Teks penuh

(1)

Milik Departemen P dan K Tidak Diperdagangkan

MANIKMAYA

I

Alih Aksara dan Alih Bahasa

SRI SUMARSIH

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan PROYEK PENERBITAN BUKU SASTRA

INDONESIA DAERAH JAKARTA - 1981

(2)

MANIKMOYO I

I. PUPUH DHANDHANGGULO

01.Konon Mas Ngabei Ronggo di Penambangan yang mengepalai para abdi dalem Kadipaten Mangkunegaran Surakarta, telah berhasil menyusun kisah tentang kedatangan agama Islam di Pulau Jawa.

Ceritera ini dimulai dari Sis Yanas Nurcahyo, adalah keturunan Nabi Adam sampai dengan Sunan Giri.

02.Kisah yang disusunnya bersumber dari kitab suci Al Qur’an, tentang tonasube (ilmu tasawuf). Ceritera itu diuraikan dalam bentuk ijina’ dan kias, menunjukkan sifat : Maha Tunggal, Maha Pengasih dan Penyayang, Pemurah dan Pengampun Tuhan seru sekalian alam.

03.Ceritera itu ditulis pada hari Sabtu Kliwon tanggal empat belas bulan Jumadillawal tahun Ehe, wuku Warigalit, dalam masa kelima, dalam jangka windu, Windu Adi. Diberi sasmito sandi (Jawa: Sengkalan) Sirno Ening Sworo Tunggal. Jelasnya tahun 1740.

04.Demikianlah ceritera itu didahului dengan ucapan Bismiilahir rohman anirohiem. Puji pujian itu berasal dari kitab Barubutun, kitab Barubu Laut, dan kitab

Barungala. Pertama (kidam) yang perlu diperhatikan urut urutan (tanayul) doa dan kitab kitab itu jangan sampai terbalik balik, disertai lafal Illaha Illalloh Muhammad Rasullullah.

05.Sebelum bumi dan langit diciptakan maka keadaan alam semesta masih hampa. Dialam yang kosong itu yang ada hanyalah sekumpulan roh. Kepada sekumpulan roh itu disodorkan janji janji untuk menempuh jalan yang baik. Setelah mendapat perjanjian sebagian diantara roh roh itu lalu ada yang menjadi Nur (malaikat). Kemudian Tuhan memerintahkan kepada para malaikat tadi untuk bersujud kepada-Nya. Malaikat lalu menyembah lima kali kepada Yang Maha Esa. 06.Sejak itulah terjadi kebiasaan malaikat menyembah kepada Tuhan. Mereka

menjalankan sujud itu dengan pengertian dan mengindahkan ketentuan dan dalil. Dalam menjalankan sujud itu mereka menjaga kebersihan lahir dan batin. Dalam menjalankan sujud itu mereka menjaga kebersihan lahir dan batin. Dalam

menjalankan sujud jangan sampai terpengaruh soal soal yang kotor baik jasmaniah maupun rohaniah.

Suatu ketika para malaikat habis menjalankan sujud dengan khusuknya, mereka lalu menelentang. Dengan kesaktiannya pada waktu menelentang itu keluarlah asap yang membubung tinggi. Dan asap akhirnya terjadilah langit ketujuh tingkat dengan isinya.

07.Langit ketujuh tingkat beserta isinya itu menunjukkan ruang lingkup kekuasaan Tuhan. Disinilah merupakan tempat yang terjaga kesuciannya dan tempat

tersimpannya wahyu wahyu Illahi. Ketujuh langit ini lalu menjadi terang dengan adanya matahari, bintang, dan bulan. Disinilah bertempat tinggal para malaikat, jin, bidadari. Mereka adalah umat Tuhan Yang Maha Agung disana pula terletak neraka.

08.Setelah ketujuh langit selesai terbentuk malaikat lalu melakukan sujud lagi dengan posisi tengkurap. Saat itu lalu terbentuk bumi sebanyak tujuh buah lengkap dengan isinya. Dari sikap tengkurap itu malaikat lalu tidur dengan posisi miring. Saat itu terjadilah lembah, jurang, tebing, karang. Sesudah itu malaikat lalu duduk. Sikap ini nengakibatkan terjadinya gunung gunung.

(3)

09.Waktu duduk, malaikat itu mengeluarkan keringat. Dan kerigat inilah yang menjadikan asal mula adanya samudera, mata air, sungai sungai besar, serta telaga. Semua merupakan sumber dan air hujan.

Kemudian kotoran badan (daki) menjadi penghuni bumi yang terbagi atas binatang darat dan binatang air. Termasuk binatang darat yaitu binatang bangsa burung, binatang melata, serta binatang merayap.

10.Kejap kejap mata malaikat menjadikan asal mulanya ada siang dan malam, guruh, kilat. Saat perjanjian dan kejapnya malaikat masih rahasia Tuhan Yang Maha Esa.

11.Alam arwah itu membutuhkan jangka waktu 70.000 tahun Dalam jangka waktu itu terkumpullah unsur unsur sehingga memungkinkan perubahan sifat keadaan. Dikala itu Tuhan memfirmankan tentang adanya / lahirnya bumi dan langit lengkap dengan aneka macam isinya. Hal itu menurut Al Qur‘an teijadi dalam waktu 6 hari.

12.Begitulah kisah terjadinya tujuh buah langit dan tujuh buah bumi beserta isinya. Panjang lingkar keliling langit itu diceriterakan bila diukur dengan kecepatan burung terbang baru akan selesai dalam jangka waktu 1.000 tahun.

13.Salah satu diantara 7 buah langit itu lingkar kelilingnya cukup ditempuh dengan kecepatan terbang burung yang tanpa berhenti selama 500 tahun.

Ruang keagungan dan kemegahan Tuhan dapat dilbaratkan sebagai sorga indah yang berkotak kotak bagaikan kotak rumah lebah. Masing masing sorga indah itu luasnya tak dapat dikatakan. Masing masing dijaga oleh bidadari.

14.Bidadari itu mempunyai empat jenis warna pokok yaitu hitam, putih, merah, dan kuning. Warna pokok yang satu terhadap yang lain saling baur membaur. Yang warna hitam agak keputihan, yang putih agak kemerah merahan bercampur kuning, yang merah agak hitam dan putih serta kuning, yang kuning agak kemerah merahan, putih, hitam, dan merah.

15.Para bidadari itu mempunyai wajah yang cemerlang seolah olah masing masing memaimerkan keunggulan sinarnya Lemparan pandangannya bagai meluncurnya siraut (pisau tajam) jatuh. Kelihatan serba pantas tiada setitikpun kejelekannya. Tingkah lakunya aneka ragam lemah gemulai. Telah menjadi kebiasaan gerak gerik bidadari itu serba menarik membuat para pria menjadi terpesona.

16.Dan berjuta juta dan puluhan ribu bidadari itu masing masing cantik molek wajahnya para bidadari itu pantas jadi idaman istri para manusia yang mendapat anugrah Tuhan masuk kesorga.

17.Masing masing kotak sorga itu ujudnya berbeda beda. Ada kelompok kotak yang berujud mutiara semua. Kelompok kotak mutiara ini memancarkan sinar cerah. Dilain tempat terdapat kelompok kotak sorga intan. Pada kelompok ini terdapat tanaman yang batang, daun, serta pucuknya semuanya serba intan. Memancarkan sinar yang seperti intan habis digosok.

18.Didalam surga keadaannya serba menarik. Dimana mana terdapat permata mulia. Ada jamrut, mirah, nila widuri, ratna cempaka, beralaskan emas murni berseling seling perak memancarkan sinar aneka warna. Sinar sinar itu seolah olah

memamerkan seni serinya masing masing.

19.Sungguh mengasyikkan pemandangan disana sini terdapat sinar cemerlang Tiada bedanya keadaan siang dan malam didalam surga. Nikmat nian hidup didalam surga. Keadaan seperti itu, baka langgeng tiada habisnya. Tak ada tolok banding keindahan surga dibumi ini.

20.Rapal Laa ilaha illalloh dan Mohainmad dan wa rosuuluh itu tertulis dalam kitab suci. Kitab suci itu tersimpan didalam makful yaitu tempat yang terjaga untuk

(4)

menyimpan ayat ayat suci. Lokil makful itu tidak dapat dibayangkan sampai berapa luas tinggi dan dalamya

21.Tentang ujud Tuhan Yang Maha Esa itu tak dapat digambarkan. Hanya dapat dikatakan lengkap penuh sempurna serba maha. Apa yang difirmankan terjadi. Dan firman itu tidak pernah tidak ditepati. Sifatnya baka, tidak bertambah pun pula tidak menyusut sesuai dengan sajaratil muntoha.

22.Pohon sajaratil muntoha besar batangnya lipat tujuh kali besarnya bumi. Daunnya bermacam macam ada kuning, merah, biru, dhadhu (warna pembauran antara merah dan kuning), campuran ungu dan kuning, ungu, hijau, hitam, dan putih. Semua daun itu memancarkan sinar merah bagaikan mutu manikam yang semua memancarkan keindahan cahaya. Aneka warna daun itu mengkiaskan sifat tabiat masing masing manusia.

23.Apabila daun itu layu, ini mengkiaskan manusia jatuh sakit. Apabila daun menjadi kering mengkiaskan manusia telah tua. Bila daun gugur mengkiaskan manusia meninggal, badan rohaniah meninggalkan badan jasmaniah. Arwahmya diterima oleh malaikat Ngijrail yang menjaga dibawahnya lalu dilihat dan dipertimbangkan amalnya.

24.Kalau sudah dipertimbangkan segala amal perbuatannya, bagi yang banyak amal solehnya ditempatkan oleh malaikat Ngijrail di lohkil mahful. Mengenai

meninggalnya manusia itu ada yang meninggal dalam usia tua, usia muda, masih bayi, dan meninggal sebelum dilahirkan (abortus). Semua itu diatur oleh

kekuasaan Tuhan. Tentang giliran kematian itu diatur oleh kebijaksanaan Tuhan, digambarkan sebagai bunyi irama gamelan yang indah.

25.Irama gamelan yang indah membuat gembira bagi siapa pun yang mendengarkan mengakibatkan badan menjadi segar, dan menghilangkan rasa lesu, bagaikan rasa nikmatnya wanita yang dirayu oleh pria.

Jumlah malaikat yang mempunyai tugas sendiri sendiri itu amat banyak, berjuta juta bahkan wendran.(1 endran = 10.000.000).

26.Yang dijadikan utusan Tuhan malaikat Jabarail, Mingkail, Ngisrofil, dan Ngijrail Malaikat ditugaskan mengepalai para malaikat tersebut. Jajil itu bertempat tinggal disorga. Ia mendapat kepercayaan Tuhan sebagai wakil-Nya.

27.Tujuh bumi dan tujuh langit terjadi berpasang pasangan. Tujuh bumi dan tujuh langit itu keadaannya bagaikan kembar. Keadaan atas dan bawah dari tujuh langit dan tujuh bumi itu sama, begitu juga jarak antaranya dan susunannya Masing masing bumi itu disangga oleh malaikat yang berujud ular naga. Ular naga itu panjangnya sama dengan jarak ujung bumi sebelah timur hingga ujung bumi sebelah barat.

28.Naga itu menyangga bumi dari ujung timur menyusur sampai keujung barat kemudian muncul dan permukaan bumi melambung, melengkung akhirnya kembali keujung bumi sebelah timur akibatnya kepala dan ujung ekornya bertemu. Ular naga itu seolah olah kepalanya memangsa ekornya sendiri. 29.Konon naga itu disangga oleh lembu yang dinamakan lembu Gumarang. Lembu

Gumarang ini mempunyai 1.000 tanduk dan 1.000 telinga. Jarak antara telinga yang satu dengan telinga yang lain sama dengan jaraknya ujung timur dan ujung barat. Lembu ini berdiri diatas batu pualam (kumoloso) yang luasnya sama dengan luas bumi. Batu pualam itu disangga oleh ikan Nun. Ikan Nun itu disangga oleh lautan. Ikan Nun memangsa sesama ikan.

30.Ikan kecil yang menjadi mangsanya berdatangan sendiri seolah olah sudah menjadi takdir Tuhan.

(5)

31.Bentuk permukaan bumi itu ada bermacam macam, ada yang itu mengeluarkan air sehingga terjadilah mata air, sungai, dan sungai besar Kesemuanya itu kena cahaya matahan kelihatan amat indah. Bintang bintang bertebaran diangkasa 32.Disamping bintang bintang yang bertebaran itu, terdapat pelangi berbentuk

lengkung yang ujung pangkalnya dikaki langit seolah olah kepala rusa sedang minum air laut (bentuk pelangi yang melengkung itu digambarkan seperti rusa yang sedang minum). Diangkasa yang luas itu.terdapat juga kilat yang saling bermunculan.

33.Mengenai jenis binatang : ada binatang hutan, binatang yang hidup dijurang jurang, binatang yang hidup ditebing tebing, binatang yang hidup didalam air. Semua binatang itu ujud dan keadaannya bermacam macam. Karena tak terhingga banyak dan ragamnya maka orang tak mampu menuliskan. 34.Alkisah Tuhan Yang Maha Esa menciptakan seekor burung yang besar lagi

panjang, warnanya hijau. Burung itu amat tinggi. Makanan burung itu telah tersedia, buah buahan yang terdapat didunia. Tumbuh tumbuhan didunia itu bermacam macam. Yang dimakan burung itu tidak hanya buah buahan yang besar saja tetapi kecil sebesar biji sawi pun dimakan juga. Sesudah semua tumbuh tumbuhan itu habis dipatuk maka matilah burung itu.

35.Kemudian Tuhan berfirman kepada Ngijrail agar memasuki mutiara hijau yang sebesar biji sawi. Ngijrail tidak sanggup alasannya bagaimana. Ia dapat masuk, sebab mutiara itu tidak berpintu lagi pula sangat kecil, jauh lebih kecil dari badannya. Sedang bila ia sedang merentang sayapnya saja ruang diluar langit dapat terpenuhi.

36.Malaikat Ngijrail menukik dari langit sampai dibumi masih bersifat malaikat. Untuk dapat melandas kebumi tidak dapat. bila tidak merubah keadaan dirinya yang mirip dengan perujudan yang ada dibumi. Apalagi bagaimana hamba dapat masuk kedalam mutiara yang sebesar biji sawi itu. Jawab Tuhan hanya

menekankan agar Ngijrail menjalani apa firman-Nya.

37.Karena takut dan patuh menjalani firman Tuhan akhirnya Ngijrail melaksanakan apa firrnan Tuhan itu. Ia masuk kedalamnya. Ternyata didalamnya amat luas. Ngijrail segera membentangkan sayapnya, kemudian terbang berkeliling. Namun ia tak dapat mencapai dinding mutiara itu. Ia lalu melambung keatas, ternyata tidak juga mencapai tepi bagian atasnya. Ngijrail amat menyesal. Karena kepayahan berterbangan itu ia mengurangi kecepatannya. Akhirnya ia berhenti untuk bersujud menyatakan tobat kepada Tuhan Yang Maha Esa.

(6)

II. PUPUH ASMORODONO

01.Tuhan Yang Maha Esa menanyakan kepada Ngijrail, apa yang nampak didepannya. Jawab Ngijrail bahwa segera ia melihat seekor burung berwarna hijau tua sinarnya cemerlang.

02.Warna hijau itu bercampur kuning, biru dan putih. Tuhan berfirman kepada Ngijrail disuruh segera masuk kedalam perut burung hijau itu.

03.Malaikat Ngijrail segera masuk kedalam perut burung hijau itu. Perut burung itu amat luasnya andaikata ia terbang sejauh jauhnya tak mungkin mencapai sisi tepinya.

04.Malaikat Ngijrail dalam hati mengagumi Maha Kuasanya Tuhan yang tak dapat dibayangkan sampai dimana luas dan puncak kekuasaan-Nya. Keanehannya ia bertempat tinggal dalam sebuah rumah raksasa yang terletak didalam perut burung.

05.Malaikat Ngijrail bersujud dihadapan Tuhan Yang Maha Esa. Ia menghiba hiba minta belas kasihan kepada Tuhan. Tuhan berfirman malaikat Ngijrail disuruh masuk kedalam rumah yang terletak didalam perut burung hijau itu. Malaikat Ngijrail mengindahkan perintah Tuhan tersebut.

06.Tetapi ia tak mampu mendekati. Ia pingsan, tubuhnya lemah tak berdaya. Ia menyerah kepada segala maksud Tuhan. Tuhan seru sekalian alam berfirman kepada malaikat Ngijrail itu semua tidak menjadi persoalan, kamu tidak bersalah. 07.Didalam rumah raksasa yang berwarna hijau yang terletak didalam burung

tersebut malaikat Ngijrail bertanya kepada Illahi, “suara apakah itu gerangan.” 08.Tuhan Yang Maha Esa memberi jawaban, “itu adalah suara insan kamil (manusia

sejati).” Malaikat Ngijrail menyambung pertanyaannya, “di manakah letak insan kamil itu.”. Tuhan Yang Maha Esa memberikan jawaban, “ia tidak berada diluar ataupun didalam, tidak dibawah pun dan pula tidak diatasjauh jaraknya tak terhingga.

09.Namun terletak amat dekat dengan kau tetapi tidak bersinggungan dengan dirimu. Malaikat Ngijrail bertanya, sebelum alam semesta langit dan bumi ketujuh ini tercipta dimanakah insan kamil itu berada.

10.Tuhan Maha Suci berfirman kepada malaikat Ngijrail, sebelum segala sesuatu tercipta (kablasehi la akada) tak dapat dibayangkan bagaimana keadaan alam ini, Alam semesta bersifat hampa tanpa isi.

11.Tuhan Yang Maha Kuasa lalu menciptakan bumi dan langit. Sekali berfirman terjadilah apa yang beliau kehendaki. Malaikat Ngijrail bertanya kepada Tuhan Semesta Alam, dimanakah tempat insan kamil (manusia sempurna).

12.Kira kira dala waktu 1.000 tahun malaikat Ngijrail masuk kedalam mutiara, maka Tuhan Yang Maha Esa menghendaki menciptakan Jin untuk penghuni bumi. 13.Jin itu mempunyai laskar beratus ratus ribu berpasang pasangan pria dan wanita.

Para Jin itu beranak cucu turun temurun. Ujud raja Jin beserta laskarnya itu tidak menyerupai manusia melainkan bersifat roh halus. Ia berasal dan sari api.

14.Semua Jin itu tabiatnya suka durhaka. Mereka mengingkari tentang segala kekuasaan Tuhan, tak sudi bertaqwa kepada Tuhan. Selama para Jin itu menghuni bumi dalam waktu puluhan ribu tahun mereka membiasakan hidup serba mewah.

15.Oleh karena itu mereka lalu mendapat murka Tuhan dan dilenyapkan dari bumi dengan cara disambar petir sehingga punah beserta anak cucunya Kemudian Tuhan Yang Maha Esa berhajad hendak menciptakan penghuni bumi lagi Umat baru yang diciptakan itu diberi nama Ibnu Jan, berasal juga dan sari api.

(7)

16.Pengikut Ibnu Jan ada beratus ratus ribu, bersuami istri, beranak cucu turun temurun, sifatnya masih roh halus. Ibnu Jan amat berwibawa Keadaan kerajaannya aman sejahtera. Segala sesuatu yang diinginkan lekas ada.

17.Adat kebiasaannya suka menjalankan perbuatan durhaka, malas bekerja, berbuat sekehendak hatinya, mengingkari segala sifat kebesaran Tuhan. Mereka

mendiami bumi sampai 80.000 tahun, kemudian mendapat murka Tuhan. 18.Akibat dari pada murka ini negaranya menjadi rusak. Ibnu Jan beserta

pengikutnya meninggal dilanda air. Sesudah itu yang menjadi raja adalah malaikat Ngijrail yang telah lama mengalami hidup mulia, tempat tinggalnya disorga.

19.Malaikat Ngijrail sebagai pimpinan para malaikat ingin mengetahui keadaan bawah langit. Dengan diantar 700.000 malaikat ia turun kebumi, sampailah ia dibawah langit yang pertama

20.Malaikat Ngijail bertakwa dihadapan Tuhan hingga 1.000 tahun. Sesudah itu ia minta Izin kepada Tuhan Yang Maha Esa ingin mengetahui keadaan dibawah langit maka ia diiringi oleh penganutnya yang berjumlah ratusan nbu itu turun kebumi. Kisah sebelumnya malaikat Ngijrail itu bertempat tinggal disorga. 21.Genap 1.000 tahun malaikat Ngijrail menempati sebuah bumi ia beserta

pengikutnya pindah kebumi yang lain. Selanjutnya ia pindah kebumi yang lain lagi. Begitulah sampai ketujuh bumi pernah didiami. Masin masing bumi itu didiami selama 1.000 tahun. Maka samapai meliputi bertempat tinggal ditujuh bumi makan waktu 7.000 tahun. Masing masing pasangan bumi dan langit menyambut baik kedatangan Ngijrail beserta pengikutnya.

22.Begitu Ngijrail sampai dibumi hatinya amat tertarik keadaan dibumi sehingga keadaan disorga terlupakan. Ia pergi mengelilingi bumi melihat lihat hutan rimba. belantara, gunung gunung dengan lereng serta tebingnya, dan laut samudera. 23.Ia amat terpesona kepada tingkah dan gerak gerik binatang rimba. Mereka

berkejar kejaran. Disamping itu ia masih ingat juga bersujud kepada Tuhan Yang Maha Esa.

24.Ngijrajil suka memperhatikan saat terbenamnya matahari, sinar bulan purnama dan bintang bertaburan yang gemerlapan diangkasa raya. Kesukaan Ngijrail beserta pengikutnya mengembara mengelilingi bumi dari arah timur sampai barat telah didatangi semua tak ada yang ketinggalan.

25.Sekali peristiwa dalam bepergian mengembara itu diantara pengikutnya ada yang mengingatkan Ngijrail, bahwa telah lama kami sekalian meninggalkan sorga, menetap dibumi, jangan jangan dimarahi oleh Tuhan Yang Maha Esa.

26.Ngijrail menerima baik peringatan dari penganutnya itu. Ia berterima kasih atas peringatan itu. Ia benjanji bila lama perjalanan mereka telah 7.000 tahun akan kembali kesorga.

27.Para malaikat yang jumlahnya 700.000 itu sependapat dengan kehendak dari Ngijrail itu. Mereka patuh mengikuti perintah Ngijrail sampai dimana pun juga. Alkisah Tuhan Yang Maha Esa menghendaki terciptanya manusia pertarna (Adam).

28.Tuhan memerintahkan kepada malaikat Jabarail mengambil tujuh jenis tanah sebagai bahan untuk menciptakan adanya Adam.

Malaikat Jabarail segera turun kebumi. Pada saat ia menukik kebumi itu bumi bertanya.

29.Pertanyaannya itu mengapa malaikat Jabarail mengambil tujuh macam tanah sebagai bahan menciptakan Adam. Bumi tidak rela jika sebagian dari padanya

(8)

diambil untuk dijadikan bahan Adam, karena ia tahu bahwa nantinya Adam akan menerima murka Tuhan Yang Maha Esa.

30.Jabarail sangat tidak menduga bahwa bumi tidak mau diperlakukan sebagaimana difirmankan Tuhan Yang Maha Esa. Ia segera kembali menghadap Tuhan

menyatakan bahwa bumi tidak dapat menerima atas perlakuan itu. Bila dipaksa juga bumi akan melawan.

31.Tuhan Yang Maha Esa beralih memerintahkan kepada Mikail untuk mengambil tujuh macam tanah. Mikail mengindahkan perintah Tuhan itu. Segera ia turun kebumi. Sebelum Mikail mengambil tujuh macam tanah itu, oleh bumi kepadanya lebih dahulu disodori pertanyaan apa maksud kedatangannya itu. 32.Lalu dikatakan bila Mikail mau mengarnbil sebagian dari padanya ia amat tidak

rela. Kalau toh dipaksa maka ia menjatuhkan laknat. Keadaan ini menjadikan Mikail tidak berani menjalankan tugasnya. Ia kembali kehadapan Tuhan melaporkan bahwa bumi amat tidak rela jika sebagian dari padanya diambil meskipun pengambilan itu atas perintah Tuhan Yang Maha Esa.

33.Tuhan Yang Maha Esa segera berfirman kepada Ngisrafil memerintahkan agar segera ia kebumi mengambil tanah. Ngisrafil mengindahkan perintah Tuhan, segera ia turun kebumi. Sebelum ia melaksanakan perintah. Tuhan Yang Maha Esa itu, bumi telah mendahului berkata seperti apa yang pernah ia katakan kepada Mikail dahulu.

34.Ngisrafil segera kembali menghadap Tuhan, disana ia melaporkan bahwa bumi tidak rela jika sebagian dari padanya diambli oleh Ngisrafil. Maka Tuhan beralih memerintahkan kepada Ngijroil.

III. PUPUH PANGKUR

01.Tuhan memerintahkan kepada Ngijroil agar turun kebumi mengambil tujuh tanah (jenis tanah) berwarna merah, biru, hijau, dan merah jambu agak ungu

(kapuranta), dadu (warna coklat bercampur kuning contoh gambar pegunungan dipeta), hitam, dan putih. Ngijroil segera berangkat, tak lama kemudian

sampailah dibumi.

02.Sebelum Ngijroil mengatakan apa maksud kedatangannya, bumi telah

mendahului bertanya, apa maksudmu hendak mengambil sebagian dari padaku, aku sungguh tidak merelakan. Apabila anda memaksanya aku akan mengutuk anda. Maka segera kembalilah.”

03.Sahut Ngijroil, apa katamu hai bumi aku sekedar menjalani firman Tuhan. Bagaimana akan menyanggahnya. Andaikata kamu meronta ronta sekalipun aku sanggup menguasaimu. Segala kekuasaan ada padaku. Bumi tinggal diam saja. 04.Malaikat Ngijroil segera mengambil tujuh jenis tanah dibawa terbang

membubung diangkasa. Serta Ngijroil sampai dihadapan Tuhan. Tuhan lalu berfirman, “tiadakah kamu dikutuk oleh bumi tatkala mengambil tanah.” 05.Malaikat Ngijroil berdatang sembah kepada Tuhan bahwa bumi melemparkan

banyak kutukan kepadanya, tetapi tidak dihiraukannya. Terus saja Ngijroil membawa tujuh jenis tanah bumi. Ternyata bumi tidak angkat bicara. 06.Selanjutnya Tuhan Yang Maha Esa menetapkan bahwa Ngijraii nantinya

dipercayakan mengambil arwah semua dikelak kemudian hari apabila mereka meninggal dunia.

(9)

07.Lagi pula ia dipercayai mengepalai semua malaikat yang menjaga daun daun sajaratil muntoha di lokil makful. Jumlah malaekat itu berjuta juta. Itu semua menjadi anak buah Ngijrail. Mereka semua tergolong rnalaikat pengatur maut. 08.Tujuh macam tanah itu yang semula berwarna putih, merah, kapuranta, biru,

ungu, hijau, dan kuning lalu diremas menjadi satu. Tanah yang semula ada yang kasar, sedang dan halus Setelah dicampur dan dilumat lalu berubah bentuknya menjadi menyerupai lumpur.

09.Lumpur itu mengandung berbagai unsur yaitu ada unsur angin, unsur api, unsur bumi, unsur air, dan unsur roh Muhammad. Segala umat Tuhan dikuasai oleh roh Muhammad.

10.Tuhan Yang Maha Esa memberikan nasihat kepada Ngijroil bahwa manusia itu ditakdirkan didunia dalam keadaan berlain lainan, namun mereka dihadapan Tuhan serta di lokil mahful sama wewenangnya, meskipun diantara mereka itu jasmaniahnya ada yang ditakdirkan buruk dan pula yang ditakdirkan baik. 11.Orang bangsawan maupun kebanyakan, orang miskin maupun kaya, cerdik

maupun bodoh, tinggi maupun rendah kedudukannya pria maupun wanita, mereka itu juga sama dihadapan Tuhan.

Kemudian adonan yang ujudnya menyerupai lumpur tersebut lalu dibentuk sedemikian rupa sehingga ninyerupai bentuk tubuh manusia. Jangka untuk membentuk tubuh ini membutuhkan waktu 40 tahun.

12.Ketika adonan lumpur itu selesai dibentuk menjadi tubuh manusia bertepatan pada hari Jum’at. Tubuh manusia ini berwajah sangat tampan. Tinggi badannya mencapai 60 hasta. Kemudian Tuhan memerintahkan kepada malaikat Ngijroil agar memanggang tubuh itu.

13.Adapun tempat pemanggangan itu didesa Jolokang yaitu antara Mekah dan tanah Nglaib. Malaikat Ngijroil mengindahkan perintah Tuhan itu. Penugasan Tuhan terhadap malaikat Ngijroil ini dibantu oleh malaikat Jabarail, Mingkail, dan Ngisrafil. Tubuh itu mereka bawa kebumi, terus diletakkan di Polongkang serta dijaganya.

14.Tubuh itu mereka jemur ditengah terik matahari.

Alkisah malaikat Ijajil demi mendengar bahwa Tuhan Yang Maha Esa telah menciptakan tujuh Adam yang saat itu sedang dijemur lalu berkata dalam hati 15.Jika demikian Tuhan akan menciptakan bentuk umat lain disorga yang nantinya

akan menggeser kerajaannya. Dan yang diangkat menjadi raja tentunya Adam. Malaikat Ijajil beserta pengikutnya lalu meninjau bentuk tapel Adam didesa Tolongkang yang terletak diantara Mekah dan Nglaib.

16.Malaikat Ijajil telah menyaksikan keadaan tapel Adam yang sangat bagus serta tiada bandingnya dari seluruh isi bumi itu. Ia terus masuk kedalam tapel Adam. Sampai didalam malaikat Ijajil sempat mengelilingi kesegenap tapel Adam tersebut.

17.Setelah tubuh itu rata dikeilingi tahulah malaikat Ijajil akan kehebatan isi tubuh tapel Adam itu. Ijajil melihat bahwa didalam perut tapel Adam tersebut terdapat sebuah bangunan berbentuk rumah megah. Bangunan itu sangat indah bagikan indahnya bunga tanjung. Oleh Ijajil bangunan itu didekati dan ia berlutut disitu, tetapi pada waktu akan masuk ternyata rumah megah itu tidak berhasil dimasuki. 18.Oleh karena itu Ijajil lalu keluar dari tubuh tapel Adam tersebut. Ketika telah tiba

diluar Ijajil lalu menceniterakan peristiwa yang baru dialami itu kepada pengikutnya yaitu 700.000 malaikat. Dikatakan pula kepada para pengikutnya bahwa sebagai raja yang pertama kali, dia belum pemah menyaksikan keadaan yang seperti itu.

(10)

19.Isi badan tapel Adam memiliki sifat sifat yang serba lebih dari yang lain. Padanya memiliki sifat sifat dan sifat besar sampai dengan sifat sekecil kecilnya.

Kemegahannya bagaikan kemegahan tujuh langit, yang menggambarkan keagungan Tuhan. Kemegahan itu sama halnya dengan keagungan lokil mahful (tempat yang indah dan terjaga, tempat penyimpanan ayat ayat wahyu Tuhan). 20.Isi tujuh buah langit yang berujud bintang bintang yang bertebaran, matahari, dan

bulan merata memenuhi angkasa. Lagi pula disana terdapat neraka. Itu semua digambarkan sebagat rumah megah yang tiada berpintu tidak dapat dimasukkinya bahkan sebelum sampai didekat bangunan itu badan terasa lunglai tiada berdaya. 21.Jika dipaksakan untuk masuk, bahkan badan merasa semakin lemah. Pada hemat

saya (Ijajil) itulah dikarenakan kesaktian Illahi. Karena kesaktian itu aku tak mampu mendekatinya. Ijajil lalu minta pendapat para pengikutnya.

22.“Seandainya Tuhan memerintahkan menyembah kepada Adam apakah kalian mau mengindahkan perintah itu?”

Mendengar pertanyaan itu maka para malaikat pengikut Ijajil yang jumlahnya 700.000 itu menjawab serentak, “Bagaimana kami akan tidak mau menjalaninya, padahal itu memang sudah kuwajiban dari umat Tuhan”.

23.Mau tidak mau perintah Tuhan itu harus dijalankan. Kata Ijajil, “Bagiku perintah itu tidak akan saya jalankan. Meskipun Tuhan memerintahkan dengan sangat namun tetap tidak akan saya kerjakan, sebab menurut hematku perbuatan semacam itu akan menurunkan martabatku.

24.Saya ini terjadi dari api. Oleh karena itu jika dipaksa menghormat kepada sari bumi tidak akan mungkin mau. Padahal bumi itu hanyalah tempat tumbuhnya bermacam macam tumbuh tumbuhan, tempat tertampungnya bau busuk, anyir dan kotoran. Kesemuanya itu menjadi pengotor bumi beaka. Hal itulah yang menjadikan aku tidak mau menghormat Adam, andaikata dimarahi sekalipun aku tetap tidak mau melakukan.”

25.Alkisah Tuhan Yang Maha Esa berkenan memerintahkan kepada keempat malaikat yaitu Jabarail, Mikail, Ngisrofil dan Ngijroil agar membawakan nyawa Adam turun kebumi, dan nyawa itu diletakkan diatastalam emas.

26.Keempat malaikat tersebut lalu segera berangkat. Begitu sampai di Longkangan nyawa yang mereka bawa itu langsung diletakkan dekat hidung tapel Adam. Berkat kekuasaan Tuhan maka tapel Adam itulalu dapat bergerak.

27.Selanjutnya para malaikat tersebut bermaksud akan memasukkan nyawa tadi pada tubuh Adam. Ketika tubuh Adam akan diangkat oleh malaikat ternyata terasa terlalu berat. Oleh karena itu tubuh Adam lalu diangkat oleh dua malaikat, anehnya tubuh Adam itu terasa semakin bertambah berat sehingga mereka tidak berhasil mengangkatnya.

28.Tubuh tapel Adam yang sangat berat itu keadaan bagian dalamnya sangat sempit. Ketika nyawa tadi dipaksa dimasukkan kedalamnya ternyata tidak dapat. Nyawa berkehendak masuk lewat lubang hidung. Pada waktu nyawa itu baru menempel lubang hidung, tapel Adam itu lalu bersin.

29.Akibat dari bersin itu bagian bagian tubuh tapel Adam terlepas, kepala, bahu, telapak tangan, siku, pantat, lutut, dan telapak kaki lepas dari tubuh tapel Adam. Tuhan Yang Maha Esa lalu memerintahkan kepada keempat malaikat untuk memasang / memulihkan kembali tubuh yang terpisah itu tadi.

30.Bagian tubuh yang lepas porak poranda itu segera dikumpulkan oleh malaikat, kemudian dipasang lagi sehingga pulih kembaliseperti sediakala. Tuhan Yang Maha Esa mengajarkan kepada Adam setelah pulih akibat dari bersinnya iti untuk mengucapkan Alhamdulillah.

(11)

31. pm.

32.Tuhan Yang Maha Kuasa memerintahkan kepada Adam agar mengucap Iyya ka na’budu waiyya ka nasta’in. Saat itu tubuh Adam telah menjadi kuat, lengkap dengan ruas ruasnya.

33.Udara keluar dan masuk melalui hidung, ini dikatakan pernafasan. Dengan bernafas itu terjadilah hidup. Adam lalu dinobatkan menjadi Nabi bergelar Nabi Adam. Padanya ada segala kekuasaan sejak yang besar sampai dengan kekuasaan yang terkecil. Nabi Adam dihadap semua malaikat. Tempat mereka menghadap ada yang disebelah kanan, disebelah kiri, didepan, dan dibelakang.

34.Para malaikat terlalu sayang dan hormat kepada Nabi Adam. Mereka

mengucapkan tabarakallahu yang artinya Nabi Adam sangat berguna, dan mereka pandang sebagai Nur Muhammad. Tuhan memerintahkan kepada para malaikat agar mereka menganggapnya sebagai Nur Muhammad.

35.Ia aku jadikan manusia pertama yang menjadi nenek moyang para manusia seterusnya. Tentang rohnya adalah roh Muhammad yang kedudukannya sebagai pengejawantahan Tuhan Yang Maha Esa.

36.Tuhan Yang Maha Esa memerintahkan kepada Jabarail agar mengambil pakaian yang serba gemerlapan. Jabarail segera berangkat. Tak lama kemudian Jabarail segera kembali membawa pakaian yang serba cemerlang. Pakaian tersebut segera dikenakan kepada tapel Adam.

37.Makutho (pakaian pada kepala sebagai tanda kehormatan) serba keemasan sehingga nampak indah. Dan makutho ini terpancarlah cahaya cemerlang. Dikenakan juga bebadhong (pakaian yang dipakai sebãgai penguat letaknya makutho) yang bertahtakan mutiara mutu manikam, ulur ulur (pakaian semacam pita emas yang dikalungkan pada leher memanjang sampai didepan perut) bergelang kelat bahu (sejenis gelang yang diterapkan pada lengan atas), anting anting yang dihiasi dengan mutu manikam, dan baju keemasan.

38.Semua pakaian itu nampak gemerlapan. Ia menggunakan juga kampuh (semacam kain yang dibuat sampai empat kali lipat panjang kain biasa, berbentuk seperti kain biasa) yang bersulamkan emas sehingga kelihatan sangat indah.

Mengenakan pula alas kaki (selop) yang dihiasi dengan warna yang indah molek (her bumi her wewehan).

Keindahan serta keagungan pakaian kebesaran itu tak dapat terkatakan. Begitulah keindahan pakaian yang dikenakan pada tapel Adam.

39.Semua pakaian yang dikenakan pada tapel Adam itu tiada yang menyamai indahnya, baik mengenal jenis macamnya maupun mutunya.

(12)

IV. PUPUH SINOM

01.Tuhan Yang Maha Esa memerintahkan kepada keempat malaikat agar

mengumpulkan semua malaikat yang bertempat tinggal diatas tujuh bumi dan tujuh langit untuk mengantar Nabi Adam kesorga.

02.Setibanya disorga nan indah Nabi Adam dipersilakan duduk ditempat yang penuh dengan perhiasan ratna mutu manikam, cahayanya amat cemerlang. Macam macam mutu manikam itu : ada intan, jamrud, biduri, mirah, semua mutu manikam ini memancarkan cahaya sinar gemerlapan. Tak dapat dikatakan lagi keindahan pakaian yang dikenakan pada tapel Adam itu yang sinarnya memenuhi ruang tujuh langit.

03.Tuhan Yang Maha Esa bersabda kepada para malaikat. Mereka diperintahkan agar mau bersujud kepada Nabi Adam. Dialah yang aku kuasakan sebagai wali-Ku, mengatur segala sesuatu yang ada didalam sorga. Adam berkedudukan sebagai nabi. Para malaikat lalu bersujud kepada Adam.

04.Para malaikat itu amat patuhnya, mereka terus bersujud kepada Nabi Adam. Demikianlah mereka telah menjalani takwa selama 100 tahun. Hanya malaikat Ijajil saja yang tak mau melaksanakan perintah Tuhan itu. Memang sikap ingkar ini telah diniatkan sejak waktu yang lampau. Ijajil menolak keharusan tunduk kepada Nabi Adam. Malaikat Ijajil lalu mendapat murka serta kutuk Tuhan YangMaha Esa.

05.Selanjutnya Ngijajil lau berubah ujud. Ia memiliki bentuk yang serba jelek. Mukanya reot, mata melotot bila melihat matanya berkedip kedip, sudut matanya serong. Kepalanya mengecil menjadi sebesar canthing. Dahinya lebar.

Pundaknya mengempis. Daun telinganya kecil, lehernya besar dan panjang. 06.Dadanya sempit, perut buncit, pantat menonjol, rambut tumbuhnya jarang lagi

pula warnanya merah. Jenggotnya tebal, dagunya runcing. Pangkal lengannya kurus kering, jarinya sebesar pisang tanduk, kakinya sebesar buah betung. Tubuhnya pendek lagi kecil. Bi!a berjalan jalannya membungkuk serta serong dan reyot.

07.Kemudian Tuhan berfirman kepada Ijajil bahwa perubahan ujud itu hendaknya diderita seumur hidup dan turun teniurun karena ía telah berdosa, yaitu tidak mau menjalani perintah Tuhan Yang Maha Esa. Lagi pula ia ditakdirkan bahwa kelak dihari kiamat akan masuk neraka jahanam. Ia bermaksud akan menyanggah perintah Tuhan itu namun akhirnya ia terpaksa menyerah. Sejak itu ia lalu berjanji bahwa untuk selanjutnya akan mengganggu keturunan Adam. 08.Ijajil memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar diizinkan mencari teman

masuk neraka. Tuhan Yang Maha Esa mengizinkan permohonan Ijajil itu, tetapi dengan syarat hanya mereka yang ingkar kepadanya saja yang boleh diganggu. Sedang mereka yang bertakwa kepada-Nya Ijajil sama sekaii tidak diperkenankan mengganggu. Disamping itu Tuhan memenintahkan bahwa Ijajil tidak

diperkenankan bertempattinggal bersama manusia.

09.Untuk Ijajil disediakan tempat tinggal didalam jurang, didalam lumpur yang sulit didatangi, atau didalam kayu kayuan dan perbatuan. Semua anak cucu Ijajil adalah kafir, mereka digolongkan iblis laknat. Ijajil lalu diasihgkan mereka digolongkan iblis laknat. Ijajil lalu diasingkan dibawah gunung yang terletak didalam neraka.

10.Disana ia tetap menjadi raja, tentaranya adalah para setan (bekasakan). Para malaikat yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa merasa sangat jijik melihat Ijajil setelah mendapat kutuk dari Tuhan itu. Sebab saat itu Ijajil telah

(13)

berubah ujud menjadi sangat buruk yang tiada bandingnya, dan perubahan ujud mi akan diikuti anak keturunannya.

11.a. Para malaikat yang semula menjadi anak buah Ijajil. tidak digolongkan kafir. Mereka ini selalu bersujud. kepada Tuhan menyatakan rasa syukur. Dalam jangka waktu 1.000 tahun kemudian para malaikat bekas pengikut Ijajil ini baru diperkenankan berkumpul dengan para malaikat yaitu golongan malaikat yang tetap bersujud kepada Tuhan.

Kepada bekas pengikut Ijajil ini masing masing lalu diberi tugas.

b. Secara bergiliran para malaikat datang menghadap Nabi Adam. Sebenarnya didalam hati Nabi Adam merasa tidak senang karena yang datang menghadap itu bukan sesama manusia.

12.Untunglah tidak lama kemudian Nabi Adam mendapat anugerah Tuhan. Tiba tiba beliau menyaksikan bahwa dari tulang rusuknya yang terakhir pada lambung sebelah kiri muncul seorang wanita yang sangat cantik. Wanita yang baru saja muncul ini terus duduk disamping Nabi Adam. Seketika itu Nabi Adam lalu timbul nafsu birahinya.

13.Wanita itu bernama Ibu Hawa kecantikan Ibu Hawa melebihi kecantikan para bidadari yang berada disorga, cahaya kulitnya kuning bagaikan warna emas diumpan (digosok). Seketika itu juga Nabi Adam mengulurkan tangan untuk menjamah wanita, tersebut, akan tetapi dihalangi oleh Jabarail.

14.Jabarail mengatakan bahwa saat itu Ibu Hawa belum resmi menjadi istrinya sehingga haram untuk dijamah. Jabarail menyarankan agar Ibu Hawa itu dinikah dahulu. Mendengar saran dari Ijajil itu Nabi Adam lalu menarik tangannya kembali. Maka malaikat Jabarail lalu ditunjuk menjadi kaum dalam

pernikahannya, selanjutnya malaikat Jabarail lalu membimbing akad nikah antara Nabi Adam dan Ibu Hawa.

15.Setelah pernikahan itu berlangsung Tuhan lalu berfirman yang isinya

mengangkat Nabi Adam menjadi raja disorga. Tuhan lalu merestui apa yang menjadi maksud dan tujuan Nabi Adam. Nabi Adam dn Ibu Hawa hanya dikenai satu pantangan yaitu tidak dilzinkan mengambil buah kuldi. Dan lagi

diperingatkan bahwa mereka harus tahu bahwa Ijajil selalu akan menjalankan tipu muslihat dan godaan.

a. Nabi Adam dan Ibu Hawa menerima baik nasehat Tuhan itu. Selang 1.000 tahun kemudian Ijajil mendengar berita bahwa Nabi Adam telah meniiliki seorang istri namanya Ibu Hawa. Saat itu Ijajil masih dipenjarakan dibawah gunung.

16.Ijajil sangat tidak senang setelah mengetahui bahwa Nabi Adam telah dinobatkan menjadi raja disorga. Ia segera berangkat menuju sorga. Ijajil bermaksud akan masuk sorga tetapi tidak dapat karena tidak ada pintu yang dibuka. Pada saat itu hanya ada sebuah pintu tertutup yang dikunci lagi pula dijaga oleh seekor burung merak.

17.Burung merak itu bertengger diataspintu yang dijaganya. Kepalanya terkulai keluar sedang ekomya beracla didalam sorga. Melihat itu Ijajil tak kehabisan akal. Ia lalu merubah ujudnya menjadi ulat tahun dan menjalar didepan burung merak tadi. Ulat itu segera dipatuk oleh merak itu kemudian ditelan sehingga masuk didalam perutnya.

18.Setelah sekian lama Ijajil berada didalam perutnya maka merak penjaga pintu sorga itu merasa akan berhajad besar. Ketika burung merak itu selesai berhajad, Ijajil ikut serta keluar terbawa bersama sama keluarnya tinja. Dibelakang pintu pertama dari sorga itu terdapat ruang lapis yang lebih dalam tetapi pintu

(14)

masuknya tertutup dan dikunci. Ijajil ingin masuk kedalam sorga ruang sebelah dalam itu. Ia pergi mengelilingi dinding sorga itu tetapi disana tidak terdapat pintu yang terbuka. Yang dijumpai hanya sebuah pintu tertutup yang dijaga oleh seekor naga. Kepala naga itu terkulai diataspintu, lidahnya menjulur keluar berpijar meliuk liuk kesana kemari.

19.Taring naga itu mencuat dan rahangnya, keluar dari mulut. Taring itu sebesar gading gajah, mengeluarkan air berbisa bercucuran bagaikan hujan lebat. Sedang matanya membeliak bersinar bagaikan sinar matahari pada tengah hari.

Menghadapi naga yang demikian itu Ijajil merasa ketakutan, Ia tidak berani mendekatinya. Maka Ijajil lalu mengucapkan manteranya, adapun khasiat dari mantera ini dapat menghilang dari pandangan.

20.Sesudah itu Ijajil lalu merayap mendekati lubang mulut naga. Ia lalu

menghembus hembus mulut naga itu sambil memberikan manteranya. Tidak lama kemudian ular naga itu merasa mengantuk lalu tertidur. Kesempatan ini digunakan oleh Ijajil untuk masuk kedalam mulut naga tersebut selanjutnya lalu masuk kedalam perut. Beberapa lama kemudian naga itu merasa akan berhajad besar.

21.Naga itu jadi berhajat besar. Bersama itu Ijajil ikut serta terbuang keluar. Setelah tiba diluar perut naga, Ijajil lalu menampakkan diri lagi dan saat itu ia menyamar sebagai malaikat penjaga sorga.

Diluar dinding sorga ia berkaparan sambil merintih menghiba hiba. Rintihan tangis ini membuat terkejut para bidadari penghuni sorga.

22.Mereka menjadi keheran heran, karena didalam sorga itu pantang terdengar tangis Dalam hati para bidadari timbul pertanyaan siapakah gerangan yang menangis itu. Para bidadari yang berdekatan dengan arah sumber tangis itu lalu melongok ingin melihatnya. Sementara itu Ibu Hawa pun tertanik juga ingin melihatnya.

23.Setelah berjumpa dengan yang menangis, Ibu Hawa lalu bertanya malaikat apakah dia dan kenapa menangis hingga berguling guling. Maka jawab yang sedang menangis itu bahwa ia telah mendengar berita bahwa Nabi Adam dan ibu Hawa diasingkan dari sorga serta dikeluarkan dari istana Tuhan, Pada waktu berkata itu malaikat Ijajil sambil terisak isak meangis.

24.Dikatakan bahwa ia sangat menaruh iba kepada Nabi Adam yang telah mendapat kutuk Tuhan tersebut, karena Ibu Hawa dituduh menyeleweng, dengan malaikat. Padahal apa yang dituduhkan itu tidak sesuai dengan martabat Ibu Hawa.

Selanjutnya Ijajil yang menjadi pengadu itu menyatakan bahwa dirinya sangat iba dan belas kasihan kepada Ibu Hawa.

25.Disamping itu pengadu itu mengatakan pula bahwa telah tensiar pula jika Ibu Hawa itu terjadi dari tulang rusuk yang terakhir pada lambung sebelah kiri Nabi Adam. Mendengar cerita pengadu yang demikian itu hati Ibu Hawa merasa sangat terhina. Karena tidak sempat berpikir panjang maka berita itu semula terus dipercaya begitu saja. Tetapi akhirnya Ibu Hawa lalu menanyakan tentang

kesungguhan cenita itu.

26.Pengadu yang sebenarnya adalah samaran dari Ijajil itu lalu bersumpah apabila ceriteranya itu tidak benar. mudah mudahan ia mendapat siksa Tuhan. Kemudian pengadu itu mengatakan bahwa sebenarnya Ia tergolong malaikat juga. Sumpah pengadu yang demikian itu membuat Ibu Hawa mempercayai ceritera tersebut karena dianggap tak mungkin pengadu itu mengingkari.

27.Dengan terisak isak sambil menghapus air mata yang mengalir bercucuran pengadu itu selanjutnya menyatakan bahwa karena begitu sayangnya ia kepada

(15)

Ibu Hawa maka Ibu Hawa lalu disuruh mengikuti sarannya. Ibu Hawa disarankan rnakan buah kuldi. Dikatakan bahwa tindakan itu adalah sebagai sarat untuk menjamin mempertahankan nama baiknya dihadapan Nabi Adam. Dengan demikian Nabi Adam dan Ibu Hawa akan terhindar dari kedurhakaan. 28.Ibu Hawa menyatakan bahwa saran yang dikemukakan itu adalah larangan

Tuhan. Bagaimana ia akan melaksanakan saran itu, karena harus makan buah kuldi. Apalagi Ibu Hawa belum pernah melihat sendiri bagaimana ujud buah kuldi itu. Sambil menghapus air mata dan terisak isak malaikat pengadu itu menasehatkan meskipun itu larangan tapi demi sarat untuk menghindari kutuk Tuhan maka hal itu boleh saja dilakukan.

29.Selanjutnya Ibu Hawa minta kepastian apakah sarannya itu memang betul. Malaikat pengadu itu lalu melanjutkan pembicaraannya. Sambil bersumpah ia mengatakan dengan sungguh sungguh bahwa sarannya itu adalah benar. Rupanya hasutan ini dapat mengenai sasaran dengan tepat sehingga Ibu Hawa lalu berubah keyakinan. Ibu Hawa lalu timbul keinginannya untuk memakan buah kuldi. Karena tidak tahu dimana buah kuldi itu. Ibu Hawa lalu bertanya kepada malaikat pengadu tersebut

30.Dengan diantar oleh malaikat pengadu itu Ibu Hawa terus berangkat. Sampai disana malaikat pengadu lalu menunjukkan pohon kuldi yang dimaksud. Demi melihat akan buah kuldi Ibu Hawa segera bangkitlah seleranya ingin

memakannya.

31.Pada waktu berada dibawah pohon kuldi Ibu Hawa terus menengadah keatas. Ia lalu meraih kemudian memtik dua biji buah kuldi. Buah kuldi itu tatkala masih berada dipohon, tingginya sama dengan tubuh Ibu Hawa. Dengan demikian pada waktu akan memetik, ubun ubun Ibu Hawa dapat tersentuh buah kuldi itu. Selanjutnya buah kuldi yang telah dipetik itu lalu dimakan satu buah.

32.Bagi Ibu Hawa buah kuldi itu terasa sangat enak rasanya. Pada waktu buah kuldi itu telah ditelan dan telah berjalan sampai didada, maka tiba tiba Ibu Hawa jatuh pingsan. Setelah siuman pada bagian dadanya terdapat dua tonjolan daging montok yang kemudian dinamakan buah dada. Bentuk buah dada itu amat indah. Akhirnya ibu Hawa menyadali bahwa perbuatannya yang baru saja dilakukan itu adalah haram. Oleh karena itu lalu dicari sarana untuk menyucikan, rohaniah dan jasmaniahnya.

Sejak saat itulah laiu terjadi ketentuan wudhu dan bersuci sebelum mengerjakan sholat.

33.Adapun mulai terjadinya pelanggaran terhadap larangan Tuhan itu dimulai sejak Ibu Hawa menengadah keatas untuk melihat buah kuldi. Oleh karena itulah pada waktu berwudhu muka dibasuh tiga kali. Disamping itu tangan juga harus dicuci sebab tangan ini pernah dipakai untuk memetik buah kuldi. Adapun asal

mulanya ubun ubun diusap tiga kali pada waktu wudhu, karena ubun ubun Ibu Hawa itu pernah tersentuh buah kuldi.

34.Telinga diusap tiga kali karena telinga itu pernah dipergunakan untuk menerima hasutan untuk makan buah kuldi dari iblis, musibat yang menyamar sebagai malaikat sedang menangis. Kaki dibasuh tiga kali karena dalam usaha mengambil buah kuldi maka kaki itulah yang dipergunakan berjalan menuju pohon kuldi. Demikianlah asal mulanya mengapa bagian bagian tersébut dibasuh dulu sebelum menjalankan sholat.

35.Peristiwa peristiwa lain yang berhubungan dengan akibat masuknya buah kuldi kedalam tubuh adalah sebagai berikut. Karena kecapaian tubuh lalu

(16)

badan perlu disucikan (jinabad) Wanita dewasa tiap bulan mengalami haid mengeluarkan darah yang asal mulanya dari buah kuldi. Sehabis haid seorang wanita wajib jinabad. Air susu juga berasal dari buah kuldi oleh karena itu sehabis membeii air tetek wajib bagiwanita itu membersihkan teteknya. Nabi Adam selalu mengagungkan nama Tuhan, memberikan : zakat fitrah, dan menjalankan ibadah puasa.

36.Ibu Hawa setelah makan sebutir buah kuldi itu lalu pulang sambil membawa buah kuldi yang satunya dan akan diberikan kepada Nabi Adam. Sedang Ijajil yang selama itu selalu menyamar sebagai makhluk yang selalu menangis, tiba tiba lalu berubah memperlihatkan bentuk aslinya sepeninggal Ibu Hawa. Selanjutnya Ijajil lalu kembali kegunung dasar.

37.Ibu Hawa setelah tiba dihadapan Nabi Adam lalu menyerahkan buah kuldi yang satu itu. Seketika itu Nabi Adam lalu memperingatkan dengan pertanyaan apakah ibu Hawa telah lupa akan larangan Tuhan pada beberapa waktu yang lalu.

Sehingga berani mengambil buah kuldi.

38.Ibu Hawa menjawab, bahwa ia tidak melupakan firrnanTuhan itu. Ibu Hawa lalu menceriterakan tentang adanya malaikat yang datang menangis nangis, karena sayangnya kepada Nabi Adam dan ibu Hawa. Malaikat itu menyeyogyakan agar Nabi Adam dan Ibu Hawa mau makan buah kuldi, untuk menghindari murka Tuhan.

39.Pada waktu menyampaikan pernyataan itu, malaikat pengadu berkata dengan sungguh sungguh sambil menambah berbagai keterangan yang diukuti dengan bersumpah. Dalam menguraikan hal tersebut, malaikat pengadu menyatakan rela dirinya mendapat siksaan Tuhan, apabila pernyataan itu tidak benar. Ia

menambahkan penjelasan bahwa ia sendiri telah makan sebuah untuk penangkal murka Tuhan .

40.Nabi Adam menerima baik permintaan Ibu Hawa itu. Ia lalu minta agar buah kuldi diserahkan. Nabi Adam lalu memakannya dan dirasakannya buah itu sangat nikmat. Pada waktu buah itu telah ditelan dan kira kira baru sampai pada bagian leher tiba tiba Nabi jatuh pingsan.

41.Sejak itu terjadilah benjolan pada lehernya yang kemudian benjolan itu

dinamakan jakun (kolomenjing). Sedang air buah kuldi itu berubah menjadi air mani. Tidak antara lama Nabi Adam lalu siuman, saat itu Nabi Adam dan Ibu. Hawa lalu mendapat murka Tuhan akibatnya pakaian yang mereka kenakan hilang dari tubuhnya.

V. PUPUH MASKUMAMBANG

01.Keadaan Nabi Adam dan Ibu Hawa sangat mengibakan sebab sudah tidak berbusana lagi, sehingga tingkah mereka serba malu malu. Kemana saja mereka pergi jalannya selalu mengungsut.

02.Bila terkena terik sinar matahari tidak ada tempat berteduh bagi mereka, lagi pula tidak ada daun untuk penutup auratnya.

03.Pohon pohonan selalu mencaci maki kepada Adam dan Hawa. Nabi Adam dan Ibu Hawa tidak diperkenankan mendekatinya karena telah menjadi orang durhaka.

04.Pohon pohonan itu mengatakan bahwa Nabi Adam dan ibu Hawa terlihat. Dosa karena menuruti hasutan iblis. Oleh karena itu akibat buruknya biarlah

(17)

05.Pohon pohonan itu melarang Nabi Adam dan Ibu Hawa mendekatnya karena dikhawatirkan jika akan menularkan dosanya. Karena tak ada yang mau didekati maka keduanya lalu pergi dengan cara mengingsut ingsut.

06.Rupanya lalu ada sebatang pohon yang menaruh iba kepada Nabi Adam dan Ibu Hawa namanya pohon Ajir. Pohon ini memperbolehkan Nabi Adam dan Ibu Hawa untuk memetik daunnya.

07.Nabi Adam dan Ibu Hawa lalu mendekat kepada pohon ajir itu. Keduanya terus memetik daun dan pohon itu kemudian dipergunakan untuk menutup auratnya yaitu antara pusat sampai lutut.

08.Sejak dipetik itu maka daun daun yang lain dan pohon ajir itu lalu menggulung, selanjutnya pohon ajir itu lalu dinamakan pohon cemara.

09.Ada lagi pohon kayu lain yang menaruh belas kasihan kepada Nabi Adam dan Ibu Hawa karena pohon ini menyaksikan sendiri bahwa kemana pun mereka berjalan selalu tidak mendapat tempat untuk berteduh.

10.Pohon itu namanya pohon garu, ia memanggil manggil Adam dan Hawa menyuruh berlindung dibawah rindangnya daun kayu yang amat lebat itu. 11.Anehnya pada saat Nabi Adam dan Ibu Hawa tiba didekatnya tiba tiba daun

pohon itu menjadi musna sedang batangnya menjadi mengecil.

12.Tuhan Yang Maha Suci memerintahkan Jabarail agar membawa Nabi Adam dan Ibu Hawa turun kebumi.

13.Penurunan Nabi Adam dan Ibu Hawa kebumi itu disertai kayu naga merak, kayu gatu, dan kayu ajir

14.Oleh malaikat Jabarail Nabi Adam diturunkan dipuncak gunung Srandil sedang Ibu Hawa diturunkan ditanah Siyem di Merak Naga ditengah hutan belantara. 15.Pohon pohon kayu yang diikut sertakan turun kebumi itu lalu ditempatkan

digunung gunung. Nabi Adam menjadi sangat bertaubat kepada Tuhan Yang Maha Esa.

16.Gunung Srandil disebut juga tanah Selan. Kelak kemudian hari tanah Selan menjadi sebuah negeri yang diberi nama negeri Srandil Selang Selan.

17.Siang dan malam Nabi Adam selalu menangis memikirkan perpisahannya dengan istrinya yaitu Ibu Hawa yang saat itu tidak diketahui dengan pasti dimana ia berada.

18.Air mata Nabi Adam yang jatuh bercucuran bagaikan jatuhnya air hujan kebumi itu lalu berubah ujud menjadi, mirah (Intan yang berwarna merah), maka

diseluruh tanah Selan lalu berserakan yang letaknya tersebar.

19.Mirah mirah itu kelihatan amat indah. Pada waktu Nabi Adam melihat keangkasa maka ketujuh buah langit nampak dengan jelas.

20.Langit itu sama sekali tidak kelihatan sebagai langit melainkan sebagai lohkil mahful pada sajaratul mustoha.

21.Pada surat takdir Adam yang tertera dalam kitab yang tersimpan di lohkil mahful telah disebut nasib Nabi Adam. Disitu disebutkan bahwa Adam akan mengalami luka nestapa, kesukaran, keprihatinan, dan kemudian sampai juga

kebahagiaannya.

22.Disitu tercatat juga segala kejadian sejak sebelum dilahirkan sampai dengan meninggalnya dan kehidupan seseorang. Dan tertera juga tentang suka dukanya. 23.Nabi Adam lalu bersujud ditanah. Untuk mendapatkan belas kasihan dari Tuhan

ia berdoa mengucapkan ikrar Tuhan Maha Belas Kasihan.

24.Bunyi dari pada doa itu begini : Sala.mnna ampusana wain lam tagfir, lana patar kamna, lalakumana minalki, sirin paning. Doa itu kiranya artinya begini.

(18)

25.Ya Tuhan hamba sendirilah yang telah berbuat khilaf, hamba mohon belas kasihan dari paduka, Tuhan. Apa bila kami tidak Tuhan karuniai ampun niscaya hamba akan celakâ.

26.Hamba mohon belas kasihan dari paduka Tuhan. Pada saat Nabi Adam amat tekun bersujud, berdoa karena mendapat murka dari Tuhan itu, yang berakibatkan baginya diturunkan kebumi.

27.Peristiwa itu terjadi pada tanggal tiga bulan Muharam. Sejak itu, siang dan malam Nabi Adam bersujud, berdoa mohon ampun.

28.Alkisah telah 100 tahun Nabi Adam berada dipuncak gunung Srandil tanah Selan. Suatu ketika tepatnya pada saat fajar Nabi Adam sedang melakukan sholat dua rokaat kemudian salam.

29.Bersamaan waktu itu Tuhan Yang Maha Esa berfirman kepada malaikat Jabarail untuk memberikan ampun kepada Nabi Adam. Disamping itu malaikat Jabarail diperintahkan mencari Ibu Hawa sampai ketemu.

30.Tersebutlah keadaan Ibu Hawa ditanah Siyam. Disana ia sangat menderita siang malam ia kerjanya hanya menagis. Air matanya yang bercucuran itu berjatuhan dibumi, dan berubah menjadi mirah.

31.Jabarail diperintahkan oleh Tuhan menjumpai Ibu Hawa untuk memberikan ampun. Kepada Ibu Hawa Jabarail memberitahukan bahwa Nabi Adam berada di Mekah

32.Kemudian malaikat Jabarail lalu mengantar Ibu Hawa ke Mekah. Pada masa itu keadaan bumi masih utuh, belum terpisah pisah oleh laut.

33.Dari timur sampai barat tidak terdapat laut karena semuanya masih berujud daratan. Peristiwa bumi terpisah pisah oleh laut terjadi pada jaman Nabi Nuh. Pada waktu itu terjadi gempa hebat sehingga mengakibatkan tanah terendam air. 34.Sejak adanya gempa itu bumi lalu terpisah pisah menjadi pulau pulau. Karena

kodrat Illahi pulau pulau itu ada yang luas dan ada pula yang kecil.

35.Alkisah Nabi Adam dan Ibu Hawa masing masing telah satu tahun lamanya menempuh perjalanan menuju Mekah.

36.Keduanya bertemu dipadang Tarwiyah dikaki gunung Arfat. Pertemuan ini membuat mereka bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Keduanya lalu berpelukan sambil menangis.

37.Setelah Nabi Adam dan Ibu Hawa berhasil dikaki gunung Arfat maka malaikat Jabarail meninggalkan mereka

VI. PUPUH MEGATRUH

01.Nabi Adam dan Ibu Hawa menjelajahi tanah Arab bertamasya. Perjalanannya diteruskan kebarat daya, sampai di Negeri Rum lalu keutara sampai dibukit Barjah.

02.Dari Barjah diteruskan ke Kasnia Malebar. Sampai disini keduanya lalu berhenti. Berkat rahmat Tuhan disini mereka menemukan sebuah batu besar yang

berongga, mirip dengan sebuah gua.

03.Pada bagian dalam dari batu itu terdapat alat alat yang diperlukan dalam kebutuhan hidup. Didalam rongga itu keadaannya sangat indah, berpetak petak halus bagaikan pernah diketam lubang batu itu berpintu.

04.Pinta batu itu berbentuk sekeping batu pula. Bagian atas dan bagian bawah pintu itu seperti ada engselnya sehingga pintu itu mudah untuk membuka dan

(19)

menutupnya. Disebelah kiri dan kanan pintu itu terdapat air mengalit yang berasal dari sebuah kolam yang terletak dibarat pintu tadi.

05.Adapun batu gua itu letaknya ditepi sungai yang airnya jernih, didataran pasir yang luas ditengah tengah hutan Dihutan itu terdapat pohon pohon besar yang dihuni binatang rimba. Disitulah Nabi Adam dan Ibu Hawa istirahat.

06.Sebagai insan yang takwa kepada Nabi (Maha Zul) Nabi Adam dan Ibu Hawa lalu menjalankan kewajiban sembahyang. Pada saat Nabi Adam sedang bersujud itu tiba tiba mendekatlah malaikat Jabarail. Kedatangannya adalah atas perintah Illahi yaitu untuk menyerahkan kembali pakaian kebesarannya semasa menjadi raja disorga.

07.Pakaian kebesaran itu dalam keadaan lengkap, tak ada yang berkurang, dan semuanya masih utuh, ujudnya ada makuta, badhong, anting anting, kelat bau, binggel, kampuh, seluar, dan baju kebesaran.

08.Tidak ketinggalan pula diserahkan kepada Ibu Hawa pakaian keputrian yang juga dalam keadaan lengkap, Jabarail lalu menyampaikan firman Tuhan yaitu

mengangkat Nabi Adam menjadi raja.

09.Bersamaan itu juga disampaikan anugerah dari Tuhan berupa tanda bukti sebagai raja. Barang ini kelak akan diwariskan kepada anak cucu Nabi Adam yang beruntung diangkat menjadi raja.

10.Adapun tanda bukti kebesaran sebagai raja itu berupa sepuluh buah kitab. Dipesankan hendaknya isi dari kitab kitab itu disebar luaskan kepada anak cucu, para pegawai, serta para hamba sahaya. Dan lagi diamanatkan agar mereka tiap tiap bulan melakukan puasa selama tiga hari yaitu pada akhir bulan.

11.Nabi Adam sangat mengindahkan amanat Tuhan yang disampaikan oleh malaikat Jabarail itu. Selesai menyampaikan amanat dari Tuhan tersebut maka malaikat Jabarail lalu meninggalkan tempat itu.

12.Dikisahkan bahwa sesudah itu Nabi Adam tiap tahun berputerakan sepasang bayi, yaitu seorang laki laki dan seorang lagi perempuan.

13.Setelah putranya genap empat puluh pasang Nabi Adam ini berkehendak

mengawinkan putra putrinya secara selang seling dengan tujuan yang kurang baik wajahnya biar mendapat pasangan yang baik. Maksud Nabi Adam mi ternyata bertentangan dengan kehendak Ibu Hawa.

14.Ibu Hawa berkehendak bahwa putra yang berwajah baik dikawinkan dengan yang baik pula, sedang yang buruk dengan yang buruk pula. Antara Nabi Adam dan Ibu Hawa sama sama teguh mempertahankan pendapatnya.

15.Untuk mempertahankan pendapatnya Ibu Hawa menggunakan dalih bahwa hanya dia sendirilah yang membina dan mengasiuh putra putranya pada waktu masih bayi. Nabi Adam tak pernah membantu pekerjaan Ibu Hawa itu.

16.Nabi Adam menanggapi ucapan Ihu Hawa tersebut dengan kata kata yang enak didengar. Beliau mengutarakan suatu cerita untuk menentukan sikap apakah diantara dia berdua yang pantas menerima karunia Tuhan. Ibu Hawa meminta hendaknya jangan menyangkal uraian ceriteranya Beginilah centera dari Nabi Adam itu :

a. Diceriterakan bahwa keduanya telah mengeluarkan rahsa (darah) kama yang kemudian lalu dimasukkan kedalam suatu tempat yang disebut cupu manik Astogino Cupu itu lalu disimpan dengan balk. Kemudian Tuhan lalu menemui mereka yang sedang berselisih paham itu.

17.Setelah penyimpanan itu genap sembilan bulan maka cupu manik tersebut lalu dibuka. Ternyata yang berasal dari Nabi Adam telah membentuk seorang orok tetapi hanya terdiri dari tulang dan otot saja.

(20)

18.Orok tadi berkelamin laki laki. Sedang yang berasal dari Ibu Hawa tidak menjadi orok melainkan masih berujud onggokan darah.

Pada saat itu juga menghembuslah angin sepoi sepoi. Hanya sampai sekianlah perwujudan rahnat Tuhan.

19.Karena hembusan angin yang sepoi sepoi itu maka karunia Tuhan untuk Adam lalu menjadi lengkap ujudnya. Karunia Tuhan untuk Adam tersebut telah ada kulit, daging, dan otot darahnya sebingga terjadilah orok yang tampan rupawan. Selanjutnya orok itu lalu diberi nama Baginda Sis. Sedang karunia Tuhan untuk Hawa tetap saja keadaannya.

20.Selanjutnya bertiuplah angin yang kian lama makin deras. Sesudah itu lalu datang suara yang tidak diketahul asal dan ujudnya suara itu menggema kesegala arah. 21.Tentang sumber suara itu juga tidak menetap tempatnya, dan saat datangnya pada

waktu lepas tengah malam. Adakalanya suara itu kedengaran jauh. Suara tersebut disebut Rijalolah, merupakan suara gaib, dan tidak dapat disaksikan dengan indera. Cupu bekas tempat menaruh rahsa kama tersebut akhirnya hilang terbawa angin.

22.Setelah cupu itu menghilang lalu datanglah seekor naga, dinamakan naga

Jatingarang, sebenarnya naga itu berasal dari kotoran cupu manik Astagina yang telah menghilang itu. Kemana saja Rijalolah itu pergi, naga itu selalu mengejar akan memangsanya.

23.Untuk menghindari agar tidak dapat ditangkap oleh naga Jatingarang maka Rijalolah menggunakan perisai cupu manik bekas tempat terciptanya Baginda Sis. Cupu tersebut adalah yang semula telah hilang terbawa angin. Cupu manik yang selalu dipergunakan sebagai perisai oleh Rijalolah, itu juga selalu dihembus oleh topan badai dan akhirnya cupu manik itu terjatuh dibumi. Setelah sampai dibumi cupu itu lalu berubah menjadi orang laki laki dan perempuan.

24.Yang laki laki keadaan tubuhnya besar lagi tinggi. Tingginya hampir setinggi langit. Apabila ia melewati samudera meskipun ditempat yang terdalam maka hanya sampai dipergelangan saja bagian kakinya yang terendam.

25.Lelaki yang sangat tinggi itu bernama Nunukkenangon. Ia kemudian menjadi raja besar dinegeri Jabarin, letaknya dikaki langit. Bala perjurit raja Nunukkenangon adalah anak cucunya, yang badan mereka sebesar gunung.

26.Mereka itu pada umumnya berumur panjang hingga mencapai umur 4.000 tahun. Kelak kemudian hari mereka ini menjadi musuh nabi. Raja Nunukkenangon menjadi raja hingga akhir hayatnya. Setelah raja Nunukkenangon ini meninggal maka jenazahnya oleh malaikat Jabarail lalu dikalungi gunung yang telah berlubang.

27.+ 28. Ibu Hawa melihat tanda karunia Tuhan miliknya telah hilang tak berbekas karena dihembus angin. Kejadian ini membuat ia lalu menyerah dan mengikuti apa kehendak Nabi Adam yaitu menjodohkan putra putrinya secara berseling seling. Sampai sekian berakhirlah cerita Nabi Adam kepada Ibu Hawa.

Lama kelamaan Nabi Sis menjadi dewasa. Wajahnya tampan, cerah cahayanya seperti bulan purnama.

28.Warna kulitnya kuning. Pandangan matanya jernih dan terang pikirannya cerdik cendekia.

29.Pada suatu ketika ayahanda Nabi Sis berkata kepadanya memerintahkan agar Nabi Sis mohon benih dari sorga mulia kepada Tuhan Yang Maha Esa. Nabi Sis mengindahkan perintah ayahnya itu. Ia lalu pergi kegunung untuk bersujud. 30.Dalam sujudnya itu dia berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar

(21)

agar membawa benih yang diletakkan diatas talam emas berhiaskan mutu manikam.

31.Ada bermacam macam biji yang ditaruh diatas talam emas tersebut. Malaikat Jabarail menyampaikan salam kedatangannya kepada Nabi Sis. Nabi Sis lalu menyambut salam Jabarail itu. Kemudian Jabarail memberikan sebutir buah. 32.Selanjutnya malaikat Jabarail mengajak pulang Nabi Sis karena ia ingin bertemu

dengan ayah Nabi Sis. Mereka lalu berangkat.

33.Setelah tiba ditempat yang dituju malaikat Jabarail lalu memberi salam kepada Nabi Adam. Sesudah itu Nabi Adam lalu mempersilakan duduk kepada malaikat Jabarail.

34.Malaikat Jabarail lalu menyatakan bahwa kedatangannya adalah atas perintah Tuhan Yang Maha Kuasa untuk menyerahkan biji kepada Nabi Sis. Disamping itu pada kesempatan itu pula malaikat Jabarail juga menyerahkan bidadari agar dijadikan istri Nabi Sis. Menghadapi peristiwa ini Nabi Adam lalu mengambil sikap tangannya untuk memegang kepala kemudian bersujud kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.

35.Nabi Sis pun lalu mengikuti jejak ayahnya. Ia menyatakan terima kasihnya kepada Tuhan yang telah berkenan memberi anugerah kepadanya.

Bidadari itu lalu segera dinikahkan dengan Nabi Sis. Sedang yang bertindak sebagai kaum adalah malaikat Jabarail. Sejak itu bidadari yang cantik molek itu telah diserahkan sepenuhnya dari Tuhan kepada Nabi Sis.

36.Mengenai kerukunan perkawinan Nabi Sis dengan bidadari itu tidak diceriterakan lebih lanjut. Sekali penistiwa Tuhan memerintahkan Jabarail untuk

menganugerahkan besi dan baja dengan pengharapan kedua benda itu setelah dicampur akan menjadi senjata. Dengan senjata tersebut maka apa yang mereka inginkan akan terkabul.

37.Malaikat Jabarail lalu mengajarkan kepada Nabi Adam tentang bagaimana caranya menjadi pandai besi. Kemudian malailkat Jabarail menyerahkan segala alat alat untuk menjadi pandai besi. Nabi Adam lalu mulai menggunakan kecakapannya Sebagai pandai besi.

VII. PUPUH DURMO

01.Nabi Adam telah menjadi pandai besi. Para putranya membantu melayani beliau. Dalam melakukan pekerjaan itu malaikat Jabarail bertindak sebagai pelatihnya. Api yang dipergunakan dalam pekerjaan itu diambilkan api dari neraka oleh malaikat Jabarail. Sedang sebagai pelengkap persiapan air diambilkan air dari tujuh buah laut.

02.Pada waktu belum biasa mereka tidak tahan mendekat api yang berasal dari neraka itu, sebab api itu sangat panas. Masing masing anak cucu Adam lalu diberi tugas tertentu. Ada yang bertugas sebagai tukang membesarkan api, ada yang bertugas sebagai tukang membuat benda benda tajam (panjak), dan ada lagi yang bertugas mengikir dan menggerinda besi. Sehingga besi itu dapat menjadi senjata tajam yang diinginkan.

03.Hasil dari pekerjaan itu ada yang menjadi sabit panjang (kudhi), cangkul, sabit, pangot, pisau, sejenis pisau (seking), parang, kampak, gobang, beliung, pahat, penguthik. Sedang peralatan orang bersawah berupa besi bajak, cangkul, linggis (sula), dan wangkil. Setelah semua pekerjaan itu dapat dilakukan oleh anak cucu Adam maka malaikat Jabarail lalu pergi.

(22)

04.Anak cucu Nabi Adam lalu melakukan pertanian. Diantaranya ada yang

menanam padi huma (padi gogo), ada lagi yang menanam padi sawah. Selain itu mereka juga menanam bermacam macam tanaman yang bijinya berasal dari sorga. Setelah semua biji yang berasal dari sorga tersebut telah ditebarkan lalu tumbuhlah bermacam macam tanaman. Diantaranya ada yang menjadi tanaman yang hidup menjalar ditanah (polo kesimpar), dan ada pula yang menjadi pohon pohonan yang tidak berumur panjang serta buahnya berada diatas(polo

gumantung).

05.Dimana saja semua biji itu dapat tumbuh, dengan baik. Putra Nabi Adam telah lengkap menjadi delapan puluh orang, mereka terdiri dan laki laki serta

perempuan dan berpasangan. Mereka ini semuanya telah beranak. Selanjutnya mereka lalu diseyogyakan memilih tempat untuk keluarganya sesuai dengan keinginan masing masing.

06.Sejak itu ditanah tanah yang jauh sekalipun telah dihuni oleh anak cucu Nabi Adam. Disana mereka membuat rumah lengkap dengan halamannya, serta mengadakan sawah ladang untuk ditanami benih. Mereka lalu membentuk pedukuhan itu makin bertambah banyak sehingga perlu membentuk pedukuhan baru.

07.Karena makin bertambahnya desa desa baru., Maka Nabi Adam lalu membentuk sebuah negeri, yaitu negeri Kusnia Malebari. Alkisah, sekali peristiwa Ijajil yang beristana didasar gunung ingin mempersembahkan putrinya. Putri Ijajil ini sedang menginjak usia remaja. Wajahnya cantik jelita.

08.Untuk mencapai tujuannya itu, Ijajil menampakkan diri sebagai orang tua bangka. Ia berpakaian secara pendeta gunung. Pakaiannya serba hijau, kelihatan amat indah. Ia membawa tongkat ajimat. Pada tongkat itu terdapat senjata tajam, kecil, serta mengandung kesaktian (cis).

09.Ijajil lau memerintahkan kepada putrinya agar segera berbusana dan menghias diri karena akan dipersembahkan kepada putra Nabi Adam. Dinasihatkan oleh malaikat Ijajil agar ia pandai membawakan diri. Sesudah itu lalu berangkatlah malaikat Ijajil mengantar putri remajanya.

10.Dalam waktu sekejap mata saja malaikat Ijajil beserta anaknya telah sampai dihadapan Nabi Adam. Ijajil segera memberi salam. Salam Ijajil itu disambut dengan salam juga oleh Nabi Adam. Kemudian Nabi Adam lalu mempersilahkan Ijajil agar duduk didekatnya.

11.Setelah keduanya duduk bersama diatas kursi kebesaran. Ijajil lalu bersembah kepada Nabi Adam. Selanjutnya ia lalu mengutarakan maksud kedatangannya yaitu untuk menyerahkan putri remajanya agar diperistri oleh Sis yaitu putra Nabi Adam.

12.Saat itu Nabi Adam telah tahu apa kehendak Illahi berdasarkan pendidikan agama (amanat tabliq). Diketahui bahwa Sis yang kelak menjadi wakil Tuhan akan mempunyai keturunan yang memiliki mantera mantera jahat.

13.Putri haul yang indah itu telah dipertemukan dengan Sis. Setelah putrinya

dinikah, Ijajil lalu minta diri kepada Nabi Adam akan kembali ketempatnya yaitu didasar gunung.

14.Kehidupan perkawinan Sis dengan kedua istrinya yaitu putri Ijajil dan bidadari boleh dikatakan saling berkasihan. Kedua istri Sis ini lalu hamil.

15.Setelah genap usia kehamilan maka keduanya lalu melahirkan pada saat pagi hari bersamaan dengan terbitnya matahari, putranya lalu dinamakan Yanas. Sedang putri Ijajil melahirkan pada waktu petang hari bersamaan dengan tenggelamnya matahari, putranya tidak berujud bayi melainkan berujud cahaya.

(23)

16.Nabi Adam sangat gembira atas kelahiran kedua cucunya itu. Cucu yang kedua itu diberi nama Nurcahyo. Yanas lahir diantara waktu malam dan siang hari sedang Nurcahyo lahir pada waktu antara siang dan malam hari. Kedua cucunya itu sangat dikasih sayangi.

17.Kedua cucu tersebut diasuh oleh kakeknya hingga dewasa. Mengenai diasuhnya kedua orang cucu itu diceriterakan dalam kitab Ayul Lilin. Pada saat itu Nabi Adam menjalani puasa lima kali.

18.Nabi Adam bertakhta menjadi raja dinegeri Malebari hingga 700 tahun,

Kemudian digantikan oleh anak, cucu, cicit, dan canggah. Dalam jangka waktu 7.000 tahun. Anak cucu Nabi Adam telah berkembang biak hingga banyak sekali jumlahnya.

19.Tersebutlah dalam ceritera bahwa salah seorang putra Nabi Adam ada yang ingkar terhadap peraturan ayahandanya yaitu Abil, yang berwajah tampan. Abil telah membunuh Kabil yang juga putra Nabi Adam tetapi wajahnya jelek Setelah Kabil terbunuh maka lalu istrinya diambil oleh Abil. Perbuatan Abil ini karena hasutan Ijajil.

20.Abil membunuh Kabil dengan cara memukul dengan batu pada bagian kepalanya hingga pecah. Karena perbuatannya itu maka Abil lalu mendapat hukuman Tuhan, ia lalu dihimpit bumi. Kemudian ada lagi dua pasang putra Nabi Adam yang karena hasutan Ijajil lalu melarikan diri dari lingkungan keluarga Nabi Adam.

21.Mereka yang melarikan diri ini lalu menyembah kepada berhala. Selanjutnya ada putra putra Nabi Adam yang lain, yang mengikui perbuatan dua pasang putra yang lain tersebut.

Dengan demikian anak cucu Nabi Adam lalu merata ketanah tanah yang terbentang dari timur sampai barat. Mereka lalu bergolong golong dan mendirikan kerajaan.

22.Suatu ketika Tuhan memerintahkan malaikat Jabarail untuk menyebarkan

bermacam macam batu mutiara yang selanjutnya oleh anak cucu Nabi Adam batu mutiara itu lalu dijadikan perhiasan. Penyebaran itu dibuat merata ditanah tanah dari ufuk timur sampai ufuk barat.

23.Disamping itu disebarkan pula bahan baku untuk dijadikan emas, besi, dan perak. Bahan bahan baku itu ada yang dijatuhkan digunung gunung, ada yang

dijatuhkan disungai sungai, dan ada lagi yang dijatuhkan dilaut laut. Masing masing negeri mendapat bagian bahan baku yang disebarkan itu.

24.Suatu ketika Nabi Adam memanggil kedua orang cucunya yaltu Yanas dan Nurcahyo. Mereka diperintahikan naik sorga untuk menggambar keadaan disana lengkap dengan isinya.

25.Keduanya diberitahu bahwa untuk kesorga itu jalan yang harus ditempuh adalah melewati sungai Nil dari arah muara terus menyusur kehulu. Dihulu sungai itulah terletak sorga Kedua cucu Nabi Adam itu menyambut baik petunjuk Nabi Adam tersebut. Mereka lalu berangkat, Begitu tiba disungai Nil mereka lalu menyusur kearah hulu.

26.Akhirnya perjalanan mereka sampai dipersimpangan sungai Nil. Disini terdapat dua cabang sungai, yang satu kearah kiri sedang yang satunya lagi kearah kanan Cabang yang kiri alirannya berasal dan neraka sedang yang kanan alirannya berasal dari sorga. Kedua cucu Nabi Adam tersebut berhenti dipersimpangan sungai ini. Kemudian Nurcahyo meminta kepada Yanas agar bersedia menunggu ditempat itu.

(24)

27.Tetapi usul Nurcahyo ini tidak dapat diterima oleh Yanas. Akhirnya Nurcahyo lalu menyarankan bahwa ia akan menuju arah hulu lewat cabãng sungai yang kekiri, sedang Yanas akan pergi kehulu lewat cabang sungai yang kekanan. Yanas menyetujui saran Nurcahyo tersebut. Selanjutnya Yanas lalu

mengemukakan pesan bahwa siapa saja diantara mereka berdua yang lebih dulu tiba kembali agar menunggu dipersimpangan sungai tersebut, jangan sampai meninggalkan.

28. Nurcahyo menyetujui pesan kakaknya itu. Sesudah itu mereka lalu berangkat sesuai dengan rencana yang telah diatur berdua.

Tersebutlah kisah perjalanan Nurcahyo, sejak berpisah dengan Yanas. Ia terus bergerak kearah hulu lewat cabang sungai yang kekiri. Dalam hati ia merasa heran kenapa semaikin kehulu airnya semakin terasa panas. kemudian ia melihat sebuah gunung yang tinggi dan besarnya seolah olah menyentuh langit.

29.Puncak dari gunung itu merupakan tutup neraka. Dan puncak gunung yang sangat besar itu keluarlah asap dan asap itu kemudian mengembun ditutup neraka. Embun tadi akhirnya mengalir melingkari gunung menjadi sungai.

Sekarang Nurcahyo haru tahu mengapa air itu makin kehulu makin bertambah panas karena menjadi kelanjutan dan tutup neraka diujung sungai Nil.

30.Air itu sangat panas, lebih panas dari air mendidih, serta mengeluarkan asap. Gunung yang sudah diceriterakan itu. bernama Selap. Disitu terdapat perbatuan yang amat keras sekeras baja. Karena kerasnya batuan itu tidak dapat pecah walaupun dipijit dengan apapun. Puncak gunung itu selalu kelihatan membara. 31.Air itu melewati tempat dibawah neraka. Itulah sebabnya keadaannya sangat

panas. Nurcahyo merasa bahwa dirinya tak tahan menderita panas itu sehingga ia lalu mematung dan tak dapat berkata sepatah pun.

32.Diceriterakan bahwa Ijajil menjadi maharaja membawahi para raja yang

berjumlah tujuh juta orang raja, gelarnya Dhatu Muntha. Pada saat Ijajil melihat cucunya dalam keadaan kepayahan ia lalu memanggil dari atas.

33.Dalam kata kata panggilannya itu Ijajil memberitahu kepada Nurcahyo bahwa ia adalah kakeknya yang sedang mengharapkan kedatangannya. Nurcahyo demi mendengar suara itu lalu memandang kepuncak gunung. Ia melihat bahwa yang memanggil itu adalah seorang kakek yang berada dipuncak gunung.

34.Nurcahyo lalu menanyakan siapakah dia yang berada dipuncak gunung didalam api membara itu. Kemudian Nurcahyo menyatakan bahwa dirinya tidak mampu mendatangi puncak gunung tersebut. Karena pernyataan Nurcahyo itu maka Ijajil lalu menjulurkan tongkatnya yang dapat memanjang menyentuh bumi.

35.Nurcahyo segera menyambut tongkat yang dijulurkan itu. Ijajil segera menarik kembali tongkat itu sehingga dalam waktu sekejap saja Nurcahyo telah berada didepan kakeknya.

36.Ijajil menyambut kedatangan cucunya sambil memberi salam. Sesudah itu lalu memberi tahu bahwa ia adalah kakeknya yaitu ayahnya ibu Nurcahyo. Dan diceriterakan pula bahwa dia menjadi raja yang istananya terletak didasar gunung.

37.Ijajil telah mengerti bahwa Nurcahyo dan Yanas ditugaskan oleh kakeknya (Nabi Adam) untuk menggambar suasana sorga.

Pada waktu sampai dipersimpangan sungai Nil mereka menjadi bimbang, dan kemudian tejadi perselisihan pendapat..

38.Akhirnya mereka lalu bersepakat yaitu Nurcahyo akan menempuh jalan lewat cabang sungai yang kekiri sedang Yanas lewat cabang sungai yang kekanan. Kemudian Ijajil memberitahukan kepada Nurcahyo bahwa jalan yang ia tempuh

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :