LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH
BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN MUNA
TAHUN ANGGARAN 2017
BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN MUNA
2017
KATA PENGANTAR
Laporan Kinerja Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Muna 2017 ini merupakan bentuk pertanggungjawaban atas kinerja pencapaian tujuan dan sasaran strategis BPS Kabupaten Muna pada tahun 2017 yang tertuang dalam Rencana Strategis BPS Kabupaten Muna Tahun 2015-2019. Laporan ini disusun sebagai tindak lanjut dari Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah dan Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.
Penyusunan Laporan Kinerja BPS Kabupaten Muna 2017 ini berpedoman pada Peraturan Kepala Badan Pusat Statistik Nomor 9 Tahun 2015 tentang Pedoman Penyusunan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah di Lingkungan Badan Pusat Statistik. Dalam laporan ini tertuang capaian kinerja BPS Kabupaten Muna pada tahun 2017 yang secara umum telah sesuai dengan rencana atau target yang telah ditetapkan.
Melalui laporan ini diharapkan adanya optimalisasi kinerja seluruh jajaran di lingkungan BPS Kabupaten Muna serta perannya terhadap perbaikan kinerja BPS secara keseluruhan di tahun mendatang dalam mewujudkan Visi dan Misi yang telah ditetapkan.
Kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam penyusunan sampai penerbitan laporan ini kami ucapkan terima kasih. Kritik dan saran untuk perbaikan laporan ini dimasa yang akan datang sangat kami hargai.
Raha, 28 Februari 2018 BADAN PUSAT STATISTIK
KABUPATEN MUNA Kepala,
DAFTAR ISI
Kata Pengantar i
Daftar Isi ii
Daftar Tabel iii
Daftar Gambar iv
Daftar Lampiran v
Ringkasan Eksekutif vi
Bab I Pendahuluan 1
1.1 Latar Belakang 2
1.2 Maksud dan Tujuan 3
1.3 Tugas, Fungsi, dan Susunan Organisasi 3
1.4 Sumber Daya Manusa (SDM) 6
1.5 Potensi dan Permasalahan 7
1.6 Sistematika Penyajian Laporan 8
Bab II Perencanaan Kinerja 9
2.1 Reviu Rencana Strategis (Renstra) BPS Kabupaten
Muna 2015-2019 10
2.2 Perjanjian Kinerja BPS Kabupaten Muna 2017 15
Bab III Akuntabilitas Kinerja 18
3.1 Capaian Kinerja BPS Kabupaten Muna Tahun 2017 19 3.2 Perkembangan Capaian Kinerja BPS Kabupaten Muna
Tahun 2017 Terhadap Realisasi Kinerja Tahun 2016
23 3.3 Capaian Kinerja BPS Kabupaten Muna Tahun 2017
terhadap Target Renstra 2017 dan 2019 24
3.4 Kegiatan Prioritas BPS Kabupaten Muna Tahun 2017 29 3.5 Upaya Efisiensi BPS Kabupaten Muna Tahun 2017 31
3.6 Kinerja Anggaran Tahun 2017 31
Bab IV Penutup 34
4.1 Tinjauan Umum 35
4.2 Tindak Lanjut 35
Lampiran 37
DAFTAR TABEL
Tabel 1 Tingkat Pencapaian Indikator Kinerja Tujuan BPS
Kabupaten Muna 2017 vii
Tabel 2 Ringkasan Reaslisasi Kinerja 2017 dan Capaian
Kinerja 2019 vii
Tabel 3 Tujuan dan Sasaran Strategis BPS Kabupaten Muna 2015-2019
13 Tabel 4 Perjanjian Kinerja BPS Kabupaten Muna 2017 16 Tabel 5 Capaian Kinerja Tujuan: Peningkatan Kualitas Data
Statistik 19
Tabel 6 Capaian Kinerja Tujuan: Peningkatan Pelayanan Prima
Hasil Kegiatan Statistik 21
Tabel 7 Capaian Kinerja Tujuan: Penguatan Sistem Statistik Nasional Melalui Koordinasi Dan Pembinaan Yang Efektif Di Bidang Statistik
22
Tabel 8 Capaian Kinerja Tujuan: Peningkatan Birokrasi yang
Akuntabel 23
Tabel 9 Perkembangan Capaian Kinerja Tujuan 2016-2017 24 Tabel 10 Capaian Kinerja 2017 terhadap Target Renstra 2019 25 Tabel 11 Realisasi Penggunaan Anggaran BPS Kabupaten Muna
Tahun 2017 dirinci menurut Program 32
Tabel 12 Perbandingan Capaian Kinerja dengan Penyerapan
Anggaran Menurut Program 2017 33
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1. Komposisi SDM BPS Kabupaten Muna Menurut
Tingkat Pendidikan 6
Gambar 2. Komposisi SDM BPS Kabupaten Muna Menurut Jabatan
7 Gambar 3. Hubungan antara Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran
Strategis BPS Kabupaten Muna 15
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1. Susunan Organisasi BPS Kabupaten Muna 38 Lampiran 2. Rencana Strategis BPS Kabupaten Muna 2015-
2019
39 Lampiran 3. Perjanjian Kinerja (PK) BPS Kabupaten Muna
2017 41
Lampiran 4. Pengukuran Kinerja BPS Kabupaten Muna 2017 43 Lampiran 5. SDM BPS Kabupaten Muna 2017 47 Lampiran 6. Kegiatan BPS Kabupaten Muna 2017 48 Lampiran 7. Judul Publikasi BPS Kabupaten Muna yang
Terbit Tahun 2017 51
RINGKASAN EKSEKUTIF
Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Muna merupakan instansi vertikal BPS yang menyelenggarakan kegiatan statistik di daerah Kabupaten Muna. BPS Kabupaten Muna bertugas menyediakan data statistik dasar untuk daerah Kabupaten Muna sesuai peraturan perundang-undangan. Data statistik memegang peranan penting dalam pembangunan di berbagai bidang. Pada era reformasi birokrasi sekarang ini, masyarakat semakin sadar terhadap peranan data statistik tersebut. Tuntutan masyarakat akan tersedianya data statistik yang berkualitas pun semakin meningkat.
Dalam hal ini, BPS sebagai lembaga yang berwenang sebagai penyedia data statistik dasar, menjadi sorotan berbagai pihak.
Tahun 2017 merupakan tahun ketiga pelaksanaan Rencana Strategis BPS Kabupaten Muna periode 2015-2019. Pada periode 2015-2019 BPS Kabupaten Muna mempunyai visi sebagai “Pelopor data statistik terpercaya untuk semua” yang merupakan harapan dan tekad untuk menjadikan BPS sebagai sumber data yang objektif dan terpercaya. Ketersediaan ragam data dan informasi statistik yang berkualitas menjadi tantangan dan peluang BPS Kabupaten Muna sebagai lembaga penyelenggara kegiatan statistik di wilayah Kabupaten Muna.
Visi BPS Kabupaten Muna tersebut diharapkan akan dapat tercapai dengan menerapkan tiga misi yang meliputi:
a. Menyediakan data statistik berkualitas melalui kegiatan statistik yang terintegrasi dan berstandar nasional maupun internasional.
b. Memperkuat Sistem Statistik Nasional (SSN) yang berkesinambungan melalui pembinaan dan koordinasi di bidang statistik.
c. Membangun insan statistik yang professional, berintegritas dan amanah untuk kemajuan perstatistikan.
Pada periode 2015-2019, BPS Kabupaten Muna memiliki aspirasi untuk mencapai sejumlah tujuan strategis di tahun 2019, yaitu: (1) Peningkatan kualitas data statistik; (2) Peningkatan pelayanan prima hasil kegiatan statistik; dan (3) Peningkatan birokrasi yang akuntabel. Ketiga tujuan strategis tersebut bersinergi dalam penyediaan data dan informasi statistik yang berkualitas. Guna mencapai tujuan dan sasaran dari pembangunan perstatistikan yang telah ditetapkan, maka pada tahun 2017 BPS Kabupaten Muna menetapkan tiga program sebagai berikut :
1. Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya BPS.
2. Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur BPS.
3. Penyediaan dan Pelayanan Informasi Statistik.
Pelaksanaan program-program tersebut dibiayai oleh Pemerintah Republik Indonesia melalui APBN yang dituangkan ke dalam DIPA Bagian Anggaran 54 Tahun 2017 dengan nilai pagu sebesar Rp.6.365.646.000 dan realisasi penggunaan mencapai Rp.5.941.654.637 atau sebesar 93,34 persen.
Capaian kinerja tujuan BPS Kabupaten Muna terhadap target Perjanjian Kinerja (PK) BPS Kabupaten Muna 2017 dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 1. Tingkat Pencapaian Indikator Kinerja Tujuan BPS Kabupaten Muna 2017 Tujuan Indikator Satuan Target Reali
-sasi
Capaian Kinerja
(%) Tujuan 1:
Peningkatan kualitas data statistik
Persentase konsumen yang merasa puas dengan kualitas data statistik
% 95,00 95,96 101,01 Tujuan 2 :
Peningkatan pelayanan prima hasil kegiatan statistik
Persentase kepuasan konsumen terhadap
pelayanan data BPS % 95,00 92,18 97,03 Tujuan 3:
penguatan Sistem Statistik Nasional melalui koordinasi dan pembinaan yang efektif di bidang statistik
Jumlah metadata kegiatan statistik sektoral dan khusus yang dihimpun
Meta-
data 6 6 100,00
Tujuan 4:
Peningkatan birokrasi yang akuntabel
Hasil penilaian SAKIP
oleh Inspektorat Point 65,00 63,35 97,46
Rata-rata Capaian Kinerja Tujuan 98,88
Capaian kinerja tujuan BPS Kabupaten Muna pada tahun 2017 menunjukkan hasil yang baik. Target untuk semua tujuan dapat dicapai dengan baik. Rata-rata capaian kinerja tujuan BPS Kabupaten Muna pada tahun 2017 yaitu 98,88 persen.
Perbandingan antara kinerja terhadap target pada PK BPS Kabupaten Muna Tahun 2017 dengan kinerja terhadap target akhir tahun Renstra BPS Kabupaten Muna 2015- 2019 dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 2. Ringkasan Reaslisasi Kinerja 2017 dan Capaian Kinerja 2019 No. Tujuan Realisasi Kinerja 2017 Tahun 2019
Target Capaian Kinerja (%)
(1) (2) (3) (4) (5)
1 Tujuan 1 95,96 95,00 101,01
2 Tujuan 2 92,18 90,00 102,42
3 Tujuan 3 6 4 150,00
No. Tujuan Realisasi Kinerja 2017
Tahun 2019
Target Capaian Kinerja (%)
(1) (2) (3) (4) (5)
4 Tujuan 4 63,35 68,00 93,16
Rata-rata Capaian Kinerja Tujuan 111,65
Rata-rata capaian kinerja tujuan BPS Kabupaten Muna terhadap target akhir Renstra BPS Kabupaten Muna 2015-2019 di tahun 2017 sebesar 111,65 persen. Hal ini menunjukkan bahwa progres capaian kinerja BPS dalam rangka mencapai tujuan dalam Renstra BPS Kabupaten Muna 2015-2019 sudah sangat baik Mengingat tahun 2017 merupakan tahun ketiga dari periode Renstra 2015-2019, maka capaian kinerja tersebut menjadi tantangan BPS Kabupaten Muna untuk mempertahankan dan terus meningkatkan kinerja sampai akhir tahun 2019.
1. 1 Latar Belakang
Penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) merupakan suatu kewajiban bagi setiap entitas Akuntabilitas Kinerja atas prestasi kinerja yang dicapai berdasarkan Penggunaan Anggaran yang telah dialokasikan sebagaimana yang telah diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP). Entitas Akuntabilitas Kinerja yang dimaksud terdiri dari entitas Akuntabilitas Kinerja Satuan Kerja, Unit Organisasi, dan Kementerian/Lembaga.
Sebagai instansi vertikal BPS yang merupakan bagian integral dari BPS secara keseluruhan, BPS Kabupaten Muna turut berkewajiban untuk menyusun LKIP Tahunan.
Hal tersebut juga diatur dalam Peraturan Kepala Badan Pusat Statistik Nomor 9 Tahun 2015 tentang Pedoman Penyusunan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah di Lingkungan Badan Pusat Statistik. LKIP tahunan BPS Kabupaten Muna merupakan wujud pertanggungjawaban atas hasil pelaksanaan tugas dan fungsinya sebagai instansi vertikal BPS serta kewenangan pengelolaan sumber daya dan kebijakan berdasarkan perencanaan strategis yang telah ditetapkan.
LKIP BPS Kabupaten Muna 2017 berisi ikhtisar pencapaian sasaran strategis BPS Kabupaten Muna pada tahun pertama pelaksanaan Rencana Strategis (Renstra) BPS Kabupaten Muna 2015-2019. Sasaran strategis tersebut ditetapkan untuk mempermudah pencapaian tujuan yang harus dicapai BPS Kabupaten Muna dalam periode 2015-2019. Baik tujuan maupun sasaran strategis telah ditetapkan indikator sebagai alat ukur tingkat pencapaiannya. Pada awal tahun 2015, BPS Kabupaten Muna telah menetapkan target kinerja dari setiap indikator tujuan dan sasaran strategis sebagaimana tertuang dalam Perjanjian Kinerja (PK) BPS Kabupaten Muna 2017.
Realiasasi dari dari target yang telah ditetapkan pada awal tahun tersebut, akan
dimonitoring dan dievaluasi setiap triwulanan dan dilaporkan kepada BPS Pusat untuk dijadikan bahan laporan kinerja interim (laporan kinerja triwulanan) BPS. Hasil monitoring dan evaluasi terhadap realisasi dari target indikator tujuan dan sasaran strategis triwulanan akan dirangkum dan disajikan ke dalam LKIP BPS Kabupaten Muna 2017.
1. 2 Maksud dan Tujuan
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) BPS Kabupaten Muna 2017 disusun sebagai bentuk pertanggungjawaban BPS Kabupaten Muna kepada Kepala BPS RI atas pelaksanaan tugas dan fungsinya sebagai instansi vertikal BPS serta kewenangan pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran strategis yang telah ditetapkan selama tahun anggaran 2017.
Maksud dan tujuan dari penyusunan laporan ini adalah untuk menghasilkan analisis dan evaluasi obyektif untuk dapat optimalisasi dari peningkatan efisiensi, efektivitas, dan produktivitas kinerja seluruh jajaran di lingkungan BPS Kabupaten Muna pada tahun-tahun selanjutnya serta memberikan kontribusi terhadap perbaikan kinerja BPS secara keseluruhan. Selain itu, LKIP BPS Kabupaten Muna 2017 juga menjadi komitmen BPS Kabupaten Muna dalam menerapkan sistem keterbukaan dan transparansi kepada publik dan mendukung terwujudnya Good Governance dan Clean Government.
1. 3 Tugas , Fungsi, dan Susunan Organisasi
Undang-undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik merupakan landasan konstitusional Badan Pusat Statistik tentang kedudukan dan kewenangannya. Didalam undang-undang ini disebutkan bahwa BPS berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada presiden dan berwenang menyelenggarakan statistik dasar.
Kedudukan, tugas, fungsi, dan susunan organisasi Badan Pusat Statistik Kabupaten Muna berdasarkan Keputusan Kepala BPS Nomor 121 Tahun 2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Perwakilan BPS di Daerah, adalah sebagai berikut:
Badan Pusat Statistik Kabupaten Muna adalah perwakilan BPS di daerah yang secara kelembagaan merupakan instansi vertikal dan berada dibawah dan bertanggung jawab kepada BPS Provinsi Sulawesi Tenggara.
1 ) Tugas
Badan Pusat Statistik Kabupaten Muna mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan statistik dasar di Kabupaten Muna sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
2) Fungsi
Dalam melaksanakan tugas tersebut, Badan Pusat Statistik Kabupaten Muna menyelenggarakan fungsi :
a) Penyelenggaraan statistik dasar di Kabupaten Muna;
b) Koordinasi kegiatan fungsional dalam pelaksanaan tugas BPS Kabupaten Muna;
c) Penyelenggaraan pembinaan dan pelayanan administrasi umum dibidang perencanaan umum, ketatausahaan, organisasi dan tata laksana, kepegawaian, keuangan, kearsipan, persandian, perlengkapan dan rumah tangga BPS Kabupaten Muna.
3) Susunan Organisasi
Dalam melaksanakan tugas dan fungsi tersebut, sesuai Keputusan Kepala BPS Nomor 121 Tahun 2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Perwakilan Badan Pusat Statistik di Daerah, telah ditentukan struktur organisasi Badan Pusat Statistik Kabupaten Muna, yaitu :
a) Kepala
Kepala BPS Kabupaten Muna mempunyai tugas dan tanggungjawab memimpin Badan Pusat Statistik Kabupaten Muna dalam menjalankan tugas dan fungsi BPS, membina aparatur BPS Kabupaten Muna agar berdayaguna dan berhasil guna serta bertanggung jawab kepada Kepala BPS Provinsi.
Berdasarkan struktur organisasi yang ada, Kepala BPS Kabupaten Muna membawahi 5 Kepala Seksi dan 1 Kepala Sub Bagian Tata Usaha. Kepala BPS Kabupaten Muna memiliki tingkatan eselon III/a.
b) Kepala Sub Bagian Tata Usaha
Kepala Sub Bagian Tata Usaha mempunyai tugas mengkoordinasikan perencanaan, pembinaan dan pengendalian terhadap program, administrasi dan sumber daya dilingkungan Badan Pusat Statistik Kabupaten Muna meliputi:
1. Melakukan penyiapan bahan dan penyusunan rancangan usulan program kerja dan anggaran tahunan BPS Kabupaten Muna;
2. Melakukan kegiatan tata usaha kepegawaian, pengadaan, dan mutasi pegawai, pembinaan pegawai, hukum dan perundang-undangan, organisasi dan tata laksana, kesejahteraan pegawai, administrasi jabatan fungsional, serta penggajian;
3. Melakukan kegiatan tata usaha keuangan, perbendaharaan, verifikasi, dan pembukuan, serta pengendalian pelaksanaan anggaran;
4. Melakukan kegiatan surat menyurat, kearsipan, rumah tangga, pemeliharaan gedung, keamanan, dan ketertiban lingkungan, perjalanan dinas, dan penggandaan/percetakan;
5. Membantu Kepala BPS Kabupaten Muna dalam melaksanakan pembinaan, pengamatan lanjut, dan pengawasan pelaksanaan kegiatan ketatausahaan di BPS Kabupaten Muna.
c) Kepala Seksi Statistik Sosial
Kepala Seksi Statistik Sosial mempunyai tugas melaksanakan kebijakan dibidang statistik sosial, melakukan penyiapan dokumen dan bahan yang diperlukan untuk kegiatan pengumpulan statistik sosial yang mencakup kegiatan statistik kependudukan, kesejahteraan rakyat, ketahanan sosial, serta kegiatan statistik sosial lainnya; membantu kepala BPS Kabupaten dalam melaksanakan pembinaan petugas lapangan dalam rangka pengumpulan data statistik sosial di kabupaten dan di Kecamatan; serta membantu Kepala BPS dalam koordinasi dan
kerjasama pelaksanaan kegiatan statistik sosial baik dengan Pemerintah daerah maupun instansi lain.
d) Kepala Seksi Statistik Produksi
Kepala Seksi Statistik Produksi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan dibidang statistik produksi, melakukan penyiapan dokumen dan bahan yang diperlukan untuk kegiatan pengumpulan statistik Produksi yang mencakup kegiatan statistik pertanian, perikanan, peternakan, industri, pertambangan, energi, konstruksi, serta kegiatan statistik Produksi lainnya; membantu Kepala BPS Kabupaten Muna dalam melaksanakan pembinaan petugas lapangan dalam rangka pengumpulan data statistik Produksi di kabupaten dan di Kecamatan;
serta membantu Kepala BPS dalam koordinasi dan kerjasama pelaksanaan kegiatan statistik Produksi baik dengan Pemerintah daerah maupun instansi lain.
e) Kepala Seksi Statistik Distribusi
Kepala Seksi Statistik Distribusi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan di bidang statistik distribusi, melakukan penyiapan dokumen dan bahan yang diperlukan untuk kegiatan pengumpulan statistik Distribusi yang mencakup kegiatan statistik harga konsumen dan perdagangan besar, keuangan dan harga produsen, niaga dan jasa , serta kegiatan statistik Distribusi lainnya; membantu Kepala BPS Kabupaten Muna dalam melaksanakan pembinaan petugas lapangan dalam rangka pengumpulan data statistik Distribusi di Kabupaten Muna dan di Kecamatan; serta membantu Kepala BPS dalam koordinasi dan kerjasama pelaksanaan kegiatan statistik Distribusi baik dengan Pemerintah daerah maupun instansi lain.
f) Seksi Neraca Wilayah dan Analisis Statistik
Kepala Seksi Neraca dan Analisis Statistik mempunyai tugas melaksanakan kebijakan dibidang neraca dan analisis statistic, melakukan penyiapan dokumen dan bahan yang diperlukan untuk penyusunan neraca wilayah dan analisis statistik yang mencakup penyusunan neraca produksi, neraca konsumsi dan neraca lainnya, analisis dan pengembangan statistik, serta penyusunan neraca wilayah dan analisis statistik lainnya yang ditentukan; melakukan penyusunan neraca wilayah dan analisis statistik lintas sektor; serta membantu Kepala BPS Kabupaten/Kota dalam melaksanakan dan mengembangkan neraca wilayah dan analisis statistik;
g) Seksi Integrasi Pengolahan dan Diseminasi Statistik
Kepala Seksi Integritas Pengolahan dan Diseminasi Statistik mempunyai tugas melaksanakan kebijakan di bidang metodologi dan informasi statistic, melakukan koordinasi pengelolaan dan pemeliharaan perangkat keras dan perangkat lunak serta menyusun sistem pengelolaan data melakukan pengolahan data dan koordinasi pengolahan data bekerjasama dengan satuan terkait; melakukan penyusunan, pemeliharaan serta pengembangan sistem basis data statistik dan basis data manajemen sesuai peraturan yang berlaku;
melakukan kajian dan evaluasi kebutuhan pengolahan data termasuk bahan komputer, bekerjasama dengan satuan organisasi terkait; melakukan kompilasi naskah dari satuan organisasi di lingkungan BPS kabupaten/kota dalam bentuk softcopy untuk dijadikan naskah publikasi siap cetak; dan melakukan
pengelolaan bahan pustaka dan dokumen statistik sesuai pedoman yang ditentukan.
h) Kelompok Jabatan Fungsional dan KSK
Koordinator Statistik Kecamatan (KSK) mempunyai tugas meliputi mengikuti pelatihan kegiatan survei, sensus, dan kegiatan statistik lainnya sesuai ketentuan;
melakukan pengumpulan data statistik secara langsung dan menghimpun data statistik yang dihasilkan oleh petugas instansi lain yaitu berupa data sekunder sesuai dengan yang telah ditetapkan; membantu Camat dalam melaksanakan pembinaan statistik desa, registrasi penduduk, dan statistik dasar lainnya.
Koordinator Statistik Kecamatan dalam menjalankan tugasnya secara teknis dan administratif bertanggung jawab kepada Kepala BPS Kabupaten/Kota yang membawahi kegiatannya dan berkoordinasi dengan Camat setempat.
1. 4 Sumber Daya Manusia
Pada akhir tahun 2017, SDM BPS Kabupaten Muna berjumlah 42 orang pegawai.
Kualitas suatu SDM secara tidak langsung dapat dilihat dari tingkat pendidikan.
Komposisi SDM terbesar dengan tingkat pendidikan SMA/sederajat yaitu mencapai 53 persen. Komposisi SDM dengan pendidikan D-III sebesar 7 persen, D-IV/S1 mencapai 38 persen dan S2 sebesar 2 persen. Terdapat SDM dengan tingkat pendidikan S2 tahun 2017 sebanyak 1 orang pegawai telah selesai dari tugas belajar sedangkan untuk Lulusan S1 pegawai dari lulusan STIS tidak mengalami penambahan. Hal tersebut mencerminkan bahwa kualitas SDM BPS Kabupaten Muna cukup baik untuk mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi BPS. Komposisi SDM menurut tingkat pendidikan dapat dilihat pada Gambar 1 di bawah ini
Gambar 1. Komposisi SDM BPS Kabupaten Muna Menurut Tingkat Pendidikan
Jika dilihat berdasarkan jabatannya, 6 orang pegawai menduduki eselon III/IV.
Hal ini menunjukkan bahwa hampir seluruh jabatan kepala seksi di BPS Kabupaten Muna sudah terpenuhi, kecuali jabatan Kasubbag Tata Usaha yang belum terpenuhi dan masih dirangkap oleh seorang staf dengan status Koordinator. Pegawai menduduki jabatan staf sebanyak 13 orang, 23 pegawai menjabat sebagai KSK . Koordinator Statistik Kecamatan (KSK) yang berjumlah 23 orang ini memiliki tanggung jawab sebanyak 33 kecamatan di Kabupaten Muna dan Kabupaten Muna Barat (Catatan : Kabupaten Muna Barat merupakan DOB/pemekaran dari Kabupaten Muna dan masih menjadi bagian wilayah kerja BPS Kabupaten Muna) sehingga ada 10 orang KSK yang bertanggung jawab di 2 kecamatan. Secara ringkas komposisi SDM BPS Kabupaten Muna berdasarkan jabatannya dapat dilihat dari grafik berikut.
Gambar 2. Komposisi SDM BPS Kabupaten Muna Menurut Jabatan
1. 5 Potensi dan Permasalahan
BPS merupakan National Statistics Office (NSO) yang bertanggung jawab dalam penyediaan data dan informasi statistik dasar, serta menjalankan fungsi koordinasi dan pembinaan terhadap pelaksanaan statistik sektoral oleh Kementerian/Lembaga, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Kabupaten/Kota. BPS telah memiliki payung hukum dalam menyelenggarakan kegiatan perstatistikan. Hal tersebut menjadi kekuatan bagi BPS untuk mengembangkan kegiatan perstatistikan kedepannya.
Peranan data statistik sangat penting dalam bidang perencanaan, monitoring, dan evaluasi pembangunan nasional. Seiring dengan kemajuan teknologi dan informasi, masyarakat menginginkan agar data dapat tersedia lebih cepat (faster), dapat diperoleh
lebih mudah (easier), lebih berkualitas (better) dan lebih murah (cheaper). Hal tersebut menjadi fokus utama BPS Kabupaten Muna untuk menyediakan data secara lebih cepat, akurat dan dapat diakses publik dengan mudah melalui website BPS.
Disisi lain, responden enggan untuk berpartisipasi secara mendalam pada sensus/survei yang dilakukan oleh BPS. Hal tersebut menjadi salah satu kendala untuk memperoleh data yang berkualitas, mengingat kegiatan statistik yang dilakukan BPS adalah statistik yang bersifat pengakuan, dan bukan pengukuran. Keakuratan pengakuan dari sumber data menjadi hal yang sangat penting untuk menjamin kualitas data statistik.
Data BPS telah banyak digunakan oleh berbagai pihak dalam hal perencanaan, monitoring, dan evaluasi. Agar masyarakat lebih mengenal BPS, BPS Kabupaten Muna gencar melakukan sosialisasi, terutama menjelang kegiatan besar seperti Sensus Ekonomi yang telah dilaksanakan pada tahun 2017. Harapannya ketika mereka menjadi responden sensus/survei BPS lebih kooperatif dalam memberikan jawaban.
1. 6 Sistematika Penyajian Laporan
Mengacu pada Peraturan Menteri PAN dan RB Nomor 53 tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja, dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah, Laporan Kinerja BPS Kabupaten Muna tahun 2017 disajikan dengan sistematika sebagai berikut:
Bab I. Pendahuluan, pada bab ini disajikan latar belakang; maksud dan tujuan; tugas, fungsi, dan susunan organisasi BPS Kabupaten Muna; sumber daya manusia BPS Kabupaten Muna, potensi dan permasalahan yang dihadapi; serta sistematika penyajian laporan.
Bab II. Perencanaan Kinerja, pada bab ini berisi Reviu Rencana Strategis (Renstra) BPS Kabupaten Muna 2015-2019 dan Perjanjian Kinerja (PK) Tahun 2017.
Bab III. Akuntabilitas Kinerja, pada bab ini berisi Capaian Kinerja BPS Kabupaten Muna Tahun 2017, Perkembangan Capaian Kinerja BPS Kabupaten Muna Tahun 2017 terhadap realisasi kinerja tahun 2016, Capaian Kinerja BPS Kabupaten Muna terhadap Target Renstra 2017 dan 2019, Kegiatan Prioritas BPS Kabupaten Muna 2017, Upaya Efisiensi BPS Kabupaten Muna dan Kinerja Anggaran Tahun 2017
Bab IV. Penutup, pada bab ini berisi tinjauan umum dan tindak lanjut perbaikan untuk tahun berikutnya.
2. 1 Reviu Rencana Strategis (Renstra) BPS Kabupaten Muna 2015- 2019
Dalam rangka memberikan arah dan sasaran yang jelas, serta sebagai pedoman dan tolok ukur kinerja dalam pelaksanaan pembangunan statistik yang diselaraskan dengan arah kebijakan dan program pembangunan nasional yang telah ditetapkan dalam Pembangunan Jangka Panjang (PJP) 2005-2025 dan Pembangunan Jangka Menengah (PJM) 2015-2019, BPS Kabupaten Muna dalam menjalankan tugasnya, menetapkan Rencana Strategis Tahun 2015-2019 yang mengacu pada Renstra BPS RI 2015-2019 guna mencapai tujuan jangka me1.046nengah BPS yang sekaligus mencapai tujuan pemerintah. Adapun Reviu Rencana Strategis (Renstra) BPS Kabupaten Muna 2015-2019 dilakukan karena adanya penyeseuain terhadap IKU (Indikator Kinerja Utama) penyusun Renstra.
Tuntutan terhadap penyelenggaraan kegiatan pemerintahan yang baik (good governance) dan pemerintah yang bersih (clean government), merupakan hal mutlak bagi kepercayaan masyarakat yang harus diterapkan dalam kegiatan pemerintahan.
Keterbukaan atau setidaknya transparansi instansi pemerintah di bidang informasi (termasuk informasi statistik) mengharuskan pemerintah menyajikan informasi yang obyektif, akurat, tepat waktu, terpercaya, dan lengkap. Untuk itu, BPS Kabupaten Muna perlu menyusun suatu perencanaan strategis (Renstra) pembangunan di bidang statistik yang komprehensif dan mampu mengemban tugas pokok dan fungsinya yang secara tidak langsung dapat mempercepat terwujudnya good governance dan clean goverment tersebut.
Rencana Strategis BPS Kabupaten Muna Tahun 2015-2019 merupakan dokumen perencanaan pembangunan di bidang statistik yang berskala Kabupaten yang berlaku selama kurun waktu 2015-2019. Dokumen perencanaan ini dijabarkan dalam Rencana Kinerja Tahunan (RKT) dan Perjanian Kinerja (PK) pada setiap tahun anggaran, selanjutnya perjanjian kinerja tersebut akan dimonitoring dan dievaluasi setiap triwulan dan dibuat laporannya pada akhir tahun. Reviu Renstra tahun 2015-2019
telah dilakukan oleh BPS Kabupaten Muna dikarenakan adanya penyeseuaian Indikator Kinerja Utama dan Perjanjian Kinerja.
1) Visi dan Misi BPS Kabupten Muna
Visi Badan Pusat Statistik Kabupaten Muna adalah “Pelopor data statistik terpercaya untuk semua”.
abupten Muna
Untuk mencapai visi tersebut maka misi BPS Kabupaten Muna Tahun 2015-2019 mencakup:
d. Menyediakan data statistik berkualitas melalui kegiatan statistik yang terintegrasi dan berstandar nasional maupun internasional.
e. Memperkuat Sistem Statistik Nasional (SSN) yang berkesinambungan melalui pembinaan dan koordinasi di bidang statistik.
f. Membangun insan statistik yang professional, berintegritas dan amanah untuk kemajuan perstatistikan.
Menyediakan data statistik …
“Badan Pusat Statistik merupakan penyelenggara statistik dasar, yaitu statistik yang pemanfaatannya ditujukan untuk keperluan yang bersifat luas, baik bagi pemerintah maupun masyarakat (Perpres No.86 tahun 2007)”.
… berkualitas …
“Berkualitas berarti data statistik yang dihasilkan BPS memenuhi dimensi kualitas yakni relevan, akurat, disajikan tepat waktu, koheren, dapat diakses, dan dapat diinterpretasikan ”.
… melalui kegiatan statistik yang terintegrasi …
“Kata terintegrasi bermakna bahwa penyelenggarakan kegiatan statistik perlu lebih mengedepankan pendekatan fungsional, serta mengurangi pelaksanaan yang bersifat terkotak-kotak (silo thinking). Pendekatan fungsional berarti alur proses dari pengumpulan data, pengolahan data hingga diseminasi data dilakukan secara terintegrasi antar subject matter.
Terintegrasi juga berarti penyelenggaraan statistik yang dilakukan bersama-sama oleh pemerintah dan masyarakat harus saling mengisi dan saling memperkuat dalam memenuhi kebutuhan statistik, serta menghindari terjadinya duplikasi kegiatan”. (UU no. 16 tahun 1997)”.
… dan berstandar internasional…
“Setiap penyelenggaraan kegiatan statistik, BPS akan selalu berpedoman kepada konsep, standar dan metode yang berlaku secara universal dan berstandar internasional, mengikuti kaidah yang digariskan dalam Fundamental Principle of Official Statistics”.
Memperkuat Sistem Statistik Nasional yang berkesinambungan …
“Sistem Statistik Nasional adalah suatu tatanan yang terdiri atas unsur-unsur yang secara teratur saling berkaitan, sehingga membentuk totalitas dalam penyelenggaraan statistik. Sistem Statistik Nasional perlu diwujudkan secara terus menerus dan berkelanjutan. (UU no. 16 tahun 1997)”.
… pembinaan dan koordinasi …
“BPS memiliki mandat untuk melakukan pembinaan terhadap instansi lain terkait dengan pelaksanaan kegiatan statistik sektoral. BPS juga memiliki mandat untuk melakukan koordinasi, integrasi dan sinkronisasi dengan instansi pemerintah untuk membangun pembakuan konsep, definisi, klasifikasi, dan ukuran ukuran. (UU no. 16 tahun 1997).
Dalam rangka perencanaan pembangunan nasional pada khususnya, dan pembangunan sistem rujukan informasi statistik nasional pada umumnya, penyelenggaraan kegiatan statistik perlu didukung upaya-upaya koordinasi dan kerjasama serta upaya pembinaan terhadap seluruh komponen masyarakat statistik (PP No.51 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Statistik).
Dalam melakukan pembinaan statistik, BPS dapat bekerja sama dengan instansi pemerintah, perguruan tinggi, lembaga swasta, dan atau unsur masyarakat lainnya.
Upaya pembinaan statistik yang dilakukan BPS sesuai PP No. 51 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Statistik, meliputi:
1. Peningkatan kemampuan sumber daya manusia dalam penyelenggaraan statistik;
2. Pengembangan statistik sebagai ilmu;
3. Peningkatan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat mendukung penyelenggaraan statistik;
4. Perwujudan kondisi yang mendukung terbentuknya pembakuan dan pengembangan konsep, definisi, klasifikasi, dan ukuran-ukuran dalam kerangka semangat kerjasama dengan para penyelenggara kegiatan statistik lainnya;
5. Pengembangan sistem informasi statistik;
6. Peningkatan penyebarluasan informasi statistik;
7. Peningkatan kemampuan penggunaan dan pemanfaatan hasil statistik untuk mendukung pembangunan nasional;
8. Peningkatan kesadaran masyarakat akan arti dan kegunaan statistik.
Koordinasi dan kerjasama penyelengaraan statistik meliputi hal-hal yang berkaitan dengan:
a. Pelaksanaan kegiatan statistik;
b. Pembakuan konsep, definisi, klasifikasi, dan ukuran-ukuran.
Koordinasi dan atau kerjasama penyelenggaraan statistik antara BPS, instansi pemerintah, dan masyarakat dilaksanakan atas dasar prinsip kemitraan. Koordinasi dan/atau kerjasama pelaksanaan kegiatan statistik dilakukan dalam rangka membangun satu pusat rujukan informasi statistik nasional. Koordinasi dan atau
kerjasama pelaksanaan kegiatan statistik mencakup perencanaan, pengumpulan, pengolahan, penyajian, dan/atau analisis statistik”.
Membangun insan statistik …
“Pembangunan insan statistik dilakukan untuk mewujudkan pengejawantahan nilai- nilai organisasi Badan Pusat Statistik, yakni profesional, berintegritas dan amanah”.
… yang profesional…
“Dalam menyelenggarakan kegiatan statistik, insan statistik yang harus memiliki kapasitas dan kapabilitas yang diperlukan untuk menghasilkan data statistik yang berkualitas”.
… berintegritas …
“Insan statistik yang menyelenggarakan kegiatan statistik harus memiliki integritas yaitu memiliki sikap dan perilaku dalam melaksanakan profesi/tugasnya seperti dedikasi (pengabdian yang tinggi terhadap profesi yang diemban), disiplin (melaksanakan pekerjaan sesuai dengan ketentuan), konsisten (satunya kata dengan perbuatan), terbuka (menghargai ide, saran, pendapat, masukan, dan kritik- kritik dari berbagai pihak), dan akuntabel (bertanggung jawab dan setiap langkahnya terukur)”.
…amanah…
“Amanah merujuk kepada sikap yang selalu mengedepankan kejujuran di dalam melaksanakan kegiatan statistik”.
2) Tujuan dan Sasaran Strategis BPS Kabupaten Muna
Untuk mendukung terwujudnya visi dan misi BPS Kabupaten Muna 2015-2019, maka ditetapkan tujuan yang harus dicapai. Masing-masing tujuan memiliki sasaran strategis pencapaian. Sasaran strategis dari masing-masing tujuan dapat dilihat pada tabel di bawah.
Tabel 3. Tujuan dan Sasaran Strategis BPS Kabupaten Muna 2015-2019
TUJUAN SASARAN STRATEGIS
T1. Peningkatan kualitas data statistik
SS1. Meningkatnya kepercayaan pengguna terhadap kualitas data BPS
T2. Peningkatan pelayanan prima hasil kegiatan statistik
SS2. Meningkatnya kualitas hubungan dengan pengguna data (user engagement)
T3. Penguatan Sistem Statistik Nasional melalui koordinasi dan pembinaan yang efektif di bidang statistik
SS3. Meningkatnya Koordinasi dan kerjasama dalam penyelenggaraan SSN.
TUJUAN SASARAN STRATEGIS T4. Peningkatan birokrasi
yang akuntabel
SS4. Meningkatnya birokrasi yang akuntabel
SS5. Meningkatanya Kualitas sarana dan Prasarana BPS
Secara ringkas sasaran strategis pembangunan statatistik dapat dirumuskan sebagai berikut:
1. Sasaran strategis dari tujuan pertama: “Peningkatan Kualitas data statistik”
adalah :
1.1. Meningkatnya kepercayaan pengguna terhadap kualitas data BPS, dengan indikator sasaran :
1.1.1. Persentase konsumen yang merasa puas dengan kualitas data statistik;
1.1.2. Persentase konsumen yang selalu menjadikan data dan informasi statistik BPS sebagai rujukan utama;
1.1.3. Jumlah release Data yang tepat waktu;
1.1.4. Persentase pemutakhiran MFD dan MBS;
1.1.5. Jumlah Publikasi/Laporan yang terbit tepat waktu
1.1.6. Jumlah Publikasi/Laporan sensus yang terbit tepat waktu
1.1.7. Persentase pemasukan dokumen (response rate) survei dengan pendekatan rumah tangga;
1.1.8. Persentase pemasukan dokumen (response rate) survei dengan pendekatan usaha
1.1.9. Persentase pemasukan dokumen (response rate) survei dengan pendekatan non rumah tangga non usaha
2. Sasaran strategis dari tujuan kedua: “Peningkatan pelayanan prima hasil kegiatan statistik”, adalah :
2.1. Meningkatnya kualitas hubungan dengan pengguna data (user engagement), dengan indikator sasaran :
2.1.1. Jumlah pengunjung eksternal yang mengakses data dan informasi statistik melalui website BPS
2.1.2. Persentase Konsumen yang merasa puas terhadap akses data BPS 2.1.3. Persentase Konsumen yang menggunakan data BPS dalam
perencanaan dan evaluasi pembangunan nasional
3. Sasaran Strategis dari tujuan ketiga: “Penguatan Sistem Statistik Nasional melalui koordinasi dan pembinaan yang efektif di bidang statistik”, adalah:
3.1. Meningkatnya Koordinasi dan kerjasama dalam penyelenggaraan SSN, dengan indikator sasaran :
3.1.1. Jumlah metadata Kegiatan Statistik Sektoral dan Khusus yang dihimpun
4. Sasaran Strategis dari tujuan ketiga: “Peningkatan birokrasi yang akuntabel”, adalah :
4.1. Meningkatnya kualitas birokrasi yang akuntabel, dengan indikator sasaran :
4.1.1. Hasil penilaian SAKIP oleh Inspektorat
4.1.2. Jumlah Satker BPS Kabupaten/kota yang Berpredikat WBK/WBBM 4.2. Meningkatnya pengawasan dan akuntabilitas kinerja aparatur BPS,
dengan indikator sasaran :
4.2.1. Persentase Pengguna Layanan yang Merasa Puas terhadap Pemenuhan Sarana dan Prasarana BPS
4.2.2. Persentase Pengadaan Sarana dan Prasaran Aparatur yang Diselesaikan
Masing-masing tujuan dan sasaran strategis pada tabel diatas memiliki indikator yang terukur agar dapat diketahui sejauh mana tingkat pencapaiannya. Hubungan antara visi, misi, tujuan, dan sasaran strategis BPS dapat dilihat pada gambar berikut.
Gambar 3. Hubungan antara Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran Strategis BPS Kabupaten Muna
2. 2 Perjanjian Kinerja BPS Kabupaten Muna 2017
Pada awal tahun ditetapkan target dari masing-masing indikator tujuan dan sasaran strategis yang harus dicapai selama setahun. Penetapan target tersebut tertuang dalam dokumen Perjanjian Kinerja. Adapun Reviu PK dilakukan oleh BPS Muna bulan November dikarenakan adanya penyesuaian atas Target kinerja. Target Perjanjian Kinerja 2017 dapat dilihat pada tabel berikut.
Misi
Visi: Pelopor Data Statistik Terpercaya untuk Semua
T1 T2 T3
SS1 SS2 SS3 SS4 SS5
T4
Tabel 4. Perjanjian Kinerja BPS Kabupaten Muna 2017
Tujuan/Sasaran Strategis Indikator Kinerja Satuan Target
(1) (2) (3) (4)
1. Peningkatan kualitas data
statistik Persentase konsumen
yang merasa puas dengan kualitas data statistik
Persen 95,00
1.1.Meningkatnya kepercayaan pengguna terhadap kualitas data BPS
Persentase konsumen yang merasa puas dengan kualitas data statistik
Persen 95,00
Persentase konsumen yang selalu menjadikan data dan informasi statistik BPS sebagai rujukan utama
Persen 80,00
Persentase pemutakhiran
data MFD dan MBS Persen 100,00 Jumlah Release Data yang
tepat waktu Aktivitas -
Jumlah Publikasi/Laporan
yang terbit tepat waktu Publikasi 64,00 Jumlah Publikasi/Laporan
sensus yang terbit tepat waktu
Publikasi 1,00
Persentase pemasukan dokumen (response rate) survei
- Persentase pemasukan dokumen (response rate) survei dengan pendekatan rumah tangga
- Persentase pemasukan dokumen (response rate) survei dengan pendekatan usaha - Persentase pemasukan
dokumen (response rate) survei dengan pendekatan non rumah tangga non usaha
Persen
Persen
Persen
Persen
100,00
100,00
100,00
100,00
2. Peningkatan pelayanan prima hasil kegiatan statistik
Persentase kepuasan konsumen terhadap pelayanan data BPS
Persen 95,00
2.1.Meningkatnya kualitas hubungan dengan pengguna data (user engagement)
Jumlah pengunjung
eksternal yang mengakses data dan informasi
statistik melalui website BPS
Pengunjung 6.000
Persentase konsumen Persen 95,00
Tujuan/Sasaran Strategis Indikator Kinerja Satuan Target
(1) (2) (3) (4)
yang puas terhadap akses data BPS
Persentase konsumen yang menggunakan data BPS dalam perencanaan dan evaluasi
pembangunan nasional
Persen 80,00
3. Penguatan Sistem Statistik Nasional melalui koordinasi dan pembinaan yang efektif di bidang statistik
Jumlah metadata kegiatan statistik sektoral dan khusus yang dihimpun
Metadata 6,00
3.1. Meningkatnya koordinasi dan kerjasama dalam penyelenggaraan SSN manajemen sumber daya manusia BPS
Jumlah metadata kegiatan statistik sektoral dan khusus yang dihimpun
Metadata 6,00
4. Peningkatan birokrasi
yang akuntabel Hasil Penilaian SAKIP oleh
Inspektorat Point 65,00
4.1 Meningkatnya birokrasi
yang akuntabel Hasil Penilaian SAKIP oleh
Inspektorat Point 65,00
Jumlah Satker BPS Kabupaten/Kota Yang Berpredikat WBK/WBBM
Satker -
4.2 Meningkatnya Kualitas
sarana dan Prasarana BPS Persentase pengguna layanan yang merasa puas terhadap pemenuhan sarana dan prasarana BPS
Persen 90,00
Persentase pengadaan sarana dan prasarana aparatur yang diselesaikan
Persen 100,00
Realisasi dari target perjanjian kinerja tersebut akan dimonitoring setiap triwulanan dan dilaporkan pada akhir tahun menjadi laporan kinerja.
Keberhasilan/kegagalan pencapaian target menjadi tanggung jawab Kepala BPS Kabupaten Muna kepada negara atas penggunaan anggaran BPS.
Keberhasilan pencapaian target sangat didukung oleh penganggaran di BPS.
Dukungan penganggaran tersebut diwujudkan melalui 3 (tiga) program, yaitu: (1) Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas teknis Lainnya (DMTTL), (2) Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur BPS (PSPA), dan (3) Program Penyediaan dan Pelayanan Informasi Statistik (PPIS).
3.1 Capaian Kinerja BPS Kabupaten Muna 2017
Capaian kinerja BPS Kabupaten Muna 2017 merupakan pencapaian dari indikator- indikator tujuan dan sasaran strategis selama tahun 2017. Capaian kinerja dihitung berdasarkan perbandingan antara realisasi dengan target PK 2017 yang telah ditetapkan pada awal tahun. Capaian kinerja dari masing-masing tujuan dan sasaran strategis dapat dilihat pada ulasan berikut.
Capaian Kinerja Tujuan Pertama
Tujuan pertama adalah “peningkatan kualitas data statistik”, diukur dengan indikator Persentase konsumen yang merasa puas dengan kualitas data statistik.
Tujuan pertama dicapai dengan sasaran strategis, yaitu: (1) Meningkatnya kepercayaan pengguna terhadap kualitas data BPS. Capaian kinerja dari indikator yang mengukur tujuan dan sasaran strategis tersebut dapat dilihat pada tabel di bawah.
Tabel 5. Capaian Kinerja Tujuan: Peningkatan Kualitas Data Statistik
Tujuan/Sasaran Strategis/Indikator Satuan Target Realisasi Capaian Kinerja (%)
(1) (2) (3) (4) (5)
T1. Peningkatan kualitas data statistik 1.a. Persentase konsumen yang merasa
puas dengan kualitas data statistik Persen 95,00 95,96 101,01 SS1. Meningkatnya kepercayaan pengguna terhadap kualitas data BPS
1.1.a. Persentase konsumen yang merasa puas dengan kualitas data statistik
Persen 95,00 95,96 101,01 1.1.b. Persentase konsumen yang selalu
menjadikan data dan informasi statistik BPS sebagai rujukan utama
Persen 80,00 80,00 100,00
1.1.c. Persentase pemutakhiran data MFD Persen 100,00 100,00 100,00
Tujuan/Sasaran Strategis/Indikator Satuan Target Realisasi Capaian Kinerja (%)
(1) (2) (3) (4) (5)
dan MBS
1.1.d. Jumlah Release Data yang Tepat
waktu Aktivit
as - - -
1.1.e. Jumlah publikasi/laporan Statistik
yang terbit tepat waktu Publikasi 64 64 100,00
Jumlah publikasi/laporan Sensus yang
terbit tepat waktu Publikasi 1 1 100,00
1.1.f Persentase pemasukan dokumen (response rate) survei dengan pendekatan rumah tangga
Persen 100,00 93,65 93,86
1.1.g. Persentase pemasukan dokumen (response rate) survei dengan pendekatan usaha
Persen 100,00 100,00 100,00
1.1.h. Persentase pemasukan dokumen (response rate) survei dengan pendekatan non rumah tangga non usaha
Persen 100,00 100,00 100,00
Rata-rata Capaian Indikator Sasaran 99,36 Berdasarkan tabel di atas, tujuan pertama telah tercapai dengan tingkat capaian sebesar 101,01 persen dengan rata-rata capaian indikator sasaran strategis tujuan pertama sebesar 99,36 persen. Indikator “Persentase konsumen yang merasa puas dengan kualitas data statistik” memiliki nilai capaian paling tinggi diantara indikator lainnya. Berhasil tercapainya tujuan pertama ini salah satunya dari Hasil Survei Kebutuhan Data (SKD), Konsumen merasa data yang dikumpulkan BPS Kabupaten Muna lebih akurat dan presisi jika dibading dengan data dari instansi lainnya.
Kemudian jika dilihat per indikator maka terdapat satu indikator yakni
“persentase pemasukan dokumen (response rate) survei dengan pendekatan rumah tangga” yang hanya mencapai 93,86 persen. Hasil ini diperoleh dari pemasukan berbagai survei yang dilaksanakan oleh Seksi Statistik Sosial, Seksi Statistik Produksi, Seksi Statistik Distribusi, Seksi Nerwilis dan Seksi IPDS. Tidak tercapainya target pada indikator ini dikarenakan untuk responden rumah tangga beberapa rumah tangga pindah keluar wilayah Kabupaten Muna maupun Muna Barat sehingga non respon.
Capaian Kinerja Tujuan Kedua
Tujuan kedua adalah “peningkatan pelayanan prima hasil kegiatan statistik”, diukur dengan indikator “Persentase kepuasan konsumen terhadap pelayanan data BPS”. Tujuan kedua dicapai dengan satu sasaran strategis, yaitu Meningkatnya kualitas hubungan dengan pengguna data (User Engagement). Capaian kinerja dari indikator yang mengukur tujuan dan sasaran strategis tersebut dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Tabel 6. Capaian Kinerja Tujuan: Peningkatan Pelayanan Prima Hasil Kegiatan Statistik
Tujuan /Sasaran Strategis/Indikator Satuan Target Realisasi
Capaian Kinerja (%)
(1) (2) (3) (4) (5)
T2. Peningkatan pelayanan prima hasil kegiatan statistik Persentase kepuasan konsumen
terhadap pelayanan data BPS Persen 95,00 92,18 97,03 SS2. Meningkatnya kualitas hubungan dengan pengguna data (User Engagement) 2.1.a. Persentase kepuasan
konsumen terhadap pelayanan data BPS
Persen 95,00 92,18 97,03
2.1.b. Jumlah pengunjung eksternal yang mengakses data dan informasi statistik melalui website
Pengunjung 6.000 7.242 120,70
2.1.c. Persentase konsumen yang menggunakan data BPS dalam perencanaan dan evaluasi pembangunan nasional
Persen
80,00 51,15 64,39
2.1.d. Persentase Konsumen yang puas terhadap akses data BPS
Persen 95,00 96,00 101,05 Rata-rata Capaian Indikator Sasaran 95,79 Berdasarkan tabel di atas, tujuan kedua juga tercapai dengan tingkat capaian sebesar 97,03 persen. Rata-rata capaian indikator sasaran strategis tujuan kedua sebesar 95,79 persen. Hal tersebut menunjukkan bahwa secara keseluruhan sasaran strategis tujuan kedua juga tercapai cukup baik yakni di atas 90 persen. Ada 1 (satu) indikator sasaran strategis tujuan kedua yang tingkat capaiannya paling besar, yaitu indikator “Jumlah pengunjung eksternal yang mengakses data dan informasi statistik melalui website”, capaian kinerjanya sebesar 120,70 pesen. Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat terhadap data statistik semakin meningkat dan kebutuhan pengguna data terhadap data BPS juga semakin tinggi. Oleh karena itu, di tahun 2018 BPS Kabupaten Muna perlu meningkatkan target kinerja untuk indikator tersebut.
Adapun indikator dengan tingkat capaian di bawah 90 persen yaitu “Persentase konsumen yang menggunakan data BPS dalam perencanaan dan evaluasi pembangunan nasional” hanya sebesar 64,39 persen. Hal ini menjadi tantangan bagi BPS Kabupaten Muna untuk lebih berupaya agar data BPS Kabupaten Muna menjadi rujukan utama bagi pemerintah daerah khususnya konsumen data sebagai dasar pengambilan kebijakan guna merencanakan pembangunan di daerah maupun sebagai evaluasi berbagai kebijakan publik yang telah dijalankan di Kabupaten Muna.
Belum tercapainya tujuan kedua ini (realisasi indikator utama 97,03 persen) dikarenakan salah satunya dari hasil SKD, pengetahuan konsumen tentang data yang dikumpulkan oleh BPS masih kurang sehingga konsumen menilai data BPS tidak lengkap, padahal data tersebut tidak tersedia di BPS. Konsumen kemudian menilai BPS Kabupaten Muna belum prima dalam hal melayani konsumen utamanya terkait data yang dibutuhkan. Hal ini yang menjadi kendala untuk mencapai tujuan kedua karena
ada kesalahan pemahaman oleh konsumen yang juga merupakan responden dari SKD dan menjadi perhatian bagi BPS Kabupaten Muna kedepannya.
Capaian Kinerja Tujuan Ketiga
Tujuan ketiga adalah “Penguatan Sistem Statistik Nasional Melalui Koordinasi dan Pembinaan yang Efektif di Bidang Statistik” merupakan tujuan baru hasil reviu Indikator Kinerja Utama, diukur dengan indikator “jumlah metadata kegiatan statistik sektoral dan khusus yang dihimpun”. Tujuan ketiga dicapai dengan satu sasaran strategis, yaitu: Meningkatnya koordinasi dan kerjasama dalam penyelenggaraan Sistem Statistik Nasional. Capaian kinerja dari indikator yang mengukur tujuan dan sasaran strategis tersebut dapat dilihat pada tabel di bawah.
Tabel 7. Capaian Kinerja Tujuan: Penguatan Sistem Statistik Nasional Melalui Koordinasi Dan Pembinaan Yang Efektif Di Bidang Statistik
Tujuan /Sasaran Strategis/Indikator Satuan Target Realisasi
Capaian Kinerja (%)
(1) (2) (3) (4) (5)
T3. penguatan Sistem Statistik Nasional melalui koordinasi dan pembinaan yang efektif di bisang statistik
Jumlah metadata kegiatan statistik
sektoral dan khusus yang dihimpun Metadata 6 6 100,00 SS4. Meningkatnya koordinasi dan kerjasama dalam penyelenggaraan SSN
Jumlah metadata kegiatan statistik
sektoral dan khusus yang dihimpun Metadata 6 6 100,00 Rata-rata Capaian Indikator Sasaran 100,00 Berdasarkan tabel di atas, realisai indikator kinerja tujuan ketiga yaitu “Jumlah metadata kegiatan statistik sektoral dan khusus yang dihimpun “ adalah sebesar 100,00 persen. Tercapaianya nilai capaian indikator ini dikarenakan indikator ini salah satunya karena BPS Kabupaten Muna melakukan koordinasi yang baik dengan instansi terkait yang melakukan pengumpulan data sektoral diinstansinya.
Meskipun capaian realisasi sudah sesuai target pada tujuan ketiga, namun beberapa masalah/kendala yang dihadapi BPS Kabupaten Muna diantaranya:
1. Instansi yang menyelenggarakan kegiatan statistik sektoral dan khusus mengalami kesulitan dalam mengisikan kuesioner yang diberikan.
2. Penanggung jawab kegiatan pengumpulan data di instansi terkait tidak menginventarisir metode maupun kegiatan pengumpulan secara baik.
3. Proses pengambilan kuesioner oleh instansi yang relatif lama sehingga waktu untuk memeriksa dokumen menjadi lebih sedikit.
4. Instansi yang melakukan pengumpulan data sektoral di instansi bersangkutan tidak dilakukan secara rutin tiap tahun. Hal ini menjadi potensi kemungkinan tahun 2018 jumlah instansi target pengumpulan Metadata berkurang. Hal ini menjadi pertimbangan untuk tahun 2018, BPS Kabupaten Muna tidak bisa menetapkan target yang tinggi untuk pengumpulan Metadata instansi terkait.
Kedepannya, BPS Kabupaten Muna bertekad agar petugas pengumpul metadata kegiatan sektoral dan khusus mampu membantu pengisian kuesioner dan lebih mengintensifkan koordinasi yang cepat dengan instansi terkait agar pengumpulan metada bisa lebih baik lagi.
Capaian Kinerja Tujuan Keempat
Tujuan keempat adalah “peningkatan birokrasi yang akuntabel”, diukur dengan indikator “hasil penilaian SAKIP oleh inspektorat”. Tujuan keempat dicapai dengan dua sasaran strategis, yaitu: (1) Meningkatnya birokrasi yang akuntabel, dan (2) Meningkatnya kualitas sarana dan Prasarana BPS. Capaian kinerja dari indikator yang mengukur tujuan dan sasaran strategis tersebut dapat dilihat pada tabel di bawah.
Tabel 8. Capaian Kinerja Tujuan: Peningkatan Birokrasi yang Akuntabel
Tujuan /Sasaran Strategis/Indikator Satuan Target Realisasi Capaian Kinerja (%)
(1) (2) (3) (4) (5)
T4. Peningkatan birokrasi yang akuntabel
Hasil penilaian SAKIP oleh Inspektorat Point 65 63,35 97,46 SS5. Birokrasi yang akuntabel
Hasil penilaian SAKIP oleh inspektorat Point 65 63,35 97,46 Jumlah Satker BPS Kabupaten/Kota yang
Berpredikat WBK/WBBM Satker - - -
SS6. Meningkatnya Kualitas sarana dan Prasarana BPS Persentase pengguna layanan yang merasa
puas terhadap pemenuhan sarana dan prasarana BPS
Persen 90 88 97,78
Persentase pengadaan sarana dan prasarana
aparatur yang diselesaikan Persen 100 100 100,00
Rata-rata Capaian Indikator Sasaran 98,41
Berdasarkan tabel di atas, rata-rata capaian indikator sasaran strategis tujuan keempat sebesar 98,41. Untuk realisasi indikator kinerja utama pada tujuan ini yaitu
“Hasil penilaian SAKIP oleh Inspektorat” mencapai 97,46 persen. Capaian ini merupakan sebuah prestasi sekaligus tantangan untuk meningkatkan motivasi bagi BPS Kabupaten Muna guna peningkatan akuntabilitas kinerja di tahun mendatang.
Sedangkan untuk dua indikator lainnya juga sudah baik dengan nilai capaian masing- masing di atas 90 persen.
3.2 Capaian Kinerja BPS Kabupaten Muna Tahun 2017 Terhadap Realisasi Kinerja Tahun 2016
Perkembangan capaian kinerja BPS Kabupaten Muna tahun 2017 jika dibandingkan dengan capaian kinerja tahun 2016 dapat dilihat pada Tabel 9. Secara umum capaian kinerja indikator tujuan dari tahun 2016 ke tahun 2017 mengalami kenaikan. Capaian kinerja tujuan pertama mengalami penurunan persentase capaian di tahun 2017 akan tetapi masih di atas 100 persen. Artinya baik tahun 2016 maupun tahun 2017 target indikator tujuan pertama telah dicapai.
Tabel 9. Perkembangan Capaian Kinerja Tujuan 2016-2017 Indikator Kinerja
Tujuan
2016 2017
Target Realisasi Capaian
Kinerja Target Realisas
i Capaian
Kinerja
Tujuan 1:
Persentase konsumen yang merasa puas dengan kualitas data statistik
95,00 % 96,35 % 101,42 % 95,00 % 95,96 % 101,01 %
Tujuan 2:
Persentase kepuasan konsumen terhadap pelayanan data BPS
90,00 % 96,72 % 107,47 % 95,00 % 92,18 % 97,03 % Tujuan 3:
Jumlah metadata kegiatan statistik sektoral dan khusus yang dihimpun
na na na 6 6 100%
Tujuan 4:
Hasil Penilaian SAKIP
Oleh Inspektorat 63,00 60,75 96,43 % 65,00 63,35 97,46%
Sedangkan untuk capaian tujuan kedua yang diukur dengan indikator kinerja utama “Persentase kepuasan konsumen terhadap pelayanan data BPS” mengalami penurunan Capaian dikarenakan BPS Kabupaten Muna menaikkan target untuk indikator tersebut yang sebelumnya hanya 90 persen menjadi 95 persen. Pada Tahun 2017, terdapat reviu Indikator Kinerja Utama , dimana terdapat penambahan satu tujuan yakni tujuan ketiga yang diukur dengan inikator “Jumlah metadata kegiatan statistik sektoral dan khusus yang dihimpun” dengan capaian sebesar 100 persen di Tahun 2017.
Untuk capaian tujuan keempat yang diukur dari Hasil penilaian SAKIP Oleh inspektorat di Tahun 2017 jika dibandingkan dengan capaian di Tahun 2016 mengalami kenaikan capaian kinerja dari 96,43 persen saja di tahun 2016 menjadi 97,46 persen di tahun 2017. Padahal dari segi target, di Tahun 2016 target BPS Kabupaten Muna hanya 63 poin, sedangkan di Tahun 2017 ditingkatkan menjadi 65 poin. Hal ini menunjukan adanya peningkatan kualitas penerapan Sistem akuntabilitas kinerja yang signifikan dari BPS Kabupaten Muna di Tahun 2017.
3.3 Capaian Kinerja BPS Kabupaten Muna Tahun 2017 Terhadap Target Renstra 2017 dan 2019
Capaian kinerja BPS Kabupaten Muna terhadap target Renstra 2019 dihitung berdasarkan realisasi 2017 terhadap target 2017 dan target Renstra 2019. Capaian kinerja BPS terhadap target Renstra 2015-2019 dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 10. Capaian Kinerja 2017 terhadap Target Renstra 2019
Tujuan/Sasaran Strategis/Indikator Satuan Target Realisasi 2017
Capaian Kinerja terhadap target (%)
2017 2019 2017 2019
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
T1. Peningkatan kualitas data statistik Persentase konsumen yang merasa puas
dengan kualitas data statistik Persen 95,00 95,00 95,96 101,01 101,01 SS1. Meningkatnya kepercayaan pengguna
terhadap kualitas data BPS
Persentase konsumen yang merasa puas
dengan kualitas data statistik Persen 95,00 95,00 95,96 101,01 101,01 Persentase konsumen yang selalu
menjadikan data dan informasi statistik BPS
sebagai rujukan utama Persen 80,00 80,00 80,00 100,00 100,00
Persentase pemutakhiran data MFD dan
MBS Persen 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00
Jumlah publikasi/laporan Statistik yang
terbit tepat waktu Aktivitas - - - - -
Jumlah publikasi/laporan Statistik yang
terbit tepat waktu Publikasi 64 85 64 100,00 75,29
Jumlah publikasi/laporan Sensus yang terbit
tepat waktu Publikasi 1 - 1 100,00 100,00
Persentase pemasukan dokumen (response rate) survei dengan pendekatan rumah
tangga Persen 100,00 100,00 93,65 93,86 93,86
Persentase pemasukan dokumen (response
rate) survei dengan pendekatan usaha Persen 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 Persentase pemasukan dokumen (response
rate) survei dengan pendekatan non rumah
tangga non usaha Persen 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00
T2. Peningkatan pelayanan prima hasil kegiatan statistik Persentase kepuasan konsumen terhadap
pelayanan data BPS Persen 95,00 90,00 92,18 97,03 102,42
SS2. Meningkatnya kualitas hubungan dengan pengguna data (User Engagement) Persentase kepuasan konsumen terhadap
pelayanan data BPS Persen 95,00 90,00 92,18 97,03 102,42
Jumlah pengunjung eksternal yang mengakses data dan informasi statistik
melalui website Pengunjung 6.000 6.000 7.242 120,70 120,70
Persentase Konsumen yang menggunakan data BPS dalam perencanaan dan evaluasi
pembangunan nasional Persen 80,00 80,00 51,51 64,39 64,39
Persentase Konsumen yang puas terhadap
akses data BPS Persen 95,00 95,00 96,00 101,05 101,05
T3. Penguatan Sistem Statistik Nasional melalui koordinasi dan pembinaan yang efektif di bidang statistik Jumlah metadata kegiatan statistik sektoral
dan khusus yang dihimpun Metadata 6 - 6 100,00 -
SS3. Meningkatnya koordinasi dan kerjasama dalam penyelenggaraan SSN Jumlah metadata kegiatan statistik sektoral
dan khusus yang dihimpun Metadata 6 - 6 100,00 -
T4. Peningkatan Birokrasi yang akuntabel
Hasil penilaian SAKIP oleh Inspektorat Point 65,00 68,00 63,35 97,46 93,16
Tujuan/Sasaran Strategis/Indikator Satuan Target Realisasi 2017
Capaian Kinerja terhadap target (%)
2017 2019 2017 2019
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
SS4. Meningkatnya pengawasan dan akuntabilitas kinerja aparatur BPS
Hasil penilaian SAKIP oleh Inspektorat Point 65,00 68,00 63,35 97,46 93,16 Jumlah Satker BPS Kabupaten/Kota yang
Berpredikat WBK/WBBM Satker - - - - -
SS5. Meningkatnya Kualitas sarana dan Prasarana BPS
Persentase pengguna layanan yang merasa puas terhadap pemenuhan sarana dan
prasarana BPS Persen 90,00 90,00 88,00 97,78 97,78
Presentase pengadaan sarana dan prasarana
aparatur yang diselesaikan Persen 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00
Rata-rata Capaian Indikator Tujuan 98,88
Rata-rata Capaian Indikator Sasaran 98,33
Penjabaran capaian kinerja BPS Kabupaten Muna tahun 2017 tehadap target RENSTRA Tahun 2017 dan 2019 sebagai berikut :
1. Tujuan 1: Peningkatan kualitas data statistik
Berdasarkan tabel 10, realisasi dari indikator tujuan 1 mencapai 95,96 persen, melampaui target tahun 2017 dan 2019 yang sebesar 95 persen. Target kinerja pada tahun 2019 juga telah dilampaui.
SS1. : Meningkatnya kepercayaan pengguna terhadap kualitas data BPS Tercatat satu indikator pada SS1.1. melampaui target tahun 2017 dan 2019 yaitu indikator pertama. Selain itu, terdapat tiga indikator yang target dan realisasinya mencapai 100 persen. Hal ini bisa menjadi rujukan bagi BPS Kabupaten Muna guna meningkatkan target pada masing-masing indikator sasaran. Utamanya kaitannya dengan target persentase konsumen yang puas terhadap data yang dihasilkan BPS Kabupaten Muna yang belum 100 persen.
Keinginan BPS Kabupaten Muna kaitannya dengan tingkat respon dari responden dalam tiap survei adalah 100 persen, hanya saja pada pelaksanaanya hal tersebut amat sulit dicapai. Pada tabel 8, dapat dilihat bahwa terdapat dua indikator yang raelisasinya di bawah 100 persen tetapi masih di atas 90 persen. Sasaran strategis ini bisa dilihat dari laporan pencacahan dari masing-masing seksi di BPS Kabupaten Muna.
Dari laporan tersebut dapat dihitung response rate kegiatan. Adapun masalah/kendala yang dihadapi BPS Kabupaten Muna secara umum sebagai berikut.