BAB II
PROFIL DESA BELANG MALUM DAN SULANG SILIMA
MARGA ANGKAT
2.1.Gambaran Umum Desa Belang Malum
Desa Belang Malum merupakan salah satu desa dari 11 desa yang berada
di Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi. Desa Belang Malum merupakan salah
satu desa tertua di Kabupaten Dairi setelah Batang Beruh yang saat ini telah
menjadi kelurahan dan Desa Kalang Simbara, dimana usianya sudah lebih dari
seratus tahun. Desa Belang Malum terletak di bagian barat Kabupaten Dairi
dengan luas wilayah adalah 439 ha. Desa Belang Malum terletak di ketinggian
850 s/d 900 m dpl dengan suhu rata-rata harian adalah 270C. Jumlah bulan hujan
di Desa Belang Malum adalah 5 bulan.45
Jenis tanah di Desa Belang Malum bervariasi, terdiri dari tanah sawah,
tanah kering, tanah basah. Tanah sawah di Desa Belang Malum merupakan jenis
tanah sawah irigasi teknis. Tanah kering terdiri dari tanah tegal dan tanah ladang.
Tanah basah terdiri dari tanah rawa dan tanah situ. Warna tanah di Desa Malum
adalah hitam/abu-abu dengan tekstur pasiran/debuan. Tingkat kemiringan tanah
adalah 30 sampai dengan 40 derajat. Menurut bentangan wilayahnya, Desa Belang
Malum termasuk jenis desa berbukit-bukit dan desa bantaran sungai.46
45
Pemerintah Kabupaten Dairi. 2013. Profil Desa Belang Malum. Hal. 1 46
▸ Baca selengkapnya: sulang sulang pahompu adat batak
(2)Terletak di sebelah barat wilayah Kabupaten Dairi, Desa Belang Malum
masuk ke dalam wilayah Kecamatan Sidikalang yang merupakan ibukota
Kabupaten Dairi. Desa Belang Malum berbatasan langsung dengan 4 desa yang
juga masuk ke dalam wilayah Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi. Desa
Belang Malum mempunyai batas-batas wilayah yang dapat dilihat pada tabel 2.1.
berikut ini.
Tabel 2.1
Batas wilayah Desa Belang Malum
Batas Desa/ Kelurahan Kecamatan
Sebelah Utara Kel. Batang Beruh Sidikalang
Sebelah Selatan Kel. Sidiangkat Sidikalang
Sebelah Timur Kel. Sidikalang Sidikalang
Sebelah Barat Kel. Kuta Gambir Sidikalang
Sumber Data : Kantor Kepala Desa Belang Malum
Jarak Desa Belang Malum ke Ibukota Kecamatan Sidikalang adalah 0,6
Km. Lama jarak tempuh dari Desa Belang Malum ke Ibukota Kecamatan
Sidikalang adalah 0,10 jam dengan kendaraan bermotor, dan 0,01 jam dengan
berjalan kaki. Desa Belang Malum memiliki fasilitas umum berupa 15 unit
kendaraan umum yang bisa dipergunakan ke Ibukota Kecamatan Sidikalang
berupa becak bermotor. Jarak Desa Belang Malum ke Ibukota Kabupaten Dairi
adalah 0,7 Km. Lama jarak tempuh dari Desa Belang Malum ke Ibukota
Kabupaten Dairi adalah 0,1 jam dengan kendaraan bermotor dan 0,01 jam dengan
adalah 200 Km. Lama jarak tempuh dari Desa Belang Malum ke Ibukota Provinsi
Sumatera Utara adalah 4 jam dengan kendaraan bermotor.47
Desa Belang Malum terdiri atas 5 jenis wilayah menurut penggunaannya
yaitu, pemukiman, persawahan, perkebunan, kuburan, dan pekarangan. Wilayah
Desa Belang Malum berdasarkan luas wilayah menurut penggunaan dapat dilihat
pada tabel 2.2. berikut ini.
Tabel 2.2.
Luas Wilayah Menurut Penggunaan
Jenis Wilayah Luas
Pemukiman 35 ha
Persawahan 124 ha
Perkebunan 272 ha
Kuburan 3 ha
Pekarangan 5 ha
Total luas 439 ha
Sumber Data : Kantor Kepala Desa Belang Malum
Berdasarkan data pada tabel 2.2. diatas maka wilayah yang paling luas di
Desa Belang Malum adalah wilayah perkebunan dan wilayah yang paling kecil
adalah wilayah kuburan.
Desa Belang Malum merupakan daerah pertanian yang baik untuk
tanaman pangan maupun tanaman lainnya. Jumlah keluarga yang memiliki lahan
pertanian adalah 300 keluarga, sedangkan yang tidak memiliki lahan pertanian
47
adalah 148 keluarga. Secara umum masyarakat Desa Belang Malum adalah
keluarga petani.48
Jenis komoditas hasil pertanian yang pada umumnya dibudidayakan di
Desa Belang Malum adalah tanaman pangan dan buah-buahan. Komoditas
tanaman pangan yang dibudidayakan adalah padi, jagung, cabe, tomat, ubi, dan
kacang. Jenis komoditas buah-buahan yang juga dibudidayakan di Desa belang
malum adalah jeruk, salak, pisang, dan alpukat. Hasil pertanian tanaman pangan
dan buah-buahan dikonsumsi oleh warga dan sebagian dijual. Pemasaran hasil
tanaman pangan dan tanaman buah-buahan bisa dilakukan langsung oleh para
petani, maupun melalui pengecer. Sebagian hasil tanaman dijual langsung ke
konsumen dan sebagian dijual ke pasar.49
Jenis komoditas lain disamping hasil pertanian yang menjadi produksi
Desa Belang Malum adalah hasil perkebunan berupa tanaman kopi. Jenis tanaman
kopi yang ada di desa belang malum adalah kopi robusta dan kopi arab. Kopi
menjadi hasil produksi terbesar di Desa Belang Malum karena kondisi
geografisnya cocok untuk perkebunan kopi.
Keadaan geografis Desa Belang Malum juga baik untuk peternakan, hal
ini dapat dilihat dari jenis populasi ternak yang ada di Desa Belang Malum. Desa
Belang Malum juga memiliki ketersediaan lahan hijauan yang cukup untuk pakan
ternak. Beberapa jenis populasi ternak yang dibudidayakan di Desa Belang
Malum dapat dilihat pada Tabel 2.3 berikut ini.
48
Ibid. Hal. 2
49
Tabel 2. 3.
Jenis Populasi Ternak di Desa Belang Malum
No Jenis ternak Jumlah Pemilik
(orang)
Perkiraan Jumlah
Populasi (ekor)
1 Sapi 1 2
2 Kerbau 3 10
3 Babi 40 120
4 Ayam kampung 100 300
5 Bebek 2 60
6 Anjing 20 40
7 Kucing 10 20
Sumber data: Kantor Kepala Desa Belang Malum
Berdasarkan data pada tabel 2.3 tersebut maka populasi ternak yang paling
besar dibudidayakan adalah ternak ayam kampung. Ternak ayam kampung
merupakan jenis ternak yang mudah dibudidayakan karena tidak memerlukan
keahlian khusus. Hasil produksi peternakan berupa daging ternak dan telur
unggas. Pemasaran hasil produksi ternak dapat dilakukan langsung oleh produsen
atau dipasarkan melalui pengecer.
Kondisi geografis Desa Belang Malum juga baik untuk perikanan. Jenis
ikan yang dibudidayakan di Desa Belang Malum adalah jenis ikan air tawar. Desa
Belang Malum yang dialiri air sungai yang cukup dapat dimanfaatkan untuk
produksi ikan air tawar. Jenis dan sarana produksi ikan air tawar yang digunakan
ikan mas, ikan mujahir dan ikan lele. Perikanan dengan sarana produksi kolam
didukung dengan sumber air dari sungai. Sarana produksi kolam dapat digunakan
sebagai kolam produksi maupun kolam pancingan. Hasil perikanan tersebut bisa
dikonsumsi sendiri oleh pengusahanya dan sebagian dipasarkan. Pemasaran hasil
perikanan dilakukan melalui pengecer.50
Desa Belang Malum juga memiliki sumber daya berupa bahan galian.
Jenis dan deposit bahan galian yang ada di Desa Belang Malum adalah pasir.
Produksi bahan galian dikategorikan dalam skala kecil. Jenis galian pasir yang ada
di Desa Belang Malum merupakan jenis pasir sungai. Bahan galian pasir tersebut
dapat dimanfaatkan sebagai bahan bangunan. Galian pasir yang ada di Desa
Belang malum merupakan milik pribadi salah seorang warga desa. Pemasaran
hasil galian dilakukan dengan menjual langsung ke konsumen.51
Desa Belang Malum memiliki sumber daya air yang cukup baik. Potensi
air dan sumber daya air yang ada di Desa Belang Malum adalah sungai dan mata
air. Sungai dan mata air tersebut dikategorikan dengan debit kecil. Sungai yang
mengalir melalui wilayah Desa Belang Malum adalah Sungai Lae Simbelen yang
merupakan sungai terpanjang di Kecamatan Sidikalang. Sungai tersebut melintasi
5 desa di kecamatan Sidikalang yaitu Desa Sidiangkat, Desa Belang Malum, Huta
Gambir, Huta Rakyat, dan Huta Karing.52 Sumber air bersih di Desa Belang
Malum dapat dilihat pada tabel 2.4 berikut ini.
50
Ibid. Hal. 4 51
Ibid. Hal. 4 52
Tabel 2. 4
Sumber Air Bersih Desa Belang Malum
Jenis Jumlah (Unit) Pemanfaat (KK) Kondisi
(Baik/Rusak)
Mata air 2 52 Baik
Sumur Pompa 10 206 Baik
PAM 200 200 Baik
Sumber Data : Kantor Kepala Desa Belang Malum
Berdasarkan data pada tabel 2.4. di atas, sumber air bersih yang paling
banyak dimanfaatkan oleh warga Desa Belang malum adalah sumur pompa.
Pemanfaatan sumur pompa menjadi pilihan masyarakat karena kedalaman air
tanah di Desa Belang Malum tidak terlalu jauh dari permukaan daratan.
2.2 Masyarakat Desa Belang Malum
Desa Belang Malum terdiri dari 5 dusun, dengan jumlah penduduk 2032
jiwa dan 448 kepala keluarga dengan uraian laki-laki berjumlah 956 orang dan
perempuan 1076 jiwa. Jumlah kepala keluarga di Desa Belang Malum adalah 456
KK. Kepadatan penduduk di Desa Belang Malum adalah 463 jiwa/Km2 apabila
dibandingkan dengan luas wilayah ( 4,39 Km2 ). Semua penduduk Desa Belang
Malum merupakan warga negara Indonesia. Masyarakat Desa Belang Malum
terdiri dari berbagai suku bangsa dan menganut agama yang berbeda-beda.
Masyarakat Desa Belang Malum juga memiliki pemerintah desa yang
Belang malum juga memiliki mitra yang membantu membuat dan menjalankan
peraturan desa yang disebut dengan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Belang
Malum53
Indonesia sebagai negara beragama mengakui lima jenis agama dan satu
aliran kepercayaan yang dianut masyarakatnya. Demikian halnya dengan
masyarakat Desa Belang Malum yang juga merupakan masyarakat beragama.
Agama yang dianut masyarakat di Desa Belang Malum berbeda-beda. Agama
yang dianut oleh masyarakat Desa Belang Malum dapat dilihat seperti pada tabel
2.5 berikut. .
Tabel 2.5
Agama Masyarakat Desa Belang Malum
AGAMA LAKI-LAKI
(Orang)
PEREMPUAN
(Orang)
Islam 45 40
Kristen 886 1006
Katolik 25 30
Jumlah 956 1076
Sumber Data : Kantor Kepala Desa Belang Malum
Dari data pada tabel 2.5 dapat dilihat bahwa masyarakat Desa Belang
Malum mayoritas menganut tiga agama yang diakui di Indonesia. Agama yang
dianut masyarakat di Desa Belang Malum adalah Agama Kristen Protestan,
Agama Islam, dan Agama Kristen Katholik. Masyarakat Desa Belang Malum
53
tidak ada yang menganut aliran kepercayaan. Masyarakat desa mayoritas
menganut Agama Kristen Protestan. Tingkat kerukunan umat beragama di Desa
Belang Malum tergolong baik, hal ini dikarenakan di desa ini belum pernah
ditemukan konflik yang bernuansa agama.
Indonesia terdiri dari ratusan suku bangsa yang tersebar diseluruh
nusantara. Setiap daerah memiliki suku asli yang berdiam di daerah itu. Demikian
halnya dengan Kabupaten Dairi yang memiliki suku asli yaitu, Suku Pakpak.
Suku Pakpak terdiri berbagi marga yang tersebar diseluruh wilayah Kabupaten
Dairi. Desa Belang Malum yang merupakan bagian dari wilayah Kabupaten Dairi
dan terletak di Kwcamatan Sidikalang memiliki suku asli yakni Suku Pakpak
bermarga Angkat. Marga Angkat merupakan suku yang yang pertama kali
bertempat tinggal di Desa Belang Malum. Marga Angkat dikenal sebagai suku
yang membuka wilayah Belang Malum menjadi tempat pemukiman mereka pada
dulunya.54
Beranak cucu di wilayah Belang Malum, Marga Angkat kemudian
menjadikan Belang Malum menjadi sebuah desa. Suku-suku lain kemudian
memasuki Desa Belang Malum untuk bertempat tinggal disana dan berbaur
dengan Suku Pakpak yang sudah lebih dulu tinggal di desa tersebut. Suku-suku
yang datang ke Desa Belang Malum antara lain adalah suku yang berasal dari
Sumatera Utara seperti Suku Batak Toba, dan suku Batak Karo. Suku yang datang
dari luar wilayah Sumatera Utara adalah seperti Suku Aceh, Suku Jawa, dan Suku
54
Sunda. Sebagian Suku Pakpak lebih memilih untuk meninggalkan wilyah tempat
tinggalnya jika sudah dimasuki suku lain. Namun sebagian lain Suku Pakpak
memilih untuk bertahan di tempatnya karena tidak ingin wilayah yang dibuka
daan dibangunnya jatuh ke tangan suku lain. Hingga sampai saat ini suku yang
lebih banyak mendiami Desa Belang Malum adalah Suku Batak Toba.55
Tabel 2.6
Komposisi Masyarakat Desa Belang Malum diuraikan seperti dalam tabel 2.6
berikut.
Komposisi Masyarakat Desa Belang Malum Berdasarkan Suku
Etnis Jumlah
Batak Toba 1543
Batak Pakpak 468
Batak Karo 17
Aceh 1
Jawa 2
Sunda 1
Total 2032
Sumber Data : Kantor Kepala Desa Belang Malum
Dari tabel 2.6 dapat dilihat bahwa mayoritas suku yang ada di Desa
Belang Malum adalah Suku Batak Toba. Suku Batak toba menjadi suku
pendatang dengan jumlah terbesar ke Desa Belang Malum. Meskipun didiami
oleh berbagai suku, hubungan sosial kemasyarakatannya tergolong cukup baik.
55
Tingkat kerukunan antar suku dikatakan baik karena di Desa Belang Malum ini
juga belum pernah ditemukan kasus konflik yang bernuansa suku. Semua suku
hidup berdampingan tanpa menimbulkan pergesekan yang memungkinkan
lahirnya konflik antar suku.
Masyarakat Desa Belang Malum memiliki pemerintahan desa yang
mengatur tatanan hidup bermasyarakat di desa tersebut. Pemerintahan Desa,
didalam Peraturan Pemerintah No. 72 tahun 2005 tentang Desa, pasal 1 ayat (6)
menyebutkan, bahwa Pemerintahan Desa adalah penyelenggaraan urusan
pemerintahan oleh Pemerintah Desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD)
dalam mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat yang diakui dan
dihormati dalam sistem Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.56
Dijelaskan juga dalam Peraturan Pemerintah No. 72 Tahun 2005, bahwa
yang dimaksud dengan Pemerintah Desa atau yang disebut dengan nama lain
adalah Kepala Desa dan Perangkat Desa sebagai unsur penyelenggara
pemerintahan desa. Badan Permusyawaratan Desa (BPD) atau yang disebut
dengan nama lain adalah lembaga yang merupakan perwujudan demokrasi dalam
penyelenggaraan pemerintahan desa sebagai unsur penyelenggara pemerintahan
desa.
Dengan demikian, dalam penyelenggaraan pemerintahan desa ada 2 institusi yang
mengendalikannya, yaitu Pemerintah Desa dan Badan Permusyawaratan Desa
(BPD).
56
Sebagai unsur penyelenggara pemerintahan desa, pemerintah desa
mempunyai tugas menyelenggarakan urusan pemerintahan, pembangunan, dan
kemasyarakatan. Maka fungsi pemerintah desa adalah sebagai berikut:57
1. Menyelenggarakan urusan rumah tangga desa
2. Melaksanakan pembangunan dan pembinaan kemasyarakatan
3. Melaksanakan pembinaan perekonomian desa
4. Melaksanakan pembinaan partisipasi dan swadaya gotong royong desa
masyarakat
5. Melaksanakan pembinaan ketentraman dan ketertiban masyarakat
6. Melaksanakan musyawarah penyelesaian perselisihan
Susunan Pemerintahan Desa Belang Malum terdiri dari Kepala Desa,
Sekretaris Desa, Kepala Urusan ( Kaur), dan Kepala Dusun. Pemerintahan Desa
Belang Malum dapat diuraikan seperti dalam Tabel 2.7 berikut.
Tabel 2.7
Pemerintahan Desa Belang Malum
PEMERINTAH DESA
Dasar hukum
pembentukan pemerintah
Desa
Ada Keputusan Bupati
Dasar hukum
pembentukan BPD
Ada Keputusan Bupati
57
Kepala Desa St. Esrom Simanungkalit
Sekretaris Desa Holong Naibaho
Kepala Urusan
Kepala Urusan Keuangan Emma raise Marbun
Jumlah Dusun di Desa
Belang Malum
5
Kepala Dusun I Belang
Malum
Reguel Tambunan
Kepala Dusun II
Tapindohara
Anjas Manik
Kepala Dusun III Kuta
Delleng
D. Harianja
Kepala Dusun IV Juma
Borno
R. Naipospos
Kepala Dudun V Km 7 Paian Pardede
Tingkat pendidikan
Aparat Desa
SD, SMP, SMA, Diploma, S1, Pascasarjana
Kepala Desa SMA
Kepala urusan
Pemerintahan
SMA
Kepala Urusan
Pembangunan
SMA
Kepala Urusan Keuangan SMA
Sumber Data : Kantor Kepala Desa Belang Malum
Berdasarkan uraian pada tabel 2.7 diatas dijelaskan bahwa bentuk susunan
struktur Pemerintah Desa Belang Malum sesuai dengan susunan pemerintah desa
secara umum. Rata-rata tingkat pendidikan aparatur Pemerintah Desa Belang
Malum adalah Sekolah Menengah Atas. Kepala desa merupakan pemimpin
pemerintahan desa yang dipilih oleh masyarakat desa. Perangkat desa lainnya
merupakan penyelenggara pemerintahan desa membantu kepala desa yang dipilih
dan diangkat oleh kepala desa sebagi pemimpin pemerintahan desa.
Badan Permusyawaratan Desa (BPD) sebagai mitra pemerintah desa,
dalam menjalankan tugas dan fungsinya, berdasarkan Undang-undang No. 32
tahun 2004 pasal 209 disebutkan bahwa Badan Permusyawaratan Desa berfungsi
menetapkan peraturan desa bersama dengan kepala desa, menampung dan
menyalurkan aspirasi masyarakat. Atas peran dan fungsinya tersebut, dijelaskan
dalam Peraturan Pemerintah No. 72 tahun 2005, bahwa Badan Permusyawaratan
Desa mempunyai wewenang sebagai berikut:58
1. Membahas rancangan peraturan desa bersama kepala desa
58
2. Melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan peraturan desa dan
peraturan kepala desa
3. Mengusulkan pengangkatan dan pemberhentian kepala desa
4. Membentuk panitia pemilihan kepala desa
5. Menggali, menampung, menghimpun, merumuskan dan menyalurkan aspirasi
masyarakat, dan
6. Menyusun tata tertib Badan Permusyawaratan Desa
Badan Permusyawaran Desa (BPD) merupakan mitra sejajar Pemerintahan
Desa dalam menyelenggarakan Pemerintahan dan Pembangunan Desa, kedua
lembaga tersebut harus terjalin kerjasama dan koordinasi yang seimbang agar
masing-masing lembaga dapat menjalankan tugas dan fungsi secara proporsional.
Berdasarkan jumlah penduduk di Desa Belang Malum maka Badan
Permusyawaratan Desa ( BPD ) diangkat sebanyak 7 orang. Uraian nama
pengurus Badan Permusyawaratan Desa Belang Malum serta tingkat
pendidikannya seperti tertera dalam Tabel 2.8 berikut.
Tabel 2.8
Badan Permusyawaratan Desa
Anggota BPD Pendidikan Anggota BPD
Ketua : Elman Situmorang SMA
Sekretaris : Sahata Lumbantobing SMA
Anggota, Nama : Juliana Limbong SMA
Anggota, Nama : Pangihutan Tamba SMA
Anggota, Nama : Sahat Nababan SMA
Anggota, Nama : Jermita Pakpahan SMA
Sumber Data : Kantor Kepala Desa Belang Malum
Anggota Badan Permusyawaratan Desa Belang Malum dipilih dengan cara
musyawarah untuk mufakat. Calon anggota BPD dipilih dari setiap dusun yang
ada di Desa Belang Malum. Masyarakat desa mengusulkan siapa saja yang akan
menjadi calon anggota BPD melalui kepala dusun masing-masing. Kemudian
calon anggota BPD akan melaksanakan musyawarah bersama dengan Pemerintah
Desa Belang Malum di balai desa untuk menentukan anggota Badan
Permusyawaratan Desa Belang Malum yang terpilih.
2.3 Profil Sulang Silima Marga Angkat
Lembaga adat dapat diartikan sebagai suatu bentuk organisasi adat yang
tersusun relatif tetap atas pola-pola kelakuan, peranan-peranan, dan relasi-relasi
yang terarah dan mengikat individu, mempunyai otoritas formal dan sanksi
hukum adat guna tercapainya kebutuhan-kebutuhan dasar. Atau dalam pengertian
lain lembaga adat adalah suatu organisasi kemasyarakatan adat yang dibentuk
oleh suatu masyarakat hukum adat tertentu mempunyai wilayah tertentu dan harta
kekayaan sendiri serta berhak dan berwenang untuk mengatur dan mengurus serta
menyelesaikan hal-hal yang berkaitan dengan adat59
59
Lembaga Adat dalam http://www.slideshare.net/lembaga-adat diakses pada 21 April 2014
Sulang Silima Marga Angkat adalah salah satu dari tiga Lembaga Adat
Pakpak yang ada di Kecamatan Sidikalang bersama Sulang Silima Marga Ujung,
dan Sulang Silima Marga Bintang. Ketiga lembaga adat tersebut merupakan
pemegang hak ulayat di Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi. Desa Belang
Malum merupakan daerah kekuasaan Marga Angkat. Desa Belang Malum
menjadi tempat berdirinya Tugu Sulang Silima Marga Angkat dan merupakan
tempat sekretariat Sulang Silima Marga Angkat. Sebagian besar masyarakat desa
diluar Marga Angkat hanya berhak memakai dan mengolah tanah dan tanah
tersebut sewaktu-waktu bisa dicabut hak pakainya oleh Lembaga Adat Sulang
Silima Marga Angkat.
Sesungguhnya Lembaga Adat Sulang Silima Marga Angkat telah ada dan
berfungsi sebagai tatanan pelaksanaan mekanisme kebudayaan dan
penyelenggaraan adat istiadat Pakpak dalam keluarga Marga Angkat, sejak
adanya Marga Angkat sejajar dengan keberadaan-keberadaan marga-marga
Pakpak Sulang Silima Suak di tanah pakpak dahulu kala. Didorong oleh rasa
kewajiban dan tanggung jawab bersama secara turun temurun, maka dengan
rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa, Marga Angkat membenahi Sulang Silima
Marga Angkat guna berfungsi dan bermanfaat dalam melestarikan dan
mengembangkan Adat Budaya Pakpak, khususnya dalam lingkungan keluarga
besar keturunan Marga Angkat.60
60
Pakpak sebagai salah satu suku dengan berbagai marga menjadi suku asli
yang mendiami wilayah Kabupaten Dairi, termasuk Desa Belang Malum memiliki
sejarah. Menurut sejarah, Pakpak merupakan nenek moyang dari seluruh Marga
Pakpak yang ada. Pakpak dulunya tinggal di daerah yang bernama Negeri
Sitelunempu. Pakpak memiliki dua istri dan memiliki keturunan 7 orang anak
laki-laki dan 1 orang anak perempuan. Istri yang pertama adalah boru Saraan yang
melahirkan 3 anak laki-laki yaitu, Ujung, Angkat, Bintang, dan 1 orang anak
perempuan yaitu, Nan Tampuk Mas. Istri yang kedua adalah Boru Padang yang
melahirkan 4 orang anak laki-laki yaitu Gajadiri, Gajamanik, Sinamo, dan Capah.
Keturunan Pakpak dari istri pertama tinggal di satu wilayah yang bernama
Sicike-cike. Karena bencana banjir di Sicike-cike maka mereka berangkat bersama
keturunannya masing-masing ke daerah yang kemudian menjadi daerah
kekuasaan mereka masing-masing.61
Ujung berangkat ke wilayah yang saat ini dikenal dengan nama Kota
Sidikalang. Keturunan dari Marga Ujung menyebar ke beberapa wilayah yaitu,
Batangberuh, Siburabura, Pardomuan, Kalang Simbara, Huta Raja, Kalang Jehe,
Kalang Baru, dan Rimo Bunga. Keturunan Marga Ujung menjadi kepala kampung
dan raja tanah di daerah yang mereka diami. Saat ini, Marga Ujung menjadi
pemangku adat serta pemegang hak ulayat di daerah tersebut.62
Angkat berangkat ke wilayah yang dikenal dengan nama Sidiangkat.
Keturunan Marga Angkat kemudian menyebar ke beberapa wilayah yaitu Huta
61
M. N. Angkat. 1940. Sejarah Dari Negeri Sitelunempu. Sidikalang. Hal. 5 62
Padang, Lae Laklak, Tumpak Candi, Belang Malum, Kuta Angkat dan Juma
Sangkalan. Keturunan Marga Angkat menjadi kepala kampung dan raja tanah di
setiap daerah tersebut. Sampai saat ini, Marga Angkat menjadi pemangku adat
dan pemegang hak ulayat di daerah tersebut.63
Bintang berangkat ke wilayah yang dikenal dengan Huta Parmasan.
Keturunan Marga Bintang kemudian menyebar ke beberapa wilayah yaitu,
Tambun, Barung-Barung, Huta Gerat, Bintang Maria, Pancur, Parsaoran dan Lae
Pinang. Mereka menjadi kepala kampung dan raja tanah di setiap daerah tersebut.
Saat ini, Marga Bintang juga menjadi pemangku adat dan pemegang hak ulayat di
daerah tersebut.64
Suku Pakpak sebagai masyarakat adat mengakui bahwa tidak ada tanah
yang tidak bertuan di seluruh nusantara. Demikian halnya dengan tanah di
wilayah Kabupaten Dairi. Sebagai suku yang pertama kali mendatangi dan
mendiami wilayah Kabupaten Dairi, Suku Pakpak menjadi pemangku adat dan
pemegang hak ulayat di Kabupaten Dairi. Setiap bagian daratan yang dibuka oleh
keturunan suku pakpak menajdi wilayah kekuasaan mereka masing-masing.
Sesungguhnya Lembaga Adat Sulang Silima Marga Angkat telah ada dan
berfungsi sebagai tatanan pelaksanaan mekanisme kebudayaan dan
penyelenggaraan adat istiadat Pakpak dalam keluarga Marga Angkat, sejak
adanya Marga Angkat sejajar dengan keberadaan-keberadaan marga-marga
Pakpak Sulang Silima Suak di tanah pakpak dahulu kala. Setiap rumah tangga
63
Ibid. Hal. 10 64
suku pakpak memiliki sulang silima. Sulang silima Marga Angkat menjadi suatu
organisasi yang resmi setelah dibenahi dan dilestarika oleh keturunan Marga
Angkat. Lembaga Adat Sulang Silima Marga Angkat mulai berlaku dan berjalan
sejak tanggal 18 November 1994.65
Keberadaan Lembaga Adat Sulang Silima Marga Angkat adalah selama
masih ada keturunan Marga Angkat dan tidak dapat dibubarkan pihak manapun.
Lembaga Adat Sulang Silima Marga Angkat bertempat di atas tanah Marga
Angkat sebagai bagian dari suku, yaitu Terianken Tanohna, Terkataken Katana,
Teradatkan Adatna, dan Terpalu Gruk-Grukna. Lembaga Adat Sulang Silima
Marga Angkat beranggotakan seluruh keturunan Marga Angkat dan Berru.
Lembaga Adat Sulang Silima Marga Angkat berazaskan Pancasila, UUD 45 dan
berazaskan adat budaya Pakpak.66
Kepengurusan Sulang Silima Marga Angkat terdiri dari penasihat dan juga
pengurus harian. Penasihat terdiri dari pengetua-pengetua ,tokoh-tokoh adat dan
cendikiawan Marga Angkat yang jumlahnya ditentukan menurut kebutuhan.
Pengurus harian terdiri dari, ketua, wakil ketua, sekertaris, bendahara dan
seksi-seksi. Pengurus organisasi Lembaga Adat Sulang Silima Marga Angkat dipilih
melalui cara musyawarah untuk mufakat oleh seluruh anggota pleno yang
mewakili kuta-kuta. Sulang Silima Marga Angkat sebagai lembaga adat budaya
bertugas untuk mengatasi keperluan aktifitas adat Marga Angkat dan menjaga
warisan Marga Angkat untuk generasi Marga Angkat. Sulang Silima Marga
65
AD/ART Sulang Silima Marga Angkat. hal. 1 66
Angkat sebagai lembaga adat budaya juga berusaha untuk meningkatkan
keuangan organisasi dengan cara memperoleh dana dari dermawan Marga Angkat
dan Berruna serta usaha lainnya yang sah untuk keperluan kegiatan organisasi.67
Kepengurusan Lembaga Adat Sulang Silima Marga Angkat dipilih dalam
musyawarah besar oleh anggota pleno yang mewakili kuta-kuta untuk masa
jabatan 5 (lima) tahun. Lembaga Adat Sulang Silima Marga Angkat dilindungi
oleh Muspida Kabupaten Dairi, dan Sulang Silima Pakpak seluruh dunia.
Pengurus harian Lembaga Adat Sulang Silima Marga Angkat bertugas untuk
menjalankan serta menyelenggarakan roda organisasi dan tanggung jawab keluar
dan kedalam. Susunan struktur badan pengurus harian organisasi Lembaga adat
Sulang silima Marga Angkat pada saat ini adalah sebagai berikut.
Tabel 2.9
Pengurus Sulang Silima Marga Angkat
Jabatan Nama
Ketua Umum Dr. HC. Abdul. Angkat, SH
Wakil Ketua Drs. Safrudin Angkat
Abdul Suntuk Angkat, Spd
Drs. Aris Angkat
Samudin Angkat
Sekertaris Muhamda Angkat
Drs. Elson Angkat
Mahadi Kudadiri
Jasriadi Angkat
67
Bendahara Abdul Sani Angkat
Wakil Bendahara Biton Angkat
Sumber Data: Surat Keputusan No. 201/LSSMA/V/2007
Sulang Silima Marga Angkat juga memiliki penasihat yang bertugas
memberikan petunjuk-petunjuk, saran-saran, serta pertimbangan kepada pengurus
harian untuk memajukan organisasi dan bertanggung jawab kepada anggota pleno.
Susunan penasihat Sulang Silima Marga Angkat adalah sebagai berikut.
Tabel 2.10
Penasihat Sulang Silima Marga Angkat
Jabatan Nama
Ketua Kasmir Angkat
Wakil Ketua Lamusar Angkat
Unco Angkat
TL. Angkat
Malum Pagi Angkat
Sekertaris Jasman Azis Angkat
Sumber Data: Surat Keputusan No. 201/LSSMA/V/2007
Lembaga Adat Sulang Silima Marga Angkat adalah lembaga pengayom
dan berfungsi sebagai puncak tertinggi Kuasa Kerajaan Adat Budaya Marga
Angkat berlaku intern dan ekstern guna kelangsungan hidup dan kesejahteraan
keturunan Marga Angkat ditanah leluhurnya sebagai suatu kesatuan yang utuh
Tujuan Organisasi Sulang Silima Marga Angkat adalah untuk :
1. Memelihara dan melestarikan adat kebudayaan Marga Angkat baik moril
maupun materil dan ikut serta melaksanakan pembangunan.
2. Memelihara serta melindungi hak-hak pusaka, warisan adat dan
benda-benda budaya milik pusaka Marga Angkat.68
Untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya, Sulang Silima Marga
Angkat berusaha mendirikan unit-unit yang bersifat ekonomi, sosial, pertanian,
yayasan pendidikan, kesenian dan usaha-usaha lainnya yang tidak bertentangan
dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Sulang Silima Marga
Angkat dan ketentuan pemerintah.
Salah satu warisan dari leluhur Marga Angkat adalah Hukum Adat Tanah.
Tanah merupakan satu kesatuan dengan kehidupan masyarakat Pakpak atau
menunjukkan identitas tentang keberadaan anggota masyarakat tersebut sehingga
tanah menentukan hidup matinya masyarakat tersebut. Sulang Silima Marga
Angkat merupakan pemangku adat serta pemilik ulayat tanah di beberapa wilayah
di Kecamatan Sidikalang. Bentuk tanah yang dikuasai adalah sebagai berikut.69
a. Karangan Longolongoon yaitu tanah yang tidak diusahai.
b. Tahuma Pergadongen yaitu tanah yang diusahai.
c. Tanah Perpulungan yaitu Embal-embal, Jumpalan, Jalangen.
d. Tanah Sembahen yaitu tanah yang memiliki sifat magis (keramat).
e. Tanah Pendebaan yaitu tanah yang diperuntukkan bagi perkuburan.
68
AD/ART Sulang Silima Marga Angkat Bab II Pasal 5 dan pasal 6.Hal. 2 69
f. Tanah Persediaan yaitu tanah cadangan dimana tanah ini tetap hak marga
tanah yang dijaga oleh Permangmang (kelompok tertua) dan tidak boleh
diganggu.
Menyangkut pergeseran/pengalihan tanah tidak ada dalam hukum adat
Pakpak. Tanah yang dipakai pihak lain bila tidak dipakai lagi harus dikembalikan.
Permasalahan mengenai pertanahan, penyelesaiannya tergantung pada Sulang
Silima.
2.4 Profil Pemilihan Kepala Desa Belang Malum Tahun 2011
Pemilihan kepala desa merupakan pesta rakyat, dimana pemilihan kepala
desa dapat diartikan sebagai suatu kesempatan untuk menampilkan orang-orang
yang dapat melindungi kepentingan masyarakat desa70
Dalam Undang-undang No. 32 tahun 2004 pasal 202 ayat 1 dijelaskan
bahwa, Kepala Desa dipilih langsung oleh dan dari penduduk desa warga negara . Pemilihan kepala desa
sepenuhnya menjadi domain masyarakat desa. Kepala Desa dipilih oleh rakyat
desa yang telah memiliki hak memilih dan dipilih secara langsung. Dalam
undang-undang no. 32 tahun 2004 dijelaskan bahwa Kepala Desa walaupun
dilantik oleh Bupati atau pejabat lain yang ditunjuk, merupakan pejabat publik
yang harus bertanggungjawab atas jabatannya kepada masyarakat desa melalui
Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Maka kewenangan pemilihan kepala desa
diserahkan sepenuhnya kepada pemerintahan desa dan masyarakat untuk
mengaturnya.
70
Republik Indonesia yang syarat selanjutnya dan tata cara pemilihannya diatur
dengan Peraturan Daerah yang berpedoman kepada Peraturan Pemerintah. Syarat
dan tata cara pemilihan kepala desa diatur dalam peraturan daerah yang
berpedoman pada Peraturan Pemerintah No. 72 Tahun 2005 pasal 51 ayat 1
Kepala Desa Terpilih dilantik oleh Bupati/Walikota paling lama 15 (lima belas)
hari terhitung tanggal penerbitan keputusan Bupati/Walikota.
Pelaksanaan pemilihan kepala desa telah diatur dalam Peraturan
Pemerintah Daerah kabupaten masing-masing, begitu juga dengan pemilihan
Kepala Desa Belang Malum yang tercantum dalam Peraturan Menteri Dalam
Negeri Nomor 12 tahun 2007 tentang pedoman penyusunan dan pendayagunaan
desa atau kelurahan sekaligus Surat Menteri Dalam Negeri Nomor :
414/1408/PMD tanggal 31 Maret 2010 tentang petunjuk teknik perencanaan
pembangunan desa. Tahapan-tahapan pemilihan kepala desa di Kabupaten Dairi
meliputi :71
1. Tahapan pembentukan panitia pemilihan.
2. Tahapan pendaftaran daftar pemilih.
3. Tahapan penjaringan bakal calon dan penyeleksian calon kepala desa.
4. Tahapan kampanye calon kepala desa.
5. Tahapan pemungutan suara.
6. Tahapan penetapan calon terpilih.
71
Pemerintah Kabupaten Dairi, Kecamatan Sidikalang, Desa Belang Malum, 2009-2014,
Pemilihan kepala desa yang berlangsung di desa Belang Malum,
Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi dilaksanakan pada tanggal 11 April 2011
dengan beberapa tahapan pemilihan kepala desa yang dilaksanakan oleh panitia
pemilihan sesuai dengan peraturan dan tata cara pemilihan yang diatur. Panitia
pemilihan kepala desa Belang Malum mulai dibentuk anggota pemilihan pada
tanggal 20 Februari 2011. Panitia pemilihan ini tidak terkait dengan pemerintahan
administrasi negara seperti pemerintahan kabupaten dan kecamatan ataupun yang
bersifat independen. Anggota pemilihan kepala desa ini diambil dari orang yang
bersifat netral dan tidak ada rasa memihak pada calon kepala desa yang ikut
bersaing dalam pemilihan kepala desa tersebut.
Panitia pemilihan kepala desa dibentuk melalui Badan Permusyarawatan
Desa (BPD) serta adanya pertimbangan kehendak masyarakat desa untuk
melaksanakan proses pemilihan kepala desa Belang Malum. Panitia pemilihan
kepala desa ini terdiri dari 7 (tujuh) orang yang terdiri dari komponen masyarakat
desa, yaitu dari Badan Permusyawaratan Desa dan Tokoh masyarakat desa.
Panitia pemilihan kepala desa yang sudah terpilih akan dilaporkan pada kepala
daerah untuk dilantik dan disahkan sebagai anggota pemilihan supaya
mendapatkan pelatihan-pelatihan dan pengarahan yang dilakukan Pemerintahan
Kabupaten melalui Biro Pemerintahan Kabupaten.72
72
Nama-nama panitia pemilihan dipilih melalui Badan Permusyawaratan
Desa (BPD). Nama-nama yang disahkan sebagai anggota Panitia Pemilihan
Kepala Desa Belang Malum adalah sebagai berikut.
Tabel 2.11
Panitia Pemilihan Kepala Desa
Jabatan Nama
Ketua Bangun Samosir
Sekertaris Marungkap Hutauruk
Bendahara Juliana Limbong
Anggota Ihot Pardede
Susi Napitupulu
Berton Tobing
Ucok Angkat
Sumber Data: Panitia Pemilihan Kepala Desa
Dari nama-nama panitia pemilihan Kepala Desa Belang Malum tersebut
yang bersal dari anggota Badan Permusyawaratan Desa adalah Juliana Limbong
yang menjabat sebagai Bendahara Panitia. Anggota panitia lainnya berasal dari
masyarakat Desa Belang Malum.
Dalam melaksanakan pemilihan kepala Desa Belang Malum, semua
anggota panitia mempunyai jabatan dan tugas masing-masing. Ketua panitia
pemilihan Kepala Desa Belang Malum memiliki tugas untuk bertanggung jawab
terhadap proses pelaksanaan pemilihan kepala desa. Ketua panitia juga ikut dalam
menyelesaikan tahapan dalam pelaksanaan pada pemilihan kepala desa, mulai dari
bertindak sebagai penampung aspirasi-aspirasi dari masyarakat tentang adanya
permasalahan-permasalahan yang ada dalam proses pemilihan kepala desa dan di
selesaikan secara musyawarah.73
Sekretaris panitia pemilihan kepala desa fungsinya untuk mempersiapkan
tentang administrasi dalam proses pelaksanaan pemilihan kepala desa, seperti
pemeriksaan berkas para calon kepala desa. Sekretaris panitia pemilihan ini juga
berfungsi untuk mendata jumlah masyarakat yang ikut memilih yang sudah
ditetapkan dan akan diserahkan pada Pemerintah Daerah Kabupaten Dairi untuk
proses pencetakan surat suara dan berita acara pada waktu pemilihan kepala desa
Belang Malum.74
Bendahara panitia pemilihan kepala desa fungsinya untuk membuat
proposal tentang rumusan pendanaan yang akan dibutuhkan dalam pelaksanaan
pemilihan kepala desa untuk diajukan pada Pemerintahan Kabupaten Dairi. Dalam
proposal pendanaan untuk pelaksanaan proses pemilihan kepala desa di desa
Belang Malum, Pemerintah daerah Kabupaten Dairi tidak ada memberikan
sumbangan dana dalam proses pemilihan tersebut. Sumbangan Pemerintah Daerah
Kabupaten Dairi adalah kertas suara dan kotak suara. Dana yang dibutuhkan pada
proses pemilihan kepala desa Belang Malum adalah Rp. 1.500.000,-. Dana
tersebut diambil dari kandidat calon kepala desa tersebut sebanyak Rp.750.000,-
per-orang. Dana tersebut dipergunakan untuk persiapan tempat pemungutan suara
73
Tugas dan Fungsi Panitia Pemilihan Kepala Desa. Hal. 1 74
(TPS), honor panitia pemilihan kepala desa, sosialisasi pemilihan kepala desa,
biaya makan dan minum anggota panitia pemilihan.75
Anggota panitia pemilihan kepala desa berfungsi untuk membantu
berjalannya tahapan proses pemilihan kepala desa, seperti membantu proses
pendataan seluruh masyarakat desa Belang Malum yang berhak ikut memilih, dan
menyebarkan undangan pemilihan pada masyarakat yang sudah terdaftar dalam
daftar pemilih tetap (DPT). Fungsi lain dari anggota pemilihan kepala desa adalah
untuk mempersiapkan tempat pemungutan suara (TPS) dan proses pemungutan
suara hingga selesainya rekapitulasi hasil pemungutan suara.76
Sebelum dilakukan pemilihan kepala desa, panitia pemilihan kepala desa
terlebih dahulu mendata masyarakat yang terdaftar sebagi pemilih. Tahapan
pendataan pemilih kepala desa yang dilakukan oleh panitia pemilihan kepala desa
yaitu melakukan pendataan daftar pemilih kerumah masyarakat. Masyarakat yang
sudah terdaftar sebagai pemilih akan diberikan tanda bukti pendaftaran, dan daftar
pemilih diumumkan pada masyarakat dengan menempelkan daftar pemilih di
balai desa atau di setiap kedai-kedai masyarakat. Setelah pemungutan klarifikasi
selesai maka masyarakat yang sudah terdaftar akan ditetapkan sebagi daftar
pemilih tetap (DPT) yang disahkan oleh ketua panitia pemilihan. Daftar pemilih
tetap ini dilaporkan kepada Pemerintah Kabupaten Dairi, Camat, Pemerintah
Desa, dan Badan Permusyarawatan Desa (BPD).
75
Ibid. Hal. 3 76
Setelah masa klarifikasi selesai oleh panitia pemilihan kepala desa, maka
jumlah pemilih tetap dalam pemilihan Kepala Desa Belang Malum tahun 2011
berdasarkan jenis kelamin adalah seperti pada tabel 3.2 berikut.
Tabel 2.12
Daftar Pemilih Tetap Pemilihan Kepala Desa Belang Malum Tahun 2011
Jenis Kelamin Jumlah
Laki-laki 643
Perempuan 706
Total 1349
Sumber data : Kantor Camat Sidikalang
Setelah mendapat jumlah daftar pemilih tetap yang sudah ditetapkan
panitia pemilihan kepala desa, maka akan dilakukan proses pencetakan surat suara
dan surat undangan keikutsertaan mereka dalam proses pemilihan kepala desa
sekaligus pemberian surat panggilan pemilihan kepada masyarakat yang di
tugaskan kepada panitia pemilihan.
Untuk mendapat calon kepala desa, panitia pemilihan kepala desa
memberikan kesempatan pada masyarakat untuk mencalonkan diri sebagai calon
kepala desa, kesempatan yang diberikan panitia pemilihan kepada masyarakat
selama 14 (empat belas) hari atau selama 2 (dua) minggu. Syarat-syarat yang
diberikan panitia pemilihan kepada calon kepala desa yang sesuai dengan
peraturan pemerintah adalah :77
a. Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
77
b. Setia dan taat kepada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
c. Berpendidikan sekurang-kurangnya Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP)
dan atau berpengetahuan yang sederajat.
d. Berumur sekurang-kurangnya 25 tahun.
e. Tidak pernah di hukum penjara melakukan tindakan pidana.
f. Tidak di cabut hak pilihnya berdasarkan Keputusan Pengadilan yang
mempunyai kekuatan hukum tetap.
g. Mengenal daerahnya dan dikenal oleh masyarakat di Desa setempat.
h. Bersedia dicalonkan menjadi Kepala Desa.
i. Memenuhi syarat-syarat lain yang sesuai dengan adat istiadat setempat.
j. Belum pernah menjabat kapala desa paling lama 10 tahun atau dua kali masa
jabatan.
Syarat-syarat pendaftaran pencalonan Kepala Desa yang diserahkan
panitia dalam proses penjaringan bakal calon kepala desa, ialah :78
a. Surat lamaran pencalonan Kepala Desa.
b. Surat Pernyataan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
c. Surat pernyataan setia kepada Pancasila sebagai dasar Negara, Undang-Undang
Dasar Negara Republik Indonesia 1945, Negara dan Pemerintahan Republik
Indonesia.
d. Surat pernyataan bersedia menjadi Calon Kepala Desa.
e. Surat pernyataan mengenal desa dan dikenal oleh masyarakat Desa.
78
f. Surat pernyataan belum pernah menjabat kepala desa paling lama 10 tahun atau
dua kali masa jabatan.
Panitia pemilihan Kepala Desa Belang Malum menerima 2 (dua) orang
yang mendaftar sebagai bakal calon kepala desa dalam masa pendaftaran yang
disediakan panitia. Kedua calon yang mendaftar tersebut adalah:
1. Sehat Hutauruk dengan tanda Padi.
2. St. Elom Simanungkalit dengan tanda Jagung
Dalam proses penjaringan dan seleksi bakal calon kepala desa Belang
Malum yang dilakukan panitia pemilihan kepala desa bahwa calon yang
mendaftar tersebut tidak ada permasalahan terhadap persyaratan bakal calon
kepala desa. Kedua bakal calon memenuhi persyaratan yang dibuat panitia.
Panitia pemilihan kepala desa Belang Malum dapat menentukan peserta calon
kepala desa dan disahkan dalam sidang Badan Permusyawaratan Desa (BPD)
kemudian disampaikan kepada Bupati melalui Camat. Setelah adanya pengesahan
dari Bupati maka panitia pemilihan melakukan penentuan gambar sekaligus
memberitahukan pada masyarakat nama-nama calon dalam pemlihan Kepala Desa
Belang Malum ditempat umum dan di Balai Desa.
Panitia pemilihan Kepala Desa Belang Malum kemudian menetapkan
calon kepala desa Belang Malum setelah tahapan penjaringan dan seleksi bakal
calon kepala desa selesai dilakukan. Kedua bakal calon yang mendaftar
dinyatakan lolos seleksi dan memenuhi semua persyaratan. Kedua bakal calon
Setelah proses penjaringan dan seleksi bakal calon kepala desa, tahapan
selanjutnya adalah tahapan kampanye calon kepala desa.
Kampanye merupakan salah satu metode komunikasi (persuasi), karena di
sini juga membahas tentang upaya memengaruhi massa, baik dalam tingkah laku
maupun dalam bentuk opini. Kampanye seringkali menyangkut soal pengarahan,
pemerkuatan, dan penggerakan kecendeungan kearah tujuan yang diperkenankan
secara sosial. Kegiatan kampanye secara umum merupakan kegiatan persuasif
(komunikasi Persuasif) yang bertujuan mempengaruhi pola berpikir, bersikap, dan
berperilaku orang lain seperti yang diharapkan.79
Berdasarkan tipologi partisipasi politik, kampanye termasuk kedalam jenis
partisipasi politik dalam bentuk kegiatan pemilihan. Kegiatan pemilihan dalam hal
ini mencakup suara, juga sumbangan untuk kampanye, bekerja dalam suatu
pemilihan, mencari dukungan bagi seorang calon, atau setiap tindakan yang
bertujuan memengaruhi hasil proses pemilihan80
Dalam tahapan kampanye pemilihan kepala desa di Desa Belang Malum,
panitia memberikan waktu yang digunakan oleh calon kepala desa selama 10
(sepuluh) sejak tanggal 28 Maret sampai dengan tanggal 6 april 2011. Kampanye
calon kepala desa dilakukan kepada Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan
kepada masyarakat desa. Dalam tahapan kampanye, calon kepala desa
menyampaikan visi dan misinya jika terpilih menjadi Kepala Desa Belang Malum
periode 2011-2016. Berbagai kegiatan dilakukan untuk menarik simpati dari .
79
Prof. Dr. Damsar. 2010. Pengantar Sosiologi Politik. Jakarta: Kencana. Hal. 188-189 80
masyarakat seperti, acara hiburan, acara makan minum, acara gotong royong dan
lain sebagainya. Setiap calon kepala desa berkampanye bersama dengan tim
suksesnya masing-masing.
Pemilihan Kepala Desa Belang Malum dilaksanakan pada tanggal 11 April
2011 dan bertempat di halaman Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Desa
Belang Malum. Sesuai dengan pernyataan sekertaris panitia pemilihan kepala
desa, Bapak Marungkap Hutauruk yang mengatakan bahwa:
“Pemilihan Kepala Desa Belang Malum periode 2011-2016 dilaksanakan pada tanggal 11 April 2011. Itu dilaksanakan di halaman Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Desa Belang Malum. Kami menyediakan 2 bilik suara untuk pencoblosan. Pemilihan dimulai dengan kata pembukaan pada pukul 07.00 WIB. Pencoblosan selesai pada pukul 13.00 WIB dan dilanjut dengan penghitungan suara”.81
Pemilihan kepala desa tahun 2011 di Desa Belang Malum, dimulai
pada pukul 07.00 WIB. Panitia pemilihan kepala desa menyediakan 2 bilik
suara di tempat pemungutan suara (TPS) yang menjadi tempat masyarakat
desa memilih calon kepala desa. Kertas suara yang disediakan panitia berisi
gambar dari simbol masing-masing calon kepala desa. Sehat Hutauruk
dengan simbol padi dan St Esrom Simanungkalit dengan simbol jagung.
Pemilihan kepala desa diawali dengan pengarahan dari ketua panitia
pemilihan. Pemilihan kepala desa Belang Malum dihadiri oleh unsur Muspida
Kabupaten Dairi, Pemerintah Kecamatan Sidikalang yang langsung dihadiri
oleh Camat Sidikalang beserta jajarannya, Badan Permusyawaratan Desa
81
Belang Malum, dan juga Ketua Sulang Silima Marga Angkat selaku
perwakilan dari pemangku adat di Desa Belang Malum.
Pemilihan kepala desa diikuti 1237 masyarakat Desa Belang Malum yang
terdiri dari 569 orang laki-laki dan 668 orang perempuan. Pemilihan berlangsung
hingga pukul 13.00 WIB dan dilanjut dengan penghitungan suara pada pukul
13.30 WIB.82
Tabel 2.13
Penghitungan suara selesai pada pukul 16.00 WIB dengan hasil
sebagai berikut.
Hasil Pemilihan Kepala Desa
Hasil Pemilihan Jumlah Suara
Suara Sah 1236
Suara Tidak Sah 1
Sehat Hutauruk 532
St. Esrom Simanungkalit 704
Sumber Data: Panitia Pemilihan Kepala Desa
Pemilihan Kepala Desa Belang Malum dimenangkan oleh St. Elom
Simanungkalit dengan selisih 172 suara. Pemilihan ditutup dengan kata penutupan
dari ketua panitia pemilihan. Surat suara pemilihan kepala desa kemudian
diserahkan kepada pemerintah kecamatan dan dibawa ke kantor Camat
Sidikalang.
82