Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Jigsaw dan STAD Minat Belajar Terhadap Hasil Belajar IPS Kelas VI Sekolah Dasar Gugus V Citeureup-Bogor Jawa Barat
Teks penuh
(2) 43767. Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Jigsaw dan STAD Mina! Belajar Terhadap Hasil Belajar JPS Kelas VI Sekolah Dasar Gugus V Citeureup-Bogor Jawa Barat Halimatu Sadiyah Universitas Terbuka [email protected] Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPS antara peserta didik yang diberi perlakuan pembelajaran model pembelajaran Jigsaw dengan model pembelajaran STAD, dan pengaruh minat belajar terhadap basil belajar JPS. Penelitian ini menggunakan metode penelitian desain factorial 2 x 2. Sampel dalam penelitian ini adalah Siswa Sekolah Dasar Negeri Sukahati 0 I Kelas VI di Kecamatan Citeureup, Gugus V Kecamatan Citeureup-Bogor Jawa Barat. Hasil penelitian ini menunjukkan 1) Hasil belajar JPS Peserta Didik yang diajar dengan model pembelajaran kooperatif Jigsaw lebib tinggi daripada peserta didik yang diajar dengan model pembelajaran kooperatif STAD 2) terdapat interaksi antara model pembelajan dan minat belajar terhadap basil belajar JPS Peserta Didik 3) Pada Peserta Didik dengan minat belajar tinggi, basil belajar JPS Peserta Didik yang diajar dengan model pembelajaran kooperatif Jigsaw lebih tinggi daripada yang diajar dengan model STAD 4) Basil belajar JPS peserta didik yang memiliki minat belajar rendah yang diajar dengan model pembelajaran kooperatif Jigsaw lebib tinggi daripada yang diajar dengan model STAD. Kata Kunci : Model Pembelajaran Jigsaw dan STAD Mina! Belajar, Basil Belajar JPS Kelas VI. ii Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.
(3) 43767. The Effect of Using Learning Model And Learning Interest To Learning Outcomes Social Science Class VI Elementary school Citeureup-Bogor West Java Halimatu Sadiyah. Universitas Terbuka [email protected]. Abstract. This study aims to different learning outcomes of social Sciences among learners. who are treated with learning models of STAD models with learning models STAD, and interest to learn. This research uses factorial design research method 2 x 2. The sample in this research is student of Sukahati 01 Elementary School 4•h grade in District Citeureup Gugus V Citeureup-Bogor West Java. The results of this study indicate 1) Social science students taught with Jigsaw cooperative learning models. 2)There is interaction between learning models and learning interest about social science students learning result. 3) Social science students with high learning interest has higher result by being taught with Jigsaw cooperative learning model than SIAD cooperative learning models. 4) Social science student with low learning interest has higher result by being taught with Jigsaw cooperative learning model than STAD cooperative learning model. Keywords : Learning Models Jigsaw & STAD Learning Interest, Learning Outcomes Social Science Class VI.. iii Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.
(4) 43767. UNIVERSITAS TERBUKA PROGRAM PASCASARJANA PROGRAM STUD! MAGISTER PENDIDIKAN DASAR. PERNYATAAN. ·'TAPM yang berjudul Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Dan Minat Belajar Terhadap Hasil Belajar JPS Kelas VI Sekolah Dasar Gugus V Citeureup-Bogor Jawa Barat". Adalah basil karya sendiri, dan seluruh sumber yang dikutif maupun dirujuk telah saya nyatakan dengan benar. Apabila dikemudian hari ternyata ditemukan adanya penjiplakan (plagiat), maka saya bersedia menerima sanksi akademik.. Jakarta, Desember 2018. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka. iv.
(5) 43767. UNIVERSITAS TERBUKA PROGRAM PASCASARJANA PROGRAM MAGISTER PENDIDIKAN DASAR PENGESAIIAN. Nama NIM Prob'Tam Studi Judul Penelitian. Halimatu Sadiyah 500803863 S2 Magister Pendidikan Dasar. Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif dan Minat Belajar Terhadap Hasil Belajar JPS Kelas VI di Gugus V Kecamatan Citeureup Kabupaten Bogor Jawa Barat. Telah dipertahankan di hadapan Panitia Penguji Tugas Akhir Program Magister (T APM) Pendidikan Dasar Program Pascasarjana Universitas Terbuka pada:. Hari/Tanggal Waktu. : Minggu, 28 Oktober 2018 : Pukul 15.00 - 16.30. Dan telah dinyatakan LULUS. PANITIA PENGUJI TAPM. b~. Ketua Komisi Penguji Nama: Dr. Ir. Nurhasanah, M.Si.. ·······~···. Penguji Ahli Nama: Prof Dr. Suyono,M.Si.. ~. Pembimbing l Nama: Dr. Arifin Maksum, M.Pd.. \. Pembimbing II Nama: Dr. Sardjiyo, M.Si.. v Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.
(6) 43767. PERSETUJUAJli TAPM. Pengaruh. Judul TAPM. Penggunaan. Model. Pembelajaran. Kooperatif dan Minat Belajar Terhadap Hasil Belajar JPS Kelas VI di Gugus V Kecamatan Citeureup Kabupaten Bogor Jawa Barat Penyusun T APM. . Halimatu Sadiyah. NIM. : 500803863. Program Studi. : Magiskr T'endidikan Dasar. Hari1Tanggal. : Minggu, 28 Oktober 2018. Menyetuj ui · Pembirnb1ng I,. Pembimbing II. -~n,;___-1 Dr. Arifio Mak.sum, M.Pd.. Dr. Sar JJyo, M.S1 NIP. 195709271985031002. NIP. 19560423198503100 I Penguji Ahli. Prof. Dr.Suyono, M.Si. NIP. 196712181993031005 Mengetahui, Ketua Pascasarjana Pendidikan Keguruan. •. awan, M.A., Ph.D. Dr. Ir. Amalia Sapriati, M.A. NIP. 196008211986012001. 1994031002. vi Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.
(7) 43767. KATAPENGANTAR. Segala puji bagi Allah SWT dan rasa syukur yang tak terhingga kepada-Nya atas berbagai nikmat yang telah diberikan-Nya terutama nikmat Iman, Islam, serta nikmat sehat wal'afiat. Shalawat serta salam senantiasa tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Besar Muhanunad SAW, beserta keluarganya, para sahabatnya serta ummatnya. Sehingga, saya penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir Program Magister (TAPM) yang berjudul "PENGARUH PENGGUNAAN MODEL. PEMBELAJARAN. KOOPERATIF. DAN. TERHADAP HASIL BELAJAR !PS KELAS VI. MINAT. BELAJAR. GUGUS V CITEUREUP-. BOGOR JAWA BARAT" ini dengan baik sebagai salah satu persyaratan untuk. menempuh Gelar S2 pada Universitas Terbuka. Penulis menyadari bahwa Tugas Akhir Program Magister (T APM) ini masih ada kekurangan ataupun kelemahan, baik dari segi materi maupun tata bahasanya. Oleh karena itu, penulis mengharapkan saran clan kritik dari semua pihak demi perbaikan di masa yang akan datang.. Dalam kesempatan ini, penulis ingin menghaturkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dan membimbing penulis dalam menyelesaikan tesis ini, khususnya kepada : l. Prof. Ojat Darojat, M.BUS.,Ph.D. sebagai Rektor Universitas Terbuka 2. Prof.Drs.Udan Kusmawan,M.A,Ph.D. sebagai Dekan fakultas keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). 3. Dr.Liestyodono. Bawono Irianto,Msi.. Sebagai Pusat Pengelolaan. dan. Penyelenggaraan Program Pascasarjana. 4. Dr.Ir.Amalia Sapriati ,MA. Sebagi Ketua Pascasarjana (FKIP) .. 5. Drs. Boedhi Oetojo, MA. sebagai Kepala UPBJJ Universitas Terbuka Bogor. 6. Dr. Arifin Maksum, M.Pd, sebagai Dosen Pembimbing I 7. Dr. Sardjijo, M.Si, sebagai Dosen Pembimbing II. 8. Seluruh dosen, tutor, dan staff Program Pascasajana Magister Pendidikan Dasar yang talah memberikan ilmu dan bimbingannya dalam rnendalami ilmu pendidikan. 9. Civitas Akademika Universitas Terbuka UPBJJ Bogor.. vii Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.
(8) 43767. 10. Ayahanda, yang selalu bangga dengan anaknya, Alm. Ibunda, yang semasa hidupnya tidak pemah lelah selalu mendo'akan anaknya 11. Suami (Ir. Zaenal Mutaqin) yang selalu setia mengantar, menemani serta mendoakan. Anak-anak tercinta (Zakki, Zahra, Dzakia) yang selalu membantu. serta memotivasi selama ini. 12. Rekan-rekan seperjuangan khususnya (Heni Khoerunisa, Sutiah, Esih Sukaesih, Euis Puspitasari, Haris Topan). 13. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu Semoga amal baik bapak-bapak dan ibu-ibu di atas, mendapatkan balasan dari Allah SWT. Akhir kata, penulis berharap semoga tesis int dapat bennanfaat bagi kita. semua. Amin Ya Rohal Alamin. Jakarta, Oktober 2018. Penulis. viii Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.
(9) 43767. DAFTARRIWAYAT HIDUP. Nama NIM Program Studi Tempat Tanggal Lahir. : Halimatu Sadiyah : 500803563 : S2 PGSD Dikdas : Bogor, 08 Juli 1972. Riwayat Pendidikan • • •. •. SDN Negeri Guuung Picung I lulus tahun 1985 SMP PGRl Gunung Picung SPG Negeri Bogor lulus tahun 199 l. SI Pendidikan Ekonomi Akuntansi STKIP PGRl Sukabumi. •. Mahasiswa S2 PGSD Universitas Terbuka. •. Guru Honor di SDN Gunung Picung I dari tahun 199 l sampai tahun 1992 Guru Honor di SDN Sukahati 01 Citeureup dari tahun 1998 sampai tahun 2003 Guru Bantu Sekolah (GBS) di SDN Sukahati 01 Citeureup, dari tahun 2003 sampai tahun 2006 Guru PNS di SDN Tajur 04 Citeureup, dari tahun 2006 sampai tahun 2013 Guru PNS di SDN Sukahati OJ tahun 2013 sampai sekarang.. Riwayat Pekerjaan. • • • •. Jakarta, Desember 2018. Penulis. Halimatu Sadiyah NIM. 500803863. ix Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.
(10) 43767. DAFTARISI. Hal am an HALAMAN JUDUL ....................................................................................... . ABSTRACT ........................................................................................................ u. ABSTRAK ... .... ... .. .. ... ... .. ... ... ... ..... .. ..... ... ... .. ... ... ... .... .. ... ...... ... ... ... ...... ...... .......... 111. HALAMAN PERNYAT AAN BEBAS PLAGIASI ........................................... 1v. HALAMAN PENGESAHAN ............................................................................ v. LEMBARPERSETUJUANTAPM ................................................................... VI. KATAPENGANTAR ........................................................................................ vu. RJWAYAT !IlDUP ............................................................................................ IX. DAFT AR IS!....................................................................................................... x. DAFT AR TABEL ............................................................................................... XU. DAFTARGAMBAR........................................................................................... XIV. DAFT AR LAMPIRAN ....................................................................................... xv. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah. ... ... ... .... ... ... ... ... ... ... ... ... .... .. .. ........ ... .. ... ... ... .. I. B. Perumusan Masalah ............................................................................ 6. C. Tujuan Penelitian................................................................................. 7. D. Kegunaan Penelitian ........................................................................... 7. BAB II TINJAUAN PUST AKA A. Kajian Teori ....................................................................................... I.. 10. Belajar dan Hasil Belajar ............................................................. IO. a. Pengertian Belajar . ... ... ... ... ... .... ... ... ... ... ... .... ... . .... ... ... ... ... ... ... .. IO. b. Ciri-Ciri Belajar ...................................................................... 12. c. Hasil Belajar ............................................................................ 13. d. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Hasil Belajar .................. 14. Ilmu Pengetahuan Sosial (JPS)..................................................... 16. a. Pengertian JPS.......................................................................... 16. b. Tujuan Pendidikan JPS di Sekolah Dasar ................................ 18. 3.. Hasil Belajar JPS.......................................................................... 21. 4.. Model Pembelajaran..................................................................... 22. a. Pengertian Model Pernbelajaran ............................................. 22. 2.. x Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.
(11) 43767. b. Model Pembelajaran Kooperatif Jigsaw.................................. 23. c. Model Pembelajaran Kooperatif STAD.................................... 30. Minat Belajar ............................................................................... 34. a. Pengertian Minat Belajar.......................................................... 34. b. Jenis-Jenis Minat Belajar......................................................... 36. c. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Mina! Belajar ................. 38. B. Penelitian Terdahutu .. ... ...... ... ... ... .. ... .. ... .. ... .. ... .. ... ... ... ... .... ... ... ..... ... .. 40. C. Kerangka Berpikir. .. .... ... .... ... ... ... ...... .... .. ... .. .. ... ... ... .. .... .. .... .... .. .... .. .. .. 46. D. Operasionalisasi Variabel ................................................................... 50. E. Hipotesis Penelitian ............................................................................ 51. 5.. BAB III METODE PENELITIAN. A. Desain Penelitian.. ............................................................................. .. 53. B. Populasi Dan Sampel ....................................................................... .. 55. C. Instrumen Penelitian ......................................................................... .. 57. D. Prosedur Pengumpulan Data ............................................................ .. 71. E. Metode Analisis Data ........................................... ............................ .. 71. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Objek Penelitian ................................................................. 75. B. Hasil Penelitian .................................................................................. 90. C. Pembahasan ...................................................................................... .. 94. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan . .. .... .... .... ... .... .. .... ... ... . .... . ... .. .... .. ... . .... .. ... ... ... .... .. .. ...... ... 103. B. Saran ................................................................................................... I 04. DAFTARPUSTAKA ......................................................................................... 105. LAMPJRAN-LAMPIRAN ................................................................................. 108. xi Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.
(12) 43767. DAFTAR TABEL. Nomor. 3.1. Halaman. Desain penelitian Treatment by level atau desain. 54. faktorial 3.2. Populasi penelitian. 55. 3.3. Komposisi subek penelitian. 57. 3.4. Kisi-kisi instrumen tes basil belajar IPS. 59. 3.5. Kisi-kisi instrumen angk:et minat belajar IPS. 69. 4.1. Deskriptif data basil belajar JPS. 76. 4.2. Daftar distribusi farekuensi skor basil belajar IPS. 77. peserata didik dengan menggunakan model pembelajaran jigsaw (Al) 4.3. Daftar distribusi frekuaensi skor basil belajar IPS. 78. peserta didik dengan mengguanakan model pembelajaran STAD (A2) Daftar tabel frekuensi skor basil belajar perserta 4.4. didik yang memiliki minat belajar tingggi dengan mengggunakan model pembelajaranjigsaw. 4.5. Daftar basil belajar frekuensi skor basil belajar rendah. dengan. menggunakan. 80 81. model. pembelajaranjigsaw (AlB2) 4.6. Daftar distribusi frekuensi skor basil belajar IPS peserta didik yang memiliki minat belajar tinggi dengan menggunakan model pembelajaran STAD (A2Bl). xii Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka. 83.
(13) 43767. 4.7. Daftar Distribusi Frekuensi Skor Hasil Belajar. 84. JPS Peserta didik yang Memiliki Mina! Belajar Rendah. dengan. Menggunakan. Model. Pembelajaran STAD (A2B2) 4.8. Rangkuman uji normalitas data basil belajar JPS. 88. peserta didik. 4.9. Hasil uji homogenitas varian populasi. 4.10. Rangkuman. basil. pengu11an. 89 hipotesis. menggunakan ANA VA dua jalur basil belajar !PS peserta didik. xiii Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka. 91.
(14) 43767. DAFTAR GAMBAR. Nomor. Halaman. 4.1. Histogram Distribusi Frekuensi Kelompok A1. 77. 4.2. Histogram Distribusi Frekuensi Kelompok A2. 79. 4.3. Histogram Distribusi Frekuensi Kelompok A1B1. 80. 4.4. Histogram Distribusi Frekuensi Kelompok A 1B 2. 82. 4.5. Histogram Distribusi Frekuensi Kelompok A2B1. 83. 4.6. Histogram Distribusi Frekuensi Kelompok A2 B 2. 85. xiv Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.
(15) 43767. DAFTAR LAMPIRAN. Lampiran. I. Halaman. Uji Normalitas. 108. Uji Homogenitas. 113. Uji Lanjut Tukey. ll5. RPPJigsaw. 117. RPPSTAD. 149. Lembar Kerja Siswa Jigsaw. 182. Lembar Kerja Siswa ST AD. 187. lnstrumen Hasil Belajar JPS Uji Coba. 192. Kunci Jawaban Uji Coba. 198. Instrumen Hasil Belajar JPS Setelah Uji Coba. 199. Kunci Jawaban Setelah Uji Coba. 205. Pengisian Angket Minat Belajar. 206. 3. Surat Izin Penelitian. 210. 4. Poto Kegiatan Pembelajaran. 213. 2. xv Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.
(16) 43767. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.
(17) 43767. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.
(18) 43767. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.
(19) 43767. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.
(20) 43767. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.
(21) 43767. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.
(22) 43767. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.
(23) 43767. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.
(24) 43767. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.
(25) 43767. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.
(26) 43767. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.
(27) 43767. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.
(28) 43767. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.
(29) 43767. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.
(30) 43767. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.
(31) 43767. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.
(32) 43767. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.
(33) 43767. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.
(34) 43767. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.
(35) 43767. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.
(36) 43767. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.
(37) 43767. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.
(38) 43767. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.
(39) 43767. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.
(40) 43767. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.
(41) 43767. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.
(42) 43767. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.
(43) 43767. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.
(44) 43767. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.
(45) 43767. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.
(46) 43767. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.
(47) 43767. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.
(48) 43767. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.
(49) 43767. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.
(50) 43767. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.
(51) 43767. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.
(52) 43767. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.
(53) 43767. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.
(54) 43767. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.
(55) 43767. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.
(56) 43767. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.
(57) 43767. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.
(58) 43767. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.
(59) 43767. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.
(60) 43767. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.
(61) 43767. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.
(62) 43767. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.
(63) 43767. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.
(64) 43767. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.
(65) 43767. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.
(66) 43767. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.
(67) 43767. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.
(68) 43767. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.
(69) 43767. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.
(70) 43767. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.
(71) 43767. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.
(72) 43767. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.
(73) 43767. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.
(74) 43767. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.
(75) 43767. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.
(76) 43767. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.
(77) 43767. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.
(78) 43767. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.
(79) 43767. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.
(80) 43767. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.
(81) 43767. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.
(82) 43767. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.
(83) 43767. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.
(84) 43767. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.
(85) 43767. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.
(86) 43767. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.
(87) 43767. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.
(88) 43767. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.
(89) 43767. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.
(90) 43767. BAB IV BASIL DAN PEMBAHASAN. A. Deskripsi Objek Penelitian. 1. Data Hasil Belajar Peserta Didik Data yang terkumpul dari hasil belajar llmu Pengetahuan Sosial (IPS) peserta didik kelas VI, adalah berupa skor hasil belajar mata pelajaran IPS yang menggunakan model pembelajaran Jigsaw ( kelas VI A ) dan skor basil belajar mata pelajaran IPS yang menggunakan model pembelajaran STAD ( kelas VIC). Skor basil belajar mata pelajaran IPS yang menggunakan model pembelajaran Jigsaw memiliki dua minat belajar, yaitu : (1) Skor hasil belajar mata pelajaran IPS yang menggunakan model pembelajaran Jigsaw memiliki minat belajar tinggi (2) Skor hasil belajar mata pelajaran IPS yang menggunakan model pembelajaran Jigsaw memiliki minat belajar rendah. Begitu juga basil belajar mata pelajaran IPS yang menggunakan model pembelajaran. STAD memiliki dua minat belajar, yaitu : (1) Skor hasil belajar mata pelajaran IPS yang menggunakan model pembelajaran STAD memiliki minat. belajar tinggi (2) Skor basil belajar mata pelajaran IPS yang. menggunakan model pembelajaran STAD memiliki minat belajar rendah. Adapun data hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) peserta didik SD Negeri Sukahati 01 kelas VI sebagai berikut :. 75 Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.
(91) 43767. 76. Tabel 4.1 Deskriptif Data Basil Belajar IPS Model Pembelajaran Minat Belajar. Minat (Bl). Minat (B2). a.. Jigsaw (Al). STAD (A2). n = 11. n = 11. x = 34,84. X = 32,00. Tinggi SD = 1,47 ' Me = 35. SD =2,32 Me =33. Mo = 36. Mo =33. Var = 2, 16. Var = 5,40. n. n = 11. =. 11. x = 27,64. x = 27,82. Rendah SD = 2,38. SD = 1,25. Me = 27. Me = 28. Mo = 26. Mo =28. Var = 5,65. Var= 1,56. Data Basil Belajar IPS Peserta didik dengan Menggunakan Model Pembelajaran Jigsaw (Al) Butir tes hasil belajar pada penelitian ini berjumlah 35 item yang masing-masing diberi skor 1, maka rentang skor teoritiknya berkisar 0 - 36. Dalam kelompok ini skor hasil belajar tertinggi adalah 36 dan terendah 25. Adapun skor rata-rata (X = 31,23), simpangan baku (S = 4,15), modus (Mo = 36) dan median (Me = 31 ,5). Rentang (R = 11), banyak kelas (K = 5,43 dibulatkan menjadi 5), dan panjang kelas (/ = 2,2 dibulatkan menjadi 2).. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.
(92) 43767. 77. Tabel 4.2 Daftar Distribusi Frekuensi Skor Hasil Belajar IPS Peserta Didik dengan Menggunakan Model Pembelajaran. Jigsaw (Al) No.. Kelas interval. -. 1 25 2 27 3 29 4 31 5 33 5 35 Jumlah. -. -. 26 28 30 32 34 36. x. Batas Kelas. 25,5 27,5 29,5 31,5 33,5 35,5. 24,5 26,5 28,5 30,5 32,5 34,5. -. 26,5 28,5 30,5 32,5 34,5 36,5. F Abs 5 2 2 3 2 8 22. F kum 5 7 9 12 14 22. F relative 23 9 9 14 9 36 100. Berdasarkan data tabel tersebut, pencapaian skor sebanyak 9 responden (41 %) memiliki skor berada di bawah skor rata-rata 3responden (14%) memililci skor berada pada skor rata-rata, dan 10 responden (45%) memiliki skor berada cLi atas skor rata-rata. Adapun histogramnya dapat dilihat pada gambar berikut ini: Gambar 4.1 Grafik Histogram untuk Distribusi Frekuensi Skor Basil Belajar JPS Peserta Didik dengan Menggunakan Model Pembelajaran Jigsaw (Al). 5. I I3 I2 I 4. 1. !.. 0. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka. 25-26 27-28 29-30 31-32 33-34 35-36.
(93) 43767. 78. b. Data Basil Belajar IPS Peserta didik dengan Menggunakan Model Pembelajaran STAD (A2) Butir tes hasil belajar pada penelitian ini berjumlah 36 item yang masing-masing diberi skor 1, maka rentang skor teoritiknya berkisar 0 - 36. Dalam kelompok ini skor basil belajar tertinggi adalah 35 dan terendah 26. Adapun skor rata-rata (X = 29,91), simpangan baku (S = 2,81), modus (Mo. =. 28) dan median (Me. =. 29,5). Rentang (R. =. 9),. banyak kelas (K = 5,43 dibulatkan menjadi 5), dan panjang kelas (/ = 1,8 dibulatkan menjadi 2).. Tabel 4.3 Daftar Distribusi F rekuensi Skor Basil Belajar IPS Pesert a Didik dengan Menggunakan Model Pembelajaran STAD (A2) No.. Kelas interval. 1. 26. 2 3 4. 28 30 32. -. 5. 34. - 35 34,5 33,5. 27 29 31 33. x. Bat as Kelas. 26,5 28,5 30,5 32,5. 25,5 27,5 29,5 31,5. F. F. F relat ive. (%). Abs. kum. 27,5 29,5 - 31,5 - 33,5 35. 5 6 4 4. 5 11 15 19. 23 27 18 18. -. 3. 22. 14. -. ,5 Jumlah. 22. 100. Berdasarkan data tabel tersebut, pencapa1an skor sebanyak 11 responden (50%) memiliki skor berada di bawah skor rata-rata,4 responden ( 18%) memiliki skor berada pada skor rata-rata, dan 7 responden (32%) memiliki skor berada di atas skor rata-rata.. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.
(94) 43767. 79. Adapun bistogramnya dapat dilibat pada gambar berikut ini:. Gambar 4.2 Grafik Histogram untuk Distribusi Frekuensi Skor Basil Belajar JPS Peserta Didik dengan Menggunakan Model Pembelajaran STAD(A2). - - ------ ·-1. I I I I. 4. I I. 3. I2 I 1. I ~2-6-;w2;7i&Jli i2;8~:; -2~9;+...:~_:_i~~-L--~ O. 30-31. 32-33. 34-35. I. c.. I I. I I. Data Hasil Belajar JPS Peserta Didik yang Memiliki Minat Belajar Tinggi Dengan Menggunakan Model Pembelajaran. Jigsaw (AlBl) Butir tes hasil belajar pada penelitian ini berjumlah 36 item yang masing-masing diberi skor 1, maka rentang skor teoritiknya berkisar 0 - 36. Dalam kelompok ini skor basil belajar tertinggi adalah 36 dan terendah 32. Adapun skor rata-rata (X. =. 34,82), simpangan baku (S. =. 1,47), modus (Mo = 36) dan median (Me = 35). Rentang (R = 4), banyak. kelas. (K. panjang kelas (/. = 1).. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka. =. 4,44. dibulatkan. menjadi. 4),. dan.
(95) 43767. 80. Tabel 4.4 Daftar Distribusi Frekuensi Skor Basil Belajar JPS Peserta Didik yang Memiliki Minat Belajar Tinggi dengan Menggunakan Model Pembelajaran Jigsaw (AlBl) No.. Skor. F. F kum. F relative (%). 1. 32 33 35 36. 1. 1. 9. 2 3 5. 3 6 11. 18. 2 3 4. 27 45. 11. Jumlah. 100. Berdasarkan data tabel tersebut, pencapa1an skor sebanyak 3 responden (27%) memiliki skor berada di bawah skor rata-rata,3 responden (27%) memilik.i skor berada pada skor rata-rata, dan 5 responden (45%) memiliki skor berada di atas skor rata-rata. Adapun histogramnya dapat dilihat pada gambar berikut ini:. Gambar 4.3 Grafik Histogram untuk Distribusi Frekuensi Skor Basil Belajar JPS Peserta Didik yang Memiliki Minat Belajar Tinggi dengan Menggunakan Model Pembelajaran Jigsaw (AlBl). j 6. I. I 5 4. 3 2 1 0. 32. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka. 33. 35. 36. _J.
(96) 43767. 81. d.. Data Basil Belajar IPS Peserta didik yang Memiliki Minat Belajar Rendah dengan Menggunakan Model Pembelajaran. Jigsaw dengan (A1B2) Butir tes hasil belajar pada penelitian ini berjumlah 36 item yang masing-masing diberi skor 1, maka rentang skor teoritiknya berkisar 0 - 36. Dalam kelompok ini skor has il belajar tertinggi adalah 31 dan terendah 25. Adapun skor rata-rata (X 2,38), modus (Mo banyak kelas (K. =. = 27,64), simpangan baku (S =. 26) dan median (Me. =. 27). Rentang (R. = 6),. = 6), dan panjang kelas(/ = 1).. Tabel 4.5 Daftar Distribusi Frekuensi Skor Basil Belajar IPS Peserta didik yang Memiliki Minat Belajar Rendah dengan Menggunakan Model Pembelajaran Jigsaw (AlB2) Frelative. No.. Skor. F. Fkum. 1. 25. 2. 2. 18. 2. 26. 3. 5. 27. 3. 27. 2. 7. 4. 30. 2. 9. 5. 31. 2. 11. 18 18 18 100. Jumlah. 11. (%). Berdasarkan data tabel tersebut, pencapa1an skor sebanyak 5 responden (45%) memiliki skor berada di bawah skor rata-rata,2 responden ( 18%) memiliki skor berada pada skor rata-rata, dan 4 responden (36%) memiliki skor berada di atas skor rata-rata.. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.
(97) 43767. 82. Adapun histogramnya dapat dilihat pada gambar berikut ini:. Gambar 4.4 Grafik Histogram untuk Distribusi Frekuensi Skor Basil Belajar IPS Peserta didik yang Memiliki Minat Belajar Rendab dengan Menggunakan Model Pembelajaran Jigsaw (A1B2). 4. I. I3. _.__. =. I. I. --=-. ===I. -. 0 - - - - J - - - -•' - - - ' - - - - - - - - '. 25. 26. 27. 30. 31. e. Data Basil Belajar IPS Peserta didik yang Memiliki Minat Belajar Tinggi dengao Menggunakan Model Pembelajaran STAD (A2Bl) Butir tes hasil belajar pada penelitian ini berjumlah 36 item yang masing-masing diberi skor 1, maka rentang skor teoritiknya berkisar 0 - 36. Dalam kelompok ini skor hasil belajar tertinggi adalah 35 dan terendah 27. Adapun skor rata-rata (X 2,32), modus (Mo. =. = 32,00), simpangan baku (S =. 33) dan median (Me. banyak kelas (K = 8), dan panjang kelas(/. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka. =. =. 1).. 33). Rentang (R. =. 8),.
(98) 43767. 83. Tabel 4.6 Daftar Distribusi Frekuensi Skor Hasil Belajar IPS Peserta didikyang Memiliki Minat Belajar Tinggi dengan Menggunakan Model Pembelajaran STAD (A2Bl) No.. Skor. F. Fkum. 1. 27. 1. 2. 30 31 32 33 34 35. 2. 1 3 4 5 8 10 11. 3 4 5 6. 7. Jumlah. 1 1 3 2. 1 11. F relative. (%) 9. 18 9 9 27. 18 9. 100. Berdasarkan data tabel tersebut, pencapa1an skor sebanyak 4 responden (36%) memiliki skor berada di bawah skor rata-rata, l responden (9%) memiliki skor berada pada skor rata-rata, dan 6 responden (55%) memiliki skor berada di atas skor rata-rata. Adapun histogramnya dapat dilihat pada gambar berikut ini:. Gambar 4.5 Grafik Histogram untuk Distribusi Frekuensi Skor Basil Belajar IPS Peserta didik yang Memiliki Minat Belajar Tinggi dengan Menggunakan Model Pembelajaran STAD (A2B1). ~ 3 2. 1. 0 27 30 31 32 33 34 35. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.
(99) 43767. 84. f. Data Basil Belajar IPS Peserta didik yang Memiliki Minat Belajar. Rendab dengan Menggunakan Model Pembelajaran STAD (A2B2) Butir tes basil belajar pada penelitian ini berjumlah 36 item yang masing-masing diberi skor 1, maka rentang skor teoritiknya berkisar 0 - 36. Dalam kelompok ini skor basil belajar tertinggi adalah 30 dan terendah 26. Adapun skor rata-rata (X = 27,82), simpangan baku (S = 28) dan median (Me = 28). Rentang (R = 4),. 1,25), modus (Mo. =. banyak kelas (K. 4,44 dibulatkan menjadi 4), dan panjang kelas (I. =. =. 1).. Tabel 4.7 Daftar Distribusi Frekuensi Skor Hasil Belajar IPSPeserta didik yang Memiliki Minat Belajar Rendab denganMenggunakan Model Pembelajaran STAD (A2B2) No.. Skar. F. F k:um. F relative (%). Berdasar.kan data tabel tersebut, pencapa1an skor sebanyak 2 responden (18%) memiliki skor berada di bawah skor rata-rata,2 responden (18%) memiliki skor berada pada skor rata-rata, dan 7 responden (64%) memiliki skor berada di atas skor rata-rata. Adapun histogramnya dapat dilihat pada gambar 4.6 berikut ini.. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.
(100) 43767. 85. Gambar 4.6 Grafik Distribusi Frekuensi Skor Basil Belajar JPS Peserta didik yang Memiliki Minat Belajar Rendah dengan Menggunakan Model Pembelajaran STAD (A2B2). Is. I. I. 14 1. 3. I I2. t-. -. -. I. T. 1. 1. I 2.. 0. r. 26. 27. 28. 29. 30. Pengujian Persyaratan Analisis Data yang diperoleh akan diolah dengan menggunakan Analisis Varians (ANAYA) dua jalur untuk menguji hipotesis dalam penelitian ini. Sehingga sebelum data dianalisis, maka dilakukan uji persyaratan ANA VA yaitu uji normalitas dan uji homogenitas data.. a.. Uji Normalitas Data Pengujian .normalitas data ini dilakukan melalui Uji Liliefors. dengan a. =. 0,05. Kriterian pengujiannya adalah: tolak hipotesis nol. bahwa populasi berdistribusi nonnal jika Lo yang diperoleh dari data pengamatan lebih besar daripada diterima.. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka. Ltabe£,. dalam hal lainnya hipotesis nol.
(101) 43767. 86. Pengujian nonnalitas pada penelitian ini dilakukan terhadap enam kelompok yang diuji normalitas data. Enam kelompok data skor. hasil belajar JPS terdiri dari: (1) Kelompok. peserta. didik. dengan. menggunak:an. model. dengan. menggunakan. model. pembelajaran Jigsaw (Al) (2) Kelompok. peserta. didik. pembelajaran STAD (A2) (3) Kelompok peserta didik yang memiliki minat. belajar tinggi. dengan menggunakan model pembelajaranJigsaw (Al Bl) (4) Kelompok peserta didik yang memiliki minat belajar rendah dengan menggunakan model pembelajaran Jigsaw (AlB2) (5) Kelompok peserta didik yang memiliki minat. belajar tinggi. dengan menggunakan model pembelajaran STAD ( A2B l) (6) Kelompok peserta didik yang memiliki minat belajar rendah dengan menggunakan model pembelajaran STAD (A2B2) Adapun deskripsi Uji Normalitas meliputi: ( l) Uji Normalitas basil belajar JPS peserta didik dengan menggunakan model pembelajaran Jigsaw (Al). Berdasarkan hasil perhitungan,tampak bahwa Lo < L,.,,,atau0,1639 < 0,190, ini berarti data hasil belajar JPS. peserta didik dengan menggunakan model pembelajaran Jigsaw berdistribusi normal. ( Sumber /ampiran 5 halaman 162). (2) Uji Nonnalitas hasil belajar JPS peserta didik dengan menggunakan model pembelajaran STAD (A2). Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.
(102) 43767. 87. Berdasarkan. basil. perhitungan. tampak. bahwa. Lo <. Liob.iatau0,1606 < 0,190, ini berarti data basil belajar JPS peserta didik dengan menggunakan model pembelajaran STAD berdistribusi normal. ( sumber: /ampiran 5 ha/aman 164) (3) Uji Normalitas basil belajar !PS peserta didik yang memiliki. minat belajar tinggi dengan menggunakan model pembelajaran Jigsaw (Al Bl). Berdasarkan hasil perhitungan tampak bahwa Lo < Lcabe1atau 0,2109 < 0,249, ini berarti data basil belajar JPS peserta didik yang memiliki minat belajar tinggi dengan menggunakan model. pembelajaran Jigsaw berdistribusi normal. ( su1nber: lampiran 5 halaman 166). (4) Uji Normalitas basil belajar !PS peserta didik yang memiliki minat belajar rendah dengan menggunakan model pembelajaran Jigsaw (AIB2). Berdasarkan. basil. perbitungan,. tampak. bahwa. Lo <. L,ab, 1atau 0,2419 < 0,249, ini berarti data basil belajar !PS peserta didik yang memiliki minat. belajar rendab dengan. menggunakan model pembelajaran Jigsaw berdistribusi normal. (sumher: lampiran 5 halaman 168). (5) Uji Normalitas basil belajar !PS peserta didik yang memiliki minat belajar tinggi dengan menggunakan model pembelajaran STAD (A2BJ).. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.
(103) 43767. 88. Berdasarkan basil perhitungan tampak bahwa Lo < Ltabe1atau 0,1211. < 0,249, ini berarti data basil belajar JPS peserta didik. yang memiliki minat belajar tinggi dengan menggunakan model pembelajaran S'TAD berdistribusi normal. ( sumber: lampiran 5 halaman 170). (6) Uji Normalitas basil belajar JPS peserta didik yang memiliki. minat belajar rendah dengan menggunakan model pembelajaran STAD (A2B2).. Berdasarkan basil perhitungan tampak bahwa Lo < Ltabelatau 0,1695 < 0,249, ini berarti data basil belajar !PS peserta didik. yang memiliki minat. belajar rendah dengan menggunakan. model pernbelajaran STAD berdistribusi nonnal.(sumber : Lampiran 5 halaman 172). Rangkwnan basil perhitungan dengan Uji Liliefors menunjukkna bahwa keenam kelompok data tersebut memiliki tingkat normalitas,. sebagaimana disajikan dalam tabel berikut: Tabel 4.8 Rangkuman Uji Normalitas Data Hasil Belajar IPS Peserta Didik No.. 1 2 3 4. 5 6. Kelomook Al A2 Al Bl AIB2 A2Bl A2B2. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka. L hitung 0,1639 0,1606 0,2109 0,2419 0,1211 0,1695. L table 0,190 0,190 0,249 0,249 0,249 0,249. Kesimpulan Normal Normal Normal Normal Normal Normal.
(104) 43767. 89. b.. Uji Homogenitas Data. Pada penelitian ini pengujian homogenitas variansi dilakukan terhadap empat kelompok data penelitian, yaitu: (I) Kelompok peserta didik yang memiliki minat. belajar tinggi. dengan menggunakan model pembelajaran Jigsaw (A I BI) (2) Kelompok peserta didik yang memiliki minat belajar rendah dengan menggunakan model pembelajaran Jigsaw (Al B2) (3) Kelompok peserta didik yang memiliki minat. belajar tinggi. dengan menggunakan model pembelajaran STAD (A2B I) (4) Kelompok peserta didik yang memiliki minat belajar rendah dengan menggunakan model pembelajaran STAD (A2B2) Selanjutnya keempat kelompok data penelitian tersebut harus. memenuhi asumsi bahwa varians homogen agar dapat dilakuakan penguJian terhadap perbedaan nilai rata-rata antara kelompok. pelakuan. Pengujian homogenitas varians pada penelitian ini dilakukan. dengan. menggunakan. Uji. Bartlett. dengan. taraf. signifikansi 0,05. Adapun basil uji homogenitas varians populasi dapat dilihat pada tabel berikut:. Tabel 4.9 Hasil Uji Homogenitas Varian Populasi Kelomook AIBJ AIB2 A2Bl A2B2. 2. X 5,906. hitung. xi~,,,,, .. ,. 7,815. Kesimpulan. Homogen. Berdasarkan tabel di atas, tampak bahwa basil uj i homogenitas. varians untuk keempat kelompok data secara keseluruhan diperoleh. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.
(105) 43767. 90 2. X. hitun9 sebesar. 5,906, X 2 rabel sebesar 7,815. Hasil pengu11an 2. memberikan indikasi bahwa nilai X. hitung. < X2 tabel· makaH o. ditolak, sehingga disimpulkan bahwa keempat kelompok data yang diuji berasal dari populasi yang variansnya homogen.. Kedua hasil pengujian persyaratan analisis di atas memberikan kesimpulan bahwa persyaratan analisis yang diperlukan untuk analisis varians telah terpenuhi, sehingga layak untuk dilakukan pengujian lebih. lanjut dalam melihat perbedaan pengaruh model pembelajaran Jigsaw dan model pembelajaran STAD dengan minat belajar tinggi dan minat belajar rendah terhadap hasil belajar JPS peserta didik yang menjadi subjek dalam penelitian ini.. B. Hasil Pengujian hipotesis pada penelitian ini dilakukan dengna teknis Analisis Varian 2 jalur (2 x 2), kemudian dilakukan uji lanjut dengan menggunakan Uji Tuckey.. Analisis var1ans dua jalur adalah suatu teknik perhitungan (statistik parametrik) yang bertujuan untuk menyelidiki dua pengaruh, yaitu pengaruh. utama (main effect) dan pengaruh interaksi (interaction effect). Pengaruh utama disini adalah pengaruh perbedaan model pembelajaran Jigsaw dan model pembelajaran STAD terhadap hasil belajar IPS peserta didik. Dan juga pengaruh perbedaan minat. belajar tinggi dan minat. belajar rendah.. Sedangkan pengaruh interaksi yang dimaksud adalah pengaruh interaksi. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.
(106) 43767. 91. antara model pembelajaran Jigsaw dan model pembelajaran STAD dengan minat belajar terbadap basil belajar JPS peserta diclik. Hasil perbitungan analisis varians yang diperoleb dirangkum dalam tabel berikut: Tabel 4.10 Rangkuman Hasil Pengujian Hipotesis Menggunakan ANA VA Dua jalur Hasil Belajar IPS Peserta Didik Tests of Between-Subjects Effects. De"""ndent Variable: HasilBelaJar Source Type Ill Sum of df Squares Corrected Model 398,97 f 3 Intercept 41114,205 1 ModelPembelajaran 19,114 1 Min at 355, 114 1 ModelPembelajaran • Minat 24,750 1 147,818 40 Error 41661,000 44 Total 546,795 43 Corrected Total. Mean Square. F. 132,992 41114,205 19,114. 35,986. ,000. 11125,615 5,172. ,000. 96,095 6,697. ,000 ,013. 355,114 24,750 3,695. Sig.. ,028. a. R Squared= ,730 (Adjusted R Squared= ,709). Berdasarkan rangkuman perbitungan ANA VA 2 jalur pada tabel di atas, maka dapat clisimpulkan basil pengujian dari bipotesis 1, bipotesis 2 dan bipotesis 5 sebagai berikut: 1. Hipotesis nol (H 0) yang menyatakan babwa tidak terdapat perbedaan. antara basil belajar JPS peserta didik dengan menggunakan model pembelajaran Jigsaw dengan model pembelajaran STAD clitolak, karena Fhuung>Ftab•l(O,OS).. yaitu 5,172 > 4,08 , Sehingga dapat disimpulkan. babwa terdapat perbedaan antara basil belajar JPS peserta didik dengan menggunakan model pembelajaran Jigsaw dengan model pembelajaran STAD secara signifikan.. 2. Hipotesis not (H ol yang menyatakan bahwa tidak terdapat perbedaan antara basil belajar JPS peserta didik yang memiliki minat belajar tinggi. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.
(107) 43767. 92. dengan peserta didik yang memiliki minat belajar rendah ditolak, karena. Fhitung >F tabel (O,OS)• yaitu 96,095. > 4,08 . Sehingga dapat disimpulkan. bahwa terdapat perbedaan antara hasil belajar JPS peserta didik yang memiliki minat belajar tinggi dengan peserta diclik yang memiliki minat. belajar rendah secara signifikan. 3. Hipotesis nol (H 0 )yang menyatakan bahwa tidak terdapat interaksi antara. model pembelajaran dan minat belajar terhadap hasil belajar JPS peserta. didik ditolak, karena. F hitung >Ftabel co.as),. yaitu 6,697 > 4,08. Sehingga. dapat disimpulkan bahwa terdapat interaksi antara model pembelajaran dan minat belajar terhadap basil belajar IPS peserta didik secara signifikan. Gambaran interaksi tersebut disajikan dalam graftk berikut ini:. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.
(108) 43767. 93. 4. Gambar 4.7 Grafik Interaksi antara Model Pembelajaran dan Minat Belajar terhadap Hasil Belajar IPS Peserta Didik Estimated Margin al Means of HasllBelajar. .IJl<·dolP~mb•IJJJron ...... I -~;. ~·~o. •. j •• ft. l~. r•. ••. ·i. w. Minai. Terujinya secara signifikan interaksi antara model pembelajaran dan minat belajar terbadap basil belajar !PS, maka langkah selanjutnya adalah mengadakan uji lanjut. Oleh karena jumlab subjek dalam sel (kelompok) sama, maka uji lanjut yang dilakukan Uji Tuckey. Analisis digunakan untuk menguji perbedaan nilai rerata absolut dari dua kelompok yang dipasangkan. dengan cara membandingkan dengan nilai kritis angk:a Tuckey. 1. Data basil belajar !PS peserta didik kelompok Al Bl dan A2Bl Q=. x, - f 1 ~S ga';;ngan 2. 34,82 - 32,00 =. 13.78. ~-r=fi. = 15,94. Berdasarkan basil perhitungan Uji Tuckey di atas, dengan n = lldan. a= 0,05,. maka diperoleb Q,ab" = 4,26, sedangkan Qhil. =15,94.. Dengan demikian, maka Qhttung > Qtabel• yang berarti bahwa H 1 diterima. Sebingga disimpulkan babwa terdapat perbedaan basil belajar !PS peserta. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.
(109) 43767. 94. didik yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran Jigsaw dengan model pembelajaran STAD pada peserta didik yang memiliki minat. tinggi secara signiflkan. 2. Data basil belajar !PS peserta didik kelompok AIB2 dan A2B2. x, - xj. 27,s2 - 27,64 Q = ""~=== = 1#1 = 1,05 2 S. gabungan. n Berdasarkan hasil perhitungan Uji Tuckey di atas, dengan n = lldan. a= 0,05,. maka diperoleh. Qtob•I. = 4,26,. sedangkan. QhUuna. =J,05.. Dengan demikian, maka Qhitung < Qtabel' yang berarti bahwa. HO. diterima. Sehingga disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan basil belajar JPS peserta didik yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran Jigsaw dengan model pembelajaran STAD pada peserta didik yang memiliki minat rendah secara signifikan.. C. Pembahasan Dari basil penguJ1an hipotesis tentang pengaruh antara dua model pembelajaran terbadap basil belajar JPS peserta didik yang diteliti temyata secara statistik dalam uji lanjut Tuckey diterima. Dengan demikian diketahui bahwa model pembelajaran Jigsaw lebib unggul dalarn pencapaian basil belajar JPS jika dibanding dengan model pembelajaran STAD .. Berdasarkan tabel hasil perhitungan tersebut, maka basil pengujian dapat dideskripsikan sebagai berikut:. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.
(110) 43767. 95. 1. Perbedaan Hasil Belajar !PS Siswa Sekolah Dasar yang Belajar Menggunakan. Model. Pembelajaran Jigsaw. (Al). dan. Model. Pembelajaran ST AD (A2) Dalam penelitian ini ditemukan babwa terdapat terdapat perbedaan antara basil belajar JPS peserta didik dengan menggunakan model pembelajaran Jigsaw dengan model pembelajaran STAD secara siginifikan, yakni basil belajar !PS peserta didik yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran Jigsaw lebib tinggi dibandingkan dengan peserta didik yang belajar dengan model pembelajaran STAD. Hal ini disebabkan dengan penggunaan model pembelajaran kooperatif Jigsaw masing-masing peserta didik bertanggung jawab atas penguasaan. bagian materi belajar dan mampu mengajarkan materi tersebut kepada teman dalam kelompoknya. Dalam model pembelajaran ini peserta didik dituntut untuk berfikir secara kreatif dan bekerja sama dengan peserta didik lain. Dalam model pembelajaran kooperatif ini peserta didik juga barns mampu membahas dan mempertanggungjawabkan apa yang dikerjakannya. Konsep dalam model pembelajaraan kooperatif ini adalah diharapkan peserta didik belajar dalam kelompok kecil yang terdiri dari 4-6 orang secara beterogen dan bekerja sama saling ketergantungan yang positif dan. bertanggungjawab atas ketuntasan bagian materi pelajaran yang harus dipelajari dan menyampaikan materi tersebut kepada anggota kelompok. orang lain.Jigsaw didesain untuk meningkatkan rasa tanggungjawab peserta didik terhadap pembelajarannya sendiri dan juga pembelajaran. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.
(111) 43767. 96. orang lain. Peserta didik tidak hanya rnempelajari materi yang diberikan kepada dirinya, melainkan mereka juga harus siap memberikan dan. mengajarkan materi tersebut pada anggota kelompok lain. Dengan demikian, peserta didik saling tergantung satu dengan yang lain dan harus bekerja sama secara kooperatif untuk mempelajari materi yang ditugaskan. Dengan demikian, model pembelajaran kooperatif Jigsaw dalam proses pembelajaran dapat meningkatkan aktivitas belajar peserta didik terhadap materi yang dipelajari dan dapat meningkatkan minat belajar peserta didik.. Jhonson and Jhonson dalarn Rusrnan (2012) mengatakan penelitian tentang kooperatif model jigsaw menunjukan basil bahwa interaktif. kooperatif memiliki berbagai pengaruh positif terhadap perkembangan anak. Dalam pembelajaran kooperatif tipe jigsmv, siswa mendapatkan kesempatan. untuk. mengemukakan. pendapat,. dan. masing-masing. kelompok mempunyai tanggung jawab atas keberhasilan semua anggota kelompok, sehingga s1swa yang memiliki kemampuan lebih dapat membantu temannya yang belurn memahami materi. Dengan begitu, pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dapat lebih mendaorong siswa unuk aktif dan bekerjasama dengan temannya. Berdasarkan hal tersebut dapat dinyatakan bahwa model pernbelajaran kooperatif tipe jigsaw di anggap lebih efektif digunakan dibandingkan model pembelajaran STAD karena dalam pembelajaran ini siswa akan memperoleh prestasi lebih baik, mempunyai sikap yang lebih baik dan lebih positif terhadap pembelajaran, disamping saling menghargai perbedaan dan pendapat oranglain.. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.
(112) 43767. 97. Dalam model pembelajaran STAD, ketika siswa tidak memiliki minat atau tidak mempunyai kepercayaan babwa masalah yang dipelajari sulit. untuk dipecahkan, maka mereka akan merasa enggan untuk mencoba sehingga siswa akan bosan dengan pembelajaran dan menunjukkan sikap pes1m1s. Berdasarkan basil penelitian, meskipun kedua model pembelajaran ini. sama-sama model pembelajaran kooperatif, namun model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw memberikan basil yang lebib baik dalarn kegiatan pembelajaran dibandingkan model STAD. Temuan ini sesuai dengan penelitaian yang ditunjukkan setelab penerapan model pembelajaran. kooperatiftipejigsaw menunjukkan basil yang signifikan. 2. Pengarub lnteraksi antara Model Pembelajaran dan Minat Belajar terhadap Hasil Belajar IPS Siswa Sekolah Dasar Hasil penelitian pada pengujian bipotesis kedua menunjukkan babwa. terdapat interaksi antara model pembelajaran dan minat belajar terhadap basil belajar JPS peserta didik.. Artinya. interaksi antara model. pembelajaran dan minat belajar secara bersama-sama berpengaruh terbadap basil belajar !PS peserta didik. Oleb karena itu, model pembelajaran dan minat belajar dapat menentukan perolehan basil belajar JPS. Model pembelajaran kooperatif merupakan salah satu model yang dapat digunakan. oleb. guru. dalam. melaksanakan pembelajaran.. Dalam. menggunakan model pembelajaran kooperatif, baik Jigsaw maupun STAD. tentu disesuaikan dengan materi dan tujuan yang hendak dicapai yang. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.
(113) 43767. 98. telah ditetapkan dalam rencana pembelajaran, sebelum melakukan kegiatan. pembelajaran.. Dalam. menggunakan. model. pernbelajaran. kooperatif tersebut harus mengandung kriteria tertentu dengan tujuan bahwa dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif dapat. menjadik:an peserta didik aktif dalam proses pembelajaran, tidak terjadi kejenuhan,. suasana. pembelajaran. menjadi. menarik. dan. dapat. meningkatkan interaksi antara peserta didik dengan peserta didik, maupun interaksi peserta didik dengan guru. Dengan demikian, akan langsung. berpengaruh pada hasil beajar peserta didik. Dalam penelitian ini menunjukkan bahwa secara teoritis dan empiris, pembelajaran yang menggunakan model pembelajaran kooperatif Jigsaw lebih ungguk dikarenakan model pembelajaran ini lebih variatif dalam penyajian proses pembelajaran dan peserta didik diberikan tanggungjawab masing-masing untuk mencari materi yang lebih luas dari sub topik. ataupun gambar yang diberikan oleh guru untuk mempermudah tingkat pemahaman peserta didik atas materi yang disampaikan oleh guru. Selain itu, minat belajar peserta didik pun turut mempengaruhi pencapaian basil belajar peserta didik. Dengan model pembelajaran kooperatif Jigsaw sangat membantu peserta didik yang memiliki minat belajar rendah karena dapat membuat peserta didik semangat dan terpacu untuk belajar, dan mencari materi yang lebih luas dari sub topik atau gambar yang diberikan oleh guru, karena peserta didik memiliki tanggung jawabnya sendiri-sendiri dari materi yang lebih luas.. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.
(114) 43767. 99. Dari temuan yang diperoleh dalam penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif Jigsaw dan STAD bersama-sama dengan minat belajar mempengaruhi basil belajar !PS peserta didik kelas VI Sekolah Dasar.. 3, Perbedaan. Hasil Belajar. IPS. Siswa. yang. diberikan. Model. Pembelajaran Jigsaw yang memilild Minat Belajar Tinggi dengan Model Pembelajaran STAD yang Memilild Minat Belajar Tinggi Pengujian hipotesis ketiga menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar !PS peserta didik yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran Jigsaw dengan model pembelajaran STAD pada peserta didik yang memiliki minat tinggi secara signifikan, yakni basil belajar JPS peserta didik yang memiliki minat belajar tinggi yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran Jigsaw lebih tinggi dari peserta didik yang belajar dengan model pembelajaran STAD . Hal tersebut dikarenakan pesert didik yang memiliki minat belajar tinggi memiliki ketertarikan yang tinggi terhadap kegiatan pembelajaran, perhatian yang penuh terhadap materi pelajaran yang disampaikan oleh guru, selalu berpartisipasi aktif dalam kegiatan pembelajaran, bertanggung jawab terhadap setiap tugas yang diberikan oleh guru, mampu memberikan dorongan. yang. positif. kepada. teman-temannya. dalam. proses. pembelajaran, memiliki kegairan dan keinginan belajar yang tinggi, serta kepuasan terhadap basil belajar yang dicapai oleh peserta didik. Model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw merupakan salah satu tipe. pembeajaran kooperatif yang mendorong siswa aktif dan saling membantu. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.
(115) 43767. 100. dalam menguasai materi pelajaran untuk mencapa1 prestasi yang maksimal. siswa yang sudah memiliki dasar pengetahuan yang tinggi akan lebih mudah untuk menguasai materi membantu siswa lain untuk. memahami materi pelajaran terutama dalam hal memecahkan masalah. Jhonson and Jhonson dalam Rusman mengatakan penelitian tentang kooperatif model Jigsaw menunjukkan hasil bahwa interaktif kooperatif memilkiki berbagai pengaruh positif terhadap perkembangan anak. Pengaruh positif tersebut adalah : 1) meningkatkan basil belajar; 2). meningk:atkan daya ingat: 3) dapat digunakan untuk mencapai taraf penalaran tingkat tinggi; 4) mendorong tumbuhnya motivasi intrinsik; 5). meningkatkan sikap anak yang positif terhadap sekolah dan guru; 6). meningk:atk:an harga diri anak; 7) meningkatkan perilaku penyesuaian sosial yang positif; 8) meningkatkan keterampilan hidup bergotong royong.. 4. Perbedaan Hasil Belajar IPS Siswa Sekolah Dasar yang diberikan Perlakuan dengan Model Pembelajaran Jigsaw yang memiliki Minat Belajar rendah dengan Model Pembelajaran STAD yang memiliki Minat Belajar rendah Hipotesis penelitian bahwa hasil Hasil Belajar IPS siswa yang memiliki minat belajar rendah yang diberikan model pembelajaran Jigsaw lebih kecil dari bada kelompok siswa yang belajar dengan mengguanakan pembelajaran STAD diterima.Hal ini di buktikan dengan uji tukai diperoleh Qh <Qt, 1,05 < 4,26.Hal ini berarti HO diterima dan menolak Hl.Dengan demikian hipotesis 4 yang menyatkan bahwa basil belajar IPS. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.
(116) 43767. 101. yang di berikan model pembelajaran jigsaw dengan minat belajar rendah mendapatkan skor lebib kecil daripada basil belajar JPS yang diberikan model pembelajaran stad dengan minat balajar rendah di terima secara signifikan pada. a~. 0,05.Sehingga siswa yang memiliki minat bealajar. rendab menggunakan model pembelajaran jigsaw basilnya lebih rendah di bandingkan dengan siswa yang memiliki minat belajar rendah dengan model pembalajaran STAD.Menurut Djamarab (2008 :166), menjelaskan bahwa. siswa. yang. memiliki. minat. belajar. yang. rendah. akan. menghasilakan prestasi yang rendab, kurang memilki ketertarikan terhadap kegiatan pembelajaran, kurang perbatian terhadap materi pelajaran yang di sarnpaikan oleh guru, tidak aktip di setiap kegiatan pembelajaran kurang memiliki rasa tanggung jawab terbadap setiap tugas yang diberikan guru, kurang memiliki kegairan dan keinginan belajar yang. tinggi, serta. memiliki kepuasan terhadap basil belajar yang dicapainya walaupun masih rendah. Pengujian hipotesis keempat menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan basil belajar JPS peserta didik yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran Jigsaw dengan model pembelajaran. STAD pada peserta didik yang memiliki minat rendah secara signifikan, yakni basil belajar JPS peserta didik yang memiliki minat belajar rendah yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran Jigsaw lebih rendab dari peserta didik yang belajar dengan model pembelajaran STAD. Hal tersebut dikarenakan peserta didik yang memiliki minat belajar rendah kurang memiliki ketertarikan terhadap kegiatan pembelajaran,. kurang perhatian terhadap materi pelajaran yang disampaikan oleh guru,. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.
(117) 43767. 102. tidak aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran, kurang memiliki rasa tanggung jawab terhadap setiap tugas yang diberikan guru, kurang memiliki kegairan dan keinginan belajar yang. tinggi, serta memiliki. kepuasan terhadap basil belajar yang dicapainya walaupun masih rendah. Berdasarkan keempat hipotesis menurut Elington (1998: 84).bahwa penggunaan model pembelajaran sedapat mungkin tidak hanya sebagai alat untuk meningkatkan basil belajar JPS artinya model pembelajaran juga di gunakan untuk menigkatkan kualitas pembelajaran di kelas.. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.
(118) 43767. BABV KESIMPULAN DAN SARAN. A. Kesimpulan Berdasarkan dari basil penelitian maka dapat disimpulkan sebagai berikut:. I. Penelitian ini membuktikan bahwa basil belajar !PS peserta didik yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran Jigsaw lebih tinggi dibandingkan. dengan peserta. didik. yang. belajar. dengan. model. pembelajaran STAD. Hal ini dibuktikan dengan hitungan statistik yaitu : Fhit. >Ftabel (0,05), yaitu. 5,172. > 4,08 .. 2. Penelitian ini membuktikan bahwa terdapat interaksi antara model pembelajaran dan minat belajar terhadap basil belajar JPS peserta didik. Hal ini. dapat dibuktikan dengan basil. F hitun9 >F tabel (0,05), yaitu 6,697. hitungan statistik,. yaitu:. > 4,08.. 3. Penelitian ini membuktikan bahwa basil belajar JPS peserta didik yang memiliki minat belajar tinggi yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran Jigsaw lebib tinggi dari peserta didik yang belajar dengan model pembelajaran STAD. Hal ini dapat dibuktikan dengan basil hitungan statistik, yaitu, Q hitung > Q tabe/, yaitu 15,94 > 4,26. 4. Penelitian ini membuktikan bahwa hasil belajar JPS peserta didik yang memiliki minat belajar rendah yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran Jigsaw lebih tinggi dari peserta didik yang belajar dengan model pembelajaran STAD. Hal ini dapat dibuktikan dengan basil hitungan statistik, yaitu:Q hitung < Q tabel, yaitu 1,05 < 4,26.. 103 Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.
(119) 104. B. Saran Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka saran-saran yang dikemukakan peneliti kepada para pendidik yang berada di lingkungan. Gugus V Kecamatan Citeureup Bogor sebagai berikut: 1. Ketika proses pembelaj aran berlangsung hendaknya para Pendidik menggunakan model pembelajaran kooperatif Jigsaw karena terbukti dari hasi penelitian yang dilakukan oleh peneliti dan dari hasil penelitian. terdahulu. ternyata. pembelajaran. dengan. menggunakan. model. pembelajaran Jigsaw basil beljar JPS Iebih tinggi dibandingkan dengan. model pembelajaran lain. 2. Pengembangan metode pembelajaran kooperatif Jigsaw berpusat kepada peserta didik sehingga pembelajaran aktif dan tidak membosankan. sehingga mampu meningkatkan minat belajar peserta didik. 3. Para Pendidik diharapkan dapat mengoptimalkan sarana yang ada sebagai media dan alat pembelajaran dalam rangka meningkatkan basil belajar JPS. 4. Orangtua diharapkan selalu memberikan perhatian dan dukungan kepada anaknya untuk meningkatkan minat belajar peserta didik, sehingga dapat memacu peserta didik untuk meningkatkan hasil belajarnya. 5. Peserta didik dibiasakan berpartisipasi aktif dan bertanggungjawab dalam kegiatan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran yang variatif, sehingga dapat meningkatkan minat belajar peserta didik yang pada akhirnya akan meningkatk:an basil belajarnya.. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka. 43767.
(120) 105. DAFTARPUSTAKA Ahmadi, A. dan Supriyono, W. (2004) . Psikologi Be/ajar. Jakarta: PT RinekaCipta. Al-Tabany, T. I. B (2014). Mendesain Model Pembelajaran lnovatif, Progresif, Kontekstual: Konsep, Landasan, dan imptementasinya pada kurikulum 2013 (Kurikutum Tematik integrative/TKI). Jakarta: Renada Media Group. Arikunto, S. (2006). Prosedur Jakarta:Rineka Cipta.. Penelitian. Suatu. Pendekatan. Praktek.. Budiningarti, H. (1998). Pengembangan strategi Pembelajaran Kooperatif Tipe. Jigsaw Pada Pembelajaran Fisika di SMU (tests). Surabaya: !KIP Surabaya. Djaali. (2008). Psikologi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara. Djamarah,S.B.(20 l l ).Psiko/ogi Be/ajar. Jakarta:RinekaCipta. Dalyono,M.(2009).Psiko/ogi Pendidikan.Jakarta:RinekaCipta. Dimyati dan Mudjiono. (2006). Be/ajar dan Pembelajaran. Jakarta RinekaCipta.Gunawan, R. (2013). Pendidikan !PS. Bandung: Alfabeta. Hamdani.(2011 ).Strategi Be/ajar Mengajar.Bandung:CV. PustakaSetia. Harndayama, J. (2014). Model dan metode Pembeiajaran Kreatif dan Berkarakter. Bogor : Ghalia Indonesia. Hamid,S.(2011 ).Metode Edutainment.Yogyakarrta:.DiV Apress. Hemawan, A. H, dkk. (2011). Pengembangan Pembelajaran.Jakarta : Universitas Terbuka.. kurikurum. dan. Huda, M. (2013). Model - model pengajaran dan Pemhe/ajaran: lsu - isu Metodis dao Paradikmatis. Yogyakarta : Pustaka Pelajar. Hurlock, E. B. (1993). Psikologi Perkembaogan (Edisi Lima). Jakarta: PT. Erlangga. lschak. (2005). Pendidikan !PS di SD. Jakarta : Universitas Terbuka. Isjoni. (2007). Integrated Learning (Pendekatan Pembelajaran JPS di Pendidikan Dasar). Bandung: Falah Production. Isjoni. (2009). Pembe/ajaran Kooperatif: Meningkatkan Kecerdasan Komunikasi. Antar Peserta Didik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka. 43767.
(121) 107. Supriatna, dkk. (2007). Pendidikan JPS di SD. Bandung : UPI PRESS. Suprijono, A. (2013). Cooperative Leaming : Teori dan Aplikasi PAIKEM. Yogyakarta. Pustaka Belajar.. Susanto, A (2006), Teori be/ajar dan Pembelajaran di Sekolah Dasar. Jakarta: Kencana. Sutardi, D dan Sudirjo, E (2007). Pembaharuan Dalam PBM. Bandung: UPI PRESS.. Suwamo. (2009). Dasar-dasar I/mu Pendidikan. Jakarta: Rineka cipta Syah. M. (2008). Psikologi Pendidikan. Bandung : Remaja Rosdakarya.. Trianto. 2010. Model Pembelajaran Terpadu: Konsep Stategi dan Implementasinya Dalam Kurikulum Tingkat Satuan pendidikan ( KTSP). Jakarta : PT Bumi Aksara.. Warkitri. (1987). Evaluasi Hasil Be/ajar. Jakarta Terbuka.. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka. Kurikulum, Universitas. 43767.
(122) 43767. •'•. ~~ ,, .... c .:.,;:.~i:-:?~':·:··-~....~~ ~. \... ., ,!. /. LAMPIRANI 1. Uji Normalitu 2. Uji Homogenitas 3. Uji Lujat Takq. -. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.
(123) 43767. 108. Ujl Normalitas data hasll belajar kelompok Al:. Al. No.. Zi. F(zi). 5(zi). I F(zi) - 5(Zi) I. 1. 25. -1,5002. 0,0668. 0,0455. 0,0213. 2 3. 25. -1,5002. 0,0909. 0,0241. 26. -1,2593. 0,0668 0,1040. 0,1364. 0,0324. 26 26. -1,2593. 0,1040. -1,2593. 0,1040. 0,1818 0,2273. 0,0778 0,1233. 6 7. 27. -1,0184 -1,0184. 0,1543 0,1543. 0,2727. 0,1185 0,1639. 8 9. 30 30. -0,2957. 0,3837. -0,2957. 0,3837. 10. -0,0548. 11. 31 31. 0,4782 0,4782. 12 13. 32 33. 14. 33. 15. 35. 16 17. 35 35. 18. 36. 19. 36. 20 21. 36 36. 22. 36. 4 5. 27. 0,3182 0,3636 0,4091. 0,0201. 0,4545. 0,0236 0,0218 0,0284. 0,0253. -0,0548 0,1862. 0,5738. 0,5000 0,5455. 0,4271. 0,6653. 0,5909. 0,0744. 0,4271 0,9089. 0,6653 0,8183. 0,6364 0,6818. 0,0290 0,1365. 0,9089. 0,8183 0,8183. 0,7273. 0,0910 0,0456. 0,9089. 0,0567. 0,8749. 0,8182 0,8636. 0,8749 0,8749. 0,9091 0,9545. 0,0342 0,0797. 0,8749. 1,0000. 0,1251. 1,1498 1,1498. 0,8749. 1,1498 1,1498 1,1498. 0,7727. 0,0112. lo= Max I F(zi) - 5(Zi) I = 0,163926 Lt= l tabel (untuk n = 22 dengan taraf signifikansi 0,05) = 0,190 Kesimpulan: Jika Lo< Lt : sampel berasal dari populasl yang berdistribusi normal Jika Lo> Lt : sampel tidak dari populasi yang berdistribusi normal Oengan demikian Lo< Lt, sehingga disimpulkan bahwa kelompok Al berasal Dari populasi yang berdistribusi normal.. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.
(124) 43767. 109. Uji Normalitas data hasil belajar kelompok A2 · No.. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22. Al. F(zi). Zi -1,3911 -1,3911 -1,0353 -1,0353 -1,0353 -0,6794 -0,6794 -0,6794 -0,6794 -0,3235 -0,3235 0,0324 0,0324 0,0324 0,3882 0,7441 1,1000 1,1000 1,1000 1,4558 1,4558 1,8117. 26 26 27 27 27 28 28 28 28 29 29 30 30 30 31 32 33 33 33 34 34 35. 5(zi) 0,0821 0,0455 0,0821 0,0909 0,1503 0,1364 011503 0,1818 0,1503 0,2273 0,2484 0,2727 0,2484 0,3182 0,2484 0,3636 0,2484 0,4091 0,3732 0,4545 0,3732 0,5000 0,5129 0,5455 0,5129 0,5909 0,5129 0,6364 0,6511 0,6818 0,7716 0,7273 0,8643 0,7727 0,8643 0,8182 0,8643 0,8636 0,9273 0,9091 0,9273 0,9545 0,9650 1,0000. I F(zi) - 5(Zi) I 0,0366. 0,0088 0,0139 0,0315 0,0770 0,0243 0,0697 0,1152 0,1606 0,0814 0,1268 0,0326 0,0780 0,1235 0,0307 0,0443. 0,0916 0,0461 0,0007 0,0182 0,0273 0,0350. 0,160646 Lo= Max I F(zi) - S(Zi) I = Lt= L tabel {untuk n = 22 dengan taraf signifikansi 0,05) = 0,190 Kesimpulan: Jika Lo< Lt Jika Lo> Lt. : sampel berasal dari populasi yane berdistribusi normal : sampel tidak dari populasi yang berdistribusi normal. Dengan demikian Lo< Lt, sehingga disimpulkan bahwa kelompok Al berasal dari Populasi yang berdistribusi normal. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.
(125) 43767. 110. Uji Normalitas data has ii belajar kelompok Al Bl·. Al Zi 32 33 33 35 35 35 36 36 36 36 36. -1,9159 -1,2361 -1,2361 0,1236 0,1236 0,1236 0,8034 0,8034 0,8034 0,8034 0,8034. F(zi) 0,0277 0,1082 0,1082 0,5492 0,5492 0,5492 0,7891 0,7891 0,7891 0,7891 0,7891. 5(zi) 0,0909 0,1818 0,2727 0,3636 0,4545 0,5455 0,6364 0,7273 0,8182 0,9091 1,0000. I F(zi) - 5(Zi) I 0,0632 0,0736 0,1645 0,1856 0,0946 0,0037 0,1528 0,0619 0,0290 0,1199 0,2109. Lo= Max I F(zi) - 5(Zi) I = 0,210858 Lt= L tabel (untuk n = 11 dengan taraf signifikansi 0,05) = 0,249 Kesimpulan: Jika Lo< Lt. : sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal. Jika Lo> Lt. : sampel tidak dari populasi yang berdistribusi normal. Dengan demikian Lo< Lt, sehingga disimpulkan bahwa kelompok Al berasal dari populasi yang berdistribusi normal. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.
(126) 43767. 111. uji Norma itas data hasi lb elajar kelomook A2Bl: Al. No.. I. 2 3 4 5 6 7 8 9 10 II. Zi. 27 30 30 31 32 33 33 33 34 34 35. F(zi) -2,1517 -0,8607 -0,8607 ·0,4303 0,0000 0,4303 0,4303 0,4303 0,8607 0,8607 1,2910. S(zi) 0,0157 0,0909 0,1947 0,1818 0,1947 0,2727 0,3335 0,3636 0,4545 015000 0,6665 0,5455 0,6665 0,6364 0,6665 0,7273 0,8182 0,8053 0,8053 0,9091 0,9016 1,0000. I F(zl) - S(Zi) I 0,0752 0,0129. 0,0780 0,0302 0,0455 0,1211 0,0302 0,0607 0,0129 0,1038 0,0984. lo= Max I F(zi) • S(Zi) I= 0,121068 Lt= Ltabel (untuk n = 11 dengan taraf signifikansi 0,05) = 0,249 Kesimpulan: Jika Lo< Lt Jika Lo> Lt. : sampel berasal darr populasi yang berdistribusi normal : sampel tidak dari populasi yang berdistribusi normal. Oengan demikian Lo< Lt, sehingga disimpulkan bahwa kelompok Al berasal dari populasi yang berdlstribusi normal. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.
(127) 43767. 112. Rangkuman Uji Normalitas Al, A2, A181, A182, A281, A2B2 No.. Kelompok. L hitung. L tabel. Kesimpulan. 1 2. Al A2 Al Bl A1B2 A2Bl A2B2. 0,1639 0,1606 0,2109 0,2419 0,1211 0,1695. 0,190 0,190 0,249 0,249 0,249 0,249. Berdistribusi Normal. 3 4 5 6. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka. Berdistribusi Normal Berdistribusi Normal Berdistribusi Normal Berdistribusi Normal Berdistribusi Normal.
(128) 43767. 113. Rangkuman Uji Homogenitas masing-masing kelompok perlakukan (Uji Bartlett). Kelompok. db (n-1). (Varians) S,..2. Al Bl A1B2 A2Bl A2B2 Jumlah. 10. 2,16 5,65 5,40 1,56 14,78. 10 10 10 40. LOP:. 511 2. 0,3352 0,7524 0,7324 0,1941. db* Log 5'2 3,3518 7,5240 7,3239 1,9414 20,14. <~-1)rs2. 5"2 eabungan = :E(1i - 1~ (Log 52 galnmgan) =. -. 3, 70. =(Logs' gabungan)(L (nQ..5?)) = 8. X 2 httung = (ln 10) ( B -. 2:. (n- 1). !ogS 2 ) =. 22,7. 5,906. x• tabel = 7,81~ (dengan sign. 0,05 dan db= n-1=4-1=3). X 2 hitun~ Kelompok Al Bl. A1B2 A2Bl A2B2. 5,906. I. X 2 tabel. I 7,815. Kesimpulan. Homogen. Dengan demikian X"2 hitung < X"2 tabel, seh'1ngga disimpulkan bahwa varians untuk empat kelompok data atau perlakuan adalah homogen. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.
(129) 43767. 114. Estimated Marginal Means of HasilBelajar. -I •c. ". c. a.. !linaitR~. I. ••. :i;. ;;. Mina I r"11rlatTinggi. ". ~. •. ...• :i;. • .Ji• ~. lO. w. ". I' STAD. ModelPemb•lajaran. Estimated Marginal Means of HasilBelajar f~1vdelP .:n1b.;,lajar an. 36. -. Jt\ISSW. STAD. 34. \. •c. ••. :i;. ;;. e• " :ii ... c. ;J. \. \. \. \. 30. .,E •. w. ,... Minat. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka. \. \. \.
(130) 43767. 115. langkah-langkah Uji Tuckey A.. Data Hasll Belajar kelompok A181 dan A281 Rata-rata Kelompok db• (n-1) (X) Al Bl A2Bl. 10 10 20. Jumlah. 5"2 gabungan. •. (n-l)E5 2 = Eln - 1!. (Varians) 511.2. 34,82 32,00. 2,16 5,40. 66,82. 7,56. 378. '. x, - ii,. Q = ''s~-,,,..=== =. 15,94. J "'gabungar... v. n. Dengan n =11, taraf sign.= 0,05, maka Q tabel. 0. tabet. Q hitung. Ket. =4,26 Kesimpulan. Terdapat perbedaan antara hasil 15,94. A.. 4,26. Ho diitolak. belajar slswa pada kelompok Jiesaw yang minat tinggi dan siswa pada kelompok STAD yang mlnat tinggi. Data Hasll BelaJar kelompok A182 dan A2B2. Rata-rata Kelompok. db• (n-1). (X). (Varians) s11.2. AlB2. 10. 27,64. 5,65. A2B2. 10 20. 27,82 55,45. 1,56 7,22. Jumlah 5'2 gabungan •. (n - 1) LS' = 3,61 E(n - 1). x1 -x1. ===. Q = 'is~·'"· = j - 9abt.1ngan \!. n. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka. 1,05.
(131) 43767. 116. Oengan n =11, taraf sign.= 0,05, maka Q tabel Q hitung. Q tabel. Ket. =4,26 Kesimpulan Tidak Terdapat perbedaan antara. 1,05. 4,26. Ho diterlma. hasil belajar siswa pada kelompok Jigsaw yang minat rendah dan siswa pada kelompok STAD yang minat rendah. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.
(132) 43767. LAMPIRANil 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.. RPP.Jlpaw RPPSTAD Lembar Kerja Si1Wa Jigsaw Lembar Kerja SiMWa STAD lllstrumen Hull Belajar lPS Uji Coba Kunci Jawaban Uji Coba lllstramen Basil Belajar lPS Setelah Uj!Coba 8. Kunci Jawaban Setelah Uji Coba 9. Pengislan Angket Minat Balajar. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.
(133) 117. Pertemuan ke 1. RENCANAPELAKSANAANPEMBELAJARAN(RPP). Satuan Pendidikan. : SDN Sukahati 01. Mata Pelajaran. : Ilmu Pengetahuan Sosial (JPS). Materi Pokok. : Gejala Alam. Kelas I Semester. : VI/ II. Alokasi Waktu. : 2x35 menit. Pertemuan ke. : 1 (satu). Model Pembelajaran : Jigsaw. A. Standar Kompetensi 2. Memahami gejala alam (peristiwa) yang terjadi di Indonesia dan sekitamya. B. Kompetensi Dasar. 1.1 Mendeskripsikan gejala (peristiwa) alam yang terjadi di Indonesia dan negara tetangga C. lndikator. Kognitif Peserta didik mampu :. •. Mengenal peristiwa alam. •. Menjelaskan berbagai bentuk gejala alarn. •. Menyebutkan gejala alarn yangterjadi di Indonesia. •. Membandingkan gejala alam yang teqadi di negara Indonesia dan negara-. negara tetangga •. Mengidentiftkasi cara-cara menghadapi bencana alam. Afektif Peserta didik marnpu : •. Berbicara dengan lafal dan intonasi yang benar. •. Cermat dan teliti dalam mengisi sodl-soal latihan. •. Keberanian dalam menjawab soal-soal latihan. •. Memberikan pendapat dan menghargai pendapat orang lain. •. Memiliki rasa percaya diri dalam membacakan hasil diskusi. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka. 43767.
(134) 43767. 118. •. Kerjasama dan bertanggungjawab dalam proses pembelajaran. Psikomotorik Peserta didik mampu :. •. Aktif dalam mengikuti diskusi kelompok. •. Membuat kalimat dengan baik dan benar. •. Memperhatikan/menganalisis gambar yang disajikan secara seksama. •. Membacakan basil diskusi dengan baik. D. Tujuan Pembelajaran Melalui pengamatan, ceramah, tanyajawab, penugasan dan diskusi dengan menggunakan model pembelajaran Example Non Example peserta didik dapat: •. Mengenal peristiwa alarn. •. Menjelaskan berbagai bentuk gejala alam. •. Menyebutkan gejala alam yang terjadi di Indonesia. •. Membandingkan gejala alam yang terjadi di negara Indonesia dan negara-. negara tetangga •. Mengidentiflkasi cara-cara menghadapi bencana alam. •!• Karakter siswa yang diharapkan :. Toleransi, Peduli lingkangun,peduli sosial, Tanggungjawab, Kerjasama.. E. Materi Pembelajaran Peristiwa Alam Bencana alam tennasuk sebagai peristiwa alam. Ada juga yang menyebutnya dengan istilah gejala alam. Gejala alam adalah peristiwa alam yang terjadi karena pengaruh yang ditimbulkan oleh alam itu sendiri. Bencana dapat terjadi karena faktor alam itu sendiri. Namun, bencana alam juga dapat terjadi karena perilaku manusia yang mengubah tatanan alam secara sembarangan.. Peristiwa Alam Karena Faktor Alam antara lain : I. Gempa Bumi Gempa bumi adalah getaran yang dirasakan pada permukaan bumi akibat adanya kekuatan dari dalam bumi yang terjadi. karena aktivitas tektonisme,. vulkanisme, dan terban (runtuhan bagian lapisan burni).. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.
(135) 43767. 119. 2. Gunung meletus Gunung meletus terjadi pada gunung api yang masih aktif. Gunung api atau gunung berapi terbentuk karena. adanya magma yang bergerak mencapai permukaan bumi. Apabila magma berhasil menerobos lapisan. permukaan bumi, maka akan menirnbulkan ledakan (letusan) dan muntahan abu, asap dan awan panas. 3. Banjir. Banjir. adalah. peristiwa. meluapnya. air. secara. berlebihan di suatu tempat. Banjir dapat terjadi karena. saluran air atau sungai yang meluap. Dapat pula terjadi. karena air taut yang mengalami pasang mj elebihi biasanya 4. Angin topan Angin topan disebutjuga angin ribut (angin puling beliung). Angrn topan biasa terjadi pada saat pergantian. musim. Angin topan bertiup sangat kencang.. 5. Perubahan musim. Setiap tahun, negara-negara di kawasan Asia Tenggara mengalami musim kemarau. Pergantian musim hujan dan musim kemarau merupakan gejalaalam yang biasa terjadi setiap tahunnya (kebakaran hutan, kekeringan).. Peristiwa Alam Karena Perilaku Manusia antara Iain :. I. Menebang hutan secara liar Rutan yang gundul tidak dapat memberikan manfaat lagi bagi kehidupan manusia, bahkan mendatangkan bahaya dan bencana. Hutan yang gundul tidak dapat. menahan air hujan, akibatnya tanah longsor dan banjir. 2. Ladangberpindah Lading berpindah merupakan proses membuka lahan dengan cara membakar hutan. Setelah dibakar, lahan. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.
Gambar
Dokumen terkait
Hasil penelitian diperoleh bahwa model kooperatif tipe jigsaw dapat membantu meningkatkan aktivitas belajar dan hasil belajar siswa dalam proses pembelajaran
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil belajar kognitif siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dan tipe
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) penerapan model kooperatif teknik Jigsaw II pada mata pelajaran IPS dalam upaya meningkatkan minat belajar dan prestasi
Model kooperatif tipe jigsaw adalah model pembelajaran yang sangat efektif untuk meningkatkan hasil belajar, yang mana peserta didik dibagi dalam kelompok dan
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) aktivitas belajar peserta didik kelas VI SDN 4 Pasir Panjang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw lebih aktif,
Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan keefektifan penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation dan Jigsaw dalam meningkatkan hasil belajar
Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah diajar menggunakan pembelajaran kooperatif model Jigsaw perolehan skor rata-rata prestasi belajar siswa pada siklus I
Oleh sebab itu hal ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dan minat belajar siswa secara bersama-sama mempengaruhi hasil belajar