BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Suatu organisasi dibentuk untuk mencapai sebuah tujuan. Banyak faktor- faktor yang perlu dimiliki oleh sebuah organisasi, mulai dari sumber daya manusia, material, alat-alat serta tempat guna dalam menunjang kegiatan organisasi. Dalam hal ini manusia sangatlah berpengaruh, karena manusia memiliki kemampuan dalam menjalankan tugasnya.Pada hal ini karyawan merupakan sumber daya manusia, perusahaan harus menggetahui bahwa budaya dan sistem yang baik akan mampu menghasilkan tingkat efisiensi kerja karyawan yang baik pula. Begitu pula di PT Nidec Sankyo Precision Indonesia yang berada dikawasan Delta Silicon 1, Sukaresmi Cikarang selatan. Perusaan ini termasuk perusahaan manufacturing yang bergerak dibidang injection plastic. Perusaan yang masih berkembang ini memiliki tingkat efisiensi kerja yang cukup baik. Terbukti bahwa perusahaan yang memiliki 42 cabang di berbagai negara ini menduduiki peringkat 3 terbaik. Namun setelah melakukan pengamatan lebih dalam, saya melihat bahwa Budaya 5R dan Sistem Just in Time yang kurang efisiens dan saya memahami perusahaan ini banyak melakukan perbaikan disetiap line-line didalam perusahaan. Dengan demikian upaya dalam membuat efisiensi kerja karyawan harus memperhatikan penerapan budaya 5R dan system Just in Time.
Hal ini menjadi dasar penulis ingin meneliti apakah Budaya 5R dan sistem just in time merupakan salah satu variabel penting dalam PT Nidec Sankyo Precision Indonesia sehingga mampu bertahan dan bersaing dengan cabang dan competitor lainnya di dunia industri. Dalam penelitian ini penulis mengambil subyek pada PT Nidec Sankyo Precision Indonesia yang mana terdapat beberapa hal penting yang harus dikembangkan lagi, khususnya Budaya 5R dan Sistem Just in Time. Dengan memperhatikan hal diatas maka penulis tertarik
1
untuk melakukan penelitian dengan Judul “Pengaruh Budaya 5R dan Sistem Just in Time terhadap efisiensi kerja karyawan (Studi kasus PT Nidec Sankyo Precision Indonesia)”
Kegiatan proses produksi sangat dipengaruhi oleh budaya kerja. Budaya kerja adalah suatu sifat kebiasaan dalam suatu kelompok yang tercermin dalam sikap menjadi perilaku tindakan yang terwujud sebagai kerja. Salah satu budaya kerja yang diterapkan untuk memperbaiki kualitas lingkungan kerja adalah budaya kerja 5R (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, dan Shitsuke). Budaya kerja 5R tidak hanya baik digunakan untuk melakukan perbaikan di lingkungan kerja, akan tetapi juga dapat memperbaiki cara berpikir karyawan terhadap pekerjaannya Dalam mewujudkan kesadaran akan pentingnya keadaan lingkungan kerja, kesehatan dan keselamatan kerja. Perusahaan menerapkan MESH (Management, Enviroment, Safety dan Healty System).
Pengimplementasikan sistem ini yaitu dengan cara melakukan Housekeeping Management bersumber dari jepang. Sistem ini yang disebut 5R, yang terdiri dari : Ringkas, Rapi, Resik, Rawat dan Rajin. Khususnya pada departmen Produksi. Sistem Housekeeping Manajement ini diterapkan karena seringnya terjadi kasus ketidak teraturan dalam menempatkan alat-alat kerja dan pada saat mencari alat yang akan ingin digunakan. Melalui penerapan 5R ini diharapkan setiap pemborosan-pemborosan yang terjadi di tempat kerja dapat diminimalkan sehingga terjadi efisiensi kerja di area kerja. (Osada, 211).
Budaya 5R diterapkan oleh perusahaan Toyota Motor Corporation. Dalam penerapannya bahwa karyawan harus memberikan segalanya agar dapat melihat masalah. Karyawan harus mengeluh bila tidak bisa melihat dan mengatakan apakah ada masalah atau tidak. Budaya yang baik sangat besar pengaruhnya terhadap perkembangan perusahaan dimasa yang akan datang. Agar tercapainya lingkunagn kerja yang aman dan nyaman dalam bekerja. (Liker, 2016, P.180)
Sistem JIT (Just In time) merupakan suatu sistem pendekatan yang digunakan dalam memperbaiki pengelolaan usaha. Sistem dirancang untuk mengontrol pada penekanan biaya dan mencapai waktu penyerahan dimana perusahaan hanya akan memproduksi barang yang sesui dengan permitaan
konsumen, sehingga dapat meminimalisir penggunaan penyimpanan barang di gudang. Proses produksi yang komplek dan juga pembiayaan yang kurang efisien dapat mengakibatkan pemborosan dalam penggunaan sumber daya.
Tujuan utama dalam penerapan sistem Just in Time ini adalah memaksimalkan laba. Pada era teknologi yang canggih ini, proses produksi harus dilakukan sesederhana mungkin aga perusahaan tetep dapat menghasilkan produk dalam waktu seefisien mungkin. (Wening Galih, 2009).
Karakteristik utama dari perusahaan yang telah menerapkan system Just In Time, diantaranya adalah :
1. Kualitas yang tinggi. Perusahaan yang telah menerapkan system JIT berupaya mencapai tingkat kualitas dimana mereka dapat beroperasi dengan persediaan yang rendah dan skedul yang ketat. Sistem JIT berupaya menghapus sumber-sumber yang tidak efisien dan gangguan serta melibatkan karyawan dalam operasi untuk terus melakukan perbaikan.
Dengan kata lain, perusahaan berpegang pada konsep “lebih baik menghasilakan barang yang berkualitas tinggi dengan biaya produksi sedikit lebih mahal, daripada menghasilkan barang dengan biaya produksi murah tapi kualitasnya rendah.
2. Tingkat persediaan rendah. Dalam system JIT, persediaan dianggap suatu pemborosan karena dengan adanya persediaan diperlukan biaya penyimpanan dan biaya tambahan lainnya. Persediaan digudang tidak banyak, yang ada hanya secukupnya untuk melanjutkan proses produksi kepada unit kerja berikutnya dan kalau habis baru dikirim lagi, sehingga ada arus kerja yang berkesinambungan.
3. Jalur produksi yang fleksibel. Sistem produksi menggunakan sellular manufacturing technique yaitu pengaturan layout dan peralatan proses produksi yang fleksibel sehingga barang yang diproduksi tidak terlalu sering mengalami perpindahan tempat dan juga tidak perlu masuk ketempat penyimpanan, karena perpindahan produk terlalu sering dianggap sebagai non value added activity.
4. Perubahan struktur organisasi yang mengarah keproduk. Konsep JIT
menghendaki setiap bagian dalam proses produksi mempunyai service departement masing-masing sehingga apabila ada penyimpangan dapat ditelusuri sedini mungkin.
5. Penggunaan teknologi informasi secara efektif. Merupakan salah satu syarat utama dalam penerapan sistem JIT. Sistem JIT merupakan konsep tepat waktu maka tidak ada keterlambatan dari jadwal induk sekecil apapun (non schedule interruption) yang dapat ditolerir, disebabkan penyimpangan sekecil apapun dari jadwal rutin akan menyebabkan kemacetan proses produksi. (Masyah ( 2004, h.104))
Pembatasan masalah dilakukan agar pembahasan dalam penelitian ini hanya berfokus pada masalah-masalah yang diteliti agar penelitian lebih subjektif dan tidak menyimpang dari variable maupun indikator.
Berdasarkan identifikasi masalah di atas, maka pokok permasalahan dalam permasalahan ini dibatasi hanya pada Budaya 5R, sistem just in time dan efisiensi kerja karyawan pada PT Nidec Sankyo Precision Indonesia.
1.2 Rumusan Masalah
Penelitian ini, penulis merumuskan masalah secara jelas untuk mendapatkan hasil yang baik, berdasarkan latar belakang masalah yang diuraikan diatas, maka penulis merumuskan masalah sebagai berikut:
1. Apakah budaya 5R berpengaruh terhadap efisiensi kerja karyawan PT Nidec Sankyo Precision Indonesia?
2. Apakah sistem just in time berpengaruh terhadap efisiensi kerja karyawan PT Nidec Sankyo Precision Indonesia?
3. Apakah budaya 5R dan system just in time berpengaruh terhadap efisiensi kerja karyawan PT Nidec Sankyo Precision Indonesia?
1.3 Tujuan Penelitian
Setiap penulisan yang dilakukan tentu mempunyai sasaran yang hendak dicapai atau apa yang menjadi tujuan penulis tentunya jelas diketahui sebelumnya. Suatu riset khusus dalam ilmu pengetahuan empiris pada umumnya bertujuan untuk menemukan, mengembangkan dan menguji kebenaran suatu ilmu pengetahuan itu sendiri. Adapun yang menjadi tujuan dari penulisan ini adalah:
1. Untuk mengetahui dan menganalisis besarnya pengaruh Variabel budaya 5R terhadap efisiensi kerja karyawan pada PT Nidec Sankyo Precision Indonesia.
2. Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh Variabel Sistem just in time berpengaruh secara simultan terhadap efisiensi kerja karyawan pada PT Nidec Sankyo Precision Indonesia.
1.4 Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi semua pihak yang membacanya maupun yang terkait secara langsung didalamnya. Adapun manfaat penelitian ini adalah:
1. Teori :
Pihak lain atau umum untuk menambah pengetahuan tentang perusahaan manufacturing serta menambah pengetahuan tentang pengaruh sistem just in time, dan budaya 5R sebagai faktor-fakor yang mempengaruhi meningkatnya efisiensi kerja karyawan di PT Nidec Sankyo Precision Indonesia.
2. Praktis :
1. Pihak peneliti atau khusus untuk mengembangkan ilmu pengetahuan yang dimiliki, khususnya ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan sistem manajemen produksi dan operasional pada PT Nidec Sankyo Precision Indonesia.
2. Penelitian ini juga berguna bagi para perusahaan-perusahaan lain sebagai masukan dalam meningkatkan efisiensi kerja karyawan.
3. Sebagai pengetahuan bagi rekan-rekan mahasiswa serta masyarakat umum mengenai budaya 5R, system just in time dan efisiensi kerja karyawan.
1.5 Sistematika Penulisan
Dalam penyusunan sistematika skripsi ini terdiri dari 3 bagian yaitu :
1. Bagian awal meliputi : Halaman Sampul, Halaman Judul, Halaman Pengesahan Karya Ilmiah, Halaman persembahan dan motto, Halaman
Pernyataan Keaslian Karya Tulis, Kata Pengantar, Daftar Isi, Daftar Tabel, Daftar Gambar, Daftar Lampiran, Abstrac.
2. Bagian Inti meliputi : Pendahuluan, Landasan Teori, Metode Penelitian, Hasil Penelitian dan Pembahasan, Penutup.