• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENERAPAN MODULE TRAINER ROBOT WIRELESS UNTUK MENINGKATKAN ANALISIS SISWA PADA MATA PELAJARAN AMPLITUDE SIFT KEYING.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENERAPAN MODULE TRAINER ROBOT WIRELESS UNTUK MENINGKATKAN ANALISIS SISWA PADA MATA PELAJARAN AMPLITUDE SIFT KEYING."

Copied!
47
0
0

Teks penuh

(1)

Choirul Irfan Hidayat,2013

PENERAPAN MODULE TRAINER ROBOT WIRELESS UNTUK MENINGKATKAN ANALISIS SISWA PADA MATA PELAJARAN AMPLITUDE SIFT KEYING

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

PENERAPAN MODULE TRAINER ROBOT WIRELESS

UNTUK MENINGKATKAN ANALISIS SISWA PADA MATA

PELAJARAN AMPLITUDE SIFT KEYING

SKRIPSI

Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan di Jurusan Pendidikan Teknik Elektro

Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Universitas Pendidikan Indonesia

Oleh :

CHOIRUL IRFAN HIDAYAT E.0451.0707283

JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO

FAKULTAS PENDIDIKAN TEKNOLOGI DAN KEJURUAN UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

(2)

Choirul Irfan Hidayat,2013

PENERAPAN MODULE TRAINER ROBOT WIRELESS UNTUK MENINGKATKAN ANALISIS SISWA PADA MATA PELAJARAN AMPLITUDE SIFT KEYING

PERNYATAAN

Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi dengan judul ”Penerapan Module Trainer Robot

Wireless Untuk Meningkatkan Analisis Siswa Pada Mata Pelajaran Amplitude Sift Keying

ini sepenuhnya karya saya sendiri. Tidak ada bagian di dalamnya yang merupakan plagiat dari karya orang lain dan saya tidak melakukan penjiplakan atau pengutipan dengan cara-cara yang tidak sesuai dengan etika keilmuan. Atas pernyataan ini saya siap menanggung resiko atau sanksi yang dijatuhkan kepada saya apabila kemudian ditemukan adanya pelanggaran terhadap etika keilmuan dalam karya saya ini.

Bandung, Januari 2013 Yang membuat penyataan

(3)

Choirul Irfan Hidayat,2013

PENERAPAN MODULE TRAINER ROBOT WIRELESS UNTUK MENINGKATKAN ANALISIS SISWA PADA MATA PELAJARAN AMPLITUDE SIFT KEYING

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

LEMBAR PENGESAHAN

CHOIRUL IRFAN H E. 0451. 0707283

PENERAPAN MODULE TRAINER ROBOT WIRELESS

UNTUK MENINGKATKAN ANALISIS SISWA PADA MATA

PELAJARAN AMPLITUDE SIFT KEYING

Disetujui dan disahkan oleh :

Pembimbing I Pembimbing II

Dra. Tuti Suartini, M.Pd. Erik Haritman, S.Pd.MT. NIP. 19760527 200112 1 002 NIP. 19631121 198603 2 002

Mengetahui,

Ketua Jurusan Pendidikan Teknik Elektro Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan

Universitas Pendidikan Indonesia

Prof. Dr. H. Bachtiar Hasan, M.Sie.

(4)

Choirul Irfan Hidayat,2013

PENERAPAN MODULE TRAINER ROBOT WIRELESS UNTUK MENINGKATKAN ANALISIS SISWA PADA MATA PELAJARAN AMPLITUDE SIFT KEYING

ABSTRAK

Penerapan Module Trainer Robot Wireless

Untuk Meningkatkan Analisis Siswa Pada Mata Pelajaran Amplitude Sift Keying

oleh: Choirul Irfan H E.0451. 0707283

Penelitian yang berjudul Penerapan Module Trainer Robot Wireless Untuk Meningkatkan Analisis Siswa Pada Mata Pelajaran Amplitude Sift Keying ini, bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan media module trainer robot wireless sebagai media pada mata pelajaran amplitude shift keying (ASK) di Jurusan Elektronika Pesawat Udara SMKN 12 Bandung. Metode penelitian yang digunakan merupakan metode penelitian dan pengembangan (Research and Development) yaitu metode penelitian yang digunakan untuk mengembangkan dan memvalidasi produk-produk yang akan digunakan sebagai media. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI Elektronika Pesawat Udara SMKN 12 Bandung. Instrumen data berupa angket dan tes prestasi belajar yang berbentuk pilihan ganda sebanyak 20 item yang diberikan kepada siswa di awal dan di akhir penelitian. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa media module trainer robot wireless memiliki kualifikasi baik dan layak digunakan sebagai media pembelajaran pada mata pelajaran amplitude shift keying. Hasil analisis data menunjukan bahwa dengan menggunakan media module trainer robot wireless dapat memberikan pengaruh yang positif terhadap peningkatan pemahaman analisis siswa mengenai amplitude shift keying berdasarkan peningkatan gain hasil pembelajaran siswa. Selain itu module trainer robot wireless dapat meningkatkan efektivitas dalam pembelajaran amplitude shift keying, ditinjau dari hasil pretest-posttest dengan rata-rata gain 0.43, dengan lebih dari 75% siswa memperoleh skor peningkatan gain dalam kategori sedang.

(5)

Choirul Irfan Hidayat,2013

PENERAPAN MODULE TRAINER ROBOT WIRELESS UNTUK MENINGKATKAN ANALISIS SISWA PADA MATA PELAJARAN AMPLITUDE SIFT KEYING

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu ABSTRACT

The Aplication of

Trained Robot Wireless Modules to Enhance Students Analysis of the Amplitude Shift Keying Subjects

by: Choirul Irfan H E.0451. 0707283

The research about The Aplication of Trained Robot Wireless Modules to Enhance Students Analysis of the Sift Keying Amplitude Subjects, as a purpose to determine the effectiveness from the aplication of trained robot wireless modules as media to amplitude shift keying (ASK) subjects in the department of Electronics Aircraft SMKN 12 Bandung. The method study as used of Research and Development that is research method as used to develop and validating products that is to be used in educational. The population in this study were students of class XI Aircraft Electronics SMKN 12 Bandung. Data collection tool in the form of questionnaires and achievement tests are as many as 20 multiple-choice items given to students at the beginning and at the end of the study. The result of showed that media trained robot wireless modules have a good qualification and reasonable to used as media learning of amplitude shift keying subjects. The results of the data analysis shows that the aplication of media trained robot wireless modules can be a positive influence on increasing students understanding of the amplitude shift keying subjects based on the gain student learning outcomes. And what is more about trained robot wireless modules can be increasing effectiveness of learning to amplitude shift keying subjects, viewed from the pretest-posttes with an average gain of 0.43, with more than 75% of students obtained a score increase the gain in the medium category.

(6)

Choirul Irfan Hidayat,2013

PENERAPAN MODULE TRAINER ROBOT WIRELESS UNTUK MENINGKATKAN ANALISIS SISWA PADA MATA PELAJARAN AMPLITUDE SIFT KEYING

DAFTAR ISI

ABSTRAK ... i

KATA PENGANTAR ... iii

DAFTAR ISI ... vi

DAFTAR TABEL ... x

DAFTAR GAMBAR ... xii

DAFTAR LAMPIRAN ... xiv

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1. 1. Latar Belakang ... 1

1. 2. Rumusan Masalah ... 2

1. 3. Batasan Masalah... 2

1. 4. Tujuan Penelitian ... 3

1. 5. Asumsi Dasar ... 3

1. 6. Manfaat Penelitian ... 3

1. 7. Hipotesis ... 4

1. 8. Lokasi dan Subjek Penelitian ... 5

1. 9. Sistematika Penulisan... 5

BAB II LANDASAN TEORI ... 7

2. 1. Media Pembelajaran ... 7

2.1.1. Pengertian Media ... 7

2.1.2. Landasan Teori Penggunaan Media Pembelajaran ... 8

(7)

Choirul Irfan Hidayat,2013

PENERAPAN MODULE TRAINER ROBOT WIRELESS UNTUK MENINGKATKAN ANALISIS SISWA PADA MATA PELAJARAN AMPLITUDE SIFT KEYING

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

2.1.4. Jenis-jenis Media Pembelajaran ... 11

2.1.5. Dasar Pertimbangan Pemilihan Media ... 13

2.1.6. Modul dan Trainer ... 15

2. 2. Pengembangan Media Pembelajaran... 17

2. 3. Trainer Robot Wireless ... 21

2.3.1. Pemancar (Transmitter) ... 21

2.3.2. Penerima (Receiver) ... 22

2.3.3. Driver Motor ... 24

2.3.4. Antenna ... 25

2.3.5. Pergerakkan Robot ... 26

2. 4. Modul Trainer Robot Wreless Sebagai Media Pembelajaran ... 26

2. 5. Efektivitas Pembelajaran ... 29

2. 6. Evaluasi Hasil Pembelajaran ... 30

2.6.1. Ranah Kognitif ... 30

2.6.2. Ranah Afektif ... 33

2.6.3. Ranah Psikomotor ... 34

BAB III METODOLOGI PENELITIAN ... 36

3. 1. Metode Penelitian... 36

3. 2. Prosedur Penelitian... 37

3. 3. Lokasi dan Obyek Penelitian ... 43

3. 4. Instrumen Penelitian... 44

3. 5. Analisis Intrumen Penelitian ... 44

(8)

Choirul Irfan Hidayat,2013

PENERAPAN MODULE TRAINER ROBOT WIRELESS UNTUK MENINGKATKAN ANALISIS SISWA PADA MATA PELAJARAN AMPLITUDE SIFT KEYING

3.5.2. Uji Reliabilitas ... 46

3.5.3. Uji Tingkat Kesukaran ... 47

3.5.4. Uji Daya Pembeda... 48

3. 6. Teknik Analisis Data ... 50

3.6.1. Aspek Media ... 50

3.6.2. Aspek Kognitif ... 51

3.6.3. Aspek Afektif ... 52

3.6.4. Aspek Psikomotor ... 53

3.6.5. Uji Normalitas Gain (N-Gain) ... 53

3.6.6. Uji Normalitas Data ... 54

3.6.4. Uji Hipotesis ... 56

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 57

4. 1. Uji Coba Instrumen ... 57

4.1.1. Uji Validasi Instrumen ... 57

4.1.2. Uji Reliabilitas Instrumen ... 58

4.1.3. Tingkat Kesukaran dan Daya Pembeda ... 59

4. 2. Studi Pendahuluan ... 60

4.2.1. Hasil Studi Kepustakaan ... 60

4.2.2. Gambaran Umum Mata Pelajaran ASK di SMKN 12 Bandung ... 61

4. 3. Pengembangan Media Trainer Robot Wireless... 61

4.3.1. Analisis Kebutuhan ... 61

4.3.2. Desain Produk ... 63

(9)

Choirul Irfan Hidayat,2013

PENERAPAN MODULE TRAINER ROBOT WIRELESS UNTUK MENINGKATKAN ANALISIS SISWA PADA MATA PELAJARAN AMPLITUDE SIFT KEYING

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

4.3.4. Uji Coba Terbatas ... 70

4.3.5. Revisi Produk ... 73

4.3.6. Implementasi Produk ... 75

4. 4. Hasil Belajar dengan Media Robot Wireless ... 76

4.4.1. Aspek Kognitif ... 76

4.4.2. Aspek Afektif ... 77

4.4.3. Aspek Psikomotor ... 79

4. 5. Analisis Data ... 80

4.5.1. Uji Normalitas ... 80

4.5.2. Uji Gain ... 81

4.5.3. Uji Hipotesis ... 82

4. 6. Produk Trainer Robot Wireless Sebagai Media Pembelajaran Kompetensi Amplitude Shift Keying ... 83

4.6.1. Prosedur Operasional Trainer ... 86

4.6.2. Kekurangan dan Kelebihan Trainer ... 87

4. 7. Pembahasan Hasil Penelitian ... 88

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 91

5. 1. Kesimpulan ... 91

5. 2. Saran ... 92

DAFTAR PUSTAKA ... 93

(10)

Choirul Irfan Hidayat,2013

PENERAPAN MODULE TRAINER ROBOT WIRELESS UNTUK MENINGKATKAN ANALISIS SISWA PADA MATA PELAJARAN AMPLITUDE SIFT KEYING

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar (SKKD) ... 20

Tabel 2.2 Pergerakan robot ... 26

Tabel 3.1 Desain penelitian model quasi eksperimen ... 40

Tabel 3.2. Skenario pembelajaran untuk kelas eksperimen ... 41

Tabel 3.3. Skenario pembelajaran untuk kelas kontrol ... 41

Tabel 3.4 Tingkat kesukaran dan kriteria ... 48

Tabel 3.5 Klasifikasi daya pembeda ... 49

Tabel 3.6 Konversi tingkat pencapaian dengan skala 4 ... 50

Tabel 3.7 Tingkat keberhasilan pencapaian ranah kognitif ... 51

Tabel 3.8 Tingkat keberhasilan pencapaian ranah afektif ... 53

Tabel 3.9 Tingkat keberhasilan pencapaian ranah psikomotor ... 53

Tabel 3.10 Katagori perolehan skor ... 54

Tabel 4.1 Hasil uji validasi instrumen... 57

Tabel 4.2 Hasil uji tingkat kesukaran ... 59

Tabel 4.3 Hasil uji daya pembeda ... 59

(11)

Choirul Irfan Hidayat,2013

PENERAPAN MODULE TRAINER ROBOT WIRELESS UNTUK MENINGKATKAN ANALISIS SISWA PADA MATA PELAJARAN AMPLITUDE SIFT KEYING

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Tabel 4.5 Hasil uji ahli isi media ... 65

Tabel 4.6 Konversi tingkat pencapaian skala 4 ... 67

Tabel 4.7 Hasil uji ahli rancangan hardware ... 67

Tabel 4.8 Hasil uji ahli media ... 69

Tabel 4.9 Hasil angket tanggapan siswa ... 70

Tabel 4.10 Hasil angket tanggapan guru ... 72

Tabel 4.11 Hasil prestest dan posttest ... 77

Tabel 4.12 Prestasi belajar siswa aspek afektif ... 78

Tabel 4.13 Prestasi belajar siswa aspek psikomotor ... 79

Tabel 4.14 Rekapitulasi uji normalitas ... 80

(12)

Choirul Irfan Hidayat,2013

PENERAPAN MODULE TRAINER ROBOT WIRELESS UNTUK MENINGKATKAN ANALISIS SISWA PADA MATA PELAJARAN AMPLITUDE SIFT KEYING

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Kerucut pengalaman Edgar Dale... 9

Gambar 2.2 Flow Chart model pengembangan media ... 18

Gambar 2.3 Blok diagram robot wireless dengan modulasi ASK ... 21

Gambar 2.4 Skematik rangkaian pemancar ... 22

Gambar 2.5 Pemancar TLP 315 ... 22

Gambar 2.6 Skematik rangkaian penerima ... 23

Gambar 2.7 Penerima RLP 315 ... 23

Gambar 2.8 Rangkaian Driver Motor L293D ... 24

Gambar 2.9 Rangkaian IC L293D ... 24

Gambar 2.10 Taksonomi Bloom ... 31

Gambar 2.11 Taksonomi Bloom ... 31

Gambar 3.1 Skematik tahap penelitian R & D ... 42

Gambar 3.2 Kurva baku normal uji normalitas ... 55

Gambar 4.1 Desain Trainer Robot Wireless ... 65

Gambar 4.2 (a) Produk awal (b) Produk revisi ... 75

(13)

Choirul Irfan Hidayat,2013

PENERAPAN MODULE TRAINER ROBOT WIRELESS UNTUK MENINGKATKAN ANALISIS SISWA PADA MATA PELAJARAN AMPLITUDE SIFT KEYING

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Gambar 4.4 Garfik prestasi belajar aspek afektif ... 79

Gambar 4.5 Grafik prestasi belajar aspek psikomotor ... 80

Gambar 4.6 Diagram garis data hasil uji gain ... 82

Gambar 4.7 Tampilan fisik trainer ... 84

Gambar 4.8 TLP 315 beserta konfigurasi pin ... 86

Gambar 4.9 RLP 315 Beserta konfigurasi pin ... 86

(14)

Choirul Irfan Hidayat,2013

PENERAPAN MODULE TRAINER ROBOT WIRELESS UNTUK MENINGKATKAN ANALISIS SISWA PADA MATA PELAJARAN AMPLITUDE SIFT KEYING

DAFTAR LAMPIRAN

LAMPIRAN A

A.1. Matrik relavansi media dengan SKKD

A.2. Silabus

A.3. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

LAMPIRAN B

B.1. Kisi-kisi expert judgment

B.2. Kisi-kisi angket tanggapan siswa dan guru

B.3. Kisi-kisi soal

B.4. Kriteria penilaian afektif dan psikomotor

B.5. Soal pretest dan posttest

LAMPIRAN C

C.1. Uji validitas dan uji reliabilitas

C.2. Uji tingkat kesukaran dan daya pembeda

C.3. Hasil gain pengujian produk

C.4. Uji normalitas pretes dan posttest

(15)

Choirul Irfan Hidayat,2013

PENERAPAN MODULE TRAINER ROBOT WIRELESS UNTUK MENINGKATKAN ANALISIS SISWA PADA MATA PELAJARAN AMPLITUDE SIFT KEYING

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu C.6. Penilaian aspek psikomotor

LAMPIRAN D

(16)

Choirul Irfan Hidayat,2013

PENERAPAN MODULE TRAINER ROBOT WIRELESS UNTUK MENINGKATKAN ANALISIS SISWA PADA MATA PELAJARAN AMPLITUDE SIFT KEYING

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Tercapainya tujuan pendidikan tidak terlepas dari adanya pengembangan dibidang pendidikan itu sendiri antara lain meliputi proses pembelajaran dan media pembelajarannya. Maka dari itu kualitas sumber daya manusia memegang peranan penting dalam mencapai tujuan pendidikan itu sendiri.

Berdasarkan hasil pengamatan dan pengalaman penulis ketika melakukan Program Pengalaman Lapangan (Juli – Desember 2011) pada Program Keahlian Elektronika Pesawat Udara di SMK Negeri 12 Bandung, terdapat mata pelajaran Amplitude Shift Keying (ASK). Mata pelajaran tersebut pada proses

pembelajarannya menggunakan metode ceramah dan penggunaan gambar saja. Hal tersebut menyebabkan kurangnya respon positif siswa terhadap mata pelajaran ASK, sehingga pemahaman siswa mengenai mata pelajaran ASK secara keseluruhan tidak dapat tercapai secara optimal.

(17)

2

Choirul Irfan Hidayat,2013

PENERAPAN MODULE TRAINER ROBOT WIRELESS UNTUK MENINGKATKAN ANALISIS SISWA PADA MATA PELAJARAN AMPLITUDE SIFT KEYING

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Berdasarkan uraian diatas dan berbagai faktor lainnya, penulis tertarik dan berminat untuk melakukan penelitian di SMK Negeri 12 pada Program Keahlian Elektronika Pesawat Udara dengan judul : “Penerapan Module Trainer Robot Wireless Untuk Meningkatkan Analisis Siswa Pada Mata Pelajaran Amplitude Sift

Keying”.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan pada latar belakang yang telah dikemukakan maka rumusan masalah yang diajukan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Apakah module trainer robot wireless layak digunakan sebagai media pembelajaran pada mata pelajaran ASK ?

2. Bagaimanakah pengaruh penerapan module trainer robot wireless terhadap pemahaman analisis siswa pada mata pelajaran ASK ?

3. Apakah penerapan module trainer robot wireless sebagai media pembelajaran dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran pada mata pelajaran amplitudo sift keying dalam aspek kognitif ?

1.3 Batasan Masalah

Adapun pembatasan masalah dalam penelitian ini , yaitu :

1. Untuk mengetahui kelayakan produk maka dilakukan uji ahli yang meliputi uji ahli media, uji ahli isi materi dan uji ahli rancangan hardware.

(18)

3

Choirul Irfan Hidayat,2013

PENERAPAN MODULE TRAINER ROBOT WIRELESS UNTUK MENINGKATKAN ANALISIS SISWA PADA MATA PELAJARAN AMPLITUDE SIFT KEYING

3. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui efektivitas penerapan module trainer robot wireless sebagai media pembelajaran pada mata pelajaran

ASK berdasarkan hasil perhitungan gain dari rata-rata skor pretest dan posttest.

1.4 Tujuan Penelitian

Sesuai dengan perumusan masalah di atas, tujuan yang ingin dicapai adalah sebagai berikut:

1. Mengetahui kelayakan module trainer robot wireless sebagai media pada mata pelajaran ASK.

2. Mengetahui pengaruh penggunaan module trainer robot wireless terhadap pemahaman analisis siswa pada mata pelajaran ASK.

3. Mengetahui efektivitas penerapan module trainer robot wireless sebagai media pembelajaran pada mata pelajaran ASK.

1.5 Asumsi Dasar

Asumsi dasar pada penelitian ini sebagai berikut.

1. Siswa telah mengetahui dan memahami dasar-dasar propagasi gelombang radio.

2. Siswa telah mengetahui dan memahami dasar-dasar teknik modulasi radio. 3. Siswa telah mengetahui dan memahami cara kerja dari sistem pemancar dan

penerima radio. 1.6 Manfaat Penelitian

(19)

4

Choirul Irfan Hidayat,2013

PENERAPAN MODULE TRAINER ROBOT WIRELESS UNTUK MENINGKATKAN ANALISIS SISWA PADA MATA PELAJARAN AMPLITUDE SIFT KEYING

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu 1. Bagi siswa

a. Dapat menambah wawasan dan pengalaman dalam menerapkan ilmu pengetahuan yang diperoleh di bangku sekolah pada ruang lingkup pendidikan.

b. Dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar agar siswa dapat mudah memahami dan memperdalam pemahaman mengenai sistem pemancar dan penerima modulasi amplitudo sift keying beserta aplikasinya.

2. Bagi Sekolah

a. Dapat dikembangkan sebagai media pembelajaran yang dapat menunjang kegiatan belajar yang beruhubungan dengan sistem komunikasi radio. b. Sebagai aplikasi nyata pengembangan teknologi wireless yang

menggunakan sistem pemancar dan penerima radio. 3. Bagi Peneliti

a. Menambah wawasan penulis dalam penyusunan karya ilmiah.

b. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan bahan untuk memperluas wacana dalam bidang pengembangan media pembelajaran. 1.7 Hipotesis

Adapun hipotesis dalam penelitian ini sebagai berikut.

1. H0 : Tidak terdapat peningkatan efektivitas pembelajaran pada penerapan

module trainer robot wireless dalam mata pelajaran ASK.

2. H1 : Terdapat peningkatan efektivitas pembelajaran pada penerapan module

(20)

5

Choirul Irfan Hidayat,2013

PENERAPAN MODULE TRAINER ROBOT WIRELESS UNTUK MENINGKATKAN ANALISIS SISWA PADA MATA PELAJARAN AMPLITUDE SIFT KEYING

1.8 Lokasi dan Sampel Penelitian

Subyek penelitian berada di Provinsi Jawa Barat di Kota Madya Bandung. Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri 12 Bandung, sebagai lokasi penelitian dan diuji coba secara terbatas.

Subyek utama dalam penelitian penerapan modul trainer robot sebagai media pembelajaran ini adalah siswa kelas XI Elektronika Pesawat Udara SMK Negeri 12 Bandung.

1.9 Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan dalam sebuah penelitian berperan sebagai pedoman penulis agar penulisannya lebih terarah dan sistematis dalam rangka menuju tujuan akhir yang hendak dicapai. Sistematika penulisan penelitian ini adalah sebagai berikut:

Bab I berupa pendahuluan meliputi latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan penelitian, pembatasan masalah, manfaat penelitian, hipotesis penelitian, metodologi penelitian, lokasi dan populasi penelitian, serta sistematika penulisan.

Bab II berupa landasan teori, mengemukakan tentang landasan teoritis yang mendukung dan relevan dengan permasalahan penelitian.

(21)

6

Choirul Irfan Hidayat,2013

PENERAPAN MODULE TRAINER ROBOT WIRELESS UNTUK MENINGKATKAN ANALISIS SISWA PADA MATA PELAJARAN AMPLITUDE SIFT KEYING

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Bab IV hasil dan pembahasan, mengemukakan pembahasan hasil yang diperoleh dalam penelitian.

(22)

Choirul Irfan Hidayat,2013

PENERAPAN MODULE TRAINER ROBOT WIRELESS UNTUK MENINGKATKAN ANALISIS SISWA PADA MATA PELAJARAN AMPLITUDE SIFT KEYING

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

3 .1. Metode Penelitian

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan penelitian dan pengembangan (research and development). R&D merupakan metode yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu dan untuk menguji keefektifan produk tersebut (Sugiyono, 2010: 297). Untuk dapat menghasilkan produk tertentu digunakan penelitian yang bersifat analisis kebutuhan dan untuk menguji keefektifan produk tersebut supaya dapat berfungsi di masyarakat luas, maka diperlukan penelitian untuk menguji keefektifan produk tersebut (Sugiyono, 2010: 297).

Pada umumnya penelitian dan pengembangan bersifat longitudinal (beberapa tahap). Untuk penelitian analisis kebutuhan sehingga mampu dihasilkan produk yang bersifat hipotetik sering digunakan penelitian dasar (basic research). Selanjutnya untuk menguji produk yang masih bersifat hipotetik digunakan eksperimen, atau action reseach. Setelah produk teruji, maka dapat diaplikasikan.

Menurut Sukmadinata (2005: 167), dalam pelaksanaan penelitian dan pengembangan, ada beberapa metode yang digunakan, yaitu metode: deskriptif, evaluatif, dan eksperimental.

(23)

37

Choirul Irfan Hidayat,2013

PENERAPAN MODULE TRAINER ROBOT WIRELESS UNTUK MENINGKATKAN ANALISIS SISWA PADA MATA PELAJARAN AMPLITUDE SIFT KEYING

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu 3 .2. Prosedur Penelitian

Menurut Sugiyono (2010: 314), dalam penelitian R&D diperbolehkan meneliti menggunakan prosedur tiga tahap meliputi studi pendahuluan, tahap pengembangan dan tahap validasi model. Oleh karenanya penelitian penerapan module trainer robot wireless dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata

pelajaran amplitude sift keying menggunakan prosedur dalam tiga tahap antara lain sebagai berikut:

1. Tahap Studi Pendahuluan merupakan tahap awal (Sugiyono, 2010: 314). Dimana kegiatan yang dilakukan adalah sebagai berikut:

a. Mengkaji teori-teori yang berkaitan dengan mata pelajaran amplitude sift keying dengan menggunakan module trainer robot wireless.

b. Melakukan studi lapangan untuk mengetahui gambaran umum berkaitan dengan kurikulum yang digunakan, proses pembelajaran yang sedang berlangsung, sarana, dan fasilitas pembelajaran yang mendukung.

2. Tahap Pengembangan Desain Model (Sugiyono, 2010: 314).

Dalam studi pengembangan media dilakukan langkah-langkah sebagai berikut:

a. Analisis Kebutuhan

(24)

38

Choirul Irfan Hidayat,2013

PENERAPAN MODULE TRAINER ROBOT WIRELESS UNTUK MENINGKATKAN ANALISIS SISWA PADA MATA PELAJARAN AMPLITUDE SIFT KEYING

mahasiswa yang telah mempelajari mengenai materi amplitude sift keying. Dalam pertemuan tersebut peneliti melakukan analisis tentang

kebutuhan media yang dibutuhkan dalam pembelajaran amplitude sift keying.

b. Desain Produk

Langkah ini meliputi pengembangan produk mengacu pada rancangan yang telah ditentukan sebelumnya. Pengembangan desain produk disertai dengan landasan pemikiran dan keilmuan berdasarkan hasil analisis kebutuhan.

c. Pengujian Kelayakan Media

Pengujian kelayakan merupakan kegiatan untuk menilai apakah rancangan produk efektif dalam mengatasi masalah yang ada. Pengujian di sini masih bersifat penilaian berdasarkan pemikiran rasional, belum mencapai fakta di lapangan. Uji kelayakan dapat dilakukan dengan cara menghadirkan beberapa pakar atau tenaga ahli yang kompeten dibidang dalam bidang terkait dengan produk yang di kembangkan untuk menilai produk tersebut. Pengujian ini disebut expert judgement.

d. Revisi Produk

(25)

39

Choirul Irfan Hidayat,2013

PENERAPAN MODULE TRAINER ROBOT WIRELESS UNTUK MENINGKATKAN ANALISIS SISWA PADA MATA PELAJARAN AMPLITUDE SIFT KEYING

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu e. Uji Coba terbatas

Pada tahapan ini dilanjutkan dengan penerapan uji coba terbatas desain model dengan menerapkan metode eksperimen (Sugiyono, 2010: 314). Desain produk yang telah dibuat kemudian diujicobakan melalui uji coba terbatas di SMK dengan menghadirkan 30 orang siswa dan 2 orang guru dari proses pengujian tersebut peneliti meminta pendapat dari guru dan murid melalui angket untuk selanjutnya pendapat tersebut digunakan sebagai masukan untuk perbaikan dan penyempurnaan pengembangan module trainer robot wireless.

3. Tahap Validasi Model

Sugiyono (2010: 314) mengemukakan bahwa pada tahap ketiga merupakan tahap validasi model dengan metode eksperimen quasi (pretes – postest with control group design). Setelah dilakukannya expert

judgement pada media module trainer robot wireless maka diperlukan

tahap validasi model dengan metode eksperimen untuk menguji efektivitas media terhadap prestasi siswa.

(26)

40

Choirul Irfan Hidayat,2013

PENERAPAN MODULE TRAINER ROBOT WIRELESS UNTUK MENINGKATKAN ANALISIS SISWA PADA MATA PELAJARAN AMPLITUDE SIFT KEYING

Berikut ini adalah langkah-langkah pada tahap validasi model : a. Pretest; tes awal untuk mengetahui prestasi belajar siswa untuk kelas

eksperimen dan kelas kontrol.

b. Treatment merupakan perlakuan yang diberikan pada kelas eksperimen dan kelas kontrol.

c. Posttest; tes akhir untuk mengetahui prestasi belajar siswa setelah diberi perlakuan pada kelas eksperimen dan kelas kontrol.

d. Perolehan produk final. Merupakan produk yang dihasilkan setelah melakukan tahapan-tahapan diatas.

Tabel. 3.1. Desain penelitian model Quasi Eksperimen Kelas Pretest Treatment Postest

Eksperimen O1 X O2

Kontrol O3 O4

(Sugiyono, 2010: 323)  O1 merupakan hasil dari pretest untuk kelas eksperimen.

 O2 merupakan hasil dari postest untuk kelas eksperimen.

 X merupakan treatment berupa penerapan model. Treatment pada penelitian ini menggunakan module trainer robot wireless.

 O3 merupakan hasil dari pretest untuk kelas kontrol.  O4 merupakan hasil dari postest untuk kelas kontrol.

(27)

41

Choirul Irfan Hidayat,2013

PENERAPAN MODULE TRAINER ROBOT WIRELESS UNTUK MENINGKATKAN ANALISIS SISWA PADA MATA PELAJARAN AMPLITUDE SIFT KEYING

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu Tabel. 3.2 Skenario pembelajaran untuk Kelas Eksperimen

No Kelas Eksperimen (menggunakan modul trainer robot wireless)

Guru Siswa

1 Membagikan soal pretest Pretest 2 Menjelaskan materi amplitude shift

keying Materi amplitude shift keying

3 Menjelaskan prosedur operasional

sesuai modul trainer robot wireless Mengaplikasikan trainer robot wireless

4 Mengawasi dan mengarahkan siswa

Menganalisis sistem kerja pemancar dan penerima amplitude shift keying pada trainer robot wireles

5 Mengawasi dan mengarahkan siswa Melakukan pengukuran dan pengujian 6 Mengawasi dan mengarahkan siswa Mengisi kolom pertanyaan yang ada di

dalam modul 7 Membagikan soal posttest Posttest

Tabel. 3.3 Skenario pembelajaran untuk Kelas Kontrol

No Kelas Kontrol (menggunakan media visual verbal)

Guru Siswa

1 Membagikan soal pretest Pretest

2 Menjelaskan materi amplitude shift keying

Pemberian materi amplitude shift keying

3 Menjelaskan sistem kerja pemancar dan penerima amplitude shift keying

Menganalisis sistem kerja pemancar dan penerima amplitude shift keying

4 Memberikan latihan soal Latihan soal

5 Membagikan soal posttest Posttest

(28)

42

Choirul Irfan Hidayat,2013

PENERAPAN MODULE TRAINER ROBOT WIRELESS UNTUK MENINGKATKAN ANALISIS SISWA PADA MATA PELAJARAN AMPLITUDE SIFT KEYING

Kajian trainer robot wireless yang telah diuji tingkat kelayakannya sebagai media

pembelajaran pada mata pelajaran ASK melalui uji coba terbatas, revisi produk dan implementasi produk.

(29)

43

Choirul Irfan Hidayat,2013

PENERAPAN MODULE TRAINER ROBOT WIRELESS UNTUK MENINGKATKAN ANALISIS SISWA PADA MATA PELAJARAN AMPLITUDE SIFT KEYING

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu 3 .3. Lokasi dan Obyek Penelitian

Objek penelitian berada di Provinsi Jawa Barat di Kota Madya Bandung. Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri 12 Bandung, sebagai lokasi penelitian dan diuji coba secara terbatas. Dalam penelitian ini objek yang dipakai yaitu robot berbasis wireless menggunakan teknik modulasi digital amplitudo shift keying sebagai media pembelajaran kepada siswa kelas XI Elektronika Pesawat Udara SMK Negeri 12 Bandung.

Dalam teknik pengumpulan data, mengarah pada dua aspek antara lain sebagai berikut:

1. Aspek Media, meliputi: kejelasan petunjuk penggunaan trainer, kemudahan dalam penggunaan modul, kualitas modul, kemudahan dalam penggunaan dan manfaat.

2. Aspek instruksional seperti misalnya: standar kompetensi yang akan dicapai, kemudahan memahami materi, keluasan dan kedalaman materi, kemudahan penggunaan media, ketepatan urutan penyajian, kacukupan latihan, interaktifitas, ketepatan evaluasi, kejelasan umpan balik.

Adapun teknik dalam pengumpulan data yang di gunakan antara lain sebagai berikut:

(30)

44

Choirul Irfan Hidayat,2013

PENERAPAN MODULE TRAINER ROBOT WIRELESS UNTUK MENINGKATKAN ANALISIS SISWA PADA MATA PELAJARAN AMPLITUDE SIFT KEYING

2. Tes, dipergunakan untuk mengumpulkan data kemampuan pemahaman siswa dalam mengikuti pembelajaran sebelum dan sesudah menggunakan modules trainer robot wireless sebagai media pembelajaran

3 .4. Instrumen Penelitian

Penyusunan instrumen dilakukan dengan memahami variable yang akan diteliti. Variable yang dijadikan objek yang menjadi fokus perhatian dalam penelitian. Instrumen yang diberikan kepada dosen ahli materi digunakan untuk mengetahui tingkat kelayakan media dilihat dari validasi isi materi. Instrumen yang diberikan kepada dosen ahli media pembelajaran untuk mengetahui tingkat kelayakan media. Sedangkan instrumen yang diberikan kepada dosen ahli rancangan hardware untuk mengetahui tingkat kelayakan media dari segi aspek rancangan hardware.

Instrumen yang digunakan untuk mengetahui tingkat efektivitas pembelajaran dengan module trainer robot wireless dalam penelitian ini terdiri dari seperangkat tes hasil belajar dalam bentuk pilihan ganda dengan empat pilihan yang digunakan untuk mengukur penguasaan materi pada mata pelajaran ASK.

3 .5. Analisis Instrumen Penelitian

3.5.1 Uji Validitas Instrumen

(31)

45

Choirul Irfan Hidayat,2013

PENERAPAN MODULE TRAINER ROBOT WIRELESS UNTUK MENINGKATKAN ANALISIS SISWA PADA MATA PELAJARAN AMPLITUDE SIFT KEYING

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu 2

Untuk menguji validitas item instrumen pada penelitian ini digunakan rumus korelasi product moment dengan angka kasar sebagai berikut :

Pengujian signifikansi koefisien validitas, selain dapat

menggunakan tabel juga dapat dihitung dengan menggunakan rumus uji t sebagai berikut.

(Arikunto, 2010: 337)

Keterangan : t = nilai t hitung

(32)

46

Choirul Irfan Hidayat,2013

PENERAPAN MODULE TRAINER ROBOT WIRELESS UNTUK MENINGKATKAN ANALISIS SISWA PADA MATA PELAJARAN AMPLITUDE SIFT KEYING

Kriterianya adalah jika thitung positif dan thitung > ttabel maka koefisien item soal tersebut valid dan jika thitung negatif dan thitung ≤ ttabel maka koefisien item soal tersebut tidak valid, ttabel diperoleh pada taraf kepercayaan 95% (α = 0,05) dengan derajat kebebasan (dk) = n-2

3.5.2 Uji Reliabilitas

Suatu tes dapat dikatakan mempunyai taraf kepercayaan yang tinggi jika tes tersebut dapat memberikan hasil tes yang tetap. Maka pengertian reliabilitas tes berhubungan dengan masalah hasil tes atau seandainya hasilnya berubah-ubah, perubahan yang terjadi dapat dikatakan tidak berarti. Reliabel merupakan derajat konsistensi data dalam interval waktu tertentu (Sugiyono, 2010: 3).

Dalam menentukan reliabilitas tes dalam penelitian ini rumus yang digunakan peneliti adalah rumus K-R 20, dari Kuder dan Richardson yang ditulis dalam rumus :

(33)

47

Choirul Irfan Hidayat,2013

PENERAPAN MODULE TRAINER ROBOT WIRELESS UNTUK MENINGKATKAN ANALISIS SISWA PADA MATA PELAJARAN AMPLITUDE SIFT KEYING

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Harga varians total (Vt) dihitung dengan menggunakan rumus berikut ini:

2

Hasil r kemudian dikonsultasikan dengan rumus t-student sebagai berikut :

2

Kemudian r hasil perhitungan dibandingkan dengan r tabel dengan tingkat kepercayaan 95 % dengan dk = n-2. Penafsiran dari harga koefisien korelasi ini yaitu :

r11 > rtabel maka instrumen tersebut reliabel

r11≤ rtabel maka instrumen tersebut tidak reliabel

3.5.3 Uji Tingkat Kesukaran (TK)

(34)

48

Choirul Irfan Hidayat,2013

PENERAPAN MODULE TRAINER ROBOT WIRELESS UNTUK MENINGKATKAN ANALISIS SISWA PADA MATA PELAJARAN AMPLITUDE SIFT KEYING

Dimana :

P = Indeks Kesukaran

B = Banyak siswa yang menjawab soal itu dengan benar JS = Jumlah seluruh siswa peserta tes

Untuk menentukan apakah soal tersebut dikatakan baik atau tidak baik sehingga perlu direvisi, digunakan kriteria seperti ditunjukkan pada Tabel 3.4 .

Tabel. 3.4 Tingkat kesukaran dan kriteria Rentang Nilai Tingkat untuk mengetahui kesanggupan soal dalam membedakan siswa yang tergolong mampu (tinggi prestasinya) dengan siswa yang tergolong kurang atau lemah prestasinya ( Sudjana,2008)

Formulasi daya pembeda item dapat ditulis sebagai berikut.

(35)

49

Choirul Irfan Hidayat,2013

PENERAPAN MODULE TRAINER ROBOT WIRELESS UNTUK MENINGKATKAN ANALISIS SISWA PADA MATA PELAJARAN AMPLITUDE SIFT KEYING

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu dimana :

D = indeks diskriminasi (daya pembeda) JA = banyaknya peserta kelompok atas

JB = banyaknya peserta kelompok bawah

BA = banyaknya peserta kelompok atas yang menjawab benar

BB = banyaknya peserta kelompok bawah yang menjawab benar

PA = proporsi peserta kelompok atas yang menjawab benar

PA = proporsi peserta kelompok bawah yang menjawab benar

Indeks diskriminasi yang ideal adalah sebesar mungkin mendekati angka 1. Sedangkan indeks diskriminasi yang berada di sekitar 0 menunjukkan bahwa item tersebut mempunyai daya diskriminasi yang rendah sedangkan harga d yang negatif menunjukkan bahwa item tersebut tidak ada gunanya sama sekali. Pada Tabel 3.5 dibawah ini menunjukkan tabel klasifikasi daya pembeda.

Tabel. 3.5. Tabel klasifikasi daya pembeda

No. Rentang Nilai D Klasifikasi

1. D < 0 Tidak Baik (Dibuang)

2. 0,00  D < 0,20 Jelek

3. 0,20  D < 0,40 Cukup

4. 0,40  D < 0,70 Baik

5 0,70  D  1,00 Baik sekali

(36)

50

Choirul Irfan Hidayat,2013

PENERAPAN MODULE TRAINER ROBOT WIRELESS UNTUK MENINGKATKAN ANALISIS SISWA PADA MATA PELAJARAN AMPLITUDE SIFT KEYING

3 .6.Teknik Analisis Data

3.6.1 Aspek Media

Dalam pengukuran kelayakan media skala yang digunakan sebagai pedoman dalam pembuatan jawaban dalam instrumen adalah skala Likert. Skala Likert memiliki gradasi dari sangat positif sampai sangat negatif yang dapat diwujudkan dalam beragam kata-kata. Tingkatan bobot nilai yang digunakan sebagai skala pengukuran adalah 5, 4,3,2,1. Rumus perhitungan persentase skor ditulis dengan rumus berikut .

(Arikunto, 2010: 268) Keterangan :

∑ = jumlah

n = jumlah seluruh item angket

Sebagai ketentuan dalam memberikan makna dan pengambilan keputusan, maka digunakan ketetapan sebagai berikut.

Tabel 3.6. Konversi tingkat pencapaian dengan skala 4 Tingkat

Pencapaian

Kualifikasi Keterangan

90% - 100% Sangat Baik Tidak perlu direvisi

75% - 89% Baik Tidak perlu direvisi

65% - 74% Cukup Direvisi

55% - 64% Kurang Direvisi

0 – 54% Sangat Kurang Direvisi

(37)

51

Choirul Irfan Hidayat,2013

PENERAPAN MODULE TRAINER ROBOT WIRELESS UNTUK MENINGKATKAN ANALISIS SISWA PADA MATA PELAJARAN AMPLITUDE SIFT KEYING

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu 3.6.2 Aspek Kognitif

Jenjang yang diukur pada aspek kognitif yang dimaksud berupa pemahaman dan penguasaan materi pelajaran yang diberikan kepada siswa, pada tingkatan C1, C2, C3 dan C4 aspek ini dinilai berdasarkan hasil tes pada setiap siklus, dengan instrumen yang digunakan adalah lembar tes kognitif . pengelolaan data aspek kognitif dilakukan dengan memberikan penskoran terhadap jawaban yang diberikan siswa. Tiap-tiap butir soal yang dijawab oleh siswa diberi skor sesuai dengan lengkap tidaknya jawaban yang diberikan. Setelah penskoran tiap butir jawaban, langkah selanjutnya adalah menjumlahkan skor yang diperoleh oleh masing-masing siswa dan mengkonfersinya dalam bentuk nilai dengan rumus berikut :

Tabel 3.7. Tingkat keberhasilan pencapaian ranah kognitif Katagori Perolehan Nilai

Sangat baik Bila nilai 90 ≤ Nilai ≤100 Baik Bila nilai 70 ≤ Nilai ≤ 89 Cukup Bila nilai 60 ≤ Nilai ≤ 69 Kurang Bila nilai 31 ≤ Nilai ≤ 59 Sangat kurang Bila nilai 0 ≤ Nilai ≤ 30

(38)

52

Choirul Irfan Hidayat,2013

PENERAPAN MODULE TRAINER ROBOT WIRELESS UNTUK MENINGKATKAN ANALISIS SISWA PADA MATA PELAJARAN AMPLITUDE SIFT KEYING

Setelah didapatkan data tentang hasil belajar, data tersebut dianalisis untuk mengetahui ketuntasan belajar secara klasikal ataupun individu. Ketuntasan belajar secara klasikal dihitung dengan teknik analisis presentase dengan rumus :

(Arikunto, 2010: 269)

Keterangan :

P : Nilai ketuntasan klasikal

∑n1 : Jumlah siswa tuntas belajar

∑n2 : jumlah total siswa

Ketuntasan belajar klasikal yang ditetapkan pada indikator adalah 85% secara klasikal dan mencapai >71 secara individu

3.6.3 Aspek Afektif

Data hasil belajar afektif dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut :

(Arikunto, 2010: 269)

(39)

53

Choirul Irfan Hidayat,2013

PENERAPAN MODULE TRAINER ROBOT WIRELESS UNTUK MENINGKATKAN ANALISIS SISWA PADA MATA PELAJARAN AMPLITUDE SIFT KEYING

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu Tabel 3.8. Tingkat keberhasilan pencapaian afektif Katagori Perolehan Nilai Tabel 3.9. Tingkat keberhasilan pencapaian psikomotor

Katagori Perolehan Nilai

Sangat baik Bila 84% Nilai 100% psikomotor ditunjukan pada Tabel 3.9.

3.6.5 Uji Normalitas Gain (N-Gain)

Peningkatan (gain) didapat dari selisih nilai posttest dan nilai pretest. Karena hasil belajar merupakan hasil yang diperoleh siswa setelah

(40)

54

Choirul Irfan Hidayat,2013

PENERAPAN MODULE TRAINER ROBOT WIRELESS UNTUK MENINGKATKAN ANALISIS SISWA PADA MATA PELAJARAN AMPLITUDE SIFT KEYING

menjawab hipotesis penelitian, yaitu melihat apakah media pembelajaran trainer robot wireless cukup efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa.

Setelah data yang diperoleh yaitu skor pretest dan skor posttest, kemudian dilakukan uji statistik terhadap skor pretest dan posttest, dan indeks gain ternormalisasi dengan rumus sebagai berikut.

Tingkat perolehan gain skor ternormalisasi dikategorikan ke dalam tiga kategori, seperti yang terlihat dalam Tabel 3.10.

Tabel 3.10. Kategori perolehan skor

Batasan Kategori

g > 0,7 Tinggi

0,3 ≤ g ≤ 0,7 Sedang

g < 0,3 Rendah

(Savinainen & Scott, 2002:45) 3.6.6 Uji Normalitas Data

(41)

55

Choirul Irfan Hidayat,2013

PENERAPAN MODULE TRAINER ROBOT WIRELESS UNTUK MENINGKATKAN ANALISIS SISWA PADA MATA PELAJARAN AMPLITUDE SIFT KEYING

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

normal. Seperti pada gambar, bahwa kurva normal baku yang luasnya mendekati 100% itu dibagi menjadi 6 bidang berdasarkan simpangan bakunya, yaitu tiga bidang dibawah rata-rata (mean) dan tiga bidang diatas rata-rata. Luas 6 bidang dalam kurva normal baku adalah : 2,27%; 13,53%; 34,13%; 34,13%; 13,53%; 2,27% (gambar bawah A).

Gambar 3.2. Kurva baku normal uji normalitas Adapun langkah-langkah pengolahan datanya sebagai berikut : a. Menentukan jumlah kelas interval. Untuk menguji normalitas dengan Chi

Kuadrat ini, jumlah kelas interval ditetapkan = 6, hal ini sesuai dengan 6 bidang yang ada pada Kurva Normal Baku

(Sugiono, 2010:172) b. Menentukan panjang kelas interval

Panjang Kelas =

(Sugiono, 2010:172) c. Menghitung kedalam tabel distribusi frekuensi, sekaligus tabel penolong

untuk menghitung harga Chi Kuadrat. d. Menghitung fh (Frekuensi yang diharapkan)

(42)

56

Choirul Irfan Hidayat,2013

PENERAPAN MODULE TRAINER ROBOT WIRELESS UNTUK MENINGKATKAN ANALISIS SISWA PADA MATA PELAJARAN AMPLITUDE SIFT KEYING

e. Memasukan harga-harga fh ke dalam tabel kolom fh , sekaligus menghitung harga-harga ( f0 - fh )2 dan adalah merupakan harga Chi Kuadrat.

f. Membandingkan harga Chi Kuadrat hitung dengan Chi Kuadrat Tabel, maka distribusi data dinyatakan normal, bila lebih besar dinyatakan tidak normal.

3.6.7 Uji Hipotesis

Pengujian hipotesis menggunakan uji pihak kanan. Dalam pengujian pihak

kanan dilakukan apabila : Ha berbunyi “lebih besar atau sama dengan” (≥) dan H0Berbunyi “lebih kecil” (<).

Z =

(Sudjana, 2005:226) Keterangan : Z = Nilai Z hitung

X = Nilai data yang diperoleh π = Nilai yang dihipotesiskan n = Jumlah Sampel

(43)

Choirul Irfan Hidayat,2013

PENERAPAN MODULE TRAINER ROBOT WIRELESS UNTUK MENINGKATKAN ANALISIS SISWA PADA MATA PELAJARAN AMPLITUDE SIFT KEYING

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisa terhadap data penelitian yang diperoleh maka, dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Berdasarkan uji ahli (expert judgment) mengenai media module trainer robot wireless bahwa tingkat pencapaian yang didapat dari hasil uji ahli isi media

sebesar 88.57%, uji ahli rancangan hardware sebesar 80% dan uji ahli media pembelajaran sebesar 80% memiliki kualifikasi baik. Berdasarkan dari hasil uji ahli tersebut maka dapat disimpulkan bahwa media ini layak digunakan sebagai media pembelajaran pada mata pelajaran amplitude shift keying (ASK).

2. Hasil analisis data menunjukan bahwa dengan menggunakan media module trainer robot wireless dapat memberikan pengaruh yang positif terhadap

peningkatan pemahaman analisis siswa mengenai mata pelajaran ASK berdasarkan peningkatan (gain) pada siswa.

3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan media module trainer robot wireless dapat meningkatkan efektivitas dalam pembelajaran

(44)

92

Choirul Irfan Hidayat,2013

PENERAPAN MODULE TRAINER ROBOT WIRELESS UNTUK MENINGKATKAN ANALISIS SISWA PADA MATA PELAJARAN AMPLITUDE SIFT KEYING

5.2 Saran

Adapun saran-saran yang ingin penulis sampaikan antara lain sebagai berikut:

1. Rancangan hardware yang digunakan dari segi bentuk, konstruksi, tata letak komponen dan desain layout PCB dibuat lebih efesien lagi agar tidak mengganggu proses transmisi pada robot. Untuk pengembangan selanjutnya diusahakan untuk membuat konstruksi robot yang lebih kuat serta hardware yang lebih rapi dan portable.

2. Modul pembelajaran dikemas lebih menarik lagi baik dari segi desain luar, redaksi maupun isi materi pembelajaran, sebaiknya ditambahkan contoh kasus yang lebih banyak lagi agar dapat meningkatkan motivasi siswa. Sehingga proses belajar lebih baik lagi.

(45)

Choirul Irfan Hidayat,2013

PENERAPAN MODULE TRAINER ROBOT WIRELESS UNTUK MENINGKATKAN ANALISIS SISWA PADA MATA PELAJARAN AMPLITUDE SIFT KEYING

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, S. (2010). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek (Edisi Revisi). Bandung:Rieka Cipta

Arikunto, S.(2009). Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan (Edisi Revisi). Bandung: Bumi Aksara

Arsyad, A. (2010). Media Pendidikan. Jakarta :PT. Raja Grafindo Persada

Asyhar, R. (2011). Kreatif Mengembangkan Media Pembelajaran.Jakarta:Gaung Persada Press.

Borg, Walter R. Gall, Meredith D.(1989). Educational Research.An Introduction. 5th edition. Longman.

Dale, E. (1969). Audiovisual Methods in Teaching [Online]. Tersedia: http://www.public-health.uiowa.edu.html [Juni 2012].

Dadi, I. (2011). Pengembangan Media Pembelajaran Menggunakan Trainer Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Dasar Sistem Mikrokontroler di SMKN 2 Cimahi. Skripsi Jurusan Pendidikan Teknik Elektro FPTK UPI.Tidak diterbitkan.

Daryanto. (1997). Administrasi Pendidikan. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Gerlach, S., Vernon. Ely., Donald P. (1980). Teaching and Media: A systematic Approach. New Jersey: Prentice-Hall.,Inc.

Hake, RR. (1999). Analyzing Change/Gain Scores. AERA-D-American Educational Research Association’s Division, Measurment and Research Methodology. Tersedia: http: //www.physics.indiana.edu/~sdi /AnalyzingChange-Gain.pdf [20 November 2011].

Holtek. (2000). HT12D/HT12F Series of Decoders [datasheet]. Taipei: Holtek Semiconductor Inc. Taiwan.

Holtek. (2000). HT12A/HT12E Series of Encoders [datasheet]. Taipei: Holtek Semiconductor Inc. Taiwan.

(46)

94

Choirul Irfan Hidayat,2013

PENERAPAN MODULE TRAINER ROBOT WIRELESS UNTUK MENINGKATKAN ANALISIS SISWA PADA MATA PELAJARAN AMPLITUDE SIFT KEYING

Ibrahim, H. (1997). Media pembelajaran: Arti, fungsi, landasan pengunaan, klasifikasi, pemilihan, karakteristik oht, opaque, filmstrip, slide, film, video, Tv, dan penulisan naskah slide. Bahan sajian program pendidikan akta mengajar III-IV. FIP-IKIP Malang.

Ibrahim, H., Sihkabuden, Suprijanta, & Kustiawan, U. (2001). Media Pembelajaran: Bahan Sajian Program Pendidikan Akta Mengajar. FIP. UM.

Diknas. (2007). Kamus Besar Bahasa Indonesia Online. Tersedia di: pusatbahasa.diknas.go.id.

Laipach Tech. (2000). RF ASK Hybrid Modules for Radio Control (New Version) [datasheet]. Richmond Hill Ontario L4B IG5 : Laipac Technology Inc. Canada

Mufarokah, A. (2009). Strategi Belajar Mengajar. Yogyakarta: Teras

Munadi, Y. (2008). Media Pembelejaran, Sebuah Pendekatan Baru. Jakarta: Gaung Persada.

Rae, L. (2001). Efektivitas Pembelajaran. Bandung: Alfabeta.

Sadiman, A.(1990). Media Pendidikan : Pengertian, Pengembangan dan Pemanfaatn. Rajawali: Jakarta.

Sagala, S. (2003). Konsep dan Makna Pembelajaran.Bandung: Alfabeta

Savinainen, A. & P. Scott. (2002). “The Force Concept Inventory: a tool for monitoring student learning.” Physics Education 37.

Sudjana, N. (2005). Metoda Statistika . Edisi Keenam. Bandung : Tarsito.

Sudjana, N. (2008). Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung:Rosdakarya

Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sukmadinata, N.S. (2005). Metode Penelitian Pendidikan.Bandung : PT. Remaja Rosdakarya.

Susilana, Rudi. et al . (2006). Kurikulum dan Pembelajaran. Bandung : Jurusan Kurtekpend FIP UPI

(47)

95

Choirul Irfan Hidayat,2013

PENERAPAN MODULE TRAINER ROBOT WIRELESS UNTUK MENINGKATKAN ANALISIS SISWA PADA MATA PELAJARAN AMPLITUDE SIFT KEYING

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Universitas Pendidikan Indonesia. (2007). Pedoman Karya Tulis Ilmiah. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia

Viklund, A. (2007). Aplikasi Remote Control. [Online]. Tersedia di:

http://elektronika-elektronika.blogspot.com/2007/07/aplikasi-remote control.html [12 Mei 2012].

Gambar

Tabel 4.9  Hasil angket tanggapan siswa ..................................................................
Gambar 4.8 TLP 315 beserta konfigurasi pin ...........................................................
tabel 3.2 dan 3.3. Yaitu sebagai berikut:
Tabel. 3.2  Skenario pembelajaran untuk Kelas Eksperimen
+6

Referensi

Dokumen terkait

PENERAPAN TEKNIK PEMBELAJARAN TAKE AND GIVE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR PADA MATA PELAJARAN IPS.. PENERAPAN TEKNIK PEMBELAJARAN TAKE AND GIVE UNTUK

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA TERHADAP MATA PELAJARAN. Universitas Pendidikan Indonesia |

Skripsi yang berjudul “Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament (TGT) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Sosiologi Kelas

penelitian yang akan penulis angkat adalah “ Pengar uh Penerapan Pembelajaran Metode Peta Konsep Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Siswa dalam Mata Pelajaran

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keaktifan siswa melalui penerapan strategi pembelajaran Listening Teams dalam mata pelajaran PKn siswa kelas III di SDIT IQRO’

Menyatakan bahwa skripsi yang berjudul “ Penerapan Media Film Pendek Untuk Meningkatkan Minat Dan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Sosiologi Kelas X IPS 1

Saya menyatakan bahwa skripsi yang berjudul “ Penerapan Media Pembelajaran Animasi Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata. Pelajaran Konstruksi Bangunan di

Pengembangan Trainer sebagai Alat Praktikum Pengujian Rangkaian Pembangkit PWM, Buck Converter, Boost Converter dan Buck-Boost Converter pada Mata Pelajaran Penerapan