Organ tumbuhan Jagung
a. Klasifikasi Tanaman (Ketaren, S. 1986) Kerajaan: Plantae
Divisio: Angiospermae Kelas: Monocotyledoneae Ordo: Poales
Familia: Poaceae Genus: Zea
Spesies: Zea mays L
b. Morfologi Tanaman (Purwono, Hartono. 2006) 1. Akar
Akar jagung tergolong akar serabut yang dapat mencapai kedalaman 8 m, meskipun sebagian besar berada pada kisaran 2 m. Tanaman jagung mempunyai akar serabut dengan tiga jenis akar, yaitu (a) akar seminal, (b) akar adventif, dan (c) akar kait atau penyangga.
Akar seminal adalah akar yang berkembang dari radikula dan embrio. Pertumbuhan akar seminal akan melambat setelah plumula muncul ke permukaan tanah dan pertumbuhan akar seminal akan berhenti 10-18 hari setelah berkecambah.
Akar kait atau penyangga adalah akar adventif yang muncul pada dua atau tiga bukudiatas permukaan tanah. Fungsi dari akar penyangga adalah menjaga tanaman agar tetap tegak dan mengatasi rebah batang. Akar ini juga membantu penyerapan hara dan air
2. Batang
Batang jagung tegak dan mudah terlihat. Terdapat mutan yang batangnya tidak tumbuh pesat sehingga tanaman berbentuk roset. Batang beruas-ruas. Ruas terbungkus 7 pelepah daun yang muncul dari buku. Batang jagung cukup kokoh namun tidak banyak mengandung lignin. Batang jagung berwarna hijau sampai keunguan, berbentuk bulat dengan penampang melintang selebar 125– 250 cm. Batang berbuku–buku yang dibatasi oleh ruas–ruas.
Daun terdiri atas pelepah dan helaian daun. daun memanjang dengan ujung daun meruncing. Antara pelepah daun dan helaian daun dibatasi oleh spikulasi yang berguna untuk menghalangi masuknya air hujan atau embun ke dalam pelepah daun. Jumlah daun berkisar 10 –20 helai pertanaman. Daun berada pada setiap ruas batang dengan kedudukan yang saling berlawanan.
3. Daun
Daun jagung adalah daun sempurna. Bentuknya memanjang antara pelepah dan helai daun terdapat ligula.Ligula ini berbulu dan berlemak, fungsi ligula adalah mencegah air masuk kedalam kelopak daun dan batang, tulang daun sejajar dengan ibu tulang daun. Permukaan daun ada yang licin dan ada yang berambu
4. Bunga
Bunga betina jagung berupa "tongkol" yang terbungkus oleh semacam pelepah dengan "rambut". Rambut jagung sebenarnya adalah tangkai putik. Tanaman jagung memiliki bunga jantan dan bunga betina yang terpisah (diklin) dalam satu tanaman (Monoecious). Bunga betina berwarna putih panjang dan biasa disebut rambut jagung. Bunga betina dapat menerima tepung sari disepanjang rambutnya. Tiap kuntum memiliki struktur khas bunga dari suku Poeceae yang disebut flore. Pada jagung, dua floret dibatasi oleh sepasang glumae (tunggal: gluma).
pada rambut tongkol (bunga betina). Pada jagung umumnya terjadi penyerbukan silang (Cross pollinated crop). Penyerbukan terjai dari serbuk sari tanaman lain. Sangat jarang penyerbukn yang serbuk sarinya dari tanaman sendiri.
5. Biji
Tanaman jagung mempunyai satu atau dua tongkol, tergantung varietas. Varietas Hibrida BisiDua rata–rata memiliki 2 tongkol. Tongkol jagung diselimuti oleh daun kelebot. Tongkol jagung yang terletak pada bagian bawah. Setiap tongkol terdiri atas 10–916 baris biji jagung yang terdiri dari 200–400 butir biji jagung. Biji jagung terdiri dari tiga bagian. Bagian paling luar disebut pericrap.
Kumis kucing
a. Klasifikasi tanaman (Raina, 2011) Divisi : Spermatophyta
Kelas : Dicotyledonae Bangsa : Lamiaceae Suku : Lamiaceae Marga : Orthosiphon
Jenis : Orthosiphon aristatus b. Morfologi tanaman (Raina, 2011)
Batang berkayu, segi empat agak beralur, beruas, bercabang, berambut pendek atau gundul, berakar kuat. Daun tunggal, bulat telur, elips atau memanjang, berambut halus, tepi bergerigi, ujung dan pangkal runcing, tipis,warnanya hijau. Bunga majemuk dalam tandan yang keluar di ujung percabangan, berwarna ungu pucat atau putih,
benangsarilebih panjang dari tabung bunga. Buah berupa buah kotak, bulat telur, masih muda berwarna hijau, setelah tua berwarna hitam. c. Kandungan kimia (Raina, 2011)
Kandungan Kimia yang terdapat pada kumis kucing yaitu : Orthosiphonin glikosida, zat samak, minyak asiri, minyak lemak, saponin, sapofonin, garam kalium, mioinositol dansinensetin. Kalium berkhasiat diuretik dan pelarut batu saluran kencing, sinensetin
Labu
a. Klasifikasi tanaman (Steenis, 2005) Divisi : Magnoliophyta
Kelas :Magnoliopsida Bangsa : Cucurbitales Suku: Cucurbitaceae Marga:Cucurbita
Jenis:Cucurbita moschata
b. Morfologi tanaman (Steenis, 2005)
Labu tumbuh merambat atau menjalar dengan kait pada
batangnya dan jarang berkayu. Kait pada batang labu berbentuk melingkar seperti spiral. Adapun morfologi dari tumbuhan labu seperti terlihat pada gambar 4.32 Batang tumbuhan ini berwarna hijau muda dan berbulu halus serta berakar lekat. Panjang batangnya
mencapai lebih dari 5 meter. Daun tanaman labu merupakan daun tunggal yang memiliki pertulangan daun majemuk menjari. Daunnya menyebar di sepanjang batang. Bentuk daunnya
Reproduksi Alpukat
a. Klasifikasi tanaman (Pramono, 2002) Divisi : Spermatophyta
Kelas : Dicotyledoneae Bangsa: Laurales Suku: Lauraceae Marga: Persea
Jenis: Persea americana Miller b. Morfologi tanaman (Pramono, 2002)
Pohon kecil, tingghi 3-10nm, berakar tunggang, batang berkayu, bulat, warnanya cokelat kotor, banyak bercabang, ranting berambut halus. Daun tunggal, bertangkai yang panjangnya1½ -5 cm,
Apel
a. Klasifikasi tanaman (Bambang Soelarso, 1997) Kingdom: Plantae
Divisio: Spermatophyta Subdivisio:Angiospermae Klas: Dicotyledonae Ordo: Rosales Famili: Rosaceae Genus: Malus
Spesies: Malus Sylvestris Mill
b. Morfologi tanaman (Bambang Soelarso, 1997)
1. Batang
Batang Pohon apel berkayu cukup keras dan kuat, cabang-cabang yang dibiarkan atau tidak dipangkas pertumbuhannya lurus dan tidak beranting. Kulit kayunya cukup tebal, warna kulit batang muda , cokelat muda sampai cokelat kekuning-kuningan dan setelah tua berwarna hijau kekuning-kuningan sampai kuning keabu-abuan. Karena dilakukan pemangkasan pemeliharaan, maka tajuk pohon berbentuk perdu seperti payung atau meja
2. Daun
Bentuk daun apel dipilah dalam enam kategori , yaitu oval, broadly oval, narrow oval, acute, broadly acute, dan narrow acute. Permukaan daun bisa datar atau bergelombang. Sisi daun ada yang melipat ke bawah, ada jugayang melipat ke atas. Bagian bawah daun umumnya diselimuti bulu-bulu halus
3. Akar
dalam tanah. Akar ini berfungsi sebagai penegak tanaman, penghisap air, dan unsur hara dalam tanah, serta menembus lapisan tanah yang keras. Sedangkan batang bawah yang berasal dari stek dan rundukan tunas akar, yang berkembang baik adalah akar serabut dan tidak mempunyai akar tunggang, sehingga batangnya kurang kuat dan rentan terhadap kekurangan air
4. Bunga
Bunga apel bertangkai pendek, menghadap ke atas, bertandan, dan pada tiap tandan terdapat 7-9 bunga. Bunga tumbuh pada ketiak daun, mahkota bunga berwarna putih sampai merah jambu berjumlah 5 helai, menyelubungi benangsari pada badan buah, dan di tengah-tengah bunga terdapat putik atau bakal buah
5. Buah
Buah apel mempunyai bentuk bulat sampai lonjong , bagian pucuk buah berlekuk dangkal, kulit agak kasar dan tebal, pori-pori buah kasar dan renggang, tetapi setelah tua menjadi halus dan mengkilat. Warna buah hijau kekuning-kuningan, hijau berbintik-bintik, merah tua, dan sebagainya sesuai dengan varietasnya
6. Biji
Anggur
Anggur dikelompokkan dalam kelas dikotil (biji berkeping dua). Daun anggur berbentuk jantung yang mempunyai tepi bergerigi dan tepinya berlekuk atau bercangap. Daunnya mempunyai tulang menjari, ujungnya runcing dan berbentuk bulat hingga lonjong. Jenis Vitis vinifera, daunnya tipis, berwarna hijau kemerahan dan tidak berbulu.
Batang anggur dibiarkan tumbuh liar, batang anggur mempunyai cabang yang tidak jauh dari permukaan tanah. Sifat percabangan ini menjadikan anggur sebagai golongan tumbuhan semak. Batang dapat tumbuh dan berkembang hingga diameter lebih dari 10 cm. Awal pertumbuhan, batang anggur selalu mencari penopang, bisa berupa tanaman hidup atau benda mati. Anggur menggunakan bantuan cabang pembelit atau dikenal dengan sulur untuk tumbuh memanjat. Sulur ini tumbuh dengan membentuk lilitan.
Akar anggur mempunyai perkembangan yang cepat jika tanahnya gembur, bila musim hujan akar anggur dapat muncul pada akar ranting. Ini membuat anggur mudah dikembangbiakkan dengan cara setek atau cangkok dibandingkan dengan biji. Bunga anggur muncul pada ranting. Bunganya berbentuk malai. Malai muncul sebagai
malai. Setelah bunga pada malai mekar akan tumbuh buah berupa bulatan kecil. Bulatan ini akan berubah warna sesuai dengan jenis tanaman anggur.
Dapus :
Van, Steenis C.G.G.J.. 2005. Flora. Jakarta: PT Pradnya Paramita.
Raina, 2011. Ensiklopedi tumbuhan berhasiat obat. Jakarta: Salemba Medika. Pramono, S., 2002, Kontribusi bahan obat alam dalam mengatasi krisis bahan obat di Indonesia, Jurnal Bahan Alam Indonesia.
Bambang Soelarso, 1997. Budi Daya Apel. Yogyakarta : KANISIUS Nurcahyo, Eko. 1999. Anggur dalam Pot. Jakarta : Penebar Swadaya.
Ketaren, S. 1986. Pengantar Teknologi Minyak dan Lemak Pangan. Cetakan Pertama. Jakarta : UI-Press.