• Tidak ada hasil yang ditemukan

RANCANGAN RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) TAHUN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "RANCANGAN RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) TAHUN"

Copied!
108
0
0

Teks penuh

(1)

PEMERINTAH KOTA SURABAYA

RANCANGAN

RENCANA STRATEGIS

(RENSTRA)

(2)

Renstra Dinas Koperasi dan Usaha Mikro 2021

1 | Bab 1

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

1.1.1 Pengertian Renstra Perangkat Daerah

Rencana Strategis (Renstra) pada hakekatnya merupakan dokumen perencanaan suatu Perangkat Daerah yang menentukan strategi, dan arahan kebijakan yang digunakan sebagai dasar dalam mengambil keputusan untuk mengalokasikan sumber daya termasuk modal dan sumber daya manusia dalam mencapai tujuan dan sasaran yang diinginkan. Renstra Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Surabaya tahun 2021 - 2026 merupakan suatu proses yang berorientasi pada hasil yang ingin dicapai dalam kurun waktu 1 (satu) sampai 5 (lima) tahun, dengan memperhitungkan peluang,kekuatan, kelemahan dan ancaman yang ada atau mungkin timbul. Renstra Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Surabaya tahun 2021 - 2026 disusun berdasarkan isu strategis dan rumusan permasalahan koperasi dan usaha mikro yang terjadi di kota Surabaya. Rencana Strategis koperasi dan usaha mikro diperoleh dari jaring aspirasi masyarakat dan rumusan hasil evaluasi pembangunan sektor ekonomi yang terkait dengan koperasi dan usaha mikro, serta mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Surabaya tahun 2021 - 2026. Alur proses penyusunan Renstra Dinas Koperasi dan Usaha Mikro mengacu kepada peraturan yang berlaku yakni Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah dan Rencana Pembangunan Daerah, serta Tata Cara Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah, Rencana

(3)

Renstra Dinas Koperasi dan Usaha Mikro 2021

Pembangunan Jangka Menengah Daerah, dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah. Sebagaimana disebutkan dalam pasal 11 ayat 1 pada Permendagri di atas bahwa perencanaan pembangunan Daerah mencakup rencana pembangunan Daerah dan rencana perangkat Daerah. Adapun pada pasal 11 ayat 3 dijelaskan bahwa rencana perangkat Daerah terdiri atas a) Renstra Perangkat Daerah; dan b) Renja Perangkat Daerah.

Renstra ini memuat Tujuan, Sasaran, Program dan Kegiatan yang telah disesuaikan dirumuskan secara kolektif oleh pimpinan bersama tim kerja untuk dikomunikasikan kepada seluruh komponen organisasi dan diimplementasikan guna mencapai Visi dan Misi Pemerintah Kota Surabaya. Hal – hal pokok yang harus tertuang di dalam Renstra Perangkat Daerah diatur dalam pasal 13 ayat 1 dimana “Renstra Perangkat Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (3) huruf a memuat tujuan, sasaran, program, dan kegiatan pembangunan dalam rangka pelaksanaan Urusan Pemerintahan Wajib dan/atau Urusan Pemerintahan Pilihan sesuai dengan tugas dan fungsi setiap Perangkat Daerah, yang disusun berpedoman kepada RPJMD dan bersifat indikatif.

Oleh karena itu Renstra Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Surabaya yang disusun ini juga akan menjelaskan arah kebijakan termasuk program dan kegiatan dalam upaya peningkatan kualitas serta pemberdayaan koperasi dan usaha mikro di Kota Surabaya yang telah diselaraskan dengan RPJMD Kota Surabaya 2021 - 2026, menyesuaikan tugas pokok dan fungsi Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Surabaya serta pagu yang bersifat indikatif. Renstra Perangkat Daerah yang telah disahkan akan menjadi pedoman dalam penyusunan dan pelaksanaan rencana kerja Perangkat Daerah setiap tahunnya.

(4)

Renstra Dinas Koperasi dan Usaha Mikro 2021

3 | Bab 1

1.1.2 Proses Penyusunan Renstra Perangkat Daerah

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017, Pasal 16 ayat (2) menjelaskan bahwa dimana Renstra Perangkat Daerah dan Renja Perangkat Daerah disusun dengan tahapan:

a. persiapan penyusunan; b. penyusunan rancangan awal; c. penyusunan rancangan

d. pelaksanaan forum Perangkat Daerah / Lintas Perangkat Daerah; e. perumusan rancangan akhir; dan

f. penetapan

Dalam penyusunan tersebut rancangan Renstra sesuai amanat pasal 60 ayat (1) Kepala Perangkat Daerah menyampaikan rancangan awal Renstra Perangkat Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58 ayat (2) kepada BAPPEDA untuk di verifikasi, dan pada pasal 60 ayat (2) disebutkan ”Verifikasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ”untuk memastikan kesesuaian rancangan awal renstra Perangkat Daerah dengan Rancangan awal RPJMD sebagaimana dimaksud pada pasal 57”.

Dalam Proses penyusunan rancangan renstra Perangkat Daerah disajikan dengan sistematika paling sedikit memuat :

a. Pendahuluan;

b. Gambaran pelayanan Perangkat Daerah;

c. Permasalahan dan isu strategis Perangkat Daerah; d. Tujuan dan sasaran;

e. Strategi dan arah kebijakan;

f. Rencana program dan kegiatan serta pendanaan; g. Kinerja penyelenggaraan bidang urusan; dan

(5)

Renstra Dinas Koperasi dan Usaha Mikro 2021

h. Penutup.

Dibawah ini, diuraikan alur proses penyusunan Renstra Perangkat Daerah pada gambar 1.

Gambar 1

Proses Penyusunan Renstra

1.1.3. Keterkaitan Antara Renstra Perangkat Daerah dengan Dokumen Perencanaan Lainnya

Perencanaan Pembangunan Daerah bertujuan untuk mewujudkan Pembangunan Daerah dalam rangka peningkatan dan pemerataan pendapatan masyarakat, kesempatan kerja, lapangan berusaha, meningkatkan akses dan kualitas pelayanan publik dan daya saing daerah. Perencanaan Pembangunan daerah yang berorientasi pada proses, menggunakan pendekatan:

a. Teknokratik; b. Partisipatif; c. Politis; dan

d. Atas-bawah dan bawah-atas Analisis Gambaran pelayanan SKPD Perumusan Isu-isu strategis berdasarkan tusi Perumusan Strategi dan kebijakan Perumusan rencana kegiatan, indikator kinerja, kelompok sasaran dan pendanaan indikatif berdasarkan rencana program prioritas RPJMD Pengolahan data dan informasi Perumusan visi dan misi

SKPD Perumusan Tujuan Perumusan sasaran Rancangan Renstra-SKPD · Pendahuluan · Gambaran pelayanan SKPD

· isu-isu strategis berdasarkan tugas pokok dan fungsi

· visi, misi, tujuan dan sasaran, strategi dan kebijakan

· rencana program, kegiatan, indikator kinerja, kelompok sasaran dan pendanaan indikatif

· indikator kinerja SKPD yang mengacu pada tujuan dan sasaran RPJMD. Perumusan

indikator kinerja SKPD yang mengacu pada tujuan dan sasaran

RPJMD SPM Renstra-KL dan Renstra Kabupaten/ Kota Penelaahan RTRW Rancangan Renstra-SKPD

Nota Dinas Pengantar Kepala SKPD perihal penyampaian Rancangan Renstra-SKPD kepada Bappeda Penelaahan KLHS Renstra-KL dan Renstra Kabupaten/ Kota Renstra-KL dan Renstra SKPD Provinsi

(6)

Renstra Dinas Koperasi dan Usaha Mikro 2021

5 | Bab 1

Perencanaan Daerah disusun berdasarkan data serta aturan yang mencakup kondisi geografis, demografi, potensi sumber daya, ekonomi dan keuangan, aspek kesejahteraan, pelayanan serta data dan informasi yang dimuat dalam dokumen perencanaan lainnya sesuai dengan kebutuhan.

Selain berpedoman pada Permendagri Nomor 86 Tahun 2017, secara subtansi Renstra Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Surabaya ini mengacu arah kebijakan RPJMD Kota Surabaya Tahun 2021 - 2026 juga mengacu Renstra Dinas Koperasi dan UMKM Propinsi Jawa Timur dan Renstra Kementerian Koperasi dan UKM RI serta berbagai dokumen perencanaan lainnya yang relevan seperti dokumen RTRW dan hasil evaluasi Renstra periode sebelumnya. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk mencapai keselarasan antar dokumen perencanaan pembangunan (baik jangka panjang, menengah dan tahunan) antara berbagai level pemerintahan Kabupaten / Kota, Propinsi maupun Kementerian sehingga akan menjadi dokumen perencanaan publik yang akuntabel, reliable, dan implementatif. Adapun gambaran tentang hubungan Renstra Perangkat Daerah dengan dokumen perencanaan lainnya dalam kaitan dengan sistem perencanaan pembangunan maupun dengan system keuangan adalah sebagaimana ditunjukkan pada Gambar 2 di bawah ini.

Gambar 2

(7)

Renstra Dinas Koperasi dan Usaha Mikro 2021

Sebagaimana tampil dalam Gambar 1.2 di atas Renstra Perangkat Daerah akan menjadi pedoman bagi penyusunan Renja Perangkat Daerah yang dalam penyusunanannya harus mengacu kepada dokumen RKPD. Dimana kesemua perencanaan ini nantinya akan mengarah kepada penyusunan RAPBD untuk selanjutnya disahkan menjadi APBD.

1.2. Landasan Hukum

1.2.1. Ketentuan tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) dan Kewenangan Perangkat Daerah (PD)

Tugas dan fungsi serta susunan organisasi Dinas Koperasi dan Usaha Mikro mengacu pada Peraturan Daerah Nomor 14 Tahun 2016, mengenai Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah, yang dijabarkan dengan Peraturan Walikota Nomor 45 Tahun 2018, tentang Perubahan Atas Peraturan Walikota Surabaya Nomor 62 Tahun 2016 Tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Uraian Tugas dan Fungsi Serta Tata Kerja Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Surabaya, Dinas Koperasi dan usaha Mikro Kota Surabaya dalam melaksanakan tugasnya menyelenggarakan fungsi antara lain :

a. Perumusan kebijakan sesuai dengan lingkup tugasnya b. Pelaksanaan kebijakan sesuai dengan lingkup tugasnya

c. Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan sesuai dengan lingkup tugasnya d. Pelaksanaan administrasi dinas sesuai dengan lingkup tugasnya

e. Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Walikota sesuai dengan tugas dan fungsinya.

(8)

Renstra Dinas Koperasi dan Usaha Mikro 2021

7 | Bab 1

1.2.2 Ketentuan tentang Perencanaan Pembangunan

Peraturan yang menjadi pedoman dalam penyusunan perencanaan adalah :

1. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421); 2. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara

Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 21, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4817);

3. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, Serta Tata Cara Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, Dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).

4. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 90 Tahun 2019 tentang Klasifikasi, Kodefikasi, Dan Nomenklatur Perencanaan Pembangunan Dan Keuangan Daerah.

1.2.3 Ketentuan tentang Penganggaran

1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286);

(9)

Renstra Dinas Koperasi dan Usaha Mikro 2021

2. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438);

3. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578);

4. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 25, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4614); 5. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 tentang Perubahan

Kedua Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah;

1.3. Maksud dan Tujuan

1.3.1. Maksud Penyusunan Renstra Perangkat Daerah

Penyusunan Renstra Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Surabaya tahun 2021 - 2026 dimaksudkan sebagai penjabaran dari Rencana Pembangunan Menengah Daerah (RPJMD) Kota Surabaya tahun 2021 - 2026 dan memberikan arah (road map) untuk mencapai visi dan misi Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Surabaya yang mengakomodasi usulan masyarakat dan sebagai alat evaluasi kinerja Perangkat Daerah, dalam rangka mendukung pencapaian tujuan dan sasaran agenda pembangunan Pemerintah Kota Surabaya 2021 - 2026.

(10)

Renstra Dinas Koperasi dan Usaha Mikro 2021

9 | Bab 1

1.3.2. Tujuan Penyusunan Renstra Perangkat Daerah

Tujuan dari penyusunan renstra ini adalah sebagai pedoman dalam implementasi strategi dan visi misi kota, menjadi pedoman pelaksanaan pelayanan PD, menjadi pedoman dalam penyusunan anggaran PD dan menjadi pedoman pelaksanan kerja bagi seluruh elemen di Dinas Koperasi dan Usaha Mikro. Penyusunan renstra juga bertujuan mewujudkan peningkatan kinerja pelayanan di bidang Pembinaan, pemberdayaan dan pengembangan koperasi dan Usaha Mikro, termasuk sebagai pedoman dalam penyusunan rencana kerja setiap tahun sebagai instrument awal untuk digunakan pengukuran pencapaian kinerja dalam rangka menilai dan mengevaluasi kinerja Perangkat Daerah.

1.4. Sistematika Penulisan

Adapun sistematika penulisan rencana strategis (Renstra) Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Surabaya adalah sebagai berikut:

I Pendahuluan

1.1 Latar Belakang 1.2 Landasan Hukum 1.3 Maksud dan Tujuan 1.4 Sistematika Penulisan II Gambaran Pelayanan SKPD

2.1 Tugas, Fungsi, dan Struktur Organisasi 2.2 Sumber Daya Perangkat Daerah

2.3 Kinerja Pelayanan Perangkat Daerah

2.4 Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan Perangkat Daerah

(11)

Renstra Dinas Koperasi dan Usaha Mikro 2021

III Permasalahan dan Isu Strategis Perangkat Daerah

3.1 Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi 3.2 Perumusan Isu-isu Strategis Berdasarkan Tugas dan Fungsi 3.3 Telaah Visi, Misi, dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala

Daerah Terpilih

3.4 Telaah Renstra K/L dan Renstra Provinsi/Kabupaten Kota

3.5 Telaah Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis

IV Tujuan dan Sasaran Perangkat Daerah 4.1 Perumusan Tujuan

4.2 Perumusan Sasaran V Strategi dan Arah Kebijakan

5.1 Perumusan Strategi 5.2 Perumusan Kebijakan

VI Rencana, Program dan Kegiatan serta Pendanaan VII Kinerja Penyelenggaraan Bidang Urusan

(12)

Rancangan Renstra Dinas Koperasi dan Usaha Mikro 2021

BAB II

GAMBARAN PELAYANAN PERANGKAT DAERAH

2.1. Tugas, Fungsi dan Struktur Organisasi Perangkat Daerah

Berdasarkan Peraturan Walikota Surabaya Nomor 45 Tahun 2018 tentang Perubahan atas Peraturan Walikota Surabaya 62 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Uraian Tugas dan Fungsi Serta Tata Kerja Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Surabaya, maka Dinas Koperasi dan Usaha Mikro mempunyai tugas membantu Walikota melaksanakan urusan pemerintah yang menjadi kewenangan daerah dan tugas pembantuan.

Dalam melaksanakan tugasnya Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Surabaya mempunyai tugas dan fungsi sebagai berikut :

A. Kepala Dinas

Dinas Koperasi dan Usaha Mikro mempunyai tugas melaksanakan sebagian urusan Pemerintahan Bidang :

a. Koperasi dan Usaha Mikro; b. Pemberdayaan Masyarakat;

c. Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan Daerah, Perangkat Daerah, Kepegawaian dan Persandian.

Dalam menyelenggarakan tugas, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro mempunyai fungsi :

a. Merumuskan kebijakan teknis di bidang Koperasi dan Usaha Mikro; b. Menyusun rencana program kerja dan kegiatan Dinas ;

c. Menyelenggarakan urusan pemerintahan dan pelayanan umum ; d. Menyelenggarakan pelayanan perizinan dan retribusi kekayaan daerah e. Mengelola ketata usahaan Dinas; dan

(13)

Rancangan Renstra Dinas Koperasi dan Usaha Mikro 2021

f. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Daerah sesuaI dengan tugas dan fungsinya.

B. Sekretariat

Sekretariat mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Dinas Koperasi dan Usaha Mikro dibidang kesekretariatan. Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud diatas Sekretaris mempunyai fungsi: Pelaksanaan perumusan kebijakan teknis kesekretariatan;

a. Pelaksanaan penyusunan rencana program kerja dan kegiatan kesekretariatan ;

b. Pelaksanaan koord inasi perencanaan program / kegiatan, anggaran dan pelaporan Dinas ;

c. Pelaksanaan pembinanaan organisasi dan ketatatlaksanaan d. Pengelolaan kepegawaian

e. Pengelolaan penatausahaan Dinas beserta lingkungan dan sarana / prasarana pendukung

f. Pelaksanaan kehumasan dan keprotokolan. g. Pengelolaan unit loket pelayanan

h. Pelaksanaan pengembangan unit teknologi informasi

i. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan langsung sesuai dengan tugas dan fungsinya

C. Bidang Koperasi

Bidang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1) huruf c mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Dinas di bidang koperasi yang meliputi menyusun dan melaksanakan rencana program dan petunjuk teknis, melaksanakan koordinasi dan kerjasama dengan lembaga dan instansi lain, melaksanakan

(14)

Rancangan Renstra Dinas Koperasi dan Usaha Mikro 2021

pengawasan dan pengendalian, melaksanakan evaluasi dan pelaporan, dan melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai dengan tugas dan fungsinya, sebagai berikut :

a. Pelaksanaan pemrosesan teknis perizinan / non perizinan di bidang koperasi;

b. Pelaksanaan penyusunan rencana program dan petunjuk teknis bidang koperasi;

c. Pelaksanaan rencana program dan petunjuk teknis bidang koperasi;

d. Pelaksana koordinasi dan kerjasama dengan lembaga dan instansi lain di bidang koperasi;

e. Pelaksanaan perumusan kebijakan teknis di bidang koperasi

f. pelaksanaan perumusan kebijakan penumbuhan iklim usaha dalam pemberdayaan koperasi;

g. pelayanan pemberian dan fasilitasi penyuluhan / sosialisasi tentang perkoperasian;

h. pelaksanaan pemeringkatan koperasi;

i. pelayanan pemberian fasilitasi dalam penyusunan atau perubahan AD/ART koperasi;

j. pelaksanaan penilaian kesehatan koperasi;

k. pelaksanaan pengawasan dan pengendalian di bidang koperasi; l. pelaksanakan monitoring, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas; m. pelaksanaan pelaporan indikator kinerja bidang yang tertuang dalam

dokumen perencanaan strategis;

n. pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas langsung sesuai dengan tugas dan fungsinya.

(15)

Rancangan Renstra Dinas Koperasi dan Usaha Mikro 2021

D. Bidang Usaha Mikro

Bidang Usaha Mikro sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1) huruf d mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Dinas di bidang usaha mikro yang meliputi menyusun dan melaksanakan rencana program dan petunjuk teknis, melaksanakan koordinasi dan kerjasama dengan lembaga dan instansi lain, melaksanakan pengawasan dan pengendalian, melaksanakan evaluasi dan pelaporan, dan melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai dengan tugas dan fungsinya :

a. Pelaksaan proses perizinan/non perizinan di bidang usaha mikro;

b. Penyusunan rencana program kerja dan petunjuk teknis bidang usaha mikro; c. Pelaksanaan rencana program dan petunjuk teknis di bidang usaha mikro; d. Pelaksanaan koordinasi dan kerjasama dengan lembaga dan instansi lain di

bidang usaha mikro;

e. Pelaksanaan perumusan kebijakan teknis di bidang usaha mikro;

f. Pelaksanaan perumusan kebijakan penumbuhan iklim usaha dalam pemberdayaan usaha mikro;

g. Pelaksanaan penyusunan dan pengelolaan database di bidang usaha mikro; h. Pelaksanaan pengeloaan sentra usaha makanan dan minuman dan pasar

tradisioanal milik pemerintah daerah;

i. Pelaksanaan perencanaan kebutuhan pemeliharaan sarana dan prasarana bangunan sentra usaha makanan dan minuman dan pasar tradisional;

j. Pelaksanaan pemungutan retribusi pemakaian kekayaan daerah; k. Pengelolaan ruang pamer produk usaha mikro;

l. Pelaksanaan pengawasan dan pengendalian di bidang usaha mikro; m. Pelaksanaan monitoring, evaluasi dan pelaporan di bidang usaha mikro;

(16)

Rancangan Renstra Dinas Koperasi dan Usaha Mikro 2021

n. Pelaksanaan pelaporan indikator kinerja bidang yang tertuang pada dokumen perencanaan strategis;

o. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai dengan tugas dan fungsinya;

E. Bidang Pengembangan Koperasi dan Kemitraan

Bidang Pengembangan Koperasi dan Kemitraan, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1) huruf e mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Dinas di bidang pengembangan koperasi dan kemitraan yang meliputi menyusun dan melaksanakan rencana program dan petunjuk teknis, melaksanakan koordinasi dan kerjasama dengan lembaga dan instansi lain, melaksanakan pengawasan dan pengendalian, melaksanakan evaluasi dan pelaporan, dan melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai dengan tugas-tugas dan fungsinya :

a. Pelaksanaan penyusunan rencana program kerja dan petunjuk teknis di bidang Pengembangan Koperasi dan Kermitraan;

b. Pelaksanaan rencana program dan petunjuk teknis di bidang Pengembangan Koperasi dan Kemitraan;

c. Pelaksanaan koordinasi den kerjasama lembaga dengan instansi di bidang Pengembangan Koperasi dan kemitraan;

d. Pelaksanaan perumusan kebijakan teknis pengembangan koperasi dan kermitraan;

e. Pelaksanaan pengembangan usaha dan diversifikasi produk koperasi dan usaha mikro;

f. Pelaksanaan pengembangan perluasan akses pembiayaan/permodalan bagi koperasi dan usaha mikro;

(17)

Rancangan Renstra Dinas Koperasi dan Usaha Mikro 2021

bimbingan teknis dan pelatihan bagi perangkat organisasi koperasi; h. Pelaksanaan pengawasan dan pengendalian di bidang pengembangan

koperasi dan kemitraan

i. Pelaksanaan monitonng, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas; j. Pelaksanaan pelaporan indikator kinena dinas yang tertuang dalam

dokumen perencanaan strategis;

k. Pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai dengan tugas dan fungsinya;

Susunan Organisasi Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Surabaya terdiri dari: 1. Dinas

2. Sekretariat, membawahi :

a. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian

b. Sub Bagian Keuangan 3. Bidang Koperasi, membawahi :

a. Seksi Perencanaan dan Pembentukan Koperasi

b. Seksi Pengawasan dan pembinaan Koperasi 4. Bidang Usaha Mikro, membawahi :

a. Seksi Pembinaan dan Pengawasan Sentra Usaha

b. Seksi Pembinaan dan Pengawasan Usaha Produktif Perkotaan

5. Bidang Pengawasan dan Kemitraan, membawah :

a. Seksi Pengembangan Koperasi

b. Seksi Kemitraan dan Pengembangan 6. UPTD

(18)

Rancangan Renstra Dinas Koperasi dan Usaha Mikro 2021

Gambar 3

Bagan Struktur Organisasi Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Surabaya

2.2. Sumber Daya Perangkat Daerah

Jumlah pegawai di lingkungan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Surabaya hingga akhir tahun 2020 mencapai 184 orang, dengan rincian 40 orang berstatus PNS dan 1 4 4 orang Non PNS. Dari total tersebut, berdasarkan tingkat pendidikan untuk PNS yang berpendidikan SMA / Sederajat sebanyak 10 orang, Diploma sebanyak 3 orang, Sarjana (S1) sebanyak 17 orang, sedangkan Magister (S2) sebanyak 10 orang. Sedangkan Non PNS yang berpendidikan SD sebanyak 2 orang, pendidikan SMP sebanyak 9 orang, pendidikan SMA / Sederajat sebanyak 74 orang, pendidikan Diploma sebanyak 4 orang pendidikan Sarjana (S1) sebanyak 54 dan pendidikan Magister (S2) sebanyak 1 orang dan berikut disampaikan komposisi jumlah pegawai di lingkungan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro berdasarkan tingkat pendidikan pada tabel 2.1:

DINAS KOPERASI DAN USAHA MIKRO SEKRETARIAT BIDANG PENGEMBANGAN KOPERASI DAN KEMITRAAN BIDANG KOPERASI BIDANG USAHA MIKRO SEKSI PERENCANAAN DAN PEMBENTUKAN KOPERASI SEKSI PENGAWASAN DAN PEMBINAAN KOPERASI SEKSI PEMBINAAN DAN PENGAWASAN SENTRA USAHA SEKSI PEMBINAAN DAN PENGAWASAN USAHA PRODUKTIF PERKOTAAN SEKSI PENGEMBANGAN KOPERASI SEKSI KEMITRAAN DAN PENGEMBANGAN KASUBBAG UMUM DAN KEPEGAWAIAN KASUBBAG KEUANGAN

(19)

Rancangan Renstra Dinas Koperasi dan Usaha Mikro 2021

Tabel 2.1

Struktur SDM Menurut Pendidikan

Di Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Surabaya

No Uraian Jumlah

PNS Non PNS Jumlah Total

1 S3 - - - 2 S2 10 1 11 3 S1 17 54 71 4 Diploma 3 4 7 5 SMA/Sederajat 10 74 84 6 SMP - 9 9 7 SD - 2 2 Total 40 144 184

Kondisi ini menunjukkan bahwa SDM yang mendukung kinerja dinas dinilai cukup kompeten dan dapat meningkatkan kapasitasnya untuk melanjutkan ke tingkat pendidikan yang lebih tinggi. Sedangkan berdasarkan jenis kelamin komposisi jumlah pegawai di lingkungan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro yaitu laki – laki sebanyak 69.6 persen dan perempuan sebanyak 30.4 persen.

Tabel 2.2

Struktur SDM Menurut Jenis Kelamin Di Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Surabaya

No Uraian Jumlah

PNS Non PNS Jumlah Total

1 Laki – laki 21 112 133

2 Perempuan 19 32 51

Total 40 144 184

Dan di bawah ini akan ditunjukkan struktur SDM berdasarkan jabatan struktural, fungsional serta golongannya dan berdasarkan jabatan / eselonisasi dapat dilihat pada tabel 2.3 di bawah:

(20)

Rancangan Renstra Dinas Koperasi dan Usaha Mikro 2021

Tabel 2.3

Struktur SDM Berdasarkan Eselon, Pejabat Fungsional Dan Golongan Di Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Surabaya

Berdasarkan kapasitas SDM dilihat dari struktural dan golongan menunjukan sebaran struktural merata sesuai dengan kebutuhan. Sedangkan secara keseluruhan berjumlah 42 personel yang dibagi menurut golongan yakni, Golongan IV sebanyak 3 orang, Golongan III sebanyak 30 orang dan Golongan II sebanyak 9 orang.

Dalam menunjang tugas / aktivitas kerja sehari-hari, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro memiliki aset (Sarana dan Prasarana) sebagai penunjang aktivitas di kantor dan aktivitas di Sentra Wisata Kuliner (SWK), sampai dengan akhir Tahun 2020 adalah sebagai berikut :

A. Tanah

Tabel 2.4

Tanah Yang Dimiliki Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Surabaya

NO Tanah Alamat Luasan

1 - Tanah Bangunan Kantor Dinas Koperasi dan Usaha mikro

Jl. Gayungsari No. 01 Surabaya 2000 M2 Tanah Bangunan Sentra Wista Kuliner

2 - SWK Embong Sawo Jl. Embong Sawo No 20 220 M2

3 - SWK Jarak 18 Jl. Jarak No 18 288 M2

4 - SWK Jarak 20 Jl. Jarak No. 20 283 M2

5 - SWK Jarak 25 Jl. Jarak No 25 122 M2

No Klasifikasi Uraian Jumlah

1 Menurut Eselon ESELON II/b 1

ESELON III/a 1

ESELON III/b 3

ESELON IV/a 5

2 Pejabat Fungsional WIDYAISWARA -

3 Menurut Golongan Golongan IV 3

Golongan III 30

(21)

Rancangan Renstra Dinas Koperasi dan Usaha Mikro 2021

Aset tanah yang tercatat dalam Sistem Informasi Barang Daerah (SIMBADA) per 31 Desember 2020 terdapat pada 5 (lima) lokasi, (1) satu lokasi tanah untuk bangunan kantor dan (4) empat lokasi untuk bangunan Sentra Wisata Kuliner.

B. Gedung dan Bangunan

Tabel 2.5

Gedung dan Bangunan Yang Dimiliki Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Surabaya

NO. GEDUNG / BANGUNAN ALAMAT LUASAN

Gedung Bangunan Kantor

1 - Gedung bangunan kantor Jl. Gayungsari No. 01 2000 M2

Gedung Bangunan Sentra Wisata Kuliner (SWK) 2 - Gedung Bangunan Gedung Bangunan SWK

Urip Sumoharjo Jl. Urip Sumoharjo No 24 500 M2

3 - Gedung Bangunan SWK Penjaringan Sari Jl. Raya Pandugo 611.11 M2 4 - Gedung Bangunan SWK Terminal Manukan Jl. Candi Lontar 488 M2 5 - Gedung Bangunan SWK Ketabang Kali Jl. Inspeksi Ketabang Kali 569,30 M2 6 - Gedung Bangunan SWK Sukomanunggal Jl. Raya Sukomanunggal 387,60 M2 7 - Gedung Bangunan SWK Wiyung Jl. Menganti Wiyung 387,60 M2 8 - Gedung Bangunan SWK Putro Agung Jl. Alun-Alun Rangkah 387,60 M2 9 - Gedung Bangunan SWK Indrapura Jl. Bubutan 147 C/Indrapura 630 M2 10 - Gedung Bangunan SWK Taman Prestasi Jl. Ketabang Kali 630 M2 11 - Gedung Bangunan SWK Gayungan Jl. Masjid Agung Timur No. 2 945,75 M2 12 - Gedung Bangunan SWK Karah Jl. Karah Kebon Agung No. 1 1092 M2

13 - Gedung Bangunan SWK Sememi Jl. Raya Sememi 232.5 M2

14 - Gedung Bangunan SWK Kandangan Jl. Raya Tengger 500,17 M2 15 - Gedung Bangunan SWK Babat Jerawat Jl. Raya Babat Jerawat 1.412.00 m2 16 - Gedung Bangunan SWK Lidah Wetan Jl. Raya Menganti 504 M2 17 - Gedung Bangunan SWK Lidah Kulon Jl. Raya Lidah Kulon No. 5 430 M2 18 - Gedung Bangunan SWK Pondok Maritim Jl. Pondok Maritim 687,05 M2 19 - Gedung Bangunan SWK Jambangan Jl. Raya Kebonsari Tengah 861.60 M2 20 - Gedung Bangunan SWK Manukan Lor Jl. Manukan Lor IV 482.98 M2

21 - Gedung Bangunan SWK Pegirian Jl. Pegirian 939,30 M2

22 - Gedung Bangunan SWK Semolowaru Jl. Semolowaru 611.11 M2 23 - Gedung Bangunan SWK Dukuh Menanggal Jl. Dukuh Menanggal 549.27 M2 24 - Gedung Bangunan SWK Rmi Kebun Bibit Jl. Ngagel Jaya Selatan 660 M2 25 - Gedung Bangunan SWK Krembangan Jl. Masjid Agung Timur No. 2 296,20 M2 26 - Gedung Bangunan SWK Siwalankerto Jl. Siwalankerto 470 m3 27 - Gedung Bangunan SWK Gunung Anyar Jl. Gunung Anyar Sawah 510 M2 28 - Gedung Bangunan SWK Deles Merr Jl. Arif Rahman Hakim 890 M2 29 - Gedung Bangunan SWK Jajar Tunggal Jl. Raya Menganti 342 M2 30 - Gedung Bangunan SWK Kembang Kuning Jl. Kembang Kuning 180 M2

(22)

Rancangan Renstra Dinas Koperasi dan Usaha Mikro 2021

NO. GEDUNG / BANGUNAN ALAMAT LUASAN

32 - Gedung Bangunan SWK Tandes Komplek Perumnas Balongsari 150 M2 33 - Gedung Bangunan SWK Klampis Ngasem Jl. Ir Sukarno 387 M2 34 - Gedung Bangunan SWK Balas Klumprik Jl. Balas Klumprik 560 m2 35 - Gedung Bangunan SWK Tanah Merah Jl. Tanah Merah 538 M2

36 - Gedung Bangunan SWK Mulyorejo Jl. Sutorejo 624 M2

37 - Gedung Bangunan SWK Bratang Binangun Jl. Bratang Binangun 2000 M2 38 - Gedung Bangunan SWK Dharma Husada Jl. Prof. Dr. Moestopo 350 M2 39 - Gedung Bangunan SWK Convention Hall Jl. Arif Rahman Hakim 890 M2 40 - Gedung Bangunan SWK Kapas Krampung Jl. Karang Asem 148 M2

41 - Gedung Bangunan SWK Kasuari Jl. Kasuari 387,60 M2

42 - Gedung Bangunan SWK Bentul Jl. Bentul 227.5 M2

43 - Gedung Bangunan SWK Keputih Jl. Keputih timur 500 M2

44 - Gedung Bangunan SWK Kendung JL. Raya Kendung 213.63 M2

45 - Gedung Bangunan SWK Rungkut Kidul Jl. Rungkut Asri 248 M2 46 - Gedung Bangunan SWK Embong Sawo Jl. Embong Sawo No 20 220 M2

47 - Gedung Bangunan SWK Studio Jl. Jarak No. 20 481 M2

48 - Gedung Bangunan SWK Sawah Pulo Jl. Sawah Pulo (dekat SMPN 11) 627 M2

49 - Gedung Bangunan SWK Sumberejo Jl.Jawar 486 M2

50 - Gedung Bangunan SWK Studio 25 Jl. Jarak No. 25 481 M2

51 - Gedung Bangunan Sentra Ekonomi

Raci Jalan Raya Raci 4.890 M2

52 - Gedung Bangunan Pasar Sememi Jl. Bandarejo No.1 2.038 M2 53 - Gedung Bangunan Pasar

Penjaringansari Jl. Raya Pandugo 660 M2

54 - Gedung Bangunan Pasar Nambangan

Dukuh Bulak Banteng Tim. Iv

No.1 3.734 M2

55 - Gedung Bangunan Pasar Kutisari Jl.Kutisari 1.673 M2

56 - Gedung Bangunan Pasar Keputih Jl. Keputih Tegal 600 M2

57 - Gedung Bangunan Pasar Jambangan

Jl. Jambangan Kebon Agung

No.2 2874 M2

58 - Gedung Bangunan Pasar Gunung

Anyar Jl. Gn. Anyar Tim. 1.970 M2

59 - Gedung Bangunan Pasar Gembong

Asih Jl. Gembong Tebasan 3.369 M2

60 - Gedung Bangunan Pasar Dupak Jalan Dupak Bandarejo I 2.591 M2 61 - Gedung Bangunan Pasar Dukuh

Menanggal Jl.Dukuh Menanggal 1.789 M2

62 - Gedung Bangunan Pasar Wiyung Jl. Raya Wiyung B 1472 M2

63 - Gedung Bangunan Pasar Klakah

Rejo Jl. Klakah Rejo Gag I No 08. 1.091 M2

Berdasarkan tabel di atas, gedung dan bangunan yang dimiliki Dinas Koperasi dan Usaha Mikro sebanyak 63 lokasi, dimana 49 merupakan gedung bangunan Sentra Wisata Kuliner (SWK) yang tersebar di wilayah Surabaya dan sebanyak 13 merupakan bangunan Pasar yang menjadi binaan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro.

(23)

Rancangan Renstra Dinas Koperasi dan Usaha Mikro 2021

C. PERALATAN DAN MESIN

Tabel 2.6

Peralatan dan Mesin Yang Dimiliki Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Surabaya

No. Nama Barang Jumlah Keterangan

1 Peralatan dan Mesin

- Peralatan dan Mesin Kantor Dinas Koperasi dan Usaha Mikro

- Kendaraan Roda Dua 11

- Kendaraan Roda Empat 4

- Komputer 66

- Laptop 5

- Hard Disk External 6

- LCD Projector 5

- Printer 24

- Projector Screen + Bracket + Instalasi 2

- Router 13 Port 1

- Scanner 7

- Unit Power Supply (UPS) 15

- Vacum Cleaner 1

- Mesin Faximile 2

- Mesin Hitung Uang Portabel 1 - Mesin Ketik Elektronik 1

- Papan Tulis Elektrik 2

- Access Point Indoor 1300 Mbps 3

- Barcode Printer 1

- Barcode Scanner Portable 1 - Biofilter Kapasitas 1 M3 2

- Brankas 1

- Dispenser Hot and Cool 2 - Filling Cabinet 4 Laci 12

-

Handtruck (Trolly Barang) Kapasitas

500Kg 1

- Handy Talky 6

- Kamera 8

- Kursi Kerja 12

- Kursi Putar Sandaran Sedang 20

- Lemari Arsip 11

- Lemari Besi 23

- Lemari Es 2 Pintu 1

- Lemari Kayu 1

- Lemari Tempat Dispenser 1

- Meja Biro 1

(24)

Rancangan Renstra Dinas Koperasi dan Usaha Mikro 2021

No. Nama Barang Jumlah Keterangan

- Meja Kerja 42

- Meja Kursi Tamu 1

- Meja Rapat (M4) Dinas 3

- Rak 2 Muka 1.04x450x1.8mm 10

- Rak Besi 19

- Rak Piring 1

- Peralatan dan Mesin Sentra Wisata Kuliner (SWK)

- Rombong Aluminium dan kayu 937

- Meja Dan Kursi Makan Sentra Wisata Kuliner 1043

- Meja Lipat 10

- Meja Kasir 16

- Printer Kasir Dot Matrik 28

- Tablet Kasir 28

- Kipas Angin 66

- Pompa Air Booster (COVID-19) 11

- Pompa Air/Jet Pump 16

- Tandon Air 18

-

Tempat Sampah Dorong Bahan Fiber,

uk. 120 liter 17

- Grease Trap Fiber 467

Peralatan dan mesin yang dimiliki Dinas Koperasi dan Usaha Mikro dalam kondisi baik dengan jumlah yang relative besar juga menunjang Dinas Koperasi dan Usaha Mikro dalam melaksanakan tugas sehari – hari. Mesin / kendaraan Dinas yang dirasa masih belum memenuhi jika dilihat dengan cakupan wilayah kerja operasional Dinas Koperasi dan Usaha Mikro dimanfaatkan semaksimal mungkin, kedepan diharapkan dapat terpenuhi sehingga semakin menunjang aktifitas kinerja secara cepat dalam mencapai kinerja.

2.3. Kinerja Pelayanan Perangkat Daerah

Sesuai dengan Undang-undang No 25 Tahun 1992 tentang perkoperasian pada pasal 1 ayat 1 (satu) disebutkan bahwa “Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum Koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip Koperasi sekaligus gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan atas asas kekeluargaan”, oleh

(25)

Rancangan Renstra Dinas Koperasi dan Usaha Mikro 2021

karenanya koperasi juga bertujuan memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil dan makmur berlandaskan Pancasila dan UUD 1945.

Dalam rangka mencapai tujuan tersebut tentunya Dinas Koperasi dan Usaha Mikro dalam hal ini sebagai Pembina Urusan Koperasi dan Usaha Mikro mempunyai layanan kedinasan berdasarkan pada ketentuan dan peraturan perundangan yang ada, pelayanan oleh Dinas Koperasi dan Usaha Mikro meliputi :

a. Pemrosesan teknis perizinan / non perizinan di bidang koperasi

b. Pemberian dan fasilitasi penyuluhan / sosialisasi tentang perkoperasian c. Pemeringkatan Koperasi

d. Proses perizinan / non perizinan di bidang Usaha Mikro e. Pemungutan retribusi pemakaian kekayaan daerah f. Pelaksanaan dan pengawasan koperasi dan kemitraan

g. Fasilitasi perluasan akses pembiayaan / permodalan bagi koperasi dan usaha mikro

h. Monitoring dan Evaluasi Koperasi dan Usaha Mikro

Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Surabaya dituntut untuk selalu berkembang dan meningkatkan kualitas dan profesionalisme didalam pelayanan. Pengolahan data dalam jumlah banyak, serta adanya perubahan yang bersifat rutin dan berulang–ulang, sering menimbulkan kesulitan dalam penyediaan informasi.

Dalam rangka mencapai tujuan tersebut Dinas Koperasi dan Usaha Mikro mempunyai layanan kedinasan meliputi :

a. Surat keterangan pengurus dan pengawas koperasi b. Ijin usaha simpan pinjam

(26)

Rancangan Renstra Dinas Koperasi dan Usaha Mikro 2021

c. Pelayanan pemakaian stand sentra makanan dan minuman

Kinerja pelayanan yang terdapat pada Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Surabaya Tahun 2020 melalui aplikasi Surabaya Single Window (SSW) untuk mempermudah pelayanan pada masyarakat karena dalam pemanfaatan teknologi informasi sangat penting di era moderenisasi saat ini. Pemanfaatan teknologi informasi digunakan secara bijak oleh karena itu, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Surabaya dituntut untuk selalu berkembang dan meningkatkan kualitas profesionalisme didalam pelayanan termasuk koperasi dan usaha mikro yang tergabung di layanan SSW.

Gambar 4

Jumlah Pelayanan Perijinan SSW Dinas Koperasi dan Usaha Mikro

Dengan adanya Surabaya Single Window, diharapkan kemudahan dan ketepatan layanan perijinan, sehingga warga kota yang ingin mendapatkan layanan bisa mengakses dengan cepat, mudah serta terjangkau.

A. Bidang Koperasi

Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum Koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip Koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan.

(27)

Rancangan Renstra Dinas Koperasi dan Usaha Mikro 2021

Perkoperasian adalah segala sesuatu yang menyangkut kehidupan Koperasi, banyaknya koperasi yang ada di Kota Surabaya tentunya diperlukan suatu data yang akurat dan bisa menjadi rujukan bagi pengambilan kebijakan. Pendataan koperasi dilakukan untuk mengetahui keberadaan jumlah koperasi yang ada di Kota Surabaya, jumlah Koperasi di Kota Surabaya tahun 2020 dimana tercatat terdapat 1.817 Koperasi.

Gambar 5 Status Koperasi

Dari seluruh Koperasi tersebut ada koperasi aktif sebanyak 1.554 dan banyak pula koperasi yang tidak aktif yakni 263 koperasi, Koperasi Aktif adalah Koperasi yang dalam 3 (tiga) tahun terakhir secara berturut-turut mengadakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) dan melakukan kegiatan usaha untuk melayani anggota dan masyarakat. Koperasi juga terbagi ke dalam beberapa jenis. Dimana jenis koperasi tersebut dibedakan berdasarkan beberapa faktor, diantaranya faktor jenis usaha, tingkatan.

(28)

Rancangan Renstra Dinas Koperasi dan Usaha Mikro 2021

Gambar 6

Kelompok / Jenis Koperasi di Kota Surabaya

Gambar diatas menunjukkan persebaran jenis koperasi yang menjadi binaan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Surabaya. Banyaknya persebaran koperasi di Kota Surabaya membantu masyarakat di dalam memenuhi kebutuhan sehari hari baik itu simpan pinjam maupun usaha lainnya terutama koperasi yang mempunyai usaha toko. Dari koperasi yang ada terdapat usaha yang diharapkan meningkat dari segi aset maupun volume usahanya, yang nantinya dapat meningkatkan kesejahteraan baik koperasi pada umumnya dan anggota pada khususnya.

Hasil perkembangan untuk data RAT (Rapat Akhir Tahun) koperasi yang menjadi binaan Pemerintah Kota untuk koperasi yang melaksanakan RAT, terdapat beberapa koperasi yang tidak melaksanakan RAT karena kondisi pandemik dan larangan berkumpul terkait dengan protokol kesehatan pencegahan penularan penyakit Covid-19.Sebagai apresiasi bagi yang melaksanakan RAT, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro maka akan dilakukan pengawasan secara berkala dan diikutkan dalam pendidikan dan pelatihan agar para pengurus koperasi lebih berkompeten dan profesional dalam melaksanakan kewajibannya sebagai pengurus / pengawas.

(29)

Rancangan Renstra Dinas Koperasi dan Usaha Mikro 2021

Dalam hal perkoperasian di era globalisasi terasa lekat dengan individualisme, sehingga kehadiran dari koperasi ini berupaya untuk bisa menjaga sikap kekeluargaan yang ada melalui asas kekeluargaan yang dimiliki oleh koperasi. Tentunya keberadaan koperasi akan bersaing dengan usaha-usaha lainnya yang saat ini semakin terlihat jelas kemajuannya. Sehingga koperasi pun menjadi penting untuk selalu diperhatikan di dalam pengelolaannya agar tetap bisa bergerak maju dan menjadi sarana pendidikan untuk masyarakat. Di mana diketahui melalui sejarah perkembangan koperasi di Indonesia yang sangat panjang, tentu tidak mudah bagi koperasi untuk tenggelam begitu saja di tengah kemajuan zaman. Perkembangan koperasi di Kota Surabaya meningkat dengan semakin banyaknya anggota selama kurun 5 (lima) tahun terakhir ini.

Gambar 7

Perkembangan Jumlah Koperasi

Dalam usahanya koperasi tidak terlepas dari jasa maupun keuntungan baik koperasi itu sendiri maupun sebagai timbal balik peran aktif dari anggota terhadap perkembangan usaha koperasinya, dibawah ini gambaran perkembangan aset dan volume usaha di Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Surabaya.

(30)

Rancangan Renstra Dinas Koperasi dan Usaha Mikro 2021

Gambar 8

Perkembangan Aset dan Volume Usaha Koperasi

Upaya Dinas koperasi dan usaha Mikro untuk meningkatkan daya saing koperasi dan usaha mikro di masyarakat dilakukan dengan mengembangkan sistem Koperasi Toko Kelontong yang beranggotakan warga / masyarakat yang mempunyai kegiatan usaha toko kelontong. Dengan bergabungnya warga menjadi anggota Koperasi Toko Kelontong tersebut diharapkan harga barang lebih terjangkau, kegiatan usaha lebih berkembang dan keuntungan bisa terbagi dengan sesama anggota.

Gambar 9

Komposisi Toko Kelontong Binaan Pemerintah Kota Surabaya

2.217.239.750 2.557.699.656 3.283.738.524 3.073.103.676 3.300.293.883 1.656.586.283 1.797.947.916 2.092.349.899 2.127.871.381 1.864.615.340 0 500.000.000 1.000.000.000 1.500.000.000 2.000.000.000 2.500.000.000 3.000.000.000 3.500.000.000 2016 2017 2018 2019 2020

PERKEMBANGAN ASET DAN VOLUME USAHA (x1000)

Aset Volume Usaha

17%

7%

76%

Komposisi Toko Kelontong

(31)

Rancangan Renstra Dinas Koperasi dan Usaha Mikro 2021

Dari beberapa Toko Kelontong yang ada dibedakan dari aspek legalitasnya ada Toko Kelontong yang telah berbadan hukum yang telah disahkan oleh Kementerian Hukum dan HAM RI dan Toko Kelontong yang belum berbadan hukum, berikut dapat dilihat pada tabel 2.7.

Tabel 2.7

Jumlah Toko Kelontong Binaan Pemerintah Kota Surabaya

No Toko Kelontong Jumlah Telah Berbadan Hukum Keterangan

1 Rusunawa 6 4 2 masih Pra Koperasi

2 Area Permukiman Eks 3 3 -

3 Kecamatan 31 31 -

Untuk koperasi yang belum berbadan hukum dari Dinas Koperasi dan Usaha Mikro terus memantau perkembangan badan hukum tersebut, sebab badan hukum / legalitas merupakan hal yang mutlak yang diperlukan bagi sebuah koperasi. Data Tokel yang punya badan hukum sampai dengan Bulan Desember 2020 ada 7 (tujuh) koperasi toko kelontong rumah susun yang berbadan hukum dan berjalan usahanya yakni :

1. Rusun Tanah Merah (Barokah Rusun Tanah Merah)

2. Rusun Randu Agung (Koperasi Konsumen Rukun Randu Sejahtera) 3. Rusun Penjaringansari I (Koperasi Konsumen Guyub Rukun Saekoproyo) 4. Rusun Wonorejo (Koperasi Konsumen Sukses Makmur Wonorejo)

5. Rusun Siwalankerto (Syariah Almuhajirin Siwalankerto Sejahtera) 6. Rusun Bandarejo (Koperasi Konsumen Cahaya Rusun Bandarejo) 7. Rusun Penjaringansari II (Koperasi Konsumen Guyub Maju Bersama)

Untuk koperasi toko kelontong di area permukiman (eks lokalisasi) yang telah terbentuk dan berjalan usahanya yakni 3 (tiga) yaitu ; Koperasi Konsumen Kremil Bersatu

(32)

Rancangan Renstra Dinas Koperasi dan Usaha Mikro 2021

Sejahtera, Koperasi Jasa Kampung Anggrek Sememi, dan Koperasi Mampu Jaya (eks lokalisasi Dolly). Untuk Koperasi Toko Kelontong Kecamatan, pada tahun 2020 telah terbentuk 31 (tiga puluh satu) kecamatan dan semuanya telah berbadan hukum.

Kegiatan rutin yang dilakukan oleh Dinas Koperasi dan Usaha Mikro yakni :

a. Melakukan monitoring kepada Koperasi Toko Kelontong baik pada rusunawa, eks lokalisasi maupun Koperasi Toko Kelontong Kecamatan

b. Melakukan pendampingan stok dan kas opname pada Koperasi Toko Kelontong yang telah terbentuk dan berjalan usahanya

c. Penyusunan pembuatan laporan bulanan dan pembinaan Perkoperasian ada Toko Kelontong.

Gambar 10

Omset Toko Kelontong Kecamatan

Tabel 2.8

Data Omset 31 Kecamatan Akumulasi Jan – Des

NO KECAMATAN NAMA KOPERASI AKUMULASI OMZET USAHA JAN - DES 2020

SURABAYA PUSAT

1 Tegalsari Tegalsari Bisa Jaya Rp 15.821.000 2 Simokerto Simokerto Sukses Berkah Rp 24.041.000 3 Genteng Genteng Lancar Barokah Rp 11.770.500 4 Bubutan Bubutan Makmur Mandiri Rp 165.165.175 Jumlah Rp 216.797.675 - 500.000.000 1.000.000.000 1.500.000.000 Tegalsari Bubutan Semampir Gubeng Tambaksari Tenggilis Mejoyo Wiyung Gayungan Benowo Sukomanunggal Lakarsantri

(33)

Rancangan Renstra Dinas Koperasi dan Usaha Mikro 2021

NO KECAMATAN NAMA KOPERASI AKUMULASI OMZET USAHA JAN - DES 2020

SURABAYA UTARA

5 Bulak Bulak Usaha Bersama Rp 33.084.000 6 Kenjeran Kenjeran Langgeng Jaya Rp 23.521.500 7 Semampir Semampir Maju Jaya Rp 22.319.550 8 Pabean Cantian Pabean Cantian Maju Bersama Rp 1.351.044.200 9 Krembangan Krembangan Makmur Sejahtera Rp 14.294.000

Jumlah Rp 1.444.263.250

SURABAYA TIMUR

10 Gubeng Gubeng Maju Bersama Rp 41.229.200 11 Gununganyar Gunung Anyar Makmur Sejahtera Rp 96.503.598 12 Sukolilo Sukolilo Sukses Sejahtera Rp 7.733.000 13 Tambaksari Tambaksari Berkah Barokah Rp 102.154.700 14 Mulyorejo Mulyorejo Indah Barokah Rp 60.850.100 15 Rungkut Rungkut Makmur Sejahtera Rp 203.191.200 16 Tenggilis Mejoyo Tenggilis Mejoyo Makmur Rp 93.753.000

Jumlah Rp 605.414.798

SURABAYA SELATAN

17 Wonokromo Wonokromo Langgeng Jaya Rp 429.018.200 18 Wonocolo Wonocolo Maju Bersama Rp 94.278.750 19 Wiyung Wiyung Sumber Makmur Rp 14.864.500 20 Karang Pilang Karpil Makmur Sentosa Rp 64.687.575 21 Jambangan Jambangan Makmur Jaya Rp 23.962.000 22 Gayungan Gayungan Sumber Makmur Rp 8.823.000 23 Dukuh Pakis Dukuh Pakis Makmur Bersama Rp 20.499.750 24 Sawahan Sawahan Makmur Sejahtera Rp 47.918.500

Jumlah Rp 704.052.275

SURABAYA BARAT

25 Benowo Benowo Barokah Sejahtera Rp 16.261.500 26 Pakal Pakal Maju Makmur Rp 180.430.300 27 Asemrowo Maju Lancar Asem Rowo Rp 66.900.500 28 Sukomanunggal Sukomanunggal Makmur Jaya Rp 7.936.500 29 Tandes Tandes Makmur Barokah Rp 85.973.800 30 Sambikerep Mitra Sambikerep Makmur Rp 22.943.014 31 Lakarsantri Lakarsantri Mitra Mandiri Rp 28.665.000

Jumlah Rp 409.110.614

(34)

Rancangan Renstra Dinas Koperasi dan Usaha Mikro 2021

Gambar 11

Omset Toko Kelontong Rusunawa Dan Eks Lokalisasi

Tabel 2.9

Data Omset Rusunawa dan Eks Lokalisasi Akumulasi Jan – Des 2020

NO OMSET Akumulasi Omset Jan-Des 2020 KOPERASI RUSUNAWA

1 Rusun Randu Rp 98.860.000 2 Rusun Romokalisari Rp 9.595.179 3 Rusun Penjaringansari 3 Rp 23.844.500 4 Rusun Sombo Rp 27.941.945 5 Rusun Tanah Merah Rp 141.612.500 6 Rusun Siwalankerto Rp 126.811.485 TOTAL Rp 428.665.609 KOPERASI EKS-LOKALISASI 1 Kremil Rp 96.529.150 2 Mampu Jaya Rp 1.815.900 3 Sememi Rp 5.570.000 TOTAL Rp 103.915.050

B. Bidang Usaha Mikro

Usaha Mikro adalah badan usaha perorangan yang memiliki kriteria sesuai Undang-Undang (UU) Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah. Terdapat perubahan UU UMKM oleh UU N0. 11 Tahun 2020 mengenai kreteria penggolongan UMKM

98.860.000 9.595.179 23.844.500 27.941.945 141.612.500 126.811.485 96.529.150 1.815.900 5.570.000 20.000.000 40.000.000 60.000.000 80.000.000 100.000.000 120.000.000 140.000.000 160.000.000

(35)

Rancangan Renstra Dinas Koperasi dan Usaha Mikro 2021

dengan memperlu variable penggolongan selain kekayaan bersih dan hasil penjualan. UU No 11 Tahun 2020 juga menetapkan kreteria UMKM yang akan dipertimbangkan dalam penggolongan UMKM masing-masing sektor usaha, yang akan diatur dalam peraturan pemerintah. Peraturan Pemeriintah No 7 tahun 2021 tentang Kemudahan, Pelindungan, dan Pemberdayaan Koperasi dan UMKM disusun sebagai tindak lanjut Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Hal lain yang mendasari dan mendorong perlunya pengaturan yang lebih jelas terkait Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah antara lain bahwa pengaturan yang berkaitan dengan kemudahan, pelindungan, dan pemberdayaan Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. Saat ini Dinas koperasi telah melakukan pembinaan kepada pelaku usaha mikro perkotaan dengan jumlah 587 orang yang berada di luar sentra, jika dikelompokan sesuai jenis produk yang dikelola sebagai berikut :

1. Handycraft sebanyak 117 orang

2. Fashion sebanyak 95 orang

3. Makanan dan Minuman sebanyak 336 orang

4. Lainnya sebanyak 39 orang

Intervensi yang diberikan kepada pelaku usaha mikro adalah pendampingan dan pelatihan manajemen usaha. Dari jumlah tersebut, lokasi tersebar di wilayah Surabaya seperti pada gambar 12.

(36)

Rancangan Renstra Dinas Koperasi dan Usaha Mikro 2021

Gambar 12

Persebaran Pelaku Usaha Mikro pada Sentra Wisata Kuliner (SWK)

Pembinaan pelaku Usaha Mikro, juga dilakukan tersentral dengan lokasi tersebar di wilayah Kecamatan Kota Surabaya. Saat ini, di Surabaya terdapat 49 lokasi sentra atau tempat berkumpulnya para pedagang yang dulunya merupakan PKL di pinggir – pinggir jalan dengan menjual macam – macam makanan yang beragam. Lokasi / peta persebaran SWK di Kota Surabaya sebagaimana pada gambar 13.

Gambar 13

Peta persebaran SWK di Kota Surabaya

0 1 2 3 4 5 6 Asemrowo Bulak Tenggilis mejoyo Kenjeran Sambikerep Wonocolo Lakarsantri Tandes Krembangan Wiyung

(37)

Rancangan Renstra Dinas Koperasi dan Usaha Mikro 2021

Pemerintah Kota berupaya terus membenahi Sentra Wisata Kuliner (SWK) yang ada di beberapa titik di Kota Surabaya. Dengan harapan dapat meningkatkan pendapatan pedagang yang lebih baik dan sentra – sentra dapat menjadi destinasi wisata kuliner di Surabaya. Pembenahan itu mulai dari penerapan single cashier, pembenahan bangunan yang nyaman dan menarik, hingga pelatihan para pedagang oleh chef handal. Dengan sistem pembayaran single cashier ini, manajemen para pedagang dapat terbukukan dengan baik, fluktuasi omset maupun produk yang menjadi unggulan. Tabel 2.10 menunjukkan data SWK yang telah menerapkan sistem single casier.

Gambar 14

Jumlah Pedagang SWK

Berdasarkan tabel diatas, jumlah pedagang terbanyak ada di sentra Pegirian

10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 Ba las Klu mp ri k Su ko m an u n gg al Man u kan L o r Emb o n g S aw o Dh ar ma w an gs a Kl amp is N gas em Co n ve n ti o m H all Peg iri an Kas u ari Kap as K ram p u n g Put ro A gu n g Ta n ah Me rah Mu lyo re jo Jaj ar T u n gg al Se me mi Pen jar in gan sari Si w alan ke rt o Ta man B u n gku l Du ku h M en ag gal Karah Se mo lo w aru R u n gku t Ki d u l Bratan g B in an gu n Po n d o k Mar iti m St u d io

(38)

Rancangan Renstra Dinas Koperasi dan Usaha Mikro 2021

Tabel 2.10

Data Sentra Wisata Kuliner dan Single Casier

NO. NAMA SWK SINGLE CASIER ALAMAT KAPASITAS TEMPAT PEDAGANG JUMLAH AKTIF

1 SWK Taman Bungkul - Taman Bungkul 51 51

2 SWK Urip Sumoharjo - Jl. Urip Sumoharjo No 24 30 26

3 SWK Penjaringan Sari - Jl. Raya Pandugo 26 28

4 SWK Terminal Manukan - Jl. Candi Lontar 26 23

5 SWK Ketabang Kali - Jl. Inspeksi Ketabang Kali 38 38

6 SWK Sukomanunggal - Jl. Raya Sukomanunggal 30 29

7 SWK Wiyung YA Jl. Menganti Wiyung 22 21

8 SWK Putro Agung - Jl. Alun-Alun Rangkah 35 28

9 SWK Indrapura YA Jl. Bubutan 147 C/Indrapura 34 20

10 SWK Taman Prestasi - Jl. Ketabang Kali 35 31

11 SWK Gayungan YA Jl. Masjid Agung Timur No. 2 32 24

12 SWK Karah - Jl. Karah Kebon Agung No. 1 38 21

13 SWK Sememi - Jl. Raya Sememi 19 14

14 SWK Kandangan - Jl. Raya Tengger 17 15

15 SWK Babat Jerawat - Jl. Raya Babat Jerawat 28 26

16 SWK Lidah Wetan - Jl. Raya Menganti 18 16

17 SWK Lidah Kulon - Jl. Raya Lidah Kulon No. 5 17 15

18 SWK Pondok Maritim - Jl. Pondok Maritim 34 7

19 SWK Jambangan - Jl. Raya Kebonsari Tengah 29 8

20 SWK Manukan Lor - Jl. Manukan Lor IV 31 3

21 SWK Pegirian - Jl. Pegirian 128 106

22 SWK Semolowaru - Jl. Semolowaru 35 27

23 SWK Dukuh Menanggal - Jl. Dukuh Menanggal 31 13

24 SWK Rmi Kebun Bibit - Jl. Ngagel Jaya Selatan 68 40

25 SWK Dharmawangsa - Jl. Raya Dharmawangsa 26 25

26 SWK Krembangan - Jl. Masjid Agung Timur No. 2 24 23

27 SWK Siwalankerto YA Jl. Siwalankerto 19 2

28 SWK Gunung Anyar - Jl. Gunung Anyar Sawah 32 9

29 SWK Deles Merr YA Jl. Arif Rahman Hakim 36 31

30 SWK Jajar Tunggal YA Jl. Raya Menganti 18 18

31 SWK Kembang Kuning - Jl. Kembang Kuning 21 12

32 SWK Wonorejo - Jl. Kendal Sari 20 16

(39)

Rancangan Renstra Dinas Koperasi dan Usaha Mikro 2021

NO. NAMA SWK SINGLE CASIER ALAMAT KAPASITAS TEMPAT PEDAGANG JUMLAH AKTIF

34 SWK Klampis Ngasem YA Jl. Ir Sukarno 20 15

35 SWK Balas Klumprik - Jl. Balas Klumprik 15 15

36 SWK Tanah Merah - Jl. Tanah Merah 28 11

37 SWK Mulyorejo - Jl. Sutorejo 40 26

38 SWK Bratang Binangun - Jl. Bratang Binangun 52 44

39 SWK Dharma Husada YA Jl. Prof. Dr. Moestopo 21 40

40 SWK Convention Hall YA Jl. Arif Rahman Hakim 40 36

41 SWK Kapas Krampung - Jl. Karang Asem 100 6

42 SWK Kasuari - Jl. Kasuari 20 19

43 SWK Bentul - Jl. Bentul 20 20

44 SWK Keputih - Jl. Keputih timur 25 0

45 SWK Kendung - JL. Raya Kendung 9 8

46 SWK Rungkut Kidul - Jl. Rungkut Asri 8 5

47 SWK Siola - Jl. Tunjungan no 1-3 11 12

48 SWK Embong Sawo YA Jl. Embong Sawo No 20 11 11

49 SWK Studio - Jl. Jarak No. 20 23 23

(40)

Rancangan Renstra Dinas Koperasi dan Usaha Mikro 2021

Gambar 15

Rekapitulasi Omset SWK Rata – Rata Perbulan Tahun 2020

Berdasarkan hasil rekapitulasi akhir tahun 2020, omset yang didapat pada awal tahun 2020 berada pada kisaran Rp. 193.352.626, mengalami penurunan pada bulan Februari, Maret, April dan Mei, selanjutnya mengalami kenaikan pada bulan Juni sampai dengan November sebesar Rp. 112.495.829, walaupun tidak secara signifikan dikarenakan ada aturan – aturan terkait Pandemi Covid-19 yakni PSBB dan PPKM Mikro dimana tempat – tempat jajanan / kuliner ada pembatasan baik pengunjung maupun jam operasional, sedangkan pada Desember yakni sebesar Rp. 41.935.307 terjadi penurunan kembali omset pada SWK dikarenakan lonjakan wabah dan pengetatan aturan protokol kesehatan serta liburan natal dan tahun baru.

193.352.626 191.426.071 91.965.136 43.938.769 33.231.888 53.568.306 83.580.912 86.199.196 96.135.999 102.832.552 112.495.829 41.935.307 50.000.000 100.000.000 150.000.000 200.000.000 250.000.000 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

REKAPITULASI OMSET SWK RATA-RATA

PERBULAN TAHUN 2020

(41)

Rancangan Renstra Dinas Koperasi dan Usaha Mikro 2021

Pasar tradisional merupakan tempat transaksi antara pedagang dengan pembeli secara langsung dan biasanya ada proses tawar-menawar, bangunan biasanya terdiri dari kios-kios atau gerai, los dan dasaran terbuka yang dibuka oleh penjual maupun suatu pengelola pasar. Data pasar tradisional yang dimiliki oleh Pemerintah Kota Surabaya dapat dilihat pada tabel 2.11 yaitu sebagai berikut :

Tabel 2.11

Data Pasar Binaan Dinas Koperasi Dan Usaha Mikro

NO PASAR ALAMAT KAPASITAS PASAR KETERISIAN JUMLAH

PEDAGANG

1 Sentra Ekonomi Raci Jalan Raya Raci 40 Pedagang 26 Pedagang

2 Pasar Sememi Jl. Bandarejo No.1 284 Pedagang 252 Pedagang

3 Pasar Penjaringansari Jl. Raya Pandugo 110 Pedagang 81 Pedagang

4 Pasar Nambangan Dukuh Bulak Banteng Tim. Iv No.1 424 Pedagang 346 Pedagang

5 Pasar Kutisari Jl.Kutisari 0 Pedagang 0 Pedagang

6 Pasar Keputih Jl. Keputih Tegal 14 Pedagang 0 Pedagang

7 Pasar Jambangan Jl. Jambangan Kebon Agung No.2 190 Pedagang 43 Pedagang

8 Pasar Gunung Anyar Jl. Gn. Anyar Tim. 87 Pedagang 76 Pedagang

9 Pasar Gembong Asih Jl. Gembong Tebasan 405 Pedagang 373 Pedagang

10 Pasar Dupak Jalan Dupak Bandarejo I 154 Pedagang 154 Pedagang

11 Pasar Dukuh Menanggal Jl.Dukuh Menanggal 160 Pedagang 86 Pedagang

Total 1868 Pedagang 1437 Pedagang

Perekonomian Indonesia dalam masa pemulihan ekonomi terus tumbuh, namun karena pertumbuhannya lebih ditarik oleh sektor komsumsi dan bukan sektor produksi. Dalam upaya mengembangkan UMKM yang tangguh, mandiri serta berdaya saing Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro melakukan kegiatan Pembinaan Pelaku Usaha Mikro. Pembinaan Pelaku Usaha Mikro yang telah dilakukan dapat dilihat pada gambar 16 yaitu sebagai berikut :

(42)

Rancangan Renstra Dinas Koperasi dan Usaha Mikro 2021

66% 34%

PEMBINAAN PELAKU USAHA MIKRO

Mengikuti Pembinaan Belum Mengikuti Pembinaan

Gambar 16

Pembinaan Pelaku Usaha Mikro

C. Bidang Pengembangan Koperasi dan Kemitraan

Proporsi Sumber Permodalan Koperasi sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Deputi Bidang Kelembagaan Kementerian Koperasi & UKM Nomor 04/Per/Dep.1/III/2018 Tentang Kriteria dan Indikator Penilian Pemeringkatan. Pelaku usaha mikro binaan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro yang mendapatkan bantuan permodalan sebanyak 26% atau 151 dari 587 pelaku usaha binaan. Bantuan permodalan didapatkan dari beberapa perusahaan antara lain : KUR BRI, PT Telkom, Bank BTPN Syariah, Bank BRI, Koperasi Juragan Sukses Surabaya, PT. Jasa Marga, PT. Semen Gresik, Pertamina, KOPWAN, PT. Pegadaian, Bank Mandiri, Bank JATIM, PT. Pelindo III dan PNPM.

(43)

Rancangan Renstra Dinas Koperasi dan Usaha Mikro 2021

Gambar 17

Permodalan Kemitraan Pelaku Usaha Mikro

Proporsi sektor usaha koperasi terdapat pada Pasal 20 ayat (3) Peraturan Menteri Koperasi & UKM Nomor 02/PER/M.KUKM/II/2017 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Koperasi & UKM Nomor 15/PER/M.KUKM/IX/2015 Tentang Usaha Simpan Pinjam Oleh Koperasi. Koperasi simpan pinjam dan unit simpan pinjam koperasi dilarang melakukan kegiatan usaha pada sektor riil.

Dinas Koperasi dan Usaha Mikro dalam upaya mewujudkan tujuan dan sasaran seperti yang terdapat dalam Renja Dinas masih menghadapi kendala antara lain :

a. Masih rendahnya kualitas sumber daya manusia (SDM) para pengelola Koperasi dan Usaha Mikro baik tingkat pendidikan, pengetahuannya dan kompetensinya b. Banyak KSP yang belum melaksanakan aturan simpan pinjam sesuai aturan dan

ketentuan yang berlaku

c. Masih banyak Koperasi dan Usaha Mikro yang masih belum bisa mengakses sumber daya produktif

74%

26%

Pelaku Usaha Mikro

belum mendapatkan bantuan sudah mendapatkan bantuan

(44)

Rancangan Renstra Dinas Koperasi dan Usaha Mikro 2021 34% 63% 3%

FASILITASI PERMODALAN

BANK CSR BUMN/BUMS e. Peningkatan koordinasi dan sinergi pemangku kepentingan

f. Koperasi dan Usaha Mikro dalam meningkatan dan menguatkan kualitas kelembagaan, manajemen dan system pemasaran

g. Digitalisasi informasi dan komunikasi yang masih belum dipahami sepenuhnya oleh pelaku usaha mikro.

Gambar 18 Fasilitasi Permodalan

Dari gambar diatas fasilitasi permodalan yang diberikan secara garis besar ada 3 kelompok pemberi bantuan permodalan yakni :

1. Perbankan baik dari bank daerah maupun bank nasional

2. CSR BUMN / BUMS

(45)

Renstra Dinas Koperasi dan Usaha Mikro 2021

Tabel 2.12 (TC-23)

Pencapaian Kinerja Pelayanan Perangkat Daerah Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Surabaya

Level

Indikator Kinerja Sesuai Tugas dan Fungsi Perangkat Daerah Target NSPK Target IKK Target Indikator Lainya

Target Kinerja Realisasi Capaian 2017 2018 2019 2020 2021 2017 2018 2019 202 0 2021 2017 2018 2019 2020 202 1 Tujuan : Meningkatkan produktivitas UMKM sektor produksi barang dan jasa

Tingkat pertumbuhan produktivitas usaha mikro sektor produksi barang dan jasa

N/A N/A 15% 19% 23% N/A N/A 28.47% 23.26% 79.79 %

N/A N/A 208.38% 122.43% 346.92% N/A N/A

Sasaran : Meningkatkan kemampuan usaha mikro dalam mengakses sumber daya produktif Persentase usaha mikro yang dapat mengakses sumber daya produktif

N/A N/A N/A 8% 12% 16% N/A N/A 8.00% 30.13% 31.00 %

N/A N/A 100.00% 251.08% 193.77% N/A N/A

Program perkuatan permodalan usaha mikro

Persentase Usaha Mikro yang berhasil mendapatkan bantuan permodalan

N/A N/A N/A 4% 4% 5% N/A N/A 9.60 % 8.31% 9.86% N/A N/A 240.00% 207.79% 197.13% N/A N/A

Kegiatan : Fasilitasi Kemitraan Pelaku Usaha Skala Mikro

Jumlah UKM yang memperoleh fasilitasi kemitraan

N/A N/A N/A 24 oran g

N/A N/A N/A N/A 24 orang N/A N/A N/A N/A 100.00% N/A N/A N/A N/A

Kegiatan : Fasilitasi Kemitraan Pelaku Usaha Skala Mikro

Jumlah pelaku usaha skala mikro yang mendapatkan fasilitasi kemitraan

N/A N/A N/A N/A 124 orang

N/A N/A N/A N/A 124 orang

N/A N/A N/A N/A 100.00% N/A N/A N/A

Kegiatan : Fasilitasi Kemitraan Pelaku Usaha Skala Mikro

Jumlah pelaku usaha skala mikro yang mendapatkan fasilitasi kemitraan

N/A N/A N/A N/A N/A 124 orang

N/A N/A N/A N/A 124 orang

N/A N/A N/A N/A 100.00% N/A N/A

Program standarisasi produk usaha mikro

Persentase produk Usaha Mikro yang layak diuji mutukan

N/A N/A N/A 20% 25% 30% N/A N/A 20.00 % 35.06% 39.07 %

N/A N/A 100.00% 140.26% 130.23% N/A N/A

Persentase Usaha Mikro yang mengaplikasikan Teknologi Tepat Guna

N/A N/A N/A 20% 25% 30% N/A N/A 20.00 % 44.42% 45.88 %

Gambar

Gambar 5  Status Koperasi
Gambar 18  Fasilitasi Permodalan
Tabel 3.3   ANALISIS SWOT
Gambar 23  Peta Posisi

Referensi

Dokumen terkait

Penyusunan Renstra Dinas Kepemudaan Dan Olahraga Kabupaten Karimun Tahun 2016-2021 dimaksudkan sebagai dokumen perencanaan jangka menengah yang menjabarkan RPJMD Kabupaten

Pemerintah Kota Mataram melalui Peraturan Daerah Nomor 10 tahun 2016 menetapkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Mataram tahun 2016-2021. Dalam

Maksud dari penyusunan Renstra Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah Kabupaten Majalengka Tahun 2018 - 2023 adalah sebagai pedoman dokumen resmi perencanaan

Sehubungan dengan adanya beberapa penyesuaian peraturan perundang- undangan dan Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Palembang

Penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2016-2021 mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah

Rencana Strategis Dinas Koperasi UK dan M Kota Denpasar Tahun 2016 – 2021 dimaksud dimaksudkan sebagai penjabaran dari Rencana Pembangunan Menengah Daerah (RPJMD) Semesta

Tahun 2016–2021 berpedoman pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Batam dilakukan dengan melihat hasil kegiatan pembangunan yang dicapai pada

Penyusunan Rencana Strategis Renstra tahun 2016 -2021 adalah sebagai upaya untuk membina, meningkatkan, mengembangkan, menumbuhkan Sektor koperasi serta usaha mikro kecil menengah, ,