang dapat digunakan untuk membiayai operasi perusahaan. Termasuk dalam pengertian kas adalah cek yang diterima dari para langganan dan simpanan perusahaan di bank dalam bentuk giro atau permintaan deposit, yaitu simpanan di bank yang dapat diambil kembali setiap saat oleh perusahaan.

Berdasarkan pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa kas terdiri dari uang tunai yang ada di perusahaan baik kas kecil maupun besar yang bentuknya sangat mudah untuk disembunyikan dan dipertukarkan, sehingga memungkinkan mudahnya terjadi penyalahgunaan atas kas tersebut dan kesulitan untuk melacaknya jika hilang sehingga dibutuhkan tindakan-tindakan pengendalian yang baik.

(11)

2.1.10 Sistem Akuntansi Pengeluaran Kas Kecil

Menurut Mulyadi (2011:509) Sistem akuntansi pengeluaran kas pada umumnya didefinisikan sebagai organisasi formulir, catatan dan laporan yang dibuat untuk melaksanakan kegiatan pengeluaran baik dengan cek maupun dengan uang tunai untuk mempermudah setiap pembiayaan pengelolaan perusahaan.

Menurut James (2009:201) “Sistem akuntansi pengeluaran kas adalah memproses pembayaran kewajiban yang dihasilkan oleh sistem pembelian.”

Berdasarkan pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa sistem akuntansi pengeluaran kas pada umumnya didefinisikan sebagai organisasi formulir, catatan dan laporan yang dibuat untuk melaksanakan kegiatan pengeluaran baik dengan cek maupun dengan uang tunai untuk mempermudah setiap pembiayaan pengelolaan perusahaan.

2.1.11 Fungsi yang terkait

Menurut Mulyadi (2010:534), fungsi yang terkait dalam sistem dana kas kecil adalah :

1. Fungsi kas

Fungsi ini bertanggung jawab dalam mengisi cek, memintakan otorisasi atas cek, dan menyerahkan cek kepada pemegang dana kas kecil pada saat pembentukan dana kas kecil dan pada saat pengisian kembali dana kas kecil.

2. Fungsi akuntansi

Fungsi akuntansi bertanggung jawab untuk melakukan pencatatan pengeluaran kas kecil yang menyangkut biaya dan persediaan, mencatat transaksi pembentukan dana kas kecil, mencatat pengisian kembali dana kas kecil dalam jurnal pengeluaran kas atau register cek, mencatat pengeluaran dana kas kecil dalam jurnal pengeluaran dana kas kecil (dalam sistem

(12)

fluktuasi), dan membuat bukti kas keluar yang memberikan otorisasi kepada fungsi kas dalam mengeluarkan cek sebesar yang tercantum dalam dokumen terebut.

3. Fungsi pemegang dana kas kecil.

4. Fungsi yang memerlukan pembayaran tunai.

5. Fungsi pemeriksaan intern.

Fungsi ini bertanggung jawab atas penghitungan dana kas kecil secara periodik dan pencocokan hasil penghitungannya dengan catatan kas.

2.1.12 Dokumen yang digunakan

Menurut Mulyadi (2010:530) Dokumen yang digunakan dalam sistem dana kas kecil adalah :

1. Bukti kas keluar

Dokumen ini berfungsi sebagai perintah pengeluaran kas dari fungsi akuntansi kepada fungsi kas sebesar yang tercantum dalam dokumen tersebut. Dalam sistem dana kas kecil, dokumen ini diperlukan pada saat pembenetukan dana kas kecil dan pada saat pengisian kembali dana kas kecil.

2. Cek

3. Permintaan pengeluaran kas kecil

Dokumen ini digunakan oleh pemakai dana kas kecil untuk meminta uang ke pemegang dana kas kecil. Bagi pemegang dana kas kecil, dokumen ini berfungsi sebagai bukti telah dikeluarkannya kas kecil, selanjutnya dokumen ini diarsipkan oleh pemegang kas kecil.

(13)

4. Bukti pengeluaran kas kecil

Dokumen ini diuat oleh pemakai dana kas kecil untuk mempertanggung jawabkan pemakaian dana kas kecil. Dokumen ini dilampiri dengan bukti-bukti pengeluaran kas kecil dan diserahkan oleh pemakai dana kas kecil kepada pemegang dana kas kecil.

5. Permintaan pengisian kembali kas kecil

Dokumen ini dibuat oleh pemegang dana kas kecil untuk meminta kepada bagian utang agar dibuatkan bukti kas keluar guna pengisian kembali dana kas kecil.

2.1.13 Siklus Akuntansi

Menurut Kieso (2011:77) “Siklus akuntansi adalah prosedur akuntansi yang biasanya digunakan oleh perusahaan untuk mencatat transaksi dan membuat laporan keuangan”.

Tahapan-tahapan siklus akuntansi adalah sebagai berikut (Kieso 2011:87):

1. Mengidentifikasikan dan mencatat transaksi yang terjadi.

2. Melakukan penjurnalan.

3. Melakukan penggolongan dengan memposting ke buku besar.

4. Menyusun neraca saldo yang belum disesuaikan.

5. Mengumpulkan data yang diperlukan untuk membuat ayat jurnal penyesuaian.

6. Menyusun neraca saldo yang telah disesuaikan.

7. Menyusun laporan keuangan yang terdiri dari Laporan Laba Rugi, Laporan Perubahan Ekuitas, Neraca, dan Arus Kas.

8. Jurnal penutupan.

(14)

Gambar dibawah ini menunjukkan langkah-langkah dalam siklus akuntansi yang biasa digunakan oleh perusahaan sebagai prosedur akuntansi dalam mencatat transaksi dan menyiapkan laporan keuangan (financial statements)

Sumber : Kieso (2011:86)

Gambar II.1 Bagan Siklus Akuntansi 2.2. Peralatan Pendukung (Tool System)

Peralatan pendukung (Tool System) merupakan alat yang dapat digunakan untuk menggambarkan bentuk logika model dari suatu sistem. Adapun Tool System yang digunakan penulis untuk merancang model sistem adalah:

10

Jurnal Pembalik Pilihan

9

Neraca Saldo Setelah Penutup (Pilihan)

8

Membuat Jurnal Penutup

7

Menyiapkan Laporan Keuangan :

Laporan Laba Rugi, Neraca, Laporan Arus Kas, Laporan

Ekuitas

5

Membuat Jurnal Penyesuaian 4

Menyiapkan Neraca Saldo (Trial Balance)

3

Posting ke Buku Besar (Ledger)

2

Menjurnal Transaksi 1

Analisis Transaksi Bisnis

6

Menyiapkan Neraca Saldo Setelah Penyesuaian

Kertas Kerja Pilihan

(15)

2.2.1 Unified Modelling Language (UML)

Menurut Rosa A.S dan Shalahuddin (2015:292) pengertian Unified Modeling Language (UML) dalam buku yang berjudul Rekayasa Perangkat Lunak adalah “ bahasa visual untuk pemodelan dan komunikasi mengenai sebuah sistem dengan menggunakan diagram dan teks-teks pendukung”.

Unified Modeling Language (UML) mempunyai diagram yang dibagi menjadi tiga kategori antara lain :

1. Structure Diagrams (diagram struktur)

Struktur diagram adalah kumpulan diagram yang digunakan untuk menggambarkan suatu struktur statis dari sistem yang dimodelkan. Macam- macam struktur diagram :

a. Class Diagram (diagram kelas)

Diagram kelas atau class diagram yaitu menggambarkan struktur sistem dari segi pendefinisian kelas-kelas yang akan dibuat untuk membangun sistem.

b. Object Diagram (Diagram Objek)

Diagram objek atau object diagram yaitu menggambarkan struktur sistem dari segi penamaan objek dan jalannya objek dalam sistem.

c. Component Diagram (Diagram Komponen)

Diagram komponen atau Component Diagram yaitu dibuat untuk menunjukkan organisasi dan ketergantungan diantara kumpulan komponen dalam sebuah sistem.

(16)

d. Package Diagram (Diagram Paket)

Diagram paket atau Package Diagram yaitu menyediakan cara mengumpulkan elemen-elemen yang saling terkait dalam diagram UML.

Hampir semua diagram dalam UML dapat dikelompokkan menggunakan Package Diagram.

e. Deployment Diagram (Diagram Deployment)

Diagram deployment atau Deployment Diagram yaitu menunjukkan konfigurasi kompinen dalam proses eksekusi aplikasi. Contoh :

Sumber : Rossa A.S dan salahuddin (2015:154) Gambar II.2.

Contoh Deployment 2. Behavior Diagrams ( Diagram Kelakuan)

Behavior Diagrams atau diagram kelakuan adalah kumpulan diagram yang digunakan untuk menggambarkan kelakuan sistem atau rangkaian perubahan yang terjadi pada sebuah sistem. Macam-macam diagram tingkah laku :

(17)

a. Use Case Diagram ( Diagram Use case)

Use Case diagram atau diagram use case adalah merupakan pemodelan untuk kelakuan (Behavior) sistem informasi yang akan dibuat. Use case diagram mendefinisikan sebuah interaksi antara satu atau lebih aktor dengan sistem informasi yang akan dibuat. Contoh :

Sumber : Rosa A.S dan salahuddin (2015:204) Gambar II.3.

Contoh Use Case

(18)

b. Activity Diagram (Diagram Aktivitas)

Activity Diagram atau Diagram Aktivitas yaitu menggambarkan workflow (aliran kerja) atau aktivitas dari sebuah sistem atau proses bisnis atau menu yang ada pada perangkat lunak. Yang perlu diperhatikan disini adalah bahwa diagram aktivitas menggambarkan aktivitas sistem bukan apa yang dilakukan aktor, jadi aktivitas yang dapat dilakukan oleh sistem. Contoh :

Sumber : Rosa A.S dan Salahuddin (2015:235) Gambar II.4.

Contoh activity c. State Machine Diagram (Diagram Mesin Status)

State machine diagram atau state chart diagram atau dalam bahasa indonesia disebut diagram mesin status atau sering juga disebut diagram status digunakan untuk menggambarkan perubahan status atau transisi status dari sebuah mesin atau sistem objek. Jika diagram sekuen digunakan

(19)

untuk interaksi atar objek maka diagram status digunakan untuk interaksi di dalam sebuah objek.

3. Interaction Diagrams (Diagram Interaksi)

Interaction Diagrams atau diagram interaksi adalah kumpulan diagram yang digunakan untuk menggambarkan interaksi sistem dengan sistem lain maupun interaksi antar subsistem pada suatu sistem.

a. Sequence Diagram (Diagram Sekuen)

Sequence Diagram atau diagram sekuen yaitu menggambarkan kelakuan objek pada use case dengan mendeskripsikan waktu hidup objek dan message yang dikirimkan dan diterima antar objek. Contoh :

Sumber : Rosa A.S dan salahuddin (2015:210) Gambar II.5.

Contoh Sequence Diagram

(20)

b. Interaction Overview Diagram

Interaction Overview Diagram mirip dengan diagram aktivitas yang berfungsi untuk menggambarkan sekumpulan urutan aktivitas. Interaction Overview Diagram adalah bentuk aktivitas diagram yang setiap titik merepresentasikan diagram interaksi.

2.2.2 Entity Relationship Diagram (ERD)

Menurut Rosa A.S dan M. Shalahuddin (2015:289) ERD adalah “

pemodelan awal basis data yang dikembangkan berdasarkan teori himpunan dalam bidang matematika untuk pemodelan basis data relasional”.

Sumber : Rosa A.S dan salahuddin (2015:58) Gambar II.6.

Contoh ERD

(21)

2.2.3 Logical Record Structure ( LRS)

Menurut Lestari (2013:126) mengemukakan bahwa “Logical Record Structure dibentuk dengan nomor tipe record. Beberapa tipe record digambarkan oleh kotak empat persegi panjang dan dengan nama yang unik.”

Sumber : Rosa A.S dan salahuddin (2013:62) Gambar II.7.

Contoh LRS

2.2.4 Spesifikasi File

Perancangan program dibutuhkan masukan yang akan diproses untuk menghasilkan suatu keluaran yang baik. Untuk ittu dibutuhkan beberapa spesifikasi rancangan program, dalam hal ini adalah raancangan bentuk masukan dan rancangan bentuk keluaran.

(22)

Tugas menentukan spesifikasi file berdasarkan parameter dari file, meliputi:

1. Tipe dari file 2. Media dari file 3. Organisasi dari file 4. Field kunci dari file 5. Tabel dari spesifikasi file 2.2.5 Struktur Kode

Menurut kendall (2012:267) menyimpulkan bahwa “Pengkodean adalah proses dari meletakkan data yang berarti dua macam atau data yang sulit dipakai dengan segera, lebih mudah dimasukan digital atau huruf”.

1. Tipe Kode

Menurut Kendall (2008:273) Menurut jenisnya struktur kode diantaranya yaitu:

a. Kode Mnemonik (Mnemonic Code)

Kode mnemonik digunakan untuk tujuan supaya mudah diingat. Kode mnemonik dibuat dengan dasar singkatan sebagian karakter dari item yang mewakili kode ini.

Contoh:

KD : Kamus Data SO : Solo

YG : Yogyakarta

(23)

b. Kode Urut (sequential code)

Kode urut disebut juga kode seri merupakan kode yang nilai urut antara suatu kode dengan kode berikutnya.

Contoh:

00 Kas

002 Piutang Dagang

003 Persediaan Barang Dagangan c. Kode Blok (blok code)

Kode blok mengklasifikasikan item ke dalam kelompok blok tertentu yang mencerminkan suatu klasifikasi tertentu atas dasar pemakaian maksimum yang diharapkan.

1000-1999 Aktiva Lancar 2000-2999 Aktiva Tetap 3000-3999 Hutang Lancar d. Kode Grup (group code)

Kode grup merupakan kode yang berdasarkan field-filed dan tiap-tiap field mempunyai arti.

Contohnya:

1. Aktiva Tetap 1.1 Aktiva Lancar

1.1.0 Kas

(24)

e. Kode Desimal (decimal code)

Kode desimal mengklasifikasikan kode atas dasar 10 unit angka desimal dimulai dari angka 0 sampai 9 atau dari 00 sampai 99 tergantung banyaknya kelompok.

Contohnya:

00 Aktiva Lancar

00100 Kas

0200 Piutang Dagang

00300 Persediaan Produk Selesai.

2.2.6 Pengertian Database

Menurut Kustiyaningsih (2011:146) “Database adalah Struktur penyimpanan data. Untuk menambah, mengakses dan memperoses data yang disimpan dalam sebuah database komputer, diperlukan sistem manajemen database seperti MySQL Server”.

Menurut Raharjo (2011:3) “Database adalah kumpulan data yang terintegrasi dan diatur sedemikian rupa sehingga data tersebut dapat dimanipulasi, diambil, dan dicari secara cepat.”

Berdasarkan pendapat para ahli yang dikemukakan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa database adalah sekelompok data yang mempunyai ciri-ciri khusus dan dapat dikelola sedemikian rupa sehingga bisa menghasilkan sebuah format data yang baru.

2.2.7 Pengertian MySQL

Menurut Rosa A.S. dan M.Shalahudin (2015:46) “MySQL merupakan bahasa yang digunakan untuk mengelola data pada RDBMS”.

(25)

Menurut Kustiyaningsih (2011:147) “Tipe data MySQL adalah data yang terdapat dalam sebuah table berupa field-field yang berisi nilai dari data tersebut”.

MYSQL mengenal beberapa tipe data field yaitu:

1. Tipe data numerik

Tipe numerik dibedakan dalam dua macam kelompok, yaitu integer dan floatingpoint. Integer digunakan untuk data bilangan bulat sedangkan floating point digunakan untuk bilangan desimal.

2. Tipe data string

String adalah rangkaian karakter.

3. Tipe data char() dan varchar()

Tipe data char() dan varchar() pada prinsipnya sama, perbedaannya hanya terletak pada jumlah memori yang dibutuhkan untuk penyimpanannya. Memori yang dibutuhkan untuk tipe data char() bersifat statis, besarnya tergantung pada berapa jumlah karakter yang ditetapkan pada saat field tersebut dideklarasikan.

Pada tipe data varchar() besarnya memori penyimpanan tergantung pada jumlah karakter tambah 1byte.

4. Tipe data tanggal

Untuk tanggal dan jam, tersedia tipe-tipe data field berupa DATETIME, DATE, TIMESTAMP, TIME, dan YEAR. Masing-masing tipe mempunyai kisaran nilai tertentu. MYSQL akan memberikan peringatan kesalahan (error) apabila tanggal atau waktu yang dimasukkan salah. Kisaran nilai besar memori penyimpanan yang diperlukan untuk masing-masing tipe dapat dipilih.

2.2.8 Pengetian PHP MyAdmin

Menurut Rosa A.S dan Shalahuddin (2015:102) “PHP MyAdmin adalah aplikasi manajemen database server MySQL berbasis web. Dengan

(26)

aplikasi phpMyAdmin kita bisa mengelola database sebagai root atau juga sebagai user biasa, kita bias membuat database baru, megelola database dan melakukan operasi perintah-perintah database secara lengkap seperti saat kita di MySQL Promp”.

2.2.9 Pengertian Java

Menurut M.Shalahuddin dan Rosa A.S.(2015:103) “Java adalah nama sekumpulan teknologi untuk membuat dan menjalankan perangkat lunak pada komputer yang berdiri sendiri (stand alone) ataupun pada lingkungan jaringan.”

Java berdiri diatas sebuah mesin penterjemah (interpreter) yang diberi nama Java Virtual Machine (JVM). JVM inilah yang akan membaca kode bit (bytecode) dalam file.

2.2.10 Pengertian NetBeans IDE

Menurut Wahana komputer (2010:15) Netbeans merupakan salah satu proyek open source yang disponsori oleh sun microsystem. Proyek ini berd iri pada tahun 2000 dan telah menghasilkan 2 produk yaitu Netbens IDE merupakan produk yang digunakan untuk melakukan pemograman baik menulis kode, mengcopile, mecari kesalahan, dan mendistribusikan program. Sedangkan awal/pondasi dalam membangun aplikasi dekstop yang besar.

Gambar

Gambar  dibawah  ini  menunjukkan  langkah-langkah  dalam  siklus  akuntansi yang biasa digunakan oleh perusahaan sebagai prosedur akuntansi dalam  mencatat transaksi dan menyiapkan laporan keuangan (financial statements)
Diagram  kelas  atau  class  diagram  yaitu  menggambarkan  struktur  sistem  dari  segi  pendefinisian  kelas-kelas  yang  akan  dibuat  untuk  membangun  sistem
Diagram  paket  atau  Package  Diagram  yaitu  menyediakan  cara  mengumpulkan elemen-elemen yang saling terkait  dalam diagram  UML

Referensi

Dokumen terkait

Seperti contoh sistem informasi, keluaran yang dihasilkan adalah informasi, di mana informasi ini dapat digunakan sebagai masukan untuk pengambilan keputusan atau hal-hal lain

Seperti Contoh sistem informasi, keluaran yang dihasilkan adalah informasi, dimana informasi ini dapat digunakan sebagai masukan untuk pengambilan keputusan atau hal-hal

Sinyal keluaran akan dibandingkan dengan sinyal masukan yang membentuk selisih dan akan diumpankan ke kontroler untuk memperkecil kesalahan sehingga menghasilkan keluaran sistem

Jadi sistem informasi adalah suatu data yang telah diolah menjadi sebuah informasi yang berguna untuk pengambilan keputusan pada perencanaan, pengorganisasian, pengendalian

o Reusabilitas : Kemampuan sistem untuk menghasilkan informasi atau data untuk digunakan pada sistem lain, untuk mengetahui apakah informasi atau laporan yang dihasilkan oleh sistem

Kebenaran perangkat lunak yang diuji hanya dilihat berdasarkan keluaran yang dihasilkan dari data atau kondisi masukan yang diberikan untuk fungsi yang ada tanpa melihat

Keluaran Sistem adalah mengolah suatu energi dan di klasifikasikan menjadi suatu keluaran yang berguna, keluaran dapat merupakan masukan untuk

Informasi adalah data yang telah diklasifikasikan atau diolah atau diinterpretasikan untuk digunakan dalam proses pengambilan keputusan.. Sistem pengolah informasi akan