Wrap Up DIARE

32 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

MENCRET

MENCRET

Oleh

Oleh : : A-01A-01 K

Keettuuaa : : FFaarriizzkky y BBaasskkoorroo ((11110022001111110000)) S

Seekkrreettaarriiss : : AAnna a AAmmaalliinnaa ((11110022001111002244)) A

A. . eezza a FFaarriissttaa ((11110022001111000011)) A

Ammaann!!a a ""ii##kkii ((111100220011110022$$)) A

Arriia a KKaa%%rriiyyaattii ((11110022001111004411)) A

Ayyu u &&eessttaarri i ((1111002200111100'')) 

iittrra a **uurruul l AA++iiaann!!aarrii ((1111002200111100,,)) 

iinniieesskka a nn!!iiaassttrrii ((111100220011110011)) kka a //uunniiaarrttii ((11110022001111112211)) 

aaiinnuurrttiikkaa ((1111002200111111''11))

*3"S

*3"SAS /AAS /A"S"S FAK&

FAK&AS AS K3OK3"K3OK3"A*A* A

(2)

Skenario 3 : Skenario 3 :

MENCRET MENCRET

Seorang laki-laki, 35 tahun, dibawa ke Puskesmas karena mengalami menret lebih dari Seorang laki-laki, 35 tahun, dibawa ke Puskesmas karena mengalami menret lebih dari !" kali dalam sehari se#ak " hari $ang lalu% &eluhan ini timbul setelah makan malam di warung !" kali dalam sehari se#ak " hari $ang lalu% &eluhan ini timbul setelah makan malam di warung nasi dekat rumahn$a% Pemeriksaan 'isik : kesadaran kom(osmentis lemah, T) : *5+ mm.g, nasi dekat rumahn$a% Pemeriksaan 'isik : kesadaran kom(osmentis lemah, T) : *5+ mm.g, nad

nadi i : : !"!"/+m/+menitenit, , (er(erna(na(asaasan n 30/+30/+menmenit, it, e(e(at at daldalam% am% 1um1umlah lah uriurin n sedsedikiikit% t% )i )i PuskPuskesmesmas,as,  (enderita di(asang

 (enderita di(asang in'us dan in'us dan diberikan (ertolongan diberikan (ertolongan (ertama, lalu d(ertama, lalu diru#uk ke iru#uk ke RS terdekat% RS terdekat% )okter )okter  meminta untuk di(eriksa 2nalisa as )arah%

meminta untuk di(eriksa 2nalisa as )arah%

&esann$a : terda(at gangguan keseimbangan asam-basa beru(a asidosis metabolik, dengan anion &esann$a : terda(at gangguan keseimbangan asam-basa beru(a asidosis metabolik, dengan anion ga( $ang normal%

(3)

Skenario 3 : Skenario 3 :

MENCRET MENCRET

Seorang laki-laki, 35 tahun, dibawa ke Puskesmas karena mengalami menret lebih dari Seorang laki-laki, 35 tahun, dibawa ke Puskesmas karena mengalami menret lebih dari !" kali dalam sehari se#ak " hari $ang lalu% &eluhan ini timbul setelah makan malam di warung !" kali dalam sehari se#ak " hari $ang lalu% &eluhan ini timbul setelah makan malam di warung nasi dekat rumahn$a% Pemeriksaan 'isik : kesadaran kom(osmentis lemah, T) : *5+ mm.g, nasi dekat rumahn$a% Pemeriksaan 'isik : kesadaran kom(osmentis lemah, T) : *5+ mm.g, nad

nadi i : : !"!"/+m/+menitenit, , (er(erna(na(asaasan n 30/+30/+menmenit, it, e(e(at at daldalam% am% 1um1umlah lah uriurin n sedsedikiikit% t% )i )i PuskPuskesmesmas,as,  (enderita di(asang

 (enderita di(asang in'us dan in'us dan diberikan (ertolongan diberikan (ertolongan (ertama, lalu d(ertama, lalu diru#uk ke iru#uk ke RS terdekat% RS terdekat% )okter )okter  meminta untuk di(eriksa 2nalisa as )arah%

meminta untuk di(eriksa 2nalisa as )arah%

&esann$a : terda(at gangguan keseimbangan asam-basa beru(a asidosis metabolik, dengan anion &esann$a : terda(at gangguan keseimbangan asam-basa beru(a asidosis metabolik, dengan anion ga( $ang normal%

(4)

S2S2R2N 4E212R S2S2R2N 4E212R %6% !% Memahami

%6% !% Memahami dan Mem(ela#ari &eseimbangan 2sam-4asa dalam Tubuhdan Mem(ela#ari &eseimbangan 2sam-4asa dalam Tubuh %7% !%!% Memahami dan

%7% !%!% Memahami dan Men#elaskan )e'inisi &eseimbangan 2sMen#elaskan )e'inisi &eseimbangan 2sam-4asaam-4asa %7% !%"% Memahami

%7% !%"% Memahami dan Men#elaskan &lasi'ikasi 2sam-4asadan Men#elaskan &lasi'ikasi 2sam-4asa %7% !%3% Memahami dan

%7% !%3% Memahami dan Men#elaskan 2s(ek 4iokimia dan 8isiologi &eseimbanganMen#elaskan 2s(ek 4iokimia dan 8isiologi &eseimbangan 2sam-4asa

2sam-4asa

%6% "% Memahami dan Mem(ela#ari angguan &eseimbangan 2sam-4asa %6% "% Memahami dan Mem(ela#ari angguan &eseimbangan 2sam-4asa

%7% "%!% &lasi'ikasi angguan

%7% "%!% &lasi'ikasi angguan &eseimbangan 2sam-4asa&eseimbangan 2sam-4asa %7% "%"% &asus &linik angguan &

%7% "%"% &asus &linik angguan &eseimbangan 2sam-4asa (ada &asus )iare 9(atologi,eseimbangan 2sam-4asa (ada &asus )iare 9(atologi, mani'estasi, dll

mani'estasi, dll %6%

%6% 3% Memahami dan 3% Memahami dan Men#elaskan Pemeriksaan $ang )i(erMen#elaskan Pemeriksaan $ang )i(erlukan (ada angguanlukan (ada angguan &eseimbangan 2sam-4asa &eseimbangan 2sam-4asa %7% 3%!% Pemeriksaan 8isik  %7% 3%!% Pemeriksaan 8isik  %7% 3%"% Pemeriksaan Penun#ang %7% 3%"% Pemeriksaan Penun#ang

(5)

&.. 1. emahami !an em%ela8ari Keseim9anan Asam-Basa !alam u9uh &.O. 1.1. emahami !an en8elaskan e;inisi Keseim9anan Asam-Basa e;inisi asam-9asa menurut Arrhenius

Menurut 2rrhenius (ada tahun !;3, asam adalah <at $ang dalam air da(at menghasilkan ion hidrogen 9atau ion hidronium, .37= sehingga da(at meningkatkan konsentrasi ion hidronium 9.37=%

 basa adalah <at $ang dalam air da(at menghasilkan ion hidroksida sehingga da(a t meningkatkan konsentrasi ion hidroksida%

Reaksi keseluruhann$a :

Seara umum :

&onse( asam basa 2rrhenius terbatas han$a (ada larutan air, sehingga tidak da(at ditera(kan  (ada larutan non-air, 'asa gas dan 'asa (adatan dimana tidak ada .= dan 7.-%

e;inisi asam-9asa menurut Bronste!-&o<ry

Pada tahun !;"3, 4ronsted dan owr$ mende'inisikan :

2sam adalah suatu sen$awa $ang da(at memberikan (roton 9.= 4asa adalah suatu sen$awa $ang da(at ber(eran sebagai menerima (roton 9.=%

(6)

Pada kedua ontoh reaksi di atas, air da(at bertindak sebagai basa dalam larutan .Cl dan sebagai asam dalam larutan amonia% Sen$awa $ang da(at bertindak sebagai asam dan basa disebut sebagai sen$awa am'oter% Contoh lain sen$awa $ang bersi'at am'oter $aitu 2l"73% Reaksi di atas menun#ukkan (asangan asam-basa kon#ugasi% Pada reaksi kebalikann$a, ion Cl- menerima (roton dari ion oksonium 9.37=% 6on Cl- disebut sebagai basa dan ion oksonium 9.37= disebut sebagai asam, sehingga .Cl meru(akan (asangan asam-basa kon#ugasi dari Cl-  dan ."7 meru(akan  (asangan asam-basa kon#ugasi dari ion oksonium 9.37=%

e;inisi asam-9asa menurut &u=-Floo!

Sistem asam-basa u/-8lood meru(akan sistem asam-basa dalam larutan non(rotik $ang tidak  da(at menggunakan de'inisi 4ronsted-owr$% Contohn$a, (ada tem(eratur leleh suatu sen$awa anorganik $ang uku( tinggi reaksin$a sebagai berikut:

 basa 9Ca7 adalah (emberi oksida asam 9Si7" adalah (enerima oksida

Sistem u/-8lood terbatas (ada sistem lelehan oksida, namun meru(akan as(ek anhidrida asam- basa dari kimia asam- basa $ang sering diabaikan%

4asa u/-'lood adalah suatu anhidrida basa%

(7)

&arakterisasi oksida logam dan non logam menggunakan sistem tersebut berman'aat dalam industri (embuatan logam%

Seara umum :

Perbandingan reaksi netralisasi asam-basa menurut 2rrhenius, 4ronsted-owr$ dan sistem  (elarut%

&.O. 1.2. emahami !an en8elaskan Klasi;ikasi Asam-Basa 4erdasarkan &ekuatann$a

&lasi'ikasi asam basa ini digolongkan berdasarkan kekuatann$a dan ukuran terionisasi, dibagi men#adi " , $aitu:

! 2sam kuat adalah sen$awa $ang terurai seara keseluruhan saat di larutkan dalam air  dan menghasilkan #umlah ion semaksimum mungkin% Contoh .C, .N O3 ,  H 2 S

O4 , .Cl O4

4asa kuat adalah sen$awa $ang terurai seara keseluruhan saat dilarutkan dalam air  dan bereaksi dengan asam% Contoh Na7., &7., 4a97. ¿2

"% 2sam lemah adalah sen$awa $ang han$a sedikit terurai saat dilarutkan didalam air  kurang bereaksi kuat dengan asam% Contoh .3P70,."S73,.N7",C.3C77.

4asa lemah adalah sen$awa $ang han$a sedikit terurai saat dilarutkan dalam air% Contoh Na.C73, N H 4

7.  4erdasarkan 4entuk 6on

• 2sam anion adalah asam $ang mem(un$ai muatan negati'% Contoh : S73

-• 2sam kation adalah asam $ang mem(un$ai muatan (ositi'% Contoh : N N 4 =

(8)

Contoh : Cl>, C −¿  N ¿

• 4asa kation adalah basa $ang mem(un$ai muatan (ositi'% Contoh : Na=

4erdasarkan kemam(uan ionisasi asam dan basa

• 2sam dan basa mono(rotik adalah asam dan basa $ang da(at mele(askan satu ion .⁺ atau ion 7.> 9dikenal #uga dengan ionisasi (rimer

Contoh : asam mono(rotik ?.Cl, .N O3

, C H 3

C77.@  basa mono(rotik ?Na7., &7.@

• 2sam dan basa di(rotik adalah asam dan basa $ang da(at mele(askan " ion .⁺ atau ion 7.> 9dikenal dengan ionisasi sekunder

Contoh : asam di(rotik ? H 2 S O4,  ."S@ basa di(rotik ?Mg97. ¿2

, Ca97.", 4a97."@

• 2sam dan basa (oli(rotik adalah asam dan basa $ang da(at mele(askan 3 atau lebih ion .⁺ atau ion 7.> 9dikenal #uga dengan ionisasi tersier

Contoh : asam (oli(rotik ? H 3

P O4 @ basa (oli(rotik ?2l97.3@

2sam-asam $ang berasal dari (roses metabolisme

• 2sam Aolatil adalah asam $ang mudah mengua(, da(at berubah bentuk men#adi  bentuk air mau(un gas% 2sam Aolatil meru(akan hasil akhir dari metabolisme

asam amino, lemak dan karbohidrat% Contoh : karbondioksida, asam karbonat

• 2sam nonAolatil adalah asam $ang tidak mudah mengua(, tidak da(at berubah  bentuk men#adi gas untuk diekskresi oleh (aru-(aru, ta(i harus dieksresikan oleh

gin#al%

Contoh : asam organik, asam non-organik 

&.O. 1.$. emahami !an en8elaskan As%ek Biokimia !an Fisioloi Keseim9anan Asam-Basa

&eseimbangan asam basa adalah keseimbangan ion hidrogen, keseimbangan antara ion ? +¿

 H ¿ @ bebas dan ?.C −¿

O3¿ @ dalam airan tubuh sehingga (. darah B,35  B,05 atau

keseimbangan tubuh $ang harus di#aga kadar ion ? +¿

 H ¿ @ bebas dalam batas normal mau(un  (embentukan asam mau(un basa terus berlangsung dalam kehidu(an%

(9)

Cairan tubuh harus dilindungi dari (erubahan (. karena sebagian besar en<im sangat (eka terhada( (erubahan (.% Mekanisme (rotekti' harus berlangsung akti' dan seara terus menerus karena (roses metabolisme #uga men$ebabkan terbentukn$a asam dan basa seara terus menerus 9asam karbonat, asam sul'at, asam 'os'at, asam laktat, asam sitrat, asam asetoasetat, ion ammonium, D-hidroksibutirat%

&arena ion ? +¿

 H ¿ @ ber(engaruh besar dalam keseimbangan asam-basa, maka 'aktor $ang mem(engaruhi ?

+¿

 H ¿ @ #uga mem(engaruhi keseimbangan asam basa, $aitu :

a ebihn$a kadar ? +¿

 H ¿ @ $ang ada dalam airan tubuh, berasal dari • Pembentukan  H 2 C

O

3 $ang sebagian berdisosiasi men#adi .=  dan .C −¿

O3¿

• &atabolisme <at organik 

• )isosiasi asam organik (ada metabolisme intermedik, ontoh (ada metabolik  lemak terbentuk asam lemak dan laktat $aitu mele(askan ?.=@

 b &eseimbangan intake dan out(ut ion ?.=@ tubuh 4erAariasi tergantung dari:

• )iet 9 makanan , .= naik, #ika keban$akan makan asam 9asidosis, sedangkan dengan mengkonsumsi sa$ur dan buah bersi'at basa ban$ak menghasilkan .C

−¿ O

3 ¿

%

• 2ktiAitas $aitu lari e(at membuat tubuh kita asam karena menghasilkan ban$ak  C7" sehingga (. turun

• Proses anaerob $aitu lebih ban$ak (enum(ukan asam laktat se(erti olahraga berat sehingga menimbulkan reaksi asam dan membuat (. turun

Pengaturan keseimbangan asam basa diselenggarakan melalui koordinasi dari tiga sistem,$aitu : ! Sistem bu''er 

" Sistem res(iratorik 9sistem (aru 3 Sistem metabolik 9sistem gin#al

1 Sistem 9u;;er

Sistem bu''er disebut #uga sistem (enahan atau sistem (en$angga, karena da(at menahan (erubahan (.% Sistem bu''er meru(akan larutan $ang mengandung asam dan basa kon#ugasin$a%

Sistem bu''er kimia han$a mengatasi ketidakseimbangan asam basa sementara% 1ika dengan bu''er kimia tidak uku( mem(erbaiki, maka (engontrolan (. akan dilan#utkan oleh  (aru (aru $ang meres(on seara e(at terhada( (erubahan ion .=  dalam darah karena

(10)

rangsangan kemorese(tor dan (usat (erna'asan mem(ertahankan kadar ?.=@ sam(ai gin#al menghilangkan ketidakseimbangan tersebut, gin#al mam(u meregulasi ketidakseimbangan ion .= dengan mensekresikan ion .= dan menambahkan .C

−¿

O3¿  baru dalam darah karena memiliki da(ar 'os'at%

)i dalam tubuh terda(at bebera(a sistem bu''er, $aitu :  Sistem bu''er asam karbonat-bikarbonat

Sistem bu''er hemoglobinSistem bu''er (roteinSistem bu''er 'os'at

8ungsi utama sistem bu''er ini adalah menegah (erubahan (. $ang disebabkan oleh  (engaruh asam 'i/ed dan asam organik (ada airan ekstraseluler% Sistem ini memiliki

keterbatasan, $aitu :

• Tidak da(at menegah (erubahan (. di airan ekstraseluler $ang disebabkan karena  (eningkatan C7"

• Sistem ini han$a ber'ungsi bila sistem res(irasi dan (usat (engendali sistem  (erna'asan beker#a normal%

• &emam(uan men$elenggarakan sistem bu''er tergantung (ada tersedian$a ion  bikarbonat%

)i bawah ini tabel bu''er kimiawi dan (eran utaman $a :

Sistem 4u''er 8ungsi tama

Sistem bu''er asam karbonat :  bikarbonat

4u''er CES utama terhada( (erubahan non-asam karbonat

Sistem bu''er (rotein 4u''er C6S utama F #uga men$angga CES

Sistem bu''er hemoglobin 4u''er utama terhada( (erubahan asam karbonat

Sistem bu''er 'os'at 4u''er urin $ang (enting F #uga men$angga CES

Sistem Bu;;er  H 2CO3  :

−¿  HCO3¿

(11)

Pasangan bu''er  H 2CO3 :

−¿

 HCO

3 ¿

 adalah sistem bu''er ter(enting di CES untuk  men$angga (erubahan (. $ang ditimbulkan oleh (en$ebab di luar 'luktuasi ."C73

 (enghasil C7"% 6ni adalah sistem (en$angga CES $ang (aling e'ekti' karena dua sebab :

!% H 2CO3   dan

−¿

 HCO3

¿

 ban$ak ditemukan di CES sehingga sistem ini e(at menahan (erubahan (.%

"% Setia( kom(onen dari (asangan bu''er ini diatur seara ketat% in#al mengatur  −¿

 HCO

3 ¿

, dan sistem (erna(asan mengatur C7", $ang menghasilkan ."C73%

−¿

+¿+ HCO3¿

CO2+ H 2O⇌ H 2CO3⇌ H 

¿

Sistem 9u;;er %rotein

Sistem bu''er (rotein ber'ungsi mengatur (. airan ekstraserselular dan interstitial% Protein sebagai bu''er berinteraksi seara ekstenti' dengan sistem bu''er lainn$a% Protein tersusun oleh asam amino $ang mem(un$ai si'at am'oter, $aitu asam amino akan bersi'at sebagai kation (ada suasana asam dan bersi'at sebagai anion (ada suasana basa%

8ungsi (engaturan bu''er (rotein:

- 4ila ter#adi (enurunan (., gugus amino 9-N." dari asam amino akan bertindak sebagai

 basa lemah dengan mengikat ion hidrogen dan membentuk ion amonium% ugus amino  bertindak sebagai akse(tor (roton%

- 4ila ter#adi (eningkatan (., gugus karboksil 9-C77. dari asam amino mengalami disosiasi dan berubah men#adi ion karboksil dan ion .=% ugus karboksil bertindak 

sebagai donor (roton%

Cairan interstitium $ang mengandung (rotein dan asam amino terdisosiasi ikut ber(eran mengatur (.% Protein mengandung asam amino histidin $ang mem(un$ai inin imita<ol dengan Pka G %% Pada keban$akan (rotein Pk sekitar B%-B%0% Proses (engaturan melalui sistem bu''er (rotein ber#alan lambat karena ion hidrogen harus melalui (roses di'usi membran sel $ang di(engaruhi oleh (om(a natrium%

Sistem 9u;;er hemolo9in

4u''er hemoglobin 9.b meru(akan bu''er intraseluler $ang beker#a di dalam sel darah merah% .b da(at ber'ungsi sebagai bu''er karena mengandung residu histidin, $aitu asam amino $ang da(at berikatan seara reAersibelion hidrogen, menghasilkan .b bentuk   ber(roton dan tidak ber(roton%

 Na= = .C7

(12)

.b- = .= H ..b 9P& B-*

Pada sel darah merah, .b da(at mengikat karbondioksida dan mengubahn$a men#adi karbonat karena di dalam sito(lasma terkandung anhidrase karbonat, dan (roses

 (engikatan ter#adi dengan e(at karena C7" berdi'usi e(at melintasi membran sel darah

merah tan(a memerlukan mekanisme trans(ort akti' membran sel% &emam(uan  (engaturan ini dikenal sebagai sistem bu''er hemoglobin%

4u''er utama airan ekstraseluler adalah sistem bikarbonat dan hemoglobin% .b (enting

untuk (engangkutan oksigen ke #aringan, (engangkut C7"  dan sebagai sistem bu''er 

$ang kuat%

Sistem 9u;;er Fos;at

Sistem bu''er 'os'at terdiri dari garam 'os'at 9Na."P70 $ang asam $ang da(at

mendonasikan .= bebas ketika ?.=@ turun dan garam 'os'at basa 9Na".P70 $ang da(at

menerima .= bebas ketika ?.=@ meningkat%

+ ¿

+¿ NaH 

2 PO4+ Na ¿

 Na2 HPO4+ H ¿

&arena 'os'at (aling ban$ak di dalam sel, maka sistem ini ber(eran seara signi'ikan dalam (enda(aran intrasel, han$a disaingi oleh (rotein intrasel $ang #umlahn$a lebih  ban$ak% Iang lebih (enting, sistem 'os'at ber'ungsi sebagai (en$angga urin $ang baik%

Pen$angga 'os'at da(at mem(ertahankan (. darah B,0% Pen$angga di luar sel han$a sedikit #umlahn$a, teta(i sangat (enting untuk larutan (en$angga urin%

2 Sistem res%iratorik (sistem %aru)

• Sistem (erna(asan ber(eran (enting bagi keseimbangan asam-basa karena

kemam(uann$a mengubah Aentilasi (aru-(aru sehingga da(at mengubah kee(atan

ekskresi C O2

 (enghasil

+¿

 H ¿  $ang diatur oleh konsentrasi

+¿

 H ¿  arteri%

• Pengaturan (erna(asan terhada( keseimbangan asam basa meru(akan ti(e sistem

 (en$angga 'isiologis% Seluruh tenaga (en$angga sistem (erna(asan adalah ! atau " kali lebih besar dari(ada tenaga (en$angga kimia%

• Rata-rata seara normal terda(at sekitar !," mmol+liter C O2  $ang terlarut dalam airan

ekstraseluler $ang sama dengan 0mm.g PC O2 % 4ila (embentukan C O2

metabolik meningkat, airan ekstraseluler PC O2  #uga meningkat%

• 1ika konsentrasi

+¿

 H ¿ meningkat, (usat (erna(asan di batang otak seara re'leks

terangsang untuk meningkatkan C O2

Aentilasi (aru-(aru $ang mengakibatkan kedalaman na'as meningkat sehingga lebih ban$ak $ang dikeluarkan sehingga #umlah

(13)

 H 2CO3

$ang ditambahkan ke dalam airan tubuh berkurang% &arena C O2

membentuk asam, (engeluaran C O2

 (ada dasarn$a adalah (engeluaran asam dari tubuh% 1adi, (. tubuh da(at kembali ke (. normal% 1adi, (eningkatan Aentilasi alAeolus menurunkan konsentrasi ion hidrogen airan ekstraseluler dan meningkatkan (.% 4egitu  (ula sebalikn$a%

• &onsentrasi ion hidrogen #uga ber(engaruh terhada( kee(atan Aentilasi alAeolus%

Sewaktu kee(atan alAeolus menurun karena disebabkan oleh (eningktan (. dan  (enurunan konsentrasi hidrogen, #umlah oksigen $ang ditambahkan ke dalam darah menurun dan tekanan (arsial oksigen di dalam darah #uga menurun sehingga memberikan e'ek merangsang kee(atan Aentilasi%

• Paru-(aru sangat (enting dalam mem(ertahankan konsentrasi

+¿

 H ¿  (lasma% Setia( hari,

 (aru-(aru mengeluarkan

+¿

 H ¿  $ang berasal dari asam karbonat dari airan tubuh , lebih

 ban$ak dari(ada #umlah $ang dikeluarkan oleh gin#al%

• Sistem (erna(asan #uga da(at men$esuaikan #umlah

+¿

 H ¿  $ang ditambahkan ke airan

tubuh dari sumber sesuai dengan kebutuhan untuk memulihkan (. ke arah normal a(abila ter#adi 'luktuasi konsentrasi

+¿

 H ¿ dari sumber-sumber asam non-karbonat%

• Pengaturan oleh sistem (erna(asan beker#a dengan kee(atan sedang dan han$a akti' 

 ber(eran #ika sistem (en$angga kimiawi sa#a tidak mam(u meminimalkan (erubahan konsentrasi

+¿

 H ¿ % 1ika kelainan non-res(iratorik mengubah konsentrasi

+¿

 H ¿ , sistem

 (erna(asan han$a akan da(at mengembalikan (. 5-B5J dari normal karena ga$a  (endorong $ang mengatur res(on Aentilasi kom(ensatorik len$a( a(abila (. bergeser ke

arah normal%

• 1ika (erubahan konsentrasi +¿

 H ¿ , ter#adi akibat 'luktuasi konsentrasi C O2

  $ang timbul dari gangguan (erna(asan, mekanisme (erna(asan sama sekali tidak da(at  ber(eran mengontrol (.%

)i bawah ini tabel (en$esuaian sistem (erna(asan terhada( asidosis dan alkalosis $ang ditimbulkan oleh (en$ebab non-res(irasi 9metabolik :

&om(ensasi Perna(asan Status 2sam-4asa  Normal 9(. B,0 2sidosis Metabolik 9(. B,! 2lkalosis Metabolik 9(. B,B Kentilasi Normal L 

a#u Pengeluaran C7"  Normal L 

(14)

a#u Pembentukan .= dari C7

"  Normal  L

$ Sistem meta9olik (sistem in8al)

• in#al tidak sa#a da(at mengubah-ubah (engeluaran

+¿

 H ¿ , teta(i #uga da(at menahan

atau mengeliminasi .C

−¿

O3 ¿

• in#al mam(u memulihkan (. ham(ir te(at ke normal walau(un membutuhkan $ang lebih lama%

• in#al mengontrol (. airan tubuh dengan men$esuaikan 3 'aktor $aitu : a Ekskresi ion hidrogen

Paru-(aru han$a mam(u mengeluarkan asam karbonat melalui eliminasi C O2 % Tugas untuk mengeliminasi

+¿

 H ¿  $ang berasal dari asam sul'at, 'os'at, laktat dan asam lain terletak di dalam gin#al%

in#al tidak sa#a seara kontinu mengeluarkan

+¿

 H ¿  dalam #umlah normal $ang terus menerus dihasilkan dari sumber-sumber asamnon-karbonat, teta(i, #uga mengubah-ubah kee(atan sekresin$a untuk mengkom(ensasi (erubahan konsentrasi

+¿

 H ¿  $ang timbul dari kelainan konsentrasi asam karbonat%

4esarn$a sekresi +¿

 H ¿  bergantung (ada status asam basa (ada sel tubulus gin#al dan tidak di(engaruhi oleh (engaruh hormonal%

Proses sekresi +¿

 H ¿  berawal di sel-sel tubulus dengan C O2  $ang datang dari 3 sumber $aitu C O2 $ang berdi'usi dari (lasma atau dari airan tubulus atau C

O2

  $ang di(roduksi seara metabolis di dalam sel tubulus% alu C O2

dan  H 2

7 membentuk  H 2CO3

 $ang akan berdisosiasi membentuk +¿  H ¿  dan .C −¿ O 3 ¿

% Suatu (embawa $ang bergantung energi di membran luminal kemudian mengangkut

+¿

 H ¿  keluar sel ke dalam lumen tubulus% )i bagian ne'ron, (embawa ini mengangkut

+¿

(15)

 berlawanan% &arena reaksi ini diawali dengan C O2

#adi kee(atann$a  bergantung (ada konsentrasi C O2

, #ika konsentrasi C O2

meningkat, maka reaksi akan berlangsung e(at%

1ika konsentrasi

+¿

 H ¿ di (lasma tinggi, sel-sel tubulus akan beres(on dengan mensekresikan

+¿

 H ¿  dalam #umlah $ang lebih untuk disekresikan ke dalam urin,

 begitu (ula sebalikn$a% in#al tidak da(at meningkatkan kon sentrasi (lasma dengan mereabsor(si

+¿

 H ¿  $ang sudah di'iltrasi karena tidak terda(at mekanisme tersebut di dalam gin#al%

 b Ekskresi bikarbonat

• Sebelum dibuang oleh gin#al,

+¿

 H ¿  $ang dihasilkan dari asam non-karbonat

disangga oleh .C −¿ O 3 ¿  (lasma%

• in#al mengatur konsentrasi .C

−¿

O3

¿

 (lasma melalui " mekanisme $aitu :

! Reabsor(si .C

−¿

O3¿  $ang di'iltrasi kembali ke (lasma

6on bikarbonat tidak mudah menembus membran luminal sel-sel tubulus

gin#al sehingga tidak da(at di'iltrasi dan direabsor(si seara langsung%

6on hidrogen $ang disekresikan ke luar sel tubulus berikatan dengan .C

−¿

O3

¿

$ang di'iltrasi untuk membentuk  H 2 C

−¿

O3

¿

% alu di bawah  (engaruh karbonat anhidrase,  H 2

C

−¿

(16)

 H 2

7 dan C O2

% alu C O2

 masuk kembali ke dalam sel tubulus

karena C O2

 mam(u dengan mudah menembus membran sel tubulus%

)i dalam sel, di bawah (engaruh karbonat anhidrase intrasel, C O2

 bergabung kembali dengan ."7 membentuk  H 2

C −¿ O3¿   $ang akan terurai men#adi +¿  H ¿ dan .C −¿ O3 ¿

% &arena da(at menembus membran  basolateral sel tubulus, .C

−¿

O3¿ seara (asi' berdi'usi keluar sel masuk 

ke dalam (lasma ka(iler-(eritubulus% .C

−¿

O3 ¿

ini seolah-olah direabsor(si (adahal sebenarn$a tidak%

)alam keadaan normal, ion hidrogen $ang disekresikan ke dalam lumen

tubulus lebih ban$ak dibandingkan dengan ion bikarbonat $ang di'iltrasi% Sehingga semua ion bikarbonat $ang di'iltrasi biasan$a direabsor(si karena tersedia

+¿

 H ¿  di lumen tubulus untuk berikatan dengann$a%

" Penambahan .C

−¿

O3 ¿

 $ang baru ke dalam (lasma

Pada saat semua .C

−¿

O3¿  $ang di'iltrasi telah direabsor(si dan sekresi

+¿

 H ¿  tambahan telah dihasilkan oleh disosiasi  H 2 C O3 , .C

−¿

O3 ¿

$ang dihasilkan berdi'usi ke dalam (lasma sebagai .C

−¿

O 3

¿

 $ang baru% )isebut baru karena kemunulann$a di dalam (lasma tidak berikatan dengan reabsor(si .C

−¿

O3 ¿

$ang di'iltrasi% Sementara itu,

+¿

 H ¿ $ang

dihasilkan bergabung dengan (en$angga 'os'at basa dan kemudian dieksresi di urin%

(17)

Selama

asidosis, gin#al melakukan kom(ensasi sebagai berikut :

Meningkatkan sekresi dan ekskresi

+¿

 H ¿ di urin sehingga kelebihan

+¿

 H ¿

da(at dieliminasi dan konsentrasi

+¿

 H ¿  di (lasma menurun%

Mereabsor(si semua ion bikarbonat $ang di'iltrasi disertai dengan (enambahan

ion bikarbonat baru ke (lasma sehingga konsentrasi ion bikarbonat (lasma meningkat%

4egitu (ula sebalikn$a (ada alkalosis%

 Sekresi amonia

Terda(at dua (en$angga urin $ang (enting $aitu (en$angga 'os'at 9$ang di'iltrasi

dan amonia 9N.3 $ang disekresi%

)alam keadaan normal, ion hidrogen $ang disekresikan, (ertama disangga oleh

sistem (en$angga 'os'at, $ang berada di dalam lumen tubulus karena kelebihan ingesti 'os'at telah di'iltrasi teta(i tidak direabsor(si% 1ika sekresi ion hidrogen meningkat, ka(asitas 'os'at urin untuk men$angga akan terlam(aui,teta(i gin#al tidak da(at mengeluarkan lebih ban$ak 'os'at basa, maka semua ion 'os'at basa akan diekskresikan agar berikatan dengan ion hidrogen%

alu sel-sel tubulus mensekresikan N H 3 ke dalam lumen tubulus setelah

 (en$angga 'os'at urin men#adi #enuh% alu, ion .idrogen akan terus berikatan dengan N H 3

untuk membentuk ion amonium 9N

−¿

 H 4 ¿

6on amonium akan keluar melalui urin setia( ia mengangkut ion hidrogen%

 N H 3 senga#a disintesis dari asam amino glutamin 9setia( satu molekul glutamin

menghasilkan dua ion N

+¿

 H ¿ $ang akan dieksresikan melalui urin dan ion  bikarbonat $ang akan dikembalikan ke darah di dalam sel tubulus kemudian

(18)

 berdi'usi mengikuti (enurunan gradien konsentrasike dalam lumen tubulus% &ee(atann$a diatur oleh #umlah kelebihan ion hidrogen $ang akan diangkut di urin%  ntuk setia( N +¿  H  4 ¿

  $ang dieksresikan, dihasilkan .C

−¿

O

3 ¿

  $ang baru untuk  ditambahkan ke dalam darah%

Sekresi N H 3 selama asidosis ber'ungsi untuk men$angga kelebihan ion

hidrogen di dalam lumen tubulus, sehingga ion hidrogen da(at disekresikan dalam  #umlah besar ke dalam urin sebelum (. semakin menurun sam(ai batas 0,5%

)i bawah ini tabel ringkasan res(on gin#al terhada( asidosis dan alkalosis :

&elainan 2sam-4asa Sekresi .= Ekskresi .= Reabsor(si −¿  HCO3 ¿ dan Penambahan −¿  HCO 3 ¿  4aru ke Plasma Ekskresi −¿  HCO3¿  (. rin Perubahan &om(ensatorik   (. Plasma

2sidosis L L L Normal 2sam 2lkalinasi ke

arah normal

2lkalosis    L 2lkali Pengasaman

kea rah normal

&.. 2. emahami !an em%ela8ari >anuan Keseim9anan Asam-Basa &.O. 2.1. Klasi;ikasi >anuan Keseim9anan Asam-Basa

Pen$im(angan status asam-basa normal dibagi men#adi em(at kategori umum,  bergantung (ada sumber dan arah (erubahan abnormal ?.=@% &ategori-kategori tersebut adalah

asidosis res(iratorik, alkalosis res(iratorik, asidosis metabolik, dan asidosis res(iratorik% ! 2sidosis Metabolik 

2sidosis metabolik 9kekurangan .C

−¿ O3 ¿

 adalah gangguan sistemik $ang ditandai dengan (enurunan (rimer kadar bikarbonat (lasma, sehingga men$ebabkan ter#adin$a  (enurunan (. 9(eningkatan ? +¿  H ¿ @% ?.C −¿ O 3 ¿

@ EC8 adalah kurang dari "" mE+ dan (.-n$a kurang dari B%35% &om(ensasi (erna(asan kemudian segera dimulai untuk  menurunkan PaC O3

melalui hi(erAentilasi sehingga asidosis metabolik #arang ter#adi seara akut%

(19)

o Etiologi

- Pembentukan asam $ang berlebihan di dalam tubuh

- 4erkurangn$a kadar ion .C

−¿

O3 ¿

 dalam tubuh

- Retensi ion .= dalam tubuh%

- Penambahan asam

7ksidasi lemak tak sem(urna (ada asidosis dibetika + kela(aran 7ksidasi karbohidrat tak sem(urna (ada asidosis laktat

- Pengurangan bikarbonat : asidosis tubulus gin#al, diare, kolostomi, dan ileostomi

- 4erbagai gangguan, se(erti gagal gin#al, asidosis laktat, (roduksi badan keton naik, h$(eraldosteron, keraunan

o Mani'estasi

e#ala serta tanda asidosis metabolik enderung tidak #elas, dan (asien da(at asimtomatik, keuali #ika ?.C73-@ serum turun sam(ai di bawah !5 mE+% Perna'asan kussmaul 9na'as dalam dan e(at $ang menun#ukan adan$a hi(erAentilasi kom(ensatorik mungkin lebih menon#ol (ada asidosis akibat ketoasidosis diabetik  dibandingkan (ada asidosis akibat gagal gin#al% e#ala dan tanda utama asidosis metabolik adalah kelainan kardioAaskular,neurologis, dan 'ungsi tulang%

" 2lkalosis Metabolik 

2lkalosis metabolik 9kelebihan .C73- adalah suatu gangguan sistemik $ang diirikan

dengan adan$a (eningkatan (rimer kadar .C73-  (lasma, sehingga men$ebabkan

 (eningkatan (. 9(enurunan ?.=@% ?.C7

3-@ EC8 lebih besar dari " mE+ dan (. lebih  besar dari B%05% 2lkalosis metabolik sering disertai dengan berkurangn$a Aolume EC8

dan hi(okalemia%

o Etiologi

- &ekurangan .= dari EC8 9Muntah,(en$edotan nasogastrik, diare dengan kehilangan klorida, diuretik, hi(okalemia

- Retensi .C73-9Pemberian natrium bikarbonat berlebihan, sindrom susu alkali

o Mani'estasi

Tidak terda(at ge#ala dan tanda alkalosis metabolik $ang s(esi'ik% 2dan$a gangguan ini harus diurigai (ada (asien $ang memiliki riwa$at muntah, (en$edotan, nasogastrik,  (engobatan diuretik atau (asien $ang baru sembuh dari gagal na'as 9.i(erka(nia

3 2sidosis Res(iratorik 

2sidosis res(iratorik 9kelebihan ."C73 ditandai dengan (eningkatan (rimer PaC7" 9hi(erka(nia, sehingga men$ebabkan ter#adin$a (enurunan (.: PaC7"lebih besar dari 05 mm.g dan (. kurang dari B%35% &om(ensasi gin#al mengakibatkan (eningkatan .C73-serum% 2sidosis res(iratorik da(at timbul seara akut mau(un kronis%

(20)

• .ambatan (ada (usat (erna'asan di medula oblongata 9henti #antung akut, tera(i

oksigen (ada hi(erka(nia kronis, a(nea saat tidur, obat-obatan:oAerdosis o(iat, sedati'

• angguan (ada otot-otot (erna'asan

9(en$akit neuromuskular, ki'oskoliosis, obesitas $ang berlebihan, edera dinding dada

• angguan (ertukaran gas

9em'isema dan bronkitis, edema (aru akut, (neumonia, (neumotoraks

• 7bstruksi saluran na'as atas akut

9as(irasi benda asing atau muntah, langios(asme atau edema laring

o Mani'estasi

e#ala dan retensi C7" tidak bersi'at khas dan (ada umumn$a tidak menerminkan kadar PaC7" selain itu asidosis res(iratorik akut mau(un kronis selalu disertai oleh hi(oksemia sehingga hi(oksemia bertanggung #awab atas ban$ak tanda-tanda klinik  akibat retensi C7"%

0 2lkalosis Res(iratorik

2lkalosis res(iratorik 9kekurangan asam karbonat adalah (enurunan (rimer PaC7" 9hi(oka(nia, sehingga ter#adi (enurunan (.% PaC7" O35 mm.g dan (. B,05% &om(ensasi gin#al beru(a (enurunan ekskresi .=akibat lebih sedikit absor(si .C7

3 -serum berbeda-beda, bergantung (ada keadaann$a $ang akut atau kronis%

o Etiologi

• Rangsangan (usat (erna'asan

9.i(erAentilasi, hi(ermetabolik, tumor otak, edera ke(ala, intoksikasi salisilat

• .i(oksia

9agal #antung kongesti', 'ibrosis (aru, tinggal ditem(at $ang tinggi, asma, edema  (aru

• Kentilasi mekanisme $ang berlebihan • Mekanisme $ang belum #elas

9Se(sis gram negati', sirosis he(atis

• atihan 'isik 

o Mani'estasi

Terda(at (ola (erna'asan $ang berbeda-beda (ada sindrom hi(erAentilasi $ang diinduksi oleh keemasanF mulai dari (erna'asan $ang normal sam(ai (erna'asan $ang #elas tam(ak lebih e(at, dalam, dan (an#ang% Pasien seringkali terlihat ban$ak  mengua( dan ge#ala menolok lainn$a adalah ke(ala terasa ringan, (arestasi sekitar  mulut% 2(abila alkalosis $ang ter#adi uku( (arah da(at timbul tetani se(erti s(asme kar(o(edal% Pasien da(at mengeluh kelelahan kronis, #antung berdebar-debar, emas, mulut terasa kering, dan tidak bisa tidur% e#ala alkalosis res(iratorik berat da(at disertai dengan ketidakmam(uan berkonsentrasi, kekaauan mental, dan sinko(%

(21)

Kom%ensasi >anuan Keseim9anan asam 9asa

4ila ter#adi keadaan asidosis atau alkalosis maka tubuh akan melakukan mekanisme kom(ensasi oleh (aru-(aru dan gin#al, dengan merubah kom(onen PaC7"dan .C73%

- 2sidosis Res(iratorik 

Res(on kom(ensasi adalah (eningkatan .C73 (lasma, $ang disebabkan oleh

 (enambahan bikarbonat baru ke dalam airan ekstrasel oleh gin#al% Peningkatan  bikarbonat membantu mengimbangi (eningkatan PC7", sehingga mengembalikan (.

 (lasma kembali normal%

- 2sidosis Metabolik 

&om(ensasi (rimern$a meli(uti (eningkatan kee(atan Aentilasi, $ang mengurangi PC7" dan kom(ensasi gin#al, $ang dengan menambahkan bikarbonat baru ke airan

(22)

- 2lkalosis Res(iratorik 

Res(on kom(ensasi terhada( (engurangan PC7"  (rimer (ada alkalosis res(iratorik 

adalah (engurangan konsentrasi .C73 (lasma, $ang disebabkan oleh (eningkatan

ekskresi .C73 oleh gin#al%

- 2lkalosis Metabolik 

&om(ensasi utaman$a adalah (enurunan Aentilasi, $ang meningkatkan PC7" dan

 (eningkatan ekskresi .C73 oleh gin#al, $ang membantu mengkom(ensasi

 (eningkatan awal konsentrasi .C73 airan ekstrasel%

&.O. 2.2. Kasus Klinik >anuan Keseim9anan Asam-Basa %a!a Kasus iare (%atoloi? mani;estasi? !ll)

2sidosis metabolik adalah #enis gangguan asam-basa $ang (aling sering di#um(ai% Salah satu (en$ebabn$a adalah diare berat% Selama (enernaan, getah (enernaan ka$a .C73

 biasan$a diekskresikan ke dalam saluran erna, dan kemudian disera( kembali ke dalam  (lasma ketika (enernaan selesai% Selama diare, .C73  ini hilang dari tubuh dan tidak 

direabsor(si% &arena .C73 berkurang, maka .C73 $ang tersedia untuk menda(ar .=

 berkurang, sehingga lebih ban$ak .= bebas $ang ada di airan tubuh% )engan melihat

situasi ini dari segi $ang berbeda, berkurangn$a .C73 menggeser reaksi −¿

+¿+ HCO3¿

CO2+ H 2O⇌ H 

¿  ke kanan untuk mengom(ensasi de'isit .C73, meningkatkan ?.=@ di

atas normal%

Pen$ebab mendasar asidosis metabolik adalah (enambahan asam ter'ikasi 9non karbonat, kegagalan gin#al untuk mengekskresi beban asam harian, atau kehilangan bikarbonat basa% Pen$ebab asidosis metabolik umumn$a dibagi dalam dua kelom(ok berdasarkan selisih anion $ang normal atau meningkat% Pen$ebab asidosis metabolik dengan selisih anion $ang

(23)

tinggi adalah (eningkatan anion tak terukur se(erti asam sul'at, asam 'os'at, asam laktat, dan asam  asam organik lainn$a%

Anion-a% !alam %lasma

)alam keadaan normal, #umlah anion dan kation di dalam tubuh adalah sama besar% Selisih antara Na dengan .N73 dan Cl atau selisih dari anion lain dan kation lain di sebut sebagai anion-ga(% Pada kelom(ok (embentukan asam organik $ang berlebihan sebagai  (en$ebab asidosis metabolik, besar anion-ga( akan meningkat oleh karena adan$a  (enambahan anion lain $ang berasal dari asam organik antara lain asam hidroksi butirat  (ada ketoadosis diabetik, asam laktat (ada asidosis laktat, asam salisilat (ada intoksikasi

salisilat% 1umlah normal anion-ga( dalam (lasma !"Q3 me%

Anion-a% !alam %lasma @*a C @l-  @5O $

2sidosis metabolik dengan anion-ga( $ang normal selalu disertai dengan  (eningkatan ion-Cl dalam (lasma sehingga disebut #uga sebagai asidosis metabolik 

hi(erkloremik%

Anion-a% !alam urin

Pada keadaan asidosis metabolik dengan anion ga( normal, ion Cl $ang berlebihan akan di sekresikan oleh sel interkaled duktus kolingentes bersama dengan sekresi ion

.=% Terganggu atau normaln$a ekskresi ion N.

3 dalam bentuk N.0Cl da(at dinilai dengan menghitung anion ga( di dalam urin%

Anion-a% !alam urin @*a- urin  K-urin C @l-urin

4ila hasiln$a (ositi', terda(at gangguan (ada ekskresi ion-N.3 sehingga N.0Cl tidak terbentuk akibat adan$a gangguan sekresi ion .=  di tubulus distal misaln$a  (ada renal tubular asidosis% .asil $ang negati', menun#ukkan keadaan asidosis

metabolik anion-ga( normal dimana ekskresi ion Cl dalam bentuk N.0Cl sebanding

dengan sekresi ion .= di tubulus distal $ang ter#adi akibat adan$a asidosis metabolik, misaln$a (ada keadaan diare%

Selisih Anion *ormal (5i%erkloremik)

Selisih Anion eninkat &ehilangan 4ikarbonat

 &ehilangan melalui saluran erna:

• )iare

• lleostomiF 'istula (anreas,

 biliaris, atau usus halus &ehilangan melalui gin#al:

• 2sidosis tubulus (roksimal

gin#al 9RT2

• 6nhibitor karbonik anhidrase

• .i(oaldosteronisme

Peningkatan (roduksi asam

• 2sidosis laktat: laktat 9(er'usi

 #aringan atau oksigenasi $ang tidak memadai se(erti (ada s$ok  atau henti kardio(ulmor

• &etoasidosis metabolik 

• &ela(aran : (eningkatan

asam-asam keto

• 6ntoksilasi alohol : (eningkatan

(24)

Peningkatan beban asam • 2mmonium klorida

• Cairan-airan hi(eralimentasi Pemberian 6K larutan salin seara e(at

Menelan substansi toksik  • 7Aerdosis salisilat : salisilat,

laktat, keton

• Metanol atau 'ormaldehid: 'ormat agal gin#al akut atau kronis

Selain (en$ebab (ada selisih anion, terda(at (ula (en$ebab lain (ada asidosis metabolik, antara lain:

a Pembentukan asam $ang berlebihan 9asam 'i/ed dan asam metabolik di dalam tubuh% 6on metabolik dibebaskan oleh metabolik bu''er asam karbonat-bikarbonat, sehingga ter#adi (enurunan (.% )alam klinik ditemukan keadaan ini se(erti (ada:

- 2sidosis laktat% Timbul karena hi(oksia #aringan berke(an#angan, mengakibatkan  #aringan mengalami (roses metabolik anaerob%

- &etoasidosis% Timbul karena (roduksi badan keton dalam #umlah sangat tinggi (ada metabolik 'ase (asa absorti'% &etoasidosis meru(akan akibat dari starAasi dan kom(likasi diabetes mellitus $ang tidak terkendali, #aringan tidak da(at meman'aatkan glukosa dari sirkulasi, sehingga mengandalkan metabolik li(id dan keton%

- 6ntoksikasi salisilat - 6ntoksikasi etanol

9 4erkurangn$a kadar ion-.C73 di dalam tubuh% Penurunan konsentrasi .C

−¿

O3 ¿

di airan ekstraseluler men$ebabkan (enurunan e'ekti'itas metabolik bu''er dan asidosis timbul% Pen$ebab (enurunan konsentrasi .C

−¿

O3¿  antara lain adalah diare, renal tubular  aidosis (roksimal, (emakaian obat inhibitor en<im anhidrase karbonat atau (ada  (en$akit gin#al kronik stadium 3-0%

# 2dan$a retensi ion-. di dalam tubuh

1aringan tidak mam(u mengu(a$akan ekskresi ion metabolik melalui gin#al% &ondisi ini di#um(ai (ada (en$akit gin#al kronik stadium 0-5, RT2-! atau RT2-0

! )iabetes mellitus% &elainan metabolik lemak $ang ter#adi akibat ketidakmam(uan sel menggunakan glukosa karena tidak terda(at insulin akan men$ebabkan (embentukan  berlebihan asam-asam keto, $ang disosiasin$a meningkatkan .= (lasma%

e 7lahraga berlebihan% 1ika otot mengandalkan glikolisis metabolik sewaktu berolahraga  berat ter#adi kelebihan (roduksi asam laktat $ang men$ebabkan (eningkatan .=%

6ndikasi koreksi asidosis metabolik (erlu diketahui dengan baik agar koreksi da(at dilakukan dengan te(at tan(a menimbulkan hal-hal $ang membaha$akan (asien%

&ankah 6ertama adalah meneta(kan berat ringann$a gangguan asidosis% angguan disebut letal bila (. darah O B atau kadar ion .  ! nmol+% angguan $ang (erlu di(erhatikan bila  (. darah B,!-B,3 atau kadar ion . antara 5-* nmol+

(25)

&ankah Ke!ua adalah meneta(kan anion-ga( atau bila (erlu anion-ga( urin untuk mengetahui dugaan etiologi asidosis metabolik% )engan bantuan tanda klinik lain kita dengan mudah meneta(kan etiologi%

&ankah Ketia, bila diurigai kemungkinan asidosis laktat, hitung rasio delta anion-ga( dengan delta .C73 9delta anion ga( : anion ga( (ada (asien di(eriksa dikurangi dengan median

anion ga( normal, delta delta .C73: kadar .C73 normal dikurangi dengan kadar .C73 (asien%

4ila rasio !, asidosis disebabkan oleh asidosis laktat% angkah ketiga ini meneta(kan sam(ai se#auh mana koreksi da(at dilakukan%

6rose!ur koreksi

a Seara umum koreksi dilakukan hingga tera(ai (. B%" atau kadar ion .C73 !"mE+

9 Pada keadaan khusus:

- Pada (enurunan 'ungsi gin#al, koreksi da(at dilakukan seara (enuh hingga mena(ai kadar ion .C73 "-"" mE+% Pada ketoasidosis diabetik atau asidosis laktat ti(e 2,

koreksi dilakukan bila kadar ion .C73  dalam darah kurang atau sama dengan 5

mE+, terda(at hi(erkalemia berat, setelah koreksi insulin (ada diabetes mellitus, koreksi oksigen (ada asidosis belum terkendali% &oreksi dilakukan sam(ai kadar ion .C73! mE+

- Pada asidosis metabolik $ang ter#adi bersamaan dengan asidosis res(iratorik dan tidak  menggunakan Aentilator, koreksi harus dilakukan seara hati-hati atas (ertimbangan de(resi (erna(asan%

&oreksi dilakukan dengan (emberian Na-4ikarbonat $ang seuku(n$a untuk menaikkan .C

−¿ O

3 ¿

 men#adi !5 mE+ dan (. kira-kira sam(ai B%" dalam #angka waktu !" #am%

arutan Ringer aktat 6K biasan$a meru(akan airan (ilihan untuk mem(erbaiki keadaan asidosis metabolik dengan selisih anion normal serta kekurangan Aolume EC8 $ang sering men$ertai ini% Natrium laktat dimetabolisme seara (erlahan dalam tubuh men#adi Na.C73, dan

mem(erbaiki keadaan asidosis seara (erlahan%

&.. $. emahami !an en8elaskan 6emeriksaan yan i%erlukan %a!a >anuan Keseim9anan Asam-Basa

&.O. $.1. 6emeriksaan Fisik 

Pemeriksaan 'isik $ang dilakukan da(at dilihat dari tingkat kesadarann$a% Selain itu, da(at dilakukan (emeriksaanvital sign, dan (engukuran berat badan%

Tingkat kesadaran adalah ukuran dari kesadaran dan res(on seseorang terhada( rangsangan dari lingkungan, tingkat kesadaran dibedakan men#adi :

(26)

! om%os entis (conscious), $aitu kesadaran normal, sadar se(enuhn$a, da(at men#awab semua (ertan$aan tentang keadaan sekelilingn$a%%

" A%atis, $aitu keadaan kesadaran $ang segan untuk berhubungan dengan sekitarn$a, sika(n$a auh tak auh%

3 elirium, $aitu gelisah, disorientasi 9orang, tem(at, waktu, memberontak, berteriak-teriak, berhalusinasi, kadang berha$al%

0 Somnolen (Obtundasi, Letargi), $aitu kesadaran menurun, res(on (sikomotor $ang lambat, mudah tertidur, namun kesadaran da(at (ulih bila dirangsang 9mudah dibangunkan teta(i #atuh tertidur lagi, mam(u memberi #awab an Aerbal%

5 Stu%or (  soporo koma ) , $aitu keadaan se(erti tertidur lela(, teta(i ada res(on terhada( n$eri%

 oma ( comatose ) , $aitu tidak bisa dibangunkan, tidak ada res(on terhada( rangsangan a(a(un 9tidak ada res(on kornea mau(un re'lek muntah, mungkin #uga tidak ada res(on  (u(il terhada( aha$a%

Perubahan tingkat kesadaran da(at diakibatkan dari berbagai 'aktor, termasuk (erubahan dalam lingkungan kimia otak se(erti keraunan, kekurangan oksigen karena berkurangn$a aliran darah ke otak, dan tekanan berlebihan di dalam rongga tulang ke(ala%

2dan$a de'isit tingkat kesadaran memberi kesan adan$a hemi(arese serebral atau sistem aktiAitas retiular mengalami in#uri% Penurunan tingkat kesadaran berhubungan dengan  (eningkatan angkamorbiditas 9keaatan danmortalitas 9kematian%

enukur inkat Kesa!aran

Salah satu ara untuk mengukur tingkat kesadaran dengan hasil seob#ekti' mungkin adalah menggunakan >S 9Glasgow Coma Scale% CS di(akai untuk menentukan dera#at idera ke(ala% Re'lek membuka mata, res(on Aerbal, dan motorik diukur dan hasil (engukuran di#umlahkan #ika kurang dari !3, makan dikatakan seseorang mengalami idera ke(ala, $ang menun#ukan adan$a (enurunan kesadaran%

Metoda lain adalah menggunakan sistem A6, dimana (asien di(eriksa a(akah sadar baik  9alert , beres(on dengan kata-kata 9verbal , han$a beres(on #ika dirangsang n$eri 9 pain, atau  (asien tidak sadar sehingga tidak beres(on baik Aerbal mau(un diberi rangsang n$eri

9unresponsive%

2da metoda lain $ang lebih sederhana dan lebih mudah dari CS dengan hasil $ang kurang lebih sama akuratn$a, $aitu skala A, (asien di(eriksa kesadarann$a a(akah baik 9alertness,

(27)

 bingung + kaau 9confusion, mudah tertidur 9drowsiness, dan tidak ada res(on 9unresponsiveness%

Pemeriksaanvital sign $ang dilakukan da(at beru(a (engukuran tekanan darah, den$ut nadi, dan 'rekuensi (erna(asan%

• Tekanan )arah

Tekanan darah meru#uk ke(ada tekanan $ang dialami darah (ada (embuluh arteri darah ketika darah di (om(a oleh #antung ke seluruh anggota tubuh manusia% Tekanan darah dibuat dengan mengambil dua ukuran dan biasan$a diukur se(erti berikut - !" +* mm.g% Nomor atas 9!" menun#ukkan tekanan ke atas (embuluh arteri akibat den$utan  #antung, dan disebut tekanan sistole% Nomor bawah 9* menun#ukkan tekanan saat  #antung beristirahat di antara (emom(aan, dan disebut tekanan diastole% Saat $ang (aling  baik untuk mengukur tekanan darah adalah saat 2nda istirahat dan dalam keadaan duduk 

atau berbaring%

Tekanan darah dalam kehidu(an seseorang berAariasi seara alami% 4a$i dan anak-anak  seara normal memiliki tekanan darah $ang #auh lebih rendah dari(ada dewasa% Tekanan darah #uga di(engaruhi oleh aktiAitas 'isik, dimana akan lebih tinggi (ada saat melakukan aktiAitas dan lebih rendah ketika beristirahat% Tekanan darah dalam satu hari #uga  berbedaF (aling tinggi di waktu (agi hari dan (aling rendah (ada saat tidur malam hari%

• )en$ut Nadi

Denyut nadi (pulse) adalah getaran/ denyut darah didalam pembuluh darah arteri akibat kontraksi ventrikel kiri jantung. Denyut ini dapat dirasakan dengan palpasi yaitu dengan menggunakan ujung jari tangan disepanjang  jalannya pembuluh darah arteri, terutama pada tempat- tempat tonjolan

tulang dengan sedikit menekan diatas pembuluh darah arteri. Pada umumnya ada 9 tempat untuk merasakan denyut nadi yaitu temporalis, karotid, apikal, brankialis, emoralis, radialis, poplitea, dorsalis pedis dan tibialis posterior, namun yang paling sering dilakukan yaitu !

". #rteri $adialis

 %erletak sepanjang tulang radialis, lebih mudah teraba diatas pergelangan tangan pada sisi ibu jari. $elati mudah dan sering dipakai se&ara rutin.

'. #rteri rakhialis

 %erletak di dalam otot bi&eps dari lengan atau medial di lipatan siku (ossa antekubital). Digunakan untuk mengukur tekanan darah dan kasus &ardia& arrest pada inant.

(28)

. #rteri *arotid

 %erletak dileher diba+ah lobus telinga, dimana terdapat arteri karotid berjalan diantara trakea dan otot sternokleidomastoideus. ering digunakan untuk bayi, kasus &ardia& arrest dan untuk memantau sirkulasi darah ke otak.

rekuensi denyut nadi manusia bervariasi, tergantung dari banyak aktor yang mempengaruhinya, pada saat aktitas normal !

ormal ! 01 2 "11 3 / menit

radikardi ! 4 01 3 / menit

Takhikardi

 :  ! / + menit

• 8rekuensi (erna(asan

Seseorang dikatakan  berna(as bila menghiru( oksigen 97" dan mengeluarkan karbon

dioksida 9C7" melalui sistem (erna(asan% 4erna(as da(at dalam dan da(at (ula dangkal%

Perna(asan $ang dalam akan mem(un$ai Aolume udara $ang besar, baik (ada waktu tarik  na(as+ ins(irasi+ inhalasi atau (ada waktu mengeluarkan na(as+ eks(irasi+ekshalasi% Sedangkan (ada (erna(asan dangkal maka Aolume udara akan mengeil%

*S6"AS 3KS6"AS

)ia'ragma &ontraksi 9 tam(ak datar  Relaksasi 9 melengkung keatas  Tulang iga 9 ostae  bergerak keatas  keluar bergerak kebawah  kedalam

Tulang dada 4ergerak keluar 4ergerak kedalam

Rongga dada Membesar mengeil

Paru-(aru Mengembang mengem(is

8rekuensi na(as normal tergantung umur : sia baru lahir sekitar 35  5 /+menit

sia O " tahun "5  35 /+menit

usia "-!" tahun !*  " /+menit

  dewasa !  " /+menit%

  Takhi(nea :4ila (ada dewasa (erna(asan lebih dari "0 /+menit   4radi(nea : 4ila kurang dari ! /+menit disebut

  2(nea : 4ila tidak berna(as

(29)

Pemeriksaan (enun#ang $ang dilakukan da(at beru(a (emeriksaan as )arah 2rteri 9)2, kandungan C7" atau C7" total, a( 2nion, (. urin, dan asam laktat%

Pemeriksaan gas darah dan P. digunakan sebagai (egangan dalam (enanganan (asien- (asien (en$akit berat $ang akut dan menahun% as darah arteri memungkinkan utnuk   (engukuran (. 9dan #uga keseimbangan asam basa, oksigenasi, kadar karbondioksida, kadar   bikarbonat, saturasi oksigen, dan kelebihan atau kekurangan basa% Pemeriksaan gas darah arteri

dan (. sudah seara luas digunakan sebagai (egangan dalam (enatalaksanaan (asien-(asien  (en$akit berat $ang akut dan menahun% Pemeriksaan gas darah #uga da(at menggambarkan hasil  berbagai tindakan (enun#ang $ang dilakukan, teta(i kita tidak da(at menegakkan suatu diagnosa han$a dari (enilaian analisa gas darah dan keseimbangan asam basa sa#a, kita harus menghubungkan dengan riwa$at (en$akit, (emeriksaan 'isik, dan data-data laboratorium lainn$a%

&ankah-lankah untuk menilai as !arah :

!% Pertama-tama (erhatikan (. 9#ika menurun klien mengalami asidemia, dengan dua sebab asidosis metabolik atau asidosis res(iratorikF #ika meningkat klien mengalami alkalemia dengan dua sebab alkalosis metabolik atau alkalosis res(iratorikF ingatlah bahwa kom(ensasi gin#al dan  (erna'asan #arang memulihkan (. kembali normal, sehingga #ika ditemukan (. $ang normal

meski(un ada (erubahan dalam PaC7" dan .C73 mungkin ada gangguan am(uran

"% Perhatikan Aariabel (erna'asan 9PaC7"  dan metabolik 9.C73 $ang berhubungan dengan (. untuk menoba mengetahui a(akah gangguan (rimer bersi'at res(iratorik, metabolik atau

am(uran 9PaC7" normal, meningkat atau menurunF .C73 normal, meningkat atau menurunF

 (ada gangguan asam basa sederhana, PaC7" dan .C73 selalu berubah dalam arah $ang samaF

 (en$im(angan dari .C73 dan PaC7" dalam arah $ang berlawanan menun#ukkan adan$a

gangguan asam basa am(uran%

3% angkah berikutn$a menaku( menentukan a(akah kom(ensasi telah ter#adi 9hal ini dilakukan dengan melihat nilai selain gangguan (rimer, #ika nilai bergerak $ang sama dengan nilai (rimer, kom(ensasi sedang ber#alan%

0% 4uat (ena'siran taha( akhir 9gangguan asam basa sederhana, gangguan asam basa am(uran%

6rose!ur 6enam9ilan >as arah Arteri :

2% 2lat

- S(uit gelas atau (lastik 5 atau ! ml

(30)

- 1arum nomor "" atau "5 - Penutu( udara dari karet - &a(as alohol

- adah berisi es 9baskom atau kantung (lastik - 4eri label untuk menulis status klinis (asien  4% Tekhnik 

! 2rteri radialis umumn$a di(akai meski(un brakhialis #uga da(at digunakan

" 4ila menggunakan (endekatan arteri radialis lakukan tes 2llenUs% Seara terus menerus  bendung arteri radialis dan ulnaris% Tangan akan (utih kemudian (uat% e(askan aliran arteri ulnaris% Tes allenUs (ositi' bila tangan kembali men#adi berwarna merah muda% 6ni me$akinkan aliran arteri bila aliran arteri radialis tidal (aten%

3 Pergelangan tangan dihi(erekstensikan dan tangan dirotasi keluar%

a% Penting sekali untuk melakukan hi(erekstensi (ergelangan tangan% 4iasan$a menggunakan gulungan handuk untuk melakukan ini

 b% ntuk (ungsi arteri brakialis, siku dihi(erekstensikan setelah meletakkan handuk di bawah siku

! ! ml he(arin dias(irasi kedalam s(uit, sehingga dasar s(uit basah dengan he(arin, dan kemudian kelebihan he(arin dibuang melalui #arum, dilakukan (erlahan sehingga (angkal  #arum (enuh dengan he(arin dan tak ada gelembung udara

" 2rteri brakialis atau radialis dilokalisasi dengan (al(asi dengan #ari tengah dan #ari telun#uk, dan titik maksimum den$ut ditemukan% 4ersihkan tem(at tersebut dengan ka(as alohol

3 1arum dimasukkan dengan (erlahan kedalam area $ang mem(un$ai (ulsasi (enuh% 6ni akan (aling mudah dengan memasukkan #arum dan s(uit kurang lebih 05-; dera#at terhada( kulit

0 Seringkali #arum masuk menembus (embuluh arteri dan han$a dengan #arum ditarik   (erlahan darah akan masuk ke s(uit

5 6ndikasi satu-satun$a bahwa darah tersebut darah arteri adalah adan$a (emom(aan darah kedalam s(uit dengan kekuatann$a sendiri

(31)

4ila kita harus mengas(irasi darah dengan menarik (lunger s(uit ini kadang-kadang di(erlukan  (ada s(uit (lastik $ang terlalu keras sehingga tak mungkin darah tersebut (ositi' dari arteri% .asil

gas darah tidak memungkinkan kita untuk menentukan a(akah darah dari arteri atau dari Aena

! Setelah darah 5 ml diambil, #arum dile(askan dan (etugas $ang lain menekan area $ang

di (ungsi selama sedikitn$a 5 menit 9! menit untuk (asien $ang menda(at antikoagulan

" elembung udara harus dibuang keluar s(uit% e(askan #arum dan tem(atkan (enutu(

udara (ada s(uit% Putar s(uit diantara tela(ak tangan untuk menam(urkan he(arin

3 S(uit diberi label dan segera tem(atkan dalam es atau air es, kemudian dibawa kelaboratorium

Faktor yan mem%enaruhi %emeriksaan A> :

elembung udara

Tekanan oksigen udara adalah !5* mm.g% 1ika terda(at udara dalam sam(el darah maka ia enderung men$amakan tekanan sehingga bila tekanan oksigen sam(el darah kurang dari !5* mm.g, maka hasiln$a akan meningkat%

  2ntikoagulan

2ntikoagulan da(at mendilusi konsentrasi gas darah dalam tabung% Pemberian he(arin $ang berlebihan akan menurunkan tekanan C7", sedangkan (. tidak ter(engaruh karena e'ek (enurunan C7" terhada( (. dihambat oleh keasaman he(arin%

  Metabolisme

Sam(el darah masih meru(akan #aringan $ang hidu(% Sebagai #aringan hidu(, ia membutuhkan oksigen dan menghasilkan C7"% 7leh karena itu, sebaikn$a sam(el di(eriksa dalam " menit setelah (engambilan% 1ika sam(el tidak langsung di(eriksa, da(at disim(an dalam kamar (endingin bebera(a #am%

  Suhu

2da hubungan langsung antara suhu dan tekanan $ang men$ebabkan tinggin$a P7" dan PC7"% Nilai (. akan mengikuti (erubahan PC7"%

*ilai normal analisa as !arah

(32)

PC7" : 35-05 mm.g

P7" : *-! mm.g

.C73 : ""-" mE+

TC7" : "3-"B mmol+

4E :  Q " mE+ saturasi 7" : ;5 J atau lebih

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :