4. ANALISA DAN PEMBAHASAN
4.1. Gambaran Umum Hotel Nirwana 4.1.1. Sejarah Berdirinya Hotel Nirwana
Hotel Nirwana merupakan hotel lokal yang sedang berkembang di daerah Bojonegoro Jawa Timur. Hotel Nirwana didirikan pada tanggal 17 Februari 2008 oleh UD. Nirwana Indah. Hotel yang berlokasi di Jl. Veteran Bojonegoro Jawa Timur ini memiliki lokasi yang sangat strategis karena berada dekat dengan stasiun kota Bojonegoro dan akses menuju pusat kota Bojonegoro sangat dekat.
Hotel Nirwana juga memberikan pelayanan dibidang kuliner, yaitu dengan membuka Café Pizza & Pasta.
4.1.2. Fasilitas yang dimiliki Hotel Nirwana
Hotel Nirwana memiliki beberapa fasilitas yang mendukung kemajuan dan perkembanganya. Berikut adalah beberapa fasilitas yang dimiliki oleh Hotel Nirwana :
1. Hotel Nirwana memiliki 31 kamar yang terdiri dari 1 cottage, 7 kamar deluxe, 13 kamar superior, 5 kamar standard dengan air conditioner, dan 5 kamar standard tanpa air conditioner. Masing-masing kamar memiliki fasilitas sebagai berikut :
a. Cottage
- Terdiri dari : 2 kamar double bed, air Conditioner, air panas dan air dingin, LCD TV 32”, TV 21”, mini kitchen, refrigerator, mini bar, dan amenities kits.
b. Deluxe
- LCD TV 32”, air conditioner, air panas dan air dingin, double atau twin bed, dan sofa.
c. Superior
- TV 21”, air conditioner, air panas dan air dingin.
d. Standard AC
- TV 14”, air conditioner, dan twin bed.
e. Standard
- TV 14”, kipas angin, dan twin bed.
2. Hotel Nirwana juga memiliki 1 meeting room yang berkapasitas 60 orang theater-seat atau 70 orang standing.
3. Café Pizza & Pasta merupakan kafe yang menyediakan beragam makanan Italia, Cina, dan Indonesia. Jam operasional café ini setiap harinya untuk breakfast adalah pukul 07.00 – 10.00 WIB khusus untuk tamu hotel, dan akan dibuka untuk umum pada pukul 10.00 – 23.00 WIB. Café ini berkapasitas 10 square-table yang tiap mejanya terdapat 4 kursi.
4. Hotel Nirwana juga memiliki 1 ruang karaoke. Ruangan ini mampu menampung 6 orang. Jam operasional ruang karaoke ini dari pukul 10.00 – 23.00 WIB.
4.1.3. Visi dan Misi Hotel Nirwana
Hotel Nirwana merupakan hotel lokal yang memiliki visi dan misi sebagai berikut :
a. Visi
- Menjadi hotel melati dengan pelayanan hotel berbintang.
b. Misi
- Menjadi hotel terbaik di Bojonegoro.
- Senyuman dan keramah-tamahan kepada setiap orang.
4.1.4. Struktur Organisasi
Gambar 4.1 Struktur Oganisasi Hotel Nirwana Bojonegoro OWNER
Food & Beverage Manager
Hotel Manager
Food & Beverage Kitchen Food & Beverage
Service
Front Office
Housekeeping
Cashier Laundry
4.1.5. Deskripsi Pekerjaan a. Food and Beverage Manager :
- Kepala bagian di restoran
- Bertanggung jawab langsung kepada owner
- Bertanggung jawab membuat laporan kerja kepada owner
- Membawahi food and beverage service dan food and beverage kitchen - Menanggani complain tamu di restoran
- Menjadi supervisor
- Membuat laporan keuangan setiap hari yang harus diserahkan kepada cashier
b. Hotel Manager :
- Kepala bagian di departemen front office - Bertanggung jawab langsung kepada owner
- Membawahi departemen front office dan housekeeping - Bertanggung jawab membuat laporan kerja kepada owner - Menjadi supervisor di departemen front office dan housekeeping - Memastikan standar kepada departemen front office dan housekeeping - Membuat laporan keuangan setiap hari yang harus diserahkan kepada
cashier
c. Food & Beverage Service : - Melayani tamu restoran
- Mengambil pesanan dan melayani kebutuhan tamu restoran - Mengantarkan pesanan makanan dan minuman tamu d. Food & Beverage Kitchen :
- Menyediakan makanan dan minuman yang dipesan tamu - Mempersiapkan makanan dan minuman yang sesuai standar
- Melakukan inovasi pada makanan dan minuman, sehingga menjadi menu baru di restoran
e. Front Office :
- Melayani proses check-in dan check-out tamu
- Mengantarkan barang-barang pelanggan hingga sampai ke dalam kamar tamu
- Melayani dan memastikan kebutuhan tamu hotel terpenuhi.
f. Housekeeping :
- Membersihkan setiap kamar di hotel
- Membersihkan seluruh fasilitas yang ada didalam hotel - Merawat dan menjaga kelestarian hotel
- Merawat dan menjaga properti hotel dan tamu hotel g. Cashier :
- Menghitung dan mencatat total transaksi seluruh hotel
- Membuat laporan keuangan hotel yang diserahkan kepada owner - Bertanggung jawab dalam pengeluaran dan pemasukan keuangan hotel h. Laundry :
- Bertanggung jawab mencuci dan mengeringkan semua linen kotor dari kamar dan restoran
- Menyediakan linen yang bersih dan kering, untuk menganti linen yang kotor di kamar dan di restoran
4.2. Validitas dan Reliabilitas Instrumen Penelitian
Uji validitas dan reliabilitas ini dilakukan kepada seluruh karyawan di Hotel Nirwana Bojonegoro, yaitu sebanyak 35 orang. Untuk menghitung pengujian validitas dan reliabilitas, dapat dilakukan dengan bantuan program SPSS.
4.2.1. Validitas
Validitas digunakan untuk menunjukkan seberapa baik suatu instrumen dapat mengukur suatu konsep tertentu. Uji validitas ini dilakukan terhadap masing – masing butir pertanyaan dari setiap variabel penelitian, yaitu personal knowledge (X1), job procedure (X2), technology (X3), dan kinerja karyawan (Y).
Setiap butir pertanyaan dinyatakan valid apabila r hitung > r tabel dan tingkat signifikansi < 0.05.
Berikut adalah hasil pengujian validitas untuk masing-masing item pertanyaan pada variabel personal knowledge (X1):
Tabel 4.1 Hasil Uji Validitas Variabel Personal Knowledge (X1)
Item Pertanyaan R hitung R tabel Signifikansi Keterangan
X1.1 0.647 0.334 0.000 Valid
X1.2 0.632 0.334 0.000 Valid
X1.3 0.514 0.334 0.002 Valid
X1.4 0.622 0.334 0.000 Valid
X1.5 0.715 0.334 0.000 Valid
X1.6 0.683 0.334 0.000 Valid
Sumber: Lampiran 2
Berdasarkan tabel 4.1 di atas, dapat diketahui bahwa semua butir pertanyaan adalah valid, karena r hitung > r tabel 0.334, dan tingkat signifikansi <
0.05. Dengan demikian keenam pertanyaan dalam variabel personal knowledge dapat dinyatakan valid.
Berikut adalah hasil pengujian validitas untuk masing-masing item pertanyaan pada variabel job procedure (X2):
Tabel 4.2 Hasil Uji Validitas Variabel Job Procedure (X2)
Sumber: Lampiran 2
Berdasarkan tabel 4.2 di atas, dapat diketahui bahwa semua butir pertanyaan pada variabel job procedure adalah valid, karena r hitung > r tabel 0.334 dan tingkat signifikansi < 0.05. Dengan demikian keempat pertanyaan dalam variabel job procedure dapat dinyatakan valid.
Item Pertanyaan R hitung R tabel Signifikansi Keterangan
X2.1 0.786 0.334 0.000 Valid
X2.2 0.730 0.334 0.000 Valid
X2.3 0.876 0.334 0.000 Valid
X2.4 0.555 0.334 0.001 Valid
Berikut adalah hasil pengujian validitas untuk masing-masing item pertanyaan dari variabel technology (X3):
Tabel 4.3 Hasil Uji Validitas Variabel Technology (X3)
Sumber: Lampiran 2
Berdasarkan tabel 4.3 diatas dapat diketahui bahwa butir-butir pertanyaan pada variabel technology adalah valid, karena r hitung > r tabel 0.334 dan tingkat signifikansi < 0.05. Dengan demikian keempat pertanyaan dalam variabel technology dapat dinyatakan valid.
Berikut adalah hasil pengujian validitas untuk masing-masing item pertanyaan dari variabel kinerja karyawan (Y):
Tabel 4.4 Hasil Uji Validitas Variabel Kinerja Karyawan (Y)
Sumber: Lampiran 2
Item Pertanyaan R hitung R tabel Signifikansi Keterangan
X3.1 0.752 0.334 0.000 Valid
X3.2 0.689 0.334 0.000 Valid
X3.3 0.788 0.334 0.000 Valid
X3.4 0.733 0.334 0.000 Valid
Item Pertanyaan R hitung R tabel Signifikansi Keterangan
Y1.1 0.729 0.334 0.000 Valid
Y1.2 0.451 0.334 0.007 Valid
Y1.3 0.564 0.334 0.000 Valid
Y1.4 0.292 0.334 0.089 Tidak Valid
Y1.5 0.512 0.334 0.002 Valid
Y1.6 0.636 0.334 0.000 Valid
Y1.7 0.439 0.334 0.008 Valid
Y1.8 0.420 0.334 0.012 Valid
Y1.9 0.507 0.334 0.002 Valid
Y1.10 0.507 0.334 0.002 Valid
Y1.11 0.635 0.334 0.000 Valid
Y1.12 0.689 0.334 0.000 Valid
Berdasarkan tabel 4.4 diatas, dapat diketahui bahwa butir pertanyaan Y1.1 – Y1.3 dan Y1.5 – Y1.12 dinyatakan valid karena r hitung > r tabel 0.334 dan tingkat signifikansi < 0.05. Sedangkan butir pertanyaan Y1.4 pada variabel kinerja karyawan adalah tidak valid, karena r hitung < r tabel 0.334, dan tingkat signifikansi > 0.05. Jadi, untuk perhitungan deskripsi tanggapan karyawan dan analisa regresi linier berganda tidak menggunakan butir pertanyaan Y1.4.
4.2.2. Reliabilitas
Reliabilitas digunakan untuk menunjukkan sejauh mana alat pengukur dapat diandalkan. Suatu kuesioner dinyatakan reliabel jika jawaban yang diberikan oleh masing – masing responden terhadap pertanyaan dalam kuesioner adalah konsisten. Untuk mengukur reliabel tidaknya suatu kuesioner, dapat digunakan Cronbach’s alpha. Jika nilai Cronbach’s alpha > nilai kritis 0.60, maka kuesioner tersebut dinyatakan reliabel.
Berikut adalah hasil pengujian reliabilitas pada masing-masing variabel penelitian:
Tabel 4.5 Hasil Uji Reliabilitas Masing-Masing Variabel
Sumber: Lampiran 3
Berdasarkan tabel 4.5 diatas dapat di ketahui bahwa variabel personal knowledge (X1), job procedure (X2), technology (X3), dan kinerja karyawan (Y) dapat dinyatakan reliabel, karena besarnya Cronbach’s alpha > nilai kritis 0.60.
Variabel Penelitian Cronbach Alpha Nilai Kritis Keterangan Personal Knowledge (X1) 0.690 0.60 Reliabel
Job Procedure (X2) 0.701 0.60 Reliabel
Technology (X3) 0.724 0.60 Reliabel
Kinerja Karyawan (Y) 0.757 0.60 Reliabel
4.3. Data Penelitian
4.3.1. Deskripsi Profil Karyawan
Berikut adalah deskripsi profil karyawan yang bekerja di Hotel Nirwana Bojonegoro:
1. Departemen
Tabel 4.6 Profil Karyawan Berdasarkan Departemen
Departemen Frekuensi Prosentase
Food & beverage Service 12 34.3
Food & beverage Kitchen 6 17.1
Front Office 8 22.9
Housekeeping 9 25.7
Total 35 100.0
Sumber: Lampiran 6
Berdasarkan dari tabel 4.6 diatas dapat dilihat bahwa karyawan yang berasal dari Food & beverage Service sebanyak 12 orang atau 34.3% dari total karyawan, Food & beverage Kitchen sebanyak enam orang atau sebesar 17.1%
dari total seluruh karyawan, sedangkan Front Office sebanyak delapan orang atau sebesar 22.9% dan sisanya dari Housekeeping sebanyak sembilan orang atau 25.7% dari total karyawan. Dengan ini terlihat bahwa mayoritas karyawan bekerja di departemen Food & beverage Service.
2. Jenis Kelamin
Tabel 4.7 Profil Karyawan Berdasarkan Jenis Kelamin
Jenis Kelamin Frekuensi Prosentase
Pria 16 45.7
Wanita 19 54.3
Total 35 100.0
Sumber: Lampiran 6
Berdasarkan tabel 4.7 diatas dapat dilihat bahwa karyawan pria sebanyak 16 orang atau sebesar 45.7% dari total karyawan dan wanita sebanyak 19 orang atau sebesar 54.3% dari karyawan. Hal ini menunjukkan bahwa jumlah karyawan wanita lebih banyak 3 orang daripada karyawan pria.
3. Usia
Tabel 4.8 Profil Karyawan Berdasarkan Usia
Usia Frekuensi Prosentase
≤ 20 tahun 8 22.9
21 – 30 tahun 20 57.1
31 – 40 tahun 7 20.0
> 40 tahun 0 0
Total 35 100.0
Sumber: Lampiran 6
Berdasarkan tabel 4.8 diatas dapat dilihat bahwa terdapat delapan karyawan atau 22.9% yang berumur ≤ 20 tahun dari total karyawan. Karyawan yang berumur antara 21 sampai 30 tahun terdapat sebanyak 20 orang atau 57.1%
dari total karyawan, sedangkan yang berumur antara 31 sampai 40 tahun yaitu sebesar 20.0% dari total karyawan atau sebanyak tujuh orang dan tidak ada karyawan yang berumur > 40 tahun. Hal ini menunjukan bahwa mayoritas karyawan berusia antara 21 – 30 tahun.
4. Pendidikan
Tabel 4.9 Profil Karyawan Berdasarkan Pendidikan
Pendidikan Frekuensi Prosentase
SD 1 2.9
SMP 6 17.1
SMA 28 80.0
Perguruan Tinggi 0 0
Total 35 100.0
Sumber: Lampiran 6
Berdasarkan tabel 4.9 diatas dapat dilihat bahwa terdapat satu karyawan atau 2.9% dari total karyawan yang berpendidikan terakhir SD, sedangkan karyawan yang berpendidikan terakhir SMP sebanyak enam orang atau sebesar 17.1% dan karyawan yang berpendidikan terakhir SMA sebanyak 28 orang atau sebesar 80.0% dari total karyawan. Sedangkan yang berpendidikan terakhir Perguruan Tinggi tidak ada. Hal ini menunjukan bahwa mayoritas karyawan mempunyai pendidikan akhir SMA.
5. Lama Bekerja
Tabel 4.10 Profil Karyawan Berkasarkan Lama Bekerja
Lama Bekerja Frekuensi Prosentase
< 3 bulan 3 8.6
3 – 6 bulan 7 20.0
6 bulan – 1 tahun 6 17.1
> 1 tahun 19 54.3
Total 35 100.0
Sumber: Lampiran 6
Berdasarkan tabel 4.10 diatas dapat dilihat bahwa terdapat tiga karyawan atau 8.6% dari total karyawan yang bekerja kurang dari tiga bulan. Selain itu karyawan yang telah bekerja antara tiga sampai enam bulan sebanyak tujuh orang atau sebesar 20.0% dan antara enam bulan sampai dengan satu tahun terdapat enam orang atau sebesar 17.1%. Dan sisanya, karyawan yang bekerja lebih dari satu tahun berjumlah 19 orang atau sebesar 54.3%. Hal ini menunjukkan mayoritas karyawan yang bekerja sudah bekerja lebih dari satu tahun.
4.3.2. Deskripsi Tanggapan Karyawan
Deskripsi tanggapan karyawan mengenai variabel penelitian dilakukan dengan menghitung mean atau nilai rata – rata dari jawaban tiap responden terhadap item – item pertanyaan variabel. Untuk mengkategorikannya, digunakan rumus interval kelas sebagai berikut:
Interval Kelas = (Nilai Tertinggi – Nilai Terendah) / Kelas = (5-1) / 3 = 1.33 (4.1) Dengan interval kelas 1.33 dapat disusun kriteria penilaian sebagai berikut:
Tabel 4.11 Kategori Penilaian Interval Kelas
Interval Kategori Penilaian Nilai
3.66 < a ≤ 5.00 Tinggi 3
2.33 < a ≤ 3.66 Sedang 2
1.00 < a ≤ 2.33 Rendah 1
Dengan Interval kelas di atas, deskripsi tanggapan karyawan mengenai variabel bebas penelitian, yaitu personal knowledge, job procedure, technology, serta mengenai kinerja karyawan, dapat dijabarkan sebagai berikut:
1. Personal Knowledge
Tabel 4.12 Tanggapan Karyawan Mengenai Personal Knowledge Item Indikator Skor Jawaban
Total Mean Kategori 1 2 3 4 5
X1.1 Berpengalaman
lebih Profesional 0 2 4 20 9 141 4.03 Tinggi X1.2
Mendapat pengalaman dari orang lain
0 2 3 25 5 138 3.94 Tinggi X1.3 Mendapat
pengalaman baru 0 2 5 21 7 138 3.94 Tinggi X1.4
Pengalaman Memperkaya Pengetahuan
0 0 2 24 9 147 4.20 Tinggi
X1.5
Belajar dari pengalaman departemen lain
1 8 9 10 7 119 3.40 Sedang
X1.6
Mengkomunikas ikan pengalaman kerja
0 1 5 14 15 148 4.23 Tinggi
Total 1 15 28 11
4 52 831 3.96 Tinggi Sumber: Lampiran 7
Berdasarkan tabel 4.12 diatas dapat dijelaskan bahwa deskripsi tanggapan karyawan mengenai variabel X1 atau personal knowledge adalah sebagai berikut:
a. Pada item pertanyaan X1.1 memiliki nilai rata-rata jawaban karyawan adalah 4.03 atau masuk dalam kategori tinggi, hal ini menunjukkan mayoritas karyawan setuju dengan pernyataan bahwa yang lebih berpengalaman lebih profesional dalam bekerja.
b. Pada item pertanyaan X1.2 memiliki nilai rata-rata jawaban karyawan adalah 3.94 atau masuk dalam kategori tinggi, hal ini menunjukkan mayoritas karyawan setuju dengan pernyataan bahwa pengalaman dari orang lain membantu karyawan dalam menyelesaikan pekerjaan.
c. Pada item pertanyaan X1.3 memiliki nilai rata-rata jawaban karyawan adalah 3.94 atau masuk dalam kategori tinggi, hal ini menunjukkan mayoritas karyawan setuju dengan pernyataan bahwa karyawan mendapatkan pengalaman baru setiap hari..
d. Pada item pertanyaan X1.4 memiliki nilai rata-rata jawaban karyawan adalah 4.20 atau masuk dalam kategori tinggi, hal ini menunjukkan mayoritas
karyawan setuju dengan pernyataan bahwa pengalaman yang didapat oleh karyawan dapat menambah pengetahuan bagi karyawan tersebut dan juga meningkatkan kinerja karyawan.
e. Pada item pertanyaan X1.5 memiliki nilai rata-rata jawaban karyawan adalah 3.40 atau masuk dalam kategori sedang, hal ini menunjukkan mayoritas karyawan menjawab netral atas pernyataan bahwa karyawan yang mempelajari pengalaman kerja dari departemen lain, walaupun departemen itu di luar tanggung jawab.
f. Pada item pertanyaan X1.6 memiliki nilai rata-rata jawaban karyawan adalah 4.23 atau masuk dalam kategori tinggi, hal ini menunjukkan mayoritas karyawan setuju atas pernyataan bahwa mengkomunikasikan pengalaman dengan teman kerja sangat penting dalam membentuk kerja sama tim.
Secara keseluruhan indikator - indikator dari personal knowledge dapat meningkatkan kinerja karyawan, hal ini ditunjukkan dengan nilai rata-rata yang masuk dalam kategori tinggi, yaitu 3.96.
2. Job Procedure
Tabel 4.13 Tanggapan Karyawan Mengenai Job Procedure Item Indikator Skor Jawaban
Total Mean Kategori 1 2 3 4 5
X2.1 Standar kerja sebagai
alat komunikasi 0 1 6 18 10 142 4.06 Tinggi X2.2 Standar kerja sebagai
alat pelatihan 0 1 8 19 7 137 3.91 Tinggi X2.3
Standar kerja untuk efisiensi dan
produktivitas kerja
0 0 5 19 11 146 4.17 Tinggi X2.4 Standar kerja sebagai
standarisasi produk 0 7 10 17 1 117 3.34 Sedang
Total 0 9 29 73 29 542 3.87 Tinggi
Sumber: Lampiran 7
Berdasarkan tabel 4.13 diatas dapat di jelaskan bahwa deskripsi tanggapan responden terhadap variabel X2 atau job procedure adalah sebagai berikut:
a. Pada item pertanyaan X2.1 memiliki nilai rata-rata jawaban karyawan adalah 4.06 atau masuk dalam kategori tinggi, hal ini menunjukkan mayoritas
kariawan setuju dengan pernyataan bahwa standar kerja menjadi alat komunikasi antar atasan dengan karyawan.
b. Pada item pertanyaan X2.2 memiliki nilai rata-rata jawaban karyawan adalah 3.91 atau masuk dalam kategori tinggi, hal ini menunjukkan mayoritas karyawan setuju dengan pernyataan bahwa standar kerja menjadi salah satu acuan dalam pelaksanaan pelatihan baik bagi karyawan yang baru maupun lama.
c. Pada item pertanyaan X2.3 memiliki nilai rata-rata jawaban karyawan adalah 4.17 atau masuk dalam kategori tinggi, hal ini menunjukkan mayoritas karyawan setuju dengan pernyataan bahwa standar kerja dapat meningkatkan produktivitas kerja dan mengefisienkan waktu.
d. Pada item pertanyaan X2.4 memiliki nilai rata-rata jawaban karyawan adalah 3.34 atau masuk dalam kategori sedang, hal ini menunjukkan mayoritas karyawan menjawab netral dalam penyataan bahwa standar kerja tidak selamanya menjamin produk yang standar walaupun dikerjakan oleh karyawan yang berbeda.
Secara keseluruhan indikator - indikator dari job procedure dapat meningkatkan kinerja karyawan, hal ini ditunjukkan dengan nilai rata-rata yang masuk dalam kategori tinggi, yaitu 3.87.
3. Technology
Tabel 4.14 Tanggapan Karyawan Mengenai Technology Item Indikator Skor Jawaban
Total Mean Kategori 1 2 3 4 5
X3.1
Sarana mendapatkan dan menyebarkan informasi
0 1 4 12 18 152 4.34 Tinggi X3.2
Membantu proses
kerja 0 1 4 20 10 144 4.11 Tinggi
X3.3
Mengurangi waktu dalam pekerjaan dan biaya
0 2 7 19 7 136 3.89 Tinggi
X3.4
Mempermudah komunikasi dalam bekerja
0 0 5 20 10 145 4.14 Tinggi
Total 0 4 20 71 45 577 4.12 Tinggi
Sumber: Lampiran 7
Berdasarkan tabel 4.14 diatas dapat di jelaskan bahwa deskripsi tanggapan karyawan mengenai variabel X3 atau technology adalah sebagai berikut:
a. Pada item pertanyaan X3.1 memiliki nilai rata-rata jawaban karyawan adalah 4.34 atau masuk dalam kategori tinggi, hal ini menunjukkan mayoritas karyawan setuju dengan pernyataan bahwa technology merupakan sarana yang sesuai untuk mendapat dan menyebarkan informasi.
b. Pada item pertanyaan X3.2 memiliki nilai rata-rata jawaban karyawan adalah 4.11 atau masuk dalam kategori tinggi, hal ini menunjukkan mayoritas karyawan setuju dengan pernyataan bahwa technology membantu karyawan dalam proses kerja.
c. Pada item pertanyaan X3.3 memiliki nilai rata-rata jawaban karyawan adalah 3.89 atau masuk dalam kategori tinggi, hal ini menunjukkan mayoritas karyawan setuju dengan pernyataan bahwa technology dapat meningkatkan efisiensi kerja baik dalam segi waktu maupun biaya.
d. Pada item pertanyaan X3.4 memiliki nilai rata-rata jawaban karyawan adalah 4.14 atau masuk dalam kategori tinggi, hal ini menunjukkan mayoritas karyawan setuju dengan pernyataan bahwa technology memperlancar komunikasi antar karyawan maupun departemen.
Secara keseluruhan indikator - indikator dari technology dapat meningkatkan kinerja karyawan, hal ini ditunjukkan dengan nilai rata-rata yang masuk dalam kategori tinggi, yaitu 4.12.
4. Kinerja Karyawan
Tabel 4.15 Tanggapan Karyawan Mengenai Kinerja Karyawan Item Indikator Skor Jawaban
Total Mean Kategori 1 2 3 4 5
Y1.1 Hasil kerja sesuai
standar 0 0 13 18 4 131 3.71 Tinggi
Y1.2
Meminimalisir kesalahan dalam bekerja
0 0 3 19 13 150 4.29 Tinggi Y1.3 Hasil sesuai target 0 6 9 18 2 121 3.46 Sedang Y1.5 Pekerjaan selesai
tepat waktu 0 1 3 27 4 139 3.97 Tinggi
Tabel 4.15 Tanggapan Karyawan Mengenai Kinerja Karyawan (sambungan) Item Indikator Skor Jawaban
Total Mean Kategori 1 2 3 4 5
Y1.6 Bekerja secara
efisien 0 0 5 25 5 140 4.00 Tinggi
Y1.7
Penggunaan sumber daya yang hemat
0 1 7 16 11 142 4.06 Tinggi Y1.8 Bekerja secara
efektif 0 1 2 21 11 147 4.20 Tinggi
Y1.9 Pengarahan yang
jelas dari atasan 0 5 6 18 6 130 3.71 Tinggi Y1.10
Menyelesaikan pekerjaan tanpa diawasi
0 3 4 21 7 137 3.91 Tinggi Y1.11
Kerjasama antar
karyawan 0 6 6 13 10 132 3.77 Tinggi
Y1.12 Komunikasi
terjalin baik 0 4 1 20 10 141 4.03 Tinggi Total 0 27 59 216 83 1510 3.92 Tinggi Sumber: Lampiran 7
Berdasarkan tabel 4.15 diatas dapat dilihat bahwa deskripsi tanggapan responden mengenai variabel Y atau kinerja kerja adalah sebagai berikut:
a. Pada item pertanyaan Y1.1 memiliki nilai rata-rata jawaban karyawan adalah 3.71 atau masuk dalam kategori tinggi, hal ini menunjukkan mayoritas karyawan setuju dengan pernyataan bahwa hasil kerja karyawan sesuai dengan standar kualitas hotel
b. Pada item pertanyaan Y1.2 memiliki nilai rata-rata jawaban karyawan adalah 4.29 atau masuk dalam kategori tinggi, hal ini menunjukkan mayoritas karyawan setuju dengan pernyataan bahwa karyawan selalu berusaha untuk tidak melakukan kesalahan dalam bekerja
c. Pada item pertanyaan Y1.3 memiliki nilai rata-rata jawaban karyawan adalah 3.46 atau masuk dalam kategori sedang, hal ini menunjukkan mayoritas karyawan setuju dengan pernyataan bahwa hasil yang dicapai tidak selamanya sesuai dengan target hotel.
d. Pada item pertanyaan Y1.5 memiliki nilai rata-rata jawaban karyawan adalah 3.97 atau masuk dalam kategori tinggi, hal ini menunjukkan mayoritas
karyawan setuju dengan pernyataan bahwa karyawan menyelesaikan pekerjaan tepat pada waktunya.
e. Pada item pertanyaan Y1.6 memiliki nilai rata-rata jawaban karyawan adalah 4.00 atau masuk dalam kategori tinggi, hal ini menunjukkan mayoritas karyawan setuju dengan pernyataan bahwa karyawan bekerja secara efisien.
f. Pada item pertanyaan Y1.7 memiliki nilai rata-rata jawaban karyawan adalah 4.06 atau masuk dalam kategori tinggi, hal ini menunjukkan mayoritas karyawan setuju dengan pernyataan bahwa karyawan menggunakan sumber daya secara hemat.
g. Pada item pertanyaan Y1.8 memiliki nilai rata-rata jawaban karyawan adalah 4.20 atau masuk dalam kategori tinggi, hal ini menunjukkan mayoritas karyawan setuju dengan pernyataan bahwa karyawan bekerja secara efektif h. Pada item pertanyaan Y1.9 memiliki nilai rata-rata jawaban karyawan adalah
3.71 atau masuk dalam kategori tinggi, hal ini menunjukkan mayoritas karyawan setuju dengan pernyataan bahwa atasan memberikan pengarahan yang jelas dalam mengarahkan karyawannya.
i. Pada item pertanyaan Y1.10 memiliki nilai rata-rata jawaban karyawan adalah 3.91 atau masuk dalam kategori tinggi, hal ini menunjukkan mayoritas karyawan setuju dengan pernyataan bahwa karyawan dapat bekerja dengan baik tanpa diawasi.
j. Pada item pertanyaan Y1.11 memiliki nilai rata-rata jawaban karyawan adalah 3.77 atau masuk dalam kategori tinggi, hal ini menunjukkan mayoritas karyawan setuju dengan pernyataan bahwa karyawan bekerja sama dalam melaksanakan suatu pekerjaan berjalan dengan lancar.
k. Pada item pertanyaan Y1.12 memiliki nilai rata-rata jawaban karyawan adalah 4.03 atau masuk dalam kategori tinggi, hal ini menunjukkan mayoritas karyawan setuju dengan pernyataan bahwa komunikasi antar karyawan terjalin dengan baik.
Secara keseluruhan kinerja karyawan di Hotel Nirwana Bojonegoro tergolong dalam kategori tinggi, hal ini ditunjukkan dengan nilai rata-rata, yaitu 3.92.
4.4. Uji Asumsi Klasik 4.4.1. Uji Multikolinieritas
Berikut adalah tabel hasil nilai VIF dari model regresi:
Tabel 4.16 Hasil Uji Multikolinieritas
Variabel Bebas VIF
Personal Knowledge 1.861
Job Procedure 1.571
Technology 1.813
Sumber : Lampiran 10
Berdasarkan tabel 4.16 diatas dapat dilihat bahwa semua variabel bebas memiliki nilai VIF < 10, hal ini menunjukan bahwa tidak terjadi multikolinieritas sehingga asumsi non multikolinieritas terpenuhi.
4.4.2. Uji Heteroskedastisitas
Heterokedastisitas ini menunjukkan model regresi terjadi ketidaksamaan varian antara residual satu pengamatan ke pengamatan lain. Model regresi yang baik tidak menunjukkan adanya heterokedastisitas atau disebut non- heterokedastisitas. Cara untuk mengetahui adanya heterokedastisitas dilakukan dengan melihat grafik plot antara nilai prediksi variabel terikat (ZPRED) sebagai sumbu X dengan nilai residual (SRESID) sebagai sumbu Y. Berikut ini adalah grafik plot antara nilai prediksi variabel terikat kinerja karyawan (Y) dengan nilai residual:
Sumber: Lampiran 10
Gambar 4.2 Grafik Plot antara ZPRED dengan SRESID
Grafik plot pada gambar 4.2 di halaman sebelumnya menunjukan tidak ada pola yang jelas dari titik-titik yang menyebar diatas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y. hal ini menunjukan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas, sehingga asumsi non-heteroskedastisitas terpenuhi.
4.4.3. Uji Normalitas
Berikut ini adalah gambar dari normal probability plot yang di hasilkan dari model regresi:
Sumber: Lampiran 10
Gambar 4.3 Grafik Normal Probability Plot
Dari gambar 4.3 diatas dapat dilihat bahwa residual menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal, dan dapat di ambil kesimpulan bahwa model regresi memenuhi asumsi normalitas.
4.5. Analisa Regresi Linier Berganda 4.5.1. Model Persamaan
Dari pengolahan data dengan program SPSS 16.0. di peroleh persamaan regresi linier berganda sebagai berikut:
Y = 26.932 + 0.059 X1 + (-0.179) X2 + 1.064 X3 (4.2) Penjelasan dari masing-masing koefisien regresi tersebut adalah sebagai berikut:
1. Nilai konstanta adalah sebesar 26.932 yang berarti jika variabel bebas X1, X2, X3 = 0, maka nilai variabel terikat (Y) adalah sebesar 26.932. Artinya adalah jika personal knowledge, job procedure dan technology tidak memberikan pengaruh, maka kinerja karyawan Hotel Nirwana Bojonegoro adalah sebesar 26.932.
2. Nilai koefisien regresi variabel personal knowledge (X1) adalah sebesar 0.059 yang berarti jika X1 berubah satu satuan, maka Y akan berubah sebesar 0.059 dengan anggapan bahwa variabel X2 dan X3 tetap. Tanda positif pada nilai koefisien regresi X1 melambangkan bahwa hubungan X1 dan Y searah, artinya jika personal knowledge semakin meningkat maka kinerja karyawan Hotel Nirwana Bojonegoro juga meningkat sebesar 0.059.
3. Nilai koefisien regresi variabel job procedure (X2) adalah sebesar -0.179 yang berarti jika X2 berubah satu satuan, maka Y akan berubah sebesar -0.179 dengan anggapan bahwa variabel X1 dan X3 tetap. Tanda negatif pada nilai koefisien regresi X2 melambangkan bahwa hubungan X2 dan Y tidak searah, artinya jika job procedure semakin meningkat maka kinerja karyawan Hotel Nirwana Bojonegoro menurun sebesar 0.179.
4. Nilai koefisien regresi variabel technology (X3) adalah sebesar 1.064 yang berarti jika X3 berubah satu satuan, maka Y akan berubah sebesar 1.064 dengan anggapan bahwa variabel X1 dan X2 tetap. Tanda positif pada nilai koefisien regresi X3 melambangkan bahwa hubungan X3 dan Y searah, artinya jika technology semakin meningkat maka kinerja karyawan Hotel Nirwana Bojonegoro juga meningkat sebesar 1.064.
Dari hasil analisa regresi di atas ditemukan bahwa nilai R sebesar 0.476, hal ini menunjukan bahwa korelasi antara knowledge management dengan kinerja
kerja karyawan Hotel Nirwana Bojonegoro mempunyai hubungan tidak begitu kuat. Berikut adalah tabel hasil perhitungannya:
Tabel 4.17. Nilai Korelasi (R) dan Nilai Koefisien Determinasi (R square) Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate
1 0.476 0.227 0.152 4.387
Sumber: Lampiran 11
Tabel 4.17 diatas menunjukan nilai koefisien determinasi (R Square) yang di dapat adalah sebesar 0.227, yang berarti bahwa personal knowledge, job procedure, dan technology memberikan pengaruh sebesar 22.7% terhadap kinerja karyawan Hotel Nirwana Bojonegoro.
4.5.2. Pengaruh Knowledge Management (Personal Knowledge, Job Procedure, dan Technology) Secara Parsial Terhadap Kinerja
Karyawan
Berikut adalah hasil uji t antara variabel bebas dan variabel terikat:
Tabel 4.18 Hasil Uji t
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized
Coefficients t Sig.
B Std. Error Beta
(Constant) 26.932 6.687 - 4.027 .000
X1 .059 .339 .038 .174 .863
X2 -.179 .428 -.082 -.417 .680
X3 1.064 .460 .492 2.313 .028
Sumber: Lampiran 11
Dari tabel 4.18 diatas dapat dilihat bahwa hubungan variabel personal knowledge dengan variabel kinerja karyawan menghasilkan t hitung sebesar 0.174
< t tabel 2.040 (α/2=0,025; df residual=31). Dan nilai signifikansi t sebesar 0.863
> 0.05, hal ini menunjukan bahwa Ho diterima dan Hi ditolak, yang berarti variabel personal knowledge secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan Hotel Nirwana Bojonegoro.
Berikut adalah gambar kurva distribusi penolakan/penerimaan hipotesis personal knowledge terhadap kinerja karyawan:
Gambar 4.4 Kurva Distribusi Penolakan/Penerimaan Hipotesis Personal Knowledge Terhadap Kinerja Karyawan
Dari tabel 4.18 diatas dapat dilihat bahwa hubungan variabel job procedure dengan variabel kinerja karyawan menghasilkan t hitung sebesar -0.417
< t tabel 2.040 (α/2=0,025; df residual=31). Dan nilai signifikansi t sebesar 0.680
> 0.05, hal ini menunjukan bahwa Ho diterima dan Hi ditolak, yang berarti variabel job procedure secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan Hotel Nirwana Bojonegoro.
Berikut adalah gambar kurva distribusi penolakan/penerimaan hipotesis personal knowledge terhadap kinerja karyawan:
Gambar 4.5 Kurva Distribusi Penolakan/Penerimaan Hipotesis Job Procedure Terhadap Kinerja Karyawan
Dari tabel 4.18 diatas dapat dilihat bahwa hubungan variabel technology dengan variabel kinerja karyawan menghasilkan t hitung sebesar -2.313 > t tabel
2.040 (α/2=0,025; df residual=31). Dan nilai signifikansi t sebesar 0.028 < 0.05, hal ini menunjukan bahwa Ho ditolak dan Hi diterima, yang berarti variabel technology secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan Hotel Nirwana Bojonegoro.
Berikut adalah gambar kurva distribusi penolakan/penerimaan hipotesis personal knowledge terhadap kinerja karyawan:
Gambar 4.6 Kurva Distribusi Penolakan/Penerimaan Hipotesis Technology Terhadap Kinerja Karyawan
Dari hasil uji t diatas, maka hipotesis pertama dari penelitian ini yaitu menduga bahwa personal knowledge, job procedure, dan technology secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan di Hotel Nirwana Bojonegoro hanya terbukti pada variabel technology, sedangkan pada variabel personal knowledgedan job procedure tidak terbukti.
4.5.3. Pengaruh Knowledge Management (Personal Knowledge, Job Procedure, dan Technology) Secara Simultan Terhadap Kinerja Kerja Berikut adalah hasil Uji F antara variabel bebas dan variabel terikat:
Tabel 4.19 Hasil Uji F
Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.
Regression 174.810 3 58.270 3.027 .044
Residual 596.733 31 19.249
Total 771.543 34
Sumber: Lampiran 11
Dari Uji F diatas pada tabel 4.19, antara variabel bebas personal knowledge, job procedure, dan technology terhadap kinerja karyawan menghasilkan F hitung sebesar 3.027 > F tabel 2.91 (α=0.05; df regression=3; df residual=31), dengan nilai signifikansi F sebesar 0.044 < 0,05, maka Ho ditolak dan Hi di terima, sehingga dapat disimpulkan bahwa personal knowledge, job procedure, dan technology secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan di Hotel Nirwana Bojonegoro.
Berdasarkan hasil uji F di atas, maka dapat di katakan bahwa hipotesis kedua dari peneliti, yaitu bahwa personal knowledge, job procedure, dan technology secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan di Hotel Nirwana Bojonegoro. Berikut adalah gambar kurva distribusi penolakan/penerimaan hipotesis secara simultan:
Gambar 4.7 Kurva Distribusi Penolakan/Penerimaan Hipotesis Secara Simultan
4.5.4. Variabel Knowledge Management Yang Dominan Terhadap Kinerja Karyawan
Berikut adalah nilai koefisien determinasi parsial tiap variabel:
Tabel 4.20 Koefisien Determinasi Parsial Variabel Bebas Variabel Koefisien Korelasi Parsial (r)
Koefisien Determinasi Parsial (r2)
Personal Knowledge 0.031 0.000961
Job Procedure -0.075 0.005625
Technology 0.384 0.147456
Sumber: Lampiran 11
Berdasarkan tabel 4.20 diatas dapat dilihat bahwa yang memiliki nilai koefisien determinasi parsial terbesar adalah variabel technology dengan nilai koefisien determinasi parsial sebesar 0.147456 atau sebesar 14.7456%, sedangkan variabel job procedure hanya memiliki koefisien determinasi parsial sebesar 0.005625 atau sebesar 0.5625% dan personal knowledge memiliki koefisien determinasi parsial terkecil, yaitu hanya sebesar 0.000961 atau 0.0961%. Dari hasil ini menunjukan bahwa variabel technology memiliki pengaruh paling dominan terhadap kinerja karyawan di Hotel Nirwana Bojonegoro. Dengan demikian jawaban dari hipotesis ketiga yang menduga bahwa variabel technology yang paling berpengaruh dominan terhadap kinerja karyawan terbukti kebenarannya.
4.6. Pembahasan
Berdasarkan hasil uji diatas, maka didapatkan hasil sebagai berikut:
1. Dari hasil uji regresi didapatkan koefisien determinasi (R2) sebesar 0.227.
Yang berarti, knowledge management memberikan pengaruh terhadap kinerja karyawan di Hotel Nirwana Bojonegoro sebesar 22.7%.
2. Dari hasil uji t didapatkan bahwa variabel technology secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan di Hotel Nirwana Bojonegoro. Hal ini disebabkan karena hotel ini menggunakan alat – alat yang modern, seperti buffing machine, coffee machine, handy-talky, intranet, internet, dan internal telepon. Dengan adanya technology tersebut, kinerja
karyawan di Hotel Nirwana Bojonegoro menjadi lebih efektif dan efisien.
Sedangkan variabel personal knowledge dan job procedure secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan di Hotel Nirwana Bojonegoro. Variabel personal knowledge secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan di Hotel Nirwana Bojonegoro, hal ini disebabkan karena masih tidak adanya daily briefing dan evaluasi untuk menambah dan mempertajam knowledge karyawan tersebut agar dapat meningkatkan kinerja karyawan. Sedangkan, variabel job procedure secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan di Hotel Nirwana Bojonegoro, karena karyawan di hotel ini hanya berjumlah 35 orang sehingga hotel ini belum menggunakan standar kerja yang terstruktur. Dengan demikian hipotesis pertama dari penelitian ini hanya terbukti pada variabel technology.
3. Dari hasil uji F diatas, variabel personal knowledge, job procedure, dan technology secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan di Hotel Nirwana Bojonegoro. Dengan demikian hipotesis kedua dari penelitian ini terbukti kebenarannya.
4. Berdasarkan nilai dari koefisien determinasi parsial, didapat hasil bahwa variabel technology yang memiliki pengaruh paling dominan terhadap kinerja karyawan di Hotel Nirwana Bojonegoro. Dengan demikian hipotesis ketiga pada penelitian ini terbukti kebenarannya.