• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Perbandingan Bahan Baku Cup Lump dengan Slab Untuk Mendapatkan Nilai PRI (Plasticity Retention Index) Terhadap Mutu Crumb Rubber SIR 10 Di PT. Perkebunan Nusantara III

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pengaruh Perbandingan Bahan Baku Cup Lump dengan Slab Untuk Mendapatkan Nilai PRI (Plasticity Retention Index) Terhadap Mutu Crumb Rubber SIR 10 Di PT. Perkebunan Nusantara III"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

LAMPIRAN

Lampiran 1

Gambar : Slab

Lampiran 2

Gambar : Cup Lump (Getah Mangkok)

(2)

Lampiran 3

Gambar : Wallace Punch

Lampiran 4

(3)

Gambar : Plastimeter

Lampiran A

Standar Mutu SIR menurut SNI 06-1903-2011

No Jenis Uji Karakteristik

Satuan Persyaratan

SIR 10 SIR 20

Sumber :

http://sisni.bsn.go.id

Gambar

Gambar  : Slab

Referensi

Dokumen terkait

Karet skim yang mengandung bahan-bahan bukan karet lebih banyak dari pada karet lainnya, mempunyai kadar nitrogen yang tinggi dan tidak boleh dicampur dengan karet jenis lain,

Produk karet Indonesia adalah jenis karet remah yang dikenal sebagai karet Standar Indonesia Rubber (SIR) merupakan jenis karet alam padat yang diperdagangkan saat ini. Karet

Pada sub menu laporan ditujukan untuk menampilkan data produksi bahan baku lateks, data produksi bahan baku kompo, data produksi pengolahan karet remah, data persediaan

Dalam menentukan kualitas crumb rubber (karet remah), banyak parameter- parameter yang harrus dipenuhi guna meningkatkan kualitas dari karet remah tersebut, salah satunya

N.rode f).ram,lh rturgmcnpunyaitinBkrl kesalxh& db rab kmdnr Idkccil (MSE). Dah ]ans disund.rn bt6itut hlnnrihtil.nhr. lain r dalt penrheli brhm hrkq birya

Nilai PRI adalah persentase plastisitas karet setelah dipanaskan berbanding plastisitas karet sebelum dipanaskan maka semakin kecil pula nilai PRI, bahan oleh

Dalam menentukan kualitas crumb rubber (karet remah), banyak parameter- parameter yang harrus dipenuhi guna meningkatkan kualitas dari karet remah tersebut, salah satunya

Harga karet dalam bentuk bokar yang diterima petani di berbagai daerah di Indonesia seperti yang telah disebutkan pada Tabel 11, dianalisis terintegrasi secara vertikal