Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam
Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0
1286
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATERI SURAH AL MA’UN MELALUI MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE MAKE A
MATCH
ACHMAD BAIHAKI1
Email [email protected] ABSTRAK
Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti melalui Model Cooperative learning tipe Make a Match. Model Cooperative Learning tipe Make a Match adalah suatu metode pembelajaran dimana dalam proses belajar mengajar guru mengajak peserta didik untuk menemukan sendiri pasangan sambil belajar mengenal suatu konsep atau topik dalam suasana yang menyenangkan. Penerapan metode ini dimulaí dengan teknik, yaitu peserta didik disuruh mencari pasangan kartu yang merupakan jawaban/soal sebelum batas waktunya, siswa yang dapat mencocokkan kartunya diberi poin.
Penelitian ini dilaksanakan di Kelas V SDN 6 Mentang, dengan jumlah 18 (Delapan belas) peserta didik yang terdiri dari 8 (delapan) orang laki-laki dan 10 (sepuluh) orang perempuan. Dimulai dari bulan mei hingga akhir juni 2022. Pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan selama proses pembelajaran maupun penilaian terhadap Materi Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Melalui Model Cooperative Learning tipe Make a Match yang dilakukan oleh peserta didik. Metode penelitian menggunakan penelitian tindakan kelas dengan 2 siklus (a) perencanaan (b) pelaksanaan (c) pengamatan (d) refleksi dan (e) siklus berikutnya. Penggunaan pembelajaran PAIKEM melalui model Cooperative Learning tipe Make a Match dapat meningkatkan hasil belajar dari 2 kali siklus pertemuan yaitu mari belajar al qur’an surat al maun 67, 96 dan presentasi ketuntasannya adalah 62, 100.
Kata Kunci : Make a match, Hasil Belajar dan Pendidikan Agama Islam PENDAHULUAN
Dalam menjalani kehidupan di dunia ini manusia membutuhkan pegangan hidup. Pegangan hidup adalah sesuatu yang memberikan arah yang benar tentang apa hakekat hidup dan bagaimana bertindak selama hidup.
Agama merupakan pedoman hidup manusia yang memberi tuntunan dan arahan yang mana yang benar dan yang salah, yang halal dan haram,baik dan buruk.
Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam
Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0
1287
Pendidikan Islam mengarahkan fitrah peserta didik ke arah yang benar, sehingga mereka akan dapat mengabdi dan beribadah sesuai dengan ajaran Islam. Pendidikan Islam berusaha mewariskan nilai-nilai luhur ajaran Islam kepada peserta didik agar menjadi muslim sejati, teguh imannya, terbiasa beramal shaleh, serta berakhlakul karimah. sebagaimana dikemukakan oleh Euharini bahwa Tujuan dari Pendidikan Agama adalah untuk membimbing anak agar mereka menjadi orang Muslim sejati, beriman teguh, beramal sholeh dan berakhlak mulia serta berguna bagi masyarakat, Agama dan Negara.
Sebagaimana telah dikemukakan bahwa ... Pendidikan keagamaan Islam berfungsi mempersiapkan generasi muda bangsa yang menjadi anggota masyarakat yang memahami dan mengamalkan nilai-nilai ajaran agamanya dan menjadi ahli ilmu agama. (Baharuddin dan Makin, 2010:15)
Permasalahan umum yang terjadi dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam adalah: (1) metode ceramah lebih disukai oleh pada umumnya guru Pendidikan Agama Islam karena lebih mudah dan tidak perlu repot menyiapkan segala hal,(2) substansi Pendidikan Agama Islam yang sangat luas meliputi berbagai aspek kehidupan manusia, sehingga alokasi waktu yang tersedia belum mampu mangimbangi keluasan bahan yang harus dikuasai peserta didik,(3) inovasi kurikulum yang selalu berkembang, (4) dampak pandemi yang menggangu pembelajaran (5) Kurang minat siswa terhadap pelajaran Pendidikan Agama Islam dalam hal ini siswa Kelas V SDN 6 Menteng, hal ini disebabkan antara lain faktor kurang kreatifnya guru dalam mengembangkan model, teknik serta startegi pembelajaran, selain itu kurang tersedianya literatur yang menambah wawasan dan keterampilan guru dalam melaksanakan proses pembelajaran serta lamanya pandemi yang menyebabkan turunnya minat belajar..
Di antara faktor tersebut adalah strategi pembelajaran yang kurang tepat dalam meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap materi pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Tugas pertama guru adalah membangkitkan motivasi belajar peserta didik, sebagaimana yang dikemukakan bahwa ..tugas pertama yang harus guru lakukan ketika akan membuka pelajaran adalah bagaimana membangkitkan motivasi anak didik dalam belajar sehingga anak didik siap memperhatikan dengan konsentrasi yang relatif lama ketika menerima pelajaran. (Syaiful Batri Djamarah, 2010 :.332)
Penulis mencoba menerapkan salah satu model pembelajaran koperatif, yaitu model pembelajaran make a match (mencari pasangan) dalam upaya untuk menigkatkan motivasi dan hasil belajar peserta didik. Untuk
Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam
Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0
1288
mengungkapkan apakah dengan model pembelajaran make a match dapat meningkatkan motivasi belajar dan hasil belajar peserta didik terhadap Pendidikan Agama Islam?, maka diadakan penelitian tindakan kelas ini.
Penulis memilih model pembelajaran ini dengan mengondisikan peserta didik untuk terbiasa bekerja sama, mencari pasangan dengan waktu tertentu, mencocokkan sesuatu berupa kartu yang berisi pertanyaan dan jawaban yang berkaitan dengan pembelajaran.
Model pembelajaran make a match lebih mengaktifkan siswa dalam memecahkan masalah untuk menemukan pertanyaan atau jawaban yang tepat dalam waktu yang telah ditentukan, sedang guru hanya memberikan petunjuk cara memecahkan masalah itu. Model pembelajaran make a match menekankan siswa untuk bekerja sama antar siswa lain dan dapat mengembangkan pengetahuan siswa melalui belajar sambil bermain (Wulandari, Suarni, & Renda, 2018)
Hal ini sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh beberapa ahli berikut:
1. Nilai siswa yang diajar menggunakan model make a match dan NHT lebih baik dari pada nilai siswa yang diajar menggunakan model konvensional.
(Imawati, 2011 : 3)
2. Penerapan model make a match dengan media Flashcard dalam Pembelajaran IPA mampu meningkatkan aktivitas siswa Kelas VB SD Islam Al Madina(Ikasari, 2013 : 7)
Hasil penelitian tersebut membuktikan bahwa model pembelajaran make a match sangat tepatdigunakan dalam kegiatan pembelajaran termasuk kegiatan pembelajaran Pendidikan Agama Islam.
Latar belakang di atas menjadikan perhatian penulis tertarik untuk mengadakan penelitian dengan judul " Peningkatan Hasil Belajar Materi Surah Al Ma’un Melalui Model Cooperative Learning Tipe Make A Match
METODE PENELITIAN
Proses penelitan tindakan kelas dimulai dari penyusunan proposal hingga penyusunan laporan hasil penelitian ini dilakukan di semester 2.
Penyusunan proses pelaksanaan dilakukan sebányak dua siklus, yaitu mulai minggu pertama hingga minggu terakhir bulan juni 2022. Penelitian ini dilakukan di SDN 6 Menteng, jalan Bima/ G Obos Km 6 Kota Palangkaraya
Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam
Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0
1289
yang berjumlah 18 orang siswa yang teridiri dari 8 orang laki-laki dan 10 orang perempun, pada materi pokok Mari Belajar Al Qur’an Surat al Maun semester 2 Tahun Pelajaran 2021/2022.
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian tindakan kelas yang terdiri dari 2 siklus. Langkah-langkah dalam tiap siklus terdiri: perencanaan atau persiapan (planning), tindakan (acting), pengamatan (observing), dan refleksi (reflecting). Dalam penelitian tindakan kelas ini, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif.
HASIL PENELITIAN
Penelitian tindkan kelas ini dilakasanakan dengan 2 siklus dengan 2 x pertemuan (2x 35 Menit) mengingat hasil belajar peserta didik belum mengalami peningkatan yang signifikan dan menghindari kebosanan. Tiap pertemuan terdiri dari kegiatan perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi.
Tabel 1. Hasil Penelitian Pratindakan/Kondisi Awal No Indikator
Kemampuan
Rerata Persentasi peserta Didik
yang Tuntas
Persentasi Keaktifan Peserta didik dalam
Pembelajaran 1. Mampu membaca
Q.S.al-Ma’un dengan tartil
75,00 31,25%
25,00%
2. Mampu menunjukkan hafalan Q.S.al- Ma’un dengan benar dan berani
41,31 18,75%
3 Mampu
menjelaskan makna dan pesan Q.S.al- Ma’un dengan benar
22,31 6,25%
Rerata 46,21 18,75%
KKM 70
Berdasarkan tabel di atas. Dapat dinyatakan bahwa dari tiga indikator yang dinilai dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam hanya satu indikator yang mencapai KKM yaitu kemampuan membaca Q.S.al-Ma’un
Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam
Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0
1290
dengan tartil. Dua indikator yang lain tidak tercapai (di bawah KKM).
Pembelajaran pratindakan dilaksanakn dengan metode ceramah mengakibatkan partisipasi peserta didik rendah, sehingga hasil belajar rendah dan tidak bertahan lama. Secara rinci dapat dijelaskan sebagai berikut:
Hasil evaluasi pembelajaran pada pertemuan pertama tergambar dalam tabel 2 sebagai berikut:
Tabel 2 Hasil Evaluasi dan Pengamatan pada pertemuan pertama (Siklus I)
No Indikator Kemampuan Rerata
Persentasi peserta Didik
yang Tuntas
Persentasi Keaktifan Peserta didik
dalam Pembelajaran 1. Mampu membaca Q.S.al-
Ma’un dengan tartil 69 68,75%
76,00%
2. Mampu menunjukkan hafalan Q.S.al-Ma’un dengan benar dan berani
77 77, 10%
3 Mampu menjelaskan makna dan pesan Q.S.al- Ma’un dengan benar
56 56,25%
Rerata 67,33 62, 22%
KKM 70
Tabel di atas menggambarkan bahwa partisipasi peserta didik dalam mengikuti pembelajaran PAI materi Mari Belajar al Qur’an surat al ma’un dengan model Cooperatve Learning tipe Make a Match cukup aktif (76,00%).
Persentase partisipasi peserta didik tersebut disebabkan oleh faktor ketertarikan mereka terhadap metode tersebut. Namun bisa jadi ketertarikan itu sifatnya temporer. Berdasarkan pengamatan peneliti, pada awalnya mereka begitu antusias, namun seiring bertambahnya waktu para peserta didik terlihat jenuh. Meskipun demikian, meningkatnya perhatian peserta didik karena penggunaan model pembelajaran ini telah meningkatkan hasil belajar
Aspek Pengetahuan
Tabel 3 Hasil Penilaian Pertemuan ke dua (Siklus II)
Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam
Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0
1291
NO Indikator Kemampuan Rerata Nilai Presentasi Ketuntasan 1 Menjelaskan makna dan pesan surat
al ma’un
96 100%
Rerata 96 100%
Sumber data:Dokumen Penilaian
Kompetensi peserta didik pada aspek keterampilan membaca QS Al Maun dengan tartil dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4 Hasil Penilaian Keterampilan Membaca Q.S Al Maun
NO Kategori Rerata
Nilai
Persentasi Keterampilan 1 Lancar dan sesuai kaidah ilmu tajwid 100 7%
2 Lancar, namun sebagian kecil belum sesuai kaidah ilmu tajwid
91 47%
3 Lancar, namun sebagian besar belum sesuai kaidah Ilmu tajwid
82 13%
4 Kurang lancar dan belum sesuai ilmu tajwid 66 27%
5 Tidak lancar dan belum sesuai Ilmu Tajwid 50 13%
Rata-rata 77,8 21,4%
Sumber data: Dokumen Penilaian
Data di atas menunjukkan bahwa kemampuan membaca al Qur'an khususnya Q.S al maun masih tetap memerlukan pembinaan lebih intensif mengingat masih terdapat peserta didik yang lancar membaca, namun belum sesuai dengan kaidah ilmu tajwid.
Pertemuan kedua dilakukan evaluasi secara menyeluruh, yaitu semua indikator yang telah dipelajari diuji kembali untuk mengetahui kompetensi yang masih dikuasai peserta didik. Hasil evaluasis akhir dapat dilihat pada tabel berikut
Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam
Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0
1292
Tabel 5 Hasil Penilaian Evaluasi Akhir Mari Belajar QS Al Maun
No Indikator Kemampuan Rerata
Nilai
Presentasi Ketuntasan 1 Menjelaskan makna dan kandungan Qs. al-
ma’un
81,3 93%
2 Menyebutkan kategori pendusta agama 87,5 93%
3 Menyebutkan kategori menyakiti anak yatim
93,75 96%
4 Menyebutkan urutan surah al maun dalam al qur’an
84,38 93%
5 Menyebutkan penggalan ayat dalam surat al maun
93,75 100%
6 Menyebutkan yang dimaksud dengan anak yatim
68,8 73%
7 Mengaitkan makna surat al maun dalam kehidupan sehari hari
91 87%
Reta-rata 84, 5 100%
Sumber data : Dukomen Penilaian
Hasil observasi pembelajaran dan wawancara kepada peserta didik pada siklus I dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 6 Hasil observasi dan wawancara motivasi belajar siswa pratindakan No Indikator
Kemampuan
Sangat Aktif/Se nang/Se mangat
Aktif/Sena ng/Seman gat
Kurang Aktif/Se nang/Se mangat
Tidak Aktif/Sen ang/Sem angat 1 Keaktifan dalam
belajar
(12,5%) (25%) (50%) (12,5%) 2 Rasa
senang/ketertarikan dalam pembelajaran
(12,5%) (12,5%) (50%) (25%)
3 Semangat/kegairahan dalam pembelajaran
(25,5%) (18,8%) (43,8%) (25%) Rata-rata (36%) (38%) (!7,3%) (8%) Sumber data : Hasil Observasi dan Wawancara
Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam
Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0
1293
Data hasil observasi dan wawancara di atas dapat dideskripsikan sebagai motivasi belajar peserta didik dalam pembelajaran mari belajar al Qur’an Surat al maun dengan menggunakan model cooperative learning tipe make a match sebagai berikut:Berdasarkan uraian pembahasan pada pertemuan pertama hingga kedua, maka hasil dari tindakan peneliti dapat digambarkan dalam tabel 8,9, 10 dan 11 berikut:
Tingkat keaktifan siswa dalam belajar mengalami peningkatan , hal ini dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 7: Hasil Angket PTK Tentang Keaktifan Siswa dalam Pembelajaran PAI Melalui Model Make a Match.
No Pilihan
Persentase (%) Kondisi
Awal Siklus I Siklus II
1 Sangat Aktif 12,5 43,8 43,8
2 Cukup Aktif 25 37,5 50
3 Kurang Aktif 50 12,5 6,3
4 Tidak Aktif 12,5 6,3 0
Berdasarkan tabel 7 di atas terlihat bahwa partisipasi siswa dalam mengikuti pembelajaran PAI sebelum adanya tidakan sangat rendah, sehingga berpengaruh pada rendahnya hasil pembelajaran. Pada siklus pertama keaktifan siswa dalam pembelajaran mengalami kenaikan dibanding kondisi awal 37,5% menjadi 81,3% sedang yang kurang dan tidak aktif hanya 18,7%.
Pada siklus kedua keatifan siswa mencapai 93,8% dan hanya 6,3% yang kurang aktif.
Ketertarikan siswa dalam pembelajaran PAI mengalami kenaikan yang cukup signifikan, hal ini dapat diamati pada tabel di bawah ini:
Tabel 8: Hasil Angket PTK Tentang Kegairahan/Semangat Siswa dalam Pembelajaran PAI Melalui Model Make a Match.
No Pilihan
Persentase (%) Kondisi
Awal Siklus I Siklus II
Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam
Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0
1294
1 Sangat Semangat 12,5 37,5 37,5
2 Cukup Semangat 25 43,75 50
3 Kurang Semangat 50 12,5 12,5
4 Tidak Semangat 12,5 6,25 0
Tabel 8 di atas menunjukkan bahwa kegairahan siswa dalam pembelajaran PAI sebelum adanya tidakan sangat rendah, hal ini berpengaruh pada rendahnya hasil pembelajaran. Pada siklus pertama kegairahan siswa dalam pembelajaran mengalami kenaikan dibanding kondisi awal 37,5% menjadi 71,25% sedang yang kurang dan tidak bersemangat hanya 18,75%.. Pada siklus kedua kegairahan siswa mencapai 87,5% hanya 12,5% sisanya kurang bersemangat.
Peningkatan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti berpengaruh terhadap peningkatan hasil belajar siswa, hal ini dapat diamati dalam tabel berikut :
Tabel 9 Hasil Penelaian dan Pengamatan Pada Pelaksanaan PTK
N O
Indikator Kemampuan
Rerata hasil Prnilaian Siswa Yang Tuntas (%)
Partisipasi Aktif Siswa
(%)
KA I II NU
H
KA I II K
A
I II 1 Menjelaskan makna
dan kandungan Qs.
al-ma’un
50 69 94 50 100
25 75 81,25 2 Menyebutkan
kategori pendusta agama
12,5 75 88 13 75
3 Menyebutkan Kategori menyakiti anak yatim
25 75 87,5 25 70,87
4 Menyebutkan urutan surah al maun dalam al qur’an
44 96,7 100 44 95,67
5 Menyebutkan penggalan ayat dalam surat al Maun
56,3 100 84 56 100
6 Menyebutkan yang 12,5 100 100 13 100
Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam
Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0
1295 dimaksud dengan
anak yatim
7 Mengaitkan makna surat al maun dalam kehidupan sehari hari
37,5 95 80,8 38 95
Jumlah 237,8 315,7 295 634,3 239 341,5 4
295 Rerata 34 79 98,3 90,61 34 85,38 98,33
Tabel 9 di atas menunjukkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar siswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan budi Pekerti.
Indikator 1 yaitu Kemampuan Menjelaskan makna dan kandungan Qs. Al- Ma’un pengalami peningkatan dari kondisi awal 50 menjadi 94. Indikator 2 kemampuan Menyebutkan kategori pendusta agama 12,5 menjadi 88. Indikator 3 kemampuan Menyebutkan Kategori menyakiti anak yatim dari kondisi awal 25 menjadi 87,5. Indikator 4 kemampuan Menyebutkan urutan surah al maun dalam al qur’an pada kondisi awal 44 menjadi 100. Indikator 5 kemampuan Menyebutkan penggalan ayat dalam surat al Maun pada kondisi awal 56,3 menjadi 100. Indikator 6 kemampuan Menyebutkan yang dimaksud dengan anak yatim pada kondisi awal 12,5 menjadi 100. Indikator 7 kemampuan Mengaitkan makna surat Al Maun dalam kehiudpan sehari hari pada kondisi awal 37,5 menjadi 80.8.Rerata nilainya pun mengalami peningkatan dari kondisi awal 34 menjadi 90,61
SIMPULAN
Hasil penelitian yang telah dipaparkan pada bab IV, hasil seluruh pembahasan serta analisis yang telah dilakukan dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas V SDN 6 Menteng tentang mari belajar al Qur’an surat al ma’un dapat dilakukan melalui model
“cooperative learning tipe make a match”. Data hasil penelitian penggunaan model cooperative tipe make a match dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik dalam pembelajaran dalam setiap pertemuan yaitu kondisi awal rerata nilai siswa hanya 34, Siklus pertama nilai rerata siswa meningkat menjadi 79 pada siklus kedua rerata siswa mencapai 98,3, dan nilai hasil evaluasi akhir KD mencapai 90,61
Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam
Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0
1296
2. Penggunaan model “cooperatve learning tipe make a match” dalam pembelajaran terbukti dapat meningkatkan kompetensi/hasil belajar peserta didik kelas V SDN 6 Menteng tentang mari belajar al Qur’an surat al ma’un.
Hal ini dibuktikan dengan nilai rerata siswa yang pada kondisi awal 34 menjadi 90,61.
DAFTAR PUSTAKA
Baharuddin dan Makin, Manajemen Pendidikan Islam Transformasi Menuju Sekolah/Madrasah Unggul, Malang: UIN-Maliki Press,2010
Djamarah, Syaiful Bahri , Guru & Anak Didik Dalam Interaksi Edukatif,Jakarta:
Rineka Cipta,2010
Irnawati, Pengaruh Model Pembelajaran Make a Match dengan Strategi Pencocokan Kartu Indekss dan Model Pembelajaran NHT dengan Strategi Bertukar Tempat Berbantu Kartu Masalah Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas VIII Semester II Pokok Bahasan Prisma dan Limas MTsN 1 Semarang Tahun Pelajaran 2010/2011, Semarang: IKIP PGRI Semarang, 2011.
Ikasari, Penerapan Model Make a Match dengan Media Flashcard dalam Pembelajaran IPA untuk Meningkatkan Aktivitas Siswa Kelas VB SD Islam Al Madina,Semarang:Fakultas Ilmu Pendidikan PGSD Universitas Negeri Semarang,2013
Wulandari,Km. E.,Suarni, Kt., & Renda, N. T. (2018). Pengaruh Model Pembelajaran Make A Match Berbasis Penilaian Portofolioterhadap Hasil Belajar IPA.
Journal of Education Action Research, 2(3), 240-248.