• Tidak ada hasil yang ditemukan

STATISTIKDAERAHKECAMATANPANGALE 2015

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "STATISTIKDAERAHKECAMATANPANGALE 2015"

Copied!
26
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)
(4)

STATISTIKDAERAHKECAMATANPANGALE 2015

ISSN : No. Publikasi :

7606.010.1402

Katalog BPS :

1101002.7606.010

UkuranBuku :

17,6 cm x 25 cm

JumlahHalaman : Naskah : KoordinatorStatistikKecamatanPangale GambarKulit : SeksiNeracawilayahdanAnalisis Statistik DiterbitkanOleh: BadanPusatStatistikKabupatenMamuju DicetakOleh:

Dilarangmengumumkan, mendistribusikan, mengomunikasikan,

dan/ataumenggandakansebagianatauseluruhisibukuiniuntuktujuankomersi

altanpaizintertulisdariBadanPusatStatistik

http://mamujukab.bps.go.id

(5)

KATA SAMBUTAN

Buku Statistik Daerah Kecamatan Pangale Tahun 2015

merupakan publikasi data

statistik yang mulai diterbitkan tahun 2012 dan akan diterbitkan setiap tahun oleh Koordinator

Statistik Kecamatan (KSK) Pangale disamping buku Kecamatan Dalam Angka.

Data dan informasi yang disajikan bersumber dari instansi, lembaga pemerintah dan

swasta dalam wilayah Kecamatan Pangale,Masih dirasakan bahwa data yang tersaji dalam

buku ini belum lengkap. Untuk memperbaiki dan meningkatkan mutu data diharapkan adanya

partisipasi dari instansi pemerintah dan swasta serta BPS dalam hal ini KSK Pangale, agar

]kesempurnaan serta kelancaran penerbitan buku Statistik Daerah Kecamatan Pangale pada

tahun-tahun mendatang dapat senantiasa terjamin dan terselenggara dengan baik.

Dengan terbitnya buku ini, diharapkan member manfaat terutama untuk mendapatkan

gambaran perkembangan berbagai kegiatan pembangunan yang telah dicapai selama ini, dan

yang masih perlu diperbaiki atau dikembangkan di masa mendatang.selain itu,data dan

informasi tersebut dapat juga dijadikan sebagai bahan pembanding dalam membuat analisis,

menyusun perencanaan serta perumusan kebijakan di Wilayah Kecamatan Pangale.

Semoga buku ini bermanfaat bagi kita sekalian.

Mamuju, November 2015

KEPALA BADAN PUSAT STATISTIK

KABUPATEN MAMUJU

MARKUS UDA, SE

http://mamujukab.bps.go.id

(6)

Kata Pengantar

Publikasi Statistik Daerah Kecamatan Pangale 2015 merupakan publikasi

yang diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik Kabupaten Mamuju untuk melengkapi

ragam publikasi yang tersedia di Kecamatan Pangale.

Statistik Daerah Kecamatan Pangale berisi tentang berbagai data dan informasi

seputar Kecamatan Pangale, yang dianalisis secara sederhana, untuk membantu

pengguna dalam memahami perkembangan pembangunan serta mengetahui potensi

yang ada di Kecamatan Pangale.

Semoga publikasi ini dapat membantu dalam memenuhi kebutuhan data

statistik bagi semua pengguna data. Kami menyadari dalam penyusunan publikasi ini

masih jauh dari sempurna, untuk itu kritik dan saran sangat kami harapkan dalam

penyempurnaan penyusunan publikasi di masa yang akan datang.

Pangale, November 2015 Badan Pusat Statistik

Kabupaten Mamuju KSK Pangale

MUHAMMAD NUR, SE

http://mamujukab.bps.go.id

(7)

DAFTAR ISI

1. Geografi dan Iklim

1

2. Pemerintahan

4

3. Kependudukan

6

4. Pendidikan

7

5. Kesehatan

8

6. Perumahan dan Lingkungan

9

7. Pertanian

10

8. Pertambangan dan Energi

11

9. Industri dan Pengolahan

12

10. Transportasi dan Komunikasi

13

11. Harga-harga

14

12. Perdagangan

15

13. Perbandingan Regional

16

Lampiran

17

(8)

Statistik Daerah Kecamatan Pangale 2015

1

GEOGRAFI DAN IKLIM

Kecamatan Perbatasan

Kecamatan Pangale merupakan kecamatan yang menjadi batas

antara Kabupaten Mamuju dengan Kabupaten Mamuju Tengah.

Kecamatan pangale adalah salah satu

kecamatan yang ada di Kabupaten Mamuju

tengah. Kecamtan Pangale terletak pada

koordinat 119

0

08’ 13’’ bujur dan 2

0

17’ 31’’

lintang. Batas wilayah Kecamatan Pangale di

sebelah utara berbatasan dengan Kecamatan

Budong-Budong, di sebelah timur berbatasan

dengan Selat Makassar, di sebelah selatan

berbatasan dengan Kecamatan sampaga

Kabupaten Mamuju dan di sebelah barat

berbatasan dengan Kecamatan Tommo

Kabupaten Mamuju

Kecamatan Pangale memiliki 9 Desa

dengan luas wilayah 111,69 km

2

. Desa terluas

adalah Desa Kuo dengan luas wilayah 21,58

km

2

sedangkan desa dengan luas wilayah

terkecil adalah Desa Kumbiling dengan luas

wilayah 2,91 km

2

. Kecamatan pangale memiliki 4

desa yang terletak di wilayah daerah pantai

serta 5 Desa berada di daerah dataran dengan

ketinggian dari permukaan laut 0 – 100m.

Tahukah anda..

Kecamatan Pangale merupakan kecamatan

dengan luas wilayah terkecil di Kabupaten

Mamuju Tengah, yaitu 3.99% dari total luas

Kabupaten Mamuju Tengah.

Tabel 1.1 Letak Geografis Kec. Pangale

Keadaan Geografi

Kecamatan ini Dibatasi

Sebelah Utara Kecamatan Budong-Budong Kab. Mamuju Tengah

Sebelah Timur Kecamatan Tommo Kab. Mamuju Sebelah Selatan Kecamatan Sampaga Kab. Mamuju Sebelah Barat Selat makassar

Sumber :KSK Pangale

Sumber :

Pangale 13% Sartanam aju 9% Polo Pangale 12% Kuo 19% Polo Lereng 18% Polo Camba 9% Lamba Lamba 10% Kombiling 3% Lemo Lemo 7%

1

http://mamujukab.bps.go.id

(9)

2

Statistik Daerah Kecamatan Pangale 2015

Tabel 1.2. Topografi Desa di Kecamatan Pangale

Dari 9 desa yang ada di Pangale terdapat 3 desa berbukit sedang sisanya merupakan daerah dataran. Kecamatan pangale memiliki 4 desa yang terletak di wilayah daerah pantai serta 5 Desa berada di daerah dataran dengan ketinggian dari permukaan laut 0 – 100m.

Kondisi curah hujan di Kecamatan Pangale selama tahun 2014 masih sering terjadi hujan sepanjang tahun dengan intensitas rendah hingga tinggi. Curah hujan tertinggi pada bulan Mei sebesar 494 mm3 dengan sebanyak 18 hari hujan, Sedangkan

curah hujan terendah terjadi pada Bulan Oktober sebesar 30 mm3 dengan 1 hari hujan saja dalam

satu bulan. 33% 67% Berbukit Datar Bulan

Month Curah Hujan (mm

3) Rainfall (mm) Hari Hujan Rainny Day (Day) (1) (2) (3) Januari 96 7 Februari 54 2 Maret–March 341 6 April –April 262 7 Mei –May 494 18 Juni–June 146 5 Juli–July 113 5 Agustus–August 81 4 September - September 27 2 Oktober–October 30 1 November - November 227

10

Desember - December 489

15

Rata-Rata Mean 194 8

http://mamujukab.bps.go.id

(10)

Statistik Daerah Kecamatan Pangale 2015

4

PEMERINTAHAN

Jumlah Desa Tetap

Sejak tahun 2010-2014 Jumlah desa di Kecamatan Pangale tidak

mengalami perubahan

Kecamatan pangale dipimpin oleh

seorang camat yang bertanggung jawab atas

segala sesuatu yang menyangkut masalah

kepentingan seluruh masyarakat yang ada di

kecamatan tersebut. Dengan jumlah dusun

sebanyak 45 dusun dan 107 RT pada tahun

2014 yang tersebar di 9 desa yang ada

diharapkan dapat membantu masing-masing

kepala desa dalam meningkatakan kualitas

pelayanan kepada seluruh masyarakatnya.

Jumlah dusun di setiap Desa relatif sama

yaitu 4-6 dusun. Sedang jumlah RT terbanyak

dibawahi oleh desa Kuo dengan jumlah 23 RT,

adapun Lemo-Lemo hanya membawahi 4 RT

sebagai desa dengan jumlah RT tersedikit.

Tabel 2.1 Banyaknya Dusun, Rukun Warga (RW) dan Rukun

Tetangga (RT) MenurutDesa di Kecamatan Pangale Tahun 2014

Desa Dusun Rukun Warga (RW) Rukun Tetangga

(1) (2) (3) (4) Pangale 6 - 12 Sartanamaju 6 - 9 Polo Pangale 5 - 14 Kuo 6 - 23 Polo Lereng 5 - 19 Polo Camba 4 - 9 Lamba Lamba 4 - 5 Kombiling 5 - 12 Lemo Lemo 4 - 4 Jumlah 45 - 107

Grafik 2.1 1 Banyaknya Dusun dan Rukun Tetangga (RT) Menurut

Desa di Kecamatan Pangale Tahun 2014

6 6 5 6 5 4 4 5 4 45 12 9 14 23 19 9 5 12 4 107 0 20 40 60 80 100 120

2

http://mamujukab.bps.go.id

(11)

5

Statistik Daerah Kecamatan Pangale 2015

Dalam memajukan suatu wilayah atau

daerah tentunya tak lepas dari orang-orang

yang memiliki kapasitas dalam mengangkat

kemajuan suatu daerah. Dalam hal ini adalah

para pegawai negri sipil yang bertugas

melayani masyarakat. Untuk tahun 2014

jumlah pegawai negri sipil yang ada

dikecamatan pangale berjumlah 61 orang .

jumlah ini berkurang sekitar 3,3 persen dari

tahun 2013. Jumlah pegawai terbanyak masih

berada dilingkup kantor kecamatan dengan

jumlah 14 orang pegawai negri sipil laki-laki

dan 5 orang perempuan.

Dari sisi tingkat pendidikan

masing-masing pegawai negri sipil dikecamatan

pangalae masih berimabang antara lulusan

SMU sederajat dan sarjana dengan jumlah

masing-masing 24 orang. Adapun lulusan SD,

SLTP, DI-DIII dan S2 jumlahnya masih jauh

dari lulusan sarjana dan SMU. Untuk lebih

jelasnya dapat dilihat pada gambar 2.2 di

samping.

Tabel 2.2 Jumlah pegawai di Kecamatan Pangale berdasrkan jenis kelamin tahun 2014

Nama Instansi Banyaknya Pegawai PNS Kontrak Honor L P L P L P (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Kantor Camat 14 5 12 9 6 11 Kantor polsek 4 - - - - - Kantor Koramil 3 - - - - - Kantor Cab Diknas 3 - 2 6 - - KUA 4 2 - - 4 2 Puskesmas 6 12 9 7 11 29 Bp3k 2 3 1 1 2 2 KB KESOS 1 - - - - - PLN 1 - 4 - - - KSK 1 - - - - - Jumlah 39 22 28 14 17 33

Sumber : Kantor masing-masing instansi

Grafik 2.2 Jumlah Pegawai Berdasarkan tingkat pendidikan 0 5 10 15 20 25

SD SMP SMA D III D IV/S1 S2

1 1 20 10 24 1

http://mamujukab.bps.go.id

(12)

6

Statistik Daerah Kecamatan Pangale 2015

3

KEPENDUDUKAN

Jumlah Penduduk Mengalami Peningkatan

.

Setelah pada tahun 2013 sempat mengalami penurunan jumlah penduduk, kembali pada tahun 2014 jumlah penduduk Kecamatan Pangale kembali mengalami peningklatan. Jika dibandingkan dengan hasil Sensus Penduduk tahun 2010 yang dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), Jumlah penduduk Kecamatan Pangale sebanyak 11.418 jiwa, dalam kurun waktu 4 tahun penduduk Pangale telah bertambah sebesar 2.996 jiwa atau sekitar 26,2%. Berdasarksan pada loporan pemerintah desa setempat tahun 2013 di Kecamatan Pangale berkurang sekitar 0,3 persen dengan jumlah penduduk sebanyak 13575 jiwa, dimana laki-laki berjumlah 6854 jiwa dan perempuan berjumlah 6719 jiwa. Desa yang memiliki kepadatan tertinggi yakni desa kombiling dengan luas wilayah yang mencapai 2,91 km2 dihuni kurang lebih 1328 orang atau dengan

tingkat kepadatan penduduk mencapai 456 jiwa/ km2.

Sedangkan desa pololereng merupakan desa dengan tingkat kepadatan terendah yang hanya dihuni sekitar 418 kepala keluarga.

Pada tahun 2014 sex ratio penduduk Kecamatan Pangale sekitar 99.67 persen, artinya setiap 100 orang perempuan terdapat sekitar 100 orang laki-laki yang juga berarti bahwa jumlah laki-laki dan perempuan di Kecamatan Pangale 1 : 1. Sedangkan pada tahun 2012 dan 2013 sex ratio penduduk lebih besar dari 100 yang menunjukkan jumlah laki-laki lebih banyak dari jumlah perempuan.

Tabel 3.1 Indikator Kependudukan Kecamatan

Pangale tahun 2012 – 2014

Uraian 2012 2013 2014

Jumlah Penduduk (jiwa) 13 619 13 573 14 414

Rumah tangga 3 277 3 226 3 226

Kepadatan penduduk 121 121 129

Sex Rasio (L/P)% 104,98 104,98 99,67

Grafik 3.1 Jumlah Penduduk Kecamatan Pangale

Tahun 2012 – 2013

6300 6400 6500 6600 6700 6800 6900 7000 7100 7200 7300 2012 2013 2014 Laki-Laki Perempuan

http://mamujukab.bps.go.id

(13)

Statistik Daerah Kecamatan Pangale 2015

7

Dengan adanya kebijakan pemerintah yang menggratiskan biaya sekolah tingkat (SD, SMP, SLTA) berdampak pada meningkatnya partisipasi sekolah dari tahun ke tahun dilihat dari meningkatnya jumlah murid dari tahun ke tahun.

Tingkat pendidikan sangat dipengaruhi oleh sarana dan prasarana pendidikan yang tersedia di wilayah tersebut. Tahun 2012 hingga tahun 2014, Jumlah sekolah di Kecamatan Pangale bertambah 2 yang terdiri atas sekolah madrasah tsanawiyah dan madrasah aliyah jadi tahun 2013 jumlah sekolah dikecamatan pangale menjadi 32 sekolah dan tetap 32 sekolah pada tahun 2014. Jumlah untuk setiap tingkatan sekolah pada tahun 2013 yaitu 8 sekolah Taman Kanak-kanak (TK), 17 Sekolah Dasar (SD/Mi), 4 Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP/MTs), dan 3 Sekolah Menengah atas (SMA/Mts).

Pada tahun 2013 jumlah siswa cenderung menurun jika dibandingkan dengan tahun 2012, secara total terjadi penurunan sebesar 4,8%. Pada tahun 2014 jumlah siswa secara agregat kembali meningkat sebesar 0.6%.

Tahukah anda……

Meskipun terjadi penambahan jumlah

sekolah tahun 2014 namun jumlah siswa

berkurang dari tahun 2013

.

Tabel 4.1 Jumlah Murid dan Guru tiap tingkatan sekolah Kec. Pangale 2012 – 2014

Tingkatan Sekolah 2012 2013 2014 TK Murid 205 213 254 Guru 24 18 23 SD/Mi Murid 1870 1749 1717 Guru 137 137 135 SLTP/MTs Murid 556 541 549 Guru 45 65 59 SMA/Ma Murid 413 380 366 Guru 28 54 47 Sumber:masing-masing sekolah

Grafik 4.1 Jumlah Sekolah Menurut Tingkat Pendidikan Tahun 2014 Sumber:masing-masing sekolah 0 2 4 6 8 10 12 14 16 18 TK SD/MI SMP/MTs SMA/MA

PENDIDIKAN

4

http://mamujukab.bps.go.id

(14)

8

Statistik Daerah Kecamatan Pangale 2015

Table 5.1 Jumlah Sarana Dan Petugas Kesehatan Dikecamatan Pangale Tahun 2013

Sarana & prasarana kesehatan 2012 2013 2014 Rumah Sakit - - - Puskesmas 2 2 2 Pustu 9 9 9 Pondok bersalin - - - Posyandu 22 22 24

Sumber : masing-masing desa

Grafik 5.1 Jumlah Tenaga Medis Kecamatan

Pangale 2014

Sumber:Puskesmas Kecamatan Pangale 0 5 10 15 20 25 30 35 .

Puskesmas dan pustu merupakan satu-satunya sarana bagi masyarakat untuk berobat di Kecamatan Pangale oleh karena itu pemerintah Kabupaten Mamuju terus melakukan peningkatan dalam memenuhi standar kesehatan masyarakat terutama dalam hal pengadaan fasilitas kesehatan dan program pengobatan gratis serta peningkatan kualitas dan kuantitas petugas kesehatan.

Dari tahun 2012 - 2014, Puskesmas dan pustu merupakan tempat yang paling banyak dikunjungi masyarakat sebagai tempat berobat jalan dimana puskesmas yang terdapat di Kec Pangale pada saat ini ada dua yaitu di Desa Polo Pangale dan Desa Polo Camba.

Bedasarkan data yang bersumber dari puskesmas yang ada di Kecamatan Pangale pada tahun 2014, terdapat total 3 dokter sebagai tenaga medis yang ada di Kecamatan Pangale. Total paramedis yang ada di Kecamatan Pangale adalah 59 orang, dengan rincian perawat sebanyak 32 dan bidan sebanyak 27. Adapun jumlah dukun bayi di Kecamatan Pangale pada tahun 2014 adalah sebanyak 25 orang.

Tahukah anda :

Setiap desa di Kecamatan Pangale memiliki masing-masing satu pustu.

KESEHATAN

5

(15)

Statistik Daerah Kecamatan Pangale 2015

9

Pada tahun 2014 data perumahan di Kecamatan Pangale tidak mengalami perubahan dari tahun sebelumnya, jumlah perumahan mencapai 3086 rumah yang terdiri atas rumah permanen sebanyak 752 rumah sedangkan rumah non permanen 2334 rumah. Jumlah ini merupakan peningkatan jumlah rumah dari 2012, yang terdapat sebanyak 3051 rumah. Desa kuo adalah desa yang memiliki jumlah perumahan terbanyak diantara 9 desa yang ada dikecamatan pangale dan sekaligus merupakan desa terluas yang ada dikecamatan tersebut.

Penggunaan jamban pada setiap perumahan memang tak dapat dipisahkan. Berdasarkan data dari masing-masing kantor desa di Kecamatan Pangale pada tahun 2014 sebagian besar masyarakatnya sudah menggunakan jamban sendiri. Ada 7 desa yang sudah menggunakan jamban sendiri dan 2 desa menggunakan bukan jamban serta tempat buang sampah masih lainnya seperti yang terlihat pada pada table 6.2 disamping.

Dari segi pembuangan sampah nampaknya sarana pembuangan sampah yang ada dikecamaatan pangale belum tersedia. Hal ini terlihat dari data yang diperoleh tak satu pun desa yang mempunyai tempat pembuangan sampah, masyarakatnya masih cenderung membuang sampah di sembarang tempat.

Tabel 6.1 Jumlah perumahan di Kecamatan Pangale menurut jenis rumah tahun 2012-2014

Jenis Rumah 2012 2013 2014

Permanen

731

752

752

Bukan

permanen

2320

2334

2334

Sumber:masing-masing desa

Tabel 6.2 Penggunaan Jamban dan tempat buang sampah di Kecamatan Pangale 20124

Desa Jamban sendiri Bukan jamban Tempat Buang Sampah / Lainya Pangale ü - ü Sartanamaju ü - ü Polo Pangale ü - ü Kuo ü - ü Polo Lereng ü - ü Polo Camba ü - ü Lamba Lamba - ü ü Kombiling - ü ü Lemo Lemo ü - ü Sumber:masing-masing desa

PERUMAHAN DAN LINGKUNGAN

6

(16)

10

Statistik Daerah Kecamatan Pangale 2015

Berdasarkan data dari BP3K Kecamatan Pangale, dimana jenis lahan persawahan masih mengunakan tadah hujan. Dari Tabel 7.1 Terlihat bahwa pada tahun luas panen padi sawah masih menduduki peringkat pertama sebagai tanaman pangan yang memiliki luas panen terluas di Kecamatan Pangale yaitu sebesar 4601 hektar. Berbanding dengan jumlah panen padi sawah yang juga masih menempati peringkat pertama sebagai tanaman pangan dengan jumlah panen terbesar yaitu sebanyak 13.619,5 ton. Sedang kacang hijau masih menempati peringkat terakhir baik dari segi luas panen sebesar 0,5 hektar dan jumlah panen sebanyak 0.53 ton.

Untuk sektor peternakan lima komoditi ternak yang menjadi andalan dikecamatan pangale meliputi sapi, kambing, babi, ayam buras, dan itik. Ayam buras sendiri menjadi jumlah tebanyak sebesar 67.565 ekor atau sekitar 94%, disusul sapi dengan jumlah 1.709 ekor atau sekitar 2,3%, diurutan ke-3 terdapat itik sebnyak 1.341 ekor atau sekitar 1,8%, urutan ke-4 terdapat ternak kambing sebanyak 634 ekor atau sekitar 0,88% dan ternak yang memiliki jumlah paling sedikit adalah babi sebanyak 375 ekor atau sekitar 0,52%.

Tabel 7.1 Statistik Tanaman Pangan Kec Pangale

Tahun 2014

Uraian 2014

[1] [2]

Padi sawah

Luas Panen (ha) 4601

Produksi (ton) 13 619,5

Jagung

Luas Panen (ha) 1455,5

Produksi (ton) 8654,8

Ubi jalar

Luas Panen (ha) 7

Produksi (ton) 56

Ubi Kayu

Luas Panen (ha) 34,5

Produksi (ton) 4140

Kacang tanah

Luas Panen (ha) 17

Produksi (ton) 20,4

Kacang kedelai

Luas Panen (ha) 250

Produksi (ton) 450

Kacang Hijau

Luas Panen (ha) 0.5

Produksi (ton) 0.53

Sumber : KCDA Kec Pangale 2015

Grafik 7.1 Persentase populasi ternak dan unggas

Kecamatan Pangale Tahun 2014

2%1%1% 94% 2% Sapi Kambing Babi Ayam Buras Itik

PERTANIAN

7

http://mamujukab.bps.go.id

(17)

Statistik Daerah Kecamatan Pangale 2015

11

Table 6.1 Statistik Listrik Kecamatan Pangale Tahun 2014 Desa Banyaknya Rumah Tangga

PLN Non PLN (1) (2) (3) Pangale 374 6 Sartanamaju 0 95 Polo Pangale 447 0 Kuo 696 0 Polo Lereng 483 0 Polo Camba 216 3 Lamba Lamba 198 65 Kombiling 276 0 Lemo Lemo 213 0 Jumlah 2903 169 Sumber:masing-masing desa

Listrik kini merupakan kebutuhan primer bagi setiap rumah tangga. Di kecamatan pangale proporsi rumah tangga yang menggunakan listrik PLN adalah sebesar 92,5% dan sisanya sebesar 7,5% adalah proporsi rumah tangga non PLN baik menggunakan generator dan tidak menggunakan listrik.

Nilai absolut pengguna PLN di Kecamatan Pangale 2.903 rumah tangga dan non PLN sebesar 169 rumah tangga. Pengguna listrik PLN terbesar terdapat di desa Kuo sebesar 696 sedang pengguna paling sedikit terdapat di Desa Lemo-Lemo sebesar 213 ruta.

***Tahukah Anda…

Bahwa setahun terakhir industri Rumah Tangga mengalami penurunan dan belum ada industri besar di Kec Pangale.

PERTAMBANGAN DAN ENERGI

8

(18)

12

Statistik Daerah Kecamatan Pangale 2015

Table 6.1 Statistik Industri Kecamatan Pangale Tahun 2014

Desa

Jenis Industri

Rumah

Tangga Kecil Sedang Besar

Pangale 1 1 - Sartanamaju 1 - - - Polo Pangale 10 5 - - Kuo 2 6 - - Polo Lereng 8 7 - - Polo Camba 19 - - - Lamba Lamba 2 1 - - Kombiling 3 2 - - Lemo Lemo - 1 - - Jumlah 46 23 - -Sumber:masing-masing desa

Grafik 6.1 Tenaga Kerja Dikecamatan Pangale Tahun 2014

Sumber:masing-masing desa 0 2 4 6 8 10 12 14 16 18 20 Rumah Tangga Kecil

Salah satu penggerak ekonomi kerakyatan adalah dengan adanya industri yang dapat menopang kehidupan masyarakat menjadi lebih baik. Industri dapat dibedakan atas industri rumah tangga, kecil, sedang dan besar berdasarkan jumlah tenaga kerjanya. Industri yang ada dikecamtan pangale hanya Industri rumah tangga dengan skala kecil dengan jumlah pekerja 1-5 orang saja. Pada tahun 2014 di kecamatan pangale tercatat sebanyak 46 usaha industri rumah tangga dengan jumlah tenaga kerja yang terserap sebanyak 219 orang. Selain industri rumah tangga dikecamatan pangale juga terdapat industri penggilingan padi sebanyak 28 industri dengan jumlah pekerja mencapai 61 orang.

Kawasan atau desa yang memiliki potensi sebagai industri rumah tangga adalah desa Polo Camba dengan jumlah 19 industri dengan jumlah tenaga kerja yang mencapai 38 orang. Sedangkan desa lemo-lemo merupakan desa dengan jumlah industri rumah tangga paling sedikit yakni hanya 1 industri dan juga tidak memiliki industri penggilingan padi.

***Tahukah Anda...

Bahwa setahun terakhir industri Rumah Tangga mengalami penurunan dan belum ada industri besar di Kec Pangale.

INDUSTRI PENGOLAHAN

9

(19)

Statistik Daerah Kecamatan Pangale 2015

13

Table 6.1 Statistik Transportasi darat Kecamatan Pangale Tahun 2014

Desa Mobil Motor

/Ojek Becak Sepeda

Perahu motor Jumlah (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Pangale 6 112 - 39 - 157 Sartanamaju 1 23 - 21 - 45 Polo Pangale 15 117 - 52 - 173 Kuo 16 214 - 563 - 793 Polo Lereng 18 101 - 97 - 204 Polo Camba 2 57 - 56 - 115 Lamba Lamba 3 98 - 34 20 135 Kombiling 3 96 - 33 23 132 Lemo Lemo 6 74 - 48 - 128 Jumlah 58 892 - 943 - 1.882 sumber:masing-masing desa

Grafik 9.1 Jumlah Televisi, Radio dan Antena Parabola di Kecamatan Pangale Tahun 2014

Sumber : KCDA Kecamatan Pangale 2015

Televisi Radio Antena Parabola

Transportasi merupakan faktor penting dalam perkembangan suatu daerah, seperti dalam pendistribusian barang, kelancaran mobilitas penduduk, dan pemasaran hasil produksi. Untuk mendukung transportasi perlu sarana dan prasarana, yaitu jalan dan kendaraan. Secara garis besar dari 9 Desa di Kecamatan Pangale dapat di lalui dengan mobil dan sepeda motor. Sementara jumlah kendaraan yang ada di Kecamatan Pangale pada tahun 2014 adalah 58 mobil, 892 sepeda motor, 943 sepeda dan 43 perahu motor.

Sarana informasi dan telekomunikasi yang digunakan di kecamatan pangale kebanyakan menggunakan telepon genggam namun sampai pada tahun 2014 data jumlah pengguna telepon genggam belum tersedia. Data yang tersedia adalah jumlah televisi di Kecamatan Pangale sebanyak 806 buah, jumlah radio sebanyak 220 buah dan jumlah antenna parabola sebanyak 726. Dari jumlah televisi dan jumlah parabola yang digunakan terlihat pada grafik 9.1 bahwa jumlah televisi lebi banyak dari pada jumlah parabola menunjukkan bahwa sebagian televisi di Kecamatan Pangale tidak menggunakan antenna parabola.

Tahukah anda…

Terdapat 3 Base Transcevier Station (BTS) yang aktif beroperasi di Kecamatan Pangale pada tahun 2015

TRANSPORTASI DAN KOMUNIKASI

10

(20)

14

Statistik Daerah Kecamatan Pangale 2015

Table 6.1 Statistik Harga Beras, Minyak Goreng dan Gula Pasir Pangale Tahun 2014

Jenis Komodit

as Satuan

Bulan Rata-Rata

3 6 9 12 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Beras Kg 7000 8000 8000 8000 7750 Minyak Goreng Liter 11000 11000 13000 13000 12000 Gula Pasir Liter 10000 10000 10000 10000 10000

Sumber: KCDA Kecamatan Pangale 2015

Grafik 6.1 Perkembangan Rata-Rata Harga Beras, Minyak Goreng dan Gula Pasir Pangale Tahun 2012-2014

S b i i d 7250 7250 7750 15000 15000 12000 8000 13000 10000 2012 2013 2014

Beras Minyak Goreng Gula Pasir

Salah satu kegunaan statistik harga adalah untuk memprediksi pangsa pasar suatu komoditas, bisa juga untuk menganalisa sensitifitas harga suatu komoditas terhadap suatu event. Pada tahun 2014 Statistik harga beras, minyak goreng, dan gula pasir cenderung stabil di semua triwulan. Secara rata-rata harga beras di tahun 2014 adalah Rp 7.750 per kg, rata-rata harga minyak goreng adalah Rp 12.000 per kg, rata-rata harga gula pasir adalah Rp 10.000 per liter.

Perkembangan harga tiga komoditi beras, minyak goreng, dan gula pasir dari tahun 2012-2014 cenderung sama, hanya komoditas beras yang cenderung fluktuatif pada tahun 2012 ke tahun 2013 meningkat sebesar Rp 5000 per kg lalu menurun sebesar Rp 3000 per liter. Komoditas minyak goreng dari tahun 2012 ke 2013 sama lalu turun sebesar Rp 3000 per liter pada tahun 2014. Komoditas gula pasir hanya berubah meningkat sebesar Rp 500 per liter pada tahun 2014.

Tahukah Anda…

Buah dalam satuan “buah” yang paling mahal di Kecamatan Pangale pada tahun 2014 adalah buah nangka dengan harga sebesar RP 50.000 per Buah.

HARGA-HARGA

11

(21)

Statistik Daerah Kecamatan Pangale 2015

15

Perdagang merupakan salah satu jenis usaha yang banyak digeluti di Kecamatan Pangale. Pada tahun 2014 terdapat rata-rata 20 usaha per desa dengan simpangan baku 10,5. Jumlah usaha terbesar terdapat di desa Kuo dengan jumlah 45 usaha, sedang jumlah usaha perdagangan terkecil terdapat di Desa Sartanamaju dengan jumlah usaha sebanyak 6.

Pada tahun 2014 total tenaga kerja yang mampu terserap di Kecamatan Pangale adalah sebanyak 583 orang. Rata-rata jumlah daya serap tenaga kerja perdesa adalah sebanyak 64 orang. Jumlah tenaga kerja terbesar terdapat di Desa Kuo sebanyak 135 orang dan terkecil terdapat di Desa Sartanamaju sebanyak 24 orang

Tahukah Anda…

Total rata-rata tenaga kerja yang terserap per usaha sebesar 3 orang.

Tabel 13.1 Banyaknya Usaha dan Tenaga Kerja

Perdagangan Dirinci Per Desa di Kecamatan

Pangale Tahun 2014

Kecamatan

Usaha

Perdagangan

Tenaga kerja

Pangale 23 92 Sartanamaju 6 24 Polo Pangale 25 100 Kuo 45 135 Polo Lereng 22 44 Polo Camba 13 52 Lamba Lamba 11 44 Kombiling 19 38 Lemo Lemo 18 54

Jumlah

182

583

Sumber : KCDA Kec. Pangale 2015

Grafik 13.1 Rata-rata daya serap tenaga kerja per usaha per desa.

Sumber : KCDA Kec. Pangale 2015

0 1 2 3 4

PERDAGANGAN

12

http://mamujukab.bps.go.id

(22)

16

Statistik Daerah Kecamatan Pangale 2015

w

Table 13.1 Perbandingan Luas Wilayah, Jumlah Penduduk, dan Kepadatan Penduduk antar Kecamatan Kabupaten

Mamuju Tengah 2014 Kecamatan Luas (km2) Jumlah Penduduk (Jiwa) Kepadatan Penduduk (Jiwa/km2) (1) (2) (3) (4) Pangale 111.7 12 311 110 Budong- Budong 222.39 25 492 115 Tobadak 536.29 26 908 50 Topoyo 869.89 29 271 34 Karossa 1 059.81 24 206 23 Jumlah 2 800.08 118 188 42

Sumber: DDA Kabupaten Mamuju Tengah 2015

Grafik 13.1 Persentase Jumlah Rumah Tangga Tiap Kecamatan Kabupaten Mamuju Tengah 2014

Sumber: DDA Kabupaten Mamuju Tengah Tahun 2015 Pangale 12% Budong-Budong 23% Tobadak 21% Topoyo 24% Karossa 20%

Jumlah penduduk suatu wilayah juga

menentukan tingkat kemajuan daerah tersebut

tapi tetap harus ada indikator pendukung untuk

menentukan apakah daerah tersebut lebih

maju dari daerah yang lain.

Di Kabuapten Mamuju Tengah pada

tahun 2014, Kecamatan Pangale merupakan

Kecamatan dengan jumlah penduduk terkecil

yaitu sebesar 12.311 jiwa, atau sekitar 10,4%

dari total penduduk di Kabupaten Mamuju

Tengah. Perbedaan jumlah penduduk antara

Kecamatan Pangale dengan Kecamatan

Topoyo sebagai kecamatan dengan jumlah

penduduk terbanyak adalah sebesar 16960

jiwa, atau penduduk Kecamatan Tobadak

137,7% lebih banyak dari penduduk

Kecamatan Pangale.

Ditinjau dari luas wilayah, sangat wajar

jika pangale merupakan kecamatan dengan

jumlah penduduk terkecil, karena luas wilayah

Kecamatan Pangale juga merupakan yang

terkecil dibandingkan kecamatan yang lain

yaitu sebesar 111,7 km

2

, atau hanya sekitar

3,9 % dari total luas wilayah Kabupaten

Mamuju. Sejalan dengan luas wilayahnya,

ternyata Kecamatan Pangale merupakan salah

satu kecamatan terpadat, dengan tingkat

kepadatan 110 jiwa/ km

2

. Adapun jumlah

rumah tangga berbanding lurus dengan jumlah

penduduk di tiap Kecamatan yang dapat dilihat

pada grafik 13.1

Tahukah Anda….

Kecamatan Pangale merupakan kecamatan

dengan rata-rata jumlah anggota rumah

tangga terkecil di Kabupaten Mamuju

Tengah pada tahun 2014.

PERBANDINGAN REGIONAL

13

(23)

Statistik Daerah Kecamatan Pangale 2015

17

LAMPIRAN

Lampiran 1. Rata-Rata Curah Hujan dan Hari Hujan Setiap Bulan di Kecamatan Pangale Tahun

2014

Bulan

Curah

Hujan

(mm)

Hari Hujan

(1)

(2)

(3)

Januari

96

7

Februari

54

2

Maret

341

6

April

262

7

Mei

494

18

Juni

146

5

Juli

113

5

Agustus

81

4

September

27

2

Oktober

30

1

November

227

10

Desember

489

15

Rata-Rata

194

8

http://mamujukab.bps.go.id

(24)

18

Statistik Daerah Kecamatan Pangale 2015

Lampiran 2. Banyaknya Penduduk Menurut Desa dan Jenis Kelamin di Kecamatan Pangale

Tahun 2014

Desa

Jumlah Penduduk

Laki-Laki

Perempuan

Jumlah

(1)

(2)

(3)

(4)

Pangale

835

974

1809

Sartanamaju

507

586

1093

Polo Pangale

940

818

1758

Kuo

1453

1234

2687

Polo Lereng

842

785

1627

Polo Camba

577

564

1191

Lamba Lamba

689

825

1514

Kombiling

972

1055

2027

Lemo Lemo

380

378

758

Jumlah

7195

7219

14414

http://mamujukab.bps.go.id

(25)
(26)

Gambar

Tabel 1.1 Letak Geografis Kec. Pangale  Keadaan Geografi
Tabel 1.2. Topografi Desa di Kecamatan Pangale  Dari 9 desa yang ada di Pangale terdapat 3  desa berbukit sedang sisanya merupakan daerah  dataran
Tabel  2.2  Jumlah pegawai  di Kecamatan Pangale  berdasrkan jenis kelamin tahun 2014
Grafik 3.1 Jumlah Penduduk Kecamatan Pangale  Tahun 2012 – 2013  63006400650066006700680069007000710072007300 2012 2013 2014 Laki-Laki Perempuan http://mamujukab.bps.go.id
+7

Referensi

Dokumen terkait

Faktor pemasaran adalah kendala dalam mengembangkan usaha industri rumah tangga kacang sihobuk di Kecamatan Tarutung dan Kecamatan sipoholon diakibatkan percetakan

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik pekerja anak di sektor industri rumah tangga batik Murni Aseh, habitus pekerja anak di sektor industri rumah

Industri kecil atau industri kerajinan rumah tangga sangat besar peranannya dalam masalah tenaga kerja, karena industri kerajinan rumah tangga atau industri kecil

Industri rumah tangga yang terdapat di seluruh desa di kecamatan Ajibata. terdapat 30 industri

Tabel 4.17 Banyaknya Rumah Tangga Pelanggan PLN Menurut Gampong di Kecamatan Bandar Baru, 2014. Nama Gampong Jumlah Pelanggan PLN Jumlah Pelanggan Jumlah Rumah Tangga (1) (2)

Jumlah rumah tangga usaha pertanian kelompok umur 15-24 tahun dengan kepala rumah tangga laki-laki tercatat sebesar 74 rumah tangga, lebih tinggi daripada kepala rumah

Biaya Sewa Tempat Usaha Biaya Sewa Tempat Usaha Jumlah Biaya Operasional Usaha ( 1 ) Jumlah Biaya Operasional Usaha ( 1 ) 2.. Biaya Operasional Rumah Tangga Biaya Operasional

Jumlah rumah tangga usaha pertanian kelompok kepala rumah tangga pertanian usia muda (umur 15 - 34 tahun) dengan kepala rumah tangga laki-laki tercatat sebesar 26.149 rumah tangga,