• Tidak ada hasil yang ditemukan

Arsip Dinamis Aktif Penanganan dan Pen

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Arsip Dinamis Aktif Penanganan dan Pen"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

JURNAL ILMIAH

PENANGANAN DAN PENGELOLAAN SURAT ARSIP DINAMIS AKTIF

PADA DINAS KOPERASI DAN UMKM PROVINSI JAWA TENGAH

Oleh: Adhi Kurniawan

(2)

2 ABSTRAK

Arsip dinamis adalah arsip yang masih diperlukan secara langsung dalam

perencanaan, pelaksanaan, dan penyelenggaraan kehidupan kebangsaan dan pada

umumnya atau arsip yang digunakan secara langsung dalam penyelengaraan

administrasi negara atau lembaga. Pengertian arsip dinamis tersebut dikemukakan

oleh Drs. Basir Barthos dalam bukunya, Manajemen Kearsipan (2007: 4). Arsip

dinamis itu adalah arsip yang intensitas penggunaanya masih sangat tinggi, maka

juga bisa disebut arsip dinamis aktif.

Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Provinsi

Jawa Tengah merupakan salah satu lembaga milik negara yang memiliki,

menerbitkan, menerima, dan mengelola arsip dinamis aktifnya melalui unit

pengolah kearsipan. Salah satu arsip dinamis aktif yang dikelola adalah

penanganan surat yang terdiri dari surat masuk dan surat keluar.

Penanganan surat merupakan hal yang vital bagi setiap instansi, baik swasta

maupun negeri. Penanganan surat yang baik dapat mempermudah gerak instansi

untuk memajukan dan memakmurkan instansi itu sendiri. Oleh karena itu

diperlukan berbagai macam sumber yang menunjang kegiatan penanganan surat

tersebut. Melalui surat itulah, antar lembaga dan instansi saling berkomunikasi,

menerima dan memberi kabar, hingga memberi dan menerima bantuan. Tentu

bahasa yang digunakan merupakan bahasa formal yang baku. Didalam ilmu

kearsipan, penerapan penanganan surat yang baik akan mempermudah proses

(3)

3 PENDAHULUAN

A. Latar Belakang dan Permasalahan

Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah adalah salah satu lembaga

pemerintahan yang bergerak pada bidang koperasi, usaha mikro, pelatihan

usaha, bantuan modal usaha, dan badan hukum perkoperasian. Dengan

memiliki satu bagian umum kesekretariatan dan lima bidang khusus

perkoperasian, Dinas ini memiliki banyak melakukan dan menerima kegiatan

surat-menyurat antar instansi/ lembaga dan individu.

Perihal melimpahnya surat tentunya menimbulkan permasalahan tentang

penanganan arsip yang kurang sepadan dengan jumlah pengelola arsip itu

sendiri, ketepatan sistem yang digunakan, serta kefektivan penyampaian surat

kepada yang tertuju berbanding dengan prosedur kearsipan yang digunakan.

Pada ilmu kearsipan, terdapat tata cara pengelolaan surat-surat aktif

tersebut yang disebut dengan manajemen arsip aktif. Dikutip dari Irra

Chrisyanti Dewi dalam bukunya yang berjudul Manajemen Kearsipan,

manajemen arsip aktif merupakan kegiatan pengorganisasian, penataan, dan

pengklasifikasian dokumen atau warkat yang volume penggunaan masih

tinggi dan masih bernilai administratif untuk digunakan sebagai penunjang

administrasi suatu instansi atau lembaga. (2009: 13)

Berdasarkan uraian singkat mengenai perlunya penanganan arsip-arsip

surat aktif, maka permasalahan yang akan dibahas dalam jurnal ini adalah

sistem yang tepat serta alur proses pengurusan surat yang sesuai, tertuang

(4)

4

1) Bagaimana sistem/azas kearsipan yang digunakan dalam

bidang-bidang kerja di Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah

tersebut?

2) Bagaimana alur proses penanganan surat yang tepat digunakan

pada Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah tersebut?

3) Bagaimana proses penyimpanan arsip surat aktif tersebut?

B. Identifikasi Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah

Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah sebelumnya bernama

Dinas Pelayanan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah yang di bentuk

berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 7 tahun 2001.

Dengan dikeluarkannya Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor

Tahun 2008 tentang organisasi dan tata kerja dinas daerah Provinsi Jawa

Tengah makan dinas pelayanan koperasi dan usaha kecil menengah berganti

nama.

Dinas Koperasi dan UMKM memiliki tugas pokok melaksanankan urusan

Pemerintah Daerah bidang koperasi dan usaha mikro, kecil, dan menengah

berdasarkan asas otonomi daerah dan tugas pembantu. Fungsi dari Dinas yang

berkantor di Jalan Sisingamangaraja 3A Semarang ini, antara lain;

1) Perumusan kebijakan teknis bidang koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan

(5)

5

2) Penyelenggaraan urusan pemerintah dan pelayanan umum bidang koperasi

dan usaha mikro kecil dan menenngah lingkup provinsi.

3) Pembinaan, fasilitas dan pelaksanaan tugas di bidang kelembagaan

koperasi dan usaha mikro, kecil dan menengah, serta pemberdayaan

koperasi simpan pinjam lingkup provinsi.

4) Pemantauan, evaluasi dan pelaporan bidang koperasi dan usaha mikro,

kecil, dan menengah.

5) Pelaksanaan kesekretariatan dinas.

6) Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Gubernur sesuai dengan tugas

dan fungsinya.

Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah menggunakan struktur

organisasi sebagai pembagian tugas dan kerja sesuai dengan tugas pokok dan

fungsi Dinas tersebut yang menangani perkoperasian dan kegiatan korporasi

lainnya yang terkait. Dinas yang memiliki kantor yang direnovasi pada tahun

2011 ini memiliki beberapa bidang sebagai pelaksana kinerja Satuan Kerja

Perangkat Daerah (SKPD). Bidang tertinggi adalah Kepala Dinas. Kemudian

terdapat Sekretariat Dinasyang memiliki tiga sub bagian, yaitu Sub Bagian

Umum dan Kepegawaian, Sub bagian Program, dan Sub Bagian Keuangan.

Dibawahnya lagi, terdapat lima bidang, yaitu Bidang Kelembagaan Koperasi

dan UMKM, Bidang Pemberdayaan Koperasi, Bidang Pemberdayaan UMKM,

Bidang Pemberdayaan Koperasi Simpan Pinjam, dan Unit Pelaksana Teknis

Daerah. Bidang-bidang ini yang merupakan karakteristik khusus kerja Dinas

(6)

6 Sub Bagian Program Sub Bagian Umum dan

Kepegawaian

Struktur Organisasi Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Tengah

(7)

7 METODE PENELITIAN

1. Pengumpulan Data

a. Observasi atau Pengamatan

Pengamatan dilakukan untuk mengetahui keadaan arsip, sistem kearsipan

yang digunakan, alur proses pengurusan surat, dan tata cara penyimpanan

surat aktif tersebut secara sederhana. Selain itu, juga untuk mengetahui

bidang-bidang pada Dinas Koperasi dan UMKM serta jumlah gambaran

umum rata-rata surat yang masuk.

Gambaran umum tentang proses penanganan surat masuk dan surat keluar

ditangani secara sederhana. Sistem yang digunakan adalah sistem kartu

kendali. Melalui pengamatan penulis, azas yang dipraktekkan menggunakan

desentralisasi, karena ditunjukkan bahwa setiap sub bagian mengorganisasi

dokumen dan warkatnya masing-masing.

Humas dari Dinas Koperasi dan UMKM menunjukkan perihal struktur

organisasi yang tertera pada buku pedoman kedinasan pada Dinas Koperasi

dan UMKM Jawa Tengah di bagian Struktur Organisasi dan Tata Kerja Dinas

(2011: 7).

Pada ruangan tiap-tiap bidang memiliki filling cabinet yang difungsikan

sebagai tempat menyimpan arsip dinamis aktif, terutama surat masuk dan

surat keluar. Penuturan perwakilan Dinas tersebut juga mengatakan bahwa

setiap surat yang masuk ke Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah

(8)

8

b. Wawancara

Wawancara dilakukan untuk mengetahui pendapat para pengurus penanganan

surat dan proses penyimpanannya tentang keefektivan kedua sistem dan

proses tersebut.

c. Studi Banding

Dinas ini juga mengadaptasi tata cara pengelolaan arsip dari Badan Arsip dan

Perpustakaan (Barpus) Provinsi Jawa Tengah, namun diterapkan secara

sederhana dan belum memenuhi standar sistem kearsipan. Kesempatan studi

banding diberikan untuk mengikuti kegiatan pemberkasan arsip Dinas

Koperasi dan UMKM di Barpus yang berlokasi di Jalan Setiabudi Srondol

tersebut.

Pelaksanaan delegasi tersebut juga digunakan untuk menambah

pengetahuan tentang manajemen arsip pada umumnya dan pelaksanaan arsip

yang tepat untuk diterapkan di Dinas Koperasi dan UMKM khususnya.

d. Studi Pustaka

Beberapa buku literatur digunakan untuk membantu pelaksanaan kegiatan

penanganan surat di Dinas Koperasi dan UMKM. Perihal tersebut

dimaksudkan untuk memahami dan mempermudah menyesuaikan teori dan

(9)

9

menangani sistem arsip yang belum seragam, penataan arsip dinamis, dan

pengorganisasian arsip terdapat di dalam buku literatur sebagai penunjang

teoritik.

2. Kerangka Metode Penelitian

Pengurusan atau penanganan surat adalah merupakan proses kegiatan

mengelola informasi surat-surat dinas masuk dan keluar, yaitu mulai dari

aktivitas surat masuk atau surat yang diterima dari pihak luar, aktivitas

pengiriman surat, termasuk mengarahkan dan menyalurkan surat ke

meja-meja kerja, sampai dengan penyimpanannya. (Bambang Parjono Widodo.

(10)

10 PEMBAHASAN

Pengurusan atau penanganan surat merupakan kegiatan vital dalam proses

berkomunikasi formal antar instansi atau individu-instansi. Mengacu pada

pengertian pentingnya surat sebagai komunikasi, pengertian surat itu sendiri

dalam Keputusan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara RI Nomor 72 tahun

2003 tentang Tata Naskah Dinas (Nomor: 72/ Kep/ M. PAN/ 07/ 2003) yang

berarti pernyataan tertulis dalam berbagai bentuk yang dibuat oleh organisasi

sebagai sarana komunikasi untuk menyamoaikan informasi jedinasan kepada

pihak lain. (Bambang Parjono Widodo. 2011: 1.6)

Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah adalah dinas yang

mengusung azas/sistem desentralisasi. Azas desentralisasi adalah azas yang

mempersilahkan masing-masing unit kerja/ bagian melakukan secara mandiri

proses pengurusan surat mulai dari penerimaan, pemeriksaan, penyortiran

pengarahan, pencatatan, pengendalian, serta pengiriman, baik proses surat

masuk maupun surat keluar.

Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah menggunakan sistem

penanganan surat menggunakan kartu kendali. Jenis surat yang ditangani azas

desentralisasi sistem kartu kendali ini terbagi menjadi empat golongan.

Memang secara substansi, prosedur kartu kendali mempermudah proses

penanganan surat masuk dan surat keluar pada masing-asing bagian kerja.

(11)

11

1. Surat Rahasia atau Surat Tertutup

Surat rahasia adalah surat yang berisikan informasi-informasi vital yang

hanya diperuntukkan kepada yang tertuju pada surat. Hak mengetahui isi

informasi hanya terbatas pada pengirim dan penerima surat.

2. Surat Kilat atau Surat Penting

Jenis surat ini adalah dokumen berisi informasi yang memerlukan

penyelesaian sangat segera, mengingat isi informasi yang sangat penting

untuk disampaikan. Tujuan informasi surat ini antara lain sebagai

pertimbangan pengambilan keputusan, sebagai penentuan pengambilan

kebijakan, hingga informasi-informasi yang perlu segera disampaikan dan

ditindaklanjuti oleh penerima.

3. Surat Biasa

Merupakan surat sehari-hari yang masuk maupun keluar pada instansi/

badan/ lembaga. Surat ini ditangani dengan prosedur biasa dalam

pengurusan surat masuk maupun keluar.

4. Surat Undangan atau Surat Pribadi

Surat undangan maupun surat pemberitahuan yang bersifat sementara

adalah jenis surat yang informasi terkandungnya habis setelah dibaca atau

habis masa waktu periodenya. Surat ini bersifat mudah disusustkan atau

dimusnahkan setelah informasi tersampaikan kepada yang tertuju, baik

instansi/ lembaga maupun ke individu.

Keempat jenis surat tersebut, pengendalian surat penting dicatat dan

dikendalikan oleh kartu kendali, sedangkan surat biasa, surat rahasia, dan surat

(12)

12

Pengendalian kartu kendali dilakukan oleh unit kearsipan sebagai satuan

kerja yang mempunyai tugas pokok mengelola arsip dinamis aktif, termasuk

pengurusan surat. Formulir kartu kendali memiliki rangkap tiga. Lembar

tersebut memiliki fungsi penunjukkan lokasi arsip dan menghindari pencatatan

ganda. Pengendalian kartu kendali hanya terjadi sekali di unit kearsipan. Jadi

unit pengolah masing-masing subbagian/ bidang hanya menerima dan

menyimpan formulir sebagai bukti bahwa surat yang berkaitan telah

dikendalikan dan dicatat lokasi penyimpanannya, sebelum diteruskan ke unit

pengolah lainnya. Kartu kendali juga sebagai tanda bukti pencatatan dan bukti

pengiriman surat.

Sarana lainnya dari kartu kendali adalah lembar pengantar dan lembar

disposisi. Lembar pengantar berfungsi sebagai mencatat surat rahasia, surat

biasa, dan surat pribadi. Lembar ini memiliki rangkap dua, tidak berwarna,

dan langsung ditujukan kepada unit pengolah yang dituju.

Lembar disposisi berfungsi sebagai tanggapan/ balasan dari pimpinan atas

surat yang masuk dan diterimanya, agar bisa menjadi arahan kepada

staf-stafnya atas pertimbangan isi surat tersebut. Jadi lembar disposisi itu disiapkan

oleh staf mendampingi surat yang diterima, kemudian disposisi tersebut diisi

(13)

13

INDEKS: TANGGAL:

NO. URUT:...M/ K

KODE:

ISI RINGKAS:

LAMPIRAN :

DARI: KEPADA:

TANGGAL: NO. SURAT:

PENGOLAH:... PARAF:... CATATAN:

Bentuk dan format kartu kendali

Sumber: Pengurusan Surat (Bambang P.W.. 2011: 4.19)

LEMBAR PENGANTAR SURAT TERTUTUP/ BIASA

UNIT PENGOLAH: Disampaikan Tgl.:

Pukul: No. Urut Asal Surat/

Ditujukan

Tanggal Perihal Keterangan

Diterima tanggal:... Pukul:... Paraf Penerima :... Nama:...

Bentuk dan format lembar pengantar

(14)

14

RAHASIA *) PENTING BIASA

*) beri tanda X sesuai dengan sifat surat

INDEKS TANGGAL PENYELESAIAN

PERIHAL: GL/ NO : ASAL SURAT:

INSTRUKSI/ INFORMASI **) DITERUSKAN KEPADA

**) INSTRUKSI ditunjukkan kepada staf

INFORMASI ditunjukkan kepada pejabat yang setingkat SESUDAH DIGUNAKAN HARAP SEGERA DIKEMBALIKAN KEPADA:

TANGGAL:

Bentuk dan format lembar disposisi

Sumber: Pengurusan Surat (Bambang P.W.. 2011: 4.22)

Prosedur Penanganan Surat

1) Prosedur Penanganan Surat Masuk

Surat masuk adalah berbagai macam bentuk surat dan informasi tertulis

yang diterima oleh suatu lembaga/ organisasi/ instansi dari lembaga

lainnya. Itu artinya, surat masuk tersebut dikirim oleh unit pengolah

lembaga/ organisasi/ instansi lain. Sedangkan bidang dalam lembaga,

penerima berbagai macam bentuk surat dan informasi tertulis tersebut

disebut dengan unit kearsipan. Tanggung jawab unit kearsipan ini pada

masing-masing instansi yaitu penyelenggaraan kearsipan mulai dari

penciptaan, pendistribusian, penggunaanm pemeliharaan, dan penyusutan.

(15)

15

diteruskan ke unit pengolah yang dituju. Adapun tatacaranya sebagai

berikut;

I. Pada Unit Kearsipan i. Penerimaan Surat ii. Pemilahan Surat

Pemilahan terdiri dari proses penggolongan surat terbuka/

tertutup, kemudian memeriksa kebenaran alamat tertuju dan

lampiran bila ada, dan mengidentifikasi tujuan/ bidang surat

yang dituju.

iii. Pengarahan Surat

Langkah menentukan golongan surat, apaka surat tersebut

termasuk surat terbuka, surat penting, atau surat biasa.

Langkah selanjutnya adalah mengarahkan surat tersebut

kepada bidang yang dituju. Tidak semua surat harus

melalui pimpinan terlebih dahulu. Kecuali surat penting

perlu dilampiri disposisi untuk pimpinan. Selain jenis surat

itu, bisa diarahkan ke unit pengolah sesuai perihal surat.

iv. Pencatatan atau Pengendalian Surat

Semua surat masuk, baik surat tertutup maupun surat

terbuka, dicatat dan dikendalikan dengan sarana pencatatan

surat. Dalam hal ini, Dinas Koperasi dan UMKM Jawa

(16)

16 v. Pendistribusian Surat ke Unit Pengolah

Surat yang masuk yang telah dikendalikan dan dicatat

diteruskan ke unit pengolah.

II. Pada Unit Pengolah

i. Penerimaan Surat dari Unit Kearsipan

Surat masuk diterima dari unit kearsipan beserta sarana

pengendalian surat tersebut (dalam hal ini menggunakan

kartu kendali). Apabila terdapat surat yang salah

pengiriman pada unit pengolah, akan dikembalikan ke unit

kearsipan, dan akan dikirim ke unit pengolah yang tertuju.

ii. Pengendalian atau Pencatatan Surat

(17)

17

Proses penanganan surat masuk dengan kartu kendali

Sumber: Observasi pada Dinas Koperasi dan UMKM Jateng

2) Prosedur Penanganan Surat Keluar

Surat keluar adalah sarana komunikasi dari internal lembaga/ organisasi/

instansi kepada lembaga/ individu lainnya. Surat keluar juga berfungsi

sebagai balasan surat masuk dari lembaga/ organisasi/ instansi lainnya.

Hal-hal yang diperhatikan dalam pengurusan surat keluar adalah

penetapan azas pengurusan surat, terkait dengan keterlibatan unit kerja

yang memproses surat keluar dan pengamanan isi informasi surat. Adapun

tatacara pengurusan surat keluar sebagai berikut;

I. Pada Unit Pengolah

Unit pengolah, dalam hal surat keluar, memiliki tugas sebagai

pembuat surat. Pembuatan surat diawali dari penyiapan konsep

sesuai arahan pimpinan. Setelah diberi arahan oleh pimpinan, unit

ini membuat rancangan surat, diajukan kepada pimpinan untuk

dikoreksi, dan meminta pimpinan untuk menandatangani surat

tersebut. Kemudian melengkapi surat dengan badan surat (Nomor

surat, tanggal surat, lampiran surat, pembuka surat, isi surat, dan

penutup surat). Setelah surat siap, hal yang dilakukan unit

pengolah adalah menyimpan pertinggal surat (record), mencatat/

mengendalikan surat dengan kartu kendali, dan terakhir adalah

menyampaikan surat ke unit kearsipan dengan buku ekspedisi.

(18)

18 i. Pengarahan Surat

Diawali dengan proses penerimaan surat dari unit pengolah

dan membubuhkan paraf pada buku ekspedisi tanda

peneriamaan surat dari unit tersebut. Surat diperiksa oleh

unit kearsipan untuk menggolongkan jenis surat tersebut

(surat terbuka atau tertutup).

ii. Pencatatan atau Pengendalian Surat

Mencatat isi perihal surat apabila surat tersebut terbuka.

Apabila surat tersebut tergolong surat penting, maka

disegerakan untuk diproses kirim.

iii. Pengiriman Surat

Proses penanganan surat keluar dengan kartu kendali

(19)

19 DAFTAR PUSTAKA

Buku Pedoman Kedinasan pada Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa

Tengah. 2011. Semarang: Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah

Barthos, Basir. 2007. Manajemen Kearsipan. Jakarta: Bumi Aksara

Dewi, Irra Chrisyanti. 2011. Manajemen Kearsipan. Jakarta: Prestasi Pustaka

Widodo, Bambang Parjono. 2011. Pengurusan Surat. Tangerang: Penerbit

Referensi

Dokumen terkait

[r]

Penggunaan Model Belajar Tutor Sebaya Untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa Dalam Mengerjakan Matematika Dalam Bentuk Perkalian dan Pembagian Dengan Menggunakan Metode Tutor

Penelitian ini dapat memacu guru untuk terus meningkatkan kemampuan dalam mengembangkan model pembelajaran, terutama keterampilan menulis dalam pembelajaran Bahasa Indonesia,

Recently, the US Federal government banned online casinos from operating in America by making it illegal to transfer money to them through any US bank or payment system. As a result

bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b serta daIam rangka tertib administrasi pengelolaan Barang Milik Daerah, perlu menetapkan Keputusan

Pengembangan Bibit Unggul Pertanian I Perkebunan (Entrys) Jasa Konsultasi Pengawasan Pembangunan Pagar Kebun (l Paket). Rp

Selanjutnya untuk mengetahui dosis yang paling berbeda diantara kelompok dosis tersebut, yang akan menjadi dosis terbaik ekstrak etanol biji pinang dilanjutkan dengan uji

Maka dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hipotesis kedelapan yang menyatakan bahwa BOPO secara parsial mempunyai pengaruh negatif signifikan terhadap CAR pada Bank