• Tidak ada hasil yang ditemukan

ASKEP DIABETES MELITUS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "ASKEP DIABETES MELITUS"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I BAB I

KONSEP MEDIS KONSEP MEDIS

 A.

 A. PengertianPengertian Dia

Diabetbetes es melmellitlitus us mermerupaupakan kan seksekeloelompmpok ok kelkelainainan an hetheteroerogen gen yanyang g ditaditandandai i oleolehh kenaikan kadar glukosa dalam darah

kenaikan kadar glukosa dalam darah atau hiperglikemia. (Brunner dan Suddarth, 2002).atau hiperglikemia. (Brunner dan Suddarth, 2002). Diabetes Melllitus adalah suatu kumpulan gejala yang timbul pada seseorang yang Diabetes Melllitus adalah suatu kumpulan gejala yang timbul pada seseorang yang di

disebsebababkan kan ololeh eh kakarerena na adadananya ya pepeniningngkatkatan an kakadadar r gugula la (g(glulukokosa) sa) dadarah rah akakibibatat kekurangan insulin baik absolut maupun relatif (rjatmo, 2002).

kekurangan insulin baik absolut maupun relatif (rjatmo, 2002). B.

B. KlKlasasififikikasasii

!lasifikasi diabetes mellitus sebagai berikut " !lasifikasi diabetes mellitus sebagai berikut " #.

#. $i$ipe % pe % " Dia" Diabetes betes mellitmellitus terus tergantgantung ung insuliinsulin (%Dn (%DDM)DM) 2.

2. $i$ipe %% " Dpe %% " Diabetes iabetes mellitumellitus tidak s tidak tergatergantung ntung insuliinsulin (&%Dn (&%DDM)DM) C.

C. EtiEtioloologi gi  #

#.. DiDiababetetes tes tipipe %"e %" a.

a. 'a'aktktoor r ggenenetetik ik 

enderita diabetes tidak mearisi diabetes tipe % itu sendiri* tetapi mearisi suatu enderita diabetes tidak mearisi diabetes tipe % itu sendiri* tetapi mearisi suatu  predisposisi

 predisposisi atau atau ke+enderungan ke+enderungan genetik genetik ke ke arah arah terjadinya terjadinya DM DM tipe tipe %.%. !e+end

!e+enderungerungan an genetigenetik k ini ini ditemuditemukan kan pada indiidu yang pada indiidu yang memilmemiliki iki tipe antigentipe antigen -.

-.  b.

 b. 'aktor/faktor imunologi'aktor/faktor imunologi

danya respons otoimun yang merupakan respons abnormal dimana antibodi danya respons otoimun yang merupakan respons abnormal dimana antibodi tera

terarah rah padpada a jarijaringngan an nornormal mal tubtubuh uh dendengan gan +ara +ara berbereakeaksi si terhterhadaadap p jarijaringangann tersebut yang dianggapnya seolah/olah sebagai jaringan asing. aitu otoantibodi tersebut yang dianggapnya seolah/olah sebagai jaringan asing. aitu otoantibodi terhadap sel/sel pulau angerhans dan insulin endogen.

terhadap sel/sel pulau angerhans dan insulin endogen. +.

+. 'a'aktktor or lilingngkukungnganan 1i

1irus rus atau atau toktoksin sin terttertententu u dapdapat at memmemi+u i+u proproses ses otootoimuimun n yanyang g menmenimbimbulkulkanan destruksi selbeta.

destruksi selbeta.

1 1

(2)

2.

2. DiDiababetetes es $$ipipe %e %%%

Mekanisme yang tepat yang menyebabkan resistensi insulin dan gangguan sekresi Mekanisme yang tepat yang menyebabkan resistensi insulin dan gangguan sekresi ins

insuliulin n padpada a diadiabetbetes es tiptipe e %% %% masmasih ih belbelum um dikdiketaetahuihui. . 'ak'aktor tor gengenetik etik memmemegaegangng  peranan dalam proses terjadinya resistensi insulin.

 peranan dalam proses terjadinya resistensi insulin. 'aktor/faktor resiko "

'aktor/faktor resiko " a.

a. sia (rsia (resistenesistensi insusi insulin +lin +enderuenderung mng meningkeningkat padat pada usia a usia di atadi atas 34 s 34 th)th)  b.

 b. 5besitas5besitas +.

+. 6i6iaayyat at kekeluluarargaga D.

D. GanGanggugguan an AsAsam am BasBasaa 7a

7angngguguan an asaasam m babasa sa yayang ng teterjarjadi di papada da DM DM adadalaalah h sisidodosis metasis metaboboli+ yanli+ yangg merupakan kondisi medis darurat yang dapat mengan+am jia bila tidak ditangani se+ara merupakan kondisi medis darurat yang dapat mengan+am jia bila tidak ditangani se+ara tepat. $ubuh dapat

tepat. $ubuh dapat menghmenghasilkan asam asilkan asam yang lebih yang lebih banybanyak ak melalumelalui i metabometabolisme.$lisme.$ubuubuhh dapat menghasilkan asam yang berlebihan sebagai suatu akibat dari beberapa penyakit* dapat menghasilkan asam yang berlebihan sebagai suatu akibat dari beberapa penyakit* sal

salah ah satu satu diadiantarntaranyanya a adaadalah lah diadiabetbetes es melmelituitus s tiptipe e %. %. 8ik8ika a diadiabetebetes s tidtidak ak terkterkendendaliali dengan baik, tubuh akan meme+ah lemak dan menghasilkan asam yang disebut keton. dengan baik, tubuh akan meme+ah lemak dan menghasilkan asam yang disebut keton.

sido

sidosis metabolik paling sering terjadi pada pasien penderita diabetes tipe sis metabolik paling sering terjadi pada pasien penderita diabetes tipe # (yang# (yang  pada

 pada mulanya mulanya disebut disebut insulin/dependent insulin/dependent diabetes diabetes mellitus), mellitus), akan akan tetapi tetapi keterjadiannyaketerjadiannya  pada pasien

 pada pasien penderita penderita diabetes diabetes tipe 2 tipe 2 (yang pada (yang pada mulanya mulanya disebut non/insulin disebut non/insulin dependentdependent diabetes mellitus),

diabetes mellitus),

sidosis metabolik pada DM terjadi bila tubuh sangat kekurangan insulin. !arena sidosis metabolik pada DM terjadi bila tubuh sangat kekurangan insulin. !arena dipak

dipakainyainya a jaringjaringan an lemak untuk lemak untuk memenmemenuhi uhi kebukebutuhan energi, maka tuhan energi, maka akan terbentuk akan terbentuk  keton. Bila hal ini dibiarkan terakumulasi, darah akan menjadi asam sehingga jaringan keton. Bila hal ini dibiarkan terakumulasi, darah akan menjadi asam sehingga jaringan tubuh akan rusak dan bisa menderita koma.

tubuh akan rusak dan bisa menderita koma.

7ejala dan tanda yang timbul pada asidosis disebabkan terjadinya hiperglikemia dan 7ejala dan tanda yang timbul pada asidosis disebabkan terjadinya hiperglikemia dan ketogenesis. Defisiensi insulin merupakan penyebab utama terjadinya hiperglikemia atau ketogenesis. Defisiensi insulin merupakan penyebab utama terjadinya hiperglikemia atau  peningkatan kadar glukosa

 peningkatan kadar glukosa darah dari darah dari peme+ahan protein peme+ahan protein dan glikogen atau dan glikogen atau lipolisis ataulipolisis atau  peme+ahan

 peme+ahan lemak. lemak. -iperglikemia -iperglikemia menyebabkan menyebabkan diuresis diuresis osmotik osmotik dengan dengan hipoolemiahipoolemia kemudian akan berlanjut terjadinya dehidrasi dan renjatan atau syok. 7lukoneogenesis kemudian akan berlanjut terjadinya dehidrasi dan renjatan atau syok. 7lukoneogenesis me

menamnambabah h teterjarjadidinynya a hihipepergrglilikemkemikik. . iipopolilisis sis yayang ng teterjarjadi di akakan an memeniningngkakatktkanan  pengangkutan

 pengangkutan kadar kadar asam asam lemak lemak bebas bebas ke ke hati hati sehingga sehingga terjadi terjadi ketoasidosis, ketoasidosis, yangyang

2 2

(3)

kemudian berakibat timbulnya asidosis metabolik, sebagai kompensasi tubuh terjadi  pernafasan kussmaul

E. PATOFISIOLOGI

Diabetes $ipe % $erdapat ketidakmampuan untuk menghasilkan insulin karena sel/ sel 9 pankreas telah dihan+urkan oleh proses autoimun. 7lukosa yang berasal dari makanan tidak dapat disimpan dalam hati meskipun tetap berada dalam darah dan menimbulkan hiperglikemia postprandial (sesudah makan).

8ika konsentrasi glukosa dalam darah +ukup tinggi, ginjal tidak dapat menyerap kembali semua glukosa yang tersaring keluar akibatnya glukosa tersebut diekskresikan dalam urin (glukosuria). :kskresi ini akan disertai oleh pengeluaran +airan dan elektrolit yang  berlebihan, keadaan ini dinamakan diuresis osmotik. asien mengalami peningkatan dalam  berkemih (poliuria) dan rasa haus (polidipsi).

Diabetes $ipe %% $erdapat dua masalah utama yang berhubungan dengan insulin, yaitu" resistensi insulin dan gangguan sekresi insulin. &ormalnya insulin akan terikat dengan reseptor khusus pada permukaan sel. Sebagai akibat terikatnya insulin dengan reseptor  tersebut, terjadi suatu rangkaian reaksi dalam metabolisme glukosa di dalam sel. 6esistensi insulin pada diabetes tipe %% disertai dengan penurunan reaksi intrasel, dengan demikian insulin menjadi tidak efektif untuk menstimulasi pengambilan glukosa oleh jaringan.

ntuk mengatasi resistensi insulin dan men+egah terbentuknya glukosa dalam darah harus terdapat peningkatan insulin yang disekresikan. ada penderita toleransi glukosa terganggu, keadaan ini terjadi akibat sekresi insulin yang berlebihan dan kadar glukosa akan dipertahankan pada tingkat yang normal atau sedikit meningkat. &amun jika sel/sel 9 tidak  mampu mengimbangi peningkatan kebutuhan akan insulin maka kadar glukosa akan meningkat danterjadi diabetes tipe %%.

Meskipun terjadi gangguan sekresi insulin yang merupakan +iri khas diabtes tipe %%, namun terdapat jumlah insulin yang adekuat untuk men+egah peme+ahan lemak dan  produksi badan keton. 5leh karena itu, ketoasidosis diabetik tidak terjadi pada diabetes tipe %%. Meskipun demikan, diabetes tipe %% yang tidak terkontrol dapat menimbulkan masalah akut lainnya yang dinamakan sindrom hiperglikemik hiperosmoler nonketotik.

(4)

kibat intoleransi glukosa yang berlangsung lambat dan progresif, maka aitan diabetes tipe %% dapat berjalan tanpa terdeteksi, gejalanya sering bersifat ringan dan dapat men+akup kelelahan, iritabilitas, poliuria, polidipsia, luka pada kulit yang tidak sembuh/ sembuh, infeksi dan pandangan yang kabur 

F. Tanda dan Gejala

!eluhan umum pasien DM seperti poliuria, polidipsia, polifagia. yang sering mengganggu pasien adalah keluhan akibat komplikasi degeneratif kronik pada pembuluh darah dan saraf. ada DM lansia terdapat perubahan patofisiologi akibat proses menua, sehingga gambaran klinisnya berariasi dari kasus tanpa gejala sampai kasus dengan komplikasi yang luas. !eluhan yang sering mun+ul adalah adanya gangguan penglihatan karena katarak, rasa kesemutan pada tungkai serta kelemahan otot (neuropati perifer) dan luka pada tungkai yang sukar sembuh dengan pengobatan la;im.

Menurut Supartondo, gejala/gejala akibat DM pada usia lanjut yang sering ditemukan adalah "

#. !atarak   2. 7laukoma <. 6etinopati

=. 7atal seluruh badan 4. ruritus 1ulae 3. %nfeksi bakteri kulit >. %nfeksi jamur di kulit ?. Dermatopati @. &europati perifer  #0. &europati iseral ##. miotropi #2. lkus &eurotropik  #<. enyakit ginjal

#=. enyakit pembuluh darah perifer  #4. enyakit koroner 

#3. enyakit pembuluh darah otak 

(5)

#>. -ipertensi

(6)

5smotik diuresis akibat glukosuria tertunda disebabkan ambang ginjal yang tinggi, dan dapat mun+ul keluhan nokturia disertai gangguan tidur, atau bahkan inkontinensia urin. erasaan haus pada pasien DM lansia kurang dirasakan, akibatnya mereka tidak bereaksi adekuat terhadap dehidrasi. !arena itu tidak terjadi polidipsia atau baru terjadi pada stadium lanjut.

enyakit yang mula/mula ringan dan sedang saja yang biasa terdapat pada pasien DM usia lanjut dapat berubah tiba/tiba, apabila pasien mengalami infeksi akut. Defisiensi insulin yang tadinya bersifat relatif sekarang menjadi absolut dan timbul keadaan ketoasidosis dengan gejala khas hiperentilasi dan dehidrasi, kesadaran menurun dengan hiperglikemia, dehidrasi dan ketonemia. 7ejala yang biasa terjadi pada hipoglikemia seperti rasa lapar, menguap dan berkeringat banyak umumnya tidak ada pada DM usia lanjut. Biasanya tampak bermanifestasi sebagai sakit kepala dan kebingungan mendadak.

ada usia lanjut reaksi egetatif dapat menghilang. Sedangkan gejala kebingungan dan koma yang merupakan gangguan metabolisme serebral tampak lebih jelas.

Pemeriksaan Penunjang #. 7lukosa darah seaktu 2. !adar glukosa darah puasa <. $es toleransi glukosa

!adar darah seaktu dan puasa sebagai patokan penyaring diagnosis DM (mgAdl) Bukan DM Belum pasti DM DM

!adar glukosa darah seaktu / lasma ena

/ Darah kapiler   !adar glukosa darah puasa

/ lasma ena / Darah kapiler    #00 ?0 ##0 @0 #00/200 ?0/200 ##0/#20 @0/##0 C200 C200 C#23 C##0

(7)

#. 7lukosa plasma seaktu C200 mgAdl (##,# mmolA) 2. 7lukosa plasma puasa C#=0 mgAdl (>,? mmolA)

<. 7lukosa plasma dari sampel yang diambil 2 jam kemudian sesudah mengkonsumsi >4 gr karbohidrat (2 jam post prandial (pp) C 200 mgAdl

G. Penatalaksanaan

$ujuan utama terapi diabetes mellitus adalah men+oba menormalkan aktiitas insulin dan kadar glukosa darah dalam upaya untuk mengurangi komplikasi askuler serta neuropati. $ujuan terapeutik pada setiap tipe diabetes adalah men+apai kadar glukosa darah normal.

da 4 komponen dalam penatalaksanaan diabetes " #. Diet

2. atihan <. emantauan

=. $erapi (jika diperlukan) 4. endidikan

(8)

BAB II ASUA! KEPE"A#ATA! $. Pengkajian Pengum%ulan Data engkajian primer  * iray

$akikardia dan takipnea pada keadaan istirahat atau aktifitas etargiAdisorientasi, penurunan kekuatan otot, syok hipoolemik, sianosis

* Breathing

'rekuensi pernapasan meningkat, merasa kekurangan oksigen, sakit kepala,  penglihatan kabur,

* Sir+ulation

7ejala " Mungkin adanya riayat hipertensi, %M akut !laudikasi, kebas dan kesemutan pada ekstremitas lkus pada kaki, penyembuhan yang lama, $akikardia

$anda " erubahan tekanan darah postural, hipertensi,sesak .  &adi  yang menurunAtidak ada, Disritmia !rekels, Distensi ena jugularis, !ulit panas, kering, dan kemerahan, bola mata +ekung

* Disability

emah, letih, sulit bergerakAberjalan !ram otot, tonus otot menurun, gangguan istirahatAtidur, takipnea, ajah meringis dengan palpitasi, 'rekuensi pernapasan meningkat .

engkajian sekuder 

(Menurut pengumpulan data base oleh Doengoes)

* ktiitas A %stirahat

ook " emah, letih, sulit bergerakAberjalan !ram otot, tonus otot menurun, gangguan istirahatAtidur 

isten " $akikardia dan takipnea pada keadaan istirahat atau aktifitas etargiAdisorientasi, koma , enurunan kekuatan otot

* Sirkulasi

ook " kesemutan pada ekstremitas lkus pada kaki, penyembuhan yang lama, kemerahan, bola mata +ekung.

isten " $akikardia,  &adi yang menurunAtidak ada, Disritmia, !rekels, Distensi ena jugularis.

'eel " !ulit panas, kering.

* %ntegritasA :go

ook " Stress, tergantung pada orang lain, Masalah finansial yang  berhubungan dengan kondisi, nsietas.

'eel " peka rangsang

(9)

ook " erubahan pola berkemih (poliuria), nokturia,  kesulitan berkemih (infeksi), %SS! baruAberulang, rine en+er,

isten " Bising usus lemah dan menurun, hiperaktif (diare), Bising usus lemah dan menurun, hiperaktif (diare), bdomen keras, adanya asites.

'eel " 6asa nyeriAterbakar, &yeri tekan abdomen.

*  &utrisiAEairan

ook " -ilang nafsu makan, MualAmuntah, peningkattan masukan glukosaAkarbohidrat, enurunan  berat badan lebih dari beberapa hariAminggu, penggunaan diuretik ($hia;id), !ulit keringAbersisik, turgor   jelek, muntah, embesaran tiroid (peningkatan kebutuhan metabolik dengan  peningkatan gula darah)

isten " !ekakuanAdistensi abdomen

'eel " -aus, bau halisitosisAmanis, bau buah (napas aseton).

*  &eurosensori

ook " Disorientasi, mengantuk, alergi, stupor Akoma (tahap lanjut). isten " 6efleks tendon dalam menurun (koma)

'eel " usingApening, sakit kepala, !esemutan, kebas, kelemahan pada otot,  parestesia, 7angguan penglihatan

*  &yeriAkenyamanan

ook " ajah meringis dengan palpitasi, tampak sangat berhati/hati isten " bdomen yang tegangAnyeri (sedangAberat)

* ernapasan

ook " batuk denganAtanpa sputum purulen, 'rekuensi  pernapasan meningkat

isten " frekuensi pernapasan meningkat 'eel " Merasa kekurangan oksigen

* !eamanan

ook " !ulit kering, gatal, ulkus kulit, !ulit rusak, lesiAulserasi isten " diaforesis,

'eel " Demam, Menurunnya kekuatan, umumArentang erak, arestesiaAparalisis otot termasuk otot/otot pernapasan (jika kadar kalium menurun dengan +ukup tajam)

* enyuluhanApembelajaran

ook " 'aktor resiko keluarga DM, jantung, stroke, hipertensi. enyembuhan yang, ambat, penggunaan obat sepertii steroid, diuretik  (thia;id), dilantin dan fenobarbital (dapat meningkatkan kadar glukosa darah). Mungkin atau tidak memerlukan obat diabetik sesuai pesanan.

* 6en+ana pemulangan

ook " Mungkin memrlukan bantuan dalam pengatuan diet, pengobatan,  peraatan diri, pemantauan terhadap glukosa darah.

Klasifikasi Data Ds "

- !lien mengeluh mengalami peningkatan rasa haus ( poliuri dan polidipsi ) - !lien mengeluh sakit kepala

(10)

- !lien mengeluh mual muntah - !lien mengeluh nyeri abdomen - !lien mengeluh penglihatan kabur

- !lien mengeluh +emas , tergantung pada orang lain, masalah finansial yang

 berhubungan dengan kondisi Do "

- !elemahan - $akikardia

- enurunan kekuatan otot

- !ulit kering, dan kemerahan, bola mata +ekung - $urgor kulit buruk

- Sesak

-  &yeri tekan abdomen - enurunan berat badan

- ajah meringis dengan palpitasi - 'rekuensi pernapasan meningkat - nsietas

Analisa Data  &

o

Symptom :tiologi roblem

#. Ds "

/ !lien mengeluh sakit kepala / !lien mengeluh  penglihatan kabur Do " / !elemahan / $akikardia / 'rekuensi  pernapasan meningkat / Sesak   !ekurangan %nsulin eme+ahan lemak  meningkat

eme+ahan lemak (lipolisis) menjadi asam/asam lemak 

 bebas dan gliserol sam lemak bebas akan diubah menjadi badan keton

oleh hati sidosis

6espirasi meningkat ola napas tidak efektif 

ola napas tidak  efektif 

(11)

2. Ds "

/ !lien mengeluh mengalami

 peningkatan rasa haus (poliuri dan polidipsi) / !lien mengeluh sakit

kepala

/ !lien mengeluh mual muntah

Do "

/ !elemahan

/ !ulit kering, dan kemerahan, bola mata +ekung

/ $urgor kulit buruk 

!ekurangan %nsulin Dipakainya jaringan lemak  untuk memenuhi kebutuhan

energi

Maka akan terbentuk  keton,glikosuria 7likosuria akan menyebabkan diuresis

osmotik, yang menimbulkan kehilangan

air dan elektrolit seperti sodium, potassium, kalsium, magnesium, fosfat

dan klorida Defi+it olume +airan

Defi+it olume +airan

<. Ds "

/ !lien mengeluh mengalami

 peningkatan rasa haus (poliuri dan polidipsi) / !lien mengeluh mual

muntah

/ !lien mengeluh nyeri abdomen

Do "

/ !ulit kering, dan kemerahan, bola mata +ekung

/ $urgor kulit buruk / enurunan kekuatan

otot

/ enurunan berat badan

!ekurangan %nsulin Dipakainya jaringan lemak  untuk memenuhi kebutuhan

energi

Menurunnya transport glukosa kedalam jaringan

tubuh Menimbulkan hiperglikemia yang meningkatkan glukosuria Menimbulkan kehilangan

air dan elektrolit !etidak+ukupan insulin,

 penurunan masukan oral, status hipermetabolisme erubahan nutrisi kurang

dari kebutuhan tubuh

erubahan nutrisi kurang dari kebutuhan

tubuh

=. Ds "

/ !lien mengeluh nyeri abdomen

/ !lien mengeluh sakit kepala

!ekurangan %nsulin Menurunnya transport glukosa kedalam jaringan

(12)

/ !lien mengeluh mual muntah

Do"

/ &yeri tekan abdomen / ajah meringis dengan palpitasi Menimbulkan hiperglikemia yang meningkatkan glukosuria 7likosuria akan Menyebabkan diuresis osmoti+ Menimbulkan kehilangan air dan elektrolit Menimbulkan syok 

hipoolemik 

6efleks mual dan muntah  &yeri pada abdomen

 &yeri 4. Ds "

/ !lien mengeluh +emas , tergantung pada

orang lain, masalah finansial yang  berhubungan dengan kondisi Do " / nsietas / !elemahan danya penyakit !etergantungan pada orang lain dan pengobatan

yang di berikan Stressor bagi klien

nsietas

nsietas

&. Diagn'sa Ke%era(atan

#. ola napas tidak efektif berhubungan dengan asidosis dan respirasi yang meningkat, ditandai dengan "

Ds "

 !lien mengeluh sakit kepala

 !lien mengeluh penglihatan kabur Do "

 !elemahan  $akikardia

 'rekuensi pernapasan meningkat  Sesak 

2. Defisit olume +airan berhubungan dengan diuresis osmotik akibat hiperglikemia,  pengeluaran +airan berlebihan " muntah* pembatasan intake akibat mual, ditandai

dengan " Ds "

 !lien mengeluh mengalami peningkatan rasa haus (poliuri dan polidipsi)  !lien mengeluh sakit kepala

 !lien mengeluh mual muntah Do "

(13)

 !elemahan

 !ulit kering, dan kemerahan, bola mata +ekung  $urgor kulit buruk 

<. erubahan nutrisi " kurang dari kebutuhan berhubungan dengan ketidak+ukupan insulin, penurunan masukan oral, status hipermetabolisme, di tandai dengan "

Ds "

 !lien mengeluh mengalami peningkatan rasa haus (poliuri dan polidipsi)  !lien mengeluh mual muntah

 !lien mengeluh nyeri abdomen Do "

 !ulit kering, dan kemerahan, bola mata +ekung  $urgor kulit buruk

 enurunan kekuatan otot  enurunan berat badan

=. 7angguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan refleF mual dan muntah, nyeri abdomen, ditandai dengan "

Ds "

 !lien mengeluh nyeri abdomen  !lien mengeluh sakit kepala  !lien mengeluh mual muntah Do "

  &yeri tekan abdomen

 ajah meringis dengan palpitasi

4. nsietas berhubungan dengan ketergantungan pada orang lain, pengobatan yang di  berikan, masalah finansial yang berhubungan dengan kondisi, di tandai dengan "

Ds "

 !lien mengeluh +emas , tergantung pada orang lain, masalah finansial yang  berhubungan dengan kondisi

Do "

 nsietas  !elemahan

). Peren*anaan

 &o $ujuan %nterensi 6asional

#. $upan " Setelah diberikan tindakan keperaatan selama 4 hari 7angguan pola napas tidak efektif dapat teratasi $upen " Setelah diberikan tindakan keperaatan selama < hari

#. !aji kebutuhan optimal oksigen klien

2. Berikan posisi yang nyaman bagi klien

<. Berikan oksigen sesuai indikasi #. Menilai dan mengobserasi sejauh mana tingkat kebutuhan okigen klien

2. Membantu klien agar dapat

mengoptimalkan pola napas dan retraksi dada yang optimal <. Membantu dalam

 penyelasaian pola napas klien yang tidak 

(14)

gangguan pola napas tidak efektif  berangsur/angsur membaik  !riteria -asil " / !ebutuhan oksigen menurun / &afas spontan, adekuat / $idak sesak   / $idak ada retraksi =. :aluasi irama,

kedalaman, dan frekuensi  pernapasan

efektif agar dapat  bernapas dengan optimal =. Mengobserasi sejauh mana tingkat  permasalahan dan  perkembangan pola napas klien 2. $upan " Setelah diberikan tindakan keperaatan selama 4 hari defi+it olume +airan dapat teratasi $upen " Setelah diberikan tindakan keperaatan selama < hari defi+it olume +airan berangsur/ angsur membaik  !riteria -asil " / $$1 dalam  batas normal / ulse perifer dapat teraba / $urgor kulit dan +apillary refill baik / !eseimbangan urin output / !adar elektrolit normal #. !aji riayat durasiAintensitas mual, muntah dan berkemih  berlebihan

2. Monitor ital sign dan  perubahan tekanan darah

orthostatik 

<. Monitor perubahan respirasi" kussmaul, bau a+eton

=. 5bserasi kulaitas nafas,  penggunaan otot asesori

dan +yanosis

4. 5bserasi ouput dan kualitas urin.

3. ertahankan +airan 2400 mlAhari jika diindikasikan >. Eiptakan lingkungan yang

nyaman, perhatikan  perubahan emosional ?. Eatat hal yang dilaporkan

seperti mual, nyeri abdomen, muntah dan distensi lambung

@. 5bseasi adanya perasaan kelelahan yang

meningkat, edema, nadi tidak teratur dan adanya distensi pada askuler  #0. !olaborasi"

* emberian &S dengan

atau tanpa deFtrosa

* lbumin, plasma,

deFtran

#. Membantu memperkirakan  pengurangan olume

total. roses infeksi yang menyebabkan demam dan status hipermetabolik meningkatkan  pengeluaran +airan insensibel. 2. -ypoolemia dapat dimanifestasikan oleh hipotensi dan takikardia. <. -ipoolemia  berlebihan dapat ditunjukkan dengan  penurunan $D lebih dari #0 mm-g dari  posisi berbaring ke duduk atau berdiri. =. elepasan asam karbonat leat respirasi menghasilkan alkalosis respiratorik terkompensasi pada ketoasidosis.

4. &apas bau a+eton disebabkan

 peme+ahan asam keton dan akan hilang  bila sudah terkoreksi

(15)

* ertahankan kateter terpasang * antau pemeriksaan lab "  -ematokrit  B&A!reatinin  5smolalitas darah   &atrium  !alium * Berikan !alium sesuai indikasi * Berikan bikarbonat  jika p- >,0

* asang &7$ dan

lakukan penghisapan sesuai dengan indikasi

3. eningkatan beban nafas menunjukkan ketidakmampuan untuk berkompensasi terhadap asidosis >. Menggambarkan kemampuan kerja ginjal dan keefektifan terapi ?. !ekurangan +airan dan elektrolit mengubah motilitas lambung, sering menimbulkan muntah dan potensial menimbulkan kekurangan +airan G elektrolit @. emberian +airan untuk perbaikan yang +epat mungkin sangat  berpotensi

menimbulkan beban +airan

#0. emberian tergantung derajat kekurangan +airan dan respons  pasien se+ara indiidual <. $upan " Setelah diberikan tindakan keperaatan selama 4 hari nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh dapat teratasi $upen " Setelah diberikan tindakan keperaatan selama < hari nutrisi kurang dari kenutuhan tubuh  berangsur/angsur

membaik 

#. antau berat badan setiap hari atau sesuai indikasi

2. $entukan program diet dan pola makan pasien dan bandingkan dengan makanan yang dihabiskan <. uskultasi bising usus,

+atat adanya nyeri

abdomenAperut kembung, mual, muntahan makanan yang belum di+erna,  pertahankan puasa sesuai

indikasi

=. Berikan makanan yang

#. Mengkaji pemasukan makanan yang adekuat termasuk absorpsi dan utilitasnya 2. Mengidentifikasi kekurangan dan  penyimpangan dari kebutuhan terapetik  <. -iperglikemia dan ggn keseimbangan +airan dan elektrolit dapat menurunkan motilitasAfungsi

lambung (distensi atau ileus paralitik)yang akan mempengaruhi

(16)

!riteria -asil " / BB yang

optimal

mengandung nutrien kemudian upayakan  pemberian yang lebih  padat yang dapat

ditoleransi

4. ibatkan keluarga pasien  pada peren+anaan sesuai

indikasi

3. 5bserasi tanda hipoglikemia

>. !olaborasi "

 emeriksaan 7D dengan finger sti+k   antau pemeriksaan

aseton, p- dan -E5<  Berikan pengobatan

insulin se+ara teratur sesuai indikasi

 Berikan larutan dekstrosa dan

setengah salin normal

 pilihan interensi. =. emberian makanan

melalui oral lebih baik   jika pasien sadar dan

fungsi gastrointestinal  baik 4. Memberikan informasi pada keluarga untuk memahami kebutuhan nutrisi pasien 3. -ipoglikemia dapat terjadi karena terjadinya metabolisme karbohidrat yang  berkurang sementara

tetap diberikan insulin , hal ini se+ara

 potensial dapat mengan+am kehidupan sehingga harus dikenali >. 'ungsi kolaborasi "  Memantau gula

darah lebih akurat daripada reduksi urine untuk mendeteksi fluktuasi  Memantau efektifitas kerja insulin agar tetap terkontrol  Mempermudah transisi pada metabolisme karbohidrat dan menurunkan insiden hipoglikemia  arutan glukosa setelah insulim dan +airan membaa gula darah kira/kira

(17)

240 mgAdl. Dengan mertabolisme karbohidrat mendekati normal  peraatan harus diberikan untuk menhindari hipoglikemia =. $upan " Setelah diberikan tindakan keperaatan

selama 4 hari nyeri dapat teratasi

$upen "

Setelah diberikan tindakan

keperaatan

selama < hari nyeri  berangsur/angsur

membaik 

!riteria -asil " / :kspresi ajah

 pasien relaks.

$. $anyakan pada pasien tentang nyeri

&. 5bserasi dan +atat lokasi  beratnya (skala 0/4) dan

karakter nyeri (menetap, hilang, timbul, kolik) ). Eatat kemungkinan

 penyebab nyeri.

+. njurkan pemakaian obat dengan benar untuk

mengontrol nyeri

,. jarkan tehnik relaksasi

#. Mengkonfirmasi tentang keluhan nyeri klien

2. Mengetahui leel keluhan nyeri klien

<. nalisa penyebab dari nyeri klien =. Mengatasi keluhan nyeri klien 4. Meningkatkan istrahat,memusatkan kembali perhatian klien 4. $upan " Setelah diberikan tindakan keperaatan selama < hari ansietas dapat teratasi $upen " Setelah diberikan tindakan keperaatan selama # hari ansietas berangsur/ angsur membaik  !riteria -asil " / !eluarga dan klien mengekspresika n perasaan dan #. jarkan untuk mengekspresikan  perasaan

2. Berikan informasi tentang kondisi penyakit,

 pengobatan dan  peraatan di rumah <. jarkan keluarga untuk

 berpartisipasi dalam  peraatan pasien

=. Berikan pujian pada

keluarga saat memberikan  peraatan pada pasien.

#. Membatu untuk mengetahui tingkat ke+emasan

2. Mengurangi

ke+emasan keluarga

<. gar keluarga dapat mengobserasi keadaan klien dan mengantisipasi ke+emasn

=. Memberikan motiasi dan kebangaan

keluarga untuk  peraatan klien dan  perasaan berarti

(18)

 pemahaman terhadap kebutuhan interensi  peraatan dan  pengobatan.

4. 8elaskan kebutuhan terapi %1, &7$, pengukuran tanda H tanda ital dan  pengkajian.

4. Mengurangi tingkat ke+emasan dan meningkatkan antisipasi klien dan keluarga

+. Im%lementasi

 &o -ariA$anggal &o. DF

aktuA8am %mplementasi araf   #. 8umat <0

September  20##

% 0?.<0 #. Mengkaji kebutuhan optimal oksigen klien

-asil "

!lien masih membutuhkan  bantuan berupa oksigenasi 2. Memberikan posisi yang

nyaman bagi klien -asil "

osisi semi foler nyaman untuk klien

<. Memberikan oksigen sesuai indikasi

-asil "

!lien diberikan bantuan oksigenasi maksimal 4 lAm =. Mengealuasi irama,

kedalaman, dan frekuensi  pernapasan

-asil "

'rekuensi napas +epat, $akipnea 2. 8umat <0 September  20## %% 0@.<0 #. Mengkaji riayat durasiAintensitas mual, muntah dan berkemih  berlebihan

-asil "

!lien masih mual muntah,  poliuri dan polidipsi

2. Memonitor ital sign dan  perubahan tekanan darah

orthostatik  -asil "

$ekanan darah belum optimal

<. Memonitor perubahan respirasi" kussmaul, bau a+eton

-asil *

(19)

kussmaul

=. Mengobserasi kulaitas nafas, penggunaan otot asesori dan +yanosis -asil "

enggunaan otot bantu  pernapasan, sianosis 4. Mengobserasi ouput dan

kualitas urin. -asil "

-aluaran output dan input urine belum optimal

3. Mempertahankan +airan 2400 mlAhari jika diindikasikan -asil " Mengoptimalkan kondisi klien >. Men+iptakan lingkungan yang nyaman, perhatikan  perubahan emosional

-asil "

!lien nyaman dan dapat  beristirahat dengan optimal ?. Men+atat hal yang

dilaporkan seperti mual, nyeri abdomen, muntah dan distensi lambung

-asil *

$erjadi mual muntah dan distensi abdomen

@. Mengobseasi adanya  perasaan kelelahan yang

meningkat, edema, nadi tidak teratur dan adanya distensi pada askuler  -asil "

$akikardi, lemah, lelah #0. Berkolaborasi"

* emberian &S dengan

atau tanpa deFtrosa

* lbumin, plasma,

deFtran

* ertahankan kateter

terpasang

* antau pemeriksaan lab"

 -ematokrit  B&A!reatinin

(20)

 5smolalitas darah   &atrium

 !alium

* Berikan !alium sesuai

indikasi

* Berikan bikarbonat jika

 p- >,0

* asang &7$ dan lakukan

 penghisapan sesuai dengan indikasi <. 8umat <0

September  20##

%%% #0.00 #. Memantau berat badan setiap hari atau sesuai indikasi -asil "

BB belum optimal

2. Menentukan program diet dan pola makan pasien dan  bandingkan dengan makanan

yang dihabiskan -asil "

!lien disarankan diet rendah glukosa, asam, garam

<. Mengauskultasi bising usus, +atat adanya nyeri

abdomenAperut kembung, mual, muntahan makanan yang belum di+erna,  pertahankan puasa sesuai

indikasi -asil "

Bising usus tidak optimal =. Memberikan makanan yang

mengandung nutrien kemudian upayakan

 pemberian yang lebih padat yang dapat ditoleransi

-asil *

Dapat mngoptimalkan kondisi klien

4. Melibatkan keluarga pasien  pada peren+anaan sesuai

indikasi -asil "

!eluarga dapat berkolaborsi dengan baik 

3. Mengbserasi tanda hipoglikemia

-asil *

(21)

>. Berkolaborasi "

 emeriksaan 7D dengan finger sti+k   antau pemeriksaan

aseton, p- dan -E5<  Berikan pengobatan

insulin se+ara teratur sesuai indikasi

 Berikan larutan dekstrosa dan setengah salin

normal =. 8umat <0

September  20##

%1 ##.00 $. Menanyakan pada pasien tentang nyeri

-asil "

 &yeri yang dirasakan terasa sekitar area abdomen dan dadaAthoraF

&. Mengobserasi dan +atat lokasi beratnya (skala 0/4) dan karakter nyeri (menetap, hilang, timbul, kolik)

-asil *

 &yeri skala <, hilang timbul ). Men+atat kemungkinan

 penyebab nyeri. -asil "

!arena mual dan muntah dan sesak yang di alami +. Mengajurkan pemakaian

obat dengan benar untuk mengontrol nyeri

-asil "

emakaian obat analgesik  4. 8umat <0 September  20## 1 ##.20 #. Menganjurkan untuk mengekspresikan perasaan -asil " !lien dapat mengekspresikan perasaan tentang rasa +emasnya 2. Memberikan informasi

tentang kondisi penyakit,  pengobatan dan peraatan di

rumah -asil *

!lien dan keluarga dapat mengerti dan berkolaborasi dalam pengobatan dan

(22)

 peraatan

<. Mengajarkan keluarga untuk  berpartisipasi dalam

 peraatan pasien -asil *

!eluarga dapat berpatisipasi dengan baik 

=. Memberikan pujian pada keluarga saat memberikan  peraatan pada pasien.

-asil "

Memotiasi klien dan keluarga berkolaborasi dalam pengobatan dan  peraatan

BAB I-PE!UTUP

A. Kesim%ulan

♥ Diabetes mellitus merupakan sekelompok kelainan heterogen yang ditandai oleh

(23)

!lasifikasi diabetes mellitus sebagai berikut "

♥ $ipe % " Diabetes mellitus tergantung insulin (%DDM)

♥ $ipe %% " Diabetes mellitus tidak tergantung insulin (&%DDM)

♥ !eluhan umum pasien DM seperti poliuria, polidipsia, polifagia.

♥ sidosis pada DM terjadi bila tubuh sangat kekurangan insulin. !arena dipakainya

 jaringan lemak untuk memenuhi kebutuhan energi, maka akan terbentuk keton. Bila hal ini dibiarkan terakumulasi, darah akan menjadi asam sehingga jaringan tubuh akan rusak dan bisa menderita koma

B. Saran

dapun saran yang dapat kami sampaikan pada askep ini yaitu "

♥ Dengan adanya askep mengenai Diabetes Melitus yang Berhubungan dengan 7angguan

asam basa tubuh ini dapat membuka +akraala berfikir khususnya bagi +alon/+alon  peraat pemula.

♥ Dengan adanya askep ini dapat mempermudah pemahaman mengenai gangguan asam

 basa pada Diabetik dan dapat di manfaatkan dalam pengkajian keperaatan lebih lanjut.

DAFTA" PUSTAKA

ue+knote, nnette 7eisler,  Pengkajian Gerontologi alih bahasa niek Maryunani, 8akarta":7E, #@@>.

(24)

Doenges, Marilyn :,  Rencana Asuhan Keperawatan Pedoman untuk Perencanaan dan  Pendokumentasian Perawatan Pasien edisi < alih bahasa % Made !ariasa, &i Made

Sumarati, 8akarta " :7E, #@@@.

Earpenito, ynda 8uall,  Buku Saku Diagnosa Keperawatan edisi 3 alih bahasa asminsih, 8akarta " :7E, #@@>.

Smelt;er, Su;anne E, Brenda 7 bare,  Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner & Suddarth Edisi  !ol "   alih bahasa -. . !un+ara, ndry -artono, Moni+a :ster, asmin asih, 8akarta " :7E, 2002.

%kram, inal,  Buku Ajar #lmu Pen$akit Dalam % Diaetes Mellitus Pada 'sia (anjut jilid #   Edisi ketiga, 8akarta " '!%, #@@3.

rjatmo $jokronegoro.  Penatalaksanaan Diaetes Melitus )erpadu.Eet 2. 8akarta " Balai enerbit '!%, 2002

Referensi

Dokumen terkait

Mengetahui hubungan peningkatan kadar gula darah puasa (hiperglikemia) dengan kadar VEGF pada penderita DM tipe 2. Mengetahui hubungan kadar gula darah puasa normal

Pada DM Tipe 2 terjadi hiperglikemia yang cenderung menimbulkan stres oksidatif yang memicu auto oksidasi glukosa sehingga terbentuk ROS ( Reactive Oxygen Spesies ),

dilepasnya glukosa dari hati sebagai simpanan yang pada keadaan normal dihambat oleh insulin.  Sehingga terjadi penumpukan glukosa darah (hiperglikemia), sampai suatu titik

Namun, jika jumlah insulin yang dihasilkan tetap tidak cukup, kadar glukosa darah akan meningkat dan menyebabkan diabetes gestasional.. Kebanyakan wanita yang menderita

Jika diabetes melitus tidak dikendalikan secara memadai dan kadar glukosa tetap tinggi dalam jangka waktu yang lama, pembuluh darah dan sistem saraf bisa dengan mudah terganggu,

Pemantauan Glukosa Darah Mandiri Pemantauan glukosa darah mandiri memungkinkan untuk melakukan penyesuaian insulin terhadap makanan yang dikonsumsi menjadi lebih baik dan memungkinkan

Diabetes melitus DM ditandai dengan tingginya kadar glukosa dalam darah atau hiperglikemia yang disertai gangguan metabolisme karbohidrat, lipid, dan protein sebagai akibat dari

A yaitu pasien tidak makan dengan teratur hanya 2x/hari, suka mengonsumsi minuman manis seperti teh manis dalam setiap hari dan makanan yang manis-manis seperti roti cokelat, kue yang