• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perbandingan Angka Kejadian Kardiovaskular Mayor Pada Penderita Infark Miokard Akut Elevasi Segmen ST Anterior Dengan Dan Tanpa Depresi Segmen ST Inferior Di Rumah Sakit Haji Adam Malik Medan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Perbandingan Angka Kejadian Kardiovaskular Mayor Pada Penderita Infark Miokard Akut Elevasi Segmen ST Anterior Dengan Dan Tanpa Depresi Segmen ST Inferior Di Rumah Sakit Haji Adam Malik Medan"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 2.1 Gelombang-gelombang dan interval EKG normal
Gambar 2.2Patofisiologi elevasi segmen ST pada IMA (Goldberger dkk, 2015)
Gambar 2.4 : Infark miokard akut EST anterior yang disertai dengan DSST
Gambar 2.5 Diagram Kerangka Teori
+2

Referensi

Dokumen terkait

Peningkatan angka mortalitas subjek dengan anterior infark dan RBBB telah lama dihubungkan dengan perluasan infark dan disfungsi ventrikel kiri yang sering dikaitkan dengan

“ Peran Indeks Syok Sebagai Prediktor Kejadian Kardiovaskular Mayor Pada Pasien Dengan Infark Miokard Non Ele vasi Segmen ST” yang sifatnya observasional

Diagnosis IMA dapat dilakukan dengan cara, yaitu: nyeri dada tipikal >20 menit, abnormalitas elektrokardiogram (EKG), peningkatan creatinin kinase myocardial band (CKMB),

Begitu juga dengan penelitian yang dilakukan Birnbaum Y dkk, yang mendapatkan bahwa adanya DSST inferior pada IMAEST anterior tidak berhubungan dengan kejadian stenosis pada

Kejadian KKvM yang dianalisa pada penelitian ini antara lain adalah ada tidaknya KKvM secara keseluruhan, cardiac death, kejadian syok, aritmia dan gagal jantung selama

selesainya skripsi yang berjudul “ Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kejadian Kardiovaskular Mayor (KKM) pada Pasien Infark Miokard Akut (IMA) ” yang merupakan

dengan IMA-EST pun mendapatkan hasil yang tidak jauh berbeda dengan penelitian ini, yaitu hanya 44% pasien pada kelompok eptifibatide yang mencapai target terapi

Infark miokard adalah kematian jaringan otot jantung yang ditandai adanya sakit dada yang khas lama sakitnya lebih dari 30 menit, tidak hilang dengan istirahat atau pemberian