Pendahuluan
Maksud: memberikan…
• cara bagi dokter & peneliti u/ mengorganisir pengamatannya
• bantuan kepada dokter dalam mengaji & dalam memformulasikan rekomendasi2 begi intervensi & pengawasan lebih jauh
• Bahasa umum yg dapat dipakai dokter & peneliti u/ berkomunikasi 1 sama lain, u/ mengumpulkan data sistematik pada berbagai gangguan, & memperbaiki pemahaman tipe2 gangguan, faktor2 yg
mempengaruhi perjalannya, & komponen2 & keefektifan intervensi
• Kerangka awal yg darinya perbaikan lebih lanjut & perubahan dapat dibuat
Keinginan u/ menganalisis temuan2 dari
penelitian yg sistematik sebelum
menawarkan konseptualisasi2 awal
sekalipun
Vs.
Kebutuhan u/ menanamkan
konseptualisasi2 pendahuluan yg dapat
menjadi dasar bagi pengumpulan data yg
sistematik usaha2 yg lebih berdasar
empiris
Presentasi kategorisasi berbasis konsensus para ahli akan gangguan2 kesehatan jiwa &
perkembangan dalam th2 awal kehidupan
• Kerangka yg berubah tak dimaksudkan u/ memasukkan semua kondisi at gangguan yg mungkin
• Pedoman awal bagi dokter & peneliti u/ memfasilitasi diagnosis & perencanaan klinis, komunikasi & penelitian selanjutnya
• Tak dimaksudkan u/ dipakai secara hukum at nonklinis
• Gejala & perilaku yg ada
• Riwayat perkembangan – fungsi afektif,
bahasa, kognitif, motorik, sensorik, keluarga, & interaktif masa lalu & kini
• Fungsi keluarga & pola2 kebudayaan & interaktif
• Orangtua sebagai individu
• Hubungan & pola2 interaktif pengasuh-anak • Ciri2 konstitusional-maturasional anak
• Pola2 afektif, bahasa, kognitif, motorik & sensorik
1. Sifat dari kesukaran2, kekuatan, tingkat kapasitas adaptif keseluruhan, & fungsi dalam area perkembangan utama anak, termasuk sosial-emosional, hubungan,
kognitif, bahasa, kemampuan2 sensorik &
motorik dala perbandingannya dengan pola2 perkembangan yg sesuai-usia
2. Kontribusi relatif dari area2 yg berbeda yg dikaji kepada kesukaran2 & kompetensi2 si anak
3. Pengobatan komprehensif at rencana
intervensi preventif u/ menghadapi hal2 di atas
Sistem klasifikasi multiaksial sementara kategori2 berubah sejalan bertambahnya pengetahuan: aksis…
I. Klasifikasi primer
II.Klasifikasi hubungan
III.Gangguan at kondisi fisik, neurologis, perkembangan & kesehatan jiwa
(digambarkan dalam sistem klasifikasi yg lain)
IV.Stres psikososial
• Tak dimaksudkan u/ simetris sepenuhnya
dengan sistem lain seperti DSM-IV & ICD-10 fokus pada masalah2 perkembangan
• Dimaksudkan u/ melengkapi kerangka2 yg lain (DSM-IV, ICD-10) tak dimaksudkan u/ memasukkan kategori2 bagi setiap tipe
gangguan perkembangan at kesehatan jiwa
– diagnosis DSM-IV menggambarkan secara tepat kesukaran primer yg ada I
– diagnosis DSM-IV terkait dengan diagnosis primer dari sistem ini III
1. stres yg jelas yg cukup berat at bermakna
gangguan stres traumatik
2. kesukaran sensorik, motorik,
pemrosesan, organisasional, at integrasi
berbasis konstitu-sional at maturasional
yg terkait dengan pola2 perilaku &/at
emosional maladaptif yg tampak
gangguan2 regulasi
1. masalah2 yg ada ringan at berdurasi
relatif singkat (> 4 bl), & terkait dengan
kejadian lingkungan yg jelas gangguan
penyesuaian
2. tak ada kerentanan berbasis
konstitusional at maturasional, stres at
trauma yg berat at bermakna;
kesukarannya tak ringan, berdurasi
singkat, & tak terkait dengan kejadian yg
jelas gangguan mood & afek
1. Gangguan2 keterlambatan yg multipel
(komunikasi & kedekatan sosial) cukup
ekstrim & jelas u/ dapat dikenali secara
mudah pola2 maladaptasi yg kronik
(MDD) & pola deprivasi yg berlanjut
(berbeda dengan gangguan stres
traumatik) harus didahulukan dari
kategori2 yang lain seperti gangguan
regulasi at stres traumatik
pengecualian terhadap peraturan2 umum
di atas
1. Kesukaran tertentu timbul hanya pada
situasi tertentu at berhubungan dengan
orang tertentu gangguan penyesuaian
& hubungan
2. Kesukaran hanya melibatkan hubungan &
tak ada gejala lain terlepas dari hubungan
itu jangan memakai aksis I pakai
aksis II
3. Gangguan deprivasi/maltreatment
attachment reaktif perawatan fisik,
psikologis & emosi-onal dasar yg
inadekuat.
1. Gejala2 umum seperti gangguan makan & tidur kaji basis yg mendasari masalah tersendiri, bagian dari kategori diagnostik yg beragam, bagian dari pola yg lebih lanjut
seperti dalam ganggua attachment reaktif, at gangguan regulasi & MDD
Gangguan tidur kesukaran tersendiri, bagian dari kesukaran regulasi yg terkait pada hipersensitivitas & kesukaran
1. Bila terdapat sejumlah elemen yg
mem-bingungkan, misal: elemen stres,
kerentanan motorik dan sensorik,
gangguan mood/afek & menarik diri
pertimbangkan ciri2 yg paling menonjol
2. Pada kasus yg jarang, mungkin terdapat
2 kondisi primer. Misal: gangguan tidur &
separation anxiety disorder 2 diagnosis
Harus mencerminkan fitur2 yg paling menonjol dari gangguan tersebut
• Anak2 yg telah mengalami:
– Kejadian tunggal
– Serangkaian kejadian traumatik yg berhubungan – Stres menetap yg kronik
• Meliputi:
– Mengalami langsung – Menyaksikan
– Konfrontasi
dengan kejadian(2) yg melibatkan (ancaman)
kematian at jejas yg serius pada si anak at orang lain
• Kejadian yg mendadak & tak terduga
gempa, serangan teroris, digigit binatang
• Serangkaian kejadian yg berhubungan
serangan udara berulang
• Situasi yg menetap & kronik pemukulan
at pemerkosaan seksual yg terus-menerus
Harus dipahami dalam konteks: • Trauma
• Ciri2 kepribadian anak
• Kemampuan pengasuh u/ membantu si anak beradaptasi
• Working through the experience
Kenangan2 yg dilaporkan anak bisa berubah sebagai bagian dari usahanya u/ mengolah ulang traumanya bukan berarti traumanya fantasi semata
1. Pengalaman kembali kejadian yg
traumatik
2. Penumpulan keresponsifan pada seorang
anak at interferensi dengan momentum
perkembangan
3. Gejala2 peningkatan arousal
a. Permainan pasca-traumatik
b. Rekoleksi berulang akan kejadian
traumatik di luar permainan
c. Mimpi buruk berulang
d. Distres saat terpajan hal yg
mengingatkan trauma
e. Episode2 dengan gambaran2 yg obyektif
dari suatu flashback at disosiasi
a. Peningkatan penarikan diri
b. Rentang afek yg terbatas
c. Kehilangan sementara keterampilan2
perkembangan yg didapat sebelumnya
d. Penurunan at keterbatasan dalam
permainan dibanding dengan pola si anak
sebelum kejadian
a. Night terror
b. Kesukaran pergi tidur
c. Bangun di malam hari yg berulang tak
terkait pada mimpi buruk at night terror
d. Kesukaran atensional yg bermakna &
penurunan konsentrasi
e. Hypervigilance
a. Agresi kepada anak sebaya, orang dewasa, at binatang
b. Cemas perpisahan
c. Takut ke toilet sendirian d. Takut kegelapan
e. Ketakutan2 yg lain
f. Pesimisme at perilaku merusak-diri, manipulatif, at provokatif masokistik
g. Perilaku2 seksual & agresif yg tak sesuai bagi usia anak
h. Reaksi2 nonverbal lain yg dialami saat trauma
maka diagnosis Gangguan Stres Traumatik lebih diutamakan daripada diagnosis primer yg lain
Meliputi:
• Gangguan cemas • Gangguan mood
• Gangguan ekspresi emosional campuran • Gangguan identitas gender masa kanak • Gangguan attachment reaktif
Dokter harus menentukan apakah gejala2nya merupakan gambaran umum dari fungsi si anak at spesifik terhadap suatu situasi at hubungan hubungan & pola2 interaksi jarang bersifat 1D
Diagnosis ini harus berdasar pada bukti tingkat kecemasan at ketakutan si bayi at anak yg berlebihan, melebihi reaksi yg
diperkirakan terhadap tantangan2 perkembangan yg normal & termanifestasi dengan 1 dari berikut:
1. Ketakutan yg banyak at spesifik
2. Kecemasan perpisahan at kecemasan terhadap orang asing yg berlebihan
3. Episode2 kecemasan at panik yg berlebihan tanpa pencetus yg jelas 4. Inhibisi at konstriksi perilaku yg berlebihan dikarenakan kecemasan 5. Kecemasan yg berat, terkait dengan kurangnya perkembangan
fungsi ego dasar yg diharapkan berlangsung antara usia 2-4 th 6. Agitasi pada bayi, tangisan at teriakan yg tak dapat dikendalikan,
gangguan tidur & makan, kecerobohan, & manifestasi perilaku lain dari kecemasan
Kecemasan at ketakutan harus menetap sesingkatnya dua minggu & mengganggu fungsi secara sesuai.
• Gejala2 yg ada
• Durasi gejala2 tersebut
• Derajat gangguan terhadap fungsi dalam
kaitannya dengan tingkat perkembangan si
anak
Anak dengan keterlambatan perkembangan
dapat didiagnosis suatu gangguan cemas
bila kecemasan/ketakutannya tak sesuai
dengan tingkat perkembangannya
• Saat trauma yg diketahui a/ nyata & awitan kesukaran si anak mengikuti trauma tersebut gangguan stres traumatik
• Gangguan cemas tak boleh diberikan pada saat adanya MSDD Dx: MSDD
• Jika terdapat kesukaran2 reaktivitas sensorik yg jelas, bahasa reseptif & pemrosesan
auditorik, pemrosesan visual-spatial, at perencanaan motor gangguan regulasi
• Jika kecemasan at ketakutan si anak terbatas pada suatu hubungan tertentu gangguan relasi.
Kategori ini berdasar pada premis bahwa
hilangnya seorang pengasuh utama seperti orangtua hampir selalu merupakan masalah yg serius bagi bayi at anak kecil karena
kebanyakan anak kecil tak punya sumber2 emosional & kognitif u/ menghadapi
kehilangan yg besar seperti itu.
Anak yg sedang berduka bisa mempunyai pengasuh penting lain yg juga sedang berduka tak ada dukungan duka bertambah
1. menangisi, memangil, & mencari orangtua yg absen, menolak usaha orang lain u/ memberi penghiburan 2. Penarikan emosional, disertai letargi; ekspresi wajah
yg sedih, & kurangnya minat dalam aktivitas2 yg sesuai-usia
3. Makan & tidur bisa terganggu
4. Bisa terdapat regresi at hilangnya tonggak2 perkembangan yg telah dicapai sebelumnya 5. rentang afek yg terbatas
6. Detachment
7. Sangat sensitif terhadap segala hal yg
mengingatkannya pada sang pengasuh distres akut saat barang2 milik sang pengasuh disentuh orang lain at disingkirkan
Gangguan ini mungkin tak udah u/
dibedakan dari Gangguan Stres Traumatik.
Perhatikan sifat gejala2nya!
• GST penghidupan kembali & pola2
kompulsif
• Saat gangguan disertai deprivasi
psikososial/ lingkungan yg bermakna, ini
harus dicatat & Reactive Attachment
Deprivation/ Maltreatment Disorder harus
dipertimbangkan sebagai klasifikasi
alternatif.
• Jika gangguannya tak berat & dalam
konteks si anak sedang dalam proses
membuat penye-suaian gangguan
penyesuaian.
• Mood depresif at iritabel
• Hilang minat &/at kesenangan dalam aktivitas2 yg sesuai perkembangan • Hilangnya kemampuan u/ protes
• Merengek berlebihan
• Hilangnya perbedaharaan interaksi & inisiatif sosial
• Gangguan tidur & makan, penurunan BB Gejala2 di atas harus ada u/ periode
1. Tak ada at hampir tak adanya 1 at > tipe
afek yg spesifik yg dapat diperkirakan sesuai perkembangan
2. Rentang ekspresi emosional yg terbatas dibanding dengan harapan2 yg sesuai perkembangan
3. Intensitas ekspresi emosional yg terganggu, tak sesuai dengan tingkat perkembangan si anak
4. Pembalikan afek at ketaksesuaian afek terhadap situasi