• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pertemuan-6 (Bertanggung Jawab)

N/A
N/A
RASHIF QADRI RAMADHAN

Academic year: 2022

Membagikan "Pertemuan-6 (Bertanggung Jawab)"

Copied!
65
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

BERDO’A, BACA SURAT AL-FAATIHAH

(3)

5. Berlaku Adil 5. Berlaku Adil

3. Bertanggung Jawab 3. Bertanggung Jawab 2. Berlaku Jujur

2. Berlaku Jujur2. Berlaku Jujur 2. Berlaku Jujur

6. Berkolaborasi Dan Bersatu 6. Berkolaborasi Dan Bersatu 1. Menyayangi Sesama

1. Menyayangi Sesama

4. Menegakan Disiplin 4. Menegakan Disiplin

AGENDA PERTEMUAN - 06

11. Berlaku Adil 11. Berlaku Adil

9. Bertanggung Jawab 9. Bertanggung Jawab

8. Berlaku Jujur 8. Berlaku Jujur

12. Berkolaborasi Dan Bersatu 12. Berkolaborasi Dan Bersatu

7. Menyayangi Sesama 7. Menyayangi Sesama

10. Menegakan Disiplin 10. Menegakan Disiplin

(4)

Berkaitan dengan “jawab jawab”. Bertanggung jawab berarti dapat menjawab bila ditanyai tentang segala perbuatan yang dilakukannya.

KONSEP BERTANGGUNG JAWAB

(5)
(6)

MACAM-MACAM TANGGUNG JAWAB

1. Bertanggung Jawab Terhadap Diri Sendiri 1. Bertanggung Jawab Terhadap Diri Sendiri1. Bertanggung Jawab Terhadap Diri Sendiri 1. Bertanggung Jawab Terhadap Diri Sendiri

2. Bertanggung Jawab Terhadap Keluarga 2. Bertanggung Jawab Terhadap Keluarga

Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya, (QS 74. Al Muddatstsir : 38)

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu;

penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (QS 66.

At Tahrim : 6)

(7)

MACAM-MACAM TANGGUNG JAWAB

3. Bertanggung Jawab Terhadap Masyarakat 3. Bertanggung Jawab Terhadap Masyarakat

Pada hakekatnya manusia tidak bisa hidup tanpa bantuan manusia lain, sesuai dengan kedudukannya sebagai mahluk sosial. Karena membutuhkan manusia lain maka ia harus berkomunikasi dengan manusia lain. Sehingga dengan demikian manusia disini merupakan anggota masyarakat yang tentunya mempunyai tanggung jawab seperti anggota masyarakat yang lain agar dapat melangsungkan hidupnya dalam masyrakat tersebut. Wajarlah apabila segala tingkah laku dan perbuatannya harus dipertanggung jawabkan kepada masyarakat.

(8)

MACAM-MACAM TANGGUNG JAWAB

4. Bertanggung Jawab Terhadap Bangsa/Negara 4. Bertanggung Jawab Terhadap Bangsa/Negara4. Bertanggung Jawab Terhadap Bangsa/Negara 4. Bertanggung Jawab Terhadap Bangsa/Negara

5. Bertanggung Jawab Terhadap Tuhan 5. Bertanggung Jawab Terhadap Tuhan

Suatu kenyataan lagi, bahwa tiap manusia, tiap individu adalah warga negara suatu negara. Dalam berpikir, berbuat, bertindak, bertingkah laku manusia tidak dapat berbuat semaunya sendiri. Bila perbuatan itu salah, maka ia harus bertanggung jawab kepada negara.

Tuhan menciptakan manusia di bumi ini bukanlah tanpa tanggung jawab, melainkan untuk mengisa kehidupannya manusia mempunyai tanggung jawab langsung terhadap Tuhan. Sehingga tindakan manusia tidak bisa lepas dari hukum-hukum Tuhan yang dituangkan dalam berbagai kitab suci melalui berbagai macam agama.

(9)

• Seorang mahasiswa bebas kalau tidak perlu masuk kuliah karena hari itu libur atau karena hari itu ia mengambil keputusan untuk bolos.

Ia bebas dalam arti lepas dari kewajiban belajar dan dapat mengisi waktu sekehendak hati

ILUSTRASI PRILAKU BERTANGGUNG JAWAB

(10)

•Seorang manajer dapat mengatakan bahwa jam sekian ia masih bebas, maksudnya tidak terikat oleh janji

•Kata bebas dipakai juga dalam arti bila orang berbicara pergaulan bebas, cinta bebas, atau seks bebas. Artinya: terlepas dari segala peraturan atau kaidah, Tidak demikian adanya.

ILUSTRASI PRILAKU BERTANGGUNG JAWAB

(11)

Kebebasan adalah suatu kondisi yang memungkinkan manusi menentukan dirinya

ILUSTRASI PRILAKU BERTANGGUNG JAWAB

(12)

? ?

(13)

Manusia adalah mahluk sosial.

Dalam kesosialannya diandaikan kebebasan dan setiap kesosialan yang mengandaikan kebebasan selalu lahir implikasi yang harus dipertanggungjawabkan

ILUSTRASI PRILAKU BERTANGGUNG JAWAB

(14)

Kebebasan Fisik

Suatu kondisi yang

memungkinkan manusia melakukan tindakan fisik

ILUSTRASI PRILAKU BERTANGGUNG JAWAB

(15)

Kebebasan Psikis / Rohani Kondisi yang memungkinkan manusia melakukan tindakan secara psikis (tidak ada halangan atau rintangan ketika berkehendak melakukan suatu tindakan)

ILUSTRASI PRILAKU BERTANGGUNG JAWAB

(16)

Kebebasan eksistensial adalah kebebasan menyeluruh yang menyangkut seluruh pribadi manusia yang tidak terbatas salah satu aspek.

ILUSTRASI PRILAKU BERTANGGUNG JAWAB

(17)

Batas Kebebasan

• Dari dalam

– Segala keterbatasan yang dimiliki manusia secara fisik maupun secara psikis

• Lingkungan

– Kondisi-kondisi lingkungan tertentu yang membuat

berbagai keinginan dan tindakan manusia tidak mungkin dilakukan

• Kebebasan Orang Lain

– Setiap manusia memiliki kebebasannya masing-masing dan hal tersebut menjadi pembatas bagi kebebasan

menusia yang lainnya

– Hak setiap manusia atas kebebasan yang sama

– Saya bersama dengan yang lain merupakan anggota masyarakat

(18)

Cara Pembatasan

• Melalui paksaan atau pemerkosaan fisik

• Melalui tekanan atau manipulasi fisik

• Malalui pewajiban atau pelarangan

(19)

SEMAKIN BERTANGGUNG JAWAB SEMAKIN BEBAS

• Orang yang bertanggung jawab adalah

oarang yang menguasai dirinya yang tidak ditaklukan oleh perasaan-perasaan dan

emosi, yang sanggup untuk menuju tujuan

yang disadari pentingnya meskipun hal itu

berat

(20)

Pertanggungjawaban terbuka

• Agar pertanggungjawaban selalu dapat

dituntut, pembatasan kebebasan sosial

harus dilakukan secara terbuka dan terus

terang

(21)

Tingkatan kebebasan

• X mencuri, tetapi ia tidak tahu bahwa ia mencuri

• XX mencuri karena ia seorang kleptoman

• XXX mencuri karena ia menyangka ia boleh mencuri

• X4 mencuri karena orang lain memaksa dia dengan mengancam jiwanya

• X5 mencuri karena ia tidak bisa mengendalikan

nafsunya.

(22)

ETIKA BISNIS &

TANGGUNG JAWAB SOSIAL

Etika Bisnis :

• Suatu rangkaian prinsip yang harus diikuti apabila menjalankan bisnis

Tanggung Jawab Sosial :

• Suatu pengakuan dari perusahaan bahwa

keputusan bisnis dapat mempengaruhi

masyarakat (komunitas dan lingkungannya) dan

secara luas meliputi tanggung jawab

perusahaan terhadap pelanggan, karyawan dan

Kreditur

(23)

Etika Bisnis &

tanggjawab Sosial

Keputusn Bisnis

Pendapatan Perusahaan

Nilai Perusahaan

Keputusan yang tidak etis bisanya timbul jika pengambilan keputusan hanya untuk menguntungkan diri sendiri dari pada pemegang kepentingan (karyawan, pemegang saham, lingkungan )

Praktek bisnis yang tidak etis dapat

berpengaruh tidak baik terhadap nilai

perusahaan.

(24)

A. Tanggung Jawab kepada Pelanggan

Tanggung Jawab kepada Pelanggan jauh lebih luas dari pada hanya menyediakan barang atau jasa. Perusahaan mempunyai tanggung jawab ketika memproduksi dan menjual produk.

Dalam praktek tanggung jawab ydm meliputi :

Tanggung Jawab Produksi :

Produk harus diproduksi dengan keyakinan menjaga kesela- matan pelanggan. Label peringatan harus ada guna mencegah kecelakaan karena salah dalam penggunaan dan adanya efek samping

Tanggung Jawab Penjualan :

Perusahaan tidak melakukan strategi penjualan yang terlalu agresive atau iklan yang menyesatkan. Perlu survey kepuasan pelanggan, dimana ybs diperlakukan sebagaimana mestinya.

(25)

Cara MenjaminTanggungJawab Sosisal Kepada Pelanggan

Dapat di lakukan dengan tahapan sbb. : 1. Ciptakan Kode Etik

• Berisi serangkaian petunjuk untuk kualitas produk, sekaligus sebagai petunjuk bagaimana karyawan, pelanggan dan pemilik seharusnya dipelihara

2. Memantau Semua Keluhan

• Hubungi pelanggan apabila mereka mempunyai keluhan mengenai kualitas produk atau lainnya.

• Cari sumber keluhan dan yakinkan bahwa problem tersebut tidak akan timbul lagi

.

(26)

3.Umpan Balik Pelanggan

Meminta pelanggan untuk memberi umpan balik atas

barang/jasa yang mereka beli walaupun selama ini tidak ada keluhan a.l dengan mengirim kuesioner.

Cara Konsumerisme Menjamin Tanggung Jawab Terhadap Pelanggan

Tanggung jawab kepada pelanggan didorong juga oleh sekelompok konsumen tertentu. Konsumerisme mewakili permintaaan kolektif pelanggan dimana

bisnis memenuhi kebutuhan mereka.

(27)

Cara Pemerintah Menjamin Tanggung Jawab Terhadap Pelanggan

Pemerintah cenderung menjamin tanggung jawab kepada pelanggan dengan berbagai hukum atas

keamanan produk, iklan dan kompetisi industri, yaitu melalui :

P.P Tentang Keamanan Produk

Pemerintah melindungi konsumen dengan memberikan peraturan atas beberapa produk perusahaan

P.P Tentang Periklanan

Pemerintah menciptakan hukum yang melarang iklan yang menyesatkan

P.P Tentang Kompetisi Industri

Pemerintah mempromosikan persaingan diseluruh industri, karena persaingan dapat menghindari penggunaan taktik penjualan yang menyesatkan serta praktek monopoli.

(28)

B. Tanggung Jawab kepada Karyawan

a. Rasa Aman para Karyawan

• Meyakinkan a.l tempat kerja adalah aman bagi karyawan dengan selalu mengecek peralatan kerja supaya selalu dalam kondisi layak dan tidak berbahaya.

b. Perlakuan layak oleh karyawan lain

• Perusahaan bertanggung jawab untuk meyakinkan bahwa para karyawan diperlakukan layak oleh karyawan lain. Issue yang timbul biasanya masalah diversitas (kelainan, perbedaan) karyawan dan pelecehan seksual

c. Kesempatan yang sama

• Karyawan yang melamar untuk suatu posisi tidak seharusnya ditolak karena diskriminasi masalah sara

(29)

Cara Perusahaan MeyakinkanTanggung Jawab Kepada Karyawan

– Untuk meyakinkan bahwa karyawan menerima perlakuan yang layak, beberapa perusahaan menciptakan prosedur keluhan untuk karyawan yang merasa bahwa mereka tidak diberi kesempatan yang sama.Keluhan ditangani oleh seseorang atau departemen/bagian/seksi yang ditunjuk perusahaan. Adanya masukan ydm.

perusahaan berusaha memecahkan dan

memperbaiki prosedurnya untuk menghindari

keluhan kayawan selanjutnya

(30)

Konflik Dengan Pemberhentian Karyawan

– Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) mungkin berguna untuk mengurangi biaya yang sangat substansial dan memuaskan pemegang saham, disamping itu supaya perusahaan bertahan hidup. Ini mungkin cara terbaik bagi perusahaan, tetapi tidak bagi karyawan.

– Solusi terbaik adalah dengan menyalurkan

karyawan yang di PHK pada pekerjaan lain

dalam perusahanan atau group perusahaan

(31)

C. Tanggung Jawab Kepada Pemegang Saham

Perusahaan bertanggung jawab untuk memuaskan pemilik (pemegang saham) Cara Perusahaan Meyakinkan

Tanggung Jawab

• Manajer perusahaan memonitor keputusan perusahaan untuk meyakinkan bahwa mereka membuatnya untuk kepentingan pemilik.

• Gaji karyawan dikaitkan dengan kinerja perusahaan, dalam hal ini karyawan tinggal memfocuskan pada memaksimalkan nilai perusahaan

(32)

Cara Pemegang Saham Meyakinkan Tangung Jawab :

• Pemegang saham aktif dalam mempengaruhi kebijakan manajemen perusahaan, terlebih ketika mereka tidak puas dengan gaji para eksekutif perusahaan atau kebijakan lain.

Pemegang saham yang sangat aktif umumnya investor institusi yang memiliki sejumlah besar saham. Mereka akan meminta pertangungjawaban eksekutif perusahaan atas ketidak puasannya

Konflik dengan Kompensasi Eksekutif yang berlebihan

• Salah satu perhatian utama pemegang saham adalah gaji yang diberikan kepada para eksekutif perusahaan (CEO) dan eksekutif lainnya Isu ini timbul manakala perusahaan membayar gaji tinggi kepada para eksekutif, dilain fihak imbalan yang diterima oleh para pemegang atas investasinya tidak memuaskan

.

(33)

D. TANGGUNG JAWAB KEPADA KREDITOR

• Jika perusahaan mengalami masalah keuangan dan tidak dapat memenuhi kewajibannnya, harus memberi tahu para kreditor. Biasanya kreditor bersedia memperpanjang jatuh tempo pembayaran serta memberi advis dalam mengatasi masalah keuangan

E.TANGGUNG JAWAB PADA LINGKUNGAN

• Proses produksi yang digunakan perusahaan juga produksi yang dihasilkan dapat mencemari atau merusak lingkungan misalnya polusi udara (CO2) yang berbahaya bagi masyarakat dan polusi tanah akibat sampah/limbah beracun yang mengakibatkan tanah tidak atraktif dan tidak berguna untuk keperluan lain seperti pertanian

(34)

Upaya yang dilakukan untuk mengatasi polusi

 Perusahaan membatasi jumlah CO2 yang disebabkan oleh proses produksi a.l dengan mendesain peralatan produksi dan produknya.

 Merevisi proses produksi dan pengemasan untuk mengurangi jumlah sampah/limbah

 Menyimpan sampah meracun dan mengirimkannya ketempat pembuangan sampah khusus

 Mendaur ulang plastik dan membatasi pemakaian material yang akan menjadi sampah yang solid

 Perusahaan harus memiliki program lingkungan yang dirancang untuk mengurangi kerusakan lingkungan

(35)

Konflik dengan Tanggung Jawab Lingkungan

• Walaupun perusahaan setuju bahwa lingkungan yang bersih diperlukan, namun masalahnya seberapa besar tanggung jawab yang harus mereka pikul untuk memelihara dan memperbaiki lingkungan.

• Hal ini menyangkut masalah biaya, karena pengeluaran dana yang begitu besar untuk lingkungan akan berakibat pada keuntungan perusahaan, yang pada gilirannya berdampak pada kepentingan para pemegang saham maupun para investor.

(36)

F. Tanggung Jawab Kepada Komunitas

• Apabila perusahaan membangun suatu basis komunitas, mereka menjadi bagian dari komunitas.

Perusahaan menunjukkan kepedulian- nya kepada

komunitas dengan mensponsori event lokal atau

memberi donasi kepada kelompok sosial lokal. Misal

suatu bank memberi kredit lunak kepada masyarakat

sekitarnya yang berpenghasilan rendah dan kepada

komunitas minoritas. Atau beberapa perusahaan

besar memberi donasi kepada universitas

terkemuka

(37)

Konflik dengan Memaksimalkan Tanggung Jawab Sosial

• Kebijakan perusahaan yang memaksimalkan tanggung jawab sosial dapat menimbulkan konflik dengan memaksimalkan nilai perusahaan.

• Biaya yang dikeluarkan untuk mencapai tujuan akan dibebankan kepada pelanggan. Jadi kecenderungan memaksimalkan tanggung jawab sosial terhadap komunitas akan mengurangi kemampuan perusahaan menyediakan produk dengan harga wajar kepada konsumen.

• Hendaknya dukungan sosial tidak hanya menolong masyarakat tetapi dapat juga menjadi alat pemasaran bagi perusahaan.

(38)

Tanggung Jawab Bisnis dalam Lingkungan Internasional

• Apabila perusahaan bersaing dalam lingkungan bisnis internasional, mereka harus tanggap akan perbedaan budaya. Misalnya perusahaan dibeberapa negara tidak semua berpandangan bahwa memberi imbalan kepada pelanggan atau pemasok besar sebagai tidak etis.

• Perusahaan cenderung menyesuaikan dengan etika

dan tanggung jawab bisnis dalam kerangka

internasional, sehingga mereka dapat membangun

reputasi global untuk menjalankan roda bisnis dengan

cara yang etis.

(39)

G. Biaya Untuk Memenuhi Tanggung Jawab Sosial

Kemungkinan biaya yang timbul sebagai akibat tanggung jawab sosial kepada :

1. Pelanggan, adalah : Menciptakan program menerima dan memecahkan keluhan, Melakukan survey untuk mengeta - hui kepuasan pelanggan,Gugatan hukum oleh pelanggan

2. Karyawan, adalah : Menciptakan program menerima dan memecahkan keluhan, Melakukan survey untuk mengeta -hui kepuasan karyawan, Gugatan hukum oleh karyawan karena diskriminasi atau tuduhan tanpa bukti

3. Pemegang Saham, adalah : Mengumumkan Informasi Keuangan secara periodik, Gugatan hukum atas tuduhan bahwa manajer perusahaan tidak memenuhi tanggung jawabnya kepada para pemegang saham

4. Lingkungan, adalah: Memenuhi regulasi pemerintah akan lingkungan, Memenuhi janji akan petunjuk lingkungan yang dibuat perusahaan

(40)

7 ETOS KERJA

1. KERJA ADALAH RAHMAT AKU BEKERJA TULUS PENUH SYUKUR 2. KERJA ADALAH AMANAH AKU BEKERJA BENAR PENUH

TANGGUNG JAWAB

3. KERJA ADALAH PANGGILAN AKU BEKERJA TUNTAS PENUH INTEGRITAS

4. KERJA ADALAH AKTUALISASI AKU BEKERJA KERAS PENUH SEMANGAT

5. KERJA ADALAH IBADAH Aku Bekerja serius Penuh Kecintaan 6. KERJA ADALAH SENI AKU BEKERJA CERDAS PENUH

KREATIVITAS

7. KERJA ADALAH KEHORMATAN AKU BEKERJA TEKUN PENUH KEUNGGULAN

(41)

Rahmat

Rahmat adalah kebaikan yang kita terima karena kasih sayang Sang Maha Pemberi.

Rahmat adalah fasilitas ilahi bagi pertumbuhan dan kemajuan kita menuju puncakpotensi diri kita sehingga kita bisa hidup sepenuh-penuhnya.

Rahmat adalah wujud kasih sayang Tuhan yang melimpah kepada kita.

Rahmat adalah sumber mentalitas berkelimpahan.

Rahmat adalah pangkal dari semua sikap dan pikiran positif.

Rahmat adalah segala yang membuat manusia dapat hidup dan tumbuh secara wajar.

Rahmat adalah fasilitator dan navigator keberhasilan.

Rahmat selalu bermaksud melindungi dan mendukung hidup kita menuju taraf yang lebih baik.

(42)

• Rahmat tiada pandang bulu, umur, jenis kelamin dan status.

• Bila mata hati kita terbuka dan akal budi kita

tercerahkan maka wajah rahmat terlihat dimana- mana.

• Hari ini adalah berkah yang sedang mengalir,

kemarin sudah menjadi sejarah sedangkan esok baru sebuah kemungkinan.

• Sesungguhnya rahmat melimpah disekitar kita,

bahkan seolah sedang mengepung kita dari segala

penjuru.

(43)

Tiga jenis rahmat:

a. Rahmat Umum:

• Rahmat umum adalah kebaikan semesta yang kita terima tanpa syarat : matahari, bumi dan segenap sumber daya mineral dan hayatinya, air dan oksigen, kesehatan, kecerdasan,

kewarasan, hati nurani, imajinasi dan potensi-

potensi lainnya.

(44)

b. Rahmat Khusus:

• Rahmat khusus bersifat unik, dan hanya diberikan kepada orang tertentu atau kelompok tertentu saja ; Bakat dan potensi pribadi kita yang unik serta

pekerjaan adalah rahmat khusus dari Tuhan.

(45)

c. Rahmat Terselubung

• Rahmat terselubung adalah rahmat yang bertopeng (blessing in disguise), yang muncul dari balik

peristiwa – peristiwa jahat, buruk, celaka, atau malapetaka.

• Untuk memahami, menerima dan menghayati

rahmat terselubung dibutuhkan mata transendental, mata batin, atau mata hati yang mampu melihat

tangan Tuhan di balik semua peristiwa. Itulah iman yang tulus bahwa Sang Mahabaik tetap

menyelenggarakan kebaikan melalui peristiwa

apapun termasuk yang buruk.

(46)

rahmat adalah kekuatan yang mentransformasikan manusia :

Mengubah yang culas menjadi ikhlas.

Mengubah yang tercengkeram kemelekatan menjadi mampu bersikap legowo.

Mengubah yang terkungkung sikap aji mumpung menjadi bajik dan bijak.

Mengubah jiwa-jiwa kerdil menjadi jiwa-jiwa besar : sanggup menerima kekalahan dengan lapang dada bahkan rela mengalah dan dikalahkan.

Mengubah yang pendendam menjadi pemaaf : tidak memelihara kebencian dan tidak memupuk sakit hati.

Mengubah yang pelit jadi mampu bekerja tulus penuh syukur: tidak pamrih, tidak mengeluh, tidak bersungut-sungut, tidak merengek-rengek, tidak iri pada rezeki orang, dan tidak menuntut apa yang tak patut.

Mengubah yang tunduk pada naluri dan hasrat-hasrat rendah menjadi mampu berperilaku mulia sesuai martabat dirinya.

Mengubah yang selalu negatif dan reaktif menjadi senantiasa positif dan proaktif

(47)

ETOS 2

KERJA ADALAH AMANAH AKU BEKERJA BENAR PENUH

TANGGUNG JAWAB

(48)

Amanah

• Kerja adalah amanah, Jabatan adalah amanah.

Melalui kerja kita menerima amanah.

• Amanah adalah titipan berharga yang dipercayakan kepada kita.

• Semakin besar tanggungjawab kita semakin besar pula bobot diri kita.

• Kompetensi dan integritas adalah sepasang kualitas

utama agar orang mampu mengemban amanah.

(49)

• Kita menerima amanah kehidupan dari Sang Pemilik Hidup, karenanya kita bertanggungjawab atas setiap detik hidup kita yang fana ini.

• Kita semua adalah pemegang amanah. Tidak hanya satu tetapi banyak amanah.

• Barangsiapa berhasil mengemban amanah kecil akan mendapat kepercayan mengemban amanah besar.

• Tanggungjawab harus diwujudkan dengan benar, baik esensi, semangat, maupun teknis pelaksanaannya.

• Tanggungjawab harus ditunaikan setara dengan bobot amanah yang dipercayakan.

• Tidak ada tanggungjawab tanpa kesadaran amanah.

Amanah melahirkan tanggungjawab

(50)

ETOS 3

KERJA ADALAH PANGGILAN AKU BEKERJA TUNTAS PENUH

INTEGRITAS

(51)

Panggilan

Panggilan ( calling atau vacation ) adalah bidang pekerjaan khusus yang kita tekuni sebangai bentuk panggilan Tuhan atas kita.

• Panggilan bersifat unik, tiap-tiap orang terpanggil secara khusus untuk melakukan tugas-tugas

tertentu

• Panggilan juga bersifat umum, di mana semua

orang, tanpa kecuali,sudah sepatutnya melakukan kebaikan, kebenaran, dan keadilan dalam segala ucapan dan perbuatannya.

• Keutuhan ucapan, perasaan, pikiran, dan

perbuatan kita pada hakikatnya itulah yang disebut

integritas.

(52)

• Keseriusan menggumuli eksistensi hidup dalam

relasinya dengan pekerjaan menentukan kemampuan kita menyimpulkan apakah pekerjaan kita adalah

suatu sebuah panggilan atau tidak.

• Melakoni panggilan hidup, dalam dan melalui

pekerjaan, dengan segenap integritas sudah

sewajarnya akan mendatangkan kesukacitaan,

kegembiraan, dan kepuasan jiwa.

(53)

ETOS 4

KERJA ADALAH AKTUALISASI AKU BEKERJA KERAS PENUH

SEMANGAT

(54)

• Kerja keras, keyakinan, dan fokus adalah tiga serangkai kunci menuju keberhasilan.

• Mengutuki masa lalu adalah kesia-siaan, karena yang lalu tak mungkin kembali, dan yang mendatang tak mungkin ditentang.

• Mengeluh kurang waktu tidak pernah membukakan jalan- jalan yang buntu, karena masalah sebenarnya adalah

rendahnya semangat, lemahnya tekad, dan kurangnya niat untuk bekerja keras.

• Bekerja keras mendaki gunung keberhasilan akan memperluas cakrawala pandang dan memperkaya pengalaman.

• Orang-orang luar biasa memiliki satu persamaan : memiliki misi yang jelas, komitmen yang kuat untuk mewujudkannya sehingga kerja keras merupakan kenikmatan.

(55)

ETOS 5

KERJA ADALAH IBADAH Aku Bekerja serius Penuh

Kecintaan

(56)

– kerja itu Ibadah, yang intinya adalah tindakan memberi atau membaktikan harta, waktu, hati, dan pikiran kepada dia yang kita abdi. Melalui pekerjaan, kita bertumbuh

menjadi manusia yang kualitas kepribadian, karakter, dan mentanya berkembang kearah yang ilahi.

– Beribadah berarti berbakti dengan segenap hati,

mengabdi tuntas penuh totalitas, dan berserah pasra dengan segenap cinta.

– Ibadah yang benar harus dilakukan dengan khusuk,

serius, dan sungguh-sungguh. Bengitu pula bekerja yang benar.

– Ibadah memerlukan pengorbanan, namun pengorbanan untuk suatu idealisme adalah kebahagiaan, dan

pengorbanan yang didorong oleh rasa cinta adalah suka cita.

– Makna ibadah adalah persembahan diri, pemasrahan diri, penyerahan diri.

(57)

ETOS 6

KERJA ADALAH SENI

AKU BEKERJA CERDAS PENUH

KREATIVITAS

(58)

– Etos seni adalah penjabaran pengalaman artistic kita, yaitu ekspresi budi-akhlak-iman kita dalam ungkapan – ungkapan estetik yang berwujud karya-karya, yang pada gilirannya akan mempertinggi kompetensi budi-aklak- iman kita, dan dengan demikian menjadikan manusia insane kamil di bumi Tuhan.

– Kerja yang dilakoni dengan paradingma seni memuaskan dahaga jiwa kita sekaligus mengembangkan talenta seni itu sendiri; membuat kita dipenuhi oleh daya cipta asli, kreasi-kreasi baru, dan gagasan-gagasan inovatif.

Hasilnya, buah pekerjaan kita akan disukai orang lain, pelanggan, atau pengguna.

(59)

– Seni adalah sarana ekspresi jiwa manusia yang merefleksikan realitas hidup yang ditangkap sebagai sebuah pengalaman batin.

– Seni adalah segala bentuk keindahan yang datang dari dorongan perasaan dalam jiwa manusia.

– Seni adalah menampilkan cita rasa tinggi, yang pada gilirannya sanggup memperkenalkan

kesadaran dan kearifan baru bagi masyarakat

penikmatnya, sehingga olehnya kita semua akan

lebih beradab dan berbudaya

(60)

ETOS 7

KERJA ADALAH KEHORMATAN AKU BEKERJA TEKUN PENUH

KEUNGGULAN

(61)

– Kerja adalah kehormatan karena berkarya dengan kemampuan sendiri adalah kebajikan suatu kebajikan sosial di mana kita diakui sebagai manusia produktif dan kontributif.

– Mencari kehormatan merupakan salah satu motivasi terkuat dalam struktur hati manusia yang adalah

ekspresi langsung spiritualitas terbaik kita.

– Perilaku kerja yang etis adalah satunya kata dan perbuatan, janji dan kenyataan,visi dan aksi.

– Kehormatan yang sejati bersumberpada kepribadian

yang otentik,akhlak yang mulia, pekerti yang terpuji, hati yang bersih, nurani yang bening, budi yang luhur, karya yang unggul, kinerja yang hebat, dan kualitas yang

luarbiasa.

(62)

• Kekuatan kehormatan : kehormatan adalah harga diri yang dipertaruhkan

– berprestasi tinggi mengundang rasa hormat orang.

– Secara intrinsic pekerjaan menyediakan rasa hormat diri ( self-respect ) yang tumbuh dari kesadaran bahwa kita mandiri, kompeten, dan berguna.

– Kehormatan berarti menunjukkan perilaku kerja yang etis dan menjauhi perilaku kerja yang nista.

– Orang yang mampu menjaga kehormatan, terutama secara moral dan professional, biasanya akan diberi kehormatan yang lebih tinggi.

(63)

ETOS 8

KERJA ADALAH PELAYANAN

AKU BEKERJA SEMPURNA

PENUH KERENDAHAN HATI

(64)

• Apa pun pekerjaan kita sesungguhnya kerja adalah untuk melayani. Secara sosial

pelayanan adalah yang mulia, karena itu

hakikat pekerjaan kita pun mulia dan sebagai makluk pekerja kita semua adalah insane

yang mulia.

(65)

• Cara umum untuk memperoleh kemuliaan ialah dengan melayani sebaik-baiknya untuk khalayak seluas-luasnya

• Ciri utama kemuliaan adalah karakter yang altruistik, yaitu sikap tidak mementingkan diri sendiri bahkan rela berkorban demi melayani orang lain.

• Dengan melayani di dalam dan melalui pekerjaan kita maka aspirasi kemuliaan kita terpenuhi sekaligus

harkat profesi kita pun bertambah mulia.

• Melalui pelayanan maka pekerjaan kita termuliakan sebagaimana juga akhlak, kepribadian, dan

budipekerti kita.

Referensi

Dokumen terkait

ini masuk dalam kategori “rendah”, namun yang perlu menjadi perhatian adalah akumulasi “dampak rendah” tersebut dalam periode waktu revolusi satelit yang

Setelah dilakukan pengujian dengan mengacu pada data percobaan tabel 6, maka dapat diperoleh bahwa dengan menggunakan sensor PIR memiliki kelebihan, yaitu harganya

Dan atas semua hal inilah Kompas dirasa sangat perlu untuk melakukan kegiatan sosial, dengan penyisihan dana sebagian guna mengisi Dana Kemanusiaan Kompas, Kompas

Rukun Islam, seperti yang diketahui, ada lima bentuk ajaran, yaitu mengucapkan dua kalimat sumpah ( syah ā datain ) bahwa Allah adalah Tuhan satu- satunya dan tidak ada

Berdasarkan hasil penelitian di Rumah Sakit Dr.R.Ismoyo sebelum dilakukan pengecekkan terhadap kelayakan berkas persyaratan oleh petugas verifikator BPJS.

[r]

Dalam makalah sebelumnya (7), telah dilaporkan kinetika radiasi kopolimerisasi tempel DMAEA dengan film LDPE, berikut ini dilaporkan beberapa sifat daD karakte-ristik dari