• Tidak ada hasil yang ditemukan

Rinore - Boyolali kbdsm

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Rinore - Boyolali kbdsm"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

Tugas THT - Boyolali Tugas THT - Boyolali

RINORE

RINORE

Disusun Oleh : Disusun Oleh : Kat

Katariarina na B DB Dindinda Sa SMM G99G99!!"#$"#$

%e&'i&'ing : %e&'i&'ing : dr( )nton *hristianto+ M(,es+

dr( )nton *hristianto+ M(,es+ S(THT-K.S(THT-K.

KE%)NITER))N K.INIK I.M/ %EN0)KIT THT KE%)NITER))N K.INIK I.M/ %EN0)KIT THT 1)K/.T)S KEDOKTER)N /NS2RS/D %)ND)N)R)NG 1)K/.T)S KEDOKTER)N /NS2RS/D %)ND)N)R)NG

BO0O.).I BO0O.).I

(2)

3"!

In4entarisasi Keluhan /ta&a dala& Bidang THT-K.

a( Keluhan uta&a 'idang telinga

-

Gangguan pendengaran/ pekak (tuli)

-

Suara berdenging/ berdengung (tinnitus)

-

Rasa pusing berputar (vertigo)

-

Rasa nyeri dalam telinga (otalgia)

-

Keluar cairan dari telinga (otorea)

-

Telinga gatal (itching )

-

Benda asing dalam telinga (corpus alienum)

'( Keluhan uta&a 'idang hidung

-

Sumbatan hidung

-

Secret di hidung/pilek (rhinorea)

-

Bersin-bersin

-

Rasa nyeri di daerah muka dan kepala

-

erdarahan dari hidung/ mimisan (epistaksis)

-

Gangguan penghidu (anosmia/hiposmia)

-

Benda asing dalam hidung

5( Keluhan uta&a 'idang tenggoro, 

-

Batuk 

-

Sakit tenggorok 

-

Sakit menelan (odynophagia)

(3)

-

Sulit menelan (dysphagia)

-

Suara sengau (rhinolalia)

-

Suara serak (hoarsness)

-

Benda asing di tenggorok 

-

"mandel (tonsil)

-

Bau mulut (halitosis)

-

Tenggorok kering

-

Tenggorok berlendir 

d( Keluhan uta&a 'idang ,eala

-

sakit kepala (cephalgia)

-

 pusing berputar (vertigo)

-

sakit kepala sebelah (migrain)

e( Keluhan uta&a 'idang leher

-

Ben#olan di leher 

RINORE

I( De6inisi

Rinore berasal dari bahasa yunani $rhinos% yaitu hidung dan $-rrhea% yang  berarti cairan& Rinore atau hidung berair secara umum dapat diartikan sebagai keluarnya cairan dari hidung yang salah satunya disebabkan oleh adanya suatu  proses in'lamasi atau iritasi& airan yang keluar dapat bearna #ernih* hi#au

ataupun coklat&+

II( Me,anis&e Rinore

,ekanisme ter#adinya pilek atau rinore adalah sebagai berikut

(4)

+) "llergen yang masuk tubuh melalui saluran perna'asan* kulit* saluran  pencernaan dan lain-lain akan ditangkap oleh makro'ag yang beker#a sebagai

antigen presenting cells (")&

!) Setelah alergen diproses dalam sel "* kemudian oleh sel tersebut* alergen dipresentasikan ke sel Th& Sel " melalui penglepasan interleukin  (-+) mengakti'kan sel Th& ,elalui penglepasan nterleukin ! (-!) oleh sel Th yang diakti'kan* kepada sel B diberikan signal untuk berproli'erasi men#adi sel plasma dan membentuk g0&

.) g0 yang terbentuk akan segera diikat oleh mastosit yang ada dalam #aringan dan baso'il yang ada dalam sirkulasi& 1al ini dimungkinkan oleh karena kedua sel tersebut pada permukaannya memiliki reseptor untuk g0& Sel eosino'il* makro'ag dan trombosit #uga memiliki reseptor untuk g0 tetapi dengan a'initas yang lemah&

2) Bila orang yang sudah rentan itu terpapar kedua kali atau lebih dengan alergen yang sama* alergen yang masuk tubuh akan diikat oleh g0 yang sudah ada pada permukaan masto'it dan baso'il& katan tersebut akan menimbulkan in'luk a33 ke dalam sel dan ter#adi perubahan dalam sel yang menurunkan kadar c",&

4) Kadar c", yang menurun itu akan menimbulkan degranulasi sel& 5alam  proses degranulasi sel ini yang pertama kali dikeluarkan adalah mediator yang sudah terkandung dalam granul-granul (pre'ormed) di dalam sitoplasma yang mempunyai si'at biologik* yaitu histamin* 0osinophil hemotactic 6actor-" (06-")* 7eutrophil hemotactic 6actor (76)* trypase dan kinin& 0'ek yang segera terlihat oleh mediator tersebut ialah obstruksi oleh histamin& 8) 1istamin menyebabkan 9asodilatasi* penurunan tekanan kapiler :

 permeabilitas* sekresi mucus

;) Sekresi mukus yang berlebih itulah yang menghasilkan pilek atau rinore III( Etiologi dan %enatala,sanaan Rinore Mu,oid

( Mu,oid

Rinitis 7aso&otor

Rinitis vasomotor merupakan istilah yang digunakan untuk gangguan pada mukosa hidung yang ditandai dengan adanya edema yang persisten dan hipersekresi kelen#ar pada mukosa hidung apabila terpapar oleh beberapa

(5)

rangsangan seperti perubahan kelembapan dan suhu atau iritasi di alam yang tidak spesi'ik& 1al ini dapat ter#adi akibat ketidakseimbangan vasomotor dan #uga  pengaruh 'aktor endokrin&!*.

ada umumnya pasien dengan rinitis vasomotor mengeluhkan ge#ala yang dominan seperti hidung tersumbat* bergantian kiri dan kanan* tergantung dengan  posisi pasien& Selain itu #uga terdapat rinore yang mukoid atau serosa&2 Ge#ala ini akan dicetus dan diperparah oleh pengaruh angi-angian (seperti par'um* asap rokok* bau cat* tinta)* alkohol* makanan pedas* emosi dan 'aktor lingkungan seperti suhu* perubahan tekanan barometrik dan cahaya terang&.*4

Etiologi

enyebab pasti ter#adinya rinitis vasomotor masih belum diketahui&! ,ayoritas ;4-<=> dari 'aktor individual&8 0tiologi rinitis vasomotor diduga akibat adanya gangguan keseimbangan sistem sara' otonom yaitu bertambahnya aktivitas  parasimpatis dimana ter#adi gangguan vasomotor atau gangguan 'isiologik lapisan

mukosa hidung yang dipicu oleh ?at-?at tertentu&!*2

6aktor presiposisi ter#adinya rinitis vasomotor yaitu 8*; a& 1erediter  

 b& n'eksi yaitu riayat in'eksi bakteri dan virus sebelumnya c& sikologi dan emosional

d& @bat-obatan yang menginduksi ge#ala dari rinitis seperti aspirin dan obat nonsteroidal anti-inflammatory (7S"5)* reserpin* hidrala?in* guanetidin* pentolamin* metildopa* penghambat angiotensin-converting enzyme  ("0)*  β-blocker * antagonis α-adrenoceptor * klorproma?in* kontrasepsi oral* nasal dekongestan topikal dan agen psikotropik&8

e& engaruh endokrin* rinitis vasomotor ter#adi saat usia muda* pubertas* selama menstruasi* kehamilan serta rangsangan seksual&

6aktor pesipitasi dari rinitis vasomotor yaitu8*;

(6)

a& Keadaan cuaca* perubahan kelembapan dam suhu  b& "sap* asap rokok* debu* angi-angian dan alkohol

%enatala,sanaan

enatalaksanaan pada rinitis vasomotor sangat bervariasi* tergantung pada 'aktor penyebab dan ge#ala yang menon#ol&2 ,enghindari 'aktor presipitasi yang diketahui merupakan langkah aal yang tepat dalam pencegahan ter#adinya vasomotor rinitis& emberian antihistamin topikal pada pasien yang menu#ukkan ge#ala seperti rinore dengan bersin* post nasal drip dan hidung tersumbat&. ada  pasien yang mengeluhkan rinore semata* pemberian antikolinergik topikal dapat

men#adi langkah aal&<

emberian kortikosteroid topikal dapat diberikan pada pasien yang mengeluhkan hidung tersumbat dan mengalami obstruksi& Saat ini terdapat kortikosteroid topikal baru dalam larutan aAua seperti 'lutikason propionate dan mometason 'uroat dengan pemakaian cukup satu kali sehari dengan dosis !== mcg&2 Selain itu dikenal #uga operasi bedah beku* elektrokauter* diatermi submukosal* laser-turbinectomy* krioterapi dan turbinektomi pembedahan sebagai  penatalaksanaan rinitis vasomotor yang bersi'at invasi'&2 ilihan terapi ini tidak

memberikan +==> e'ek perubahan untuk semua ge#ala&

"dapun algoritme pendekatan yang disarankan dalam melakukan tatalaksana dari rinitis vasomotor di#elaskan pada gambar +&

(7)

Gambar +& "lgoritme untuk penatalaksanaan 'armakologik dari rinitis vasomotor . 3( Mu,ourulen

a( Rinosinusitis

Rinosinusitis dide'inisikan sebagai in'lamasi mukosa sinus paranasal&+= Rinosinusitis yang ter#adi pada orang deasa diartikan sebagai in'lamasi dari hidung dan sinus paranasal yang ditandai dengan dua atau lebih ge#ala* satu diantaranya harus ada penyumbatan pada hidung/obstruksi/kongesti atau disca# nasal (anterior/posterior/post nasal drip) ditambah dengan ada atau tidak nyeri tekan pada muka& ada deasa dapat ditandai dengan ada atau tidaknya gangguan  penciuman* namun pada anak-anak ditandai dengan ada atau tidaknya batuk&++ ada saat ini* nomenklatur untuk panggilan $sinusitis% telah berubah men#adi $rinosinusitis%& 1al ini didasarkan pada kedekatan secara anatomi dan 'akta  baha pato'isiologi in'lamasi yang ter#adi biasanya memberikan pengaruh pada

kedua sinus dan #alan masuk rongga hidung&+!

(8)

Etiologi a& n'eksi

n'eksi yang tersering pada rongga hidung adalah in'eksi virus* kemudian diikuti oleh in'eksi bakteri yang sekunder& 9irus sangat mudah menempel pada mukosa hidung yang menganggu sistem mukosiliar rongga hidung dan virus melakukan penetrasi ke selaput lendir dan masuk ke sel tubuh dan mengin'eksi secara cepat& "kibat dari in'eksi virus dapat ter#adi edema dan hilangnya 'ungsi silia yang normal* maka akan ter#adi suatu lingkungan ideal untuk perkembangan bakteri& Bakteri aerob yang paling sering ditemukan* antara lain Staphylococcus aureus, Streptococcus viridians, Haemophilis influenze,  Neisseria flavus, Staphylococcus epidermidis& Bakteri anaerob termasuk

orynebacterium* eptostreptococcus dan 9ellonela&+.  b& "lergi

"lergi #uga dapat merupakan salah satu 'aktor predisposisi ter#adinya rinosinusitis karena alergi dapat menyebabkan mukosa udem dan hipersekresi& ,ukosa sinus yang udem dapat menyumbat muara sinus dan menganggu drainase sehingga menyebabkan timbulnya in'eksi* selan#utnya dapat menghancurkan epitel permukaan dan siklus seterusnya berulang yang mengarah pada rinosinusitis kronis&+.

%enatala,sanaan

enatalaksanaan dilakukan tergantung penyebabnya& ada rinosinusitis viral dapat dilakukan dengan menghilangkan ge#ala dari hidung tersumbat dan rinore yang diderita* sedangkan untuk rinosinusitis yang disebabkan oleh in'eksi bakteri dapat dilakukan penatalaksanaan dengan pemberian antibiotik untuk mngeradikasi in'eksi* mencegah komplikasi dan mencegah penyakit agar tidak men#adi kronis&

"dapun algoritme pendekatan yang disarankan dalam melakukan tatalaksana dari rinosinusitis dapat di#elaskan pada gambar !&

(9)

Gambar !& "lgoritme pendekatan dalam tatalaksana rinosinusitis akut++ ,enurut The uropean !osition !aper on "hinosinusitis and Nasal  !olyps (0@S) !=+! merekomendasikan pemberian antibiotik harus diberikan  pada pasien dengan ge#ala yang berat seperti disca# yang bearna* nyeri local (9"S C;)* demam (C.<=)* peningkatan la#u endap darah (D05) atau #-reactive  protein (R) serta ge#ala yang timbul lebih berat dari ge#ala sebelumnya&++ "dapun pengobatan antibiotik seperti golongan cephalosporin (ce'podoEime* ce'uroEime* ce'dinir* ce'triaEone) dan amoEicillin/clavulanate potassium dapat direkomendasikan sebagai pengobatan inisial&+. asien dilakukan peru#ukan #ika ditemukan beberapa kondisi sebagai berikut periorbital edema*eritema*  globe dysplaced * penglihatan ganda* o'talmoplegia* pengurangan lapangan penglihatan* nyeri kepala yang hebat unilateral atau bilateral* bengkak pada bagian 'rontal* tanda-tanda meningitis dan tanda-tanda neurologis lainnya&++

'( Korus )lienu& Etiologi

(10)

Benda asing adalah benda yang berasal dari luar (eksogen) atau dalam (endogen) tubuh yang dalam keadaan normal tidak ada pada tubuh& Benda asing dapat masuk melalui hidung atau mulut& Benda asing eksogen terdiri dari benda  padat* cair atau gas& Benda asing endogen dapat berupa sekret kental* darah*  bekuan darah* nanah* krusta* membrane di'teri atau cairan amnion&+2

embagian lain #uga membagi benda asing men#adi benda asing hidup dan  benda asing mati& Benda asing hidup yang pernah ditemukan yaitu larva lalat* lintah dan cacing sedangkan benda asing mati yang tersering yaitu manik-manik*  baterai logam dan kancing ba#u&+2

6aktor yang mempermudah ter#adinya aspirasi benda asing kedalam saluran na'as antara lain 'aktor personal (umur* #enis kelamin* peker#aan* kondisi sosial* tempat tinggal)* kegagalan mekanisme proteksi yang normal* 'aktor 'isik* 'aktor dental* 'aktor medikal dan surgikal* 'aktor ke#iaan* ukuran dan bentuk  benda asing serta 'aktor kecerobohan& Benda asing dapat masuk melalui hidung

dan dapat tersangkut di hidung* naso'aring* laring* trakea dan bronkus& +2 %enatala,sanaan

Secara prinsip benda asing yang berada pada saluran na'as diatasi dengan  pengangkatan segera secara endoskopik dalam kondisi yang paling aman dan dengan trauma yang minimum& Benda asing yang berada dalam hidung dapat dilakukan pengangkatan dengan menggunakan pengait (haak) yang dimasukkan kedalam bagian hidung bagian atas* menyusuri atap kavum nasi sampai menyentuh naso'aring&Setelah itu pengait diturunkan sedikit dan ditarik kedepan& 5engan cara ini benda asing itu akan terbaa keluar& ara lain yang dapat digunakan dengan alat cunam 7ortman atau $ire loop&+2

5( Rinitis )tro6i 8Oaena

(11)

Rinitis atro'i dide'inisikan sebagai penyakit in'eksi pada hidung yang kronik& enyakit ini ditandai dengan adanya atro'i progresi' pada mukosa dan tulang konka serta terdapat adanya pembentukan krusta& Secara klinis* mukosa hidung menghasilkan sekret yang kental dan cepat mongering* sehingga terbentuk krusta yang berbau busuk&+4

Etiologi

enyebab rinitis atro'i belum dapat diketahui sampai sekarang& "dapun  beberapa keadaan yang men#adi 'aktor predisposisi yang dianggap berhubungan

dengan ter#adinya rinitis atro'i yaitu +4

- n'eksi setempat atau kronik spesi'ik& aling banyak disebabkan oleh  %lebsiella ozaena& Kuman spesi'ik lainnya antara lain Sta'ilokokkus*

Streptokokus* seudomonas dan Kokobasil& - 5e'isiensi 6e dan vitamin "

- n'eksi sekunder seperti sinusitis kronis - Kelainan hormon

- enyakit kolagen termasuk penyakit autoimun %enatala,sanaan

enatalaksanaan rinitis atro'i lebih ditu#ukan dalam mengatasi etiologi dan menghilangkan ge#ala& engobatan rinitis atro'i bersi'at konservati' yaitu diberikan antibiotik bersprektrum luas yang sesuai dengan u#i resistensi kuman yang dikultur& emberian antibiotik dian#urkan harus adekuat dan lama pemberian  bervariasi tergantung dari hilangnya tanda klinis berupa sekret yang kehi#auan&+4

Selain itu untuk membantu dalam menghilangkan bau busuk yang dihasilkan dari proses in'eksinya* dapat diberikan obat cuci hidung yang sering diberikan yaitu larutan garam hipertonik& Darutan ini dimasukkan kedalam rongga hidungdan dikeluarkan lagi dengan menghembuskan sekuat-kuatnya atau yang masuk ke naso'aring dikeluarkan melalui mulut& encucian ini dilakukan dua kali dalam sehari&

Fika dengan menggunakan pengobatan konservati' tidak memberikan  perbaikan* maka dilan#utkan dengan melakukan pengobatan operati'& Teknik operasi yang akan dilakukan dengan menutup lubang hidung atau penyempitan

(12)

lubang hidung dengan implantasi atau dengan #abir osteoperiosteal& Tindakan ini diharapkan dapat mengurangi turbulensi udara dan pengeringan sekret serta in'lamasi dari mukosa #uga berkurang&+4

"khir-akhir ini dilakukan bedah endoskopik 'ungsional (BS06) untuk mengatasi rinitis atro'i& 5ilakukannya pengangkatan sekat-sekat tulang yang mengalami osteomyelitis dengan harapan in'eksi tereradikasi* 'ungsi ventilasi dan drainase sinus kembali men#adi normal&+4

d( Rinitis Hiertro6i Etiologi

Rinitis hipertro'i ter#adi dikarenakan adanya proses in'lamasi yang disebabkan oleh in'eksi berulang dalam hidung dan sinus* kelan#utan dari rinitis alergi dan rinitis vasomotor serta akibat paparan bahan iritan kimiai dan udara kotor&+4

%enatala,sanaan

ada penatalaksanaan rinitis hipertro'i ditu#ukan untuk mengatasi 'aktor-'aktor yang menyebabkan ter#adinya rinitis hipertro'i& Terapi simtomatis hanya dapat meredakan sumbatan hidung akibat ter#adinya hipertro'i konka* antara lain dapat menggunakan nitras argenti atau dengan kauter listrik & Bila tidak ada  perbaikan dapat dilakukan dengan luksasi konka* 'rakturisasi konka multipel*

konkoplasti ataupun konkotomi parsial&+4

e( Rinitis Tu'er,ulosa Etiologi

Rinitis tuberkulosa merupakan ke#adian in'eksi tuberkulosa ekstra  pulmoner& enyakit ini meningkat seiring dengan meningkatnya kasus tuberculosis& enyakit yang disebabkan oleh  &ycobacterium tuberculosis  ini  berbentuk noduler atau ulkus pada hidung dan dapat mengenai tulang raan

septum bahkan dapat menyebabkan per'orasi septum&+4

%enatala,sanaan

(13)

enatalaksanaan rinitis tuberkulosa seiiring dengan etiologinya yaitu melakukan pengobatan antituberkulosis dan diberikan obat cuci hidung untuk menghilangkan sekret dan bau yang berada pada hidung&+4

6( Rinitis ;a&ur Etiologi

Rinitis akibat #amur dapat ter#adi bersama dengan sinusitis dan bersi'at invasive atau non invasi'& Rinitis #amur non invasi' dapat menyerupai rinolith dengan in'lamasi mukosa yang lebih berat* sedangkan rinitis #amur tipe invasive ditandai dengan ditemukannya hi'a #amur pada lamina propria& "dapun #amur  penyebab rinitis #amur yaitu "spergillus* andida* 1istoplasma* 6ussarium dan

,ucor&

"spergilosis merupakan in'eksi #amur paling sering yang menyebabkan rinitis kronik spesi'ik dengan koloni #amur yang terdapat dalam sinus paranasal&+4

%enatala,sanaan

enatalaksanaan rinitis #amur non invasi' dapat dilakukan dengan mengangkat bola #amur ( fungus ball )& emberian obat anti #amur untuk non invasi' tidak begitu diperlukan* sedangkan untuk pengobatan rinitis #amur invasi' dapat diberikan anti #amur oral dan topikal yang bertu#uan untuk mengeradikasi agen penyebabnya& @bat cuci hidung dapat diberikan untuk pembersihan hidung dari krusta-krusta yang lengket& Khusus untuk rinitis #amur invasi' perlu dilakukannya tindakan debridement sebelumnya untuk mengangkat seluruh  #aringan yang nekrotik dan tidak sehat sehingga tidak akan ter#adi proses

destruksi tulang yang lebih lan#ut&+4

+. 5E rhinitis alergi 5E polip hidung

mE  penun#ang hitung eosino'il* g0 total* g0 spesi'ik* skin  prick test 5E rhinitis vasomotor  Terapi  avoidance* congestan oral* kortikosteroid topical& Rhinorea Fernih seperti air 6 mukosa edema*basah*berar 

na pucat atau livid* secret encer banyak 

mE penun#ang hitung eosino'il* g0

total* g0 spesi'ik* skin prick test

Terapi "voidance "nti histamine 5encongest an Kortikoster  oid @perati'  pemotonga mE penun#ang nasoendoskopi* 'oto polos sinus  paranasal* T scan Bercampur darah  7eoplasma ,ukus / ,ukopurulen/ urulen 6 tampak massa berarna  pucat dan mudah digerakkan Terapi  Kortikosteroid* @perati'  polipektomi 6edema mukosa* konka merah gelap*  permukaan licin atau  berben#ol 6 pus di meatus medius atau meatus in'erior  mE  penun#ang 'oto polos sinus  paranasal* T-Scan 5E sinusitis* Rhinitis in'eksi Terapi antibiotik* dekongestan oral/topical* analgesic*mukolitik* kortikosteroid oral/ topical @perati' D* 60SS

(14)

%e&eri,saan 1isi, Hidung

a( )lat dan 'ahan )lat:

-

Dampu kepala* harga Rp 24&===*==

-

spekulum hidung* harga Rp ;4&===*==

-

kaca laring* harga Rp +&===*==

-

 pinset bayonet* harga Rp +<&===*==

-

alat pengait benda asing hidung* harga Rp +!&===*==

-

spatula lidah* harga Rp &===*==

O'at-o'atan:

-

adrenalin +/+=&===

-

 pantokain !> atau Eilokain 2>

-

salep antibiotika atau vaselin dan kapas

-

"lkohol ;=>

.ain lain:

-

Tampon

-

Kapas

-

Dampu spiritus/ korek api

'( Te,ni, e&eri,saan 6isi, hidung

(15)

emeriksa dan pasien masing-masing duduk berhadapan dengan sedikit menyerong* kedua lutut pemeriksa dirapatkan dan ditempatkan berdampingan dengan kaki pasien& Bila diperlukan posisi-posisi tertentu pasien dapat diarahkan ke kiri atau kanan& Kepala pasien di'iksasi dengan bantuan seorang  peraat& ada anak kecil yang belum koperati' selain diperlukan 'iksasi keepala* sebaiknya anak dipangku oleh orang tuanya pada saat dilakukan  pemeriksaan& Kedua tangan dipeluk oleh orang tua sementara itu* kaki anak

di'iksasi diantara kedua paha orang tua& emeriksaan hidung terdiri dari 

 %e&eri,saan luar a) nspeksi

emeriksaan hidung diaali dengan melakukan inspeksi hidung bagian luar dan daerah sekitarnya

 b) alpasi

alpasi dilakukan dengan penekanan #ari-#ari telun#uk mulai dari pangkal hidung sampai apeks

3 %e&eri,saan rongga hidung a) Rhinoskopi anterior 

asien duduk menghadap pemeriksa& Spekulum hidung dipegang dengan tangan kiri (right handed)* arah hori?ontal* dengan #ari telun#uk ditempelkan pada dorsum nasi& Tangan kanan untuk mengatur posisi kepala& Spekulum dimasukkan ke dalam rongga hidung dalam posisi tertutup* dan dikeluarkan dalam posisi terbuka&

' Rhinos,oi osterior

Hntuk pemeriksaan ini dipakai kaca tenggorok no&!-2& Kaca ini dipanaskan dulu dengan lampu spritus atau dengan merendamkannya di air panas supaya kaca tidak men#adi kabur oleh na'as pasien& Sebelum dipakai harus diu#i dulu pada punggung tangan pemeriksa apakah tidak terlalu panas& Didah pasien ditekan dengan spatula lidah* pasien berna'as melalui mulut kemudian kaca tenggorok dimasukkan ke belakang uvula dengan arah kaca ke atas& Setelah itu pasien diminta berna'as melalui hidung& erlu diperhatikan kaca tidak boleh menyentuh dinding posterior 'aring supaya pasien tidak terangsang untuk muntah& Sinar lampu kepala diarahkan ke kaca tenggorok 

5( 0ang dinilai dala& e&eri,saan 6isi, hidung +) Inse,si

-

Simetrisitas lobang hidung kanan dan kiri

(16)

-

"pakah hidungnya lurus

-

"pakah ada deviasi septum nasi* apakah deviasinya melibatkanbagian atas*

yang terdiri dari tulang* atau bagian baah* yang terdiridari tulang raan

-

ada tidaknya kelainan bentuk hidung atau anomali kongenital

-

tanda-tanda in'eksi dan pembengkakan

-

tanda I tanda trauma

-

adanya sekret yang keluar dari rongga hidung&

!) %alasi: untuk mengetahui ada tidaknya nyeri* massa tumor atau tanda-tanda krepitasi

.) Rhinos,oi anterior: Rongga hidung* luasnya lapang/sempit (dikatakan lapang kalau dapat dilihat pergerakan palatum mole bila pasien disuruh menelan) * adanya sekret* lokasi serta asal sekret tersebut& Konka in'erior* konka media dan konka superior arnanya merah muda (normal)* pucat atau hiperemis& Besarnya* eutro'i* atro'i* edema atau hipertro'i& Septum nasi cukup lurus* deviasi* krista dan spina&

# Rhinos,oi osterior:

-

septum nasi bagian belakang

-

 nares posterior (koana)

-

 sekret di dinding belakang 'aring (post nasal drip)

-

 dengan memutar kaca tenggorok lebih ke lateral maka tampak konka superior*

konka media dan konka in'erior&

-

 dilihat nasopharing* perhatikan muara tuba* torus tubarius dan 'ossa rossen

muller&

d( Hasil e&eri,saan 6isi, hidung

-

%oli hidung: hidung tampak mekar* pada rhinoskopi anterior dapat terlihat

massa berarna pucat dan mudah digerakkan&

(17)

-

Rhinitis alergi: mukosa edem* basah* livid* konka hipertro'i* secret cair

 banyak 

-

Rhinitis 4aso&otor: edema mukosa hidung* konka merah gelap* permukaan

licin atau berben#olben#ol

-

Rhinitis atro6i: rongga hidung sangat lapang* atro'i konka

-

Rhinitis &edi,a&entosa: hipertro'i konka dengan secret hidung berlebih*

edema tidak berkurang dengan tampon adrenalin&

e( Menulis hasil e&eri,saan 6isi, hidung dala& status

D)1T)R %/ST)K)

(18)

+& Kamus Kedokteran 5orland&0G&edisi ke .+& !=+=++

!& "dam* Boies* 1igler& Rinitis vasomotorik& 5alam Boies Buku "#ar enyakit T1T& 0disi 8&Fakarta 0G& +;!+<-+

.& atricia * heeler ,5* Stephen 6& 9asomotor rhinitis& Kentucky  "merican "cademy o' 6amily hysicians ublishing& !==4&

2& raati 7* oerbonegoro 7D* Kasakeyan 0& Rinitis vasomotor& 5alam  Buku "#ar lmu Kesehatan Telinga 1idung Tenggorok Kepala dan Deher& 0ditor Soepardi 0"* skandar 7* Bashiruddin F* Restuti R5& 0disi ke 8& FakartaBalai enerbit 6K H& !==;+.4-.;

4& 5ruce 1,& "llergic and nonallergic rhinitis& 5alam  ,iddleton 0 #r* 0llis 06* Junginger F* Reed 0* "dkinson 76* Busse *edisi "llergy principles and  practices&0disi ke 4& St&Douis,osby&+<+==4-+8

8& Garay G& ,echanism o' vasomotor rhinitis&6ranceFournal o' "llergy&!==22-+= ;& 5onton 5* Blau F7& 9asomotor rhinitis in a synopsis o' otolaryngology& 0disi

ke2& Bristolright&+<4!.=-.+&

<& 5olovich F* Kennedy D* 9ickerson 6* Ka?im 6& ontrol o' the hypersecretion o' vasomotor rhinitis by topical ipratropium bromide& F "llergy lin mmunol&+<;!;2-<&

& 0llen "* Faatun* laude D& Radio-ave therapy o' in'erior turbinates 'or treatment o' intractable vasomotor rhinitis-a clinical study o' the sub#ective long term outcome& linical ,edicine and 5iagnostics& 7oray&!=+!+-4&

+=& 0ndang ,*5ama#anti S& Sinusitis& 5alam  Buku "#ar lmu Kesehatan Telinga 1idung Tenggorok Kepala dan Deher& 0ditor Soepardi 0"* skandar 7* Bashiruddin F* Restuti R5& 0disi ke 8& FakartaBalai enerbit 6K H& !==; +4=-2 ++& 6okkens F* Dund 9F* ,ullol* Bachert * "lobid * Baroody 6* et al& 0uropean

aper on Rhinosinusitis and 7asal olyps !=+!& Rhinol Suppl&!=+! ,ar(!.)+-!<&

+!& aul * otter ,5* Ruby & ndication* e''icacy and sa'ety o' intranasal corticosteroids in rhinosinusitis& "@ Fournal&Tokyo&!=+!+2-+;&

+.& 5eey * Sched ,5* Robert ,& "cute bacterial rhinosinusitis in adults part &treatment& "merican "cademy 6amily hysician&@klahoma&!==2+;++-+!& +2& Funi?a' ,1& Benda asing di saluran na'as& 5alam  Buku "#ar lmu Kesehatan

Telinga 1idung Tenggorok Kepala dan Deher& 0ditor Soepardi 0"* skandar 7* Bashiruddin F* Restuti R5& 0disi ke 8& FakartaBalai enerbit 6K H& !==; !4-!84

(19)

+4& ardani RS* ,angunkusumo 0& Rinorea* in'eksi hidung dan sinus& 5alam  Buku "#ar lmu Kesehatan Telinga 1idung Tenggorok Kepala dan Deher& 0ditor Soepardi 0"* skandar 7* Bashiruddin F* Restuti R5& 0disi ke 8& FakartaBalai enerbit 6K H& !==;+.-+2.&

Referensi

Dokumen terkait

Menurut ut teori $ernstein teori $ernstein, , in&#34;lam in&#34;lamasi asi pertam pertama a ter!adi di ter!adi di muko mukosa sa dindi dinding lateral ng lateral hidu hidung

Dilakukan pemeriksaan tomografi komputer sinus paranasal (Gambar 2) dengan hasil tampak penebalan pada mukosa sinus maksilaris bilateral, etmoid anterior bilateral,

Sinusitis kronis adalah suatu inflamasi mukosa hidung dan sinus paranasal yang dapat ditegakkan berdasarkan riwayat gejala yang diderita sudah lebih dari 12 minggu, dan sesuai

Squamous cell carcinoma (ICD-O 8070/3) merupakan tumor ganas epitel yang berasal dari epitel mukosa rongga hidung atau sinus paranasal yang terbagi. atas tipe keratin dan

Paranasal dengan Gejala Klinis Rinosinusitis Kronis Berdasarkan Gambaran CT Scanning Sinus Paranasal dan Temuan Durante Bedah Sinus Endoskopi Fungsional’, dalam Tesis Bagian

Hasil: DidapatkanT6 pasien rinosinusitis tronis yang dilakukan pemeriksaan tomografi komputer sinus paranasal untuk persiapan- opirasi bedah sinus endoskopi , terdiri

Refleks faringobronkial dapat mencetuskan terjadinya hiperesponsivitas jalan napas pada rinosinusitis melalui jalur neuroanatomik yang terhubung antara sinus paranasal

Rinosinusitis didefinisikan sebagai inflamasi hidung dan sinus paranasal yang ditandai dengan adanya dua atau lebih gejala, salah satunya harus termasuk