No Kalimat Perbaikan kalimat 1 Dalam dunia pendidikan
pembelajaran telah berkembang pesat, ditandai dengan
berkembangnya metode pembelajaran.
Pembelajaran dalam pendidikan telah berkembang pesat, ditandai dengan berkembangnya metode pembelajaran.
2 Cara belajar siswa yang tidak lagi menggunakan cara yang digunakan terdahulu, yaitu dengan metode ceramah artinya Kini guru pada proses pembelajaran tidak lagi menjadi satu-satunya sumber belajar yang di miliki oleh siswa.
Metode belajar siswa tidak lagi menggunakan metode terdahulu, yakni dengan metode ceramah. Artinya guru bukan lagi satu-satunya sumber belajar bagi siswa.
3 Siswa tidak dapat mengembangkan potensi belajarnya melalui berbagai sumber belajar yang tesedia, baik melalui media massa, internet, atau buku-buku yang terdapat dalam diri mereka, karena mereka tidak diberikan kesempatan dalam pembelajaran untuk
mengembangkan potensi-potensi yang mereka miliki.
Siswa tidak dapat mengembangkan potensi belajarnya melalui berbagai sumber yang tersedia karena tidak diberikan kesempatan untuk mengembangkan potensi-potensi yang mereka miliki.
4 Pembelajaran yang menggunakan metode ceramah yang pada masa lalu banyak digunakan oleh para guru dalam pembelajaran di kelas kini cenderung ditinggalkan.
Pembelajaran dengan metode ceramah yang banyak digunakan oleh guru pada masa lalu kini cenderung ditinggalkan. 5 Ini mengakibatkan siswa pasif
dalam kegiatan pembelajaan. Hal ini menyebabkan siswa menjadipasif dalam kegiatan pembelajaran. 6 Dengan demikian dapat dipastikan
materi dan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai tidak akan diperoleh oleh siswa, dengan kata lain pembelajaran yang dilakukan hanya bersifat sementara, tidak dapat bertahan lama diingatan siswa.
Dengan demikian, siswa tidak akan mampu mencapai materi dan tujuan pembelajaran atau dengan kata lain pembelajaran tidak dapat bertahan lama di ingatan siswa.
7 Hal ini dilakukan oleh pemerintah, antara lain, semata-mata untuk membenahi atau memperbaiki cara belajar siswa, agar pada akhirnya siswa memiliki kemaampuan yang menyeluruh, baik dari segi kognitif, afektif, maupun psikomotor siswa
Hal ini dilakukan untuk
memperbaiki cara belajar siswa sehingga siswa memiliki
tersebut.
8 Dengan demikian potensi yang dimiliki siswa dapat maksimal dikembangkan.
Dengan demikian, potensi siswa dapat dikembangkan secara maksimal.
9 Perbaikan kurikulum, misalnya hasil dari perbaikan pemerintah ini adalah dengan memaksimalkan kegiatan siswa, mengubah posisi siswa yang semula sebagai objek pembelajaran menjadi sebagai subjek atau pelaku pembelajaran, agar mereka dapat mengembangkan potensi yang mereka miliki.
Perbaikan pemerintah dalam bidang kurikulum antara lain dengan memaksimalkan kegiatan siswa, mengubah posisi siswa dari objek menjadi subjek pembelajaran, agar mereka dapat mengembangkan potensi yang dimiliki.
10 Pada hakikatnya, tujuan
pembelajaran bahasa adalah agar siswa mampu berkomunikasi secara lisan dan tulis
Pad hakikatnya tujuan
pembelajaran bahasa adalah siswa mampu berkomunikasi secara lisan dan tulis.
11 Apabila keterampilan berbicara seseorang itu baik, maka informasi yang diterima maka akan baik pula, demikian sebaliknya, apabila keterampilan berbicara seseorang itu buruk atau kurang bagus, maka informasi yang diterima akan tidak baik pula.
Apabila keterampilan berbicara seseorang itu baik, maka informasi yang diterima akan baik pula, demikian juga sebaliknya.
12 Oleh karena itu, keterampilan berbicara ini perlu dimaksimalkan agar informasi yang disampaikan dapat maksimal.
Oleh sebab itu, keterampilan berbicara perlu ditingkatkan agar informasi yang disampaikan maksimal.
13 Salah satu cara memaksimalkan keterampilan berbicara ini adalah melatih seseorang atau individu tersebut dalam hal keterampilan berbicaranya salah satunya dengan melibatkan individu dalam kegiatan kelompok.
Salah satu cara meningkatkan keterampilan berbicara adalah melatih individu dengan melibatkannya dalam kegiatan kelompok.
14 Kurikulum yang berlaku pada dunia pendidikan pada saat ini mengacu kepada pengembangan potensi kemampuan siswa dan
pengembangan karakter siswa.
Kurikulum pada dunia pendidikan saat ini mengacu pada
pengembangan potensi kemampuan dan karakter siswa.
15 Kurikulum berkarakter yang digunakan sekarang ini
menggunakan banyak metode, teknik, dan pendekatan yang dapat
digunakan oleh guru dalam kegiatan pembelajaran.
16 Dengan kata lain, dengan
mengkaitkan atau menghubungkan materi dengan kehidupan social yang ada disekitar siswa, dapat membuat siswa lebih siap dalam menghadapi kehidupan yang sebenarnya dikemudian hari.
Kalimat sebaiknya dihilangkan.
17 “ Metode ini dapat meningkatkan komunikasi siswa dalam
pembelajaran karena siswa berlatih memegang peranan sebagai orang lain” (Roestiyah 2008: 22).
Metode ini dapat meningkatkan komunikasi siswa dalam
pembelajaran karena siswa berlatih memegang peranan sebagai orang lain (Roestiyah 2008: 22).
18 Dalam menerapkan metode ini diperlukan persiapan sebelum melakukan kegiatan ini karena dibutuhkan scenario yang harus dipelajari oleh siswa yang mendapatkan tugas memerankan tokoh tersebut agar dapat
memerankan dengan baik.
Dalam menerapkan metode ini diperlukan persiapan karena siswa harus mempelajari skenario agar dapat memerankan tokohnya dengan baik.
19 Diharapkan dari semua kegiatan pembelajaran menggunakan metode pembelajaran bermain peran yang dilakukan oleh siswa dapat meningkatkan kemampuan berbicara siswa Sekolah dasar dalam pembelajaran di kelas.
Diharapkan dengan metode pembelajaran bermain peran oleh siswa dapat meningkatkan
kemampuan berbicara siswa sekolah dasar di kelas.
20 Siswa juga menjadi lebih semangat dalam melakukan kegiatan
pembelajaran dikarenakan mereka belajar tidak dengan keadaan terpaksa melainkan menyenangkan dan dapat mengembangkan
kemampuan bahasa yang ada dalam diri mereka, terutama kemampuan berbicara dengan demikian kegiatan pembelajaran tidak lagi sama dengan kegiatan pembelajaran yang dilakukan pada system
pembelajaran yang sebelumnya.
Siswa juga menjadi lebih semangat dalam pembelajaran karena tidak dengan keadaan terpaksa sehingga dapat mengembangkan kemampuan bahasa terutama dalam berbicara. Dengan demikian, kegiatan pembelajaran tidak lagi sama dengan sistem pembelajaran sebelumnya.
21 Berdasarkan latar belakang di muka, dirumuskan masalah penelitian sebagai berikut:
22 Bagi sekolah, manfaat penelitian ini bagi sekolah adalah sebagai alat acuan dalam proses pembelajaran dan dapat menerapkan metode bermain peran dalam pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan berbicara siswa.
Bagi sekolah, manfaat penelitian ini adalah sebagai alat acuan dan dapat menerapkan metode bermain peran guna meningkatkan kemampuan berbicara siswa.
23 Bagi peneliti, sedangkan manfaat penelitian ini bagi peneliti adalah hasil penelitian ini dapat memberi gambaran kepada peneliti
selanjutnya yang ada hubungannya dengan permasalahan di dalam penelitian.
Bagi penliti, manfaat penelitian ini adalah hasil penelitian dapat memberi gambaran kepada peneliti selanjutnya mengenai permasalahan terkait.
24 Kurikulum merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu (Endah 2012: 161).
Kurikulum merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pembelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu (Endah 2012: 161). 25 Kurikulum ini berupaya untuk
mencapai keunggulan masyarakat dalam penguasaan ilmu
pengetahuan dan teknologi (IPTEK) dan diharapkan dapat membekali warga bangasa dalam memasuki persaingan era globalisasi yang penuh dengan berbagai tantangan.
Kurikulum ini berupaya untuk mencapai keunggulan masyarakat dalam penguasaan ilmu
pengetahuan dan teknologi (IPTEK) dan diharapkan dapat membekali bangsa dalam memasuki persaingan era
globalisasi yang penuh tantangan. 26 Oleh karena itu, disain
pembelajaran hendaknya bertumpu pada segi komunikatif, integrative, dan tematik yang didasari oleh aspek fleksibelitas sehingga memotivasi siswa sebagai subjek dalamu proses serta kontekstual yang tertuang dalam kuriklum.
Oleh karena itu, disain
pembelajaran hendaknya bertumpu pada segi komunikatif, integratif, dan tematik yang didasari oleh aspek fleksibelitas sehingga memotivasi siswa sebagai subjek dalamu proses serta kontekstual yang tertuang dalam kuriklum 27 Oleh Karena itu perlu sumber
kebahasaan yang digunakan oleh guru harus mengacu ke minat dan harapan siswa sehingga
pembelajaran bahasa Indonesia menjadi lebih menarik.
Oleh karena itu, sumber
kebahasaan yang digunakan oleh guru harus mengacu pada minat dan harapan siswa sehingga
pembelajaran bahasa Indonesia menjadi lebih menarik.
dunia pendidkan, pertama kali diperkenalkan oleh Pustekkom Depdikbud pada awal tahun 1980-an sebagai pad1980-an1980-an kata
instruksional atau instruction yang sudah digunakan secara meluas sejak tahun 1975.
dunia pendidikan, pertama kali diperkenalkan oleh Pustekkom Depdikbud pada awal tahun 1980-an sebagai pad1980-an1980-an kata
instruksional atau instruction yang sudah digunakan secara meluas sejak tahun 1975.
29 Oleh sebab itu, pendidikan di sekolah sekarang ini lebih
mengarahkan pada pendidikan yang berorientasi pada siswa karena peserta didiklah yang melakukan kegiatan belajar untuk memproleh pengalaman yang sangat penting untuk mencapai perubahan tingkah laku diharapkan sebagai tujuan pembelajaran yang diinginkan.
Oleh sebab itu, pendidikan di sekolah sekarang ini lebih
mengarahkan pada pendidikan yang berorientasi pada siswa karena peserta didiklah yang melakukan kegiatan belajar untuk memperoleh pengalaman yang sangat penting yakni perubahan tingkah laku.
30 Dalam pembelajaran bahasa Indonesia pada sekolah dasar memiliki tujuan dalam
pembelajaran bahasa Indonesia tersebut.
Sebaiknya kalimat dihilangkan.
31 Siswa memahami Bahasa Indonesia dari segi bentuk makna, dan fungsi, serta menggunakan dengan tepat dan kreatif untuk bermacammacam tujuan, keperluan dan keadaan;
Siswa memahami Bahasa Indonesia dari segi bentuk, makna, dan fungsi, serta menggunakan dengan tepat dan kreatif untuk bermacam-macam tujuan, keperluan dan keadaan; 32 Siswa memiliki kemampuan
menggunakan bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan itelektual, kematangan emosional, dan kematangan social;
Siswa memiliki kemampuan menggunakan bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan intelektual, kematangan emosional, dan kematangan sosial;
33 Membaca; seperti membaca huruf, suku katam kata, kalimat,
paragraph, berbagai teks bacaan, denah; petunjuk , tata tertib,
pengumuman, kamus, ensiklopedia serta mengapresiasi dan
berekspresi sastra melalui kegiatan membaca hasil sastra berupa dongeng, cerita anak-anak, cerita rakyar, cerita binatang, puisi anak, syair lagu, pantun, dan drama anak kompetensi membaca juga
Membaca; seperti membaca huruf, suku kata, kalimat, paragraf, berbagai teks bacaan, denah, petunjuk , tata tertib, pengumuman, kamus, ensiklopedia, serta
mengapresiasi dan berekspresi sastra melalui kegiatan membaca hasil sastra berupa dongeng, cerita anak-anak, cerita rakyat, cerita binatang, puisi anak, syair lagu, pantun, dan drama anak.
diarahkan menumbuhkan budaya membaca.
diarahkan menumbuhkan budaya membaca.
34 Ketercapaian hasil pembelajaran pada proses pembelajaran dipengaruhi oleh berbagai factor salah satunya adalah metode pembelajaran.
Ketercapaian hasil pembelajaran pada proses pembelajaran
dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah metode pembelajaran.
35 Menurut Yusra (2010: 13) Metode adalah prosedur pembelajaran yang difokuskan ke pencapaian tujuan.
Metode adalah prosedur
pembelajaran yang difokuskan pada pencapaian tujuan (Yusra 2010: 13). 36 Menulis; seperti menulis karangan
naratif dan nonnaratif dengan tulisan rapi dan jelas dengan memperlihatkan tujuan dan ragam pembaca, pemakaian ejaan dan tanda baca, dan kosakata yang tepat dengan menggunakan kalimat tunggal dan majemuk serta mengapresiasi dan berekspresi sastra melalui kegiatan menulis hasil sastra berupa cerita dan puisi.
Menulis; seperti menulis karangan naratif dan non naratif dengan tulisan rapi dan jelas dengan memperlihatkan tujuan dan ragam bacaan, pemakaian ejaan dan tanda baca, dan kosa kata yang tepat dengan menggunakan kalimat tunggal dan majemuk serta mengapresiasi dan berekspresi sastra melalui kegiatan menulis hasil sastra berupa cerita dan puisi. 37 Menurut Martinis (2008: 166)
“metode bermain peran adalah metode yang melibatkan interaksi antara dua siswa atau lebih tentang suatu topic atau informasi”.
Metode bermain peran adalah metode yang melibatkan interaksi antara dua siswa atau lebih tentang suatu topic atau informasi (Martinis 2008: 166).
38 Melalui bermain peran, peserta didik mencoba mengeksplorasikan hubungan-hubungan antar manusia dengan cara memperagakannya dan mendiskusikannya sehingga
bersama sama para peserta didik dapat mengeksplorasikan perasaan-perasaan, sikap-sikap, nilai-nilai, dan berbagai strategi pemecahan masalah (Mulyasa 2013: 112)
Melalui bermain peran, peserta didik mencoba mengeksplorasikan hubungan-hubungan antar manusia dengan cara memperagakannya dan mendiskusikannya sehingga bersama-sama peserta didik dapat mengeksplorasikan perasaan-perasaan, sikap-sikap, nilai-nilai, dan berbagai strategi pemecahan masalah (Mulyasa 2013: 112) 39 Dengan metode pembelajaran peran
ini juga siswa diajak untuk belajar memecahkan masalah-masalah pribadi yang sedang dialaminya dengan bantuan kelompok social yang beranggotakan teman-teman sekelas mereka
Dengan metode pembelajaran peran ini juga siswa diajak untuk belajar memecahkan masalah-masalah pribadi yang sedang dialaminya dengan bantuan kelompok sosial yang beranggotakan teman-teman sekelas mereka
mendasari pembelajaran bermain peran untuk mengembangkan perilaku dan nilai-nilai social, yaitu : pertama, secara implicit bermain peran mendukung suatu situasi belajar berdasarkan pengalaman dengan
menitikberatkan isi pelajaran pada situasi “disini dan pada saat ini”.
mendasari pembelajaran bermain peran untuk mengembangkan perilaku dan nilai-nilai sosial, yaitu : pertama, secara implisit bermain peran mendukung suatu situasi belajar berdasarkan pengalaman dengan menitik beratkan isi pelajaran pada situasi disini dan pada saat ini.
41 Keempat, proses psikologis yang tersembunyi berupa sikap, nilai, perasaan dapat diangkat ketaraf sadar melalui kombinasi pemeranan secara spontan ( Mulyasa 2013: 114)
Keempat, proses psikologis yang tersembunyi berupa sikap, nilai, perasaan dapat diangkat ke taraf sadar melalui kombinasi pemeranan secara spontan ( Mulyasa 2013: 114)
42 Dengan kata lain dapat disimpulkan bahwa dengan bermain peran diharapkan dapat membuat siswa mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan, dan melatih siswa untuk demokratis dan dapat memecahkan masalah social yang terjadi.
Dapat disimpulkan bahwa dengan bermain peran diharapkan siswa mampu mencapai tujuan
pembelajaran yang diinginkan, melatih siswa untuk demokratis, dan dapat memecahkan masalah sosial yang terjadi.
NAMA: LAURA DEARNI SIMAMORA NIM: A1D117044