• Tidak ada hasil yang ditemukan

DOCRPIJM 1501390837BAB 2 Profil sikka

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "DOCRPIJM 1501390837BAB 2 Profil sikka"

Copied!
38
0
0

Teks penuh

(1)

RPI-JM KABUPATEN SIKKA

Page 2 - 1

Profil Kabupaten Sikka menggambarkan kondisi daerah dari berbagai aspek. Dari profil Kabupaten

tersebut diharapkan dapat tercermin kondisi daerah terkait dengan Rencana Program Investasi Jangka

Menengah (RPIJM). Profil Kabupaten Sikka terdiri dari gambaran kondisi geografis dan administratif wilayah,

gambaran mengenai demografi, gambaran mengenai topografi wilayah, gambaran mengenai geohidrologi,

gambaran mengenai geologi, gambaran mengenai klimatologi, dan gambaran mengenai kondisi sosial

dan ekonomi.

2.1. Gambaran Geografis dan Administrasi Wilayah Kabupaten Sikka

Secara geografis, luas wilayah Kabupaten Sikka 7.553,24 Km² terdiri atas luas daratan (Pulau

Flores) 1.614,80 Km² dan pulau-pulau (18 buah) 117,11 Km² serta luas lautan 5.821,33 Km². Luas daratan

Kabupaten Sikka dibandingkan dengan luas wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur maka hanya sebesar

3,66% dari luas wilayah NTT atau seluas 47.349,91 Km². Kabupaten Sikka terletak di antara 8”22 sampai

dengan 8”50 derajat Lintang Selatan dan 121”55’40” sampai 122”41’30” Bujur Timur.

Timur : Kabupaten Flores Timur

Barat : Kabupaten Ende

Utara : Laut Flores

Selatan : Laut Sawu.

Kabupaten Sikka merupakan daerah kepulauan, dari 18 pulau yang ada, 9 di antaranya adalah

pulau-pulau yang belum dihuni oleh penduduk. Pulau Besar adalah pulau yang terbesar, sementara itu Pulau

(2)

RPI-JM KABUPATEN SIKKA

Page 2 - 2

Keadaan topografi sebagian besar berbukit, bergunung, dan berlembah dengan lereng-lereng yang

curam yang umumnya terletak di daerah pantai. Keadaan tersebut di atas dapat dirinci: topografi dengan

ketinggian 0-25 m dpl, yaitu dengan luas 29.863 ha atau sekitar 17,24% dari total luas wilayah Kabupaten

Sikka, meliputi daerah pesisir pantai utara (sebagian besar) dan daerah pesisir pantai selatan serta daerah

pesisir pantai pulau-pulau kecil lainnya. Topografi dengan ketinggian 25-100 m dpl, yaitu dengan luas 20.843

ha atau sekitar 12,03% dari total luas wilayah Kabupaten Sikka, merupakan wilayah lanjutan daerah pesisir

yang sebagian besar juga terdapat di bagian utara wilayah Kabupaten Sikka dan sebagian kecilnya di bagian

selatan dan pulau-pulau kecil lainnya. Topografi dengan ketinggian 100-500 m dpl, yaitu seluas 48.171 ha

atau sekitar 27,81% dari total luas wilayah Kabupaten Sikka, merupakan wilayah lereng atau kaki gunung dan

perbukitan yang juga merupakan daerah peralihan dari dataran rendah ke dataran tinggi atau pegunungan.

Sementara itu, topografi dengan ketinggian 500-1000 m dpl, yaitu seluas 70.216 ha atau sekitar 40,54% dari

total luas wilayah Kabupaten Sikka, yang merupakan daerah pegunungan. Selanjutnya, topografi dengan

ketinggian lebih dari 1000 m dpl, yaitu seluas 4.098 ha atau sekitar 2,37% dari total luas wilayah Kabupaten

Sikka, yang merupakan daerah pegunungan atau dataran tinggi dan hanya terdapat di beberapa kecamatan

saja.

Kondisi kemiringan tanah (kelerengan) di wilayah Kabupaten Sikka cukup bervariasi, berkisar dari 0%

hingga 70% dan didominasi oleh kemiringan tanah yang lebih besar dari 40% dengan luas 81.167 ha atau

sekitar 46,87% dari total luas wilayah Kabupaten Sikka.

Kabupaten Sikka beriklim tropis seperti pada daerah-daerah lain di Indonesia pada umumnya. Suhu

berkisar antara 27°C-29°C, pada musim panas maksimum 29,7°C dan pada musim hujan minimum 23,8°C

atau rata-rata 27,2°C. Kelembaban udara rata-rata 85,5 % per tahun, kelembaban nisbi 74- 86%. Kecepatan

angin rata-rata 12–20 knots.

Musim panas biasanya berlangsung 7 hingga 8 bulan (April/Mei– Oktober/November) dan musim

hujan kurang lebih 4 bulan (November– Desember–Maret–April). Curah hujan per tahun berkisar antara 1.000

mm– 1.500 mm, dengan jumlah hari hujan sebesar 60-120 hari per tahun.

Berdasarkan data geologi tata lingkungan, maka wilayah Kabupaten Sikka dikelompokkan menjadi 5

(lima) satuan morfologi, yaitu satuan morfologi dataran rendah, menempati daerah yang cukup luas di

(3)

RPI-JM KABUPATEN SIKKA

Page 2 - 3

morfologi perbukitan halus terdapat di sekitar selatan Kota Maumere dan Kewapante dengan kemiringan

antara 5-15%. Satuan morfologi perbukitan sedang berelief sedang terdapat di sepanjang pantai selatan,

Pulau Besar, Pulau Babi, Pulau Panama Besar, sebelah utara perbatasan Kabupaten Sikka dengan Flores

Timur dan di daerah Magepanda dengan kemiringan antara 15-30%. Satuan morfologi perbukitan kasar

tersebar hampir 70% dari luas wilayah Kabupaten Sikka dengan kemiringan antara 30-70%, serta satuan

morfologi pegunungan terdapat di Gunung Egon, Gunung Kimangbuleng, Gunung Jele dan Gunung Dobo

dengan kemiringan antara 50-70%.

Berdasarkan data Geologi dan Tata Lingkungan yang meliputi sebaran struktur geologi di wilayah

Kabupaten Sikka terdapat beberapa batuan dan formasi batuan sebagai berikut: Aluvium dan Endapan Pantai,

Formasi Kiro, Batuan Gunung Api Tua.

Potensi sumber air di wilayah Kabupaten Sikka dapat diidentifikasi dari 3 (tiga) sumber yaitu air hujan,

air tanah dan air permukaan.

Wilayah Kabupaten Sikka memiliki 4 (empat) jenis tanah yakni jenis tanah mediteran, litosol, regosol

dan jenis tanah kompleks. Dari keempat jenis tanah tersebut lebih didominasi oleh jenis tanah mediteran

seluas 79.176 Ha (45,71%), sedangkan tekstur tanah didominasi oleh tanah bertekstur kasar dengan luas

108.609 Ha atau sekitar 62,71%. Tekstur tanah ini merupakan klasifikasi tingkat kekasaran dan halusnya

tanah yang dinilai berdasarkan perbandingan antara fraksi pasir, debu dan liat. Klasifikasi tekstur tanah ini

akan berpengaruh terhadap pengelolaan tanah dan pertumbuhan tanaman, terutama dalam hal mengatur

kandungan udara dalam rongga tanah dan persediaan serta kecepatan peresapan air di daerah tersebut.

Tekstur tanah juga berpengaruh terhadap muda atau tidaknya lapisan tanah tersebut.

Jenis penggunaan tanah yang terdapat di wilayah Kabupaten Sikka terdiri dari beberapa jenis

penggunaan tanah yaitu penggunaan tanah permukiman, sawah, tegalan, ladang, perkebunan, kebun

campuran, hutan lebat, hutan belukar, hutan sejenis, semak/alang-alang/rumput, tanah rusak/tandus, hutan

rawa/bakau, danau/kolam. Penggunaan tanah di Kabupaten Sikka didominasi lahan pertanian yaitu seluas

90.138 Ha (52,05%), sedangkan penggunaan tanah lainnya yaitu kawasan hutan seluas 38.442,43 Ha

(22,20%), semak belukar seluas 23.745 Ha (13,71%) dan lain-lain seluas 20.865,57 Ha (12,05%).

Daerah rawan bencana di wilayah Kabupaten Sikka mencakup 2 hal, yaitu kerawanan tanah

(4)

RPI-JM KABUPATEN SIKKA

Page 2 - 4

2.2. Potensi Wilayah Kabupaten Sikka

2.2.1. Pertanian

2.2.1.1. Pertanian Lahan Basah

 Lahan pertanian basah merupakan lahan pertanian dengan didukung irigasi baik teknis maupun non

teknis. Berdasarkan hal tersebut, maka penetapan kawasan pertanian lahan basah ditentukan pada

kawasan yang saat ini sudah memiliki prasarana irigasi dan kemampuan lahan yang dapat

dimanfaatkan untuk pengembangan tanaman pangan (padi) dan sebagian besar dikembangkan di

kawasan pedesaan. Lahan pertanian basah ini tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Sikka yang

mempunyai potensi pengembangan pertanian lahan basah.

 Alokasi Kawasan pengembangan Padi sawah terdapat di Kecamatan Paga, Tanawao, Mego, Lela,

Talibura, Nita, Magepanda,;

2.2.1.2. Pertanian Lahan Kering

Peruntukan kawasan pertanian lahan kering di Kabupaten Sikka terdapat pada kawasan-kawasan

yang relatif kurang membutuhkan air. Alokasi kawasan peruntukan pertanian lahan kering di

rekomendasikan di kawasan perbatasan kawasan tanaman tahunan dan kawasan pertanian lahan

basah dengan komoditi Ketela pohon, ketela rambat dan tanaman lain yang sesuai. Alokasi kawasan

pengembangan pertanian Lahan kering adalah di seluruh wilayah Kabupaten Sikka.

2.2.1.3. Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura

Kawasan pertanian tanaman pangan dan holtikultura Kabupaten Sikka terdapat pada

kawasan-kawasan pertanian lahan basah sebagai tumpangsari dan tumbuhan sisipan. Kawasan peruntukan

pertanian tanaman pangan dan holtikultura berada di kawasan perbatasan kawasan pertanian lahan

basah dengan komoditi Kacang hijau, Kacang kedelai dan tanaman lain yang sesuai.

Kawasan-kawasan tersebut :

 Padi Ladang di kecamatan Paga, Mego, Lela, Bola, Talibura, Waiblama, Waigete, Kewapante, Nelle, Nita, Magepanda,;

(5)

RPI-JM KABUPATEN SIKKA

Page 2 - 5

 Ubi Kayu di kecamatan Paga, Mego, Lela, Bola, Talibura, Waiblama, waigete, Kewapante, Nelle, Palue, Nita, Magepanda, Alok;

Tabel 2.1. Produksi Padi dan Jagung di Kabupaten Sikka Tahun 2014

NO Kecamatan Produksi Padi Sawah (KW/ha)

Kawasan perkebunan yang ada di Kabupaten Sikka dikembangkan berdasarkan potensi yang ada di wilayah

masing-masing berdasarkan prospek ekonomi yang dimiliki. Pengembangan kawasan perkebunan diarahkan

untuk meningkatkan peran serta, efisiensi, produktivitas dan keberlanjutan, dengan mengembangkan kawasan

(6)

RPI-JM KABUPATEN SIKKA

Page 2 - 6

pengembangan perkebunan dapat dibagi dalam dua kelompok yakni perkebunan tanaman tahunan seperti

,Jambu Mente, Nira/Tuak, Kelapa, cengkeh dan lainnya.

Kawasan Perkebunan di Kabupaten Sikka adalah :

a. Kelapa terdapat di kecamatan Paga, tanawawo. Mego, Lela, Bola, Doreng, Mapitara Talibura, Waiblama,

waigete, Kewapante, Hewokloang, Kangae, Nelle, Koting, Palue, Nita, Magepanda, Alok, Alok Barat dan

alok timur

b. Kakao terdapat di kecamatan Paga, tanawawo. Mego, Lela, Bola, Doreng, Mapitara Talibura, Waiblama,

waigete, Kewapante, Hewokloang, Kangae, Nelle, Koting, Palue, Nita, Magepanda, Alok, Alok Barat

c. Cengkeh terdapat di kecamatan Paga, tanawawo. Mego, Lela, Bola, Doreng, Mapitara Talibura,

Waiblama, waigete, Kewapante, Hewokloang, Kangae, Nelle, Koting, Palue, Nita;

d. Kopi terdapat di kecamatan Paga, tanawawo. Mego, Lela, Bola, Doreng, Mapitara Talibura, Waiblama,

waigete, Kewapante, Hewokloang, Kangae, Nelle, Koting, Nita, Magepanda;

e. Mete terdapat di kecamatan Paga, tanawawo. Mego, Lela, Bola, Doreng, Mapitara Talibura, Waiblama,

waigete, Kewapante, Hewokloang, Kangae, Nelle, Koting, Palue, Nita, Magepanda, Alok, Alok Barat dan

alok timur;

f. Kemiri terdapat di kecamatan Paga, tanawawo. Mego, Lela, Bola, Doreng, Mapitara Talibura, Waiblama,

waigete, Kewapante, Hewokloang, Kangae, Nelle, Koting, Palue, Nita, Magepanda;

g. Pala terdapat di kecamatan Paga, tanawawo. Mego, Lela, Bola, Doreng, Mapitara Talibura, Waiblama,

waigete, Kewapante, Hewokloang, Nita, Magepanda;

h. Lada terdapat di kecamatan Paga, tanawawo. Mego, Lela, Bola, Doreng, Mapitara Talibura, Waiblama,

waigete, Kewapante, Hewokloang, Kangae, Nelle, Koting, Nita, Magepanda;

i. Vanili terdapat di kecamatan Paga, tanawawo. Mego, Lela, Bola, Doreng, Mapitara Talibura, Waiblama,

waigete, Kewapante, Hewokloang, Kangae, Nelle, Koting, Palue, Nita, Magepanda;

j. Pinang terdapat di kecamatan Paga, tanawawo, Bola, Doreng, Mapitara Talibura, Waiblama, waigete;

k. Tembakau terdapat di kecamatan Paga, tanawawo. Lela, Bola, Doreng, Mapitara Talibura, Waiblama,

waigete, Kewapante, Hewokloang, Kangae, Nelle, Koting, Palue;

l. Jarak terdapat di kecamatan Paga, tanawawo. Mego, Lela, Bola, Doreng, Mapitara Talibura, Waiblama,

(7)

RPI-JM KABUPATEN SIKKA

Page 2 - 7

2.2.3. Kawasan Perikanan

Wilayah Kabupaten Sikka dengan keberadaan Laut Flores dan Sawu memiliki prospek pengembangan ikan

yang sangat besar, akan tetapi belum dimanfaatkan dan dikembangkan secara optimum. Pada dasarnya

rencana pengembangan kawasan perikanan lebih dititik beratkan pada pengangkapan ikan laut serta

budidaya perikanan mina padi, dan keramba. Dalam menunjang pengembangan ekspor komoditi,

pengembangan perikanan perlu didukung dengan pengembangan pengelolaan pasca panennya berserta

fasilitas penunjangnya yang menunjang kualitas.

2.2.3.1. Potensi Perikanan Tangkap

Pengembangan kawasan perikanan tangkap di Kabupaten Sikka memiliki prospek yang bagus,

namun perlu didukung didukung oleh:

a. Pengembangan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) di Perkotaan Maumere, Kewapante,

Waigete, Talibura dan Magepanda

b. Peningkatan Sarana dan Prasarana perikanan tangkap

c. Peningkatan sumber Daya manusia

2.2.3.2. Perikanan Air Laut

Perikanan budidaya air laut merupakan potensi utama Kabupaten Sikka yang dapat dikembangkan

sebagai penunjang perikanan tangkap, prospek tersebut dapat memberikan motivasi terhadap

nelayan untuk memberdayakan potensi kelautan di Kabupaten Sikka.

Adapun kawasan pengembangan perikanan budidaya air laut adalah seluruh wilayah pantai dan

pesisir kabupaten Sikka Zona 4 mill laut.

Pengembangan kawasan perikanan laut memiliki prospek yang dapat diunggulkan, seperti rencana

sentra pengembangan ikan laut di Kecamatan Talibura, Waigete, Kewapante, Magepanda dan Kota

Maumere.

2.2.4. Pertambangan

Kawasan pertambangan di Kabupat Sikka hanya berupa pengembangan mineral yaitu :

(8)

RPI-JM KABUPATEN SIKKA

Page 2 - 8

2. Potensi Batuapung di Kecamatan Lela, Paga, dan Bola

3. Potensi Lempung di Kecamatan Talibura, Nita, Alok, Lela, Paga

4. Potensi Zeolit di Kecamatan Alok dan Paga

5. Potensi Dasit di Kecamatan Paga

6. Potensi Andesit di Kecamatan Waigete, Talibura dan Paga

7. Potensi Batugamping di Kecamatan Talibura dan Pulau Pemana

8. Potensi Phospat di Pulau Pemana

9. Potensi Belerang di Kecamatan Waigete (Gunung Egon)

10. Potensi Emas di Kecamatan Talibura

11. Potensi Tembaga di Kecamatan Mego

12. Potensi Pasir Besi di Kecamatan Talibura, Paga, Lela, Bola

13. Potensi Geothermal di Kecamatan Waigete

2.2.5. Industri

Perkembangan industri di Kabupaten Sikka hanya berupa Industri Kecil / Industri Rumah Tangga, yang

tersebar di seluruh Wilayah Kabupaten Sikka dengan jenis industri berupa :

 industri Pengolahan Makanan,

 sandang dan kulit,

 percetakan, bahan kima dan bahan bangunan

 Barang-barang dari logam

2.2.6. Pariwisata

Potensi pariwisata di kabupaten Sikka merupakan salah satu andalan kegiatan yang dapat

menyumbang perkembangan perekonomian di Kabupaten Sikka. Jenis kegiatan wisata yang

dikembangkan meliputi kegiatan sektor wisata :

1) Wisata alam

2) Wisata Kesenian dan budaya

3) Kerajinan tangan

Kegiatan pariwisata yang direncanakan menjadi andalan adalah wisata alam khususnya wisata Alam,

(9)

RPI-JM KABUPATEN SIKKA

Page 2 - 9

A) Wisata Alam

1. Danau Semparong

Berlokasi di Pulau Sukun Desa Semparong (Air Bening dan variasi Satwa Burung).

2. Hutan Wisata Pulau Besar

Berlokasi di Pulau Besar (variasi Tanaman Hutan, Rusa, Babi Hutan, Kera dan Kelelawar).

3. Puncak Bulung

Berlokasi di Desa Riit Kecamatan Nita (keindahan alam dan tanaman holtikultura).

4. Puncak Kimang

Berlokasi di Desa Riit Kecamatan Nita (keindahan alam, tanaman holtikultura dan menara

microwafe).

5. Tebing Alam Halar Hawus

Berlokasi di Desa Wuliwutik (tebing jembatan alam yang menghubungkan Kecamatan Nita

dan Magepanda).

6. Mata Air Panas Blidit

Berlokasi di Desa Waigete Kecamatan Waigete (Air panas dengan suhu 50'-80'C dalam

kawasan hutan dengan berbagai jenis flora).

7. Air Terjun Wairhoret

Berlokasi di Desa Wairterang Kecamatan Waigete (Air terjun dalam kawasan hutan lindung).

8. Danau Ranoklahit

Berlokasi di Desa Watudirang Kecamatan Waigete (Terdapat itik dan satwa liar).

9. Air Terjun Tunsohok

Berlokasi di Desa Waiterang Kecamatan Waigete (Air terjun setinggi 40 meter di kawasan

hutan lindung).

10. Gua Alam Patiahu

Berlokasi di Desa Runut Kecamatan Waigete (Stalaktik dan Stalakmit yang menarik dan

terdapat banyak kampret/kelelawar kecil),

11. Hutan Wisata Egon

(10)

RPI-JM KABUPATEN SIKKA

Page 2 - 10

12. Gunung Api Egon

Berlokasi di Desa Egon Kecamatan Waigete (Kawah Vulkanik).

13. Tebing Alam RegaNatar

Berlokasi di Desa Hokor Kecamatan Bola (tebing alam yang menarik dan berbagai jenis

tanaman perkebunan),

14. Mata Air Panas Bao Krenget

Berlokasi di Desa Egongahar Kecamatan Bola (sumber mata air panas dengan suku

50'-80'C).

15. Gua Alam Nenbura

Berlokasi di Desa Nenbura Kecamatan Bola, (terdapat species kelelawar mini)

16. Gua Alam Warut

berlokasi di Desa Kloangpopot Kecamatan Bola (Gua alam dijadikan sebagai benteng

pertahanan jepang pada Perang Dunia II).

17. Batu Meteor

Berlokasi di Desa Kloangpopot Kecamatan Bola (Batu meteor berdiameter 25 cm dan berat

20 kg.

18. Tebing Alam Magemot

Berlokasi di Desa Matakoli Kecamatan Bola (tebing curam pada pinggir pantai)

19. Tebing Alam WatuNgesu

Berlokasi di Desa Paga Kecamatan Paga (tebing alam yang menarik didepannya terdapat

pantai yang indah).

20. Gunung Api Rokatenda

Berlokasi di Desa Lidi Kecamatan Palue (Kawah Vulkanik).

21. Penyulingan Uap Panas Bumi

Berlokasi di Desa Kosokaja, Rokirole, Nitunglea Kecamatan Palue (Penyulingan uap panas

bumi secara tradisional untuk memenuhi kebutuhan air minum).

22. Mata Air Panas Reruwairere

Desa Reruwairere Kecamatan Palue (Mata air panas pada pinggir pantai dengan suhu

(11)

RPI-JM KABUPATEN SIKKA

Page 2 - 11

23. Air Terjun Lianiki

Berlokasi di Desa Gere Kecamatan Mego (Air terjun setinggi kurang lebih 50 meter).

24. Ai Ripa

Berlokasi di Desa Wolodhesa Kecamatan Mego (Telapak kaki manusia raksasa pada

sebuah batu besar di tengah sungai).

25. Taman Wisata Alam Laut Gugus Teluk Maumere

Berlokasi di Kawasan Laut meliputi Kecamatan Kewapante, Waigete, Kecamatan Alok Timur

(Coral, variasi ikan hias dan hutan bakau).

26. Pantai Pasir Putih Pulau Besar

Berlokasi di Pulau Besar Desa Kesokoja dan Koja Doi (Pasir Putih dan hutan bakau).

27. Pantai pasir Putih Pulau Sukun

Berlokasi di Pulau Sukun Desa Semparong (pantai pasir putih).

28. Pantai pasir Putih Pulau Kambing

Berlokasi di Pulau Kambing Desa Pemana (pantai pasir putih).

29. Pantai Pasir Putih Pulau Pangabatang

Berlokasi di Pulau Pangabatan Desa Perumaan (pantai pasir putih dan hutan bakau).

30. Pantai Pasir Putih Pulau Babi

Berlokasi di Pulau Babi Desa Perumaan (pantai pasir putih dan hutan bakau).

31. Pantai Pasir Putih Pulau Pemana

Berlokasi di Pulau Pemana Desa Pemana (pantai pasir putih dan hutan bakau).

32. Pulau Kondo

Berlokasi di Pulau Kondo Desa Kojagete (Pulau kecil tidak dihuni dan ditumbuhi

pohon rindang).

33. Pantai Nangahure

Berlokasi di Nangahure Desa Wuring Kecamatan Alok (Pantai berpasir dan hutan

bakau).

34. Pantai Sikka

(12)

RPI-JM KABUPATEN SIKKA

Page 2 - 12 35. Pantai Bangboler

Berlokasi di Bangboler Desa Hepang Kecamatan Nita (pantai berpasir).

36. Pantai Waiara

Berlokasi di Waiara Desa Waiara Kecamatan Kewapante(Pantai berpasir dan hutan

bakau).

37. Pantai Waliti

Berlokasi di Wailiti Kelurahan Wailiti Kecamatan Alok (Pantai berpasir dan hutan

bakau).

38. Pantai Waipare

Berlokasi di Waipare Desa Wairkoja Kecamatan Kewapante (Pantai berpasir dan

batu karang).

39. Pantai Kajuwilu

Berlokasi di Kajuwulu Desa Magepanda Kecamatan Magepanda (Pantai berpasir

dan hutan bakau).

40. Pantai Wingawoka

Berlokasi di Ndete Desa Reroroja Kecamatan Magepanda (Pantai berpasir dan

hutan bakau).

41. Pantai Wairterang

Berlokasi di Wairterang Desa Wairterang Kecamatan Waigete(Pantai berpasir dan

hutan bakau).

42. Pantai Nangatobong

Berlokasi di Nangatobong Desa Nangatobong Kecamatan Waigete(Pantai berpasir).

43. Pantai Wairbleler

Berlokasi di Wairbleler Desa Wairbleler Kecamatan Waigete (Pantai berpasir dan

hutan bakau).

44. Pantai Doreng

(13)

RPI-JM KABUPATEN SIKKA

Page 2 - 13 45. Pantai Ipir

Berlokasi di Ipir Desa Ipir Kecamatan Bola (Pantai berpasir).

46. Pantai Wailamung

Berlokasi di Wailamung Desa Wailamung Kecamatan Talibura (Pantai berpasir).

47. Pantai Tanjung Darat

Berlokasi di Desa Darat Pantai Kecamatan Talibura (Pantai berpasir dan hutan

bakau).

48. Pantai Pasir Putih Reruwairere

Berlokasi di Desa Reruwairere Kecamatan Palue(Pantai berpasir putih).

49. Pantai Waturia

Berlokasi di Waturia Desa Kolisia Kecamatan Magepanda (Pantai berpasir).

50. Pantai Paga

Berlokasi di Paga Desa Paga Kecamatan Paga (Pantai berpasir).

51. Pantai Koka

Berlokasi di Desa Wolowiro Kecamatan Paga (Pantai berpasir).

2) Wisata Budaya

1. Toja Boju

Lokasi di Desa Sikka kecamatan Lela berjarak 28 Km dari Kota Maumere waktu

pelaksanaannya pada tanggal 26 desember (hari raya natal ke-2). pertunjukan

sendra tari ini bercerita tentang putri raja prinsenja yang di lamar oleh Maskador,

saudagar Portugis.

2. Loka Poo

Lokasi Lisabetho Desa Wolowiru,Wolobhela Desa Bu Utara, Wolo feo Desa

Renggarasi, Nuaria Desa Detubunga, , Woloara Desa Bu Selatan, Wolowiro Desa

Wolowiro berjarak 50 Km dari Kota Maumere, waktu pelaksanaannya Bulan Oktober

(14)

RPI-JM KABUPATEN SIKKA

Page 2 - 14 dalam bambu serta daging ayam/babi, diselingi tarian Ai Nggaja, upacara dilakukan

sebelum musim tanam padi dengan tujuan agar hasil panen melimpah.

3. Loka Mese

Lokasi Feondari Desa Wolodhesa berjarak 41 Km dari Kota Maumere waktu

pelaksanaannya bulan Oktober, persembahan/sesajen kepada leluhur, di selingi

tarian adat, upacara dilakukan untuk meminta turun hujan dan menolak bencana

kekeringan dan hama tanaman.

4. Gareng Lameng

Lokasi Desa Pruda dari Kota Maumere berjarak 63 Km, desa Werang 58 Km, desa

Tana Rawa 55 Km, desa Darat Gunung 43 Km, Desa Natar Mage, Desa lli Medo

waktu pelaksanaannya di sesuaikan dengan kondisi ekonomi, penyunatan secara

adat bagi pria yang dilakukan oleh pemangku adat, upacara dimaksud untuk

pendewasaan bagi pria.

5. Gren Mahe

Lokasi Desa Pruda berjarak 63 Km dari Kota Maumere, Desa Werang 58 Km, waktu

pelaksanaannya 7 (tujuh) tahun sekali. persembahan/sesajen kepada sang pencipta

berupa penyembelihan hewan kurban di mesbah mahe yang berjumlah ratusan ekor,

upacara ritual yang dilakukan karena keberhasilan panen kepada sang pencipta.

6. Pati Karapu

Lokasi Lei Desa Tuangeo berjarak 61 Km dari Kota Maumere, Tomu desa tuangeo

61 Km, Ndeo Desa Lodalaka 60 Km, Koa Desa Rokirole 62,5 Km, Nitung Desa

Nitunglea 64 Km, Cua Desa Nitunglea 64 Km, waktu pelaksanaannya 5 (lima) tahun

sekali di sesuaikan dengan kondisi ekonomi. upacara penyembelihan kerbau pada

mezbah mahe.

7. Tu Teu

Lokasi Ngalu Desa Reruwairere berjarak 84 Km dari Kota Maumere, Tubu Kobe

(15)

RPI-JM KABUPATEN SIKKA

Page 2 - 15 tangkap dimasukan dalam 2 (dua) batang bambu yang memiliki 8 (delapan) ruas

dirancang dalam bentuk perahupenghanyut diiringi tarian, musik dan tarian

tradisional.

8. Pire Tana

Lokasi Watugete (Mahe Natar-Mage) Kecamatan Bola, berjarak 58 Km dari Kota

Maumere, waktu pelaksanaannya 5 (lima) tahun sekali tergantung hama/penyakit

tanaman terjadi. sesajen/penyembelihan hewan kurban berupa kambing/babi pada

hari pembukaan dan dilanjutkan dengan tidak melakukan kegiatan kerja selama 5

(lima) hari, pire tana (pantang bekerja) meliputi wilayah Desa Natakoli, Egon Gahar,

Hebing dan Hale.

9. Tige Temu

Lokasi Nanga Desa Koja Gete berjarak 11,5 mil dari Kota Maumere, waktu

pelaksanaannya setiap bulan September/Oktober, persembahan/sesajen kepada

dua loke leluhur yang empunya satwa liar seperti babi hutan dan rusa, agar binatang

tersebut tidak merusak tanaman padi, Dua Loke perempuan tua yang diusir dari

getang desa kokowahor kecamatan kawapante yang di tuduh suangi, dua loke

bersama seorang cucu perempuan meninggalkan getang menuju Nanga terus

menetap di situ.

3) Wisata Minat Khusus

1. Ule Nale

Lokasi Sikka Desa sikka Kecamatan Lela, berjarak 28 Km dari Kota Maumere, waktu

pelaksanaannya minggu ke-3 paskah, proses penangkapan cacing laut oleh

masyarakat setempat.

2. Logu Sinhor

Lokasi Sikka Desa Sikka Kecamatan Lela, berjarak 28 Km dari Kota Maumere waktu

(16)

RPI-JM KABUPATEN SIKKA

Page 2 - 16 mempunyai ujud/intensi khusus penyembahan kepada tuhan yesus yang tersalib

dengan cara "logu".

3. Patung Kristus Raja

Berlokasi di Kelurahan Kota Uneng Kecamatan Alok, spesifikasi Agung dan besar,

diberkati oleh Bapa Suci Sri Paus Yohanes Paulus II,

4. Wisung Fatima Lela,berlokasi di Desa Lela Kecamatan Lela

Spesifikasi Tempat ziarah umat Katolik, Patung Bunda Maria, Relief-relief peristiwa

Rosario dan Stasi Jalan Salib

Berlokasi di Desa Egon Kecamatan Waigete (Hamparan persawahan dan berbagai

jenis tanaman hortikultura).

8. Tempat Ziarah Watusoking

Berlokasi di Desa Wairterang Kecamatan Waigete (Pentahktaan Patung Bunda

Maria dan Stasi Jalan Salib).

9. Tempat Ziarah Dian Desa

Berlokasi di Desa Wairbleler Kecamatan Waigete (Pentahktaan Patung Bunda Maria

dan Panorama pantai yang indah).

10. Gua Fatima Hokor

Berlokasi di Desa Hokor Kecamatan Bola (Pentahktaan Patung Bunda Maria).

(17)

RPI-JM KABUPATEN SIKKA

Page 2 - 17 Berlokasi di Desa Mbengu Kecamatan Paga (Gua Maria dan Bangunan Penginapan

yang indah dan megah).

12. Tempat Pertapaan Kelikeo

Berlokasi di Desa Detubinga Kecamatan Paga (Gua Maria dan Bangunan

Penginapan yang indah dan megah).

13. Gereja Tua Sikka

Di pantai selatan kabupaten sikka, tepatnya di kecamatan Lela terdapat sebuah

kampung kecil namanya Kampung sika atau natar sikka. kampung di pesisir pantai

ini panjangnya 1 Km dengan jumlah penduduk 911 jiwa atau 230 kepala keluarga.

Jarak antara Sikka Natara dengan ibu kota kabupaten Sikka adalah 27 Km.

Kampung ini kelihatan sederhana, namun sesungguhnya mempunyai perjalanan

sejarah yang sangat berarti karena kampung ini dulu menjadi Pusat Pemerintahan

Kerajaan Sikka pada masa Penjajahan Portugis abad XVI dan Belanda abad XVII.

Kampung Sikka saat ini menjadi sebuah kampung tujuan wisata yang sering

dikunjungi wisatawan domestik maupun manca negara, karena di sana terdapat

beberapa opjek wisata menarik di antaranya geraja tua sikka yang telah berusia

lebih dari satu abad. gereja tua ini si bangun oleh umat paroki Sikka bersama

pastornya asal portigis Y.Engbers SJ pada tahun 1899. pembangunan gereja ini juga

tidak terlepas dari peran raja Sikka pada masa itu adalah Yoseph Mbako II Ximenes

da Silva yang turut mamotivasi rakyatnya untuk mengembangkan kehidupan rohani;

bahkan setiap kali pelantikan raja selalu berlangsunng di dalam geraja ini. Hal ini

menunjukan hubungan erat dan kerjasama yang beik antara pihak pemerintah dan

pihak gereja katolik pada masa ini.

Bangunan gereja tua sikka ini memiliki beberapa kekhasan yang menarik, antara lain

bentuk dan corak bangunannya yang bergaya arsitektur tradisional eropa dari abad

XVIII-XIX. Kedua, dinding dinding tembok bagian dalam di tata dengan lukisan

(18)

RPI-JM KABUPATEN SIKKA

Page 2 - 18 sudah lebih dari 100 Tahun, gereja tua sikka ini masih berdiri kokoh dan megah di

pantai sikka nan indah.

Selain gereja tua, warga kampung sikka juga memiliki beberapa pertunjukan seni

budaya yang dapat disuguhkan ke para pengunjung atau wisatawan antara lain

TARIAN BOBU yakni sebuah tarian peninggalan portugis yang biasanya

dipertunjukan pada hari raya natal dan tahun baru. Di samping itu, Pengunjung juga

dapat menyaksikan peroses tenun ikat teradisonal mulai dari awal hingga menjadi

sebuah lembar sarung dengan motif-motifnya indah dan menarik.

14. Gua Maria Kesokoja

Berlokasi di Desa Kesokoja Kecamatan Palue (Gua Maria dalam wilayah

penyulingan uap panas bumi Nuakaju).

15. Gua Maria Krokowolon

Berlokasi di Desa Waiara Kecamatan Kewapante (Gua Maria dan panorama pantai

yang indah dan menarik).

16. Tenun, tarian dan Nyanyian.

Kabupaten Sikka merupakan salah satu bagian dari kota-kota di Pulau Flores yang

sangat menjunjung tinggi nilai religius dan adat warisan budaya. Adanya tantangan

yang mempengaruhi negatif dari nilai budaya eksternal di kalangan masyarakat,

sehingga menimbulkan dampak negatif bagi nilai moral dan etika yang telah tumbuh

dimana relasi sosial yang dibangun atas prinsip kekerabatan cenderung terdegradasi

oleh sistem nilai budaya luar yang bertentangan dengan nilai kekeluargaan yang

telah turun-temurun dianut oleh masyarakat Kabupaten Sikka. Adat budaya yang

dimiliki oleh masyarakat Sikka yang memiliki potensi atau nilai lebih yang dapat

dimanfaatkan untuk berkontribusi dalam pelaksanaan pembangunan melalui sektor

pariwisata. Adat budaya tersebut adalah berupa wujud kesenian tenun ikat,

(19)

RPI-JM KABUPATEN SIKKA

Page 2 - 19 Kegiatan menenun di Kabupaten Sikka masih terpelihara hingga saat ini. Hasil

tenunan Sikka kaya akan motif. Motif-motif tersebut ditenun dalam pola-pola besar

dan pola-pola kecil yang mempunyai arti dan nama tersendiri. Khusus untuk lipa,

tenun pria Krowe Sikka lebih banyak dipengaruhi oleh seni sulam dan seni ikat. Motif

tenun Krowe Sikka mengutamakan gambar-gambar yang kontras tajam ditunjukkan

dalam gambar yang lebih besar. Ada banyak sekali jenis tenun ikat dengan namanya

masing-masing, tetapi yang terkenal ialah Sarong Moko yang dipakai oleh Ibu Padi

(Ine Pare) dalam legenda asal-usul padi.

Masyarakat di Krowe Sikka juga mengenal tari-tarian dan nyanyian lokal yang

umumnya dilakukan untuk mengiringi acara ritual seperti kehidupan, kelahiran,

perkawinan, kematian, dan juga acara membuka kebun, mencangkul, menanam dan

memanen. Menurut catatan kepariwisataan Propinsi Nusa Tenggara Timur yang

masih terlihat sampai sekarang antara lain (1) ledek (sebelum perang); (2) babing

(menerima pahlawan); (3) togo gong ge (cukur ranbut dan pesta kawin); (4) leke

(tarian menerima tamu); (5) lodong me (tarian sunatan); (6) begong (tarian adat); (7)

hele lorak (sebelum turun ke kebun); (8) pahe (menanam); (9) ai nggaja

(kemenangan perang); (10) reko roa (gotong royong); (11) gari (tarian adat); (12) toja

ngalusan (pembuatan rumah baru). Tari-tarian itu diiringi lagu-lagu daerah, gong,

gendang, dan suling sebagai alat-alat musik tradisional di samping sejenis silafon

yang terbuat dari kepingan kayu.

2.3. Gambaran Demografi

2.3.1. Jumlah dan Kepadatan Penduduk secara keseluruhan

Jumlah penduduk kabupaten Sikka pada tahun 2015 adalah 311.411 jiwa dengan kepadatan

rata-rata 179,81 jiwa/km2. Jumlah penduduk tertinggi adalah kecamatan Alok Timur

sebanyak 34.030 jiwa, sedangkan jumlah penduduk terendah terdapat dikecamatan Nelle

(20)

RPI-JM KABUPATEN SIKKA

Page 2 - 20

Tabel 2.2. Jumlah Penduduk, Luas Wilayah dan Kepadatan Penduduk Tahun 2015

No Kecamatan Penduduk Luas (Km2) Kepadatan

1 P a g a 15.993 82,85 193,04

Berdasarkan hasil proyeksi pemduduk, jumlah penduduk Kabupaten Sikka adalah 311.411

jiwa. Dengan luas wilayah sekitar 1.731,91 km2 sebenarnya dapat dikatakan distribusi

penduduk di Kabupaten Sikka belum merata. Jika dilihat kepadatan penduduk yang ada di

Tabel 3.1 terlihat bahwa kepadatan tertinggi ada pada kecamatan Alok yaitu sekitar 2324

jiwa perkilometer persegi padahal luas wilayahnya hanya sekitar 0,84 persen saja dari luas

Sikka secara keseluruhan. Kecamatan Talibura yang mempunyai wilayah paling luas tingkat

kepadatan penduduknya hanya sekitar 81 jiwa perkilometer persegi. Kepadatan penduduk

(21)

RPI-JM KABUPATEN SIKKA

Page 2 - 21 merupakan ibukota Kabupaten Sikka dimana hampir seluruh kegiatan ekonomi dan

pemerintahan terpusat di sini.

2.3.2. Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin

Jika dilihat dari rasio jenis kelamin, maka untuk semua kecamatan mempunyai rasio jenis

kelamin kurang dari 100. Hal ini menunjukkan bahwa penduduk perempuan lebih besar

jumlahnya dibandingkan dengan penduduk laki-laki. Hal ini secara tidak langsung

menunjukkan bahwa harapan hidup perempuan lebih tinggi dibandingkan dengan lakilaki.

Tabel 2.3. Jumlah Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin Tahun 2015

(22)

Laki-RPI-JM KABUPATEN SIKKA

Page 2 - 22

2.3.3. Penduduk Miskin

Penduduk miskin di Kabupaten Sikka di tahun 2015 berdasarkan data BPS tahun 2016

mencapai 157.220 jiwa atau 31.444 rumah tangga atau 50% terhadap keseluruhan jumlah

penduduk di Kabupaten Sikka. Data Penduduk miskin tersaji dalam tabel berikut :

Tabel 2.4. Jumlah Penduduk Miskin kabupaten Sikka tahun 2016

Rum ah Tangga Pra sejaht era

Keluarga Sejaht era jum lah

I II III III+

31 444 26 200 16 023 4 528 252 78 447

Sumber : Kabupaten Sikka dalam Angka 2015

2.3.4. Proyeksi Pertumbuhan Penduduk

Penduduk Ekisting Kabupaten sikka Tahun 2015 berjumlah 311.411 jiwa dan

diproyeksikan hingga tahun 2020 menjadi 321.984 jiwa, dengan rata-rata pertumbuhan

0.67% per tahun

Tabel 2.5 Proyeksi Penduduk Kabupaten sikka tahun 2016-2020 menurut Kecamatan

No Kecamatan pert um buhan penduduk

(23)

RPI-JM KABUPATEN SIKKA

2.4. ISU STRATEGIS SOSIAL, EKONOMI DAN LINGKUNGAN

2.4.1. Perkembangan PDRB dan Potensi Ekonomi

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten sikka tahun 2012 berdasarkan harga

konstan 2010 adalah Rp 2.306.318.000.000,- dan tahun 2014 meningkat menjadi Rp.

2.601.432.000.000,- atau meningkat 12,79%. Komposisi PDRB terbesar adalah sektor

pertanian, kehutanan dan perikanan sedangkan terkecil adalah sektor listruk dan gas.

Sedangkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten sikka atas Dasar Harga yang

Berlaku Tahun 2012 sebesar Rp. 2.710.099.300.000,- .dan di tahun 2014 meningkat menjadi

RP. 3.283.383.500.000 atau mengalami kenaikan 21.15%. PDRB terbesar adalah pertanian,

kehutanan dan perikanan dan terendah adalah listrik dan gas. Untuk lebih jelasnya mengenai

komposisi PDRB dapat dilihat pada tabel-tabel berikut in

Tabel 2.6. PDRB & Distribusi Persentase PDRB Kabupaten sika Atas Dasar Harga Konstan 2010 Menurut Lapangan Usaha Tahun 2012-2014

LAPANGAN USAHA PDRB (Rp.Juta)

2012 2013 2014

1. Pertanian 1.005.915,80 1.075.530,60 1.184.671,00

(24)

RPI-JM KABUPATEN SIKKA

Page 2 - 24

3. Industri Pengolahan 46.172,50 51.557,40 57.943,30

4. Listrik & Gas 2.065,90 2.229,00 2.319,00

5. Air, Sampah, Limbah & Daur Ulang 2.849,90 3.050,30 3.292,10

6. Konstruksi 138.369,60 150.218,30 162.975,20

7. Perdagangan besar & Eceran 264.735,30 293.018,90 324.918,40

8. Transportasi & Pergudangan 163.295,40 177.251,90 197.148,00

9. Penyediaan Akomodasi & Makan 17.311,60 19.899,00 23.258,20

10. Informasi & Komunikasi 186.929,80 199.224,30 212.500,40

11. Jasa Keuangan & Asuransi 92.766,90 111.190,00 124.544,80

12. Real Estate 60.829,60 69.032,50 71.372,40

13. Jasa Perusahaan 7.586,00 8.232,30 9.126,60

15. Administrasi Pemerintahan, dll 331.523,90 374.558,00 407.729,20

16. Jasa Pendidikan 249.856,60 283.653,10 324.776,30

17. Jasa Kesehatan & Kegiatan 60.097,20 64.489,40 71.298,80

18. Jasa Lainnya 43.726,70 50.066,20 54.476,40

PDRB 2.710.099,20 2.975.030,30 3.283.383,40

Sumber : Kabupaten sikka dalam Angka 2016

2.4.2. Pertumbuhan Ekonomi

Laju pertumbuhan produk domestik regional bruto Kabupaten Sikka atas dasar harga

konstan tahun 2010 menurut lapangan usaha dari tahun 2010 sampai dengan tahun 2014.

Pertumbuhan PDRB mengalami kenaikan meski tidak signifikan, hal ini mengindikasikan

pertumbuhan ekonomi yang bertambah pada tahun 2014 dibanding tahun sebelumnya.

Selanjutmya PDRB per kapita Kabupaten sikka tahun 2012-2015 meningkat setiap tahun.

Tahun 2012 sebesar 32,4 juta meningkat menjadi 35,47 juta tahun 2013, kemudian menjadi

38,82 juta dan 42,52 juta di tahun 2015. Kondisi PDRB per kapita tersaji pada gambar

(25)

RPI-JM KABUPATEN SIKKA

Page 2 - 25

Gambar 2.1. PDRB Per Kapita Kabupaten sikka tahun 2012-2014

2.4.3. Kondisi Lingkungan Strategis

2.4.3.1. GAMBARAN TOPOGRAFI

Topografi Kabupaten Sikka sebagian besar berbukit, bergunung dan berlembah. Memikiki

lereng-lereng yang curam yang umumnya terletak di daerah pantai. Keadaan tersebut di atas

dapat dirinci:

 Topografi dengan ketinggian 0-25 m dpl, yaitu dengan luas 29.863 ha atau sekitar 17,24% dari total luas wilayah Kabupaten Sikka, meliputi daerah pesisir pantai utara

(sebagian besar) dan daerah pesisir pantai selatan serta daerah pesisir pantai

pulau-pulau kecil lainnya. Topografi ini berupa permukaan tanah datar sampai landai, Sangat

(26)

RPI-JM KABUPATEN SIKKA

Page 2 - 26 pesisir yang sebagian besar juga terdapat di bagian utara wilayah Kabupaten Sikka dan

sebagian kecilnya di bagian selatan dan pulau-pulau kecil lainnya.

 Topografi dengan ketinggian 100-500 m dpl, yaitu seluas 48.171 ha atau sekitar 27,81% dari total luas wilayah Kabupaten Sikka, merupakan wilayah lereng atau kaki gunung dan

perbukitan yang juga merupakan daerah peralihan dari dataran rendah ke dataran tinggi

atau pegunungan.

 Topografi dengan ketinggian 500-1000 m dpl, yaitu seluas 70.216 ha atau sekitar 40,54% dari total luas wilayah Kabupaten Sikka, yang merupakan daerah pegunungan.  Topografi dengan ketinggian lebih dari 1000 m dpl, yaitu seluas 4.098 ha atau sekitar

2,37% dari total luas wilayah Kabupaten Sikka, yang merupakan daerah pegunungan

atau dataran tinggi dan hanya terdapat di beberapa kecamatan saja. Untuk jelasnya,

lihat Gambar I -3 (Peta Garis Kontur), Gambar I – 4 (Peta Ketinggian Tempat ) dan

Gambar I – 5 (Peta Kelerengan) .

2.4.3.2. GAMBARAN GEOHIDROLOGI

Potensi sumber air di wilayah Kabupaten Sikka dapat diidentifikasi dari 3 (tiga) sumber yaitu

air hujan, air tanah dan air permukaan.

• Air Hujan

Kondisi iklim wilayah Kabupaten Sikka dan Nusa Tenggara Timur, umumnya sangat

menentukan besarnya potensi air hujan. Iklim di Kabupaten Sikka adalah iklim kering yang

dipengaruhi oleh angin Muson, dengan musim hujan yang pendek, yang jatuh pada sekitar

bulan Nopember hingga bulan Mei. Wilayah Kabupaten Sikka mempunyai curah hujan

rata-rata sebesar 1000-1500 mm/tahun

Konservasi sumber air tanah perlu dilakukan di daerah Kabupaten Sikka, guna menjaga

sumber air tetap lestari, dapat dilakukan reboisasi di daerah-daerah tandus. Pemanfaatan air

(27)

RPI-JM KABUPATEN SIKKA

Page 2 - 27 terutama pada daerah-daerah yang mengandung aquifer produktif atau dengan

memanfaatkan sumber air yang ada.

Sumber mata air yang ada pada umumnya berasal dari daerah perbukitan dengan debit air

menurun pada musim kemarau, sehingga kebutuhan air pada musim kemarau merupakan

kendala di wilayah ini. Secara umum di Kabupaten Sikka, terdapat beberapa daerah yang

memungkinkan pemanfaatan sumber air tanahnya. Daerah-daerah yang paling

memungkinkan adalah Kecamatan Talibura, Waigete, Nita dan sebagian kecil Kecamatan

Bola dan Kecamatan Lela.

• Air Permukaan

Potensi air permukaan dapat diketahui dari sumber air yang berasal dari sungai, danau, rawa

dan air genangan. Di Kabupaten Sikka, potensi air permukaan sebagian besar berasal dari

sungai-sungai yang berada di daerah tersebut dalam skala sedang dan kecil.

Kecenderungan iklim yang relatif kering dan musim hujan yang berlangsung hanya 3-4 bulan

dalam setahun menyebabkan sungai-sungai tersebut juga banyak yang kering terutama

pada musim kemarau.

Pola aliran sungai di wilayah ini pada umumnya adalah dendritik, yaitu aliran sungai yang

membentuk cabang pohon, berair pada musim hujan dan kering/berkurang debitnya pada

musim kemarau. Kabupaten Sikka termasuk daerah yang potensial memiliki sumber daya air.

Diketahui dari banyaknya sungai yang mengalir pada musim penghujan, baik sungai yang

besar maupun yang kecil. Kondisi ini sesuai untuk pengembangan persawahan dengan jalan

pembuatan bendung-bendung dan saluran irigasi untuk mencukupi kebutuhan air pada areal

persawahan khususnya. Berdasarkan data yang diperoleh, jumlah sungai yang mengalir di

wilayah ini hampir terdapat di semua kecamatan, tetapi kecenderungan hanya mengalir pada

musim hujan. Guna memenuhi kebutuhan air untuk konsumsi keluarga di wilayah ini

(28)

RPI-JM KABUPATEN SIKKA

Page 2 - 28 dan Penampungan Air Hujan (PAH)

Untuk mengetahui gambaran kondisi tata air di Kabupaten Sikka, dapat dilihat pada Gambar

I – 10 dan I – 11 ( Peta Jaringan Sungai dan Sumber Daya Air).

2.4.3.3. GAMBARAN GEOLOGI

Berdasarkan data Geologi dan Tata Lingkungan yang meliputi sebaran struktur geologi di

wilayah Kabupaten Sikka terdapat beberapa batuan dan formasi batuan sebagai berikut:

Aluvium dan Endapan Pantai, Formasi Kiro, Batuan Gunung Api Tua. Berdasarkan kondisi

geologi dan faktor kegempaan di wilayah Kabupaten Sikka maka dapat dibedakan menjadi 4

zona kerentanan gerakan tanah, yaitu :

 Zona Kerentanan Gerakan Tanah Sangat Rendah

Zona kerentanan gerakan tanah sangat rendah adalah daerah yang mempunyai tingkat

kerentanan sangat rendah untuk terkena gerakan tanah. Zona ini sangat jarang atau hampir

tidak pernah terjadi gerakan tanah, baik gerakan tanah lama maupun baru, kecuali daerah

sempit di sekitar tebing sungai. Zona ini terletak pada daerah datar sampai landai dengan

kemiringan lereng medan lebih kecil dari 15 % (0,05 0). Lereng pada umumnya terbentuk

oleh endapan aluvial pantai dan sungai berupa kerakal dan kerikil, pasir lumpur pelapukan

batu gamping koral dan batuan gunung api

2.4.3.4. GAMBARAN KLIMATOLOGI

a. Musim

Di Kabupaten sikka, sebagaimana daerah lainnya di NTT khususnya daratan Timor dikenal

hanya dua musim saja yaitu musim kemarau dan musim hujan. Pada bulan Juni sampai

dengan September arus angin berasal dari Australia dan tidak banyak mengandung uap air

sehingga terjadi musim kemarau. Sebaliknya pada bulan Desember – Maret arus angin yang

datang dari benua Asia dan Samudera Pasifik banyak mengandung uap air sehingga terjadi

(29)

RPI-JM KABUPATEN SIKKA

Page 2 - 29 peralihan Mei–Juni dan November–Desember. Wilayah Kabupaten sikka pada umumnya

mempunyai iklim dan curah hujan yang tidak merata. Curah hujan pada daerah-daerah lain

relatif rendah.

b. Suhu dan Kelembaban Udara

Suhu udara di suatu tempat antara lain ditentukan oleh tinggi rendahnya tempat tersebut dari

permukaan laut dan jaraknya dari pantai. Pada tahun 2015 rata-rata suhu udara minimum di

Kabupaten sikka adalah 22,8°C – 29,8°C. Suhu udara maksimum terjadi pada bulan

Nopember (34,8°C) dan suhu udara minimum terjadi pada bulan Agustus (20,5oC). Di tahun

yang sama, Kelembaban tertinggi pada bulan Januari dan Maret (89%) dan terendah pada

bulan September (67%) dengan kelembaban udara tahunan rata-rata 77,67 %.

c. Curah Hujan, Hari Hujan

Curah hujan di suatu tempat antara lain dipengaruhi oleh keadaan iklim, keadaan topografi

dan perputaran/ pertemuan arus udara. Oleh karena itu, jumlah curah hujan jadi beragam

menurut bulan dan letak stasiun pengamat. Rata-rata curah hujan selama tahun 2015

tertinggi adalah pada bulan Januari (469,7 mm) dan terendah ( 0 mm) adalah bulan Agustus,

september, Oktober.

Hari Hujan tertinggi pada bulan Januari (25 hari) dan selama empat bulan dalam tahun 2015

hujan tidak pernah turun yakni pada bulan Juni, Agustus September dan Oktober.

Berikut ini tabel-tabel menyajikan jumlah curah hujan dan hari hujan, kelembaban udara,

tekanan dan kecepatan angin serta temperatur di Kabupaten sikka tahun 2011-2012.

(30)

RPI-JM KABUPATEN SIKKA

Page 2 - 30

Tabel 2.7. Rata-rata Temperatur Udara, Kelembaban, Curah hujan, Hari Hujan Kabupaten sika Menurut Bulan Tahun 2014

2.4.4. Gambaran Risiko Bencana Alam

Bencana secara umum merupakan kejadian diluar kondisi normal atau rangkaian peristiwa

yang disebabkan oleh alam, manusia, dan keduanya yang menyebabkan korban jiwa, kerugian harta

benda, kerusakan sarana prasarana dan fasilitas umum, yang menimbulkan gangguan tata

kehidupan manusia (UU No.24, 2007). Upaya untuk melindungi dan menyelamatkan manusia dari

ancaman bencana dapat dilakukan dengan suatu tindakan dalam mengatasi bencana baik pra

bencana, saat terjadi bencana dan pasca bencana sebagai upaya mengurangi dampak negatif dari

bencana yang diperkirakan akan terjadi. Salah satu jenis bencana dari 3 (tiga) jenis bencana yang

ada adalah bencana alam (natural disaster).

Kabupaten Sikka merupakan wilayah yang rentan/ beresiko terjasi bencana karena

kabupaten ini merupakan bagian dari wilayah Provinsi NTT yang berada pada wilayah rawan

bencana di Indonesia. Ancaman alam (natural hazards), diakibatkan oleh Provinsi NTT yang

(31)

RPI-JM KABUPATEN SIKKA

Page 2 - 31 aktif (triple junction plate convergence). Pertemuan lempeng ini berupa lempeng Benua Eurasia,

Samudra Pasifik dan Samudra Indo-Australia. Pergerakan lempeng-lempeng pada kerak bumi yang

berbeda arah dan jenis ini, mengakibatkan sangat rawan terkena dampak bencana geologi pada

wilayah kepulauan dan pesisir. Tsunami yang sering terjadi di sekitar wilayah NTT bagian utara,

diakibatkan oleh aktivitas lempeng Eurasia yang berada pada bagian utara Pulau Flores yang

dinamakan Patahan Pulau Flores (Flores Fault). Patahan ini merupakan sesar Busur Muka dan

Sesar Sungkup (Busur Belakang) di bagian utara Pulau Flores. Sesar Busur Belakang ini yang sering

menyebabkan gempa dangkal. Beberapa kejadian tsunami yang pernah terjadi akibat sesar busur

belakang yang diketahui seperti tsunami di Kabupaten Sikka tahun 1992.

Wilayah ini juga berada pada Ring Of Fire (jalur lintasan gunung berapi di Indonesia).

Kondisi diatas mengakibatkan Kabupaten Sikka juga termasuk wilayah rawan bencana geologi

(gempa tektonik & vulkanik, tsunami, banjir, longsor dan letusan gunung berapi).

TABEL 2.8. KAWASAN RAWAN BENCANA ALAM KABUPATEN SIKKA

NO BENCANA KAWASAN BENCANA KAWASAN POTENSI BENCANA

1 Bencana Longsor o Kecamatan Mego Desa Parabubu

Kecenderungan pada ketinggian > 300 m dpl (perbukitan terjal & pegunungan)

Gerakan Tanah Wilayah Kabupaten Sikka Wilayah Kabupaten Sikka

4 Bencana Gelombang Pasang & Tsunami

Kawasan Pesisir Pantai Utara, Laut Flores

Kawasan Pesisir Laut Flores dan Laut Sawu

(32)

RPI-JM KABUPATEN SIKKA

Page 2 - 32

2.4.5. Isu-Isu Strategis

Isu-isu strategis terkait pembangunan infrastruktur bidang Cipta Karya di Kabupaten sikka

meliputi :

 Urbanisasi penduduk  Desentralisasi

 Pencemaran lingkungan dan perubahan iklim  Strandar Pelayanan Minimal

 Sebagai Pusat Kegiatan Nasional

 Masuk Wilayah Pengembangan Strategis  Masih rendahnya akses Air Minum Layak  Masih Rendahnya Akses Sanitasi Layak

(33)

RPI-JM KABUPATEN SIKKA

(34)

RPI-JM KABUPATEN SIKKA

Page 2 - 34 Gambar 2.3. Peta Penggunaaan Lahan di Kabupaten Sikka

(35)

RPI-JM KABUPATEN SIKKA

(36)

RPI-JM KABUPATEN SIKKA

Page 2 - 36

Gambar 2.5. Peta Struktur Ruang Wilayah Kabupaten Sikka

(37)

RPI-JM KABUPATEN SIKKA

(38)

RPI-JM KABUPATEN SIKKA

Page 2 - 38

Gambar

Tabel 2.1. Produksi Padi dan Jagung di Kabupaten Sikka Tahun 2014
Tabel 2.2. Jumlah Penduduk, Luas Wilayah dan Kepadatan Penduduk Tahun 2015
Tabel 2.3. Jumlah Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin Tahun 2015
Tabel 2.6. PDRB & Distribusi Persentase PDRB Kabupaten sika Atas Dasar Harga Konstan 2010  Menurut Lapangan Usaha Tahun 2012-2014
+7

Referensi

Dokumen terkait

Akan tetapi, lokasi kemungkinan kejadian tsunami tersebut berada pada daerah pemukiman padat penduduk sehingga perlu dikembangkan mitigasi tsunami yang komprehensif di

Kawasan perkebunan kopi di Kecamatan Masalle, Baroko, Alla, Curio, Baraka, Buntu Batu, Malua, Bungin, Maiwa, Kecamatan Cendana, dan Kecamatan Enrekang.. Kawasan perkebunan kakao

Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan di kelas VII SMP Negeri I Maumere Kelurahan Nangameting, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka. Subjek pada penelitian

c) daerah irigasi Landasan Ulin Barat di Kecamatan Liang Anggang;.. d) daerah irigasi Sido Rukun di Kecamatan

Dalam pengembangan kawasan pariwisata berupa kawasan cagar budaya ini direncanakan di Kecamatan Berastagi (Desa Sempajaya), Kecamatan Simpang Empat (Desa Lingga), dan Kecamatan

Bencana alam yang sering terjadi di Kabupaten Ogan Komering Ilir adalah. kebakaran hutan dan lahan di beberapa lokasi khususnya di

Berdasarkan analisis tingkat resiko tsunami, daerah dengan resiko sangat tinggi dan tinggi terdapat di dua wilayah pesisir utara yaitu Kecamatan Alok dan Magepanda dengan

Dalam penelitian yang dilakukan di wilayah Kabupaten Sikka, yaitu di pesisir Teluk Maumere, Pulau Besar dan Desa Bola, pada tahun 2010 ini (t3), terdapat 15 stasiun yang