• Tidak ada hasil yang ditemukan

A. Latar Belakang. B. Maksud dan Tujuan BAB I PENDAHULUAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "A. Latar Belakang. B. Maksud dan Tujuan BAB I PENDAHULUAN"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN

A.

Latar Belakang

Loka Pengamanan Fasilitas Kesehatan (LPFK) Surakarta adalah institusi di bidang pengamanan fasilitas kesehatan pada fasilitas pelayanan kesehatan di lingkungan Kementerian Kesehatan yang secara teknis bertanggungjawab kepada Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. LPFK dibentuk berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 919/MENKES/PER/V/2011 tentang Organisasi dan Tata Kerja Loka Pengamanan Fasilitas Kesehatan tanggal 05 Mei 2011, yang kemudian dilakukan perubahan Organisasi dan Tata Kerja oleh Peraturan Menteri Kesehatan No 61 Tahun 2020 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Bidang Pengamanan Fasilitas Kesehatan.

LPFK Surakarta berkedudukan di Jl. Kol. Soetarto Komplek RC Mondokan Jebres Surakarta Provinsi Jawa Tengah sesuai dengan Keputusan Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Nomor : HK.02.02/I/4147/2017 tentang Izin Operasional Loka Pengamanan Fasilitas Kesehatan Surakarta. Mulai tahun 2021 LPFK Surakarta telah menempati gedung baru yang berlokasi di Jalan Sindoro Raya (Ring Road), Mojosongo, Jebres, Surakarta.

Loka Pengamanan Fasilitas Kesehatan (LPFK) Surakarta sebagai salah satu lembaga pemerintah yang bertugas untuk melakukan pengujian kalibrasi dan pemantauan dosis personal menjadi sangat penting mengingat semakin banyaknya institusi kesehatan dan semakin banyaknya ragam peralatan penunjang medis. Oleh karenanya dipandang perlu untuk mengadakan penyusunan Rencana Kerja Tahunan (RKT) Loka Pengamanan Fasilitas Kesehatan Surakarta agar kinerjanya berjalan baik sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan. Rencana Kerja Tahunan ini akan dituangkan dalam perjanjian kinerja yang akan menjadi kesepakatan antara LPFK Surakarta dengan Eselon I Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan sebagai pembinanya.

B.

Maksud dan Tujuan

Tujuan penyusunan Rencana Kerja Tahunan LPFK Surakarta tahun 2021 adalah sebagai berikut :

1. Memberikan arah bagi jajaran manajemen dalam mengelola, melaksanakan, dan mengembangkan program-program pengujian, kalibrasi alat kesehatan, pemantauan dosis personal, pengendalian mutu dan bimbingan teknis, pelaksanaan jejaring kerja dan kemitraan dan pelaksanaan tata kelola administrasi

(2)

2. Mewujudkan keterpaduan arah kebijakan dan strategi serta keselarasan program dan kegiatan sesuai dengan sasaran yang ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan.

3. Sebagai indikator bahwa kinerja yang dilakukan dapat konsisten dengan rencana strategis bisnis LPFK Surakarta.

4. Sebagai acuan LPFK Surakarta dalam perencanaan kerja tahun berikutnya.

5. Untuk memberi kemudahan dalam melakukan evaluasi kinerja di akhir tahun anggaran 2021.

C.

Landasan Penyusunan

Landasan penyusunan Rencana Kerja Tahunan LPFK Surakarta tahun 2021 adalah sebagai berikut :

1) UU No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.

2) UU No. 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional 3) UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan

4) UU No. 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit 5) UU No. 19 Tahun 2012 tentang APBN tahun 2013

6) Perpres No. 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntansi Instansi Pemerintah 7) Kepmenkes No. 374 Tahun 2009 tentang Sistem Kesehatan Nasional

8) PP No. 90 Tahun 2010 tentang Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga

9) PP No. 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan

10) Permen PAN dan RB No. 29 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah

11) Kepmenkes No. 21 Tahun 2011 tentang Rencana Stategis Kementerian Kesehatan Tahun 2010-2014

12) Permen PAN dan RB No. 25 Tahun 2012 tentang Petunjuk Pelaksanaan Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah

13) Permenkes No. 54 Tahun 2015 tentang Pengujian Kalibrasi Alat Kesehatan

14) Peraturan Menteri Kesehatan No 61 Tahun 2020 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Bidang Pengamanan Fasilitas Kesehatan.

D.

Sistematika

Sistematika penulisan Rencana Kerja Tahunan (RKT) LPFK Surakarta adalah sebagai berikut :

Kata Pengantar Daftar Isi

(3)

Bab I Pendahuluan

Memuat penjelasan tentang tugas pokok dan fungsi LPFK Surakarta, maksud dan tujuan, landasan hukum dan landasan operasional untuk mencapai target serta sistematika penulisan.

Bab II Gambaran Pelayanan dan Hasil Evaluasi Kinerja Tahun 2020 A. Struktur Organisasi

B. Tugas dan Fungsi Organisasi C. Ketenagaan

D. Sarana dan Prasarana E. Anggaran

F. Sasaran

G. Hasil Evaluasi Kinerja Tahun 2020 Bab III Rencana Kerja Tahun 2021

Memuat penjabaran seluruh rencana kegiatan pada tahun 2021 Bab IV Rencana Pengembangan Tahun 2022

Memuat penjabaran upaya pengembangan yang akan dilakukan pada tahun 2022 Bab V Monitoring dan Evaluasi

Memuat langkah-langkah monitoring dan evaluasi dari kegiatan yang akan dilakukan pada tahun 2021

Bab VI Penutup Lampiran

(4)

BAB II

GAMBARAN PELAYANAN DAN HASIL EVALUASI KINERJA TAHUN 2020

A. Struktur Organisasi

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 919/MENKES/PER/V/2011 tanggal 5 Mei 2011 tentang Organisasi dan Tata Kerja Loka Pengamanan Fasilitas Kesehatan, struktur organisasi LPFK Surakarta terdiri dari :

1. Urusan Tata Usaha 2. Instalasi

3. Kelompok Jabatan Fungsional

Gambar 2.1 Struktur Organisasi Loka Pengamanan Fasilitas Kesehatan

B. Tugas dan Fungsi Organisasi

Adapun tugas dan fungsiLoka Pengamanan Fasilitas Kesehatan sebagaimana diamanahkan dalam Permenkes Nomor 919/MENKES/PER/V/2011 adalah :

1. Melakukan pengujian dan kalibrasi alat kesehatan

2. Melakukan pengujian dan kalibrasi sarana dan prasarana kesehatan 3. Melakukan pengamanan dan pengukuran paparan radiasi

4. Melakukan pelayanan monitoring dosis radiasi personal

(5)

Dalam rangka untuk mendorong capaian kinerja dan tugas pokok serta fungsi, LPFK Surakarta menetapkan visi sebagai berikut : “Menjadi Institusi Penguji dan Kalibrasi Terbaik dan Terpercaya dalam Pelayanan Pengamanan Fasilitas Kesehatan dalam skala nasional.”

Sedangkan misi yang diemban adalah sebagai berikut :

1. Memberikan pelayanan teknis pengamanan fasilitas dan personal kesehatan yangbermutu,akurat, handal dan memuaskan pelanggan.

2. Mengembangkan SDM yang profesional dan berkualitas sebagai mitra yang tangguh dan terpercaya.

3. Mengembangkan potensi selaras dengan kemajuan teknologi fasilitas kesehatan

4. Meningkatkan dan mengembangkan jejaring kerja dalam pelayanan pengamanan fasilitas kesehatan.

5. Menjadi mitra dalam pelaksanaan monitoring dan evaluasi kegiatan pelayanan pengamanan kesehatan.

6. Mengembangkan sistem revenue center yang berkesinambungan;

7. Mengembangkan sistem keuangan yang akuntabel, transparan, efisien dan mandiri. Selain itu, untuk membangun semangat kinerja LPFK Surakarta memiliki motto dan tata nilai sebagai berikut :

Motto : AKURASI (Akurat, Ramah, Aman, dan Efisien) Core value :

- akurat dalam pengukuran - ramah dalam pelayanan - efisien dalam anggaran

C. Susunan Kepegawaian

Sumber daya manusia di lingkungan LPFK Surakarta per bulan Januari 2019 sebagai berikut : 1. Menurut Jabatan

• Eselon IVa : 1 orang • Eselon Va : 1 orang

• JFT : 23 orang

• JFU : 7 orang

• Non ASN : 47 orang 2. Menurut Golongan

• Golongan IV : 3 orang • Golongan III : 26 orang • Golongan II : 3 orang 3. Menurut tingkat pendidikan

(6)

• S3 : - orang • S2 : 6 orang • S1 : 21 orang • D4 : 4 orang • D3 : 40 orang • SLTA : 8 orang 4. Menurut Jabatan • Eselon IV : 1 orang • Eselon Va : 1 orang • JFT : 16 orang • JFU : 15 orang

• Non ASN : 46 orang 5. Menurut Golongan

• Golongan IV : 3 orang • Golongan III : 27 orang • Golongan II : 3 orang 6. Menurut tingkat pendidikan

• S3 : - orang • S2 : 5 orang • S1 : 11 orang • D4 : 5 orang • D3 : 12 orang • SLTA : - orang D. Sarana dan Prasarana

1. Gedung

Loka Pengamanan Fasilitas Kesehatan (LPFK) Surakarta telah memiliki gedung sendiri yang telah dirancang untuk operasional laboratorium baik pengujian kalibrasi maupun PDP dan Uji Kesesuaian, yang beralamat di Komplek RC, Jalan Kolonel Soetarto Surakarta dengan luas tanah 1.098 m² dan luas bangunan 1.553 m². Kondisi gedung berupa bangunan tua yang sebagian telah dilakukan renovasi.

2. Peralatan

Peralatan uji yang ada di Loka Pengamanan Fasilitas Kesehatan Surakarta, dengan rincian sebagai berikut :

(7)

No Daftar Alat PK dan Sarpras Jumlah

1 Digital Pressure Meter 24

2 Digital Tachometer 8

3 Defibrillator Analyzer 8

4 Digital Caliper 4

5 Digital Lux Meter 7

6 Digital Storage Osciloscope 1

7 Scopemeter 6

8 Digital Stopwatch 5

9 Patient Simulator 5

10 Electrical Safety Analyzer 16

11 Electrosurgery Analyzer 9

12 Fetal Simulator 10

13 Incubator Analyzer 14

14 Infusion Device Analyzer 12

15 Anaesthesy Gas Monitor 4

16 NIBP Analyzer 2

17 Vital Sign Monitor 14

18 Oxygen Analyzer 1

19 Phototherapy Radiometer 9

20 Pulse Oxymetri Simulator 3

21 R Standard 2

22 3 Liter Calibration Syringe 5

23 Thermohygrobarometer 21 24 Thermometer 1 25 Ultrasound Wattmeter 5 26 USG Phantom 5 27 UV Radiometer 5 28 Ventilator Analyzer 10 29 Hemodialisa Analyzer 1

(8)

31 Themperature and Pressure Data Logger 25

32 Thermocouple Temperature Recorder 7

33 EEG Simulator 5

34 Diathermy Analyzer 1

35 Audiometer Analyzer 5

36 Mass Flow Meter 6

37 Leakeage Current Clamp Meter 1

38 power quality 2

39 Camera Infra merah 1

40 Installation tester kit 2

41 Merger insulation 1

42 Earth Resister 1

43 Earth Ground clamp tester 1

44 Gas Analyzer Impurity 1

45 Dew Point detection 1

46 Air purity test kit 1

47 Thermohygrobarometer 1

48 Microbath 1

49 Thermometer CHUB E4 1

50 Probe SEC PRT 1

51 Micro Balance 1

52 Anak Timbangan clas F1 1

53 Timbangan Bayi M1 5

54 Anak Timbangan Class E2 1

55 Digital Multimeter 1

56 Blood Pressure Measurement Calibration 2

57 Pressure calibrator 1

58 Pneumatic test pump 1

59 Function Generator 1

60 Elektro stimulator Equipment tester 1

(9)

62 Sensor Vaporizer 6

63 Venti Set 6

No

Daftar Alat

Instalasi Laboratorium Uji Kesesuaian

Jumlah

1 Multifunction Meter 5

2 Surveymeter 6

3 Lasser Distance Meter 3

4 Thermohigrometer 5 5 Lux Meter 3 6 Roll Meter 1 7 Mistar baja 60cm 1 8 CT Perfomance Phantom 3 9 CCDI Phantom 2 10 AEC Phantom 1 11 SFS Set Fluoroscopy 1

12 Fluoroscopy Test Object 1

13 PMMA for QC AEC Mammography 1

14 Mammography Al stepwedge 1

15 Phantom Mammo 2

16 EZ CR/DR DIN Test Tool 2

17 MRI Phantom 1

18 Beam Alignment + Bull Eyes Water Pass 4

19 Collimator Test Tool 4

20 Google 3

21 Thyroid Shield 2

22 Apron 3

23 Dose Meter 2

No Daftar Alat Instalasi Laboratorium Pemantauan Dosis

Perorangan Jumlah

(10)

2 Thermohigrometer 5 3 Timer 2 7 Surveymeter 1 8 TLD Reader 1 9 Thermometer Kulkas 1 10 Bak Processing 2 11 Hanger 6 12 Numerator 2 13 Cemical Respirator 3 14 Penggaris Densitometer 1 E. Anggaran

Anggaran LPFK Surakarta berdasarkan DIPA awal tahun 2020 sebesar Rp 26.529.157.000,- dengan sumber anggaran dari RM sebesar Rp 23.948.473.000,- dan yang bersumber dari PNBP sebesar Rp 2.580.684.000,-. Pada tanggal 29 Agustus 2020 LPFK Surakarta mendapatkan tambahan anggaran belanja pegawai sebesar Rp 271.601.000,- sehingga pagu anggaran menjadi Rp 26.800.758.000,-. Pada tanggal 1 Oktober 2020, disetujui pengurangan pagu anggaran sebesar Rp 818.378.000,- sehingga anggaran LPFK Surakarta sampai dengan akhir tahun 2020 menjadi Rp 25.982.380.000,-. Adapun realisasi anggaran tahun 2020 sebesar Rp 23.009.698.185,- atau sebesar 88,56 %.

F. Sasaran

Adapun yang menjadi sasaran pelayanan LPFK Surakarta adalah instansi pelayanan kesehatan baik negeri maupun swasta dan praktik pribadi yang menggunakan alat medis, sarana kesehatan dan instalasi radiasi medik sebagai penunjang pelayanan kesehatan serta memerlukan monitoring dosis radiasi personal yang meliputi :

1. Terlaksananya pelayanan pengujian dan kalibrasi ke sarana pelayanan kesehatan di wilayah Jawa Tengah, D.I. Yogyakarta,Jawa Timur dan Jawa Barat.

2. Terwujudnya sarana pelayanan kesehatan yang menggunakan sumber radiasi yang aman bagi pasien, pekerja dan masyarakat.

3. Terlaksananya evaluasi penerimaan dosis bagi pekerja radiasi.

4. Terwujudnya pelayanan kesehatan dengan penggunaan sarana dan prasarana kesehatan yang terujiatau terkalibrasi sehingga aman untuk pasien dan masyarakat.

(11)

5. Terlaksananya laporan akuntabilitas LPFK Surakarta yang efektif, efisien dan transparan.

G. Hasil Evaluasi Kinerja Tahun 2020

Hasil pengukuran kinerja tahun 2020 ini sebagai bahan pertimbangan dan masukan dalam menetapkan target tahun selanjutnya setelah dilakukan evaluasi seperlunya. Sebagai satker yang baru memasuki tahun kelima melaksanakan tugas pokok dan fungsinya, tentunya banyak kekurangan sehingga beberapa target belum tercapai. Namun demikian ini menjadi acuan bagi LPFK Surakarta untuk meningkatkan kinerjanya pada tahun yang akan datang.

Tabel 2.6 Realisasi Pencapaian Indikator Kinerja Tahun 2020

NO. SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET REALISASI

(1) (2) (3) (4) (5) 1. Terwujudnya peningkatan kepuasan stakeholder 1. Indek kepuasan pelanggan 95 87,04 2. Jumlah pelayanan alat kesehatan (pengujian/kalibrasi) 27.497 unit 16.504 unit 3. Jumlah pelayanan pengujian pemantau dosis perorangan 24.400 pengujian 23.192 pengujian 4. Jumlah pelayanan inspeksi sarana prasarana 160 inspeksi 337 Inspeksi 2. Terwujudnya sistem revenue

center yang berkesinambungan

Jumlah unit revenue center

5 unit 5 unit

3. Terwujudnya sistem pelayanan pengujian dan kalibrasi yang terstandarisasi

1. Jumlah peralatan uji yang dikalibrasi

188 unit 167 unit

2. Jumlah jenis

pelayanan pengujian dan atau kalibrasi yang terakreditasi

23 jenis 11 jenis

4. Terwujudnya kemitraan yang luas

1. Jumlah kerjasama dalam bentuk MOU pelayanan jangka panjang ≥ 3 tahun 40 MOU 40 MOU 5. Terwujudnya sistem manajemen mutu 1. Jumlah kegiatan peningkatan mutu yang terlaksana 5 kegiatan 5 Kegiatan

(12)

6.

Terwujudnya sistem

manajemen pemasaran yang efektif dan efisien

Jumlah fasyankes yang dilayani : a. Pengujian Kalibrasi Alkes 395 fasyankes 349 fasyankes b. Uji Kesesuaian/Pengujian Pesawat Sinar X 225 fasyankes 131 fasyankes c. Pemantauan Dosis Perorangan 366 fasyankes 355 fasyankes d. Inspeksi Sarpras 12 fasyankes 12 fasyankes 7. Terwujudnya tata kelola

keuangan yang mandiri, transparan dan akuntabel

1. Capaian nilai Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA)

80 92,35

8. Terwujudnya pemenuhan SDM sesuai dengan

kompetensi yang dibutuhkan

1. Jumlah penambahan SDM sesuai dengan kompetensi 10 personil 10 personil 2. Jumlah pelatihan peningkatan kompetensi 13 pelatihan 6 pelatihan 9. Terwujudnya budaya kerja

yang positif 1. Persentase nilai E-Kinerja pegawai minimal dengan predikat baik 100 % 100 % 10. Terwujudnya pemenuhan sarana dan prasarana

1. Jumlah cakupan jenis pelayanan

116 jenis 132 jenis

11. Terwujudnya sistem IT yang terpadu

1 Jumlah aplikasi sistem informasi

(13)

BAB III

RENCANA KERJA TAHUN 2021

Sebagai penjabaran dari Rencana Stategi Bisnis (RSB) LPFK Surakarta tahun 2020-2024 maka disusunlah Rencana Kerja Tahunan (RKT) Tahun Anggaran 2021. Rencana Kerja Tahunan ini menjadi arah kebijakan jangka pendek dalam melaksanakan tugas dan fungsinya.

Rencana kerja adalah instrument kebijakan yang berisi satu atau lebih kegiatan yang dilaksanakan oleh lembaga atau UPT untuk mencapai sasaran dan tujuan serta untuk memperoleh alokasi anggaran yang dikoordinasikan oleh Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan. Selanjutnya sasaran kinerja disusun dan ditetapkan dengan mendapat persetujuan dari Eselon I. Sasaran kinerja yang kemudian dituangkan dalam indikator inilah yang menjadi parameter atas tercapai atau tidak tercapai suatu UPT didalam melaksanakan tupoksinya.

A. Indikator KInerja Loka Pengamanan Fasilitas Kesehatan Surakarta

Dalam melihat pencapaian output maka diperlukan suatu indikator sebagai tolok ukur dalam pencapaian target kinerja tahun 2021 sehingga dapat terukur dengan baik.

Tabel 3.1 Indikator Kinerja LPFK Surakarta 2021

No. Sasaran Program/Kegiatan Indikator Kinerja Target

(1) (2) (3) (4)

1. Terwujudnya peningkatan kepuasan stakeholder

Indeks Kepuasan Pelanggan 99

Jumlah pelayanan Pengujian/Kalibrasi Alkes

36.255 unit

Jumlah pelayanan Pengujian/Uji Kesesuaian X-Ray

506 unit

Jumlah pelayanan pengujian Pemantauan Dosis Perorangan

21.600 pengujian Jumlah pelayanan Inspeksi Sarana

Prasarana

250 inspeksi Jumlah pelayanan Praktek Kerja/Magang 40 orang

(14)

2. Terwujudnya sistem revenue center yang berkesinambungan

Jumlah unit revenue center

6 unit

3. Terwujudnya sistem pelayanan pengujian dan kalibrasi yang terstandarisasi

Jumlah rekalibrasi alat uji 201 unit

Jumlah ruang lingkup pelayanan yang terakreditasi

23 jenis

4. Terwujudnya kemitraan yang luas

Jumlah MOU pelayanan jangka panjang ≥ 3 tahun

150 MOU

5. Terwujudnya sistem manajemen mutu

Jumlah kegiatan peningkatan mutu 6 kegiatan

6. Terwujudnya sistem manajemen pemasaran yang efektif dan efisien

Jumlah fasyankes yang terlayani :

a. Pengujian Kalibrasi Alkes 395 fasyankes b. Uji Kesesuaian/Pengujian Pesawat

Sinar X

225 fasyankes c. Pemantauan Dosis Perorangan 351

fasyankes

d. Inspeksi Sarpras 20

fasyankes 7. Terwujudnya tata kelola

keuangan yang mandiri, transparan dan akuntabel

Capaian nilai Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA)

85

8. Terwujudnya pemenuhan SDM sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan

Peningkatan jumlah SDM 10

personil Jumlah pelatihan peningkatan kompetensi 10

pelatihan 9. Terwujudnya budaya kerja yang

positif

Persentase nilai Kinerja Pegawai berpredikat baik

100 %

10. Terwujudnya pemenuhan sarana dan prasarana

Jumlah cakupan jenis pelayanan 140 jenis

11. Terwujudnya sistem IT yang terpadu

(15)

B. Rencana Kegiatan Tahun 2021 1. Peningkatan PNBP

Walaupun penerimaan PNBP bukanlah tujuan utama suatu UPT dibentuk oleh pemerintah, akan tetapi dengan meningkatnya penerimaan PNBP menjadi salah satu indikator keberhasilan pengelolaan suatu UPT.

Dalam upaya untuk meningkatkan PNBP maka diupayakan adanya peningkatan pelayanan secara kuantitatif dan kualitatif. Peningkatan pelayanan secara kuantitatif meliputi upaya untuk meningkatkan jenis pelayanan yang mampu dilayani dan meningkatkan jumlah sarana pelayanan kesehatan yang menggunakan jasa pelayanan LPFK Surakarta. Sedangkan peningkatan pelayanan secara kualitatif adalah dengan meningkatkan mutu pelayanan serta memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya kepada pelanggan dengan meningkatkan kemampuan SDM dan manajemen pelayanan.

Diantara upaya untuk menunjang peningkatan PNBP adalah sebagai berikut : a. Penambahan jumlah SDM teknis.

b. Penambahan jumlah analyzer untuk pengujian dan kalibrasi. c. Peningkatan jumlah target MOU pelayanan terhadap fasyankes.

2. Peningkatan Pelayanan

Program ini dimaksudkan untuk mengarahkan agar LPFK Surakarta dapat menjalankan tugas dan fungsinya sebagaimana yang diamanahkan dalam Permenkes No. 919/MENKES/PER/V/2011 tentang Organisasi dan Tata Kerja Loka Pengamanan Fasilitas Kesehatan. Program tersebut antara lain :

a. Meningkatkan pelayanan pengujian, kalibrasi dan proteksi radiasi yang mencakup peningkatan cakupan/jenis peralatan yang mampu dilayani, dan jumlah pelayanan. b. Meningkatkan tingkat kepercayaan pelanggan dengan meningkatkan skill/kompetensi

dan performa petugas.

c. Membentuk instalasi Pelayanan Teknis & Kemitraan serta instalasi Tata Operasional & Bimbingan Teknis.

d. Meningkatkan mutu serta kualitas pelayanan, dengan menurunkan waktu tunggu pelayanan sampai diterbitkannya sertifikat.

e. Meminimalkan komplain dari pelanggan terhadap ketidakpuasan pelayanan LPFK Surakarta.

f. Pengembangan sistem informasi, promosi dan publikasi berbasis IT.

g. Mengembangkan teknologi pengujian kalibrasi agar dapat mengimbangi teknologi alat kesehatan yang diuji.

(16)

3. Peningkatan Sarana dan Prasarana

Program ini dimaksudkan untuk meningkatkan tersedianya daya dukung berupa peralatan uji, sarana transportasi, gedung dan peralatan lainnya. Program tersebut antara lain :

a. Membuat usulan penambahan alat uji dengan menambah jenis dan jumlah alat. b. Membuat usulan pemeliharaan dan rekalibrasi alat uji.

c. Membuat usulan pemeliharaan gedung.

d. Membuat usulan penambahan fasilitas perkantoran. e. Pembangunan Gedung Penunjang Pelayanan Tahap II f. Pembangunan Site Developmen

g. Pembangunan Gedung Penunjang h. Relokasi Gedung LPFK Surakarta.

i. Menyusun naskah akademik kajian peningkatan organisasi.

4. Peningkatan Kualitas SDM

Program ini dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia sebagai subyek pengelolaan suatu lembaga. Program tersebut antara lain :

a. Pengembangan/peningkatan kapasitas manajemen dan kepemimpinan. b. Penambahan pegawai baik bidang administrasi maupun teknis.

c. Meningkatkan kompetensi/kualitas dan spesialisasi pegawai dengan mengikuti pelatihan, workshop, atau seminar.

d. Meningkatkan kemampuan ilmiah pegawai dengan mengupayakan pendidikan lanjutan yang lebih tinggi.

e. Menyediakan bahan kajian, bacaan, dan sarana informasi dan IT untuk meningkatkan skill dan wawasan ilmiah yang terkait dengan pengujian kalibrasi dan mutu pelayanan. f. Reward dan Punishment.

5. Peningkatan Pengelolaan Administrasi, Manajemen dan Organisasi

Program ini bertujuan untuk memperbaiki tata kelola administrasi, perangkat organisasi dan manajemen sehingga tercipta organisasi yang mampu menjalankan tupoksi sesuai Permenkes No.919/MENKES/PER/V/2011. Program tersebut antara lain:

a. Sertifikasi pejabat perbendaharaan dan panitia pengadaan, dan penerimaan barang dan jasa.

b. Melengkapi administrasi kelembagaan seperti penyusunan SOP, Metode Kerja, Instruksi Kerja, dan dokumen pendukung lainnya.

(17)

c. Menjalin komunikasi dengan lembaga sejenis untuk kerjasama dan berbagi pengalaman. d. Pemantapan sistem perencanaan (rencana kerja tahunan, program, dan anggaran). e. Pemantapan organisasi, ketatalaksanaan dan pengelolaan pegawai.

f. Pemantapan sistemm onitoring evaluasi dan pelaporan dengan capaian nilai SAKIP yang maksimal.

g. Menyiapkan rencana akreditasi pelayanan administrasi dan laboratorium.

6. Faktor-Faktor Kunci Keberhasilan Pelayanan

Ada beberapa faktor yang menjadi kunci keberhasilan LPFK Surakarta agar mampu memberikan pelayanan yang lebih baik dan siap bersaing dengan lembaga sejenis yang ada, antara lain :

a. Meningkatkan mutu pelayanan sesuai dengan standar nasional dan internasional. b. Selalu siap menerima perkembangan teknologi peralatan medis dan peralatan uji. c. Kerja keras dan senantiasa meningkatkan kompetensi /membekali diri dengan ilmu dan

ketrampilan mengingat LPFK Surakarta usianya relatif muda. d. Meningkatkan jumlah dan kemampuan peralatan laboratorium. e. Meningkatkan komunikasi dengan pelanggan.

f. Melakukan manajemen pemasaran yang baik.

g. Pengembangan jejaring kerjasama dengan instansi terkait :

1) Koordinasi/kerjasama dengan BATAN, BAPETEN, LIPI, BSN& KAN. 2) Koordinasi/kerjasama dengan instansi sejenis.

3) Koordinasi/kerjasama dengan Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten/Kota. 4) Melakukan penjajagan dengan institusi pendidikan yang terkait.

5) Kerjasama dengan organisasi profesi.

7. Integrasi Strategis

Integrasi strategis adalah suatu keniscayaan apabila manajemen yang baik diikuti oleh dukungan semua staf beserta sarana dan prasarana yang memadai akan memberikan hasil yang baik, terlebih lagi dengan bimbingan dan dukungan dari pembina, dalam hal ini Direktorat Fasilitas Kesehatan dan Sarana Prasarana dan Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan RI sebagai pembina teknis.

Sinergisitas antar semua komponen pendukung LPFK Surakarta sangat diperlukan agar menjadi lembaga yang banyak berperan dalam upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui upaya pengamanan alat medis.

(18)

BAB IV

RENCANA PENGEMBANGAN TAHUN 2022

Rencana kerja tahun 2022 merupakan tahun kedua dari seluruh rencana program yang akan dilaksanakan oleh LPFK Surakarta sesuai dengan perencanaan strategis lima tahun sampai dengan tahun 2024. Adapun rencana program pengembangan tahun 2022 adalah sebagai berikut :

A. Kebutuhan Sarana & Prasarana LPFK Surakarta

Sebagai institusi penguji dan atau kalibrasi maka keberadaan peralatan uji sangatlah vital karena pengujian dan atau kalibrasi yang dilakukan selalu menggunakan peralatan uji dan peralatan pendukung lainnya. Oleh karena itu pengadaan alat uji/analyzer serta peralatan pendukung lainnya perlu mendapatkan perhatian yang serius agar LPFK Surakarta dapat melaksanakan tugas dan fungsinya secara maksimal sehingga keamanan terhadap sarana dan prasarana medis dapat dicapai.

Berdasarkan masterplan LPFK Surakarta Tahun 2018-2022 direncanakan pembangunan lima massa gedung yang diorientasikan menjadi role model nasional instansi laboratorium pengujian kalibrasi.

B. Pemantapan Sistem Peningkatan Mutu SDM

Sebagai lembaga pemerintah yang memberikan pelayanan pengujian dan kalibrasi maka mutu merupakan suatu yang mutlak untuk diperhatikan. Oleh karena itu, di tahun 2019 merupakan tahun pemantapan sistem peningkatan mutu yang komprehensif/terpadu pada semua lini serta pemenuhan kebutuhan akreditasi yang secara bertahap akan ditingkatkan.

Demikian juga dengan keberadaan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas, berkompeten dan siap mengembangkan teknologi pengujian perlu mendapat perhatian tersendiri serta dibutuhkan pengelolaan SDM yang baik sehingga dapat melaksanakan setiap kegiatan yang disusun oleh LPFK Surakarta.

Peran pelatihan dan peningkatan jenjang pendidikan sangatlah penting sehingga kualitas SDM yang ada senantiasa meningkat sejalan dengan peningkatan teknologi di bidang kesehatan.

C. Pemantapan Sistem Lab. Uji Kesesuaian Pesawat Sinar-X

Untuk pemantapan pelayanan laboratorium uji kesesuaian pesawat sinar-X dengan terus menerus mengembangkan teknologi uji kesesuaian agar dapat meng-cover pengujian terhadap seluruh jenis peralatan radiasi medis yang ada.

(19)

D. Pemantapan Sistem Lab. Pengujian Kalibrasi

Dengan bertambahnya peralatan uji serta makin berkembangnya teknologi alat kesehatan menuntut peningkatan sistem pengujian kalibrasi agar dapat mengimbangi perkembangan alat kesehatan serta semakin meningkatkan mutu pelayanan yang diberikan.

Pemantapan ini berupa peningkatan kemampuan laboratorium dalam memberikan pelayanan dengan menambah jenis pelayanan pengujian kalibrasi. Program ini akan terus berlanjut di tahun berikutnya dengan selalu mengembangkan sistem, metode dan alat uji yang ada.

Tuntutan dimana 125 jenis pelayanan yang harus diuji dan atau dikalibrasi, secara bertahap ditingkatkan jenis peralatan kesehatan yang dapat diuji dan atau dikalibrasi oleh LPFK Surakarta. Tahun 2022 diharapkan terjadi peningkatan jenis alat kesehatan yang dapat diuji dan atau dikalibrasi.

E. Pemantapan Pembentukan Sistem Jejaring Kerja Antar Lembaga Penguji

Sebagai program kelanjutan dari tahun 2022 maka pemantapan sistem jejaring antar lembaga penguji ini penting dilakukan untuk melakukan penjajagan kerjasama serta peningkatan mutu pelayanan kepada fasyankes.

F. Pengembangan Organisasi

Tahun 2022 diharapkan sudah mulai proses penyiapan pengembangan organisasi dari LPFK menjadi BPFK. Penyiapan ini meliputi relokasi & pembangunan gedung baru, penyiapan SDM, peralatan sarana & prasarana,serta administrasi berupa proses pengusulan ke Kemenpan.

(20)

BAB V

MONITORING DAN EVALUASI

Dalam rangka untuk mengetahui pelaksanaan dan capaian dari seluruh kegiatan yang telah direncanakan maka perlu dilakukan monitoring dan evaluasi secara bertahap. Dengan adanya evaluasi secara bertahap ini dimaksudkan :

1. Mengetahui lebih dini terhadap permasalahan dan kendala yang dihadapi.

2. Dapat segera melakukan treatment terhadap permasalahan dan kendala yang muncul.

3. Dapat segera mengubah strategi yang lebih baik agar target dapat tercapai. 4. Sebagai dasar penyusunan perencanaan kedepan yang lebih baik.

Diantara bentuk monitoring dan evaluasi yang dilakukan adalah :

1. Adanya rapat evaluasi dan monitoring yang diselenggarakan secara rutin.

2. Adanya laporan kepada Direktorat Jenderal Anggaran (DJA) dengan sistem e-monev yang dilakukan setiap bulan dengan

3. Adanya laporan kepada BAPPENAS dengan sistem e-monev yang dilakukan setiap tiga bulan.

(21)

BAB VI PENUTUP

Penyusunan Rencana Kerja Tahunan (RKT) LPFK Surakarta ini disusun dengan tujuan :

1. Sebagai pedoman jangka pendek bagi LPFK Surakarta dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya.

2. Sebagai wujud dari penjabaran rencana strategis Loka yang merupakan rencana jangka menengah yang harus dilaksanakan.

3. Rencana Kerja Tahunan ini diharapkan dapat dijadikan acuan dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi dari program kerja LPFK Surakarta dalam kurun bulan Januari 2021 sampai dengan bulan Desember 2021.

Kepada semua pihak yang terlibat dalam penyusunan Rencana Kerja Tahunan (RKT) ini disampaikan terima kasih atas kerja kerasnya demi tercapai visi dan misi Pemerintah dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Gambar

Gambar 2.1 Struktur Organisasi Loka Pengamanan Fasilitas Kesehatan
Tabel 2.6 Realisasi Pencapaian Indikator Kinerja Tahun 2020
Tabel 3.1 Indikator Kinerja LPFK Surakarta 2021

Referensi

Dokumen terkait

Kecamatan Buluspesantren dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Kebumen No. Camat, Sekretaris, Kasi, Kasubag dan kelompok

Berdasarkan Peraturan Menteri Perindustria Nomor 35 Tahun 2018 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Perindustrian Biro Umum mempunyai tugas melaksanakan

j. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang Ketersediaan dan Kerawanan Pangan sesuai dengan bidang tugasnya. melakukan penyiapan bahan koordinasi

Misalkan ada Sebuah Titik P yang berjarak r dari suatu muatan sumber q, maka arah kuat medan listrik di titik P searah dengan gaya elektrostatis yang dialami oleh

Mengembangkan potensi anggota Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Kota Gorontalo melalui berbagai kegiatan pengabdian masyarakat baik sebagai pribadi, kelompok maupun organisasi

Pelaksanaan Monitoring dan Pemantauan Tindak Lanjut Laporan Hasil Audit dilaksanakan dengan aktif yaitu melalui program pemantauan langsung kepada Obyek Audit yang

Laporan Evaluasi Pelaksanaan Program Kerja dan Kegiatan Semester II Tahun 2014 Inspektorat Jenderal Kementerian Perhubungan mencakup hasil-hasil kegiatan yang telah

Adapun Keterkaitan RPJMD dengan Renstra SKPD dituangkan dalam Penyusunan Rencana Program dan Rencana Kegiatan SKPD sejalan dengan arah kebijakan dan program