• Tidak ada hasil yang ditemukan

Limbah Pemanenan Kayu dan Faktor Eksploitasi di IUPHHK-HA PT. Diamond Raya Timber, Provinsi Riau

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Limbah Pemanenan Kayu dan Faktor Eksploitasi di IUPHHK-HA PT. Diamond Raya Timber, Provinsi Riau"

Copied!
103
0
0

Teks penuh

Loading

Gambar

Gambar 2   Pengukuran batas bebas cabang dan batang bagian atas.
Gambar 5  Tunggak yang terlalu tinggi.
Gambar 8  Limbah batang batang bagian atas.
Gambar 9  Limbah dahan.
+6

Referensi

Dokumen terkait

Menurut Direktorat Pengolahan Hasil Hutan (1989) dalam Sari (2009) limbah pemanenan kayu terjadi karena kesalahan teknis, yaitu menebang terlalu tinggi sehingga

Besarnya persentase limbah di petak mekanis yang terjadi akibat kegiatan pemanenan sebesar 29,10% dari keseluruhan volume kayu yang ditebang menunjukan bahwa tingkat

212/Kpts/IV-PHH/1990 Tentang Pedoman Teknis Penekanan dan Pemanfaatan Kayu Limbah Pembalakan dan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor :6886/Kpts- II/2002 Tentang Pedoman dan Tata

Dalam areal IUPHHK-HA PT. DRT diasumsikan terdapat 4 kondisi hutan alam gambut. Keempat kondisi hutan alam gambut tersebut adalah sebagai berikut: 1) Kondisi hutan

Berdasarkan hasil kegiatan Inventarisasi Tegakan Sebelum Penebangan (ITSP) pada plot penelitian, diperoleh data potensi pohon yang dapat dipanen yaitu 218.38 m 3 /hektar,

Limbah pemanenan kayu tersebut terjadi di petak tebang akibat proses penebangan ( felling ), pembagian batang ( bucking ), dan kondisi batang pohon yang cacat dan/atau

Menurut Direktorat Pengolahan Hasil Hutan (1989) dalam Sari (2009) limbah pemanenan kayu terjadi karena kesalahan teknis, yaitu menebang terlalu tinggi sehingga menghasilkan

Limbah pemanenan kayu adalah bagian dari pohon yang ditebang yang tidak dapat dimanfaatkan karena adanya cacat dan rusak berdiameter kecil serta panjang