MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA
KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : SK. 94/ MENHUT-II/ 2005
TENTANG
PERPANJANGAN IZIN USAHA PEMANFAATAN HASIL HUTAN KAYU PADA HUTAN ALAM
KEPADA PT. NUSA PADMA CORPORATIAON ATAS AREAL HUTAN PRODUKSI SELUAS ± 39.920 (TIGA PULUH
SEMBILAN RIBU SEMBILAN RATUS DUA PULUH) HEKTAR DI PROVINSI MALUKU
MENTERI KEHUTANAN,
Membaca : 1. Surat Direkt ur Ut ama PT. Nusa Padma Corporat ion Nomor 108/ D. NPC/ JKT/ 99
t anggal 23 Juli 1999 perihal Permohonan Areal Hak Pengusahaan Hut an a. n. PT. Nusapadma Corpor at ion di Propinsi DATI I Mal uku;
2. Akt a Nomor 50 t anggal 21 Okt ober 1998 t ent ang Pendirian Perseroan Terbat as PT. Nusa Padma Corporat ion yang dibuat dihadapan Darsono Ps, S. H. , Not aris di Jakart a, yang t elah diubah dengan Akt a Nomor 51 t anggal 21 Okt ober 1998 yang dibuat di hadapan Not aris yang sama.
Menimbang : a. bahwa hut an produksi sebagai sumber daya al am yang mempunyai pot ensi
ekonomi, perlu dimanf aat kan secara opt imal dan lest ari bagi kepent ingan pembangunan ekonomi nasional;
b. bahwa dalam rangka pemanf aat an sumber daya al am hut an produksi t ersebut huruf a, PT. Nusa Padma Corporat ion t elah memperoleh perset uj uan pencadangan Izin Usaha Pemanf aat an Hasil Hut an Kayu pada Hut an al am (d/ h
Hak Pengusahaan Hut an) at as areal hut an produksi seluas ± 49.490 (Empat
Puluh sembilan ribu empat rat us sembilan puluh ) Hekt ar di kelompok hut an Tel uk Bara Kabupat en Buru, Provinsi Maluku sesuai surat Ment eri Kehut anan dan Perkebunan Nomor 2137/ Menhut bun-VI/ 1999 t anggal 17 November 1999 dan Surat Ment eri Kehut anan Nomor S. 32/ Menhut -VI/ Rhs/ 2004 t anggal 13 Juli 2004;
c. bahwa berdasarkan penel aahan Badan Planologi Kehut anan sesuai surat nomor S. 146/ KP/ Rhs/ 2004 t anggal 31 agust us 2004 dan Nomor S. 12/ VII-SET/ RHS/ 2005 t anggal 13 Januari 2005, Luas areal t ersebut pada huruf b yang
layak unt uk diusahakan adal ah seluas ± 39.920 (t iga pul uh sembilan ribu
sembilan rat us dua pul uh) hekt ar;
d. bahwa berdasarkan penilaian Depart emen Kehut anan melalui Lembaga Penilai Independen (LPI) areal t ersebut pada huruf c, t elah memenuhi persyarat an unt uk dimanf aat kan sebagai unit manaj emen hut an secara lest ari;
e. bahwa berdasarkan perat uran perundangan yang berlaku PT. Nusapadma
Corporat ion t elah memenuhi semua persyarat an yang dit ent ukan unt uk mendapat perpanj angan Izin Usaha Pemanf aat an Hasil Hut an Kayu pada Hut an Alam;
f . bahwa berdasarkan pert imbangan di at as, dipandang perlu menet apkan Keput usan Ment eri Kehut anan t ent ang Pemberian Izin Usaha Pemanf aat an Hasil Hut an Kayu pada Hut an Alam kepada PT. Nusa Padma Cor porat ion at as areal Hut an Produksi seluas ± 39. 920 ( t iga puluh sembilan ribu sembilan rat us dua puluh) Hekt ar di Propinsi Maluku;
Mengingat : 1. Undang-undang Nomor 5 Tahun 1960 t ent ang Perat uran Dasar Pokok-Pokok
Agraria;
2. Undang-undang Nomor 6 Tahun 1968 j o Undang-undang Nomor 12 Tahun 1970
t ent ang Penanaman Modal Dalam Negeri;
3. Undang-undang Nomor 24 Tahun 1992 t ent ang Penat aan Ruang;
4. Undang-undang Nomor 20 Tahun 1997 t ent ang Penerimaan Negara Bukan Paj ak:
5. Undang-undang Nomor 23 Tahun 1997 t ent ang Pengelolaan Lingkungan Hidup;
6. Undang-undang Nomor 41 Tahun 1999 t ent ang Kehut anan sebagaimana t el ah
diubah dengan Undang–undang Nomor 19 Tahun 2004 t ent ang Penet apan Perat uran Pemerint ah Penggant i Undang-undang Nomor 1 Tahun 2004 Tent ang Perubahan at as Undang-undang Nomor 41 Tahun 1999 t ent ang Kehut anan manj adi Undang-undang;
7. Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 t ent ang Keuangan Negara;
8. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 t ent ang Pemerint ahan Daerah ;
9. Perat uran Pemerint ah Nomor 33. Tahun 1970 t ent ang Perencanaan Hut an;
10. Perat uran Pemerint ah Nomor 22 Tahun 1997 j o. Perat uran Pemerint ah Nomor
52 Tahun 1998 t ent ang Jenis dan Penyet oran Penerimaan Negara Bukan Paj ak;
11. Perat uran Pemerint ah Nomor 51 Tahun 1998 t ent ang Provisi Sumber Daya
Hut an;
12. Perat uran Pemerint ah Nomor 27 Tahun 1999 t ent ang Anal isis Mengenai Dampak
Lingkungan;
13. Perat uran Pemerint ah Nomor 25 Tahun 2000 t ent ang Kewenangan Pemerint ah
dan Kewenangan Provinsi sebagai Daerah Ot onom;
14. Perat uran Pemerint ah Nomor 34 Tahun 2002 t ent ang Tat a Hut an dan
Penyusunan Rencana Pengelol aan Hut an, Pemanf aat an Hut an dan Penggunaan Kawasan Hut an;
15. Perat uran Pemerint ah Nomor 35 Tahun 2002 Tent ang Dana Reboisasi;
16. Perat uran Pemerint ah Nomor 44 Tahun 2004 Tent ang Perencanaan Kehut anan;
17. Perat uran Pemerint ah Nomor 45 Tahun 2004 t ent ang Perlindungan Hut an;
18. Keput usan Presiden Nomor 187/ M Tahun 2004 t ent ang Pembent ukan Kabinet
Indonesia Bersat u;
19. Perat uran Presiden Nomor 9 Tahun 2005 t ent ang Kedudukan, Tugas, Fungsi,
Susunan Organisasi, dan Tat a Kerj a Kement erian Negara Republik Indonesia;
20. Perat uran Presiden Nomor 10 Tahun 2005 t ent ang Unit Organisasi dan Tugas,
Eselon I Kement erian Negara Republik Indonesia;
21. Keput usan Ment eri Kehut anan dan Perkebunan Nomor 602/ Kpt s-II/ 1998 t ent ang
Analisis Mengenai Dampak Lingkungan, Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemant auan Lingkungan Pembangunan (UPL) Pembangunan Kehut anan dan Perkebunan;
22. Keput usan Ment eri Kehut anan Nomor 123/ Kpt s-II/ 2001 t ent ang Organisasi dan
Tat a Kerj a Depart emen Kehut anan, yang Telah diubah beber apa kali t erakhir dengan Keput usan Ment eri Kehut anan Nomor SK. 307/ Menhut -II/ 2004;
23. Keput usan Ment eri Kehut anan Nomor 4795/ Kpt s-II/ 2002 t ent ang Krit eria dan
Indikat or Pengelolaan Hut an Al am Produksi Lest ari pada Unit Pengelolaan;
24. Keput usan Ment eri Kehut anan Nomor 208/ Kpt s-II/ 2003 t ent ang Tat a Cara
Penil aian Kinerj a Usaha Pemanf aat an Hasil Hut an Kayu pada Hut an Alam di Unit Manaj emen dal am rangka Pengel olaan Hut an secara Lest ari;
25. Keput usan Ment eri Kehut anan Nomor 8171/ Kpt s-II/ 2002 t ent ang Krit eria
Pot ensi Hut an Alam pada Hut an Produksi yang Dapat Diberikan Izin Usaha Pemanf aat an Hasil Hut an Kayu (IUPHHL) pada Hut an Alam;
26. Keput usan Ment eri Kehut anan Nomor 16/ Kpt s-II/ 2003 j is. Keput usan Ment eri Kehut anan Nomor 280/ Kpt s-II/ 2003 dan Keput usan Ment eri Kehut anan Nomor SK. 61/ Menhut -II/ 2004 t ent ang Rencana Kerj a, Rencana Kerj a Lima Tahun, Rencana Kerj a Tahunan dan Bagan Kerj a Usaha Pemanf aat an Hasil Hut an Kayu pada Hut an Alam;
27. Keput usan Ment eri Kehut anan Nomor 33/ Kpt s-II/ 2003 j is. Keput usan Ment eri
Kehut anan Nomor SK. 44/ Menhut -II/ 2004 dan Keput usan Ment eri Kehut anan Nomor SK. 58/ Menhut -II/ 2004 t ent ang Tat a Cara Penyelesaian Hak Pengusahaan Hut an Alam at au Hak Pengusahaan Tanaman yang Tel ah Mendapat Perset uj uan Prinsip Berdasarkan Permohonan;
28. Keput usan Ment eri Kehut anan Nomor 124/ Kpt s-II/ 2003 j o. Keput usan Ment eri
Kehut anan Nomor 445/ Kpt s-II/ 2003 t ent ang Pet unj uk Teknis Tat a Cara Pengenaan, Pemungut an, Pembayaran dan Penyet oran PSDH;
29. Keput usan Ment eri Kehut anan Nomor 126/ Kpt s-II/ 2003 j o. Keput usan Ment eri
Kehut anan Nomor 334/ Kpt s-II/ 2003 dan Keput usan Ment eri Kehut anan Nomor SK. 279/ Kpt s-II/ 2004 t ent ang Penat ausahaan Hasil Hut an;
30. Keput usan Ment eri Kehut anan Nomor 128/ Kpt s-II/ 2003 j o. Keput usan Ment eri
Kehut anan Nomor 446/ Kpt s-II/ 2003 t ent ang Pet unj uk Teknis Tat a Cara Pengenaan, Pemungut an, Pembayaran dan Penyet oran Dana Reboisasi;
31. Keput usan Ment eri Kehut anan Nomor 292/ Kpt s-II/ 2003 t ent ang
Penyelenggaraan Kerj asama Pemegang Izin Usaha Hasil Hut an Kayu dan Bukan Kayu di Hut an Produksi dengan Koperasi;
32. Keput usan Ment eri Kehut anan Nomor 428/ Kpt s-II/ 2003 t ent ang Izin Peralat an
unt uk Kegiat an Izin Usaha Pemanf aat an Hasil Hut an Kayu (IUPHHK) pada Hut an Alam dan at au pada Hut an Tanaman at au Kegiat an Izin Pemanf aat an Kayu (IPK);
33. Keput usan Ment eri Kehut anan Nomor SK. 122/ Menhut -II/ 2004 t ent ang
Ket ent uan Tambahan Persyarat an unt uk Penilaian Perset uj uan dan Pengesahan Rencana Kerj a, Rencana Kerj a Lima Tahun, Rencana Kerj a Tahunan, dan Bagan Kerj a Usaha Pemanf aat an Hasil Hut an Kayu pada Hut an al am at au Tanaman;
34. Keput usan Ment eri Kehut anan Nomor SK. 149/ Menhut -II/ 2004 t ent ang Tat a Cara
Pengenaan, Penagihan, dan Pembayaran Iuran Izin Usaha Pemanf aat an Hut an pada Hut an Produksi.
Memperhat ikan : 1. Rekomendasi Gubernur Maluku Nomor 522. 11-02 Tahun 2001 t anggal 11 Januari
2001;
2. Rekomendasi Bupat i Buru 522. 11/ 183/ 2001 t anggal 25 april 2001;
2. Perset uj uan Revisi Dokumen RKL dan RPL HPH Al am a. n PT. Nusa Padma Corporat ion (eks HPH PT. Gema Sanubari) di Provinsi Maluku ol eh Sekret aris Jenderal Depart emen Kehut anan a. n. Ment eri Kehut anan sel aku Ket ua Komisi AMDAL Pusat nomor 401/ Menhut -II/ 2001 t anggal 15 Maret 2001, yang t idak t erpisahkan dari dokumen SEL, RKL, dan RPL yang t elah mendapat perset uj uan Komisi AMDAL Pusat Depart emen Kehut anan sesuai surat Nomor 3809/ DJ-VI/ PA/ 93 t anggal 17 Nopember 1993 dan Nomor 45/ DJ-DJ-VI/ AMDAL/ 95 t anggal 27 Pebruari 1995.
M E M U T U S K A N :
Menet apkan :
KESATU : Memberikan Izin Usaha Pemanf aat an Hasil Hut an Kayu (IUPHHK) pada hut an Alam
kepada PT. Nusa Padma Corpor at ion at as areal hut an Produksi seluas ± 39. 920 ( Tiga puluh sembilan ribu sembilan rat us dua pul uh) Hekt ar yang t erlet ak di Kelompok Hut an Teluk Bara, Kabupat en Buru, Provinsi Maluku, sebagaimana t erlukis pada pet a areal kerj a t erlampir;
KEDUA : Luas dan let ak def init if areal kerj a IUPHHK pada hut an al am t ersebut pada Amar KESATU dit et apkan ol eh Depart emen Kehut anan set elah dil aksanakan penat an bat as dilapangan.
KETIGA : PT. Nusa Padma Corporat ion sebagai pemegang IUPHHK pada hut an al am berhak :
a. Melakukan kegiat an sesuai dengan izin yang t ert uang dalam Keput usan ini, dan
berhak memperoleh manf aat dari hasil usahanya.
b. Diberikan j at ah produksi hasil hut an kayu t ahunan :
a. Et at luas maksimum : 608 hekt ar/ t ahun
b. Et at volume maksimum (JPT) : 23. 223 m3/ t ahun
c. Et at Bat ang : 5. 073 bat ang/ t ahun
KEEMPAT : PT. Nusa Padma Corporat ion sebagai pemegang IUPHHK pada hut an al am harus
memenuhi kewaj iban sebagai berikut : 1. Membuat dan menyerahkan :
a. Rencana Kerj a Usaha Pemanf aat an Hasil Hut an Kayu (RKUPHHK) pada hut an alam unt uk seluruh areal kerj a selama j angka wakt u berlakunya izin
sel ambat -lambat nya 1 (sat u) t ahun sej ak izin diberikan,
b. Rencana Kerj a Lima Tahun Usaha Pemanf aat an Hasil Hut an Kayu (RKL
UPHHK) pada hut an al am 3 (t iga) bulan sej ak RKUPHHK disahkan,
c. Rencana Kerj a Tahunan Usaha Pemanf aat an Hasil Hut an Kayu (RKT-UPHHK)
pada hut an alam sesuai dengan pedoman yang dit et apkan, selambat -lambat nya 2 (dua) bulan sebelum RKT t ahun berj alan;
2. Melakukan sist em silvikul t ur Tebang Pilih Tanam Indonesia (TPTI) sesuai lokasi
dan j enis t anaman yang dikembangkan.
3. Melakukan penat ausahaan hasil hut an sesuai ket ent uan yang berlaku.
4. Melakukan penat ausahaan keuangan kegiat an usahanya sesuai st andar
akunt ansi kehut anan yang berlaku (PSAK 32).
5. Menyediakan dan memasok bahan baku kayu kepada indust ri primer hasil
hut an,
6. Melakukan kegiat an secara nyat a dan bersungguh-sungguh dalam wakt u 180
(serat us delapan puluh) hari sej ak diberikan izin ini;
7. Menggunakan peralat an kerj a yang j umlah dan at au j enisnya sesuai dengan
izin;
8. Melakukan pengukuran dan penguj ian hasi l hut an kayu sesuai ket ent uan yang
berlaku;
9. Melakukan kerj asama dengan Koperasi masyarakat set empat paling lambat
1 (sat u) t ahun set elah dit erimanya izin. Kerj asama dapat berupa penyert aan saham dan at au kerj asama dal am usaha pada segmen kegiat an usaha pemanf aat an hasil hut an Kayu pada hut an alam,
10. Melaksanakan kegiat an usaha pemanf aat an hasil hut an kayu pada hut an alam
dengan kemampuan sendiri, meliput i kegiat an-kegiat an penebangan, penanaman, pemeliharaan, pengamanan, pengolahan dan pemasaran hasil hut an kayu sesuai Rencana Kerj a (RK), Rencana Kerj a Lima Tahunan (RKL) dan Rencana Kerj a Tahunan (RKT) IUPHHK pada hut an alam yang disahkan, sert a memat uhi perat uran perundang-undangan yang berlaku;
11. Melaksanakan penat aan bat as areal kerj a paling lambat 3 (t iga) bulan sej ak
diberikan IUPHHK pada hut an al am dan diselesaikan dalam wakt u 3 (t iga) t ahun dan selanj ut nya dit et apkan areal kerj anya;
12. Melaksanakan permudaan secara alami at au buat an dan pemeliharaan hut an;
13. Membuat dan menyampaikan l aporan sesuai ket ent uan yang berlaku,
14. Melaksanakan perlindungan hut an di ar eal kerj anya dari gangguan keamanan,
15. Membayar Provisi Sumber Daya Hut an (PSDH) dan Dana Reboisasi (DR) at as hasil
hut an kayu sesuai ket ent uan perat uran perundang-undangan yang berl aku,
16. Mempekerj akan t enaga prof esional di bidang kehut anan, dan t enaga lain yang
memenuhi persyarat an sesuai ket ent uan yang berlaku,
17. Membant u pengembangan sosial budaya dan ekonomi (kesej aht eraan)
masyarakat yang berada di dalam at au di sekit ar areal kerj anya,
18. Memperl ancar pet ugas yang mengadakan bimbingan, pengawasan dan
penelit ian,
19. Memat uhi dan melaksanakan ket ent uan-ket ent uan yang t ercant um dalam
lampiran keput usan ini dan perat ur an perundangan yang berlaku.
KELIMA : 1. Izin Usaha Pemanf aat an Hasil Hut an Kayu pada hut an alam ini t idak dapat
dipindaht angankan kepada pihak lain t anpa perset uj uan Ment eri Kehut anan.
2. Pemegang Izin Usaha Pemanf aat an Hasil Hut an Kayu pada hut an alam dil arang
mengont rakkan at au menyerahkan seluruh kegiat an usahanya kepada pihak l ain t anpa perset uj uan t ert ulis dari Ment eri Kehut anan.
KEENAM : 1. Izin Usaha Pemanf aat an Hasil Hut an Kayu pada hut an al am t idak merupakan
hak kepemilikan at as kawasan hut an.
2. Areal hut an yang dibebani Izin Usaha Pemanf aat an Hasil Hut an Kayu pada hut an
t anaman ini, t idak dapat dij adikan j aminan at au dij aminkan kepada pihak l ain.
KETUJUH : 1. Apabila di dalam areal Izin Usaha Pemanf aat an Hasil Hut an Kayu pada hut an
al am t erdapat lahan yang t elah menj adi t anah milik, perkampungan, t egalan, persawahan at au t el ah diduduki dan digarap oleh pihak ket iga, maka lahan t ersebut dikeluarkan dari areal kerj a izin usaha pemanf aat an hasil hut an kayu pada hut an alam.
2. Apabila lahan t ersebut pada but ir 1 (sat u) dikehendaki unt uk dij adikan areal
Izin Usaha Pemanf aat an Hasil Hut an Kayu pada hut an al am, maka penyel esaiannya dilakukan oleh PT. Nusa Padma Corporat ion dengan pihak-pihak yang bersangkut an sesuai dengan ket ent uan perat uran perundangan-undangan yang berlaku.
KEDELAPAN : 1. Minimal set iap 3 (t iga) t ahun Izin Usaha Pemanf aat an Hasil Hut an Kayu pada
hut an alam ini diadakan penilaian unt uk menget ahui kemampuan pengelol aannya sesuai ket ent uan yang berlaku.
2. Pemegang Izin Usaha Pemanf aat an Hasil Hut an Kayu pada hut an alam dalam
Keput usan ini akan dikenakan sanksi apabil a mel anggar ket ent uan dan perat uran perundang-undangan yang berlaku.
KESEMBILAN : PT. Nusa Padma Corporat ion waj ib membayar Iuran Izin Usaha Pemanf aat an Hasil
Hut an (IIUPHH) sesuai ket ent uan perundang-undangan yang berlaku sebelum keput usan ini diserahkan ol eh Direkt ur Jenderal Bina Produksi Hut an .
KESEPULUH : Dalam hal PT. Nusa Padma Corporat ion t idak dapat mel unasi kewaj iban
pembayaran IIUPH sebagaimana dimaksud pada AMAR KESEMBILAN sampai dengan bat as wakt u yang dit ent ukan, maka Keput usan pemberian Izin Usaha Pemanf aat an Hasil Hut an Kayu pada Hut an Alam dit arik kembali
KESEBELAS : Keput usan ini dan lampiran-lampirannya merupakan sat u kesat uan yang t idak
t erpisahkan.
KESEBELAS : Keput usan ini berlaku sej ak t anggal dit et apkan unt uk j angka wakt u 45 (empat puluh lima) t ahun, kecuali apabila diserahkan kembali oleh pemegang izin at au dicabut oleh Ment eri Kehut anan.
Dit et apkan di : J A K A R T A Pada t anggal : 12 April 2005
Salinan Sesuai Aslinya MENTERI KEHUTANAN Kepala Biro Hukum dan Organisasi,
Tt d. Ttd.
Ir. S U Y O N O H. M. S. KABAN, SE. , M. Si. NIP. 080035380
Salinan Keput usan ini disampaikan Kepada Yt h. :
1. Ment eri Koordinat or Bidang Perekonomian;
2. Ment eri Dalam Negeri;
3. Ment eri Keuangan;
4. Ment eri Tenaga Kerj a dan Transmigrasi;
5. Ment eri Perindust rian;
6. Ment eri Perdangan;
7. Para Pej abat Eselon I lingkup Depart emen Kehut anan;
8. Kepala Pusat Pengendalian Pembangunan Kehut anan Regional IV;
9. Gubernur Mal uku;
10. Kepal a Dinas Kehut anan Provinsi Maluku; 11. Bupat i Buru;
12. Kepala Dinas Kehut anan Kabupat en Buru;
13. Direkt ur Ut ama PT. Nusa padma Corporat ion.