• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perancangan Sistem Keamanan Hak Akses Pi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Perancangan Sistem Keamanan Hak Akses Pi"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

PERANCANGAN SISTEM KEAMANAN HAK AKSES PINTU AKPOL

SEMARANG MENGGUNAKAN RFID

Puguh Gambiro*

)

, Aris Triwiyatno, and Budi Setiyono

Jurusan Teknik Elektro, Universitas Diponegoro Semarang

Jl. Prof Sudharto, SH, Kampus UNDIP Tembalang, Semarang 50275, Indonesia

*)Email: [email protected]

Abstrak

RFID (Radio Frequency Identification) atau Identifikasi Frekuensi Radio adalah sebuah metode identifikasi dengan menggunakan sarana yang disebut label RFID atau transponder untuk menyimpan dan mengambil data jarak jauh. Label atau kartu RFID adalah sebuah benda yang bisa dipasang atau dimasukkan di dalam sebuah produk, hewan atau bahkan manusia dengan tujuan untuk identifikasi menggunakan gelombang radio. Label RFID berisi informasi yang disimpan secara elektronik dan dapat dibaca hingga beberapa meter jauhnya. Sistem pembaca RFID tidak memerlukan kontak langsung seperti sistem pembaca tag (barcode). Label RFID terdiri atas mikrochip silikon dan antena. Perancangan dan Aplikasi Sistem Informasi di AKPOL Semarang ini berbasis RFID, dan dilengkapi dengan metode Xpress Ticketing dengan cara ini dapat meminimalisir resiko double user, kecurangan saat proses absensi, memiliki graphical user interface yang mendukung monitor touch screen berbasis Windows XP/7 Themes yang atraktif, mudah dioperasikan, dapat dijadikan laporan pendataan tamu yang masuk atau keluar dari area AKPOL secara jelas dan terperinci.Dalam pembuatan aplikasi ini, menggunakan bahasa pemrograman Delphi untuk user interfacenya dan menggunakan Firebird dan IBexpert untuk database. Hasil dari perancangan sistem informasi berbasi RFID ini terbukti dapat mempermudah proses keamanan gate dan dapat di aplikasikan di kehidupan nyata.

Kata kunci : RFID, smartcard, tag, RFID Reader, Delphi.

Abstract

Radio Frequency Identification is a method of identification by means of the so-called RFID tags or transponders to store and retrieve data remotely . Labels or RFID card is an object that can be attached or included in a product , animal , or even human beings with the purpose of identification using radio waves . RFID labels contain information that is stored electronically and can be up to several feet away . RFID reader system does not require direct contact such as bar code reader system ( barcode ) . RFID tags consist of a silicon microchip and an antenna . Some RFID tags can approach the size of the small size of rice grains . Labels are passive not require a power source , whereas active labels require a power source to function . Design and Application of Information Systems in the Police Academy in Semarang -based RFID , and comes with Xpress Ticketing method in this way can minimize the risk of cheating when do absention, has a graphical user interface that supports touch screen monitors running Windows XP / 7 Themes are attractive , easy to operate , can be used report a data collection or members in or out of the area in a clear and detailed Police Academy In making this application , using the Delphi programming language for the user interface and used Firebird and IBexpert for the database . The results of the design of the information system development based on RFID security gate can simplify the process and can be applied in real life .

Keyword : RFID, smartcard, tag, RFID Reader, Delphi

1.

Pendahuluan

Perkembangan teknologi Radio Frequency Identification (RFID) dewasa ini berkembang sangat pesat. Teknologi identifikasi ini bannyak digunakan di berbagai gate perumahan mewah, dan hotel berbintang dalam membentu pengidentifikasian suatu objek. FRID memiliki

(2)

banyak dimanfaatkan untuk memban terkait dengan suatu objek sep keanggotaan pegawai atau tracking suatu objek [1]. Teknologi FRID secara tag RFID, sensor yang disebut den komputer sebagai pengolah data. Cara RFID adalah membawa sebuah read frekuensi radio dan melakukan scannin yang tersimpan dalam tag, sesu jangkauannya dalam membaca mengirimkan informasi tersebut ke s yang menyimpan atribut data yang terk tersebut [2]. Teknologi RFID telah bany dan dimanfaatkan di berbagai bid diantaranya untuk pendeteksi hew peternakan, pendeteksi barang di seb pendeteksi kendaraan di jalan tol, siste lain sebagainya dengan memanfaatkan transponder [3].

2.

Metode

2.1 Perancangan Perangkat Keras

Gambar 1 Blok Diagram Perancanga Har

Dari Gambar 1 tiap-tiap bagian dapat d berikut :

1. Blok A terdiri dari:

a. Host Computer digunakan seba informasi dari item-item yang lingkup sistem RFID.

b. SmartCard Editor digunakan se mengedit informasi yang ada d melalui ACS ACR128U -Contactless Mifare Reader sebelu database di host computer. c. Program Delphi digunakan

pengatur alur informasi dari

A

bantu permasalahan seperti identifikasi g untuk perekaman ra umum terdiri dari engan reader, dan ra kerja dari sistem eader memancarkan nning terhadap data sesuai kemampuan istem keamanan dan an RFID tag sebagai

as (Hardware)

ardware

at dijelaskan sebagai

bagai pengatur alur ng terdeteksi dalam

sebagai reader dan a dalam SmartCard - Dual Interface belum diteruskan ke

sebagai aplikasi ri item-item yang

terdeteksi dalam lingk diproses untuk mengghid setiap gate.

2. Blok B terdiri dari :

a. SwitchHub berfungsi seb tag yang telah dibaca ole kabel LAN

b. RFID Reader(fingerspot berfungsi sebagai penerim informasi inputan yang te SmartCard/Tag melalui s 10cm yang kemudian dik c. SmartCard/Tag berfungs (transmitter dan respond dengan menggunakan fre d. Maket Peta Akademi Kep

berfungsi sebagai miniatu telah diberi LED sebagai Gerbang pada saat melak di scan oleh RFID.

Pada Gambar 3.2 dapat dijelask sebagai hambatan dalam sistem ground pada RFID-reader. Sem led merah dan hijau di hubungk positif led merah di hubungkan RFID-reader, sedangkan kutub dihubungkan secara Normaly Kabel COM pada RFID-reade untuk mengambil daya listrik berjalan.

Untuk gambar rangkaian peranc dilihat pada gambar 2 berikut

Gambar 2 Rancangan Rangkaian

Dari rangkaian gambar di atas d memiliki prinsip kerja sama se suatu piranti yang bekerja ber untuk menggerakan sejumlah tersusun. Kontaktor akan tertutu karena efek induksi magnet y (induktor) ketika dialiri arus saklar dimana pergerakan konta manual tanpa perlu arus listrik.

A

ingkup sistem RFID, dan hidupkan lampu indikator di

ebagai penyalur data dari oleh RFID reader melalui

ot mifare RF-100) yang erima dan pembaca g tersimpan di dalam ui scanning dengan jarak < dikirim melalui kabel LAN.

gsi sebagai transponder nder) yang berisikan data frekuensi tertentu. Kepolisian Semarang

iatur area AKPOL, dimana gai indikator akses di setiap lakukan pemeriksaan, yang

laskan bahwa resistor 1k ohm tem ini, dan dihubungkan ke ementara kutub negatif pada gkan ke resistor. Pada kutub kan secara Normaly Close ke tub negatif pada led hijau ly Open ke RFID-reader. ader dihubungkan ke VCC ik agar RFID-reader dapat

ncangan sistem ini dapat

ian Hardware

tas diketahui bahwa pada led, seperti relay. Relay adalah berdasarkan elektromagnetik lah kontaktor (saklar) yang tutup (On) atau terbuka (Off) yang dihasilkan kumparan us listrik. Berbeda dengan ontaktor (On/Off) dilakukan k.

(3)

TRANSIENT, VOL.3, N

Ada beberapa jenis relay berdasarkan ca 1. Normaly On : Kondisi awal kontak dan akan tertutup jika relay diakti memberi arus yang sesuai pada kum Istilah lain kondisi ini adalah Norma 3. Change-Over (CO) atau Double-Th jenis ini memiliki dua pasang term kondisi yaitu Normaly Open (NO) d (NC).

Dari rangkaian tersebut dihubungkan untuk mengolah inputan dari smartca data bias diproses, menggunakan progra adalah gambar bentuk fisik Fingerspot R

Gambar 3 Bentuk Fisik Fingerspot RF-100

Fingerspot RF-100 adalah pilihan terb akses kontrol pintu yang terjangkau. Did elegan tanpa keypad dan LCD, mud dioperasikan tetapi mempunyai kemamp Mengintegrasikan Card Reader te keamanan tanpa meninggalkan kemudah untuk perusahaan, hotel, kantor, villa apartemen.

Fingerspot RF-100 mempunyai kap sampai 30.000 Kartu RFID. Data trans ditampung sampai 50.000 record. Data jika suatu waktu mesin penuh. Mesin koneksi TCP/IP selain RS232/485 aka transmisi data dari dan ke komputer. Tid ditanam di mesin ini untuk memudah data jika mesin jauh dari komputer. Seb pintu RF-100 bisa dikoneksikan deng door sensor, release button, dan ala Wiegand-In dan Wiegand-out untuk mesin akses kontrol lain. Software ak disertakan memungkinkan pengguna transfer data antara mesin dan komp

L.3, NO. 3, SEPTEMBER 2014, ISSN: 2302-9927,

cara kerjanya yaitu: taktor terturup (On) y diaktifkan dengan ada kumparan (coil) alah Normaly Close

taktor terbuka (Off) ktifkan dengan cara umparan (coil) relay. maly Open (NO).

Throw (DT) : Relay terminal dengan dua ) dan Normaly Close

an ke RFID-reader rtcard/tag, sehingga gram Delphi. Berikut

t RF-100:

100

terbaik untuk mesin Didesain minimalis udah dipasang dan mpuan yang handal. terbaik menjamin dahan. Sangat cocok illa, rumah maupun

kapasitas maksimal nsaksi yang mampu Data ini dapat dihapus in ini menggunakan akan mempermudah Tidak lupa USB Port ahkan pengambilan ebagai akses kontrol engan electric lock, alarm. Mempunyai uk koneksi dengan akses kontrol yang a untuk melakukan mputer, melakukan

pengaturan yang terkait akses k Combination, Anti-Passback da laporan data transaksi pengguna Berikut Fitur dari fingerspot RF

Standalone, mesin dapat terhubung komputer.

Realtime Monitoring, data s di komputer.

Multi Connection, Dilengkap RS485, TCP/IP, dan Wieg pilihan dalam pertukaran da serta komunikasi dengan aks

Multi Identification, F Fingerprint, ID Password

USB Flash Disk, Fitur ini mesin dipasang jauh dari ko menggunakan Flash Disk u ke komputer.

Web Server, dengan fitur in data absensi di mesin de browser seperti Internet Exp diakses dari manapun tanpa terinstal.

Access Control Support, me dengan electric lock, door s Mempunyai wiegand-in d koneksi dengan mesin akses Timezone (waktu akses), Combination, Anti Passback

Powerful Software, softwar didesain untuk akses kon melihat data akses mes pengaturan-pengaturan yang

Gambar 4 Instalasi Fingerspot Merah/Hijau

Gambar 4 diatas menunju dihubungkan secara Normaly Op lalu led merah dihubungkan se ke RFID reader. Sedangakan sebagai relay ini, dihubungka supply. Sedangkan COM dihu RFID.

VC

-9927, 334

s kontrol (Timezone, Unlock dan lain-lain) dan membuat naan mesin.

RF-100:

at digunakan tanpa harus

ta scan bisa langsung terlihat

kapi dengan koneksi RS232, iegand memberikan banyak data dari dan ke komputer akses kontrol lain.

Fingerprint, Card, ID

ini sangat bermanfaat jika i komputer. Data bisa diambil k untuk kemudian ditransfer

ini perusahaan bisa melihat dengan menggunakan web xplorer, sehingga mesin bisa npa harus ada aplikasi yang

mesin ini bisa dikoneksikan r sensor, exit button, alarm. dan wiegand-out untuk ses kontrol lain. Pengaturan ), Group, Holiday, Unlock ack dll

are yang disertakan khusus ontrol, sehingga user bisa esin maupun melakukan ng terkait akses kontrol.

ot RF-100 dengan Led

njukkan pada led hijau Open(NO) ke RFID reader, secara Normaly Close(NC) an resistor yang berfungsi kan ke ground dari power ihubungkan ke VCC pada

VCC

(4)

Gambar 5 Tampilan Maket Area AKPOL

Gambar 5 adalah tampilan maket dari keseluruhan area AKPOL. Maket tersebut merupakan prototype dari perancangan sistem keamanan hak akses di AKPOL. Dalam maket tersebut di rancang dan di tentukan 5 area khusus, untuk diberi pendeteksi keamanan menggunakan RFID. Dalam realisasi di lapangannya menggunakan gate otomatis yang di gerakan menggunakan motor DC, yang diperumpamakan menggunakan lampu led warna merah dan hijau.

Berdasarkan peraturan yang berlaku di AKPOL, terdapat area-area khusus, dimana terdapat area yang hanya dapat di akses oleh golongan tertentu. Ketatnya sistem keamanan, bertujuan untuk menghindari suatu hal tidak diinginkan dan agar para user hanya dapat memasuki area tersebut sesuai dengan keperluannya. Berdasarkan peraturan dan ketentuan di Akademi Kepolisian, diketahui kemampuan hak akses berdasarkan pengguna golongannya. Berikut adalah tabel hak akses antra user tag ID dan gerbang yang dapat di akses.

Tabel 1 Tabel Hak Akses Pintu pada Setiap Golongan

Nama Gate

Nama User

Gubernur Taruna Pelatih/Dosen PegawaiSipil Penduduk Tamu Umum/Guest Pintu

Masuk

Utama √ √ X X X X

Pintu Masuk

Belakang √ √ √ √ √ √

Pintu Komplek

Gubernur √ X X X X X

Pintu

Perbatasan √ √ √ X X X

Pintu

Keluar √ √ √ √ √ √

Dari tabel diatas kita dapat mengetahui bahwa setiap user memiliki kemampuan hak akses yang berbeda-beda. Gubernur adalah pengguna tag ID yang dapat mengakses semua area, biasa disebut superuser. Gubernur dapat mengakses semua area, karena Gubernur merupakan pangkat tertinggi dan memiliki keperluan untuk mengatur dan mengawasi di seluruh area AKPOL. Para taruna dan taruni tidak dapat memasuki pintu area komplek gubernur. Pelatih dan Dosen tidak dapat memasuki pintu

utama, karena pintu utama hanya dapat dimasuki oleh golongan tertentu, terutama para petinggi AKPOL dan taruna. Pegawai Sipil, penduduk yang bertempat tinggal di area AKPOL dan tamu umum dapat mengakses pintu masuk belakang pintu, dan pintu keluar.

2.2 Perancangan Perangkat Lunak (Software) 2.2.1 Perancangan Database (Firebird dan IBexpert)

Dalam perancangan database, kode pada setiap tag diinisialisasikan menggunakan database Firebird, dimana proses menampilkan kode dimulai dari inisialisasi data, data diseleksi dan dicek apakah ada pada database tersebut kemudian mengambil data dari database sebelum akhirnya ditampilkan.

Perancangan database menggunakan Firebird yaitu dengan cara memulai membuka aplikasi Firebird terlebih dahulu kemudian membuka IBexpert. Dengan IBexpert dapat dilakukan pengeditan database untuk kemudian di link ke aplikasi Delphi.

Gambar 6 Susunan Domain dan Tabel database menggunakan IBexpert

Untuk membuat database memerlukan sebuah tabel untuk mempermudah pendataan database keanggotaan yang dibutuhkan. Dan untuk membuat tabel dengan domain, click kanan pada domain lalu pikih “new domain”. Maka akan membuat domain baru pada database domain. Dari database ini, kita hubungkan dengan server Firebird, lalu data inputan dilanjutkan dan diolah menggunakan program Delphi.

2.2.2 Perancangan Tampilan (Delphi)

(5)

TRANSIENT, VOL.3, N

komunikasi serial, secara umum perancangan ini berfungsi sebagai pe user dengan card reader, dan RFID ya membaca tag RFID yang kemudian pada computer/laptop.

Dalam perancangan tampilan mengguna terdiri dari 3 sub menu yang pertama y Golongan, dan Hak Akses” yang d Gambar 7..

Gambar 7 Tampilan Tabel Pintu, Golong program Dephi

Dari gambar di atas dapat terlihar tab Daftar Golongan dan tabel Hak Akses. Pintu, tertera nama-nama gate/pintu ya untuk melakukan pengecekan. Pada Da merupakan daftar user yang memilik dalam hal ini usernya adalah Gubernu Penduduk dan Tamu. Sementara untuk Ha tabel untuk mengedit, hak akses s tag/smartcard nya. Setelah menekan to program Delphi, kita dapat mengedit, mengurangi daftar sesuai dengan ketentu yang ada di AKPOL.

Gambar 8 Tampilan Pengolahan Kartu Delphi

Gambar 8 menunjukkan tabel pengolah bertujuan untuk mengedit data pada ta masing-masing user. Setiap Tag ID me

L.3, NO. 3, SEPTEMBER 2014, ISSN: 2302-9927,

m program pada penghubung antara yaitu perintah untuk ian menampilkannya

nakan Delphi 7.0 ini a yaitu menu “Pintu, ditunjukan seperti

ngan dan Hak Akses

tabel, Daftar Pintu, es. Pada tabel Daftar yang di beri RFID a Daftar Golongan, iliki tag/smartcard, nur, Dosen, Taruna, k Hak Akses, adalah setiap userID di tombol RUN pada dit, menambah atau tentuan dan peraturan

rtu pada program

lahan kartu, tabel ini tag/smartcard pada memiliki no.ID yang

berbeda-beda. Kita juga dapat m pada seriap ID, dan memberi sta

Gambar 9 Tampilan Monitor Ken

Dari gambar 9 diatas di ketahui monitor kendali, dimana pada menghubungkan kabel RFID-r gate, sesuai kebutuhan pada s tabel ini, juga terdapat tampilan dapat diketahui siapa user terse untuk mengakses salah satu pintu

3.

Hasil dan Analisa

3.1 Pengujian Perangkat K 3.1.1 Pengujian untuk menge

Reader terhadap Tag

Untuk mengetahui jarak ba dilakukan pengukuran terhadap diberi beberapa variasi jar pengukuran jarak baca tersebu ukur panjang/penggaris dengan Langkah-langkah yang harus dila pengukuran jarak baca tersebut a 1. Mempersiapkan perangkat

dan persiapkan pula sebuah p 2. Menyalakan perangkat RFID 3. Meletakan penggaris di bawa 4. Mengukur jarak baca pada

dimasukkan ke dalam buk sejajar dengan reader, denga 5. Mencatat hasil pengukuran. 6. Membandingkan hasil pengu 7. Analisis hasil pengujian

a

-9927, 336

t menambah keterangan user i status Golongan.

endali pada program Delphi

hui merupakan tampilan dari da tabel ini befungsi untuk D-reader ke masing-masing saat scanning. Dan dalam ilan status dari user, dimana rsebut, dan boleh atau tidak intu di area AKPOL.

a

t Keras (Hardware) ngetahui Jarak Baca RFID

baca RFID reader perlu dap RFID dengan tag yang jarak. Dalam melakukan ebut diperlukan sebuah alat gan satuan centimeter (cm). dilakukan dalam melakukan ut adalah sebagai berikut : at RFID reader, RFID tag

h penggaris.

ID reader yang akan di uji. awah RFID reader.

da kondisi tag RFID belum buku dengan orientasi tag gan variasi jarak 1–10 cm n.

gukuran jarak baca.

(6)

c d

Gambar 10 (a) Pembacaan dengan varia jarak 5cm, (c) jarak 6cm, (d

Tabel 2 Hasil pengujian jarak baca RFI tag dengan variasi jarak

Jarak Baca dalam

Dari tabel diatas dapat disimpulka maksimal pembacaan RFID Reader ter variasi jarak, hanya dapat membaca maksimal 5cm. Apabila tag melebihi Reader tidak dapat membaca tag ya sehingga tidak dapat member masuka program yang dibuat.

3.1.2 Pengujian Kepekaan Jarak Ba dengan Variasi Halangan

Untuk mengetahui jarak baca RFI dilakukan pengukuran terhadap RFID diberi beberapa variasi jarak. Da pengukuran jarak baca tersebut diperlu ukur panjang/penggaris dengan satuan ce

Pengujian pembacaan jarak baca RFID variasi halangan ini, dilakukan un kemampuan RFID reader dalam men yang menghalangi tag RFID. Langk harus dilakukan dalam melakukan peng tersebut adalah sebagai berikut : 1. Mempersiapkan perangkat RFID r

dan persiapkan pula sebuah penggaris 2. Menyalakan perangkat RFID reader 3. Meletakan penggaris di bawah RFID 4. Mengukur jarak baca pada kond dengan variasi halangan normal, ke dan kardus.

5. Mencatat, membandingkan dan m pengukuran.

d

riasi jarak 2cm, (b) (d) jarak 10cm

FID reader terhadap

rhasilan Membaca Tag terhadap tag dengan a tag dengan jarak ihi 5cm, maka RFID yang berisikan ID, kan(input) terhadap

Baca RFID Reader

FID reader perlu D dengan tag yang Dalam melakukan erlukan sebuah alat n centimeter (cm).

er yang akan di uji. ID reader.

ndisi RFID reader kertas, plastik mika,

menganalisa hasil

(a)

(c)

Gambar 11 (a) Pembacaan d normal, (b) halanga plastik mika, (d) hal

Tabel 3 Hasil pengukuran denga

Halangan Jarak baca

Normal 5 cm

Kertas hvs 4 cm

Plastik mika 4 cm

Kardus 4 cm

Pada Tabel 2 dapat dilihat pembacaan reader RFID dengan sedikit perbedaan kurang lebih normal. Perbedaan jarak baca in terhalang oleh ketebalan hala Dengan perbedaan jarak baca y mampu untuk menembus halan dan dapat digunakan dalam imp tag dari setiap user yang ingin AKPOL.

3.2 Pengujian Perangkat L 3.2.1 Pengujian Akses Tag di

Dalam pengujian ini, diperluk melihat hasil dari kemampuan tahapannya:

1. Pastikan aplikasi Firebird s pembacaan database memer versi dari aplikasi yang database adalah Firebird 1.5 2. Lalu buka aplikasi database

untuk mengaktifkan databa

(b)

(d)

dengan variasi halangan ngan kertas hvs, (c) halangan

halangan kardus.

at bahwa hasil pengujian gan variasi halangan terdapat ih 1 cm dengan pembacaan ini terjadi karena tag sedikit halangan-halangan tersebut. di setiap gate.

lukan beberapa tahap untuk an alat ini. Berikut

sudah akrif, karena dalam erlukan aplikasi server dan g digunakan untuk server

.5

(7)

TRANSIENT, VOL.3, NO. 3, SEPTEMBER 2014, ISSN: 2302-9927, 338

juga, kita dapat mengedit, menambah dan mengurangi database yang akan di gunakan.

3. Kemudian buka aplikasi Delphi 7.0. Dengan aplikasi ini, dibuat program untuk menghubungkan hardware dengan software.

Gambar 12 Bukti bahwa aplikasi Firebird 1.5 sudah aktif.

Dari gambar di atas, dapat diketahui bahwa aplikasi untuk server database sudah aktif dan kita bisa menjalankan langkah berikutnya.

Gambar 13 Tampilan saat membuka aplikasi database IBexpert

Dari gambar 12 membuktikan bahwa aplikasi database IBexpert sudah aktif, dan kita dapat menggunakan aplikasi terserbut. Dalam aplikasi IBexpert kita dapat melakukan editing, yaitu menambah dan memasukan database kedalam aplikasi Delphi nantinya.

Dalam aplikasi ini, database dapat di tambah dan dikurangi, sesuai kebutuhan. Untuk menambah tabel database yang akan digunakan, klik Tabel, klik kanan, lalu pilih New tabel. Pada new tabel ini kita dapat menentukan, setiap database yang akan digunakan, sesuai dengan keperluan.

Setelah semua aplikasi database dan server dibuka dan aktif, maka langkah berikutnya adalah membuka aplikasi pemrograman, yaitu aplikasi Delphi 7.0. Dalam tugas akhir ini, menggunakan aplikasi Delphi, yang bertujuan agar dapat mudah dipahami. dan dengan Delphi ini juga kita dapat menghubungkan, kemampuan hardware dengan program yang kita buat.

Gambar 14 Tampilan saat mengedit database

Gambar 15 Tampilan aplikasi Delphi 7.0

Gambar 14 ini adalah tampilan utama data kita membuka aplikasi Delphi. Dengan telah dibukanya aplikasi Delphi ini, lalu langkah berikutnya adalah mengatur database yang sudah kita buat sebelumnya di IBexpert, dan disesuaikan di aplikasi ini.

(8)

tugas akhir ini. Berikut adalah tam gabungan 6 tabel yang telah dibu program Delphi.

Gambar 16 Tampilan Tabel Nama Pin Akses pada program Delphi

Pada gambar 15 dapat diketahui tampila pintu, daftar golongan dan kemampuan golongan. Dalam tampilan ini, kita kemampuan hak akses dari setiap kemudian dimasukan kedalam tag/s masing-masing user.

Pertama tentukan dahulu macam-maca menjadi pengguna smartcard. Golonga Gubernur, Dosen, Taruna, Tamu/Umum/Guest. Setelah dibuat Da dapat menentukan menentukan hak a gologan, dengan mengedit pada menu program dijalankan.

Gambar 17 Tampilan Tabel Pengolahan K

Dari gambar 16 diatas, kita dapat me pada setiap smartcard/tag, dari hasil didapat ID, setiap tag memiliki Tag I beda. Lalu setelah didapat ID, dari m tersebut, ditentukan kemampuan tag

tampilan hasil dari ibuat menggunakan

intu, Golongan dan hi

pilan dari tabel nama an akses dari setiap ita dapat mengatur tiap golongan, yang tag/smartcard untuk

cam golongan yang gan tersebut adalah na, Penduduk, Daftar golongan,kita k akses dari setiap nu tabel akses, saat

n Kartu

melalukan scanning il scanning tersebut g ID yang berbeda-i masberbeda-ing-masberbeda-ing ID tag, sesuai dengan

Nama, Pangkat, Jabatan dan Go dan daftar tersebut dimasukan k

Gambar 18 Tampilan dari Tabel

Gambar 4.9 ini merupakan tabe dari setiap tag. Dari tabel ini ju dengan setiap pintu yang ingin scanning pada tag, kita dapat me akses dari setiap pengguna ta scanning tag, di ketahui ID te maka di Tabel ini di ketahui ha dan saat yang bersamaan lamp selama 5 detik saat hak menandakan bahwa pengguna ta gate di area tersebut.

Kemudian tag ID yang didata s mengakses, area Komplek Gu discan, didapat status ID diman didata sebagai golongan Umum untuk memasuki area Komple tampilan status ID, tertulis akses

Sedangkan apabila ada user la yang mencoba ingin masuk dengan tag yang belum terdata ditampilkan saat mengakses ada

4.

Kesimpulan

Berdasarkan pengujian dan analis maka dapat disimpulkan, bahwa dalam uji kesensitifitasan, ke sangat dipengaruhi dengan ada saat melakukan scanning. Dari adanya halangan kardus, RFID dari tag. Sedangkan saat pen RFID dapat membaca dengan e max 5cm. Setiap tag ID memilik golongan dan kemampuan aks lampu led sebagai indikatornya dengan benar, sesuai dengan ke buat AKPOL dan sesuai golong adahah Gubernur, Dosen,

Golongan dari pemilik tag kedalam tabel keterangan.

el Monitor Kendali

tabel untuk melihatkan status i juga, saat menghubungkan gin di akses saat melakukan t mengetahui kemampuan hak tag. Misalkan dari hasil tersebut adalah Gubernur, hak akses dari tag tersebut, mpu led hijau akan menyala k akses “diizinkan”. Ini a tag tersebut dapat melewati

ta sebagai tamu umum, untuk Gubernur. Saat tag ID itu ana para pengguna tag yang um, tidak miliki hak akses plek Gubernur, maka pada ses “ditolak”.

lain diluar daftar database k kedalam area AKPOL, ata, maka status yang akan dalah “tidak terdaftar”.

(9)

TRANSIENT, VOL.3, NO. 3, SEPTEMBER 2014, ISSN: 2302-9927, 340

Penduduk, dan Tamu. Gubernur merupakan superuser, sehingga memiliki hak akses ke setiap gate di area AKPOL. Tag yang digunakan saat pengecekan: smartcard dan wristband tag. Smartcard memiliki jarak baca lebih jauh dari pada wristband tag saat pengecekan. Sistem RFID ini dapat membaca kode yang terhubung dengan database dan sekaligus dapat menampilkannya dalam sebuah tampilan software. Sistem RFID ini tepat apabila diterapkan dalam sistem keamanan di instansi Militer, seperti Akademi Kepolisian di Semarang.

Untuk pengembangan sistem lebih lanjut, maka dapat diberikan saran untuk menambahkan penguat sinyal pada RFID reader, agar dapat memperluas jarak pembacaan tag saat pengecekan di setiap gate.

Referensi

[1]. Hidayat, Rahmad. 2010. Teknologi Wireless RFID Untuk

Perpustakaan Polnes : Suatu peluang. Jurnal Informatika

Mulawarman.

[2]. Mardiyono. 2011. Perancangan Arsitektur Sistem Deteksi

Anti Percurian pada Perpustakaan Radio Frequency Identification. Orbith, Teknik Elektro Polines. Semarang.

[3]. Saputra, Doni., Cahyadi, Dedy., Kridalaksana, Awang Harsa. 2010. Sistem Otomasi Perpustakaan Dengan Menggunakan Radio Frequency Identification (RFID). Jurnal Informatika Mulawarman.

[4]. Lentsch, Allen. 2005. Triple RFID Protection for Cars. [5]. Wang, Shang-Wei., Chen,Wun-Hwa.2006. RFID

applications in hospitals: a case study on a demonstration

RFID project in a Taiwan hospital, Master

Thesis,National Taiwan University, Taiwan.

[6]. Milella, Annalisa., Di Paola,Donato. 2005.RFID

Technology for Mobile Robot Surveillance, National

Research Council, Institute of Intelligent Systems for Automation, Italy.

[7]. Ahson, Syed A., and Ilyas, Mohammad. 2008.RFID

Handbook: Applications, Technology, Security, and Privacy, Taylor & Group,France.

[8]. Aiyub, Muhammad. 2011. Rancang Bangun Sistem

Monitoring dan Pengendalian Kinerja Pegawai Berbasis Radio Frequensi Identification (RFID), TugasAkhir,

UniversitasSyiahKualadarussalam, Aceh.

[9]. Wiharta, Dewa, Made., Ardana, Putu., Nixon, Frederik. 2008. Kunci pintu otomatis Menggunakanaplikasi RFID

card, Tugas Akhir, Teknik Elektro Universitas Udayana,

Bali.

[10]. Erwin. 2004. Radio Frequency Identification,

InstitutTeknologi Bandung. [11]. ---,Speech Analysis Tutorial,

http://www.ling.lu.se/research/speechtutorial/tutorial.html, Januari 2006.

[12]. ---, Natural Language Processing,

http://research.microsoft.com/nlp/, Januari 2006. [13]. ---, Kurikulum 2004: Standar Kompetensi Mata

Pelajaran Bahasa Inggris Sekolah Menengah Atas dan Madrasah Aliyah,

http://www.puskur.or.id/data/2004/StandarKompetensi/Sta ndarKompetensi SMA-MA/04BahasaInggris.pdf, Juli 2005.

[14]. Hariyanto, B. Rekayasa Sistem Berorientasi Objek, Informatika, Bandung, 2004.

[15]. ---, Data Sheet RFID Reader mifare Standart Card IC

Gambar

Gambar 1 Blok Diagram Perancanga Harardware
Gambar 4 Instalasi FingerspotMerah/Hijauot RF-100 dengan Led
Tabel 1 Tabel Hak Akses Pintu pada Setiap Golongan
Gambar 8 menunjukkan tabel pengolahbertujuan untuk mengedit data pada tamasing-masing user
+4

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian temu putih ( Curcuma zedoaria ) terhadap sapi perah penderita mastitis subklinis sebesar 0,04%

Kesimpulan dari hasil penelitian ini bahwa tepung buah mengkudu yang ditambahkan dalam ransum hingga konsentrasi 0.75% tidak mempengaruhi jumlah eritrosit, hemoglobin

Bentuk Kalimat Sapaan Kepada Saudara Laki-laki dan Perempuan dari Pihak Ayah Bahasa Indonesia Bahasa Sigulai Dialek Salang.. Mau

Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan Research and Development (R&amp;D) menggunakan model pengembangan Borg and Gall. Alat pengumpulan data menggunakan

syarat sebagai berikut : 1) Siswa aktif berpartisipasi dalam proses pembelajaran yang terlihat dari berani dan mampu menjawab pertanyaan dari guru, berani dan mampu untuk

- Diagnosis juga ditegakkan dengan penggunaan tes FSH untuk wanita berusia 40 hingga 45 tahun dengan gejala menopause, termasuk perubahan dalam siklus menstruasi

benar-benar membaca kitab sucinya dan memercayai bahwa apa yang terdapat dalam al-Qur'an adalah sama dengan yang mereka terima, sehingga mereka akan beriman kepada