• Tidak ada hasil yang ditemukan

Media & Teknologi Pembelajaran

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Media & Teknologi Pembelajaran"

Copied!
262
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Dr. Muhammad Yaumi, M.Hum., M.A.
  • Pengajar:
    • Sitti Fatimah Sangkala Sirate, SP., S.Pd., M.Pd.
  • Sekolah: UIN Alauddin Makassar
  • Mata Pelajaran: Teknologi Pembelajaran
  • Topik: Media & Teknologi Pembelajaran
  • Tipe: buku
  • Tahun: 2018
  • Kota: Makassar

I. MEDIA PEMBELAJARAN: PENGERTIAN, KARAKTERISTIK, DAN URGENSINYA

Bab ini membahas tentang media pembelajaran, termasuk pengertian, karakteristik, dan urgensinya dalam konteks pendidikan. Media pembelajaran didefinisikan sebagai semua bentuk peralatan fisik yang dirancang untuk menyampaikan informasi dan membangun interaksi antara pendidik dan peserta didik. Karakteristik media meliputi kemampuan untuk memfasilitasi komunikasi dan meningkatkan efektivitas pembelajaran. Poin penting yang diangkat adalah bagaimana media dapat meningkatkan mutu pembelajaran, memenuhi tuntutan paradigma baru pendidikan, serta kebutuhan pasar yang semakin kompetitif.

1.1. Fenomena Aktual

Fenomena aktual menunjukkan bahwa pemahaman tentang media pembelajaran sering kali beragam dan terkadang membingungkan. Banyak ilmuwan menganggap media sebagai bagian dari teknologi pembelajaran, padahal keduanya memiliki cakupan yang berbeda. Media pembelajaran seharusnya dipandang sebagai alat yang mendukung proses belajar, bukan sebagai pengganti metode pengajaran tradisional.

1.2. Konsep Media Pembelajaran

Media pembelajaran diartikan sebagai saluran yang menghubungkan informasi antara sumber dan penerima. Media ini dapat berupa alat komunikasi yang berfungsi untuk menyampaikan pesan pembelajaran. Berbagai definisi media menunjukkan kompleksitasnya, mencakup berbagai bentuk dari teknologi informasi hingga alat peraga yang lebih sederhana.

1.3. Karakteristik dan Ragam Media Pembelajaran

Karakteristik media pembelajaran mencakup aspek teknologi, sistem simbol, dan kemampuan prosesing. Ragam media meliputi realia, model, teks, visual, audio, video, dan multimedia. Klasifikasi ini penting untuk memahami bagaimana berbagai jenis media dapat digunakan secara efektif dalam pembelajaran.

1.4. Urgensi Media Pembelajaran

Penggunaan media pembelajaran sangat penting untuk meningkatkan mutu pendidikan. Media tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu, tetapi juga sebagai penggerak motivasi dan minat belajar peserta didik. Dalam konteks ini, media diharapkan dapat memenuhi tuntutan paradigma baru pendidikan dan kebutuhan pasar yang terus berkembang.

II. TEKNOLOGI PEMBELAJARAN: PENGERTIAN, SEJARAH, DAN PERBEDAAN ISTILAH

Bab ini membahas definisi teknologi pembelajaran, sejarah perkembangannya, serta perbedaan antara teknologi pembelajaran dan teknologi pendidikan. Teknologi pembelajaran didefinisikan sebagai suatu disiplin ilmu yang fokus pada desain, pengembangan, dan evaluasi proses pembelajaran. Memahami sejarah perkembangan teknologi pembelajaran penting untuk mengetahui bagaimana teknologi ini beradaptasi dengan kebutuhan pendidikan yang berubah.

2.1. Fenomena Aktual

Fenomena aktual menunjukkan bahwa perkembangan teknologi pembelajaran sangat cepat, dengan banyak alat dan metode baru yang muncul. Hal ini menuntut pendidik untuk terus memperbarui pengetahuan dan keterampilan mereka agar dapat memanfaatkan teknologi secara efektif dalam proses pembelajaran.

2.2. Apa Itu Teknologi Pembelajaran?

Teknologi pembelajaran mencakup berbagai alat dan metode yang digunakan untuk mendukung proses belajar mengajar. Ini termasuk media tradisional seperti buku dan alat peraga, serta teknologi modern seperti komputer dan internet. Penting untuk membedakan antara teknologi pembelajaran sebagai alat dan sebagai disiplin ilmu.

2.3. Perbedaan Teknologi Pembelajaran dan Teknologi Pendidikan

Perbedaan utama antara teknologi pembelajaran dan teknologi pendidikan terletak pada fokus kajian dan aplikasinya. Teknologi pembelajaran lebih menekankan pada proses dan metode dalam mendukung pembelajaran, sedangkan teknologi pendidikan seringkali lebih luas dan mencakup berbagai aspek dari sistem pendidikan secara keseluruhan.

III. PERSPEKTIF BELAJAR DAN STRATEGI-STRATEGI PEMBELAJARAN

Bab ini mengeksplorasi berbagai perspektif belajar yang mempengaruhi strategi pembelajaran yang digunakan. Perspektif behavioris, kognitif, dan konstruktivis memberikan kerangka kerja yang berbeda dalam memahami bagaimana peserta didik belajar dan bagaimana pengajaran dapat disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan mereka.

3.1. Perspektif Behavioris

Perspektif behavioris menekankan pentingnya penguatan dan pengulangan dalam proses belajar. Dalam konteks ini, strategi pembelajaran yang digunakan cenderung berfokus pada pengulangan dan penguatan positif untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan peserta didik.

3.2. Perspektif Kognitif

Perspektif kognitif berfokus pada proses mental yang terjadi selama belajar. Strategi pembelajaran yang diusulkan dalam perspektif ini mencakup penggunaan teknik-teknik seperti pengorganisasian informasi, peta konsep, dan penggunaan alat bantu visual untuk membantu peserta didik memahami dan mengingat informasi.

3.3. Perspektif Konstruktivis tentang Belajar

Perspektif konstruktivis menekankan bahwa peserta didik membangun pengetahuan mereka sendiri melalui pengalaman. Dalam hal ini, strategi pembelajaran harus melibatkan peserta didik secara aktif dalam proses belajar, seperti melalui diskusi kelompok, proyek kolaboratif, dan pembelajaran berbasis masalah.

IV. MODEL-MODEL PENGEMBANGAN MEDIA DAN TEKNOLOGI PEMBELAJARAN

Bab ini membahas berbagai model pengembangan media dan teknologi pembelajaran yang dapat digunakan oleh pendidik. Model-model ini memberikan panduan bagi pendidik dalam merancang dan mengimplementasikan media pembelajaran yang efektif.

4.1. Apa Itu Model

Model dalam konteks ini adalah kerangka kerja atau panduan yang digunakan untuk mengembangkan media dan teknologi pembelajaran. Model ini membantu pendidik dalam merencanakan dan mengevaluasi efektivitas media yang digunakan dalam pembelajaran.

4.2. Pengembangan Media dan Teknologi Pembelajaran

Pengembangan media dan teknologi pembelajaran melibatkan proses desain, implementasi, dan evaluasi. Proses ini harus mempertimbangkan kebutuhan peserta didik, tujuan pembelajaran, dan konteks pembelajaran untuk memastikan media yang digunakan relevan dan efektif.

4.3. Model ASSURE

Model ASSURE adalah salah satu model yang sering digunakan dalam pengembangan media pembelajaran. Model ini mencakup langkah-langkah yang sistematis untuk merencanakan dan mengimplementasikan media dalam pembelajaran, mulai dari analisis peserta didik hingga evaluasi hasil pembelajaran.

V. BELAJAR MELALUI BAHAN CETAK

Bab ini membahas tentang penggunaan bahan cetak sebagai media pembelajaran. Bahan cetak mencakup berbagai jenis materi seperti buku, modul, lembar kerja, dan handout yang dapat digunakan untuk mendukung proses belajar mengajar.

5.1. Apa Itu Bahan Cetak?

Bahan cetak adalah semua jenis materi yang dicetak dan digunakan dalam pembelajaran. Ini termasuk buku teks, modul, dan lembar kerja yang dirancang untuk membantu peserta didik dalam memahami materi pelajaran.

5.2. Jenis Bahan Cetak

Berbagai jenis bahan cetak dapat digunakan dalam pembelajaran, termasuk buku teks, modul, handout, dan lembar kerja. Setiap jenis bahan memiliki fungsi dan tujuan yang berbeda dalam mendukung proses belajar.

5.3. Pengembangan Bahan Cetak

Pengembangan bahan cetak melibatkan proses desain dan produksi materi yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Penting untuk mempertimbangkan aspek keterbacaan, tata letak, dan penyajian informasi agar bahan cetak efektif dalam mendukung pembelajaran.

VI. BELAJAR MELALUI MEDIA VISUAL

Bab ini mengeksplorasi penggunaan media visual dalam pembelajaran. Media visual, seperti gambar, grafik, dan video, dapat membantu peserta didik memahami dan mengingat informasi dengan lebih baik.

6.1. Konsep Visual dalam Pembelajaran

Media visual berfungsi untuk menyajikan informasi dengan cara yang menarik dan mudah dipahami. Penggunaan media visual dapat meningkatkan keterlibatan peserta didik dan memfasilitasi pemahaman yang lebih baik terhadap materi pelajaran.

6.2. Ragam Media Visual

Ragam media visual mencakup berbagai bentuk, seperti gambar, grafik, diagram, dan video. Setiap jenis media visual memiliki kelebihan dan kekurangan dalam konteks pembelajaran, dan pemilihan yang tepat dapat meningkatkan efektivitas pengajaran.

6.3. Peranti Lunak untuk Pengembangan Teknologi Visual

Peranti lunak untuk pengembangan media visual sangat penting untuk mendukung proses pembelajaran. Penggunaan perangkat lunak yang tepat dapat membantu pendidik dalam menciptakan materi pembelajaran yang menarik dan interaktif.

VII. INTEGRASI TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DALAM PEMBELAJARAN

Bab ini membahas pentingnya integrasi teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam pembelajaran. TIK dapat meningkatkan aksesibilitas, fleksibilitas, dan interaktivitas dalam proses belajar mengajar.

7.1. Latar Belakang

Integrasi TIK dalam pembelajaran menjadi semakin penting seiring dengan perkembangan teknologi. TIK dapat membantu pendidik dalam menyampaikan materi dengan cara yang lebih menarik dan interaktif, serta meningkatkan keterlibatan peserta didik.

7.2. Landasan Hukum dan Teoretis Integrasi TIK dalam Pembelajaran

Integrasi TIK dalam pembelajaran harus didasarkan pada landasan hukum dan teori yang kuat. Hal ini penting untuk memastikan bahwa penggunaan TIK dalam pendidikan sesuai dengan standar dan regulasi yang berlaku.

7.3. Konsep dan Urgensi Teknologi Informasi dan Komunikasi

Konsep TIK mencakup berbagai alat dan teknologi yang digunakan untuk mengakses, menyimpan, dan berbagi informasi. Urgensi TIK dalam pendidikan terletak pada kemampuannya untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses belajar mengajar.

VIII. INTEGRATING SOCIAL MEDIA TO PROMOTE STUDENT-CENTERED LEARNING

Bab ini membahas tentang penggunaan media sosial dalam pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Media sosial dapat menjadi alat yang efektif untuk meningkatkan interaksi dan kolaborasi antara pendidik dan peserta didik.

8.1. Introduction

Penggunaan media sosial dalam pendidikan semakin populer. Media sosial dapat digunakan untuk menciptakan lingkungan belajar yang kolaboratif dan interaktif, di mana peserta didik dapat berbagi ide dan pengalaman.

8.2. Technology Integration, Social Media, and Student-Centered Learning

Integrasi teknologi dengan media sosial mendukung pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Dalam konteks ini, peserta didik diharapkan aktif terlibat dalam proses belajar melalui diskusi, kolaborasi, dan berbagi informasi.

8.3. The Mechanism of Social Media Integration

Penting untuk memahami mekanisme integrasi media sosial dalam pembelajaran. Hal ini mencakup cara-cara di mana media sosial dapat digunakan untuk mendukung tujuan pembelajaran dan meningkatkan keterlibatan peserta didik.

IX. BLENDED LEARNING: PEMADUAN PEMBELAJARAN TATAP MUKA DAN ONLINE

Bab ini membahas tentang blended learning, yaitu kombinasi antara pembelajaran tatap muka dan pembelajaran online. Pendekatan ini memberikan fleksibilitas dan meningkatkan aksesibilitas bagi peserta didik.

9.1. Pendahuluan

Blended learning merupakan pendekatan yang menggabungkan kelebihan pembelajaran tatap muka dan online. Pendekatan ini dapat meningkatkan pengalaman belajar peserta didik dan memberikan lebih banyak pilihan dalam cara mereka belajar.

9.2. Blended Learning, Pembelajaran Online, dan Tatap Muka

Dalam blended learning, peserta didik dapat belajar secara online dan juga berinteraksi langsung dengan pendidik. Kombinasi ini memungkinkan peserta didik untuk mendapatkan manfaat dari kedua pendekatan.

9.3. Penggunaan Sumber-sumber Belajar Blended

Penggunaan sumber belajar dalam blended learning harus dirancang dengan baik agar peserta didik dapat mengakses materi dengan mudah. Sumber belajar dapat berupa materi cetak, video, dan sumber online lainnya.

X. PEMBELAJARAN JARAK JAUH BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI

Bab ini membahas tentang pembelajaran jarak jauh yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Pembelajaran jarak jauh memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk belajar tanpa batasan lokasi.

10.1. Pendahuluan

Pembelajaran jarak jauh semakin populer seiring dengan kemajuan teknologi. Pendekatan ini memungkinkan peserta didik untuk belajar dari mana saja, sehingga meningkatkan aksesibilitas pendidikan.

10.2. Pembelajaran Jarak Jauh dan TIK

Teknologi informasi dan komunikasi sangat penting dalam pembelajaran jarak jauh. TIK memungkinkan interaksi antara pendidik dan peserta didik, serta akses ke materi pembelajaran yang diperlukan.

10.3. Pengembangan TIK untuk Pembelajaran Jarak Jauh

Pengembangan TIK untuk pembelajaran jarak jauh harus mempertimbangkan kebutuhan peserta didik dan konteks pembelajaran. Ini termasuk pengembangan platform pembelajaran yang user-friendly dan menyediakan sumber daya yang memadai.

Referensi Dokumen

  • Integrating ICT at the Faculty level: A Case Study ( Altun, Sadegül Akbaba dkk. )
  • Educationnal Research ( Borg, W.R. dan Gall, M.D. )
  • Introduction to Instructional Development: Process and Technique ( Gentry, Castelle G. )
  • Pemanfaatan Media Pembelajaran Elektronik (e-Learning) dan Internet sebagai Upaya Optimalisasi Potensi Kreativitas Belajar Peserta Didik ( Karwati, Euis )
  • Instructional media and Technologies for Learning ( Molenda, Heinich, R., Russell, J. D & Smaldino, S. E. )

Gambar

Gambar 1.1. Ragam Media Pembelajaran
Gambar 2.1. Kandungan Makna Teknologi
Gambar 2.2  Ragam Teknologi untuk  Pembelajaran
Gambar 2.3. Kawasan Teknologi Pembelajaran
+7

Referensi

Dokumen terkait

Selain TV Edukasi salah satu bentuk dari media audio visual adalah video pembelajaran Arsyad mengemukakan video merupakan serangkaian gambar gerak yang di sertai suara yang

Pengajaran media dalam bentuk multimedia interaktif memiliki kemampuan untuk menyimpan audio visual data, membuat multimedia interaktif khususnya interaktif pembelajaran

Yang berbeda dengan media cetak adalah kemasan informasi media online tidak hanya dalam bentuk teks dan gambar, namun juga bisa dilengkapi dengan audio, video visual, audio-video,

Flashcard adalah satu set kartu media pembelajaran visual sebagai bentuk dan saluran yang digunakan untuk menyampaikan pesan/informasi, seperti kata- kata/angka di

1) Biaya pengeluaran akan lebih murah dibandingkan dengan media audio, visual dan audio visual karena majalah biologi menggunakan media cetak. 2) Proses penggunaan

Konsep pesan pada perancangan ini merupakan hasil dari analisis yang telah dilakukan yaitu, media cetak dan audio visual sebagai penunjang pembelajaran pupuh bagi siswa SMP

Secara khusus, teknologi audio-visual cenderung mempunyai karakteristik sebagai berikut : (1) bersifat linier; (2) menampilkan visual yang dinamis; (3) secara khas

Jenis-Jenis Media Pembelajaran Media Audio Media Visual Media Audio Visual Multimedia Fungsi dan Manfaat Media Pembelajaran Contoh media pembelajaran kreatif Contoh media