• Tidak ada hasil yang ditemukan

KELENJAR GETAH BENING

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "KELENJAR GETAH BENING"

Copied!
26
0
0

Teks penuh

(1)

BAB 1

BAB 1

PENDAHULUAN

PENDAHULUAN

1

1..11 LLaattaar Br Beellaakkaanngg Kel

Kelenjenjar ar getgetah ah benbening ing (KG(KGB) B) terdterdapaapat t di di bebbeberaperapa a temtempat pat daldalamam tubuh kita. Sering timbul benjolan-benjolan di daerah tempat KGB berada tubuh kita. Sering timbul benjolan-benjolan di daerah tempat KGB berada dan sering pula

dan sering pula hal itu hal itu menimmenimbulkbulkan an kecemakecemasan baik san baik pada pasien, ataupunpada pasien, ataupun ora

orang ng tua tua paspasienien. . ppakaakah h pempembesabesaran ran ini ini memeruprupakaakan n hal hal !a!ang ng nonormarmal,l,  pen!akit

 pen!akit !ang !ang berbaha!a berbaha!a ataukah ataukah merupakan merupakan suatu suatu gejala gejala dari dari keganasan.keganasan. "n

"ntutuk k ititu u peperlu rlu didikekenanali li kekemumungngkikinanan-kn-kememunungkgkininan an pepen!n!ebebab ab dadariri  pembesaran

 pembesaran KGB KGB tersebut tersebut dan dan dikenali dikenali pula pula gambaran gambaran klinisn!a klinisn!a sehinggasehingga mengetahui tatalaksana !ang akan

mengetahui tatalaksana !ang akan dilakukan (#eusner, $%%&).dilakukan (#eusner, $%%&).

Kelenjar getah bening adalah bagian dari sistem pertahanan tubuh Kelenjar getah bening adalah bagian dari sistem pertahanan tubuh kita. 'ubuh kita memiliki kurang lebih %% KGB, namun han!a di daerah kita. 'ubuh kita memiliki kurang lebih %% KGB, namun han!a di daerah submandibula, aksila atau inguinal !ang normal teraba pada orang sehat. submandibula, aksila atau inguinal !ang normal teraba pada orang sehat. Se

Sekikitar tar * * pepembmbesaesararan n KGKGB B terterjadjadi i papada da dadaeraerah h kekepapala la dadan n lehleherer.. +enderita terban!ak dengan jenis kelamin laki-laki (,*) pada kelompok  +enderita terban!ak dengan jenis kelamin laki-laki (,*) pada kelompok  um

umur ur 1-1-% % tahtahun un ($($,1,1*). *). /ia/iagnognosis sis hashasil il biobiopsi psi terbterban!an!ak ak adaadalahlah 0etastasis karsinoma

0etastasis karsinoma (1,**). (Kanar, $%%&).(1,**). (Kanar, $%%&).

2#3 memperkirakan sekitar 1, juta orang di dunia saat ini hidup 2#3 memperkirakan sekitar 1, juta orang di dunia saat ini hidup dengan 4#L dan %% ribu orang meninggal karena pen!akit ini tiap tahun. dengan 4#L dan %% ribu orang meninggal karena pen!akit ini tiap tahun. Se

Sekikitar tar   pepersersendndarari i 4#4#L L titipepen!n!a a agagreresi5 si5 dadan n tutumbmbuh uh cepcepatat. . 4#4#LL merupakan kanker tercepat ketiga pertumbuhann!a setelah kanker kulit dan merupakan kanker tercepat ketiga pertumbuhann!a setelah kanker kulit dan  paru-paru.

 paru-paru. ngka ngka kejadian kejadian 4#L 4#L meningkat meningkat % % persen persen dibandingkan dibandingkan tahuntahun 1&6%-an. Setiap tahun angka kejadian pen!akit ini meningkat -6 pesen. 1&6%-an. Setiap tahun angka kejadian pen!akit ini meningkat -6 pesen.  4#L ban!

 4#L ban!ak terjadi pada orang deasa dengan angka tertinggi pada rentangak terjadi pada orang deasa dengan angka tertinggi pada rentang usia -% tahun

usia -% tahun (2illiams dan 2ilkins, $%%).(2illiams dan 2ilkins, $%%). Lim

Lim5ad5adenoenopati pati mermerujuujuk k padpada a KGB KGB !a!ang ng abnabnormormal, al, baibaik k ukuukuranran,, konsistensi dan jumlahn!a. da beberapa klasi5ikasi lim5adenopati, tetapi konsistensi dan jumlahn!a. da beberapa klasi5ikasi lim5adenopati, tetapi !a

!ang ng sedsederherhana ana dan dan !a!ang ng biabiasa sa digdigunaunakan kan kliklinisnisi i adaadalah lah limlim5ade5adenopnopatiati generalisata dan lim5adenopati lokalisata. Lim5adenopati generalisata jika generalisata dan lim5adenopati lokalisata. Lim5adenopati generalisata jika KG

KGB B memembmbesaesar r papada da dudua a atatau au lelebibih h dadaeraerah h !a!ang ng titidadak k beberdrdekekatatanan,, sedangkan lim5adenopati lokalisata apabila pembesaran KGB han!a pada sedangkan lim5adenopati lokalisata apabila pembesaran KGB han!a pada

(2)

satu daerah saja. 0embedakan keduan!a merupakan hal !ang penting untuk  satu daerah saja. 0embedakan keduan!a merupakan hal !ang penting untuk  me

mengngetaetahuhui i didiagagnonosis sis pepen!n!akiakit t !!anang g memendndasaasaririn!n!a. a. +a+ada da pependndererititaa li

lim5m5adadenenopopati ati !a!ang ng titidadak k didikeketatahuhui i pepen!n!ebaebabnbn!a!a, ,   dadari ri   pependnderieritata li

lim5m5adadenenopopatati i adadalalah ah lolokakalilisasata ta dadan n 1 1 dadari ri   pependndereritita a memerurupapakakann lim5adenopati generalisata

lim5adenopati generalisata (Kanar, $%%&).(Kanar, $%%&). lim

lim5ad5adenoenopatpati i dapdapat at menmenunjunjukkukkan an adaadan!n!a a penpen!ak!akit it seriserius, us, padpadaa umum

umumn!a n!a disebdisebabkan oleh abkan oleh in5eksin5eksi. i. Bila Bila didapdidapatkan lim5adenopatkan lim5adenopati ati lokallokal,, harus dilakukan e7aluasi kemungkinan adan!a lim5adenopati generalisata. harus dilakukan e7aluasi kemungkinan adan!a lim5adenopati generalisata. +ada sebagian besar kasus, diagnosis dapat ditegakkan dengan anamnesis +ada sebagian besar kasus, diagnosis dapat ditegakkan dengan anamnesis dan pemeriksaan 5i sik. Kelenjar getah bening normal biasan!a berdiameter  dan pemeriksaan 5i sik. Kelenjar getah bening normal biasan!a berdiameter  kurang dari 1 cm dan cenderung lebih besar pada orang deasa muda. +ada kurang dari 1 cm dan cenderung lebih besar pada orang deasa muda. +ada orang normal, kelenjar getah bening sering teraba di daerah inguinal karena orang normal, kelenjar getah bening sering teraba di daerah inguinal karena trauma kronik dan in5eksi !ang sering terjadi di ekstremitas baah8 dapat trauma kronik dan in5eksi !ang sering terjadi di ekstremitas baah8 dapat  juga tera

 juga teraba di ba di daerah daerah leher leher (terutama (terutama daerah daerah submandibular) setelah submandibular) setelah in5eksiin5eksi daerah kepala dan leher.1 +ada umumn!a, kelenjar getah bening dengan daerah kepala dan leher.1 +ada umumn!a, kelenjar getah bening dengan ukuran lebih besar dari 1 cm merupakan temuan abnormal. /iperkirakan ukuran lebih besar dari 1 cm merupakan temuan abnormal. /iperkirakan 1,1* penderita !ang berobat ke sarana la!anan kesehatan primer mengidap 1,1* penderita !ang berobat ke sarana la!anan kesehatan primer mengidap keganasan. 9aktor risiko utama keganasan meliputi usia tua, karakteristik  keganasan. 9aktor risiko utama keganasan meliputi usia tua, karakteristik  kel

kelenjenjar ar !a!ang ng kerkeras, as, ter5ter5i i ksaksasi, si, berberlanlangsugsung ng leblebih ih dardari i $ $ minmingguggu, , dandan  berlokasi di suprakla7ikula (ma!lia, $%1).

 berlokasi di suprakla7ikula (ma!lia, $%1).

1

1..$$ ''uujjuuaann 1.$

1.$.1.1 'u'ujuan "juan "mumumm 0a

0akakalalah h inini i bebertrtujujuauan n susupa!pa!a a 0a0ahahasissisaa:i :i S'S';K;Kes es SaSantntaa <li

<lisabsabeth eth 0ed0edan an ''ahahap ap +ro+ro5esi 5esi 4er4ers s nngkagkatan tan ;= ;= $%1$%1  mammampupu mengaplikasikan asuhan keperaatan medikal bedah dengan sistem mengaplikasikan asuhan keperaatan medikal bedah dengan sistem re

reprprooduduksksi i lelebibih h kkhuhusususnsn!!a a ppadada a ppasasieien n !!anang g mmenengagalalammii  pembengkakan

 pembengkakan pada pada kelenjar kelenjar getah getah bening bening dengan dengan sistem sistem aplikasiaplikasi  44/,

 44/, 43> 43> dan dan 4;> 4;> dalam dalam menerapkann!a menerapkann!a kedalam kedalam praktik praktik  keperaatan medikal bedah di ?umah Sakit Santa <lisabeth 0edan keperaatan medikal bedah di ?umah Sakit Santa <lisabeth 0edan $%1.

$%1. 1.$

1.$.$.$ 'u'ujuan Khujuan Khusussus 0ak

0akalaalah h ini ini memmemilikiliki i tujtujuan uan khukhusus sus daldalam am menmengapgapliklikasikasikanan asuhan keperaatan medikal bedah supa!a 0ahasisa:i S';Kes Santa asuhan keperaatan medikal bedah supa!a 0ahasisa:i S';Kes Santa

(3)

<lisabeth 0edan 'ahap +ro5esi 4ers ngkatan ;= $%1 mampu memahami@

1. Konsep /asar 0edik

1) +engertian Kelenjar Getah Bening $) <tiologi ) +ato5isiologi ) +hata! ) 0ani5estasi Klinik ) Komplikasi 6) +rognosis ) +emeriksaan /iagnostik  &) +entalaksanaan

$. Konsep /asar Keperaatan

1) +engkajian Keperaatan $) /iagnosa Keperaatan ) ?encana Keperaatan ) ;mplementasi Keperaatan ) <7aluasi ) /ischarge +lanning

BAB 2

TINJAUAN TEORITIS

$.1 Konsep /asar 0edik 

$.1.1 +engertian kelenjar getah bening

Lim5adenopati merupakan pembesaran kelenjar getah bening dengan ukuran lebih besar dari 1 cm.$ Kepustakaan lain mende5i nisikan lim5adenopati sebagai abnormalitas ukuran atau karakter  kelenjar getah bening. 'eraban!a kelenjar getah bening

(4)

suprakla7ikula, iliak, atau poplitea dengan ukuran berapa pun dan teraban!a kelenjar epitroklear dengan ukuran lebih besar dari  mm merupakan keadaan abnormal (ma!lia, $%1).

Lim5adenopati atau kelenjar getah bening merupakan masalah kesehatan mas!arakat !ang sering menimbulkan keresahan orang tua ataupun pasien itu sendiri. pakah itu merupakan tanda dari keganasan, atau suatu keadaan !ang normal. "ntuk itu diperlukan suatu pro5il Lim5adenopati untuk membantu menegakkan diagnosis agar diketahui cara penanganann!a dengan baik (?obbin dan >otran, $%%&)

>airan getah bening atau sistem lim5atik adalah jalan penting cairan dari ruang intrasersial dalam darah !ang membaa protein dan  pratikel besar ke luar dari ruang intersisial ke dalam darah sehingga  protein tidak menumpuk di dalam ruang intersisial, apabila tidak   ber5ungsi maka dalam $ jam akan mengalami pembentukkan berupa  benjolan atau pembengkakan !ang biasan!a jarang menimbulkan rasa

sakit (;r!ani, $%1%).

>airan lim5atik adalah cairan putih men!erupai susu !ang mengandung protein lemak dan lim5osit !ang semuan!a mengalir ke seluruh tubuh leat pembuluh lim5atik. da dua macam sel lim5osit !aitu sel B dan '. Sel B ber5ungsi membantu melindungi tubuh melaan bakteri dengan membuat antibodi !ang memusnahkan  bakteri. Gejala dan pen!akit kanker kelenjar getah bening meliputi  pembengkakan kelenjar getah bening pada leher, ketiak atau pangkal  paha (#eusner, $%%&).

Lim5oma adalah kanker !ang tumbuh akibat mutasi sel lim5osit (sejenis sel darah putih) !ang sebelumn!a normal, seperti haln!a lim5osit normal, lim5osit ganas dapat tumbuh pada bebagai organ dalam tubuh termasuk kelenjar getah bening, limpa, sumsum tulang, darah ataupun organ lain (2illiams dan 2ilkins, $%%).

da dua jenis kanker sistem lim5otik !aitu pen!akit hodgkin dan lim5oma non-hodgkin (4#L). Kanker kelanjar getah bening atau lim5oma adalah sekelompok pen!akit keganasan !ang berkaitan dan mengenai sistem lim5atik. Sistem lim5atik merupakan bagian penting

(5)

dari sistem kekebalan tubuh !ang membentuk pertahanan alamiah tubuh melaan in5eksi dan kanker (#eusner, $%%&).

$.1.$ <tiologi

0akin tua usia makin tinggi risiko terkena lim5oma karena da!a tahan tubuhn!a menurun. #ingga kini pen!ebab lim5oma belum diketahui secara pasti. da empat kemungkinan pen!ebabn!a !aitu 5aktor keturunan, kelainan sistem kekebalan, in5eksi 7irus atau bakteri dan toksin lingkungan (herbisida, pengaet, pearna kimia) ( <lse7ier, $%%).

Ban!ak keadaan !ang dapat menimbulkan lim5adenopati. Keadaan-keadaan tersebut dapat diingat dengan mnemonik 0;0;@ malignancies (keganasan) , infections (in5eksi) , autoimmune disorders (kelainan autoimun) , miscellaneous and unusual conditions (lain-lain dan kondisi tak-laAim) , dan iatrogenic causes (sebab-sebab iatrogenik) (ma!lia, $%1).

<tiologi lim5adenopati terangkum pada tabel $.1

No. Penyebab Karakteristik  

1.  Keganasan a. Lim5oma

 b. Leukemia

c. 4euplasma kulit d. 0etastasis

/emam, keringat malam,

 penurunan berat badan,

asimtomatik.

0emar, splenomegali Lesi kulit karakteristik 

Ber7ariasi tergantung tumor kulit $.  Infeksi  a. Bruselosis  b. >at-Scratch disease c. >0= d. #;=, in5eksi primer  e. Lim5ogranuloma 7enereum 5. 0ononukleosis g. 9aringitis h. ?ubela i. 'uberkulosis

/emam, menggigil, malaise

/emam, menggigil, asimptomatik  #epatitis, pneumonitis

 4!eri, promiskuitas seksual /emam, malaise, splenomegali

/emam, eksudat oro5angineal ?uam kareakterisitik, demam

/emam, keringat malam,

hemoptisis

(6)

 j. 'ularemia k. /emam ti5oid l. Si5ilis

m. #epatitis 7irus

/amam, konstipasi, diare ?uam, ulkus tanpa n!eri /emam, mual, muntah, diare rtritis, ne5ritis, anemia, ruam .  Autoimun a. Lupus eritematosus sistemik   b. rtritis reumatoid c. /ermatomiositis d. Sindrom sjogren

rtritis simetris, kaku pada pagi hari, demam

+erubahan kulit, kelemahan otot  proksimal

Keratokonjungti7itis, gangguan ginjal, 7askulitis

/emam, conjungti7itis, straberr! tongue

.  Lain-lain atau kondisi  tak lazim

a. +en!akit kaasaki  b. Sarkoidosis

+erubahan kulit, dispepsia, adenopati hilar 

/emam, urtikaria, 5atiue .  Latrogenik 

a. Serum sicknnes  b. 3bat

Lim5adenopati asimptomatik 

(ma!lia, $%1).

$.1. +ato5isiologi dan natomi 9isiologi

+embesaran KGB dapat dibedakan menjadi pembesaran KGB lokal (lim5adenopati lokalisata) dan pembesaran KGB umum (lim5adenopati generalisata). Lim5adenopati lokalisata dide5inisikan sebagai pembesaran KGB han!a pada satu daerah saja, sedangkan lim5adenopati generalisata apabila pembesaran KGB pada dua atau lebih daerah !ang berjauhan dan simetris. da sekitar %% KGB di daerah kepala dan leher, gambaran lokasi terdapatn!a KGB pada daerah kepala dan leher adalah sebagai berikut@

(7)

Gambar $.1 kelenjar getah bening leher dan drainage

Gambar $.1 kelenjar getah bening aksila dan drainage

Gambar $.1 kelenjar getah bening aksila dan drainage

Siste Li!atik 

Gambar $.$ Letak getah bening pada pembuluh darah jantung Sistem lim5atik (lymphatic system) atau sistem getah bening membaa cairan dan protein !ang hilang kembali ke darah .>airan memasuki sistem ini dengan cara berdi5usi ke dalam kapiler lim5a kecil !ang terjalin di antara kapiler-kapiler sistem kardio7askuler.

(8)

pabila suda berada dalam sistem lim5atik, cairan itu disebut lim5a (lymph) atau getah bening, komposisin!a kira-kira sama dengan komposisi cairan interstisial. Sistem lim5atik mengalirkan isin!a ke dalam sistem sirkulasi di dekat  persambungan 7ena ca7a dengan atrium kanan (sih, $%11).

+embuluh lim5a, seperti 7ena , mempun!ai katup !ang mencegah aliran balik cairan menuju kapiler. Kontraksi ritmik  (berirama) dinding pembuluh tersebut membantu mengalirkan cairan ke dalam kapiler lim5atik. Seperti 7ena, pembuluh lim5a juga sangat  bergantung pada pergerakan otot rangka untuk memeras cairan ke arah  jantung (sih, $%11).

/i sepanjang pembuluh lim5a terdapat organ !ang disebut nodus (simpul) lim5a (l!mph node) atau nodus getah bening !ang men!aring lim5a. /i dalam nodus lim5a terdapat jaringan ikat !ang berbentuk  seperti sarang lebah denagn ruang-ruang !ang penuh dengan sel darah  putih. Sel-sel darah putih tersebut ber5ungsi untuk men!erang 7irus

dan bakteri. 3rgan-organ lim5a diantan!a kelenjar getah bening (lim5onodus), tonsil, t!mus, limpa ( spleen atau lien) , lim5onodulus. S!stem lim5e terdiri dari pembuluh lim5e, nodus lim5atik, organ lim5atik, nodul lim5atik, sel lim5atik. +embuluh lim5e merupakan muara kapiler lim5e, men!erupai 7ena kecil !ang terdiri atas  lapis dan mempun!ai katup pada lumen !ang mencegah cairan lim5e kembali ke jaringan. Kontraksi otot !ang berdekatan juga mencegah lim5e keluar dari pembuluh. 'onsil merupakan kelompok sel lim5atik  dan matriC eCtra seluler !ang dibungkus oleh capsul jaringan  pem!ambung, tapi tidak lengkap. 'erdiri atas bagian tengah (germinal

center) dan >r!pti.'onsil ditemukan diphar!ngeal !aitu @

1. 'onsil phar!ngeal (adenoid), dibagian posterior naso phar!nC $. 'onsil palatina, posteo lateral ca7um oral

. 'onsil lingualis, sepanjang 1: posterior lidah (sih, $%11).

 4odus lim5aticus terdapat di sepanjang jalur pembuluh lim5e  berupa benda o7al atau bulat !ang kecil. /itemukan berkelompok 

!ang menerima lim5e dari bagian tubuh. 9ungsi utama nodus lim5aticus untuk men!aring antigen dari lim5e dan menginisiasi respon

(9)

imun. 'imus terletak di mediastinum anterior berupa $ lobus. +ada  ba!i dan anak-anak, timus agak besar dan sampai ke mediastinum superior. 'imus terus berkembang sampai pubertas mencapai berat % -% gr. Kemudian mengalami regresi dan digantikan oleh jaringan lemak (;r!ani, $%1%).

+ada orang deasa timus mengalami atro5i dan hampir tidak   ber5ungsi. Limpa terletak di Duadran atas kiri abdomen, di in5erior  diaphragma !ang memanjang dari iga & E 11, terletak dilateralis ginjal dan posterolateral gaster. 9ungsi lim5a !aitu@

1. 0enginisiasi respon imun bila ada antigen didalam darah $. ?eser7oir eritrosit dan platelet

. 0em5agosit eritrosit dan platelet !ang de5ecti7

. +hagosit bacteri dan benda asing lainn!a (;r!ani, $%1%). Secara garis besar, sistem lim5atik mempun!ai  5ungsi @ 1. liran >airan ;nterestial

>airan interestial !ang menggenangi jaringan secara terus menerus !ang diambil oleh kapiler kapiler lim5atik disebut dengan Lim5a. Lim5a mengalir melalui sistem pembuluh !ang akhirn!a kembali ke sistem sirkulasi. ;ni dimulai pada ekstremitas dari sistem kapiler lim5atik !ang dirancang untuk men!erap cairan dalam jaringan !ang kemudian dibaa melalui sistem lim5atik !ang  bergerak dari kapiler ke lim5atik (pembuluh getah bening) dan kemudian ke kelenjar getah bening. Getah bening ini disaring melalui benjolan dan keluar dari lim5atik e5eren. /ari sana getah  bening meleati batang lim5atik dan akhirn!a ke dalam saluran lim5atik. +ada titik ini getah bening dileatkan kembali ke dalam aliran darah dimana perjalanan ini dimulai lagi.

$. 0encegah ;n5eksi

Sementara kapiler getah bening mengumpulkan cairan interstisial mereka juga mengambil sesuatu hal lain seperti 7irus dan bakteri, ini terbaa dalam getah bening sampai mereka mencapai kelenjar getah bening !ang mana dirancang untuk  menghancurkan 7irus dan bakteri dengan menggunakan berbagai metode. +ertama sel makro5ag menelan bakteri, ini dikenal sebagai !a"ositosis. Kedua sel lim5osit menghasilkan antibo#i, ini dikenal sebagai respon kekebalan tubuh. +roses ini diharapkan akan

(10)

 berhubungan dengan semua in5eksi !ang berjalan melalui getah  bening tetapi sistem lim5atik tidak meninggalkan ini di sana. Beberapa sel Lim5osit akan meninggalkan node dengan perjalanan di getah bening dan memasuki darah ketika getah bening  bergabung kembali, ini memungkinkan untuk menangani in5eksi  pada jaringan lain.

. +engangkutan Lipid

;ni bukan satu-satun!a daerah dimana perlaanan berlangsung, limpa juga men!aring darah dengan cara !ang sama seperti sebuah nodus !ang men!aring getah bening, sel B dan sel ' !ang  bermigrasi dari sumsum tulang merah dan 'h!mus !ang telah matang pada limpa (da  jenis sel ' !ang menakjubkan, itu adalah memori ' sel !ang dapat mengenali patogen !ang telah memasuki tubuh sebelumn!a. /an dapat menangani mereka dengan lebih cepat, sel ' lainn!a disebut helper dan sitotoksik) !ang melaksanakan 5ungsi kekebalan, sedangkan sel makro5ag limpa menghancurkan sel-sel darah patogen !ang dilakukan oleh 5agositosis. da nodul lim5atik seperti amandel !ang menjaga terhadap in5eksi bakteri !ang mana ini menggunakan sel lim5osit. Kelenjar timus mematangkan sel !ang diproduksi di sumsum tulang merah. Setelah sel-sel ini matang, sel E sel ini kemudian  bermigrasi ke jaringan lim5atik seperti amandel !ang mana kemudian berkumpul pada suatu ila!ah dan mulai melaan in5eksi. Sumsum tulang 0erah memproduksi sel B dan sel ' !ang  bermigrasi ke daerah lain dari sistem getah bening untuk membantu

dalam respon kekebalan (sih, $%11).

Faringan kapiler dan pembuluh juga mengangkut lipid dan 7itamin !ang larut lemak , /, < dan K ke dalam darah, !ang men!ebabkan getah bening berubah arna menjadi krem. Lipid dan 7itamin !ang diserap dalam saluran pencernaan dari makanan dan kemudian dikumpulkan oleh getah bening pada saat ini dikirimkan ke darah. 'anpa sistem lim5atik kita akan berada dalam kesulitan, memiliki masalah dengan ban!ak pen!akit. Faringan

(11)

tubuh akan menjadi macet dengan cairan dan sisa-sisa !ang membuat kita menjadi bengkak. Kita juga akan kehilangan 7itamin !ang diperlukan (;r!ani, $%1%).

Peb$%$& 'eta& Benin" 1. Kapiler getah bening

Kapiler getah bening terdiri dari@ a. Saluran !ang berdinding tipis  b. /ilapisi endotel

c. Lumenn!a tidak teratur 

Kapiler getah bening merupakan pembuluh Lim5e !ang terkecil, membentuk an!aman !ang luas  berakhir buntu. Ber5ungsi@ menampung cairan Lim5e !ang berasal dari masing$ kapiler .

$. +embuluh getah bening !ang besar 

Kapiler-kapiler getah bening bergabung dengan pembuluh getah  bening !ang lebih besar .'erdiri dari saluran !ang dindingn!a lebih

tebal memiliki katub. /indingn!a terdiri dari  lapisan@ a. '. ;ntima terdiri dari endotel dan sabut elastis.

 b. '. 0edia terdiri dari sabut otot plos.

c. '. d7entitia terdiri dari sabut kolagen, sabut elastis, dan sabut otot polos (#eusner, $%%&).

/alam perjalanan pembuluh getah bening !ang besar, pembuluh getah bening ini mencurahkan isin!a ke dalam kelenjar getah  bening (L!mph 4odes). Katub pembuluh getah bening merupakan lipatan '. ;ntima !ang terdiri dari jaringan ikatkendor, dan dilapisi endotel !ang terletak berpasangan dan berhadapan kedua ujung  bebas searah dengan aliran lim5e (Kanar, $%%&).

(12)

Gambar $. liran lim5e pada pembuluh getah bening

. +embuluh lim5e besar 

+embuluh lim5e besar merupakan gabungan dari pembuluh lim5e, membentuk $ pembuluh lim5e utama@

a. /uctus L!mphaticus /eCter, menerima cairan lim5e dari bagian kanan atas tubuh.

d. /uctus 'horacicus, 0enerima cairan lim5e dari bagian tubuh kiri  kanan saluran pencernaan makanan. /indingn!a terdiri dari@ '. ;ntima terdiri dari sabut kolagen dan sabut elastis, '. 0edia terdiri dari sabut otot plos, '. d7entitia terdapat pada =asa =asorum (#eusner, $%%&).

Ke%en(ar Li!atik 

Faringan #aematopoetik terdiri dari $ jenis jaringan@ 1. Faringan 0!eloid

$. Faringan Lim5oid : Lim5atik 

Faringan Lim5atik dalam tubuh tdp dalam  bentuk@ 1. Kelenjar Getah Bening

$. 'h!mus

. Lien H Limpa

. ggregasi dari Lim5osit tak berkapsul dalam jaringan ikat kendor. Faringan Lim5atik merupakan +arench!m pada organ-organ Lim5atik. Faringan Lim5atik secara mikroskopik dibagi $ komponen@ 1. Stroma merupakan kerangka seperti busa (Spongelike 9rameork) $. 9ree >ells mengisi mata an!aman

+erbandingan kedua n!a berbeda. Faringan Lim5atik dibedakan@ 1. Faringan Lim5atik Kendor 

$. Faringan Lim5atik +adat

. Faringan Lim5atik 4oduler (sih, $%11).

Sistem lim5atik  adalah suatu sistem sirkulasi sekunder !ang  ber5ungsi mengalirkan lim5a atau getah bening di dalam tubuh. Lim5a

(13)

(bukan limpa) berasal dari plasma darah !ang keluar dari sistem kardio7askular ke dalam jaringan sekitarn!a. >airan ini kemudian dikumpulkan oleh sistem lim5a melalui proses di5usi ke dalam kelenjar lim5a dan dikembalikan ke dalam sistem sirkulasi (sih, $%11).

'abel $.$ +erbandingan dan lim5atik Sistem Kardio7askular  Siste Kar#io)ask$%er *Dara&+ Siste Li!atik *'eta& Benin"+

 Darah bertanggung jaab untuk  mengumpulkan dan mendistribusikan oksigen, nutrisi dan hormon ke seluruh  jaringan tubuh.

Getah bening bertanggung jaab untuk  mengumpulkan dan mengeluarkan  produkproduk 

sisa tertinggal dalam jaringan.  Darah mengalir dalam suatu loop terus

menerus tertutup seluruh tubuh melalui arteri, kapiler, dan 7ena.

Getah bening mengalir dalam rangkaian terbuka dari jaringan ke pembuluh lim5atik.

Setelah di dalam kapal ini, getah bening mengalir han!a satu arah.

 Darah dipompa tubuh. Fantung memompa

/arah ke dalam arteri !ang membaa ke semua dari. =ena kembali darah dari seluruh bagian tubuh ke jantung.

Getah tidak dipompa. #al pasi5 mengalir  dari jaringan ke kapiler getah bening. liran dalam pembuluh lim5atik dibantu oleh gerakan tubuh lainn!a seperti  pernapasan dan tindakan otot di

dekatn!a

dan pembuluh darah.  Darah terdiri dari plasma cair !ang

mengangkut sel-sel darah putih dan merah

dan platelet.

Getah bening !ang telah disaring dan siap

untuk adalah cairan putih susu atau jelas.  Darah terlihat dan kerusakan pembuluh

darah men!ebabkan tanda-tanda jelas seperti perdarahan atau memar.

Getah tidak terlihat dan kerusakan pada sistem lim5atik sulit untuk mendeteksi sampai bengkak terjadi.

 Darah disaring oleh ginjal. Semua darah mengalir melalui ginjal di mana sampah  produk dan cairan kelebihan dihapus.

/iperlukan cairan dikembalikan ke sirkulasi jantung.

 Limfe disaring oleh kelenjar getah  bening

di seluruh tubuh. Simpul tersebut menghapus beberapa cairan dan  puingpuing.

0ereka juga membunuh patogen dan beberapa sel-sel kanker.

(sih, $%11).

'abel $.$ +erbandingan dan lim5atik Sistem Kardio7askular  Siste Kar#io)ask$%er *Dara&+ Siste Li!atik *'eta& Benin"+

+embuluh darah kerusakan atau insu5isiensi menghasilkan  pembengkakan

!ang berisi cairan protein rendah.

 Limfatik kapal kerusakan atau insufisiensi

menghasilkan pembengkakan !ang  berisi

cairan ka!a protein.

(14)

A%iran #ara& Diban#in"kan #en"an A%iran Li!atik 

liran darah !ang dipompa oleh jantung diedarkan di seluruh tubuh dan dibersihkan dengan menjadi disaring oleh ginjal. Sistem lim5atik tidak memiliki pompa untuk membantu dalam alirann!a, sistem ini dirancang sedemikian rupa sehingga han!a getah bening mengalir keatas melalui tubuh  perjalanan dari ekstremitas (kaki dan tangan) dan keatas melalui tubuh menuju leher. kemudian berjalan melalui tubuh, meleati getah bening kelenjar getah bening di mana ia disaring.+ada pangkal leher, getah bening memasuki vena subklavia dan sekali lagi menjadi plasma dalam aliran darah (sih, $%11).

Li!atik Ka,i%er

Setelah meninggalkan jaringan, getah bening harus memasukkan sistem lim5atik  melalui kapiler lim5atik khusus. Sekitar 6% persen di antaran!a kapiler dangkal !ang terletak  dekat, atau han!a di baah, kulit. % persen sisan!a, !ang dikenal sebagai kapiler limfatik dalam, mengelilingi sebagian besar organ tubuh. Kapiler lim5atik mulai sebagai pembuluh buta-berakhir !ang han!a satu sel di tebal. Sel-sel ini disusun dalam pola sedikit tumpang tindih, sangat mirip dengan herpes Aoster di atap rumah.0asing-masing sel indi7idu diikat ke  jaringan terdekat oleh  penahan filamen. 'ekanan dari 5luida !ang mengelilingi ga!a kapiler sel-sel untuk memisahkan sejenak untuk  memungkinkan getah bening untuk memasuki kapiler. Kemudian sel-sel dari dinding  berdekatan. ;ni tidak memungkinkan getah bening untuk meninggalkan kapiler. 0elainkan dipaksa untuk bergerak maju (sih, $%11).

Ka,i%er %i!atik 

Kapiler lim5atik secara bertahap bergabung bersama untuk  membentuk jaringan mesh-seperti tabung !ang terletak lebih dalam tubuh. Saat mereka menjadi lebih besar, struktur ini dikenal sebagai  pembuluh lim5atik (?obbin dan >otran, $%%&).

(15)

Li!e No#es

da antara %%-6%% kelenjar getah bening hadir dalam tubuh manusia rata-rata. Lim5e nodes ini berperan untuk men!aring kelenjar  getah bening sebelum dapat dikembalikan ke sistem peredaran darah. 0eskipun node dapat menambah atau mengurangi ukuran sepanjang hidup, setiap node !ang telah rusak atau hancur, tidak beregenerasi. +embuluh lim5atik a5eren membaa un5iltered getah bening ke node. +roduk-produk  limbah sini, dan beberapa cairan, !ang disaring. /i  bagian lain dari node, lim5osit, !ang khusus sel darah putih,

membunuh patogen !ang mungkin ada (2illiams dan 2ilkins, $%%). #al ini men!ebabkan pembengkakan umumn!a dikenal sebagai  pembengkakan kelenjar bengkak. Kelenjar getah bening juga  perangkap sel-sel kanker dan memperlambat pen!ebaran kanker 

sampai mereka kealahan oleh itu. +embuluh lim5atik e5eren membaa keluar getah bening disaring dari node untuk melanjutkan kembali ke sistem peredaran darah (2illiams dan 2ilkins, $%%).

$.1. +hata!

>airan lim5e adalah cairan mirip plasma dengan kadar protein lebih rendah. Kelenjar lim5e menambahkan lim5osit, sehingga dalam saluran lim5e jumlah seln!a besar. Kedudukan s!stem lim5atik pada  peredaran darah dapat digambarkan seperti gambar di baah ini@

(16)

Gambar $. Sistem perjalanan kelenjar getah bening dalam tubuh

9aktor pendorong gerak cairan lim5e@

1. +embuluh lim5a mirip 7ena, pun!a katup !ang bergantung pada  pergerakan otot rangka untuk memecah cairan ke arah jantung. $. +erlaanan pertama !ang dilakukan tubuh adalah dengan respon

immun non spesi5ik@ sel makro5ag dan cairan lim5a. Sehingga cairan lim5atik mengalir melalui sistem lim5atik !ang ber5ungsi  juga dalam sirkulasi sistem immun seluler.

. 9ungsi dari sistem saluran lim5e juga untuk mengembalikan cairan dan protein dari jaringan kembali ke darah melalui sistem lim5atik, maka 5aktor pendorong gerak cairan lim5e juga dikarenakan adan!a cairan !ang keluar dari kapiler darah (sih, $%11).

$.1. 0ani5estasi klinik 

Gejala konstitusi, seperti  fatigue, malaise, dan demam, sering men!ertai lim5adenopati ser7ikal dan lim5ositosis atipikal pada sindrom mononukleosis. /emam, keringat malam, dan penurunan  berat badan lebih dari 1%* dapat merupakan gejala lim5oma  B  symptom. +ada lim5oma #odgkin,  B symptom didapatkan pada *  penderita stadium ; dan * penderita stadium ;=.  B symptom  juga didapatkan pada 1%* penderita lim5oma non-#odgkin. Gejala artralgia, kelemahan otot, atau ruam dapat menunjukkan kemungkinan adan!a pen!akit autoimun, seperti artritis reumatoid, lupus eritematosus, atau dermatomiositis. 4!eri pada lim5adenopati setelah

(17)

 penggunaan alkohol merupakan hal !ang jarang, tetapi spesi5i k untuk  lim5oma #odgkin (ma!lia, $%1).

$.1. Komplikasi 1. 'uberkulosis $. 'ripanosomiasis . Scrub t!phus . Leishmaniasis . 'ularemia . Bruselosis

6. Karsinoma organ dalam . Kanker kepala dan leher  &. Kanker kulit (ma!lia, $%1).

$.1.6 +rognosis

1. Lim5adenopati daerah kepala dan leher 

Kelenjar getah bening ser7ikal teraba pada sebagian besar anak, tetapi ditemukan juga pada * orang deasa. +en!ebab utama lim5adenopati ser7ikal adalah in5eksi8 pada anak, umumn!a berupa in5eksi 7irus akut !ang sasirna. +ada in5eksi mikobakterium atipikal, cat-scratch disease, toksoplasmosis, lim5adenitis Kikuchi , sarkoidosis, dan pen!akit Kaasaki , lim5adenopati dapat  berlangsung selama beberapa bulan. Lim5adenopati suprakla7ikula kemungkinan besar (*-*) disebabkan oleh keganasan. Kelenjar getah bening ser7ikal !ang mengalami in5l amasi dalam  beberapa hari, kemudian ber5l uktuasi (terutama pada anak-anak) khas untuk lim5adenopati akibat in5eksi sta5i lokokus dan streptokokus (ma!lia, $%1).

Kelenjar getah bening ser7ikal !ang ber5l uktuasi dalam  beberapa minggu sampai beberapa bulan tanpa tanda-tanda in5l amasi atau n!eri !ang signi5i kan merupakan petunjuk in5eksi mikobakterium, mikobakterium atipikal atau  Bartonella henselae (pen!ebab cat scratch disease).1 Kelenjar getah bening ser7ikal

(18)

!ang keras, terutama pada orang usia lanjut dan perokok  menunjukkan metastasis keganasan kepala dan leher (oro5aring, naso5aring, laring, tiroid, dan eso5agus).1 Lim5adenopati ser7ikal merupakan mani5estasi lim5adenitis tuberkulosa !ang paling sering (-66* kasus), disebut skro5ula. Kelainan ini dapat juga disebabkan oleh mikobakterium nontuberkulosa (ma!lia, $%1). $. Lim5adenopati epitroklear 

'eraban!a kelenjar getah bening epitroklear selalu patologis. +en!ebabn!a meliputi in5eksi di lengan baah atau tangan, lim5oma, sarkoidosis, tularemia, dan si5i lis sekunder (ma!lia, $%1).

. Lim5adenopati aksila

Sebagian besar lim5adenopati aksila disebabkan oleh in5eksi atau jejas pada ekstremitas atas. denokarsinoma pa!udara sering  bermetastasis ke kelenjar getah bening aksila anterior dan sentral !ang dapat teraba sebelum ditemukann!a tumor primer. Lim5oma  jarang bermani5estasi sejak aal atau, kalaupun bermani5estasi,

han!a di kelenjar getah bening aksila. Lim5adenopati antekubital atau epitroklear dapat disebabkan oleh lim5oma atau melanoma di ekstremitas, !ang bermetastasis ke kelenjar getah bening ipsilateral (ma!lia, $%1).

. Lim5adenopati suprakla7ikula

Lim5adenopati suprakla7ikula mempun!ai keterkaitan erat dengan keganasan. +ada penelitian, keganasan ditemukan pada * dan %* penderita. ?isiko paling tinggi ditemukan pada  penderita di atas usia % tahun. Lim5adenopati suprakla7ikula kanan berhubungan dengan keganasan di mediastinum, paru, atau eso5agus.Lim5adenopati suprakla7ikula kiri (nodus =ircho)  berhubungan dengan keganasan abdominal (lambung, kandung

empedu, pankreas, testis, o7arium, prostat) (ma!lia, $%1). . Lim5adenopati inguinal

Lim5adenopati inguinal sering ditemukan dengan ukuran 1-$ cm  pada orang normal, terutama !ang bekerja tanpa alas kaki. Lim5adenopati reakti5 !ang jinak dan in5eksi merupakan pen!ebab

(19)

tersering lim5adenopati inguinal. Lim5adenopati inguinal jarang disebabkan oleh keganasan. Karsinoma sel skuamosa pada penis dan 7ul7a, lim5oma, serta melanoma dapat disertai lim5adenopati inguinal. Lim5adenopati inguinal ditemukan pada * penderita karsinoma penis atau uretra (ma!lia, $%1).

. Lim5adenopati generalisata

Lim5adenopati generalisata lebih sering disebabkan oleh in5eksi serius, pen!akit autoimun, dan keganasan, dibandingkan dengan lim5adenopati lokalisata. +en!ebab jinak pada anak adalah in5eksi adeno7irus. Lim5adenopati generalisata dapat disebabkan oleh leukemia, lim5oma, atau pen!ebaran kanker padat stadium lanjut. Lim5adenopati generalisata pada penderita luluh imun (immunocompromised ) dan ;/S dapat terjadi karena tahap aal in5eksi #;=, tuberkulosis, kriptokokosis, sitomegalo7irus, toksoplasmosis, dan sarkoma Kaposi. Sarkoma Kaposi dapat  bermani5estasi sebagai lim5adenopati generalisata sebelum

timbuln!a lesi kulit (ma!lia, $%1).

$.1. +emeriksaan diganostik  1. "ltrasonograph! ("SG)

"SG merupakan salah satu teknik !ang dapat dipakai untuk  mendiagnosis lim5adenopati ser7ikalis. +enggunaan "SG untuk  mengetahui ukuran, bentuk, echogenicity, gambaran mikronodular, nekrosis intranodal dan ada tidakn!a kalsi5ikasi.

"SG dapat dikombinasi dengan biopsi aspirasi jarum halus untuk endiagnosis lim5adenopati dengan hasil !ang lebih memuaskan, dengan nilai sensiti7itas &* dan spesi7isitas &*. $. >'-Scan

>' scan dapat mendeteksi pembesaran KGB ser7ikalis dengan diameter  mm atau lebih. Satu studi !ang dilakukan untuk  mendeteksi lim5adenopati suprakla7ikula pada penderita nonsmall  cell lung cancer menunjukkan tidak ada perbedaan sensiti7itas

(20)

!ang signi5ikan dengan pemeriksaan menggunakan "SG atau >' scan.

. Biopsi Kelenjar 

Fika diputuskan tindakan biopsi, idealn!a dilakukan pada kelenjar !ang paling besar, paling dicurigai, dan paling mudah diakses dengan pertimbangan nilai diagnostikn!a. Kelenjar getah  bening inguinal mempun!ai nilai diagnostik paling rendah. Kelenjar getah bening suprakla7ikular mempun!ai nilai diagnostik   paling tinggi. 0eskipun teknik pearnaan imunohistokimia dapat

meningkatkan sensiti7itas dan spesi5i sitas biopsi aspirasi jarum halus, biopsi eksisi tetap merupakan prosedur diagnostik terpilih. dan!a gambaran arsitektur kelenjar pada biopsi merupakan hal !ang penting untuk diagnostik !ang tepat, terutama untuk  membedakan lim5oma dengan hiperplasia reakti5 !ang jinak  (ma!lia, $%1).

$.1.& +enatalaksanaan

Kelenjar getah bening !ang keras dan tidak n!eri meningkatkan kemungkinan pen!ebab keganasan atau pen!akit granulomatosa. Lim5oma #odgkin tipe sklerosa nodularmempun!ai karakteristik ter5i ksasi dan terlokalisasi dengan konsistensi ken!al. Lim5adenopati karena 7irus mempun!ai karakteristik bilateral, dapat digerakkan, tidak n!eri, dan berbatas tegas. Lim5adenopati dengan konsistensi lunak dan n!eri biasan!a disebabkan oleh in5l amasi karena in5eksi. +ada kasus !ang jarang, lim5adenopati !ang n!eri disebabkan oleh  perdarahan pada kelenjar !ang nekrotik atau tekanan dari kapsul

kelenjar karena ekspansi tumor !ang cepat (ma!lia, $%1).

+ada umumn!a, kelenjar getah bening normal berukuran sampai diameter 1 cm, tetapi beberapa penulis men!atakan baha kelenjar  epitroklear lebih dari %, cm atau kelenjar getah bening inguinal lebih dari 1, cm merupakan hal abnormal. 'erdapat laporan baha pada $1 penderita deasa, tidak ada keganasan pada penderita dengan

(21)

ukuran kelenjar di baah 1 cm, keganasan ditemukan pada *  penderita dengan ukuran kelenjar 1-$,$ cm dan pada * penderita dengan ukuran kelenjar di atas $,$ cm. +ada anak, kelenjar getah  bening berukuran lebih besar dari $ cm disertai gambaran radiologi

toraks abnormal tanpa adan!a gejala kelainan telinga, hidung, dan tenggorokan merupakan gambaran predikti5 untuk pen!akit granulomatosa (tuberkulosis, catscratch disease, atau sarkoidosis) atau kanker (terutama lim5oma).$ 'idak ada ketentuan pasti mengenai  batas ukuran kelenjar !ang menjadi tanda kecurigaan keganasan. da laporan baha ukuran kelenjar maksimum $ cm dan 1, cm merupakan batas ukuran !ang memerlukan e7aluasi lebih lanjut untuk  menentukan ada tidakn!a keganasan dan pen!akit granulomatosa (ma!lia, $%1).

$.$ Konsep /asar Keperaatan $.$.1 +engkajian Keperaatan

1. ?ia!at Kesehatan

a. 0engumpulkan data mengenai pasien dan menelaah masalah kesehatan dimasa lampau dan sekarang misaln!a data biogra5i, keluhatan utama (meliputi in5ormasi khusus mengenai gejala),  pengobatan saat ini, ria!at medis pribadi dan keluarga, ria!at  psikologis dan status 5ungsional.

 b. /ata sub!kti5@ in5ormasi !ang han!a dapat dipastikan oleh  pasien sendiri, seperti keluhan pasien.

c. 0embentuk dasar perencanaan peraatan dan pendekatan terapi holistik.

$. +engukuran nadi

a. 4adi mencerminkan jumlah darah !ang dipompa keluar pada setiap den!ut jantung.

 b. Fumlah den!ut nadi orang deasa normal adalah antara % sampai 1%% den!ut:menit.

c. +alpasi salah satu dari titik pulsasi arteri pasien (biasan!a arteri radialis) dengan menggunakan bantalan jari telunjuk dan jari tengah tangan anda.

d. #itung jumlah den!ut nadi selama 1 menit (normal atau abnormal).

(22)

5. +eriksalah amplitudo nadi dengan menggunakan skala numerik@ % H 'idak ada den!ut

I1 H /en!ut lemah atau halus I$ H /en!ut normal

I H /en!ut melompat . +engukuran tekanan darah . ;nspeksi

a. ;nspeksi setiap sistem tubuh dengan menggunakan penglihatan,  penciuman dan pendengaran untuk mengobser7asi kondisi

normal dan pen!impangan.

 b. +erhatikan arna, ukuran, lokasi, pergerakan, tekstur, kesimetrisan, bau, dan bun!i ketika anda memeriksa setiap  bagian tubuh.

c. Gunakan inspeksi untuk membantu menentukan status mental, si5at kepribadian dan sikap dengan memperhatikan penampilan dan respons perilaku terhadap pertan!aan dan pemeriksaan 5isik. . +alpasi

a. +alpasi memerlukan sentuhan anda terhadap pasien dengan  bagian-bagian !ang berbeda dari tangan anda menggunakan  berbagai derajat penekanan.

 b. Kuku anda harus pendek dan tangan anda harus hangat.

c. +akai sarung tangan ketika melakukan palpasi membaran mukosa atau area !ang terkontaminasi dengan cairan tubuh. d. +alpasi daerah !ang n!eri dilakukan terakhir.

Pa%,asi rin"an

a. 'ekan kulit 1, E $% cm dengan bantalan jari tangan anda, sentuhan seringan mungkin.

 b. +eriksalah tekstur, n!eri tekan, suhu, kelembaban, elastisitas,  pulsasi, organ super5isial dan masa.

Pa%,asi #a%a

a. +alpasi kulit , E ,% cm dengan penekanan dalam !ang kuat. Gunakan satu tangan diatas tangan lainn!a untuk menghasilkan tekanan !ang lebih kuat, bila diperlukan.

 b. Gunakan teknik ini untuk meraba organ dalam dan masa untuk  menentukan ukuran, bentuk, n!eri tekan, kesimetrisan, dan mobilitas.

. +erkusi

a. +erkusi adalah mengetukkan jari atau tangan anda secara cepat dan tegas terhadap bagian-bagian tubuh pasien untuk membantu anda menentukan batas organ8 mengidenti5ikasi bentuk, ukuran,

(23)

dan posisi organ8 serta menentukan apakah suatu organ bersi5at  padat atau terisi oleh cairan atau gas.

 b. +erkusi juga melibatkan penggunaan telinga !ang terlatih untuk  mendeteksi 7ariasi ringan dari bun!i. 3rgan dan jaringan menghasilkan bun!i dengan kekerasan, ketinggia nada, dan durasin!a berbeda-beda.

Perk$si %an"s$n"

a. Ketuk secara langsung bagian tubuh dengan menggunakan satu atau dua jari.

 b. 0intalah pasien untuk mengatakan pada anda bagian mana !ang sakit, dan perhatikan tanda dari pasien !ang menunjukkan ketidakn!amanan.

Perk$si ti#ak %an"s$n"

a. 'ekan bagian tubuh dengan bagian distal jari tengah tangan anda !ang tidak dominan.

 b. Fauhkan bagian tangan lainn!a dari permukaan tubuh.

c. 9leksikan pergelangan tangan anda !ang dominan dan  pergunakan jari tengah untuk mengetuk secra cepat dan langsung pada titik dimana jari tengah anda !ang lainn!a men!entuh kulit pasien.

6. uskultasi (Saputra, $%1). $.$.$ /iagnosa Keperaatan

Sebagai masalah keperaatan !ang muncul pada pasien !ang mengalami pembengkakan pada kelenjar getah bening antara lain@ 1. 4!eri akut b.d proses in5lamasi kelenjar getah bening.

$. Kurang pengetahuan mengenai pen!akit, prognosis, dan kebutuhan  pengobatan b.d tidak mengenal sumber in5ormasi.

. #ipertemi b.d reaksi imunologi tubuh terhadap sumber pen!akit. . Gangguan pola tidur b.d peningkatan tekanan jumlah cairan pada

kelenjar getah bening (L!nda Fuall >arpenio, $%1). $.$. ?encana Keperaatan

1. 4!eri akut b.d proses in5lamasi kelenjar getah bening.

T$($an-;ndi7idu akan men!atakan redan!a:berkurangn!a n!eri setelah tindakan pereda n!eri !ang memuaskan.

(24)

a. Felaskan pen!ebab n!eri kepada indi7idu.  b. Felaskan berapa lama n!eri akan berlangsung.

c. Felaskan tentang pemeriksaan diagnostik dan prosedur !ang akan dilakukan dengan menjelaskan ketidakn!amanan dan sensasi !ang akan dirasakan.

$. Berikan in5ormasi !ang akurat untuk mengurangi rasa takut akan kecanduan.

. Sampaikan penerimaan anda atas respons klien terhadap n!eri. . /iskusikan alasan mengapa klien dapat mengalami peningkatan

atau penurunan n!eri.

. Berikan klien kesempatan untuk istirahat pada siang hari dan  periode tidur !ang tidak terganggu pada malam hari.

. Bicarakan bersama klien dan keluarga mengenai penggunaan terapi distraksi, begitu pula dengan metode pereda n!eri lainn!a.

6. jarkan metode distraksi selama n!eri akut.

. jarkan tentang tindakan pereda n!eri nonin7asi5.

&. Berikan pereda rasa sakit !ang optimal dengan analgesik.

1%. Setelah memberikan obat pereda n!eri, kembali % menit untuk mengkaji e5ekti7itasn!a.

11. Berikan in5ormasi !ang akurat untuk meluruskan kesalahpahaman keluarga (mis. Ketagihan, keraguan tentang n!eri).

1$. Berikan kesempatan kepada klien untuk membicarakan ketakutan, kemarahan dan rasa 5rustasin!a secara pribadi8  pahami sulitn!a situasi !ang dihadapi (L!nda Fuall, $%1). $. Kurang pengetahuan mengenai pen!akit, prognosis, dan kebutuhan

 pengobatan b.d tidak mengenal sumber in5ormasi.

T$($an-;ndi7idu akan men!atakan proses pen!akit !ang diala min!a.

(25)

$. Felaskan pato5isiologi dari pen!akit dan bagaimana hal ini  berhubungan dengan anatomi dan 5isiologi, dengan cara !ang

tepat.

. Gambarkan tanda dan gejala !ang biasa muncul pada pen!akit, dengan cara !ang tepat.

. Gambarkan proses pen!akit, dengan cara !ang tepat. . ;ndikasi kemungkinan pen!ebab, dengan cara !ang tepat.

. Berikan in5ormasi pada pasien tentang kondisi, dengan cara !ang tepat.

6. Berikan in5ormasi pada keluarga tentang kemajuan pasien dengan cara !ang tepat.

. #ipertemi b.d reaksi imunulogi tubuh terhadap sumber pen!akit.

T$($an-Setelah dilakukan tindakan keperaatan diharapkan suhu tubuh dalam batas normal -6 o > .

Inter)ensi-1. 0onitor suhu sesering mungkin. $. 0onitor arna dan suhu kulit.

. 0onitor tekanan darah, nadi dan ??.

. Berikan kompres pasien pada lipat paha dan aksila. . 0onitor penurunan tingkat kesadaran.

. 0onitor hidrasi seperti turgor kulit, kelembaban membran mukosa.

6. Berikan anti piretik.

. Selimuti pasien dengan kain tebal atau menggunakan selimut (L!nda Fuall >arpenio, $%1).

(26)

<7aluasi merupakan tahap akhir proses keperaatan !ang digunakan sebagai alat ukur keberhasilan suatu asuhan keperaatan !ang telah dibuat. <7aluasai ini berguna untuk menilai setiap langkah dalam perencanaan, mengukur kemajuan klien dalam mencapai tujuan akhir (SmeltAer dan SuAanne, $%%1).

<7aluasi terdiri dari @ <7aluasi proses dilakukan pada setiap akhir melakukan tindakan keperaatan, e7aluasi hasil memberikan arah apakah rencana tindakan dihentikan atau dimodi5ikasi atau dilanjutkan (SmeltAer dan SuAanne, $%%1).

<7aluasi hasil dicatat dan dapat dilihat pada catatan  perkembangan !ang meliputi subjekti5, objekti5, analisa dan planing. <7aluasi akhir menggambarkan apakah tujuan tercapai, tercapai sebagian atau tidak sesuai dengan rencana atau timbul masalah baru (SmeltAer dan SuAanne, $%%1).

Referensi

Dokumen terkait

Saking saduwicara inucap prasida kauningin yening pikobet ngresepang wangun dasar lan artos kruna dwilingga pinih akeh kamedalang olih angga sisia soang- soang

Syukur Alhamdulillah peneliti sampaikan kehadirat ALLAH SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya, sehingga peneliti dapat menyelesaikan penulisan skripsi dengan

Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh signifikan perhitungan yang lebih kecil dari 0,05 (p&gt;0,05), maka Ho yang menyatakan tidak ada hubungan antara persepsi kebersihan

Data sarana dan prasarana Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak terdiri dari laporan posisi barang milik negara di neraca posisi per tanggal 31 Desember 2014 tahun

 Decibel adalah pengukuran umum yang digunakan pada bidang elektronika untuk menentukan loss atau gain (penguat) sebuah system.  Decibel merupakan perbandingan daya,

Group_ID varchar 10 Groups Group_No Transform Group_Name varchar 20 Groups Group_Name Transform Address varchar 50 Groups Address Transform City varchar 20 Groups City

Sebagai contoh, ketika kita sedang memilih sebuah frame frame pada Timeline dan kemudian kita klik tombol mouse kanan, maka Context menu yang muncul adalah yang

Logo sponsor akan dicantumkan pada backdrop dengan ukuran large (L) yang akan dipasang selama event HEXION 2016 berlangsung di Kampus Anggrek BINUS University.  Logo